Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Kamis, 23 April 2009

Rasa Tanggung Jawab

Suatu hari, seorang tenaga marketing di bidang keuangan mengeluh dengan putus asa. "Seumur hidup saya akan merasa bersalah karena telah menyebabkan nasabah rugi besar. Apalagi jika sampai ada yang meninggal karena itu. Aduh rasanya saya mau mati saja," katanya. Perusahaan tempatnya bekerja ternyata tidak mampu mengembalikan uang nasabah, sesuai perjanjian. Bukan hanya bunga yang tidak dibayar, bahkan pokoknya pun telah menyusut hingga 20 persen karena situasi market yang bergejolak turun.

Hampir setiap kali bicara di telepon, dia menangis ketakutan dikejar rasa bersalah dan memikirkan para nasabah yang pasti membencinya. "Kali ini, habislah saya. Mangkok nasi saya sudah terbalik. Saya trauma mau mencari kerja lagi. Pikiran saya kacau. Kalau ada apa-apa dengan nasabah gara-gara uangnya di sini nggak balik, matilah saya. Huhuhu... Bagaimana ya, Pak? Saya yang bujuk nasabah untuk investasi di sini, tapi sungguh Pak, saya tidak tahu kalau menejemennya amburadul seperti ini. Saya tidak pernah berniat mencelakai siapapun, tapi hari ini, huhuhu... justru orang-orang yang percaya kepada saya yang saya celakai."

Sambil bercanda, si penerima keluhan menjawab, "Lho, jangan mati dulu dong. Kalau kamu orang yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab, justru harus tetap hidup dan menghadapi masalah ini. Tunjukkan bahwa kamu tidak akan lari dan akan membantu menyelesaikannya hingga beres. Jika kamu sudah maksimal membantu, tetapi nasabah tetap tidak puas (karena rugi besar), itu risiko yang harus kamu tanggung. Nggak perlu marah-marah sendiri. Nasabah mau marah dan benci, itu adalah hak mereka. Siapa pun yang dirugikan sebesar itu, boleh marah kok, sangat manusiawi."

Ia melanjutkan bicaranya. "Mereka belum tentu membenci kamu secara pribadi, tetapi situasi yang tidak nyaman menyebabkan harus ada orang yang bisa dijadikan tempat untuk mereka marah. Ya kamulah orang yang paling tepat buat sasaran. Tetapi sebenarnya, setiap orang harus bertanggung jawab pada keputusannya sendiri! Saat nasabah menandatangi perjanjian, dengan sadar, tidak ada orang yang memaksa dia untuk ikut kamu kan? Jadi, jika kamu udah mengupayakan semaksimalnya, sisanya serahkan pada Yang Di Atas. Itu sudah di luar kendalimu. Jangan percaya kalau ini adalah akhir dunia, alias kiamat. Setiap pekerjaan yang kamu kerjakan dengan hati dan niat baik, pasti ada jalan yang terbuka. Hari ini nasabahmu mungkin sekitar 50 orang. Padahal di luar sana masih ada puluhan orang lain calon nasabah. Nah, ke depan, hati-hati memilih tempat kerja, teliti dulu. Tegakkan kepala dan bersikaplah optimis karena hidup harus berlanjut!"


Teman-teman yang luar biasa,

kita mungkin pernah merugikan orang lain dengan tidak sengaja, hingga orang lain menderita. Tetapi yang paling utama adalah kita sadar secara tulus bahwa kita tidak ada hati secara sengaja untuk merugikan orang lain. Selain itu, kita harus berani bertanggung jawab, membantu, dan menghadapi situasi itu sampai tuntas.

Seorang ilmuwan besar Albert Einstein (1879-1955) mengatakan, "The price of greatness is responsibility" (harga sebuah kebesaran ada di tanggung jawab). Mempunyai rasa tanggung jawab adalah mutiara kehidupan. Dengan rasa tanggung jawab yang besar, kita ambil hikmah dan pelajaran pahit, serta tetap berani berjalan ke depan dengan optimis aktif!

Rabu, 22 April 2009

Kegagalan adalah Ibu Kandung dari Kesuksesan

Dalam mengembangkan usaha bisnis atau karir yang sedang kita perjuangkan, sudah sewajarnya kita berharap semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan dan kesulitan yang berarti, tetapi dalam proses perjalanannya tidak jarang kita dihadapkan pada kondisi sulit yang muncul silih berganti.

Saat kondisi sulit menghadang kita, tidak perlu ditanggapi dengan sikap pesimis dan terbeban. Perlu kita yakini dan kita sadari bahwa di setiap kesulitan yang mampu kita atasi, maka bersamaan itu pula akan muncul kesempatan baru yang memungkinkan kita melanjutkan dan memperjuangkan usaha kita hingga mencapai kesuksesan.

Tetapi di dalam kenyataannya yang sering terjadi, pada saat kita dihadapkan pada kesulitan, rintangan, kesalahan dan problem yang bermunculan, fighting spirit kita menjadi turun, rapuh, dan mudah menyerah; semuanya terasa begitu berat dan membebani mental, bahkan tidak jarang membuat kita merasa gagal, frustasi, depresi, putus asa, menganggap ini semua merupakan suratan nasib yang memang harus kita alami.

Mengapa kita mudah menyerah? Mengapa kita cepat merasa gagal? Sebenarnya perasaan di atas ini adalah akibat dari hasil pikiran atau kesadaran tentang proses perjuangan hidup ini yang belum matang.

Jangankan cuma kesulitan yang menghadang, sekalipun kita mengalami kegagalan, ingat setiap kegagalan pasti punya nilai pendidikan tersendiri, seperti kata bijak Mandarin : , kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan.

Kita perlu menyadari bahwa kesulitan, kegagalan adalah bagian dari dinamika kehidupan kita. Setiap kegagalan pasti akan membawa hikmah yang setimpal. Kesuksesan sejati adalah kristalisasi dari berbagai macam kesulitan dan kegagalan yang mampu kita atasi.

Untuk itu kita dituntut mempunyai "Keuletan Extra". Keuletan yang berarti : tidak sekadar sabar, bertahan, apatis, pasif, pasrah, tetapi "Keuletan" yang di dalamnya mengandung sikap antusias, proaktif, gigih, tegar, berani untuk beraksi terus menerus.

Jika sikap mental "Keuletan" di atas dapat dipraktekan di setiap tantangan yang muncul, sampai menjadi kebiasaan di kehidupan kita, maka kita akan sadar bahwa hanya melalui Kelemahan, Kesulitan, Kesalahan bahkan kegagalan, barulah kita mempunyai kesempatan untuk mematangkan mental dan menjadi dewasa melalui BELAJAR DALAM ARTI YANG SEBENARNYA.


Pembaca yang budiman,

Saya yang telah kenyang mengunyah kesulitan dan kegagalan, telah menganggap semua ini sebagai vitamin kesuksesan. Bagi setiap orang yang mau sukses tidak mungkin bias bebas dari kegagalan, tidak ada kesuksesan sejati bisa berdiri tegak tanpa kemampuan mengatasi semua kesulitan ataupun kegagalan. Maka, memang benar dan tepat bobot dari kata pepatah klasik "". Kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan.

Selasa, 21 April 2009

5 menit saja

Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah. “Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.

“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yang sedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan. Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?” Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, “Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa…?”

Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. “Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?” Lagi-lagi Jack memohon, “Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Pria itu bersenyum dan berkata, “OK-lah, iyalah…”

“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu. Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya….”

Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas. Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya. Prioritas apa yang Anda miliki saat ini?

9 Renungan Motivasi

Berikut ini artikel untuk merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri (Self Reframing) :

1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI

“Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat.
Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze)
Perenungan Diri:
1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 - 2 menit.
2. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.
3. Tanyakan ke dalam diri sendiri: “Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?”
4. Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.
5. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.
6. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.
7. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.
8. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: “Besok mau senyum aja aaah…” dan tidurlah dengan senyum… zzz…zzz…
Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?

2. BELAJAR DARI KEKALAHAN
“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,
sesungguhnya Anda tidak kalah” ( Zig Ziglar )
Saat Anda “merasa” kalah, lakukan berikut:
- Duduk diam dan tarik nafas panjang
- Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)
- Ambil pelajaran dari kekalahan itu
- Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur
- Hembuskan nafas secepat mungkin
- Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin
“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,
sesungguhnya Anda tidak kalah”
Pasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama “kalah”.

3. PELAUT TANGGUH …
(Bayangkan WS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)
Hidup adalah rangkaian masalah.
Jika kita melihatnya sebagai masalah.
Hidup adalah rangkaian tantangan.
Jika kita melihatnya sebagai peluang.
Tantangan penting untuk otot pikiran.
Tantangan membuat kita bertumbuh.
Tantangan membuat kita kreatif.
(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)
Bersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.
Karena artinya kita memiliki peluang.
(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)
Ya, sebuah peluang untuk Menang.
Pepatah kuno mengatakan:
“Lautan yang tenang,
tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”
Atasilah masalah dengan:
Tetaplah tersenyum.
Tetaplah bergandengan tangan.
Kita hanyalah berbeda, itu saja.

4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES
“Tidak Ada Jalan yg Mulus utk Sukses,
Giat Bekerja Adalah Kuncinya” (George G Williams )
Perenungan Diri:
Hasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuat
otot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan
“otot” di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.
“Anda tidak mungkin memahami Work Smart,
sebelum Anda memiliki mental Work Hard” (Krishnamurti)
Situasi Indonesia boleh tidak menentu,
tetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan.
Kita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.

5. SIAPA YANG KAYA?
“Siapa yang kaya?
Dia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya.” (Benjamin Franklin)
Perenungan Diri:
Bersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuat
kita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenai
sukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan diri
saja bahwa hal ini benar.

6. CHOOSE TO BE HAPPY …
We always have a choice
We can choose to be happy
or we can choose to be grumpy
But It’s always better, smarter and wiser
to choose to be happy… (Melody Ross)

Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat lagi)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?”

7. SETIA PADA HAL KECIL
Bukan tindakan besar dan hebat,
yang menentukan hidup kita,
melainkan kesetiaan dalam menekuni
pekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti …. (bunda Teresa)
Perenungan Diri:
Bacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap.
Bisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan.
Boleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap.
Atau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.
“kesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil”
“kesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti”
Ya, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna.
Dan, tekad besar untuk menelannya.
Agar jadi bagian indah dalam gelora darah kita.
Karena sang musuh adalah di ego diri.
Tapi, mungkin!

8. IMPIAN PERLU UJIAN
(Baca gaya retorik Bung Karno)
kala impian membuat kita berbeda
kala cara pikir kita ditertawakan
kala senyuman kita disiniskan
kala warna semangat mulai meluntur
kala impian membuat hati bias

justru teruslah maju dan berpegang
teruslah berpegang pada impian kita
bangunlah keyakinan demi keyakinan

bukankah layang-layang terbang tinggi
karena melawan arah angin

(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)
impian kita hanya perlu diuji
diuji untuk membangun keyakinan
(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)
keyakinan untuk mencapainya

9. TUM SPIRO, SPERO
“Tum Spiro, Spero” artinya:
“Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha”
Buanglah kata menyerah dalam hidup ini.
Hidup ini sangat berarti, berkaryalah.
Karena kita adalah manusia, makhluk luar biasa.
Teruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.

Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst… diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.

Hening membuat bening…
Bening membuat jelas…

Krishnamurti


Rahasia Menciptakan Keberuntungan

Anda Belum Beruntung !!, Itulah tulisan yang terlihat dalam sebuah produk yang menawarkan hadiah bagi pembelinya. Dengan rasa penasaran akhirnya kita membeli produk tersebut terus dan terus, kejadiannya tetap sama, Anda belum beruntung !, tetapi anehnya ada seorang teman saya selalu mendapatkan keberuntungan dengan selalu menang apabila setiap ada undian, door prize, atau hadiah2 dalam produk dan ini betul betul terjadi lho?, mengapa bisa demikian atau hanya faktor kebetulan belaka?

Karena penasaran akhirnya saya tanyakan langsung sama teman saya tersebut, apa rahasianya hingga bisa selalu beruntung.

Jawabanya membuat saya bingung karena teman saya menganggap hal itu bukan keberuntungan dan kejadian-kejadian seperti itu menurutnya kebiasaan.

Nah bingung kan?

Karena semakin penasaran saya coba cari literatur mengenai hal ini, dan ternyata keberuntungan seperti itu erat kaitanya dengan kondisi bawah sadar seseorang dan kepekaan intuisi. Semakin sering anda mendapatkan keberuntungan akan semakin memperkuat fokus bawah sadar anda untuk kembali mengulang keberuntungan. Sebagai contoh teman saya tersebut memang sejak dari kecil selalu memenangkan berbagia hadiah dan undian lalu secara tidak sadar akumulasi tersebut semakin memperkuat keyakinan serta optimisme dirinya bahwa dia pasti menang namun hal itu tidak diungkapkannya melainakan sudah menjadi kebiasaan dalam bawah sadarnya dan setiap ada penarikan undian, door prize atau sejenisnya bawah sadarnya aktif dan itulah sebabnya dia selalu memenangkanya.

Tak cukup sampai disitu saya menemukan kembali literatur lain dari www.motivasi.web.id , Judul aslinya sih Kisah si untung, saya mencuplik bagian pentingnya dari sana.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?
Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi). Yang terbaik disini adalah good feeling bukan good thinking. Segala perhitungan menurut logika memang membantu tetapi sebagai decision makernya adalah perasaan dalam hati nurani.
Perbedaanya mungkin begini, orang yang merasa sial atau kurang beruntung akan sulit merasakan good feeling tersebut karena otaknya dipenuhi oleh penalaran yang tak berkesudahan sedangkan orang yang beruntung lebih mudah mengakses dalam merasakan good feeling tersebut karena pada umumnya, orang beruntung mempunyai metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi. Tetapi isyarat dari badan tiap orang bereda, dan anda masing-masing yang bisa merasakanya.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Contohnya ketika anda akan bepergian kadang merasa gak enak, males atau apa aja dan ternyata ketika anda memaksakan untuk pergi suatu kejadian terjadi.. Hal ini memang pernah saya alami yaitu pada saat saya bekerja tiba-tiba entah mengapa persaan seperti lesu gak bergairah muncul dengan tiba-tiba saya coba alaihkan tapi tetep aja ada perasaan gak enak hati. Dan ternyata ketika saya dijalan hendak pulang, saya menerima kabar Bapak saya kecelakaan. Nah mungkin itu yang disebut isyarat dari perasaan. Atau anda merasa nyaman pokoknya enjoy, happy dan tenang dan tiba-tiba kabar baik anda terima. Yang jelas suasana hati seperti itu biasanya memang suatu isyarat dari perasaan.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung selalu optimis. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.
Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Semua orang bisa menciptakan keberuntungan nya sendiri termasuk Anda.

Tertarik menciptakan keberuntungan? Coba aja deh...he..he.


Membangun Motivasi Diri

Seorang karyawan perusahaan rel kereta api bernama Nick adalalah karyawan yang sangat rajin dan bertanggung jawab. Sayangnya ia mempunyai kekurangan yaitu tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya.

Pada suatu hari semua karyawan pulang lebih awal dari biasanya untuk merayakan ulang tahun bos mereka. Namun, tidak demikian dengan Nick. Ia tidak bisa menghadiri pesta karena terkunci di dalam mobil pengangkut es. Nick berteriak minta tolong dan memukul pintu dengan keras berharap ada orang yang mendengarkannya. Teriakan Nick menjadi percuma karena tidak ada seorang pun disana.

Tangan Nick merah membengkak dan suaranya pun menjadi serak karena terus berteriak minta tolong. Menyadari tidak ada seorang pun yang memperdulikan teriakannya, akhirnya ia terduduk dalam mobil sambil menghela napas panjang. Semakin ia berpikir, semakin besar rasa takut menghantuinya.

Di dalam mobil Nick tidak mampu menghilangkan pikiran buruknya. Ia membayangkan dirinya akan mati kedinginan jika tidak segera keluar dari mobil pengangkut es yang menurut dugaannya bersuhu dibawah nol derajat. Dengan tangan gemetar ia mencari secarik kertas dan sebuah pulpen untuk menuliskan wasiatnya.

Keesokan harinya semua karyawan pun datang kembali ketempat kerja. Ketika salah seorang dari mereka membuka pintu mobil pengangkut es, ia sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di sana. Kejadian yang mengejutkan ini menarik perhatian semua karyawan. Tak menunggu lama, mereka segera membawa Nick ke rumah sakit. Namun malang nasib nyawanya tak bisa diselamatkan.

Pada awalnya semua orang mengira bahwa Nick meninggal karena kedinginan jika dilihat dari kondisi tubuhnya. Namun setelah dilakukan investigasi, hasilnya sungguh mengejutkan karena ternyata pendingin di dalam mobil itu tidak aktif. Ruang tempat Nick terbaring kaku ternyata bersuhu 28 derajat dan memiliki pasokan oksigen yang cukup untuk bernapas.

Diketahui kemudian, penyebab kematian Nick bukanlah kekurangan oksigen dan suhu yang rendah, melainkan karena ia menghakimi dirinya dengan sebuah hukuman mati. Ia tidak mempunyai harapan selamat karena pikiranya sudah dipenuhi dugaan-dugaan negatif yang pada akhirnya membunuh dirinya sendiri.

Kepercayaan dalam diri adalah sebuah perasaan hati. Seseorang yang memiliki keyakinan terhadap sesuatu, tidak akan langsung berputus asa begitu saja. Jika mengahadapi kesulitan dalam hidup ia tidak langsung bersedih dan menyerah. Ia terus berpikir untuk bertindak sebagai usaha penyelamatan dirinya.

Sesungguhnya yang mempengaruhi semangat anda bukanlah faktor-faktor dari luar, melainkan-faktor-faktor dari dalam diri anda sendiri. Betapapun besarnya dukungan dri luar, semuanya menjadi percuma karena anda tidak menyertakan kekuatan dari dalam diri anda.

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika memiliki motivasi yang kuat dalam diri. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda mencapai apa yang anda cita-citakan.

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selalu mulus dan lancar.Hambatan selalu menyertai sebuah perjuangan. Nikmatilah semua perjalanan yang anda lalui dan anggaplah semua ujian sebagai peringatan agar tetap waspada.

Berlatihlah terus jika ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat diraih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Sumber : 99 ideas for happy life

Minggu, 19 April 2009

Template Modif Magazine R1-2 Kang Rohman

Sebenarnya saya bukan ahli dalam hal modif atau edit template, hanya bantuan dari Kolom Tutorialnya kang Rohman saja yang saya jadikan panduan. Terus terang basic saya bukan orang IT atau computer sangat pusing liat kode-kode HTML yang bikin pusing kepala (menurut saya sih) . Cuma ya belajar aja otak-atik sendiri karena kita gak akan pernah tahu dan gak akan pernah bisa kalo gak pernah berani nyoba dan terus belajar. Yaa.. Motivasi lagi nih

Awalnya sih sempet pusing juga gimana cara merubah template magazineR1-2 dari Kang Rohman yang menurut saya sangat interaktif agar kolomnya postingannya agak lebar aja, terus ditambah satu lagi sidebar diatasnya. Dua hari ngubek-ngubek blognya kang Rohman, gak sempet menyapa teman-teman yang rajin nongkrong disana. Niat awalnya hanya ingin mengganti template lama saja biar suasana baru. Biasanya dengan template baru semangat juga baru.

Berhubung ada beberapa permintaan dari teman-teman dengan template seperti punya saya ini, maka saya coba share ke teman-teman yang mau magazine R1-2 yang sudah di modif seperti blog ini silahkan bisa coba klik Di Sini untuk melihat kode-nya. Teman-teman bisa copy terus simpan aja di notepad.

Untuk langkah selanjutnya Login ke blogger trus pilih menu "Layout --> Edit HTML". Disarankan untuk membackup template dan isi element halaman terlebih dahulu. Agar semua fasilitas berfungsi dengan baik, sebaiknya dilakukan secara manual (tanpa di upload) dengan melakukan copy-paste kode melalui halaman Edit HTML. (jangan lupa beri tanda centang pada Expand Template Widget).

Coba aja dulu di blognya teman-teman, lebih bagus sih punya blog sendiri khusus buat buat belajar. Nanti bisa dilihat kalau ada kekurangan masih di betulin lagi tanpa mengganggu blog yang udah ada. kalau dirasakan sudah cukup baik hasilnya, bisa di tampilin deh.. jangan lupa kasih commentnya ya.

Sedikit gambaran aja tentang perubahan template Magazine R1-2 ini, saya cuma merubah lebar main wrapper, header, footer jadi 1040px terus menyesuaikan lebar kolom-kolom di dalamya, menambah satu lagi sidebar baru atasnya dan menampilkan middle kolom di halaman keduanya. Kalau di Magazine yang belum di modif, midlle kolom nya gak muncul karena kolom posting berubah jadi lebar dan sengaja di buat tidak muncul. Yang muncul kolom posting sama sidebar aja.

Nah di template modif ini, karena akibat dari penambahan sidebar baru diatas yang besar maka di halaman keduanya midlle kolom jadi hilang dan keliatan ada space yang kosong jadi kurang enak di lihat, jadi saya tampilin aja.

Udah ya biar gak kepanjangan, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih buat master “guru” Kang Rohman yang udah rela bagi-bagi ilmunya, Terus terang dari blog anda saya belajar dan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat sekali, semoga kebaikan anda di balas oleh Allah SWT.

Gatutkaca Juga Punya Cinta

Topik tentang cinta memang tidak akan pernah ada matinya untuk di bahas. Tidaklah salah jika Jalaludin Rumi pernah mengungkapkan bahwa cinta itu tak ubahnya seperti misteri. Cinta adalah samudera yang tak terukur kedalamannya. Ia tak dapat digali melalui buku-buku ilmu pengetahuan. Ia juga tak dapat tercakup dalam pembicaraan atau pendengaran manusia. (dalem…bener…)

Betapa dahsyatnya cinta. Dengan cinta, orang rela memberi dan berkorban apa saja. Akan tetapi dengan cinta pula orang dapat membenci juga membunuh.

Coba saja simak kisah cinta Romeo and Juliet. Dunia menobatkannya sebagai kisah cinta yang sejati. Orang-orang hampir tidak percaya bahwa sebenarnya cerita itu tidak pernah terjadi. Itu hanya fiksi, sebuah karangan dari sastrawan Inggris, William Shakespeare. Itu menunjukan betapa universalnya Cinta.

Selain itu banyak pula kisah cinta yang melegenda. Taj Mahal di India adalah salah satu buktinya. Seluruh bangunan yang terletak di kota Agra itu terbuat dari marmer berkualitas tinggi. Bahkan bagian-bagian pada dindingnya berhiaskan berlian. Bangunan ini merupakan bukti cinta dari seorang kaisar Moghul bernama Shah Jehan kepada istrinya Mumtaz. Si kaisar ingin mempersembahkan monumen cinta abadi kepada sang istri yang kebetulan lebih dulu meninggalkannya. Betapa kokohnya cinta sang kaisar kepada istrinya.

Sayako, satu-satunya putri kaisar Jepang, memutuskan menikah dengan seorang rakyat jelata pada akhir 2005. Putri dengan nama panggilan Nori itu terpaksa meninggalkan keluarga dan menanggalkan gelar putri kaisar karena lebih memilih seorang yang bukan berasal dari kalangan bangsawan untuk menjadi pendamping hidupnya. Demi Cinta, Nori rela melepaskan berbagai keistimewaan serta kemewahan dan menjadi rakyat jelata.

Adolf Hitler adalah nama yang sudah tidak asing lagi dalam sejarah dunia. Pemimpin nasional gerakan Nazi ini terkenal kejam dan sadis. Ditangannya, ribuan orang mati menggenaskan. Ia juga mempunyai ambisi untuk menaklukan Eropa bahkan Dunia. Akan tetapi siapa sangka jika ternyata ia tidak sanggup menerima fakta bahwa wanita yang dicintainya meninggal. Dua menit setelah kematian istrinya akibat bunuh diri, Hitler pun menyusul dengan cara yang sama. Lagi-lagi cinta menunjukan kesaktiannya.

Gatutkaca yang sakti mandraguna yang terpilih menjadi pembela dewa-dewa di kahyangan, bahkan mempunyai tubuh setengah dewa dan dibesarkan di api Candradimuka disertai sekian puluh pusaka kahyangan yang melebur dalam tubuhnya. Beberapa saat kemudian ia muncul dari kobaran api. Sesosok pemuda usia belasan yang kemudian membantai Pracona, raja raksasa penyerang kahyangan, dengan segala kelebihannya itu tetap saja punya cinta.

Dalam sebuah perjalanan ia berjumpa Pergiwa, seorang putri gunung anak seorang pertapa. Hatinya berbunga. Belum lagi mengerti apa yang sesungguhnya sedang ia alami, kekecewaan menderanya dengan kejam saat tahu bahwa gadis itu telah dijodohkan dengan Lesmana anak Duryudana Raja Hastina. Pergiwa telah merampas hatinya dan ia tak tahu harus berbuat apa selain terbang setinggi mungkin, menukik ke bukit cadas dan menghantamkan tubuhnya di bebatuan. Namun bedanya dengan Hitler, Gatutkaca tidak mati.... .Bukan tubuhnya yang hancur melainkan batu-batu yang pecah dan longsor ke bawah, mendebam bergemuruh menggempakan bumi.
Sama-sama sakti kali ye....

Ya apapun ceritanya cinta memang punya kuasa, Jika ditelusuri lebih lanjut dari manakah Motivasi diri berasal? Yap.. gampang ditebak, Motivasi itu tertular dan berakar dari Cinta.

Sabtu, 18 April 2009

Orang Tangguh Pantang Mengeluh

Keluh kesah dalam hidup adakalanya memang menjadi sebuah dinamika wajah kehidupan. Namun pantaskah bila anda terus terusan mengeluh? Ini adalah sebuh sebuah contoh nyata dalam hidup saya, seorang saudara saya mempunyai kebiasaan mengeluh, bila datang berkunjung kerumah, belum pernah saya lihat raut muka yang bahagia dan tanpa keluhan, mulai dari mengeluhkan kehidupanya, anaknya, istrinya dan lain sebagainya. Sebagai seorang saudara saya coba nasehati, memberi motivasi dan membantu apabila ada yang bisa dibantu, tetapi ternyata kebiasaan mengeluhnya tidak pernah hilang. Sulit memang jika merubah sebuah kebiasaan hidup yang penuh keluhan dan kecengengan. Bila saya amati ternyata semakin mengeluh semakin ada aja kesulitan lain yang membuatnya tak berhenti mengeluh. Memang demikianlah adanya semakin kita banyak mengeluh semakin banyak keluhan-keluhan lain karena hati sudah terasa sempit.

Ada sebuah cerita yang pernah saya baca, Suatu ketika datang seorang anak muda kepada seorang Bapak tua yang bijaksana. Langkahnya gontai air mukanya terlihat ruwet dan tampak seperti tak bahagia. Langsung menceritakan semua masalahnya pada Pak tua tersebut.

Pak tua yang bijak hanya mendengarkan dengan seksama, ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta anak muda tersebut mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam segelas air dan diaduknya.

”Coba Minum ini, dan katakan bagai mana rasanya?” ujar Pak tua.

” Pahit....pahit sekali,” jawab jawab anak muda sambil meludahkannya kembali. Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ketepi telaga didalam hutan dekat tempat tinggalnya.

Sesampainya ditepian telaga yang tenang, Pak tua menaburkan segenggam garam ketelaga itu. Dengan segenggam kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk air telaga.

”Coba, ambil air ditelaga ini lalu minumlah” Ujar pak tua. Saat si pemuda selesai mereguk air di telaga, Pak tua berkata lagi, ” Bagaimana rasanya?”

”Segar” sahut anak muda itu.

”Apakah kamu merasakan rasa garam di air tadi?” tanya Pak tua.

”Tidak” jawab si anak muda

Dengan bijak Pak tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu lalu duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu.

”Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan tetap akan sama” kata Pak tua.

”Akan tetapi kepahitan yang kita rasakan akan bergantung wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan pada perasaan tempat kita meletakan segalanya. Itu semua tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu”. Lanjut pak tua.

”Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mampu mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.” Nasehat pak tua panjang lebar.

Demikianlah segala permasalah yang kita hadapi ibarat segenggam garam. Semuanya bergantung kebesaran hati untuk menampungnya, apabila hati kita lapang dan tenang seperti sebuah telaga semua masalah akan bisa kita pecahkan dengan mudah dan yang terpenting jangan dibiasakan mengeluh karena keluhan tidak akan memecahkan masalah. Untuk apa mengeluh karena kita telah diberi keleluasaan hati. Orang yang banyak mengeluh mencerminkan pribadi yang lemah, jadilah pribadi tangguh yang berati kuat, andal dan ulet dalam mengupayakan sesuatu, tidak mudah atau meyerah ketika menemui kendala. Hadapi semuanya dengan keteguhan jiwa dan kerendahan hati serta kuatkan motivasi diri. Jalan yang sukses di penuhi dengan orang-orang yang tangguh yang menjalaninya tanpa keluhan.Yakinkanlah pada diri sendiri bahwa anda tak mudah mengeluh, tidak akan mudah menyerah karena mengeluh dan menyerah hanya ada dalam diri seorang pecundang, mengeluh tidak ada dalam kamus seorang pemenang tangguh karena orang tangguh pantang mengeluh.

Rabu, 15 April 2009

Nasehat elang kepada anaknya

motivasi diri

Kau tahu bahwa semua elang hanya pantas sesama elang
Dengan segenggam sayap, masing-masing memiliki kaki singa
Harus berani dan hormat diri, sergaplah mangsa yang besar saja
Jangan bersibuk dengan ayam hutan, burung belibis dan pipit
Kecuali jika engkau ingin melatih kepandaian berburu

Adalah hina, pengecut tanpa berusaha mengeram
Membersihkan paruh kotor dengan mengambil makanan dari tanah
Elang tolol yang meniru cara burung pipit yang pemalu
Akan menjumpai nasib malang
Sebab dialah yang akan menjadi mangsa buruan

Kutahu banyak elang yang jatuh dalam debu di mata mangsanya
Oleh karena, mereka memilih jalan hidup burung pemakan gandum
Peliharalah martabatmu hingga hidupmu bahagia
Selalu geram, keras, berani dan kuat dalam perjalanan hidup

Biarlah ayam hutan yang malang punya tubuh yang langsing
Bangunlah dirimu kokoh setegak tanduk rusa jantan
Apapun kesenangan yang berasal dari kehidupan fana disini
Datang dari hidup yang penuh keberanian, kegiatan dan kecermatan

Nasehat berharga yang telah diberikan elang kepada anaknya
Jadikan tetesan darah kemilauan berkilat-kilat bagai manikan
Jangan kehilangan diri dalam penggembalaan domba dan kerbau
Jadilah dirimu seperti nenek moyangmu semenjak dahulu

Kuingat dengan baik betapa orang tuaku senantiasa menasehatiku begitu
"Jangan bangun sarang di dahan pohon", ujar mereka
"Kita para elang tak mencari perlindungan di taman dan di ladang manusia"
"Surga kita di puncak-puncak gunung, gurun luas dan tebing jurang"
"bagi kita haram menjemput butir-butir jelai dari tanah”
“sebab tuhan telah memberi kita ruang lebih tinggi yang tak terbatas”

Penduduk kelahiran angkasa yang berdiam bi bumi
Di mataku lebih buruk dari burung kelahiran bumi
Bagi elang, ladang buruannya adalah karang dan batu jurang
Karang baginya adalah batu gosok untuk mempertajam cakar-cakarnya
Kau adalah salah seorang anak kebuasan yang bermata dingin
Keturunan paling murni dari burung garuda

Jika seekor elang muda ditantang oleh seekor harimau
Tanpa mengenal takut ia akan membelalakkan matanya
Terbangmu pasti dan megah
Dalam nadimu mengalir darah raja purba puncak-puncak gunung
Martabatmu terangkat oleh kekuatan
Sasaran apapun tak ditampik oleh matamu
Tak boleh meminta dari tangan orang lain kapanpun saja

Baiklah kamu membawa diri
Dan dengarlah selalu nasehat yang baik dan luhur


Karya M. Iqbal, bagi anda semua para pejuang tangguh kehidupan……“

Jumat, 10 April 2009

Siapa Yang Mendorong Saya ?

Alkisah pada suatu kerajaan di negeri antah berantah sedang diadakan sayembara dan pesta besar besaran. Sayembara tersebut bertujuan untuk mencari jodoh bagi Putri semata wayang sang raja. Seorang putri yang cantik jelita . Ratusan orang yang rata-rata adalah para pemuda berdatangan dari pelosok negeri dan berkumpul di alun-alun kerajaan. Tak ketinggalan keluarga dan sanak famili raja yang masih mempunyai anak remaja turut diundang.

Ditengah alun-alun tersebut sudah dibuatkan sebuah kolam sepanjang 25 meter yang berisi segala jenis ular berbisa serta buaya. Raja menantang barang siapa yang berani berenang di kolam tersebut dan berhasil sampai di seberang kolam, maka ia akan di beri tiga hadiah pilihan yang dapat mereka pilih. Pertama berhak menikahi putri semata wayangnya dengan segala hak waris orang tuanya. Kedua memperoleh seribu hektar tanah pertanian yang berupa sawah kebun yang siap panen, ketiga berhak atas 1 kantung uang emas plus beserta seperangkat perhiasan emas dan berlian.

Tantangan yang cukup menggiurkan itu adalah untuk menjaring calon-calon menentu yang berani dan berdedikasi tinggi terhadap keluarga kerajaan.

Waktu terus bergulir menjelang senja tetapi belum ada satu pun orang berani menerima tantangan tersebut, masyarakat yang datang semakin banyak. Tetapi pesta masih terus berlanjut karena pada malam harinya di adakan panggung hiburan yang menampilkan artis papan atas negeri tersebut.

Di tepian kolam mayarakat sudah penuh, sekedar hanya melihat lihat saja di tepi kolam tetapi tidak berani berenang, semua merasa takut karena ular dan buaya didalam kolam sengaja dibuat kelaparan, juga Ular-ular bergerak kesana kemari kadang ada yang meloncat hendak menyambar para penonton.

Hari makin gelap, susana tampak hening, raja mulai gelisah, para pemuda yang datang setelah melihat tantangan tersebut menjadi ciut nyalinya. Dalam kehingan tersebut tiba-tiba terdengar bunyi ceburan air yang cukup keras disusul dengan gerakan renang yang begitu cepat sepanjang kolam. Semua mata terpaku takjub dan heran siapakah gerangan yang begitu berani berenang dan antusias demi memenangkan sayembara tersebut.

Akhirnya sampailah orang tersebut keseberang sungai sambil terengah-engah dengan tubuh penuh goresan luka. Ternyata adalah seorang pemuda dengan wajah lumayan genteng, Sang Raja beserta permaisuri serta putrinya yang cantik jelita begitu senang dengan tindakan berani yang diberikan oleh si pemuda.

Dihadapan seluruh warga dan tamu yang hadir si pemuda ditanya hadiah apa yang di inginkannya sesuai dengan pilihan yang diberikan. Si pemuda hanya mengelengkan kepalanya. Dengan penasaran sang raja bertanya kembali. ”Kalau begitu apa yang anda inginkan?”
Dengan nafas yang masih terengah-engah si pemuda menjawab dengan mantap ” Saya hanya ingin tahu, Siapa yang mendorong saya ke kolam tadi?’
(Dari berbagi sumber)

Itulah sedikit cerita yang menurut saya lucu tapi ada maknanya. Kadang dalam kehidupan kita, kita tidak berani menghadapi tantangan yang dirasa akan mengancam keselamatan hidupnya, kita harus ada yang mendorong atau memotivasi entah disengaja atu tidak agar pada akhirnya mau bergerak karena pada kenyataannya banyak orang yang mau bergerak setelah ditakut-takuti terlebih dahulu lalu mau bertindak atau kadang juga setelah semuanya terdesak dan keadaanan mengharuskan kita jatuh dulu, baru motivasi diri tergerak dan segera beranjak menyelamatkan diri. Keadaan yang sifatnya situasional biasanya lebih memacu kita untuk bertindak dan mengerahkan segenap kemampuan bahkan potensi terpendam yang kita miliki adakalnya baru bisa di gunakan apabila diri kita terancam.

Merasa hidup nyaman dan takut menerima tantangan kadang tidak dapat membuat kita berkembang dan mengetahui sejauh mana potensi yang kita miliki. Kita tidak berani mencoba terlebih dahulu karena yang dibayangkan adalah kegagalan dan rasa takut yang lebih mendominasi potensi kita. Berterimakasihlah pada orang yang telah mendorong dan membuat kita jatuh apabila ternyata itu malah membangkitkan potensi kita sehingga kita bisa lebih maju dan berhasil.

Selasa, 07 April 2009

MENGEJAR IMPIAN ATAU MENGEJAR MIMPI ?

Saya sebenarnya bingung mau membuat judul apa, idenya sudah tentang impian atau cita-cita tapi kalau bikin judulnya kadang susah juga, pengennya bikin judul yang bisa menarik perhatian orang gitu, he he, ya sudahlah ini aja, MENGEJAR IMPIAN ATAU MENGEJAR MIMPI ? bagus kok menurut saya (narsis gak ye)

Setiap orang tentulah mempunyai impian termasuk saya dan juga anda tentunya. Impian setiap orang pun berbeda-beda. Ada yang mempunyai impian menjadi pengusaha, dokter, jadi pejabat dengan ramai-ramai menjadi caleg, jadi artis, penyanyi terkenal atau juga master blogging, mendapatkan penghasilan yang melimpah dari internet sehingga berbagai macam produk dan berbagai macam cara digunakan untuk menjadi media menghasilkan uang di internet, tengoklah begitu anda memasuki dunia internet, semua yang terlihat serba gemerlap, entah betul atau hanya tipuan belaka disinilah peran kita untuk lebih bijaksana dalam menilainya atau bahkan ada yang sekedar iseng cari recehan di internet pun banyak, kayak saya he he, ya gak apa apa dari pada yang besar gak dapet, lumayanlah buat tambah-tambah koneksi internet.

Namun dari semua itu, apakah memang itu adalah impian kita yang sebenar benarnya? Anda bisa tanya pada diri sendiri, saya pernah mendengar lagu Nugie yang berjudul Lentera Jiwa, saya tuliskan cuplikanya baitnya disini kalau-kalau ada yang belum tahu, kalau yang udah tahu di lewati saja bacanya, he he.

Lama sudah kumencari, apa yang hendak kulakukan
Segala tiitk kujelajahi, tiada satu pun ku mengerti
Tersesatkah aku di samudra hidup

Nah mungkin sebagian dari kita pernah merasakan seperti itu, gak tau apa yang mesti dilakukan, kalau menurut saya sih lebih jelasnya gak punya impian, jadi bingung mesti ngapain. Tapi diakhir lagu itu baru saya mengerti kalau maksudnya adalah mencari impian yang sebenar-benarnya dia inginkan.

Impian yang sebenarnya kita impikan yang baik yaitu impian sesuai kata hati, karena bila kita mengejar impian yang memang sesuai dengan kata hati kita biasanya bukan hanya melulu mengejar uang, jabatan popularitas dan sebagianya, tapi lebih ke pencarian impian yang sesuai dengan jati diri dan disitulah letak kenikmatan dan kebahagiannya.

Suatu contoh dulu sewaktu SMA saya punya guru seni rupa, belum lama mengajar tiba tiba ia mengundurkan diri dari kegiatannya mengajar dan memutuskan menjadi pelukis, pergi kesebuah desa kecil dan memulai hidupnya menjadi pelukis dan pada saat itu lukisannya pun belum dikenal dan kadang untuk menghidupi dirinya sendiri ia sambil berjualan kecil-kecilan dirumahnya yang sederhana. Secara logika ngapain kok orang dah cukup punya gaji dan bicara status mungkin dikalangan kita lumayanlah PNS gitu loh... nekat keluar dari pekerjaanya mengajar hanya untuk menjadi pelukis yang belum jelas penghasilannya, melukis mah bisa sambilan , itu menurut saya pada waktu itu dan sekarang saya mungkin baru ngerti bahwa dia mengejar impiannya yang sesuai dengan hati nuraninya.

Bicara tentang impian, alangkah lebih bagusnya mungkin kalau impian yang betul-betul kita inginkan adalah impian sesuai dengan hati nurani terus impiannya adalah menjadi menjadi jutawan, semua orang tentu punya impian seperti itu bahkan baru-baru ini neuroscience studi di bidang psikologi yang kognitif, menunjukkan bahwa menjadi jutawan adalah keinginan setiap manusia, termasuk saya he he...

Namun tahukah anda bahwa ada perbedaan antara mengejar impian dan mengejar mimpi.
Orang yang mengejar impian adalah orang yang memang mempunyai impian yang nyata, jelas serta dapat di ukur, bukan pemimpi yang mengharapkan turun uang dari langit atau mengharapkan menang undian 1 Milyar. Pemimpi atau pelamun ribuan jumlahnya sedangkan orang yang mempunyai impian masih bisa dihitung. Diantaranya terdapat perbedaan bagai bumi dan langit, Jhon C. Maxwel mengatakan ” Pemimpi banyak bicara dan sedikit bekerja, Mereka mungkin menyimpan gagasan yang gila-gilaan, tetapi tidak pernah melihat hal itu terjadi. Pemimpi tidak mempunyai disiplin. Sebaliknya orang yang mempunyai impian sedikit bicara tapi melakukan banyak hal. Anda mungkin tidak mendengar semua impiannya, tetapi kalau diperhatikan, Anda akan melihat hal itu terjadi.” Stop Dreaming Start Action lah jawabannya.

Sekarang jelas mungkin perbedaan antara si pemimpi yang hanya mengejar mimpi tanpa tahu apa yang yang mesti dilakukannya untuk mencapai mimpinya itu dengan seorang yang mempunyai impian dan tahu apa yang mesti dilakukannya untuk mewujudkan impiannya. Impian yang besar dengan cara kerja yang benar bukan suatu hal yang mustahil untuk di wujudkan, banyak contoh di dunia ini yang berhasil mewujudkan impian besarnya. Wrigt bersaudara, Martin Luther King Jr, Kolonel Sanders, Walt Disney dan masih banyak lagi adalah semuanya berasal dari orang-orang yang mempunyai impian dan berhasil mewujudkannya.

Namun seandainya anda sudah mempunyai impian yang besar dan mulia serta sesuai dengan hati nurani anda sendiri, anda harus tetap waspada bahwa banyak disekitar kita bergentayangan (kayak hantu aja ye he.he) orang yang biasanya mengaburkan dan sengaja menjatuhkan impian kita, seolah memberikan nasihat dengan nada miring yang tujuannya untuk mengubur impian anda. Kata-kata ”tidak mungkin” atau ”percuma” kadang kerap meneror kita agar kita tidak memiliki keberanian untuk mewujudkannya, lambat laun akan membuat kita takut untuk melanjutkan perjuangan kita mengejar impian hingga pada akhirnya impian kita betul betul menjadi mimpi yang hanya bisa disimpan dan dihayalkan tanpa sedikitpun melakukan tindakan dan sudah bisa ditebak impian kita menjadi impian buruk belaka. Padahal kalau mau tahu, salah satu cara untuk mencegah impian menjadi mimpi belaka adalah dengan segera terjaga dan pergi bekerja untuk mewujudkannya. Stop Dreaming Start Action.

Minggu, 05 April 2009

Petuah Seorang Indian Kepada Anaknya

motivasi diri
Kutipan ini adalah catatan lama yang saya ketahui saat masih kuliah, saat saya masih suka hiking dan mengikuti semua kegiatan yang berhubungan dengan alam bebas, saat lagi buka-buka buku catatan lama saya, terbersit untuk menuliskannya di blog ini, entah puisi atau bukan yang jelas maknanya lumayan bagus. Semoga anda semua dapat mengambil maknanya sebagai bekal spirit hidup.



Anakku
Tak seorang pun akan menolongmu di dunia ini.
Maka jelajahilah puncak-puncak gunung itu, dan kembalilah.
Hanya itu yang akan dapat membuatmu perkasa.

Anakku...
Ketahuilah bahwa tak seorangpun di dunia ini yang dapat kau sebut sebagai sahabat sejati...
Tidak juga ayahmu, ibumu, bahkan saudara-saudaramu.
Tanganmu adalah sahabatmu...
Kakimu adalah sahabatmu...
Rambutmu adalah sahabatmu...
Pandanganmu adalah sahabatmu...
Suatu kali kau harus menghadapi seseorang yang menganggapmu musuh.
Saat kau berhadapan dengan mereka, kau hanya perlu merasa berani berada tepat di depan wajahnya

Kau harus siap bahwa mungkin ia akan merasa sakit atau menang.
Saat itu kau harus percayalah bahwa sesungguhnya keberanian bukanlah masalah menang atau kalah.
Suatu kali pula kau akan berada di tengah mereka yang menderita.
Jangan pernah terlambat untuk membantu mereka melebihi dari segala kemampuan yang kau miliki
Kita tak pernah tau, bahwa mungkin saja kemanapun kau pergi, alam akan mendengar mereka bercerita sebuah kisah tentang dirimu.

Oleh karena itu, aku berkata padamu....

"Pilihlah jalan terjal mendaki itu, tapi bukan jalan yang nyaman ini..."


("Petuah Seorang Indian kepada Anaknya" kutipan dari "Going to The Mountain")