Jumat, 23 November 2012

TERIMA KEADAAN DAN KENDALIKAN


Pada suatu pagi Dodo bangun tidur agak terlambat, hanya sedikit terlambat, padahal hari itu dia harus melakukan presentasi di depan calon client yang sangat penting. Dodo berjalan tergesa-gesa menuju kamar man
di sehingga kelingking kakinya terantuk pintu kamar mandi. Dodo kesakitan dan mengeluarkan sumpah serapah, menyalahkan keadaan, menyalahkan istrinya yang tidak membangunkannya. Selesai mandi , dengan masih menahan sakit di kelingking kaki Dodo mencari baju kerjanya dalam lemari dan tidak menemukannya. Dodo memporak porandakan lemarinya dan tetap tidak menemukan baju kerjanya. Sekali lagi dia berteriak memanggil istri dan menyalahkannya. Istrinya datang dan menyampaikan bahwa baju kerja sudah disiapkan, digantung di belakang pintu kamar agar Dodo lebih mudah menemukan dan memakai karena dia sadar Dodo terlambat bangun. Alih-alih berterima kasih, Dodo justru menyalahkan istrinya yang merubah kebiasaan. Dodo sarapan dengan tergesa-gesa sehingga tidak sengaja menumpahkan minuman yang sedikit membasahi celananya, Dodo kembali memaki keadaan dan semua orang di rumahnya karena dia anggap sebagai penyebab segala kekacauan, termasuk kelingking kakinya yang sakit.

Dalam perjalanan menuju kantor, Dodo terjebak kemacetan. Dia berusaha mencari jalan alternatif. Karena mengendarai dengan hati yang kacau dia kurang konsentrasi memperhatikan jalan. Mobil Dodo tanpa sengaja menyerempet sebuah motor yang mengakibatkan pengendaranya jatuh dan terluka. Terjadi pertengkaran antara Dodo dengan pengendara motor, dan butuh waktu hampir satu jam sampai akhirnya mereka bisa berdamai dengan beberapa ratus ribu rupiah yang harus Dodo korbankan. Dodo masih harus melewati jalur yang macet beberapa kali.

Sesampai di kantor persentasi sudah dimulai yang dilakukan oleh kolega Dodo. Sudah bisa dibayangkan bagaimana nasib karir Dodo…Dan Dodo menyalahkan keadaan, menyalahkan semua orang di sekelilingnya, menyalahkan kelingking kakinya.

Di tempat yang lain di waktu yang hampir sama Didi juga terbangun sedikit terlambat. Karena tergesa-gesa kelingking kaki Didi juga terantuk pintu, Didi hanya nyengir menahan rasa sakit. “Syukurlah hanya satu kelingking kaki yang sakit”, ujarnya dalam hati. Selesai mandi dengan terpincang-pincang menahan sakit kelingking Didi keluar dari kamar mandi, sebelum sampai ke lemari bajunya dia menemukan baju kerjanya sudah tergantung rapi di balik pintu kamar. Sambil bersyukur dan berterimakasih dalam hati kepada istrinya Didi memakai baju kerjanya dengan tenang.

Keluar dari kamar Didi menuju meja makan bertemu dengan istrinya, dia ucapkan terima kasih kepada istrinya sambil tersenyum dan mengatakan kalau dia tergesa-gesa ke kantor dan minta tolong istrinya untuk membungkus sarapannya agar bisa dimakan di kantor saat ada kesempatan. Didi mengendarai mobilnya dengan tenang. Saat terjebak macet dia gunakan waktu untuk makan bekal sarapannya sambil berlatih presentasi yang harus dia sampaikan pagi ini. Sesampai di kantor Didi sedikit terlambat karena beberapa kali terjebak macet, namun calon client perusahaan juga terlambat karena mereka juga terjebak kemacetan. Didi berhasil melakukan presentasi dengan bagus dan hari itu juga perusahaannya berhasil mendapatkan client besar. Bisa dibayangkan bagaimana cerahnya karir Didi…Didi yang bisa bersyukur dan tetap bahagia menahan sakit kelingking kaki.

Dodo dan Didi mendapatkan kondisi awal yang sama, tetapi mendapatkan akhir yang sangat berbeda. Dodo selalu memposisikan dirinya sebagai korban, dia merasa selalu menjadi akibat dari sebab orang-orang dan lingkungannya. Didi selalu bisa menerima keadaan, kemudian berusaha mengendalikan dirinya sendiri. Dengan cara itu Didi bisa lebih mudah mendapatkan solusi, yang akhirnya membuatnya bisa mengendalikan keadaan.

RENUNGAN:
TERIMA dulu KEADAAN yang TERJADI, KENDALIKAN DIRI , maka anda BISA MENGENDALIKAN KEADAAN.

0 komentar:

Posting Komentar