Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Jumat, 31 Mei 2013

Pendapat atau Opini

Berikan pertimbangan terhadap pendapat orang lain. Tetapi jangan biarkan hanya pendapat tersebut dapat menjadi kenyataan kita.

Pendapat yang berharga, namun mereka jauh dari sempurna. Yang terpenting bukanlah apa yang orang lain mungkin berpikir, melainkan cara kita memilih untuk menjalani hidup kita.

Pendapat mudah untuk di adopsi, dibuat dan dibuang. Namun substansi nyata kehidupan adalah dalam tindakan, komitmen, ketekunan dan pengalaman, tidak dalam pendapat yang renggang.

Hal ini baik untuk memiliki pendapat yang kuat. Pastikan pendapat mereka bukan pengganti untuk hidup aktif, kaya dan bermakna.

Kebanyakan pendapat, terutama yang didasarkan pada apa yang telah terjadi. Ada banyak pendapat di seluruh alam semesta ini, dan kemungkinan pendapat tersebut gagal untuk memperhitungkan.

Fokus pada yang terbaik dari kemungkinan mereka, dan bekerja untuk membuat mereka nyata. Bukan kotak oleh suatu pendapat, dibebaskan oleh kreasi kita, tapi fakta-fakta baru dan indah.

>> follow @CepPangeran

Kekuatan Perasaan

Kita bisa merasa nyaman tanpa alasan sama sekali. Bahkan, kita dapat memilih untuk merasakan cara apapun yang kita inginkan setiap saat dan dalam situasi apapun.

Apa pun yang kita inginkan, kita inginkan karena cara berfikir kita akan membuat kita merasa baik. Apa pun yang kita hindari, maka kita menghindari karena kita tidak ingin mengalami perasaan yang tidak baik.

Namun faktanya adalah apakah perasaan kita tidak dikendalikan oleh keadaan kita. Perasaan adalah deterministik bagaimana kita memilih untuk menanggapi berbagai situasi dan peristiwa.

Perasaan kita di setiap saat adalah milik kita untuk memilih. Kita dapat memilih untuk merasakan realitas indah impian kita yang paling berharga jauh sebelum mimpi-mimpi telah sepenuhnya dicapai.

Dan ketika kita melakukannya, maka kita menempatkan diri secara positif. Tempat yang kuat dari mana kita pasti bisa membuat mimpi-mimpi yang nyata, ketika kita merasa baik tanpa alasan, maka kita segera mulai menciptakan sebuah alasan.

Pilihlah setiap hari untuk merasakan cara kita ingin merasa, tidak peduli apa yang terjadi di sekitar kita. Dan biarkan perasaan menarik kita ke arah pemenuhan takdir kita sendiri.

>> follow @CepPangeran

Kamis, 30 Mei 2013

Syalawat Imam Syafi'i

Salam alaikum Sobat Ruang, pada kesempatan yang bahagia ini, alhamdulillah saya berkesempatan share postingan baru dengan judul Syalawat Imam syafi'i. Syalawat ini terdapat dalam kitab Al Risalah karangan beliau.

Tapi sebelumnya, berikut beberapa riwayat dari keagungan selawat ini,
Baca Juga kisah menarik tentang Imam syafi'i ditangkap


Al- Mazani bertutur sebagai berikut: Saya bermimpi melihat Imam Al-Syafi’i. Lalu saya bertanya pada beliau, "Apa yang telah diperbuat Allah terhadap diri Anda?"

Beliau menjawab, Allah telah mengampuni diriku berkat shalawat yang aku cantumkan di dalam kitab Al-Risalah, yaitu: Allahumma shalli ‘ala Muhammadin kullama dzakaraka al-Dzakiruna wa Shalli ‘ala Muhammadin kullama ghafala ‘an dzikrik al-Ghafiluna.”

Sementara itu, Imam Al-Ghazali di dalam kitab Al-Ihya’ menuturkan hal berkut: Abu Al-Hasan Al-Syafi’i menuturkan, "Saya telah bermimpi melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu saya bertanya, "Ya Rasulullah, dengan apa Al-Syafi’i diberi pahala dari sebab ucapannya dalam kitab Al-Risalah: Washallallahu ‘ala muhammaddin kullama dzakara al-Dzdakirun waghafala ‘an dzikrik al-ghafilun?’ Rasulullah menjawab: ‘la tidak ditahan untuk dihisab."‘

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: "Mimpi baik yang berasal dari seorang yang shalih adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian." (HR Bukhari 6468)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim; Telah menceritakan kepada kami Rauh; Telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Ishaq; Telah menceritakan kepadaku Abu Az Zubair bahwa dia mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa bermimpi melihatku dalam tidurnya, maka sesungguhnya dia benar-benar melihatku; karena setan itu tidak dapat menyerupai bentukku." (HR Muslim 4210)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Shabbah Telah menceritakan kepada kami Mu’tamir aku mendengar Auf telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sirin bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika akhir zaman semakin mendekat, mimpi seorang mukmin nyaris tidak bohong, dan mimpi seorang mukmin adalah satu bagian dari empat puluh bagian kenabian, dan apa yang berasal dari kenabian tentu tidaklah bohong. (HR Bukhari 6499)

Berikut adalah Syalawat imam Syafi'i

Pertama :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ لَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا أَمَرْتَ بِالصَّلاَةِ عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُصَلَّى عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا تَنْبَغِي الصَّلاَةُ عَلَيْهِ. 

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebanyak jumlah orang yang bershalawat kepadanya, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebanyak jumlah orang yang tidak bershalawat kepadanya, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana shalawat yang Engkau perintahkan kepadanya, lim-pahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana Engkau suka agar dibacakan shalawat atasnya, dan limpahkanlah pula shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana selayaknya ucapan shalawat atasnya. "

Kedua :

صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ كُلَّما ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ. 

 Artinya: "Ya Allah, limpakanlah shalawat atas Nabi kami, Nabi Muhammad, selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan untuk menyebut-Mu."


Keterangan :

Berkaitan dengan redaksi shalawat pertama di atas telah diceritakan di dalam syarah atas kitab Dala’il Khairat, Syaikh Abul Abbas Ibn Mindil menyebutkan dalam kitab Tuhfah al-Maqashid bahwa Imam al-Syafi’i pernah diimpikan oleh seseorang, lalu orang itu bertanya kepadanya, "Apa yang telah diperbuat Allah atas diri Anda?” Imam al-Syafi’i menjawab, Allah telah mengampuni diriku." "Dengan amal apa?" orang itu bertanya lagi. "Dengan lima kalimat yang aku pergunakan untuk bershalawat kepada Nabi" Jawab Imam al-Syafi'i. "Bagaimana redaksinya?" Lantas beliau mengucapkan shalawat tersebut di atas.
Sedangkan berkaitan dengan redaksi shalawat kedua, Imam al-Muzaniy bertutur sebagai berikut: Saya bermimpi melihat Imam al-Syafi’i. Lalu saya bertanya pada beliau, "Apa yang telah diperbuat Allah terhadap diri Anda?" Beliau menjawab, Allah telah mengampuni diriku, memberikan kasih sayang kepadaku dan meninggikan derajatku di surga berkat shalawat yang aku cantumkan di dalam kitab Al-Risalah, yaitu:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ .

Tatkala di pagi hari aku lihat kitab al-Risalah, maka aku temukan shalawat yang disebutkan oleh Imam al-Syafii.[1] Pada shalawat kedua ini terdapat sedikit perbedaan redaksi dari yang disebutkan oleh Imam Abdullah Ibn Hakam.
by H. Rizki Zulqornain Asmat

[1] Imam Muhammad Ibn Ya’qub al-Fairuz al-Abadiy, al-Shilat Wa al-Bisyar Fi Shalat Ala Khair al-Basyr (Beirut: Dar al-Kutub 1985) h. 162; Syaikh Yusuf Ibn Ismail al-Nabhaniy, Afdhal al-Shalawat Ala Sayyid al-Sadat (Beirut: Dar al-Fikr 2004) h. 78-79.

[2] Imam Muhammad Ibn Muhammad al-Ghazaliy, Ihya Ulumiddin vol. 1 (Beirut: Dar al-Fikr 1990) h. 313.

Sumber :
               - http://yayasanalmuafah.wordpress.com/2012/09/14/shalawat-imam-syafii-radiyallahu-anhu/
               - http://mutiarazuhud.wordpress.com/2013/05/20/janganlah-ikut-dihalau/

Demikian postingan shalawat Imam Syafi'i, semoga bermanfaat, Wassalamualaikum

Kekuatan Perhatian

Jika kita takut sesuatu dengan intensitas dan ketekunan, maka itu akan menjadi nyata dalam hidup kita. Jika kita menginginkan sesuatu dengan intensitas dan ketekunan, maka apa yang kita inginkan akan menjadi nyata dalam hidup kita.

Ketika kita memfokuskan perhatian dan energi kita pada sesuatu, maka ia akan tumbuh lebih kuat. Jadi, jauh lebih baik untuk memusatkan perhatian pada apa yang positif dan diinginkan kita.

Apakah kita melihat dunia dalam hal keterbatasan kita? Kemudian keterbatasan mereka memang akan menahan kita. Sebaliknya, berhubungan dengan dunia dari perspektif kemungkinan terbaik. Kemungkinan mereka dan kita, pasti akan membawa ke kehidupan.

Itu tidak berarti jika kita mengabaikan hal negatif atau tidak berpura-pura hal itu tidak ada. Akui dan terima kenyataan, kemudian mengarahkan energi kita ke arah kemungkinan yang positif.

Perhatian kita akan memberikan kekuatan untuk apa pun dapat di fokuskan. Memilih untuk fokus dengan cara kita dengan menggerakkan hal positif untuk dapat maju.

>> follow @CepPangeran

Rabu, 29 Mei 2013

KITAB PUASA [BAG.1]


Salam Alaikum Sobat Ruang, berhubung sebentar lagi kita akan menjalani puasa ramadhan yang insyaAllah jatuh pada tanggal 9 Juli 2013, untuk menyegarkan kembali ingatan, berikut saya share KITAB PUASA  yang membahas berbagai hal tentang puasa yang saya kutipkan dari Kitab Kifayatul Akhyar, semoga bermanfaat.

KITAB PUASA

Berkata Syaikh Abu Syujak
Syarat-syarat wajib puasa itu ada 3, yaitu pertama adalah beragama Islam, Baligh dan Berakal.

Shaum menurut lughat artinya menahan diri dari sesuatu. Firman Allah

“Sesungguhnya aku bernazar karena Allah, Untuk menahan diri dari bercakap dengan orang” (maryam : 26)

Adapaun shaum menurut syarak artinya menahan diri yang tertentu, oleh orang yang tertentu dalam waktu yang tertentu.
Kemudian ketentu wajibnya berpuasa itu adalah berdasarkan kitab Alquran, Sunnah dan Ijmak Ulama. Di dalam Alquran Allah berfirman :

“Barang siapa diantara kamu melihat bulan tanggal baru, maka hendaklah berpuasa” (Al-baqarah :158)

Didalam hadis dikatakan : Islam didirikan atas lima perkara.  Yang didalamnya disebutkan “puasa Ramadhan”. Dan ijmak telah menetapkan wajibnya puasa Ramadhan.

Kemudian kewajiban puasa tersebut berkaitan dengan orang yang Islam, baligh, Berakal dan (berkuasa)Mampu. Jadi puasa tidak wajib bagi orang kafir. Puasa tidak sah jika dari orang kafir, karena orang kafir bukan termasuk ahli ibadah.

Puasa juga tidak wajib atas anak kecil dan orang gila. Karena sabda Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasalam :

“Qalam pencatat amal telah diangkat dari tiga macam orang, yaitu, anak kecil, orang gila dan orang yang tertidur”

Adapun bagi orang yang sama sekali tidak kuat berpuasa, atau kuat tetapi andaikata diteruskan akan membawa bahaya atau sakit yang tidak dapat ditanggung karena sebab tuannya atau karena sakit yang tidak lagi dapat diharapkan kesembuhannya, maka orang tersebut tidak wajib berpuasa.

Benar tidak wajib berpuasa, akan tetapi orang tersebut wajib  membayar satu mud bahan makanan sebagai gantinya puasa satu hari menurut qaul yang ashah, jika orangnya mampu membayar. Jadi andaikata orang itu tidak mampu membayar ketika itu, tetapi dikemudian hari mampu, apakah wajib dia mambayar mud? Ada dua qaul sebagaimana yang ada di dalam masalah kaffarah jimak ketika orangnya tidak mampu lalu kemudian mampu. Wallahu’alam

Berkata Syaikh Abu Syujak :
Fardhu-fardhu puasa itu ada lima, yaitu pertama Niat, Menahan diri dari makan, Menahan diri dari minum, menahan diri dari Jimak.

Puasa orang tidak sah jika tidak disertai dengan niat, berdasarkan hadis nabi, “tempatnya niat ada didalam hati”. Tidak disyaratkan harus mengucapkan niat. tanpa Khilaf. Niat wajib dilakukan pada malam hari, karena puasa siang hari itu merupakan suatu ibadah yang tersendiri.
Bukankah telah kamu ketahui bahwa apabila salah satu dari hari-hari puasa rusak, maka hal itu tidak dapat membatalkan hari-hari yang lain?

Andaikata seseorang berniat berpuasa untuk segenap bulan ramadhan, sah niatnya untuk hari pertama saja menurut mazhab yang kuat.
Wajib bagi seseorang menjelaskan niat di dalam puasa fardhu. Dan wahib pula melakukan niatnya pada malam hari. Tidur, makan dan menjimak istri setelah berniat, tidak membahayakan (Tidak merusak niat). Andai kata orang itu berniat seiring dengan terbitnya fajar maka tidak sah niatnya. Sebab orang itu tidak meletakkan niatnya pada malam hari.

Niat yang paling sempurna adalah niat berpuasa hari besok untuk menunaikan kewajiban ramadhan tahun ini karena Allah.

Ketahuilah bahwa niat Ada’ atau Qadhak dan lain sebagainya, semua itu ada khilaf diantara para Ulama, Sebagaimana telah dijelaskan dalam bab shalat dimuka (Bab Shalat Kitab Kifayatul Akhyar).

Di dalam berniat haruslah mantap. Jadi andaikata orang itu niat hendak keluar dari puasanya, tidak batal puasanya menurut qaul yang shahih.
Ketahuilah bahwa orang yang berpuasa itu wajib menahan diri dari hal yang bisa membatalkan puasanya. Perkara yang bisa membatalkan puasa ada bermacam-macam, diantaranya adalah makan dan minum dengan sengaja walaupun hanya sedikit.
Demikian pula yang serupa dengan makan. Jadi patokannya, puasa menjadi batal dengan masuknya suatu benda dari luar bada kedalam badan melalui lubang yang terbuka dengan sengaja dan ingat akan puasanya.

Sayarat ‘Dalam Badan” ialah masuk kedalam rongga dalam. Sekalipun benda yang masuk tidak berubah warna. Demikian yang Shahih. Sehingga andaikata ada seseorang meneteskan suatu benda cair ke dalam telinganya, atau memasukkan pencelak mata atau jerami kedalam telinga, dapat mebatalkan puasanya. Atau menyumbat kemaluannya dengan kapuk misalnya, juga dapat membatalkan puasa menurut qaul yang shahih.

Beda sekali dengan bercelak, meskipun orangnya dapat merasakan celaknya, tetapi tidak membatalkan puasanya. Sebab mata tidak merupakan anggota badan bagian dalam dan juga tidak ada lubang yang bisa menyampaikannya kedalam rongga.

Demikian pula andaikata orang itu menusukkan sebilah pisau kedalam daging betis, tidak batal puasanya. Sebab daging tersebut tidak termasuk anggota bagian dalam. Lain jika pisau itu ditusukkan kedalam perut, karena perut termasuk kedalam rongga bagian dalam.

Menelan ludah tidak membatalkan puasa. Kemudian apabila ludah telah bercampur dengan benda lain, baik benda lain itu suci seperti memilin benang berwarna dengan mulut atau berupa benda najis seperti gusi yang berdarah atau ludah yang telah berubah warna karena darah dapat membatalkan puasa tanpa Khilaf.

Andaikata darahnya telah hilang dan ludah sudah berubah menjadi putih, menurut qaul yang shahih jika ludah tersebut ditelan, makan puasanya akan menjadi batal dan mulutnya menjadi najis. Dan tidak dapat mensucikan mulut tersebut kecuali dengan berkumur-kumur.

Andaikata ludahnya keluar sampai batas bibir, lalu dikembalikannya dengan menggunakan lidah dan kemudian ditelan, maka batal puasanya. Demikian juga andaikata orang itu memilin benang dengan cara membasahi benang tersebut dengan ludahnya, lalu dimasukkan kemulut dalam keadaan basah, lalu bercampulah ludah yang membasahi benang dengan ludah didalam mulutnya, kemudian ludah yang ada didalam mulutnya ditelan, menjadi batalah puasanya.

Berbeda jika orang itu menjulurkan lidahnya keluar dan dipucuk  lidahnya terdapat ludah yang belum terpisah, lalu ludah itu ditelan, menurut qaul yang sahih, puasanya tidak menjadi batal.

Andaikata dahak turun dari kepala dan berhenti di atas tenggorokan, dilihat dulu. Apabila orang itu tidak dapat mengeluarkan dahak dan terpaksa dahak tersebut masuk ke dalam, puasanya tidak menjadi batal. Tetapi apabila orang tersebut bisa mengeluarkan dahak tersebut tapi dibiarkannya masuk kedalam, batal puasanya. Hal itu disebabkan karena keteledorannya.

Andaikata orang itu berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung, maka jika orang itu melakukannya dengan cara berlebihan, maka batal puasanya. Dan jika tidak, maka tidak batal puasanya. Dan terlanjurnya air masuk kedalam rongga ketika hendak mencuci najsinya rongga mulut maka hukumnya sama dengan berkumur-kumur.

Bersambung......Download versi PDF nya di Sini Pojok Download
Pembahasan berikutnya adalah mengenai CABANG PERMASALAHAN......

Demikian untuk postingan KITAB PUASA pada kesemepatan kali ini, insyaAllah pada kesemepatan berikutnya kita akan sambung kembali, Wassalamualaikum


Membuat Sukacita

Rangkullah hari ini, saat ini, kehidupan ini, dan dengan itu dapat membuat sukacita. Merasa dan sepenuhnya mengalami realitas apa yang ada, dan di tengah-tengah itu, dapat membuat sukacita.

Tidak peduli seberapa banyak atau sedikit kegembiraan kita di masa lalu, sekarang adalah kesempatan kita untuk membuat lebih banyak.

Fokuslah pada seberapa baik hal itu akan menjadi, dan biarkan kemurnian, sebuah arus sukacita tanpa syarat dari kesadaran kita.

Meskipun kita memiliki rasa sakit, masalah dan tantangan, namun kita memiliki nasib baik yang layak untuk membuat sukacita. Dengan kehidupan seperti itu, dari mana kita berada, dengan apa yang kita miliki, dapat membuat sukacita.

Tidak perlu untuk melawan atau melarikan diri, merasa pahit atau membuat alasan, untuk menyerah, untuk mundur, atau jatuh ke dalam pola pikir negatif.

Kita memiliki hidup, dan kita selalu memiliki kemampuan untuk membuat sukacita. Karena kita dicipta untuk membuat sukacita.

Senyum, dan hangatkan dunia di sekitar kita. Tarik napas yang panjang, lembut, damai dan rasakan keajaiban keberadaan kita sendiri.

Datanglah dan jalani kehidupan seperti itu. Dan dengan itu, setiap yang sedikit, dapat membuat sukacita.

>> follow @CepPangeran


BAGAIMANA TUHAN BERBICARA PADA KITA?


Seorang Manusia berbisik, “Tuhan, bicaralah padaku.”
Dan burung kutilang pun bernyanyi.
Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.

Maka, Manusia itu berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku !”
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.

MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,
“Tuhan, biarkan aku melihat Engkau.”
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.

Dan, Manusia berteriak lagi, “Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!” Mu”
Dan seorang bayi pun lahirlah.
Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.

Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, “Jamahlah aku, Tuhan!”
Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.
Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.

Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita
bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk
sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini …

Karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:
Manusia itu berseru, “Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!”
Dan datanglah e-mail, sms dengan berita-berita baik dan menguatkan.Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah.Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !

RENUNGAN:
Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita

RENUNGAN HARI INI


Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu. Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang.

Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah. Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum.

Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang, kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia. Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang ingin kamu mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah sesuai dengan keinginan kamu, karena kamu hanya hidup sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan.

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk mmbuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.

Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain. Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, mungkin itu menyakitkan orang itu juga.

Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar bisa membuat celaka, kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan, kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan.

Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita. Dengan kata lain kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka.

Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik dari segala hal. Mereka hanya membuat segala hal yang datang dalam hidup mereka.

Kebahagiaan adalah bohong bagi mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang mencari, mereka yang mencoba. Mereka hanya bisa menghargai orang-orang yang penting yang telah menyentuh hidup mereka.

Cinta mulai dengan senyuman, tumbuh dengan ciuman dan berakhir dengan air mata.

Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.

Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.

Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang di sekeliling kamu tersenyum.

Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika kamu meninggal, kamu satu-satunya yang tersenyum dan semua orang di sekeliling kamu menangis.

APA ITU ARTI KELUARGA?


Hampir saja saya bertabrakan dengan seseorang di jalan, "Oh, maaf" kata saya. Orang itu berkata, "Maafkan saya juga; saya tidak melihat Anda." Kami berdua, orang itu dan saya, sama-sama bersikap sopan. Kami bahkan mengucapkan selamat tinggal sebelum berpisah. Namun keadaan menjadi berbeda ketika berada di rumah, bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, baik yang muda maupun yang tua.

Pada hari yang sama, pada saat saya sedang mempersiapkan makan malam, anak saya berdiri di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya menabraknya. "Minggirlah," saya menggerutu. Anak saya segera meninggalkan tempat itu sambil bersedih hati. Saya tidak Menyadari betapa kasarnya kata-kata saya tadi.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, saya mendengar suara Tuhan dengan lembut berkata, "Ketika berhadapan dengan orang yang tidak kau kenal, engkau bersopan santun, tetapi terhadap anak yang kaukasihi, engkau malah menyakitinya. Pergilah ke dapur dan lihatlah, engkau akan menemukan bunga di dekat pintu masuk dapur. Bunga-bunga tersebut dipetik khusus untukmu. Anakmu sendiri yang memilih warnanya: merah muda, kuning, dan biru. Sebenarnya ia bermaksud untuk memberimu kejutan, tetapi engkau tidak menyadarinya, dan bahkan tidak melihat bahwa ia hampir menangis." Pada saat itu, saya merasa begitu rendah, dan hampirmeneteskan airmata.

Perlahan-lahan saya menuju ke kamar anak saya dan berjongkok di dekat tempat tidurnya; "Bangun anakku, bangunlah," kata saya. "Apakah bunga-bunga ini untuk ibu?" Anak saya tersenyum sambil berkata, "Saya menemukannya di dekat pepohonan. Saya memetiknya karena mereka cantik seperti ibu. Saya tahu ibu pasti menyukainya, terutama yang berwarna biru." Saya berkata, "Maafkan sikap ibu hari ini, tidak seharusnya ibu berteriak seperti itu." Ia berkata, "Tidak apa-apa Bu. Saya tetap mencintai ibu." Kata saya, "Ibu mencintaimu juga, dan ibu menyukai bunga-bunga itu, terutama yang berwarna biru."

RENUNGAN:
Apakah Anda menyadari apabila besok kita meninggal dunia, perusahaan dimana kita bekerja akan begitu mudahnya menempatkan orang lain pada posisi atau jabatan kita. Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan selalu merasa kehilangan. Melihat kenyataan ini, jika kita lebih mementingkan pekerjaan daripada keluarga, merupakan suatu penanaman modal yang kurang bijaksana, bukan? Apakah arti di balik cerita ini?
Apakah Anda mengerti arti kata KELUARGA?

Everything we do will always turning back to ourselves (Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar ke diri kita kembali)


Bryan hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri dipinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mecedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.

Walaupun dengan wajah tersenyum wanita itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya.

Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?

Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata ” saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu didalam mobil bukankah disana lebih hangat? oh ya nama saya Bryan.

Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita itu untuk memperbaiki yang rusak.

Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari st louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Wanita itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya. Bryan hanya tersenyum.

Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu
pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari
nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.

Ia berkata kepada wanita itu ” Bila ia benar-benar ingin membalas jasanya, maka apabila suatu saat nanti
apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut “…dan ingatlah pada saya”.

Bryan menunggu sampai wanita itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.

Setelah berjalan beberapa mil wanita itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Pelayan datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan

Setelah wanita itu selesai makan dan, sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita itu pergi keluar secara diam-diam.

Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita itu pergi, lalu ia menemukan
secarik kertas diatas meja dan uang $1000. Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita
itu:

“Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan:

“Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang”.

Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang di tulis oleh wanita itu.

Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran
bayinya?

Ia tau bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan ciuman yang lembut sambil berbisik :”semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan”

“Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar ke diri kita kembali”, therefore, don’t ever to stop to do good things in your life..

KISAH KEBAIKAN POHON KAKTUS


Sebatang pohon kaktus tumbuh di tengah-tengah gurun pasir yang luas. Tak ada kaktus lain yang tumbuh di sana. Ia satu-satunya kaktus yang berdiri entah di mana di gurun yang gersang itu. Kaktus itu merasa heran, untuk apa ia tumbuh di tempat itu.

"Aku tak melakukan apa-apa selain berdiri di sini sepanjang hari," keluhnya.
"Lalu, apa gunanya aku ada di sini. Sepertinya aku adalah tanaman terburuk yang tumbuh di gurun ini. Lihatlah, batang-batangku kurus dan berduri.
Daun-daunku kenyal seperti karet dan kasar. Kulitku tipis dan berbenjol-benjol. Aku tak dapat memberikan apa-apa. Aku tak bisa menjadi tempat berteduh ataupun buah yang segar bagi pengelana yang melintasi gurun ini. Sepertinya aku ini sungguh tak berguna."

Memang, apa yang dilakukannya sepanjang hari hanyalah berdiri di bawah terik matahari. Setiap hari ia tumbuh semakin tinggi dan gemuk. Kini duri-durinya tumbuh semakin panjang, daun-daunnya semakin sana-sini. Benar-benar kelihatan aneh sekali.

"Aku harap setidaknya aku bisa melakukan sesuatu yang berguna," bisiknya sedih.

Pada siang hari seekor elang berputar-putar di ketinggian gurun dengan gagahnya.

"Apa yang bisa aku lakukan dengan hidupku ini?" teriak kaktus pada elang. Entah terdengar atau tidak, elang lalu terbang meninggalkannya.

Pada malam hari, bulan melayang di atas langit dan memancarkan sinar pucatnya ke seluruh penjuru gurun.

"Hal baik apa yang bisa aku lakukan dalam hidupku in?" teriak kaktus pada bulan. Tetapi bulan tetap menggantung di langit sepanjang malam.

Seekor kadal merayap di dekatnya meninggalkan jejak-jejak indah di atas pasir.

"Hai kadal," seru kaktus. "Menurutmu manfaat apa yang bisa aku berikan dalam hidupku ini?"

"Kau?" kadal terkekeh-kekeh. Ia diam sejenak. "Manfaat darimu? Tanyalah sendiri mengapa kau tak bisa melakukan apa-apa. Lihatlah, elang bisa melayang dengan indah di udara. Kita semua bisa mengagumi kemampuannya meliuk-liuk di sana. Lihatlah, bulan tergantung di langit seperti lentera di malam hari. Cahayanya menerangi kita agar bisa kembali pulang ke rumah. Bahkan, aku, kadal tanah masih bisa melakukan sesuatu yang berguna. Jejak-jejakku menghiasi pasir gurun ini. Tapi kau? Kau tak melakukan apa-apa selain berdiri dengan buruknya di situ setiap hari."

Begitulah terus hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya, ketika sang kaktus telah menjadi tua. Usianya mungkin tinggal sebentar lagi. Ia merasa sesuatu terjadi pada tubuhnya. "Oh Tuhan," jeritnya. "Aku telah berusaha dengan keras bertahun-tahun agar menjadi sesuatu yang berguna. Maafkan aku bila aku
gagal melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi gurun ini. Aku takut aku telah terlambat."

Tapi pada saat itu, tubuhnya terguncang dan bergetar dengan hebat. Dari dalam tubuhnya muncul dan mekarlah sebongkah bunga yang indah, bagaikan mahkota cantik di atas kerumunan kelopak bunga. Belum pernah gurun itu melihat bunga yang cantik seperti itu. Angin yang mencium wewangian aroma
bunga itu terkagum-kagum dan segera menyebarkannya agar bisa dinikmati oleh seluruh penjuru gurun. Kupu-kupu yang selama ini tidak menjauh, kini mengerubungi mengagumi kecantikan bunga kaktus. Di malam hari bulan sengaja memayungi bunga kaktus sehingga menciptakan bayangan yang anggun.

Keindahan bunga itu kini melenyapkan seluruh keputus-asaan sang kaktus selama ini. Pada akhirnya ia bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi gurun ini, bagi kehidupan ini.

Seorang pengelana yang melintasi berbisik padanya, "Kaktus, kau telah menunggu sekian lama. Kini menjelang hayatmu, akhirnya kau berhasil mempersembahkan sesuatu bagi kita semua. Tahukah kau, bahwa hati yang senantiasa mencari kebaikan pada akhirnya akan memberikan kebaikan pula. Tak peduli bagaimana wujud dan kerasnya kerjamu. Karena hanya kebaikanlah yang dapat memberikan kebahagiaan, meski hanya sejenak." Ketika sang kaktus menatap wajah pengelana itu, tiba-tiba pengelana itu lenyap menjadi asap dan membumbung tinggi ke langit.

KISAH SEBUAH SITAR


Alkisah, hiduplah seorang yang baik hati yang sedang berada di dalam pencariaannya menuju kebahagiaan, mencari jalan menuju kebenaran. Pada suatu hari, dia pergi mencari seorang tua yang bijaksana, yang diyakininya dapat menunjukkan jalan kepadanya untuk mencapai tujuan tersebut.

Orang tua yang bijaksana itu menerima kedatangannya dengan hangat. Ketika itu dia sedang duduk di muka pintu tendanya. Sambil menjamu tamunya dengan segelas teh hangat rasa menthol, orang tua itu menjelaskan rahasia menuju kebahagiaan dan kebenaran.

"Itu merupakan perjalanan yang jauh," kata orang tua itu, "tapi kamu pasti dapat menemukannya. Kamu harus mendatangi sebuah desa yang akan saya jelaskan nanti, disana rahasia itu akan kamu temukan. "Memang itu perjalanan yang jauh. Si pencari melewati banyak lembah dan menyeberangi banyak sungai. Pada akhirnya dia sampai juga di desa itu. Katanya dalam hati, "Ini tempatnya. Pasti ini tempatnya".

Dia yakin bahwa ini tempatnya. Dia menemukan tiga toko kecil. Ketika dia masuk ke dalam toko-toko tersebut si pencari sangat kecewa. Di toko yang pertama, dia hanya menemukan gulungan kabel. Di toko kedua dia menemukan tak lebih dari beberapa keping kayu. Dan di toko ketiga, hanya ada beberapa besi yang bentuknya tidak beraturan.

Lebih dari putus asa, dia meninggalkan desa itu dan menemukan tempat istirahat malam itu. Sebuah daerah terbuka yang tidak terlalu jauh dari desa. Ketika malam tiba, bulan purnama menyinari tempat itu dengan cahayanya yang lembut. Sesaat sebelum dia tertidur, terdengarlah olehnya suara indah berasal dari desa. Alat musik apakah yang sanggup melahirkan sebuah harmoni yang sempurna. Segera dia berdiri dan berjalan menuju dimana kemungkinan si musisi berada. Dia terpukau ketika menemukan bahwa suara indah itu berasal dari sebuah sitar. Sitar yang sederhana yang terbuat dari kawat, kayu dan kepingan besi yang dia remehkan sebelumnya. Saat itu juga dia menyadari dan mengerti bahwa kebahagiaan adalah gabungan dari hal-hal yang telah ada di dalam diri kita selama ini.

Senin, 27 Mei 2013

Kita Harus Melakukan

Dalam setiap tugas yang harus dilakukan, pasti ada kesempatan. Lihatlah tugas bukan sebagai beban, tetapi sebagai dorongan untuk sepenuhnya menjadi hidup dan efektif. Bersyukur untuk itu

Beban yang sebenarnya tidak akan mampu untuk melakukan apa pun. Seharusnya tidak ada tugas adalah beban, tetapi bukan kesempatan untuk mengekspresikan gairah kita sendiri.

Apakah pekerjaan tampak suram, imajinatif, atau bahkan membosankan? Terutama karena itulah sikap kita membuatnya seperti itu.

Lihat apa yang terjadi ketika kita mulai dengan bersyukur atas kesempatan untuk melakukannya. Syukur yang tulus akan membantu kita untuk melihat nilai positif.

Ketika hal yang harus kita lakukan menjadi hal yang ingin kita lakukan, maka itu dapat mengubah hidup kita. Setiap saat kita dapat mengambil lebih yang berarti, dan setiap usaha membawa lebih besar, juga lebih besar lagi pahala.

Daripada melawan dan memaksakan diri untuk melakukan apa yang harus dilakukan, maka lepaskanlah resistensi kita dan biarkan diri kita untuk mencapainya.

Biarkanlah apa yang harus kita lakukan dan kerjakan, menjadi apa yang kita inginkan, dan tonton sendiri agar mulai melambung dalam kebaikan.

Kesadaran

Langkah pertama untuk melampaui kelemahan tertentu dalam hidup kita adalah untuk menjadi lebih sadar  akan hal itu. Seperti keakraban kita dengan kelemahan yang dapat tumbuh, maka pilihan kita untuk mendapatkan hal itu bisa terus meningkat.

Semakin akurat diagnosis, maka semakin sukses seorang dokter dapat mengobati penyakit. Semakin baik kita memahami masalah, maka semakin kita akan menemukan sumber daya untuk menyelesaikannya.

Jujur, siapa saja yang mengkritik kita, maka lakukanlah dengan kebaikan, bahkan jika itu bukan ditujukan kepada kita. Bersyukurlah atas kritik, karena hal itu akan membantu kita melihat di mana usaha kita bisa menjadi yang paling efektif.

Menjadi positif tidak berarti mengabaikan negatif atau menyangkal keterbatasan kita. Hidup positif sangat sering melibatkan bahkan menemukan cara untuk melampaui keterbatasan mereka.

Ketika kita menghilangkan kelemahan, maka kekuatan kita benar-benar dapat menjalankan secara gratis. Menyadari kelemahan kita, dan dengan demikian kita akan menemukan cara-cara baru yang kuat untuk menjadi kuat.

>> follow @CepPangeran

Minggu, 26 Mei 2013

Kekaguman Wanita Barat Kepada Wanita Muslimah

Kekaguman Wanita barat kepada Wanita Muslimah, tulisan ini merupakan sebuah unkapan seorang wanita barat yang menyampaikan betapa mereka kagum pada sosok Wanita Muslimah dan mengakui bahwa mereka juga telah tertipu dan dijajah oleh media media pemberitaan dan perfilman. Tulisan ini saya COPAS dari Eramuslim.com karna saya merasa ini sangat penting untuk diketahui oleh para Wanita Muslimah. Selangkapnya silahkan baca pengakuan seorang wanita barat akan kekagumannya pada Wanita Muslimah, dan tolong disebarkan juga.

"Kepada Saudariku Para Muslimah";.

Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak yang mengelilingi mereka. Aku menyaksikan bahwa meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata.

Tapi aku tidak bisa memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang paling penting kebahagiaan yang tetap terpancar dari wajah kalian.

Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.

Perangkap Setan

Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.

Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami. Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari pengaruh jahat mereka.

Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket kebohongan dan penyimpangan realitas.

Hollywood menampilkan seks bebas sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka.

Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh racun-racun itu.

Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga.

Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.

Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja.

Orang-orang seperti di Hollywood hanya ingin menghancurkan keluarga dan

meyakinkan kaum perempuan agar mau tidak punya banyak anak.

Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang. Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi pikiran kalian.

Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat yang telah tertipu.

Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim lebih “seksi” daripada model pakaian Barat, karena busana itu menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah “misteri” dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah.

Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya.

Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.

Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka mengenakan kerudung.

Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas palsu.

Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah !

Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.

Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi

. Tapi sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.

Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal.

Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau agamanya.

Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka cintai.

Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang disukai.

Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman untuk mencintai.

Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tergantikan seperti kehormatan saya semula.

Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa.

Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagian dari kami tidak mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami.

Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang.

Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu mempengaruhi kalian.

Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah !.

sumber : note seorang sahabat, Ahmad Come- Mahlili Yusup
Semoga tulisan Kekaguman Wanita Barat Kepada Wanita Muslimah bermanfaat, wasslamualaikum

Orang Penting

Istilah “orang penting” terlalu sering menciptakan sebuah bayangan, seperti politisi kuat, pemimpin bisnis, atlet terkenal, penghibur atau orang lain mengistilahkan sebagai selebriti.

Namun, pada kenyataannya, setiap orang adalah penting. Setiap kehidupan adalah penting. Tidak ada yang lebih daripada yang lain. Kita sama pentingnya dengan setiap wajah yang akrab di televisi. Dan begitu juga dengan tetangga kita.

Setiap orang memiliki sesuatu untuk berkontribusi dalam hidup. Setiap orang mampu membuat perbedaan positif. Setiap orang di dunia ini adalah khusus dan hanya layak sebagai orang lain dari kekayaan yang ditawarkan kehidupan.

Tentu saja, ada mereka yang membedakan sendiri, yang menginspirasi kita, yang memimpin kita, yang melayani kita, dan yang mengajarkan kita.

Mereka pada dasarnya baik atau lebih penting pula orang lain. Sebaliknya, dalam diri mereka memiliki lebih lengkap untuk penuhi kemungkinan sendiri.

Orang-orang penting pasti ada di sekitar kita, dan diisi dengan potensi yang luar biasa, sama seperti kita. Mengakui dan menghormati, sama pentingnya pada diri sendiri dan orang lain.

Bertindaklah di atasnya dengan kebaikan, dan kita akan penuhi mereka beberapa kemungkinan yang penting untuk melakukan sendiri.

>> follow @CepPangeran


Satu Tamparan Untuk 3 Pertanyaan

Tamparan

Salam alaikum Sobat Ruang,Alahmdulillah pada kesempatan ini saya ingin share sebuah kisah yang mungkin sudah cukup terkenal, Satu Tamparan Untuk 3 Pertanyaan adalah judul postingan ini, sebenarnya judul asli dari kisah ini adalah tiga pertanyaan dengan satu jawaban. Cerita cukup unik dan menarik, lumayan menghibur dan menambah wawasan iman kita, Ok ini dia semoga bermanfaat.

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda : "Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan saya?"
Kyai : "Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda."
Pemuda : "Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya."
Kyai : "Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya."
Pemuda : "Saya punya 3 buah pertanyaan"

1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya

2. Apakah yang dinamakan takdir ?

3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syetan Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.

Pemuda (sambil menahan sakit) : "Kenapa anda marah kepada saya?"
Kyai : "Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya."
Pemuda : "Saya sungguh-sungguh tidak mengerti."
Kyai : "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda : "Tentu saja saya merasakan sakit !"
Kyai : "Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?"
Pemuda : "Ya."
Kyai : "Tunjukan pada saya wujud sakit itu !"
Pemuda : "Saya tidak bisa."
Kyai : "Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya."
Kyai : "Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?"
Pemuda : "Tidak."
Kyai : "Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?"
Pemuda : "Tidak."
Kyai : "Itulah yang dinamakan Takdir."
Kyai : "Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?"
Pemuda : "kulit."
Kyai : "Terbuat dari apa pipi anda?"
Pemuda : “kulit.”
Kyai : "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda : "sakit."
Kyai : "Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan."

Kerren emang pak Kyai, demikian sebuah kisah Satu Tamparan Untuk 3 Pertanyaan semoga bermanfaat, wassalamulaikum

Sabtu, 25 Mei 2013

Orang yang dapat melihat betapa indah hati Anda tidak akan pernah meninggalkan Anda


Orang yang tertarik kepada Anda karena wajah cantik atau tubuh yang indah tidak akan berada di sisi Anda selamanya. Tetapi orang yang dapat melihat betapa indah hati Anda tidak akan pernah meninggalkan Anda.

Bayangan Keinginan

Tidak peduli seberapa tekunnya kita mengejar bayangan kita sendiri, pastinya kita tidak pernah bisa menangkapnya. Semakin cepat kita pergi, maka semakin cepat bayangan itu bergerak menjauh dari kita.

Mengikuti keinginan kita dan keinginan yang dangkal, jauh seperti mengejar bayangan kita. Bayangan kita datang dari kita, tetapi bukan kita. Bahkan jika kita mampu menangkapnya, maka kita tidak akan ada nilai.

Jika kita mampu untuk memiliki semua hal yang dangkal, maka kita begitu sungguh-sungguh untuk mencari. Mereka benar-benar akan membawa kita kepada pemenuhan abadi, atau kita akan hanya melihat bayangan lagi dan mulai mengejar itu?

Sebagian besar hal-hal yang kita pikir, kita inginkan adalah hanya bayangan kerinduan dan keinginan kita yang paling dipegang teguh. Jika kita tampaknya akan mengejar bayangan, maka pertimbangkan berbalik dan menghadap cahaya.

Daripada fokus pada bayangan sekilas keinginan kita, maka bekerjalah untuk mengungkap, menerangi dan mengikuti motif dasar dan tujuan yang mereka untuk keinginan musim semi.

Kejarlah substansi keinginan kita daripada bayangan mereka mengelak, dan kita akan menemukan bahwa keinginan mereka terpenuhi.

>> follow @CepPangeran
 

Keutamaan Saf Pertama dan Perintah menyempurnakan Saf-Saf Permulaan

Keutamaan-saf-pertama

Salam Alaikum Sobat Ruang. Keutamaan Saf Pertama Dan Perintah Menyempurnakan Saf-saf Yang Permulaan , Yakni jangan Berdiri Di Saf Kedua Sebelum Sempurna Saf Pertama Dan jangan Berdiri Di Saf Ketiga Sebelum Sempurna Saf Kedua Dan Seterusnya, Serta Meratakan Saf-saf Dan Merapatkannya adalah judul asli dari bab 194 pada terjemahan kita riyadhus salihin-imam Nawawi.

Pada kesempatan sebelumnya saya pernah share tulisan tentang KELEBIHAN SHALAT BERJAMAAH SUBUH DAN ISYA, silahkan dibaca bagi yang belum.

Dari Jabir bin Samurah radhiallahu 'anhuma, katanya:
"Rasulullah s.a.w. keluar pada kita semua, lalu bersabda: "Tidak dapatkah engkau semua berbaris sebagaimana berbaris-nya para malaikat disisi Tuhannya?" Kita lalu berkata: "Ya Rasulullah, bagaimanakah cara para malaikat itu berbaris di sisi Tuhannya?" Beliau s.a.w. bersabda: "Mereka menyempurnakan saf-saf permulaan - yakni tidak berdiri di saf kedua sebelum sempurnanya saf pertama dan tidak di saf ketiga sebelum sempurnanya saf kedua dan seterusnya, juga mereka itu saling rapat-merapatkan saf-saf itu." (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besarnya pahala azan dan menempati saf pertama, kemudian tidak dapat memperoleh jalan untukitu melainkan dengan mengadakan undian, niscayalah mereka itu akan mengadakan undian." (Muttafaq 'alaih)

Dari Abu Hurairah r.a. pula katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sebaik-baiknya saf bagi kaum lelaki ialah saf pertama-nya, sedang sejelek-jeleknya saf bagi mereka ialah saf yang peng-habisan. Adapun sebaik-baiknya saf bagi kaum wanita ialah saf penghabisan, sedang sejelek-jeleknya saf bagi mereka ialah saf pertamanya." (Riwayat Muslim)

Dari Abu Said r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. melihat di kalangan sahabat-sahabatnya ada kemunduran - yakni ada orang-orang yang suka berdiri di saf belakang saja, lalu beliau s.a.w. bersabda kepada mereka:
"Majulah engkau semua lalu ikutilah saya dan hendaknya mengikuti engkau semua orang-orang yang se-sudahmu itu. Tidak henti-hentinya sesuatu kaum itu suka membelakang, sehingga mereka akan dibelakangkan pula oleh Allah.' Maksudnya kalau orang itu gemar membelakang dalam kemuliaan, tentu dibelakangkan oleh Allah dalam pemberian kerahmatan. (Riwayat Muslim)

Dari Abu Mas'ud r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. pernah mengusap bahu-bahu kita dalam shalat lalu bersabda:
"Ratakanlah olehmu semua - saf-saf itu - dan jangan berselisih - seperti ada yang lebih maju atau lebih mundur, sebab hati-hatimupun akan berselisih pula. Hendaknya mendampingi saya orang-orang yang dewasa dan yang berakal cukup di antara engkau semua itu, kemudian orang-orang yang mendekati mereka - yakni yang tarafnya ada di bawah-nya, kemudian orang-orang yang mendekati mereka - yakni yang tarafnya di bawah mereka lagi." (Riwayat Muslim)

Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Ratakanlah saf-safmu semua itu, karena sesungguhnya merata-kan saf-saf itu termasuk tanda kesempurnaan shalat." (Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan:
"Karena meratakan saf-saf itu adalah termasuk tanda didirikan-nya shalat."

Dari Anas r.a. pula, katanya: "Shalat telah diiqamati, kemudian Rasulullah s.a.w. menghadap kepada kita semua dengan wajahnya lalu bersabda:
"Tetaplah engkau semua mendirikan saf-safmu semua itu dan rapatkanlah saf-saf tadi, karena sesungguhnya saya ini dapat melihat engkau semua dari belakang punggungku."
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan lafaznya dan juga oleh Imam Muslim yang semakna dengan itu.

Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkanpula: "Seorang dari kita menempelkan bahunya dengan bahu kawannya dan juga kakinya dengan kaki kawannya -yakni amat rapat sekali."

Dari an-Nu'man bin Basyir radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Niscayalah engkau semua harus meratakan saf-safmu itu atau -kalau tidak suka meratakan saf-saf, maka niscayalah Allah akan memperselisihkan antara muka-muka hatimu - yakni menjadi ummat yang suka bercerai-cerai." (Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: Bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu meratakan antara saf-saf kita, sehingga seolah-olah diratakannya barisan anak panah. Demikianlah sehingga beliau meyakinkan bahwa kita semua telah mengerti benar-benar akan cara meratakan saf-saf itu.

Selanjutnya pada suatu hari beliau s.a.w. keluar lalu berdiri sehingga hampir saja akan bertakbir, lalu melihat ada seorang yang dadanya menonjoh ke muka saf, kemudian beliau s.a.w. bersabda:
"Hai hamba-hamba Allah, niscayalah engkau semua harus meratakan saf-safmu atau niscayalah Allah akan memperselisihkan antara muka-muka hatimu."

Dari al-Bara' bin 'Azib radhiallahu 'anhuma, katanya:
"Rasulullah s.a.w. mengisikan sela-sela saf dari arah sini ke arah situ, sehingga dada-dada dan bahu-bahu kita saling mengusap - antara yang seorang dengan lainnya. Beliau s.a.w. bersabda: "Janganlah engkau semua berselisih - yakni terlampau maju atau terlampau mundur dari saf, maka hal itu akan menyebabkan berselisihnyahati-hatimu semua."

Beliau s.a.w. juga bersabda: "Sesungguhnya Allah dan malaikatnya menyampaikan kerahmatan pada saf-saf permulaan." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tetaplah mendirikan saf-saf dengan rata, samakanlah letaknya antara bahu-bahu, tutuplah semua sela yang kosong dan bersikap haluslah dengan tangan saudara-saudaramu - yakni jikalau diajak maju atau mundur untuk meratakan saf-saf. kekosongan-kekosongan Janganlah untuk diisi engkau oleh semua syaitan. meninggalkan Barangsiapa yang merapatkan saf, maka Allah akan me-rapatkan hubungan dengannya dan barangsiapa yang memutuskan saf - yakni tidak suka mengisi mana-mana yang tampak kosong, maka Allah memutuskan hubungan dengannya."
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih

Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Rapatkanlah saf-saf mu semua, perdekatkanlah jarak antara saf-saf itu - yang sekiranya antara kedua saf itu kira-kira tiga hasta - dan samakanlah letaknya antara leher-leher. Maka demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya saya niscaya-lah dapat melihat syaitan itu masuk di sela-sela kekosongan saf, sebagaimana halnya kambing kecil." Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad menurut syarat Imam Muslim. Alhadzaf dengan ha' muhmalah dan dzal mu'jamah yang keduanya difathahkan, lalu fa' ialah kambing kecil, hitam warnanya yang ada di Yaman.

Dari Anas r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda;
"Sempurnakanlah saf yang termuka dahulu, kemudian yang ada di belakangnya itu - lalu yang ada di belakangnya lagi. Maka mana yang masih kurang rapatnya, hendaklah itu ada di saf yang ter-belakang sendiri." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan,

Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah dan malaikatNya menyampaikan kerah-matan pada saf-saf yang sebelah kanan."
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad menurut syaratnya Imam Muslim, tetapi di dalamnya ada seorang lelaki yang masih diperselisihkan dapatnya dipercaya oleh para ahli Hadis.

Dari al-Bara' r.a., katanya: "Kita semua apabila bersembahyang di belakang Rasulullah s.a.w., maka kita semua senang kalau berada di sebelah kanannya. Beliau menghadap kepada kita dengan wajahnya, lalu saya mendengar beliau s.a.w. mengucapkan " doa - yang artinya: "Ya Tuhan,lindungilah saya dari siksaMu pada hari Engkau menghidupkan - sesudah mati yakni pada hari kiamat -atau pada hari Engkau mengumpulkan hamba-hambaMu." (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda: "Pertengahkanlah imam - yakni antara ma'mum yang berdiri di sebelah kanan dan di sebelah kiri hendaklah sama banyaknya, sehingga imam itu tempatnya ada di tengah - dan tutuplah sela-sela yang kosong." (Riwayat Abu Dawud)

Sekian tulisan Keutamaan Saf Pertama dan Perintah menyempurnakan Saf-Saf Permulaan semoga bermanfaat, wassalamualaikum

Jumat, 24 Mei 2013

Kelebihan Shalat berjamaah Shubuh Dan Isyak

Kelebihan-Shalat-subuh-isya

Salam alaikum Sobat Ruang, Alahmdulillah pada kesempatan yang baik ini, saya ingin share tentang Kelebihan Shalat berjamaah Shubuh Dan Isyak yang saya kutip dari Kitab Riyadhus Salihin, karangan imam Nawawi, judul sebenarnya adalah Anjuran Mendatangi Shalat Jamaah Shubuh Dan Isyak, jika anda ingin mendownload terjemahan kitab ini, pernah saya share pada postingan sebelumnya di DOWNLOAD TERJEMAHAN KITAB RIYADHUS SHALIHIN.

Dari Usman r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya' dengan jamaah, maka seolah- olah ia mendirikan shalat separuh malam dan barangsiapa yang mengerjakan shalat Subuh dengan jamaah, maka seolah-olah ia mendirikan shalat semalam suntuk." (Riwayat Muslim)

Dalam riwayat Imam Termidzi dari Usman r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang menghadhiri shalat Isya' dengan jamaah maka baginya adalah pahala mengerjakan shalat selama separuh malam dan barangsiapa yang bersembahyang Isya' dan Subuh dengan jamaah, maka baginya adalah pahala seperti mengerjakan shalat semalam suntuk." Imam Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besar pahalanya mengerjakan niscayalah shalat mereka Isya' akan dengan berjalan merangkak". (Muttafaq 'alaih)
Hadis ini telah dahulu secara lengkapnya yang panjang. Lihat Hadis no. 1030.

Hadis 1030
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besar pahalanya berazan dan menempati saf pertama - di waktu shalat, kemudian mereka tidak menemukan jalan untuk memperolehnya itu melain-kan dengan cara mereka mengadakan undian, niscayalah mereka akan melakukan undian itu. Juga
andaikata para manusia mengetahui betapa besar pahalanya datang lebih dulu - untuk melakukan shalat, niscayalah mereka akan berlomba-lomba untuk itu. Demi-kian pula andaikata mereka mengetahui betapa besar pahalanya shalat Isyak dan shalat Subuh - dengan berjamaah, niscayalah mereka akan
mendatangi kedua shalat itu, sekalipun dengan ber-jalan merangkak."(Muttafaq 'alaih)

Alistiham artinya mengadakan undian dan Attahjir ialah datang paling awa!
untuk mengerjakan shalat - di masjid.

Dari Abu Hurairah r.a. pula katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak ada suatu shalatpun yang terlebih berat dirasakan oleh orang-orang munafik itu daripada shalat Subuh dan Isya', tetapi andaikata mereka mengetahui betapa besar pahalanya kedua shalat itu, niscayalah mereka akan mendatanginya sekalipun dengan berjalan merangkak - ke tempat jamaahnya." (Muttafaq 'alaih)

Note :
Tentu kita harus tetap menjaga keikhlasan dalam beribadah dengan semata-mata karna Allah Ta'ala, bukan karna fadhilah amal yang kita kerjakan tersebut. Demikian Kelebihan Shalat berjamaah Shubuh Dan Isyak semoga bermanfaat. Wassalamualaikum

Kamis, 23 Mei 2013

Untungnya Akal

Ketika tiba-tiba kita dihadapkan dengan situasi yang menantang, maka kita cenderung fokus pada aspek negatif yang menindas situasi itu. Dan akibatnya kita dapat dengan cepat menjadi kewalahan.

Ada sebuah pendekatan yang lebih positif yaitu dengan mengidentifikasi aspek situasi yang kita bisa bersyukur. Hal ini mungkin terdengar sedikit tidak masuk akal.

Ketika kita dihadapkan dengan tantangan yang sulit, maka untuk mencari cara yaitu dengan bersyukur untuk itu. Namun itu adalah tempat yang sangat baik untuk memulai.

Ada sebuah kata untuk orang-orang yang mengambil pendekatan ini. Kita menyebutnya akal. Julukan yang datang bukan karena orang-orang memiliki akses ke sumber daya yang lebih dari orang lain.

Melainkan karena mereka dapat dengan jelas mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya tersebut, khususnya di tengah-tengah kesulitan yang dialami.

Akal tumbuh dari sikap syukur. Daripada meratapi nasib, maka sinari rasa bersyukur pada situasi kita dan kita akan menerangi banyak nilai.

Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang bisa saya syukuri di sini?” Hal-hal yang kita temukan, mungkin akan membuat perbedaan antara menang dan kalah.

>> follow @CepPangeran


Rabu, 22 Mei 2013

Istiqomah dalam Komitmen

Ini materi lama yang kutulis dan belum dimuat di blog pribadi saya, ‘Rumah Motivasi Online’. Hari itu adalah hari Sabtu, 2 Maret 2013, pesantren tempat anak saya mondok, yakni Pesantren AlQuran Al Amanah yang beralamat di Jalan H Awi Kampung Pedurenan RT 011 RW 03 Jatiluhur Jatiasih Bekasi mengadakan pengajian umum sekaligus orangtua murid.

Untuk memberikan motivasi kepada jamaah, masyarakat juga orangtua wali murid Pesantren AlQuran Al Amanah, Yayasan Al Amanah mengadakan pengajian bulanan dengan ceramah agama. Ketua Pengurus Harian Yayasan Perguruan Islam Darul Hikmah (Yapidh) dan juga penasehat pesantren Al Amanah, Dr H Ahzami Samiun Jazuli MA.

Dalam ceramahnya, ustadz Ahzami menekankan tentang pentingnya sebuah istiqomah dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Istiqomah, kata Ustad Ahzami merupakan instruksi yang datang dari Allah SWT. Panggilan Allah SWT untuk menunaikan shalat juga merupakan bentuk istiqomah yang harus dilakukan hamba Allah.

Pentingnya istiqomah ini juga terlihat dari percakapan seorang sahabat dengan Rasulullah SAW. Saat salah seorang sahabat bertanya kenapa rambut Rasul SAW beruban, padahal beliau belum terlalu tua?

Wahai Rasulullah, kami melihat Anda sesungguhnya telah beruban!” Rasulullah SAW bersabda: “Surat Hud dan beberapa surat sebangsanya telah menyebabkan aku beruban.”

Disini Rasulullah SAW mengegaskan bahwasanya uban yang tumbuh di rambut Rasul SAW karena beliau bertahan dalam istiqomah di jalan yang benar.

Istiqomah merupakan instruksi dari Allah SWT dan tidak ada instruksi yang lebih mulia selain dari Allah SWT. Instruksi itu berulang-ulang setiap harinya sebanyak 17 kali dalam bentuk instruksi untuk mendirikan shalat lima waktu.

Ustadz Ahzami juga menjelaskan tentang kiat bagaimana agar istiqomah berjalan. Kebutuhan terhadap istiqomah ini sebagaimana kita butuh untuk bisa hidup terus menerus. Pertama, berkomitmen dan berafiliasi dengan Islam semata-mata karena Allah SWT dan bukan karena manusia.

Kedua, komitmen yang didasari bukanlah karena kepentingan sesaat, melainkan karena Allah SWT. Banyak lembaga, organisasi yang hancur jika dilandasi hanya dengan kepentingan. Namun komitmen karena imanlah yang akan membuat akan abadi.

Ketiga, janganlah berkomitmen dan berafiliasi dengan Islam karena tempat dan waktu. Misalnya saja ketika di masjid kita rajin beribadah, namun setelah di luar masjid maksiat jalan terus. Jadi, beriman tidak karena tempatnya, melainkan totalitas karena keimanan itu sendiri.

Keempat, komitmen pada prinsip hidup yaitu, ’Laa Ilaha Illallah, tidak ada Tuhan selain Allah’. Dalam kondisi apapun dan disaat bagaimana pun tetap komitmen dalam keimanan. Dan terakhir, selalu bersungguh-sungguh dalam menciptakan ’husnul khatimah’ dengan cara terus untuk berbuat kebaikan di muka bumi ini.

>> follow @CepPangeran


Cinta Tantangan

Jika kita menjalankan tantangan, maka mereka akan mengejar kita dengan cepat. Namun ketika kita menjalankan untuk orang dengan tantangan yang sama, maka kita akan berlari menuju prestasi besar.

Bagi mereka, tidak ada tantangan untuk dapat menghentikan kita. Tetapi justru mereka ada untuk membuat kita lebih kuat.

Tantangan akan memberi kita kesempatan untuk benar-benar membuat perbedaan. Tantangan yang terlibat adalah apa yang membuat prestasi apapun menjadi berharga untuk diperjuangkan.

Setiap hari, setiap usaha, setiap hubungan akan penuh dengan tantangan. Belajarlah untuk mencintai tantangan, dan rasakan sebuah prestasi yang berasal dari kerja, dengan cara melalui tantangan.

Belajar mencintai tantangan, maka kita akan belajar untuk memasuki nilai positif besar mereka. Yang akan menempatkan kita dalam posisi untuk mencapai apa pun yang kita tetapkan.

Jangan biarkan tantangan memburu dan berjalan diatas kita. Berbaliklah, hadapi tantangan-tantangan yang datang, dan bergembira dalam menyambut tantangan itu.

>> follow @CepPangeran

Selasa, 21 Mei 2013

Persepsi Kita

Hal-hal yang tampaknya melemahkan kita, tidak dapat melemahkan kita. Frustrasi kita adalah karena kita sendiri yang melakukannya.

Hal-hal yang tampaknya mengganggu kita, tidak dapat mengganggu kita. Kejengkelan kita adalah karena kita sendiri yang melakukannya.

Dunia ini seperti itu. Di dunia yang kita lihat dan alami adalah ketika kita memilih untuk melihat dan juga mengalaminya.

Sedikit dari segala sesuatu pasti akan disaring melalui persepsi kita sendiri. Dan persepsi itu adalah apa yang kita pilih untuk menjadi nyata.

Itulah alasan mengapa seseorang dapat membangun sebuah keberuntungan dan orang lain dapat menjadi miskin. Mereka berdua hidup di dunia yang sama, namun masing-masing memandang secara berbeda, yang dapat menyebabkan hasil yang sangat berbeda.

Jika kita ingin mengubah dunia, maka mulailah dengan persepsi kita tentang hal itu. Lihatlah dunia seperti bagaimana kita ingin menjadi dunia itu, dan hal itu adalah bagaimana akan menjadi nyata.

Persepsi tidak ada fantasi sama sekali, melainkan rasa khusus kita sendiri tentang sebuah realitas. Pilih dunia di mana kita ingin hidup dan membuatnya seperti itu.

>> follow @CepPangeran

Pilkada di Daerahku-PARAH

Pilkada

Salam alaikum Sobar Ruang, Pada kesempatan ini saya pengen curhat dikit, sebenarnya ini tentang politik, dan jujur saya sungguh sangat tidak tertarik untuk berbicara tentang politik, tapi karna ini terjadi di lingkungan tempat saya tinggal, membuat jari jemari saya terasa gatal untuk menuliskan tentang isi kepala saya. Pilkada di Daerahku-PARAH, tulisan ini mungkin akan membuka aib sebagian masyarakat ditempat saya tinggal, tapi saya yakin ini juga terjadi di daerah-daerah lain, bahkan ditempat saya tinggal, bisa di katakan tempat yang paling adem, yang paling no Comment lah sama Pilkada ditahun ini, jika dibandingkan sama desa desa tetangga.

Kemarin tanggal 13 Mei telah diadakan pemilihan Gubernur wakil gubernur, dan Bupat wakil Bupati, yang serentak dilaksanakan. Untuk diketahui daerah tempat tinggal ku termasuk daerah pedalaman, dimana orang-orang yang berumur 40 tahun keatas, 90%-nya tidak pernah bersekolah, anak mudanya juga jarang yang sampe kuliah.

Yang menarik dari PILKADA di tahun ini adalah sedikit terasa lebih meriah, lebih hangat, panas, bahkan mendidih, terutama untuk pemilihan calon BUPATI dan WAKIL BUPATI. Tim sukses masing masing calon bergentayangan dijalan jalan dan pintu pintu rumah warga. Memang kalao dilihat sepintas, ada banyak kepentingan yang ingin diperjuangkan dan habis-habisan dipertahankan oleh para calon yang ingin menjabat dan calon yang ingin bertahan. Tapi saya tidak ingin membuka masalah orang-orang atas itu dalam tulisan ini, yang ingin saya angkat adalah masyarakat-masyarakatnya yang rela membuka gerbang permusuhan, membangun jembatan persabatan, mengaspal jalan-jalan picik dengan bertabur senyuman,,,,,,wuih bahasanya...tak apa, biar sedikit lebih dramatis.

Ya saya ingin berbicara masalah JUDI taruhan, tidak seperti dulu, yang orang-orangnya biarpun bodoh dan dungu, tapi tidak cukup berani untuk terang-terangan melakukan JUDI taruhan, SEKARANG, herannya ini malah menjadi perbicangan hangat dan mengasyikkan ditengah2 masyarakat. Taruhan Uang, rumah, kendaraan, bahkan sitri, yang wanita-nya malahan naruhin diri, dan ada terakhir saya dengar ada yang mau di sunat dua kali. HA HA rasanya aku ingin tertawa bersama setan yang sedang berpesta pora.

Dan ini yang saya khawatirkan, tidak hanya dilakukan oleh para orang tua, sekarang praktik JUDI taruhan ini, sudah menjadi hobi kalangan muda, yang agak kaya bertaruh uang ratusan juta, yang agak menengah, kendaraan atau rumah, yang agak kurang berada biasanya sekedar handphone genggam atau jam tangan, yang tak memiliki modal apa2, itu tadi mau disunat, dan di arak keliling kampung,  HA HA rasanya aku ingin tertawa bersama setan yang sedang berpesta pora.

Dan kalian pasti tahu, atau paling tidak bisa menebak, siapa yang paling  tidak terima ketika pasangan calonnya kalah, siapa yang paling beringas dan tegas memperjuangkan hak-hak calon pemimpin , ya INI, orang orang INI, para PENJUDI, merekalah yang mati matian memperjuangkan JUDI taruhan atas nama para calon pemimipin mereka, mereka yang banyak melakukan serangan fajar, membagi bagikan uang, dan berbagai macam cara halal haram yang bisa mereka lakukan....memang Pilkada di Daerahku-PARAH

Dan Kemarin saya dengar, setelah pengumuman hasil final dari KPU, salah satu calon tidak menerima kekalahan mereka, hadeh.....hey kau para calon dan mantan pemimpin, aku pernah membaca sebuah kalimat "Jadilah seperti metahari, yang berani terbit dan Siap tenggelam"  pemimpin dan calon pemimpin yang siap menang dan berani menerima kekalahan. Pantas saja orang-orang baik dan bijak di kampung ku enggan memilih kalian, mereka lebih memilih menjadi golongan putih ketimbang memilih warna hitam tapi mebuat mereka ikut melarut hitam.....SEKIAN

Minggu, 19 Mei 2013

Sekarang Kita Dapat Melakukan Lebih

Kita telah melakukan banyak hal, dan sekarang kita dapat melakukan lebih lagi. Hal-hal yang baik akan terjadi ketika kita terus berjalan.

Jika kita berhenti sekarang, maka kita bisa kehilangan momentum yang berharga. Sementara kita sudah membuat beberapa kemajuan, maka teruslah berjalan.

Hal-hal yang telah kita lakukan akan memungkinkan kita untuk melakukan lebih banyak lagi. Terus, dan membangun prestasi di atas prestasi.

Jika usaha kita menghasilkan kegagalan, maka sesuaikanlah upaya tersebut dan terus membuat mereka jadi berhasil. Jika usaha kita telah menghasilkan kesuksesan, maka perluas lagi upaya tersebut dan bekerja sendiri menuju keberhasilan yang lebih besar.

Selalu ada banyak yang dapat kita lakukan, sehingga melakukannya. Kita mampu membuat perbedaan positif yang lebih besar, sehingga membuatnya lebih lagi.

Kegigihan pasti akan terbayar, sehingga membuatnya membayar untuk kita. Sekarang adalah ketika kita dapat terus berjalan, dan membuat hidup lebih baik daripada yang pernah dilakukan

Kirimkan cinta

Alih-alih mengirim kemarahan, maka kirimkan saja cinta. Alih-alih mengisi pikiran kita dengan kekhawatiran maupun frustrasi, maka isilah pikiran kita dengan cinta.

Kirim kasih sayang yang tulus kepada mereka yang mendukung kita. Dan kirim kasih sayang yang tulus kepada mereka yang tidak setuju dengan kita.

Lepaskan kebutuhan untuk mendapatkan kata terakhir, bahkan untuk mendapatkan atau untuk membuktikan diri. Kirimkan cinta, maka kita akan menemukan diri kita hidup dengan kekuatan tak tergoyahkan dan efektivitas.

Kirimkan cinta, dan rasakan kecemasan kita akan mencair. Kirimkan cinta, maka pengalaman hidup pada tingkat tertinggi akan kita lewati.

Bila kita tidak yakin apa yang harus dilakukan, maka lakukan apa yang kita yakini ini sebuah otentik, jujur dan peduli.

Bergeraklah maju dengan cinta, untuk diri sendiri, untuk hidup, dan untuk orang lain, maka kita akan bergerak ke arah hal-hal yang baik dan berharga.

Jalani kehidupan yang nyata, kaya, dan penuh kebaikan. Dan kirimkan cinta, maka hidup yang terbaik yang adalah yang akan kita dapati.

>> follow @CepPangeran


Sabtu, 18 Mei 2013

KEUTAMAAN WUDHU

wudhu

KEUTAMAAN WUDLU>>Pada kesempatan ini saya ingin share tentang KEUTAMAAN WUDHU yang saya kutip dari kitab Ihya Ulumiddin karangan Imam Al-Ghazali, semoga bermanfaat.(Menggunakan bahasa melayu)

Bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم

من توضأ فأحسن الوضوء وصلى ركعتين لم يحدث نفسه فيهما بشيء من الدنيا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه

(Man tawadl-dla-a fa-ahsanal wudluu-a wa shallaa rak'ataini lam yuhaddits nafsahu fiihimaa bi-syai-in minad dun-yaa kharaja min dzunuubihi kayaumin waladat hu umimih).

Artinya : "Barangsiapa berwudlu, lalu dibaguskannya wudlunya dan dikerjakannya shalat dua raka'at di mana ia tidak berbicara dengan dirinya dalam wudlu dan shalat itu, sesuatu dari hal duniawi, niscaya keluarlah dia daripada segala dosanya seperti hari, ia dilahirkan oleh ibunya". (1)

Dan pada riwayat yang lain. Dan ia tiada lalai di dalam wudlu dan shalat itu, niscaya diampunkan apa yang telah terdahulu daripada dosanya.

Bersabda Nabi صلى الله عليه وسل  :

"Adakah tidak aku kabarkan kepadamu, dengan apa ditutupkan oleh Allah segala kesalahan dan diangkat ke derajat tinggi? Yaitu melengkapkan wudlu dengan terpeliharanya daripada yang makruh, mengangkatkan tapak kaki ke masjid dan menunggu shalat sesudah shalat. Maka kelengkapan wudlu itu tiga-tiga kali".
Dirawikan Al-Bukhari dan Muslim dari 'Usman bin 'Affan.2 Dirawikan Muslim dari Abu Hurairah.

Dan Nabi صلى الله عليه وسلم berwudlu sekali-sekali, seraya. bersabda : "Inilah wudlu yang tidak diterima oleh Allah shalat selain dengan ini".

Dan Nabi صلى الله عليه وسلمberwudlu dua-dua kali, seraya bersabda : "Barangsiapa berwudlu dua-dua kali, niscaya didatangkan oleh Allah kepadanya pahala dua kali".

Dan Nabi صلى الله عليه وسلم berwudlu tiga-tiga kali, seraya bersabda : "Inilah wudluku dan wudlu nabi-nabi sebelumku dan wudlu kesayangan Tuhan, Ibrahim as. ". (1)

Bersabda Nabi صلى الله عليه وسل : "Barangsiapa mengingati Allah ketika berwudlu, niscaya disucikan oleh Allah tubuhnya seluruhnya. Dan barangsiapa tiada mengingati Allah, niscaya tiada disucikan oleh Allah daripada tubuhnya selain yang kena air saja". (2)

Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم : "Barangsiapa berwudlu, di mana ia masih di dalam suci (wudlu), niscaya dituliskan Allah baginya sepuluh kebaikan ". Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم : "Berwudlu di atas wudlu (artinya, masih lagi ada wudlu), maka itu adalah nur di atas nur".

Hadits-hadits tadi semuanya adalah mengajak supaya membaharukan wudlu, meskipun masih ada wudlu.

(1)Dirawikan Ibnu Majah dari Ibnu Umar, isnad dla'if. (2) Dirawikan Daraquthni Dari Abu Hurairah, isnad dla'if.

Bersabda Nabiصلى الله عليه وسلم :
" Apabila berwudlulah seorang hamba muslim, lalu ia berkumur-kumur, niscaya keluarlah segala kesalahan dari mulutnya. Dan apabila ia membersihkan hidungnya, maka keluarlah segala kesalahan dari hidungnya. Apabila ia membasuh mukanya, maka keluarlah segala kesalahan dari mukanya, sehingga keluarlah segala kesalahan itu dari pinggir bawah kedua matanya. Apabila ia membasuh kedua tangannya, niscaya keluarlah segala kesalahan dari kedua tangannya, sehingga keluarlah segala kesalahan itu dart bawah kuku-kukunya. Apabila ia menyapu kepalanya, niscaya keluarlah segala kesalahan dari kepalanya, sehingga keluarlah segalakesalahan itu dari bawah kedua telinganya. Dan apabila ia membasuh kedua kakinya, niscaya keluarlah segala kesalahan dari kedua kakinya, sehingga keluarlah dari bawah kuku-kuku kedua kakinya itu. Kemudian, adalah perjalanannya ke masjid dan shalatnya itu sunat baginya". (1)

Diriwayatkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda : "Sesungguhnya orang yang bersuci itu adalah seperti orang yang berpuasa".

Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم : "Barangsiapa berwudlu, lalu dibaguskannya wudlu itu, kemudian diangkatkannya matanya ke langit, lalu membaca :

من توضأ فأحسن الوضوء ثم رفع طرفه إلى السماء فقال أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

(Asyhadu anlaa ilaaha illaitaah wahdahuu laasyariikalah. Wa asyha-du anna Muhammadan 'abduhuu wa rasuuluh).

Artinya :"Aku mengaku bahwasanya tiada yang disembah melainkan Allah Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagiNya. Dan aku mengaku bahwa Muhammad hambaNya dan RasulNya", niscaya dibukakan baginya pintu sorga delapan, ia masuk ke mana yang disukainya ".(2)

Berkata Umar ra. : "Sesungguhnya wudlu yang baik, mengusirkan setan daripada engkau".

(1) Dirawikan An-Nasa-i dan Ibnu Majah dari Ash-Shahabihi, isnad shahih. (2) Dirawikan Abu Dawud dari 'Uqbah bin 'Amir.

Demikian postingan keutamaan berwudhu, eit tapi inget selalu ya "Lillahita'ala" jangan melakukannya semata karna memperoleh manfaat darinya, tetep yang kita kejer yang SATU. Wassalamualaikum

Video Motivasi | Bersyukurlah

Jumat, 17 Mei 2013

Mereka Yang Mendustakan Hari Kiamat

Dan tidak ada yang mendustakannya (hari pembalasan) kecuali setiap orang yang melampaui batas dan berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “itu adalah dongeng orang-orang dahulu”. Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutup hati mereka. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu mereka benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. (QS Al Muthaffifin: 12-16)

Lima ayat surat Al Muthaffifin di atas, Allah SWT memberitahukan kepada kita sekaligus menjelaskan karakteristik orang-orang yang mendustakan hari kiamat dan ayat-ayat-Nya serta azab yang bakal mereka tanggung dan Allah timpakan.

Maha Benar Allah, manusia-manusia dengan karakteristik seperti itu kadang kita temui. Mereka dapat muncul sebagai sanak-famili, kawan, kerabat, atau bos di kantor. Cirinya pun jelas.

Mereka sangat intens dengan pekerjaan, karier, atau perusahaannya sedemikian rupa, sehingga target-target material, dead line, keuntungan-keuntungan dunia serta goal-goal ekonomi menguasai penuh fikiran, perasaan, hidup dan masa depan mereka.

Hatinya telah tertambat, terikat, tak dapat lepas lagi. Mereka tak dapat melihat lain selain yang ada di depan matanya, bisnis, pekerjaan, serta gagasan-gagasan mereka. Maka gaya hidup, style, dan standar, semuanya muncul dalam pola tunggal material, paling tinggi keilmuan atau intelektual. Maka kecerdasan menjadi barang mewah. Rasio tinggi posisinya.

Mereka tak dapat melihat lain selain masa yang pendek, selain masa yang dekat, keberhasilan yang di depan mata, hanya sebatas dunia. Cita-citanya sangat sederhana, hidup senang di dunia selama hanya kurang-lebih 40 tahun; hanya itu, tidak lebih.

Maka manakala ayat-ayat Allah dibacakan, manakala kebenaran disampaikan untuk memberi peringatan, mereka malah mengeras, kaku bak batu karang. Kelembutan berbalas kata-kata kasar. Maka fitnah, caci-maki, penghinaan mereka hamburkan dengan entengnya.

Seakan mereka yakin azab Allah tak akan datang pada diri mereka. “Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutup hati mereka”. Maka Allah mengunci mati hati itu. Masya Allah.

Jika hal itu terjadi, maka yang ada hanya sesaat berkepanjangan. Sesungguhnya azab Allah sangat pedih, neraka Allah sangat dahsyat. Dan Allah tak pernah lengah akan janji-Nya. Mereka bisa jadi ada diantara sanak-famili, kaum kerabat, atau salah seorang bos kita. Namun insya Allah mereka bukanlah diri kita. Wallahua'lam

>> follow @CepPangeran


SIAPA SYEIKH IBNU ATHA'ILLAH AS-SAKANDARI?

Ibnu-Athaillah-as-sakandari
SIAPA SYEIKH IBNU ATHA'ILLAH AS-SAKANDARI?>>Pada kesempatan ini, saya akan share biografi seorang Ulama terkenal yakni SYEIKH IBNU ATHA'ILLAH AS-SAKANDARI. Awalnya saya mendengar nama beliau adalah karna banyaknya kitab-kitab ulama yang menyertakan petikan-petikan mutiara hikmah yang pernah disampaikan oleh SYEIKH IBNU ATHA'ILLAH AS-SAKANDARI, dan temen-temen yang sering mengutip nasihat nasihat beliau. Setelah semakin penasaran, saya akhirnya mencari referensi tentang Beliau, dan alhamdulillah dapatlah saya membaca kitab yang sangat terkenal karangan beliau yakni Al-Hikam. Berikut adalah biografi SYEIKH IBNU ATHA'ILLAH AS-SAKANDARI.

Sebelumnya saya pernah share beberapa nasihat dan petuah dari SYEIKH IBNU ATHA'ILLAH AS-SAKANDARI di blog POJOK MOTIVASI ini, diataranya adalah NASIHAT IBNU ATHA'ILLAH TENTANG TOBAT dan RAHMAT dan ADAB BERDOA 

Syeikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari (w. 1309 M) hidup di Mesir di masa kekuasaan Dinasti Mameluk. Ia lahir di kota Alexandria (Iskandariyah), lalu pindah ke Kairo. Julukan Al-Iskandari atau As-Sakandari merujuk kota kelahirannya itu. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab Imam Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu yang sama dia juga dikenal luas dibidang tasawuf sebagai seorang “master” (syeikh) besar ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah ini.

Sejak kecil, Ibnu Atha’illah dikenal gemar belajar. Ia menimba ilmu dari beberapa syekh secara bertahap. Gurunya yang paling dekat adalah Abu Al-Abbas Ahmad ibnu Ali Al-Anshari Al-Mursi, murid dari Abu Al-Hasan Al-Syadzili, pendiri tarikat Al-Syadzili. Dalam bidang fiqih ia menganut dan menguasai Mazhab Maliki, sedangkan di bidang tasawuf ia termasuk pengikut sekaligus tokoh tarikat Al-Syadzili.

tergolong ulama yang produktif. Tak kurang dari 20 karya yang pernah dihasilkannya. Meliputi bidang tasawuf, tafsir, aqidah, hadits, nahwu, dan ushul fiqh. Dari beberapa karyanya itu yang paling terkenal adalah kitab al-Hikam. Buku ini disebut-sebut sebagai magnum opusnya. Kitab itu sudah beberapa kali disyarah. Antara lain oleh Muhammad bin Ibrahim ibn Ibad ar Rundi, Syaikh Ahmad Zarruq, dan Ahmad ibn Ajiba.

Beberapa kitab lainnya yang ditulis adalah Al-Tanwir fi Isqath al-Tadbir, ‘Unwan at-Taufiq fi’dab al-Thariq, miftah al-Falah dan al-Qaul al-Mujarrad fil al-Ism al-Mufrad. Yang terakhir ini merupakan tanggapan terhadap Syaikhul Islam ibn Taimiyyah mengenai persoalan tauhid. Kedua ulama besar itu memang hidup dalam satu zaman, dan kabarnya beberapa kali terlibat dalam dialog yang berkualitas tinggi dan sangat santun. Ibn Taimiyyah adalah sosok ulama yang tidak menyukai praktek sufisme. Sementara ibn ‘Athaillah dan para pengikutnya melihat tidak semua jalan sufisme itu salah. Karena mereka juga ketat dalam urusan syari’at.

Ibn ‘Athaillah dikenal sebagai sosok yang dikagumi dan bersih. Ia menjadi panutan bagi banyak orang yang meniti jalan menuju Tuhan. Menjadi teladan bagi orang-orang yang ikhlas, dan imam bagi para juru nasihat.

Ia dikenal sebagai master atau syaikh ketiga dalam lingkungan tarikat Syadzili setelah yang pendirinya Abu al Hasan Asy Syadzili dan penerusnya, Abu Al Abbas Al Mursi. Dan Ibn ‘Athillah inilah yang pertama menghimpun ajaran-ajaran, pesan-pesan, doa dan biografi keduanya, sehingga khazanah tarikat syadziliah tetap terpelihara.

Meski ia tokoh kunci di sebuah tarikat, bukan berarti aktifitas dan pengaruh intelektualismenya hanya terbatas di tarekat saja. Buku-buku ibn Athaillah dibaca luas oleh kaum muslimin dari berbagai kelompok, bersifat lintas mazhab dan tarikat, terutama kitab Al Hikam yang melegenda ini.

Pengarang kitab al-Hikam yang cukup populer di negeri kita ini adalah Tajuddin, Abu al-Fadl, Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Atho’ al-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili. Ia berasal dari bangsa Arab. Nenek moyangnya berasal dari Judzam yaitu salah satu Kabilah Kahlan yang berujung pada Bani Ya’rib bin Qohton, bangsa Arab yang terkenal dengan Arab al-Aa’ribah. Kota Iskandariah merupakan kota kelahiran sufi besar ini. Suatu tempat di mana keluarganya tinggal dan kakeknya mengajar. Kendatipun namanya hingga kini demikian harum, namun kapan sufi agung ini dilahirkan tidak ada catatan yang tegas. Dengan menelisik jalan hidupnya DR. Taftazani bisa menengarai bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 658 sampai 679 H.

Ayahnya termasuk semasa dengan Syaikh Abu al-Hasan al-Syadili -pendiri Thariqah al-Syadziliyyah-sebagaimana diceritakan Ibnu Atho’ dalam kitabnya “Lathoiful Minan “ : “Ayahku bercerita kepadaku, suatu ketika aku menghadap Syaikh Abu al-Hasan al-Syadzili, lalu aku mendengar beliau mengatakan: “Demi Allah… kalian telah menanyai aku tentang suatu masalah yang tidak aku ketahui jawabannya, lalu aku temukan jawabannya tertulis pada pena, tikar dan dinding”.

Keluarga Ibnu Atho’ adalah keluarga yang terdidik dalam lingkungan agama, kakek dari jalur nasab ayahnya adalah seorang ulama fiqih pada masanya. Tajuddin remaja sudah belajar pada ulama tingkat tinggi di Iskandariah seperti al-Faqih Nasiruddin al-Mimbar al-Judzami. Kota Iskandariah pada masa Ibnu Atho’ memang salah satu kota ilmu di semenanjung Mesir, karena Iskandariah banyak dihiasi oleh banyak ulama dalam bidang fiqih, hadits, usul, dan ilmu-ilmu bahasa Arab, tentu saja juga memuat banyak tokoh-tokoh tasawwuf dan para Auliya’ Sholihin

Oleh karena itu tidak mengherankan bila Ibnu Atho’illah tumbuh sebagai seorang faqih, sebagaimana harapan dari kakeknya. Namun kefaqihannya terus berlanjt sampai pada tingkatan tasawuf. Hal mana membuat kakeknya secara terang-terangan tidak menyukainya.

Ibnu Atho’ menceritakan dalam kitabnya “Lathoiful minan” : “Bahwa kakeknya adalah seorang yang tidak setuju dengan tasawwuf, tapi mereka sabar akan serangan dari kakeknya. Di sinilah guru Ibnu Atho’ yaitu Abul Abbas al-Mursy mengatakan: “Kalau anak dari seorang alim fiqih Iskandariah (Ibnu Atho’illah) datang ke sini, tolong beritahu aku”,

... dan ketika aku datang, al-Mursi mengatakan: “Malaikat jibril telah datang kepada Nabi bersama dengan malaikat penjaga gunung ketika orang quraisy tidak percaya pada Nabi. Malaikat penjaga gunung lalu menyalami Nabi dan mengatakan: ” Wahai Muhammad.. kalau engkau mau, maka aku akan timpakan dua gunung pada mereka”. Dengan bijak Nabi mengatakan : ” Tidak… aku mengharap agar kelak akan keluar orang-orang yang bertauhid dan tidak musyrik dari mereka”. Begitu juga, kita harus sabar akan sikap kakek yang alim fiqih (kakek Ibnu Atho’illah) demi orang yang alim fiqih ini”.

Pada akhirnya Ibn Atho’ memang lebih terkenal sebagai seorang sufi besar. Namun menarik juga perjalanan hidupnya, dari didikan yang murni fiqh sampai bisa memadukan fiqh dan tasawuf. Oleh karena itu buku-buku biografi menyebutkan riwayat hidup Atho’illah menjadi tiga masa:

  1. Masa pertama
    Masa ini dimulai ketika ia tinggal di Iskandariah sebagai pencari ilmu agama seperti tafsir, hadits, fiqih, usul, nahwu dan lain-lain dari para alim ulama di Iskandariah. Pada periode itu beliau terpengaruh pemikiran-pemikiran kakeknya yang mengingkari para ahli tasawwuf karena kefanatikannya pada ilmu fiqih, dalam hal ini Ibnu Atho’illah bercerita: “Dulu aku adalah termasuk orang yang mengingkari Abu al-Abbas al-Mursi, yaitu sebelum aku menjadi murid beliau". Pendapat saya waktu itu bahwa yaang ada hanya ulama ahli dzahir, tapi mereka (ahli tasawwuf) mengklaim adanya hal-hal yang besar, sementara dzahir syariat menentangnya".

  2. Masa kedua
    Masa ini merupakan masa paling penting dalam kehidupan sang guru pemburu kejernihan hati ini. Masa ini dimulai semenjak ia bertemu dengan gurunya, Abu al-Abbas al-Mursi, tahun 674 H, dan berakhir dengan kepindahannya ke Kairo. Dalam masa ini sirnalah keingkarannya ulama’ tasawwuf. Ketika bertemu dengan al-Mursi, ia jatuh kagum dan simpati. Akhirnya ia mengambil Thariqah langsung dari gurunya ini. Ada cerita menarik mengapa ia beranjak memilih dunia tasawuf ini. Suatu ketika Ibn Atho’ mengalami goncangan batin, jiwanya tertekan. Dia bertanya-tanya dalam hatinya :

    “"Aakah semestinya aku membenci tasawuf. Apakah suatu yang benar kalau aku tidak menyukai Abul Abbas al-Mursi ?. setelah lama aku merenung, mencerna akhirnya aku beranikan diriku untuk mendekatnya, melihat siapa al-Mursi sesungguhnya, apa yang ia ajarkan sejatinya. Kalau memang ia orang baik dan benar maka semuanya akan kelihatan. Kalau tidak demikian halnya biarlah ini menjadi jalan hidupku yang tidak bisa sejalan dengan tasawuf.

    Lalu aku datang ke majlisnya. Aku mendengar, menyimak ceramahnya dengan tekun tentang masalah-masalah syara'. Tentang kewajiban, keutamaan dan sebagainya. Di sini jelas semua bahwa ternyat al-Mursi yang kelak menjadi guru sejatiku ini mengambil ilmu langsung dari Tuhan. Dan segala puji bagi Allah, Dia telah menghilangkan rasa bimbang yang ada dalam hatiku".

    Maka demikianlah, ketika ia sudah mencicipi manisnya tasawuf hatinya semakin tertambat untuk masuk ke dalam dan lebih dalam lagi. Sampai-sampai ia punya dugaan tidak akan bisa menjadi seorang sufi sejati kecuali dengan masuk ke dunia itu secara total, menghabiskan seluruh waktunya untuk sang guru dan meningalkan aktivitas lain. Namun demikian ia tidak berani memutuskan keinginannya itu kecuali setelah mendapatkan izin dari sang guru al-Mursi.

    Dalam hal ini Ibn Athoilah menceritakan :

    "Aku menghadap guruku al-Mursi, dan dalam hatiku ada keinginan untuk meninggalkan ilmu dzahir. Belum sempat aku mengutarakan apa yang terbersit dalam hatiku ini tiba-tiba beliau mengatakan : "Di kota Qous aku mempunyai kawan namanya Ibnu Naasyi’.

    Dulu dia adalah pengajar di Qous dan sebagai wakil penguasa. Dia merasakan sedikit manisnya tariqah kita. Kemudian ia menghadapku dan berkata : "Tuanku… apakah sebaiknya aku meninggalkan tugasku sekarang ini dan berkhidmat saja pada tuan?". Aku memandangnya sebentar kemudian aku katakan : "Tidak demikian itu tariqah kita. Tetaplah dengan kedudukan yang sudah di tentukan Allah padamu. Apa yang menjadi garis tanganmu akan sampai padamu juga". Setelah bercerita semacam itu yang sebetulnya adalah nasehat untuk diriku beliau berkata: "Beginilah keadaan orang-orang al-Siddiqiyyin. Mereka sama sekali tidak keluar dari suatu kedudukan yang sudah ditentukan Allah sampai Dia sendiri yang mengeluarkan mereka".

    Mendengar uraian panjang lebar semacam itu aku tersadar dan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Dan alhamdulillah Allah telah menghapus angan kebimbangan yang ada dalam hatiku, sepertinya aku baru saja melepas pakaianku. Aku pun rela tenang dengan kedudukan yang diberikan oleh Allah".

  3. Masa ketiga
    Masa ini dimulai semenjak kepindahan Ibn Atho’ dari Iskandariah ke Kairo. Dan berakhir dengan kepindahannya ke haribaan Yang Maha Asih pada tahun 709 H. Masa ini adalah masa kematangan dan kesempurnaan Ibnu Atho’illah dalam ilmu fiqih dan ilmu tasawwuf. Ia membedakan antara Uzlah dan kholwah. Uzlah menurutnya adalah pemutusan (hubungan) maknawi bukan hakiki, lahir dengan makhluk, yaitu dengan cara si Salik (orang yang uzlah) selalu mengontrol dirinya dan menjaganya dari perdaya dunia. Ketika seorang sufi sudah mantap dengan uzlah-nya dan nyaman dengan kesendiriannya ia memasuki tahapan khalwah. Dan khalwah dipahami dengan suatu cara menuju rahasia Tuhan, kholwah adalah perendahan diri dihadapan Allah dan pemutusan hubungan dengan selain Allah SWT.

    Menurut Ibnu Atho’illah, ruangan yang bagus untuk ber-khalwah adalah yang tingginya, setinggi orang yang berkhalwat tersebut. Panjangnya sepanjang ia sujud. Luasnya seluas tempat duduknya. Ruangan itu tidak ada lubang untuk masuknya cahaya matahari, jauh dari keramaian, pintunya rapat, dan tidak ada dalam rumah yang banyak penghuninya. Ibnu Atho’illah sepeninggal gurunya Abu al-Abbas al-Mursi tahum 686 H, menjadi penggantinya dalam mengembangkan Tariqah Syadziliah. Tugas ini ia emban di samping tugas mengajar di kota Iskandariah. Maka ketika pindah ke Kairo, ia bertugas mengajar dan ceramah di Masjid al-Azhar.

    Ibnu Hajar berkata:

    "Ibnu Atho’illah berceramah di Azhar dengan tema yang menenangkan hati dan memadukan perkatan-perkatan orang kebanyakan dengan riwayat-riwayat dari salafus soleh, juga berbagai macam ilmu. Maka tidak heran kalau pengikutnya berjubel dan beliau menjadi simbol kebaikan".

    Hal senada diucapkan oleh Ibnu Tagri Baradi :

    "Ibnu Atho’illah adalah orang yang sholeh, berbicara di atas kursi Azhar, dan dihadiri oleh hadirin yang banyak sekali. Ceramahnya sangat mengena dalam hati. Dia mempunyai pengetahuan yang dalam akan perkataan ahli hakekat dan orang orang ahli tariqah".

    Termasuk tempat mengajar beliau adalah Madrasah al-Mansuriah di Hay al-Shoghoh. Beliau mempunyai banyak anak didik yang menjadi seorang ahli fiqih dan tasawwuf, seperti Imam Taqiyyuddin al-Subki, ayah Tajuddin al-Subki, pengarang kitab "Tobaqoh al-syafi’iyyah al-Kubro".
     
~Karya~
Sebagai seoarang sufi yang alim Ibn Atho’ meninggalkan banyak karangan sebanyak 22 kitab lebih. Mulai dari sastra, tasawuf, fiqh, nahwu, mantiq, falsafah sampai khitobah.
Kitabnya yang paling masyhur sehingga telah menjadi terkenal di seluruh dunia Islam ialah kitabnya yang bernama Hikam, yang telah diberikan komentar oleh beberapa orang ulama di kemudian hari dan yang juga telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing lain, termasuklah bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

Beberapa kitab lainnya yang ditulis adalah Al-Tanwir fi Isqath Al-Tadbir, Unwan At-Taufiq fi’dab Al-Thariq, Miftah Al-Falah dan Al-Qaul Al-Mujarrad fil Al-Ism Al-Mufrad. Yang terakhir ini merupakan tanggapan terhadap Syekhul Islam ibnu Taimiyyah mengenai persoalan tauhid.

Kedua ulama besar itu memang hidup dalam satu zaman, dan kabarnya beberapa kali terlibat dalam dialog yang berkualitas tinggi dan sangat santun. Ibnu Taimiyyah adalah sosok ulama yang tidak menyukai praktek sufisme. Sementara Ibnu Atha'illah dan para pengikutnya melihat tidak semua jalan sufisme itu salah. Karena mereka juga ketat dalam urusan syari’at.

Ibnu Atha'illah dikenal sebagai sosok yang dikagumi dan bersih. Ia menjadi panutan bagi banyak orang yang meniti jalan menuju Tuhan. Menjadi teladan bagi orang-orang yang ikhlas, dan imam bagi para juru nasihat.

~Karomah Ibn Athoillah~
Al-Munawi dalam kitabnya “Al-Kawakib al-durriyyah mengatakan: “Syaikh Kamal Ibnu Humam ketika ziarah ke makam wali besar ini membaca Surat Hud sampai pada ayat yang artinya: “Diantara mereka ada yang celaka dan bahagia…”. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam liang kubur Ibn Athoillah dengan keras: “Wahai Kamal… tidak ada diantara kita yang celaka”. Demi menyaksikan karomah agung seperti ini Ibnu Humam berwasiat supaya dimakamkan dekat dengan Ibnu Atho’illah ketika meninggal kelak.

Di antara karomah pengarang kitab al-Hikam adalah, suatu ketika salah satu murid beliau berangkat haji. Di sana si murid itu melihat Ibn Athoillah sedang thawaf. Dia juga melihat sang guru ada di belakang maqam Ibrahim, di Mas’aa dan Arafah. Ketika pulang, dia bertanya pada teman-temannya apakah sang guru pergi haji atau tidak. Si murid langsung terperanjat ketiak mendengar teman-temannya menjawab “Tidak".

Kurang puas dengan jawaban mereka, dia menghadap sang guru. Kemudian pembimbing spiritual ini bertanya : “Siapa saja yang kamu temui ?" lalu si murid menjawab : “Tuanku… saya melihat tuanku di sana “. Dengan tersenyum al-arif billah ini menerangkan : “Orang besar itu bisa memenuhi dunia. Seandainya saja Wali Qutb di panggil dari liang tanah, dia pasti menjawabnya".

~Wafat~

Tahun 709 H adalah tahun kemalangan dunia maya ini. Karena tahun tersebut wali besar SYEIKH IBNU ATHA'ILLAH AS-SAKANDARI yang tetap abadi nama dan kebaikannya ini harus beralih ke alam barzah, lebih mendekat pada Sang Pencipta. Namun demikian madrasah al-Mansuriyyah cukup beruntung karena di situlah jasad mulianya berpisah dengan sang nyawa. Ribuan pelayat dari Kairo dan sekitarnya mengiring kekasih Allah ini untuk dimakamkan di pemakaman al-Qorrofah al-Kubro.