Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Sabtu, 31 Agustus 2013

Apa Kita Ingin Rumah di Surga

Di masa sekarang ini, materi dan syahwat sudah merajalela, ia dapat memalingkan seorang hamba dari taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Banyak orang terlalu sibuk dengan bangunan dan istana.

Mereka mengira akan kekal selama-lamanya di dunia. Sekali-kali tidak, Allah SWT telah berkata kepada kekasihnya, Nabi SAW. Perkataan yang sangat indah, dan hal ini untuk menjadi renungan kita semuanya.

Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum engkau (Muhammad); maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal? Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS Al-Anbiyaa’: 34-35)

Jumat, 30 Agustus 2013

KISAH NYATA : PEMUDA KOMA DEMI GAYA RAMBUT


Hati orang tua mana yang tidak hancur melihat anak kesayangannya hanya bisa terbaring koma akibat kecelakaan.

Semoga hal ini tidak terjadi pada anak lain

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, pemuda tampan ini bernama Ryan Smith, 16 tahun. Dia tidak mau mendengarkan saran sang ayah untuk memakai helm, alasannya, agar gaya rambutnya tetap keren. Dalam perjalanan, motornya ditabrak sebuah mobil. Akibat kecelakaan parah tersebut, dokter mengatakan bahwa Ryan mengalami kerusakan otak. Sudah lebih dari lima minggu Ryan hanya terbaring di ranjang rumah sakit karena koma.

"Saya tidak ingin hal ini terjadi pada siapapun," ujar ayah Ryan, Mark Smith, 44 tahun. Keluarga Ryan tidak tahu kapan putra mereka akan sadar kembali dan sehat. Semua hanya bisa memasrahkan kehidupan Ryan pada alat-alat kedokteran yang terpasang pada tubuhnya. Semua ini bagai mimpi buruk.

Sulit memberi nasihat pada remaja

"Saya selalu memakai helm, saya selalu mengatakan pada Ryan untuk memakai helm. Tetapi dia sudah 16 tahun, gaya rambutnya sangat dia sukai, dia juga sering mengatakan kecelakaan itu tidak akan terjadi padaku," kenang Mark. "Dia sama seperti para pemuda, berpikir dirinya tidak akan terkalahkan. Tetapi secepat jentikan ajari, kehidupan bisa berubah," lanjutnya


Mark juga mengatakan dirinya sulit memberi nasihat pada anaknya yang sedang memasuki masa remaja. Hal ini tentu sangat menyakitkan, karena putranya adalah kebanggaannya, suka olahraga, cerdas, terkenal di sekolah dan selalu bersemangat. Mark dan istrinya, Julie, 46 tahun berharap agar orang tua lain lebih waspada, terutama perlindungan pada bahaya kecelakaan kendaraan.

Helm dapat melindungi nyawa Anda

Hollie Simpson, sahabat Ryan mengatakan bahwa Ryan adalah anak yang menyenangkan, dia selalu bangga pada rambutnya. Hollie menambahkan bahwa kecelakaan ini adalah pukulan, dan membuat teman-teman sebayanya lebih menyadari pentingnya penggunaan helm saat memakai sepeda motor.

"Ada bukti jelas bahwa memakai helm dapat mengurangi risiko kematian, melindungi tengkorak dan cedera otak," ujar Sally Robinson dari lembaga sosial yang menangani kerusakan otak.

Sementara itu penelitian dari Department for Transport menunjukkan bahwa helm dapat melindungi pemakai dari risiko kematian akibat kecelakaan sebanyak 10 hingga 16 persen.

RENUNGAN :
Semoga kejadian ini bisa jadi masukan para orang tua untuk selalu menjaga keselamatan anak dan remaja dengan memakai helm. Untuk para remaja, nyawa dan keselamatan Anda adalah yang utama, karena Anda adalah kebanggaan keluarga.

KISAH KELUHAN ANAK KEPADA AYAHNYA


Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”

” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”

” Nah, akhirnya kau mengerti”

” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda beragama yang kuat, yang tetap tabah dan sabar maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”

” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah ,aku akan tegar saat yang lain terlempar ”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

RENUNGAN :
Dear all…. terkadang kita terburu-buru ingin mencapai sesuatu dalam hidup ini, kita lupa akan adanya proses yang harus dilalui terlebih dahulu apa lagi dalam hal pencarian materi. kita hanya menginginkan yg instan tanpa melalui proses bekerja dan berusaha.

Hidup ini ibaratnya pendakian gunung, berjalan diatas batu yang terjal dan badai serta kabut untuk sampai ke puncak. setelah sampai kepuncak akan menikmati keindahan alam yang jarang kita temui…

KISAH KELUHAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG TIDAK BEKERJA


Seorang suami mengeluh karena merasa capek... capek dan capek.... dan ingin agar isterinya membantu mencari nafkah sebab selama ini menurutnya merasa isterinya "Tidak Bekerja"

Berikut tanya jawab antara seorang suami (J) dan Psikolog (T)..

T : Apakah pekerjaan Pak Bandi?
J : Saya bekerja sebagai akuntan di sebuah Bank.

T : Isteri Bapak ?
J : Dia tidak bekerja. Hanya ibu rumah tangga saja.

T : Tiap-tiap pagi siapa yang menyediakan sarapan?
J : Isteri saya yang menyediakan sebab dia tidak bekerja.

T : Jam berapa isteri bangun untuk sediakan sarapan ??
J : Jam 4 pagi dia bangun karena sebelum membuat sarapan dia beres-beres rumah dulu..

T : Anak-anak Pak Bandi ke sekolah bagaimana??
J : Isteri saya yang mengantar sebab dia tidak bekerja.

T : Selepas mengantar anak-anak, apa yang selanjutnya isteri Bapak lakukan ?
J : Pergi ke pasar, kemudian kembali ke rumah untuk memasak dan membereskan jemuran serta menyetrika. Lepas siang menjemput anak pulang sekolah dan membantu anak belajar pada sore hari.

T : Petang hari selepas Pak Bandi pulang ke rumah, apa yang Bapak lakukan?
J : Beristirahat, karena seharian saya capek bekerja.

T : Lalu apa yang istri bapak lakukan ?
J : Sediakan makanan, melayani anak, menyiapkan makan untuk saya dan membereskan sisa-sisa makanan dan bersih-bersih lalu lanjut menidurkan anak-anak.

RENUNGAN :Marilah kita cermati bersama, berdasarkan cerita di atas, anda rasa siapa yang lebih banyak bekerja???

Rutinitas seharian istri anda dimulai dari sebelum pagi sehingga lewat malam, itu juga dikatakan TIDAK BEKERJA??!!

Ibu Rumah Tangga memang bukan pekerjaan, tidak memerlukan segulung ijazah, sederet pangkat atau segunung jabatan yang besar, tetapi peranan IBU RUMAH TANGGA sangatlah penting!

Hargailah seorang isteri. Karena bagaimanapun pengorbanannya tidak terkira. Ini merupakan renungan untuk kita semua untuk senantiasa saling memahami dan menghargai peran masing-masing. Karena adanya rasa "SALING MENGHARGAI " maka semua akan bahagia.

Inilah hidup



Inilah hidup 
memang tak ada yang sempurna dalam hidup ini 
tak akan ada yang abadi dalam hidup ini
sedih, susah, senang, bahagia derita, adalah salah satu bagian dari hidup
Namun di balik itu semua kau harus tau 
Lihatlah Mentari yang dengan setia menerangi hari
Lihatlah Bulan yang dengan cahaya menerangi malam malam sunyi  
Lihatlah bintang yang dengan gemerlapnya setia menghiasi malam malam hitam 
saudaraku
Percayalah Ini adalah salah satu bagian dari hidup yang harus kau jalani 
tak selamanya hitam akan nampak seperti hitam
tak selamanya putih akan selalu menjadi putih 
dan tak selamanya air akan selalu menenangkan 
dan untukmu saudaraku 
aku hanya bisa berkata,  bahwa hari ini dan esok akan selalu berbeda
aku hanya bisa berkata, bahwa esok pasti akan ada tawa
Aku hanya bisa berkata, bahwa esok akan ada senyum bahagia 
percayalah : )









Write on : Jum'at 30 Agustus 2013 at 18 :  00 pm 
Posting on : Sabtu 31 Agustus 2013 at 05 : 47 am

KISAH NASIHAT DARI SEEKOR BERUANG


Pada suatu hari, ada dua orang anak muda yang sedang melakukan pengamatan bunga langka di hutan. Kedua anak muda itu sudah berteman sejak lama. Mereka adalah siswa tingkat atas di sebuah sekolah setempat.

Ketika mereka sedang asyik-asyiknya mengamati bunga-bunga nan indah, muncul seekor beruang dari balik semak-semak. Beruang tersebut terlihat seram dan ganas, ditambah lagi karena ukuran tubuhnya yang besar.

Seketika juga salah seorang dari mereka dengan cepat berlari dan langsung memanjat pohon, sebisa mungkin mencapai dahan tertinggi dan menyembunyikan diri di sela cabang-cabang pohon.

Sedangkan temannya yang masih dalam keadaan terkejut tidak bisa berlari dengan cepat dan tidak sempat lagi untuk memanjat pohon.

Ia sadar bahwa ia akan segera diserang beruang itu, ia pun menjatuhkan diri dan berbaring pasrah di tanah.

Beruang itu mulai mendekat dan mengendus-endus seluruh muka dan tubuhnya. Ia pun menahan napas dan berpura-pura mati.

Ajaib! Tak berapa lama, beruang itu pergi menjauhinya.

Setelah beruang itu pergi jauh, temannya yang bersembunyi di atas pohon segera turun dan merasa lega karena ia tidak terluka.

Kemudian ia mendekati temannya yang masih terlunglai lemas di tanah dan dengan sedikit bercanda ia bertanya kepada sang teman, "Apa sih yang dibisikkan beruang tadi kepadamu?"

Temannya itu menjawab, "Beruang itu membisikkan nasihat padaku, jangan berpergian dengan seorang teman yang suka meninggalkan temannya bila terjadi bahaya."

KISAH SPIRIT DARI PEKERJAAN YANG KECIL


Seorang lelaki tua sepanjang hari menyusuri rel kereta, tangannya selalu membawa sebuah kunci memeriksa satu persatu mur penyangga rel jika ditemukan mur yang kendor / mau lepas, dengan cekatan baut itu kembali dirapatkan sehingga tertanam dengan sempurna seperti sedia kala tidak pernah terlewatkan satu murpun.

seorang anak muda yang baru dikenalnya mencoba menemaninya sudah berapa lama kau lakukan pekerjaan ini pak tua ?'sejak usia 20 tahun pertama kali aku bekerja sebagai tenaga honorer di perusahaan Kereta Api Negeri ini anak muda' sahut pak tua sambil tersenyum.

Hah selama itukah bapak melakukan pekerjaan yang sama terus menerus, bapak tidak bosan . . ???'tidak anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini . . .sampai matipun aku akan tetap melakukan pekerjaan ini' disinilah hidupku !''pasti gaji bapak besar, sehingga bapak betah dengan pekerjaan ini' sang pemuda masih penasaran . .' gajiku hanya cukup untuk makan aku dan istriku di rumah' 'apakah bapak punya anak yang masih harus dibiayai hidupnya ?''anakku semua sudah menjadi orang sukses, sudah tidak memerlukan uangku, bahkan tidak jarang anakku yang memberi uang padaku . . .' sahut pak tua sambil tetap tersenyum.

'mestinya bapak tinggalkan pekerjaan ini, sudah waktunya beristirahat dirumah menikmati hari tua bersama istri' sang pemuda masih penasaran . . . 'bapak terlihat rapuh dan ringkih melakukan pekerjaan ini. . .'

lagi-lagi pak tua tersenyum 'anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini, tidak mungkin aku meninggalkannya' . . . .'tapi apa yang kau cari pak tua ??? anak sudah menjadi orang sukses, istri setia menunggu di rumah, gaji juga tidak seberapa, lihatlah tubuhmu yang sudah renta !!!'

'anak muda . . . rupanya kau masih belum mengerti juga kenapa aku begitu mencintai pekerjaan ini . . bukan uang yang kucari anak muda' pak tua semakin tersenyum lebar . . .'lalu apa yang kau cari ?? potong sang pemuda dengan cepat .

'Spirit anak muda . . semangat . ..lihatlah, berapa nyawa yang terselamatkan karena pekerjaanku ini . .! bayangkan . . .sehari aja kutinggalkan pekerjaan ini, kemudian ada mur penyangga rell yang lepas . .itu bisa membahayakan perjalanan kereta api, ingatlah satu penumpang di kereta api ini pasti memiliki beberapa orang yang mencintainya , , ... bayangkan lagi jika seandainya kereta api mengalami kecelakaan dan seluruh penumpangnya meninggal, akan ada beberapa ribu orang yang meratapi kepergian orang-orang yang dicintainya . Spirit itulah yang selalu menemaniku bekerja selama ini,

RENUNGAN:
Temukan spirit dalam setiap pekerjaanmu, maka kamu akan menikmatinya .

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (4 TAMAT)


Mengapa Yan Zi menolak hadiah dari raja?

Raja Qi Jing mengutus Yan Zi untuk mengatur wilayah Donge. Tak disangka, tiga tahun kemudian nama Yan Zi banyak dipergunjingkan orang diseluruh kerajaan.

Ketika Raja Qi mendengar reputasi miring mengenai Yan Zi, dia sangat tidak suka. Kemudian dia memangil Yan Zi ke istana dan menegurnya, “Saya mengira Anda sungguh cakap, dan seharusnya tidak ada masalah saat mengatur Donge. Itulah sebabnya mengapa saya mengutus Anda. Sekarang saya mendengar Donge sangat kacau. Anda pulang ke rumah dan pikirkan masalah ini. Saya akan memberi hukuman berat pada Anda.” Raja Qi hendak memecat Yan Zi.

Yan Zi menyadari dia telah mengecewakan hati raja, namun dia tidak mengatakan sebuah alasan pun, hanya meminta maaf. “Saya tahu kesalahan saya, Yang Mulia. Mohon berikan saya satu kali lagi kesempatan. Tiga tahun dari sekarang, reputasi bagus saya akan menyebar ke seluruh negeri. Jika saya gagal, saya akan membayarnya dengan nyawa saya.”

Ketika Raja Qi mendengarnya, ia merasa tidak ada salahnya memberikan Yan Zi satu kali kesempatan. Akhirnya, Yan Zi kembali ke Donge.

Tiga tahun kemudian, seperti yang diperkirakan Yan Zi, semua orang memujinya. Ketika Yan Zi menghadap raja dengan membawa setumpuk upeti, Raja Qi sangat bergembira. Secara pribadi dia menyambut dan mengucapkan selamat pada Yan Zi atas keberhasilannya.

Raja Qi memuji kecakapan Yan Zi. Ketika Raja Qi ingin memberikan hadiah padanya, Yan Zi menolak dengan halus.

Raja Qi sangat terkejut dan bertanya alasannya. Yan Zi berkata, “Tiga tahun pertama saya bertugas di Donge, saya memperluas perdagangan dan membangun jalan. Saya sangat ketat mematuhi aturan dan memerangi pencurian, sehingga para penjahat tidak menyukai saya. Saya bekerja keras dan hidup hemat, sehingga orang-orang malas tidak menyukai saya. Saya cukup adil melihat masalah sehingga banyak bangsawan tidak menyukainya, begitu juga para orang kaya dan penguasa. Saya tidak mencoba menyenangkan hati setiap orang yang ada disekitar saya, sehingga membuat orang-orang ini juga tidak menyukai saya. Ketika saya bertransaksi dengan pejabat tinggi, saya mengikuti aturan yang berlaku, sehingga banyak pejabat yang tidak menyukai saya.”

“Sebagai hasilnya, para penjahat, orang malas dan bangsawan tidak menyukai saya. Mereka merusak reputasi saya diluar istana. Orang-orang yang bekerja dengan saya, juga para penguasa, merusak reputasi saya di istana. Jadi, setelah tiga tahun saya menjadi sangat terkenal dengan reputasi buruk di dalam istana, dan bahkan Yang Mulia telah mengetahuinya. Oleh karena itu saya mengubah cara lama saya.”

“Saya lebih berhati-hati mengaturnya. Saya tidak lagi membangun jalan dan mendorong perdagangan. Saya tidak lagi memberikan penghargaan kepada orang atas usaha keras dan hidup sederhananya. Saya berhenti menghukum pencuri ataupun pelaku kesalahan. Ketika melihat permasalahan, saya menghormati pendapat penguasa dan orang kaya. Kemudian para penjahat, pencuri dan bangsawan semuanya gembira, mereka memuji saya. Orang yang bekerja dengan saya pun juga gembira karena saya mengabulkan keinginan mereka dan menerima suap. Saya memungut pajak lebih banyak dan menyanjung orang-orang di sekitar Anda.”

“Sekarang setiap orang memuji prestasi saya.”
“Dulu, saya berusaha semaksimal mungkin membantu orang miskin, sehingga tidak satu pun yang kelaparan. Sekarang, orang berkuasa di Donge memiliki banyak simpanan, dan lebih banyak rakyat kecil kelaparan. Apa yang saya lakukan pada tiga tahun pertama lah yang seharusnya di beri penghargaan, akan tetapi Yang Mulia malah tidak berkenan dan ingin menjatuhkan hukuman berat pada saya. Sekarang saya telah berbuat kejahatan pada negara ini, namun Yang Mulia malah menerimanya secara khusus dan memujinya. Saya hanya terlalu lambat untuk menyadari seluruh masalah ini. Saya ingin meninggalkan posisi saya dan membiarkan seseorang yang lebih berbakat menjabatnya. Jadi bagaimana bisa saya menerima hadiah dari Yang Mulia!”
Kemudian Yan Zi dengan hormat berpamitan pada raja, dan bersiap-siap untuk pergi.

Raja Qi tersadar dan segera berdiri, “Tolong Anda lakukan yang terbaik untuk Donge. Itu hak Anda. Saya tidak akan pernah ikut campur tangan lagi.”

Raja Qi kemudian menyadari bagaimana bijaknya Yan Zi, dan kemudian mengangkatnya sebagai perdana menteri.

RENUNGAN :
Disini dapat kita lihat ketika Yan Zi melakukan pekerjaannya dengan baik dia malah ditegur. Yan Zi berada dalam masalah besar, namun dia tidak mengemukakan satu alasan pun. Dia hanya dengan tenang mundur dan mengakui kesalahannya. Kemudian dia berbalik dan menggunakan metode yang berbeda untuk memecahkan kesalah pahaman dan membantu raja memahami dari perspektif lain.

Penolakan Yan Zi untuk mengikuti arus dan ketulusannya dalam melayani sangat menggerakkan hati orang. Kebijakannya, bakat kecakapannya serta kesetiaannya sungguh mengagumkan!

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (3)


Sepatu yang murah dan Yong yang mahal

Ketika Raja Qi memerintah kerajaan, banyak terjadi praktik hukuman kejam. Untuk satu kejahatan kecil, seseorang dapat kehilangan kakinya. Yan Zi berusaha berkali-kali memohon kepada raja untuk menghapus cara brutal ini, namun tidak berhasil.

Suatu hari Raja Qi ingin menunjukkan perhatiannya terhadap tempat tinggal Yan Zi. Dia merasa bahwa rumah Yan Zi terlalu kecil dan bising, ia ingin memberikan Yan Zi tempat tinggal yang lebih besar.

Namun Yan Zi dengan sopan menolaknya, “Saya terikat dengan tempat ini, karena leluhur saya tinggal di sini sebelumnya. Kedua, rumah ini berada di dekat pasar, saya dapat dengan mudah memantau jalannya perdagangan. Selain itu, sangat mudah untuk membeli sesuatu.” Raja memuji Yan Zi dan bertanya, “Apakah Anda tahu barang apa yang murah dan apa yang mahal di pasar saat ini?”

Yan Zi menangkap sebuah peluang dan berkata, “Tentu saja, saya tahu. Harga sepatu orang normal sangat murah, dan harga Yong, sepatu untuk orang yang berkaki tunggal, sangat mahal.”

Raja Qi tidak memahami jawaban Yan Zi, “Mengapa begitu?”
“Karena begitu banyak orang yang melakukan kejahatan pada berbagai tingkat kejahatan, semuanya berakhir dengan kehilangan satu kaki, sepatu yang normal tidak lagi berharga bagi mereka. Yong lebih bermanfaat.”

Setelah mendengar itu, Raja Qi merasa sangat tidak nyaman dan kemudian memperingan hukuman.

Memutilasi seorang kriminal

Suatu ketika seseorang melakukan kesalahan terhadap Raja Qi, sehingga membuatnya jadi sangat murka dan memerintahkan pelanggar itu untuk diikat dan dimutilasi. Raja Qi bahkan mengumumkan siapa pun yang berani mencegahnya juga akan dibunuh.

Yan Zi datang ke tempat kejadian dan menjambak rambut pesakitan itu dengan satu tangan, dan tangan satunya lagi memegang sebilah pisau. Yan Zi mengenal baik bahwa leluhur kaisar pendiri kerajaan tidak pernah menggunakan cara keji untuk menghukum orang. Lalu Yan Zi mengangkat kepalanya dan bertanya pada Raja Qi, “Di zaman dulu, bagian tubuh mana yang dipotong lebih dahulu oleh para leluhur kaisar?”

Seketika itu Raja Qi segera bangkit dari duduknya dan berkata, “Lupakan, dan biarkan dia pergi. Ini kesalahan saya.”

RENUNGAN :
Bijaksanalah dalam mengambil tindakan.

Pikirkan Yang Terbaik

Sekarang, kita memiliki kesempatan untuk memilih pikiran kita. Dan pikiran kita, akan memiliki dampak langsung pada kehidupan kita sendiri. Pikiran fokus untuk kesadaran kita.

Hal-hal yang kita pikirkan berulang-ulang menjadi komponen penting dari realitas kita. Ambil tujuan positif, kontrol, terus-menerus dari pikiran kita, dan kita bisa mengarahkan hidup ke arah apa pun yang kita pilih.

Pikiran kita memiliki kekuatan besar. Gunakan kekuasaan itu untuk membawa kebaikan lebih bermakna dalam hidup dan dunia kita.

Memilih untuk tidak buang pikiran kita yang berharga pada hal-hal berarti dan negatif. Sebaliknya, berinvestasi pikiran kita setiap hari sehingga mereka akan mengangkat kehidupan yang lebih tinggi.

Sungguh menakjubkan apa yang dapat kita pikirkan, dan bahkan lebih menakjubkan di mana pikiran kita bisa memimpin. Pikirkan hidup pada yang terbaik, dan kita sedang dalam perjalanan untuk membuatnya begitu.

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (2)


1. Raja Qi berhenti mabuk
Qi Jing Kong, raja Kerajaan Qi, sangat gemar mabuk-mabukan dan melakukannya hampir setiap hari. Seorang menteri berusaha berbicara terus terang kepada raja, “Yang Mulia, Anda telah bermabuk-mabukan selama tujuh hari berturut-turut. Mohon utamakan kepentingan negara dan berhentilah minum. Jika tidak, bunuhlah saya.”

Ketika Menteri Yan Zi menemui Raja Qi, sang raja mulai berkeluh kesah, “Xuan Chang menginginkan saya berhenti mabuk, atau menjatuhkan hukuman mati padanya. Jika saya mendengarkannya, saya tidak akan pernah merasakan anggur lagi. Jika saya tidak menghiraukannya, dia ingin saya membunuhnya. Apa yang harus saya lakukan?”

Yan Zi berkata, “Sungguh beruntung dia dapat mengabdi kepada raja yang bermurah hati seperti Anda! Jika dia melayani seorang raja seperti Jie ataupun Zhou, yang keduanya dikenal sebagai tiran, dia akan kehilangan nyawanya jauh-jauh hari.”
Setelah mendengar perkataan Yan Zi, Raja Qi berhenti mabuk-mabukan.

2. Anjing Raja Qi
Ketika anjing Raja Qi Jing Gong mati, dia memerintahkan membuat peti mati khusus dan upacara pemakaman yang megah.
Begitu Menteri Yan Zi mendengarnya, dia bertanya pada raja untuk mempertimbangkannya kembali.

Raja Qi berkata, “Tetapi ini hanyalah sekedar kegembiraan.”
Yan Zi menjawab, “Yang Mulia, ini tidak benar. Ketika Anda meminta rakyat membayar pajak, Anda tidak mengembalikan kepada mereka, malah menggunakannya untuk menyenangkan orang-orang di sekitar Anda. Apa yang kami harapkan dari negara ini? Ada rakyat yang miskin, lemah dan orang tua yang mati kedinginan, namun seekor anjing malah memperoleh kehormatan upacara pemakaman. Tidak satu pun yang peduli ketika orang miskin meninggal, namun seekor anjing mati mendapatkan peti mati dan upacara pemakaman yang mewah.

Disaat rakyat mengetahui perilaku Anda, mereka akan memprotesnya. Ketika negara tetangga mendengarnya, mereka akan memandang rendah kita. Yang Mulia, Anda harus memperhatikan hal ini secara serius.”

Akhirnya Raja Qi mendengarkan nasehat Yan Zi, dan membatalkan upacara pemakaman tersebut.

3. Burung Raja Qi
Raja Qi memiliki kegemaran menangkap burung dan memeliharanya. Suatu hari seorang pekerja yang merawat burung, Zhu Zou tidak sengaja melepaskan seekor burung.

Raja Qi sangat murka mendengarnya dan menjatuhkan hukuman mati kepada Zhu Zou. Yan Zi berkata, “Zhu Zou telah melakukan tiga tindak kejahatan. Bagaimana jika Anda membiarkan saya mengatakan padanya, sehingga dia bisa meninggal dengan tenang?”

Raja Qi sangat gembira mendengarnya dan berkata, “Ya.” Ketika Zhu Zou masuk ke ruangan raja, Yan Zi berkata pada Zhu Zou dengan serius, “Anda telah melakukan tiga kejahatan, apakah Anda mengetahuinya?
Pertama, Anda seharusnya merawat dengan baik burung-burung milik raja, namun Anda malah membiarkannya lepas.
Kedua, raja kita harus membunuhmu demi seekor burung.
Ketiga, ketika berita ini tersebar keluar, setiap orang akan mengetahui bahwa raja kita lebih memedulikan burung daripada rakyatnya.
Anda telah menodai reputasi baik raja. Anda memang pantas mati ribuan kali.”

Setelah mendengarnya, Yan Zi meminta Raja Qi segera membunuh Zhu Zou. Namun Raja Qi berkata, “Tidak, jangan bunuh dia. Saya telah cukup mendapatkan pelajaran dari kalian.”

RENUNGAN :
Pikirkan matang-matang dalam melakukan segala sesuatunya terlebih dahulu sebelum menjalankan atau memvonis suatu masalah yang belum dipelajari lebih dalam yang sesudahnya menyesal kemudian.

Kamis, 29 Agustus 2013

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (1)


Pada masa Chun Qiu, kerajaan Qi memiliki seorang perdana menteri yang bernama Yan Zi. Yan Zi sangat pandai berbicara & cerdik. Yan zi mempunya tinggi badan kurang dari 1,5 meter dan berwajah pucat, namun dia dikenal sebagai pejabat yang adil dan baik terhadap rakyat. Dia hidup sangat sederhana dan hemat. Sebagai seorang menteri istana, ia sering memberi nasehat apa adanya apabila raja melakukan sesuatu hal yang tidak pantas.
Melakukan hal itu harus membutuhkan keberanian yang luar biasa, karena nyawa sebagai taruhannya apabila menyinggung raja. Namun, Yan Zi seorang yang cerdas dan terampil sehingga ia bisa mencapai tujuannya.

Sima Qian, sejarahwan besar Tiongkok kuno, pemikir dan penulis, menyebut Yan Zi sebagai diplomat paling handal. Yan Zi menjabat selama masa pemerintahan 3 raja dari Kerajaan Qi. Dia seorang jenius yang langka, sehingga membuat Kerajaan Qi kuat dan makmur selama masa tersebut.

Suatu ketika raja Qi memerintankan Yan Zi untuk mengunjungi kerajaan Chu. Raja Chu ingin mempermalukannya. Raja bertanya kepada Yan Zi, “Apakah tidak ada orang lain di ibukota? Mengapa mengirim Anda?” Yan Zi menjawab, “Oh iya, di ibukota jika semua orang mengangkat lengan bajunya, mereka dapat menghalangi sinar matahari, karena ada 8.000 jiwa di sana.”

Raja menambahkan, “Tapi mengapa orang pendek seperti Anda berani datang ke Negara Chu?”

Yan Zi Menjawab, “Yang Mulia, sistem pemerintahan tiap negara berbeda dengan yang lainnya. Raja Qi mengirimkan seorang utusan cerdas untuk seorang raja yang cerdas, dan utusan yang bodoh untuk seorang raja bodoh. Saya seorang yang berkemampuan, jadi saya datang ke Negara Chu.”

Pada kesempatan berbeda, ketika Yan Zi pergi ke Negara Chu, Raja Chu dan semua menterinya berencana untuk menghinanya.

Raja Chu mengetahui postur tubuh Yan Zi yang tidak pada umumnya. Ketika rombongan Yan Zi tiba di depan gerbang ibu kota, penjaga membukakan pintu kecil untuknya. Yan Zi sangat jelas apa yang ada dalam pikiran raja. Lantas dia mengatakan pada penjaga, “Tolong tanyakan pada raja, negara macam apa ini. Jika saya seorang utusan untuk negara anjing, saya akan lewat melalui pintu kecil ini. Apabila tidak, saya akan berjalan melalui pintu biasa.”

Setelah raja mendengar pesan Yan Zi, ia tidak mempunyai pilihan selain mempersilakan Yan Zi masuk melalui pintu biasa.
Di tengah-tengah perjamuan makan, tiba-tiba penjaga membawa masuk seorang pria yang diborgol. Raja Chu bertanya, “Siapa orang ini dan mengapa ia berada di sini?”
Penjaga berkata, “Dia pencuri dan datang dari Negara Qi.” Raja menoleh dan bertanya pada Yan Zi, “Apakah rakyat Qi suka mencuri?”

Yan Zi bangkit dari kursinya, dan berjalan ke hadapan raja. Dia lalu berkata, “Saya mendengar bahwa pohon jeruk dari selatan Sungai Huai akan menghasilkan jeruk, tetapi jika mereka tumbuh di sebelah utara Sungai Huai mereka akan menghasilkan Zhi. Daun jeruk dan Zhi mirip, tapi rasa buah mereka sangat berbeda. Mengapa demikian? Hal ini karena mereka tumbuh di tanah yang berbeda. Sekarang apa bedanya dengan orang Qi ini. Ketika ia tinggal di Negara Qi, dia tidak pernah mencuri. Setelah pindah ke Negara Chu, ia telah menjadi seorang pencuri. Apakah Yang Mulia pikir itu dikarenakan air dan tanah Chu yang membuatnya berubah?”

Setelah mendengar itu, dengan perasaan malu Raja Chu berkata, “Orang tidak boleh mengolok-olok orang yang berbudi luhur. Saya telah mempermalukan diri sendiri.”

RENUNGAN :
Pesan kisah diatas adalah Jangan memandang rendah bagi setiap orang, karena hidup kita selalu berubah-ubah kadang ada yang sukses kadang ada yang terpuruk juga.(ada yang diatas ada yang dibawah).

Permintaan Maaf

Jika kita telah menyakiti seseorang, maka permintaan maaf yang pasti terucapkan. Jika belum, maka kita tidak perlu meminta maaf kepada siapa pun.

Jadilah siapa kita, mencintai siapa yang kita cintai, mengagumi apa yang kita kagumi, dan menghargai apa yang kita hargai. Alih-alih khawatir tentang apa yang orang lain mungkin pikir, maka fokuslah pada apa yang akan membawa kita pada pemenuhan otentik.

Jadilah baik, bermanfaat dan penuh kasih terhadap orang lain, tetapi jangan menjadi budak pendapat mereka. Hiduplah dengan kekayaan, orisinalitas, dan selalu minta maaf jika kita melakukan kesalahan.

Membuat jalan kita sendiri yang dilalui setiap hari, mengambil tanggung jawab atas tindakan dan kehidupan kita. Jujur dengan nilai-nilai sejati kita, dan lakukan apa yang kita tahu adalah benar dan baik, kreatif dan berharga.

Hidup kita adalah unik dan berharga, sehingga berikan rasa hormat dan komitmen yang layak. Kemungkinan kita menakjubkan, jadi gunakan penuh upaya kita untuk membawa yang terbaik dari mereka tanpa malu-malu untuk hidup.

Hidup dengan tujuan yang benar dan integritas yang solid. Dan kita tidak akan membuang-buang waktu atau energi pada permintaan maaf saja.

Selasa, 27 Agustus 2013

Tujuan Positif

Jangan buang energi kita untuk menjadi jengkel dan kesal hanya karena seseorang. Namun tempatkan energi kita untuk melakukan sesuatu yang positif tentang situasi dan kondisi kita.

Untuk meningkatkan bahwa kita penuh dengan jengkel, frustrasi atau marah, maka pastikan bahwa itu tidaklah efektif dan berguna. Dan itu hanya akan mengarah kepada yang lebih jengkel, frustrasi dan kemarahan.

Namun, kita dapat memilih untuk memutus siklus itu. Kita dapat memilih siklus untuk menjadi tujuan yang positif.

Jika seseorang bertindak dengan cara yang kasar dan tidak sopan, maka biarkan menjadi masalah orang itu dan bukan milik kita. Biarkan saja, dan lanjutkan ke depan dengan apa yang telah kita pilih dan dapat dilakukan.

Meskipun ada banyak hal yang harus marah, tetapi hampir tidak ada hal baik dari kemarahan kita itu dapat mencapainya. Pastikan hal itu tidak pernah terjadi lagi dengan kita.

Daripada bereaksi dengan kejengkelan, kemarahan, lebih baik arahkan energi kita dengan disengaja, kepada tujuan positif. Biarkan hal itu berjalan, agar dunia mengetahuinya.

Jangan biarkan suatu kejengkelan yang datang, dapat mengganggu orang memilih sikap kita. Pilih sendiri energi sikap positif tujuan kita, dan manjakan diri kita dengan kehidupan yang kaya dan memuaskan.


Jangan menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain di atas langit masih ada langit

cerita, inspirasi, renungan, cerita inspiratif

Pada suatu hari, seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak berusia 10 tahunan berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.

Tukang cukur berkata, "Itu Benu, dia anak paling bodoh yang pernah saya kenal"

"Masak, apa iya?" jawab pengusaha

Lalu tukang cukur memanggil si Benu, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp.2.000 dan koin Rp.1.000, lalu menyuruh Benu memilih, "Benu, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo ambil!"

Benu melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp.2.000 dan Rp.1.000, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp.1.000.

Tukang cukur dengan perasaan bangga lalu melirik dan berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, "Benar kan yang saya katakan tadi, Benu itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya ngetes dia seperti itu tadi dan dia selalu mengambil uang logam yang nilainya lebih kecil."

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Benu. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Benu dan bertanya, "Benu, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp.2.000 dan Rp.1.000, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp.1.000, kenapa tak ambil yang Rp.2.000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp.1.000?"

Benu pun tertawa kecil berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp.1.000 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp.2.000, berarti permainannya selesai dan kapan lagi saya dapat uang jajan gratis setiap hari."

********

Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya jika kita tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain. Di atas langit masih ada langit yang lain.

Senin, 26 Agustus 2013

Semakin Sedikit Kita Butuhkan

Banyak dari apa yang kita pikir kita butuhkan, tetapi kenyataannya kita mungkin tidak perlu sama sekali. Menantang asumsi-asumsi kita, dan bebaskan diri dari kebutuhan perlu.

Semakin sedikit kita butuhkan, maka semakin kita dapat menikmati. Semakin sedikit kita butuhkan, maka semakin kaya kita.

Tentu saja ada kebutuhan yang sangat nyata dan kewajiban dalam hidup kita. Tetapi tidak ada yang bisa diperoleh dengan menumpuk kebutuhan yang diciptakan sendiri di atas mereka.

Hidup mungkin sebenarnya jauh lebih baik jika kita membuat pilihan untuk melakukannya tanpa beberapa hal yang kita pikir kita tidak bisa. Lepaskan beban diri, dikarenakan dapat membuka banyak pintu untuk pengalaman baru dan sukacita.

Meskipun menjadi miskin mungkin merasa nyaman, hidup dengan tujuan positif dan niat akan merasa jauh lebih baik. Carilah kesempatan untuk menjauh dari kebutuhan dan kemungkinan kita.

Hidup dengan pilihan, bukan hanya karena kebiasaan. Lepaskan kebutuhan perlu, dan rasakan keindahan, memberdayakan kebebasan.

Minggu, 25 Agustus 2013

Harga sebuah keajaiban

cerita, kisah, inspirasi, kisah inspiratif
Sally baru berumur 8 tahun ketika secara tak sengaja, dia mendengar orang tuanya saling berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi yang menderita sakit parah.

Hanya operasi yang sangat mahal yang bisa menyelamatkan hidupnya, tapi mereka tak punya biaya.

Sally mendengar ayahnya berkata : “Hanya KEAJAIBAN yang bisa menyelamatkannya”.

Lalu Sally membuka celengannya, dikeluarkannya semua isi celengan itu ke lantai dan kemudian menghitungnya.

Dengan membawa uang, Sally menyelinap keluar dan pergi ke apotik.
“Apa yang kau perlukan?” tanya apoteker.
“Saya mau menolong adikku, dia sakit dan saya mau membeli keajaiban” jawab Sally
“Apa?!" Sang apoteker sedikit bingung.
“Ayahku mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya. Jadi berapa harganya ?”
“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil” jawab apoteker.
“Tapi saya punya uang. Katakan saja berapa harga keajaiban ?”

Seorang pria berpakaian rapi yang yang mendengar percakapan Sally dan apoteker mendekat dan bertanya :
“Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan adikmu ?”
“Saya tak tahu” jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya.
“Saya hanya tahu dia sakit parah dan ayah mengatakan bahwa ia perlu dioperasi"
Orang tuaku tak mampu membayarnya, tapi saya punya uang ini”
“Berapa uang yang kamu punya?” tanya pria itu lagi.
“Satu dollar, sebelas sen” jawab Sally dengan yakin.
“Kebetulan sekali”, kata pria itu sambil tersenyum, “Satu dollar dan sebelas sen, harga yang tepat untuk membeli keajaiban, yang dapat menolong adikmu!”

Orang itu mengambil uang Sally, kemudian memegang tangan Sally:
“Bawa saya kepada adikmu, saya mau bertemu dengannya dan orang tuamu”

Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukan tanpa biaya dan tak butuh waktu yang lama Georgi kembali ke rumah dalam keadaan sehat.
Orang tuanya sangat bahagia.
Sally tersenyum...
Dia tahu pasti berapa harga keajaiban tersebut, Satu dollar dan sebelas sen! ditambah dengan keyakinan.
When u think that there's no miracle, you're wrong !
Keep your Faith and Keep praying!

Kesadaran Kita

Hidup bisa meluncur ke bawah, atau kehidupan dapat mengangkat kita. Itu semua tergantung pada bagaimana kita memilih untuk melihat dan hidup tentang hal itu.

Komponen utama dari kelelahan, bukanlah usia, kelemahan atau keadaan. Ini adalah sikap.

Bahan utama antusiasme bukanlah pemuda, kenyamanan atau nasib baik. Ini adalah sikap kita, berdasarkan pada kesadaran kita.

Apa yang kita cari, pikirkan, fokus dan harapkan? Itu adalah apa yang kita akan alami.

Fokus sebagian besar kesadaran kita bukan pada hal-hal sepele, namun pada apa yang benar-benar penting bagi kita, untuk impian dan nilai-nilai kita. Membayar jauh lebih sedikit perhatian pada ketakutan dan frustrasi, dan lebih banyak perhatian pada kemungkinan positif dan peluang.

Lihatlah kehidupan sebagai bentuk keindahan dan memuaskan, maka kita akan membuat kehidupan yang indah dan memuaskan. Kesadaran kita memiliki kekuatan yang luar biasa, jadi gunakan dengan bijak dan penuh kasih sayang.

Aku mendengar dan merasakan bebanmu Ayah

cerita, inspirasi, renungan
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-kerut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuk nya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-kerut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab: "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman: "Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan: "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya: "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Kuciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi."

"Kuciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Kuberikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya."

"Kuberikan Keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya."

"Kuberikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara."

"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. Dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya."

"Kuberikan kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah amanah di Dunia dan Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah".

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Titip Rindu Buat Ayah : Ebiet G Ade

Sumber

Sabtu, 24 Agustus 2013

Menghargai Hal-Hal yang Baik

Sinar matahari terasa begitu sangat jauh lebih hangat setelah berminggu-minggu hari hujan. Orang yang kita cintai tampaknya jauh lebih berharga setiap kali mereka sudah pergi.

Kita benar-benar menghargai kesehatan kita sendiri, baik setelah pulih dari penyakit sulit dan berkepanjangan. Kita baru belajar menghormati untuk disiplin keuangan setelah bekerja mencari jalan keluar dari utang memberatkan.

Sangat mudah dan alami untuk menghargai hal-hal baik setelah kita pernah mengalami hidup tanpa mereka. Namun sayangnya, kita sering terlambat menyadarinya.

Bagaimana pun sangat jauh lebih baik adalah menghargai hal-hal baik yang kita miliki saat kita masih memiliki mereka. Untuk itu, kita tidak hanya dapat menghargai mereka, namun kita dapat menempatkan mereka untuk penggunaan yang positif dan produktif.

Jadi, mulailah setiap hari dengan menghitung banyak hal yang berkaitan dengan kita. Bayarlah dengan suatu perhatian khusus untuk mereka yang memungkinkan kita membawa mereka untuk diberikan kebaikan.

Kelimpahan yang benar dan rasa syukur yang kokoh sangat terkait. Semakin kita menghargai hal-hal yang baik, maka semakin banyak mereka akan menikmatinya.

Jumat, 23 Agustus 2013

Seberapa Baik Kita Memilikinya

Ingatkan diri kita hari ini, seberapa baik kita memilikinya. Lalu biarkan diri kita untuk membuatnya lebih baik lagi.

Jika kita mundur dari tantangan langsung dan frustrasi, maka lihatlah gambaran besar di depan kita. Dalam gambaran besar kehidupan dan dunia kita, maka selalu lihat kemungkinan positif.

Biarkan kesadaran kita dipenuhi dengan rasa syukur atas semua itu, dan perspektif yang unik kita di dalamnya. Hargailah apa yang kita syukuri, dan bersyukur untuk apa yang kita dapatkan.

Rasa sakit harian dan kemunduran memang nyata, dan tentunya bisa sangat serius. Namun, atas dan di luar semua itu adalah keberadaan yang sangat menakjubkan kita, dan setiap kemungkinan yang baik yang dapat kita bayangkan.

Ada banyak yang harus dilakukan, dan ada lebih banyak lagi yang kita mampu lakukan. Pengalaman sejenak akan mendapatkan bagaimana rasanya memiliki kesempatan untuk membuat perbedaan.

Kemudian bertindak pada kesempatan itu, membuat perbedaan nyata dan bermanfaat dalam kehidupan, sekaligus merasa lebih baik. Ingat, seberapa baik kita memilikinya, dan merayakan keberuntungan kita dengan membuat hal positif, bahkan lebih.

Puisi Belthagy Atas Kematian Putrinya

Untuk diketahui Mohammed Al-Belthagy adalah sekjen partai Ikhwanul Muslimin Mesir yang harus kehilangan putrinya Asma Beltagy (17). Asma el-Belthagy satu dari 525 orang yang terbunuh pada Rabu lalu (14/08) saat militer Mesir menyerbu dua kamp protes Ikhwanul Muslimin. Selama enam pekan, demonstran menyerukan pengembalian Mursi dan Beltagi kepada jabatan mereka.

Jujur ane ikutan merinding membaca puisi ini, puisi seorang ayah, ketidak berdayaan, keikhlasan, pantas juga perdana menteri turki Erdogan menangis ketika dibacakan puisi Belthagy ini.
Ya Allah lindungilah saudara-saudara kami yang ada di negeri mesir, suriah dan negara-negara ditimur tengah dan hinakanlah musuh-musuh mereka, musuh kami, musuh-mushmy ya Allah, yang terus membantai saudara-saudara kami tanpa kenal ampun dan belas kasih.

Berikut adalah Puisi Belthagy Atas Kematian Putrinya

asma el-beltaghy
Putriku yang tercinta dan menjadi guruku yang terhormat, Asma al-Beltaji, saya tidak mengucapkan selamat tinggal kepada-mu, saya katakan esok kita akan bertemu lagi.

Kamu telah hidup dengan kepala yang terangkat tinggi, memberontak melawan tirani dan belenggu , dan engkau mencintai kemerdekaan. Kamu telah hidup sebagai seorang pencari cakrawala baru untuk membangun kembali bangsa ini yang menganggap tempat ini menjadi diantara peradaban.

Kamu tidak pernah membungkukkan diri dengan apa yang menyibukkan mereka dari usia Anda. Walaupun studi di negeri ini gagal memenuhi aspirasi dan ketertarikanmu , namun kamu selalu yang pertama di kelas.

Saya tidak punya cukup sesuatu yang berharga untukmu dalam hidupmu yang singkat ini , terutama karena waktu saya tidak memungkinkan untuk menikmati banyak waktu denganmu . Terakhir kali kami duduk bersama denganmu di Rabaa Al Adawiya square , kau bertanya padaku “Walaupun ayah bersama kami, ayah tetap sibuk ” dan saya katakan “Tampaknya bahwa waktu kehidupan dunia tidak akan cukup untuk menikmati setiap kedekatan jadi saya berdoa kepada Allah agar kita menikmati persahabatan nanti di surga.”

Dua malam sebelum engkau dibunuh , Aku melihatmu dalam mimpiku dalam gaun pengantin putih dan engkau menjadi ikon kecantikan. Ketika engkau berbaring di sampingku , saya meminta engkau ”Apakah ini malam pernikahan-mu?” engkau menjawab, “Itu adalah siang Ayah dan bukan malam”. Ketika mereka bilang engkau dibunuh pada Rabu sore aku mengerti apa yang kamu maksud dan aku tahu Allah telah menerima jiwamu sebagai syuhada. Kamu memperkuat keyakinan Ayah bahwa kita akan berada di atas kebenaran dan musuh kami adalah kepalsuan.

Yang membuat saya merasa bersalah dan sakit adalah karena ayah tidak berada di perpisahan terakhir denganmu dan melihat-mu untuk terakhir kalinya, Ayah tidak mencium dahimu, dan tidak sempat menghormatimu untuk memimpin sholat dan doa di pemakamanmu. Aku bersumpah demi Allah, Sayangku, saya tidak takut apa yang terjadi dengan hidup saya atau dari penjara yang tidak adil, tapi saya ingin membawa pesan engkau dari jiwamu untuk menyelesaikan revolusi, untuk menang dan mencapai tujuannya.

Jiwamu telah diangkat dengan kepala terangkat tinggi melawan tirani . Peluru tajam telah menusuk engkau di dada, jiwa yang murni. Saya yakin bahwa engkau jujur ​​kepada Allah dan Dia telah memilih kamu di antara kita untuk menghormati kedudukanmu dengan pengorbanan.

Akhirnya, putriku dan guruku yang tercinta:

Saya tidak mengucapkan selamat tinggal, tapi aku mengucapkan perpisahan . Kita akan segera bertemu dengan Nabi kita tercinta dan para sahabatnya di Surga di mana keinginan kita untuk menikmati setiap persahabat dengan lainnya dan persahabatan yang kita cintai kelak akan menjadi kenyataan. – Belthagy-

Demikian postingan Puisi Belthagy Atas Kematian Putrinya sumber : www.eramuslim.com semoga anda manfaat.

KISAH PERILAKU PEMUDA IBARAT MENCABUT POHON


Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan kepala batu. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil. "Cabutlah pohon itu," katanya. Segara pemuda itu membungkuk, dan hanya dengan dua jari saja ia dengan mudah dapat mencabut pohon itu.

Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar. "Coba cabut pohon ini," katanya. Sekali lagi pemuda itu menuruti perimtahnya, namun kali ini dia menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut akar pohon itu.

Akhirnya, mereka berhenti lagi di depan sebuah pohon yang sangat besar. "Sekarang, cabutlah pohon ini!" perintahnya lagi.
"Wah, itu tidak mungkin!" protes pemuda itu.

"Aku tidak dapat mencabut pohon sebesar ini. Untuk memindahkannya diperlukan sebuah buldoser."

"Engkau benar sekali," Jawab orang tua itu.

"Kebiasaan, entah baik ataupun buruk, sama seperti pohon-pohon itu. Kebiasaan yang belum berakar dalam seperti pohon yang masih sangat kecil, dapat dicabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang akarnya mulai mendalam seperti pohon yang sudah agak besar; untuk mencabutnya diperlukan usaha dan tenaga yang kuat. Kebiasaan yang sudah sangat lama telah berakar sangat dalam, sehingga orang itu sendiri tidak bisa lagi mencabutnya. Jagalah dirimu agar kebiasaan yang sedang engkau tanamkan adalah kebiasaan-kebiasaan baik."

RENUNGAN:
Dear all, Coba ambil waktu dan selidiki hati Anda. Adakah kebiasaan buruk Anda yang masih sangat kecil tertanam di hati Anda? Adakah ‘pohon’ buruk yang sudah agak besar? Yang lebih penting, adakah ‘pohon’ besar yang sudah tertanam begitu lama? Jika ada, carilah penyelesaian masalah atas kebiasaan buruk Anda. Tanya orang lain yang menurut Anda bisa dipercaya dan mampu menyelesaikan masalah. Ubah sedikit demi sedikit perilaku yang buruk menjadi baik. Walau sesekali Anda gagal, terus ulangi. Dengan sikap ingin berubah yang total, Anda bisa membuang ‘akar’ jelek tersebut.

PETUAH KABAYAN TENTANG AWAN DAN AIR


Di sebuah tempat nan jauh dari kota di Jawa Barat , tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan.
Ia seperti mencari sesuatu di surau itu.

"Assalamu'alaikum, Kabayan " ucapnya ke Kabayan yang terlihat sibuk menyapu ruangan surau. Spontan, si Kabayan itu menghentikan sibuknya. Ia menoleh ke si pemuda dan senyumnya pun mengembang.

"Wa'alaikumussalam. Mangga. Mari masuk!" ucapnya sambil meletakkan sapu di sudut ruangan.
Setelah itu, ia dan sang tamu pun duduk bersila.

"Ada apa, Jang ?" ucapnya dengan senyum yang tak juga menguncup.
"Kabayan , Aku diterima kerja di kota!" ungkap sang pemuda kemudian.
"Syukurlah," timpal si Kabayan bahagia. "Kabayan, kalau tidak keberatan, berikan aku petuah agar bisa berhasil!" ucap sang pemuda sambil menunduk.

Ia pun menanti ucapan si Kabayan di hadapannya.

"Jang , Jadilah seperti air. Dan jangan ikuti jejak awan," untaian kalimat singkat meluncur tenang dari mulut si Kabayan.
Sang pemuda belum bereaksi. Ia seperti berpikir keras memaknai kata-kata Kabayan.

"Maksud, Kabayan?" ucapnya kemudian.
"Jang , Air mengajarkan kita untuk senantiasa merendah. Walau berasal dari tempat yang tinggi, ia selalu ingin ke bawah. Semakin besar, semakin banyak jumlahnya; air kian bersemangat untuk bergerak kebawah. Ia selalu mencari celah untuk bisa mengaliri dunia dibawahnya," jelas si Kabayan dengan tenang.

"Lalu dengan awan,Kabayan?" tanya si pemuda penasaran.

"Jangan sekali-kali seperti awan, Jang. Perhatikanlah! Awan berasal dari tempat yang rendah, tapi ingin cepat berada di tempat tinggi.

Semakin ringan, semakin ia tidak berbobot; awan semakin ingin cepat meninggi," terang si Kabayan begitu bijak.

KISAH PENGADUK BESI DAN GARAM DAPUR


Seorang pemulung berjalan-jalan ditengah tumpukan sampah. Di tengah-tengah sampah tersebut ia menemukan sebuah pengaduk besi yang sudah tua dan berkarat. Sang pemulung kemudian memungut pengaduk besi tersebut dan kemudian meletakkannya di dalam tasnya. Kemudian ia pun berjalan lagi dan di dekat tempat ia menemukan pengaduk besi tadi, ia menemukan sebongkah garam dapur yang sudah sangat kotor. Garam tersebut kemudian ia pungut dan ia masukkan ke dalam tasnya juga. Di dalam tas si pemulung tersebut, garam dan pengaduk besi menjadi akrab. Mereka saling mengenal dan mengasihi satu sama lain, saling berbagi rasa, dan saling sharing tentang perjalanan mereka selama ini.

Sesampainya di rumah, si pemulung mengamplas pengaduk besi yang ia temukan tadi sehingga mengkilap kemudian melumurinya dengan minyak dan meletakkannya di tempat perkakasnya. Sedangkan bongkahan garam dapur yang ia temukan ia bersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel padanya kemudian mencucinya sebentar dan meletakkannya di tempat bumbu dapur.

Pengaduk besi dan garam dapur sangat bersedih hati. Mereka yang sudah akrab merasa dipisahkan oleh si pemulung. Mereka menganggap si pemulung kejam karena telah memisahkan mereka. Dan mereka pun sepakat akan protes kepada si pemulung.

Akhirnya si pemulung mendengar protes kedua benda tersebut. Besi berkata “Tuanku, mengapa engkau memisahkan aku dari garam dapur. Ia sahabat sejatiku.” Garam dapur pun protes serupa : “Tidakkah sangat kejam tuan. Aku menyayangi pengaduk besi sahabatku. Mengapa engkau memisahkan kami ?”

Si pemulung menjawab mereka : “Hei pengaduk besi dan garam dapur. Tidak tahukah kalian bahwa jika kalian bersatu terlalu lama akan merusakkan satu sama lain. Tidak tahukah kalian bahwa garam dapur akan larut oleh uap air dan membentuk air garam. Air garam dapat bereaksi dengan besi dan menimbulkan karat kemudian karat itu akan mengotori kalian semuanya. Aku akan menyatukan kalian lagi saat aku memasak, kemudian aku akan membersihkan kalian lagi.”

RENUNGAN:
Kisah garam dapur dan pengaduk besi ini adalah kisah perumpamaan tentang kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita selalu dihadapi dengan masalah dan kesulitan terus menerus tapi janganlah berputus asa dari semua keadaan tersebut pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya dan mengasah kita tuk menjadi tabah dan sabar.

KISAH KEBIJAKSANAAN SEORANG ANAK TERHADAP KEKAYAAN


Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung, dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.

' Bagaimana perjalanan kali ini?'

' Wah, sangat luar biasa Ayah'

' Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin' kata ayahnya.

' Oh iya' kata anaknya

' Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?' tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab.

' saya saksikan bahwa kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.

Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke! halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.

Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.'

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.

Kemudian sang anak menambahkan ' Terimakasih Ayah, telah menunjukan kepada saya betapa miskinnya kita.'

RENUNGAN:
Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.

TIPS RAHASIA HIDUP BERUNTUNG DARI RICHARD WISEMAN


Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial-bermasalah. Memang Ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Berdasarkan hasil penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial. Keempat faktor tersebut adalah:

1) Sikap terhadap peluang

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Sebaliknya, kelompok Orang yang sial memiliki perasaan dan sikap yang lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

2) Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika.
Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “good feeling”. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3) Selalu berharap kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata selalu bersikap positif terhadap kehidupan. Berprasangka dengan optimis bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

4) Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya.

RENUNGAN :
Jadi, menurut Profesor Richard Wiseman => rahasia orang yang berUntung adalah cukup sederhana. Dikatakannya, hampir semua orang normal juga bisa beruntung. Termasuk Anda. Apakah sudah Siap mulai menjadi si Untung?

First, Open your Mind, and Enjoy your life……

KISAH TRAUMA GADIS MUDA YANG MEMBUATNYA MENJADI LATAH


Kisah ini berawal dari Ibu Ani mempekerjakan Dewi di rumahnya untuk mengurusi pekerjaan rumah tangga dan juga menemani anak2nya di rumah. Satu hal yang sangat kentara dari Dewi adalah “latah”. Lucu pada awalnya, seisi rumah sering iseng “ngerjain” Dewi dengan kelatahannya, karena ia akan otomatis mengikuti perkataan orang lain seperti burung beo.

Ibu Ani pun menceritakan kepada terapis Klinik di Jakarta, Pak Edwin mengenai “concern” nya dan dia berharap, kami bisa membantu menyembuhkan Dewi dari latahnya. Singkat cerita, Dewi pun di terapi, semua berjalan dengan baik, dan latahnya pun sudah berangsur membaik dalam terapi awal.

Namun ketika di sebutkan satu kata “kontrol diri”, tiba2 saja Dewi membeku dan seperti orang yang membatu ia diam seribu bahasa dan tidak mau berkata apa2 … Matanya tidak berkedip sama sekali, tubuhnya kaku … seperti tampak kengerian di matanya, seolah2 dia berada pada suatu masa dimana hanya dia yang tau ceritanya. Dibangunkan berkali2, diguncang2 dipanggil namanya, ia tidak bereaksi sama sekali, dan bukan untuk waktu singkat, tapi untuk waktu yang cukup lama.

Akhirnya dilakukan terapi untuk “membangunkan” Dewi supaya kami bisa membantu dia lepas dari himpitan emosi yang dia alami ….

Singkat cerita, dia berkata sepatah2 bahwa dia pernah di perkosa dua kali, dia pernah dipaksa untuk melucuti pakaiannya satu persatu dihadapan majikannya dan keluarga, dan berdiri tanpa sehelai bajupun melekat ditubuhnya. Ia sungguh2 merasa dihina, ditertawakan, dipermalukan, diperlakukan seperti binatang, tidak mempunyai kontrol diri. Maka ketika kami menyebutkan “kontrol diri” itu seperti suatu penyulut meledakkan ribuan emosi yang dia pendam selama ini dengan baik selama beberapa tahun …

Ia sudah memohon, menangis, namun majikannya seolah2 tidak perduli atas sakit hati dan malu yang dialami oleh Dewi … bayangkan sahabat, di usia nya yang masih muda, ia harus mengalami hal seperti ini. Sungguh keji …

Setelah ia bercerita, ia menangis, menjerit, berteriak, mengamuk, melempar, seakan2 yang dia pendam selama ini berlomba untuk dikeluarkan, seakan2 semua himpitan yang ada di dalam, seperti bom waktu, meledak tanpa bisa dikontrol … ruangan pun hiruk pikuk karena amukan Dewi. Entah darimana ia mendapatkan kekuatan untuk menjungkirbalikan barang2 yang ada.
Akhirnya ia dibawa oleh Pak Edwin ke ruangan lain karena ruangan yang dipakai untuk terapi sudah berantakan dengan pecahan gelas dimana2.

Secara perlahan, ia di terapi oleh Pak Edwin, dan diarahkan untuk dapat melepaskan emosi yang menghambatnya, segala emosi yang terpendam di dalamnya. Singkat cerita ia pun tenang kembali, ia mengikuti proses terapi dan Thank GOD, semua diperlancar, Dewi merasa jauh lebih rileks, latahnya pun sembuh total. Dia memiliki kontrol diri kembali, dia merasa seperti ada kedamaian dalam dirinya. Dan ia mau mengampuni orang-orang yang telah melakukan hal2 yang tidak sepantasnya pada dirinya. Ia mau melepaskan “borgol” emosi yang selama ini menahannya untuk lepas bebas.

Walaupun di sisi lain dia agak takut dimarahi majikannya karena ia mengamuk dan menghancurkan barang2 yang ada Namun, Ibu Ani adalah seorang yang sungguh luar biasa, memiliki kepekaan untuk menolong semua orang tanpa pandang bulu.

RENUNGAN:
Dear All, cerita Dewi diatas bisa terjadi pada siapapun … masing2 dari kita pasti pernah mengalami satu atau lebih kejadian yang membuat kita terluka secara psikis, membuat kita lelah, membuat kita takut, membuat kita tidak berarti, membuat kita menangis, dsb. Namun hal tersebut kita pendam dengan berbagai alasan. Ada juga yang meledakkannya dengan marah2, berteriak, berolahraga ekstrim, dsb. Ada juga yang berkata bahwa “Waktu akan menyembuhkan” sehingga kita membiarkan emosi tersebut tinggal di dalam kita.

Tapi yang tidak kita sadari adalah, emosi tersebut kita tidak tuntaskan … dan seperti bom waktu yang ditanam, hanya tinggal tunggu waktunya saja sampai meledak. Dan pada saat meledak, biasanya kerusakan yang terjadi jauh lebih besar … Jangan sampai kita menyakiti orang lain, karena kita terlebih dahulu disakiti; Jangan sampai kita mengorbankan orang2 yang kita cintai, hanya karena kita tidak mau mengakui bahwa ada sesuatu yang harus dibereskan dalam diri saya … Mengakui anda baik2 saja, tidak berarti anda baik2 saja … Apa yang terlihat di permukaan hanya 12%, yang tidak terlihat adalah 88% …

Apakah ini yang Anda pilih untuk terjadi pada kehidupan Anda? The choice is yours to make … ACTION bukan sekedar menyadari saja …

KISAH TENTANG LINGKUNGAN KITA ADALAH PIKIRAN KEADAAN KITA JUGA


Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih.Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.

“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.

“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini”.

Norman Vincent Peale, penulis buku “The Power of Positive Thinking”, tersenyum penuh simpati.

“Mari kita pelajari keadaan anda,” katanya Norman dengan lembut.

Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.

“Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan,” kata pria itu tetap dalam kesedihan.
“Aku sudah tak punya apa-apa lagi.”
“Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?” tanya Norman.
“Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!”
“Kalau begitu bagus sekali,” sahut Norman penuh antusias.
“Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan “Istri yang amat mencintai”.
“Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?”
“Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!”
“Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan “Anak-anak tidak berada dalam penjara.” kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.

Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri.

“Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu,” katanya.

RENUNGAN:
Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik. Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.

Tuliskanlah hal-hal positif yang Kita pernah dan sedang miliki dalam hidup ini, bebaskan pikiran-pikiran kita dari hal-hal negatif yang hanya akan menyedot energi negatif dari luar diri kita. Dengan berfikir positif kehidupan ini akan terasa amat indah dan tidaklah sekejam yang kita bayangkan. Objek-objek yang berada di sekitar kita akan sangatlah tergantung dari bagaimana cara kita memandang dan mempersepsikannya. Lingkungan Kita adalah Pikiran Kita. Lingkungan akan berbuat positif kepada Kita jika Kita mempersepsikannya baik, sebaliknya Lingkungan akan berbuat negatif kepada kita ketika kita mempersepsikan sebaliknya.

Kamis, 22 Agustus 2013

Kita Bisa Membayangkan

Imajinasi tidak pernah habis. Pergi ke depan dan gunakan secara bebas, semakin kita manfaatkan, maka akan semakin kita memiliki.

Setiap pengalaman memberi kita lebih banyak substansi yang menjadi dasar imajinasi kita. Dan apa pun yang kita bayangkan menyediakan kita dengan kemungkinan pengalaman bahkan lebih indah.

Jangan membatasi diri untuk hanya membayangkan apa yang wajar. Meskipun alasan pasti memiliki tempat, namun dengan cepat ia dapat tumbuh segar bebas dan penuh imajinasi positif.

Kita bisa membayangkan apa pun, sehingga dapat membuat penggunaan positif dan bermakna imajinasi yang kuat. Kita bisa membayangkan apa pun, jadi bayangkan jalan ke kehidupan sukacita dan kepuasan secara positif.

Imajinasi kita adalah benar-benar keterampilan yang kuat, dan belum pernah kita bayangkan. Karena ia tidak hanya dapat kita bayangkan, namun kita dapat mengambil apa pun yang dapat dibayangkan dan menemukan cara untuk membawanya ke dalam kehidupan.

Akhirnya Nongol di Twitter

twitter-kiralmoerad

Salam alaikum sobat Ruang, Akhirnya Nongol di Twitter? sebenarnya dulu sudah pernah nyoba bikin twitter, tapi karna lebih asyik nongkrong di facebook dan google+ akhirnya jejaring sosial yang satu ini jadi terbengkalai, dan terakhir lupa password sama username untuk login, ya sudahlah.

Entah apa yang memotivasi, akhirnya disebuah pagi ingin rasanya melebarkan tali pertemenan ke dunia Twitter yang katanya memiliki iklim lebih gimana gitu (but i dont care) so this is it, @KiralMoerad jika tidak keberatan atau sedikit terasa ringan, silahkan di follow, and be sure i'll be there on your follower list soon (sok english)




Salam kenal, dan salam persahabatan, selalu ada rasa yang beda jika ada teman berbagi dan memberi.
Wassalamualaikum

Rahasia Yang Maha Indah Ebook

Rahasia YangMaha Indah

Rahasia yang Maha Indah (Lathaiif al-Minan) adalah salah satu buku karangan Ibnu Atha'illah. Setelah pada kesempatan sebelumnya di blog ini juga dishare salah satu karangan fenomenal milik beliau yakni Kitab Al-Hikam, silahkan download ebook terjemahan Al-hikam bahasa indoensia bagi anda yang belum memilikinya.

Tidak berbeda dengan kitab Al-Hikam, Kitab  Rahasia yang Maha Indah juga berisi pesan-pesan hikmah dengan menggunakan bahasa yang sangat menawan, ringan tapi penuh makna. Keindahan dan keluwesan bahasa memang menjadi ciri khas dalam setiap kitab Ibnu Atha'illah.

Kitab Lathaiif al-Minan (Rahasia Yang Maha Indah) banyak mengisahkan dua sosok agung yang telah mencapai puncak ketinggian ruhani yakni Abu al-Hasan al-Syadzili r.a. dan Abu al-Abbas al-Mursi r.a.guru beliau sendiri (ibnu Atha'illah). Selain itu di dalam Kitab Rahasia Yang Maha Indah ini, juga terdapat banyak pembahasan hal-hal istimewa lainnya yang mungkin selama ini sulit difahami.

Boleh dikatakan kitab Rahasia yang Maha Indah merupakan koleksi wajib bagi kita umat yang semakin hari semakin buta oleh rayuan dunia.

Silahkan download Ebooknya di Pojok Download blog ini, download juga berbagai macam kitab, dan hal-hal bermanfaat lainnya. Format File adalah *.exe ukuran sekitar 3.3 Mb. Demikian postingan Rahasia Yang maha Indah, semoga bermanfaat. wassalamualaikum

Fitrah Manusia

Fitrah manusia pada dasarnya selalu mengakui pada kebenaran yang hak. Tetapi pada realitasnya manusia selalu dihadapkan pada hal-hal yang berlawanan, yaitu sifat yang cenderung untuk berbuat jelek (maksiat) dan merusak.

Hal ini disebabkan besarnya pengaruh hawa nafsu yang disetir oleh syaitan. Jika tidak segera dikenali maka hal ini akan menurunkan derajat iman dan takwa kita menuju tingkatan yang paling rendah, naudzubillah.

Sesungguhnya semakin tinggi tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang semakin tingi pula tingkat godaannya. Godaan syaitan ini tidak hanya dari satu arah, tetapi dari berbagai arah dan cara serta terus menerus.

Sesuai janjinya saat berdialog dengan Allah SWT, syaitan akan menggoda manusia dan meminta kepada Allah agar umurnya diperpanjang sampai hari kiamat (QS 7: 14-17 dan QS 25: 36-39).

Oleh karena itu, untuk melawannya seorang mukmin harus mempunyai senjata atau kekuatan sehingga keimanan dan ketakwaannya tidak menurun. Yaitu dengan kesabaran, keikhlasan dan rasa optimisme dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

Apabila usaha ini dapat dipertahankan maka keimanan dan ketakwaan kita akan semakin meningkat menuju derajat mukhlisin, yang telah dijanjikan Allah tidak akan tergoda oleh syaitan (seperti dalam QS 15: 39-40).

Harus kita sadari bahwa pertumbuhan keimanan dan ketakwaan ini tidak selalu berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Bagaikan di jalan raya, terkadang ada hambatan ataupun rintangan yang datangnya tak terduga.

Oleh karena itu perlu dilaksanakan secara terus-menerus dalam segala situasi dan kondisi, yaitu dengan tarbiyah ruhiyah. Tarbiyah ruhiyah adalah usaha terapi rohaniah untuk menumbuh-suburkan takwa dalam diri seorang hamba.

Dalam hal taqwa ini, Sayyid Qutb berkata bahwa “dengan bekal takwa hati akan selalu terjaga, waspada, hati-hati, selalu konsentrasi dan penuh dengan inspirasi yang menjurus kepada kebaikan”.

Takwa adalah sumber cahaya yang menerangi langkah kita untuk menuju kepada Allah SWT dan sekaligus sebagai pengendali seluruh perbuatan yang akan dikerjakan. Takwa adalah sifat yang dinamis, artinya dapat berubah setiap saat berdasar input yang ada, hawa nafsu juga ikut berperan dalam hal ini.

Oleh karena itu perlu adanya filter pada diri seseorang. Sebaik-baik filter adalah pengetahuan (ilmu) dan ketajaman/kepekaan hati (bashirah) yang selalu dilatih untuk hal-hal yang baik.

Takwa adalah sumber kekuatan untuk menghadapi permasalahan, yang secara logis tidak mampu diselesaikan, kecuali berkat pertolongan Allah SWT. Pangkal ketakwaan adalah rasa ikhlas dan kesabaran dalam semua amal dan perbuatan.


Rabu, 21 Agustus 2013

Download Kumpulan Cerita Islam

Kumpulan-Cerita-Islam

Tidak ada salahnya kita menambah kumpulan cerita-cerita islam ketimbang kepala ini kita jejali melulu dengan kisah inspiratif modern yang banyak kita temui akhir-akhir ini. Selain memiliki nilai religi yang kental pesan-pesan yang dikandung juga tidak kalah dengan kisah-kisah inspiratif umum lainnya.

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sebuah ebook kumpulan cerita islam, semoga nantinya bisa bermanfaat. Download Kumpulan Cerita islam.

Tapi sebelumnya saya ingin share sebuah cerita islam yang saya kutif dari ebook yang akan saya share ini, sebuah kisah berjudul :

AL-BALKHI DAN SI BURUNG PINCANG 

Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, bernama al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu Ishak.

Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat ke negeri orang untuk berdagang. Sebelum berangkat,tidak ketinggalan ia berpamitan kepada sahabatnya itu. Namun belum lama al-Balkhimeninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia datang lagi. Sahabatnya menjadi heran, mengapa ia pulang begitu cepat dari yang direncanakannya. Padahal negeri yang ditujunya sangat jauh lokasinya.

Ibrahim bin Adham yang saat itu berada di masjid langsung bertanya kepada al-Balkhi, sahabatnya.
"Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau pulang begitu cepat?"
"Dalam perjalanan", jawab al-Balkhi, "aku melihat suatu keanehan, sehingga aku memutuskanuntuk segera membatalkan perjalanan".
"Keanehan apa yang kamu maksud?" tanya Ibrahim bin Adham penasaran.
"Ketika aku sedang beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak",
jawab al-Balkhi menceritakan, "aku memperhatikan seekor burung yang pincang dan buta.
Aku pun kemudian bertanya-tanya dalam hati. "Bagaimana burung ini bisa bertahan hidup, padahal ia berada di tempat yang jauh dari teman-temannya, matanya tidak bisa melihat, berjalan pun ia tak bisa". "Tidak lama kemudian", lanjut al-Balkhi, "ada seekor burung lain yang dengan susah payah menghampirinya sambil membawa makanan untuknya.

Seharian penuh aku terus memperhatikan gerak-gerik burung itu. Ternyata ia tak pernah kekurangan makanan, karena ia berulangkali diberi makanan oleh temannya yang sehat".
"Lantas apa hubungannya dengan kepulanganmu?" tanya Ibrahim bin Adham yang belum mengerti maksud kepulangan sahabat karibnya itu dengan segera.
"Maka aku pun berkesimpulan", jawab al-Balkhi seraya bergumam,
"bahwa Sang Pemberi Rizki telah memberi rizki yang cukup kepada seekor burung yang pincang lagi buta dan jauh dari teman-temannya. Kalau begitu, Allah Maha Pemberi, tentu akan pula mencukupkan rizkiku sekali pun aku tidak bekerja". Oleh karena itu, aku pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang saat itu juga".

Mendengar penuturan sahabatnya itu, Ibrahim bin Adham berkata, "wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau memiliki pemikiran serendah itu? Mengapa engkau rela mensejajarkan derajatmu dengan seekor burung pincang lagi buta itu? Mengapa kamu mengikhlaskan dirimu sendiri untuk hidup dari belas kasihan dan bantuan orang lain? Mengapa kamu tidak berpikiran sehat untuk mencoba perilaku burung yang satunya lagi? Ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup sahabatnya yang memang tidak mampu bekerja? Apakah kamu tidak tahu, bahwa tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah?"

Al-Balkhi pun langsung menyadari kekhilafannya. Ia baru sadar bahwa dirinya salah dalam mengambil pelajaran dari kedua burung tersebut. Saat itu pulalah ia langsung bangkit dan mohon diri kepada Ibrahim bin Adham seraya berkata, "wahai Abu Ishak, ternyata engkaulah guru kami yang baik". Lalu berangkatlah ia melanjutkan perjalanan dagangnya yang sempat tertunda.

Dari kisah ini, mengingatkan kita semua pada hadits yang diriwayatkan dari Miqdam bin Ma'dikarib radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, yang artinya:
"Tidak ada sama sekali cara yang lebih baik bagi seseorang untuk makan selain dari memakan hasil karya tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud 'alaihis salam makan dari hasil jerih payahnya sendiri" (HR. Bukhari).

Demikian salah satu kisah yang saya kutipkan dari ebook kumpulan cerita islam, semoga bermanfaat. Jika anda tertarik membaca kisah-kisah yang lain, silahkan download kumpulan cerita islam. Wassalam.