Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Jumat, 31 Agustus 2012

Keistimewaan Yang Dimiliki Imam Ali bin Abu Thalib ra.

Assalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokatuhu
Pada kesempetanan sebelumnya saya pernah berbagi tentang Riwayat dari Imam Ali yang menceritakan beberapa riwayat tentang perjalanan hidup dari Imam Ali, bagi Yang belum membaca silahkan di baca terlebih dahulu.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi tentang beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh Imam Ali seperti janji saya pada tulisan sebelumnya, Riwayat Hidup Imam Ali ra.

Berikut adalah beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh Imam Ali ra.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Abul Abbas :
“Ali memiliki empat keistimewaan yang tidak dimiliki oleh siapapun selain Ali yaitu dia adalah orang yang pertama kali diantara orang Arab dan orang Ajam menjalankan sholat bersama Muhammad saw; dia adalah orang yang membawa bendera Rasulullah saw didalam setiap pasukan besar; dia adalah orang yang sabar menyertai Rasulullah saw ketika orang lain lari meninggalkan beliau ( ketika perang ) dan dia adalah orang yang memandikan jenazah Rasulullah, sekaligus mensemayamkan beliau ke dalam kubur.”


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Imam Hasan Al-Basri:
“Demi Allah dia adalah anak panah yang sangat tepat sasaran. Dia adalah Alim Robbani nya umat ini, yang memiliki keutamaan serta memiliki kekerabatan kepada Rasulullah saw. Dia telah mendapat Al Qur’an lewat keteguhan hatinya.”

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Imam Ahmad bin Hanbal, Ismail Al Qadli, An Nasa’i :
“Tidak ada hadits yang menerangkan tentang diri salah seorang dari sahabat dengan sanad-sanad yang bagus sebanyak hadits yang menerangkan tentang Ali ra.”

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Memiliki kemampuan bersabar dan memaafkan yang luar biasa; ketika ada sebagian orang mengundurkan diri dari pembaiatan dirinya sebagai Khalifah; beliau hanya berkata : “Mereka itu adalah golongan yang menelantarkan kebenaran dan juga tidak menolong kebatilan, mereka telah mengundurkan diri dari kebenaran dan tidak pula berdiri menyertai kebatilan.”

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Sayyidina Umar bin Khattab ra bahwa beliau berkata : “Orang yang paling ahli membaca diantara kami adalah Ubai dan orang yang paling ahli memutuskan perkara diantara kami adalah Ali.”(HR.Bukhari)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Memiliki daya ingat yang kuat ( Udzunun Wa’iyah ) : mendengar dan hafal terhadap apa yang telah didengarnya dan tidak menghilangkannya hanta karena sebab tidak mengamalkannya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Menjadi penyampai ( Tabligh ) sebagai wakil Rasulullah saw.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Imam Bukhari dan yang lainnya meriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib bahwa ia berkata :”Rasulullah saw telah berkata kepada Sayyidina Ali Kw” : “Engkau adalah bagian dari diriku dan Aku adalah bagian dari dirimu”

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Imam Bukhari meriwayatkan dari Sayyidina Ali Kw; bahwa beliau berkata : “Saya adalah orang yang pertama kali berlutut untuk menyelesaikan pertengkaran di hadapan Ar-Rahman pada hari kiamat nanti”


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Sayyidina Ali Kw adalah orang laki-laki paling terakhir bertemu dengan Rasulullah saw.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pada kesempatan berikutnya masih terkait dengan Riwayat dari Imam Ali, saya akan melanjutkan tulisan tentang Riwayat Hidup Dari Imam Ali bin Abu Thalib ra.
Baca Juga kisah Imam Ali dan sedekah buah Delima[kisah teladan], kisah ini sangat inspiratif,, semoga bermanfaat.
Sekian semoga bisa menambah wawasan kita tentang para shabat Nabi saw. dan menmbah ketaqwaan kita kepada Allah swt.

Waasalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokatuhu

Rabu, 29 Agustus 2012

Riwayat Imam Ali bin Abu Thalib ra.

Assalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokatuhu
Ada banyak hal yang mungkin kita belum ketahui tentang diri Salah satu Sahabat nabi saw. sekaligus sebagai menantu Beliau saw. yakni Imam Ali bin Abu Thalib. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang riwayat dari Imam Ali bin Abu Thalib ra. Pada Tulisan sebelumnya saya juga pernah berbagi tentang beberapa nasihat Dari Imam Ali, bagi yang belum membaca silahkan baca dulu Beberapa Nasihat dari Imam Ali

Imam Ahmad bin Hanbal, Ismail Al Qadli, An Nasa’i :
Tidak ada hadits yang menerangkan tentang diri salah seorang dari sahabat dengan sanad-sanad yang bagus sebanyak hadits yang menerangkan tentang Ali ra"

Sayyidina Al-Imam Ali bin Abu Thalib Karramallahu Wajhah adalah sahabat yang sangat beruntung karena sejak kecil dididik Rasulullah SAW. Dari kalangan muda, beliaulah yang yang pertama masuk islam. Begitu beliau dewasa, Rasulullah SAW mengambilnya sebagai menantu.

Rasulullah SAW menikahkan Sayyidatuna Fatimah dengan Sayyidina Ali bin Abu Thalib pada bulan Rajab, beberapa bulan setelah hijrah dari Mekah ke Madinah. Namun keduanya tidak langsung berkumpul layaknya pasangan suami istri. Karena saat itu, Rasulullah SAW masih menetap di rumah Abu Ayub Al-Anshari, di Madinah. Sementara beliau sendiri masih menyelesaikan pembangunan rumahnya di sekitar Masjid Nabawi.

Baru setelah rumah itu berdiri, bertepatan dengan selesainya perang Badar, Sayyidatuna Fatimah dan Sayyidina Ali berkumpul. Yaitu pada tahun kedua setelah Hijrah. Ketika Rasulullah SAW bermaksud pulang setelah mengantar putri tersayangnya ke rumah Sayyidina Ali; Sayyidatuna Fatimah menangis karena sedih bakal berpisah dengan bapaknya.

Sebelum menikah dengan Sayyidina Ali bin Abu Thalib; dua orang sahabat Nabi SAW yaitu Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khaththab, telah meminta kepada Nabi SAW agar mengangkatnya sebagai menantu. Tapi Nabi SAW menolaknya, dengan alasan Sayyidatuna Fatimah masih terlalu kecil dan menunggu petunjuk dari Allah SWT.

Seusai pernikahan, Sayyidina Ali menyerahkan uang empat ratus dirham kepada Rasulullah SAW. Sepertiga dari jumlah itu beliau serahkan untuk membeli wewangian. Sepertiga lainnya digunakan membeli pakaian. Sedang sisanya di serahkan pada Ummu Salamah untuk disimpan.

Sepertiga uang yang dibelanjakan ternyata hanya cukup untuk membeli barang-barang sederhana. Seluruh barang yang didapat terbuat dari bahan kain kasar, kulit, kayu dan tembikar. Bahkan Rasulullah SAW sempat menangis melihat peralatan pernikahan putri yang dicintainya sangat sederhana.

Rasulullah pernah bersabda kepada Sayyidatuna Fatimah pada waktu beliau dinikahkan dengan Sayyidina Ali Kw :
Kamu Kunikahkan dengan Ahli Baitku yang paling Kucintai.” (HR.Thabrani, Hakim, Nasa’i dan Ahmad)

Sayyidina Ali adalah anak Abdu Manaf, yang lebih dikenal dengan sebutan “Abu Thalib” ( ayah Thalib ). Thalib adalah anak tertua Abdu Manaf. Berbeda dengan kebiasaan petinggi kaum Quraisy lainnya, Abu Thalib memiliki kebiasaan khusus, yaitu berpantang meminum minuman keras.
Ibunda Sayyidina Ali adalah Fatimah binti Asad bin Hasyim. Ia tercatat sebagai wanita pertama dari Bani Hasyim yang menikah dengan pria dari Bani Hasyim pula. Sebelum itu telah menjadi kebiasaan bagi pria Bani Hasyim menikah dengan wanita Quraisy lain yang bukan Bani Hasyim.

Rasulullah SAW mendidik dan membina Sayyidina Ali sedari kecil. Hal itu dilakukannya dengan ikhlas, karena sadar betapa Abdu Manaf dan keluarganya telah melindungi dan menolong Rasulullah SAW sejak kecil sampai dewasa.
Sayyidina Ali memiliki nama selain pemberian ayahnya. Dari ibunya, beliau memiliki nama Haidarah (singa). Sayyidina Ali juga kerap dipanggil Abul Hasan dan Abul Husein.

Setelah selesai perang Asyirah di daerah Yanbu’, Sayyidina Ali beserta salah seorang sahabat yang lain tertidur di bawah pohon kurma yang rindang tanpa alas apapun. Hingga keduanya dibangunkan Rasulullah SAW dalam keadaan punggungnya berlumuran debu. Ketika melihat punggung Sayyidina Ali penuh debu, Rasulullah SAW berujar :
“ Hai Abu Turab mengapa engkau tidur di tempat ini ?
Rasullah SAW memberikan nama panggilan kepadanya “Abu Turab”(bapak debu, yang bermakna “Orang yang sangat rendah hati”.
Selain Abdul Muthalib dan Abu Thalib, Sayyidina Ali pun ikut membantu dan melindungi Rasulullah SAW dalam melaksanakan dakwah. Hal ini dilakukan Sayyidina sejak beliau masih kanak-kanak. Suatu ketika kaum Quraisy mengalami kebuntuan dalam mengganggu dakwah Rasulullah. Tanpa berputus asa, kaum Quraisy kemudian menghasut anak-anak untuk melempari batu ke arah nabi SAW.

Paman Rasulullah SAW, Abu Thalib tidak mungkin melawan anak-anak kaum Quraisy tesebut. Maka ketika Abdu Manaf mengkhawatirkan keselamatan Nabi SAW, tampillah Sayyidina Ali yang kala itu masih kanak-kanak melawan mereka. Beliau menggigit wajah dan kuping anak-anak kaum Quraisy yang coba mengganggu Nabi SAW. Karena kebiasaan itulah, beliau mendapat julukan Al-Qadhim ( tukang gigit ) dari kalangan penduduk Mekah.
Sayyidina Ali adalah laki-laki pertama yang masuk islam setelah Rasulullah SAW sendiri. Dalam hal ini An-Nasai dalam kitab Al-Khasha’ishah mengemukakan sebuah riwayat berasal dari Afif Al-Kindi yang menyaksikan sebuah “keanehan”. Suatu hari pada zaman Jahiliyah, ia datang ke Mekah untuk membeli pakaian dan wewangian. Saat singgah di rumah Sayyidina Abbas bin Abdul Muthalib, ia melihat keanehan itu dekat Ka’bah. Lalu ia bertanya kepada Sayyidina Abbas :
“Adakah kau melihat satu keanehan disana?”
Sayyidina Abbas menjawab :
“Soal aneh, tahukah kamu siapakah anak muda itu?”
Setelah Sayyidina Abbas mengatakan adanya agama baru, ia melanjutkan kalimatnya.
“Kemenakanku ( Muhammad SAW ) memberitahu kepadaku bahwa tuhannya adalah Tuhan penguasa langit dan bumi. Dan ia diperintahkan oleh Tuhannya untuk membawakan agama yang dianutnya itu. Demi Allah, tidak ada seorang pun di muka bumi yang menganut agama itu selain mereka bertiga, yaitu Rasulullah SAW, istri beliau ( Khadijah binti Khuwalid ) dan Ali bin Abu Thalib.”
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa ketika Sayyidina Ali menyatakan dirinya memeluk islam, usianya kala itu baru sepuluh tahun.

Sayyidina Ali bin Abu Thalib Kw adalah seorang Alim yang cerdas, Ahli Fiqih, panglima yang bijaksana, yang kealimannya tidak pernah rusak oleh kekuasaan, yang keputusannya tidak pernah menyimpang demi kepuasan para pengikutnya, Imam yang Wara’, cendikiawan yang berotak cemerlang, Qadhi yang jenius, Amirul Mu’minin, salah seorang ksatria yang diperhitungkan, seorang Orator berbahasa fasih dan seorang ahli Zuhud yang di agungkan.
Beliau tidak pernah menundukkan diri kepada berhala selama hidupnya; orang yang pertama kali masuk islam dari kalangan pemuda serta orang pertama kali melakukan shalat di belakang Rasulullah saw.
Beliau adalah pembawa bendera Rasulullah saw dalam sebagian besar peperangan beliau, mengikuti semua peperangan selain perang Tabuk, karena ketika itu beliau diangkat sebagai pengganti oleh Rasulullah saw. Beliau berhati mulia di dalam perdamaian dan mulia dalam pertempuran. Di antara kemulian yang Allah swt limpahkan kepada dirinya adalah bahwa mata beliau tidak pernah memandang aurat sama sekali.
Beliau adalah Kholifah ke empat diantara Khulafaur Rasyidin, termasuk diantara sepuluh orang yang telah memperoleh kabar gembira akan masuk Syurga.

Beliau menyadari kemuliaan ini, seraya berkata :
Kamu sekalian mengetahui posisi saya disisi Rasulullah saw dengan hubungan kerabat yang sangat dekat dan kedudukan istimewa. Beliau meletakkan saya ke dalam pangkuan beliau; sedangkan saya adalah seorang anak kecil yang beliau dekap didadanya. Beliau menempatkan saya di tempat tidur beliau. Beliau merekatkan saya dengan tubuh beliau, mengharumkan saya dengan keringat beliau. Beliau tidak pernah menjumpai kedustaan dalam ucapan saya dan kesalahan dalam perbuatan saya. Saya selalu mengikuti beliau seperti halnya anak sapi yang disapih yang selalu ikut serta dibelakang ibunya. Beliau setiap hari memperlihatkan sifat-sifat beliau kepada saya sebagai pendidik dan beliau menyuruh saya agar selalu mengikuti ajaran beliau.”
 
Rasulullah pernah bersabda tentang Sayyidina Ali Kw, ketika berada di mata air Ghadir Khum :
Barang siapa mengakui bahwa saya adalah junjungannya, maka Ali adalah junjungannya juga. Ya Allah sertailah orang yang menyertai Ali dan musuhilah orang yang memusuhi Ali
( HR.Turmuzi, Hakim, Nasai, Ahmad, Bazzar, Thabrani Abu Ya’la )

Rasulullah saw pernah memberitahu kepada Sayyidina Ali bahwa sesungguhnya tidak akan mencintai Ali kecuali orang Mu’min dan tidak akan membencinya kecuali orang munafik

Diriwayatkan dari Zir bin Hubaisy, bahwa ia berkata : Saya pernah mendengar Sayyidina Ali Kw berkata:
Demi zat yang telah menumbuhkan biji-bijian dan yang telah menciptakan makhluk hidup, sesungguhnya adalah jaminan seorang Nabi yang Ummi kepada saya bahwasanya tidak akan mencintai saya kecuali orang mu’min dan tidak akan membenci saya kecuali orang munafik.”
( HR.Muslim, Turmuzi, Nasa’i dll )

Ketika turun ayat Muhabalah :
“Maka katakanlah ( Wahai Muhammad ) : Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu….
( QS.Ali Imran :61 )
Maka Rasulullah saw mengumpulkan Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein dan beliau bersabda :
“Ya Allah mereka inilah keluargaku.”
( HR.Muslim, Turmuzi, Hakim, dll ).

Berlanjut ke Beberapa Kelebihan yang di miliki oleh Imam Ali.

Sekian, semoga tulisan ini bisa bermanfaat.
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokatuhu

Minggu, 26 Agustus 2012

Syair dan Doa Abu Nawas [+Video]

Assalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokatuhu
Berikut adalah Syair dan Doa yang sangat luar biasa menyentuh dari seorang pujangga yang terkenal dengan kejenakaan dari setiap kisahnya, Saya yakin sebagian besar dari kita pernah mendengar Syair yang sangat terkenal milik Abu Nawas Ini.

Berikut adalah Syairnya semoga bisa menjadi bahan renungan dan memotivasi kita untuk memohon ampun kepada Allah swt.


Wahai tuhanku…aku sebenarnya tak layak masuk syurgamu
Tapi..aku juga tak sanggup menahan amuk nerakamu,
Karena itu mohon terimalah taubatku ampunkan dosaku,
Sesungguhnya engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar.

Dosa – dosaku bagaikan bilangan butir pasir
Maka berilah ampunan oh..tuhan ku yang maha agung.
Setiap hari umurku terus berkurang
Sedangkan dosaku terus menggunung
Bagaimana aku menanggungkanya

Wahai tuhan, hambamu yang pendosa ini
Dating bersimpuh ke hadapanmu,
Mengakui segala dosaku
Mengadu dan memohon kepadamu,
Kalau engkau ampuni itu karena
Engkau sajalah yang bisa mengampuni
Tapi kalau engkau tolak, kepada siapa lagi kami memohon
Ampun selain kepada engkau

Berikut Video Syairnya yang di lantunkan oleh UJ



Ilahi lastu lilfirdausi ahla,
Walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubataan wagfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz dzanbil azhimi…
Dzunubi mitslu a’daadir rimali,
Fahabli taubata ya dzal jalaali,
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa –htimali..

Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak,
Muqirran bi dzunubi wa qa da’aaka
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,
Wain tadrud faman narju siwaaka..


Wassalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokatuhu 

Sabtu, 25 Agustus 2012

Siapakah Abu Nawas?


Assalamualaikum Warohmatullah Wa Barokatuhu
Pada bulan Syawal ini sepertinya saya akan banyak mengisi blog Pojok Motivasi ini dengan beberapa biografi tokoh-tokoh inspiratif Isalam, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Ada yang belum mengenal siapa Abu Nawas, Atau ada yang belum pernah membaca salah satu kisah dari Beliau?
Berikut adalah biografi dari Abu Nawas,


Siapakah-Abu-NawasNama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah dari ayah Arab dan ibu Persia mengalir di tubuhnya. Abu Nawas merupakan seorang pujangga Arab dan dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam. Ayahnya, Hani al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.

Masa mudanya penuh perilaku kontroversial yang membuat Abu Nawas tampil sebagai tokoh yang unik dalam khazanah sastra Arab Islam. Meski begitu, sajak-sajaknya juga sarat dengan nilai sprirtual, di samping cita rasa kemanusiaan dan keadilan. Abu Nawas belajar sastra Arab kepada Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Ia juga belajar Al-Quran kepada Ya’qub al-Hadrami. Sementara dalam Ilmu Hadis, ia belajar kepada Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al-Qattan, dan Azhar bin Sa’ad as-Samman.

Pertemuannya dengan penyair dari Kufah, Walibah bin Habab al-Asadi, telah memperhalus gaya bahasanya dan membawanya ke puncak kesusastraan Arab. Walibah sangat tertarik pada bakat Abu Nawas yang kemudian membawanya kembali ke Ahwaz, lalu ke Kufah. Di Kufah bakat Abu Nawas digembleng. Ahmar menyuruh Abu Nawas berdiam di pedalaman, hidup bersama orang-orang Arab Badui untuk memperdalam dan memperhalus bahasa Arab.

Kemudian ia pindah ke Baghdad. Di pusat peradaban Dinasti Abbasyiah inilah ia berkumpul dengan para penyair. Berkat kehebatannya menulis puisi, Abu Nawas dapat berkenalan dengan para bangsawan. Namun karena kedekatannya dengan para bangsawan inilah puisi-puisinya pada masa itu berubah, yakni cenderung memuja dan menjilat penguasa.

Dalam Al-Wasith fil Adabil ‘Arabi wa Tarikhihi, Abu Nawas digambarkan sebagai penyair multivisi, penuh canda, berlidah tajam, pengkhayal ulung, dan tokoh terkemuka sastrawan angkatan baru. Namun sayang, karya-karya ilmiahnya justru jarang dikenal di dunia intelektual. Ia hanya dipandang sebagai orang yang suka bertingkah lucu dan tidak lazim. Kepandaiannya menulis puisi menarik perhatian Khalifah Harun al-Rasyid. Melalui musikus istana, Ishaq al-Wawsuli, Abu Nawas dipanggil untuk menjadi penyair istana (sya’irul bilad). Sikapnya yang jenaka menjadikan perjalanan hidupnya benar-benar penuh warna. Kegemarannya bermain kata-kata dengan selera humor yang tinggi seakan menjadi legenda tersendiri dalam khazanah peradaban dunia. Kedekatannya dengan kekuasaan juga pernah menjerumuskannya ke dalam penjara. Pasalnya, suatu ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudhar yang dianggap menyinggung Khalifah. Tentu saja Khalifah murka, lantas memenjarakannya. Setelah bebas, ia berpaling dari Khalifah dan mengabdi kepada Perdana Menteri Barmak. Ia meninggalkan Baghdad setelah keluarga Barmak jatuh pada tahun 803 M. Setelah itu ia pergi ke Mesir dan menggubah puisi untuk Gubernur Mesir, Khasib bin Abdul Hamid al-Ajami. Tetapi, ia kembali lagi ke Baghdad setelah Harun al-Rasyid meninggal dan digantikan oleh Al-Amin.
Sejak mendekam di penjara, syair-syair Abu Nawas berubah, menjadi religius. Jika sebelumnya ia sangat pongah dengan kehidupan duniawi yang penuh glamor dan hura-hura, kini ia lebih pasrah kepada kekuasaan Allah.

Memang, pencapaiannya dalam menulis puisi diilhami kegemarannya melakukan maksiat. Tetapi, justru di jalan gelap itulah, Abu Nawas menemukan nilai-nilai ketuhanan. Sajak-sajak tobatnya bisa ditafisrkan sebagai jalan panjang menuju Tuhan. Meski dekat dengan Sultan Harun al-Rasyid, Abu Nawas tak selamanya hidup dalam kegemerlapan duniawi. Ia pernah hidup dalam kegelapan – tetapi yang justru membawa keberkahan tersendiri.

Seorang sahabatnya, Abu Hifan bin Yusuf bin Dayah, memberi kesaksian, akhir hayat Abu Nawas sangat diwarnai dengan kegiatan ibadah. Beberapa sajaknya menguatkan hal itu. Salah satu bait puisinya yang sangat indah merupakan ungkapan rasa sesal yang amat dalam akan masa lalunya.
Mengenai tahun meningalnya, banyak versi yang saling berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811 M. Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M. Konon Abu Nawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti – yang menaruh dendam kepadanya. Ia dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad.


Sekian Semoga Bermanfaat
Wassalamualaikum Warohmatullah Wa Barokatuhu 

Jumat, 24 Agustus 2012

Siapakah Bilal bin Rabah ra.?

Siapakah-Bilal-bin-Rabah

Siapa yang tidak kenal dengan Beliau, orang berkulit hitam pengumandang azan pada zaman Nabi saw. yang konon memiliki suara yang sangat indah, sehingga sampai saat ini, setiap orang yang mengumandangkan azan di masjid-masjid di panggil dengan nama Beliau "Bilal"
Berikut adalah biografi dari Bilal bin Rabah ra.

Lahir dan pertumbuhannya:
Beliau (Bilal bin Rabah ra.)lahir di Mekah, sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Bilal tumbuh di Mekah sebagai seorang hamba sahaya milik anak-anak yatim keluarga Bani Abdud Dar yang berada di bawah asuhan Umaiyah bin Khalaf.
Pada saat datangnya Islam, Bilal termasuk dalam kelompok yang pertama-tama memeluk Islam. Dia memeluk Islam pada saat di atas permukaan bumi hanya ada segelintir pemeluk Islam. Yaitu; Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar Sidik, Ali bin Abi Talib, Ammar bin Yasir dan ibunya; Sumaiyah, Shuhaib Ar-Rumi dan Miqdad bin Aswad.

Kesabarannya ketika disiksa:
Bilal bin Rabah ra. adalah salah seorang sahabat Nabi yang paling banyak merasakan siksa dan kekerasan kaum musyrikin Quraisy. Para pemeluk Islam saat itu, rata-rata mempunyai pelindung dari keluarga mereka kecuali dia, Ammar bin Yasir beserta bapak dan ibunya, dan Shuhaib. Karenanya mereka ini banyak menjadi sasaran kesewenang-wenangan kaum musyrikin Quraisy.
Pada suatu hari, ketika matahari di atas kepala dan pasir Mekah seolah mendidih karena sangat panasnya, Umaiyah bin Khalaf dan sekelompok kaum musyrikin melepas bajunya, lalu memakaikan baju besi dan menjemurnya di terik matahari. Selama itu tidak henti-hentinya dia dicambuki dan disuruh mencela Nabi Muhammad saw.
Tetapi selama itu juga, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Bilal kecuali, “Yang Mahaesa! Yang Mahaesa!” Bila mereka sudah lelah menyiksanya, Umaiyah mengikat lehernya dengan tali besar lalu menyerahkannya kepada anak- anak untuk mereka seret berkeliling kota Mekah.
Setelah itu Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar Sidik ra. setelah dia beli seharga 9 uqiah emas (1 uqiah = 31, 7475). Umaiyah bin Khalaf menjualnya mahal, dengan harapan Abu Bakar enggan membelinya, padahal dalam hatinya dia mengatakan, “Jika dia membelinya 1 uqiah pun akan saya jual.” Sebaliknya Abu Bakar juga mengatakan dalam hati, “Jika tidak mau menjualnya di bawah harga 100 uqiah pun akan saya beli.”
Hal itu membuat Bilal gembira sekali. Dia memulai fase hidup baru. Di kemudian hari dia ikut hijrah ke Madinah bersama kaum Muslimin yang lain.
Kelebihan-kelebihannya:
Muazin Rasul saw. sepanjang hidup beliau. Suatu ketika, setelah Nabi wafat, dia mengumandangkan azan, tetapi setelah sampai pada kata-kata, “Asyhadu anna Muahammadan Rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah)” dia menangis terisak-isak dan meminta kepada Abu Bakar agar dibebaskan dari tugas itu. Dia tidak mampu lagi melakukannya setelah Nabi tidak ada.
Bilal termasuk anggota delegasi dakwah Muslimin pertama yang berangkat ke Syam, dia menetap di Darya (dekat Damaskus) hingga Umar bin Khatab datang ke Damaskus dan menyuruhnya untuk mengumandangkan azan kembali. Umar sangat mencintai dan menghormatinya, dia pernah mengatakan, “Abu Bakar tuan kita dan telah memerdekakan tuan kita (maksudnya Bilal).” Setelah suara azan Bilal mengumandang Umar dan seluruh yang hadir menangis terisak-isak. Mereka teringat saat-saat mendengarkan suara itu pada saat Nabi masih hidup.
Wafatnya:
Bilal berpulang ke rahmatullah setelah pada hari-hari akhirnya mengulang-ulang kata-kata, ?Besok kita akan bertemu dengan para kekasih (Muhammad dan para sahabatnya)?. Semoga Allah meridai dan memberinya pahala yang baik atas sumbangan yang dia persembahkan kepada Islam.

Baca Juga biografi Abu Nawas Siapakah Abu Nawas, Tokoh Jenaka sekaligus seorang sufi, semoga bermanfaat

Tentang Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal

puasa

Assalamualaikum Warohmatullah Wa Barokaatuhu
Bulan Syawal merupakan bulan peningkatan, peningakatan amal ibadah setelah melalui latihan dan ujian selama berpuasa pada bulan Ramadhan. Amalan yang terkenal dalam bulan Syawal adalah amalan puasa 6 Hari pada bulan tersebut.
Berikut adalah beberapa hadis yang menjelaskan ketutamaan berpuasa 6 Hari pada pada bulan Syawal

HADITS BERKAITAN PUASA SYAWAL

Dari Abu Ayyub al Anshari Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
 عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه
Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun”. [Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasaa-i dan Ibnu Majah].

Dari Tsauban maula (pembantu) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا رواه ابن ماجه والنسائي ولفظه 
Barangsiapa yang melakukan puasa enam hari setelah hari raya ‘Idul Fithri, maka, itu menjadi penyempurna puasa satu tahun.
[Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya – QS al An’am/6 ayat 160-]”.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Imam Nasaa-i dengan lafazh :
جَعَلَ اللهُ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا فَشَهْرٌ بِعَشْرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ تَمَامُ السَّنَةَ
"Allah menjadikan (ganjaran) kebaikan itu sepuluh kali lipat, satu bulan sama dengan sepuluh bulan; dan puasa enam hari setelah hari raya ‘Idul Fithri merupakan penyempurna satu tahun".

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya dengan lafazh :
صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بِشَهْرَيْنِ فَذَلِكَ صِيَامُ السَّنَةِ
"Puasa bulan Ramadhan, (ganjarannya) sepuluh bulan dan puasa enam hari (sama dengan) dua bulan. Itulah puasa satu tahun".

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya dengan lafazh :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَسِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَقَدْ صَامَ السَّنَةَ
"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dan enam hari pada bulan Syawwal, berarti sudah melaksanakan puasa satu tahun".

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَه بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ رواه البزار وأحد طرقه عنده صحيح

Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengiringinya dengan enam hari dari bulan Syawwal, maka seakan dia sudah berpuasa satu tahun”. [Diriwayatkan oleh al Bazzar, dan salah satu jalur beliau adalah shahih]

PELAKSANAAN PUASA 6 HARI BULAN SYAWAL
Untuk hari pelaksanaannya, di sesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang kita miliki, selama masih pada bulan syawal, tapi karna menyegerakan perbuatan baik lebih utama, maka puasa 6 Hari pada Bulan syawal sebaiknya dilaksanakan sesegera mungkin setelah perayaan Iedil Fitri.

Sekian semoga Allah memberikan kita waktu dan kesempatan untuk melaksanakan puasa pada bulan Syawal ini....
Wassalamualaikum Warohmatullah Wa Barokaatuhu

Minggu, 19 Agustus 2012

Sebuah Ucapan Di Hari Yang Fitri

Sebuah-Ucapan-Di-Hari-Yang-Fitri

..............................................
Selamat Hari Raya idul Fitri
Mohon Maaf lahir dan Batin

Pesan singkat yang sudah sangat akrab di mata dan telinga kita, menandakan berakhirnya sebulan berpuasa, mendakan berakhirnya bulan penuh berkah dan pengampunan dosa, menandakan datangnya hari kebahagiaan bagi para pemenang setelah sebulan berperang melawan hawa nafsu.
Entah perasaan apa yang ingin aku gambarkan setiap kali ucapan ini terdengar dan tertulis di media media.
Mungkin bahagia, walaupun sebenranya tidak ada kemenangan yang cukup layak untuk dirayakan, dan dibanggakan, karna jika menoleh sebulan kebelakang, terlalu banyak kebodohan memilukan yang harus tertorehkan.
Ada Sedih, karna ternyata kata kata masih lebih nyaring terdengar dibandingkan tindakan yang semestinya lebih sunyi berjalan. Karna ternyata masih ada rasa angkuh, munafik, riak, dan berbagai sifat buruk yang masih belum habis terkikiskan.



 " Selamat Jalan ramadhan, seperti biasa, kau berlalu begitu saja, meninggalkan segumpal penyesalan, karna untuk semetara ini_, hanya ini yang bisa aku titipkan, sebatas ini doa yang bisa aku krimkan. Semoga DIA yang maha kuasa berkenan menggenapi segala kekurangan, dan sudi memaafkan semua kehinaan"

dan...

"Selamat datang buat mu wahai Lebaran, mungkin aku tamu yang tidak terlalu kau harapkan, layaknya mereka, golongan suci para pemenang..."

dan semoga masih ada hari yang lain dan Ramadhan berikutnya untuk ku, untuk terus berjuang memperbaiki diri sebelum mati datang menhampiri.

Selamat Lebaran Mohon Maaf Lahir dan Batin

Sabtu, 18 Agustus 2012

Kisah ABG SMA

Kisah-abg-sma

Maafkan sebelumnya jika postingan kali ini terlihat agak keluar dari thema blog ini, tapi saya sangat berharap bisa memberikan hal yang menarik untuk dikenang dan di ingat ingat, siapa tahu suatu saat bisa di bagikan dan diberitakan ulang untuk kebaikan dan pengetahuan bersama.

Kisah ABG SMA, ada apa dengan ABG SMA? Kenapa orang orang begitu antusias membicarakannya, sampai sampai terpampang 7juta lebih hasil pencarian di mesin pencari sekelas Google, sebegitu keramatkah keyword ini..?

Sebelum saya bercerita jauh tentang berbagai kisah ABG SMA saat ini, saya mungkin ingin meminta maaf karna saya bisa pastikan jika anda pengunjung yang datang dari mesin pencari,  80% ketas anda adalah pengunjung yang salah alamat, tapi jika anda adalah masyarakat indonsia yang masih memiliki rasa peduli pada bangsa ini, yang sudah terpuruk dari segala segi, plissssss jangan tekan tombol close pada tab browser anda terlebih dahulu, setidaknya barang sebentar menangkap pesan yang ingin disampaikan dalam postingan ini. Sebuah pesan sederhana dari sekelompok orang yang ingin memperbaiki nama Anak SMA yang sudah tercoreng buruk di masyarakat dunia maya. Sangat di sayangkan memang, hal positif yang kita ingat tentang masa masa indah SMA tak terwakilkan selayaknya oleh text, gambar, audio dan video di internet. Malah semakin mempertebal ingatan kita akan terpuruknya moral anak muda bangsa Indonesia tercinta ini.

Oleh karena itu, untuk mengimbangi hal negatif yang sudah kedung menguasai, mari kita bersama membangun sebauh kekuatan positif salah satunya dengan cara menyumbang konten konten positif yang bertemakan hal positif tentang anak SMA, semoga kelak bisa memperbaiki nama anak ABG SMA di dunia maya.

Untuk mewakili judul yang sudah kedung saya angkat pada kesempatan kali ini, berikut adalah Kisah ABG SMA semoga bisa menambah kebanggaan kita tentang prestasi anak-anak SMA jaman Sekarang.

kisah ABG SMA

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Impian Triawati Octavia (18) untuk menjadi dokter kini terbuka lebar. Anak pasangan pegawai negeri sipil dari Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ini ditawari beasiswa dari beberapa institusi setelah meraih nilai UN SMA tertinggi se-Indonesia tahun 2012.

”Saya siap ikut seleksi nasional masuk UMPTN untuk membidik Fakultas Kesehatan Masyarakat atau Kedokteran di Universitas Indonesia,” kata peraih nilai UN kumulatif 58,60 ini.

Bidang kesehatan dan pelayanan publik menarik minat anak bungsu dari tiga bersaudara ini. Ia terinspirasi sosok ibunya, Uhintawati (52), yang bekerja sebagai bidan.

Gadis remaja ini tak pernah berhenti berucap syukur. Ia menyadari gaji dari ayahnya, Syahrul Arifin (54), sebagai pegawai kantor kecamatan berpangkat III/D amat mustahil untuk menutup biaya kuliah kelak.

Rasa bangga juga menebal pada diri Novi Wulandari (18), siswa SMA Negeri 2 Lamongan, Jawa Timur, yang meraih nilai UN SMA tertinggi kedua nasional.

”Saya ingin jadi terbaik nasional agar bisa kuliah dan membanggakan orangtua,” ucap Novi dengan mata berkaca-kaca seraya memperlihatkan selembar kertas yang mencantumkan raihan nilai 58,50.

Prestasi itu seolah menebus kasih sayang ibunya, Sepi Setyawati (42), yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah Rp 500.000 per bulan. Hanya dengan beasiswa ia kelak meraih cita-cita. Biaya kuliah dari penghasilan sang ayah, Mohammad Mustakim (45), sebagai penjaga toko sandal di Pasar Lamongan ibarat langit dan bumi. Upah ayahnya cuma Rp 750.000 per bulan.

Novi kini bertekad tembus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga atau Statistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 Surabaya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sekian semoga bermanfaat,
Pesan Singkat
Bagi teman teman blogger yang kebetulan mampir, mungkin bisa memperpanjang pesan dari teman-teman blogger shout out untuk menghijaukan keyword ABG SMA di internet dengan menymbang satu konten positif tentang anak SMA, di usahakan konten yang di buat SEO friendly

Selasa, 14 Agustus 2012

Awal Cerita Menjadi Motivator

PART FOUR

MENGATASI RASA MINDER SAAT MUDA DAN MISKIN

Pak Mario khan berasal dari keluarga yang bersahaja, apakah ada perasaan minder?
Ya, dan bahkan pada beberapa kesempatan menjadi sangat menyiksa dan membatasi kebebasan mental saya?
Maksudnya?
Saya bahkan malu melihat bayangan diri saya di kaca toko, saat saya berjalan di Pecinan di kota Malang. Meskipun sekarang terasa agak aneh, tapi saya malu melihat diri saya yang miskin itu.
Kapan itu Pak?
Oh, saat saya kelas 6 SD.
Apakah ada keinginan untuk menjadi orang kaya, waktu itu?
Tidak ada. Tidak terpikir bagi saya bahwa saya berhak dan bisa menjadi orang yang mampu membiayai kehidupan yang baik.
Apakah itu lazim dirasakan oleh orang yang lemah ekonominya?
Ya. Banyak orang miskin, termasuk saya sendiri saat itu, telah demikian lama di-minder-kan oleh kekurangan, sampai tidak merasa berhak untuk mencapai kesejahteraan.
Sampai segitunya ya Pak?
Ya. Suatu sore, saya berjalan di depan warung bakso, di Pecinan juga, saya melihat bayangan diri saya yang lusuh, dan ada pertanyaan di hati saya yang muda dan galau itu: "Apakah aku akan pernah duduk di dalam dan makan bakso yang kelihatannya mahal dan enak itu?"
Terus, bagaimana Anda naik kelas dalam rasa percaya diri, dari ke-minder-an seperti itu, menjadi pembicara publik seperti sekarang ini?
Hmm … itu sebuah perjalanan yang panjang sekali.
Berapa panjang?
Dari kelas 6 SD, … 42 tahun.
42 tahun?
Ya. Saat itu saya 13 tahun, sekarang 55 tahun.
Jadi untuk sukses itu lama ya Pak?
Bukan lama, tapi sepanjang hidup.
Khoq bisa begitu?
Keberhasilan itu bukan kualitas satu malam, satu minggu, atau satu tahun. Keberhasilan adalah kualitas kehidupan, bukan keadaan di satu saat saja.
Apakah itu seperti ungkapan, bahwa "Mempertahankan rekor, lebih sulit daripada memecahkan rekor?"
Ya. Karena untuk berhasil satu hari - itu sangat mudah, jika dibandingkan dengan keharusan memelihara keberhasilan sepanjang hidup.
Apakah kita harus berhasil sepanjang hidup?
Tidak harus, pada awalnya. Tapi jika bisa, berhasillah semuda mungkin. Lalu tetaplah berhasil sampai akhir hayat.
Hmm … saya tidak pernah terpikirkan sampai sejauh itu.
Yah … bagi saya itu dulu juga tidak terpikirkan. Itu baru saya mengerti setelah hidup beberapa puluh tahun.
Jadi saya untung dong, Pak? Sudah tahu sejak muda, karena diberitahu Pak Mario.
Ya. Berterima kasihlah kepada Tuhan. Saat saya muda dulu, tidak ada motivator yang menyelenggarakan pelayanan publik yang luas, dan cuma-cuma - lagi.
Kembali ke soal minder. Bagaimana awalnya Pak Mario menemukan anak tangga naik yang pertama.

Saat saya memenangkan beasiswa untuk pertukaran siswa SMA ke Chicago, Amerika, pada tahun ketiga SMA saya di Malang, sebetulnya sudah mulai ada suara-suara kecil di dasar hati saya yang meloncat-loncat girang memberitahu saya, bahwa saya bukan pribadi kelas gang kecil di Jalan Mergosono di Malang. Tapi kesahajaan hidup menyebabkan saya lamban bergembira merayakan kenaikan kelas.
Pak Mario sekarang melayani jutaan publik di seluruh dunia, motivator dengan Facebook fans terbesar di dunia, dengan lebih dari 12.5 juta instances atas nama Mario Teguh di Google, penyelenggara program TV nasional yang disiarkan via internet ke seluruh dunia, dan wirausahawan yang mandiri; apakah Anda sudah naik kelas?
Alhamdulliah, saya sudah diijinkan untuk lebih berwenang melayani sesama.
Apakah Pak Mario sudah meninggalkan kelas gang kecil di kampung?
Tidak. Saya masih anak Ibu Sitti Marwiyah dan Pak Gozali Teguh, yang insya Allah masih memelihara kepolosan hati Mario Muda itu. Saya masih seperti yang dulu, … che ileee …, lebay.com
He he he …
Sikap apa yang Pak Mario gunakan untuk membuat kami yang muda ini merasa dekat dengan Anda?
Kalau saya ini kacang, saya tidak akan melupakan kulit saya.
Yang a-r-t-i-n-y-a …
Hidup ini tidak boleh sederhana.
Hidup ini harus hebat, kuat, luas, besar, dan bermanfaat.
Yang sederhana itu sikapnya.
Wah itu super sekali Pak? Apakah bisa diuraikan lebih rinci?
Yah, itu nanti ya?
Sekarang sana gih, jadikan dirimu berguna. Belajar dan bekerjalah untuk membahagiakan sesamamu.
Love you!

Mario Teguh - Loving you all as always

Senin, 13 Agustus 2012

Bagaimana Mengemas Hidup

Bagi sebagian orang pemasaran identik dengan sales/tenaga penjual. Apabila mendengar kata pemasaran, pikiran langsung melayang pada sosok sales, membawa barang dagangan di kanan kiri motor, menawarkan produk sana sini, dikejar-kejar target,wuah, pasti dalam hati langsung berkata “No!!!!masa sekolah tinggi-tinggi hanya jadi sales”. Hal ini didukung dengan para orang tua yang menanamkan bahwa pendidikan yang diberikan kepada anak-anak mereka nantinya sebagai bekal menjadi orang kantoran, duduk di belakang meja, ruangan ber-ac plus gaji gede. Wuah, impian semua orang kalau memang harapan tersebut bisa semuanya terkabul. Tapi ??benarkah kenyataan itu dirasakan. Banyak sekali keluhan-keluhan yang mampir di telinga penulis. “Pekerjaan hanya di kantor, ruangan ac tapi kenapa gak bosan-bosannya aku dihinggapi rasa cemas ??” 
seorang teman datang sambil mengeluh. “ Perlu refreshing, mungkin bisa membuatmu tenang!!” saran saya. “Sama saja, lagian mana ada waktu buat refreshing toh sepulang dari refreshing juga kayak gini lagi”. Senyum dan doa semoga kawan saya tersebut menemukan solusi yang tepat bagi dirinya sendiri. Sedikit kejam mungkin sebagai kawan saya tidak membantu apa-apa, sekedar saran refreshing semua orang pasti bisa. Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa saya berharap kawan saya menemukan solusi yang tepat bagi dirinya sendiri merupakan hal yang paling tidak mudah. Tapi itu adalah kunci dari semua yaitu DIRI SENDIRI.

Coba kita renungkan. Saat kita bayi, bukankah belajar tengkurap adalah kemauan kita sendiri karena ingin punya variasi gerak selain telentang sambil terkekeh kekeh apabila ayah dan ibu menggoda dengan mainan kesukaan kita. Kemudian ketika kita belajar berjalan, itu juga kemauan kita sendiri. Mulai dari berpegangan pada tepian meja lalu berdiri kemudian berjalan, tiba-tiba Gubrakk!!ibu menjerit. Tapi kita tetap pantang menyerah, terus dan terus belajar hingga bisa berlari menikmati luasnya dunia ini. Masih banyak lagi hal-hal yang seringkali tidak kita sadari telah kita lakukan hingga saat ini. Saya rasa tentang diri sendiri cukup anda sendiri yang bisa memahami. Ada baiknya kita kembali ke topik pemasaran. Ternyata sebagian besar hidup kita, terdiri atas peristiwa yang berkaitan dengan pemasaran. Entah anda setuju atau tidak sebagai contoh kawan saya tadi, dia menjual kemampuan dan ilmu pengetahuannya untuk pekerjaan di kantor, ruangan ber-ac, gaji gede bahkan menjual waktu refreshingnya demi mendapatkan satu kata cemas. Kadang saya sendiri juga bingung, kalau dikategorikan sukses, saya bukan orang sukses. Kalau dikategorikan sebagai penulis, saya cuma iseng-iseng saja di waktu longgar. Tapi apakah saya juga harus kejam pada hidup saya, haruskah saya menjual hidup dan hanya mendapatkan kecemasan. Anda mungkin juga sependapat dengan saya, semoga.

Kalau begitu dalam keseharian kita jadi pemasar??jadi sales dong??kalau saya jawab bukan,jelas saya pembohong publik dan saya tidak mau jadi pembohong yang menjual rayuan. Pasti anda berkata dalam hati, menjual lagi, menjual lagi. Apa benar sehari-hari menjadi sales bagi diri kita sendiri ?? Mungkin itu jawaban yang lebih bijak buat kita semua sehingga pandangan tentang pemasaran tidak lagi mengarah hanya pada sales (tenaga penjual) tapi lebih kepada aplikasi dalam kehidupan yang lebih luas cakupannya.

Bukan penulis ingin memberikan pledoi terhadap pemasaran tetapi apa yang dibahas di atas hanya untuk membukakan cakrawala tentang pemasaran sehingga nantinya kita tidak lagi menjual hidup kita pada hal-hal yang tidak perlu bahkan mungkin merusak diri kita sendiri.

Penulis memberi judul artikel ini HOW to PACKAGE (Bagaimana Mengemas) sehingga kita bisa mengatur hidup lebih bermakna bukan sekedar kemas jual. Semua orang bisa mengemas tapi mengemas yang berkualitas belum tentu semua orang mampu.

Dengan sudut pandang/cakrawala yang telah terbuka luas kita dapat meraba-raba hidup kita mulai dari bangun tidur, beraktivitas sampai dengan tidur lagi. Percaya atau tidak dalam rangkaian satu hari beraktivitas anda dan saya banyak melakukan kegiatan mengemas dan tentunya menjual. Sebagai contoh saat bangun tidur kemudian mandi dan berganti baju, ini adalah contoh sederhana yang menjadi rutinitas kita sehari-hari. Kegiatan sesederhana itu kita lakukan bukan tanpa tujuan, salah satunya agar kita tampak menarik. Usaha untuk tampak menarik adalah cara kita mengemas diri kita sehingga apabila nanti berkomunikasi dengan kawan atau orang-orang sepanjang perjalanan kita tampil penuh percaya diri tanpa rasa cemas. Lagi-lagi kata cemas, tapi jujur bila mengakui lebih sering hidup kita, kita jual pada kecemasan. Dengan kegiatan mengemas kita tampil percaya diri. Mengemas sendiri mendapatkan percaya diri. Simpel dan tidak ada kata-kata cemas di sana. Bukankah itu lebih baik. Secara sederhana memang gampang diuraikan tapi hidup kan bukan sekedar mandi, dandan terus pergi aktivitas ? mungkin itu yang menjadi pertanyaan anda. Tanpa perlu melotot, daripada bola mata mencolot. Coba kita cermati, bukankah dengan hal sesederhana itu kita bisa menikmati aktivitas kita. Bukankah dengan berdandan kita tampil percaya diri bahkan bila di kaca sering kita merasa paling tampan/cantik (bila di kaca). Itu baru yang sederhana untuk aktivitas biasa, bagaimana jika kita tiba-tiba mendapatkan kesempatan bertemu dengan Bapak Presiden. Pasti heboh luar biasa.

Ternyata kunci mengemas hidup adalah hal-hal kecil yang kita lakukan untuk diri kita sendiri dalam menghadapi kehidupan, seperti yang saya utarakan berupa doa untuk kawan saya tadi. How to Package your life, It’s all about yours. Bagaimana mengemas hidup anda, semuanya tergantung anda sendiri. Pilihannya mau menjual hanya kepada kecemasan atau pada percaya diri yang anda mulai dari diri sendiri. Saya hanya mengingatkan hal yang besar akan tiba jika anda mampu mengemas sendiri hal yang kecil dengan kualitas nomor 1, dipadu dengan rasa syukur kepada Tuhan menjadikan semuanya luar biasa.

10 LANGKAH CERAHKAN HIDUP DENGAN MENCINTAI DIRI SENDIRI

Ada beberapa orang yang terlalu memaksakan opini mereka. Beberapa dari kita begitu terpengaruh olehnya sehingga kita sulit mendengar kata hati kita sendiri.

Lakukan hal berikut ini,
agar Anda dapat mengembangkan kepercayaan diri, menunjukkan diri Anda yang sebenarnya, dan berhenti membenci diri sendiri.

1. Berhenti cemaskan pendapat orang lain

Berhenti cemaskan opini dan reaksi orang lain tentang hidup Anda. Mulailah bertanya pada diri sendiri, “Saat aku membuat suatu keputusan, apakah aku terlalu memikirkan pendapat orang lain atau apa yang aku rasakan?” Beri kesempatan pada diri Anda untuk menempati posisi pertama.
2. Lakukan, karena Anda ingin melakukan

Buang pikiran bahwa Anda melakukan sesuatu karena harus melakukannya. Semua hal akan lebih berjalan sempurna jika diniati dengan keinginan, bukannya keharusan.

3. Lepas topengnya

Jika selama ini Anda membentuk image untuk menjadi seseorang yang orang lain harapkan, dan Anda hidup di dalamnya, maka, segera tinggalkan sosok yang selama ini berpura-pura dan merasa tertekan. Jadilah diri sendiri, sehingga Anda menjadi individu baru yang bebas.

4. Kenali apa yang membuat Anda berbeda

Setiap orang lahir dengan sifat dan bakat yang berbeda. Mulai perhatikan pujian orang yang ditujukan pada Anda, karena mereka merujuk pada sifat atau bakat hebat pada diri Anda. Ketika telah menemukannya, asahlah dengan sebaik-baiknya. Hal inilah yang membuat Anda berbeda.

5. Apa yang membuat Anda bahagia?

Berhenti memikirkan pendapat orang lain tentang apa yang Anda sukai. Dan, mulailah berpikir apa yang bisa membuat Anda bahagia. Anda dapat mengingat pengalaman dan kejadian saja apa yang membuat pikiran Anda tenang, dan melakukannya lagi.

6. Kontrol amarah

Jadilah bos bagi amarah dan emosi berlebihan, dan pegang kendali atas semua itu. Jangan pernah biarkan kondisi itu mengontrol diri Anda.

7. “Apa yang aku lakukan itu benar”

Kita selalu tahu langkah terbaik apa yang mesti kita ambil. Jadi, kita tidak perlu bertanya ke sana ke mari tanpa tujuan yang tidak jelas. Buat komitmen dan langkah yang pasti, walaupun orang lain tidak menyukainya.

8. Ekspresikan pendapatmu

Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda akan suatu hal. Kenali lebih jauh apa yang Anda percayai, dan jangan pernah takut untuk menyampaikannya.

9. Biarkan orang lain melihat diri Anda

Biarkan teman, pasangan, dan keluarga melihat keceriaan, kelemahan, kesedihan, serta kekuatan yang Anda punya. Jika Anda menutupi emosi tersebut, sama saja Anda menyembunyikan jati diri. Semakin Anda membiarkan orang lain mengetahuinya, semakin percaya orang lain untuk berbagi tentang diri mereka.

10. Jangan pernah menyesal menjadi diri Anda

Sayangnya, dunia ini dipenuhi dengan berbagai macam orang, termasuk pengkritik yang suka mempermainkan dan merendahkan Anda. Jangan hiraukan apa yang mereka katakan. Anda berhak untuk menjadi diri Anda sepenuhnya dan jangan pernah menyesal akan itu. Be you!

Cintai diri Anda mulai dari sekarang.

Istri Cerdas, Konflik Tuntas

Berteriak keras untuk mempertahankan sudut pandang, adalah hal yang paling sering dilakukan suami istri ketika terjadi konflik. Ini meyebabkan kondisi semakin sulit dan hubungan menjadi kacau.

Sebagai istri, haruslah ia menentukan tujuan yang jelas dari konflik yang dihadapinya. Apakah dia ingin keluar sebagai pemenang? atau berusaha membuktikan bahwa dirinya benar dan sedang menghadapi kebodohan suami? Sungguh, istri yang berpikiran seperti ini akan membayar mahal di kemudian hari.

Justru istri harus bisa menjaga harga diri suami di saat-saat kritis seperti itu, walaupun suami yang bersalah. Sebab jatuhnya harga diri, hanya akan menyulut kebencian suami yang tidak pernah bisa dilupakan setip laki-laki. Dan akan di balasnya penghinaan itu di kesempatan lain.

Apakah istri mengira, dengan berhasil memenangkan konflik ia akan bisa memaksakan pikiranya kepada sumai? Tak mungkin. Justru akan membuang banyak waktu dan usaha dengan percuma. Sebaliknya istri harus pandai menghormati sudut pandang suami, meskipun ia tidak menyetujuinya.

Beberapa istri memang berhasil menguasai suami yang mengalah karena sudah capek bertengkar. Namun isteri-isteri ini tidak merasa bahagia dan sering emosi. Ini dikarenakan suaminya kehilangan kepribadian dan hanya mampu mengekor kepada istri. Kondisi ini tak mungkin membawa kebahagiaan rumah tangga.

Jangan takut terjadi konflik, karena itu bukanlah bahaya yang mengancam rumah tangga. Bukanlah semua masalah punya jalan keluar, selagi kedua pasangan berusaha saling memahami dalam suasana kasih sayang?

Langkah-langkah Praktis dan Realitas untuk Menyelesaikan Konflik serta Meminimalisir Kerugian

-Yang Tenang yang Menang
-Minta maaf jika salah, Tetap hormat jika benar
-Perceraian Rasa
-Mengubah Suami dengan Manis
-Lepaskan Kemarahan
-Berdamai melalui hubungan intim
-Jangan memperbesar masalah
-Jauhkan intervensi orang ketiga
-Jangan menyiksa Diri
-Hindari pantangan suami
-Tempat pelampiasan
-Jika suami mengadu
-Tak Perlu lari

Ingatlah selalu :
♥Jangan memberi senjata kepada suami yang akan menikam Anda Sendiri.
♥Jangan memberi kesempatan suami untuk mengubah konflik yang ada menjadi permusuhan.
♥cegahlah keluarga dan teman-teman agar tidak intervensi dalam konflik rumah tangga Anda.
♥Jangan Hancurkan mental Anda dengan meratapi nasib dan mengasihani diri sendiri.
♥Jadilah sosok yang praktis dan realistis
♥Manfaatkan konflik yang ada untuk mengetahui titik kelemahan rumah tangga Anda. Lalu tangani kelemahan itu.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Bersyukur dan Bahagia

Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari , dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.

Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh. Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”
Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian.

“Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.

Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia.

Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, “Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat.”

Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.

Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, “Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini.”

“Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?” tanya si pedagang.

“Silakan.”

“Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?”

“Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini”.

Teman-teman yang luar biasa,

Kenyataan di kehidupan ini, kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan sebesar apapun tidak menjamin rasa bahagia. Bisa kita baca kisah hidup seorang maha bintang Michael Jackson yang meninggal belum lama ini, yang berhutang di antara kelimpahan kekayaannya. Dia hidup menyendiri dan kesepian di tengah keramaian penggemarnya;tidak bahagia di tengah hiruk pikuk bumi yang diperjuangkannya.

Entah seberapa kontroversial kehidupan Jacko. Tetapi, yah… setidaknya, dia telah berusaha berbuat yang terbaik dari dirinya untuk umat manusia lainnya.

Mari, jangan menjadi budaknya materi. Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia.

Jumat, 10 Agustus 2012

DIALOG IMAJINER ANTARA TUHAN DENGAN MANUSIA (Sebuah Perenungan)

Man :Tuhan…. Apa yang PALING MENGHERANKAN bagi-Mu tentang kami “MANUSIA”?

GOD : Kalian itu makhluk yang “ANEH”….
#Pertama, suka MENCEMASKAN MASA DEPAN, sampai LUPA dengan HARI INI…Sehingga kalian LUPA BERSYUKUR dan BERUSAHA.
#Kedua, kalian HIDUP di dunia seolah-olah KEKAL TIDAK akan MATI. Kalian LEBIH BANYAK mengumpulkan BEKAL hidup di DUNIA, daripada BEKAL setelah MATI. Padahal hidup di DUNIA hanyalah SEMENTARA, dan hidup SETELAH MATI adalah KEKEKALAN. #Ketiga, kalian cepat BOSAN sebagai ANAK-ANAK dan TERBURU-BURU ingin DEWASA, namun setelah DEWASA kalian KEKANAK-KANAKAN : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal soal sepele.
#Keempat, kalian RELA KEHILANGAN KESEHATAN demi MENGEJAR UANG, tetapi kemudian membayar dengan UANG untuk mengembalikan KESEHATAN.
#Kelima, kalian lebih TABAH manakala Aku UJI dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT dibandingkan saat Aku uji dengan banyak rizki dan kesehatan. Kala kalian MELARAT dan SAKIT, kalian LEBIH DEKAT kepada-Ku dengan ibadah dan doa. Padahal Aku SENANG bila kalian MENDEKAT kepada-Ku, tapi kalian tidak suka dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT tersebut. Hal-hal itulah yang membuat hidup kalian SUSAH.

Man : Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?

GOD : Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian : SUKA MELUPAKAN nasihat-Ku. Baiklah Ku ulangi lagi ya beberapa nasehat yg penting:
1. Kalian harus sadar bahwa MENGEJAR RIZKI adalah sebuah KESALAHAN. Yang seharusnya kalian lakukan ialah MENATA DIRI agar kalian LAYAK dikucuri rizki. Ingat, rizki berasal dari-Ku. Jadi JANGAN MENGEJAR RIZKI, tetapi biarlah RIZKI yang MENGEJAR kalian.
2. Ingat : “SIAPA” yang kalian miliki itu LEBIH BERHARGA dari pada “APA” yang kalian punyai. Memilik “SIAPA” akan mendatangkan “APA”, Kehilangan “SIAPA” akan kehilangan “APA” juga…Tetapi bila kamu kehilangan “APA” masih ada “SIAPA” yang akan membantumu. Jadi, PERBANYAKLAH teman, JAUHI permusuhan… 3. Jangan bodoh dengan CEMBURU dan membandingkan yang dimiliki orang lain, BERSYUKURLAH dengan apa yang telah kalian terima. Karena semuanya akan ditanya DARIMANA kamu dapatkan dan UNTUK APA dibelanjakan.
4. Ingat orang KAYA bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan harta yang paling banyak, tetapi adalah dia yang PALING “SEDIKIT” MEMERLUKAN hartanya, sehingga masih sanggup MEMBERI kepada sesamanya.

Kebaikan Kecil Berdampak Besar Bagi Orang Lain…

Alkisah; Suatu hari Hamdan dan anaknya berdiri mengantre unutk membeli karcis pertunjukan sirkus. Ketika mereka menunggu, mereka memperhatikan keluarga yang tepat berada di depan antrian mereka. Orang tuanya berpegangan tangan dan mereka memiliki delapan anak berderet, semuanya bertingkah laku baik dan kemungkinan semuanya berumur di bawah 12 tahun.

Berdasarkan pakaian mereka yg sederhana namun bersih, Hamdan dan anaknya menduga bahwa mungkin mereka tidak kaya. Anak-anaknya asik berceloteh tentang hal-hal yang menarik yang ingin mereka lihat dan Hamdan bisa melihat bahwa sirkus merupakan pengalaman baru bagi anak-anak ini.
Ketika pasangan ini mendekati loket, seorang penjaga bertanya berapa tiket yang mereka mau beli. Si pria menjawab dengan bangga: “saya mau beli delapan tiket anak-anak dan dua tiket orang dewasa supaya saya bisa membawa seluruh keluarga saya melihat pertunjukan sirkus” Ucap Si pria ini dengan bangga.

Ketika pengjaga menyebutkan harganya, istri pria itu melepaskan tangganya dan kepalanya terkulai. Pria itu mendekati loket dan bertanya,”Berapa kamu tadi bilang?” Si penjaga menyebutkan lagi jumlahnya. Jelaslah pria itu tidak punya cukup uang. Ia kelihatan terpukul.

Hamdan melihat semua kejadian ini, memasukan tangang ke kantongnya, mengambil selembar uang 100 ribuan dan menjatuhkannya di tanah, lalu Hamdan menunduk ke bawah, mengambil uang itu, lalu menepuk bahu pria itu dan berkata, “Maafkan saya, uang ini terjatuh dari dompet Anda”

Pria itu tahu apa yang sedang terjadi. Ia melihat langsung ke mata Hamdan, memegang tanganya, dan menyalaminya, dan dengan air mata mengalir di pipinya, ia berkata “Terimakasih, terimakasih. Ini sungguh berarti bagi saya dan keluarga saya, sekali terimakasih…”

Hamdan dan anaknya kembali ke mobil mereka dan pulang. Lalu anaknya Hamdan berkata “Saya bangga punya Ayah seperti Ayah, perbuatan ayah akan selalu menjadi contoh dalam perjalan hidup ku…”

Kamis, 09 Agustus 2012

3 Macam Orang Yang Tidak diTolak Doanya

anak-kecil-shalat

Assalamu'alaikum Warohmatullah Wa Barokatuhu

Tirmidzi dan Ibnu Majjah meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda :
" Tiga macam orang yang tidak di tolak doanya : pertama adalah Orang yang berpuasa hingga ia berbuka, Kedua adalah Imam Yang adil dan Ketiga adalah doa orang yang teraniyaya. "

Tirmidzi menggolongkan hadis di atas sebagai hadis Hasan.

Terkabulnya dia juga mememiliki beberapa sarat dan ketentuan sesuai dengan yang diajarkan oleh baginda Nabi saw.
Berikut adalah Beberapa Syarat Terkabulnya Doa seorang Muslim.

Pertama, ikhlas. Ibnu Katsir mengatakan bahwa setiap orang yang beribadah dan berdo’a hendaknya dengan ikhlas serta menyelisihi orang-orang musyrik dalam cara dan madzhab mereka2.

Kedua, ittiba’ kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, termasuk dalam segala bentuk ibadah.  Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS. Al Ahzaab 21)

Ketiga, yakin bahwa do’anya akan dikabulkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berdo’alah kalian kepada Allah dalam keadaan yakin akan terkabulnya do’a itu” (HR. Tirmidzi). Jika seorang hamba berdo’a kepada Allah sementara ia tidak yakin Allah akan mengabulkan do’anya, maka itu adalah sebuah kesia-siaan. Umar Ibnul Khattab pernah mengatakan, “Aku tidak membebani diriku dengan keinginan untuk terkabulnya do’a. Aku hanya ingin berharap agar tetap bisa berdo’a”3. Allah berfirman (yang artinya), “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (QS. Ghafir  60).

Keempat, kekhusyukan di hadapan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan do’a dari seseorang yang lalai dan tidak serius” (HR. Tirmidzi). Seringkali seseorang berdo’a setelah sholat namun tidak merasakan apa yang diucapkannya.
Seorang tabi’in pernah mengatakan, “Sungguh, aku tahu kapan do’aku akan dikabulkan”. Mereka bertanya, “Bagaimana itu bisa?” Ia menjawab, ”Jika hatiku telah khusyuk, kemudian badanku juga ikut khusyuk, dan akupun mengalirkan air mata. Ketika itulah aku mengatakan do’aku ini akan dikabulkan4.
Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Tahukah kalian bagaimana seharusnya seorang muslim berdo’a?” Mereka bertanya, “Bagaimanakah itu wahai Imam?” Beliau menjawab, “Tahukah kalian bagaimana seseorang yang berada di tengah gelombang lautan, sementara ia hanya memiliki sebatang kayu, dan iapun akan tenggelam? Kemudian orang ini berdo’a dengan mengatakan, ‘Ya Rabbi, selamatkanlah aku! Ya Rabbi, selamatkanlah aku!’ Maka demikianlah seharusnya seorang muslim berdo’a (kepada Allah)5. Hal ini memperlihatkan bahwa sudah selayaknya seorang hamba yakin bahwa tidak ada lagi yang mampu menyelamatkannya selain Rabbnya sehingga ia akan kembali kepada-Nya dalam keadaan apapun dan berdo’a kepada-Nya karena rasa membutuhkan yang lahir dari kelemahan diri. Allah berfirman (yang artinya), “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan jika ia berdo’a kepada-Nya…” (QS. An Naml 62).

Kelima, tidak isti’jal (tergesa-gesa minta cepat terkabulnya do’a). Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Akan dikabulkan do’a seseorang di antara kalian sepanjang ia tidak tergesa-gesa. Ia berkata, ‘Aku telah berdo’a dan berdo’a, namun aku tidak melihat terkabulnya do’aku’, sehingga iapun tidak lagi berdo’a” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Orang yang tergesa-gesa dalam berdo’a kemudian meninggalkannya karena merasa tak juga dikabulkan do’anya bagaikan orang yang menanami ladangnya dengan menabur benih. Namun ketika benih itu mulai tumbuh, ia mengatakan, “Agaknya benih-benih ini tidak akan tumbuh”, dan kemudian ia meninggalkannya begitu saja.
Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, apakah hamba-Ku berdo’a kepada-Ku?” Jibril menjawab, “Ya”. Allah bertanya lagi, “Apakah ia menghiba kepada-Ku dalam meminta?” Jibril menjawab, “Ya”. Maka Allah berfirman, “Wahai Jibril, tangguhkanlah (pengabulan) permintaan hamba-Ku, sebab Aku suka mendengar suaranya6.

Keenam, hanya makan yang halal, termasuk di dalamnya adalah menghasilkan harta dari sesuatu yang halal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak akan menerima selain yang baik. Allah memerintah orang-orang mukmin seperti apa yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul” (HR. Muslim, Tirmidzi). Dalam firman-Nya, Allah memerintahkan (yang artinya), “Hai Rasul-rasul, makanlah dari makanan yng baik-baik, dan kerjakanlah amal sholih…” (QS. Al Mu’minuun 51).

Ketujuh, tidak berdo’a untuk sesuatu yang berdosa. Dari Abu Said, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila seorang muslim berdo’a dan tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan dikabulkan oleh Allah salah satu dari tiga: Akan dikabulkan do’anya, atau ditunda untuk simpanan di akhirat, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya” (HR. Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/478)7.

Kedelapan, husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah bahwa Dia akan mengabulkan do’a kita. Kalaupun  tak dikabulkan, itu karena hikmah yang Allah lebih mengetahuinya. Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman (yang artinya), "Aku bergantung prasangka hamba-Ku kepada-Ku" (HR Bukhari).

Sekian, semoga bisa menjadi pelajaran kita bersama, untuk bisa menjadi lebih baik kedepannya.

Waasalamu'alaikum Warohmatullah Wa Barokatuhu

Rabu, 08 Agustus 2012

Hukum Makan Makanan karna Lupa Saat Berpuasa

puasa

Assalamu'alaikum Warohmatukkah Wa Barokatuhu.
Berikut adalah hukum makan pada saat berpuasa karna lupa, yang saya kutip dari kitab kuning Kifayatul Akhyar, semoga bermanfaat bagi kita untuk bisa menjadi lebih baik lagi menjalankah ibadah puasa.
Berikut adalah petikannya .
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Andai kata ada seseorang makan makanan dalam keadaan lupa, sementara ia dalam keadaan lupa, maka puasanya tidak batal. Di dalam sebuah hadis yang terdapat di dalam kita Shahih bBukhari dan Shahih Muslim desebutkan demikian .
" Barang siapa lupa dalam keadaan berpuasa, kemudian dia makan atau minum, hendaknya dia tetap melanjutkan puasanya. Sebenarnya orang itu telah diberi makan oleh Allah Ta'ala"

Cabang permasalahan
Andaikata makananya atau minumnya banyak, terdapat dua pendapat. Menurut qaul yang dianggap ashah oleh Imam Rafi'i, batal puasanya. Karna makan banyak dalam keadaan berpuasa jarang sekali terjadi. Dari itu pula kita menghukumkan batalnya shalat karena berbicara banyak, meskipun dalam  keadaan lupa.

Menurut qaul yang dianggap ashah oleh Imam An-Nawawi, tidak batal puasanya. Berdasarkan keumuman hadis. Dan puasa tidak boleh disamakan dengan shalat. Letak perbedaannya, kalau shalat mempunyai banyak perbuatan dan ucapan (gerakan shalat dan bacaanya shalat) yang dapat mengingatkan orang kepada shalat itu sendiri. Jadi jarang sekali terjadi orang yang makan dalam keadaan shalat. Sedangkan puasa pula lain halnya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk lebih detailnya silahkan buka kitab Kifayatul Akhyar, karangan Imam Taqiyuddin Abubakar Bin Muhammad Alhusaini, atau silahkan follow blog ini insyaAllah kedepannya banyak posting yang akan saya kutip dari kitab ini.

Wassalamu'alaikum Warohmatullah Wa Barokaatuhu

Raksasa dan Sufi

Seorang Guru Sufi sedang berkelana seorang diri melewati daerah pegunungan yang tandus, tiba-tiba ada raksasa perampok menghadangnya, “Akan kuhabisi kau,” ancam makhluk itu.

“Begitukah? Coba kalau bisa,” jawab Sang Guru, “Aku lebih kuat dari dugaanmu, dan akan mengalahkanmu.”

“Banyak cakap,” kata raksasa itu. “Kau seorang Guru Sufi, hanya mengerti hal-hal spiritual. Mana mungkin kau bisa menghentikanku, sebab tenagaku dahsyat dan aku tiga puluh kali lebih besar darimu,”

“Kalau kau sungguh ingin adu kuat,” tantang Sufi itu, “Mari kita lihat siapa yang sanggup memeras air dari batu.”
Diambilnya batu kecil dan diberikannya kepada setan itu. Betapa kerasnya mencoba, raksasa itu gagal. “Hal itu mustahil, tak ada air dalam batu ini. Tunjukkan padaku jika ada.”

Dalam keadaan remang-remang, guru itu menggenggam batu itu, mengambil sebutir telur dari sakunya, lalu membenturkan keduanya; ia bersikap seolah-olah sedang memeras batu. Raksasa itu ternganga: sebab orang sering kali takjub pada hal-hal yang tak mereka pahami, dan benar-benar menilainya tinggi, lebih tinggi dari semestinya.

“Aku harus memikirkan kembali peristiwa ini,” kata raksasa itu, “Singgahlah sebentar saja di guaku, malam ini kujamu kau!”

Sang Sufi mengikutinya ke sebuah gua yang luas sekali, penuh dengan barang-barang berharga milik ribuan musafir yang terbunuh oleh raksasa itu, laksana keadaan dalam gua Aladin.

“Berbaring dan tidurlah di sampingku,” kata raksasa itu, “Besok pagi baru kita berbincang-bincang.” Makhluk itu juga berbaring dari sekejap tertidur pulas.

Guru itu—menyadari adanya muslihat—bergegas bangkit dan bersembunyi di tempat yang aman dari raksasa itu. Sebelumnya, ia mengatur tempat tidurnya agar tampak seakan ia masih rebah.

Tidak lama kemudian, raksasa itu bangun. Dengan sebelah tangan, dipungutnya batang pohon yang ada di dekat tempat itu, lalu tiba-tiba dihantamkannya batang pohon itu sebanyak tujuh kali dengan keras pada sosok di tempat tidur sang Sufi. Kemudian, ia tidur lagi.

Guru itu kembali ke tempatnya, berbaring, dan berseru pada raksasa itu, “Hoi raksasa! Memang gua ini nyaman, tetapi seekor nyamuk telah menggigitku tujuh kali. Lakukanlah sesuatu untuk menangkap nyamuk itu.”

Keluhan ringan tersebut menggentarkan si raksasa dan muncul keraguan untuk menyerang Sufi itu lagi. Bagaimanapun, bila seorang dipukul tujuh kali sekuat tenaga dengan batang pohon oleh raksasa, orang itu seharusnya sudah…

Pagi harinya, raksasa itu melemparkan sebuah kantong air dari kulit lernbu pada Sang Sufi lalu berkata, “Pergilah mengambil air untuk sarapan, supaya kita bisa minum teh.”

Alih-alih menggunakan kantong air itu (yang tentu sangat berat untuk diangkat), guru itu berjalan ke sungai yang terdekat dan mulai menggali saluran kecil menuju gua.

Raksasa sudah kehausan, dan bertanya “Mengapa kau tidak bawa airnya?”

“Bersabarlah, temanku. Aku sedang membuatkanmu saluran air. Dengan begitu, air segar akan langsung menuju mulut gua, dan kau tidak usah lagi minum air dari kulit lembu.”

Tetapi raksasa itu pun sudah terlampau haus untuk menunggu. Ia pergi ke sungai dan mengisi sendiri kantong airnya. Ketika teh selesai dibuat, ia minum beberapa galon, dan kemampuan berpikirnya jadi lebih baik. “Jikalau kau memang demikian perkasa—dan sudah kusaksikan itu—tak sanggupkah kau menggali saluran itu secepat mungkin, bukannya jengkal demi jengkal?”

“Sebab,” kilah guru itu, “Sesuatu yang berharga barulah sungguh-sungguh berharga bila dilakukan dengan upaya sekecil mungkin. Semua hal punya ukuran upaya masing-masing. Dan aku melakukan upaya seminim mungkin untuk menggali saluran ini. Lagipula, aku tahu bahwa kau adalah mahluk yang terpenjara dalam kebiasaan sehingga kau akan selalu menggunakan kantor air dari kulit lembu.”

Gadis Cerdas, Gadis Impian

Ada seorang pemuda Arab yang tampan, shalih, dan sangat cerdas. Dia ingin menikah dengan seorang gadis shalihah dan cerdas seperti dirinya. Maka, mulailah dia mengembara dari satu kabilah ke kabilah lain, untuk mencari gadis impiannya.

Suatu ketika, dia berjalan menuju kabilah di Yaman. Di tengah perjalanan, di berjumpa dengan seorang lelaki. Akhirnya, dia berjalan bersama lelaki itu.

Pemuda itu menyapa,“Hai Tuan, apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?”

Spontan lelaki itu menjawab,“Hai bodoh, kau ini bagaiman? Aku menunggang kuda dan kau menunggang kuda. Bagaimana kita bisa saling membawa?”

Pemuda itu diam saja mendengar jawaban lelaki itu.

Kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Lalu, mereka melewati sebuah kampung. Kampung itu yang dikelilingi oleh kebun yang sudah tiba masa panennya.

Pemuda itu bertanya,“Menurutmu, buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya, atau belum, ya?”

Seketika, lelaki itu menjawab,“Pertanyaan itu aneh sekali! Kamu sendiri melihat dengan mata kepalamu, buah-buahan itu masih ada di pohonnya dan belum dipanen, kok kamu bertanya, apakah buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya atau belum?”

Pemuda itu hanya diam dan tidak menjawab perkataan lelaki itu.

Kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Baru sebentar berjalan, mereka bertemu dengan orang-orang yang sedang mengiring jenazah.

Pemuda itu berkata,“Menurutmu, yang diiring dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati, ya?”

Lelaki itu menjawab,“Aku semakin tidak paham denganmu. Aku tidak pernah menemukan pemuda yang lebih bodoh darimu. Ya, jelas! Jenazah itu akan dibawa untuk dikuburkan. Tentu dia sudah mati.”

Pemuda itu kembali diam dan tidak menjawab sepatah kata pun atas komentar lelaki itu. Akhirnya, keduanya sampai di rumah lelaki itu. Dia mengajak pemuda itu menginap di rumahnya. Dia merasa kasihan, sebab pemuda itu terlihat sudah sangat letih.

Lelaki itu memiliki seorang anak gadis yang sangat cantik.

Begitu tahu ada seorang tamu menginap, anak gadisnya itu bertanya,”Ayah, siapa dia?”

“Dia itu pemuda paling bodoh yang pernah aku temukan,” jawab ayahnya.

Anak gadis itu malah penasaran. Dia mengejar dengan pertanyaan berikutnya,”Bodoh bagaimana?”

Ayahnya langsung menceritkan awal pertemuannya dengan pemuda itu dan segala perkataan serta pertanyaannya.

Mendengar cerita ayahnya, anak gadis itu berkata,”Ayah ini bagaimana? Dia itu tidak bodoh. Justru dia sangat cerdas dan pandai. Kata-katanya mengandung makna yang tersirat. Ketika dia mengatakan ‘Apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?’, sebenarnya maksudnya adalah,‘Apakah kita bisa saling berbincang-bincang sehingga bisa membawa suasana yang lebih akrab?’ Ketika dia mengatakan,“Buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya atau belum?’ Ia memaksudkan,‘Apakah pemiliknya sudah menjualnya, pemiliknya tentu menerima uangnya dan membelanjakannya untuk makan dia dan keluarganya. Kemudian, ketika dia bertanya,‘Apakah jenazah di dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati?‘ Maksudnya,‘Apakah jenazah itu memiliki anak yang bisa melanjutkan perjuangannya atau tidak?’

Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya, lelaki itu keluar dan menemui pemuda itu. Dia meminta maaf atas perkataannya yang membodoh-bodohkan pemuda itu. keduanya lalu berbincang-bincang.

Lelaki itu berkata,”Sekarang aku baru tahu apa maksud pertanyaan-pertanyaanmu dalan perjalan tadi.”

Lalu, dia menjelaskan seperti yang di katakan putrinya.

Mendengar itu sang pemuda bertanya,“Saya yakin itu bukan lahir dari pikiranmu sendiri dan bukan perkataanmu, demi Allah, katakanlah padaku siapa yang mengatakannya?”

“Yang mengatakan hal itu adalah putriku,” jawab lelaki itu.

Spontan pemuda itu berkata,“Apakah kau mau menikahkan aku dengan putrimu?”

“Ya”

Begitulah, setelah melalui pengembaraan panjang, akhirnya pemuda itu menemukan pendamping hidup yang dia impikan.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Aku Yang Salah

Aku yang salah sebuah kalimat yang pendek namun penuh kekuatan. Bila semua orang mau berkata aku yang salah maka dunia akan damai!

Sayang sekali yang kerap terjadi adalah " Engkau yang salah!" Sebab semua orang merasa dirin
ya benar, bahkan salah pun masih merasa benar.

Semua orang cenderung saling menuduh dan menyalahkan. Tak ada yang merasa diri bersalah. Inilah facktor terjadinya konflik, perseteruan sampai pada peperangan. Banyak masalah kecil menjadi serius, yang sederhana jadi rumit, yang gampang jadi jalan buntu!
Kalau kita mau mengaku salah, banyak persoalan dapat terselesaikan dengan baik. Banyak kesulitan dan musibah dapat dihindari. Banyak kemelut dapat dipadamkan.

Berkata aku yang salah bukanlah orang lemah, bodoh atau frustrasi sebaliknya adalah orang yang bijak dan berani.

Orang yang tidak salah, namun berkata aku yang salah adalah orang yang luar biasa! Orang yang berani berkorban dan bertanggung jawab. Orang yang cinta damai, yang mau menyelesaikan masalah dan berpikir demi kepentingan orang banyak.

"Aku yang salah" sebuah kata-kata yang menyejukkan hati, menggugah nurani, membangkitkan rasa hormat. Tutur kata orang yang berjiwa besar…

Patung Yang Paling Berharga

Orang yang paling berharga bisa jadi sangat tidak pandai berbicara. Langit memberikan kita dua telinga dan satu mulut karena satu alasan, banyaklah mendengar dan sedikit berbicara. Mendengar secara intensif adal
ah kualitas paling mendasar bagi kedewasaan seseorang.

“Tiga Patung Kecil” merupakan sebuah teka-teki. Patung pertama, masuk telinga satu keluar ke telinga lainnya. Patung kedua, seorang yang suka bergosip. Patung ketiga, dia mendengar namun tidak berbicara, berarti dia mendengarkan dengan baik, namun tidak bergosip.

Dahulu kala, seorang raja dari negara kecil ingin memberikan persembahan kepada kaisar Tiongkok, kemudian dia mengirimkan utusan dengan membawa tiga patung emas. Ketiga patung ini begitu indah, sehingga kaisar sangat gembira menerimanya. Namun demikian raja negara kecil itu meminta kaisar untuk memastikan patung mana yang paling berharga.

Kaisar berpikir keras berbagai cara mencari jawabannya, bahkan bertanya pada seorang ahli perhiasan untuk meneliti ketiga patung yang begitu identik baik penampilan, berat, disain dan hasil pengerjaannya. Kaisar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Diluar istana, sang utusan menunggu jawaban dari kaisar.

Kekaisaran besar seperti Tiongkok ini jika tidak punya cara untuk memastikannya, maka sungguh memalukan!

Akhirnya, ada seorang menteri tua yang mengaku tahu cara memastikan patung mana yang paling berharga. Kaisar mempersilakan menteri tua dan sang utusan ke balairung istana. Menteri tua itu dengan percaya diri mengeluarkan tiga batang jerami. Kemudian dia memasukkan sebatang jerami ke telinga patung pertama, ternyata batang jerami itu menembus keluar lubang telinga satunya.

Kemudian dia mengambil batang jerami kedua dan memasukkannya ke telinga patung kedua, batang jerami itu menembus keluar mulut patung tersebut. Dan terakhir, dia memasukkan batang jerami ketiga pada lubang telinga patung terakhir, dan ternyata menembus keluar perut patung tersebut. Kemudian menteri tua itu berkata bahwa patung ketigalah yang paling berharga. Sang utusan terdiam, karena jawabannya adalah benar.

Beban Dalam Kehidupan

Materi yang berada di tingkat manusia adalah yang paling kotor, dan tidak akan dapat dibawa ke surga. Manusia selalu mengejar kebahagiaan, tetapi tidak ada seorang manusia pun yang bisa terbebas dari lahir, tua, sakit, mati ataupun menghindari kesengsaraan.

Hanya dengan berkultivasi untuk melepaskan semua beban keterikatan dalam dunia, barulah bisa mencapai kebahagian di seberang sana.

Jika seseorang memiliki terlalu banyak benda-benda yang tidak dapat dia lepaskan, maka semua benda yang tidak dapat dilepaskan itu akan menjadi beban yang menempel pada tubuhnya. Beban semakin berat maka langkahnya akan semakin lamban.
Tetapi manusia sendiri tidak akan merasakan beban yang dipikulnya. Sebaliknya, beban-beban ini merupakan benda yang dianggap sangat penting bagi manusia. Benda itu adalah beban yang tidak dapat ditinggalkan dan dilepaskannya, bahkan kehilangan sedikit saja akan merasa sangat berat.

Buntalan beban yang dipikul setiap orang belum tentu sama. Ada orang yang dapat melangkah dengan cepat, ada pula orang yang melangkah dengan lamban. Apabila beban yang dipikulnya terlalu berat, maka tentu langkahnya tidak bisa cepat.

Sebenarnya apa isi dari buntalan beban itu? Ada yang disebut harta, ada yang disebut nama, ada yang disebut berbagai jenis budi manusia, ada yang disebut harga diri, ada yang disebut selera, ada yang disebut nafsu, ada pula yang disebut “konsep” yang terbentuk pada manusia. Pokoknya semua ini adalah tujuh perasaan dan enam nafsu manusia. Kesemuanya ini merupakan untaian rantai-rantai yang membelenggu manusia.

Manusia menikmati hidup dengan cara manusia, senang memisahkan diri dengan orang lain, senang jika diri sendiri mendapatkan lebih banyak dari orang lain, ingin diri sendiri lebih baik daripada orang lain, senang mendengarkan kata-kata yang enak didengar, senang dengan kenyamanan. Inilah manusia, menjadi manusia biasa memang demikian.

Kebaikan yang dilakukan antar manusia adalah demi mendapatkan, kejahatan yang dilakukan antar manusia juga demi tidak kehilangan. Manusia selalu mengharapkan lebih baik orang lain yang terluka daripada diri sendiri; Manusia lebih baik mati daripada harus melepaskan beban yang berada di atas tubuhnya.

Tetapi beban-beban tersebut sebenarnya bukan milik “manusia”. Tak peduli manusia menganggap dirinya bagaimana, fungsi satu-satunya dari beban-beban ini adalah membelenggu manusia, bahkan akan menekan manusia hingga runtuh. Tetapi ketika manusia akan meninggal dunia, tidak ada satu pun dari benda-benda yang “paling tak dapat dilepaskan” ini yang akan menyertainya pergi, tetapi hutang dan waktu yang tersia-siakan demi untuk mendapatkan beban-beban ini akan selalu menyertai manusia.

Akhirnya, apa yang didapatkan oleh manusia? Ada orang yang memiliki beban sangat berat, menekan manusia hingga membuat manusia tak dapat bernapas. Walaupun manusia ingin melepaskan beban-beban itu juga sudah tidak ada tenaga untuk mengerakkan tubuhnya; Ada beban yang dipikul orang tampak seperti terbungkus kain yang berlapis-lapis, melepaskan kain yang satu dan masih terbelenggu kain yang lain.

Ada pula orang yang sudah merasa lelah, memanggul beban dengan sikap apatis, meratapi diri dengan menghela napas, namun masih juga tidak rela menghabiskan tenaga dan energi untuk melepaskan tali yang melilit di tubuhnya.