Jumat, 30 November 2012

apakah selama ini kita masih terus belajar atau berhenti belajar??


Grand Hill, seorang pemain bola basket proffesional yang terkenal di Amerika Serikat berkomentar tentang jadwalnya berlatihan selama tidak ada pertandingan, Saya tidak da
pat libur berlatih selama 1 minggu, sebab sehari saja libur, keahlian saya sepertinya berkurang.

Dalam buku The Gospel According to Starbucks, Leonard Sweet menuliskan kisah Ed Faubert, seorang ahli pencicip kopi ternama. Ia sangat peka akan cita rasa kopi. Jika diberi secangkir kopi, ia akan segera dapat menjelaskan segala hal tentang kopi itu secara rinci. Bahkan dengan mata tertutup, ia mampu mengetahui asal kopi yang dicicipinya, ketinggian dan lokasi tanamnya. Kepekaan tersebut terbentuk oleh latihan Dan pengalaman terus menerus.

Latihan adalah factor yang tidak kalah penting agar kita menjadi berhasil. Orang yang memiliki bakat tetapi kurang atau tidak pernah berlatih tentu tidak akan menjadi siapa-siapa. Sementara orang yang sebenarnya terlahir tanpa sebuah potensi tetapi terus menerus belajar, mengasah diri, mencoba sesuatu strategi yang baru, bereksperiment justru akan menjadi seorang yang mahir.

Oleh karena itu penting bagi kita untuk terus menerus belajar dan belajar setiap harinya, bisa melalui buku-buku, artikel, majalah, berita ditelevisi, pengalaman dari para senior dan sebagainya
Belajar adalah hal yang kita lakukan seumur hidup.

Proses belajar baru akan berhenti ketika kita tiba di liang kubur.
Para professional yang sudah ahli pun masih berlatih dan belajar untuk meningkatkan kinerja mereka.

Latihan membuat kita pandai dan meningkatkan kemampuan.

Dari real inspirasi diatas, apakah selama ini kita masih terus belajar atau berhenti belajar??.

Mungkin kebanyakan dari kita sedang berhenti belajar, ada beberapa macam alasan salah satunya adl:
Yang pertama kita masih terjebak rutinitas pekerjaan sehari-hari. tidak ada waktu dll

Yang Kedua kita tidak mau menerima informasi terbaru, menutup diri, karena kita merasa ilmu yang kita miliki sudah cukup banyak.
(“ingat diatas langit masih ada langit”)
Yang ketiga mungkin kita sudah merasa sudah cukup tua sehingga tidak perlu belajar lagi,karena mungkin kita punya pemikiran belajar itu kan kewajiban masa anak-anak,Yang keempat kita memang sudah malas belajar dan berkembang. Dan masih banyak lain.

Dunia kita semakin tumbuh berkembang dan memiliki masalah-masalah yang kompleks, mungkin dulu dengan cara yang sederhana kita bisa dengan mudah memproduksi pakaian, kurang ada pesaing.

namun semakin lama keinginan buyer juga semakin berkembang, semakin banyak kompleksitas yang harus kita lakukan. Para pesaing juga semakin banyak, mereka juga berlomba-lomba utk maju.

Jika kita berhenti belajar dan berhenti tumbah sedangkan pesaing dan dunia lain terus tumbuh berkembang maka kita semakin lama akan ditinggalkan.

Kita perlu selalu memperbaiki diri dari hari kehari, jika tidak, kita akan tersingkir dari arena persaingan hidup. Untuk menjamin masa depan, pastikan kita terus menerus melatih diri untuk menjadi yang terdepan. Ingatlah suatu saat pesaing anda akan menjadi
Atasan anda.

“Setiap hari dalam keadaan apapun, belajarlah untuk terus berkembang”
-Emile Couse-

“Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan”

“Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu”.
(Mario Teguh )

0 komentar:

Posting Komentar