Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Jumat, 30 November 2012

Bahaya Onani Bagi Kesehatan

bahaya-onani-bagi-kesehatan

ONANI atau sebagian orang menyebutnya Masturbasi, ternyata memiliki efek negatif yang sangat merugikan bagi kesehatan. Dalam islam sendiri ONANI atau masturbasi juga diharamkan. Pada kesempatan ini selain membahas, Bahaya Onani Bagi Kesehatan, disini juga akan dijelaskan padangan hukum Islam terhadap ONANI atau masturbasi.

Semoga dengan mengetahui Bahaya Onani Bagi Kesehatan dan hukum isalam yang mengharamkan ONANI kita bisa terhindar darinya...aamiin

Jika anda tertarik juga membaca, Damapak negatif konten-konten porno bagi kesehatan, yang ternyata lebih berbahaya dari NARKOBA, bisa cek tulisannya di Situs Porno Dampak Negatif.

Berikut adalah Bahaya Onani Bagi Kesehatan.
  1. Impotensi
  2. Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan dalam tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.
  3. Kebocoran katup air mani
  4. Bukan hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh kerusakan saraf, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.
  5. Kebotakan
  6. Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.
  7. Nyeri punggung dan selangkangan
  8. Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.
  9. Rasa letih sepanjang hari
  10. Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.
Onani dan hukumnya dalam islam

Zainuddin al-Malibary, salah seoarang ulama Syafi’iyah dalam Kitabnya, Fath al-Mu’in mengatakan :
“tidak boleh mengeluarkan mani dengan tangannya sendiri meskipun dikuatirkan terjadi zina, ini berbeda dengan pendapat Ahmad”

Dalil pengharaman onani adalah sebagai berikut :
  1. Firman Allah dalam Al-Qur’an :


  2. وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7)
    Artinya : Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki ; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (Q.S. Al-Mu’minun : 5-7)

  3. Al-Bakry ad-Damyathy dalam Kitab I’anah at-Thalibin, dalam pendalilian keharaman onani menyebut hadits di bawah ini, yaitu :


  4. لعن الله من نكح يده و ان الله أهلك أمة كانوا يعبثون بفروجهم
    Artinya : Allah melaknat orang-orang yang menikahi tangannya (onani). Sesungguhnya Allah telah menghancurkan umat yang suka bermain-main dengan kemaluannya.2

  5. Imam al-Rafi’i, salah seorang ulama terkenal dikalangan Syafi’iyah menyebut hadits di bawah ini sebagai dalil pengharaman onani, yaitu ;

  6. مَلْعُون من نكح يَده
    Artinya : terlaknat orang-orang yang menikahi tangannya (onani) 3
    Bagi orang-orang yang besar nafsunya sedangkan untuk kawin belum mampu sehingga dikuatirkan terjadi zina hendaknya sering-sering berpuasa, sebagaimana hadits Nabi SAW :

    يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
    Artinya : Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi tameng baginya (H.R. Bukhari)
Demikian semoga bermanfaat, Bahaya Onani, Bahaya Masturbasi, bahaya onani bagi kesehata,

Download Terjemahan Kitab Riyadhus Shalihin

Download-Terjemahan-Kitab-Riyadhus-Shalihin


Pada kesempatan ini saya ingin saya ingin share "Download Terjemahan Kitab Riyadhus Shalihin" Karangan Imam An-Nawawi, Saya yakin sebagian besar dari kita setidaknya pernah mendengar tentang Imam An-Nawawi dan kemashuran kitab-kitab Karangan Beliau.
Di antara karya-karya beliau yang paling bermanfaat, terkenal dan tersebar di semua kalangan adalah kitab “Riyadhush Sholihin”, hal itu terjadi setelah izin Alloh, karena dua hal:

  1. Isi kandungannya yang memuat bimbingan yang dapat menata dan menumbuhkan jiwa serta melahirkan satu kekuatan yang besar untuk berhias dengan ibadah yang menjadi tujuan diciptakannya jiwa tersebut dan mengantarnya kepada kebahagiaan dan kebaikan, karena kitab ini umum meliputi Targhib dan Tarhib dan kebutuhan seorang muslim dalam perkara agama, dunia dan akhiratnya. Kitab ini adalah kitab tarbiyah (pembinaan) yang baik yang menyentuh aneka ragam aspek kehidupan individual (pribadi) dan sosial kemasyarakatan dengan uslub (cara pemaparan) yang mudah lagi jelas yang dapat dipahami oleh orang khusus dan awam. Dalam kitab ini penulis mengambil materinya dari kitab-kitab sunnah terpercaya seperti Shohih al-Bukhoriy, Muslim, Abu Daud, An Nasaa’i, At Tirmidziy, Ibnu Majah dan lain-lainnya. Beliau berjanji tidak memasukkan ke dalam bukunya ini kecuali hadits-hadits yang shohih dan beliau pun menunaikannya sehingga tidak didapatkan hadits yang lemah kecuali sedikit itu pun kemungkinan menurut pandangan dan ilmu beliau adalah shohih.
  2. Tingginya kedudukan ilmiah yang dimiliki pengarang Riyadhush Sholihin ini di antara para ulama zamannya karena keluasan ilmu dan dalamnya pemahaman beliau terhadap sunnah Rosululloh. Kitab Riyadhush Sholihin ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki kitab selainnya dari kitab-kitab Sunnah dan dia benar-benar bekal bagi penasihat, permata bagi yang menerima nasihat, pelita bagi orang yang mengambil petunjuk dan taman orang-orang sholih. Hal inilah yang menjadi sebab mendapatkan kedudukan yang tinggi di kalangan ulama sehingga mereka memberikan syarah, komentar dan mengajarkannya di halaqoh-halaqoh mereka.

Akhirnya tidak dapat dipungkiri, kitab ini termasuk kitab yang paling banyak tersebar dan dimiliki sehingga kemasyhurannya telah melangit dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di kalangan orang-orang khusus dan awam, dan cukuplah (sebagai bukti) umumnya masjid menjadikannya sebagai bahan bacaan yang dibacakan kepada makmum setelah sholat atau sebelumnya.

Imam Nawawi memberikan keistimewaan dalam tertib dan pembuatan bab pembahasan, beliau membaginya menjadi beberapa kitab dan kitab-kitab ini dibagi menjadi beberapa bab lalu menjadikan kitab sebagai judul bagi hadits-hadits yang ada di dalam bab-bab yang banyak dari satu jenis dan menjadikan bab sebagai judul bagi sekelompok hadits yang menunjukkan satu permasalahan khusus.

Kitab ini terdiri dari 17 kitab, 265 bab dan 1897 hadits, beliau membuka mayoritas babnya dengan menyebut ayat-ayat dari Al Quran yang sesuai dengan pembahasan hadits yang ada lalu membuat tertib dan bab yang saling berhubungan sehingga kitab ini bisa mengalahkan selainnya dari kitab-kitab yang serupa dengannya. (Lihat Muqaddimah Syarhu Riyadhush Sholihin Karya: Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin oleh: Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thoyaar Cetakan pertama tahun 1415/1995)

Demikianlah keistimewaan kitab ini sehingga sudah selayaknya mendapatkan perhatian dari setiap muslim yang ingin membina dirinya menuju ketakwaan.

Demikin review singkat dari Kitab Riyadhus Shalihin karangan Imam An-Nawawi, Silahkan Download kitabnya terjemhannya melalui link berikut.

Download Terjemahan Kitab Riyadhus Shalihin. GRATIS

Sekian semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum.

Kisah Raja Sun - Raja Berbakti yang Menggugah “Langit dan Bumi”


Dalam sejarah kebudayaan tiongkok, jaman raja yang berbudi luhur dan bijaksana, seperti Raja Yao, Raja Sun dan Raja Ie menjadi cerita yang sangat terkenal dan tercatat dalam s
ejarah, karena Raja-Raja Agung itu begitu memperhatikan rakyat jelata dan mengatur negara dengan demikian baiknya, terutama memberikan suri teladan melalui sikap perbuatannya yang mulia.

Salah satu Raja bijaksana itu adalah Raja Sun yang terkenal dengan Maha Baktinya. Ayahnya bernama Ku Sou. Meskipun Sun terlahir sama dengan anak- anak lainnya, tetapi dia membawa satu kelainan, yaitu memiliki 2 titik ditengah- tengah biji hitam matanya.

Sun bernasib kurang baik, karena ibunya meninggal dunia tidak lama setelah melahirkannya, Ayahnya pun menikah lagi, tapi memang malang si Sun kecil, karena ayahnya seorang yang kurang perhatian dan sembrono, sehingga orang-orang desa menjulukinya sebagai ”orang buta”, artinya seolah-olah tidak melihat kejadian di sekelilingnya. Dan Sun sepeninggal ibunya sering mendapatkan kemarahan dan pukulan dari sang ayah tapi Sun tetap hormat dan patuh padanya, demikianlah nasib malang Sun, karena ibu tirinya tidak sayang dan malahan bersikap kejam padanya. Ibu tiri sering menyalahkan dan memfitnah Sun yang baik hati dan lugu itu sehingga membuat sang ayah yang pun ikut memarahi dan menghukumnya dengan pukulan-pukulan yang terkadang membuat badannya luka dan memar, hingga dikurung dalam kamar, tidak diberi makan dan minum. Lalu Sun pun berpikir ”ayah sudah agak tua, badannya mulai lemah dan ibu seorang wanita yang tidak sesuai untuk pekerjaan kasar, kalau saya meninggalkan mereka, siapa yang membantu bercocok tanam di ladang? Dan akhirnya Sun memilih tidak meninggalkan ayah dan ibu tirinya, meski menyadari betul bakal menemui banyak penderitaan dari orang tua, terutama ibu tirinya.

Tidak lama kemudian, ibu tirinya melahirkan seorang anak laki-laki, yang diberi nama Cuo Siang. Setelah memiliki anak kandung sendiri, ibu tiri tetap saja tidak merubah sikapnya terhadap Sun dan malahan sesudah Cuo Siang mulai agak dewasa, makin bertambah penderitaan Sun, karena adik tiri ini juga bersikap suka mempermainkan dan menghinanya. Meskipun mendapatkan perlakuan yang sewenang-wenang dari ibu tirinya, juga ayahnya yang seakan-akan tidak memperdulikan, Sun tetap bersikap hormat dan berusaha melayani kedua orang tuanya dan juga tidak benci pada adik tirinya.

Melalui beberapa kali usaha dari ibu dan adik tirinya yang mencoba mencelakakannya, Sun akhirnya menghindar sebentar dan mengungsi kekaki gunung Li dan bercocok tanam disana, Karena sifatnya yang luhur dan sikap bakti pada orang tuanya yang sedemikian besar, meskipun mendapatkan perlakuan sebaliknya dan ditambah perbuatan jahat dari adik tirinya, Sun masih tetap tidak berubah dan membalas dengan kebaikan. Maka dikatakan hawa kemuliaan yang demikian seolah-olah menembus Langit dan Bumi.

Saat Sun di sawah, tidak sangka banyak yang datang bersahabat dengannya dan malahan membantunya. Ada gajah besar yang muncul dan bersahabat dengannya, dengan belalainya membantu menebarkan bibit-bibit, begitu juga para petani di kaki gunuang Li secara sukarela membantunya.

Saat itu Raja Yao yang memimpin negeri itu sudah hampir 70 tahun lamanya merasa sudah waktunya menyerahkan kedudukan Raja kepada penerus selanjutnya. Raja Yao adalah Raja yang amat bijaksana, dia tidak langsung mewariskan tahta kepada anak- anaknya karena ia menginginkan seseorang yang benar-benar mempunyai kemampuan mengatur negara dan juga mempunyai kebajikan yang besar sedangkan anak-anaknya sendiri disadarinya kurang memenuhi persyaratan itu, lalu Raja Yao mengumpulkan pejabatnya untuk di pilih menjadi penggantinya namun para pejabat mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan seperti itu, maka Raja Yao berkata, “kalau memang kalian semua begitu merendah, mengatakan tidak memenuhi syarat, coba carikan seorang yang benar-benar mempunyai kemampuan dan kebajikan untuk mengatur negeri ini”, demikian Raja Yao meminta para pejabat dan orang-orang sekelilingnya untuk mencari orang yang dapat menggantikannya.

Para pejabat akhirnya bersepakat mengusulkan, kami dengar ada seorang yang bernama Sun, meskipun ibu dan adik tirinya jahat terhadapnya, tapi dia tidak benci dan dendam malahan bersikap baik terhadap adik dan begitu berbakti pada ayah ibunya, orang yang demikian bisa memikul tanggung jawab besar karena mempunya jiwa besar. Raja Yao sesudah mendengar itu, memutuskan untuk mengirim orang menyelidiki kebenarannya. Sesudah memastikan bahwa Sun benar-benar seorang yang berkebajikan, maka Raja Yao menikahkan dua orang putrinya yaitu E Huang dan Ni Ing menjadi Isteri Sun dan bahkan juga mengutus 9 putranya untuk membantu Sun sambil terus menyelidiki kemampuan Sun.

Semua orang desa begitu senang mendengar Sun mendapatkan kepercayaan dan tugas dari Raja, tetapi hanya ibu dan adik tirinya yang jahat merasa sangat tidak senang dan iri hati. Mereka berdua kemudian merencanakan muslihat untuk mencelakakan Sun. Suatu hari, Sang ibu tiri memanggil Sun, “atap dari gudang rusak, cobalah di perbaiki”. Meskipun Sun sekarang mempunyai kedudukan dan beristerikan putri raja, tapi karena rasa baktinya yang besar dia tidak menolak kemauan ibu tirinya tersebut.

Sebelum memperbaiki atap bocor, Sun memberitahukan hal ini kepada isterinya dan isterinya berpikir bahwa ini pasti siasat jahat untuk mencelakakan Sun, maka sang istri memberikan sepasang caping yang besar dan lebar sebagai persiapan, saat Sun sedang berada di atas atap memperbaiki atap, adik tirinya dengan diam-diam menyulut api disekeliling gudang dan sebelumnya sudah mengangkat pergi tangga yang dipakai Sun, kebakaran besar pun terjadi, saat lidah api mulai menjilat ke atap tempat Sun sedang bekerja, Sun kebingungan. Dalam keadaan kritis dia teringat 2 caping besar yang dibekali istrinya, dan segeralah melompat turun dengan dua caping besar yang diikatkan pada sepasang tangannya, sehingga kedua caping menahan laju jatuhnya, akhirnya ia hanya luka-luka ringan saja.

Adik dan ibu tirinya yang jahat begitu mengetahui Sun selamat, merasa tambah benci dan segera merencanakan kejahatan lain untuk mencelakakan Sun lagi, Sun pun dipanggil kembali, ”sumur di rumah tertimbun banyak batu- batuan, Ayo diangkat dan digali lebih dalam lagi”, ujar sang ibu tiri. Maka Sun kembali dengan patuh mau mengerjakan pesan ibunya, tetapi sebelum pergi sang istri yang bijaksana kembali menyadari rencana jahat ini dan membekali Sun dengan satu kapak besar dan berpesan,begitu masuk kedalam sumur, cepat-cepat menggali sebuah lubang disamping sumur kering itu dan ketika adik tiri tidak melihatnya dan mengira Sun sedang giat –giatnya menggali sumur, beberapa saat kemudian adik tirinya melemparkan batu-batuan kedalam sumur, dengan harapan mengubur hidup-hidup kakak tirinya yang baik hati lalu ia segera melaporkan kemenangan ini kepada ibunya.

Sun benar-benar seorang yang berkebajikan sehingga Dewa dan Malaikat pun selalu melindungi, karena saat adik tirinya menumpahkan batuan kedalam sumur, pada saat itu lubang disamping sumur selesai digali dan ia buru-buru masuk kedalalm lubang itu untuk berlindung. Bebatuan itu tidak mengenai dirinya dan dia selamat dari kecelakaan yang direncanakan itu, meski demikian Sun tetap tidak membenci atau membalas dendam pada ibu dan adik tirinya.

Beberapa kali saat Raja Yao memberikan tugas kenegaraan kepadanya, Sun yang arif dan berhati mulia selalu dapat mengemban tugas demi tugas dengan baik dan akhirnya Raja Yao mewariskan kedudukan Raja kepada Sun, Sun yang sudah menjadi Raja tetap menghormati dan bakti pada ayah dan ibu tirinya begitu juga dengan adik tirinya , karena kebajikan Sun ini sehingga akhirnya membuat ibu dan adik tiri yang tadinya berhati licik dan jahat menjadi menyesal dan bertobat, Sun memerintah negara dan rakyat dengan amat baiknya, sehingga negara makmur rakyat bahagia. Raja Sun sendiri akhirnya terkenal sebagai salah satu dari Raja- Raja bijaksana yang tersohor didalam sejarah Tiongkok dan juga mendapat julukan “ Raja Sun yang maha bakti”.

Demikianlah kemuliaan seorang anak manusia yang hidup penuh kasih, berbakti pada kedua orang tua, berjiwa besar dan luas bagai samudera, tidak memikirkan diri sendiri dan selalu ingin membahagiakan orang lain hingga akhirnya menjadi Raja yang sangat penuh kasih dan berkebajikan.

Sudahkah Anda Bersyukur . . ??

IF YOU STRESS AND HOPELESS OR LOSS SPIRIT THINK ABOUT ... (jika anda stress dan putus asa / khilangan spirit, cobalah simak hal2 berikut ini . . .

If you think you are unhappy, look at them (jika anda berfikir bahwa anda adalah orang yg tdk bahagia, cobalah melihat pd kondisi mereka2 ini):



If you think your salary is low, how about her? (jika anda berfikir bahwa gaji anda rendah/ sedikit, bagaimana dgn anak perempuan yatim ini?):


If you think you don't have many friends... (jika anda berfikir bahwa anda tidak punya byk teman, … cobalah melihat pd kondisi mereka2 ini)..
 

When you feel like giving up, think of this man (Saat anda merasa ingin menyerah dgn kondisi diri, pikirkanlah Bpk tua ini):


If you think you suffer in life, do you suffer as much as he does? (jika anda berfikir bahwa anda adalah orang yg menderita dlm hidup, apakah penderitaan anda seperti yg diderita Bpk ini?):


If you complain about your transport system, how about them? (jika anda mengeluhkan system transportasi yg tersedia, Bagaimana dgn mereka ini?):


If your society is unfair to you, how about her? (Jika masyarakat anda tidak adil terhadap anda, Bagaimana dgn nenek jompo ini?):


Enjoy life how it is and as it comes (Nikmati saja kehidupan ini seperti apa adanya).
 

Things are worse for others and is a lot better for us (Banyak hal buruk yg dialami orang lain, dan lebih banyak hal2 yg lebih baik yg kita alami).

There are many things in your life that will catch your eye but only a few will catch your heart.... (Ada banyak hal dalam hidup yg menarik perhatian anda, tapi hanya sedikit yg akan menyentuh hati anda).

Pursue those... (Maka kejarlah itu)

Apakah belajar menjengkelkan anda?
Tidak Bagi anak2 afrika ini !



Benci makan sayuran?
Mereka di Afrika mati kelaparan karena tidak memperoleh makan!

 


Apakah kepedulian ortu anda melelahkanmu?
Anak2 afrika malah tidak mendapat kepedulian.

 


Bosan dgn game yg sama? Anak2 Afrika tidak punya pilihan game lainnya...



Seseorang memberimu sepatu merk Adidas, yg katanya lebih baik dari pada merk Nike ? Anak2 Afrika hanya punya 1 merk sepatu !

 

Tidakkah bersyukur bisa tidur dikasur empuk? Mereka di Afrika tidak berharap bisa bangun tidur kembali!



Are you still complaining? (Apakah anda masih juga mengeluh?)
 

Observe around you and be thankful for all that you have in this transitory lifetime …(Lihat sekelilingmu, dan bersyukurlah atas apa yg kamu punyai dlm hidup yg hanya persinggahan singkat ini...)

We are fortunate, we have much more than what we need to be content. (Kita masih beruntung, kita punya banyak hal melebih yg kita butuhkan).

Lets try not to feed this endless cycle of consumerism and immorality in which this “modern and advanced” society forgets and ignores the two thirds of our brothers and sisters... (Mari kita mencoba untuk tidak meneruskan siklus tak berujung dari konsumerisme dan kebejatan moral di masyarakat "modern dan maju" ini yg melupakan dan mengabaikan dua pertiga dari saudara-saudara kita).

Bersyukur, sikap menerima kenyataan

Semestinya kita mensyukuri apa pun yang menimpa kita. Ini bukan soal keberuntungan. Bersyukur menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin berkata bahwa kita tidak realistis. Namun, bersyukur adalah sikap menerima kenyataan. Adakah yang lebih realistis sebelum kita terbebas dari kecemasan dan ketakutan akan kenyataan?

Bersyukur mendorong kita untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup selain sikap bersyukur. Semakin banyak kita bersyukur semakin banyak kita menerima. Semakin jauh kita mengingkari, semakin berat beban yang kita jejalkan pada diri sendiri. Banyak orang terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya.

Sedikit sekali yang melihat keberhasilan lalu mensyukurinya. Kita takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Kita berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha kita lakukan karena melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan kita.

Penebang mengasah kapaknya. Pemburu mengencangkan busurnya. Penulis meraut pensilnya. Mereka harus memperbarui peralatannya. Ini adalah prinsip sederhana tentang produktivitas. Tak banyak pohon yang bisa ditebang oleh kapak yang tumpul dan aus.

Tak ada buruan yang mampu ditaklukkan oleh busur yang renta. Tak sebuah kata bisa tertulis dari pensil yang patah. Maka, apa yang harus kita asah agar tetap meraih kehidupan pribadi dan karier yang penuh dan berlimpah?

Kita memiliki sesosok tubuh yang pasti renta terkikis usia. Juga kecerdasan yang segera tak banyak berarti tertinggal kemajuan jaman. Serta sekepal hati nurani yang mudah diburamkan oleh debu-debu dunia. Maka tiada yang patut kita rawat selain tubuh agar senantiasa menjadi rumah yang nyaman bagi jiwa.

Tiada yang perlu kita asah selain pikiran dan ketrampilan agar selalu dapat digunakan untuk membuka pintu kemakmuran. Serta, tiada yang harus kita pertajam selain hati nurani yang memungkinkan kita mendengar nyanyian kebahagiaan hidup ini.



LAGU KOES PLUS : BUAT APA SUSAH


Buat apa susah ....., Buat apa susah...., lebih baik kita bergembira. Buat apa susah...., lebih baik kita bergembira. Kekasihku apa yang kau risaukan, kerjamu hanya melamun saja. tak berguna kau bersedih ha
ti, tertawalah....sayang.

Kekasihku apa yang kau pikirkan. Hidup ini hanya sementara. Tak berguna kau bersedih hati. Percayalah sayang..........

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu Koes Plus yang berjudul "Buat Apa Susah".
Hidup sudah susah, buat apa dibikin tambah susah. Hidup memang bukan mudah tetapi sebenarnya hidup itu adalah indah jika kita sendiri berpikiran demikian. Hidup susah karena kita sendiri yang membuat susah. Semuanya berawal dari pikiran yang negatif. Berlanjut ke tindakan negatif. dan pasti akan berakibat negatif juga.

Beberapa orang membiarkan dirinya larut dan hanyut dalam pikiran negatifnya, entah karena ucapan atau tindakan dari orang sekitarnya sehingga merasuki dirinya dan menciptakan image yang negatif. akibatnya mereka tidak mampu mengalihkan pikiran dan perhatian mereka kepada hal yang positif.

Setiap dari kita pasti pernah mengalami masa-masa sulit, masa susah, banyak masalah baik di pekerjaan maupun didalam keluarga. tetapi hanya sedikit dari kita yang bisa bangkit kembali. sebagian merasa down, demotivasi dll. dan akhirnya melakukan perbuatan negatif kepada orang lain sehingga efek negatif tidak hanya dalam dirasakan oleh diri sendiri tetapi juga kepada orang lain dalam komunitas tersebut.

Oleh karena itu kita tidak boleh membiarkan kondisi negatif berlarut-larut. Kita harus bangkit dan mampu mengubah sesuatu dalam hidup kita ini dari negatif menjadi positif. kita harus bisa memberikan inspirasi untuk mengubah hidup jadi indah.

apapun yang terjadi, apapun yang kita hadapi, kita selalu mempunyai pilihan. Kita selalu bisa memilih yang baik dan benar. Jika kita menganggap hidup ini indah, maka akan hidup ini akan terasa indah. semua tergantung kita, memilih utk tersenyum atau cemberut???

Memilih untuk tertawa atau menangis??? Bersyukur atau Mengeluh??? bahagia atau bersedih???
pada suatu acara hiburan untuk karyawan kemarin, kita mendengar salah satu dari teman kita menyanyikan lagu " Jangan Menyerah" dari D.Massiv.

kalo kita resapi dari lirik yang dinyanyikan itu sebenarnya menyimpan makna yang luar biasa untuk memotivasi kita dalam menjalani hidup kita ini.

salah satu baitnya sbb:
"tak ada manusia yang terlahir sempurna, jangan kau sesali segala yang tlah terjadi.
kita pasti pernah, dapatkan cobaan yang berat, seakan hidup ini tak ada artinya lagi.

syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah.
Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik"
Jangan menyerah, Jangan Menyerah 3x...............

ada suatu cerita nyata yang menginspirasi kita ....
Derek Redmond (atlet inggris) yang mengikuti lomba lari cepat 400 meter dalam olimpiade Bercelona. Pada saat menempuh jarak 150 meter. Derek merasakan sakit pada kakinya, ia merasakan seperti terbakar. Ia terdiam ditempat. dan ditinggal lawan-lawannya. tak ingin menyerah walaupun sudah tertinggal, ia bertekad menyelesaikan lomba. dengan rasa sakit yang luar biasa dia mencoba berlari terus mencapai garis finish. akhirnya tetap bisa mencapai garis finish. Lebih dari 65.000 penonton berdiri memberikan tepuk tangan dan penghargaan yang luar biasa bagi dirinya atas usaha yang dia lakukan.

dalam keadaan yang sangat sulit untuk mencapai finish, dia tidak menyerah dan berusaha utk menyelaikan perlombaan. Ada sesuatu yang indah dirasakan oleh Derek.
walaupun keadaan yang sulit, kita ternyata masih bisa mendapatkan yang indah dalam hidup ini..

Why must avoid the "Angry" (Kenapa harus menghindari "Marah")


Beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah tahun 2000, saya berkunjung ke kota Pontianak, teman saya mengajak saya memancing kepiting. Bagaimana cara memancing kepiting ? Kami menggunakan sebatang bambu dan mangkaitkan tali ke batang bambu itu. Diujung lain tali, kami mengikat sebuah batu kecil, lalu kami mengayun bambu agar batu diujung tali terayun menuju kepiting yang kami incar. Kami menggangu kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar kepiting marah, kalau itu berhasil maka kepiting itu akan mengigit tali atau batu itu dengan geram. Capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat, sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mangayun bambu secara perlahan agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih, yang telah kami persiapkan sebelumnya. Kami celupkan kepiting yang sedang murka dan sangat marah itu kedalam wajan tersebut. Seketika itu juga, kepiting melepaskan gigitan dan tubuhnya menjadi merah. Tidak lama kemudian, kami bisa menikmati kepiting rebus yang sangat lezat. Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, dan kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali, dan sebuah batu kecil.

Banyak teori yang mengungkapkan, "Marah" adalah perilaku yang membuat kita lelah, karena ketika marah kita menggunakan 44 otot muka, dan tersenyum menggunakan 17 otot muka, sehingga, dapat diartikan dengan kegiatan "Marah" akan membuat kita mudah lelah dengan membuang-buang energi dan semakin lelah dengan asupan pikiran yang negatif akan keadaan, kondisi dan ahirnya membuat kita menjadi stress.... dan teori itu mengajak kita untuk terus tersenyum. Hal ini sangat tepat dan perlu dijadikan acuan bagaimana mengubah pola hidup kita dengan terus tersenyum. Namun apakah ini satu-satunya alasan : "Kenapa harus menghindari marah ??"

Para pembaca yang terus memiliki Spirit yang positif, dari cerita memancing kepiting yang ada diatas, kita dapat menarik sebuah makna dan pesan yang sangat mendalam, kenapa kita harus menghindari yang namanya "Marah"

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, kehilangan kepercayaan sosial, bahkan kehilangan segalanya karena "Marah". Jadi, kalau Anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil maupun batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dengan melakukan berpikir jernih sejenak saja antara 2-3 detik, tarik nafas panjang dan dalaaaam......dengan menghilangkan murka dan amarah anda, maka banyak hal dan energi positif yang akan masuk dalam pikiran anda dan pastinya banyak waktu dan energi yang bisa termanfaatkan dengan baik, maka akan semakin meningkatkan kualitas hidup kita menjadi semakin berhasil dan sukses....

Ahirnya, dengan murka dan amarah yang tertunda dan mereda, maka anda akan terlepas dari Wajan Panas yang dapat menghancurkan masa depan anda...
Inilah inti dari : Kenapa harus menghindari "Marah"

apakah selama ini kita masih terus belajar atau berhenti belajar??


Grand Hill, seorang pemain bola basket proffesional yang terkenal di Amerika Serikat berkomentar tentang jadwalnya berlatihan selama tidak ada pertandingan, Saya tidak da
pat libur berlatih selama 1 minggu, sebab sehari saja libur, keahlian saya sepertinya berkurang.

Dalam buku The Gospel According to Starbucks, Leonard Sweet menuliskan kisah Ed Faubert, seorang ahli pencicip kopi ternama. Ia sangat peka akan cita rasa kopi. Jika diberi secangkir kopi, ia akan segera dapat menjelaskan segala hal tentang kopi itu secara rinci. Bahkan dengan mata tertutup, ia mampu mengetahui asal kopi yang dicicipinya, ketinggian dan lokasi tanamnya. Kepekaan tersebut terbentuk oleh latihan Dan pengalaman terus menerus.

Latihan adalah factor yang tidak kalah penting agar kita menjadi berhasil. Orang yang memiliki bakat tetapi kurang atau tidak pernah berlatih tentu tidak akan menjadi siapa-siapa. Sementara orang yang sebenarnya terlahir tanpa sebuah potensi tetapi terus menerus belajar, mengasah diri, mencoba sesuatu strategi yang baru, bereksperiment justru akan menjadi seorang yang mahir.

Oleh karena itu penting bagi kita untuk terus menerus belajar dan belajar setiap harinya, bisa melalui buku-buku, artikel, majalah, berita ditelevisi, pengalaman dari para senior dan sebagainya
Belajar adalah hal yang kita lakukan seumur hidup.

Proses belajar baru akan berhenti ketika kita tiba di liang kubur.
Para professional yang sudah ahli pun masih berlatih dan belajar untuk meningkatkan kinerja mereka.

Latihan membuat kita pandai dan meningkatkan kemampuan.

Dari real inspirasi diatas, apakah selama ini kita masih terus belajar atau berhenti belajar??.

Mungkin kebanyakan dari kita sedang berhenti belajar, ada beberapa macam alasan salah satunya adl:
Yang pertama kita masih terjebak rutinitas pekerjaan sehari-hari. tidak ada waktu dll

Yang Kedua kita tidak mau menerima informasi terbaru, menutup diri, karena kita merasa ilmu yang kita miliki sudah cukup banyak.
(“ingat diatas langit masih ada langit”)
Yang ketiga mungkin kita sudah merasa sudah cukup tua sehingga tidak perlu belajar lagi,karena mungkin kita punya pemikiran belajar itu kan kewajiban masa anak-anak,Yang keempat kita memang sudah malas belajar dan berkembang. Dan masih banyak lain.

Dunia kita semakin tumbuh berkembang dan memiliki masalah-masalah yang kompleks, mungkin dulu dengan cara yang sederhana kita bisa dengan mudah memproduksi pakaian, kurang ada pesaing.

namun semakin lama keinginan buyer juga semakin berkembang, semakin banyak kompleksitas yang harus kita lakukan. Para pesaing juga semakin banyak, mereka juga berlomba-lomba utk maju.

Jika kita berhenti belajar dan berhenti tumbah sedangkan pesaing dan dunia lain terus tumbuh berkembang maka kita semakin lama akan ditinggalkan.

Kita perlu selalu memperbaiki diri dari hari kehari, jika tidak, kita akan tersingkir dari arena persaingan hidup. Untuk menjamin masa depan, pastikan kita terus menerus melatih diri untuk menjadi yang terdepan. Ingatlah suatu saat pesaing anda akan menjadi
Atasan anda.

“Setiap hari dalam keadaan apapun, belajarlah untuk terus berkembang”
-Emile Couse-

“Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan”

“Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu”.
(Mario Teguh )

APAKAH KITA MAU DILEMPAR BATU?


Dalam kehidupan yang mempunyai beragam kejadian dan makna hidup, pernahkan kita merasa atau mengalami yang namanya “Dilempar Batu”? Jika ya, pernahkah kita memaknai sakitnya “Dilempar Batu”? Jika belum pernah atau tidak, apakah kita yakin tidak ada “Lemparan batu” sedikitpun dalam usia kehidupan kita ? Kemudian apakah kita mau “Dilempar Batu” ?

Bagi para pembaca yang pernah mendapatkan “Lemparan Batu” paling -paling kata yang muncul diawal adalah : “Aduh!!!”, “Waaaoooo!!!!”. Apalagi “Lemparan Batu” itu mengenai kepala, tidak bisa bayangkan lagi kata-kata yang keluar. Lalu setelahnya, apa yang bisa dimaknai ?? Refrensi dalam artikel ini mungkin bisa membuat kita memaknai arti dari “Lemparan Batu”

SETELAH sekian jam dilanda gempa yang cukup dahsyat, kota Pensylvenia di Amerika Serikat mengalami porak poranda yang cukup hebat. Oleh sebab itu, pemerintah setempat merencanakan untuk segera memulihkan kota. Suatu saat, mandor bangunan yang memimpin renovasi pemulihan kota berjalan-jalan sambil melakukan pengawasan terhadap pekerjaan perbaikan kota tersebut. Saking asyiknya berjalan, sang mandor lupa bahwa beberapa langkah didepannya terbentang kabel listrik beraliran tinggi yang siap merenggut nyawanya.

Pekerja yang beberapa meter dibelakangnya melihat bahaya yang mengancam sang mandor, mereka pun melihat bahaya yang mengancam sang mandor, mereka pun kemudian mencoba untuk mengingatkannya dengan berteriak. Namun, teriakannya nyaris tak terdengar ditelan suara deru mesin dan traktor yang ada disekitar tempat itu. Demi menyelamatkan madornya, pekerja tersebut mengambil batu kecil dan melemparkannya kearah kepala sang mandor hingga berdarah. Mandor kaget dan marah sambil melihat ke belakang, mencari siapa yang telah melempar kepalanya.
Begitu sang mandor menoleh ke belakang, pekerja yang melemparnya tadi langsung angkat tangan dan menunjuk kearah kaki sang mandor, apa yang dilihatnya membuat sang mandor shock dan kaget luar biasa, karena dua langkah kedepan kakinya akan menyentuh kabel listrik yang bertegangan tinggi. Untung ada pekerja yang melemparkan batu kearah kepalanya untuk mengingatkan bahwa ada bahaya besar yang siap mengancam. Kepala sang mandor memang berdarah, namun nyawanya tertolong.

RENUNGAN:
TERKADANG, dalam kehidupan ini telinga kita sudah terlalu kebal terhadap suara-suara peringatan yang bertujuan membawa kita kearah kehidupan yang lebih baik. Popularitas, ambisi, kesombongan, kekayaan dan segala kompetensi yang dimiliki sering membutakan nurani dan menumpulkan ketajaman pendengaran kita terhadap alunan musik instropeksi yang merdu.
Ada kalanya seseorang harus “Dilempar batu” dulu untuk memosisikannya kembali agar tidak terjerumus lebih jauh. Seorang rekan terpaksa harus berurusan dengan pengadilan akibat cara memaksukan barang yang dilakukannya tidak prosedural. Seorang saudara harus bolak-balik check up akibat sistem metabolisme tubuhnya yang sudah tidak seimbang.

Beberapa contoh “lemparan batu” itu ternyata membuat instrospeksi yang mendalam untuk memposisikan kembali apa arti hidup dan tujuan bekerja yang sebenarnya. Itulah sebabnya setiap “lemparan batu” sebaiknya dimaknai sebagai bagian dari pengembangan kualitas diri yang optimal, sekalipun lingkungan memaknai sebagai kegagalan, kejatuhan, maupun kehancuran.

JADI, Bukan peristiwa terkena “Lemparan batu” adalah yang terpenting, namun respon terhadap peristiwa itulah yang dapat memunculkan intisari pemaknaan hidup yang sesungguhnya. Tanpa “Lemparan batu”, yakni ketika laboratorium Thomas Alva Edison terbakar, mungkin saat ini kita masih hidup dalam kegelapan. Kolonel Sanders pun mengalami “Lemparan batu” bertubi-tubi berupa penolakan, hingga sekarang kita bisa menikmati gurihnya Kentucky Fried Chicken.

Bagi mereka, lebih penting melakukan yang benar daripada melakukan dengan benar.Ketika hari ini kita mendengar suara yang mengalunkan instrospeksi merdu maupun merasakan “lemparan batu” yang begitu terasa menyakitkan, akankah dimaknai sebagai dari dinamika hidup atau sebagai kejadian yang harus dihindari ?
"Life Is Choice” (Hidup adalah pilihan), demikian klaim seorang filsuf. Tidak mengherankan, karena kita sebenarnya dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diputuskan, cepat atau lambat. Memaknai setiap “lemparan batu” pun merupakan suatu pilihan. Kita yang memilih mau menjadi pegawai produktif atau tidak. Kita pula dihadapkan hendak menjadi pemimpin yang melayani atau dilayani. Hingga pilihan yang tidak kalah pentingnya adalah mau menjadi manusia yang berguna atau tidak, sebab salah satu anugerah besar yang diberikan Sang Pencipta pada manusia adalah The Power Of Choice (Kekuatan untuk memilih). Selamat memilih jalan menuju pemaknaan hidup yang optimal!

"Apa yang terjadi didepan kita, maupun di belakang kita sesungguhnya merupakan persoalan kecil dibandingkan dengan apa yang ada didalam diri kita" (Oliver Holmes)

KISAH SEMANGAT LABA-LABA


Di sudut atap sebuah rumah yang sudah tua, tampak seekor laba-laba yang setiap hari bekerja membuat sarangnya dengan giat dan rajin. suatu hari hujan turun dengan derasnya dan angin bertiup dengan kencang. Rumah tersebut bocor dan sarang laba-labanya pun rusak. Tampak si laba-laba dengan susah payah berusaha merayap naik. setelah berhasil naik, laba-laba berusaha membuat sarangnya kembali yang rusak, namun ketika sudah mulai membuat sarang, sarangnya rusak kembali. begitu seterusnya. Laba-laba tidak menyerah begitu saja ketika sarangnya rusak dan mencoba membangun kembali.

ada 3 orang kakak beradik yang menyaksikan tingkah laku laba-laba tersebut. Anak pertama memberikan komentar : nasibku sama dengan laba-laba tersebut, meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga terus menerus tetapi hasilnya masih tetap nol. sia-sia belaka! memang beginilah nasibku. Meskipun sudah berusaha sekuat tenaga apapun hasilnya tidak bisa berubah
anak kedua berkomentar: laba-laba itu bodoh sekali. kenapa tidak mencari jalan lain. tidak perlu bersusah payah untuk menghadapinya. lebih baik lewat jalan pintas saja.
lain halnya dengan pendapat anak ketiga, melihat kegigihan laba-laba tersebut, hatinya tergugah. dia berkomentar : Laba-laba ini begitu kecil, tetapi memiliki semangat yang luar biasa! dalam hal keuletan dan ketabahan. aku harus belajar dari semangat laba-laba ini. beberapa kali sarangnya rusak, namun dengan kegigihannya, laba-laba tetap semangat utk membangun sarangnya kembali.

RENUNGAN:
Cerita diatas memang sangat realistis dan sungguh inspiratif sekali. Sudut pandang yang berbeda dalam melihat persoalan yang terjadi akan melahirkan penanganan yang berbeda. Cara pandang anak pertama memperlihatkan sikap sosok yang tanpa motivasi, tanpa target hidup yang pasti, pasrah, mudah putus asa, dan bergantung pada apa yang disebut dengan nasib. ini adalah salah satu perspektif yang paling menghambat langkah seseorang untuk meraih keberhasilan. Jika kita menganut sudut pandang demikian maka dijamin keberhasilan akan jauh dari kita.

Cara pandang anak kedua menunjukkan tanda-tanda sebuah pribadi yang oportunis dan pragmatis. Dalam menghadapi masalah dan persoalan, pilihan yang ditempuhnya adalah menghindari atau lari dari persoalan. Jika toh harus menghadapinya maka yang ditempuhnya adalah ditempuhnya jalan pintas dan menghalalkan segala cara asalkan tujuannya tercapai. Bukannya mencari pemecahan dengan kreatifitas dan kecerdasan. Jika setiap rintangan kita bersikap demikian, maka dipastikan mental kita akan menjadi lemah, rapuh, dan besar kemungkinan menjadi "Raja Tega"

dan untuk cara pandang anak ke tiga itu menunjukkan semangat juang yang tinggi. Kegigihan adalah semangat pantang menyerah yang harus dimiliki untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
setiap persoalan adalah sebuah batu penguci yang harus dipecahkan dan dihadapi dengan penuh keberanian.

Kita harus membiasakan diri melihat setiap masalah yang muncul sebagai sesuatu yang wajar dan harus dihadapi, bukan menghindar atau melarikan diri dari masalah.

Sesungguhnya, kualitas kematangan mental seseorang dibangun dari fondasi banyaknya hambatan. masalah, kelemahan, dan problem kesulitan yang dihadapi. dan jelas sekali dengan bekal kegigihan, ketabahan, dan usaha yang konsisten utk memperbaiki diri kedepannya merupakan kunci sukses kita untuk mencapai tujuan (goal) yang kita targetkan. hasil yang dicapaipun akan berkualitas dan membanggakan.

"Kegigihan adalah semangat pantang menyerah yang harus kita miliki.Dengan bekal kegigihan dan usaha yang konsisten, kesuksesan yang kita peroleh pasti berkualitas dan membanggakan"

Kamis, 29 November 2012

A Little Girl Called Me a Terrorist

A-Little-Girl-Called-Me-a-Terrorist

Please Read...

"I went to the mall, and a little girl called me a terrorist.

My name is Ela. I am seventeen years old. I am not Muslim, but my friend told me about her friend being discriminated against for wearing a hijab. So I decided to see the discrimination firsthand to get a better understanding of what Muslim women go through.

My friend and I pinned scarves around our heads, and then we went to the mall. Normally, vendors try to get us to buy things and ask us to sample a snack. Clerks usually ask us if we need help, tell us about sales, and smile at us. Not today. People, including vendors, clerks, and other shoppers, wouldn't look at us. They didn't talk to us. They acted like we didn’t exist. They didn't want to be caught staring at us, so they didn't look at all.

And then, in one store, a girl (who looked about four years old) asked her mom if my friend and I were terrorists. She wasn't trying to be mean or anything. I don’t even think she could have grasped the idea of prejudice. However, her mother’s response is one I can never forgive or forget. The mother hushed her child, glared at me, and then took her daughter by the hand and led her out of the store.

All that because I put a scarf on my head. Just like that, a mother taught her little girl that being Muslim was evil. It didn't matter that I was a nice person. All that mattered was that I looked different. That little girl may grow up and teach her children the same thing.

This experiment gave me a huge wake-up call. It lasted for only a few hours, so I can’t even begin to imagine how much prejudice Muslim girls go through every day. It reminded me of something that many people know but rarely remember: the women in hijabs are people, just like all those women out there who aren't Muslim."


original post [Inspirational Islamic Quotes]

AKHIR HAYAT PENGGEMAR MUSIK DAN PENCINTA AL QUR'AN [Kisah Nyata]

akhir-hayat

Assalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokaatuhu
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi sebuah kisah nyata AKHIR HAYAT PENGGEMAR MUSIK DAN PENCINTA AL QUR'AN.
Saya merinding ketika pertama kali membaca kisah ini, ditambah lagi saya lumayan sering bergelut dengan music. wuih tambah gemetar disko. Semoga kita tetap dalam lindungan-NYA untuk mati dalam keadaan iman dan islam...aamiin

berikut adalah kisah AKHIR HAYAT PENGGEMAR MUSIK DAN PENCINTA AL QUR'AN selelngkapnya.

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka, setiap hari begitu, benar-benar mengherankan!”
Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan, Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah. Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.
Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.

Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.
Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.

Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.

Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku. Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.
Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya…
Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.
Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.

Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.
Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.
Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.
Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.

Kejadian Yang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.
Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.
Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.

Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya. Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.
“Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.
Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.

Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit…
Kepada orang-orang di sana kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.

Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.

Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum. Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan. Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.

“Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah”.
Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…
Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…

Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin… (Azzamul Qaadim, hal 36-42)

Sumber : [“Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab”; judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48]

Aku Ingin Mencintaimu seperti

Aku-Ingin-Mencintaimu-seperti

Aku ingin mencintaimu seperti menghafal lagu wajib di sekolah dasar dulu
Lagu yang kunyanyikan dengan rambut kelimis disisirkan ibu dan baju seragam yang agak bau keringat hari rabu.

Aku ingin mencintaimu seperti menyanyikan lagu wajib di sekolah dasar dulu
Lagu yang kunyanyikan dengan lidah cadel dan kepala agak miring ke kanan
yang kuhafal secara lengkap hampir tanpa kesalahan.

Aku ingin mencintaimu seperti menghafal lagu wajib di sekolah dasar dulu
Lagu yang kunyanyikan setiap saat dengan kaki-kaki kecil penuh semangat
mengentak lantai, meski kadang sumbang, kadang salah ketukan

Aku ingin mencintaimu seperti menyanyikan lagu wajib di sekolah dasar dulu
Lagu yang kuiringi dengan pukulan-pukulan kecil di bangku sekolah yang tua dan rapuh, sambil menunggu giliran dipanggil guru dengan dada berdebar, seperti dada pencuri tertangkap radar

Aku ingin mencintaimu seperti lagu wajib di sekolah dasar dulu
Lagu yang tak meminta kemampuan apa-apa, sederhana— yang hanya meminta dirinya dinyanyikan
: itu saja!

fahd djibran


note
Tadi sempat nostalgia sama catatan lama, tak sengaja saya menemukan sebuah catatan usang, tepatnya sebuah puisi yang dibuat oleh Fahd Djibran, yang sampai sekarang masih saja membuatku cengar cengir tak karuan ketika membacanya. " Aku ingin Mencintaimu Seperti " sebenarnya bukan judul aslinya :D maaf ya kang Fahd Djibran, bukan bermaksud merubah puisi luar biasa yang sudah anda buat ini, tapi karna kebelet ingin mengabadikannya di blog ini, saya akhirnya memutuskan untuk mepostingnya.
Berharap aku bisa mencintanya seperti menyanyikan lagu wajib di sekolah dasar dulu

Rabu, 28 November 2012

Pengertian Tawakal

Para sahabat dan tabiin memberikan beberapa pengertian tentang tawakal, diantaranya: Pertama, tawakal adalah amal hati (Imam Ahmad) kedua, tawakal artinya melepaskan diri bersama kehendak Allah (Sahl) ketiga, ridha terhadap Allah SWT sebagai pelindungnya (Yahya bin Mu’adz)  

Selain itu, keempat, melepaskan berbagai sesembahan dan memotong segala sebab, tidak bergantung kepada sebab (Dzun-Nun) dan terakhir, menghempaskan badan dalam ubuidyah dan mengaitkan hati dengan rububiyah dan ketenangan hati terhadap kecukupan yang diberikan kepadanya. Jika diberi ia bersyukur dan jika ditahan ia bersabar (Abu Turab An-Nakhsyaby)

Secara umum mereka semua sepakat bahwa tawakal tidak berarti harus menafikan pelaksanaan sebab. Tawakal tidak benar kecuali disertai pelaksanaan sebab, jika tidak maka itu batil dan merupakan tawakal yang rusak.

Sedangkan menurut Al Ghazali, tawakal itu termasuk masalah iman. Tawakal juga tersusun dariilmu yang merupakan dasar, dan amal yang merupakan buah dan keadaan yang merupakan kehendak atas nama tawakal Tawakal bentukan dari kata al-wakalah.

Jika dikatakan “wakala amrahu ila Fulanin”, artinya menyerahkan urusan kepada Fulan dan bersandar kepadanya. Orang yang diserahi disebut al-wakil, sedangkan yang menyerahkan urusan disebut muttakil alaihi atau mutawakil alaihi.

Sedangkan Ibnul Qoyyim menyebutkan bahwa tawakal tersusun atas beberapa tingkatan:
- Mengetahui Rabb dengan segenap sifat-sifat-Nya
- Kemantapan hati dalam masalah tauhid
- Menyandarkan hati dan bergantung kepada Allah
- Berbaik sangka kepada Allah
- Menyerahkan hati kepada Allah, menghimpun penopang-penopangnya dan menghilangkan penghambat-penghambatnya.
- Pasrah, yang merupakan ruh tawakal, inti dan hakikatnya.
- Ridha merupakan buah tawakal

Tawakal dan Sebab
Al qur’an dalam surat AnNisa:71 dan Al-Anfal:60 memerintahkan orang-orang mukmin untuk mempertimbangkan sebab. Saat ini manusia dikelompokkan kedalam empat golongan berkaitan dengan sebab, yaitu:

1. Golongan yang menyia-nyiakan sebab
Dengan hati dan badannya, golongan ini menyia-nyiakan sebab, karena berasalasan tawakal kepada Allah SWT. Golongan ini tidak banyak menimbulkan problem pada masa sekarang.

2. Golongan yang bersandar kepada sebab dan melupakan pembuat sebab
Segala pandangan mereka tertuju kepada sebab dan penyandaran mereka murni kepada sebab, sehingga seakan-akan sebab itu adalah sesembahan yang harus dipuja selain pemujaan terhadap Allah atau sama sekali melalaikan Allah SWT. Golongan ini merupakan golongan mayoritas saat ini. Mereka menganggap bahwa rezeki yg mereka terima bukanlah dari Allah SWT, namun karena usaha mereka sendiri.

3. Golongan yang mengandalkan sebab untuk melakukan kedurhakaan
Golongan ini lebih buruk dari golongan kedua. Golongan kedua bersandar kepada sebab dalam hal-hal yang mubah. Namun golongan ini mempergunakan sebab untuk melakukan hal-hal yang diharamkan dan mengandalkan sebab yang dihamparkan Allah untuk mendurhakai Allah. Mereka mempergunakan segala nikmat yang Allah berikan kepada mereka seperti harta, ilmu, kekuasaan sebagai sarana untuk menganiaya dan menindas orang lain yang lemah dan tidak tahu.

4. Golongan yang memadukan sebab dan tawakal
Golongan ini tidak mengambil sebab dan tidak melalaikan pencipta sebab. Dengan anggota badannya, ia bersama sebab, dengan hatin dan akal dia bersama Rabb-nya. Inilah orang yang sesungguhnya tawakal. Mereka beraktifitas pada kehidupan dunianya, mencari ilmu, mencari rezeki, namun mereka tetap mengembalikan hasilnya kepada Allah SWT sebagai pemilik segala yg ada di dunia ini.

Buah Tawakal kepada Allah SWT
1. Ketenangan dan ketentraman
2. Kekuatan
3. Keperkasaan
4. Ridha
5. Harapan

Disamping itu untuk dapat melaksanakan tawakal dengan sebenarnya, terdapat beberapa pendorong tawakal, yaitu:
- Mengetahui Allah dengan Asmaul Husnanya
- Percaya kepada Allah SWT
- Mengetahui diri sendiri dan kelemahannya
- Mengetahui keutamaan tawakal dan keadaan orang-orang yang bertawakal serta bergaul dengan mereka


Diringkas oleh: Cecep Y Pramana
Dari buku: “TAWAKAL” karya: Dr Yusuf Al-Qaradhawy
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar (1998)



KISAH ANAK KECIL PENJUAL KUE


Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hanga
t dan enak rasanya!"

"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."

Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"

"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

RENUNGAN:
Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.

Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.

kisah bong chandra (motivator termuda diasia)


Bong Chandra, pemuda usia 24 tahun ini dikenal sebagai “Motivator Termuda di Asia”. Ia berhasil menjadi seorang milyader di usia yang sangat muda, tentu saja hal tersebut membuatnya menjadi ido
la banyak orang. Namun siapa sangka bahwa perjalanannya menuju kesuksesan ternyata penuh liku. Berikut adalah wawancara tim Solusi Life dengan Bong Chandra.

Bagaimana sih ceritanya hingga Anda bisa sukses seperti sekarang ini?

Saya dibesarkan di keluarga yang biasa saja. Orangtua saya seorang pengusaha. Namun saya dibesarkan dalam keadaan penuh kelemahan. Dalam artian yang pertama adalah kelemahan fisik. Waktu saya lahir, saya terkena penyakit flek paru-paru. Jadi waktu kecil saya suka kejang. Akhirnya hal itu membuat tubuh saya sangat kurus, dan hal tersebut membuat saya tidak percaya diri dan kuper.

Hingga pada tahun 1998, pada saat saya kelas 6 SD Indonesia mengalami krisis ekonomi dan kerusuhan. Salah satu yang kena adalah pabrik papa saya. Papa saya bankrupt, sehingga mulai dari kelas 6 SD sampai 2 SMA saya hidup sangat kekurangan.

Saya juga melihat bagaimana ayah saya dari punya pabrik, kerja dengan mesin, kebetulan pabrik kue, jadi buat adonan kue sendiri. Bagaimana keringatnya, bagaimana beliau masuk ke pasar-pasar basah, panas, pada hal usia beliau sudah 50 tahun lebih saat itu.

Saya seringkali juga hanya makan seadanya, dan juga hutang sana dan hutang sini. Bahkan seringkali kalau saya terima telephone di rumah diminta bilang papi ngga ada, mami ngga ada. Karena yang telephone adalah penagih hutang. Listrik dan telephone kami juga sering di putus.

Masa-masa paling pahit bagi saya adalah saat kami sekeluarga harus mengumpulkan uang-uang receh yang ada di sudut-sudut jendela, pojok-pojok lemari. Uang receh bisa buat apa sih? Tapi saking berharganya uang-uang receh itu bisa kami buat bayar listrik atau telephone.

Bagaimana dengan prestasi di sekolah?

Saya tidak punya prestasi sama sekali (di sekolah – red). Seringkali saya hanya fotokopi buku pelajaran karena tidak mampu beli buku baru. Saya hampir tidak naik kelas waktu SMA kelas 2 semester pertama. Raport saya merah 11 pelajaran dari 13 mata pelajaran. Saya menangis, saya sedih sekali. Itu adalah titik paling rendah dalam hidup saya.

Ternyata Bong Chandra pun pernah merasa iri…

Wajar, namanya juga anak muda waktunya aktualisasi diri. Mereka bisa punya handphone baru, saya ngga bisa. Mereka bisa pergi sama keluarganya, saya ngga bisa.

Saat itu ada teman saya yang ngga ada jemu-jemunya menjenguk saya, bukan karena saya sakit, tapi untuk mengajak saya ke gereja. Waktu itu ngga tahu kenapa saya merasa ini saat yang tepat. Akhirnya saya putuskan untuk ke gereja. Di sana saya sadar bahwa selama ini saya masih mengandalkan kekuatan saya sendiri.

Kadang saya bertanya, untuk apa sih Tuhan ciptakan kesulitan. Kenapa Tuhan ciptakan masa-masa down. Akhirnya saya menemukan (jawabannya), ternyata kalau tidak ada masa-masa sulit, tidak ada masa down, manusia akan mengandalkan dirinya sendiri, itu yang saya yakini yang dulunya saya belum yakin.

Ketika mengalami masa sulit, manusia sudah tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri, tidak bisa mengandalkan orangtuanya, orang lain, maka manusia mulai mencari satu pribadi, itulah yang saya alami.

Sekali lagi hidup ini seperti permainan catur. Kita baru bisa majukan pionnya kalau kita majukan pionnya. Karena kalau kita majukan pion, satunya hanya diam kan tidak bisa. Jadi kita berharap sepenuhnya pada Tuhan, tapi kita harus berusaha jadi yang terbaik. Jadi dua keseimbangan ini yang menjadi paradigma yang baru ketika saya mengenal Tuhan.

Berlahan Bong mulai bangkit..

Yang membuat saya bangkit adalah orang-orang yang saya cintai. Yaitu orangtua saya, adik, pasangan saya dan lain sebagainya. Jadi yang membuat saya bangkit adalah alasan yang kuat, karena saya percaya motivasi terbesar bukanlah ketika kita berjuang untuk diri kita sendiri tapi berjuang untuk orang lain. Saya berkomitmen untuk tidak egois lagi. Dalam arti, saya siap bayar harganya. Dulunya saya nyaman, diam di rumah. Kemudian sudah uangnya terbatas, malah habiskan uangnya ke warnet. Main game, sama teman-teman main basket. Saya bilang, mulai hari ini saya tidak mau egois berpikir untuk diri saya, dan saya mau bangkit, bukan untuk saya tapi untuk mereka.

Demi keluarganya Bong rela bekerja keras..

Saya pernah gonta-ganti pekerjaan, dari pertama serabutan. Saya jualan baju, saya jual parfum, apapun yang bisa saya jual. Saya punya prinsip, lebih baik susah sekarang.

Dan saya bersyukur, karena keluarga kami bankrut dan kami punya keterbatasan, jadi keluarga kami sangat dekat. Yang kedua adalah saya bersyukur, karena hidup saya dari kecil sudah sulit, saya jadi anak yang tidak manja.

Jadi saya balik, dari awalnya saya iri sama teman-teman saya, teman-teman saya harus iri sama saya. Karena apa? Karena mereka tidak mengalami kesulitas yang saya rasakan. Karena mereka tidak mengalami kesulitan, mereka tidak tumbuh sekeras saya.

Kerasnya tekad Bong itulah yang membuat ia tidak pernah menyerah. Berbagai bisnis seperti MLM dan event organizer ia jalani. Untung dan rugi juga silih berganti. Namun ia tidak pernah putus asa.

Di bisnis property inilah Bong Chandra berhasil mencapai kesuksesannya. Ia berhasil menjadi milyader di usia muda dan berhasil mewujudkan impian orangtuanya untuk ke luar negeri. Saat dipuncak keberhasilannya, ia ingin orang lain berhasil juga. Karena itulah ia menjadi seorang motivator. Apa yang menjadi kepuasan Bong saat ia menjadi motivator?

Paling puas adalah saat saya mendapatkan email, atau mendapat mention di twitter saya yang mengatakan hidupnya berubah, mereka jadi memiliki semangat lagi. Pernah saya mendapat email dari orang yang dulu katanya pernah dibilang hampir gila sama orang-orang, dan akhirnya mereka bisa temukan jati diri yang baru. Ada yang pernah hampir bunuh diri, saya bisa bantu mereka. Itulah salah satu yang membuat saya senang memberi motivasi.

Apa arti kesuksesan bagi Bong Chandra?

Buat saya sukses adalah saya bisa menjadi lebih baik dari yang kemarin, itulah yang pertama. Yang kedua, sukses adalah ketika kita bisa mengalahkan diri sendiri. Dalam artian, manusia itu Tuhan kasih potensi yang sangat luar biasa. Jika manusia itu tidak bisa melawan dirinya sendiri maka potensinya akan terhambat. Sukses adalah ketika kita bisa menggunakan talenta yang Tuhan kasih, kita develop sehingga kita bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Prinsip-prinsip apa yang dijalankan Bong Chandra dalam bisnisnya?

Yang pertama adalah prinsip kebenaran, dalam arti kita tidak boleh kompromi. Yang kedua adalah kerjasama.

Kisah Martha Tilaar: Membangun Istana Kecantikan Dari Garasi


Jangan pernah meremehkan sebuah panggilan hati, meski itu bertentangan dengan apa yang menjadi sikap keseharian kita! Itulah yang terjadi pada sosok Martha Tilaar. Barangkali, me
lihat kiprah perempuan yang masih terlihat segar di usia yang tak lagi muda ini pasti kita membayangkan masa mudanya tak bakal jauh dari urusan seputar kecantikan? Pastilah ia berhubungan erat dengan keelokan, keanggunan, dan kemolekan ala kraton Jawa yang terbentuk baik dari sikap maupun penampilan.

Ternyata, masa muda perempuan kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937 ini jauh dari kesan cantik dan anggun. Malah, ia tumbuh jadi gadis tomboy, lincah, bahkan bandel. Ia sangat tidak suka merawat diri jika dibandingan dengan saudara-saudaranya. Bayangkan, hobinya main layang-layang dan berenang di sungai! Karena itu, kulitnya jauh dari kesan mulus dan bahkan rambutnya pun memerah. Ibunda Martha muda sering menegur dirinya agar berpenampilan layaknya seorang perempuan.

Masa remajanya, Martha mengambil kuliah jurusan sejarah di IKIP Negeri Jakarta. Sejak lulus tahun 1962, ia kemudian mengajar sejarah. Profesinya sebagai guru membuat dirinya makin sering diperingatkan sang bunda untuk berpenampilan lebih layak di depan murid-murid. Akhirnya, ia lantas dipaksa untuk ikut les kecantikan. Konon, diantar sang ibu ia belajar tata kecantikan ke Titi Purwosoenoe. Rupanya, di sinilah jiwa perempuan Martha terpanggil. Entah siapa yang memengaruhi, atau entah itu merupakan panggilan hati, Martha mulai jatuh cinta dengan dunia kecantikan.

Maka, saat sebuah kesempatan menghampirinya, Martha pun menyempatkan diri belajar kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS. Saat itu, ia mengikuti tugas belajar suaminya ke Amerika. Dari hasil pendidikannya, ia kemudian membuka praktik salon. Ia terjun ke lapangan sendirian untuk mempromosikan usahanya. Mulai dari masuk kampus-kampus, hingga mendatangi ibu-ibu yang ikut suami tugas di sana. Martha juga menyempatkan diri melamar bekerja sebagai salesgirl produk kosmetika Avon. Setiap sore ia keluar masuk asrama mahasiswa dan mengetuk pintu untuk lalu berteriak lantang, "Avon Calling!"

Dari sini, jiwa wirausahanya terus bergolak. Maka, sekembalinya ke Indonesia, ia pun memutuskan membuka salon. Karena belum mempunyai rumah sendiri, garasi rumah orangtuanya jadi laboratorium usaha yang ia beri nama "Martha Salon". Di sebuah ruangan berukuran 6x4 meter daerah Menteng Jakarta itu, tepat pada tanggal 3 Januari 1970, menjadi hari bersejarah penentu arah hidup Martha Tilaar. Di sana, ia mulai membuat produk-produk kecantikan dari bahan alam dengan nama Sariayu Martha Tilaar, merek yang jika diartikan "Sarinya Wong Ayu".

Dari garasi itulah, perjalanan bisnis Martha Tilaar teruji dengan berbagai hal. Meski produknya mulai diterima oleh banyak orang, ia sempat ditolak saat hendak menyewa beberapa mal dan plaza terkemuka di Jakarta. Produknya dianggap tidak memiliki image berkelas.

Martha Tilaar lantas menjawab tantangan tersebut dengan mendirikan Puri Ayu Martha Tilaar pada kisaran Mei 1995. Tepatnya di daerah Kuningan Jakarta Selatan, ia membuat gerai jamu dan kosmetika Sariayu. Berkat perjuangannya, gerai tersebut mampu berkembang dan bahkan punya cabang di kota-kota besar lain di Indonesia. Usaha yang kini dinamai Martha Tilaar Group berkembang dengan sekitar 11 anak perusahaan dan mampu mempekerjakan setidaknya 6000-an orang.

Kini, dengan kesuksesannya, ia mendirikan Yayasan Martha Tilaar untuk mendidik kaum perempuan tentang kecantikan. Yayasan ini bertujuan mendidik kaum perempuan agar mempunyai keterampilan tentang kecantikan hingga bisa jadi modal saat terjadi krisis seperti pemutusan hubungan kerja (PHK).

RENUNGAN:
Kisah perjuangan Martha Tilaar dari nol hingga menjadi sukses luar biasa patut diteladani oleh siapa saja. Kekuatan tekad untuk mendobrak tantangan yang ada adalah inspirasi bahwa siapapun yang mau berusaha dan berjuang, pasti akan menemukan jalan keberhasilan.

Kisah Yoo Ye-eun, seorang Pianis Tunanetra


Piano punya alunan suara yang sangat indah dan bahkan bisa dijadikan semacam terapi musik untuk ketenangan jiwa. Karena itu, alat musik yang satu ini disukai banyak orang, baik anak-anak maupun or
ang dewasa. Begitu pula bagi sosok muda belia bernama Yoo Ye-Un ini. Karena kecintaannya, bocah yang baru berusia lima tahun ini seolah tak bisa lepas dari piano.

Yang lebih fantastis, ternyata Yoo adalah seorang pianis handal yang tunanetra alias tak bisa melihat, bahkan mungkin ia tak tahu wujud pianonya itu sendiri. Tapi, mengandalkan intuisi dan pendengarannya, Yoo berhasil menjadi seorang pemain piano belia layaknya manusia normal. Kondisi inilah yang membuat ratusan penonton takjub-bahkan banyak yang berlinang air mata-saat menyaksikan Yoo mendentingkan piano.

Yoo memang sangat berbeda dengan anak pada usianya. Di usianya yang masih belia-ditambah memiliki keterbatasan pengelihatan sejak lahir-Yoo mampu memainkan karya-karya spektakuler dari komponis besar seperti Mozart, Chopin, maupun Beethoven. Yang mengherankan, hanya dengan sekali mendengar, ia dapat memainkan komposisi musik tersebut dengan sangat baik.

Karena kehebatannya, sebuah acara pencarian bakat bertajuk Star King di sebuah televisi di Korea menobatkannya menjadi pemenang. Ia pun mendapatkan hadiah sebesar satu juta won atau setara dengan Rp 9,1 miliar. Yoo juga diberi julukan "Jenius Mozart berumur lima tahun". Dengan kemenangannya di ajang kontes Star King, ia kini dikenal di mana-mana. Rekamannya juga dikirimkan ke Pandora TV, sebuah situs video streaming yang memungkinkan aksinya bisa dilihat di seluruh dunia.

Kemahiran Yoo memang seperti bakat dari alam. Hal ini mengingatkan kita pada sosok Hee Ah Lee yang juga jago bermain piano, meski jari kedua tangannya hanya ada empat. Kedua sosok ini menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk tak berkarya.

Yoo sendiri menurut beberapa tulisan disebut sudah mulai bisa memainkan piano sejak usia tiga tahun. Saat itu, Park Jung Soon, ibu angkatnya sangat terkejut dengan permainan piano Yoo. Sebab, ia tak merasa pernah mengajari Yoo bermain piano.

Dalam salah satu aksinya, Yoo yang sejak kecil sudah ditinggalkan orangtua kandungnya mampu membuat penonton berlinang air mata. Saat itu ia membawakan lagu You Were Born to be Loved. Barangkali inilah tumpahan hati yang tertuang dalam sebuah dentingan piano dari seorang anak yang tak mengenal putus asa. Meski buta, ia tetap berkarya sehingga itulah yang mengundang keharuan semua yang melihatnya.

Orangtua angkat Yoo sendiri tidak menyangka akan mendapatkan reaksi yang luar biasa dari orang banyak. Kini, Yoo telah tampil di berbagai negara. Tawaran bantuan pun mengalir seperti bantuan untuk menyembuhkan mata Yoo. Sayangnya, hingga kini, operasi yang telah dilakukan belum berhasil. Sampai sekarang Yoo masih tidak dapat melihat.

Walaupun dengan keterbatasan pengelihatan, Yoo mampu membuat dunia kagum padanya. Jari-jarinya yang lentik dapat memainkan piano dengan sangat indah. Keterbatasannya tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk berkarya. Sebuah kemampuan dan semangat luar biasa yang dimilikinya.

Kisah Mike Lazaridis, Si Penemu Blackberry


Mike Lazaridis (48 tahun) adalah seorang pengusaha sukses. Pada saat ini, oleh media cetak dan internet, ia dianggap sebagai salah satu orang paling penting dan berpengaruh bagi masyarakat dunia.
Alasannya: ia penemu BlackBerry. Bersama dengan berbagai situs jaringan sosial, BlackBerry mampu mengubah pola/kebiasaan komunikasi masyarakat dunia.

BlackBerry adalah perangkat genggam nirkabel (tanpa kabel) yang memiliki kemampuan telepon selular, ditambah fasilitas e-mail, SMS, faksimili, penjelajah internet, kamera, dan lainnya.

BlackBerry - berbekal sistem dan teknologi servernya yang unik - selalu bisa terhubung dengan internet. Jadi, dengan BlackBerrry, Anda bisa berkomunikasi sekaligus menerima/mengirim data dengan mudah...di mana saja!

**
Lazaridis adalah penduduk Waterloo, Kanada. Namun dia lahir di Istanbul, Turki. Lalu, kedua orangtuanya yang berasal dari Yunani membawa Lazaridis ke Kanada saat usianya lima tahun.

Tahun 1966 Lazaridis tinggal di Windsor, Ontario. Bakatnya mulai tampak sejak dia bersekolah di Windsor. Ia menghabiskan banyak waktunya di perpustakaan.

Umur 12 tahun, Lazaridis mendapat penghargaan Windsor Public Library karena telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan itu. Di SMA, minatnya terhadap elektronik terfasilitasi karena bertemu dengan guru-guru hebat. Dalam setiap wawancara, dia selalu merujuk pada guru-guru SMA yang dianggapnya sebagai motivator paling baik. Guru-gurunya di sana jugalah, yang memimpikan bergabungnya fungsi perangkat elektronik (seperti telepon genggam), komputer, dan wireless.

Tahun 1979, Lazaridis memutuskan kuliah di Universitas Waterloo jurusan Electrical Engineering bidang ilmu komputer. Saat menjadi mahasiswa, dia mendapat kontrak 500.000 dollar dari General Motors (GM) untuk membangun display kontrol jaringan komputer. Dari dana kontrak dengan GM itu, ditambah pinjaman 15.000 dollar dari orangtuanya, Lazaridis yang masih mahasiswa mendirikan perusahaan bernama Research in Motion (RIM). Dia keluar dari universitas dua bulan sebelum lulus.

RIM bergerak di bidang teknologi barcode untuk film. Lambat laun, RIM merambah ke wireless dan tahun 1999 memperkenalkan BlackBerry.

RENUNGAN:
Hal yang patut kita tiru, biarpun sudah sukses, Lazaridis tetap rendah hati dan tidak cepat puas. Ia tetap banyak belajar dan selalu melakukan riset. Maka tidak heran, ia tidak "hanya" menjadi seorang ahli teknologi. Dia juga menguasai manajemen, pemasaran, dan strategi invasi produk ke penjuru dunia! Luar biasa!

KISAH ELEANOR SIMMONDS, ANAK YANG LUAR BIASA


Eleanor Simmonds atau Ellie adalah seorang anak Inggris. Ia mengidap penyakit achondroplasia. Akibatnya, tubuhnya tidak bisa berkembang dengan normal. Saat ini, pada usia 14 tahun, tinggi badann
ya hanya 1,23 meter, dengan berat badan 43 kilogram.

Namun, janganlah memandang remeh dirinya. Ia sangat berbakat, percaya diri, dan prestasinya LUAR BIASA! Ialah wakil termuda Inggris Raya untuk Paralimpik 2008 di Beijing, China. Paralimpik adalah kejuaraan olahraga khusus untuk orang yang cacat fisik dan penglihatan.

Ellie berlaga di lima nomor perorangan cabang olahraga renang. Berbekal impian meraih medali Paralimpik, ia harus bertanding dengan orang-orang dewasa yang usianya jauh di atasnya. Hasilnya? Ellie sukses meraih dua medali emas di nomor gaya bebas 100 meter dan 400 meter!

Bahkan, pada nomor 400 meter, Ellie berhasil mengalahkan Nyree Lewis (28 tahun) - senior sekaligus sumber inspirasinya. Karena Nyree-lah, Ellie tertarik menjadi atlet renang.

Prestasi Ellie terdengar sampai telinga Ratu Inggris Elizabeth II. Ratu berkenan memberinya penghargaan "Member of the Order of the British Empire" (MBE). MBE adalah gelar untuk kelas terbawah dalam susunan bangsawan Kerajaan Inggris Raya. Penghargaan atau gelar ini diberikan untuk warga Inggris Raya yang bisa mengharumkan nama negerinya.

Ellie menerima medali ini langsung dari tangan Ratu Elizabeth II pada Rabu, 18 Februari 2009. Betapa bangganya, Ellie! Apalagi ia menjadi orang termuda sepanjang sejarah, yang dianugerahi penghargaan MBE.

Prestasi dan penghargaan tentu membuat kehidupan Ellie dan keluarganya menjadi lebih baik.

Puaskah Ellie? Tidak! Dua pekan setelah mengukir prestasi gemilang di Beijing, dia sudah sibuk belajar di sekolah dan tentu saja, latihan renang.

"Saya latihan pagi dua jam sebelum berangkat sekolah dan dua jam lagi sepulang sekolah," ujar Ellie. "Liburnya hari Minggu saja. Saat itu saya memulihkan kondisi dan bermain dengan teman-teman." Sekadar tahu, Ellie memang sudah terbiasa dengan kerja keras. Ia mulai latihan renang sejak usia 5 tahun dan ikut lomba sejak usia 10 tahun. Baginya, renang sangat menyenangkan. Dari olahraga air inilah, semangat hidupnya membara.

Apa target besar dan menantang berikutnya? Ellie ingin menambah prestasinya di Paralimpik 2012, yang akan diadakan di London, Inggris. Ia ingin mendapat medali emas di semua nomor! "Keluarga dan teman-teman, yang tahun lalu tidak bisa datang ke Beijing, akan bisa mendukung impian saya secara langsung!

KISAH BALERINA PROFESIONAL : MALI DAN ZHAI XIAO WEI



- Ma Li -
Ma Li adalah seorang balerina profesional, yang sudah membangun karirnya sejak masa kanak-kanak. Ia berasal dari Provinsi Henan, China. Sayangnya, ketika berusia 19 tahun (tahun
1996), ia mengalami kecelakaan mobil. Akibatnya, lengan kanannya harus diamputasi. Kemudian, kekasihnya pergi meninggalkannya.
 


Betapa bingung dan kecewanya Ma Li! Ia sempat mengurung diri di rumahnya selama berbulan-bulan. Namun, dukungan orangtua menguatkannya. Perlahan tapi pasti, ia melanjutkan hidupnya. Ia segera belajar melakukan mengurus diri dan rumahnya dengan satu lengan. Beberapa bulan kemudian, dia sudah membuka usaha, dengan mendirikan satu buah toko buku kecil.

Pada tahun 2001, Ma Li kembali ke dunia tari yang dicintainya. Ini hal yang sulit, karena dengan hanya satu lengan, ia kurang bisa menjaga keseimbangan tubuhnya - khususnya ketika melakukan gerakan berputar. Namun Ma Li tidak putus asa. Ia terus berusaha, hingga akhirnya ia bisa menyabet medali emas pada kompetisi tari khusus untuk orang-orang yang memiliki kekurangan pada fisiknya. Menurut Ma Li, di kompetisi itu, selain mendapatkan prestasi, ia juga mendapatkan dukungan dari orang-orang yang senasib dengannya. Dari situlah, ia mendapatkan dorongan motivasi dan rasa percaya diri yang lebih besar.

Pada 2002, seorang laki-laki bernama Tao Li jatuh cinta pada Ma Li. Tapi Ma Li meninggalkannya karena khawatir kejadian masa lalu yang menyakitkan terulang kembali.

Tao Li bukan pemuda yang mudah putus asa. Ia mencari Ma Li hingga ke Beijing, tempatnya meniti karir sebagai penari. Ketika bertemu kembali, pasangan ini tidak terpisahkan lagi.

Ma Li dan Tao Li sempat jatuh bangkrut saat virus SARS menyerang China (November 2002 hingga Juli 2003). Sebab, pada masa itu, semua gedung teater/seni ditutup! Namun mereka tetap berjuang dan bangkit kembali.


Setelah serangan virus SARS mereda, Tao Li mendapat izin resmi untuk menjadi agen Ma Li. Sambil berusaha mengembangkan diri dan usaha, kedua insan ini kerja sambilan sebagai pemeran figuran di berbagai lokasi syuting drama. Nah, pada suatu malam bersalju, keduanya pulang larut malam dan harus menghabiskan banyak waktu, untuk menunggu bus yang datang pada pagi hari. Agar tidak terlalu kedinginan, keduanya menari. Pada saat inilah, Tao Li mendapatkan ide untuk menciptakan tarian yang indah dan unik, tarian yang khas Ma Li. Ma Li setuju, dan mulai saat itu mereka mencari seorang penari pria (untuk menjadi pasangan menari Ma li) dan koreografer...

-Zhai Xiao Wei-
Pada umur 4 tahun, Zhai Xiao Wei sedang asyik bermain. Ia lalu mencoba memanjat sebuah traktor, lalu... terjatuh. Karena cedera berat, kaki kirinya harus diamputasi.

Beberapa saat sebelum diamputasi , ayah Xiao Wei kecil bertanya pada putranya: "Apakah kamu takut?"

"Tidak," jawab Xiao Wei. Ia kurang memahami arti amputasi.
"Kamu akan banyak mengalami tantangan dan kesulitan," kata sang ayah.
"Apakah itu tantangan dan kesulitan? Apakah rasanya enak?" tanya Xiao Wei.

Ayahnya mulai menangis. "Ya, rasanya seperti permen kesukaanmu," katanya. "Kamu hanya perlu memakannya satu persatu." Setelah itu, sang ayah berlari keluar ruangan.


Berkat dukungan orangtua dan lingkungannya, Xiao Wei tumbuh menjadi anak yang sangat optimis, periang, dan bersemangat. Kemudian, ia menjadi seorang atlet. Xiao Wei aktif di cabang olahraga lompat tinggi, lompat jauh, renang, menyelam, dan balap sepeda.

-Pertemuan Ma Li dan Zhai Xiao Wei-
Pertemuan itu terjadi pada bulan September 2005. Saat itu, Xiao Wei (21 tahun) sedang berlatih agar bisa tampil di kejuaraan balap sepeda nasional. Ma Li melihatnya dan merasa dialah partner menari yang cocok untuknya.

Ma Li berlari ke arah Xia Wei dan mengajukan berbagai pertanyaan.

"Apakah kamu suka menari?" Itulah pertanyaan pertama Ma Li.

Xiao Wei terkejut sekali. Bagaimana mungkin dia, yang hanya punya satu kaki, melakukan kegiatan seperti menari? Selain itu, Xiao Wei mengira bahwa Ma Li adalah perempuan bertubuh normal. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat saat itu Ma Li mengenakan lengan palsu dan pakaian khusus untuk menutupi cacat tubuhnya.

"Siapa namu kamu? Berapa nomor telepon kamu? Tinggal di mana?" begitulah selanjutnya pertanyaan-pertanyaan Ma Li. Xiao Wei diam saja - tidak menjawab sepatah kata pun. Maka, Ma Li memberikan selembar tiket pertunjukan tari kepada pria itu. Tawaran itu diterima.

Dua hari kemudian, Xiao Wei berdiri terpesona di gedung pertunjukan tari. Ia terkesan sekali dengan tarian yang dipersembahkan Ma Li. Akhirnya, ia setuju untuk menari balet bersama. Untuk itu, ia rela pindah ke Beijing untuk berlatih bersama Ma Li.

Selanjutnya, mereka latihan tiap hari, dari jam 8 pagi hingga 11 malam. Mulai dari melatih mimik wajah di depan cermin hingga gerakan-gerakan tari. Keduanya harus melalui masa-masa sulit, karena sebelumnya Xiao Wei tidak pernah menari. Sementara Ma Li sendiri, adalah seorang penari yang perfeksionis. Tahukah Anda, untuk mendapatkan gerakan "jatuh" yang tepat, Ma Li sampai rela dijatuhkan lebih dari 1.000 kali! Pada hari pertama berlatih "jatuh", gerakan benar yang pertama baru bisa dilakukan pada pukul 8 malam...

Apa yang terjadi berikutnya? Pada April 2007, mereka menyabet medali perak pada lomba tari "4th CCTV National Dance Competition" Pasangan Ma Li/ Zhai Xiao Wei menjadi terkenal. Tarian "Hand in Hand" menjadi inspirasi bagi banyak orang.

RENUNGAN:
Apabila mau belajar dan berusaha mengatasi kekurangan yang ada pada diri kita, dan dengan tekun mengembangkan potensi diri, kita semua pasti mampu menjadi pemenang yang sesungguhnya!