Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Jumat, 29 Juni 2012

PEGAWAI HOTEL YANG SABAR

Beberapa bulan yg lalu di meja pemesanan kamar hotel Memphis, saya melihat suatu kejadian yg bagus sekali, bagaimana seseorang menghadapi orang yg penuh emosi.

Saat itu pukul 17:00 lebih sedikit, dan hotel sibuk mendaftar tamu-tamu baru. Orang di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah. Pegawai tsb berkata, "Ya, Tuan, kami sediakan satu kamar 'single' untuk Anda."

"Single?" bentak orang itu, "Saya memesan double."

Pegawai tsb berkata dg sopan, "Coba saya periksa sebentar." Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata, "Maaf, Tuan. Telegram Anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali menempatkan Anda di kamar double, kalau memang ada. Tetapi semua kamar double sudah penuh."

Tamu yg berang itu berkata, "Saya tidak peduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double."

Kemudian ia mulai bersikap "Anda-tau-siapa-saya?" diikuti dengan "Saya akan usahakan agar Anda dipecat. Anda lihat nanti. Saya akan buat Anda dipecat."

Di bawah serangan gencar, pegawai muda tsb menyela, "Tuan, kami menyesal sekali, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi Anda."

Akhirnya, sang tamu yg benar2 marah itu berkata, "Saya tidak akan mau tinggal di kamar yg terbagus di hotel ini sekarang --- manajemennya benar2 buruk," dan ia pun keluar.

Saya menghampiri meja penerimaan sambil berpikir si pegawai pasti marah setelah baru saja dimarahi habis2an. Sebaliknya, ia menyambut semua dengan salam yg ramah sekali "Selamat malam, Tuan."

Ketika ia mengerjakan rutin yg biasa dalam mengatur kamar untuk saya, saya berkata kepadanya, "Saya mengagumi cara Anda mengendalikan diri tadi. Anda benar2 sabar."

"Ya, Tuan," katanya, "Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda lihat, ia sebenarnya bukan marah kepada saya. Saya cuma korban pelampiasan kemarahannya. Orang yg malang tadi mungkin baru saja ribut dg istrinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau barangkali ia merasa rendah diri, dan ini adalah peluang emasnya untuk melampiaskan kekesalannya."

Pegawai tadi menambahkan, "Pada dasarnya ia mungkin orang yg sangat baik. Kebanyakan orang begitu." Sambil melangkah menuju lift. Saya mengulang-ulang perkataannya, "Pada dasarnya ia mungkin orang yg sangat baik. Kebanyakan orang begitu."

Ingat dua kalimat itu kalau ada orang yg menyatakan perang pada Anda. Jangan membalas. Cara untuk menang dalam situasi seperti ini adalah membiarkan orang tsb melepaskan amarahnya, dan kemudian lupakan saja.

Belajar Kepribadian Dari Lebah

Pada waktu kecil dulu, saya dan teman-teman suka main bersama. Suatu hari kami main ke lapangan bola sambil membawa ketapel untuk berburu burung. Di pinggir lapangan, ada beberapa pohon mahoni yang besar-besar. Sambil melihat-lihat siapa tahu ada burung yang sedang hinggap di dahan atau rantingnya, kami mengamati dengan seksama. Tak ada satu burung pun kami lihat, tapi mata saya menemukan sebuah benda bulat kecoklatan sebesar tempurung kelapa tergantung di sebuah ranting dan benda itu dikerumuni banyak lebah. Ya, tak salah lagi itu adalah sarang lebah penyengat yang tubuhnya coklat dengan ujung perut berwarna kuning. Tak lama kemudian saya memberitahu teman-teman, dan tanpa dikomando ketapel kami rame-rame menyerbu sarang lebah itu tanpa ampun.
Tanpa menunggu lama, beberapa batu kerikil peluru ketapel kami mengenai sasaran hingga hancur. Tak disangka-sangka, tiba-tiba puluhan lebah keluar dan terbang rendah mencari musuh yang telah merusak sarangnya. Beberapa teman lari terbirit-birit dikejar lebah yang sedang marah. Ada juga yang disengat hingga menangis. Sementara itu, seorang teman memberitahu agar saya dan yang lain tiarap untuk menghindari kejaran lebah-lebah tadi. Benar juga…, sambil tiarap di atas rumput, di atas kami menderu dengung lebah-lebah yang terbang ke sana – ke mari mencari dan menunggui kami. Setelah hampir satu jam, baru lebah-lebah itu terbang kembali ke pohon, dan akhirnya kami pun pulang dengan perasan takut masih membayangi.

Mengingat pengalaman di atas, trauma juga bila berhadapan dengan lebah. Pernah juga pipi dan tangan ini bengkak oleh sengatannya. Namun bila direnungkan, serangga yang satu ini memiliki beberapa tabiat/kepribadian yang patut kita contoh.

Makanan lebah adalah sari bunga
Dari dulu hingga sekarang, lebah selalu memakan sari bunga yang manis. Tak pernah keliru satu kali pun lebah memakan ampas kedelai atau meminum air comberan, walau saat itu tak ada makanan satu pun ia temui.

@ Hal ini memberikan kita inspirasi untuk selalu memakan makanan yang baik dan jelas kehalalannya. Halal baik substansinya, maupun cara mendapatkannya. Pastikan bahwa apa yang kita makan adalah makanan yang halal dan bergizi, (dan bergizi itu tidak harus mahal). Jadi, seorang koruptor yang makan dan menghidupi keluarga dari hasil korupsinya, tidakkah ia malu dengan seekor lebah??

Ke mana pun lebah hinggap, tak ada ranting yang patah
Tubuh lebah yang mungil, membuat ia leluasa terbang dan hinggap di mana pun tanpa merusak tempat ia berhenti. Sekecil apa pun sebuah ranting pohon, tak ada yang patah dihinggapi seekor lebah. Lebah tak pernah dapat masalah dan menjadi masalah di mana pun ia hinggap.

@ Hal ini memberikan kita inspirasi untuk dapat beradaptasi dengan baik di mana pun kita berada. Di mana pun kita tinggal, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang ada. Seperti kata pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Sebisa mungkin kita menebar manfaat di mana pun kita berada.

Sekali terusik, lebah akan menyerang musuh tanpa ampun
Lebah bila tidak diusik atau disakiti, maka akan bersikap bersahabat dan tidak membahayakan siapa pun. Namun seperti cerita di atas, sekali lebah diusik tanpa salah, maka mereka akan mengejar musuhnya tanpa ampun. Walaupun kita sudah terjun ke sungai, tetap saja mereka menunggui kita. Sekali kepala kita muncul dari air, maka mereka akan serentak menyerang dan menyengat tanpa ampun.

@ Hal ini memberikan kita inspirasi untuk bersikap ksatria. Sekali harga diri kita dihina, dilecehkan, atau direndahkan, maka kita harus bangkit mengepalkan tangan membelanya. Apalagi bila harga diri atau kedaulatan bangsa dan negara kita yang jadi korban, maka kita wajib spontanitas membelanya, walau nyawa taruhannya.

Tiada yang dihasilkan lebah kecuali madu
Dari bahan yang berharga akan dihasilkan produk yang berharga pula. Begitu juga dengan lebah, tiada yang dihasilkannya kecuali madu. Madu lebah sangat manis dan mengandung manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan dan pengobatan. Tidak pernah saya dengar ada lebah yang error dan keliru menghasilkan limbah. Karena kelebihan lebah yang dapat menghasilkan madu inilah, Tuhan sampai mengabadikannya dalam kitab suci.

@ Hal ini memberikan kita inspirasi untuk tidak menghasilkan sesuatu dalam hidup ini kecuali yang berharga dan penuh manfaat bagi orang banyak. Semua profesi menghasilkan suatu produk, baik barang maupun jasa. Bila kita sudah belajar dari lebah, maka tiadalah produk tersebut tersaji melainkan dengan kualitas yang terbaik dan penuh manfaat.

Dewasa ini, banyak produser film yang memproduksi film yang merusak moral. Banyak fotografer yang foto-fotonya meracuni pikiran orang yang melihatnya. Banyak juga website-website yang isinya menghancurkan moral, dan masih banyak lagi. Tidakkah mereka belajar kehidupan dari lebah??
~~~

Demikianlah sahabat yang budiman, semoga kita bisa belajar kepribadian dan filosofi hidup dari hewan bernama lebah tersebut, sehingga hidup kita menjadi lebih bermakna dan sukses pun akan semakin dekat dengan kita. Semakin hidup kita bermanfaat bagi sesama, semakin terasa indah hidup ini.

Jangan Menunggu

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.
Tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya

Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi

Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli,
Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan…
Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu

Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

Jangan menunggu proyek, baru bekerja.
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.
Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai

Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.
Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.

Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

Pikirkanlah Sebelum Kamu Mengeluh

Hari ini…sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang pasangan mu.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup
Sebelum kamu mengeluh tentang nasib hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu lalai
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan dengan apa adanya

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran dan orang-orang cacat yang mencari pekerjaan seperti mu

Sebelum kamu menunjukkan jari telunjukmu untuk menyalahkan orang lain,
Pikirkanlah, bahwa keempat jarimu yang lain menunjuk padamu dan tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan.

Have a positive day!

Rabu, 27 Juni 2012

Permainan yang memberikan “Makna Kehidupan”

Waktu itu adalah hari libur, kebetulan juga bahwa waktu itu adalah jadwal saya untuk mengikuti suatu acara Training yang diselengarakan oleh pihak kampus, acara itu dihadiri sekitar 746 Mahasiswa se-Fakultas di Auditorium Universitas dan berlangsung selama 2 hari. saya dan teman-teman sesama mahasiswa baru angkatan 2011 mengikuti seluruh kegiatan yang telah dijadwalkan sedemikian rupa .
Namun Hingga hari kedua saya mengikuti acara tersebut, semuanya terkesan biasa-biasa saja tak ada yang special dalam acara tersebut, akan tetapi ada 1 kegiatan yang paling menarik menurut saya, sebuah Game yang benyak mengajarkan nilai-nilai moral dalam kehidupan, jujur saya sangat terkesan dengan Game itu, namanya adalah Racing Balon (Balapan Balon).
Dalam Game Racing Balon itu, beberapa dari kami dimohon Pemateri untuk maju kedepan diatas panggung dan berbaris dengan sejajar, kemudian masing-masing dari kami diberi sebuah balon yang masih kosong. Setelah kami semua dipastikan memegang 1 balon Tak lama kemudian muncul dari belakang panggung seorang Pemateri lagi yang membawa sebuah Piala yang sangat bagus, Pemateri yang membawa Piala itu kemudian berdiri persisi didepan kami dengan jarak kurang lebih 10 meter saja. Terus Pemateri yanag membawa Piala tersebut menginstruksikan kepada kami untuk bersiap-siap memulai lomba,

Pemateri itu bilang:
Pemateri : “Kepada Teman-teman yang ada didepan..! kalian semua sudah memegang balon satu-satu kan? ”
Kami : “Iya… Sudah..!” ( jawab kami serempak)
Pemateri : “Baiklah, disini saya akan menjelaskan bagaimana peraturan mainnya, saya akan berdiri tepat didepan teman-teman dengan jarak kurang lebih 10 meter, setalah saya bilang MULAI, kalian semua harus mulai meniup balon masing kemudian melepasnya ke arah saya berdiri, siapa yang balonnya sampai lebih duluan, itulah yang berhak mendapatkan Piala ini. Dengan syarat, balon itu tidak boleh kalian lemparkan, hanya boleh kalian arahkan saja agar menuju ke saya, jika nanti jalannya melenceng? Ambil dan tiup kemudian lepaskan lagi ke arah saya.. bagaimana jelas semuanya? ”
Kami : “Jelas kak… ” (jawab kami semangat, yang tak sabar lagi memperebutkan piala megah itu)

Waktu itu saya berfikir itu adalah game yang sangat mudah, hanya perlu meniup balon kemudian melepaskannya ke garis finish,itu hanya butuh waktu kurang dari 1 menit. Namun apa yang terjadi ? kami semua butuh waktu lebih dari 5 menit hanya untuk meluncurkan balon ke garis finish yang jaraknya hanya 10 meter. Bagaimana tidak? Balon yang sudah kami tiup kemudian kami arahkan ge garis finish ternyata lajunya kemana-mana, ada yang ke atas, ke samping kanan kiri, ke bawah, bahkan ada juga yang malah melaju ke arah belakang, sehingga kami harus lari kesana kemari untuk mengambilnya lagi, meniupnya lagi dan mengarahkannya ke garis finish.

Finally… salah satu dari kami berhasil mengantarkan balonnya gegaris Finish, dan dia berhak mendapatkan pialanya atas keberhasilannya itu, dia pun mendapatkan tepuk tangan dari semua yang hadir dalam acara itu.
Beberapa saat kemudian, setelah menyuruh pemenang duduk kembali bersama teman-temanya, Pemateri datang dan naik kepanggung, beliau berkata;
Pemateri : “Teman-teman yang saya banggakan, dalam Game Racing balon tadi kita bisa mengambil hikmah yang sangat besar, apa Hikmahnya”
Kami Masih terdiam dan tanda tanya didalam fikirannya, hikmah apa yang ada di game tadi ya?)

Pemateri : ”belum ada yang tau? Baiklah, akan saya jelaskan pada anda, bahwa didalam game tadi adalah Analogi (menyamakan) dengan Makna Kehidupan, bagaimana bisa..!!? Ya,, jelas bisa, begini
1. Balon = diri kita sendiri
2. Meniup balon= usaha kita
3. Mengarahkan ke garis finish = Harapan kita
4. garish finish = tujuan
5. Piala = hasil yang kita capai
Benarkan teman-teman..? ”
Mahasiswa : “Benar” (sambil menganggukan seraya berkata iya, ya..)

Pemateri : “tapi beginilah kehidupan yang kita jalani, meskipun usaha kita sudah maksimal, tujun kita sudah pasti, harapan kita sudah besar,kadang-kadang kita usaha kita kurang membuahkan hasil seperti tadi meskipun kita sudah mengarahkannya kegaris finish, namun lajunya masih saja berbelok, itulah perumpamaaan usaha kita, meski kita berusaha sebaik apapun, tidak jarang usaha kita belum berhasil.

Tapi lihatlah,, bagi orang-orang yang terus mencoba, berusaha terus menerus dalam ketertundaan keberhasilannya, maka dia akan mendapatkan penghargaan yang setimpal, yaitu Piala tadi, begitu pula usaha kita dalam meraih cita-cita, meskipun banyak cobaan yang menghadang, jika tetap Sabar dan Ikhlas dalam menjalaninya maka PASTI ALLAH AKAN MEMBERIKAN SESUAI YANG KITA INGINKAN

Syukur

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.

Kata-kata diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik.


Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai
target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar
dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.
Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus
memikirkannya.
Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi.
Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah
menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang
yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang
yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu
menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat
mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita
miliki.
Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki,
dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan,
dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.
Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga sikakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput dipekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu,Lulu".
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu ?" tanyanya keheranan.
Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu".
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita
miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya
ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.
Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki.
Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang.
Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga".

Bersyukurlah !

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang
kamu inginkan.
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu.
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit.
Di masa itulah kamu tumbuh.

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu.
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru.
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat.
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih.
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik.
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut.

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif.

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.

Selasa, 26 Juni 2012

Kemapanan dalam kesederhanaan

Semakin sederhana penampilan seseorang, semakin mapan dia dengan dirinya sendiri.

Semakin berlebihan penampilan seseorang, semakin minder dia dengan diri aslinya.

Hukum Pygmalion : Hukum Berpikir Positif

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

• Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

• Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".
• Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,

* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.

* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

• Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

• Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.

Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai

Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

Mulailah Dari Sekarang

Aku pernah membaca sebuah kalimat seperti ini, “Ingatlah dan lakukan yang terbaik selama aku hidup dan lupakanlah aku setelah aku mati”. Aku sendiri lupa itu tulisan sapa dan bacanya dimana, namun kalimat itu benar-benar melekat kuat di pikiranku dan membuatku merenungkannya dalam-dalam.

Aku pernah jalan-jalan melewati sebuah lokasi pemakaman yang cukup megah, seperti rumah-rumah mewah berukuran kecil ( lokasinya di Taman Kenangan Lestari Karawang Barat ).
Sempat bertanya dalam hati, mengapa kuburan dibuat begitu mewah? Dan jawaban yang pernah aku dengar cukup mengejutkan, alasannya mereka yang membangun makam megah adalah untuk menunjukkan rasa sayang kepada yang telah meninggal, karena selama hidup mereka belum sempat melakukan yang terbaik kepada almarhum, jadi mereka menebus kesalahan dengan membuat makam yang mewah. Aku sih cuma bisa mengatakan dalam hati, apa yang mereka lakukan adalah sia-sia, percuma, tak ada gunanya (bukan berarti aku menentang membangun makam yang mewah, melainkan motivasinya untuk apa).
Jika ingin mengasihi seseorang, tunjukkanlah itu selama dia masih hidup, jika ingin menunjukkan rasa hormat dan menyesal atas semua kesalahan yang telah dilakukan, tunjukkan itu selama dia masih hidup. Sebab jika dia telah tiada, apa yang dilakukan tidak akan bisa dimikmati lagi, dirasakan lagi, jangan tunggu sampai dia tiada baru menunjukan itu, percuma.

Jadi hormatilah, sayangilah orang tua selama mereka masih ada, bukan dengan cara memperindah makam mereka, jangan sia-siakan kesempatan untuk menyayangi, menghormati bahkan minta maaf kepada orang-orang yang berarti, agar kelak tiada penyesalan.

Jika bisa melakukan itu semua sekarang, mengapa harus ditunda, kita semua yang masih hidup ini bertarung dengan waktu, jadi manfaatkan sebaik mungkin.

Jangan Sampai Dihantui Diri Sendiri

Dunia kita ini sesungguhnya tidak serumit itu, hanya saja kita sendiri yang selalu menjadikannya sangat rumit. Mungkin lawan anda sama sekali tidak ada niat tidak baik terhadap anda, hanya saja anda sendirilah yang telah menganggapnya seperti itu. Keadaan kita ini, sesungguhnya tidak ada sesuatu apa pun yang pantas untuk dikhawatirkan, kita sendirilah yang selalu menghantui diri kita sendiri.

Ada seorang pemuda, yang putus asa karena terpukul oleh kegagalan yang dialaminya, datang untuk menemui saya.
Dengan penuh kekalutan dia menceritakan kepada saya, bahwa dia merasa telah bosan dan letih dengan kehidupan ini, dia ingin segera mengakhiri hidupnya.

Saya tidak terkejut mendengar penuturan itu, juga tidak menyalahkan dirinya, justru sebaliknya dengan perasaan tenang saya balik bertanya kepada pemuda ini, apakah tidak ada pilihan lain lagi. Dia menjawab, tidak ada, semua teman dan keluarga saya menganggap remeh diri saya, pandangan orang-orang di sekitar saya memancarkan sorot mata menghina, bahkan saya merasa pohon-pohon di sepanjang jalan pun memandang saya dengan dingin.

Pemuda itu duduk di dalam ruang kerja saya. Saat ini di dunia ini serasa hanya ada kami berdua saja. Pohon willow putih yang rindang di luar jendela mengeluarkan suara-suara gesekan dedaunan akibat hembusan angin. Dengan rona tanpa ekspresi saya melemparkan pandangan keluar jendela.

Mengiringi pandangan mata saya, pemuda itu pun melihat pemandangan di luar itu. Lama setelah itu, saya bertanya lagi padanya, anda merasa hutan di luar itu sangat menyeramkan? Atau anda merasa suara dedaunan di luar sana penuh dengan aura kebencian? Dengan sangat bimbang dia memandang saya, tidak mengerti dengan apa yang saya maksud.

Selanjutnya saya berikan satu karangan prosa yang tadi baru saja saya selesaikan agar dibacanya. Karangan prosa ini menuliskan tentang pemandangan hutan dari jendela ruang kerja saya ini. Saya bertanya padanya, apakah anda sama sekali tidak sependapat? Sepertinya ada sesuatu yang mulai dia pahami. Ia berkata, sebidang hutan yang sama, mengapa justru menjadi sedemikian indahnya di bawah goresan pena anda, sementara saya justru merasa mereka tidak ada bedanya dengan hutan-hutan lain?

Saya berkata, inilah makna dunia ini yang sesungguhnya. Yang anda lihat hari ini disini adalah sebait kisah yang saya tulis dari hutan ini, saya sarankan agar besok bertamulah anda ke pelukis yang menetap di rumah sebelah, di tempatnya anda akan dapat melihat hutan ini menjadi sebuah lukisan yang sangat indah. Pemuda itu sepertinya telah menyadari sesuatu, ekspresi wajahnya yang suram ketika datang tadi kini telah berubah menjadi santai dan ceria.

Ketika itu, ada suara-suara sapuan dari lantai satu. Saya tahu itu adalah suara cleaning service yang sedang menyapu jalanan di bawah. Saya katakan padanya, tukang sapu itu setiap hari membersihkan hutan di bawah sana, tahukah anda bagaimana cara pandangnya terhadap hutan ini?

Yang dia lihat adalah setiap hari berapa helai daun yang rontok dari pohon ini, pohon mana yang akan segera mati, dimana perlu ditanam lagi sebatang pohon. Pemuda itu mendadak sadar. Ia berkata, saya sudah mengerti, hutan ini takkan pernah berubah, hutan ini akan selalu sama saja terhadap orang lain, semuanya tergantung pada pandangan orang terhadap hutan ini sendiri.

Jiwa pemuda itu pun sepenuhnya telah santai. Saya beritahu dia, kenyataannya, teman dan keluarga anda masih tetap teman dan keluarga anda, mereka bahkan masih belum mengetahui kejadian yang telah anda alami, semua itu adalah anggapan anda sendiri bahwa mereka akan berpandangan seperti itu. Pohon di sepanjang jalan di hutan ini lebih tidak bersalah lagi, mereka tetap seperti dulu sejak tumbuh besar disini. Dan udara disini, apakah masih anda rasa menyesakkan dada?

Pemuda itu pergi setelah melepaskan beban berat itu, saya percaya dia telah menemukan kembali kemudi perahu kehidupannya. (Lu Xian Sheng)

Pangeran Kecil Yang Meminta Berumur Panjang

Pada zaman dahulu, di China berdirilah sebuah kerajaan yang sangat makmur. Kerajaan Fee Ling namanya. Kerajaan itu di perintah oleh seorang Kaisar yang arif dan bijaksana.

Kaisar juga sangat memperhatikan kepentingan rakyatnya.
 

Berkat kepemimpinannya, seluruh rakyat hidup dengan aman dan tentram. Saat itu Kaisar mempunyai seorang putra yang masih sangat kecil. Anak itu adalah anak satu-satunya, yang kelak akan menggantikan tahta ayahandanya. Ia bernama Pin Hwa. Oleh rakyat Pin Hwa sering dipanggil dengan sebutan Pangeran Kecil. Walaupun masih kecil, sang pangeran telah mewarisi sifat-sifat ayahnya yang cerdik dan bijaksana. Agar kelak dia dapat memerintah kerajaan dengan baik, maka oleh ayahnya dia disuruh belajar pada seorang guru yang bijaksana di negerinya.

Setiap kali jika Pangeran Kecil pergi belajar,di dekat danau tempat dia selalu lewat, dilihatnya seorang pengail tua yang sedang mengail di danau. Pada suatu hari seperti biasanya, dilihatnya pengail tua itu sedang mengail. Pangeran Kecil memberanikan diri untuk bertanya.

“Hai, Pak Tua! Apakah yang sedang Anda kerjakan di situ?” Mendengar sapaan itu, si pengail tua menjawab, “Kalau kamu sudah tau apa yang saya lakukan, mengapa harus bertanya lagi?”
Pangeran Kecil kemudian mendekatinya. Di sana dilihatnya bahwa pengail Pak Tua itu tanpa ada umpannya dan mata kailnya.

Maka dengan penuh keheranan bertanyalah Pangeran Kecil, “Wah, Pak Tua! Bagaimana mungkin Anda dapat memperoleh ikan, jika pancing Anda tidak ada umpan dan mata kailnya?”

“Hai, anak muda!” jawab Pak Tua.

“Jika kamu benar-benar menginginkannya, hal itu tentu bisa terjadi!”

Pangeran Kecil kemudian pergi tanpa banyak bertanya. Waktu terus berlalu.Pada suatu hari seperti biasanya, sang Pangeran akan pergi belajar. Di dekat danau, Pangeran bertemu lagi dengan pengail tua itu. Melihat Pangeran Kecil, pengail tua itu berkata, “Anak muda! Ketauilah, kamu hanya dikarunia usia yang sangat pendek. Hanya sampai usia 15 tahun saja!”

Belum sempat Pangeran Kecil bertanya, pengail tua itu sudah pergi. Pangeran Kecil duduk terpaku di situ, merenungkan hal yang akan terjadi pada dirinya. Pada hari itu ia membatalkan niatnya untuk belajar.Dan pulanglah dia ke istana. Di istana diceritakannya semua yang baru dialaminya kepada ayahanda Kaisar. Mendengar cerita itu, Kaisar bersabda pada kepada Pangeran Kecil.

“Anakku, semua yang kau ceritakan itu, pastilah benar adanya. Dan seperti katamu, Pak Tua itu juga mengatakan bahwa jika kamu benar-benar menginginkan suatu hal, maka itu akan terjadi. Berarti jika kamu ingin berumur panjang, pastilah ada jalannya. Oleh karena itu kembalilah engkau ke pengail tua itu. Dan bertanyalah kepadanya!”

Maka Pangeran Kecil pergi mencari pengail tua itu. Tak berapa lama kemudian Pangeran Kecil menemukan pengail itu. “Wahai Pak Tua,” kata Pangeran.

“Tolonglah saya! Bagaimana caranya agar umur saya diperpanjang?”

Setelah berdiam sesaat Pak Tua itu pun menjawab, “Pergilah engkau ke Gunung Chang. Di puncak gunung itu ada 2 orang yang sedang bermain catur. Kedua orang itu adalah Shih dan Sheh, dewa kelahiran dan dewa kematian. Mintalah kepada mereka. Tapi jangan menunggu sampai permainan mereka selesai. Sebab permainan itu akan memakan waktu 6 tahun! Pergilah ke sana dengan membawa botol arak!”

Setelah mengucapkan terima kasih,maka kembalilah Pangeran Kecil keisatana. Ia ceritakan semua yang dikatakan pengail tua itu kepada ayahandanya. “Sebaiknya, sekarang juga kau pergi Gunung Chang. Jangan lupa kau bawa perbekalanmu!” sabda Kaisar.

Setelah mengadakan persiapan, maka berangkatlah Pangeran Kecil ke Gunung Chang sendiri. Perjalanan ke puncak Gunung Chang tidaklah mudah. Banyak rintangan yang dijumpainya. Namun karena tekadnya sudah bulat, akhirnya dia mencapai puncak gunung itu. Disana dilihatnya kedua dewa Shih dan Sheh sedang bermain catur.

Pangeran meletakkan kedua botol arak itu di dekat mereka. Langsung saja arak itu diminum oleh kedua dewa itu. Sedang diri Pangeran Kecil tidak mereka perdulikan sama sekali. Kemudian Pangeran Kecil berlutut ke tanah sambil memohon, “Dewa Shih dan Sheh, tolonglah hambamu ini! Dewa Shih dan Sheh, tolonglah hambamu ini!…”


Pangeran Kecil terus saja berkata berulang-ulang. Hingga Dewa Sheh merasa kesal dan berkata, “Shih, coba tanyakan apa yang dinginkan anak itu!”

Kemudian kedua dewa menoleh pada Pangeran Kecil, “Anak kecil, apa yang kau inginkan disini?” tanya Dewa Shih.

“Dewa Shih dan Sheh, tolonglah agar saya dapat berumur panjang,” mohon Pangeran Kecil.
“Oh, hanya itu,” kata Dewa Sheh.

“Dengarlah umurmu tidak hanya 15 tahun. Umurmu akan aku tambah hingga menjadi 150 tahun!”

“Terima kasih Dewa Sheh!” kata Pangeran Kecil.

“Nah, sekarang pulanglah!” kata kedua dewa itu.

Maka pulanglah Pangeran Kecil ke istana dan langsung menemui ayahnya. Diceritakan apa yang dialaminya kepada sang Kaisar. Sang Kaisar pun merasa bahagia. Dan sejak itu pula Pangeran Kecil tidak pernah lagi berjumpa dengan pengail tua itu. Beberapa tahun kemudian, setelah ayahandanya mangkat. Pangeran Kecil Pin Hwa menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Kaisar. Ia pun memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana.

Senin, 25 Juni 2012

Dalam Air Mendidih

Saat pemilik warung kecil sedang berkemas untuk menutup warungnya, tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya. Dia tampak lesu dan tidak bersemangat. "Maaf anak muda, warung ini sudah tutup. Kau bisa kembali lagi besok ", kata pemilik warung itu. "Iya pak, saya tau kalau bapak sedang bersiap untuk menutup warung ini. Saya cuma lelah saja pak, boleh kah saja duduk sejenak", jawab anak muda itu. "Tentu saja", jawab pemilik warung dengan ramah.

Anak muda itu mulai bercerita tentang kehidupannya. Dia merasa hidup ini sangat berat. Tak ada kekuatan lagi untuk bertahan. Rasanya ingin mati saja. Percuma berjuang untuk hidup. Masalah tidak pernah berhenti dari hidupnya. Begitu masalah yang satu sudah bisa teratasi, timbul lagi masalah yang lain. Begitu seterusnya.
Pemilik warung pun tersenyum lalu mulai mengambil 3 panci berisi air dan menaruhnya di atas kompor yang menyala. "Bisakah kau membantuku untuk mengambil kentang, telor, dan bubuk teh itu?" tanya pemilik warung. "Apa yang akan bapak lakukan? Saya tidak memesan apapun", jawab anak muda itu. "Aku kan minta tolong untuk mengambilkan saja", jawab pemilik warung. Anak itu pun menuruti apa yang bapak itu katakan.Pemilik warung itu pun mulai memasukkan kentang, telur, dan teh kedalam 3 panci yang berbeda. Mereka buerdua menunggu sampai air itu mendidih. Setelah menunggu selama 30 menit, pemilik warung itu mulai mengangkat kentang dan telur lalu meletakkkannya di piring, dan menunagkan teh ke dalam gelas.

"Apa yang kau lihat anak muda?", tanya pemilik warung. "Kentang, telur, dan teh", jawab anak muda itu. Kemudian si pemilik warung menyuruh anak muda itu untuk merasakan semuanya itu. Dia pun mulai mengupas kentang dan memakannnya. Kentang itu terasa lunak dan lembut. Lalu dia mulai mengambil telur, mengupas kulit dan memakannya. Dia mendapati telur yang keras. Yang terakhir, si pemilik warung menyuruh anak muda itu untuk meminum teh. Dengan aroma khas teh, anak muda itu tersenyum sambil menikmati teh hangat itu.

"Bagaimana menurutmu tentang kentang, telur dan teh yang kau makan tadi?", kata pemilik warung. "Ya, seperti itulah pak. Kentang yang lunak, telur yang keras, dan teh yang nikmat". Kemudian si pemilik warung itu menjelaskan bahwa kehidupan itu seperti kentang, telur, dan teh. Ketiganya melewati proses yang sama yaitu direbus di dalam air yang mendidih. Dalam Air MendidihSebelumnya kentang itu begitu keras dan susah untuk dikupas, setelah direbus menjadi lembek dan lunak. Telur yang sebelumnya sangat mudah pecah menjadi keras. Sedangkan untuk teh itu telah mengalami perubahan yang unik. Teh itu telah membuat seluruh air menjadi berwarna cokelat dan memberi aroma yang khas pada air itu.

Air yang mendidih itu merupakan masalah-masalah yang sedang terjadi dalam setiap kehidupan. Bagaimana cara kita untuk melewati setiap masalah-masalah yang ada? Apakah kita ini termasuk kentang, telur, atau teh?

Kentang yang sebelumnya keras, setelah direbus menjadi sangat lembek. Maukah kita menjadi kentang? Setelah mengalami kesulitan menjadi putus asa, gampang menyerah, dan kehilangan seluruh kekuatan kita.

Telur yang sebelumnya begitu mudah pecah, setelah direbus menjadi keras. Maukah kita menjadi telur? Yang sebelumnya sangat lemah lembut dan penuh kasih maka setelah melewati berbagai macam pencobaan menjadi sangat keras hati.

Ataukah kita menjadi teh yang merubah air panas itu? Melewati semua kesakitan dan penderitaan yang ada untuk mencapai kenikmatan yang luar biasa? Ketika air pencapai suhu terpanas, maka teh itu akan semakin nikmat. Dimana saat diri kita semakin terpuruk, maka pada saat itu pula kita sedang dalam proses untuk
  mengubah diri kita dan lingkungan sekitar kita untuk menjadi lebih baik.
Ataukah kita menjadi teh yang merubah air panas itu? Melewati semua kesakitan dan penderitaan yang ada untuk mencapai kenikmatan yang luar biasa? Ketika air pencapai suhu terpanas, maka teh itu akan semakin nikmat. Dimana saat diri kita semakin terpuruk, maka pada saat itu pula kita sedang dalam proses untuk mengubah diri kita dan lingkungan sekitar kita untuk menjadi lebih baik.

Sudahkah 'teh' ini menjadi sumber inspirasi kita untuk betahan hidup dalam setiap kesulitanSudahkah 'teh' ini menjadi sumber inspirasi kita untuk betahan hidup dalam setiap kesulitan

yang ada? Karena kunci untuk melewati semua masalah dan pencobaan yang ada adalah dengan tekun dan sabar, tidak mudah putus asa, percaya, dan tetap berusaha.

Hidup Bagai Benih

Sudahkah Anda merenungkan tentang perjalanan hidup Anda selama ini?
Apakah Anda pernah membayangkan jika Anda tidak tidak pernah terlahir di dunia ini? Lalu berada dimana Anda saat ini?

Terkadang kita tidak pernah berpikir atau merenung tentang hal-hal kecil sepanjang hidup kita. Kita terlalu fokus dengan segala aktifitas di dunia bahkan kita terlalu sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan yang ada. Tak ada waktu untuk merenung. Tak ada waktu untuk bersyukur.

Hidup kita ini bagai sebuah benih. Semua petani pasti akan menanam benih mereka di tanah yang subur. Petani itu merawat setiap benih-benih mereka dengan baik, memberi pupuk, menyiram tiap hari, memangkas ranting-ranting yang tidak menghasilkan buah, dan mencabuti rumput yang mengganggu. Tuhan itu seperti petani. Selalu melihat dan menjaga setiap pertumbuhan hidup kita. Mau kah hidup kita diperhatikan oleh sang Maha Pencipta? Tidak selalu enak, karena kita akan dipangkas agar bisa mendapat hidup yang lebih baik.
Hidup bagai benih. Bertunas, tumbuh daun, berakar, berbunga dan berbuah. Setelah sekian lama benih itu menjadi sebuah pohon yang kokoh dengan akar yang menembuh jauh sampai ke dalam tanah dan berbuah lebat. Apa yang terjadi bila pohon itu tidak memiliki akar yang kuat? Bila angin menggoncangkannya sedikit pasti akan goyah kemudian akan tumbang. Berbeda dengan pohon yang memiliki akar kokoh. Sekencang apapun angin berhembus, pohon tersebut akan tetap bertahan. Ya, akar itu adalah iman kita. Kepercayaan kita terhadap sang Maha Kuasa. Seburuk apapun lingkungan sekitar kita, kita akan tetap bertahan pada kebenaran. Sudahkah iman kita berakar kuat?

Hidup yang berkualitas adalah hidup yang dapat menghasilkan buah. Buah itu adalah kasih. Kita harus memiliki kasih kepada sesama. Apa itu kasih?

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Sudah kah 'benih' itu menjadi sumber inspirasi hidup kita?
Sudah kah kita 'bertumbuh' dengan baik?
Tidak perlu mengeluh dengan keadaan hidup kita sekarang. Besyukurlah. Karena bersyukur adalah pupuk yang baik bagi pertumbuhan hidup kita.

Andai Aku Menjadi.....

Andai Aku Menjadi....
andai aku menjadi kupu-kupu


Andai aku menjadi seekor kupu-kupu...
bisa terbang kemana pun, ke tempat apapun, itu semua sesuai dengan keinginanku..
tidak ada yang mengekang..
selalu memiliki kebebasan..

Menjadi kupu-kupu yang cantik, memiliki sayap yang indah, seperti peri..
aku pun bisa hinggap di bunga manapun sesuai keinginan hatiku..
aku bisa menari-nari di udara..

Tapi.. tidak ah..
kupu-kupu tidak selamanya menjadi kupu-kupu..
tidak selamanya sayang indah itu bisa aku miliki..
tidak selamanya aku bisa terbang..
tidak selamanya aku bisa hinggap di bunga-bunga cantik itu..

Kupu-kupu ada saatnya berubah menjadi ulat yang menjijikkan..
menjadi kepompong yang bentuknya aneh..
mengalami metamorfosis yang begitu lama..

Ah.. kupu-kupu tidaklah cocok menjadi sumber inspirasiku..
kupu-kupu masih banyak kekurangannya..
aku tidak mau menjadi kupu-kupu.


Andai Aku Menjadi....
andai aku menjadi bunga mawar

Andai aku menjadi sekuntum bunga mawar..
indahnya..
cantiknya..
seperti itulah pujian-pujian yang dilontarkan orang-orang bila melihatku..
wah..harumnya..
puji seorang wanita yang menciumku..

Mawar menjadi tanda cinta bagi mereka yang di mabuk asmara..
mereka tak pernah melupakanku ketika berkencan..
aku selalu dibawa ketika sang lelaki menemui kekasihnya..
begitu romantisnya diriku..

Tapi.. tidak ah..
aku punya duri yang begitu menyakitkan..
aku bisa melukai siapa saja dengan duriku..
mereka pasti akan langsung membuangku bahkan menginjakku..

Mawar pun bisa layu dan mati..
mana ada mawar yang bisa mekar abadi?
tunjukkan padaku kalau itu ada..

Ah.. payah..
wahai mawar.. kau bukanlah sumber inspirasiku..
tak mau aku dibuang dan diinjak-injak karena durimu..
aku tidak mau menjadi mawar..


Andai Aku Menjadi....
andai aku menjadi ikan

Andai aku menjadi seekor ikan...
wooooooooooow.... sepertinya akan menyenangkan..
aku bisa berenang kesana-kemari..
bebas..
sebebas lautan lepas..
tak ada batasan.. tak ada larangan..

siapa yang tak suka ikan?
aku dipelihara di akuarium-akuarium..
aku dirawat dengan baik..
senangnya diriku..

Tapi.. tidak ah..
ikan pun punya batasan..
hanya bisa hidup di air..
itu kurang bebas..
aku ingin jadi ikan yang bisa hidup dimana saja..
hidup di darat pun bisa..
aku ingin itu semua..

Ah.. ikan pun kurang ideal bagiku..
ikan sama sekali tak bisa jadi sumber inspirasiku..
ikan pun sama payahnya dengan yang lainnya..
aku tidak mau menjadi ikan.


Andai Aku Menjadi....
andai aku menjadi rajawali

Andai aku menjadi seekor burung rajawali...
gagah, kuat, tangguh..
lihat saja diriku.. aku adalah penguasa di udara..
lihat sayapku yang hebat itu..
lihat bulu-buluku yang angkuh itu..
lihat paruhku yang siap menerkam mangsaku..
lihat cakarku yang siap mencabik-cabik buruanku..

Keren...
aku hebat dalam sosok rajawali..
siapa yang dapat mengalahkanku?
hewan-hewan kecil bersembunyi menyambut kedatanganku...

Tunggu dulu..
semuanya menganggap aku jahat..
manusia gemar sekali memburuku..
hidupku tak bebas lagi..
burung tetaplah burung..
sehebat apapun aku hanyalaha burung..
di atas langit masih ada langit..
masih ada yang melebihi kekuatanku..

Ah.. sial..
burung pun mati konyol ditangan pemburu berdarah dingin..
aku pun tak ingin mati konyol seperti burung sombong itu..
rajawali bukanlah sumber inspirasi yang baik bagiku..
aku tidak mau menjadi rajawali.



Andai Aku Menjadi....
andai aku menjadi matahari

Andai aku menjadi sang Matahari...
terang, bercahaya, panas..
siapa yang tidak kenal denganku?
namaku matahari..
ya..aku adalah matahari..
siapa yang bisa bersembunyi dariku?
semua aku terangi dengan cahayaku..dengan sinarku yang kekal..

Semua yang ada di bumi membutuhkanku..
matahari..
semua makhluk hidup butuh diriku..
matahari..
ingat.. tidak ada yang tidak membutuhkanku..
aku matahari..

Wah.. tidak baik..
kesombonganku membuat bumi menderita..
panasku membuat bumi kering..
salahkah bila aku menguasai malam?
salahkan bila ku bunuh malam?
aku kan raja..
matahari..

Susahnya jadi matahari..
harus bisa mengerti 'mereka'..
harus mau mengalah dengan malam dan hujan..

Bukan matahari..
sumber inspirasiku bukan kamu hai matahari..
aku tidak mau menjadi matahari.



Andai Aku Menjadi....
andai aku menjadi bintang


Andai aku menjadi sang Bintang..
sang penghias langit malam..
sang Ratu malam, pendamping bulan..
lihatlah betapa cantiknya diriku..

Tempatku tak kan dapat tergapai..
aku aman diatas sana..
yang perlu aku lakukan hanyalah mempertontonkan kecantikanku di malan hari..
lihat teman-temanku banyak..
semakin indah saja malam hari..
semua karena siapa?
karena aku..bintang..

Aduh.. kenapa mereka malah tidur?
lebih mementingkan mimpi mereka daripada aku..
percuma aku tampil canti malam ini..
orang cuma bilang 'wah, indahnya'.. lalu beranjak tidur..

Bukan ini yang aku mau..
aku ingin dihargai sepanjang hari..
bukan hanya sepanjang malam saja..
hidup adalah pilihan..
tapi aku tak bisa memilih..
aku hanyalah bintang..

Bukan ini yang ku mau..
bukan ini sumber inspirasiku..
bukan kau wahai bintang..
aku tidak mau menjadi bintang.



Andai Aku Menjadi....
andai aku menjadi pelangi

Andai aku menjadi sang Pelangi..
merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu..
adakah yang memiliki warna-warna seindah aku?
siapa yang mempunyai lengkungan warna secantik aku?
tentu saja tidak ada yang punya..
semua itu hanya milikku satu-satunya..
pelangi..

Semua mata menatapku terkagum..
semua bibir tersenyum memandangku..
semua berdecak kagum akan keindahanku..

Tapi itu semua hanyalah sementara..
hidupku sebagai pelangi tak abadi..
sebentar juga pudar..
lenyap semua keindahanku..
mereka pun juga sekilah memandang dan mengabadikanku..
merekapun cepat beralih pandang dariku..

Wahai pelangi yang indah..
maafkan aku..
kau bukanlah sumber inspirasi hidupku..
aku tak mau cepat lenyap sepertimu..
aku tidak mau menjadi pelangi.


Andai Aku Menjadi....
aku akan menjadi diriku sendiri

Aku akan menjadi diriku sendiri..
aku bukan kupu-kupu, bunga, ikan, burung, matahari, bintang, ataupun pelangi..
aku adalah aku..
ini adalah hidupku..
aku bebas menentukan segala pilihanku..
aku bebas mengatur hidupku..
aku tak ingin menjadi apapun di dunia ini..
aku hanya ingin menjadi diriku sendiri..

Jika kamu punya kekurangan, akupun juga punya kekurangan..
jika kamu punya kelebihan, akupun juga punya kelebihan..
jika kamu punya amarah, akupun juga punya kesabaran..
jika kamu punya cinta, akupun juga punya cinta yang 1000 kali lebih besar dari kamu..
jika kamu punya dendam, akupun juga punya pengampunan..

Aku bisa melakukan apapun yang aku mau..
ini adalah hidupku..
hidupku adalah sumber inspirasiku..
aku adalah aku..
kamu adalah kamu..
kita tidak sama..
kita berbeda.. tapi perbedaan itu indah..
perbedaan membuat kita saling melengkapi..
perbedaan jugalah yang menyatukan aku dan kamu..

Menjadi diri sendiri itu luar biasa..

Segala Sesuatu ada Waktunya

ada waktu untuk lahir,
ada waktu untuk meninggal,

ada waktu untuk menanam,
ada waktu untuk mencabut yang ditanam,

ada waktu untuk membunuh,
ada waktu untuk menyembuhkan,

ada waktu untuk merombak,
ada waktu untuk membangun,

ada waktu untuk menangis,
ada waktu untuk tertawa,
ada waktu untuk meratap,
ada waktu untuk menari,

ada waktu untuk membuang batu,
ada waktu untuk mengumpulkan batu,

ada waktu untuk memeluk,
ada waktu untuk menahan diri dari memeluk,

ada waktu untuk mencari,
ada waktu untuk membiarkan rugi,

ada waktu untuk menyimpan,
ada waktu untuk membuang,

ada waktu untuk merobek,
ada waktu untuk menjahit,

ada waktu untuk berdiam diri,
ada waktu untuk berbicara,

ada waktu untuk mengasihi,
ada waktu untuk membenci,

ada waktu untuk perang,
ada waktu untuk damai,

untuk segala sesuatu ada masanya,
untuk segala sesuatu yang ada di bawah langit ada waktunya,

hidup adalah sebuah pilihan,
tapi segala sesuatu ada waktunya,

hidup adalah sumber inspirasi,
tapi segala sesuatu ada masanya,

hidup itu seperti lingkaran,
tak berujung,
tak pernah berakhir,

ada masanya diatas,
ada masanya dibawah,

untuk segala sesuatu tak ada masanya,
bila kau mati,

tetawa itu indah,
menangis itu indah,
membenci itu indah,
mencintai itu indah,
segala sesuatu itu indah,
tapi segala sesuatu ada masanya,

dan,
segala sesuatu akan indah pada waktunya.

I Love Grey


: for someone out there
Aku masih ingat siapa pemilik suara itu, walaupun mulai samar terdengar dan perlahan hilang tertelan irama sang waktu. Mata sipit milikmu, senyuman sederhana peghias wajahmu, saya yakin juga masih sama, tidak jauh berbeda, masih seperti dulu, seperti saat bersama, saat kita mencoba mengisi celah celah kosong jiwa muda kita.
Ada rasa yang juga masih tertinggal dihatiku, mungkin di hatimu juga, tidak sedikit, tidak pahit, tidak juga manis, Hambar--abu abu. Tapi aku suka, aku selalu suka rasa itu menjadi abu abu, aku suka rasa itu menjadi buram dan tidak jelas. Suapaya besok atau lusa, aku bisa bebas mengingatnya sebagai indahnya warna biru pada langit cerah, atau puas dengan mengenangnya sebagai warna merah awan yang menghias langit senja...


Aku selalu suka rasa itu menjadi abu abu, karna tidak akan ada tangis yang harus disesalkan, tidak akan ada tawa yang perlu dikenang dan dirindukan, dan tidak akan ada cerita jelas yang bisa kita tuliskan...semuanya hanya buram--abu abu

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan sekarang kita sudah berada pada jalan kita masing masing, aku masih disini, dan engkau entah di sana atau dimana, aku tidak perlu tahu. Aku tidak perlu tahu sekarang kau bersama siapa, dan kamu juga tidak harus tahu, aku melangkah dijalan yang mana, untuk siapa. Karna jika kita memang harus bersama, selalu ada waktu serba kebetulan yang akan mempertemukan langkah langkah kita, tanpa perlu alasan, tanpa harus ada persiapan....


I Love Grey...



Minggu, 24 Juni 2012

Keangkuhan berasal dari ketidaktahuan

Para pakar ilmuwan seperti Newton, Einstein dan yang lainnya setelah mencapai puncak ilmu pengetahuan, mereka masih tetap berpikir dengan penuh rasa hormat dan segan terhadap Sang Pencipta dan alam semesta, mereka semuanya bukan hanya memiliki sikap agung, bermurah hati dan lapang dada dalam menerima kritikan dari orang lain, sikap mereka terhadap orang lain juga semakin rendah hati. Sebenarnya orang berpengetahuan tinggi di dunia ini, mereka semua mengerti prinsip untuk bersikap rendah hati terhadap orang lain. Hanya mereka yang buta pengetahuanlah yang bersikap congkak, sombong.
Dalam realita kehidupan, tidak sedikit contoh seperti ini. Menurut cerita, pada abad-19, ada seorang pelukis ternama dari Perancis bernama Elie Delaunay (1828-1891). Suatu saat dia pergi berlibur ke Swiss, setiap hari memikul rak gambarnya pergi ke semua tempat untuk melukis dan membuat sketsa dari alam. Suatu hari ketika dia sedang melukis dengan serius di pinggir danau Jenewa, di sebelahnya datang mendekat tiga orang turis dari Inggris, setelah melihat pada lukisannya, mereka lalu menuding-nuding pada lukisan itu dan mengritik sana sini. Yang satu mengatakan bahwa di sebelah sini kurang bagus, yang lain bilang di bagian yang sana kurang bagus, semua kritikan yang dilontarkan ditampung oleh Delaunay dan satu per satu lukisan itu lalu diperbaiki sesuai kritikan yang diterimanya, dan pada akhirnya dia masih mengucapkan "Terima kasih" kepada mereka bertiga.

Keesokannya, Delaunay sedang ada urusan pergi ke tempat lain, di stasiun kereta api, dia berjumpa lagi dengan ketiga orang yang kemarin bertemu di pinggir danau itu, mereka sedang kasak-kusuk mendiskusikan sesuatu. Sejenak kemudian, ketiga orang turis dari Inggris itu juga melihat dia, mereka lalu datang menghampiri Delaunay dan bertanya, "Tuan, kami mendengar kabar bahwa pelukis besar Delaunay sedang berlibur di sini, maka kami bermaksud mengunjunginya. Tolong tanya apakah Anda tahu dia sekarang berada dimana?". Delaunay berdiri agak membongkok menghadap ke mereka dan menjawab, "Sungguh tidak patut saya menerima segala ini, saya adalah Delaunay." Setelah mendengar ucapan ini, ketiganya menjadi sangat terkejut, teringat ketidak-sopanan mereka kemarin, wajah mereka menjadi merah dan satu persatu pergi meninggalkan tempat itu.

Berbalikan dengan contoh di atas, di Jepang, saya juga pernah menjumpai seorang anak muda yang berparas menawan, tetapi berwatak pongah dan congkak. Walaupun dia lulus dari universitas ternama dan bekerja di sebuah perusahaan yang ternama pula, tetapi beberapa kali, saat diperkenalkan untuk dijodohkan, selalu ditolak oleh pihak perempuan. Ibunya sangat cemas, karena ingin mengetahui duduk permasalahannya ada dimana, ia lalu mempercayakan saya untuk berdiskusi dengan anak laki-laki-nya itu. Setelah melalui suatu perbincangan dengannya, saya segera mengetahui dan memahami, sebab dari penolakan para perempuan yang diperkenalkan kepada dia. Yaitu dia selalu menganggap dirinya sendiri paling hebat, perkataan yang dilontarkannya penuh dengan kecongkakan dan rasa ingin mengunggulkan diri. Dia tidak mengetahui bahwa kesombongan itu menandakan ketidaktahuan, dengan bualan dan omongan kosong yang hanya ingin untuk mengambil hati perempuan, akhirnya malahan mendatangkan antipati dari para perempuan itu.

Walaupun Anda seorang yang memiliki bakat yang menonjol, jikalau Anda merasa sombong karena memiliki kemampuan, dan tiada henti-hentinya menyombongkan diri, maka kemampuan yang Anda miliki itu hanya bisa membawa kesedihan bagi Anda sendiri. Seseorang yang hanya ingin membual untuk menarik kepercayaan dari orang lain, tidak peduli dia memiliki kemampuan yang sesungguhnya atau tidak, juga tidak peduli dia memiliki kedudukan yang seberapa tinggi, pada akhirnya juga akan mengungkapkan kekurangan dirinya sendiri karena over actingnya itu. Sebaliknya, orang yang sangat berbakat tetapi terlihat bodoh acapkali membawakan kekaguman kepada orang lain, orang yang sopan dan rendah hati selalu akan membuat orang lain memuji dan menaruh hormat, dan orang yang congkak dan pongah, oleh karena ketidak-tahuannya mudah menjadi bahan tertawaan orang di seluruh dunia.

Jumat, 22 Juni 2012

TAKUT

Aku Takut...
Dikala raga ini masih segar dan muda
Dikala hari hari penuh riang canda tawa
Mata ini terpejam lalai melupa

Aku Takut...
Dikala Pujian datang, indah menggoda
Dikala cahaya sanjungan silaukan mata
Aku akan tertipu rasa sombong, terlena membangga

Aku takut...
Dikala kesulitan sesak menghimpit
Dikala sakit membatasi, rasa takut menghantui
Sabar.....tak akan sanggup menjadi tumpuan bersandar



Aku Takut...
Dikala terjebak hinanya dosa
Terperangkap busuknya zina
Dikala Tenggelam dalam kubangan Maksiat
Waktu ku akan tak cukup untuk mengucapkan Taubat....


Aku Sangat Takut...
Dikala raga ini mulai layu termakan renta
dan Ingatan perlahan melupa
Aku tidak lagi disana....dalam khusyu'nya doa doa

Moerad Qrad

Anak 6 Tahun Bertahan Hidup Sendiri,Hanya Berteman Anjing

(Cerita ini terjadi tahun 2010) Bocah kecil bernama Ah Long yang hidup sendiri di sebuah desa kaki bukit di Gunung Malu, Liuzhou di provinsi Guangxi, China, umurnya baru 6 tahun, kedua orang tuanya telah meninggal dikarenakan mengidap penyakit AIDS berturut-turut di tahun 2008 dan 2010.

Orang orang disekitarnya mengucilkannya karena Ah Long dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya.



  
Ah Long harus menjaga dirinya sendiri karena kebanyakan orang takut untuk mendekat, Satu-satunya sahabat sejatinya adalah anjingnya yang bernama Lao Hei yang selalu setia menemani disampingnya.

 
Satu-satunya keluarga yang ia miliki adalah neneknya yang berusia 84 tahun. Kadang si nenek mengunjunginya dan memasak untuknya, namun tidak bersedia tinggal bersamanya.
 

Karena Penyakitnya orang orang disekitarnya tidak menghiraukannya. Sekolah tidak mau menerimanya, bahkan para orang tua murid sepakat akan mencelakainya apabila Ah long muncul kesekolah dan bermain dengan anak-anak mereka.
Dokterpun enggan mengobatinya apabila Ah long Kecil sakit, Bahkan Departemen Kesejahteraan tidak mau mengurus anak tersebut.




Biro Sipil setempat menyediakan dana sebesar 70 yuan per bulan atau sekitar Rp 90.000 per bulan. Jumlah ini tidak cukup untuk anak kecil seumur Ah Long untuk hidup. Ah Long menjalani kehidupan sendiri. Dia menanam cabai , daun bawang dan memelihara ayam.

Dia mencuci dan memasak sendiri. Dia tidur dan bermain dengan anjingnya.



Ada juga yang bersimpati dengan Ah Long dengan memberikan pakaian, makanan dan selimut bekas. Ada yang memberikan Ah Long 20 kilogram beras dan 5 kilogram mie, ada juga yang membawakan dia sebuah surat kabar mingguan untuk mengikuti berita dunia terbaru.

Sejak cerita Ah Long diangkat oleh media, ia mendapatkan banyak perhatian termasuk dari pemerintah Cina. Sebuah rumah amal di kota Liuzhou setuju untuk mengurusnya.Ah Long juga mendapat perhatian dari orang-orang yang baik hati.

 

Ah Long pun dibangunkan rumah baru tepat disebelah rumahnya yang lama dengan dua kamar tidur, satu ruang keluarga dan satu toilet.Sebenarnya masih banyak bocah-bocah seperti A Long, tidak cuma di china di negara-negara lainpun mereka banyak yang diabaikan dan hidup sebatang kara. Hidup yang mereka jalani bukan kesalahan mereka, mereka tidak bisa memilih dilahirkan dengan mengidap HIV yang diturunkan oleh orang tuanya.

Pengidap Down Syndrome Penebar Inspirasi

Namanya Johnny, ia seorang “down syndrome”, yaitu seseorang yang menderita kelainan yang membuatnya mengalami keterbelakangan fisik dan mental. Johnny yang kini berusia 20 tahun bekerja sebagai pengemas barang di samping kasir pada sebuah perusahaan ritel besar di AS.
Suatu kali ia mendengar ceramah motivasi seorang ahli pemasaran di radio, Barbara Glanz. “Pikirkan tentang sesuatu yang bisa kalian berikan pada pelanggan dan membuat mereka merasa spesial sehingga mereka terdorong untuk datang lagi,” ujar Barbara.

Entah bagaimana, Johnny tertarik pada ceramah itu. Ia ingin memberikan sesuatu yang spesial pada para pelanggannya, namun apa? Ia sempat menelepon Barbara dan mengatakan tertarik pada ceramahnya namun ia tak bisa mewujudkannya karena ia hanya seorang down syndrome. Sampai suatu ketika terpikirkanlah membuat catatan Renungan harian - Thought for the Day, yang berisi kalimat motivasi yang sederhana namun menyentuh yang ingin ia bagikan pada para pelanggannya.
Ia meminta bantuan ayahnya untuk mengetikkannya di komputer dan mencetaknya menjadi beberapa kopi. Setiap potongan kecil hasil perenungan hariannya itu ia beri nama dirinya di belakangnya dan ucapan, “Terima Kasih Telah Berbelanja di Tempat Kami”. Hasil cetakan itu ia bawa ke tempat kerjanya.
Di toko ritel tempatnya bekerja ada beberapa kasir dengan masing-masing kasir memiliki seorang tukang kemas barang belanjaan seperti dirinya. Lalu setiap kali selesai mengemas, Johnny menyisipkan satu Thought for the Day bagi tiap pelanggannya yang membayar di kasir di barisan di mana ia bekerja.
Sebulan kemudian manajernya melihat keanehan. Antrean pelanggan di kasir di mana Johnny bertugas panjangnya tiga kali dari kasir lain. Manajer mencoba meminta para pelangan itu itu mengisi barisan sebelahnya agar lebih cepat terlayani. Uniknya, mereka bukannya mengikuti saran itu, mereka malah serempak mengatakan, “Tak apa-apa, kami rela mengantre, yang penting dapat ‘Thought for the Day ‘dari Johnny,” katanya.
Yang membuat si manajer tersentuh, banyak pelanggannya yang mengaku, biasanya mereka datang belanja di situ seminggu sekali. Namun supaya mendapat Thought for the Day setiap hari, belanjanya jadi tiap hari. Belum lagi mereka yang merekomendasikan teman-teman mereka untuk belanja di situ agar mendapatkan Thought of the Day dari Johnny juga.
Gerai ritel itupun jadi ramai. Bahkan divisi pemasaran bunga yang semula hampir bangkrut bisa kembali hidup karena ide cemerlang Johnny yang adalah seorang down syndrome. Sungguh luar biasa, seorang yang memiliki keterbelakangan mental bisa menumbuhkan kesetiaan pelanggan dan mendatangkan pelanggan baru hanya karena berbagi kata-kata motivasi.

Kisah Mengharukan Anak Menggendong Ibu Di Rumah Sakit


“Saya hampir saja tidak bisa terlahir ke dunia ini.” Ding Zu Ji, seorang pensiunan penyelidik khusus yang diambil fotonya sedang menggendong ibunya dengan sehelai kain kembang di rumah sakit Chi Mei di kota Tainan Taiwan, ketika menerima wawancara khusus dari para wartawan tanggal 6 Maret 2012 mengungkapkan sebuah rahasia betapa kehidupannya sangat berkaitan erat dengan kehidupan ibunya; dia mengatakan bahwa pada saat ibunya sedang mengandungnya enam bulan, naik kapal meninggalkan Tiongkok menuju Taiwan dan hampir saja dibuang ke laut karena tidak dapat menunjukkan kartu identitas diri.
“Saya adalah anak paling sulung dalam keluarga, hubunganku dengan ibu memang paling dekat dan itu ada cerita dibaliknya.” Ding Zu Ji mengenang kembali pada tahun 1950 ketika Pemerintah Nasionalis mundur dari Tiongkok ke Taiwan. Disebabkan ayahnya adalah seorang prajurit, maka ibunya mengikuti keluarga prajurit lainnya untuk sama-sama naik kapal ke Taiwan; karena banyak sekali warga Tiongkok yang ingin pergi ke Taiwan, maka setiap kapal penuh sesak dengan manusia dan membuat setiap unit kapal kelebihan beban, para perwira dan prajurit di atas kapal melakukan pemeriksaan keamanan dengan sangat ketat demi mencegah naiknya musuh ke atas kapal, siapa saja yang tidak membawa kartu identitas diri akan dibuang ke laut.

Ding Zu Ji mengatakan kalau saat itu kebetulan ibunya sedang mengandungnya enam bulan, dengan perut buncit naik ke kapal untuk menuju Taiwan bersama-sama dengan keluarga prajurit lainnya; tak disangka ketika para perwira dan prajurit memeriksa kartu identitas diri, ibunya tidak bisa menemukan kartu identitas diri dan membuatnya sangat gelisah. Walau teman seperjalanan lainnya berinisiatif menjadi saksi, bahkan memohon belas kasihan dari para perwira dan prajurit, namun mereka tetap ikut aturan dan hampir saja membuang ibu yang sedang berperut besar ke laut.

Untungnya, ketika kedua belah pihak sedang berkomunikasi dan tarik menarik, mendadak ada orang yang menemukan ada selembar kartu identitas diri di bawah bangku panjang sebelah, setelah diambil ternyata adalah kartu identitas diri ibu yang jatuh karena kurang hati-hati, barulah terhindar dari ambang kematian. Ding Zu Ji berkata sambil tertawa: “Sejak itulah hubunganku dengan ibu sangatlah dekat.”

“Saya bukan anak berbakti!” Ding Zu Ji menekankan dengan nada menyalahkan diri sendiri, “Saya tidak merawat ibu dengan baik, sehingga ibu terjatuh dan patah tulang kaki kiri, bahkan keinginan ibu untuk pulang ke Tiongkok juga tidak mampu direalisasikan, sehingga tidak pantas untuk dikatakan sebagai anak berbakti.” Awalnya dia ingin menunggu kondisi tubuh ibunya membaik sedikit, baru akan membawanya pulang ke Tiongkok mengunjungi sanak keluarga di sana, Ding Zu Ji mengatakan dengan sedikit sedih: “Sayangnya ibu tidak bisa menunggu sampai saya bebas bepergian ke Tiongkok sudah pun kehilangan ingatan”; Ding Zu Ji harus menunggu selama tiga tahun sesudah pensiun sebagai penyelidik baru boleh pergi ke Tiongkok, dalam selang waktu tersebut ternyata semua ingatan ibunya sudah hilang, ini membawa penyesalan dalam diri Ding Zu Ji.

Ding Zu Ji mengatakan, pada tanggal 2 Maret 2012 bisa menggendong ibunya dengan sehelai kain kembang pergi ke rumah sakit terutama karena ibunya mengalami patah tulang dan tidak leluasa bergerak, karena ingin segera menghantarkan ibunya ke rumah sakit dan dalam hati juga berpikir menggendong sebentar tidak akan terlalu capek, barulah berbuat demikian, tidak pernah menduga kalau tindakannya ini akan menarik perhatian banyak orang; akan tetapi, dia menyatakan kalau di kemudian hari dia akan mempergunakan ambulans untuk menghantarkan ibunya dan meminjam ranjang dorong pada rumah sakit.

Video Ding Zu Ji membawa ibunya yang sedang sakit untuk dirawat dokter itu telah di-posting ulang di internet berkali-kali. Banyak pengguna internet yang menjulukinya sebagai “Teladan perilaku bakti”. Bahkan pengguna internet lainnya menjuluki Ding Zu Ji sebagai “Teladan perilaku bakti yang ke 25″ dengan kisah “Ia membalut sang bunda dengan selembar kain katun”. Ke 24 contoh perilaku bakti lainnya telah ditulis dalam naskah kuno oleh Guo Ju Jing dari dinasti Yuan (1271-1368).

Ding Zu Ji tinggal bersama dengan ibunya. Saat wartawan bertanya kepada rekan-rekannya dan memintanya untuk diwawancara, ia menolak dan menjawab, “Ini adalah urusan pribadi saya, saya lebih baik tidak usah diwawancara.”

Tetangganya mengatakan mereka jarang atau bahkan hampir tidak pernah berkomunikasi dengan Ding sehingga mereka tidak memiliki banyak kesan tentang dia. Namun ketika melihat foto dia membawa ibunya ke rumah sakit, salah satu tetangga mengatakan, “Luar biasa melihat saat ini masih ada kejadian seperti itu di dunia. ”

Ding berbicara dengan mantan bosnya Mo Tien Hu yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Investigasi Tainan, tentang kejadian tersebut di telepon. Ia mengatakan ibunya telah mengalami stroke dan tidak mampu bergerak dengan baik, dan bulan lalu dia patah kakinya. Ding selanjutnya mengatakan bahwa karena tulang ibunya sudah rapuh dan tipis, duduk di kursi roda pun tidak cocok baginya, bagian kaki yang patah dapat dengan mudah terluka jika ia menabrak sesuatu. Sebagai pilihan terbaik, ia memutuskan menggunakan kain pembungkus untuk membawa ibunya ke rumah sakit.

Menurut Mo, ayah Ding meninggal pada 2006 dan ibunya mengalami depresi setelah kehilangan suaminya. Dia mengajak Ding untuk membawanya kembali ke daratan Tiongkok untuk bertemu dengan para kerabatnya di sana. Ding pun menurut. Pada saat itu, ia baru saja naik pangkat di Biro Investigasi. Kemudian, Ding mengajukan pensiun dini agar ia dapat mengurus ibunya telah telah tua dan lemah. Salah satu upaya Ding dalam mengurus ibunya adalah membawanya ke rumah sakit dengan cara yang menghebohkan tersebut.

Kamis, 21 Juni 2012

Dosa Yang Di banggakan Tak Mendapat Ampunan Allah

Assalamu’alaykum warohmatulloh wabarokatuh.
بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َٰÙ†ِ الرَّØ­ِيمِ 
Dari Abu Hurairah radiyallohu anhu, ia berkata, saya pernah mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa. Salah satu contohnya ialah seseorang yang melakukan suatu pekerjaan (buruk) dimalam yang ditutupi oleh Allah, tetapi kemudian pagi harinya ia justru mengatakan, ‘Semalam aku melakukan ini dan ini.’ Ketika tidur malam aibnya sudah ditutupi oleh Tuhannya, tetapi pagi hari ia justru membukanya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Budaya malu memang sudah tinggalkan oleh sebagian besar masyarakat kita, inilah faktor utama yang mengakibatkan orang orang sekarang tidak merasa canggung bahkan terang-terangan dalam berbuat bahkan juga menceritakan dosa dan kejahatan yang sudah diperbuatnya. Parahnya ada sebagian yang entah kenapa merasa bangga jika dosa yang diperbuatnya tersebut diketahui dan sisebut sebut oleh orang lain.
Kehilangan rasa malu berarti kita juga sudah kehilangan salah satu cabang iman, ini sesuai dengan hadis nabi s.a.w yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Iman itu ada 60 lebih (atau 70 sekian) cabang. Iman yang paling utama adalah [ucapan] Laa ilaaha illalloh dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan malu termasuk cabang dari iman.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Sekian semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama, untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Wassalamu’alaykum warohmatulloh wabarokatuh