Jumat, 09 November 2012

KISAH SUMO TIKUS (NEZUMI NO SUMO)


Dahulu kala ada hiduplah sepasang kakek dan nenek yang miskin. Pada suatu hari, ketika kakek sedang dalam perjalanan pulang dari mencari kayu bakar di atas bukit, terdengarlah suara dari balik semak-semak,
"Ayo..ayo maju". Karena penasaran, kakek mendekati semak-semak itu dan mencoba mengintip apa sebenarnya yang sedang terjadi. Ternyata dibalik semak-semak tersebut terdapat dua ekor tikus yang sedang bertanding sumo. Seekor tikus besar yang berasal dari rumah saudagar kaya di desanya dan seekor tikus kecil yang berasal dari rumahnya.

"Ayo maju" kata tikus besar yang kemudian meraih kedua lengan tikus kecil, mengangkatnya lalu membantingnya ke tanah. "Gedebug!" Beberapa kali badan tikus yang berbadan kecil itu terbanting ke tanah. Berapa pun ia melawan karena badan lawannya lebih besar maka ia pun tidak pernah menang dalam pertandingan itu. Akhirnya kedua tikus itu pun berpisah, dan besok berjanji akan kembali bertanding lagi.

"Kasihan, tikus itu. Karena dirumah tidak banyak makanan, maka badannya pun tidak gemuk-gemuk" Kata sang kakek dalam hati.

Sepulangnya ke rumah, kakek menceritakannya kejadian yang baru dilihatnya di atas bukit tadi kepada nenek. "Nenek, mungkin lebih baik kita buatkan kue mochi untuk tikus di rumah kita agar ia menjadi kuat" kata kakek. Segera diambilnya simpanan beras yang tadinya untuk membuat kue mochi2 di tahun baru. Simpanan beras yang tinggal sedikit itu semua dipakai untuk membuat kue mochi. Tidak beberapa lama kemudian, kue mochi pun jadi dan semuanya diberikan kepada tikus di rumahnya. Sang tikus pun dengan penuh sukacita memakan kue buatan nenek itu.

Keesokan harinya, pada waktu yang sama dengan kemarin kakek mencoba mengintip pertandingan sumo dari balik semak-semak. "Ayo maju" teriak Si Tikus gendut. Perlahan-lahan si tikus gendut mendekati si tikus kecil dan mencoba mengangkatnya. Tetapi berapa pun kuat ia mengangkat si tikus kecil, ia tetap tak bisa. Sekarang giliran tikus kecil yang memegang lengan tikus gendut, dan Oops.. tikus gendut pun berhasil dibanting dari arah samping olehnya. "Hah, kenapa hanya dalam waktu semalam kamu menjadi begitu kuat ?" tanya tikus gendut keheranan.

"Kakek dan Nenek membuatkan aku kue mochi jadinya aku bertambah kuat" jawab tikus kecil. "Wah, enak sekali kamu. Kalau begitu boleh dong aku datang ke rumah kamu untuk makan kue mochi bersama" kata tikus gendut dengan nada merayu.

"Sayang sekali. Tepung beras nenek sudah habis. Jadinya sampai tahun baru pun sepertinya tidak akan bisa makan kue mochi lagi" kata tikus kecil.

"Aduh, kasihan sekali kamu. Tapi, sebentar, aku tahu tempat penyimpanan tepung beras pembuat kue mochi. Malam ini datanglah ke rumahku" kata tikus gendut. Akhirnya mereka berpisah. Dan malam itu, tikus kecil pergi ke rumah tikus gendut. Mereka akhirnya pergi ke gudang tempat penyimpanan tepung beras milik saudagar kaya di desa itu. Diambilnya satu karung kecil tepung beras dan digotong bersama menuju rumah kakek dan nenek. Esok paginya kakek dan nenek sangat terkejut melihat sekantong tepung beras di dapur mereka. Mereka sangat bersuka cita. Sejak saat itu nenek pun membuatkan kue mochi yang lezat untuk tikus-tikus kesayangannya itu.

Cerita di atas berjudul asli Nezumi no Sumo (Sumo Tikus) yang berasal dari Yamagata. Kisah persahabatan antara tikus dari rumah orang kaya dan tikus dari rumah orang miskin tersebut memberikan inspirasi bagi kita untuk tidak memandang harta ataupun kekayaan dalam menjalin persahabatan.

0 komentar:

Posting Komentar