Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Kamis, 28 Februari 2013

6 Manfaat Mandi Sebelum Subuh

Manfaat-Mandi-Pagi
Salam Alaikum Sobat Ruang, 6 Manfaat Mandi Sebelum Subuh merupakan materi yang ingin saya share kali ini. Postingan ini mungkin akan menjadi katagori baru pada postingan di Blog Ruang. Semoga dengan mengetahui Manfaat Mandi Sebelum Subuh, kita bisa lebih bergairah lagi untuk bangun pagi, sehingga shalat subuh kita tetap terjaga tentunya...aamiin

Menurut penelitian sains, kandungan ozon pada waktu pagi lebih tinggi dari waktu yang lain. Perlu diketahui, gas ozon ini sangat penting untuk tubuh kita. Jika kita mandi sebelum waktu subuh, ia bukan saja akan membersihkan tapi juga akan memberikan kesegaran dan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.

Berikut adalah 6 Manfaat Mandi pagi Sebelum Subuh

  1. Kulit lebih lembut dan halus
    Anda memiliki lingkaran hitam di bawah bola mata, ternyata mandi sebelum subuh dengan air dingin dapat mengurangi warna gelap di bawah mata anda tersebut. Begitu juga dengan kuku kuku pada kaki dan tangan, ia akan menjadi lebih  kuat dan tidak mudah retak. Kulit juga menjadi lebih lembut dan halus.

  2. Melancarkan peredaran darah
    Jika peredaran darah anda lancar maka tubuh anda akan menjadi lebih sehat dan bertenaga. Dan anda juga tidak akan cepat merasa letih ketika seharian beraktivitas. 

  3. Meningkatkan kesuburan
    Ternyata Mandi seblum subuh juga bisa meningkatkan hormon testosteron pada lelaki dan hormon estrogen untuk wanita.

  4. Mengurangi resiko darah tinggi
    Untuk anda yang memiliki penyakit darah tinggi, mandi di waktu pagi sebelum subuh ternyata merupakan solusi hebat tanpa obat untuk neyembuhkan penyakit darah tinggi anda.

  5. Mengobati stres
    Air yang dingin diwaktu pagi akan melancarkan kembali peredaran darah setelah lama berbaring ketika tertidur. Buat anda yang mengalami depresi, inilah cara yang terbaik untuk anda menghilangkannya. oleh karena itu, mulai sekarang biasakanlah mandi pagi sebelum subuh.

  6. Meningkatkan sel darah putih
    Mandi dengan air dingin ternyata juga akan meningkatkan sel darah putih di dalam tubuh badan. Sebagaimana diketahui, sela darah putih sangat berperan untuk kekebalan tubuh terhadap virus dan penyakit.
Demikian 6 Manfaat Mandi Pagi Sebelum Subuh, semoga kita bisa membiasakan untuk bangun lebih pagi, dan tentunya lebih pagi juga, semoga bermanfaat, Wassalamualaikum
sumber :myberita.com

Banyak alasan

Ada banyak alasan bagi kita untuk marah jika memilih hal-hal yang negatif. Ada banyak alasan untuk khawatir jika kita ingin melakukannya.

Ada banyak alasan bagi kita untuk membuang momen berharga dalam hidup karena tenggelam diantara gosip.

Ada banyak alasan untuk membuang-buang waktu dan energi dengan iri, kemarahan, khawatir atau gangguan lainnya. Namun alasan terbaik adalah tidak memberikan nilai untuk kegiatan kosong tersebut.

Setiap kali kita menemukan diri ditarik ke dalam beberapa jenis perilaku negatif atau destruktif, maka kita harus bertanya pada diri sendiri sebuah pertanyaan sederhana.

Apa yang baik akan pernah benar-benar datang dari ini? Pertimbangkanlah apa pikiran negatif kita dan tindakan akan membawa kita. Mereka akan membawa kita tentang sebuah nilai.

Hidup ini terlalu berharga membebani hari-hari kita dengan perilaku yang tidak berguna. Gunakanlah energi untuk benar-benar hidup, membuat perbedaan positif di dunia, sekaligus menuai banyak pahala yang datang.

Mungkin ada banyak alasan untuk menjadi negatif, namun ada satu alasan sangat kuat untuk menjadi positif dan produktif. Itulah alasan yang sangat indah, berharga, sekaligus hidup yang unik dan tak tergantikan.

Berjalanlah jauh dari sikap yang tidak perlu dan perilaku yang menyeret kita kepada negatif, dan hiduplah setiap saat dengan penuh kebahagiaan.

Saat kita bayangkan

Bayangkan, bahwa masalah tidak lagi menjadi masalah bagi kita. Bayangkan bahwa frustrasi tidak lagi dapat melemahkan kita.

Bayangkan bahwa kita tidak lagi dibatasi oleh keterbatasan. Bayangkan bahwa hambatan tidak lagi mampu menahan laju kita.

Sekarang pertimbangkanlah hal ini. Hidup kita adalah bukan karena apa yang datang dengan cara kita, tetapi karena bagaimana cara kita menanggapi itu semua.

Jika kita benar-benar dapat membayangkan bahwa masalah tidak akan menggoyahkan kita, karena itu adalah cara kita bagaimana menempatkan.

Jika kita tulus dapat membayangkan bahwa kendala tidak bisa menahan laju kita, maka mereka tidak akan dapat menahan laju kita.

Apakah kita menanggapi datangnya suatu kesulitan dengan membuat mereka lebih buruk? Atau apakah kita memilih untuk membayangkan diri kita di luar mereka?

Saat kita membayangkan, maka itu tidak dapat mengubah apa-apa kecuali kita mengubahnya dengan hal yang positif. Ini lebih dari cukup untuk benar-benar mengubah dunia kita.

Dia Yang Terlewatkan

Mungkin salahku melewatkanmu
Tak mencarimu sepenuh hati
Maafkan aku

Sebait lirik lagu milik Sheila On-7 berjudul “Yang Terlewatkan”, mengingatkan saya pada sesuatu. Meskipun dalam lirik tersebut tujuannya adalah pada sang kekasih hati tapi kali ini buat saya merupakan hal yang berbeda. Sesuatu yang begitu penting, namun acap kali terabaikan dan tak temanfaatkan sebagaimana mestinya. Ya, apalagi kalau bukan sang waktu.

Sebelum tidur, biasanya sebagian orang sering memasang alarm untuk membangunkannya lebih awal, bisa saja karena ingin melaksanakan shalat malam, melanjutkan pekerjaan yang tertunda, menonton siaran TV yang dinanti dan melakukan aktifitas lainnya.

Namun, ketika alarm yang sudah di setting tersebut berbunyi untuk membangunkan, kita justru semakin menarik selimut dan melanjutkan tidur kembali. Pada akhirnya terlambat bangun, malas beraktifitas dan waktupun terlewatkan begitu saja tanpa arti. Pada akhirnya terlambat juga melaksanakan pekerjaan yang lainnya.

Kita sadari bahwa pada waktu yang terlewatkan itu seharusnya kita dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat, memaksimalkan kinerja, menyelesaikan aktifitas yang tertunda. Tetapi, karena keterlewatan ini banyak kesempatan yang terbuang sia-sia. Bahkan bisa saja keterlambatan yang kita ciptakan ini, membuat aktifitas-aktifitas dakwah ini pun ikut terlambat dan terhambat.

Perkataan Imam Hasan Al Banna masih terekam dalam memori kita. “Sesungguhnya kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia”. Gunakanlah skala prioritas dalam menentukan suatu aktivitas, dimulai dari yang penting dan mendesak, tidak penting tapi mendesak, penting tapi tidak mendesak, dan tidak penting dan tidak mendesak.

Dia yang terlewatkan begitu saja, seharusnya tidak kita biarkan berlalu sia-sia. Bukankah Allah SWT bersumpah dalam Al-Qur’an untuk beberapa waktu yaitu “Demi Dhuha”, Demi Fajar, Demi Subuh, Demi Cahaya Merah pada waktu senja, Demi Malam, Demi Siang, dan Demi Masa.” Sumpah Allah SWT yang berulang kali atas nama waktu itu menunjukkan betapa pentingnya waktu dalam kehidupan manusia. Jadi, jangan dilewatkan atau dibuang percuma.

Waktu-waktu yang telah kita lewatkan tak akan pernah kembali lagi. Dan sudah barang tentu yang kita hadapi hari ini, kemarin dan esok akan berbeda sama sekali. Tak ada yang sama, baik para pelakunya, situasi maupun latarnya.

Karena itu, mari kita mulai kembali untuk menata waktu-waktu kita yang tercecer begitu banyak untuk hal yang sia-sia. Kita memang tidak bisa mengumpulkan atau menyatukan serpihan-serpihan dia yang terlewatkan. Kita berkomitmen untuk tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

Kalaupun kita tidak bisa menggunakan waktu dengan efektif, paling tidak kita tidak melewatkannya begitu saja tanpa makna apa-apa. Semoga kita termasuk hamba-nya yang bisa memaksimalkan waktu dengan sebaik mungkin untuk sesuatu yang bermanfaat. Amin


:: Artikel dikirim oleh Azzura Arsyiah (azzura4rsyiah@yahoo.com) | MT Batch-3 Medan | @azura_sely


Rumah Motivasi Online menerima tulisan, artikel membangun jiwa, motivasi. Kirim tulisan sahabat ke email saya; cepypram@yahoo.com atau infokan @CepPangeran



Rabu, 27 Februari 2013

Harta Halal Harus Dijaga

Menjaga harta yang halal dapat dilakukan dengan bersikap menjauhi pendapatan atau penghasilan yang tidak di ridhoi Allah SWT.

Seperti menjauhi riba, judi dengan macam-macamnya, menjauhi penipuan, korupsi, maka akan terbentuk pribadi yang mampu mendapatkan pendapatan atau penghasilan yang halal dan baik.

Rizki berupa harta untuk tiap hambanya telah ditetapkan Allah SWT. Rasulullah SAW mengatakan bahwa rizki tiap hamba telah ditetapkan sejak ditiupkannya ruh ke dalam janin dalam kandungan.

Dan tugas seorang hamba adalah berusaha maksimal guna menyongsong sampainya bagian rizki tersebut kepadanya. Berarti seorang muslim harus memiliki semangat dan motivasi kerja yang tinggi dalam mencari rizki dengan tetap memperhatikan ketentuan Allah SWT berkaitan dengan kehalalan harta.

Rasulullah SAW mengingatkan kita semua tentang harta, bahwa akan ditanya tentang dari mana dan bagaimana harta diperoleh dan ke mana serta bagaimana harta dikeluarkan. Seorang muslim harus menempatkan kecintaannya pada harta pada tempat yang semestinya.

Cinta harta hanyalah salah satu bentuk cinta dunia (QS Ali Imron: 14). Kecintaan kita terhadap dunia adalah dengan menggunakan atau memanfaatkan apa yang dicintainya itu sebagai sarana untuk beribadah. Karena itu ketentuan Allah SWT harus diperhatikan dalam kaitannya dengan harta, terutama dengan menjaga halalnya harta.

Ada empat hal yang perlu diperhatikan seorang muslim dalam menjaga halalnya harta. Rasulullah SAW bersabda, “Semua jasad (tubuh) yang tumbuh dari penghasilan yang haram, maka nerakalah yang lebih cocok untuknya”.

Allah SWT telah mengharamkan riba (QS Al Baqarah: 275) dan melarang orang yang beriman memakan riba (QS Ali Imron: 130). Rasulullah SAW bersadba, “Allah SWT akan melaknat pemakan riba, penulisnya, dan kedua saksinya”.

Rasulullah SAW juga melarang kaum muslim melakukan tindak penipuan, bahkan beliau bersabda, “…barangsiapa yang menipu kami, bukanlah dari golongan kami”. Wallahua'lam.

Duhai Angin, Salam Cintaku Padanya

Duhai angin…
Tolong sampaikan salam cintaku padanya
Walaupun terletak di ujung planet bumi sekalipun Namun aku tetap rindu
Rindu karena persahabatan yang terjalin lintas batas teritorial
Rindu karena cintaku berujung persahabatan yang kekal

Duhai angin…
Tolong sampaikan salam cintaku padanya
Walaupun jauh di negeri seberang
Namun aku tetap menjadi sahabatnya
Karena cintaku wangi dan harum semerbak kesturi
Walau terkadang susah mengartikan nilai-nilai cinta saat ini

Jika aku tiada
Jika aku pejamkan mata
Biarlah cintaku ini abadi, cinta yang setia ini
Biar pun engkau jauh
Sambutlah salam hangatku…salam persahabatan
Karena aku masih menjadi sahabat terbaikmu sampai kapanpun

Duhai angin…
Tolong sampaikan salam cintaku padanya
Teruntuk sahabatku…
Di negeri seberang yang telah mengirimkan surat cinta kepadaku


Pengalaman hidup

Hal yang terburuk bisa saja terjadi kepada kita. Meskipun ada resiko kegagalan dalam setiap usaha, namun ada kepastian kegagalan bila kita tidak pernah berusaha.

Setiap kali kita terluka, setiap kali kita jatuh, pasti kita akan menambahkan alasan lain untuk resiko kita. Tetapi alasan tidak akan membawa sesuatu yang berharga untuk hidup kita. Mereka hanya membuat kita lebih terampil menghindari kebaikan yang melimpah yang ditawarkan kehidupan.

Lupakan alasan. Berhentilah mencemaskan kegagalan. Hidup adalah milik kita untuk dijalani. Kita tidak akan mendapatkan apa-apa hanya dengan menyembunyikan hal itu.

Angin dingin yang menerpa wajah kita mungkin dapat menyengat sedikit, namun hal itu memungkinkan kita mengetahui bahwa kita masih hidup.

Isilah setiap kehidupan dengan pengalaman baru. Isi setiap hari dengan usaha yang diarahkan menuju tujuan yang berarti. Yakinkan diri untuk dapat mengalahkan usaha negatif yang bersembunyi di tiap sudut.

Meskipun saat kita berjalan terkadang tersandung, namun kita akan tersandung ke depan. Nikmati pengalaman baru yang berlimpah menjadi hidup.

Buatlah daftar tertulis

Ketika kita membuat daftar hal-hal yang perlu kita lakukan, maka kita lebih memungkinkan untuk mendapatkan mereka. Ketika kita menuliskan tujuan, maka kita lebih memungkinkan untuk mencapainya.

Ketika kita menyusun daftar tertulis dari masalah dan tantangan yang ada, maka mereka jauh lebih mungkin untuk diselesaikan. Membuat daftar tertulis akan menyelaraskan beberapa kekuatan dalam mendukung kita berupa komitmen dan kontrol.

Bila kita memasukkan sesuatu ke dalam tulisan, maka tindakan yang akan dilakukan dapat menghasilkan gelar tak terbantahkan dari sebuah komitmen.

Tulislah, apakah itu dengan pena, ingatan bahkan dengan keyboard atau stylus, karena ia merupakan kegiatan berbentuk fisik. Ini adalah langkah pertama yang ideal untuk menerjemahkan pikiran ke dalam tindakan.

Ini adalah bukti komitmen yang dapat kita pegang, sampai tujuan tercapai. Susunlah daftar tantangan, tujuan, atau untuk melakukan sesuatu yang berfungsi untuk mengontrol.

Dengan menempatkan masalah kita secara tertulis, maka kita dapat mengambil kendali atas mereka. Dengan menuliskan tujuan kita, maka mereka dapat bergerak dari yang hal-hal yang kita inginkan menjadi hal lainya yang diinginkan.

Apa yang perlu kita lakukan? Apa yang ingin kita capai? masalah apa yang kita miliki untuk dipecahkan? Maka buatlah daftar tertulis. Lalu tuliskan dan kita telah mengambil langkah penting pertama untuk dilakukan.

Bangga bersama pasangan kita

Hidup bersama pasangan (suami istri) bukanlah hanya hari ini atau besok saja. Tetapi, bagaimana kita bisa hidup sampai maut dan jiwa memisahkan keduanya.

Jika kita merasa pasangan (suami istri) kita adalah orang yang tidak kita banggakan, pasti akan ada di suatu titik tertentu yang akan membuat kita sangat membutuhkannya.

Nah, disaat itulah kita akan menyadari bahwa kita telah melukai dan menyia-nyiakan pasangan kita. Istri kita adalah bagian terdalam kita, begitu pula sebaliknya, suami adalah bagian terdalamnya sang istri.

Kita harus merasa ‘bangga’ terlihat bersama pasangan (suami istri). Hal itu akan membahagiakan dia (pasangan suami istri). Pasangan yang bahagia, akan merasa senang bisa terus bersama-sama.

Biasanya, hal itu ditunjukkan dengan sentuhan tanda sayang di antara mereka. Contohnya dengan bergandengan tangan, rangkulan, pelukan, pegang pinggang bahkan elusan sayang, dan lainnya.

Disini, kita bukannya ingin pamer apalagi riya kepada khalayak ramai, tapi hanya ingin mengatakan bahwa mereka saling memiliki dan saling mencintai. Hal itu akan terlihat, mana yang bangga bersama pasangannya dan mana yang hanya pamer.

Bagaimana dengan anda, sahabat...

Berzakat Karena Iman dan PerintahNya

Zakat adalah ibadah maaliyah ijtima’iyyah yang memiliki posisi yang sangat penting, strategis, dan sangat menentukan, baik dari sisi ajaran maupun dari sisi pembangunan ekonomi umat. (Yusuf Qardhawi, 1993)

Sebagai ibadah pokok, zakat termasuk salah satu rukun Islam yang lima, sehingga keberadaannya dianggap sebagai ma’lum min ad-dien bi adh-dharurah atau diketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman seseorang. Dan zakat merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Seseorang muslim yang menunaikan zakat, adalah semata-mata didorong oleh keimanannya kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-perintah Allah SWT. Hal tersebut sama halnya dengan keimanan mereka dalam menunaikan perintah wajib shalat, puasa dan haji.

Seorang muslim tidak menganggap bahwa harta yang ia serahkan itu sebagai harta lebihan, harta sampingan dan sebagainya yang ia berikan kepada para fuqara dan masakin. Tetapi karena di dorong oleh kewajiban yang Allah SWT tetapkan atas dirinya pada hartanya.

Karena itulah, zakat ibarat proyek latihan bagi seorang muslim, dalam menjalankan perintah Allah. Dalam Surat At Taubah, Allah SWT menjelaskan bahwa penunaian zakat merupakan pintu masuknya seseorang ke dalam Islam. “…dan bila mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudaramu seagama….” (QS At Taubah: 11)

Zakat, juga bisa dijadikan sebagai neraca, guna menimbang kekuatan iman seorang mukmin serta tingkat kecintaannya yang tulus kepada Rabbul ‘Izzati. Sebagai tabiatnya, jiwa manusia senantiasa dihiasi oleh rasa cinta kepada harta.

Sebagaimana firman Allah di dalam Surat Ali Imran ayat 14, artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).“

Ketika seorang mukmin menyerahkan hartanya semata-mata karena mengharap keridhaan Allah dan dilandasi keimanannya atas Mulkiyah Allah, maka hal tersebut praktis menjadi indikasi kekuatan imannya.

Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin, memaparkan bahwa melalui zakat, Allah SWT menguji derajat keimanan seorang hamba yang mencintai-Nya, melalui kesediaannya berpisah dengan sesuatu yang ia cintai demi cintanya kepada Allah SWT.

Ketika menyifatkan tingkat ibadah orang-orang mukminin yang bertakwa, Allah SWT menyebutkan bahwa sikap mereka diantaranya menyisihkan harta mereka sebagai hak orang miskin. Disebutkan dalam surat Adz Dzariyat ayat 19 artinya: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tak mendapat bagian (tidak meminta)“. Wallahua’lam

Selasa, 26 Februari 2013

Agresif yang positif

Rebutlah peluang untuk membantu dan perhatian kepada sesama. Berjalan kaki tanpa alas, suatu kesempatan untuk merasakan sakit, namun penuh bahagia dan berarti.

Akan ada waktu yang baik dan seperti yang kita lakukan, ia akan kembali kepada kita. Akan ada saatnya ketika hal yang sia-sia yang kita lakukan akan kembali kepada kita sendiri. Mana yang akan kita lebih sukai?

Tidak ada satu keuntungan apa-apa ketika Anda berusaha untuk menyakiti yang lain. Bahkan, semua orang kehilangan. Anda tidak bisa mengangkat diri dengan mendorong orang lain ke bawah.

Jika seseorang menyakiti kita, maka respon terbaik adalah tidak membalas untuk menyakiti mereka. Hal itu hanya akan mengabadikan sebuah kekerasan.

Respon terbaik yang dilakukan adalah dengan memecahkan pola kebaikan, untuk mengakhiri mereka yang terluka, bergerak secara aktif dan agresif ke depan.

Tidak perlu membiarkan orang lain mengambil keuntungan dari kita. Bersikaplah tegas, namun jangan kejam apalagi mencelakai mereka yang berbuat tidak baik kepada kita.

Carilah cara untuk mengubah situasi negatif ke arah yang positif. Ubahlah cara pandang negatif ke arah positif. Bayangkan saja apa yang bisa terjadi ketika kita menemukan mereka dan mengikuti mereka.

Mengerti

Setiap hubungan, apakah itu dengan pasangan kita, atasan, klien, majikan, seseorang di ujung telepon, atau yang lainnya harus ditingkatkan dengan pemahaman. Buatlah upaya untuk memahami dan ketulusan secara jelas.

Jangan terlalu sering kita membiarkan asumsi untuk mengambil sebuah pemahaman. Apalagi asumsi yang cepat dan mudah. Sayangnya seringkali mereka salah paham.

Memahami membutuhkan waktu lebih lama. Ia juga membutuhkan lebih kesabaran, dan lebih banyak pekerjaan. Ini layak sebagai usaha ekstra.

Memahami dapat mengubah hubungan permusuhan jadi bersatu, positif dan produktif. Memahami dapat memecahkan masalah yang sebelumnya tampak keras. Memahami dapat memanfaatkan usaha kita dan juga memperluas pengetahuan kita.

Ada nilai positif yang sangat besar pada orang-orang di sekitar kita. Memahami memberi kita akses ke nilai tersebut dan memang membuatnya tumbuh lebih kuat dan besar.

Senin, 25 Februari 2013

MT Batch-3: Melihat Dunia dengan Fotografi

Hari Kamis, 21 Februari 2013, giliran saya memberikan sharing fotografi kepada 17 peserta Manajemen Training (MT) Batch-3 ISET-PKPU di PKPU Kantor Kas Bekasi, Jalan KH Noer Ali, Ruko Bumi Satria Kencana Blok A/5 Kalimalang, Bekasi Barat.

Belajar fotrografi atau potret memotret memang tidak sulit untuk dipelajari. Terlebih bagi kawan-kawan yang sudah lama berkecimpung dengan dunia fotografi, pasti sudah tidak asing dengan istilah Arperture, Shutter Speed, ISO, Exposure, serta istilah-istilah lainnya.

Namun bagi mereka yang baru mengetahui hari itu juga, pastinya akan terkendala. Banyak diantara kita yang hobi memotret, namun untuk mengambil gambar yang baik itu sulit. Jadi dengan adanya pelatihan ini sangat membantu sekali untuk dapat belajar lebih dalam tentang fotografi

Saya pun ditunjuk oleh lembaga yang diwakili Divisi ISET PKPU sebagai trainer yang mengajarkan teknik dasar fotografi digital. Kelas fotografi pun dimulai. Senangnya bisa melihat adik-adik senang belajar fotografi.

Pagi hari, mulai pukul 09.00-12.00 WIB (sesi pertama) peserta diajarkan teori dasar fotografi, pengenalan kamera, teknik dasar, mode pemotretan, cara memegang kamera, posisi memotret, cara mengatur pencahayaan, komposisi, angle, aturan sepertiga, pusat perhatian (POI) dan tips trik fotografi.

Materi demi materi di pagi itu saya coba untuk menjelaskan sedetail mungkin kepada adik-adik peserta MT Batch-3 PKPU dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. Alhamdulilah tidak ada kendala. Para peserta bisa menangkap dan memahami apa yang saya sampaikan.

Foto itu dapat menceritakan sebuah kisah, serta melukiskan makna dan maksud yang tak terhitung banyakanya. Foto juga dapat menggambarkan kejadian dan melukiskan watak dan perilaku seseorang dan itu merupakan kreatifitas seorang fotografer. Demikian saya memberikan pengalaman kepada peserta.

Foto yang bernilai adalah foto yang tajam pada elemen yang ingin ditonjolkan, sehingga pembaca mudah menangkap pesan yang disampaikan. Hasil foto dengan pencahayaan normal dapat diperoleh dengan memperhatikan arah sinar yang datang ke objek serta menggunakan pencahayaan lampu kilat.

Saya juga menceritakan tentang Exposure menjadi hal pertama dan utama dalam belajar fotografi. Ada 3 hal yang saling erat hubungannya:

Pertama, aperture = bukaan diafragma lensa biasanya dalam ukuran f/2.8, f/5.6 dan seterusnya. Kedua, shutter speed = bukaan berapa lama film menerima cahaya sewaktu diafragma di buka; dalam ukuran 2s, 1/250s ,1/500s, dan seterusnya (s = seconds, detik) dan Ketiga, ISO, Speed of the film = internasional stteman-temanrd untuk sensitifnya film. Contoh: ISO 400 lebih sensitif daripada ISO 200, ISO 200 lebih sensitif daripada ISO 100, dan seterusnya. 

Selain Exposure dan angle, saya juga sharing tentang komposisi dalam Fotografi. Untuk menghasilkan karya yang menarik di butuhkan komposisi dalam pengambilan gambar. Komposisi adalah cara mengatur atau menyusun beberapa unsur objek menjadi satu kesatuan yang menarik sehingga objek menjadi pusat perhatian POI (Point of Interest). Ia bisa berupa garis, bentuk, ruang, bayangan, warna tekstur dan sebagainya. Komposisi yang baik bisa membangun “mod” suatu foto.

Objek utama harus ditonjolkan dan pisahkan objek yang tidak penting atau mengganggu. Pilihlah Latar belakang (background) yang sederhana. Usahakan objek menghadap cahaya. Sertakan latar depan (foreground) agar memiliki kesan kedalaman gambar.

Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact, yaitu kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda. Apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatu mengejutkan, beda, eksentrik.

Secara keseluruhan, komposisi klasik yang baik memiliki proporsi yang menyenangkan. Ada keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna-warna cerah dengan warna-warna redup. Kita juga membutuhkan komposisi yang seluruhnya simetris. Seringkali gambar yang kita buat lebih dinamis dan secara visual lebih menarik bila anda menempatkan subjek ditengah.

Sesi kedua dimulai pukul 13.30-17.30 WIB dilanjutkan praktik pemotretan dengan 4-5 tema materi. Hasil foto peserta kemudian dievaluasi dari segi teknik pengambilan gambar sehingga peserta dapat memahami betul dan dapat menerapkannya untuk setiap kegiatan program lembaga.

Hal pertama dan utama untuk belajar Fotografi adalah mengetahui teknik dasarnya yaitu EXPOSURE. Tekad para peserta terlihat cukup besar. Tekad mereka untuk belajar fotografi. Tekad untuk mencoba sesuatu yang baru.

Karena di kampus mereka tidak ada kegiatan fotografi. Siapa sih yang tidak suka kegiatan foto-foto, sekaligus narsis. Kayaknya hampir semua orang menyukainya. Inilah pelajaran kehidupan yang bisa saya ambil dari mereka, para peserta MT batch-3. Yang kita butuhkan hanya tekad dalam menggapai sebuah mimpi dan cita-cita.

Semoga seluruh peserta MT Batch-3 PKPU bisa menikmati kegiatan fotografi, baik teori dan praktek sekaligus dapat mengembangkannya. Semoga dengan kegiatan pelatihan fotografi ini seluruh peserta dapat aktif dalam seluruh kegiatan lembaga.

Selamat berkarya...untuk Ade Putri, Afrizal, Nurdin, Rasyid, Aldi, Razhi, Azzura, Destie, Dian, Fikri, Junaidi, Lidya, Mutia, Widia, Rini, Shina dan Tasrif


praktek fotografi (sedang membayar ZIS)


praktek fotografi (menerangkan Tabung Peduli)


praktek fotografi (serah terima Tabung Peduli)


praktek fotografi (serah terima bantuan)


praktek fotografi (evaluasi dan sharing hasil foto)

Kenangan di Pelatihan Jurnalistik MT Batch-3

Mentari pagi masih malu-malu memancarkan sinarnya, tapi ia sudah mulai membangunkan manusia yang rindu akan suaranya.

Sekedar untuk menyapa manusia yang masih terlelap. Namun hari itu saya merasa sangat senang sekali. Ada apa gerangan..?

Selama dua hari, sejak Rabu, 20 Februari 2013 hingga Kamis, 21 Februari 2013, saya diminta dari lembaga (PKPU) untuk dapat berbagai ilmu jurnalistik dan fotografi kepada 17 orang peserta Manajemen Training (MT) Batch-3 ISET-PKPU di PKPU Kantor Kas Bekasi, Jalan KH Noer Ali, Ruko Bumi Satria Kencana Blok A/5 Kalimalang, Bekasi Barat.

Atas prakarsa Kepala Divisi ISET (Indonesia Social Enterpreneur Training) PKPU, Ahmad Firdaus MA, saya diundang untuk mengisi pelatihan Jurnalistik yang dikhususkan untuk menulis berita sebagai tindaklanjut untuk program pemimpin. Acara berlangsung sehari, mulai jam 09.00 sampai dengan jam 17.00 WIB.

Acara pelatihan berlangsung santai. Peserta duduk di kursi yang telah disediakan. Sementara saya berdiri, untuk memberikan materi-materi seputar penulisan berita. Di awal memberikan materi, saya menegaskan pentingnya tradisi menulis dalam kehidupan seseorang. Bisa lewat notes book, blog, catatan pribadi dan lainnya.

“Ada banyak manfaat dahsyat menulis yang akan dirasakan oleh seorang penulis”. Demikian saya katakan kepada para peserta yang rata-rata berusian 20 tahun keatas. Dengan menulis, seseorang akan memperoleh kepuasan batin yang seringkali jauh lebih berharga nilainya dibanding dengan ‘segepok’ uang.

Dengan menulis juga akan meningkatkan kredibilitas. Dari kita yang bukan siapa-siapa, bisa menjadi siapa-siapa. Kalau ia seorang guru, ia adalah guru yang disegani dan diperhitungkan. Jika ia seorang pekerja, maka jadi pekerja yang disenangi.

Namun, perjalanan menjadi seorang penulis yang handal (apalagi jadi reporter yang sukses), membutuhkan proses yang seringkali terjal dan berliku. Ada proses jatuh-bangun, yang menuntut kesabaran dan mental yang tangguh dan pantang menyerah.

Menulis, awalnya terasa sangat sulit. Merasa punya ide, tapi sulit menuangkannya ke dalam sebuah tulisan. Ketika bisa dituangkan dalam bentuk tulisan, kalimatnya kacau, melompat-lombat, baru dapat satu alinea kadang sudah mentok, tidak tahu kalimat selanjutnya, dan lainnya.

Beberapa materi tentang seluk beluk media dan isi media, meliputi jenis-jenis tulisan yang ada di dalamnya. Ada berita, feature, artikel opini, resensi, tajuk rencana, dan lain sebagainya. Namun, karena waktu yang terbatas, saya hanya menyampaikan teknis penulisan berita, dengan unsur 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why plus How).

Saat sesi praktik, adalah saat-saat yang cukup “menegangkan”. Pas saya kasih beberapa contoh materi yang ada di slide, blog, website berita dan lainnya, mereka begitu yakin, kayaknya menulis itu gampang. Mudah banget. Tapi, ternyata saat praktik dilakukna, sulit juga ya.

Saat saya memotivasi mereka, jika tulisannya mereka memenuhi unsur 5W + 1H akan ditampilkan di website lembaga. Saya masukan hanya dua tulisan. Namun, itu menjadi pengalaman yang berharga bagi mereka. Saya pun berharap, pelatihan ini menjadi titik tolak mereka untuk mau berkarya, berkarya, dan terus berkarya. Menulis apa yang ingin diceritakan, sesuatu banget.

Hasil keseluruhan, ternyata teman-teman peserta MT Batch-3 memiliki kemampuan yang cukup untuk membuat sebuah berita. Dan mereka cukup mengerti rupanya. Beruntunglah jika seperti itu. Tinggal sekarang bagaimana mengembangkan bakat mereka untuk selalu terus menerus dan membiasakan mereka mengerjakan hal-hal yang mereka sukai, lalu dituangkan dalam bentuk suatu berita.

Jam menunjukkan pukul lima sore lewat, acara “terpaksa” selesai atau diselesaikan, walau ada materi diskusi yang belum tersampaikan secara mendalam. Saya pun berharap kepada para peserta MT Batch-3, apa yang saya sampaikan hari ini menginspirasi dan memotivasi mereka. Sungguh, hari itu ada banyak sekali kenangan yang di dapat di pelatihan Jurnalistik…sungguh menginspirasi penuh cinta.

Selamat berkarya...untuk Ade Putri, Afrizal, Nurdin, Rasyid, Aldi, Razhi, Azzura, Destie, Dian, Fikri, Junaidi, Lidya, Mutia, Widia, Rini, Shina dan Tasrif




Dipenuhi dengan kehidupan

Kita terus-menerus dalam proses pertumbuhan hidup, untuk jadi manusia yang baik, tidak peduli berapa usia kita atau apa yang sudah kita lalui.

Hari ini kita tidak akan sama ketika kita bangun dengan hari kemarin. Hari ini kita akan belajar hal-hal baru, hidup dengan pengalaman baru, mendapat prestasi baru sekaligus beberapa kekecewaan yang mengikuti.

Hari ini adalah kesempatan kita untuk membentuk diri sendiri dan untuk mengarahkan hidup kita. Besok akan tergantung pada bagaimana kita hidup hari ini. Dan ini adalah tanggung jawab yang serius dan kesempatan besar untuk kita.

Hari ini, mungkin tampak cukup biasa saat kita pergi melalui mereka. Namun setiap hari adalah penting, setiap saat adalah khusus dan penting.

Karena mereka adalah peluang kita untuk hidup, mencintai, tumbuh, belajar, mencapai, menjadi, bahkan untuk memenuhi.

Daripada hanya melihat hari ini hanya untuk bertahan, tapi lihatlah di dalamnya jumlah yang menakjubkan yang dapat diisi. Berikan hari terbaik kita, maka kehidupan terbaik akan menjadi milik kita.

Semoga sukses

Sukses datang kepada mereka yang mau mengambilnya saat ia datang. Sukses datang kepada mereka yang mengambil pendekatan positif setiap saat.

Alam semesta dipenuhi dengan kelimpahan materi. Orang-orang yang dianggap ‘beruntung’ adalah orang-orang yang memilih untuk melihat kelimpahan, lalu menerimanya dan membuat sebagian besar dari itu.

Nasib baik akan terus datang dalam bentuk peluang. Ketika kita siap untuk memanfaatkan kesempatan dan peluang itu, maka kita akan cukup sukses untuk menikmatinya.

Kita sudah luar biasa ‘beruntung’ karena kita masih hidup, sadar, dan mampu membuat perbedaan. Pilihlah untuk memenuhi hal terbaik dari kemungkinan kita, dan nasib baik kita pasti akan meningkat.

Lihatlah setiap hari sebagai kesempatan untuk menciptakan nilai nyata dan abadi. Ketahuilah bahwa setiap pertemuan adalah cara kita untuk membuat perbedaan positif dalam kehidupan orang lain.

Keberuntungan kita adalah apa yang kita buat dan lakukan. Putuskan hari ini untuk membuat yang terbaik yang dapat dilakukan. Namun keberuntungan atau kesuksesan kita semua itu ada kekuatan besar yang mengendalikan. Jangan lupakan itu.

KISAH TENGKORAK YANG BANYAK BICARA


Alkisah, ada seorang pengembara yang suka banyak bicara. Suatu hari, ia menempuh perjalanan yang mengharuskannya melewati sebuah hutan belantara yang jarang sekali diinjak manusia. Ketika sampai di tengah-tengah hutan, tiba-tiba terdengar suara orang berbicara. Pengembara kaget dan takut, tetapi juga penasaran. "Suara siapakah itu di tengah-tengah hutan yang sepi begini?" bisiknya dalam hati. Lalu, dengan hati-hati ia mencari asal suara tadi. Akhirnya ia temukan suara tadi berasal dari tengkorak manusia di bawah pohon besar. Pengembara itu terkejut bukan main.

Dengan rasa tidak percaya, ia beranikan diri mendekat dan bertanya, "Hai tengkorak ... Bagaimana kamu bisa sampai di tengah-tengah hutan belantara ini?" Di luar dugaan, si tengorak itu bisa mendengar dan menjawab pertanyaannya. "Pengembara ... yang membawa aku ke sini adalah mulut yang banyak bicara," kata si tengkorak. Mengetahui tengkorak bisa mendengar dan berbicara, si pengembara pun jadi sangat terhibur dan meneruskan mengobrol tentang segala hal yang menarik hatinya. Ia merasa menemukan pengalaman yang benar-benar aneh dan sangat menakjubkan.

Saat keluar dari hutan, si pengembara terus teringat dengan kejadian aneh yang dialaminya. Dengan penuh semangat, ia bercerita tentang tengkorak yang bisa bicara kepada setiap orang yang dijumpainya. Tentu saja, tidak ada seorang pun yang mau percaya. Malah ada yang mencemooh ceritanya. "Sinting! Mana ada tengkorak yang bisa bicara!"

Sekalipun tahu tidak ada yang mau percaya dengan ceritanya, pengembara itu tetap saja bercerita kepada banyak orang lainnya.

Akhirnya, cerita tengkorak yang bisa berbicara itu pun terdengar sampai ke istana. Singkat cerita, baginda raja tertarik dan kemudian mengundang pengembara itu ke istana. Mulailah si pengembara bercerita. "Baginda, hamba bertemu tengkorak yang bisa bicara. Mungkin baginda bisa menanyakan tentang masa depan kerajaan ini kepada tengkorak itu," bujuk si pengembara. Karena rasa ingin tahu, raja pun mengajak para pengawalnya dan meminta si pengembara menunjukkan jalan ke hutan dimana tengkorak itu berada.

Setibanya di sana, pengembara dengan begitu percaya diri langsung bertanya kepada si tengkorak. "Hai tengkorak, bagaimana kamu bisa sampai di hutan ini?", kali ini tengkorak itu diam membisu. Raja dan pengawal tampak tidak sabar menunggu. Ketika pengembara itu mengulang pertanyaannya beberapa kali denga suara yang lebih keras, tengkorak itu tetap diam membisu. Yang terdengar hanya desau angin dan gaung suara si pengembara.

Melihat hal itu, para pengawal menatap raja dengan pandangan geli. Merasa telah diperdayai, sang raja menjadi murka. Ia memandang marah si pengembara. "Sebenarnya aku tidak percaya omonganmu. Kamu kira aku ini raja yang bodoh! Aku datang ke sini untuk membongkar kebohonganmu. Dan sebagai hukuman atas bualanmu selama ini, kamu harus bertanggung jawab dan membayar harganya!"

Raja pun langsung memerintahkan hukuman penggal kepala. Setelah dipenggal, kepala si pengembara diletakkan di samping tengkorak tadi. Begitu raja dan para pengawalnya pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba si tengkorak bersuara. "Hai Pengembara, bagaimana kamu bisa sampai di hutan ini?" Dan kepala si pengembara pun menjawab, "Yang membawa aku ke sini adalah mulut yang banyak bicara ..."

RENUNGAN:

Memang, sering kali pertengkaran, kesalahpahaman dan permusuhan besar muncul gara-gara omongan yang tidak pada tempatnya. Mereka yang suka mengumbar omongan, sering jadi kurang waspada sehingga mudah menyinggung, merendahkan atau melecehkan orang lain. Sekilas, masalah seperti ini tampak sepele, tetapi bisa fatal akibatnya.

Alangkah baik, apabila setiap saat kita bisa mengendalikan diri, tahu kapan dan mengapa harus berbicara. Bahkan terkadang bisa diam adalah sikap yang paling bijak, seperti pepatah dalam bahasa Inggris, silent is golden, diam adalah emas.

KISAH RANTAI KEBAIKAN


Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson ."

Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut usia seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapa pun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah ditolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.
Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.
Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"

Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres.
Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"

RENUNGAN:
Ada pepatah lama yang berkata, "Berilah maka engkau diberi." Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda!

Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada..

Yuks, kita bagikan kebaikan hari ini pada 1 orang saja, semoga rantai ini tdk akan pernah terputus.. percayalah, energi positif itu sifatnya menular.

KISAH DOMBA DAN ANJING PEMBURU


Alkisah Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka parah.

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim. Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, "Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?" Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.

"Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus menjaga domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman." Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.

Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.

Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasi buruan kepada petani. Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.

RENUNGAN:
Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan, "Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan dan belas kasih.

KISAH PENDERITAAN ORANG YANG PELIT


Dikisahkan tentang seorang lelaki berusia 60-an tahun yang menjadi buah bibir di kampungnya. Pasalnya, lelaki paruh baya tersebut terkenal sangat pelit, bahkan untuk makan sehari-hari dan kesehatannya sendiri. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dia jarang sekali makan lebih dari sepotong roti setiap hari.

Suatu ketika ia marah habis-habisan kepada istrinya, lantaran istrinya itu membeli seekor ikan untuk lauk mereka makan. "Kamu ini perempuan boros. Aku saja tidak pernah membeli ikan, kok kamu berani-beraninya beli ikan," bentak lelaki itu uring-uringan.

Si istri yang sabar dan sangat hafal tabiat suaminya itu berusaha membela diri. "Bukan saya yang beli, tetapi tetangga sebelah yang memberikan ikan ini untuk kita," dalihnya.

"Kalau begitu, potong-potong ikan itu menjadi 7 bagian untuk jatah lauk makan kita selama 7 hari. Kalau mau menggoreng beri garam, tapi sedikit saja nanti garamnya cepat," sahut lelaki itu memberi solusi sekaligus instruksi.

Beberapa hari kemudian, lelaki itu jatuh sakit, badannya demam dan tidak mampu beraktifitas seperti biasa. Si istri kasihan melihat kondisi suaminya. Ia bergegas pergi ke sebuah toko obat untuk membeli obat penurun panas.

Ketika si istri menyodorkan obat tersebut, suaminya justru menutup mulut rapat-rapat karena menilai bahwa membeli obat adalah pemborosan besar. "Jangan khawatir, obat ini adalah obat paling murah. Lagipula, di dalam kotak obat ini ada kupon yang bisa ditukar dengan hadiah," bujuk istrinya sembari memberikan obat. Tetapi suaminya itu tetap mengunci mulutnya.

Tak kurang akal, si istri langsung membisikkan sesuatu di telinga suaminya. "Ehmm, sebenarnya saya tadi bohong. Obat ini sudah kadaluarsa. Jadi toko obat itu memberikannya gratis kepada saya," bisik istrinya. Barulah setelah itu si lelaki pelit tadi bersedia meminum obat. Setelah minum obat, diapun tersenyum kemudian memuji istrinya pintar.

Renungan:
Yang penting bukanlah berapa banyak yang kita miliki tetapi berapa banyak yang kita nikmati. Sebab kekayaan akan mempunyai arti bila kita dapat menikmatinya. Sehingga kalaupun kita ingin mengumpulkan lebih banyak harta kekayaan seharusnya tidak dengan cara bersikap pelit, karena langkah tersebut hanya akan mengurangi kualitas hidup.

Langkah yang seharusnya ditempuh adalah menambah sumber penghasilan, selanjutnya hidup sederhana. Karena di dalam kesederhanaan ada kemuliaan dan ketenteraman hati. Berbeda dengan hidup pelit dimana di dalamnya hanya ada kesusahan karena kekhawatiran berlebih hartanya akan berkurang.

KISAH BERAT BADAN MOHAMAD ALI


Mohamad Ali berencana berangkat ke Singapura dengan pesawat pukul 2 siang nanti. Ia sudah 'check in' pada pukul 12 siang tadi. Dua jam cukup lama untuk menunggu pesawat yang akan membawanya ke tempat tujuan. Ia mengisi waktu keliling bandara agar tidak terasa membosankan.

Tanpa sengaja pandangan matanya tertuju pada sebuah timbangan badan. Bukan karena bentuknya yang indah atau bahkan antik. Ia penasaran, karena pada satu sisi benda tersebut bertuliskan Berat Badan dan Nasib Anda. Kemudian ia menghampiri benda itu. Setelah memperhatikan timbangan itu baik-baik, ia membatin, "Ah mana mungkin ada kaitan antara berat badan dan nasib? Benda ini juga nampaknya sama sekali tidak istimewa." Tetapi ia penasaran ingin mencoba. Lalu dikeluarkannya sekeping uang koin senilai Rp. 500,- dan memasukkannya. Tiba-tiba, "Tong," bunyi timbangan itu lalu menyembulkan selembar kertas putih.

Mohamad Ali benar-benar terperanjat tatkala membaca rangkaian huruf di atas kertas itu. Di sana dituliskan:

Nama Anda Mohamad Ali.
Berat badan Anda 60 kg.
Anda sedang menunggu pesawat ke Singapura pada jam 2 sore.

"Mana mungkin timbangan badan bisa tahu siapa saya?" Bisiknya dalam hati. Iapun ingin mencoba sekali lagi. Ia ingin lebih memastikan apakah timbangan badan itu benar-benar dapat mendeteksi siapa dirinya hanya berdasarkan berat badan.

Setelah memasukkan koin Rp.500,- lagi, lalu "Tong!" Tersembul lagi selembar kertas, bertuliskan:

Nama Anda Mohamad Ali.
Berat badan Anda 60 kg.
Anda sedang menunggu pesawat ke Singapura pada jam 2 sore.

Meskipun ia sudah dua kali berturut-turut menguji timbangan badan itu dan hasilnya sama, tetapi Mohamad Ali tidak langsung setuju bahwa benda itu benar-benar dapat mendeteksi siapa dirinya dan kemana arah tujuannya. Dalam hati ia berkata, "Pasti ada orang yang ingin mencoba mempermainkan saya! Biar saya sekarang mempermainkan dia!"

Langsung saja ia menyusun rencana. Ia pergi ke toko pakaian, membeli sepotong pakaian wanita, sepasang sepatu dan sebuah rambut palsu. Ia mengenakan semua itu dan berlagak seolah-olah ia wanita tulen. Ia sangat yakin bahwa kali ini timbangan badan itu tidak akan dapat mengenali dirinya lagi.

Mohamad Ali segera memasukkan sekeping uang koin senilai Rp.500,- dan menunggu mesin itu menyembulkan selembar kertas. Saat mesin berbunyi, "Tong!" Ali buru-buru membacanya. Kali ini isi tulisan di kertas itu berbedan yaitu:

Nama Anda TETAP Mohamad Ali.
Berat Anda TETAP 60 kg.
Tapi pesawat Anda ke Singapura jam 2 sore sudah berangkat!

RENUNGAN:
Apa yang menimpa Mohamad Ali sebenarnya hanyalah cermin bagi kita untuk tidak melupakan tujuan utama. Kita sering kali menghabiskan banyak waktu dengan hal-hal yang menyenangkan tetapi sama sekali tidak bermanfaat untuk tujuan kita. Jangan membiarkan kesenangan-kesenangan kecil menghabiskan banyak waktu kita. Karena waktu yang terbuang tidak akan pernah kembali lagi.

Minggu, 24 Februari 2013

Waktu kita

Kemarin adalah awal yang baik. Hari ini, kita dapat melakukan lebih baik lagi. Apa yang kita lakukan sampai saat ini sungguh sangat mengesankan.

Apa yang dapat kita lakukan sekarang adalah hal yang fenomenal. Kita telah menempatkan waktu, upaya besar, rasa sakit dan pengorbanan untuk menjadi siapa kita.

Sekarang adalah ketika kita dapat memanfaatkan semua nilai yang ada menjadi yang terbaik dari yang kita bisa. Karena itu, rasakan kebaikan dan kebenaran dari prestasi masa lalu kita.

Kita berada di sini untuk membuat suatu perbedaan, dan ketika kita melakukannya, maka kita tahu tanpa keraguan bahwa kita terhubung ke tujuan yang terdalam.

Matahari pun selalu bersinar hangat, angin bertiup dingin, dan kehidupan menawarkan kegembiraan dan tantangan baru dengan setiap harinya.

Melalui itu semua, tidak peduli apapun, karena kita dapat menawarkan nilai unik kitaa sendiri sebagai imbalan.

Belajarlah dari kekecewaan dan mulai membangun keberhasilan. Ini adalah waktu kita untuk memenuhi kemungkinan terbaik kita.

Sabtu, 23 Februari 2013

Gunakan apa yang kita miliki

Apa yang harus kita kerjakan tidaklah sepenting apa yang kita pilih untuk dilakukan dengan itu. Banyak orang yang telah jadi sukses spektakuler dimulai dengan bukan apa-apa tetapi dengan keinginan dan komitmen.

Dan ada banyak orang lain yang juga sukses, meskipun mereka mulai keluar dengan setiap keuntungan yang menguntungkan mereka, akhirnya mencapai sedikit demi sedikit.

Perlombaan tidaklah menang di garis start. Meskipun dapat membantu untuk memiliki keunggulan, namun apa yang sebenarnya penting bukanlah berlalu terjadi begitu saja.

Jika kita menunggu situasi yang sempurna, atau pekerjaan yang sempurna, bahkan peluang bisnis yang sempurna untuk datang bersama-sama, maka kita akan menunggu waktu yang sangat lama untuk sesuatu yang benar-benar tidak layak menunggu.

Daripada keluar untuk situasi yang tidak sempurna, bekerjalah dengan apa yang kita miliki di sini dan sekarang. Sementara yang lain, menunggu untuk apa yang mereka mungkin tidak akan pernah miliki. Kita dapat bergerak maju dengan menggunakan apa yang sudah kita miliki.

Sumber daya terbaik adalah orang-orang yang dapat secara efektif memanfaatkan dalam mengejar tujuan dan impian kita. Dan mereka yang dapat kita manfaatkan adalah orang-orang yang kita miliki untuk maju bersama-sama.

Meskipun apa yang kita miliki adalah jauh dari ideal, namun justru apa yang kita butuhkan untuk bergerak maju. Manfaatkan apa yang kita miliki, dan kita akan bergerak pasti ke arah apa pun yang kita inginkan.

Impian kita

Di suatu tempat di dalam diri kita adalah mimpi. Hal ini mungkin saja dikubur dalam-dalam dari semua hari-hari keprihatinan, namun di suatu tempat di dalam diri kita, dia itu hidup.

Ini sama sekali tidaklah praktis, dan hal itu mungkin saja sedikit keterlaluan. Namun, meski begitu, hal itu memberikan energi semangat kita seperti yang lain tidak ada yang bisa.

Ia akan naik ke permukaan setiap saat dan kemudian. Dan ketika hal itu terjadi, maka untuk sementara waktu, ia akan mencair dan kita dapat menyentuh tempat di mana segala sesuatu tampak mungkin.

Kemudian biasanya tenggelam kembali di bawah permukaan kesadaran kita. Dan di sana menunggu, penuh sabar, tidak pernah kehilangan harapan atau berkilau.

Impian kita, sebagian orang menilai gila dan tidak praktis karena mungkin tidak tampak dihadapan, sedangkan impian mencoba untuk memberitahu kita sesuatu.

Impian kita, dengan janji bahwa kita terlalu cepat, terlalu sering mengabaikan, dan ia ingin memberitahu kita siapa kita.

Bukankah ini waktunya kita benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan oleh impian kita? Mungkin sudah saatnya untuk mulai mengikuti mimpi dan impian itu, dan memulai hidup dengan tujuan yang diberkahi di jalan-Nya.

Jumat, 22 Februari 2013

Tanpa ragu

Jika kita sukses di usaha apapun, maka orang yang pertama dan paling penting adalah kita harus meyakinkan diri kita sendiri. Sukses datang bukan dari sekedar keyakinan bahwa kita bisa melakukannya.

Sukses datang ketika kita benar-benar tahu bahwa kita dapat mencapainya. Bagaimana kita tahu bahwa kita dapat mencapai sesuatu yang baru sebelum kita benar-benar melakukannya?

Bahwa tingkat kepastian adalah sesuatu yang dibangun di sepanjang jalan. Kita tahu, bagaimanapun, bahwa kita dapat mengambil langkah pertama. Jadi itu adalah tempat untuk memulai.

Setiap kesuksesan kecil akan membangun kepercayaan diri yang lebih. Keyakinan dan jaminan yang akan membawa kita ke langkah berikutnya. Setiap langkah kita dalam menyelesaikan tidak hanya membawa kita lebih dekat kepada tujuan, tetapi juga memperdalam kepastian kita dalam kemampuan

Setiap langkah kita menyelesaikan suatu kesuksesan memberikan kita keyakinan yang solid bahwa kita bisa sukses di langkah berikutnya.

Setelah proses ini, disaat kita telah siap untuk mengambil langkah terakhir tanpa keraguan bahwa kita bisa melakukannya. Keyakinan dan prestasi membangun satu sama lain.

Dengan mengambil langkah pertama, maka hal yang paling penting kita lakukan adalah dengan mulai meyakinkan diri sendiri.

Ketika kita melanjutkan, maka kepercayaan diri kita akan terus tumbuh. Terus membangun setiap kesuksesan kecil dan tidak ada batas untuk apa yang dapat kita capai.

Kamis, 21 Februari 2013

Sebuah perbedaan besar

Pemimpin adalah orang-orang biasa yang telah memutuskan untuk menggunakan sebagian kecil sedikit lebih besar dari potensi mereka yang biasanya terjadi.

Setiap keberhasilan hanya sejumlah kecil langkah-langkah tambahan untuk menjauh dari kegagalan. Perbedaan antara prestasi yang besar dan biasa-biasa saja adalah salah satu derajat.

Usaha ekstra yang kita buat dalam lima menit berikutnya akhirnya bisa berarti perbedaan antara bergerak maju dan jatuh kembali. Ini bisa mengubah apa yang akan menjadi kerugian menjadi keuntungan.

Ini juga bisa mengubah apa yang akan menjadi kegagalan menjadi sukses. Medali dibangun. Mereka tidak hanya muncul begitu saja, tanpa langkah-langkah kecil.

Dengan demikian, setiap upaya berlapis-lapis di atas, adalah upaya yang ada sebelum itu. Dan dengan demikian, nilai dari setiap upaya ekstra harus intens diperbesar dan diperluas.

Upaya ekstra yang kita buat hari ini memiliki kekuatan untuk secara signifikan mengubah hidup, pekerjaan, bisnis, hubungan cinta, serta dunia kita.

Lakukanlah sedikit lebih ekstra dengan tidak mengambil banyak dari kita, namun dapat membawa kepada kita begitu banyak hasil yang diinginkan.

Bila kita sudah melakukan apa yang perlu dilakukan, kemudian memberikan sedikit usaha ekstra. Maka hal itu sedikit akan membuat perbedaan besar.

Jadilah berani

Hal-hal yang kita tidak berusaha keras untuk mencapainya, maka kita pasti tidak akan mencapai yang diinginkan. Hal itu sudah jadi hukum alam diantara kehidupan.

Meskipun kita mungkin memiliki alasan yang besar dan pembenaran untuk tidak mengambil suatu tindakan, namun mereka tidak akan membawa alasan hidup atau dunia di sekitar kita.

Kita tahu dari pengalaman bahwa hidup ini bisa menjadi sukacita ketika kita sedang bergerak terus menuju tujuan positif. Tapi bersembunyi di balik sebuah alasan hanya tidak akan membawa sukacita atau rasa kepuasan.

Untuk melakukan sebuah proyek yang ambisius terkadang jarang hal itu mudah. Karena ia sering dapat menjadi tidak nyaman dan menantang. Dan tidak ada jaminan akan keberhasilan.

Jadilah berani. Dapatkan dalam sebuah permainan. Lompatlah dan buat perbedaan. Tetapkan tujuan kita yang tinggi, dan kemudian berkomitmen untuk menjangkau mereka melalui tindakan kita. Ini tidak akan mudah. Namun ini akan menjadi besar.

Habib Rizieq Vs Ustad Wahabi Yazid Jawas

Debat-Habib-Rizieq

Salam alaikum sobat Ruang
Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing komentar Habib Rizieq terhadap sebuah buku dengan judul "Mulia dengan Manhaj salaf" yang dikarang oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, seorang ustad Wahabi. Habib Rizieq Vs Ustad Wahabi Yazid Jawas adalah judul yang diangkat untuk tulisan kali ini.


Semoga dengan mendengar uraian yang akan disampaikan oleh Habib Rizieq di bawah ini, akan memperjelas permasalahan yang ada pada buku "Mulia dengan Manhaj Salaf ini" karna pada beberapa tulisan yang saya temui malah mereka mengatakan Habib Rizieq-nya yang perlu di luruskan. Saya bukan orang FPI, tapi setelah mendengar uraian dari beliau tentang permasalah pada bab penutup (bab 13) di buku ini, sangat jelas sekali, memang buku inilah yang perlu diluruskan.

Harapan saya dengan sharing tulisan ini, agar jangan sampai kita ikut faham seperti suatu golongan yang hidup di jaman Nabi, dimana golongan ini saking merasa hebat dan benar, sampai menganggap nabi sendiri tidak berlaku adil pada suatu permasalahan. Yup mereka adalah kaum Dzul Khuwaishirah, silahkan baca selengkapnya di sini Kenali siapa Dzul Khuwaishirah.

Habib Rizieq mengomentari bab 13 pada Buku "Mulia dengan Manhaj Salaf" dimana dalam bab ini dituliskan bebera firqoh sesat menyesatkan yang di dalamnya terdapat golongan ashari, maturidi, para sufi, jamaah tabligh, ikhwanul muslimin, dll.

Untuk lebih jelasnya silahkan dengarkan langsung penjelasan dari Habib Rizieq dalam membantah bab 13 pada buku "Mulia dengan manhaj salaf"


Sekian, silahkan sebarkan dan bagikan agar teman saudara dan keluarga kita tidak ikut terjerumus kedalam faham yang disebutkan dalam uraian dari habib rizieq di atas. Habib Rizieq Vs Ustad Wahabi Yazid Jawas

Wassalamualaikum.

DIMANA SIH LETAK KECANTIKAN WANITA ITU?


Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan.

Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.

Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing,bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan.

Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.

Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali,dan diampuni.

Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur.

Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya.

Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

Kecantikan wanita ada pada sikap lembutnya, yang terpancar dari keihlasan hati dalam merawat dan menjaga keluarga "Wanita yang cantik Adalah Wanita yang bisa menjaga harga dirinya"

WHO YOU ARE TO BE?


Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu doanya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaannya sendiri.

Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Siapakah org yg PELIT ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.

KISAH SEMUT DAN LALAT


Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

"Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar," katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, "Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?" "Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita."

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, "Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?"

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, "Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama." Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, "Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini."

RENUNGAN:
"Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda."

KISAH INDAHNYA BERPRASANGKA YANG BAIK


Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengajiannya. Jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaan tempatnya bekerja. Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.

Kemudian berturut-turut sang kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu. Sementara itu, sang adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orangtuanya yang dulu dia tempati bersama dengan kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka.

Suatu saat sang kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do'a-do'anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.

Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu. Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya sang adik itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul.

Sang kakak membereskan rumah peninggalan orangtuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-Fatihah, shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat, dan ada kalimah di akhir do'anya : "Ya, Allah. Tiada sesuatu pun yang luput dari pengetahuanMu. Ampunilah aku dan kakakku. Kabulkanlah segala do'a kakakku. Bersihkanlah hatiku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku di dunia dan akhirat."

Sang kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya.

RENUNGAN:
always be positif thinking..^_^

KISAH MUSIBAH YANG MEMBAWA KEBERUNTUNGAN


Satu satunya penumpang yang selamat dari sebuah kapal yang karam, terdampar di sebuat pulau kosong. Ia berdoa agar Tuhan berkenan menyelamatkannya. Setiap hari ia memandangi laut dan berteriak minta tolong. Tapi tak sebuah kapal pun tampak. Lelah ia berteriak teriak. Ia lalu mendirikan gubuk kecil sebagai tempat berlindung dari panas, hujan dan binatang buas.

Suatu hari ketika ia pulang setelah mengumpulkan bahan makanan, ia melihat gubuknya terbakar habis. Asapnya membumbung ke angkasa. Semua barangnya hangus dilalap api. Ia tersentak dalam kesedihan sekaligus kemarahan yang teramat sangat. "Tuhan, mengapa kau lakukan ini padaku?'". teriaknya.

Keesokan paginya, ia terbangun dan dikejutkan oleh suara keras. Ternyata, sebuah kapal berlabuh di pantai untuk menyelamatkan dirinya. "Bagaimana kalian tahu bahwa aku ada disini?"tanyanya pada orang orang yang menyelamatkannya."Kemarin kami melihat tanda asap tebal yang kau kirimkan,"jawab mereka.

RENUNGAN:
Terkadang keberuntungan datang di balik apa yang kita sebut dengan musibah

Kisah Veteran Perang di Vietnam


Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, bernama Harry.

Harry yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian mengangkat seorang anak kecil agar dapat melihat pemandangan. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. "Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu?" tanya sang profesor. "Oh," kata Harry, "selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

"Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah, "katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini."

RENUNGAN:
Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas. "Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan
hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak."

Rabu, 20 Februari 2013

Waktu untuk aksi

Sekarang adalah waktu untuk mengejar impian kita. Sekarang adalah waktu untuk memenuhi kemungkinan kita. Hidup dapat jadi penuh kaya dan menyenangkan dan kita bersedia untuk membuatnya terjadi.

Sama sekali tidak ada alasan untuk menundanya sampai nanti. kita hanya akan menipu diri sendiri untuk keluar dari hari-hari emas yang bisa menjadi milik kita.

Berhentilah sejenak dan pertimbangkan impian, harapan dan ambisi kita. Mereka adalah milik kita karena suatu alasan. Mereka adalah milik kita karena kita berada di posisi terbaik untuk mengikuti dan memenuhi mereka.

Mereka adalah milik kita karena mereka akan memaksa kita untuk membuat suatu perbedaan positif dengan cara khusus yang kita ciptakan sendiri.

Hari ini adalah saatnya untuk bertindak dan penuh komitmen, hidup dengan tujuan dan arah yang positif.

Hari ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi yang terbaik dengan membuat kemajuan menuju impian kita sendiri secara khusus.

Apa yang dapat kita lakukan sekarang untuk bergerak ke arah mereka? Pertimbangkan seberapa besar yang akan membuat kita merasa lebih baik, dan bagaimana kenangan itu akan membuat hari ini lebih baik.

Memperbaiki ketidakseimbangan

Ketika dihadapkan dengan ancaman, ada beberapa orang yang tumbuh lebih kuat. Dan ketika dihadapkan dengan ancaman, ada orang lain yang menjadi lemah.

Perbedaannya adalah tidak lebih, dan tidak kurang, ini adalah hanya masalah pilihan. Apakah kita mampu secara tulus berterima kasih atas tantangan dalam hidup kita?

Dapatkah kita menerima situasi apa adanya, dan kemudian bekerja untuk membuatnya lebih baik? Jika demikian, maka pilihan kita dalam menghadapi kesulitan akan menjadi salah satu kekuatan.

Tantangan yang paling didefinisikan oleh ketidakseimbangan antara cara apa yang kita inginkan bagi mereka untuk menjadi kekuatan. Dengan demikian, mereka mewakili kesempatan yang luar biasa untuk memperbaiki ketidakseimbangan itu.

Hal ini karena mereka membawa ketidakseimbangan ke garis depan pikiran kita, dengan kejelasan dan dalam cara yang bermakna secara pribadi, sehingga kita dapat melakukan sesuatu tentang hal itu.

Bersyukur dengan penerimaan yang ada, memungkinkan kita untuk melihat dengan jelas sebuah realitas, untuk membuat pilihan kekuatan. Ini mungkin tampak aneh untuk dapat benar-benar bersyukur, karena penuh kesulitan, tantangan dan kekecewaan.

Namun pendekatan seperti itu memungkinkan kita untuk dapat memasuki, mengubah hidup nyata penuh positif yang mereka tawarkan.

Selasa, 19 Februari 2013

Bagaimana kita bisa

Jangan tanyakan pada diri kita jika kita dapat melakukannya. Tapi tanyakan diri kita bagaimana kita dapat melakukannya.

Kemudian, ingatkan diri sendiri mengapa kita ingin melakukannya di tempat pertama. Sekarang biarkan diri kita merasa baik ketika kita sudah mencapai apa pun yang kita ingin capai.

Asumsikan bahwa ada jalan, dan tiba-tiba ada jalan. Fokus pada hal itu, lalu pergi, dan terus bergerak ke depan.

Kita memiliki kontribusi yang berharga untuk membuat hidup yang unik. Keinginan sejati kita menunjukkan jalan, dan itu tugas kita untuk menindaklanjuti.

Pilih untuk menempatkan waktu dan kesadaran dalam hidup tertinggi kita. Pilihlah untuk menghabiskan hidup kita sepenuhnya.

Ingatkan diri kita mengapa, tanyakan pada diri sendiri bagaimana, dan menolak untuk berhenti sampai kita mendapatkan jawaban pasti.

Berkomitmen untuk menemukan cara menempatkan keterampilan, sumber daya, waktu dan usaha kita untuk jadi bermakna, penuh kasih dan cinta.

Melihat kehidupan

Jika kita ingin jadi sengsara, maka lihatlah di sekitar kita, kita akan dapatkan orang lain yang sengsara. Jika kita ingin gembira, sukses dan terpenuhi, maka tempatkan diri kita di antara orang-orang yang hidup dengan tujuan positif.

Semakin banyak energi yang kita masukkan untuk mengeluh tentang bagaimana hal-hal yang buruk, atau hal-hal yang kita harus mengeluh. Maka semakin intens kita akan memvisualisasikan bagaimana hal-hal buruk itu berputar di sekitar kita. Karena itu, buanglah ia jauh-jauh dari diri kita.

Secara alami kita akan tertarik dan focus pada apa pun yang ada di depan. Kita akan melihat peluang dan kemungkinan bahwa kita telah mempersiapkan diri untuk melihat.

Setiap hari akan dipenuhi dengan begitu banyak pilihan dan arah yang kita tidak mungkin terhubung ke mereka semua. Yang kita dapat terhubung adalah dengan orang-orang yang paling dekat dengan pandangan hidup kita.

Untungnya, kita dapat memilih untuk melihat kehidupan dengan cara apa pun yang kita inginkan. Mereka yang menemukan hal-hal terbaik dalam hidup adalah mereka yang terus-menerus mengingatkan diri bahwa semua hal yang baik dan berharga itu pasti ada.

Lihatlah kehidupan kita sebagai suatu kesempatan besar untuk cinta dan sukacita, untuk prestasi dan pemenuhan. Dan itulah kita yang melihat kehidupan dengan cara yang positif.

Buatlah hitungan pertama kalinya

Jika kita hanya menempatkan setengah upaya yang diperlukan dalam tugas, maka akhirnya kita harus melakukannya lagi, dan mungkin lagi.

Apakah hal itu masuk akal? Tentu saja tidak. Jika kita benar-benar ingin menyelamatkan waktu dan usaha, maka buatlah setiap waktu dan usaha kita yang terbaik.

Ketika sesuatu itu harus dilakukan, maka bekerjalah di dalamnya dengan tujuan mendapatkan kebenaran untuk pertama kalinya.

Kita mungkin tidak akan mendapatkan secara sempurna. Namun yang penting adalah bahwa kita telah melakukan upaya pertama sebanyak mungkin.

Jangan bergantung bahwa nanti kita akan memperbaikinya. Tetapi lakukanlah apa yang diperlukan untuk mendapatkan hal yang benar pertama kalinya.

Kemudian, habiskan waktu untuk memperbaiki hal itu, setelah itu kita bisa melanjutkan ke sesuatu lainnya yang lebih besar.

Kita telah menghabiskan waktu dan usaha yang berharga. Buatlah hitungan. Daripada melakukan hal-hal yang kecil, maka lakukanlah hal yang sangat besar.

Daripada hanya menandai waktu untuk mendapatkan hal yang belum pasti, gunakan saja waktu kita untuk mencapai sesuatu yang bernilai.

Usaha penuh ekstra dan perhatian kita akan mendapatkan sesuatu yang benar dan ia akan terus kembali berkali-kali.

Kisah Romantis


Kisah-Romantis

KISAH ROMANTIS >> Ada rahasia terdalam di hati 'Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn 'Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka'bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

'Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

"Allah mengujiku rupanya", begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti 'Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara 'Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar; 'Utsman, 'Abdurrahman ibn 'Auf, Thalhah, Zubair, Sa'd ibn Abi Waqqash, Mush'ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti 'Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, 'Abdullah ibn Mas'ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan 'Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

'Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. "Inilah persaudaraan dan cinta", gumam 'Ali.

"Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku."

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

'Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. 'Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah 'Ali dan Abu Bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya 'Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, 'Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, "Aku datang bersama Abu Bakar dan 'Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan 'Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan 'Umar.."

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana 'Umar melakukannya. 'Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

'Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka'bah. "Wahai Quraisy", katanya. "Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang 'Umar di balik bukit ini!" 'Umar adalah lelaki pemberani. 'Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. 'Umar jauh lebih layak. Dan 'Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.
Yang ini pengorbanan.

Maka 'Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran 'Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti 'Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi'kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya 'Abdurrahman ibn 'Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa'd ibn Mu'adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn 'Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

"Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?", kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. "Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. "

"Aku?", tanyanya tak yakin.

"Ya. Engkau wahai saudaraku!"

"Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?"

"Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!"

'Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

"Engkau pemuda sejati wahai 'Ali!", begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, "Ahlan wa sahlan!" Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

"Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?"

"Entahlah.."

"Apa maksudmu?"

"Menurut kalian apakah 'Ahlan wa Sahlan' berarti sebuah jawaban!"

"Dasar tolol! Tolol!", kata mereka,

"Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !"

Dan 'Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, 'Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

'Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, "Laa fatan illa 'Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!" Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti 'Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada 'Ali, "Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda"

'Ali terkejut dan berkata, "kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?"

Sambil tersenyum Fathimah berkata, "Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu" ini merupakan sisi ROMANTIS dari hubungan mereka berdua.

Kemudian Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut."

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:

"Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak." (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4).


Kisah Romantis ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul "Mencintai sejantan 'Ali"