Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Rabu, 30 November 2011

Tk.Sapu menyapu dgn Sempurna

If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well.

Seandainya pun seorang manusia ditakdirkan untuk menjadi seorang tukang sapu jalan, hendaknya dia menya...pu jalan sesempurna Michelangelo ketika melukis, seindah Bethoven ketika menciptakan musiknya, dan seagung Shakespeare ketika menuliskan puisi-puisinya.

Dia harus menyapu jalanan dengan begitu baiknya sehingga semua yang di langit dan di bumi ini ibaratnya terhenti untuk mengagumi dedikasi dan karyanya. "Di sana ada seorang tukang sapu yang mengerjakan semua pekerjaannya dengan luar biasa."

~ Martin Luther King ~

MAHAKARYA

Kepada seorang pelukis Sang Guru berkata, "Agar dapat
berhasil, setiap pelukis harus menggunakan waktu berjam-jam
dalam usaha dan kerja keras tanpa henti."
...
"Beberapa orang berhasil mengesampingkan ego. Ketika itu
terjadi, sebuah mahakarya pun lahir."

Lalu, seorang murid bertanya, "Siapa yang bisa disebut
seorang Mahaguru?"

Sang Guru menjawab, "Siapa saja yang mengesampingkan egonya.
Hidup orang itu adalah sebuah mahakarya."

DALAM KITAB

"Pembimbing rohanimu sama buta dan bingungnya dengan kamu,"
kata Sang Guru. "Jika menghadapi permasalahan hidup, segera
mereka mencoba mencari jawabnya dari dalam Kitab. Padahal,
... hidup itu terlalu besar untuk dicocokkan dengan kitab mana
pun."

Untuk melukiskan hal itu, ia bercerita mengenai seorang
penjahat yang berkata, "Angkat tangan! Berikan uangmu atau
kalau tidak..."

"Kalau tidak, apa?"

"Sudahlah, jangan banyak bertanya dan membuat saya bingung!
Saya baru pertama kali ini merampok." ^_^


MENGAPA HARUS BERTERIAK ?

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya : "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab: "Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."

" Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata: "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan : "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta?

Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian? " Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.

Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang guru masih melanjutkan : "Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda."

Selasa, 29 November 2011

HATI ADALAH LADANG.

Sesuatu yg Baik, belum tentu Benar...

Sesuatu yg Bagus, belum tentu Berharga...

Sesuatu yg Berharga/Berguna, belum tentu Bagus...

Jika kamu tdk bisa menjadi org Pandai, jadilah org yg Baik...

• Jika kita berbuat Baik, maka Kebaikan pula yg akan kita terima kelak...

• Iri Hati yg ditujukan kepada seseorang akan Melukai diri sendiri...

» Yg Penting bukan 'Berapa Lama' kita hidup, tetapi 'Bagaimana' kita hidup...

Org Bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dgn banyak Persahabatan...

• Jika Kejahatan dibalas Kejahatan, maka itu adalah Dendam...

• Jika Kebaikan dibalas Kebaikan, itu merupakan Perkara Biasa...

• Jika Kebaikan dibalas Kejahatan, itulah Zalim...

♡ Tetapi, jika Kejahatan dibalas Kebaikan, inilah yg dinamakan MULIA dan TERPUJI...

Persahabatan Sejati layaknya Kesehatan, Nilainya baru kita Sadari setelah kita Kehilangannya...

Kita tdk akan pernah memiliki seorang Teman, jika kita mengharapkan seseorang Tanpa Kesalahan...

Karena semua manusia itu 'Baik' jika kita bisa melihat 'Kebaikannya' dan 'Menyenangkan' jika kita bisa melihat 'Keunikannya'...

Namun, semua manusia itu akan 'Buruk' dan 'Membosankan' jika kita Tidak Dapat melihat keduanya...

Sesungguhnya "Hati adalah Ladang"...,
maka Tanamlah ia selalu dgn "PERKATAAN dan PERBUATAN YANG ΒΑΙΚ.

Senin, 28 November 2011

ANGIN DAN BULAN ( Persahabatan)

Pada suatu ketika, ada dua teman baik yang hidup bersama di sebuah tempat berteduh dari batu. Ini mungkin terlihat aneh, satunya adalah seekor singa dan yang satu lagi seekor macan. Mereka sudah bertemu sejak mereka masih terlalu muda untuk mengetahui perbedaan antara singa dan macan. Jadi mereka tidak berpikir sama sekali kalau persahabatan mereka itu luar biasa. Ditambah lagi, tempat itu adalah bagian dari gunung-gunung yang tentram. Barang kali karena pengaruh dari seorang bhikkhu hutan lemah lembut yang tinggal di dekat tempat itu. Ia adalah seorang petapa yang tinggal jauh dari penduduk.

Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, suatu hari dua orang teman tersebut masuk ke dalam perbedaan pendapat yang bodoh.

Si Macan berkata, “Setiap orang tahu kalau rasa dingin datang ketika bulan susut dari purnama ke bulan mati.”

Si Singa berkata, “Dari mana kau mendengar omong kosong tersebut?” “Setiap orang tahu kalau rasa dingin datang ketika bulan bertambah besar dari bulan mati ke purnama!”

Percecokan itu menjadi kuat dan kuat. Tidak ada satu pun yang dapat menyakinkan yang lainnya. Mereka tidak dapat menghasilkan kesimpulan apa pun untuk menyelesaikan perdebatan yang semakin membesar itu. Mereka bahkan mulai memanggil nama masing-masing satu sama lainnya! Khawatir akan persahabatannya, mereka memutuskan untuk pergi dan bertanya kepada bhikkhu hutan terpelajar yang pasti akan tahu tentang hal semacam itu.

Singa dan macan Mengunjungi si petapa yang penuh ketenangan, mereka menunduk memberi hormat dan menanyakan pertanyaan mereka kepadanya. Si Bhikkhu yang bersahabat tersebut berpikir sejenak dan kemudian memberikan jawabannya, “Bisa saja dingin pada bentuk bulan apa pun, dan bulan mati ke bulan purnama dan kembali ke bulan mati lagi. Anginlah yang membawa rasa dingin, apakah itu dari barat, utara ataupun timur. Untuk itu, sedikit banyak kalian berdua benar! Dan tidak ada satu pun dari kalian yang dikalahkan oleh yang lainnya. Hal yang paling penting adalah hidup tanpa perselisihan, untuk tetap bersatu. Kebersamaan tentu saja adalah yang terbaik.”

Singa dan Macan berterima kasih kepada petapa yang bijaksana. Mereka bahagia masih menjadi teman.


Pesan moral : Cuaca datang dan pergi (berubah-ubah), namun persahabatan harus tetap terjalin.

Memotivasi diri setiap hari

People often say that motivation doesn't last. well, neither does bathing,that's why we recommend daily!

Ya, seperti petuah di atas:

"Kata orang, efek motivasi tidak bertahan lama. Semangat yang timbul karena daya batin kita sendiri ini bisa dengan mudah padam atau lenyap. Sulit bagi manusia untuk selalu termotivasi setiap saat.

Ini mungkin betul. Tetapi begitu juga halnya dengan mandi, kan? Kesegarannya tidak bertahan lama.

Karena itu, sama seperti mandi, kami merekomendasikan Anda untuk selalu memotivasi diri SETIAP HARI. ~ Zig Ziglar.

Sabtu, 26 November 2011

Menemukan Sendiri Kebenarannya

By J. Sudrijanta, SJ on February 1st, 2010,Gereja St. Anna – Paroki Duren Sawit

Kebanyakan orang mengikuti suatu teori, keyakinan, kepercayaan, dogma, atau ajaran tertentu bukan karena melihat sendiri kebenarannya, tetapi karena bingung batinnya. Karena bingung, orang lari kepada ajaran tertentu dan ajaran yang dipegang erat-erat menambah lebih banyak kebingungan. Ajaran kebenaran yang dijadikan pedoman tingkah-laku lalu dijadikan pegangan untuk menilai ajaran-ajaran lainnya. Batin seperti itu hanya mampu melihat kebenaran sebatas pikiran dan tidak ada satupun pikiran yang mampu menyembuhkan batin dari kebingungan.

Meskipun orang hafal kata-kata Yesus, Buddha, Mohamad, Krishna atau guru-guru spiritual lainnya, batin orang tidak akan berubah secara fundamental selama tidak mengenal dirinya sendiri, termasuk bagaimana berhubungan dengan ajaran-ajaran yang diikuti atau ditolaknya. Untuk bisa melihat yang palsu sebagai palsu dan yang benar sebagai benar, maka batin musti bebas dari beban pengaruh ajaran atau otoritas apapun. Kebenaran yang sesungguhnya tidak melekat pada ajaran atau otoritas apapun. Kebenaran ini begitu halus, tidak bisa dikenali oleh batin yang tidak bebas dari segala opini, penilaian, pembandingan, kesimpulan.

Jangan menerima begitu saja suatu ajaran hanya karena semata-mata sudah lama didengar, telah menjadi tradisi turun-temurun. Jangan menerima semata-mata karena telah banyak diperbincangkan atau diikuti banyak orang. Jangan menerima begitu saja hanya karena dikatakan dalam Kitab Suci Anda. Jangan menerima semata-mata karena keyakinan atau kepercayaan, karena bujukan atau paksaan dari luar, karena cocok dengan persepsi pikiran Anda dan selaras dengan perasaan Anda, karena alasan kepantasan, tampaknya bisa diterima atau baik untuk diterima, karena pembawa ajaran memiliki teladan hidup yang saleh, tokoh, panutan.

Begitu pula jangan menolak begitu saja ajaran yang baru Anda dengar hanya karena tidak datang dari tradisi Anda. Jangan menolak semata-mata karena ajaran itu ditolak olah banyak orang atau diikuti oleh sedikit orang. Jangan menolak begitu saja karena tidak tertulis dalam Kitab Suci Anda. Jangan menolak semata-mata karena Anda sudah terlanjur tidak percaya, karena takut dicap buruk oleh orang lain, karena tidak cocok dengan persepsi pikiran dan perasaan Anda, karena pembawa ajarannya tidak menarik, bukan tokoh atau bukan panutan.

Ketika kita mendengar suatu ajaran, kita perlu melihat isinya, melihat ajaran sebagai ajaran. Kita perlu menyelami atau menyelidiki dengan batin yang bebas. Batin tidak boleh cepat-cepat menerima atau cepat-cepat menolak. Percaya bahwa suatu ajaran mengandung kebenaran tidak membuat Anda mengalami langsung kebenarannya.

Batin yang bebas tidak cepat-cepat percaya pada apa yang dikatakan orang lain. Ia tidak menganggap orang lain memiliki otoritas dan apa yang dikatakan selalau benar. Lihatlah ajarannya, bukan pribadi yang menyampaikan ajaran. Kalau pribadi yang memberi ajaran memukau atau menarik, janganlah dibutakan oleh penampilannya.

Batin yang bebas juga tidak cepat-cepat menolak ajaran yang dikatakan orang lain. Ia tidak mudah menerima atau menolak hanya dengan mengkaitkannya dengan latar belakang si pembawa ajaran. Kalau si pembawa ajaran tidak memukau atau tidak menarik, janganlah mudah menolak ajarannya hanya karena penampilannya yang tidak menarik.

Batin yang bebas tidak terjebak pada anggapan bahwa seorang spesialis lebih tahu tentang suatu kebenaran daripada seorang non-spesialis. Begitu pula sebaliknya. Seorang non-spesialis bukan berarti kurang tahu daripada seorang spesialis. Akan tetapi Kebenaran musti ditemukan sendiri. Ia tidak bisa didapat dari seorang spesialis atau non-spesialis.

Semakin banyak pengalaman atau pengetahuan yang kita lekati, semakin tidak mudah kita melihat kebenaran. Semakin banyak pengetahuan, semakin besar kita dibuat ragu-ragu. Semakin kita bebas dari belenggu pengetahuan, semakin besar kemungkinan kita bebas dari belenggu keraguan. Oleh karena itu, kita musti siap bukan meragukan apa yang tidak kita ketahui, tetapi siap meragukan apa saja yang telah kita ketahui.

Kebenaran yang sesungguhnya berada di luar lingkup apa saja yang dikenal. Perjumpaan dengan kebenaran ini menghabisi keragu-raguan. Pengalaman perjumpaan ini memberikan suatu cita-rasa kepastian yang bukan dari pikiran. Kalau Anda mengalami ini, Anda tidak membutuhkan persetujuan orang lain atau mencari pembenaran dengan doktrin tertentu.

Pikiran berhenti selama perjumpaan dengan kebenaran ini berlangsung dan pikiran hanya bisa mengenalinya setelah jeda perjumpaan itu berakhir. Pengalaman akan kebenaran ini tidak perlu disimpan sebagai doktrin baru karena semua doktrin justru menghalangi perjumpaan dengan kebenaran. Oleh karena itu, lebih bijaksana bersikap terus-menerus tidak tahu dan batin selalu terbuka akan pewahyuan kebenaran setiap saat. Sebaliknya, sikap merasa sudah tahu akan membatasi perjumpaan dengan kebenaran.

Siapa yang melihat ajaran sebagai ajaran, melihat kebenaran. Kebanyakan orang tidak melihat kebenaran ini dan melekat pada pengalaman, teori, organisasi, agama, metode doa, teknik meditasi, ritual, dogma, kepercayaan. Orang buta hanya bisa mengikuti metode doa, ritual dan dogma, tetapi tidak melihat kebenaran. Banyak orang mempunyai mata, tetapi tidak melihat; memiliki telinga tapi tidak mendengar.

Lewat kepercayaan orang mendapat kepastian atau kenyamanan, tetapi itu semua hanya ilusi atau delusi. Sebaliknya, iman yang sesungguhnya membawa orang kepada ketidakpastian atau ketidaknyamanan. Iman yang dijadikan pegangan di mana orang menemukan kepastian tidak lebih dari kepercayaan. Sebaliknya, kebesaran hati yang membuat orang berani keluar dari kepastian dan kenyamanan dan keberanian untuk menanggalkan iman yang membuat aman dan pasti adalah awal dari iman yang sejati.

Kita tidak bisa mengusir keragu-raguan dengan mempertebal kepercayaan. Kita tidak bisa melihat sendiri kebenaran yang sejati kalau kita sudah melekat pada tradisi, kata-kata Kitab Suci, kepercayaan atau keyakinan. Hanya batin yang bebas yang barangkali mampu melihat kebenaran. Kebenaran inilah yang mengubah, bukan upaya kita untuk berubah. Kalau kita telah berjumpa dengan kebenaran ini, barulah barangkali kita tahu apa artinya hidup beriman.

Keraguan adalah musuh kepercayaan, tetapi untuk beriman sejati dibutuhkan keraguan. Bukan pertama-tama keraguan terhadap ajaran kebenaran itu sendiri, tetapi terutama keraguan terhadap apa saja yang membuat batin merasa aman atau merasa pasti, keraguan terhadap penalaran-penalaran dan kesimpulan-kesimpulan kita. Sebab, batin yang sudah menemukan kepastian dan kenyamanan tidak mampu melihat kebenaran.

Kebenaran yang sejati hanya bisa dialami secara langsung, bukan lewat orang lain, bukan lewat pengetahuan, bukan lewat kepercayaan. Bisakah kita melihat sendiri kebenaran ini dari saat ke saat?*

Jumat, 25 November 2011

MENGUBAH ORANG LAIN

"Setiap kali kamu berusaha mengubah orang lain," kata Sang
Guru, "tanyakan pada dirimu sendiri berikut ini: Apa yang
akan diberikan oleh perubahan itu: kebanggaan, kesenangan,
atau keuntunganku?"

Ia menceritakan kisah ini kepada mereka:

Seorang pria mau melompat dari jembatan. Seorang polisi
bergegas menghampirinya, "Jangan! Jangan!" Sambung si
polisi, "Jangan lakukan itu. Mengapa seorang muda seperti
kamu yang bahkan belum lagi hidup, sampai berpikir untuk
terjun ke dalam air?"

"Karena saya bosan hidup."

"Nah, dengarkan saya. Jika kamu terjun ke dalam sungai itu,
saya harus terjun juga menyusulmu untuk menyelamatkanmu.
Mengerti? Air itu dingin sekali. Saya baru saja sembuh dari
radang paru-paru. Tahu maksud saya? Saya bisa mati. Saya
mempunyai istri dan empat anak. Apakah kamu mau hidup dengan
beban pikiran seperti ini? Tentu saja tidak. Maka dengarkan
saya. Jadilah orang baik-baik. Bertobatlah dan Allah akan
mengampuni kamu. Pulanglah. Nah, dalam kesendirianmu dan di
rumahmu yang sepi itu, gantunglah dirimu. "

HUKUM AGAMA

Kepada seseorang yang selama bertahun-tahun mempelajari
hukum agamanya, Sang Guru berkata, "Cinta merupakan kunci
untuk hidup baik, bukan agama atau hukum."

Kemudian ia menceritakan ini.

Ada dua siswa sekolah minggu yang bosan dengan pelajaran
agama. Yang satu mengusulkan untuk membolos saja.

"Bolos?... Tetapi ayah kita akan menangkap kita dan memukul
kita."

"Kita balas memukul!"

"Apa? Memukul ayah? Apa kamu sudah gila? Apakah kamu lupa
bahwa Allah memerintahkan untuk menghormati ayah dan ibu
kita?"

"Benar ... Nah, kalau begitu, kamu memukul ayahku dan aku
memukul ayahmu."

DOSA TERBESAR

Tanya seorang pengkhotbah yang menganggap dirinya
saleh, "Dalam penilaian Anda, apa dosa terbesar di
dunia ini?"

"Menilai orang lain sebagai pendosa," jawab Sang Guru.

PENGAKUAN DOSA

Seorang rohaniwati bercerita kepada Sang Guru, ia baru saja
mengaku dosa pada pagi itu.

"Saya tidak dapat membayangkan bahwa kamu melakukan dosa
berat," kata Sang Guru. "Apa yang tadi kamu lakukan?"

"Yah, saya pernah malas pergi ke Misa pada suatu hari Minggu
dan saya pernah menyumpahi tukang kebun. Pernah juga saya
mengusir ibu mertua saya selama satu minggu."

"Tetapi bukankah itu terjadi lima tahun yang lalu? Tentunya
kamu sudah pernah mengakukannya."

"Ya. Tetapi saya selalu mengakukannya setiap kali. Saya
memang suka mengingat-ingatnya."

Kontes dengan Tuhan

Sekelompok ilmuwan duduk2 untuk mendiskusikan siapa salah satu dari mereka yang akan pergi kepada Tuhan dan mengatakan padaNya bahwa mereka tidak membutuhkan-Nya lagi.
Akhirnya, salah satu ilmuwan sukarela pergi memberitahu Tuhan bahwa Dia
tidak lagi diperlukan.
Ilmuwan mengatakan kepada Tuhan, "Tuhan, kelompok kami telah berpikir dan kami datang untuk memberitahu bahwa kami benar-benar tidak membutuhkanMu lagi. Maksudku, kami telah memiliki segala macam teori-teori dan ide-ide, kami telah berhasil kloning domba, dan kami ada di ambang kesuksesan kloning manusia. Sehingga Engkau dapat melihat bahwa kami benar-benar tidak membutuhkanMu. "
Tuhan mengangguk dengan penuh pengertian dan berkata, "Yah...dapat Kulihat itu. Aku tidak sakit hati. Tapi sebelum kamu pergi, marilah kita kontes. "
Ilmuwan mengatakan, "Tentu, aku siap. Kontes seperti apa?"
"Kontes pembuatan manusia."
"Tentu! Tidak masalah," kata ilmuwan. Dia membungkuk, mengambil segenggam debu dan berkata, "Oke, aku siap!"
Dan Tuhan berkata: "Tidak, tidak, jangan pakai debuKu. Ciptakan debumu sendiri donk..." ^_^

Bank Waktu

ßaųangкan aϑa sєвuaн вanк ųg sєτiaÞ Þagi мємasuккan uang sєjuмlaн $US 86.400 кє яєкєning Anϑa.
Anϑa нaяus мєnggunaкan sєluяuнnųa нaяi iτu juga, τaк aϑa salϑo ųg вolєн τєяsisa. SєτiaÞ мalaм вanк iτu мєngнaÞus salϑo ųg τєяsisa.

AÞa ųg aкan Anϑa laкuкan?

Tєnτu saja Anϑa вєяusaнa мєnggunaкan sєluяuнnųa agaя τaк τєяsisa sєsєn Þun!!!

Kiτa sємua мємiliкi вanк sєÞєяτi iτu. Naмanųa aϑalaн ѡɑĸƗư.

SєτiaÞ Þagi, вanк iτu мємвєяiкan Þaϑa кiτa 86.400 ϑєτiк.
SєτiaÞ мalaм sєluяuн sisanųa ϑiнaÞus.

Bila Anϑa τiϑaк мємanfaaτкannųa мaкa Anϑa мєngalaмi кєяugian.
Anϑa τiϑaк вisa мємinτa sisa ųg τiϑaк Anϑa мanfaaτкan.

SєτiaÞ Þagi juмlaн ųg saмa ϑiτaмвaнкan lagi кє яєкєning Anϑa & мalaмnųa sємua ųg τєяsisa ϑiнaÞus.
BєяaÞa Þun ųg τєяsisa Anϑa τiϑaк ϑaÞaτ мєnggunaкannųa lagi єsoк.

Anda нaяus нiϑuÞ ϑaяi aÞa ųg τєяsєϑia нaяi ini.

Ǥunaкanlaн sєвanųaк²nųa unτuк кєsєнaτan, кєвaнagiaan, & кєsuкsєsan Anϑa!

Jaяuм jaм вєяjalan τєяus.. ℳanfaaτкan sєвaiк²nųa нaяi ini.
ℳoнon Þaϑa Tuнan, agaя DIA мaмÞuкan кiτa u/мєniкмaτi вєякaτ²NYA нaяi ini !

Sєlalu кaτaкan :
"Șoмєτнing gooϑ is going нaÞÞєn τo мє τoϑaų..!! .anϑ GOD alщaųs givє мє all HIS вєsτ

Kamis, 24 November 2011

Palu menghancurkan Kaca,.. tapi Palu membentuk Baja.

Apa makna dari pepatah kuno Rusia ini?

Jika jiwa kita rapuh seperti Kaca, maka ketika Palu masalah menghantam kita, maka dg mudah kita putus asa, frustasi, kecewa, marah dan jadi remuk redam.

Jika kita adalah Kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan... Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain...
Sedikit benturan sdh lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi Kaca, tapi jadilah Baja.
Mental Baja adalah mental yg selalu positif, bahkan tetap bersyukur disaat masalah dan keadaan yg benar2 sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian?
Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik.
Sepotong besi Baja akan menjadi sebuah alat yg lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dg Palu.
Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mental Baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yg keliru.

Jika kita adalah "Baja" kita akan selalu melihat Palu yg menghantam kita sbg sahabat yg akan membentuk kita.

Sebaliknya jika kita "Kaca" maka kita akan selalu melihat Palu sebagai musuh yg akan menghancurkan kita..

RENDAH HATI

Kadang sepatah kata yang ketus membuat kita :
Sakit hati sampai bertahun-tahun
Sikap ceria dan kegembiraan selama ini tersapu habis oleh sepatah kata.

Kalau orang bertanya mengapa?

Anda akan menjawab: “kata-kata itu sungguh amat menyakitkan..”

Benarkah kata-kata itu yang begitu menyakitkan?
Ataukah Anda yang terlalu lemah?

Bukan...

Anda tidak lemah, dan
kata kata ketus itu pun tidak ada apa-apanya.

Permasalahannya adalah:
Hati Anda yang terlalu tinggi.

Tinggi hati membuat :
harga diri, 

gengsi,
keinginan dihormati,
semua ikut menjadi tinggi.

Tinggi hati membuat Anda merasa diri :
terhormat,
mulia dan
sempurna.

Sikap inilah yang membuat Anda gampang ;
tersinggung,
mudah sakit hati dan
berprasangka buruk.

Tinggi hati membuat Anda
rapuh dan
jiwa Anda lemah.

Jika Anda mau jadi kuat,
belajarlah rendah hati setiap saat,
maka kata-kata ketus di atas tidak akan berarti apa pun bagi Anda

Kerendahan hati membuat Anda tenang,
hening namun
tegar bagai samudera yang mengambil tempat paling rendah.

· ··÷¦÷·· ·· ··÷¦÷·· ·· ··÷¦÷·· ·
Rendah hati membuat Anda
bebas leluasa
· ··÷¦÷·· ·· ··÷¦÷·· ·· ··÷¦÷·· ·

· ··÷¦÷·· ·· ··÷¦÷·· ·· ··÷¦÷·· ·
Rendah hati adalah sumber
kekuatan dan sukacita...
· ··÷¦÷·· ·· ··÷¦÷·· ·· ··÷¦÷·· ·

Selasa, 22 November 2011

KASIH itu...

Jangan seperti NOBITA,
Gampang nangis & putus asa.

Jangan seperti GIANT,
Penuh emosi...

Jangan seperti SHIZUKA,
Lemah...

Jangan seperti SUNEO, yg sombong.
Tetapi...

KASIH itu seperti DORAEMON,
yg penuh keajaiban.

Harga Oksigen

Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di Apotik?..

Jika blm tau, +/- Rp 25rb/ltr,

Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik?..

Jika blm tau, +/- Rp 9950/ltr.

Taukah kita ?
Bahwa :
-Dlm sehari manusia menghirup 2880 ltr Oksigen &
11.376 ltr Nitrogen.
Jika harus dihargai dgn rupiah, mk Oksigen & Nitrogen yg kita hirup, akan mencapai Rp.170JUTAan / hr / manusia.

Jka kita hitung kebutuhan kita sehari Rp.170 jt, maka sebulan Rp.5,1M / orang ! ! !.

Sungguh manusia pada hakekatnya sangat LEMAH & TIDAK LAYAK BERLAKU SOMBONGX_X di muka BUMI ini.
Org yg paling KAYApun tdk akan sanggup melunasi biaya Nafas hidupnya, kalo TUHAN mau pake Rumus dagang sama manusia !
Masihkah kita belum mau BERSYUKUR ?!:s

Baru nafas saja, kita sdh semestinya menghabiskan

Rp.5,1M per bulan dan
itu GRATIS dari Tuhan...
Bersyukur buat Anugerah Kehidupan.
Bersyukur sampai akhir... amin

CUCI PIRING

Ketika seorang tamu dengan sukarela mau mencuci piring, Sang
Guru berkata, "Apakah Anda yakin bahwa Anda mengetahui
bagaimana mencuci piring?"

Orang itu berkata bahwa ia telah melakukannya selama
hidupnya. Kata Sang Guru, "O... saya tidak meragukan
kemampuan Anda membuat piring-piring itu bersih. Saya hanya
meragukan kemampuan Anda mencuci piring-piring itu."

Inilah penjelasan yang ia berikan kepada para muridnya
kemudian. "Ada dua cara mencuci piring. Pertama, mencuci
untuk membuat piring-piring itu bersih; kedua, mencuci untuk
mencuci saja."

Keterangan itu masih belum begitu jelas. Maka ia
menambahkan: "Tindakan pertama itu mati karena sementara
badanmu mencuci, pikiranmu terpaku pada tujuan membersihkan
piring-piring itu. Yang kedua itu hidup karena dimana
pikiranmu ada, di situ tubuhmu berada."

Mengubah kepahitan hidup menjadi damai dan bahagia



Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu dia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya”, ujar pak tua
“Pahit, pahit sekali”, jawab pemuda itu sambil meludah ke samping

Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga.
Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu.
Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.

“Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah.”
Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,

“Bagaimana rasanya ?”
“Segar”,
sahut si pemuda.
“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?” tanya pak tua
“Tidak”, sahut pemuda itu

Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:

“Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki, tergantung dari luas tidaknya hati/perasaan kita.

Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan, maka LAPANGKANLAH DADAMU menerima semuanya itu, LUASKANLAH HATIMU untuk menampung setiap kepahitan itu”.

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan:

“Hatimu adalah wadah itu;
Perasaanmu adalah tempat itu;
Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.


Jangan jadikan hatimu seperti gelas;
Buatlah hatimu laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan itu;
Sehingga kepahitan itu menjadi tidak terasa dan tidak mempengaruhi kesegaran dan kedamaian hatimu”.

Anak muda, belajarlah menerima kenyataan;
Berlatihlah menerima kenyataan;
Berlatihlah untuk ikhlas serta mensyukuri setiap kenyataan.
Karena itulah yang terbaik bagimu.
Dan latihan itu akan semakin memperluas daya tampung hatimu.

Kalau kamu mau dan berusaha melatihnya terus-menerus, maka hatimu akan benar-benar seluas telaga.
Dan kamu tidak pernah merasakah kepahitan lagi, apa pun keadaan dan masalahmu, hatimu akan tetap segar, damai, dan bahagia”.




Sumber :  http://topmotivasi.com/mengubah-kepahitan-hidup-menjadi-damai-dan-bahagia.html

Senin, 21 November 2011

Wanita VS Cewek

W: Pengertian & menerima anda apa adanya. Namun tetap memberi saran yang mendidik bila anda melakukan kesalahan
C: Menuntut byk sekali ini itu tanpa melihat kesalahan pada dirinya sndr. Akan marah2 atau minimal ngambek klo anda berbuat salah

W: Bisa membuat anda tertawa dan membuat anda makin lebih menyayanginya setiap hari
C: Selalu menuntut punya cowok yg bisa membuatnya tertawa, namun kenyataannya susah sekali dibuat tertawa krn merasa nanti dikira gampangan

W: Bersikap jujur dan apa adanya
C: Bersikap jual mahal dan hobby nya nge test cowok

W: Tampil Natural, simple tapi tetep classy. Dan tampil anggun pada event2 tertentu
C: Menor, berlebihan dan high maintenance

W: Punya prinsip yang jelas dan berusaha utk mengaplikasikannya di dlm kehidupannya setiap hari
C: Tdk punya sikap, tdk tegas dan tdk tahu apa kemauannya sebenarnya. Hanya bisa tergantung pada anda

W: Menguasai diri, mengambil keputusan tegas dlm menyelesaikan setiap masalah dan konsekuen dgn keputusan tsb
C: Marah2, nangis berhari hari dan curhat panjang lebar dengan teman klo disakiti dan berikrar tdk akan mau berhubungan dgn anda lagi. Tetapi 3 hari kemudian dia sdh memaafkan anda..

W: Betah di rumah, dan suka menyenangkan hati orangtuanya
C: Gak pernah mau ketinggalan datang ke setiap acara gaul dan hobby dugem utk bersenang-senang

W: Ingin punya pria yang percaya akan dirinya sendiri, jujur, bisa menjaga dan menyayanginya apa adanya
C: Pengen punya cowok seperti Brad Pitt, dewasa, mapan, perut six pack, siap mengantarjemput 24jam 7hr seminggu & wajib menyayanginya di atas segalanya

W: Mampu menjaga diri sendiri dgn tidak pernah berbuat yg aneh aneh
C: Minum2 sampai tepar di lounge dan harus digotong2 untuk pulang

W: Mau bersosialisasi dgn teman2 anda dan memperkenalkan anda dgn teman2 dekatnya
C: Deket sama semua cowok sesuka hati tapi kalau anda deket sama satu cewek aja dia bisa marah setengah mati

BACA BAIK BAIK BUAT KAUM HAWA!!!

Kakek Mengantri di Rumah Sakit

Pagi itu klinik sangat sibuk → Sekitar pukul 09:30 seorg pria berusia 70-an datang utk mmbuka jahitan pd luka di ibu-jarinya → Saya mnyiapkan berkasnya & memintanya menunggu ◦ sebab semua dokter masih sibuk ◦ mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewkt menunggu ◦ pria tua itu nampak gelisah ◦ sebentar² melirik ke jam tangannya → Saya merasa kasihan → Jadi ketika sedang luang saya sempatkan utk memeriksa lukanya, & nampaknya cukup baik & kering ◦ tinggal mmbuka jahitan & memasang perban baru → Pekerjaan yg tidak tll sulit, shg atas persetujuan dokter, saya putuskan utk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya ◦ saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak trburu² → Lelaki tua itu mnjwb tidak, dia hendak ke rmh jompo utk makan siang bersama istrinya, spt yg dilakukannya sehari² → Dia menceritakan bhw istrinya sudah dirawat di sana sejak bbrp wkt & istrinya mngidap penyakit ALZHEIMER
→ Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat
→ Dia mnjwb bhw istrinya sudah tidak lagi dapat mngenalinya sejak 5 tahun terakhir.

Saya sangat terkejut & berkata: Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?

Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya & berkata: "Dia memang tidak mngenali saya, tetapi saya masih mngenali dia, kan ?"

Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi → Cinta kasih seperti itulah yg saya mau dalam hidupku.

Cinta sesungguhnya » tidak bersifat fisik atau romantis.

Cinta sejati » menerima apa adanya:
☑ yg terjadi saat ini
☑ yg sudah terjadi
☑ yg akan terjadi
☑ yg tidak akan pernah terjadi

Minggu, 20 November 2011

Dengan UANG

Percaya tdk percaya tp ambil hikmah dari peribahasa dibawah ini utk renungan kita ke arah yg lbh baik:
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli RUMAH, Tp Bukan KEHIDUPAN.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli JAM, Tp Bukan WAKTU.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli BUKU, Tp Bukan PENGETAHUAN.
Dengan UANG, Anda Dpt Membayar DOKTER untuk KESEHATAN, Tp Bukan NYAWA.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli POSISI, Tp Tdk KEHORMATAN.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli DARAH, Tp Tdk NAFAS.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli SEKS, Tp Bukan CINTA.
Dengan UANG, Anda Dpt Membeli Apa Saja yg ANDA SUKA, Tp Semua itu Tidak KEKAL ABADI, SEMUANYA Akan LENYAP dan MUSNAH Ketika ANDAPUN Sudah Tidak BERNYAWA.
Di China Peribahasa ini Membawa KEBERUNTUNGAN. Ini Berasal dari BELANDA.
Sekarang Giliran ANDA untuk Mendapatkan KEBERUNTUNGAN Setelah ANDA Menerima PEMBERITAHUAN Tersebut.
Ini BUKAN LELUCON, KEBERUNTUNGAN akan Tiba Melalui POS atau Melalui INTERNET. Kirimkan SALINAN ini Kpd ORANG2 yang BENAR2 Membutuhkan KEBERUNTUNGAN. Jangan MENGIRIM UANG, Krn ANDA Tidak Bisa MEMBELI KEBERUNTUNGAN dan JANGAN MENYIMPANNYA Selama lebih dari 4 HARI.
Seorang PRIA, Mendapatkan Salinan PERTAMA dari PERIBAHASA ini pada tahun 1953 dan Meminta SEKRETARISNYA Untuk Membuatnya 20 EKSEMPLAR dan Sembilan JAM Kemudian IA Memenangkan $99 JUTA dalam Undian di Negaranya.
Karyawan dari ITALIA Menerima Kartu yg Sama, tp TDK MENERUSKANNYA dan Beberapa hari kmudian Ia KEHILANGAN PEKERJAANNYA tp Setelah itu, Ia Berubah PIKIRAN dgn MENGIRIMKANNYA dan MENJADI KAYA pada TAHUN 1967.
Seorang Pria Lain, Ia Tertawa Tntng HAL itu dan MEMBUANGNYA. Beberapa Hari Kmudian ANAKNYA Jatuh SAKIT. Lalu Pria tsb MENYALIN Pepatah Itu dan MEMBUAT 20 EKSEMPLAR dan MENGIRIM ke Teman2nya. SEMBILAN HARI Kmudian, Ia Mendapat KABAR BAIK: PUTRANYA sdh BAIK dan SEHAT.
Kartu ini Tlh Dkrm Olh TIE-TIE UP TO DATE Seorng MISIONARIS di AFRIKA SELATAN.
Sebelum 96 JAM Berlalu, ANDA Harus Meneruskan pesan ini»»» ini bagian dr kriteria diatas.....believe or not depend on u ^_

Tukang Kayu

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

“Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu.

“Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu.

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.

Jari

Jadikanlah dia,"ibu jari" yg selalu membuatMu bangga..
Jadikanlah dia, "jari telunjuk" yg menunjukkan jln yg benar bagi mereka yg tersesat..
Jadikanlah dia, "jari tengah" yg menjadi penengah disetiap kesulitan..

Jadikanlah dia,"jari manis" yg selalu setia & percaya kepadaMu..
Jadikanlah dia "jari kelingking" yg cpt mendamaikan segala kesalahpahaman yg terjadi.

Jangan percaya hal apapun

“Jangan percaya hal apapun hanya karena kamu telah mendengarnya. Jangan percaya hal apapun hanya karena hal itu telah dibicarakan dan digunjingkan oleh banyak orang. Jangan percaya hal apapun hanya karena hal itu tertulis dalam kitab-kitab keagamaanmu. Jangan percaya hal apapun hanya karena hal itu dikatakan berdasarkan otoritas guru-guru dan sesepuh-sesepuhmu. Jangan percaya tradisi apapun hanya karena tradisi itu telah diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. Tetapi setelah kamu observasi dan analisis, maka ketika kamu mendapati hal apapun sejalan dengan akal budimu dan menolongmu untuk mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi satu dan semua orang, maka terimalah itu dan jalankanlah.”
(Gautama Buddha)

Sabtu, 19 November 2011

EMOSI NEGATIF

"Orang tidak ingin membuang rasa iri hati, rasa cemas, rasa
marah, dan rasa salah karena emosi-emosi negatif itu
memberikan kepada mereka sensasi, perasaan sungguh-sungguh
hidup," kata Sang Guru.

Dan beginilah ia memberikan ilustrasi.

Seorang tukang pos mengambil jalan pintas melalui rerumputan
dengan naik sepedanya. Sampai di tengah, seekor sapi jantan
melihatnya dan mengejarnya. Orang yang malang itu hampir
saja kena tanduk.

"Nyaris kena, ya?" kata Sang Guru yang menyaksikan peristiwa
itu.

"Ya," kata orang tua itu terengah-engah. "selalu begitulah
selama ini."

Mengatasi Marah

Elizabeth Kenny, seorang perawat yang menciptakan Kenny Methods untuk perawatan penderita polio, suatu hari bertemu dengan sahabatnya, sesama perawat yang sedang marah-marah. Elizabeth tahu beban-beban pekerjaan temannya tersebut, tetapi ia berusaha menasihati supaya temannya tersebut dapat menjaga emosinya. “Ayolah, berusahalah tetap riang dan tersenyum,” kata Elisabeth.

Dengan nada yang masih agak kesal, temannya berkata, “Mudah bagimu untuk mengatakannya. Dengan beban sebanyak ini bagaimana saya nggak marah-marah tiap hari! Namun, saya sendiri bingung, bagaimana caranya kamu bisa menjaga dirimu supaya tetap tersenyum?”


Dengan senyum khasnya, Elizabeth pun bercerita. Suatu ketika ia sedang begitu marahnya pada temannya karena persoalan yang sebenarnya sepele. Lantas, ia dinasihati ibunya yang kini selalu jadi pedomannya, yakni, “Elizabeth, ingatlah. Orang yang bisa membuatmu marah, berarti ia telah menaklukkanmu.”
Pembaca, sebenarnya marah atau tidaknya kita, lebih tergantung pada respon kita daripada penyebabnya. Sayangnya, kita seringkali membiarkan orang lain maupun situasi yang menaklukkan dan mengendalikan tombol kemarahan kita.

Saat di dalam antrean yang panjang, saat mobil kita disalip, saat berdebat untuk hal-hal yang sepele, saat benda yang kita butuhkan justru macet bekerja, saat tidak mendapatkan pelayanan yang kita harapkan, saat kata-kata orang tidak seperti yang kita harapkan, semuanya dengan cepat memicu api kemarahan kita.
Bertahun-tahun melakukan studi tentang kemarahan melalui kecerdasan emosional, membuat saya yakin amarah bukanlah faktor genetik, bukanlah sesuatu yang tak dapat dikendalikan, tetapi suatu proses yang bisa dipelajari. Sayangnya, tidak banyak sekolah ataupun pembelajaran yang mengajarkan bagaimana kita bisa mengelola kemarahan lebih baik. Padahal, akibat serta dampak negatif dari kemarahan tersebut sudah tidak terhitung banyaknya.

Saya mengenal beberapa orang yang sempat mendekam di penjara karena kemarahannya yang tidak terkendali. Saya pun mengenal karyawan yang kariernya mandek hanya karena pernah khilaf dan kehilangan kendali emosinya di depan bosnya.

Ada juga keluarga yang akhirnya retak gara-gara sang suami tidak bisa mengendalikan emosinya. Bayangkan, sudah berapa banyak ongkos yang harus dibayarkan gara-gara emosi yang tidak terkendali ini.

Berpikir positif
Kadang-kadang memang banyak situasi orang lain akhirnya memicu kemarahan kita. Karena cara berpikir mereka yang aneh, karena kata-kata mereka yang menyakitkan, karena tindakan mereka yang membuat ‘panas’ hati Anda. Apa pun tindakan mereka, sebenarnya ada suatu prinsip yang mengajarkan, “Selalu ada intensi yang baik di balik perilaku seseorang”. Meskipun intensi tersebut tidaklah selalu sesuatu yang pas dan bisa Anda terima, tetapi sesuatu itu bisa jadi positif. Misalkan saja, seorang rekan saya belum lama ini kehilangan seekor ikan arwananya yang berharga jutaan rupiah. Gara-garanya sangat sederhana. Ketika ia sedang keluar kota, istrinya mencoba mencuci akuariumnya. Rupanya justru tindakan itu membunuh ikan mahalnya. Saat pulang, ia begitu murka tahu ikan kesayangannya telah mati. Akhirnya, selama seminggu lebih mereka tidak ngomong satu sama lain, karena betul-betul merasa marah.
Jadi, prinsip pertama yang perlu dipelajari di sini adalah melihat adanya intensi atau niat baik di balik perilaku maupun tindakan seseorang. Dengan cara ini, biasanya level kemarahan kita yang tinggi akan lebih terkendali karena akhirnya kita mulai mecoba melihat bahwa ada alasan yang ’sebenarnya baik’ di balik perilaku seseorang tersebut.

Seperti kisah si istri yang mencuci akuarium suaminya, sebenarnya kan maksudnya baik yakni ‘membersihkan akuarium kotor sehingga ikannya tidak mati’. Namun justru perilaku tersebut membuat ikan suaminya malah mati. Maksudnya si istri sebenarnya kan baik?

Nah, hal berikutnya yang dapat mengendalikan emosi kita adalah memahami bahwa terkadang orang mempunyai banyak masalah dan problem yang di lemparkannya kepada kita. Yang sebenarnya punya masalah dan punya problem adalah orang lain, tetapi karena tidak tahu harus mengeluarkannya ke mana, akhirnya kitalah yang kena getahnya. Dengan memahami hal ini, maka kita pun akan menjadi lebih tenang menghadapi orang lain yang kesal ataupun marah.

Saya pun teringat seorang yang bekerja di bagian customer service yang selalu bisa mengendalikan dirinya dengan baik tatkala menghadapi komplain yang begitu banyak. Saat ditanya mengenai strateginya, ia mengatakan, “Kenapa harus menanggapi orang marah dengan kemarahan? Kita kan tidak apa-apa. Mungkin pihak dianya sedang ribut dengan istri dan anaknya.”
Mungkin dia lagi punya masalah di kantor. Bayangkan, dia mungkin punya masalah dan ternyata produk kami membuatkan masalah ‘baru’ buat dirinya. Itulah sebabnya dia jadi marah-marah. “Saya tidak perlu gusar. Tugas saya justru membantu melegakan bebannya dengan memberikan solusi buatnya.” Wow, sungguh suatu respons yang sangat luar biasa.

Termometer emosimu
Saya sering kali mengajari orang mengendalikan emosi dengan teknik membayangkan seakan-akan dalam tubuh kita terdapat sebuah termometer yang dapat mengukur emosi kita. Berikanlah batas-batas pada termometer emosi kita di mana kita tahu emosi kita masih termasuk wajar dan terkendali. Namun, sadarilah dan waspadalah tatkala kita merasa bahwa termometer emosi kita sudah menunjukkan tanda-tanda alarm yang berbahaya. Untuk bisa peka dengan termometer ini, satu-satunya cara adalah dengan menjadi peka kapankah tanda-tanda bahasa tubuh, reaksi fisik di mana biasanya berarti emosi Anda mulai tidak terkendali.

Seorang sahabat saya mengatakan, “Kalau saya mulai diam dan jantung saya mulai berdegup kencang dan seluruh tubuh saya rasanya siap untuk memukul. Saat itulah saya tahu, kemarahan saya sudah di ambang batas”.
Biasanya kalau sudah begitu, teman saya mengatakan ia akan minta izin keluar ataupun pergi meninggalkan situasi tersebut supaya ia tidak perlu lebih terpicu emosinya. Bahkan, kalau tidak punya pilihan maka yang ia akan lakukan adalah duduk serta mengatur pernapasannya. Intinya, ia berusaha supaya emosinya tidak terpicu semakin ebih tinggi.

Memang, di dalam pelajaran Kecerdasan Emosional terdapat istilah eskalator emosi, yang berarti pada saat emosi kita tidak kita kendalikan, kecenderungannya adalah emosi tersebut biasanya akan menjadi semakin tereskalasi atau semakin meninggi. Kalau tidak percaya cobalah perhatikan orang yang berantem. Awalnya, hanya saling mengejek. Lantas dari situ, mulailah saling memaki dan berikutnya mulailah tindakan fisik terjadi.

Ini menunjukkan proses eskalator emosi, seperti eskalator yang bergerak naik di malmal. Kalau sudah demikian, maka kita harus sadar sebelum eskalator emosi kita bergerak ke atas semakin tak terkendali, kita harus menghentikannya dan kita harus keluar dari eskalator tersebut.

Semoga beberapa butir mutiara pencerahan dari kecerdasan emosional ini membuat kita mampu mengendalikan kemarahan kita menjadi sesuatu yang lebih positif. Mari kita selalu berpegang pada prinsip, “Bukan emosi yang mengendalikan saya tetapi sayalah yang mengendalikan emosi saya setiap hari!”

Birthday Wishes


if kisses were rain
if kisses were rain id send u showers,
if fun was time id send u hrs,
if u needed a friend id send u me!
*Happy Birthday To You Sweetheart*

you were born
It must have been a rainy day
when you were born,
but it wasn’t really rain,
the sky was crying because it lost his most beautiful angel…
happy birthday dear.....

Your birthday
Its a nice feeling when you know that someone likes you,
someone thinks about you, someone needs you;
but it feels much better when you know that someone never ever forgets your birthday.
“HAPPY BIRTHDAY“.

Sweetheart! u r so beautiful,
Sweetheart!
u r so beautiful my love 4u will always b true,
here’s a wish 4 my darling…
may all your dreams come true
i wish u a very happy birthday.
with lots of love and kisses…
from a heart that beats…
just 4 you by me.
Lovely Birthday
Lovely msg for a Lovely Person from
Lovely Friend For a Lovely Reason
at a Lovely Time from a Lovely Mind
in a Lovely Mood in a Lovely Style
to wish you Have a Lovely “BirthDay”

Happy Birthday!
Some people like sunday,
Some people like monday,
However i just like only one day,
Its your birthday...
Happy Birthday!

birthday wishes to a frenHappy birthday to you,
Even though i wish it earlier i dun cared.
Dun forget bout our friendship, that we’ve shared.

I m feeling so happyI m feeling so happy, do u know why? cuz i m so lucky, do u know how? cuz God loves me.Do u know how? cuz he gave me a gift. Do u know what? its YOU my love.


Hope we can be like that
When it rains, you dont see the sun, but its there.
Hope we can be like that.
We dont always see each other,
but we will always be there for one another.

3 parts of my heart
I have 3 parts of my heart,
1st 4 my Allah,
2nd 4 my Family,
3rd 4 myFriends.
But no part 4 u,
Becoz,U - R - My - Heart

A candle may melt
A candle may melt
and it’s fire may die,
but the love you have
given me will always
stay as a flame in my heart.
Just like fine wine, you grow better with the years.
Happy Birthday to someone who is forever young.
Here's to celebrating you!
Wishing you the happiest of birthdays.
You're not getting older, just more distinguished.
Another birthday? Why it seems only yesterday that you were a whole year younger. Happy Birthday!
May your special day be filled with memories and flowers, friendship and happy hours.
Because you're you, I'm celebrating today! Happy Birthday
Go you, its your birthday, we're going to party like its your birthday!
You're older today than yesterday but younger than tomorrow, Happy Bday!
Have a wonderful day and fabulous year.
You were born to party.

Jumat, 18 November 2011

Kisah Inspirasi Untuk Para Istri Dan Suami

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Hidup Berharga

Seorang murid sangat mudah terserang depresi yang berkepanjangan. "Dokter menyarankan saya agar berobat guna menyembuhkan depresi saya," katanya.

"Baik, mengapa kamu tidak melakukannya?" tanya Sang Guru.

"Karena efek sampingnya akan merusak organ hati saya dan memperpendek hidup saya."

Kata Sang Guru, "Apakah kamu lebih suka mempunyai hati yang sehat daripada rasa bahagia? Satu tahun hidup lebih berharga daripada 20 tahun tidur."

Kemudian ia berkata kepada murid-muridnya, "Hidup itu seperti dongeng; yang penting bukan panjangnya, melainkan indahnya."

Hidup Ini Indah Jika

Jika Putih itu indah,
kenapa harus άϑά Hitam dªlª♏ Hidup ini...?

Jika Melati itu Suci,
kenapa harus άϑά Mawar yg berduri...?

Jika punya kaki untuk berjalan,
kenapa menginginkan sayap untuk terbang...?

Jika KITA" punya Mata untuk menatap Masa Depan,
kenapa harus dipejamkan untuk berkhayal...?

Hidup ini indah,
bila KITA" mengerti
& memahami arti kehidupan yg sesungguh ήγα ...

Hidup ini akan terasa sangat indah,
jika MANUSIA" bisa saling menghargai.
Đ ά η ......
|Hidup ini akan lebih indah,
jika tidak άϑά sedikitpun rasa Iri, Benci & Dengki...
k ά 尺 ě η ά ...
"KITA" hidup untuk saling
melengkapi...Have a Good Day My Friends

Menengadah Ke atas

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja dibawah.. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaanya dan bisingnya alat bangunan.. Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh keatas, di lemparnya uang 1.000-an rupiah yang jatuh tepat di sebelah si pekerja..Si pekerja hanya memungut uang Rp 1.000 dan melanjutkan pekerjaanya.. Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.. Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja.. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor..... Cerita tersebut diatas sama dengan kehidupan kita!!!Tuhan selalu ingin menyapa kita··········akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita !!!!. Kita di beri rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur.. !!!!!Bahkan lebih sering kita tidak mau tau dari mana rejeki itu datangnya····Bahkan kita selalu bilang····· kita lagi "HOKI!"Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Tuhan····!! Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yang kita sebut musibah! agar kita mau menoleh kepada Tuhan.Sungguh····!!!! Tuhan sangat mencintai kita···

Pamali atau pantangan

Pamali atau pantangan adalah hal-hal yang sering kita dengar dari orang tua kita atau kakek/nenek kita. Pantangan tersebut tentunya berawal dari banyaknya kasus yang terjadi karena melanggar pantangan tersebut meski segala sesuatunya adalah bersandarkan atas kehendak Tuhan. Percaya atau tidak… terserah bagaimana anda menyikapinya.

Berikut Berbagai macam PamaLi :

Berpindah tempat pada waktu makan
Janganlah berpindah tempat pada waktu makan, karena kelak berakibat akan mendapat ibu tiri. Terkecuali pindah pada posisi yang lebih bagus misalnya semula makannya dilantai, kemudian pindah kemeja makan yang semestinya, kalau itu yang dilakukan kelak akan cepat mendapat pekerjaan yang lebih baik.


Berselimut dengan tikar
Janganlah anda berselimut dengan tikar karena kelak anda akan digulung oleh ombak jika mandi di laut.

Berteriak-teriak mengucapkan kata-kata kotor dalam hutan.
Janganlah anda berteriak-teriak berkata-kata kotor pada saat berada di dalam hutan, karena anda tak lama lagi akan dimasuki roh halus jahat yang menguasai diri anda (kesurupan).

Berfoto bersama dalam jumlah ganjil
Janganlah berfoto dalam jumlah ganjil karena salah satu dari yang difoto akan cepat meninggal. Biasanya yang ditengah.

Bangun Tidur terlalu siang
Jika anda bangun tidur terlalu siang hingga matahari hampir berdiri, akan berakibat segala bentuk rezeki yang akan datang akan selalu menjauh kembali.

Bersin sewaktu akan bepergian
Anda tidak dapat langsung berpergian baik menggunakan kendaraan atau tidak setelah bersin.Paling tidak anda menunggu beberapa menit setelah bersin lalu boleh pergi, karena kalau anda bersin langsung pergi anda akan celaka diperjalanan.

Berlama-lama dikamar mandi
Janganlah anda berlama-lama dikamar mandi karena akan terlihat lebih tua dari usia anda sebenarnya.

Duduk dipintu
Anda dilarang duduk tepat didepan pintu, karena khawatirkan ada makhluk lewat yang melewati pintu tersebut dan anda akan jatuh sakit.

Gadis keramas dihari Sabtu
Jika anda seorang gadis, janganlah anda keramas pada hari Sabtu, karena berakibat anda akan mempunyai suami penyiksa

Kebiasaan bersedih pada waktu hamil
Janganlah selalu bersedih pada waktu hamil, karena kelak akan mendapatkan anak yang cengeng.

Kebiasaan duduk di tengah pintu waktu turun hujan lebat
Janganlah anda duduk ditengah pintu waktu turun hujan lebat karena suatu ketika anda dapat tersambar petir (yang sebenarnya petir tersebut, konon, mengincar setan).

Kebiasaan makan asinan di malam hari
Janganlah anda terbiasa makan asinan di malam hari, karena akan selalu tertimpa keresahan hati, jika ia seorang yang belum menikah akan sulit jodoh, dan jika sudah menikah ia akan sering bertengkar.

Kebiasaan mengetuk ujung rokok yang akan disulut kebenda keras
Janganlah melakukan Kebiasaan mengetuk ujung rokok yang akan disulut kebenda keras, karena kelak akan selalu mengalami kekecewaan karena gagal dalam karir dan rumah tangga.

Kebiasaan menggigit bibir sebelah bawah
Janganlah anda selalu menggigit bibir sebelah bawah, karena kelak anda akan bernasib buruk dan rezeki seret.

Kebiasaan menggigit bibir sebelah atas
Janganlah menggigit bibir sebelah atas karena akan selalu banyak hutang dalam hidup

Kebiasaan menggigit kuku
Janganlah sering menggigit kuku, karena akan mengundang nasib buruk dan pembawaan sering gugup juga akan menderita batin.

Kebiasaan memutir rambut
Janganlah anda memutir-mutir rambut karena kelak anda akan menjadi bahan gunjingan orang dan menjadi korban fitnah.

Kebiasaan pura-pura menangis
Janganlah berpura-pura menangis karena akan berakibat orang tua akan menerima musibah.

Kebiasaan bersiul diwaktu malam
Janganlah anda selalu bersiul diwaktu karena disaat anda tidur dimalam itu dan akan mendengar siulan yang berasal dari luar kamar anda itu adalah ulah dari makhluk halus yang merasa terganggu dengan siulan anda dan membalasnya.

Kebiasaan bersiul didalam rumah
Janganlah anda selalu bersiul didalam rumah, karena akan mengundang makhluk halus yang akan berbuat jahat.

Kebiasaan memberi saputangan kepada kekasih
Janganlah mempunyai kebiasaan memberi saputangan kepada kekasih karena kan berakibat perpisahan tiada sebab.

Kebiasaan membuang nasi sisa makan, karena masih kenyang
Janganlah selalu membuang nasi sisa makan, karena masih kenyang bermakna kelak selama satu tahun akan mengalami bentrokan keluarga yang beruntun.

Kebiasaan makan pakai mangkuk
Janganlah anda selalu suka makan pakai mangkuk, karena akan sering ditinggal pergi saudara.

Kebiasaan mengusap muka/wajah dengan baju
Janganlah selalu mengusap muka/wajah dengan baju karena akan selalu dibenci orang dan susah rezeki.

Kebiasaan memakai baju sambil berjalan
Janganlah suka, sering memakai baju sambil berjalan, karena akan berakibat cita-cita tidak akan terlaksana.

Kebiasaan menyiksa anak perempuan
Janganlah anda memukul atau menyiksa anak, adik, saudara perempuan karena kelak jika ia sudah menikah ia akan selalu disakiti dan disiksa oleh suaminya.

Kebiasaan bernyanyi atau besiul pada waktu sedang makan
Janganlah anda selalu bersiul bila sendang makan karena anda akan mengalami kegagalan dalam usaha.

Kebiasaan memukul anak wanita pada pantat (bokong)
Janganlah anda selalu memukul anak wanita pada pantat (bokong), karena kelak anak tersebut akan menjadi hyper sex, dan bila sudah berumah tangga akan selalu ribut dengan suaminya.

Kebiasaan mencabuti bulu alis mata
Janganlah suka mecabuti alis mata (khususnya wanita) karena akan menyebabkan ketidak nyamanan pada saat berhubungan intim.

Kebiasaan memeluk kepala dengan kedua tangan
Janganlah anda melakukan kebiasaan memeluk kepala dengan kedua tangan karena akan menjadikan diri anda kehilangan akal dan pikiran menjadi buntu, meneketehe dan dungu.

Kebiasaan memeluk lutut sambil berjongkok
Janganlah terbiasa memeluk lutut sambil berjongkok, karena akan berakibat selalu meneketehe pada saat menghadapi masalah dan putus asa.

Memotong Kuku menurut hari
Janganlah memotong kuku pada hari Minggu, karena akan mendapat bencana, demikian juga pada hari Senin, karena akan ada orang yang dengki atau irihati, selain itu hari Sabtu juga termasuk hari yang kurang baik untuk memotong kuku karena akan mendatangkan halangan atau rintangan bagi anda. Disarankan untuk memotong kuku pada hari Selasa karena akan disukai orang banyak. Hari Rabu juga termasuk hari baik karena akan membawa keselamatan dan perlindungan dari Tuhan. Hari baik yang disarankan adalah hari Kamis anda akan mendapat rezeki. Terakhir hari yang disarankan membawa kebaikan adalah hari Jum’at karena akan membuat anda disukai dan dicintai orang.

Mengangkat kaki
saat bertiduran (tengkurap)/melakukan kaki keatas keduanya atau satu saja, bertanda bahwa anda menginginkan menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada ibu anda.

Membuka payung
Anda dilarang membuka payung didalam rumah, karena akan terjadi sesuatu yang buruk dikeluarga anda.

Menggunting kuku malam hari
Janganlah anda menggunting kuku pada mari, karena akan membuat usia anda lebih singkat.

Menyapu di malam hari
Janganlah anda menyapu dimalam hari karena akan sulit untuk mencari rezeki.

Menjahit kancing baju ketika baju masih dipakai
Janganlah menjahit kancing baju ketika ketika baju masih dipakai karena akan menderita penyakit yang parah dan selalu gagal dalam usaha selama 1 bulan.

Menyisir rambut sambil berjalan
Janganlah adan menyisir rambut sambil berjalan, karena anda akan mendapat malu di depan umum.

Mandi disiang hari bolong
Janganlah mandi disiang hari bolong, karena berakibat anda akan cepat tua.

Makan nasi menggunakan piring kecil
Janganlah anda Makan nasi menggunakan piring kecil, karena akan berakibat selama hidup akan tersisih dari keluarga.

Makan disudut meja
Janganlah anda makan disudut meja, karena akan berakibat kelak anda akan dimusuhi mertua dan perkimpoiannya akan hancur.

Makan otak binatang
Janganlah anda memakan otak binatang khususnya untuk anak kecil, karena akan menimbulkan uban sebelum waktunya.

Makan dicobek atau lumpang
Janganlah anda makan dicobek atau lumpang, karena akan berakibat kelak anda akan dimusuhi mertua tanpa sebab.

Makan didaun yang dilipat
Janganlah Makan didaun yang dilipat, karena akan berakibat kelak kehidupan keluarga anda tidak akan harmonis.

Makan selalu dengan tangan tanpa sendok
Janganlah anda makan selalu dengan tangan tanpa sendok, kelak barakibat kehidupan anda menderita, bila ia seorang wanita akan menderita kanker rahim.

Makan didepan pintu
Janganlah anda makan didepan pintu, kelak akan berakibat sulit mendapat jodoh.

Makan telur ikan terlalu banyak
Janganlah makan terlalu banyak telur ikan khususnya untuk anak kecil, karena kelak akan berakibat terjangkit penyakit cacar yang membuat muka bopeng.

Mengeluarkan suara ketika makan
Janganlah anda mengeluarkan suara ketika sedang makan, karena akan berakibat menjadi bahan gunjingan orang lain, atau menjadi pengundang binatang buas.

Makan buah pisang (jantung)
Janganlah makan buah pisang (jantungnya) khususnya anak kecil, karena kelak akan berakibat sianak akan bodoh, dungu, dan bloon.

Makan masakan kaki ayam
Janganlah makan masakan kaki ayam khususnya anak kecil, karena kelak tulisannya akan jelek seperti cakar ayam.

Makan pisang yang berada di posisi pinggir (dalam satu sisir pisang)
Janganlah anda memakan pisang yang berada disisi pinggiran pada sisiran pisang, karena akan mendapat sikap selalu disisikan dalam setiap pergaulan.

Makan sirih bagi wanita muda
Jika anda adalah wanita janganlah anda bersirih (makan sirih), karena kelak akan berakibat saat hari pernikahan kelak akan mengalami haid/menstruasi.

Menjual cuka asam pada malam hari
Janganlah anda menjual cuka asam pada malam hari, karena akan berakibat pelanggan anda akan berkurang, dan selalu betengkar dengan tetangga.

Menjual silet dan jarum pada malam hari
Janganlah anda menjual silet dan jarum pada malam hari, karena akan berakibat toko, usaha anda akan bangkrut.

Menjual garam pada malam hari
Janganlah anda menjual garam pada malam hari, karena akan membawa kebangkrutan pada toko, warung, usaha anda.

Menyalakan rokok bersumber api (yang sedang membuat senjata tajam)
Jangan menyalakan rokok bersumber api dari bara besi yang sedang membuat senjata tajam, karena setelah jadi senjata tajam ia akan segera memakan korban jiwa.

Memakai payung dalam rumah
Janganlah memakai payung dalam rumah karena akan selalu kesukaran dalam hidup.

Malas menghadiri undangan perkawinan
Janganlah sering tak menghadiri undangan perkawinan karena akan membuat anda sulit jodoh.

Makan sebelum orang tua makan
Janganlah mendahului makan sebelum orang tua makan, karena akan menjadikan sulit untuk mendapat rezeki

Memotong rambut malam hari di rumah
Janganlah suka memotong rambut dimalam hari di rumah, karena berakitbat anda akan didatangi makhluk halus jahat dalam mimpi.

Tidur disore hari menjelang magrib
Janganlah anda tidur disore hari menjelang magrib, karena kelak anda akan menjadi orang tak bermalu (gila).

Tidur terlentang dengan tangan dikepala
Janganlah anda tidur terlentang dengan tangan menindih kening kepala anda, karena secara tidak langsung akan menyumpahi orang tua anda untuk pergi untuk selama-lamanya.

Wanita muda makan masakan tunggir ayam
Jika anda seorang wanita muda/belum bersuami hendaknya jangan memakan tunggir ayam, karena kelak anda akan mendapatkan suami yang tidak setia dan selalu makan hati.

Membersihkan telinga dimalam hari
Janganlah anda membersihkan telinga dimalam hari, karena akan membawa anda kedalam kesulitan rezeki.

Membuang puntung rokok yang masih panjang
Jangan membuang puntung rokok yang masih panjang, karena akan menjadikan ada akan kesulitan rezeki.

Mandi dipantai dengan pakaian warna merah atau hijau tua
Janganlah sering, selalu memakai pakaian warna merah atau hijau dipantai karena suatu saat kelak akan dijadikan mempelai wanita atau pria oleh makhluk halus.

Para gadis atau perjaka biasa membeli barang bekas
Jika ada gadis atau perjaka biasa membeli barang bekas kelak suatu saat akan menikah dengan janda atau duda.

Jangan anda tidur dengan posisi kepala ada di sebelah utara dan kaki di sebelah selatan
karena anda akan cepat meninggal (posisi mayat yang dikubur)