Selasa, 16 April 2013

Harap Tenang Ada Ujian

Harap-Tenang-Ada-Ujian

Salam Alaikum...
Sssssst, "HARAP TENANG ADA UJIAN" sebuah pesan yang wajib ada, hampir disetiap sekolah di Negeri ini, yang menandakan para siswanya sedang dag dig dug menikmati soal-soal ujian. Sebagai orang yang juga pernah melewati musim dag dig dug ini, saya ingin sekedar mengucapkan "Selamat Menghadapi Ujian" Baik Ujian sekolah maupun Ujian Nasional buat kalian para siswa siswi calon penerus bangsa, ya para penentu nasip bangsa, karna bagaimana nasip bangsa ini kedepannya bisa tercermin dari diri kalian saat ini.

Ngomong-ngomong soal nasip bangsa ini, sebagaimana yang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri, hampir tak ada berita gembira yang pernah kita dengar mengenai kedaan bangsa Indonesia tercinta ini, kalau dak kasus korupsi, paling berita pembunuhan, atau berita kecelakaan, kerusuhan, tawuran pelajar, parahnya lagi akhir-akhir ini sering sekali kita dengar berita-berita tentang bejatnya moral para wakil rakyat, dan para pejabat, belum lagi gosip-gosip artis yang isinya percerain dan perselingkuhan......OoOoooh Malangnya Negeri ini.......
Tapi bagaimanapun juga, Saya tetap kurang yakin, apakah orang-orang seperti itu terlahir oleh system pendidikan yang ada di negara ini,.....ENTAHLAH

Oleh karna itu, semua kembali lagi ke KALIAN, dari kalianlah akan dimulai lagi sebuah generasi baru, generasi yang akan memimpin bangsa ini. Baik busuknya nasib bangsa ini kedepannya memang tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepundak kalian, ini adalah tugas bersama, orang tua, para guru, masyarakat, lingkungan, para ulama, tokoh agama, ya segenap masyarakat indonesia juga harus ikut bertanggung jawab,...bertanggung jawab untuk memastikan KALIAN baik-baik saja.

Lanjut...Kita coba angkat sebuah rahasia umum yang berkaitan dengan Ujian(UN/UAS), sebuah rahasia yang ternyata tak pernah bisa disembunyikan,
                                        
 "MENYONTEK"

Ok tidak semua, tapi saya yakin sebagian besarnya,
Bagaimana pendapat kalian?

Saya malahan curiga, para pejabat yang korupsi di atas sana mungkin dibesarkan dengan budaya mencontek ini, wait!!! saya bukan merasa sok suci, dan mengaku tidak pernah menyontek, tapi mari kita sama-sama renungkan permasalahan pekat yang kita anggap terang benderang ini. Kita angkat dan mari kita tanamkan dalam diri, keluarga, teman dan kerabat untuk menghindari segala bentuk kecurangan dimulai dari Ujian sekolah/ Ujian Nasional ini.

Saya pribadi memang tidak menyalahkan siwa yang menyontek, atau guru yang terpaksa mengasi contekan, saya lebih fokus pada apa yang membuat siswa dan para guru melakukan hal tersebut, ya tadi saya sempet baca pernyataan wakil gubernur DKI terkaiat UN dan UAS yang ternyata juga mewakili isi kepala saya, dan berikut pernyataan kang Ahok.

AKARTA - Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat, hari ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Berbagai harapan pun muncul terkait dengan jumlah kelulusan sebesar-besarnya. Namun, pernyataan berbeda justru terlontar dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Dengan nada sinis, mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan bahwa dirinya tidak setuju tentang keberadaan UN.

"Harapan saya enggak ada UN. Bikin stres. Ya orang kan mesti dihitung disiplinnya, bukan cuma dari UN. Orang mesti dilihat prosesnya. Kalau sistem pendidikan yang baik itu prosesnya, bukan hasilnya," tegas Ahok, di Balai Kota Jakarta, Senin (15/4/2013).

Namun, Ahok menegaskan bahwa apa yang dilontarkannya itu sebagai pandangan pribadi. "Sebagai wagub ya saya harus ikut, tapi sebagai pribadi saya enggak mauUN," terangnya.

Proses UN yang berlangsung saat iti, lanjut Ahok, membuat siswa melakukan hal di luar logika. "Bikin orang stres, sampai ke dukun, doa-doa. Jadi sesuatu yang lucu. Apakah kamu dapat ujian nilai tinggi menjamin karakter kamu bagus? Kamu bisa disiplin kerja? Kamu orang yang tahan banting? Tahan menghadapi kesulitan? Tidak juga," tegasnya.

Semua sekolah saat ini, lanjut Ahok, sudah mematok biaya mahal. Dengan membentuk komite sekolah, justru ada pungutan lain yang dibebankan pada orangtua siswa.

"Orangtua ketakutan, rela bayar lagi, bayar bimbel, bimbel masuk ke sekolah di jam sekolah. Sekolah punya kewajiban 24 jam tatap muka, hanya demi ngelulusin," tukas Ahok.

Bahkan, karena rasa ketakutan itu, sambungnya, pihak guru pun memberikan contekan pada anak didiknya.

"Seharusnya kayak dulu saja. Dinilai prosesnya. Guru mengenali muridnya. Potensinya apa. Kalau mau UN, sekolah bubarin saja! Semua belajar masing-masing. Les saja, bimbel, terus langsung ujian," tandasnya. (okezone.com)

So...bagaimana pendapatmu?
Saya pribadi setuju dengan pendapat kang Ahok, walaupun tak sepenuhnya.

Maaf tulisan ini jadi ngelantur, yang awalnya ingin sekedar mengucapkan selamat buat yang lagi ujian. 
Buat yang ujian, tetap fokus aja, jangan mikirin lulus gak lulus dulu, jangan belajar sampai begadang, di bawa santai aja, dan ingat jika ada kunci jawaban berceceran di lantai kelasmu ABAIKAN SAJA, jangan biarkan hasil belajarmu menjadi percuma hanya dengan secarik kertas dak jelas.
Ok, semoga kalian bisa lulus dengan nilai terbaik...aamiin

Sssst "HARAP TENANG ADA UJIAN"
salam baik....

0 komentar:

Posting Komentar