Senin, 09 Mei 2011

Ya Allah, Panggil Aku Kembali ke Baitullah (catatan-11)

Baitullah atau Ka’bah yang terletak di tengah-tengah Masjidil Haram menjadi daya tarik tersendiri bagi umat Islam seluruh penjuru negeri tak terkecuali negeri tercinta, Indonesia.

Tak jarang gumpalan panas yang mencair dan mengucur deras dari mata ini pun menetes saat melihat bangunan kubus hitam yang menjadi pusat arah salat jutaan muslim di dunia.

Daya magis Kota Makkah dengan segala nilai sejarahnya tidak bisa dilupakan umat Islam di seluruh dunia. Adanya Ka’bah, Gua Hira, Gua Tsur, rumah Nabi serta lokasi puncak ritual ibadah haji di Arafah, Mina dan Muzdalifah serta lokasi-lokasi lainnya menjadi daya tarik tersendiri untuk dapat dikunjungi.

Saya pun tidak akan melupakan Ka’bah yang begitu suci dan sakral. Satu persatu air mata ini pun menetes ketika pertama kali datang ke Masjidil Haram, pada hari Sabtu malam, 23 April 2011. Salat di Masjidil Haram, pahalanya akan dilipatgandakan sebanyak 100 ribu kali.

Saya datang bersama rombongan dari Travel Gema Shafa Marwa (GSM) Jakarta sebanyak 75-77 jamaah, merasa kangen dengan ka’bah. Perasaan ini selalu ingin kembali ke Ka’bah karena selalu ingat kenangan berhadapan langsung dengan Ka’bah. Rasa kangen ini masih terus ada hingga kini dan akan terus ada di dalam hati.

Perjalanan ibadah Umrah itu merupakan pengalaman spiritual saya yang tidak akan pernah terlupakan selama hidup. Walaupun saya baru pergi menunaikan umrah sekali. Tetapi, hati ini tak akan pernah terlupakan dengan Baitullah ini.

Mungkin ini doa dari almarhum Bapak saya, yang telah pergi haji pada tahun 1985 yang kata beliau saat itu juga mendoakan anak keturunannya untuk bisa pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah Umrah ataupun Haji.

Labaik allahumma labaik, labaik laa syarikalak, innal hamda, wani’mata laka wal mulk, la syarikalak”. Semoga Allah SWT memperkenankan aku kembali melihat dan beribadah di depan Ka’bah, baik dalam ibadah Umrah ataupun ibadah Haji. Amin Ya Rabbal Alamin


Ya Allah, panggil kami kembali ke rumahMu, Baitullah


0 komentar:

Posting Komentar