Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Oktober 2013

Kisah Putri Herlina, Terlahir Tanpa Tangan Hingga Dipinang Sang Pangeran

kisah, kisah inspiratif
Sejumlah pengguna akun media sosial twitter dibuat haru pada Minggu (13/10) malam. Mereka menyaksikan cerita yang dimulai dengan pilu, hingga akhirnya berubah jadi kebahagiaan dari seorang wanita bernama Putri Herlina.

Adalah Saptuari Sugiharto, seorang blogger dan aktivis media sosial yang mengabarkan ke khalayak banyak soal sosok Lina. Dia rajin menuliskan kisah tentang wanita berusia 25 tahun itu lewat blog dan twitter, termasuk saat prosesi pernikahannya.

"Dia dulu orang yang dibuang orang tuanya karena terlahir tanpa tangan, hingga dirawat di panti," kata Saptuari mengawali kisah tentang Putri.

Perkenalan Saptuari dengan Lina dimulai pada Juni 2011 lalu. Kala itu dia bersama sang istri hendak menengok bayi-bayi mungil yang berada di Panti Asuhan Sayap Ibu, Sleman, yayasan yang didirikan oleh Soelastri, istri Bung Tomo, untuk menampung anak-anak yang ditelantarkan orang tuanya.

Akhirnya, Saptuari pun tertarik untuk mengenal sosok Lina lebih dekat. Mereka mengobrol panjang, hingga pemilik akun twitter @Saptuari ini menulis kisah Lina di blognya. Bukan hanya Saptuari yang tersentuh dengan kisah Putri. Tulisan cerita Saptuari di saptuari.blogspot.com tentang Putri terus mendapat respons positif dari pembaca. Sebagian besar malah ingin memberi sumbangan pada yayasan panti tempat Putri tinggal.

SMS dan mention twitter masuk terus yang hampir semuanya ingin nitip sedekah. Banyaknya minat sedekah ini lantas menginspirasi Saptuari membentuk 'sedekahrombongan' untuk yayasan tersebut dari para donatur yang dijaring di media sosial setelah terinspirasi oleh sosok Lina.

Menurut Saptuari, meski Lina memiliki keterbatasan, dia tak pernah mengeluh. Malah lebih menonjol dari anak normal kebanyakan. Semua hal hampir dilakukan sendiri, mulai dari mengetik komputer, mengenakan jilbab, hingga aktivitas lainnya.

kisah, kisah inspiratif

"Aku dan istriku memandang Lina, mungkin bukan prestasi yang luar biasa sampai kami kemudian melihat sosoknya... gadis cantik, manis, berkulit putih, berambut panjang, dengan senyum yang mengembang... dan dia tidak punya tangan...," cerita Saptuari dalam blognya.

"Kami bengong, takjub dengan sosok di depan kami, anak ini luar biasa.. dengan senyum dan tatapannya orang tidak akan menemukan kekurangan di dirinya," sambungnya lagi.

Segudang prestasi juga pernah diraih oleh Lina. Terakhir, Lina tercatat menjadi 10 pahlawan untuk Indonesia versi MNC.

"Dia orang yang pantang menyerah, anak muda sekarang galau kalau diputusin pacar, lalu bunuh diri. Putri itu dalam kondisi apa pun dia bisa survive," jelas Saptuari.

Kisah Lina pun kembali jadi perbincangan hangat, kala dia melangsungkan pernikahannya di Gedung Mandala Bakti Wanitama, Yogyakarta. Dia menikah dengan seorang 'pangeran' bernama Reza, putera dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Maman Somantri.

Menurut Saptuari, sebetulnya banyak yang naksir dengan sosok Lina. Namun akhirnya, wanita cantik itu menjatuhkan pilihan pada Reza.

"Yang lain kaya main-main. Ternyata yang datang malah Reza. Dia rutin datang ke panti. Reza harus meyakinkan keluarganya soal Lina, karena dia anak mantan Deputi Gubernur BI, tapi Reza kekeuh soal Lina," jelas Saptuari.

Tak ayal, cerita soal proses pernikahan Lina yang dilaporkan langsung via twitter oleh Saptuari mendapat banyak respons positif. Para pengguna twitter terharu dengan kisah ini. Terlebih lagi, ketika prosesi sungkeman.

"netes air mata baca timelinenya mas @Saptuari" tulis salah seorang pengguna akun twitter menanggapi cerita Saptuari.

Sumber: DetikNews
Foto    : dok.Saptuari Sugiharto

Minggu, 25 Agustus 2013

Harga sebuah keajaiban

cerita, kisah, inspirasi, kisah inspiratif
Sally baru berumur 8 tahun ketika secara tak sengaja, dia mendengar orang tuanya saling berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi yang menderita sakit parah.

Hanya operasi yang sangat mahal yang bisa menyelamatkan hidupnya, tapi mereka tak punya biaya.

Sally mendengar ayahnya berkata : “Hanya KEAJAIBAN yang bisa menyelamatkannya”.

Lalu Sally membuka celengannya, dikeluarkannya semua isi celengan itu ke lantai dan kemudian menghitungnya.

Dengan membawa uang, Sally menyelinap keluar dan pergi ke apotik.
“Apa yang kau perlukan?” tanya apoteker.
“Saya mau menolong adikku, dia sakit dan saya mau membeli keajaiban” jawab Sally
“Apa?!" Sang apoteker sedikit bingung.
“Ayahku mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya. Jadi berapa harganya ?”
“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil” jawab apoteker.
“Tapi saya punya uang. Katakan saja berapa harga keajaiban ?”

Seorang pria berpakaian rapi yang yang mendengar percakapan Sally dan apoteker mendekat dan bertanya :
“Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan adikmu ?”
“Saya tak tahu” jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya.
“Saya hanya tahu dia sakit parah dan ayah mengatakan bahwa ia perlu dioperasi"
Orang tuaku tak mampu membayarnya, tapi saya punya uang ini”
“Berapa uang yang kamu punya?” tanya pria itu lagi.
“Satu dollar, sebelas sen” jawab Sally dengan yakin.
“Kebetulan sekali”, kata pria itu sambil tersenyum, “Satu dollar dan sebelas sen, harga yang tepat untuk membeli keajaiban, yang dapat menolong adikmu!”

Orang itu mengambil uang Sally, kemudian memegang tangan Sally:
“Bawa saya kepada adikmu, saya mau bertemu dengannya dan orang tuamu”

Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukan tanpa biaya dan tak butuh waktu yang lama Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat.
Orang tuanya sangat bahagia.
Sally tersenyum...
Dia tahu pasti berapa harga keajaiban tersebut, Satu dollar dan sebelas sen! ditambah dengan keyakinan.
When u think that there's no miracle, you're wrong !
Keep your Faith and Keep praying!

Selasa, 31 Januari 2012

Teori Tentang 5 Orang (Baca, Renungkan dan dapatkan Pesan Berharga)


Kita tidak perlu menjawab semua pertanyaan.., baca dan renungkan …dapatkan pesan berharga.

1. Nama 5 org terkaya didunia
2. Nama 5 pemenang tropy
3. Nama 5 miss america terakhir
4. Nama 5 org pemenang nobel
5. Name 5 org pemenang Academy Award

Sulit mengingatnya kan..?

Intinya adalah, tidak ada seorangpun dari kita yang masih mengingatnya.
Ingatlah bahwa Semua akan terlupakan disaat Tepuk tangan telah sirna, penghargaan beralih.
Pencapaian telah dilupakan...

Berikut pertanyaan lain, Cobalah bagaimana anda menjawab Pertanyaan ini :

1. Nama 5 guru yg telah membantu anda dalam perjalanan sukses anda disekolah
2. Nama 5 teman yang membantu anda dalam waktu sulit
3. Nama 5 org yg mengajarkan anda sesuatu yg berharga
4. Nama 5 org yg membuatmu merasa dihargai dan spesial.
5. Nama 5 org yg anda sangat menikmati waktu bersamanya.

Mungkin Lebih mudah..?


Pelajarannya :

Ingatlah orang-orang yang membuat perbedaan didalam hidupmu bukanlah orang-orang yang memenangkan penghargaan....,
Tapi mereka adalah orang-orang yang peduli dan mengasihi anda dengan tulus...

Sehingga, hargailah setiap saat yg anda miliki bersama orang-orang tersebut...terutama keluarga.
Karena waktu selalu berjalan, dan kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi ketika orang-orang tersebut dipindahkan Tuhan dari sisi kita....

Rabu, 07 September 2011

Keajaiban Marci Shimoff – “Give – Away Game”


"Charity begins at home, but should not end there."
-- Peribahasa Amerika

SEORANG kawan saya, Pak Bayu Ludvianto, penulis buku best seller `Analisis Tulisan Tangan: Grapho for Success', beberapa hari yang lalu mengirim pesan blackberry messenger (BBM) ke saya. Pesan BBM ini ia sampaikan juga ke rekan lainnya. Isi pesannya, "Kami sedang mempraktekkan ajaran Marci Schimoff untuk `mengeluarkan dari rumah' 17 barang yang tak terpakai sejak 6 bulan lalu, setiap hari selama 40 hari. Beberapa hari kami berhasil `mengeluarkan' 17 item, beberapa hari lain kami hanya berhasil 8 tetapi efeknya? Waooo, rejeki mengalir masuk dari berbagai sumber. Hari demi hari. Bayangkan kalau kami bisa berhasil `mengeluarkan dari rumah' 680 items dalam 40 hari? Hmmmm ini tantangan, well mumpung pagi kami mau seleksi `barang yang mau dikeluarin lagi nih'. Hmm, Apa lagi ya?? Udah dapat lima nih!"

Pak Bayu sedang mempraktikkan aturan main dari Marci Shimoff. Shimoff adalah motivator terkenal asal Amerika, penulis buku best seller, `Happy For No Reason' dan `Love For No Reason'. Buku-buku seri 'Chicken Soup' yang fenomenal itu beberapa diantaranya juga merupakan garapan dari Shimoff.

Dalam buku aslinya, 'Happy For No Reason', Schimoff berkisah bahwa ia mengeluarkan 27 barang selama 9 hari berturut-turut dari rumahnya, atau bila ditotal 243 barang. Barang-barang bekas, jarang dipakai, yang sebenarnya masih bisa digunakan, bahkan barang-barang yang tergolong baru sekalipun. Kemudian barang-barang tersebut diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Sebenarnya, apa yang dilakukan Shimoff bukanlah hal baru, karena seperti yang ditulis olehnya, ini merupakan ritual feng shui. Schimoff menamakannya dengan`give- away game'.

Lantas, apa yang diperoleh oleh Shimoff kemudian? Ia mengatakan bahwa beberapa keajaiban menghampiri dirinya, dan bukan itu saja, ujarnya, "...I feel lighter, clearer, and more excited about what I get to create next in life. I've done this practice three times now, and each time, wonderful things have happened.... "

Kawan saya, Pak Bayu, tidak memilih 27 items dalam waktu 9 hari, tetapi 17 items dalam waktu 40 hari berturut-turut. Sungguh menarik. Apa alasannya? Pak Bayu memilih angka-angka tersebut karena angka 17 mengingatkannya tentang hari kemerdekaan RI, dan mengeluarkan barang berarti kebebasan dari kemelekatan pada barang-barang tersebut. Sedangkan jumlah 40 mengingatkannya akan budaya Jawa yang sering memakai angka 40. Rumah pun makin terlihat rapi dan resik.

Apakah keajaiban juga datang padanya dan kawan-kawannya? Berikut kisahnya. Setelah ia membereskan rumahnya, selain rumahnya terlihat nyaman dan bersih, ia mendapatkan rezeki yang masuk mengalir ke rumahnya. Seorang kawan Pak Bayu mendapat hadiah jam tangan Guess secara tak terduga-duga ketika ia selesai mengeluarkan beberapa barang dari rumahnya. Lalu seorang ibu bercerita tentang pengalamannya berbagi, awalnya si ibu agak kesulitan untuk mendapat anak kedua, bahkan sudah ke dokter segala. Setelah beres-beres kamar anak pertamanya, ia membagi-bagikan mainan yang sudah tidak dipakai, dan dalam beberapa hari kemudian dinyatakan hamil. Dan, ini yang lebih wow lagi, seorang kawan Pak Bayu di pagi hari mendapatkan BMW 320i! This is a true story! Seseorang mengirimkan mobil itu langsung ke rumah kawan Pak Bayu setelah ia merapikan rumahnya dari barang-barang rongsokan. Padahal menurut Pak Bayu, ia belum menyampaikan pesan itu ke kawannya. Hanya berselang beberapa jam ia mengirimkan pesan itu setelah sang kawan mendapatkan mobil mewah tersebut. Yang mengejutkan, cerita keajaiban masih terus mengalir ke bbm saya hingga saat ini.

Berbagi memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Aturan main yang dilakukan Shimoff hanyalah sekian dari berbagai cara kita berbagi terhadap sesama. Penelitian manapun memperlihatkan, dengan memberi terhadap sesama, membuat diri kita menjadi lebih bahagia. Lagi pula, dengan berbagi, tak akan ada yang hilang dari apa yang Anda berikan. Malah sebaliknya, ia akan kembali lagi. Sesuai dengan hukum kekekalan energi, tiada energi yang hilang bila dikeluarkan, ia akan kembali dalam bentuk lain.

Tidak harus Anda mengikuti jumlah barang yang dikeluarkan dalam sekian hari seperti yang dilakukan oleh Shimoff. Anda boleh memilih sesuka hati. Sebaiknya Anda menetapkan jumlahnya, asalkan ada target. Bila sekenanya, maka tak ada tekanannya. Nah, bagaimana, Anda siap untuk memulainya?

Source: "resonansi-owner@yahoogroups.com By: Sonny Wibisono
Posted by : kembara-bumi.blogspot.com
under : Kisah inspiratif
"Amal dimulai di rumah, tetapi seharusnya tidak berakhir di sana"

Senin, 03 Mei 2010

Temukan Alasan Terkuat Untuk Menang

Serena Williams, pemain tennis asal Amerika Serikat, memang patut di acungi jempol. Mengapa tidak? Pemain yang masuk dengan wild card ranking ke-86 pada saat kompetisi di Australia Open 2007 ini berhasil menaklukan unggulan utama Maria Sharapova di final. Selidik punya selidik, Serena mempunyai Motivasi yang kuat dikarenakan ia mendedikasikan turnamen ini untuk mengenang kematian adik tirinya. Adakah Anda merasa kurang bersemangat atau ingin mendorong semangat Anda ke level yang lebih tinggi?

Lain halnya dengan cerita CEO Chrysler, Lee Iacocca. Lee memulai karirnya sebagai seorang insinyur yang berbakat. Namun setelah lama berkarier di Ford Motor, Lee mengalami masalah dengan bosnya, Henry Ford II. Idenya untuk membuat mobil berukuran lebih kecil dengan penggerak roda depan ditolak mentah-mentah, bahkan dipecat oleh Henry Ford II. Hal inilah yang membuat Lee akhirnya pindah dan bergabung dengan perusahaan mobil yang hampir bangkrut, bernama Chrysler. Walaupun dalam keadaan yang serba sulit, Lee tidak mau kalah dan berusaha bangkit, salah satu motivasi terkuatnya adalah ketika ia dipecat oleh Henry Ford II. Setiap kali ia tidak bersemangat dan hampir menyerah dalam pekerjaannya, istrinya selalu mengingatkan dengan kata-kata,” Apa yang akan dikatakan Ford jika ia melihatmu dalam keadaan seperti ini?”. Begitu mendengar kalimat itu, Lee langsung bangkit dan berusaha lebih keras lagi. Sama seperti Serena Williams dan Lee Lacocca, dapatkah Anda menemukan orang-orang dalam hidup Anda yang dapat memberikan dorongan ekstra kepada Anda?

Beberapa orang lain bahkan mendapatkan motivasi dari ejekan atau cemoohan orang lain yang mengatakan bahwa mereka tidak mampu; setiap kali mereka menyerah, semangat mereka terpompa lagi hanya karena ingin membuktikan bahwa apa yang dikatakan orang tersebut tidak benar.

Sylvester Stallone ketika memenangi Piala Oscar untuk film Rocky, naik ke podium untuk membacakan penolakan-penolakan atau cemoohan produser film yang mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan berhasil. Mungkin tepat kalimat mutiara yang dikatakan oleh Walter Bagehot, bahwa kenikmatan terbesar dalam hidup ini adalah melakukan apa yang orang lain katakan Anda tidak mampu lakukan. Apapun pekerjaan Anda saat ini, pikirkanlah bahwa Anda adalah orang yang paling cocok dan kompeten untuk menyelesaikannya. Lihatlah semua permasalahan hari ini, dan curahkan pikiran dan keyakinan Anda bahwa Anda mampu menyelesaikannya dengan baik.

Tips
  • Tuliskanlah dua orang yang paling Anda sayangi yang menurut Anda dapat menambah semangat dalam hidup Anda untu berjuang.
  • Tuliskan juga dua kejadian atau cemoohan yang Anda ingin buktikan bahwa semuanya adalah salah. Gunakan jawaban Anda untuk menambah percikan api semangat dalam hidup Anda.

Selasa, 13 April 2010

Ingin Sukses dan Kaya Raya seperti Aristotle Onassis?


Aristotle Onassis adalah salah seorang pebisnis berdarah Yunani dan diantara kesepuluh orang kaya, Aristotle Onassis memiliki kekayaan luar biasa, yang dihitung dalam miliaran, bukannya jutaan. Konon, ia lahir dari sebuah keluarga miskin, yang hidupnya selalu kekurangan. Konon, ayahnya adalah penjaja dagangan buatan sendiri dari pintu ke pintu, dan ibunya pembantu rumah tangga. Onassis tidak pernah mencoba meluruskan pendapat orang banyak tentang masa lalunya, sekurang-kurangnya dimuka umum, karena kisah-kisah seperti itu biasanya malah menambah cemerlang aura misteri yang mengelilingi dirinya. Ia selalu menyadari pentingnya citra diri seseorang dalam meraih sukses, suatu hal yang merupakan Rahasia suksesnya.

Onassis dilahirkan di Smyrna, Kesultanan Ottoman (sekarang Izmir, Turki) pada sebuah keluarga kelas menengah keturunan Yunani. Pada saat kelahirannya, Smyrna memiliki populasi orang Yunani berjumlah cukup besar dan berkehidupan yang lebih dari cukup. Setelah dikuasai oleh Yunani dari tahun 1919 hingga 1922 sebagai hasil dari kemenangan tentara Sekutu Perang Dunia I, kota tersebut direbut kembali oleh Turki. Akibatnya, Keluarga Onassis kehilangan harta bendanya dan memaksa mereka untuk pindah ke Yunani sebagai pengungsi.

Di tahun 1923, Aristoteles Onassis meninggalkan Yunani untuk pergi ke Argentina dengan hanya (menurut cerita dari mulut ke mulut) membawa uang 63 dollar. Setelah melalui masa-masa yang sulit, ia mampu menghidupkan kembali bisnis tembakau keluarganya. Di tahun 1925, ia mendapatkan kewarga-negaraan Argentina dan Yunani. Setelah terlibat dalam berbagai kegiatan wiraswasta dengan semangat dan determinasi untuk sukses, ia akhirnya berhasil menjadi pengusaha kelas dunia setelah mampu mencetak penghasilan satu juta dollar pertamanya dalam usianya ke-25, dengan memiliki kapal-kapal komersial, kapal tanker dan kapal penangkap ikan paus.

Onassis mendirikan Olympic Airways (sekarang Olympic Airlines), maskapai penerbangan nasional Yunani, di tahun 1957.

Onassis menikahi Athina Livanos, putri raja kapal Stavros Livanos, pada tanggal 28 Desember 1946. Putra mereka, Alexander (lahir 30 April 1948, wafat 23 Januari 1973) dan putri mereka Christina (lahir 11 Desember 1950, wafat 19 November 1988) kedua-duanya lahir di New York City. Setelah perceraian mereka, Athina menikahi suami saudara perempuannya yang meninggal (dan rival utama Onassis dalam dunia pelayaran), Stavros Niarchos.

Onassis kemudian menikahi diva opera Maria Callas dan Jacqueline Kennedy sebelum akhirnya meninggal dunia dalam usia 69 tahun pada tanggal 15 Maret 1975 di Neuilly-sur-Seine, Perancis.(Sumber:wikipedia.org/wiki/Aristoteles_Onassis)

Ingin sukses dan kaya raya seperti Aristotle Onassis? Berikut adalah Rahasia yang menjadi kunci sukses Aristotle Onassis. Intisari dari perjalan suksesnya. Berikut "surat wasiat" Aristotle Onassis:

  1. Jaga badanmu agar tetap sehat. Banggalah dengan fisik yang kita punya. Jangan risaukan hal-hal kecil, kita tidak sejelek seperti apa yang kita bayangkan.
  2. Jaga kulitmu agar tetap sehat. Karena kulit yang sehat akan tampak seperti orang yang banyak uang.
  3. Usahakan tersenyum, jangan suka cemberut. Perlihatkan bahwa segalanya beres. Dan, tunjukkan bahwa hidupmu sehari-hari selalu tampak menyenangkan.
  4. Jaga penampilanmu. Jangan pernah memperlihatkan dan menceritakan kemelaratanmu kepada siapapun. Karena biasanya orang benci pada orang yang melarat.
  5. Jangan tidur terlalu banyak. Kalau dapat mengurangi tidur 3 jam sehari, maka dalam setahun akan menambah waktu 1,5 bulan untuk meraih sukses.
  6. Makan secukupnya dan hindari makan enak. Jangan makan sambil bicara bisnis, tunggu sampai selesai dulu. Jangan menghabiskan waktu berjam-jam di meja makan selagi ada pekerjaan mendesak, yang menanti untuk segera diselesaikan.
  7. Kalau tidak punya modal, pinjam dulu dalam jumlah besar. Jangan meminjam dalam jumlah sedikit. Lalu segera kembalikan, jangan sekali-kali menunda jadwal pembayaran. Ini menyangkut reputasi, buat pemodal atau Bank percaya padamu.
  8. Pilihlah teman yang dapat mendorong prestasimu. Dan, berusahalah terus sampai berhasil. Hindari orang yang suka mematahkan semangatmu.
  9. Dengarkan orang lain. Buatlah orang lain merasa senang. Hormati mereka, maka kita akan dihormati oleh semua orang. Ini adalah kunci suksesku yang utama.

Itulah "surat wasiat" Aristotle Onassis yang jka kita cermati mempunyai pesan positif yang dalam dan tentu saja jika diterapakan dalam kehidupan sehari-hari akan sangat bagus dan sangat membantu kita dalam menggapai kesuksesan.

Kamis, 10 September 2009

Kisah Dua Orang Pegawai

Kisah ini saya kutip dari buku Setengah Isi Setengah Kosong karya Parlindungan Marpaung. Bagi yang sudah pernah membaca sekedar hanya mengingatkan saja. Terutama para karyawan atau pegawai kiranya dapat menarik manfaat dari cerita ini. Judulnya aslinya adalah EQ di Tempat Kerja, sengaja saya ganti dengan Judul kisah dua orang pegawai biar mudah diingat saja. Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence=EQ) ini tidak khusus buat karyawan atau pegawai saja. EQ dapat diterapkan di lingkungan mana saja karena intinya adalah tentang hubunga antar manusia. Berikut kisahnya :

Dua orang pegawai, sebut saja Badrun dan Bahrun sama-sama bergabung sebagai pegawai baru di sebuah kantor. Tingkat kecerdasan yang mereka miliki (IQ) relatif sama.

Untuk meningkatkan kompetensi karyawan, kantor tempat mereka bekerja memberi kepada karyawan untuk mengambil kuliah sore. Dalam hal ini, Badrun tampaknya lebih aktif, sedangkan Bahrun-karena kesibukannya-tidak memiliki kesempatan serupa. Akan tetapi, pengetahuan Badrun yang semakin banyak ternyata tidak sebanding dengan caranya membawa diri di tengah lingkungan kerja.

Kerapkali dia sok pintar dan memotong pembicaraan orang tanpa mengenali dulu isi pembicaraan tsb. Tidak hanya itu, banyak keluhan yang muncul dari teman-temannya terhadap sikap Badrun. Hanya karena masalah sepele dia sering menunjukkan raut muka tidak bersahabat, membanting telepon ketika idenya tidak diterima, dsb.

Alhasil, Badrun semakin tidak disenangi oleh pelanggan maupun rekan-rekan pegawai. Sementara si Bahrun, yang notabene tidak memperoleh tambahan pengetahuan untuk mengembangkan diri ternyata memiliki tingkah laku yang berbeda dalam membina relasi. Dia lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Baginya, teman-teman kerja dan atasan adalah orang yang harus didengarkan serta dilayani sungguh-sungguh. Bahkan, di hadapan rekan-rekan kerja dan pimpinannya dia memosisikan diri sebagai pelayan.

Bahrun tahu bagaimana membagi waktu yang proporsional antara kepentingan pribadi dan kepentingan perusahaan. Ketika dia memegang dana anggaran belanja di kantor, dia mampu membuat pos tersendiri agar tidak berbaur dengan uang pribadinya. Di tengah-tengah unit kerjanya dia adalah smart people – pegawai yang disenangi. Alhasil, dalam waktu yang tidak terlalu lama Bahrun telah dipromosikan menjadi salah satu pejabat dilingkungan perusahaannya, mendahului rekan seangkatannya, Badrun.

Ilustrasi di atas kiranya dapat menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence=EQ) Bahrun lebih menonjol dibandingkan Badrun. Dan tak dapat dipungkiri bahwa kemampuan mengelola emosi jelas merupakan hal yang mutlak diperlukan dalam membina hubungan antar sesama manusia karena penilaian sikap dan perilaku kita bukan dinilai oleh diri sendiri tetapi kita dinilai oleh orang lain.

Mengenai penjelasan tentang EQ ini akan saya tulis pada postingan selanjutnya.


Senin, 07 September 2009

Saat Kalian Tertidur…..

Malam kemarin menjelang tidur, sengaja saya pandangi istri dan anak saat mereka tertidur. Biasanya mereka tertidur lebih dulu dan saya belakangan setelah nonton TV atau internetan. Saya sering melakukan ini, memandangi wajah-wajah polos istri dan anak saat mereka tertidur. Ada perasan lain yang selalu muncul, rasa sayang yang dalam mengalir dalam hati kita. Dorongan energi cinta yang mengalir selalu saya jadikan energi positif sebagai pembangkit semangat dan motivasi diri.

Sahabat, pernahkah Anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia tidur? kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika tidur, sudah tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah ke ibu anda. Hmm....kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai - belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomelin kita, semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu....ayah, ibu, suami, istri, kakak, adik, anak, sahabat...semuanya orang - orang yang tercinta. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah di lakukan orang - orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya, tanpa kata, tanpa suara dia berkata : " Betapa lelahnya aku hari ini" dan menyebab lelah itu ?.......juga untuk siapa dia berlelah - lelah?

Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang bekerja mengurus, mendidik juga mengurus rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari - hari suka dan duka bersama kita.

Renungan untuk kita semua.....

Resapilah kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah - wajah mereka.....rasakan betapa kebahagian dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua........... bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang - orang terkasih itu tak membuka matanya.....selamanya!"


Sabtu, 29 Agustus 2009

Si Pencuri Kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir: "Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!". Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.

Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir: “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”. Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih". Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !!!

Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih. Dan dialah pencuri kue itu !!!

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah
Orang lainlah yang patut disingkirkan
Orang lainlah yang tak tahu diri
Orang lainlah yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran

Padahal

Kita sendiri yang mencuri kue tadi
Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.


Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain. Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.



Rabu, 26 Agustus 2009

Aku Mau Mama Kembali - Sebuah kisah teladan dari negeri China

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka mereka pun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.

Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.


Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya.

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya.

Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.

Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.


Minggu, 02 Agustus 2009

Bersyukurlah atas dirimu apa adanya...


Saat aku meloncat dari atas gedung............

Kulihat di lantai 10, Ujang yang gagal jadi caleg sedang minum obat anti depresi.

Di lantai 9, Halim memergoki Istrinya sedang bercinta dengan sahabatnya.

Di lantai 8, kulihat suami istri yang aku tahu harmonis dan saling mencintai sedang bertengkar dan saling memukul.

Di lantai 7, Udin yang pengangguran terus membeli koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari.

Dilantai 6, Maya seorang mahasiswi cantik bertengkar meminta pertanggungjawaban pacar yang menghamilinya.

Kulihat Robby yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lantai 5.

Di lantai 4, Tuan Wijaya yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya.

Di lantai 3, Kakek Ahdi sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya.

Di lantai 2, Tante Yeni sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu.

Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang

Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekhawtirannya sendiri

Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk

Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku...

Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.

"Be grateful for whoever you are....coz if u compare it to others, u'll be suprised of their secret life "

"Bersyukurlah atas dirimu apa adanya... karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka"


Kamis, 30 Juli 2009

Membeli kebahagiaan dengan uang, cukupkah?

"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam.

Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. “Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew.

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

“Tapi Papa…”

Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur.

Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew

“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru sambil meneteskan air mata . Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”

Untuk yang sudah pernah baca, Sekedar untuk mengingatkan kembali……..

Source : Bluefame



Selasa, 21 Juli 2009

Pilihan ada ditangan Anda

Seorang guru bijak tinggal diatas puncak gunung es yang tinggi. Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang merasa dirinya pandai, ingin menguji kemampuan sang guru bijak tersebut. Ia membawa seekor burung kecil yang ia genggam ditangannya. Ia ingin memberikan pertanyaan yang menjebak bagi sang guru dengan bertanya apakah sang guru mengetahui bahwa burung di genggamannya hidup atau mati.

Apapun jawaban sang guru , semua tetap akan menuju pada kesalahan. Jika sang guru menebak mati, sianak muda akan melepaskan burung itu. Namun jika ia menebak hidup, anak muda itu akan meremas burung itu sampai mati. Akhirnya si pemuda bertemu dengan guru bijak itu dan melontarkan pertanyaan yang talah ia rancang jauh-jauh hari.

Si Pemuda itu berkata, “Wahai Guru yang bijak, menurut Anda apakah burung yang ada dalam genggaman saya berada dalam keadaan mati atau hidup?” Sang guru bijak tertegun mendengar pertanyaan itu, sambil berpikir beberapa saat akhirnya ia membuka mulut dan berkata,” Mati hidupnya burung itu bergantung pada tangan Anda.”

Tepat sekali jawaban guru bijak ini, bahwa kegagalan dan kesuksesan seseorang bergantung pada mereka yang ingin melihat kenyataan yang ingin terjadi dalam hidup ini. Banyak orang yang tidak sadar dan berpikir bahwa baik kesuksesan maupun kegagalan dalam hidupnya tergantung pada orang lain ataupun keadaan. Sama seperti anak muda tadi, kitalah yang 100% bertanggung jawab baik atas kegagalan maupun keberhasilan kita. Tidak ada seorangpun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menghalangi kesuksesan kita, tidak ada seorangpun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menyebabkan kegagalan terbesar dalam hidup ini. Kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kesuksesan maupun kegagalan kita. ” The sky is not the limit, You are the LIMIT”

Tips

Tulislah orang-orang yang selama ini Anda persalahkan sebagai pihak yang menghambat laju sukses Anda. Setelah menulis nama ketiga orang tadi, coretlah nama-nama itu. Renungkanlah baik-baik bahwa sebenarnya, Andalah orang yang paling menghalangi kesuksesan Anda.


Kamis, 16 Juli 2009

Nyanyian Seorang Kakak

Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yang pertama yang baru berusia 3 tahun, untuk menerima kehadiran adiknya. Michael senang sekali. Kerap kali ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen, "Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi." Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.

Lain halnya dengan Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! "Mami... aku mau nyanyi buat adik kecil!" Ibunya kurang tanggap. "Mami... aku pengen nyanyi!!" Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya. "Mami.... aku kepengen nyanyi!!!" Itu berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael sebagai rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak. Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. "Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup!" batinnya.

Ia dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. "Anak kecil dilarang masuk!" Karen ragu-ragu. "Tapi, suster...." suster tak mau tahu. "Ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!"

Karen menatap tajam suster itu, lalu berkata, "Suster, sebelum diizinkan bernyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!" Suster terdiam menatap Michael dan berkata, "Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!"

Demikianlah, kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya... Lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring "You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey...."

Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya. "You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away."

Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan, "Terus.... terus Michael! Teruskan sayang...," bisik ibunya sambil menangis.

"The other night, dear, as I laid sleeping, I dreamt, I held you in my..." Dan, Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur..." I'll always love you and make you happy, if you will only stay the same..." Sang adik kelihatan begitu tenang, sangat tenang.

"Lagi sayang..." bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan.... adiknya kelihatan semakin tenang, rileks dan damai... lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian, si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah terapi ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa!

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you".

Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi-NYA bila IA menghendaki terjadi.

Source: Blue fame forum


Minggu, 14 Juni 2009

Hati-hati dengan Comfort Zone


Konon kabarnya, Elang dan Ayam adalah dua jenis burung yang berteman baik. Dimana ada Elang, disitu pasti ada ayam. Mereka selalu tampak berjalan beriringan. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Ayam terbang bersebelahan melintasi udara bebas.
Elang dan Ayam tinggal dirumah Pak Tani. Mereka mendapatkan makanan setiap hari, beras padi, atau makanan lainnya,

Namun Elang tidak merasa nyaman dengan keadaan itu. Ia tidak suka dengan hanya menunggu makanan. Ia lebih senang terbang berkelana dan mencari mangsanya. Ia kemudian meninggalkan sahabatnya si Ayam dan menggabungkan diri dengan burung lainnya yang memiliki kesukaan yang sama dengannya. Ia membuat tempat tinggalnya sendiri disalah satu tebing terjal jauh dari hiruk pikuk kehidupan mahluk lainnya.

Begitu pula si Ayam. Ia menjalani kehidupannya sendiri. Ia makan semua yang ia inginkan karena semua telah tersedia. Ia tidak pernah bekerja sehingga tumbuh menjadi burung yang gemuk dan malas.

Namun pada suatu hari ia mendengar istri tuan petani menyebutkan bahwa Hari Raya akan datang beberapa hari lagi. Alangkah indahnya jika ada hidangan Ayam panggang untuk makan malam.

Mendengar hal itu si Ayam memutuskan untuk minggat dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya si Elang. Namun ketika berusaha untuk terbang, barulah ia sadar tubuhnya terlalu gemuk hingga tidak dapat terbang lagi. Saat itu ia hanya dapat mengepak-ngepakkan sayapnya saja. Dan pada akhirnya saat Hari Raya tiba si Ayam dipanggang untuk makanan keluarga Tuan Petani yang lezat.
--ooOoo--

Barangkali kisah seperti itu banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pelajaran yang dapat kita petik dari cerita diatas bahwa saat kita terlena dengan keadaan nyaman justru saat itu kita sedang menidurkan potensi kita dan secara tidak sadar membelengu kemampuan yang kita miliki. Kita tidak berani mengambil tidakan kongkrit untuk melakukan suatu perubahan. Ketakutan selalu membayangi jika seandainya harus berubah karena sudah merasa sangat nyaman dengan keadaanya. Akibatnya kita tidak mau berpikir bahwa segala kejadian sebenarnya tidak tidak akan selamanya selalu aman dan nyaman. Perubahan itu selalu terjadi sebagai sebuah dinamina kehidupan, tak terkecuali jika kita tidak berhati-hati dengan comfort zone ini maka kita akan tergilas dengan perubahan yang terjadi diluar sana.

Ini merupaka peringatan bagi kita agar tidak terperangkap dalam kenyamanan dimana segalanya merasa telah cukup dan tersedia tapi kemudian menyesal dikemudian hari. Perhatikanlah lingkungan sekitar pasti ada teman yang sudah masuk kesebuah Comfort Zone atau mungkin diri kita sendiri. Bahkan mungkin Bos Anda pun sudah masuk kedalam perangkap tersebut. Keterlenaan memasuki daerah itu menjadikan status usahanya pun masuk kedaerah darurat. Ingatlah selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus.

Tulisan ini bukan berarti mengajak Anda semua berubah lalu meninggalkan pekerjaan yang menjadi tiang penyangga penghasilan Anda. Cuma yang mesti diingat kadang dalam suatu pekerjaan pun karena sudah merasa cukup aman dan nyaman sehingga merubah pola pikir kita menjadi lebih santai. Kita enggan berpikir lebih keras lagi dan membiarkan semua berjalan tanpa ada perubahan berarti. Bekerja hanya berdasarkan kewajiban saja tanpa nilai lebih yang dapat diandalkan. Begitupun dengan para pemimpinya, hanya menyerahkan segala sesuatu urusan pada bawahnnya. Seandainya anda merasa dalam zona tersebut segerah keluar untuk berubah, bekerjalah lebih produktif lagi.

Semasa saya bekerja banyak diantara rekan-rekan saya begitu nyaman dengan keadaannya. Hingga suatu saat dikarenakan perusahaan merugi akibat menurunnya produktifitas, sehingga berniat merampingkan karyawan yang kurang produktif, disitulah mereka mulai berfikir dan menyesali kinerjanya selama ini.

Munculnya kesadaran dalam diri untuk berubah dan lebih profesional di bidangnya adalah suatu hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan dengan serius karena kita cenderung nyaman dengan keadaan saat ini, yakni berada di "comfort zone." Kita tidak menyadari bahwa tantangan dan ancaman dari luar semakin hari semakin kuat. Jika kita tidak segera bergerak keluar zona nyaman ini kita akan tergeser dan setelah semua jatuh, yang ada hanyalah penyesalan.

Jadi berhati-hatilah dengan situasi ini, karena tantangan yang paling berat adalah keluar dari Comfort Zone.

Source image : http://www.dianaserrandservice.com


Minggu, 07 Juni 2009

Kesempatan Kedua (Second Chance)

Lance Armstrong, pembalap sepeda kelahiran texas Amerika Serikat, layak mendapat tempat sebagi juara sejati. Bagaimana tidak ia adalah satu-satunya atlet balap sepeda yang mampu memenangkan perlombaan balap sepeda Tour de France sebanyak tujuh kali berturut-turut. Tour de France adalah perlombaan yang menuntut stamina ekstra; untuk menyelesaikan perlombaan ini, seorang pembalap harus mampu menyelesaikan rute perjalanan yang memisahkan dua buah gunung sepanjang 2.100 mil dengan banyak jalan-jalan mendaki dan menurun yang terjal dalam waktu 20 hari.Seorang pembalap akan mengalami flu perut, dehidrasi, tabrakan, dan iklim yang tidak bersahabat; hal ini bukan hanya menguras tenaga dan fisik namun juga menguras mental pembalap.

Ketika duduk dibangku sekolah, ia tidak pernah bercita-cita menjadi seorang pembalap sepeda. Ia melah mencoba keberuntungan dicabang Football namun ia tidak tanggap dan cermat dalam olahraga yang melibatkan bola. Ia kemudian beralih kecabang renang, namun ia bukanlah siswa yang masuk hitungan untuk menjadi yang terbaik di cabang renang. Setiap hari Lance mesti menempuh jarak 10 mil menuju kolam renang, ini berarti setiap hari ia menempuh jarak 20 mil dengan sepeda dan berenang 6 mil. Ketika menginjak usia 13 tahun, ia memberanikan diri untuk mengikuti perlombaan triathlon junior yang melibatkan renang, berseeda dan lari. Ia berhasil memenangkan perlombaan itu, dan perlombaan itulah yang mengubah jalan kariernya untuk memilih cabang balap sepeda.

Masyarakat barat sangat tergila-gila dengan angka statistik namun Lance tidak menganggapnya sebagai suatu hal yang penting. Ia membuktikan bahwa statistik tidak berpengaruh dalam hidupnya ketika ia divonis mengidap kanker prostat dan hanya memiliki kesempatan 50% untuk hidup. Lance sangat memahami hal-hal yang tidak mampu di ukur secara statistic, yaitu keinginan yang mengebu-gebu, keyakinan, fokus terarah dan motivasi yang dalam. Selama dua tahun ia berjuang untuk mengalahkan penyakitnya dan mampu meraih tujuh juara tour de france. Kesembuhan dan kanker prostat membuat Lance merasa miliki kesempatan kedua dalam hidup ini untuk melakukan yang terbaik dalam hidupnya.

Sebelum dijangkiti penyait kanker ganas itu, Lance telah mengikiti kejuaraan Tour de france sebanyak empat kali. Pada tahun 1993, kali pertama ia mengikuti perlombaan itu, bahkan ia tidak berhasil masuk ke garis finish, demikian juga pada tahun 1994. Pada 195 ia memperbaiki penampilannya dan masuk ke urutan 36, namun pada tahun 1996 ia kembali tidak berhasil menyelesaikan perlombaan. Tahun 1997 dan 1998 adalah masa-masa sulitnya menghadapi penyakitnya sehingga ia tidak ikut berkompetisi, ia berturut-turut sebanyak tujuh kali mulai dari tahun 1999 sampi dengan 2005 merebut gelar juara perlombaan yang sangat bergengsi ini. Lance Amstrong tentu berterimaksaih atas kemalangan yang menimpa hidupnya, karena tanpa itu, ia tidak akan mendapat dorongan besar untuk menjadi yang terbaik. Ingatlah, kesuksesan tidak dihitung dari berapa banyak kegagalan yang Anda alami, tetapi berapa banyak Anda mampu mengangkat diri Anda keluar dari lumpur kegagalan untuk mencoba sekali lagi.

Janganlah menunggu kesempatan kedua datang kedalam hidup Anda dalam bentuk kemalangan seperti yang dialami Lance Armstrong. Hidup yang Anda miliki saat ini adalah suatu tanda bahwa Anda masih memiki kesemptan kedua untuk tampil lebih baik lagi mulai hari ini dan raihlah kesuksesan yang optimal dalam hidup Anda.


Kamis, 28 Mei 2009

Membayar Harga untuk Sukses

Gary Player adalah seorang pemain golf terkenal dunia, pada suatu hari ia didatangi oleh seorang pegolf muda yang sangat mengaguminya. Mendapat kesempatan yang langka itu, sang pegolf muda dengan antusias berkata kepada Gary, “ Saya sangat berharap bisa bermain gof sebagus anda dan saya akan melakukan apa saja untuk memiliki kemampuan seperti Anda.” Gary tersenyum dan memberikan nasihatnya, “Nak, Saya yakin Anda tidak berharap ingin menjadi seperti saya jika anda tahu bagaimana saya dapat menjadi seperti saat ini. Untuk menjadi seperti saya sekarang, Anda harus berada dilapangan mulai jam enam pagi tujuh hari dalam satu minggu. Anda juga harus berlatih memukul setiap harinya 1000 bola golf sampai tangan Anda kesakitan dan berdarah baru Anda boleh beristirahat membersihkan dan membalut luka-luka Anda. Setelah itu Anda harus kembali kelapangan untuk memukul 1000 bola golf lagi. Inilah aktifitas yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang Gary Player.” Setelah mendengar cerita dari Mr. Player. Anak muda itu membisu dan pergi tanpa pamit. Kebiasaan yang kita lakukan secara terus menerus akan membentuk seorang juara dalam didalam diri kita.

Nadia Comaneci, pesenam dunia yang memukau dunia pada olimpiade 1976, menceritakan rahasia keberhasilannya. Nadia berkata, “Saya berlatih terus menerus sebuah gerakan yang sangat sulit dan karena latihan inilah gerakan tersulitpun tidak terasa sulit bagi saya. Garakan itu merupakan gerakan sulit dan berbahaya bagi pesaing saya, tetapi tidak lagi bagi saya. Saya kerja keras membuatnya terlihat mudah. Itulah rahasia saya menjadi juara yang tak terkalahkan.” Kebanyakan orang cenderung mengagumi mereka yang sukses dan berharap bisa menjadi seperti mereka. Namun sayangnya, mereka tidak mau menerima kenyataan tentang tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh para juara.

Mungkin Anda hanya berangan-angan untuk menjadi seperti mereka yang sukses jika hal itu mudah untuk dilakukan. Pernahkah Anda mendengar pepatah tua yang mengatakan bahwa didalam dunia ini, apapun yang Anda inginkan, ada suatu harga yang harus dibayar. Jika sesorang ingin mempunyai bentuk tubuh dan berat ideal, harganya adalah mengurangi kalori asupan makanannya dan menambah porsi olahraganya. Bagaimana dengan mereka yang ingin sukses? Tentu mereka harus belajar dari orang sukses lainnya, menginvestasikan uang, waktu dan tenaga. Bagaimana pula dengan mereka yang tidak ingin apa-apa? Adakah harga yang harus mereka bayar? Tentu, harga yang mereka bayar adalah kemiskinan, kemelaratan, keluarga yang berantakan hidup tanpa semangat.

Ingatlah, harga yang harus Anda bayar untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan jauh lebih murah dibandingkan dengan harga yang Anda bayar ketika Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan. Mereka yang sukses berfokus untuk membayar harga untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan; sedangkan mereka yang gagal berfokus untuk menghindari harga tersebut sehingga pada akhirnya membayar harga yang jauh lebih mahal, yaitu hidup dalam kesengsaraan.

Tips

Ingatlah bahwa selalu ada harga yang harus dibayar untuk meraih kesuksesan. Dunia ini menyediakan apa saja yang Anda inginkan, namun Anda tidak cukup untuk berharap dan bermimpi, Anda perlu membayar harganya didepan dan meraih hasilnya kemudian.

Gunakan Tips yang satu ini, Cobalah untuk bangun satu jam lebih awal. Lakukan selama 21 hari kedepan, dan Anda mendapat 30 jam ekstra dalam satu bulan untuk melakukan hal-hal penting dalam hidup Anda.


Selasa, 21 April 2009

Membangun Motivasi Diri

Seorang karyawan perusahaan rel kereta api bernama Nick adalalah karyawan yang sangat rajin dan bertanggung jawab. Sayangnya ia mempunyai kekurangan yaitu tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya.

Pada suatu hari semua karyawan pulang lebih awal dari biasanya untuk merayakan ulang tahun bos mereka. Namun, tidak demikian dengan Nick. Ia tidak bisa menghadiri pesta karena terkunci di dalam mobil pengangkut es. Nick berteriak minta tolong dan memukul pintu dengan keras berharap ada orang yang mendengarkannya. Teriakan Nick menjadi percuma karena tidak ada seorang pun disana.

Tangan Nick merah membengkak dan suaranya pun menjadi serak karena terus berteriak minta tolong. Menyadari tidak ada seorang pun yang memperdulikan teriakannya, akhirnya ia terduduk dalam mobil sambil menghela napas panjang. Semakin ia berpikir, semakin besar rasa takut menghantuinya.

Di dalam mobil Nick tidak mampu menghilangkan pikiran buruknya. Ia membayangkan dirinya akan mati kedinginan jika tidak segera keluar dari mobil pengangkut es yang menurut dugaannya bersuhu dibawah nol derajat. Dengan tangan gemetar ia mencari secarik kertas dan sebuah pulpen untuk menuliskan wasiatnya.

Keesokan harinya semua karyawan pun datang kembali ketempat kerja. Ketika salah seorang dari mereka membuka pintu mobil pengangkut es, ia sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di sana. Kejadian yang mengejutkan ini menarik perhatian semua karyawan. Tak menunggu lama, mereka segera membawa Nick ke rumah sakit. Namun malang nasib nyawanya tak bisa diselamatkan.

Pada awalnya semua orang mengira bahwa Nick meninggal karena kedinginan jika dilihat dari kondisi tubuhnya. Namun setelah dilakukan investigasi, hasilnya sungguh mengejutkan karena ternyata pendingin di dalam mobil itu tidak aktif. Ruang tempat Nick terbaring kaku ternyata bersuhu 28 derajat dan memiliki pasokan oksigen yang cukup untuk bernapas.

Diketahui kemudian, penyebab kematian Nick bukanlah kekurangan oksigen dan suhu yang rendah, melainkan karena ia menghakimi dirinya dengan sebuah hukuman mati. Ia tidak mempunyai harapan selamat karena pikiranya sudah dipenuhi dugaan-dugaan negatif yang pada akhirnya membunuh dirinya sendiri.

Kepercayaan dalam diri adalah sebuah perasaan hati. Seseorang yang memiliki keyakinan terhadap sesuatu, tidak akan langsung berputus asa begitu saja. Jika mengahadapi kesulitan dalam hidup ia tidak langsung bersedih dan menyerah. Ia terus berpikir untuk bertindak sebagai usaha penyelamatan dirinya.

Sesungguhnya yang mempengaruhi semangat anda bukanlah faktor-faktor dari luar, melainkan-faktor-faktor dari dalam diri anda sendiri. Betapapun besarnya dukungan dri luar, semuanya menjadi percuma karena anda tidak menyertakan kekuatan dari dalam diri anda.

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika memiliki motivasi yang kuat dalam diri. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda mencapai apa yang anda cita-citakan.

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selalu mulus dan lancar.Hambatan selalu menyertai sebuah perjuangan. Nikmatilah semua perjalanan yang anda lalui dan anggaplah semua ujian sebagai peringatan agar tetap waspada.

Berlatihlah terus jika ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat diraih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Sumber : 99 ideas for happy life

Minggu, 19 April 2009

Gatutkaca Juga Punya Cinta

Topik tentang cinta memang tidak akan pernah ada matinya untuk di bahas. Tidaklah salah jika Jalaludin Rumi pernah mengungkapkan bahwa cinta itu tak ubahnya seperti misteri. Cinta adalah samudera yang tak terukur kedalamannya. Ia tak dapat digali melalui buku-buku ilmu pengetahuan. Ia juga tak dapat tercakup dalam pembicaraan atau pendengaran manusia. (dalem…bener…)

Betapa dahsyatnya cinta. Dengan cinta, orang rela memberi dan berkorban apa saja. Akan tetapi dengan cinta pula orang dapat membenci juga membunuh.

Coba saja simak kisah cinta Romeo and Juliet. Dunia menobatkannya sebagai kisah cinta yang sejati. Orang-orang hampir tidak percaya bahwa sebenarnya cerita itu tidak pernah terjadi. Itu hanya fiksi, sebuah karangan dari sastrawan Inggris, William Shakespeare. Itu menunjukan betapa universalnya Cinta.

Selain itu banyak pula kisah cinta yang melegenda. Taj Mahal di India adalah salah satu buktinya. Seluruh bangunan yang terletak di kota Agra itu terbuat dari marmer berkualitas tinggi. Bahkan bagian-bagian pada dindingnya berhiaskan berlian. Bangunan ini merupakan bukti cinta dari seorang kaisar Moghul bernama Shah Jehan kepada istrinya Mumtaz. Si kaisar ingin mempersembahkan monumen cinta abadi kepada sang istri yang kebetulan lebih dulu meninggalkannya. Betapa kokohnya cinta sang kaisar kepada istrinya.

Sayako, satu-satunya putri kaisar Jepang, memutuskan menikah dengan seorang rakyat jelata pada akhir 2005. Putri dengan nama panggilan Nori itu terpaksa meninggalkan keluarga dan menanggalkan gelar putri kaisar karena lebih memilih seorang yang bukan berasal dari kalangan bangsawan untuk menjadi pendamping hidupnya. Demi Cinta, Nori rela melepaskan berbagai keistimewaan serta kemewahan dan menjadi rakyat jelata.

Adolf Hitler adalah nama yang sudah tidak asing lagi dalam sejarah dunia. Pemimpin nasional gerakan Nazi ini terkenal kejam dan sadis. Ditangannya, ribuan orang mati menggenaskan. Ia juga mempunyai ambisi untuk menaklukan Eropa bahkan Dunia. Akan tetapi siapa sangka jika ternyata ia tidak sanggup menerima fakta bahwa wanita yang dicintainya meninggal. Dua menit setelah kematian istrinya akibat bunuh diri, Hitler pun menyusul dengan cara yang sama. Lagi-lagi cinta menunjukan kesaktiannya.

Gatutkaca yang sakti mandraguna yang terpilih menjadi pembela dewa-dewa di kahyangan, bahkan mempunyai tubuh setengah dewa dan dibesarkan di api Candradimuka disertai sekian puluh pusaka kahyangan yang melebur dalam tubuhnya. Beberapa saat kemudian ia muncul dari kobaran api. Sesosok pemuda usia belasan yang kemudian membantai Pracona, raja raksasa penyerang kahyangan, dengan segala kelebihannya itu tetap saja punya cinta.

Dalam sebuah perjalanan ia berjumpa Pergiwa, seorang putri gunung anak seorang pertapa. Hatinya berbunga. Belum lagi mengerti apa yang sesungguhnya sedang ia alami, kekecewaan menderanya dengan kejam saat tahu bahwa gadis itu telah dijodohkan dengan Lesmana anak Duryudana Raja Hastina. Pergiwa telah merampas hatinya dan ia tak tahu harus berbuat apa selain terbang setinggi mungkin, menukik ke bukit cadas dan menghantamkan tubuhnya di bebatuan. Namun bedanya dengan Hitler, Gatutkaca tidak mati.... .Bukan tubuhnya yang hancur melainkan batu-batu yang pecah dan longsor ke bawah, mendebam bergemuruh menggempakan bumi.
Sama-sama sakti kali ye....

Ya apapun ceritanya cinta memang punya kuasa, Jika ditelusuri lebih lanjut dari manakah Motivasi diri berasal? Yap.. gampang ditebak, Motivasi itu tertular dan berakar dari Cinta.

Sabtu, 18 April 2009

Orang Tangguh Pantang Mengeluh

Keluh kesah dalam hidup adakalanya memang menjadi sebuah dinamika wajah kehidupan. Namun pantaskah bila anda terus terusan mengeluh? Ini adalah sebuh sebuah contoh nyata dalam hidup saya, seorang saudara saya mempunyai kebiasaan mengeluh, bila datang berkunjung kerumah, belum pernah saya lihat raut muka yang bahagia dan tanpa keluhan, mulai dari mengeluhkan kehidupanya, anaknya, istrinya dan lain sebagainya. Sebagai seorang saudara saya coba nasehati, memberi motivasi dan membantu apabila ada yang bisa dibantu, tetapi ternyata kebiasaan mengeluhnya tidak pernah hilang. Sulit memang jika merubah sebuah kebiasaan hidup yang penuh keluhan dan kecengengan. Bila saya amati ternyata semakin mengeluh semakin ada aja kesulitan lain yang membuatnya tak berhenti mengeluh. Memang demikianlah adanya semakin kita banyak mengeluh semakin banyak keluhan-keluhan lain karena hati sudah terasa sempit.

Ada sebuah cerita yang pernah saya baca, Suatu ketika datang seorang anak muda kepada seorang Bapak tua yang bijaksana. Langkahnya gontai air mukanya terlihat ruwet dan tampak seperti tak bahagia. Langsung menceritakan semua masalahnya pada Pak tua tersebut.

Pak tua yang bijak hanya mendengarkan dengan seksama, ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta anak muda tersebut mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam segelas air dan diaduknya.

”Coba Minum ini, dan katakan bagai mana rasanya?” ujar Pak tua.

” Pahit....pahit sekali,” jawab jawab anak muda sambil meludahkannya kembali. Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ketepi telaga didalam hutan dekat tempat tinggalnya.

Sesampainya ditepian telaga yang tenang, Pak tua menaburkan segenggam garam ketelaga itu. Dengan segenggam kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk air telaga.

”Coba, ambil air ditelaga ini lalu minumlah” Ujar pak tua. Saat si pemuda selesai mereguk air di telaga, Pak tua berkata lagi, ” Bagaimana rasanya?”

”Segar” sahut anak muda itu.

”Apakah kamu merasakan rasa garam di air tadi?” tanya Pak tua.

”Tidak” jawab si anak muda

Dengan bijak Pak tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu lalu duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu.

”Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan tetap akan sama” kata Pak tua.

”Akan tetapi kepahitan yang kita rasakan akan bergantung wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan pada perasaan tempat kita meletakan segalanya. Itu semua tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu”. Lanjut pak tua.

”Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mampu mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.” Nasehat pak tua panjang lebar.

Demikianlah segala permasalah yang kita hadapi ibarat segenggam garam. Semuanya bergantung kebesaran hati untuk menampungnya, apabila hati kita lapang dan tenang seperti sebuah telaga semua masalah akan bisa kita pecahkan dengan mudah dan yang terpenting jangan dibiasakan mengeluh karena keluhan tidak akan memecahkan masalah. Untuk apa mengeluh karena kita telah diberi keleluasaan hati. Orang yang banyak mengeluh mencerminkan pribadi yang lemah, jadilah pribadi tangguh yang berati kuat, andal dan ulet dalam mengupayakan sesuatu, tidak mudah atau meyerah ketika menemui kendala. Hadapi semuanya dengan keteguhan jiwa dan kerendahan hati serta kuatkan motivasi diri. Jalan yang sukses di penuhi dengan orang-orang yang tangguh yang menjalaninya tanpa keluhan.Yakinkanlah pada diri sendiri bahwa anda tak mudah mengeluh, tidak akan mudah menyerah karena mengeluh dan menyerah hanya ada dalam diri seorang pecundang, mengeluh tidak ada dalam kamus seorang pemenang tangguh karena orang tangguh pantang mengeluh.