Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label inspiring stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiring stories. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Oktober 2013

Kisah Sebutir Kurma

kurma


Salam alaikum Sobat Ruang, Akhir-akhir ini maulai agak sibuk dengna urusan klasik anak manusia, yaitu Dunya,,,jadi jarang update blog sekarang. Terima kasih pada +Rizky hasti yang telah bantu-bantu nulis buat meramaikan blog Ruang ini. Pada kesempatan yang baik ini saya ingin berbagi sebuah kisah hikmah, semoga kita bisa mengambil pelajaran tentang bahanyanya barang Haram, sebuah kisah sebutir Kurma.


Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu. "Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.
"Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda.

"4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya Ibrahim.
"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.
"Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?". Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. "Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita,
"Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".
"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."
"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu." Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga.

Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim. 4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap.

"Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain." "O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu.. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."

Sekian Kisah Ibrahim bin Adham tentang permasalah yang ditumbulkan dari sebutir kurma. Ada pelajarang berharga yang kita bisa mabil dari kisah ini, RACUN TETAPLAH RACUN, sadar tak sadar, tahu maupun tidak tahu, kalau keminum pasti ada efeknya, racun disini tidak ubahnya dengan barang haram. Semoga Allah meilindungi kita dari barang haram, aamiin...terimakasih, wassalamulaikum

Rabu, 21 Agustus 2013

Download Kumpulan Cerita Islam

Kumpulan-Cerita-Islam

Tidak ada salahnya kita menambah kumpulan cerita-cerita islam ketimbang kepala ini kita jejali melulu dengan kisah inspiratif modern yang banyak kita temui akhir-akhir ini. Selain memiliki nilai religi yang kental pesan-pesan yang dikandung juga tidak kalah dengan kisah-kisah inspiratif umum lainnya.

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sebuah ebook kumpulan cerita islam, semoga nantinya bisa bermanfaat. Download Kumpulan Cerita islam.

Tapi sebelumnya saya ingin share sebuah cerita islam yang saya kutif dari ebook yang akan saya share ini, sebuah kisah berjudul :

AL-BALKHI DAN SI BURUNG PINCANG 

Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, bernama al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu Ishak.

Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat ke negeri orang untuk berdagang. Sebelum berangkat,tidak ketinggalan ia berpamitan kepada sahabatnya itu. Namun belum lama al-Balkhimeninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia datang lagi. Sahabatnya menjadi heran, mengapa ia pulang begitu cepat dari yang direncanakannya. Padahal negeri yang ditujunya sangat jauh lokasinya.

Ibrahim bin Adham yang saat itu berada di masjid langsung bertanya kepada al-Balkhi, sahabatnya.
"Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau pulang begitu cepat?"
"Dalam perjalanan", jawab al-Balkhi, "aku melihat suatu keanehan, sehingga aku memutuskanuntuk segera membatalkan perjalanan".
"Keanehan apa yang kamu maksud?" tanya Ibrahim bin Adham penasaran.
"Ketika aku sedang beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak",
jawab al-Balkhi menceritakan, "aku memperhatikan seekor burung yang pincang dan buta.
Aku pun kemudian bertanya-tanya dalam hati. "Bagaimana burung ini bisa bertahan hidup, padahal ia berada di tempat yang jauh dari teman-temannya, matanya tidak bisa melihat, berjalan pun ia tak bisa". "Tidak lama kemudian", lanjut al-Balkhi, "ada seekor burung lain yang dengan susah payah menghampirinya sambil membawa makanan untuknya.

Seharian penuh aku terus memperhatikan gerak-gerik burung itu. Ternyata ia tak pernah kekurangan makanan, karena ia berulangkali diberi makanan oleh temannya yang sehat".
"Lantas apa hubungannya dengan kepulanganmu?" tanya Ibrahim bin Adham yang belum mengerti maksud kepulangan sahabat karibnya itu dengan segera.
"Maka aku pun berkesimpulan", jawab al-Balkhi seraya bergumam,
"bahwa Sang Pemberi Rizki telah memberi rizki yang cukup kepada seekor burung yang pincang lagi buta dan jauh dari teman-temannya. Kalau begitu, Allah Maha Pemberi, tentu akan pula mencukupkan rizkiku sekali pun aku tidak bekerja". Oleh karena itu, aku pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang saat itu juga".

Mendengar penuturan sahabatnya itu, Ibrahim bin Adham berkata, "wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau memiliki pemikiran serendah itu? Mengapa engkau rela mensejajarkan derajatmu dengan seekor burung pincang lagi buta itu? Mengapa kamu mengikhlaskan dirimu sendiri untuk hidup dari belas kasihan dan bantuan orang lain? Mengapa kamu tidak berpikiran sehat untuk mencoba perilaku burung yang satunya lagi? Ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup sahabatnya yang memang tidak mampu bekerja? Apakah kamu tidak tahu, bahwa tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah?"

Al-Balkhi pun langsung menyadari kekhilafannya. Ia baru sadar bahwa dirinya salah dalam mengambil pelajaran dari kedua burung tersebut. Saat itu pulalah ia langsung bangkit dan mohon diri kepada Ibrahim bin Adham seraya berkata, "wahai Abu Ishak, ternyata engkaulah guru kami yang baik". Lalu berangkatlah ia melanjutkan perjalanan dagangnya yang sempat tertunda.

Dari kisah ini, mengingatkan kita semua pada hadits yang diriwayatkan dari Miqdam bin Ma'dikarib radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, yang artinya:
"Tidak ada sama sekali cara yang lebih baik bagi seseorang untuk makan selain dari memakan hasil karya tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud 'alaihis salam makan dari hasil jerih payahnya sendiri" (HR. Bukhari).

Demikian salah satu kisah yang saya kutipkan dari ebook kumpulan cerita islam, semoga bermanfaat. Jika anda tertarik membaca kisah-kisah yang lain, silahkan download kumpulan cerita islam. Wassalam.

Senin, 12 Agustus 2013

Bingung Dengan Konsep Trinitas, Kathryn Akhirnya Memeluk Islam


Assalamualaikum Sobat ruang, pada kesempatan  ini saya ingin berbagi sebuah kisah perjalan seorang mualaf "Kathryn Bouchard" sampai akhirnya mendapat hidayah Allah dan memeluk agama islam, agama paling masuk akal, satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah ta'ala. Bingung Dengan Konsep Trinitas, Kathryn Akhirnya Memeluk Islam

Kathryn Bouchard dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik yang moderat. Kedua orangtuanya adalah guru sekolah Katolik. Hubungan antar keluarg mereka terbilang akrab satu sama lain. Kathryn yang asal Kanada menghabiskan masa remajanya di London dan Ontario. Seperti penganut Katolik lainnya, ia pergi ke gereja setiap hari minggu, sekolah di sekolah Katolik hingga ke jenjang universitas. Kathyrn kuliah di Brescia University College, sebuah perguruan tinggi Kristen khusus perempuan yang berafiliasi dengan Universitas Western Ontario.
“Meski saya dibesarkan dalam lingkungan Katolik, orangtua mendorong saya untuk berteman dengan beragam orang dari berbagai latar belakang dan boleh menanyakan apa saja berkaitan dengan kehidupan dan agama,” kata Kathryn.

Konsep Trinitas Yang Tak Masuk Akal
Ia mulai mempelajari agama-agama dalam usia yang relatif masih mudah ketika ia berusia 16 atau 17 tahun dan masih duduk di sekolah menengah. Kathryn mengatakan, ia tidak mau menjadi bagian dari sebuah agama hanya karena ia sudah menganut agama itu sejak ia dilahirkan. Itulah sebabnya, Kathryn tidak sungkan mempelajari beragam agama mulai dari Hindu, Budha sampai Yudaisme. Ketika itu, ia hanya sedikt saja mengeksplorasi agama Islam.
Alasan Kathryn mempelajari beragam agama, salah satunya karena banyak hal dalam ajaran Katolik yang tidak dipahami Kathryn. “Kami sering kedatangan pendeta di sekolah dan kami melakukan pengakuan dosa. Saya pernah bertanya pada seorang pendeta,’Saya betul-betul tidak paham dengan konsep Trinitas. Bisakah Anda menjelaskannya?’ Tapi pendeta itu menjawab ‘Yakini saja’. Mereka tidak memberikan jawabannya,” tutur Kathryn.
Ia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang konsep Trinitas dalam agama Kristen, hingga ia di bangku kuliah dan mempelajari berbagai ilmu di seminari dan mempelajari teologi agama Katolik.
“Jika saya menanyakan tentang Trinitas, mereka akan menjawab ‘ayah dan ibumu saling mencintai, ketika mereka memiliki anak, itu seperti tiga dalam satu dengan identitas berbeda’. Jadi, banyak sekali analogi yang diberikan untuk menjelaskan bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan dan menjadi anak Tuhan dan menjadi dirinya sendiri. Saya pikir banyak penganut Kristen yang menerima konsep ini tanpa memahaminya, ” ujar Kathryn.
Ia lalu menanyakan konsep Trinitas ke beberapa temannya dan ia mendapat jawaban bahwa konsep Trinitas ada dan ditetapkan sebagai dasar kepercayaan dalam agama Kristen setelah Yesus wafat. Sebuah jawaban yang mengejutkan Kathryn, karena itu artinya semua dasar dalam ajaran Kristen adalah ciptaan manusia. Yesus semasa hidupnya tidak pernah bilang dirinya adalah anak Tuhan dan tidak pernah mengatakan bahwa dirinya Tuhan.
“Saya membaca Gospel Mathias pertama dan dalam Gospel itu Yesus tidak direferensikan sebagai anak Tuhan, tapi anak seorang manusia. Tapi dalam Gospel yang ditulis setelah Yesus wafat, banyak sekali disebutkan bahwa Yesus adalah anak Tuhan. Dan disebutkan pula bahwa ada alasan politis dibalik argumen konsep Trinitas,” papar Kathryn.
Ia melanjutkan,”Saya juga menemukan bahwa Yesus berdoa dan memohon pertolongan pada Tuhan. Jika Yesus minta pertolongan pada Tuhan, lalu bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan. Ini tidak masuk akal buat saya.”

Mengenal Islam
Setelah menyelesaikan studinya di Ontario, Kathryn pindah ke Montreal dan di kota ini ia bertemu dengan banyak Muslim dari berbagai latar belakang mulai dari Eropa, Afrika dan Karibia. Keberagaman ini membuka mata Kathryn bahwa pemeluk Islam ternyata berasal dari berbagai latar belakang kebangsaaan. Fakta ini mendorongnya untuk lebih banyak belajar tentang Muslim dan latar belakang mereka.
Kathryn mulai membaca banyak referensi tentang Islam. Tapi ia menemukan bahwa contoh-contoh ekstrim tentang Islam di internet sehingga ia sempat berkomentar “Saya tidak mau menjadi bagian dari agama ini (Islam).” Oleh sang ayah, Kathryn disuruh terus membaca karena menurut sang ayah, dalam banyak hal sering terjadi salah penafsiran.
Kathryn pun melanjutkan pencariannya tentang Islam. Ia bergabung dengan situs “Muslimahs”, sebuah situs internasional yang beranggotakan para Muslimah maupun para mualaf dari berbagai negara. Dari situs inilah ia banyak belajar dan bertanya tentang Islam.
Kathryn mengatakan banyak hal yang ingin ia ketahui tentang ajaran Islam. Misalnya, apa saja persamaan dan perbedaan ajaran Islam dan Kristen, bagaimana posisi Yesus dalam Islam, siapa Nabi Muhammad, masalah poligami dan berbagai isu Islam yang muncul pasca serangan 11 September 2001 di AS.
Selama kuliah di Montreal, Kathryn belajar banyak hal tentang Islam. Ketika ia pulang ke London, orangtuanya mengira bahwa Kathryn hanya rindu kembali ke rumah dan bukan untuk memperdalam minatnya pada Islam. Kathryn lalu membeli al-Quran dan buku-buku hadist. Pada ayahnya, ia bilang bahwa al-Quran bukan buatan manusia, ketika membaca al-Quran sepertinya Tuhan sedang bicara pada kita.
“Anda merasa bahwa ada juga kebenaran yang ditulis dalam alkitab, tapi Anda tidak akan merasa bahwa itu semua tidak ditulis langsung oleh Tuhan. Sedangkan al-Quran, Anda akan merasakan kebenaran yang sesungguhnya,” ujar Kathryn.
“Saya juga menemukan banyak ilmu pengetahuan yang sudah lebih dulu diungkap oleh al-Quran dan baru muncul kemudian dalam kehidupan manusia. Saya pikir, al-Quran diturunkan pada manusia dengan tingkat emosional dan logis. Islam mendorong umatnya untuk berpikir dan mencari ilmu,” sambung Kathryn.
Kathryn pun mulai belajar salat, datang ke ceramah-ceramah agama dan mengontak masjid terdekat untuk mencari informasi apakah masjid itu punya program untuk orang-orang sepertinya dirinya, yang berminat pada agama Islam.
“Pertama kali saya masuk ke masjid, saya menangis. Saya merasakan ada energi yang begitu besar yang tidak saya rasakan ketika saya ke gerejat,” kisah Kathryn yang kemudian belajar membaca al-Quran di masjid itu. Ia terus belajar dan bergaul dengan para warga Muslim. Sedikit demi sedikit, Kathryn bisa mengubah gaya hidupnya.
Ditanya apakah orangtuanya keberatan dengan perubahan dirinya. Kathryn mengaku butuh waktu cukup panjang untuk meyakinkan orangtuanya bahwa ia tidak menjauh dari keluarganya jika memeluk Islam.

Mengucap Dua Kalimat Syahadat
Kathryn mengungkapkan bahwa ia sendiri tidak pernah menyangka akhirnya memutuskan masuk Islam dan itu semua terjadi begitu saja. Saat itu, di bulan Juni tahun 2008, seperti biasanya ia datang ke pengajian mingguan di sebuah Islamic Center. Ia sama sekali berniat mengucapkan dua kalimat syahadat hari itu. Tapi ketika ia tiba di gedung Islamic Center, banyak sekali orang-orang yang telah ia kenal hadir.
Hari itu, tema pengajian adalah umrah. Banyak anak-anak muda Muslim yang datang dan menceritakan pengalaman mereka ikut umrah serta bagaimana hidup mereka berubah setelah umrah. Pengajian dibimbing oleh Dr Munir El-Kassem. Saat Dr El-Kassem bertanya apakah ada diantara para hadirin yang ingin mengajukan pertanyaan, Kathryn dengan spontan mengangkat tangan dan berkata,”Bisakah saya mengucapkan syahadat?” Kathryn sempat kaget sendiri dengan pertanyaan itu karena ia merasa tidak merencanakannya. Semua terjadi begitu saja, spontan.
“Seketika ruangan menjadi sunyi dan saya pikir Dr El-Kassem juga terkejut. Saya memang mengenakan kerudung setiap kali datang pengajian sebagai bentuk penghormatan saya pada Islam. Dr El-Kassem lalu meminta saya maju ke depan dan menceritakan di depan hadirin bagaimana saya bisa sampai pada Islam,” tutur Kathryn.
Kathryn mengaku gemetar ketika mengucapkan dua kalimat syahadat. “Tapi saya merasa hati saya begitu lapang, penuh dengan cahaya ibarat sebuah pintu hati yang terbuka. Saya mereka sudah mengambil jalan yang benar,” ungkap Kathryn.
Itulah hari bersejarah bagi Kathryn, hari dimana ia memulai kehidupan sebagai seorang Muslimah. Tahun pertama menjalankan puasa di bulan Ramadhan, diakui Kathryn sangat berat. Namun ia merasa bahagia setelah menjadi seorang Muslim. Kathryn mengaku hidupnyan lebih teratur, disiplin dan sehat karena ia tidak lagi makan daging babi dan minum minuman beralkohol. Kathryn juga mengatakan bahwa ia kini tahu apa sebenarnya tujuan dan mau kemana arah hidupnya. (Red/iol/readislam)

Sekian kisah  Kathryn yang akhirnya memilih islam, agama paling masuk akal, "Bingung Dengan Konsep Trinitas, Kathryn Akhirnya Memeluk Islam" judul asli "Dogma Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Akhirnya Memilih Islam" dikutip dari www.eramuslim.com semoga bermanfaat.

Sabtu, 15 Juni 2013

Kisah Malaikat Harut dan Marut Bagian Akhir

malaikat-harut-marut

Salam alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuhu sobat ruang, setelah kemarin sempat share kisah malaikat harut dan marut bagian pertama, berikut adalah lanjutan kisahnya Kisah malaikat harut dan marut bagian akhir, semoga kisah ini bermanfaat.

Keadaan sianghari Babylon penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita wanita cantik dan jelita berada di mana mana saja, di malam pula pesta minum arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.

Mereka terus berjalan di kota Babil untuk mencari kerja, dan terpandang orang ramai berpusu pusu pergi ke istana yang besar dan mewah, Harut dan Marut mengikut orang ramai pergi ke istana itu. Mereka pun masuk ke dalam istana dan sampai ke dewan yang penuh berbagai makanan dan buah buahan yang lazat. Di hujung meja hidangan duduk seorang lelaki dengan pakaian yang mewah dan cantik, tetapi itu tidak mempesonakan Harut dan Marut, mereka lebih tertarik kepada hidangan makanan dan buah buahan yang lazat dan enak kerana itu saja dapat menghilangkan kelaparan. Lalu tuan istana menyuruh mereka duduk dan makan, ketika mereka berdua sedang asyik makan dengan penuh nikmat, tuan istana memerhati mereka berdua dan ia meminta khadamnya supaya menuang arak dan persilakan mereka minum arak lalu Harut dan Marut menolaknya dengan baik. Tuan Istana amat terkejut kerana masih terdapat dikalangan penduduk Babylon yang tidak minum arak.Setelah itu barulah Harut dan Marut tahu bahawa lelaki itu adalah seorang raja yang sedang dikelilingi oleh menteri menteri dan pembesar pembesarnya.

Raja itu bertitah, semua menteri dan pembesar diam dan mendengar titah raja tersebut. Titah raja berkisar tentang pertikaian tanah antaranya dengan salah seorang pembesarnya. Raja mahukan tanah tersebut dengan cara yang salah. Tidak seorang pun daripada hadirin yang berani mejatuhkan hukuman. Raja tidak peduli kepada menteri menterinya, lalu raja berpaling kepada Harut dan Marut dan bertitah; Aku nak dengar dua orang tetamu ini yang menyelesaikan isu ini.

Semua perhatian menteri dan pembesar raja tertumpu ke arah Harut dan Marut, mereka semua menjangka bahawa Harut dan Marut menyebelahi raja. Tidak pernah terlintas pada pemikiran hadirin bahawa kedua dua tetamu adalah dari malaikat, malaikat hanya mengetahui keadilan. Harut dan Marut telah memutuskan hukuman berdasarkan keadilan dan mengembali hak kepada empunya. Mereka bukan sekadar menjatuhkan hukuman, bahkan mereka mengatakan raja yang bersalah dan zalim kerana merampas hak orang lain.

Semua menteri dan pembesar terdiam dan menanti keputusan raja; raja pun bertitah dengan suara yang lantang; beta melantik kamu berdua menjadi hakim di negeri Babylon. Para menteri dan pembesar bertepuk tangan kerana raja tidak murka dan menjatuhkan hukuman mati sebaliknya melantik mereka menjadi hakim. Begitulah akhirnya Harut dan Marut mendapat kerja di Babylon setelah mereka menyerah urusan kerja kepada Allah.

Harut dan Marut di beri rumah yang berdekatan dengan istana raja. Tidak ada lagi ketakutan, kesejukan, kelaparan, dahaga, dan tidak perlu meminta minta makanan dari orang lain. Mereka amat bersyukur kepada Allah SWT yang memberi kerja dan rezeki dengan menunaikan solat, bertabih memuji kebesaran Allah dan menyucikan. Tetapi ada sesuatu yang amat merisaukan, iaitu hati mereka tidak lagi pernah sekhusyuk dan sebersih seperti sebelum ini.

Inilah kehidupan manusia yang lemah, yang mereka hina ketika berada di alam malaikat. Kemudian datang tamu baru dalam kehidupan mereka, yang tidak pernah dirasai sebelum. Rasa letih, mengatuk dan berat mata sehingga tidak dapat buka. Harut segera membuka matanya dan berkata; mati!!! Wahai Marut! Kita akan matiii! Marut menyahut;Kenapa wahai sahabatku? Jawab Harut ; aku letiiih! mata rasa amat berat hingga tak mampu bukaa! Marut menjawab; aku pun rasa sama seperti kamu! Matiilah kita! Kata Harut lagi;aku rasa kita tak mati lagi…tapi benda lain..? mereka menguap aaah! Aaah! Aaah! Dan bercakap dengan suara terputus putus dan akhirnya langsung tidak dengar lagi suara. Tenanglah penafasan mereka, tidurlah Harut dan Marut dengan nyenyak buat pertama kali, kerana sebelum ini mereka malaikat. Malaikat memang tidak tidur.

Bila Harut dan Marut terjaga dari tidur, matahari sudah terbit dan angin pagi bertiup sepoi sepoi bahasa bermulalah hari baru, dan itulah sinaran cahaya matahari pagi yang pertama mereka rasai. Harut dan Marut merasai betapa nikmat dan segarnya tidur dari keletihan. Uuh! Uuh!uuh! segarnya tidur!

Marut berkata; Wahai sahabatku! aku rasa seolah-olah baru diciptakan.

Dengan kesegaran itu Harut dan Marut dapat memulakan kerja sejak awal pagi. Orang ramai mula datang berjumpa Harut dan Marut, dan meminta penyelesaian kes kes dan pertikaian yang berlaku diantara mereka. Harut dan Marut telah menyelesaikan kes kes dan pertikaian dengan adil dan saksama. Orang pun puas hati dengan pengadilan Harut dan Marut. Nama mereka mula dikenali dan semakin mendapat tempat dan akhirnya mereka menjadi hakim yang terkenal dan dihormati di seluruh Babil.

Setiap kali mereka selesai urusan dengan orang ramai, Harut dan Marut tidak lupa menunaikan solat, memuji kebesaran Allah dan menyucikan sentiasa bersyukur kepadaNya.Tidak menjadi halangan kepada Harut dan Marut, sekali kali raja menjemput mereka makan bersama tetapi dengan syarat tidak adan minuman arak.

Masa terus berlalu dengan pantas. Harut dan Marut terus menyelesaikan segala permasalahan orang ramai dengan adil dan saksama. Mereka tidak pernah walau pun sekali melanggar perintah Allah dalam menyelesaikan kes kes orang ramai.

Suatu hari dalam kesibukan mereka menyelesaikan kes orang ramai, tanpa diduga mereka didatang dengan kes baru, kes itu melibat seorang wanita. Apabila wanita duduk di depan Harut dan Marut, mata mereka berdua terpegun wajahnya cantik, jelita dan senyum ceria… Lalu mereka teringat ha! ha! ha! Ya Zahrah. Jantung mereka berdegup degup dan darah panas mengalir keseluruh badan, mereka berdua berasa hairan apa yang berlaku dalam hati mereka, rasa takut! rasa cinta! rasa benci ! berangan angan! Sungguh ajaib hati manusia. Aaah! Alangkah agungnya ciptaan Allah!

Manakala Zahrah sedang menceritakan kes berlaku ke atasnya…Harut dan Marut sedang berada di awan awangan…berkhayal sambil asyik memandang Zahrah ..tanpa mendengar apa yang diceritakan oleh Zahrah…tiba tiba bisikan iman cuba menghalang mereka dari asyik memerhati Zahrah, mereka cuba memaling pandangan ke arah lain.. tetapi tak mampu kerana ada tolakan syahawat yang lebih kuat untuk melihat Zahrah dengan nafsu, seolah olah bara api membara dalam hati mereka berdua. Sehingakan mereka tidak sedar yang Zahrah telah selesai menceritakan kesnya.

Wahai Tuan Hakim; itulah cerita kes saya dan saya mengharapkan tuan hakim berdua dapat memberi keputusan dengan se adilnya. Harut dan Marut tersedar dari awan awangan, lalu Harut segera menjawab; wahai saudari ! kes kamu memerlukan kajian, kamu datanglah besok. Marut mencelah; ya saudariku! Benar seperti yang dikatakan oleh Harut , besok saja kamu datang. Zahrah memerhati Harut dan Marut, lalu mereka berdua berdiri untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Zahrah. Setelah Zahrah pergi dan hilang dari pandangan, Harut dan Marut menyesal dengan tindakan mereka. Dengan penuh kesal Harut berkata; aaah! Kenapa aku tangguh keputusannya sehingga esok hari ! kenapa aku jadi begini! Wahai sahabatku! Aku takut..masuk neraka disebabkan oleh wanita ini!Cepat kita segera bertaubat kepada Allah SWT.

Keesokannya Zahrah segera pergi ke majlis Hakim, menunggu gilirannya untuk berjumpa dengan Hakim. Pada malam itu Harut dan Marut tidak dapat kerehatan yang cukup, tidur mereka berdua terganggu dengan kes Zahrah…Mereka berazam apabila Zahrah datang, mereka tidak akan memandang wajahnya. Tiba giliran Zahrah, dengan senyuman yang manis Zahrah masuk berjumpa Harut dan Marut. Senyuman manis membuatkan Harut terlupa azamnya untuk tidak memandang wajah Zahrah. Begitu juga Marut terlupa taubat untuk mengulangi dosa yang sama,bila Zahrah masuk untuk mendapatkan keputusan kesnya. Setelah lama berbual dengan Zahrah, tanpa disedari mereka pun menjatuhkan hukuman yang tidak adil kepada Zahrah. Selepas hukuman ke atasnya diputuskan , dia pun bangun dan bergegas keluar, mereka berdua serentak bertanya; saudari hendak ke mana? Zahrah menyahut ; saya nak pergi sembah matahari dekat berhala, marilah ikut saya. Harut dan Marut menjawab bersama; apa kami nak buat? Jawab Zahrah; kamu berdua bersembahyang dengan saya. Mereka jawab; kami sekali kali tidak sembah selain dari Allah.

Tetapi Zahrah tak peduli dan terus pergi. Bila Zahrah dah hilang dari pandangan mereka, masing masing menyalah diri sendiri kenapalah mereka bersikap demikian dan teringat janji dan azam yang mereka untuk tidak mengulangi dosa yang samabila berjumpa dengan Zahrah. Lalu Harut berkata; wahai sahabatku! sesungguhnya rahmat Allah amat luas, segeralah kita bertaubat kepada Allah SWT.

Pada malam tersebut Harut dan Marut tertidur sehingga ke pagi tanpa solat, istighfar dan bertaubat kepada Allah. Bila Hari siang, mereka berdua pergi ke rumah Zahrah dan tidak pergi ke majlis Hakim. Setelah sampai di rumah Zahrah, mereka terus mengetuk pintu dengan senyuman manis dia membuka pintu dan mempelawa mereka masuk, dan dipelawa duduk di ruang tamu. Zahrah terus ke dapur mengambil minuman untuk kedua dua tamunya. Zahrah menyediakan minuman arak dan menjemput Harut dan Marut minum. Harut dan Marut tidak minum arak yang dihidang Zahrah. Zahrah merajuk dan marah , bila melihat mereka tidak minum hidangannya. Harut dan Marut memujuk janganlah marah! Marilah kita berdamai. Saya boleh berdamai dan tak marah dengan syarat kamu berdua minum hidangan saya, oleh kerana tidak mahu mengecilkan hati Zahrah mereka berdua pun minum arak.

Mereka pun mabuk, tiba tba ada seorang tetamu datang Zahrah, tetamu nampak Harut dan Marut di dalam rumah Zahrah, Harut dan Marut menjadi gelisah, terlintas dalam benak mereka berdua; Habis! Habis! Habislah! Kami jika tamu ini mendedah rahsia kami.Tanpa disedari dan pengaruh arak , mereka berdua bangun mencekik tamu sehingga mati, kasihan! Apakah dosa tamu itu, melainkan dia nampak mereka berdua di rumah Zahrah.

Setelah habis kesan pengaruh arak, mereka pun sedar apa yang telah mereka lakukan dan rasa amat menyesal, amat sedih sehingga mereka berdua berusaha untuk terbang ke langit tetapi tidak mampu kerana dosa yang mereka lakukan terlalu besar dan berat.Kemudian Harut dan Marut terdengar seruan dari langit; kamu berdua pilih samada kamu di azab di dunia atau di akhirat! Harut dan Marut memilih azab di dunia, lalu mereka berdua terus diazab sehingga Hari Kiamat.

Rujukan : Cerita cerita dalam al Quran Tafsir Ibnu Kathir
Demikian kisah malaikat harut dan marut, kisah ini saya ambil dari http://ustmuhammad.wordpress.com/2009/02/24/kisah-harut-marut-bahagian-akhir/
Semoga bermanfaat.

Selasa, 11 Juni 2013

Kisah Malaikat Harut Dan Marut

harut-marut

Kisah malaikat Harut da Marut adalah sebuah kisah 2 orang malaikat yang dijadikan Manusia oleh Allah subhanahu wata'ala,guna menjawab pertanyaan para Malaikat, kenapa Allah menciptakan manusia sedang mereka sering membuat kerusakan. Malaikat harut dan marut, dimana seperti yang kita ketahui malaikat memiliki sifat untuk selalu taat kepada Allah dihadapkan pada kehidupan dunia, dan dorongan hawa nafsu yang mereka tidak pernah rasakan sebelumnya, harus berjuang mempertahankan iman mereka. Kisah malaikat Harut da Marut sedikit berbahasa melayu, karna saya sumbernya dari blog saudara muslim di negeri Jiran. Semoga cerita ini memberi pelajaran untuk kita, selamat membaca.

Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَإِذْقَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَئِكَةِ اِنِّى جَاعِلٌ فِىْ الاَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّى أَعْلَمُ مَا لاَتَعْلَمُوْنَ {البقرة: 30.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:’Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi . Mereka bekata:’Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui " (QS.Al-Baqarah: 30).

Allah telah mengajarkan Adam nama nama benda seluruhnya, menempatkan Adam di dalam syurga, mencipta Hawa sebagai isteri kepada Adam sehinggalah Adam mengengkari perintah Allah dengan memakan buah dari pohon khuld dan akhirnya Adam di keluarkan dari syurga dan di campak ke dunia. Bermula kehidupan Adam dan Hawa di dunia. Lahir zuriat/keturunan Adam di dunia dan akhir berlaku pembunuhan pertama Qabil ke atas Habil. Selepas itu zuriat anak Adam terus berkembang dan bertambah ramai di dunia. Akhirnya dunia penuh dengan dosa dosa keturunan Adam.

Mereka lupa tugas mereka sebagai khalifah Allah di bumi. Mereka membuat berhala lalu mereka menyembah berhala tersebut. Begitulah berlalu kehidupan manusia yang penuh kelalaian, penuh kemaksiatan, mencuri, merampas hak sesama mereka dan membunuh antara satu sama lain dan dunia diselubungi kezaliman. Kesemua ini dicatit oleh malaikat sehingga buku catitan mereka menjadi gelap hitam gelemat, lalu malaikat pun berkata beginikah keadaan khalifah Allah di bumi?kenapa Allah memilih mereka menjadi khalifah sedangkan mereka mengengkariNya?

Lalu Allah berfirman kepada para malaikat “jika sekiranya Aku menjadikan kamu semua seperti manusia nescaya kamu juga akan melakukan seperti apa yang telah berlaku dikalangan manusia”

Malaikat menjawab; wahai Tuhan! Maha Suci Engkau kami sekali kali tidak akan mengengkari Kamu. Maka Allah berfirman lagi;pilihlah dua malaikat dari kalangan kamu. Lalu para malaikat memilih Harut dan Marut kerana mereka berdua adalah yang paling terbaik beribadat kepada Allah dari kalangan malaikat. Firman Allah ” dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil iaitu Harut dan Marut” al Baqarah:102 .

Babil atau dikenali dengan Babylon di Iraq. Babylon ketika penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita wanita cantik dan jelita berada di mana mana saja, arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.

Di sana sini terdapat kelompok manusia berpesta mengelilingi wanita cantik yang sedang menyayi dan menari dalam separuh bogel. Ada sebahagian mencuri barang barang orang, kerana mereka lalai dan leka melihat wanita menyayi dan menari.

Kesemua hal keadaan ini dilihat dan didengari oleh Harut dan Marut, setelah Allah SWT menukar mereka menjadi manusia dan mencampak mereka berdua di Babil. Harut dan Marut berada di Bandar Babil, mereka berdua sentiasa memelihara kecantikan dan keputihan malaikat, sesiapa saja akan tertarik dan tergoda dengan kecantikan mereka berdua.

Setelah lama berjalan jalan di kota Babil mereka berdua merasa letih. Harut pun berkata; aku terasa sesuatu di dalam dadaku, begitu juga di kepalaku seolah olah badanku berat seperti bukit sehingga kakiku tidak mampu memikulnya. Marut menyahut kata kata Harut; aku berasa seperti yang kamu rasa tetapi perutku amat terasa sakit. Harut menjawab; itu bunyi perut yang lapar, wahai saudaraku! Sesungguhnya kita telah jadi seperti manusia, ketika kita malaikat tidak pernah merasa lapar dan dahaga bahkan kita sentiasa bertasbih dan menyucikan Allah. Lalu Harut mendonggak ke langgit berdoa kepada Allah supaya Allah memberi mereka makanan. Tiba tiba mereka tercium aroma daging bakar yang memenuhi rongga hidung mereka berdua.Mereka berdua segera pergi mencari ke arah aroma daging bakar, akhirnya mereka sampai ke majlis keramaian. Mereka dapati ramai manusia sedang berjamu selera dalam majlis tersebut.

Mereka terus masuk ke dalam majlis itu, tetapi rasa mulia yang ada dalam diri mereka berdua menjadi penghalang dari mereka meminta makanan dari tuan majlis. Bagaimana mereka menyembunyi bunyi perut yang lapar dari terus berbunyi?Lalu mereka berdua pergi duduk dekat dengan tuan majlis itu. Mereka melihat orang ramai makan dengan sayu. Orang ramai juga memerhatit Harut dan Marut, kemudian tuan majlis merasa kasihan lalu menjemput mereka makan. Mereka makan bersama orang ramai sehingga kenyang dan perut mereka tidak lagi berbunyi.

Selesai makan, mereka pun memerhati semua orang ramai yang sedang makan, mereka memerhati seluruh tempat di dalam majlis itu. Akhirnya mata mereka berdua terpaku melihat kecantikan dan kejelitaan seorang wanita, wajahnya cantik bak bulan purnama. Itulah Zahrah ratu cantik di Babil. Harut dan Marut tersedar dari lamunan, dan rasa bersalah kerana telah melakukan dosa. Harut dan Marut pun segera beristighfar dan bertaubat dari dosa tersebut. Rasa terlalu malu atas dosa tersebut hampir hampir membunuh mereka berdua. Penyesalan jelas terpancar dari riak muka mereka.

Tetapi setelah perasaan penyesalan berlalu, syahawat datang kembali sekali lagi mereka memandang Zahrah dengan asyik sekali, sehinggalah suara iman dalam hati mereka memberontak dan berkata ini nafsu dan bujukan syaitan. Suara iman mengatasi syahawat mereka segera beristighfar kepada Allah SWT. Mereka memikirkan bagaimana hendak mengatasi masalah itu?

Akhirnya mereka dapat jalan penyelesaian.Hanya itu saja jalan penyelesaian bagi mereka iaitu bersegera meninggalkan majlis . Harut dan Marut sepakat, mereka mestilah segera meninggal majlis dan bertaubat kepada Allah. Lalu mereka terus melangkah keluar dari majlis, setelah agak jauh meninggal majlis tersebut, perasaan syahawat mereka meronta ronta untuk melihat Zahrah, mereka serentak berpaling untuk kembali kepada Zahrah, tetapi sekali bisikan iman mereka mengatasi bujukan syahawat dan mereka meneruskan perjalanan, lari jauh meninggal majlis itu.

Dalam perjalanan itu Harut dan Marut tidak bercakap terus membisu, sambil itu kedua dua tertanya tanya apakah yang telah mereka lakukan sanggup mengengkari perintah Allah dengan melihat kepada perkara yang diharamkan ke atas mereka.

Harut pun berkata kepada Marut; nafsu manusia buruk dan keji mendorang kita melakukan maksiat kepada Allah. Alangkah keji nafsu manusia!

Marut menjawab; mungkin perasaan engkau sama seperti apa yang aku rasai sekarang! Ya aku takut tempat kembali kita adalah neraka, yang menjadi tempat balasan orang orang durhaka kepada Allah Harut menjawab; tidak! Tidak! Jangan takut kita mesti berusaha mengalah syahawat dan memaksa nafsu agar mengikut bisikan iman.Kita mesti terus beristighfar dan bertaubat kepada Allah dan mesti meninggal terus tempat maksiat dan pergi ke tempat jauh dari manusia dan tidak ada maksiat.

Setelah senja matahari pun terbenam mereka masih meneruskan dan berhenti dengan kaki bukit, masih ada lagi cahaya kemerahan di kaki langit, beransur ansur bertukar menjadi gelap, kelipan kelipan cahaya bintang jauh di langit. Harut dan Marut khusyuk menunaikan solat dan bertasbih kepada Allah sambil memohon taubat ke atas dosa yang telah mereka lakukan Keadaan malam terus gelap gulita, semua makhluk di dunia sedang nyenyak tidur. Manakala Harut dan Marut terus menerus bersolat, tiba tiba mereka terdengar tiupan angin yang mendayu dayu lalu terbit suara yang kuat, seolah olah suara perempuan meraung kehilangan anaknya dan timbul perasaan takut menyelubungi mereka berdua, tambah lagi dengana kedinginan malam yang menggigilkan tubuh badan mereka. Mereka amat ketakutan dan kesejukan, lalu mengambil keputusan untuk kembali ke bandar untuk menghilangkan rasa kesejukan dan ketakutan.

Setelah sampai di bandar, Harut berkata: dah kembali balik!!! Tanya Marut apa yang kembali balik? Harut menjawab; rasa kelaparan yang menyakitkan perut ku. Kata Marut; Kita dah jadi hamba kepada perut, celakalah perut ini yang tidak pernah kenyang! Harut; kita perlu mencari makanan. Marut; jika kita dapat makanan dan kenyang, adakah kita tak lapar lagi?Kita mesti bekerja untuk membeli makanan. Kerja apa yang kita boleh buat? Serah urusan kepada Allah, kita akan dapat kerja dan Insya Allah akan memberi rezeki harta cukup kepada kita.

Bersambung......
Sumber Kisah Malaikat Harut Dan Marut http://ustmuhammad.wordpress.com/2009/01/06/kisah-harut-dan-marut/

Minggu, 26 Mei 2013

Satu Tamparan Untuk 3 Pertanyaan

Tamparan

Salam alaikum Sobat Ruang,Alahmdulillah pada kesempatan ini saya ingin share sebuah kisah yang mungkin sudah cukup terkenal, Satu Tamparan Untuk 3 Pertanyaan adalah judul postingan ini, sebenarnya judul asli dari kisah ini adalah tiga pertanyaan dengan satu jawaban. Cerita cukup unik dan menarik, lumayan menghibur dan menambah wawasan iman kita, Ok ini dia semoga bermanfaat.

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda : "Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan saya?"
Kyai : "Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda."
Pemuda : "Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya."
Kyai : "Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya."
Pemuda : "Saya punya 3 buah pertanyaan"

1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya

2. Apakah yang dinamakan takdir ?

3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syetan Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.

Pemuda (sambil menahan sakit) : "Kenapa anda marah kepada saya?"
Kyai : "Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya."
Pemuda : "Saya sungguh-sungguh tidak mengerti."
Kyai : "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda : "Tentu saja saya merasakan sakit !"
Kyai : "Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?"
Pemuda : "Ya."
Kyai : "Tunjukan pada saya wujud sakit itu !"
Pemuda : "Saya tidak bisa."
Kyai : "Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya."
Kyai : "Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?"
Pemuda : "Tidak."
Kyai : "Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?"
Pemuda : "Tidak."
Kyai : "Itulah yang dinamakan Takdir."
Kyai : "Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?"
Pemuda : "kulit."
Kyai : "Terbuat dari apa pipi anda?"
Pemuda : “kulit.”
Kyai : "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda : "sakit."
Kyai : "Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan."

Kerren emang pak Kyai, demikian sebuah kisah Satu Tamparan Untuk 3 Pertanyaan semoga bermanfaat, wassalamulaikum

Jumat, 26 April 2013

Sahabat Rasulullah Yang Dimandikan Oleh Malaikat

Sahabat-Nabi-dimandikan-malaikat

Siapakah Sahabat Rasulullah Yang Dimandikan Oleh Malaikat? Memang jika kita membicarakan tentang pergorbanan para sahabat untuk islam dan Rasulullah, sudah tidak diragukan lagi. Mereka sanggup berkorban apa saja tak terkecuali nyawa. Salah satunya adalah seorang sahabat yang bernama Hanzalah yang pergi menyertai peperangan bersama Rasulullah SAW walaupun dirinya baru saja melakukan pernikahan.

Perkawinan Hanzalah bin Abu Amir dengan sepupunya, Jamilah binti Ubay sudah siap diatur. B, hari ertepatan dengan hari berlangsungnya acara pernikahan Hanzalah bertepatan dengan hari peperangan tentera Islam melawan musuh di Bukit Uhud.

Hanzalah bin Abu Amir mendekati Rasulullah s.a.w., dan berkata
“Saya akan menangguhkan acara pernikahan saya malam nanti ya Rasulullah.”
Pada saat itu, Nabi Muhammad s.a.w. dan sahabat-sahabat yang lain di kota Madinah sedang sibuk mempersiapkan untuk berperang.
“Tidak apa-apa, teruskan saja acara pernikahan ini,” kata Rasulullah s.a.w..
“Tetapi saya sungguh ingin ikut berperang bersamamu wahai Rasulullah, ” Hanzalah bersikeras.
Rasulullah s.a.w. memerintahkan supaya Hanzalah tetap meneruskan acara pernikahannya dan menyusul tentara Islam di Bukit Uhud pada keesokan harinya.

Akhirnya Hanzalah mengikuti perintah rasulullah untuk tetap melaksanakan acara pernikahannya tersebut, dan menyusul tetntara islam keesokan harinya. Pada malam Jumat yang hening, acara pernikahan antara Hanzalah bin Abu Amir dan Jamilah binti Ubay dilangsungkan secara sederhana. Suasana yang hening dan sunyi menyelimuti kota Madinah hingga hingga pagi gai.

Kota Madinah tiba-tiba dikejutkan dengan tabuhan gendang yang bertubi-tubi. Tabuhan gendang tersebut sontak mengejutkan para tetntara islam.
“Bersegeralah! Kita bersegera perangi musuh Allah.”
“Berkumpul segera! Keluarlah! Rebutlah syurga Allah!”
“Perang akan akan segera dimulai!”

Pukulan gendang dan seruan jihad itu mengejutkan pasangan pengantin yang baru sahaja dinikahkan. Hanzalah bangun dari tempat tidurnya, “Saya harus menyertai mereka.” kata Hanzalah kepada istrinya.
“Bukankah malam ini malam perkahwinan kita dan Nabi Muhammad mengizinkan kanda berangkat besok?” kata isterinya.
Hanzalah menjawab tegas, “Saya bukanlah orang yang suka memberi alasan bagi merebut syurga Allah.”

Jamilah terdiam dan hanya mampu memerhatikan suaminya bersiap memakai pakaian perang dan menyelipkan pedang ke pinggangnya. Hanzalah menoleh ke arah isterinya, “Janganlah bersedih, doakan saja kepergian saya saya semoga kami memperolah kemenangan.”
Suami isteri itu berpelukan dan bersalaman. Berat hati Jamilah melepaskan lelaki yang baru sahaja menjadi suaminya ke medan perang. Namun, Jamilah menguatkan hatinya dan merelakan kepergian suaminya. “Saya mendoakan kanda memperoleh kemenangan.” doa Jamilah sambil menangis.

Hanzalah melompat ke atas kudanya dan terus memacu kudanya tanpa menoleh sedikitpun ke belakang. Akhirnya, dia  bergabung dengan tentera Islam yang tiba lebih awal daripadanya.
Di medan perang, jumlah tentera musuh adalah tiga ribu orang dengan persenjataan lengkap, sedangkan jumlah tentera Islam hanyalah seribu orang. Perbedaan itu tidak membuat gentar tentera Islam termasuklah Hanzalah. Dia menghunus pedangnya menebas leher-leher musuh yang menghampiri dan saat itu dia berhadapan dengan Abu Sufyan, panglima tentara Quraisy pada waktu itu. Hanzalah menerkam Abu Sufyan seperti seekor singa lapar. Terjadilah pertarungan sengit antara Hanzalah dan Abu Sofyan, akhirnya Abu Sufyan sungkur ke tanah. Tatkala Hanzalah mengangkat pedang mau menebas leher Abu Sufyan, dengan sekuat tenaga panglima tentera Quraisy itu menjerit meminta tolong kepada tentara Quraisy. Tentera-tentera Quraisy menyerbu Hanzalah dan Hanzalah tewas, rebah ke bumi.

Setelah perang selesai, tentara Islam yang cidera diberikan perawatan. Setelah Mayat-mayat diidentifikasi berjumlah tujuh puluh orang. Nabi juga mengalami cidera dalam peperangan ini, beliau mengatakan sesuatu yang mengaketkan para sahabat, “Saya melihat para malaikat memandikan mayat Hanzalah dengan air dari awan yang diisikan ke dalam bekas perak.”
Abu Said Saidi, saat itu sedang berada dekat dengan Nabi Muhammad, bergegas mencari jenazah Hanzalah.
 “Benar kata-kata Nabi Muhammad. Rambutnya masih basah bekas dimandikan!” Abu Said Saidi juga melihat ketenangan pada wajah Hanzalah walaupun beliau cedera parah di seluruh badannya. Rambutnya basah dan tetesan air masih mengalir di ujung rambutnya padahal ketika itu matahari sedang terik menyengat.

Demikianlah Kisah Sahabat Rasulullah Yang Dimandikan Oleh Malaikat, semoga kita bisa mencontoh semangat para sahabat dalam membela ajaran islam dalam kehidupan kita sehari-hari kita. Sekian Wassalamualaikum.

Senin, 22 April 2013

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup-Sederhana

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

"Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb.
Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

"Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja."

Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik.”
Ibu menjawab: "Mengapa?"
Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."

"”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah."

 Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."
Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."

"Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja."

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."
Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."
Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."

"Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat."

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."
Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."
Beberapa hari kemudian katak sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

"Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja."

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit."

"Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja."

Sumber :https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=454450094637441&id=244560172293102

Demikian, semoga ada manfaat yang bisa diambil, memang hidup tidak sesederhana ini, tapi mari kita bikin lebih sederhana dengan berserah diri kepada Allah, tetap jaka kesadaran bahwa semua milik Allah, jadi kita tidak akan pernah merasa dirugikan, karna pada dasarnya kita tidak pernah memiliki apa-apa. Hidup Itu sederhana, Sesederahana ini.

Wassalamualaikum....

Jumat, 12 April 2013

Kesetiaan itu?


Kesetiaan itu? >> Sifat setia adalah sifat langka yang tidak dimiliki oleh sembarang orang. Beruntunglah Suami yang memiliki istri setia, dan beruntunglah istri yang memiliki suami setia, beruntunglah mereka yang bersahabt dengan orang-orang SETIA.

Berikut adalah sebuah cerita tentang kesetiaan seorang istri, ditengah permasalahan ekonomi yang menerpa keluarga mereka, selamat membaca, semoga kita termasuk kedalam barisan orang pemilik sifat setia, dan beruntung berteman, dan berkeluarga dengan orang-orang yang setia juga. aamiin.....

Berikut adalah kisahnya :


ISTERI : Mas ga sedih kan kita kembali hidup miskin seperti sekarang ini?

SUAMI : Ya ga lah.

ISTERI : Mas ga marah lagi sama Allah kan?

SUAMI : Ya percuma aja Mas marah sama Allah, Ga ada yang bisa melawan kuasa-Nya, kecuali kehendak-Nya sendiri.

ISTERI : Terima kasih ya Mas (sambil tertunduk).

SUAMI : Terima kasih untuk apa?

ISTERI : Terima kasih untuk membawa aku tamasya, dalam petualangan yang seru. sempat menikmati rezeki Allah dengan limpahan rahmat-Nya kepada keluarga kita Mas.

SUAMI : Adik nyindir Mas, atau marah sama Mas?

ISTERI : Adik serius Mas, semua yang kita alami selama berumah tangga ini, pahit dan manisnya, adik anggap ini cara Allah memperkenalkan diri-Nya kepada kita.

SUAMI : Apa yang sudah adik kenali dari Allah?

ISTERI : Bahwa Allah itu Maha Kuasa, ga mungkin melawan takdir-Nya, bahwa Allah Maha Berkendak, maka Allah angkat dan jatuhkan kita atas keinginan-Nya.

SUAMI : Apa Allah sedang menjatuhkan kita sekarang?

ISTERI : Apakah bisa dibilang Allahs edang menjatuhkan kita, jika kita diperintahkan mencium tanah untuk bersujud kepada-Nya?
Apakah puncak shalat itu ketika sedang berdiri Mas?

SUAMI : Ya menurut Mas begitu.

ISTERI : Tapi jika ketika kita sedang tidak mampu, kita bisa menggantikan puncak tersebut dengan duduk, atau berbaring sejajar dengan tanah, bukan itu yang tertinggi Mas.

SUAMI : Terus di mana?

ISTERI : Justru ketika kita sedang tersungkur bersujud mencium bumi, itulah puncak tertinggi shalat kita Mas. Ketika manusia merendahkan segala kesombongannya dan harus mencium bumi Allah.

SUAMI : Subhanallah!

ISTERI : Kita sekarang berada di puncak kehidupan kita Mas, kemiskinan kita adalah puncak terindah dari kehidupan yang kita alami.

SUAMI : Tapi terasa pahit.

ISTERI : Sepahit lidah syuhada yang pucat, menatap kilatan tebasan pedang yang memenggal lehernya.

SUAMI : Inilah nasib Mas yang terindah dan Mas tidak ingin memberikannnya pada siapapun. Sekarang Mas ikhlas, ikhlas. (sambil tertawa lirih berlinang air mata)

ISTERI : Sabar ya Mas, adik akan terus berada di sini di samping Mas. InsyaAllah, selama Mas tetap dalam syariat-Nya...

SUAMI : Iya dik, makasih udah nemenin Mas selama ini.

Lalu isteri berdoa dalam hati:

"Ya Allah izinkan hamba tetap mendampinginya dalam kondisi apapun keadaanya. Aamiin..."


Kesetiaan itu?
judul asli ARTI KESETIAAN, dikutip dari twitter: @kutipanhikmah

Sabtu, 09 Maret 2013

Kisah Mayat Berubah Menjadi Babi Hutan

Kisah-Mayat-Menjadi-Babi-Hutan
Salam alaikum Sobat Ruang, Kisah Mayat Berubah Menjadi Babi Hutan mungkin adalah kisah terkenal yang sering kita dengar, tapi semoga dengan saya share kembali di sini bisa mengingatkan kita, akan pelajaran berharga yang terdapat dalam Kisah Mayat Berubah Menjadi Babi Hutan ini.

Berikut kisahnya,

Ketika suatu waktu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasalam sedang duduk bersama para sahabat, datanglah seorang Anak kecil sambil menangis.
"Mengapa engkau menangis wahai anakku?" tanya Rasulullah.

"Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melayat. Aku tidak mempunyai kain kafan, siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya?" Tanya anak itu.
Segeralah Rasulullah memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah bapak anak tersebut. Betapa terkejutnya Abu Bakar dan Umar, mayat tersebut berubah menjadi seekor babi hutan. Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasalam terntang kejadian itu.

Maka datanglah sendiri Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasalam ke rumah anak itu. Didoakan kepada Allah sehingga babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Nabi menyolatkannya dan meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa herannya para sahabat, ketika jenazah itu akan dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan.

Melihat kejadian itu, Rasulullah menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama hidupnya.

"Ayahku tidak pernah mengerjakan solat selama hidupnya," jawab anak itu. Kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, "Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah akibatnya bila orang meninggalkan solat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat.

Kisah Mayat Berubah menjadi babi Hutan, sumber myberita.com

Senin, 04 Maret 2013

Bidadari Syurga Buat Sayyidina Umar

Bidadari-Syurga

Bidadari Dari Syurga Buat Saidina Umar  | Siapa yang tidak kenal dengan watak Khalifah Umar Al-Khattab yang begitu tegas dalam kepemimpinannya.

Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasalam pernah suatu waktu menceritakan tentang seorang bidadari di syurga. Bidadari tersebut telah diciptakan Allah Subhanahuwata'ala khusus buat Saidina Umar Radhiyallahu'anhu.
Umar Radhiyallahu'anhu adalah salah satu dari sahabat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasalam yang semenjak Ia memeluk islam, kaum muslimin seakan memperoleh suatu kekuatan yang sangat besar.

Sejak itulah para sahabat berani solat dan tawaf di ka'bah secara terang-terangan. Umar adalah seorang yang warak, ia sangat total dalam mengamalkan ajaran-ajaran Islam. Umar mempelajari surah Al-Baqoroh selama 10 tahun, ia kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Wahai Rasulullah SAW apakah kehidupanku telah mencerminkan surah Al-Baqoroh, apabila belum maka aku tidak akan melanjutkan ke surah berikutnya".
Rasulullah SAW menjawab, "Sudah…"!. Umar mengamalkan agama sesuai dengan kehendak Allah SWT. Karena kesungguhannya inilah, maka banyak ayat di Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT berdasarkan kehendak yang ada pada hatinya Umar, seperti mengenai pengharaman arak, ayat mengenai hijab, dan beberapa ayat Al-Qur’an lainnya.
Rasulullah SAW seringkali menceritakan kepada para sahabatnya mengenai perjalannya mi'raj menghadap Allah SWT. Beliau SAW sering pula menceritakan bagaimana keadaan syurga yang dijanjikan Allah SWT kepada sahabat-sahabatnya.
Suatu hari ketika Rasulullah SAW dimi'rajkan menghadap Allah SWT malaikat Jibril AS memperlihatkan kepada Beliau SAW taman-taman syurga. Rasulullah SAW melihat ada sekumpulan bidadari yang sedang bercengkerama. Ada seorang bidadari yang begitu berbeda dari yang lainnya.
Bidadari itu menyendiri dan tampak sangat pemalu. Rasulullah SAW bertanya kepada Jibril AS, "Wahai Jibril AS, bidadari siapakah itu?".

Malaikat Jibril AS menjawab, "Bidadari itu adalah diperuntukkan bagi sahabatmu Umar r.a.", Pernah suatu hari ia membayangkan tentang syurga yang engkau ceritakan keindahannya. Ia menginginkan untuknya seorang bidadari yang berbeda dari bidadari yang lainnya. Bidadari yang diinginkannya itu berkulit hitam manis, dahinya tinggi, bahagian atas matanya berwarna merah, dan bagian bawah matanya berwarna biru serta memiliki sifat yang sangat pemalu. Karana sahabatmu itu selalu memenuhi kehendak Allah SWT maka saat itu juga Allah SWT menjadikan seorang bidadari untuknya sesuai dengan apa yang dikehendaki hatinya".


Bidadari syurga buat sayyidina Umar, sumber : myberita.com, gambar ilustras : google

Selasa, 19 Februari 2013

Kisah Romantis


Kisah-Romantis

KISAH ROMANTIS >> Ada rahasia terdalam di hati 'Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn 'Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka'bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

'Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

"Allah mengujiku rupanya", begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti 'Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara 'Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar; 'Utsman, 'Abdurrahman ibn 'Auf, Thalhah, Zubair, Sa'd ibn Abi Waqqash, Mush'ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti 'Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, 'Abdullah ibn Mas'ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan 'Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

'Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. "Inilah persaudaraan dan cinta", gumam 'Ali.

"Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku."

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

'Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. 'Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah 'Ali dan Abu Bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya 'Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, 'Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, "Aku datang bersama Abu Bakar dan 'Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan 'Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan 'Umar.."

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana 'Umar melakukannya. 'Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

'Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka'bah. "Wahai Quraisy", katanya. "Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang 'Umar di balik bukit ini!" 'Umar adalah lelaki pemberani. 'Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. 'Umar jauh lebih layak. Dan 'Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.
Yang ini pengorbanan.

Maka 'Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran 'Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti 'Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi'kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya 'Abdurrahman ibn 'Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa'd ibn Mu'adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn 'Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

"Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?", kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. "Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. "

"Aku?", tanyanya tak yakin.

"Ya. Engkau wahai saudaraku!"

"Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?"

"Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!"

'Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

"Engkau pemuda sejati wahai 'Ali!", begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, "Ahlan wa sahlan!" Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

"Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?"

"Entahlah.."

"Apa maksudmu?"

"Menurut kalian apakah 'Ahlan wa Sahlan' berarti sebuah jawaban!"

"Dasar tolol! Tolol!", kata mereka,

"Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !"

Dan 'Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, 'Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

'Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, "Laa fatan illa 'Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!" Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti 'Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada 'Ali, "Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda"

'Ali terkejut dan berkata, "kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?"

Sambil tersenyum Fathimah berkata, "Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu" ini merupakan sisi ROMANTIS dari hubungan mereka berdua.

Kemudian Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut."

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:

"Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak." (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4).


Kisah Romantis ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul "Mencintai sejantan 'Ali"

Sabtu, 09 Februari 2013

Meninggal Dalam Satu Tarikan Nafas


Salam alaikum sobat Ruang
Meninggal dalam satu tarikan nafas, merupakan judul postingan yang akan saya angkat pada kesempatan kali ini. Ini merupakan kisah nyata yang diceritakan oleh seseorang, tentang akhir yang baik, ketika seseorang meninggal hanya dalam satu tarikan nafas setelah membaca sahadat. Sebenarnya tulisan ini adalah komentar dari seseorang dengan id "shinta" pada sebuah diskusi yang mempermasalahkan tentang suatu ajaran dalam islam. Semoga ada hal baik yang bisa menjadi pembelajaran untuk kita dari kisah berikut.

Berikut adalah kisahnya.

Ini adalah sebuah cerita nyata, yang saya dengar dari suami saudara sepupu saya. Ketika kakeknya hendak wafat, kakeknya mengumpulkan keluarganya pd jam 23, alhamdulillah pada saat itu ada suami saudara sepupu saya di situ yang ikut menyaksikan.
Kakek dari suami sepupu saya itu berkata:
Jam 23 kakek bilang, "Nanti mau ada tamu datang menjemput saya. Saya harap keluarga jangan sedih…jangan ada yang nangis, karena nanti jam 24 saya mau pulang." Lalu si kakek memberikan wejangan-wejangan kepada keluarganya.

Mendekati jam 24 si kakek berkata, "Itu tamunya sudah datang. Ayo ucapkan assalamu'alaikum."
Pd saat itu keluarga suami dr sepupu saya bingung, dan karena ayah dan kakek mereka yg meminta mengucapkan assalamu'alaikum, maka mereka yg kumpul di dekat si kakek memenuhi permintaannya untuk mengucapkan assalamu'alaikum pd tamu yg tidak mereka lihat.
Kemudian si kakek berkata, "Sudah saatnya saya pulang. Asyhadu 'ala ilaa ha ilallaah wa asyhadu anna Muhammad darosulullaah."
Suami dari sepupu saya mengatakan, si kakek mengucapkan syahadat dengan fasih tanpa ditartil, dan meninggal hanya dengan satu tarikan nafas saja.
Subhanallah….benar-benar wafat yang sangat mudah….semoga kita semua di sini bisa wafat seperti beliau.

Lalu saya tanyakan, apa amal shaleh si kakek…koq bisa meninggal dengan mudah dan indah seperti itu.
Suami dari saudara sepupu saya menjawab, bahwa kakeknya orang yang sangat pendiam, namun sangat baik kepada sesama muslim. Tidak senang mempersoalkan hal-hal yang furu', tidak senang berdebat, senang membantu sesama muslim, dsb…intinya akhlaknya sangat baik.

Lalu saya tanyakan, apakah kakeknya tahlilan dan MAULIDAN juga seperti muslim kebanyakan?
Dan dijawab iya oleh suami dari saudara sepupu saya tersebut.

Dari situ saya memahami….bahwa Allah Swt tidak mempersoalkan hal-hal semacam itu, karena Allah SWT sangat bijaksana….karena Allah memiliki sifat yg MAHA…MAHA Bijaksana.

Justru kitalah umat Islam yang sering mempersulit diri kita sendiri…perang otot hanya karena masalah furu' yg justru akan mengantarkan kita pada kebinasaan. Karena di dalam hadist jelas dikatakan, tidak beriman orang yang tidak mencintai saudaranya sesama muslim.

Jadi bagi siapa saja, mau salaman setelah shalat atau pun tidak…mau tahlilan atau pun tidak, mau maulid Nabi Saw atau pun tidak….itu tidak masalah. Yang penting kita saling hormat menghormati, dan saling sayang-menyayangi antar umat Islam. Kita bersatu, dan berdamai dalam perbedaan penafsiran.

Jadi di sini saya juga menghimbau kepada seluruh saudaraku di sini, untuk bersatu apa pun madzhabnya. Dan jangan sebut diri kita dg sebutan2 yang kita sendiri tidak layak menyandangnya, misal "Saya Salafi, Saya Suni, atau Saya Syi’ah…" Karena jelas di dalam al-Qur’an Allah melarang kita menyebut diri kita dengan sebutan2 yg belum tentu Allah menyematkannya pada diri kita.

Lebih baik kita merendah saja….karena kita ini memang hamba yg dhoif…

shinta : diskusi masalah bid'ah

Sekian, semoga bermanfaat
wassalamualaikum

Kamis, 10 Januari 2013

Keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq

Keutamaan-Abu-Bakar

Assalamualaikum Sobat Ruang...

Pada kesempatan berbahagia ini saya ingin berbagi tentang Keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sebelumnya saya juga pernah berbagi kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan Seorang Ulama Yahudi, Abu Bakar Vs Ulama Yahudi, jika belum baca, silahkan dibaca dulu.

Suatu Hari Nabi Shallallahu'alaihi Wasalam berdiri menghitung-hitung keutamaan ABU BAKAR Ash Shiddiq RadhiYallahu'anhu, Kemudian berkata :

" Tidaklah seseorang memiliki tangan di sisi kami melainkan kami telah memberikan Mukafa'ah (Balasan) kepadanya kecuali Abu Bakar. Dia mempunyai tangan di sisi Kami kemudian Allah memberinya balasan di hari Kiamat. Tidak ada harta yang memberikan manfaat kepadaku lebih daripada apa yang diberikan oleh Abu Bakar. " ( Lihat Kitab Sunan Tarmidzi (3594) )

Imam Ali Radhiyallahu'anhu Apabila berada di dalam majlis selalu membicarakan keutamaan dan kebaikan. Jika di sebut nama Abu Bakar Ash-Shiddiq, maka beliau berkata, " Orang yang selalu terdepan dalam kebaikan akan dikenang ". Kemudian beliau Mengeraskan suaranya, " Demi Zat yang diriku dalam genggaman-NYA, tidaklah kami berlomba menuju kebaikan melainkan Abu Bakar selalu mendahului Kami." (Lihat Kitab Majma' Az-Zawaid ( jilid 9, halaman 49))

Suatu Saat Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu'anhu terlihat oleh Nabi Shallallahu'alaihi Wasalam, lalu Beliau berkata, " Inilah dua orang pemimpin ahli Syurga dari generasi pertama dan terakhir, kecuali para Nabi dan Rasul."

Kemudian Beliau berkata, " Wahai Ali, jangan kamu beritahukan kepada mereka berdua. " (Lihat Kitab Sunan Tarmidzi (no. hadits 3598))

Suatu hari Abu Bakar bersama Abu Darda' keluar untuk suatu urusan. Saat itu Rasulullah melihatnya sedang berjalan di depan Abu Bakar, Maka Nabi Shallallahu'alaihi Wasalam menegurnya. " Wahai Abu Darda'! Engkau berjalan didepan orang yang paling utama setelah para Nabi," Abu Darda' merasa malu, maka ia menundukkan kepalanya lalu menangis menyesali perbuatannya. Setelah itu ia tidak pernah lagi dilihat berjalan di depan Abu Bakar. ( Lihat Kitab Majma' Az-Zawaid (Hal. 46-47))

Umar Berkata, " Demi Allah, satu malamnya Abu Bakar, lebih baik dari satu malamnya keluarga Umar. " ( Lihat ibnu Qudamah Al Maqdisi di dalam Ar-Riqaah wa Al Buka' (hl. 154-155))

Suaatu saat di sore hari Umar berpidato, " Ingatlah, sesungguhnya orang yang paling utama dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar. Barang siapa mengatakan selain itu, maka ia telah berdusta dan berdosa." (Lihat Kitab Al Khulafaurrasyidin (hal. 46))

Pada Suatu hari Imam Ali duduk dan bersenda gurau dengan orang di sekitarnya. Lalu seorang dari mereka berkata kepada Imam ALi. " Wahai ALi, ceritakanlah tentang sahabatmu".
Ali Berkata " Semua sahabat Rasulullah adalah sahabatku "
Mereka berkata, " Ceritakanlah tentang Abu Bakar",
Ali berkata, " Dia adalah orang yang disebut Allah dengan sebutan Shiddiq, melalui lisan Jibril." (Lihat kitab Al-Hakim (jilid 3, halaman 62)

Seseorang datang kepada Imam Ali dan ia mengatakan sesuatu yang ada dalam dirinya, " Wahai Amirul Mukminin, Kenapa kaum Muhajirin dan Anshar Mengajukan Abu Bakar, sedang Engkau adalah yang terbaik, lebih dahulu masuk islam, lebih dahulu dari segalanya?"
Ali Berkata, " Jika Engkau seorang Quraisy maka aku yakin engkau dari Aidzah ( satu Kabilah Quraisy)."
Orang itu berkata, " Engkau betul wahai Amirul Mukminin."
Ali Berkata. " Kalaulah seorang Mukmin tidak berlindung kepada Allah, tentu aku akan membunuhmu dan jika engkau menetap engkau akan merasakan ketakutan."
Kemudian Ali berkata dengan suara Lantang. " Sesungguhnya Abu Bakar telah mendahuluiku dalam 4 perkara, yaitu mendahuluiku dalam mengimami shalat, Khilafah, menemui Rasulullah di dalam gua Tsur, dan Menyebarkan islam. Celakalah engkau, sesungguhnya Allah mencela semua orang dan memuji Abu Bakar." (Lihat Kitab Al-Kanzu (Jilid 4, hal. 355))

Demikian untuk postingan Keutamaan Abu bakar As-Shiddiq, semoga dengan kisah ini kita beisa lebih mengetahui siapa Abu Bakar Ash-Siddiq. Sebenarnya masih banyak lagi, insyaallah kita akan lanjutkan pembahasan tentang Abu Bakar pada kesempatan yang lain.

Kisah Keutamaan ABU BAKAR Ash-Shiddiq ini sebagiannya merupakan penggalan dari kisah-kisah yang ada pada kitab yang di sebutkan pada setiap akhir penggelan kisah tersebut. Jika ingin membaca kisah selengkapnya, silahkan temukan di Kitab-kitab yang telah disebutkan tersebut.

Demikian,
Wassalamualaikum.

Kamis, 03 Januari 2013

Abu Bakar Vs Ulama Yahudi

yahudi

Assalamualaikum Hep...

Berasa sudah lamaaa sekali dak pulang kerumah Pojok Motivasi ne, padahal baru beberapa hari saja dak ngeblog :D
Pada kesempatan pertama di tahun 2013 ini, ciye ciye udah tahun baru ternyata, semoga di tahun yang baru ini ada semangat baru, untuk bisa terus berbuat sesuatu yang positif dan bermanfaat untuk diri kita, keluarga, kerabat, sahabat, saudara seiman dan orang-orang lain yang tidak kita kenal diluar sana...aamiin

Abu Bakar Vs Ulama Yahudi merupakan kisah yang ingin saya bagi pada kesempatan yang baik ini. Pada blog ini memang sebelumnya saya telah banyak berbagi tentang berbagai kisah dari para sahabat nabi, seperti kisah mengharukan sayyidina Umar, Nasihat-nasihat dari Imam Ali dan lain sebagainya. Oleh karna itu tergerak hati saya untuk mengumpulkan kisah-kisah tentang Abu bakar juga, yang insyaAllah beberapa hari kedepan, saya akan berbagi banyak tentang kisah Beliau RadhiYallahu'anhu di blog Pojok Motivasi ini.

Berikut adalah kisah Abu Bakar Vs Ulama Yahudi, semoga kita bisa lebih mengenal sosok sahabat sekaligus mertua dari Nabi Kita Muhammad Rasulullah.

Orang-orang Yahudi berkumpul dan merencanakan makar terhadap Rasulullah Shallallahualaihi wasalam, mereka memperoleh cap dari Allah dan rasul-NYA seperti binatang babi yang melukai hati dan anggota badan.

Secara tiba-tiba Abu Bakar melihat mereka mengerumuni ulama mereka yang biasa mereka sebut Finhash ( sebutan bagi tokoh agama mereka )

Abu Bakar lalu berkata kepadanya, “celakalah engkau wahai finhash! Bertakwalah kepada Allah dan masuk islamlah Engkau! Demi Allah, sesungguhnya engkau akan mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Beliau telah datang kepadamu dan membawa kebenaran dari sisi-NYA. Kalian akan mendapatkan itu dalam kitab taurat dan injil.”

Finhash menjawabnya dengan kasar. “ Demi tuhan wahai Abu Bakar! Kami tidak membutuhkan Allah, tetapi Allah-lah yang membutuhkan kami, Kami adalah orang-orang yang tidak membutuhkan sesuatu dari-NYA, kami tidak akan meminjamkan harta-harta kami sebagaimana dinyatakan oleh sahabat kamu, Dia melarang riba kepada kalian, tetapi Dia memberikannya kepada kami.”

Mendengar hal itu, Abu bakar marah lalu memukulnya dengan keras dan menghardiknya, “ Demi zat yang diriku berada dalam genggaman-NYA kalaulah tidak karena perjanjian antarai kami dengan kalian, maka aku akan memenggal lehermu wahai musuh Allah .”

Setelah kejadian itu finhash menghadap rasulullah dan mengadukan tindakan yang telah dilakukan Abu Bakar kepadanya, sambil menangis, “ Wahai Muhammad, lihatlah perbuatan sahabatmu “. Kemudian Rasulullah Shallallahualaihi Wasalam bertanya kepada Abu bakar yang saat itu sedang bersama beliau, “ Apa yang menjadi alasanmu Wahai Abu Bakar, sehingga melakukan perbuatan itu?”.

Abu Bakar Menjawab, “ Wahai Rasulullah, sesungguhnya musuh Allah ini mengatakan Allah fakir dan mereka Kaya. Oleh karna itu, aku marah lalu memukul wajahnya .”

Finhas membantah perkataan abu Bakar, “ Wahai Muhammad! Sungguh dia telah berbohong, kami tidak mengatakan hal itu.”

Tetapi kemudian Allah menurunkan ayat yang membantah perkataan Finhash dan membenarkan perkataan Abu Bakar,

“ Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang, 'sesungguhnya Allah miskin dan kami Kaya', kami akan mencatat perkataan itu, dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan kami akan mengatakan kepada mereka, ' Rasakanlah olehmu Azab yang membakar'.” (Qs. Ali Imran(3) :181)

sirah ibnu hisyam (jilid 2, hal.207-208)

Demikian,,,, Waalaikum salam

Minggu, 23 Desember 2012

Kisah Nenek Tua Pengumpul Daun

Kisah-Nenek-Tua-Pengumpul-Daun

Berikut adalah sebuah kisah yang sangat menggugah tentang seorang Nenek Tua di Madura, Kisah ini diceritakan oleh Kiai Madura D. Zawawi Imran. Berikut adalah kisah lengkapnya.

Kisah Nenek Tua Pengumpul Daun

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur.

Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Demikian kisah nenek Tua Pengumpul Daun Semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita, agar tidak terpaku kepada amal kebaikan yang kita kerjakan, karna selamat atau tidaknya kita kelak di hari kemudian, semata-mata karnha rahmat Allah subhanahuwata'ala dan semoga kita termasuk kedalam golongan yang mendapat syafaat dari sang Rahmatullilalamain.

Wassalamualaikum