Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Minggu, 31 Maret 2013

Semua jawaban

Menjadi pintar tidak berarti harus memiliki semua jawaban. Salah satu hal paling cerdas yang dapat kita katakan adalah “Saya tidak tahu”.

Dibutuhkan kepercayaan diri dan kecerdasan untuk mengakui ketidaktahuan kita. Dan ketika kita melakukannya, maka kita akan baik untuk belajar mencari jawaban yang tepat.

Apakah terlalu sering, atau karena kesombongan dan rasa tidak aman kita berpura-pura tahu kapan kita tidak tahu, dan tetap diam ketika kita bisa belajar lebih banyak tentang itu.

Tidak ada rasa malu dalam ketidaktahuan. Ketidaktahuan merupakan peluang yang besar atau kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru.

Sebuah komponen kunci dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan kita. Tahu apa yang kita ketahui, dan juga tahu apa yang kita tidak tahu.

Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti bahwa mereka tidak memiliki semua jawaban. Orang yang benar-benar cerdas adalah mereka yang bersedia untuk bertanya, belajar, serta untuk tumbuh.

Gunakan pengetahuan yang kita miliki hingga pengetahuan yang kita miliki berbatas waktu. Ini adalah salah satu strategi cerdas yang bisa kita ikuti.


Sedikit Berantakan

Sedikit-Berantakan

Sedikit Berantakan,
TAK TERURUS, mungkin kata ini yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan Blog Ruang saat ini. Sudah hampir sebulan lebih tak pernah pulang, tak terbayang bagaimana jika yang di tinggal adalah sebuah rumah beneran yang disekitarnya ada pohon besar dan rerumputan di pekarangan...sampah dedaunan, rumput-rumput tinggi bak ilalang... Pasti akan membuatmu semakin enggan untuk pulang?

Tapi bagaimanapun juga, rumahmu tetaplah persingahan yang paling nyaman, dikala dunia luar tak terlalu bersahabat untuk menerimamu bermalam. Dan sekarang aku Pulang, selalu akan pulang, tak perduli sebarapa jauh aku telah pergi, seberapa renta usia yang telah aku lewati,

Ya...Ada rasa Rindu menatap damainya Dunia dari balik jendela, menikmati cahaya mentari yang menyelinap disetiap pagi, dan rembulan yang kutatap Diam disetiap malam, walaupun tak seindah seharusnya, tetap saja beda jika merasakan dari sini, dari rumah ini.

Memang tak ada janji untuk bisa tinggal lebih lama....tapi kau selalu bisa menemukan disini, dibalik pintu rumah ini.


+moerad qrad


Sabtu, 30 Maret 2013

Gunakan imajinasi kita

Bayangkan keberhasilan dan prestasi. Lakukan lebih dari sekedar berharap untuk itu. Benar-benar membayangkan secara rinci, jelas dan spesifik.

Dalam pikiran, lihat diri kita mencapai tujuan dan suatu impian. Mendengar suara yang akan kita dengar. Rasakan perasaan bahwa kita akan merasakan. Itu semua adalah pengalaman secara rinci, positif dan inspiratif.

Selanjutnya, bayangkan proses menuju ke sana. Visualisasikan dengan kejelasan dan presisi, apa langkah-langkah yang akan membawa kita dari tempat sekarang berada ke tempat yang kita inginkan.

Apa pun yang kita dapat sepenuhnya memvisualisasikan dan membayangkan, dari awal sampai akhir dengan semua rincian yang diisi.

Apa pun yang kita benar-benar tahu dalam imajinasi bahwa kita dapat mencapainya, dan tahu di dalam hati yang kita inginkan, maka akan terjadi ketika kita berkomitmen menjaga diri.

Imajinasi kita sangat kuat, lalu menggunakannya. Hal ini dapat membimbing, menginspirasi, dan dapat memaksa kita terhadap hal-hal yang telah kita pilih untuk mencapainya.

Segala sesuatu yang kita lakukan, maka kita lakukan pertama kali dalam pikiran kita. Jadi, gunakan imajinasi kita untuk mengarahkan pikiran ke arah yang positif dan menarik.

Lyric Egoist - Euterpe

Halo kawan blogger mania, pasti pada tanya kenapa saya posting lirik sebuah lagu yang mungkin buat kalian ngga familiar. Tapi coba deh kalian search di google dan download lagunya dan resapi lirik di bawah ini , saya sarankan baca lirik bahasa inggrisnya kawan :)


egoist-euterpe
















いた
あぁ どうかえておくれ
何故 つけあって
うのでしょう

そこからえる
何故 しあうこと
できないのでしょう
ぎて
した
つになって
さくれた

わずに
れて

言葉たぬその
なんとえる
って
いた
なって
きた
おう
もなきのため

Romaji Lyrics

Saita no no hana yo
Aa douka oshiete okure
Hito wa naze kizutsukeatte
Arasou no deshou
Rin to saku hana yo
Soko kara nani ga mieru
Hito wa naze yurushiau koto
Dekinai no deshou
Ame ga sugite natsu wa
Ao wo utsushita
Hitotsu ni natte
Chiisaku yureta
Watashi no mae de
Nani mo iwazu ni
Karete yuku tomo ni
Omae wa nani wo omou
Kotoba wo motanu sono ha de
Nanto ai wo tsutaeru
Natsu no hi wa kagette
Kaze ga nabiita
Futatsu kasanatte
Ikita akashi wo
Watashi wa utaou
Na mo naki mono no tame


English Lyric

Blooming wildflower
I beg you, please tell me
Why do people fight and hurt each other?
Valiantly blooming flower
What can you see from your field?
Why can't people forgive each other?
The rain passed, and summer took on blue hues
All alone now
You trembled before me
Without saying a word.
When your friends wilt around you
What do you think?
With your leaves unable to speak
How do you convey love?
Summer's sun clouded over, the wind streamed by
The two overlapped.
I shall sing the proof that you lived
For the sake of those who have no names.

Jumat, 29 Maret 2013

Derasnya Air Mata Melihat Ka’bah

Bagi mereka yang sudah pernah pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah, pasti akan merasa ‘kangen’ dengan Masjidil Haram.

Mereka akan merasakan getar-getar rindu yang teramat besar. Karena Masjidil Haram memiliki ‘aura’ yang sangat luar biasa.

Bisa melihat Ka’bah yang selama ini menjadi kiblat bagi umat muslim sedunia, apalagi melihat dengan mata telanjang. Ditambah bisa memegang, menyentuh, meraba kiswah Ka’bah. Hati ini merasakan ketenangan dan kedamaian.

Bagi saya yang baru pertama kali ke sana, hal yang sangat diingat dan ingin dilihat pertama kali oleh mata saya adalah saat melihat menara Masjidil Haram dari kejauhan, saat memasuki kota Makkah. Juga saat mendekati Masjidil Haram ketika melaksanakan ibadah umrah.

Kebetulan saya tiba di kota Mekkah saat malam hari pukul 22.30 waktu setempat. Setengah jam kemudian, bersama kawan-kawan dari travel yang sama bergerak menuju Masjidil Haram. Semakin dekat, hati ini semakin bermunajat. Subhanallah. Itulah ucapan kami rombongan jamaah umrah yang berjumlah delapan puluhan orang.

Terlihat Masjidil Haram bermandikan cahaya putih! Dan kebanyakan, rata-rata jamaah umrah akan memasuki kota Makkah malam hari, dini hari, ataupun menjelang shubuh. Siapapun yang melihat Masjidil Haram, hatinya akan bergetar, dan mengucapkan, Subhanallah.

Terlihat ustad Zubair Suryadi dan ustadz Asep, muthowwif atau pembimbing dari Gema Shafa Marwa (GSM) terlihat sudah menunggu bersama jamaah umrah lainnya beberapa meter dekat pintu masuk King Abdul Aziz. “Bapak, Ibu, para tamu Allah, alhamdulillah, Masjidil Haram sudah terlihat bersinar terang, putih bersih…”, begitu kata ustad Zubair Suryadi.

Seluruh jamaah yang berjumlah 84 orang, langsung bertasbih, mengucap kalimat talbiyah, bershalawat, dan sebagian besarnya akan menangis, tanpa diminta. Karena bagi saya, tidak menyangka, sudah sampai di depan Masjidil Haram, dan sebentar lagi akan melihat Ka’bah dari dekat.

Rombongan jamaah umrah, dalam keadaan berpakaian ihram, pintu Masjidil Haram sudah di depan mata. Warna keramik, lalu lalangnya jamaah umrah, baik pria maupun wanita, karpet masjidil haram, juga ornamen-ornamen di dalamnya, masih bisa diingat dengan jelas sampai sekarang.

Setelah memasuki pintu Masjidil Haram dari pintu King Abdul Aziz, kita akan melewati deretan galon air zamzam. Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaha Illallah, Allahu Akbar. Di tengah Masjidil Haram, berdiri Ka’bah dengan sejuta pesonanya. Terlihat juga kiswah hitam menyelubungi Ka’bah. Berdegup jantung kami semua memandangnya.

Hanya beberapa meter terlihat bangunan Ka’bah, terdengar kemudian ustad Zubair Suryadi mengucapkan doa ketika melihat Ka’bah. Bagi saya dan sebagian jamaah umrah lainnya, doa yang dipanjatkan itu semakin membuat mata kami semua tambah berlinang.

Doa yang cukup syahdu terdengar di telinga, air mata saya pun langsung meleleh. Sebelumnya, saya hanya melihat di teve saat ada siaran salat Tarawih, namun kali ini benar-benar nyata, dan ada di hadapan saya, jaraknya hanya beberapa meter saja.

Mungkin saja buat jamaah yang belum pernah melihat Ka’bah, masuk kota Suci Makkah, masya Allah. Air mata ini pasti akan menetes. Selanjutnya, ucapan kalimat “Labbaik Allahumma labbaik, Labbaika la syarika laka Labbaik. Innal hamda, wanni’mata laka wal mulk. La syarika lak” terdengar bersahutan. Lautan manusia mengucapkan kalimat talbiyah ini. Allahu Akbar...Walillahilhamdu.

Air mata saya bersama jamaah lainnya, makin deras mengalir saat melantunkan ayat suci di depan Kabah beberapa jam sebelum adzan salat subuh berkumandang. Kesempatan berumrah saat itu saya manfaatkan betul bersama kawan-kawan yang ikut bareng umrah.

Saya lebih sering berada di masjid untuk beribadah ketimbang di hotel tempat menginap yang letaknya sekitar 400 meter jauhnya. Kesempatan berdoa pun tak saya sia-siakan, berdoa di tempat-tempat tertentu di sana sangat besar kemungkinannya dikabulkan Allah SWT. Meskipun, sebetulnya memanjatkan doa bisa dilakukan di mana saja.

Hal yang pertama saya panjatkan doa adalah agar keluarga diberikan keberkahan dan anak-anaknya jadi anak saleh salehah dan berguna bagi agama dan dakwah.

Selanjutnya doa-doa titipan dari kawan-kawan yang menitipkan doa juga berdoa agar lembaga tempat saya berkarya diberikan kemudahan dalam membantu sesama yang membutuhkan.

Waktu berniat sama seorang kawan untuk dapat mencium Hajar Aswad, misalnya, sulitnya bukan main karena banyak orang yang juga mau menciumnya. Belum lagi saat keluar dari situ karena melawan arus orang-orang yang datang. Apalagi jika niat kita kurang ikhlas dan kuat kepada Allah SWT, pastinya kita tidak akan pernah bisa mencium Hajar Aswad.

Saat sedang berdesak-desakan bersama kawan yang memang berlainan arah jalannya, seorang pria bertubuh tinggi besar, memakai pakaian ihram, mengucapkan doa talbiyah serta berjanggut lebat dengan senyuman tulusnya mendorong saya dan otomatis saya mendorong teman di depan sampai di depan Hajar Aswad, sehingga kawan dan saya pun bisa menciumnya tanpa kesulitan.

Namun sewaktu saya selesai mencium Hajar Aswad dan membalikkan badan, orang tinggi besar yang mendorong pundak saya itu sudah tidak ada, padahal saya belum sempat mengucapkan terima kasih.

Sepertinya, ia orang dari Afrika, walaupun ia mengucapkan kata-kata dalam bahasa Indonesia, "Ayo maju-maju, cium Hajar Aswad yang lama". Dalam hati sayapun mengucapkan terima kasih. Akhirnya setelah mencium Hajar Aswad saya salat sunah dan memanjatkan doa untuk orang itu.

Saya berharap dan berdoa semoga bisa pergi ke tanah suci kembali, ikut tawaf. Merasakan berdoa di Multazam. Bisa menyentuh dan mencium Hajar Aswad. Bisa berdoa di dekat Maqam Ibrahim, dan di tempat-tempat mustajabah.

Tidak ada yang tidak mungkin, jika Allah SWT berkehendak. Perbanyak berdoa, rajin bersedekah, dan berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan bisa pergi umrah, apalagi bisa pergi haji, menyempurnakan Rukun Islam kelima. Lebih khususnya lagi di waktu-waktu Ramadhan. Bisa tarawih, tahajud, dan witir di Masjidil Haram. Subhanallah. Allahu Akbar. Hasbunallah Wani’mal Wakil.

Disiplin sekarang atau nanti

Disiplin adalah masalah pilihan. Kita dapat mendisiplinkan diri, sekarang atau tidak sama sekali. Kita dapat memiliki disiplin yang lebih besar dan keras untuk kesuksesan kedepan.

Kita dapat membuat konsekuensi, atau kita dapat menanggung akibatnya. Apa pun yang kita lakukan, pasti konsekuensi akan datang, sehingga tidak masuk akal untuk menempatkan diri mengendalikan mereka?

Disiplin diri seringkali dapat menyakitkan dan bahkan membosankan. Itulah mengapa begitu banyak orang menghindarinya.

Namun, dalam jangka yang panjang, disiplin itu adalah pilihan yang lebih mudah dan lebih menyenangkan buat kita.

Apakah kita membangun untuk masa depan dengan upaya disiplin hari ini? Karena upaya positif hari ini akan diperbesar dan diperparah besok untuk kesuksesan kita.

Namun jika kita menunggu sampai besok untuk mengambil sebuah tindakan, maka kita akan kehilangan pengaruh kuat yang dapat memberikan waktu kita.

Manfaatkanlah kesempatan besar untuk mengambil upaya disiplin sekarang. Bekerja untuk membangun masa depan kita bukannya dibebani oleh hal itu. Hari ini adalah waktu yang tepat untuk memulai.

Kamis, 28 Maret 2013

Berjalan jauh dari itu

Jika masalah yang sulit muncul, terkadang hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah dengan berjalan jauh dari itu, setidaknya untuk beberapa menit.

Itu tidak berarti kita harus mengabaikan masalah atau mengabaikan tanggung jawab kita untuk itu. Sebaliknya, hal itu sering bisa sangat membantu untuk memberikan diri kita beberapa perspektif.

Ketika muncul masalah yang sulit, maka dapat mengkonsumsi pemikiran kita kecuali kita mengambil langkah-langkah untuk memasukkannya ke dalam perspektif positif.

Ketika masalah datang, terkadang kita tiba-tiba beralih menjadi ‘panik’ dan berada dalam bahaya dengan meniup masalah benar-benar keluar dari proporsi.

Jadi pada saat masalah datang, berjalan jauhlah kita dari itu. Berjalan-jalan, keluar dari lingkungan itu di mana masalah terjadi dan mengingatkan diri bahwa ada dunia di luar sana yang lebih besar.

Ketika kita kembali, masalah akan tetap ada, namun reaksi panik kita akan hilang.Hilang dan hilang, berjalan jauh dari sisi negatif.

Dengan perspektif yang besar, ditambah sedikit udara segar dan olahraga, maka kita akan lebih siap untuk mengubah masalah itu menjadi peluang baru.

KISAH BILA TUHAN MEMBERIKAN KESEMPATAN KEDUA


Dikisahkan, Pada suatu ketika, Tuhan ingin sekali tahu bagaimana jika semua makhluk tersebut diberi kesempatan memilih hidup sekali lagi, ingin menjadi apakah masing-masing dari mereka? Maka, Tuhan pun bertanya kepada semua makhluk ciptaan-Nya.

Jawaban Tikus, "Jika diberi kesempatan memilih, aku ingin menjadi kucing. Enak jadi kucing, dia bisa bebas merdeka berada di dapur, disediakan makanan, susu, dan dielus-elus oleh manusia."

Kucing menjawab, "Kalau bisa memilih, aku ingin jadi tikus. Kepandaian tikus mengelilingi lorong-lorong rumah membuat orang serumah kewalahan, dan tikus bahkan bisa mencuri makanan yang tidak bisa aku santap. Hebat sekali menjadi seekor tikus."

Jawabnya Ayam, "Pasti aku ingin menjadi seekor elang. Lihatlah langit di atas sana , elang tampak begitu perkasa mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa luas, membuat semua makhluk iri, ingin menjadi seperti dirinya. Tidak seperti diriku, setiap hari mengais makanan, terkurung dan tidak memiliki kebebasan sama sekali."

Kalo Elang Jawab, "Aku mau menjadi seekor ayam. Ayam tidak perlu bersusah payah terbang kesana-kemari untuk mencari mangsa. Setiap hari sudah disediakan makanan oleh petani, diberi suntikan untuk mencegah penyakit, dan ayam begitu terlindung di dalam kandang yang nyaman, bebas dari hujan dan panas."

Saat pertanyaan yang sama diberikan pada manusia, ternyata perempuan dan lelaki pun memberikan jawaban yang beda. Si Perempuan menjawab, "Saya ingin menjadi laki-laki. Pemimpin besar dan yang hebat-hebat adanya pasti di dunia laki-laki, Menjadi perempuan sangatlah menderita, harus selalu melayani, bertarung nyawa melahirkan anak, kemudian membesarkan mereka, ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan."

Kaum Lelaki jawabnya, "Aku mau jadi perempuan. Halus budi bahasanya, tidak perlu bekerja keras menghidupi keluarga, selalu disayang, dilindungi dan dimanjakan. Ingat, tidak ada pahlawan yang lahir tanpa seorang perempuan, surga saja ada di bawah telapak kaki ibu atau perempuan."

Setelah mendengar semua jawaban para mahluk ciptaan-Nya, Tuhan pun memutuskan tidak memberi kesempatan untuk memilih lagi. Maka, setiap makhluk akan kembali menjadi makhluk yang sama.

RENUNGAN:
Memang, tak bisa dipungkiri jika manusia kadang justru lebih sering memikirkan kelebihan, kebahagiaan, dan kesuksesan orang lain. Hal ini membuat orang acap kali mengabaikan apa yang sudah dimilikinya. Tak heran, jika pikiran selalu
dipenuhi dengan perasaan tersebut, maka hidup akan selalu menderita akibat terbiasa selalu membanding-bandingkan. Padahal, tahukah kita jika orang yang kita pikirkan justru mungkin berpikir sebaliknya? Maka, mari... cintai apa yang kita miliki, hidup pasti akan lebih berarti. Maka, kita akan bisa menyongsong kegembiraan dan kebahagiaan sejati.

KISAH SALAHNYA MENDIDIK ANAK


Dikisahkan, ada seorang ibu yang sangat menyayangi putra tunggalnya.Karena rasa kuatir yang sangat, ditambah maraknya berita penculikan di media massa, si ibu pun memberi nasihat kepada putranya, "Nak, kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumah ya. Karena saat gelap seperti itulah roh jahat mulai bermunculan. Ada yang disebut kuntilanak, genderuwo, dan lain-lain. Pokoknya mahkluk jelek, hitam, dan jahat. Maka belajar baik-baik di dalam rumah saja ya, terutama malam hari, oke?" sang anak, yang sedikit penakut, dengan senang hati mematuhi nasehat ibunya.

Setelah beranjak remaja, si anak tumbuh menjadi pemuda cilik yang penakut dan pengecut. Seringkali, ketakutannya yang berlebihan itu terbawa-bawa dalam mimpi. Tidak jarang, ketika tidur ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak histeris serta bersimbah peluh ketakutan. Kedua orangtuanya pun menjadi khawatir melihat perkembangan jiwa si anak. Berbagai nasehat bernada menghibur yang disampaikan si orangtua kepada anaknya tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan, kadang si anak justru merasa orangtuanya berusaha mencelakai dia.

Suatu hari, sang kakek mendengar kondisi cucunya tersebut. Maka, ia pun segera menyempatkan diri berkunjung ke rumah anaknya. Setelah memikirkan dengan seksama, suatu sore, si kakek mengajak cucunya berjalan-jalan ke pasar malam bersama-sama dengan beberapa orang tetangga dan teman si cucu. Sesampainya di pasar malam itu, mereka pun bersenang-senang. Sang cucu dan teman-temannya bermain dan melihat berbagai pertunjukkan hingga malam hari. Setelah puas dan lelah bermain, mereka pun berjalan kaki pulang ke rumah.

Tiba di rumah, si kakek meneruskan berbincang santai dengan cucunya. "Cucuku, terang dan gelap adalah sifat alam. Tidak ada hubungannya dengan roh gentayangan dan kejahatan. Sudah kita buktikan sendiri, kan? Bukankah sepanjang jalan dalam kegelapan tadi tidak ada satu pun roh jahat yang mengganggu? Ketahuilah, roh jahat hanya ada di pikiran kamu sendiri. Usir dia dari pikiranmu, maka tidak akan ada yang namanya roh jahat di muka bumi ini. Kakek yang sudah setua ini telah membuktikan sendiri. Ketakutan hanya ada di pikiran kita. Gunakan pikiranmu untuk hal-hal yang baik, maka engkau akan membuat segalanya menjadi baik, indah, dan membahagiakan. "
Demikianlah, berkat kata-kata bijak dari si kakek, lewat proses waktu, akhirnya si cucu mampu mengubah mindset dan memiliki kesehatan mentalitas yang positif. Ia pun tumbuh jadi pemuda yang pemberani.

RENUNGAN:
Mendidik anak dengan nada ancaman atau dengan menakutinya, walaupun untuk tujuan yang baik, bisa berdampak buruk dan merusak kesehatan mental, bila tidak disertai dengan pengertian benar!

Hukum pikiran bersifat universal dan berlaku untuk siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa, yakni you are what you think, Anda adalah apa yang Anda pikirkan! Maka, apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. You are what you believe, Anda adalah apa yang Anda percayai!

Karena itu, kalau yang kita tanamkan ke dalam pikiran kita setiap hari adalah hal-hal yang negatif, dampaknya akan destruktif atau merusak. Sebaliknya, kalau baik dan positif sifatnya, tentu dampak dalam kehidupan kita akan menjadi positif dan konstruktif.

STORY ABOUT BLIND GIRL WITH HER LOVE


Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.

Setahun sudah lewat sejak Susan, 34, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar kedunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustrasi dan rasa kasihan pada diri sendiri.Sebagai wanita yang independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikanyang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya dan menjadi beban bagi semua orang disekelilingnya.
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku?" dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapapun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu penglihatannya takkan pernah pulih lagi.

Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustrasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus.

Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekad untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi.

Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.

Akhirnya Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa kekantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak dipinggir kota yang berseberangan.

Mula - mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak.

Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana Reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi.

"Aku buta!" tukasnya dengan pahit. "Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku" Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus
dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri.

Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya.

Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal.

Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya, wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak
akan pernah menyerah.

Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya 1 bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-kaca,penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark.

Dia mengucapkan selamat berpisah.
Untuk pertama kalinya mereka pergi kearah yang berlawanan.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis ... Setiap hari dijalaninya dengan sempurna.Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil ! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal. Pada hari Jum'at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja.

Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata :"wah, aku iri padamu". Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untk menjalani hidup?

Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir, "Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?" Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu". Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya."Apa maksudmu?" Kau tahu minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah
itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung". kata sopir itu.

Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung,sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk meyakinkan diri, hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan.

IT'S ALL ABOUT COFFEE


Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.
Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang sediakan bagi kita.

RENUNGAN:
Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati Anda. Apakah Anda merasa bahagia dan damai? Apakah Anda mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman Anda? Apakah Anda tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah? Apakah Anda sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois?

Hanya hati Anda yang tahu. Namun bila Anda ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan Anda ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi Anda!

RASA SYUKUR MEMBUAT HARI INDAH


Rasa syukur.. membuat hidup kita indah,
Rasa syukur membuat yang sedikit terasa cukup,
Rasa syukur mengubah apa yang kita miliki menjadi cukup dan berharga,
Rasa syukur mengubah masalah yang kita hadapi menjadi hikmah yang bernilai,

Rasa syukur mengubah makanan biasa terasa menjadi istimewa,
Rasa syukur dapat mengubah rumah yang sempit terasa lapang dan nyaman,
Rasa syukur mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga,
Rasa syukur mengubah kekeruhan susana menjadi kejernihan,

Rasa syukur membuat sesutu yang tidak enak menjadi enak,
Rasa syukur membuat sesuatu penolakan menjadi penerimaan,
Rasa syukur dapat mengubah rasa benci menjadi kasih sayang,
Rasa syukur membuat kedamaian di hati kita,
Rasa syukur menjadikan hari ini terasa damai,
Rasa syukur membuat masa lalu menjadi kenangan, masa depan adalah harapan,

Ternyata rahasia membuat hidup indah itu hanya rasa syukur dalam hati,
Sudahkah Anda bersyukur hari ini........

KISAH PRASANGKA YANG MEMBAWA PETAKA


Dikisahkan, seorang janda miskin hidup berdua dengan putri kecilnya yang masih berusia sembilan tahun. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar demi kelangsungan hidup mereka. Hidup penuh kekurangan membuat si kecil tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya seperti anak-anak kecil lainnya.

Suatu hari di musim dingin, saat selesai membuat kue, si ibu tersadar melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia pun keluar rumah untuk membeli keranjang baru dan berpesan kepada putrinya agar menunggu saja di rumah.
Pulang dari membeli keranjang, si ibu menemukan pintu rumah tidak terkunci dan putrinya tidak ada di rumah. Spontan amarahnya memuncak. Putri betul-betul tidak tahu diri! Cuaca dingin seperti ini, disuruh diam di rumah sebentar saja malahan pergi bermain dengan teman-temannya!

Setelah selesai menyusun kue di keranjang, si ibu segera pergi untuk menjajakan kuenya. Dinginnya salju yang memenuhi jalanan tidak menyurutkan tekadnya demi kehidupan mereka. Dan sebagai hukuman untuk si putri, pintu rumah di kuncinya dari luar. "Kali ini Putri harus diberi pelajaran karena telah melanggar pesan," geram si ibu dalam hati.

Sepulang dari menjajakan kue, mata si ibu mendadak nanar saat menemukan gadis kecilnya tergeletak di depan pintu. Dengan berteriak histeris segera dipeluknya tubuh putrinya yang telah kaku karena kedinginan. Dengan susah payah dipindahkannyalah tubuh putri ke dalam rumah.

"Putri...Putri...Putri..., bangun, Nak! Ini ibu, Nak! Bangun, Nak! Ibu tidak marah kok. Bangun Putri anakku!" Serunya sambil menangis merung-raung dan berusaha sekuat tenaga membangunkan dengan menguncang-guncangkan tubuh si putri agar terbangun. Tetapi putri tidak bereaksi sama sekali.

Tiba-tiba terjatuh dari genggaman tangan si putri sebuah bungkusan kecil. Saat dibuka, ternyata di dalamnya berisi sebungkus kecil biskuit dan secarik kertas usang. Dengan tergesa-gesa dan tangan yang gemetar hebat, si ibu segera mengenali tulisan putrinya yang masih berantakan tetapi terbaca jelas.

"Ibuku tersayang, Ibu pasti lupa hari istimewa Ibu ya. Ini Putri belikan biskuit kesukaan ibu. Maaf Bu, uang putri tidak cukup untuk membeli yang besar dan maaf lagi Putri telah melanggar pesan Ibu karena meninggalkan rumah untuk membeli biskuit ini. Selamat ulang tahun, Bu. Putri selalu sayang, Ibu!" Dan meledaklah tangis sang ibu.

RENUNGAN:
Prasangka sering mendatangkan petaka adalah kalimat yang cocok dengan kisah tadi.. dan penyesalan biasanya datang menyusul di belakang itu.. Begitu banyak masalah dan problem di dunia ini muncul karena prasangka negatif . Maka.. butuh kedewasaan dalam mengendalikan pikiran agar kebiasaan berprasangka tidak kita layani begitu saja dan sedapat mungkin kita hilangkan. Kita ganti dengan berfikir positif sekaligus hati-hati dengan demikian memungkinkan hubungan kita dengan orang lain akan menjadi harmonis dan membahagiakan.

Rabu, 27 Maret 2013

Malam yang sukses

Bagaimana ketika kita bangun pagi ini, tiba-tiba kita memiliki semua bakat untuk sukses dalam semalam. Pikiran-pikiran negatif dan tindakan, yang diadakan kembali begitu lama, menghilang saat kita sedang tidur. Dan tidak perlu bagi kita untuk membawa kembali mereka.

Hari ini kita terbangun untuk sebuah dunia baru, dunia yang penuh dengan kemungkinan tak terbatas. Seperti saat kita tidur, maka kita membuang masa lalu, dan semua kekecewaannya.

Ketika matahari terbit pagi ini, maka akan menerangi semangat kita. Kegagalan masa lalu kita telah berubah menjadi tekad positif untuk membuat masa depan yang lebih baik.

Masalah saat ini telah diangkat menjadi sebuah peluang. Hal-hal yang pernah dilakukan, tiba-tiba kembali membuat kita lebih kuat. Apakah kita merasakan perubahan?

Hari ini hidup kita dimulai lagi. Kita dapat saja memilih untuk melihat hal negatif dari masa lalu, tapi mengapa kita ingin melakukannya.

Lihatlah bukan pada kemungkinan positif. Tetap hari ini adalah lebih dari kemungkinan positif, yaitu kesempatan terbesar yang dating pada kita kita. Ambilah ia dan buatlah jadi pemenang

Kita mampu

Kita mampu apa pun yang diinginkan. Tidak peduli seberapa jauh hal itu mungkin terjadi, dan tidak peduli apa yang telah terjadi di masa lalu kita. Kita mampu meramu masa depan ke arah impian kita.

Dunia akan membombardir kita dengan gangguan. Cepat dan mudah, kesenangan kosong akan menunggu untuk menjerat kita. Dan orang lain akan mengejek kita.

Hambatan akan turun ke jalur kita. Namun ini pada akhirnya tidak ada konsekuensinya ketika kita benar-benar membuat pikiran kita untuk mencapainya.

Fakta bahwa kita bisa membayangkan kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri adalah bukti kemampuan kita untuk mencapai kehidupan. Kita sudah memiliki impian yang paling berharga dan keinginan tinggi. Mereka adalah nyata dan mereka ada di dalam diri kita.

Pelihara mereka, berikan mereka kekuatan pikiran, usaha dan komitmen kita. Buatlah mereka nyata tidak hanya dalam diri kita, tetapi juga dunia di sekitar kita. Hal itu adalah prestasi, yaitu takdir kita, dan tidak peduli siapa kita, karena kita bisa melakukannya.

Tersenyumlah dengan Hatimu, dan kau akan mengetahui betapa dahsyat dampak yang ditimbulkan oleh senyummu

smilling

Kisah ini di kirim oleh Mahasiswa asal Indonesia yang bemukim di Jerman, demikian layak untuk dibaca dan direnungkan.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.


Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tersebut, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada disekitar kampus.


Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya, berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!


Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika saya menunduk, tanpa

sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu. Ia menyapa "Good day" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk
membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya.

Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba-tiba saja sudah sampai didepan counter. Ketika wanita muda di

counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona."

Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.


Tiba-tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-tamu lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.


Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.


Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas

punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam kearah saya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."


Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya

yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak- isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.


Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata

"Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-anakku! "

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.


Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."


Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran, saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikkan tangannya kearah kami.


Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar-benar 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!


Saya kembali ke kampus, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada

yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.


Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper.

"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."



***********

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara mencintai sesama dengan memanfaatkan sedikit harta-benda yang kita miliki, dan bukannya mencintai harta-benda yang bukan milik kita, dengan memanfaatkan sesama.

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang-orang terdekat anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya.

Kematian itu sebuah misteri, Jangan berspekulasi nanti bisa bertaubat


Alkisah ada dua orang adik kakak yang mempunyai perilaku yang sangat bertentangan. Kakaknya seringkali keluyuran tengah malam, masuk diskotik, minum minuman keras, sex bebas, dan melawan orang tuanya.

Sebaliknya, sang adik dikenal masyarakat sebagai seorang anak yang soleh, ahli masjid, dan lebih senang membaca Al-Quran.


Hingga suatu hari, di detik yang sama, tersirat lintasan pikiran dari mereka berdua. Sang kakak yang selama ini berkubang dalam kemaksiatan, penasaran ingin semalam saja mencoba untuk bertaubat, datang ke masjid untuk sholat dan membaca Al-Quran seperti adiknya yang soleh. Ada perasaan malu dalam hatinya, namun ia paksakan malam itu untuk ke masjid tempat dimana sang adik sering menghabiskan malamnya.


Sebaliknya, Sang adik yang selama ini selalu berada dalam kebaikan berdesir bisikan dalam hatinya, "Selama ini saya selalu berbuat baik, kalau sekali ini saja saya coba masuk diskotik dan menikmati indahnya dunia, Saya yakin Allah mengampuni dan tak ada seorangpun yang tahu." Akhirnya dengan tampilan wajah dan baju yang sedikit dipermak, dia datang malam itu ke sebuah diskotik dengan sedikit canggung.


Malam itu tepat pukul 22.00, Sang Kakak, mengambil air wudhu, memasuki masjid lalu mencoba untuk sholat yang selama ini jarang ia lakukan. Entah mengapa hatinya begitu tenang, perlahan matanya basah, iapun heran. Selama ini ia mencari ketenangan dan kebahagiaan dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan sex bebas, namun justru sholatlah yang membuat dirinya merasa menemukan kebahagiaan yang ia cari-cari selama ini. Malam pun menjadi saksi pertaubatannya.


Sementara di tempat lain, sang adik tepat di pukul 22.00 WIB sudah mulai mabuk, dan di sebelahnya ada wanita seksi yang bermesraan dengannnya.


Tepat pukul 24.00,

tanpa didiuga terjadi gempa yang merobohkan banyak bangunan di daerah tersebut. Tidak terkecuali diskotik dan masjid adik kakak tersebut. Keesokan harinya, betapa terkejutnya penduduk sekitar karena di diskotik ditemukan seorang pemuda yang tewas bersama wanita yang ia peluk. Yang mengherankan karena ternyata yang mati itu seorang pemuda yang dikenal soleh. Sebaliknya, lebih terkejut lagi, saat di reruntuhan masjid di temukan seorang pemuda dalam posisi sujud meninggal dunia terkena reruntuhan masjid. Yang tidak lain adalah kakaknya yang selama ini dikenal sebagai seorang pemuda yang bergelimang dosa.


*********************************************

Tidak ada yang tahu kapan, dimana dan seperti apa kita akan dicabut nyawa?


Tugas kita adalah memastikan setiap detik yang kita lalui 

Dalam rangka ketaatan dan mencari keridhoan Allah

Hati-hati dengan bisikan syaitan yang begitu halus

Mengajak kita menggadaikan hidayah walaupun sejenak
Demi kenikmatan yang fana di dunia ini

Seorang aktivis masjid yang mencoba pacaran,

Tidak ada yang menjamin ia berhasil lulus dari perbuatan zina.
Seorang muslimah jebolan pesantren mencoba berpakaian seksi
Tidak ada yang menjamin ia mendapat hidayah kembali
Karena yang paling mahal dalam hidup ini adalah hidayah
Maka sekali-kali, jangan pernah berpaling dari hidayah Allah

Semua mungkin terjadi,

Jangan berspekulasi nanti bisa bertaubat
Sekarang juga, sebelum terlambat bertaubatlah
Atau tetaplah istiqomah dengan ketaatan
Karena sekali lagi, kematian itu sebuah misteri

Selasa, 26 Maret 2013

Imajinasi

Ketika kita dihadapkan dengan situasi baru, berbeda dan selalu cepat berubah, maka ada banyak cara di mana kita dapat merespon dengan baik. Salah satu cara terbaik untuk meresponnya adalah dengan imajinasi.

Masalah yang sulit dapat menjadi peluang besar karena imajinasi. Sebuah ide menjadi prestasi karena imajinasi. Dunia ini bergerak sangat maju sebagai hasil dari imajinasi.

Bahkan masing-masing dari kita lahir dengan imajinasi yang kuat. Namun, karena terlalu sering, maka saat kita beranjak tua dan lebih sinis, maka kita gagal untuk mengindahkan desakannya.

Jadi, kesempatan yang luar biasa banyak terjawab sebagai hasilnya. Begitu banyak kemungkinan yang terbaik dari pribadi-pribadi bahkan tidak pernah mendapatkan pertimbangan ketika kita kehilangan kontak dengan imajinasi.

Sebuah prestasi membutuhkan lebih dari imajinasi, namun setiap prestasi dimulai dengan imajinasi. Kita memiliki imajinasi yang kuat dan unik, yang dengan itu kita dapat membuat perbedaan positif yang luar biasa di dunia ini.

Imajinasi akan tumbuh lebih kuat dan lebih efektif, setiap kali kita membuat upaya untuk menggunakannya. Dan saat kita menggunakan imajinasi maka akan terlihat pesona dunia di sekitar kita.

Ketika hal-hal yang paling buruk terjadi, maka bayangkan saja yang terbaik dan kemudian mewujudkannya. Ketika hal-hal terbaik dari mereka muncul, maka bayangkan apa yang akan membuat mereka lebih baik.

Tantang diri kita untuk memanfaatkan penuh imajinasi, dan berikan dukungan yang penuh kepada salah satu alat yang paling kuat yang kita miliki. Ya, itu adalah imajinasi kita.


Senin, 25 Maret 2013

Transformasi

Lihatlah dengan hati-hati dan obyektif pada kelemahan kita, dan kita pasti akan melihat di dalamnya potensi yang sangat nyata bagi peningkatan kekuatan.

Walaupun hal ini dapat menyakitkan untuk menghadapi dan memeriksa kelemahan kita, namun dengan demikian kita akan mulai memasuki kekuatan dan kekuasaan yang tersembunyi di dalam diri.

Rasa sakit yang kita alami adalah indikasi pertama bahwa transformasi dari kelemahan untuk suatu kekuatan telah dimulai.

Hal-hal apa yang dapat menahan kita? Hal-hal apa yang dapat membuat kita rentan terhadap keanehan suatu keadaan?

Temukanlah hal-hal tersebut dan pergi untuk bekerja pada mereka. Masukan imajinasi dan usaha kita dalam mengubah mereka untuk menjadi kekuatan kita.

Hal-hal yang sama yang bekerja melawan kita dapat diubah sehingga mereka bekerja untuk kita. Energi yang mendorong kita kembali dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kekuatan kita untuk maju.

Bayangkan saja, kekuatan kenyataan itu! Bayangkan, dan kemudian mulai untuk menjalaninya. Miliki keberanian untuk menghadapi kekurangan kita, lalu berkomitmen untuk mengatasinya, maka hasilnya akan positif dan dramatis.

Siapakah Ahlul Bait sebenarnya?

Ahlul-bait

Semoga tulisan berikut "Siapakah Ahlul bait sebenarnya?" bisa membuka mata kita, yang mungkin selama ini tersalah persepsi. Tulisan berikut saya kutip dari blog sarang.
Perbuatan paling tidak disukai Allah ialah perbuatan yang mengada-ada. Untuk apa mengikuti cara-cara ahlul bidah? Adakah keturunan Rasulullah itu? Sudah jelas sekali Q.S. Al-Ahzab ayat 40 itu.

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [Q.S. Al-Ahzab:40]

Nabi adalah orang yang diberi penglihatan jauh sebelumnya. Terbukti Rasul ialah orang pertama yang melaksanakannya. Mana mau Rasul meninggalkan shalat, minum khamr, dan segala yang dilarang Tuhan. Muhammad Rasulullah Saw. itu kebanggaan para nabi karena meskipun beliau itu nabi paling "bungsu", beliau juga sekaligus penghulu para nabi[1].

"Takutilah firasat orang mukmin, sesungguhnya ia memandang dengan Cahaya Allah." [H.R. Thabrani & Tirmidzi]

Diutusnya nabi-rasul bukan untuk bangsa tertentu, bukan hanya untuk Yahudi, bukan hanya untuk Arab, bukan untuk keturunan Yahudi saja, bukan untuk keturunan Arab saja, melainkan untuk seluruh umat manusia. Itulah "tradisi Tuhan" untuk bumi manusia.

وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَآفَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. [Q.S. Saba’ (34): 28]

Yang mengaku-aku ahlul bait itu kebanggan apa yang ditonjolkannya pada umat? Yang disebut ahlul bait sekarang adakah yang jadi kebanggaan seluruh umat karena menegakkan sistem Tuhan ini?

Dokter mendapat pengakuan sebagai dokter kalau dia melakukan pekerjaan seorang dokter. Demikian juga seorang nabi: mendapatkan pengakuan sebagai nabi kalau dia melakukan pekerjaan seorang nabi. Bedanya, dokter mendapatkan pengakuan dari manusia, sedangkan seorang nabi itu mendapatkan pengakuan dari Tuhan. Nabi tidak memerlukan pengakuan dari manusia, nabi melakukan segala perintah Tuhan karena menerima Surat Keputusan [SK] langsung dari Tuhan. Jadi, legalitasnya langsung dari Tuhan.

Mengapa mengaku keturunan nabi masih pula minta pengakuan dari manusia?

Sistem Tuhan ini penting ditegakkan di bumi manusia untuk mendapatkan nikmat dari Tuhan, yaitu nikmat keselamatan dunia-akhirat. Inilah konsep keselamatan dalam sistem Tuhan itu:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّ نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian. [Q.S. Al-Anbiya: 25]

Sebelum melompat pada sumber dalil tentang ahlul bait, kita buka dulu al-Fatihah:6-7. Itu dibaca setiap muslim dalam shalat.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Mereka yang dimurkai adalah orang-orang yang sengaja menentang petunjuk para nabi, sedangkan mereka yang sesat adalah orang-orang yang mengambil jalan selain petunjuk para nabi. Maka mereka yang Allah beri nikmat adalah mereka yang mengikuti petunjuk para nabi dalam penegakkan sistem Tuhan dengan jaminan legalitas dari Tuhan juga.

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا [٣٣:٣٢]
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,

[Jadi biarpun istri nabi, kalau tidak bertakwa ya sama saja dengan perempuan yang bukan istri nabi dan perempuan yang bukan istri nabi kalau bertakwa, dia sederajat dengan istri nabi]

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا [٣٣:٣٣]
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا [٣٣:٣٤]
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا [٣٣:٣٥]

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. [Q.S. al-Ahzab:32-35]

[Yang disebutkan di atas muslimin wal muslimat juga mukminin wal mukminat, tidak disebutkan keluarga nabi atau bukan, 'kan?!]

Itulah konsep ahlul bait [pemaknaan kasarnya = "orang rumah"]. Berlaku secara umum bagi keluarga nabi [ayat ke-32] maupun bagi yang bukan keluarga nabi [ayat 33-35]. Jadi konsep ahlul bait itu jangan diartikan keturunan Nabi Muhammad Saw., bukan itu. Juga bukan bermakna keluarga rumah tangga Rasulullah Saw. Sebab sejarah para nabi membuktikan, keluarga dan keturunan langsung nabi tidak selamanya pasti selamat [anak Nabi Adam a.s., istri Nabi Luth a.s., istri dan anak Nabi Nuh a.s. dsb.]

Sebenarnya ahlul bait itu konsep keselamatan yang dipakai oleh orang-orang terdahulu yang diberi nikmat oleh Allah meskipun mereka bukan keturunan darah langsung nabi, maupun bukan anggota keluarga nabi. [ingat lagi Al-Fatihah:6-7]. Para pengikut nabi itu adalah mereka yang tidak menentang petunjuk para nabi dan tidak mengambil jalan selain jalan para nabi.

Nabi sebagai khalifah ialah aktor utama dalam skenario penegakan sistem Tuhan di bumi manusia. Para nabi-lah yang membangun baitullah "rumah Allah" di atas muka bumi untuk membina setiap penghuninya [ahlul bait] menuju keselamatan. Mereka berkumpul dalam satu ikatan iman, bukan ikatan darah dan ikut serta dalam melakukan pekerjaan para nabi itu. Itulah dinamakan kita ini semua ahlul bait Nabi Muhammad Rasulullah Saw. Itulah tradisi atau sistem Tuhan itu: keturunan akidah, bukan keturunan darah.

Contoh konkret konsep bait dan ahlul bait dalam tarikh, sejarah Nabi Nuh a.s. dan bahteranya. Semua yang bersama Nabi Nuh dalam baitullah yang berupa kapal besar itu selamat dan sebagian besar yang ada di bait keselamatan itu adalah umat Nabi Nuh, bukan hanya keluarga atau keturunan darah Nuh a.s.

Wahai umat, lebih baik kamu tetap di rumah dan jangan berhias seperti orang jahiliyah yang pakai gelar-gelar. Dirikanlah shalat, zakat, dan taat pada Allah dan Rasul-Nya karena pada yang demikian itu Allah hendak membersihkan dosa kamu seluruhnya, sebersih-bersihnya. [Q.S. Ahzab:33 di atas]

Nah, habib-habaib, syarif-syarifah Sunni dan hazrat-hazrat, ayatollah-ayatollah Syiah itu kebanggaan apa yang ditonjolkan pada umat? Bisanya baru mengaku-aku keturunan nabi saja, lalu masih pula mencari-cari pengakuan dari manusia. Memangnya apa yang kau beri pada manusia?

Para nabi itu aktor-aktor dalam skenario penegakan sistem Tuhan Yang Maha Esa di bumi. Habib-habaib, syarif-syarifah Sunni dan hazrat-hazrat, ayatollah-ayatollah Syiah itu apa yang ditegakkan di muka bumi? Apa hanya selawat-selawat lalu setelahnya makan gulai kambing dan roti cane yang ditegakkan?

Kalaupun mau dipaksakan makna ahlul bait itu keturunan Nabi Muhammad Saw., maka sampai Fatimah binti Muhammad sudah putus jalurnya. Dari mana celahnya mau dikait-kaitkan dengan keluarga si anu-si itu? Ini namanya perbuatan mengada-ada. Sekarang kamu boleh tertawa-tawa mengaku keturunan Nabi. Nanti Nabi menuntut mengapa mengaku-aku, tetapi perbuatanmu tidak bisa menyelamatkan umat. Buka Kitab Kasyfu Mahjub.

Pemaknaan konsep ahlul bait mentah-mentah seperti ini yang menyebabkan perpecahan, timbul sekte-sekte dalam tubuh umat. Akhirnya timbul kebanggaan golongan-golongan dan lahirlah eksklusivisme. Eksklusivisme manusia atas manusia lain itu "perhiasan" kaum jahiliyyah dan kafir. Feodalisme itu perhiasan pengikut Dajjal sejak Namrudz dan Fir`aun, hingga sistem hierarki freemasonry pada zaman ini.

Padahal yang dikehendaki Tuhan untuk bumi manusia itu Allahisme. Sebab Allah tetapkan letak kedudukan manusia itu pada perhiasan iman dan takwa, bukan perhiasan keturunan, gelar-gelar, pangkat-pangkat, harta-harta.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.” [Q.S. Al-Hujurat: 13]

Jadi siapa saja yang disebut ahlul bait itu?

Pengikut nabi seluruhnya [baik keluarga nabi maupun bukan] yang taat pada Allah dan rasul-Nya yang mengerjakan shalat, zakat, puasa, dan tetap diam di dalam "rumah": tidak keluar rumah artinya tidak "berhias" seperti kaum yang keluar dari petunjuk Allah dan rasul-Nya.

Artikel ini ditulis berdasarkan petunjuk dan gagasan murni Guru kami, K.H. Undang Siradj dengan pengembangan isi seperlunya oleh Penunggu Sarang atas izin beliau.

[1]: صحيح البخاري ٦٩٥٦: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا مَعْبَدُ بْنُ هِلَالٍ الْعَنَزِيُّ قَالَ اجْتَمَعْنَا نَاسٌ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ فَذَهَبْنَا إِلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَذَهَبْنَا مَعَنَا بِثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ إِلَيْهِ يَسْأَلُهُ لَنَا عَنْ حَدِيثِ الشَّفَاعَةِ فَإِذَا هُوَ فِي قَصْرِهِ فَوَافَقْنَاهُ يُصَلِّي الضُّحَى فَاسْتَأْذَنَّا فَأَذِنَ لَنَا وَهُوَ قَاعِدٌ عَلَى فِرَاشِهِ فَقُلْنَا لِثَابِتٍ لَا تَسْأَلْهُ عَنْ شَيْءٍ أَوَّلَ مِنْ حَدِيثِ الشَّفَاعَةِ فَقَالَ يَا أَبَا حَمْزَةَ هَؤُلَاءِ إِخْوَانُكَ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ جَاءُوكَ يَسْأَلُونَكَ عَنْ حَدِيثِ الشَّفَاعَةِ فَقَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ مَاجَ النَّاسُ بَعْضُهُمْ فِي بَعْضٍ فَيَأْتُونَ آدَمَ فَيَقُولُونَ اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِإِبْرَاهِيمَ فَإِنَّهُ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِمُوسَى فَإِنَّهُ كَلِيمُ اللَّهِ فَيَأْتُونَ مُوسَى فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِعِيسَى فَإِنَّهُ رُوحُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ فَيَأْتُونَ عِيسَى فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَأْتُونِي فَأَقُولُ أَنَا لَهَا فَأَسْتَأْذِنُ عَلَى رَبِّي فَيُؤْذَنُ لِي وَيُلْهِمُنِي مَحَامِدَ أَحْمَدُهُ بِهَا لَا تَحْضُرُنِي الْآنَ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ وَأَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيَقُولُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيَقُولُ انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مِنْهَا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ شَعِيرَةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ ثُمَّ أَعُودُ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيَقُولُ انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مِنْهَا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ أَوْ خَرْدَلَةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجْهُ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ ثُمَّ أَعُودُ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيَقُولُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي فَيَقُولُ انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ أَدْنَى أَدْنَى أَدْنَى مِثْقَالِ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجْهُ مِنْ النَّارِ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ فَلَمَّا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِ أَنَسٍ قُلْتُ لِبَعْضِ أَصْحَابِنَا لَوْ مَرَرْنَا بِالْحَسَنِ وَهُوَ مُتَوَارٍ فِي مَنْزِلِ أَبِي خَلِيفَةَ فَحَدَّثْنَاهُ بِمَا حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ فَأَتَيْنَاهُ فَسَلَّمْنَا عَلَيْهِ فَأَذِنَ لَنَا فَقُلْنَا لَهُ يَا أَبَا سَعِيدٍ جِئْنَاكَ مِنْ عِنْدِ أَخِيكَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَلَمْ نَرَ مِثْلَ مَا حَدَّثَنَا فِي الشَّفَاعَةِ فَقَالَ هِيهْ فَحَدَّثْنَاهُ بِالْحَدِيثِ فَانْتَهَى إِلَى هَذَا الْمَوْضِعِ فَقَالَ هِيهْ فَقُلْنَا لَمْ يَزِدْ لَنَا عَلَى هَذَا فَقَالَ لَقَدْ حَدَّثَنِي وَهُوَ جَمِيعٌ مُنْذُ عِشْرِينَ سَنَةً فَلَا أَدْرِي أَنَسِيَ أَمْ كَرِهَ أَنْ تَتَّكِلُوا قُلْنَا يَا أَبَا سَعِيدٍ فَحَدِّثْنَا فَضَحِكَ وَقَالَ خُلِقَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا مَا ذَكَرْتُهُ إِلَّا وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُحَدِّثَكُمْ حَدَّثَنِي كَمَا حَدَّثَكُمْ بِهِ قَالَ ثُمَّ أَعُودُ الرَّابِعَةَ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ وَسَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ ائْذَنْ لِي فِيمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَيَقُولُ وَعِزَّتِي وَجَلَالِي وَكِبْرِيَائِي وَعَظَمَتِي لَأُخْرِجَنَّ مِنْهَا مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Shahih Bukhari 6956:

....dst,..Ma'bad bin Hilal Al 'Anazi berkata, "Kami, orang-orang penduduk Bashrah, berkumpul dan pergi menemui Anas bin Malik, lalu kami pergi bersama Tsabit Al Bunani dengan tujuan bertanya tentang hadis Syafaat. Tidak tahunya Anas bin mlik dalam berada istananya, lalu kami temui beliau tepat ketika ia sedang shalat dluha. Kemudian kami meminta ijin dan ia pun memberi ijin yang ketika itu ia tengah duduk di atas kasurnya. Maka kami berkata kepada Tsabit, 'Jangan kamu bertanya kepadanya tentang sesuatu sebelum hadis syafaat.' Lantas Tsabit bertanya, 'Wahai Abu Hamzah, kawan-kawanmu dari penduduk Bashrah datang kepadamu untuk bertanya tentang hadis syafaat.'

Lantas Anas berkata, "Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam telah menceritakan kepada kami, beliau bersabda: "Jika hari kiamat tiba, maka manusia satu sama lain saling bertumpukan. Mereka kemudian mendatangi Adam dan berkata, 'Tolonglah kami agar mendapat syafaat Tuhanmu.' Namun Adam hanya menjawab, 'Aku tak berhak untuk itu, namun datangilah Ibrahim sebab dia adalah khalilurrahman (Kekasih Arrahman).'

Lantas mereka mendatangi Ibrahim, namun sayang Ibrahim berkata, 'Aku tak berhak untuk itu, coba datangilah Musa, sebab dia adalah nabi yang diajak bicara oleh Allah (kaliimullah).'

Mereka pun mendatangi Musa, namun Musa berkata, 'Saya tidak berhak untuk itu, coba mintalah kepada Isa, sebab ia adalah roh Allah dan kalimah-Nya.'

Maka mereka pun mendatang Isa. Namun Isa juga berkata, 'Maaf, aku tak berhak untuk itu, namun cobalah kalian temui Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.'

Mereka pun mendatangiku sehingga aku pun berkata: "Aku kemudian meminta ijin Tuhanku dan aku diijinkan, Allah mengilhamiku dengan puji-pujian yang aku pergunakan untuk memanjatkan pujian terhadap-Nya, yang jika puji-pujian itu menghadiriku sekarang, aku tidak melafadkan puji-pujian itu. Aku lalu tersungkur sujud kepada-Nya, lantas Allah berfirman 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah engkau akan didengar, mintalah engkau akan diberi, mintalah keringanan engkau akan diberi keringanan.'

Maka aku menghiba 'Wahai tuhanku, umatku-umatku.' Allah menjawab, 'Berangkat dan keluarkanlah dari neraka siapa saja yang dalam hatinya masih terdapat sebiji gandum keimanan.' Maka aku mendatangi mereka hingga aku pun memberinya syafaat. Kemudian aku kembali menemui tuhanku dan aku memanjatkan puji-pujian tersebut, kemudian aku tersungkur sujud kepada-Nya, lantas ada suara 'Hai Muhammad, angkatlah kepalamu dan katakanlah engkau akan didengar, dan mintalah engkau akan diberi, dan mintalah syafaat engkau akan diberi syafaat.'

Maka aku berkata, 'Umatku, umatku, ' maka Allah berkata, 'Pergi dan keluarkanlah siapa saja yang dalam hatinya masih ada sebiji sawi keimanan, ' maka aku pun pergi dan mengeluarkannya. Kemudian aku kembali memanjatkan puji-pujian itu dan tersungkur sujud kepada-Nya, lantas Allah kembali berkata, 'Hai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah engkau akan didengar, mintalah engkau akan diberi, dan mintalah syafaat engkau akan diberi syafaat.'

Maka aku berkata, 'Wahai tuhanku, umatku, umatku.' Maka Allah berfirman: 'Berangkat dan keluarkanlah siapa saja yang dalam hatinya masih ada iman meskipun jauh lebih kecil daripada sebiji sawi, ' maka aku pun berangkat dan mengeluarkan mereka dari neraka."

....dst, Nabi berkata: "Kemudian aku kembali untuk keempat kalinya, dan aku memanjatkan dengan puji-pujian itu kemudian aku tersungkur sujud dan diserukan, 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, ucapkanlah engkau didengar, mintalah engkau diberi, dan mintalah syafaat engkau akan diberi syafaat, ' maka aku berkata, 'Wahai Tuhanku, ijinkanlah bagiku untuk orang-orang yang mengucapkan La-Ilaaha-Illallah! ' Maka Allah menjawab, 'Demi kemuliaan, keagungan dan kebesaran-Ku, sungguh akan Aku keluarkan siapa saja yang mengucapkan Laa-Ilaaha-Illallah."

Tulisan asli ada di sini http://muxlimo.blogspot.com/2013/04/ahlul-bait-sebenarnya.html semoga bermanfaat...aamiin

Waalaikum Salam....

Mengantar Istri KKN di PKBN Al Falah Bantar Gebang

Matahari di Bekasi lumayan panas siang itu pukul 14.10 waktu Indonesia Barat, Sabtu, 23 Maret 2013.

Hari itu, saya mengantar istri untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata/Dakwah (KKN/D) sebagai mahasiswa program studi Tafsir Hadits di Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah angkatan ke-7. KKN/D istri saya sendiri sudah dimulai sejak Jumat, 1 Maret 2013 hingga Selasa, 30 April 2013.

Pagi harinya saya juga mengantar istri ke daerah Cinere dan Perpustakaan Iman Jama di Lebak Bulus Jakarta Selatan. Tadinya istri sudah meminta izin kepada ketua kelompok untuk tidak hadir datang hari itu ke lokasi KKN/D di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) Al Falah Yayasan Ummu Amanah.

Namun niat izin yang sudah disampaikan istri saya batalkan. Karena saya bersedia mengantarkan ke PKBM Al Falah Yayasan Ummu Amanah yang berlokasi di Jl Pangkalan 2 RT 002 RW 01 Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang, Bekasi sekaligus saya ingin tahu kondisi disana.

Ternyata setiba di lokasi, saya pun merasa pernah berhubungan dengan Yayasan Ummu Amanah beberapa tahun lalu. Setelah Tanya sana dan sini mengenai PKBM Al Falah Yayasan Ummu Amanah ini, ternyata benar kalau saya pernah berhubungan dengan Yayasan tersebut di tahun 2008-2009. PKBM Al Falah ini menempati areal tanah seluas 1400 m2 dengan bangunan sekolah yang berdiri kokoh.

Ini adalah kunjungan keempat istri saya untuk KKN/D di PKBM Al Falah, sedangkan saya ini adalah kunjungan pertama ke sekolah itu. Istri tidak sendiri. Ada temannya istri sesama mahasiswi, yang menemani perjalanan saya menuju kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bantar Gebang, Bekasi. Di sanalah letaknya sekolah untuk anak-anak pemulung itu.

Perjalanan ke PKBM Al Falah menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam lebih dari Perpustakaan Umum Islam Iman Jama di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Akhirnya saya bersama istri sampai di lokasi kurang dari pukul 14.10 siang.

Aroma bau sampah mulai merambat ke penciuman kami. Namun, aroma tak sedap tersebut tak mengganggu niat saya dan istri. Apalagi ketika kami disambut ramah oleh Ibu Murni dan Ibu Sri dari PKBM Al Falah.

Sambil menunggu istri yang ikut bergabung dengan kawan-kawan mahasiswa STIU yang lain dalam praktek ketrampilan, saya menyempatkan mengambil beberapa foto lokasi sekolah sekaligus bertanya-tanya dengan pak Namin, penjaga sekolah yang terlihat sangat ramah sekali.

Tepat jam dua lewat tiga puluh lima menit (setengah tiga lebih), acara KKN/D istri dan kawan-kawannya, Mahasiswa STIU Darul Hikmah pun selesai.

Saya juga sempat diajak pak Namin untuk melihat foto-foto lama saat sekolah tersebut berjalan dengan menggunakan kardus ataupun triplek untuk anak-anak pemulung itu.

Saat masuk ke ruang kelas ternyata ruangannya cukup asri, rapih dan bersih. Hari itu ada banyak ibu-ibu, orangtua anak-anak yang sekolah di PKBM Al Falah Yayasan Ummu Amanah. Mereka juga sangat nyaman mengikuti kegiatan pengajian/Majelis Taklim yang diadakan Mahasiswa STIU Darul Hikmah yang sedang melakukan KKN/D.

PKBM Al Falah yang berada dibawah Yayasan Ummu Amanah adalah merupakan sekolah kesetaraan yang didirikan dengan biaya sendiri oleh Ibu Sari, perempuan muda dengan jiwa enerjik. Ia memiliki semangat dan jiwa sosial yang tinggi.

Sebelum PKBM Al Falah berdiri, Ibu Sari sudah mendirikan Yayasan Ummu Amanah. Yayasan tersebut merupakan yayasan yang menaungi kegiatan PKBM Al Falah.

Yayasan Ummu Amanah berdiri atas inisiatif sekaligus rasa peduli dan empati Ibu Sari saat melihat sejumlah anak terlantar di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Dengan gerak cepat, bu Sari mengajari mereka belajar membaca, menulis dan mengaji di sebuah mushola yang terbuat dari kardus.

Yayasan Ummu Amanah sendiri mulai menggerakkan sayap dakwah ke wilayah TPA Bantar Gebang sejak tahun 2006. Hingga saat ini, wilayah binaan yayasan meliputi 3 kelurahan yang tersebar di seluruh TPA Bantar Gebang dan merupakan titik-titik rawan pendangkalan aqidah.

Luas wilayah TPA Bantar Gebang sekitar 108 H dan dihuni oleh ratusan pemulung yang tersebar di sekitar penimbunan sampah meninggalkan permasalahan yang pelik, khususnya dampak negatif yang secara langsung dirasakan oleh anak-anak yang tinggal di wilayah tersebut.

Untuk itulah Yayasan Ummu Amanah yang peduli (concern) dalam pembinaan kaum Ibu dan anak, berusaha hadir untuk menawarkan sebuah pembinaan yang terpadu, sebagai ikhtiar agar anak-anak marginal di wilayah TPA Bantar Gebang ini tumbuh menjadi anak-anak yang beriman dan berakhlak mulia.

Untuk memutus rantai kemiskinan, iman, harta dan ilmu maka Yayasan Ummu Amanah mencanangkan pendirian sekolah, TPQ dan majelis taklim sebagai entry point dakwah bilhal yang menyeluruh.

Melalui pendidikan gratis/sangat murah serta pembinaan bagi para orang tua serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar maupun networking dengan berbagai pihak yang dapat menampung tenaga kerja dari TPA Bantar Gebang.

Selain itu, agar anak-anak yang merupakan siswa Yayasan Ummu Amanah dapat tertampung dalam lapangan kerja yang lebih layak agar mereka dapat terentas dari sampah dan meretas masa depan yang lebih baik.

Kuliah Kerja Nyata/Dakwah

Biasanya, saat menjelang penyusunan tugas akhir atau skripsi, setiap mahasiswa dituntut untuk melakukan kuliah kerja nyata/dakwah (KKN/D) sebagai bentuk pengabdian diri kepada masyarakat. Kegiatan KKN/D itu lebih diarahkan untuk membiasakan mahasiswa berkomunikasi, bergaul sekaligus beradaptasi dengan lingkungan masyarakat karena selepas lulus dari kampus pastinya akan langsung terjun berada di tengah-tengah masyarakat.

Karena itu, sebelum nantinya berada di tengah masyarakat guna menghindari kurangnya interaksi dengan masyarakat maka kegiatan kuliah kerja nyata/dakwah (KKN/D) adalah langkah awal yang dapat menjadi modal kuat mahasiswa. Namun ternyata, kuliah kerja nyata tidak selamanya ditentukan kepada mahasiswa yang akan lulus saja.

Bagi mahasiswa yang sudah mengalami kuliah kerja nyata/dakwah (KKN/D) di daerah-daerah akan merasakan suasana desa yang masih asri karena jauh dari polusi selaiknya di Jakarta. Kerukunan antar warganya masih terjaga dan rasa kegotongroyongan masih terasa sangat kental.

Biasanya, kegiatan KKN/D dilakukan kurang lebih selama satu sampai tiga bulan. Namun, bukan lama atau sebentarnya untuk ber-KKN/D, karena yang terpenting adalah bagaimana implementasi kegiatan yang sebelumnya sudah dipersiapkan dan disusun itu bisa dilaksanakan atau tidak.

Dalam kegiatan kuliah kerja nyata/dakwah (KKN/D) itulah para mahasiswa benar-benar diuji kemampuan akademis, daya adaptasi sekaligus kecakapan dan komunikasinya dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Dan tentu saja pengalaman yang sangat mengesankan bagi seorang mahasiswa ketika melaksanakan KKN/D dengan warga masyarakat saling berkomunikasi, bahu membahu membuat sekaligus menyukseskan sebuah acara seperti yang sudah direncanakan diawal oleh mahasiswa yang ber-KKN/D, seperti yang saat ini dilakukan istri saya, Tarwiyah. Mahasiswi tingkat akhir program studi Tafsir Hadits di Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah. Semoga sukses bidadariku.