Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Minggu, 30 September 2012

[Teori Motivasi] Prinsip Motivasi dan Kepemimpinan


Prinsip Motivasi adalah perpaduan antara keinginan dan energi untuk mencapai tujuan tertentu. Memengaruhi motivasi seseorang berarti membuat orang tersebut melakukan apa yang kita inginkan. Karena fungsi utama dari kepemimpinan adalah untuk memimpin, maka kemampuan untuk memengaruhi orang adalah hal yang penting.

Prinsip Dasar Motivasi

Penelitian Kenneth Gangel, dalam bukunya "Competent to Lead", menunjukkan bahwa orang tidak termotivasi untuk bekerja lebih baik,  karena dia mendapat gaji yang lebih tinggi atau tunjangan yang lebih banyak.
Motivasi adalah suatu fenomena psikologis, sehingga kita perlu mengetahui pendapat dari para psikolog. Mungo Miller, pimpinan Affiliated Psychological Services, mencetuskan enam prinsip umum motivasi sebagaimana di bawah ini.
  • Motivasi adalah proses psikologis, atau lebih tepatnya proses  emosional, bukan logis.
  • Motivasi pada dasarnya adalah proses yang tidak kita sadari. Tindakan yang kita atau orang lain lakukan mungkin saja tampak tidak logis, namun bagi orang yang melakukannya, tindakannya tampak wajar dan masuk akal.
  • Motivasi bersifat individual. Tingkah laku seseorang bersumber dari  dirinya sendiri.
  • Motivasi tiap orang berbeda, begitu juga setiap individu bervariasi dari waktu ke waktu.
  • Motivasi adalah proses sosial. Tak dapat diingkari, bahwa terpenuhi  atau tidaknya kebutuhan kita tergantung dari orang lain.
  • Dalam tindakan sehari-hari, kita dipandu oleh kebiasaan yang  bersumber dari motivasional di masa lalu.
prinsip motivasi

Pendorong Motivasi

Motivasi seseorang sering kali dipengaruhi oleh dua hal berikut.
  • Seberapa mendesaknya suatu kebutuhan. Misalnya, kita merasa  lapar, namun harus menyelesaikan satu tugas dengan segera. Kalau kita merasa sangat lapar, kita akan makan. Tapi bila kita hanya   sedikit merasa lapar, kita akan memilih untuk menyelesaikan tugas.
  • Anggapan bahwa suatu tindakan akan memenuhi suatu kebutuhan.   Misalnya, ada dua kebutuhan yang mendesak -- keinginan untuk  menyelesaikan tugas atau makan. Persepsi tentang bagaimana kita   memandang dua kebutuhan tersebut sangat menentukan mana  yang akan diprioritaskan. Kalau kita berpikir bahwa kita bisa dipecat   karena tugas tidak selesai, kita akan mengorbankan waktu makan  siang untuk mengerjakannya. Sebaliknya, jika kita merasa tidak  akan mendapat masalah walaupun pekerjaan itu tidak selesai, kita  akan pergi untuk makan siang
Orang dapat termotivasi karena kepercayaan, nilai, minat, rasa takut, dan sebagainya. Diantaranya adalah faktor internal seperti kebutuhan, minat, dan kepercayaan. Faktor lainnya adalah faktor eksternal, misalnya bahaya, lingkungan, atau tekanan dari orang yang dikasihi. Tak ada proses yang mudah dalam motivasi -- kita harus selalu terbuka dalam memandang orang lain.

Menjadi Motivator yang Baik

Adalah penting bagi seorang pemimpin untuk mengetahui bagaimana cara memotivasi karyawannya. MM Feinberg menjabarkan beberapa tindakan yang tidak memotivasi orang lain.
·        Meremehkan bawahan. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif karyawan.
·        Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. Tindakan ini pun bisa  merusak hubungan yang sudah terbina baik.
·        Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memerhatikan  karyawan. Kalau seorang pemimpin tidak memedulikan  karyawannya, maka rasa percaya dirinya akan luntur.
·        Memerhatikan diri sendiri. Pemimpin yang seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri.
·        Menganak emaskan seorang karyawan.
·        Tindakan ini sebaiknya juga  tidak dilakukan, karena bisa merusak moral karyawan lain.
·        Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Kalau karyawan  merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama, mereka akan sangat  termotivasi. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat para karyawan.
·        Tidak memedulikan hal-hal kecil. Apa yang nampaknya kecil bagi Anda, mungkin saja sangat penting untuk karyawan.
·        Merendahkan karyawan yang kurang terampil. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya, namun  harus hati-hati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya.
·        Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Atasan yang ragu-ragu  mengakibatkan kebimbangan di seluruh organisasi.
Sesungguhnya, cara yang paling baik untuk memotivasi karyawan adalah melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Saran, rekomendasi, dan kritik adalah pendorong yang paling efektif dan sangat memotivasi organisasi yang berani menerapkannya dan dapat memotivasi diri.

[Motivasi Kerja] Cara Memotivasi Karyawan



Tinggi rendahnya motivasi seseorang dalam kehidupan adalah hal yang sudah biasa, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita untuk tetap dalam kondisi termotivasi,  itu baru hal yang luar biasa. Termotivasi atau tidak bagi seseorang adalah sebuah pilihan, demikian halnya dengan para karyawan di dalam organisasi. Tren motivasi pada grafik bisa jadi dapat berubah-ubah, karena memang cukup kompleksnya penyebab menurun atau naiknya motivasi para karyawan.
cara memotivasi karyawan

Di bawah ini beberapa catatan untuk mendukung  dan memotivasi karyawan agar mereka dapat perform dengan pekerjaannya :

Pertama adalah usahanya

Banyak orang yang tidak berusaha maksimal dalam pekerjaannya. Mereka menganggap bahwa pekerjaannya adalah sesuatu kebisaaan saja. Tetapi mereka tidak mau bekerja dan berusaha lebih keras dibandingkan apa yang sudah dia lakukan dalam masa yang sebelumnya. Maka, kita harus bisa memotivasi mereka, bahwa kalau mereka berusaha lebih keras maka mereka akan lebih sukses dalam hidupnya. Memotivasi usaha adalah hal yang paling dasar dan umum dalam memotivasi diri.

Kedua adalah bagaimana kita memotivasi orang agar lebih efektif dalam melakukan pekerjaannya

Sering dalam pekerjaan, orang itu melakukan pekerjaannya dengan cara yang salah. Kita juga sering melihat, kadang orang sudah bekerja keras, tetapi hasilnya sangat jelek. Itu adalah orang yang tidak mampu bekerja secara efektif. Kalau kita hanya push dia untuk bekerja lebih keras saja, maka yang yang akan kita dapatkan adalah orang yang bekerja lebih keras tetapi tidak menghasilkan sesuatu untuk perusahaan kita. Ini juga salah dan perlu kita diperbaiki. Kita juga harus bisa mengajarkan kepada mereka, cara yang benar untuk bekerja. Inilah yang akan memotivasi karyawan kita ke arah efektivitas yang lebih tinggi.

Ketiga adalah ketekunan

Kalau orang itu bekerja keras, kemudian tahu-tahu lemas dan dan tidak berhasil kemudiaan tidak mau bekerja lagi. Maka kita secara berkala harus mengingatkan dia tentang pentingnya sebuah pekerjaan yang berhasil dengan baik. 

Kalau kita mendorong karyawan kita ke arah yang lebih baik, maka tiga hal inilah yang perlu kita perhatikan. Memang ada beberapa orang tertentu yang sangat ter-drive oleh nilai uang dan gaji tinggi atau money value yang tinggi. Sehingga kalau komisinya besar dia akan bekerja keras. Coba kita lihat di dalam pekerjaan para pemborong. Ada pemborong bangunan maupun harian. Kalau pekerja borongan, dia akan cepat sekali bekerja. Kitalihat kalau mereka membuat tembok atau lantai, maka mereka dapat lebih cepat 3 sampai 4 kali dari pekerja harian. Walaupun kerjanya kasar dan agak terburu-buru. Tetapi coba kita lihat apa yang membuat mereka termotivasi untuk bekerja lebih keras; yaitu uang. Walaupun tidak semua orang tidak termotivasi dengan uang. Tetapi uang atau benefit secara financial tetaplah salah satu faktor penting dalam memotivasi karyawan-karyawan.
Hal kedua yang perlu diperhatikan selain uang adalah kepuasan dalam bekerja atau feeling appreciated, dan diberi pujian dengan kata-kata yang tepat. Bahwa kalau mereka bekerja dengan baik, Kita berterimakasih kepada mereka. Kita juga memberikan penghargaan non material kepada mereka. Inilah salah satu yang memotivasi orang untuk bekerja lebih keras.
Hal ketiga adalah contoh. Kalau Kita memberikan contoh jelek dalam bekerja, bermalas-malasan, tidak mau datang pagi, maka bagaimana Kitamengharapkan karyawan Kita bekerja keras? Inilah beberapa hal yang penting dalam memotivasi karyawan.
Sebenarnya bila kita ingin memutuskan tindakan atau eksekusi masalah motivasi karyawan, sebaiknya kita lakukan diagnosa guna menangkap dengan jelas latar belakang khususnya penurunan motivasi karyawan. Penyebab penurunan cukup kompleks dan tidak berkutat pada ladang kemampuan, pengetahuan, dan perilaku saja, tetapi bisa jadi karena faktor belief system, spiritual, identitas, nilai2 dan sebagainya yang jarang kita sentuh yang justru faktor penyebabnya mungkin lebih dominan. Cobalah perhatikan setiap kalimat penyebab 1-3 diatas untuk memudahkan kita menemukan latar belakang secara sederhana.

[Motivasi Kerja] Gaji Tak Pernah Cukup !


Gaji. Cuma 4 huruf memang. Tapi kenyataannya, yang namanya gaji selalu saja ditunggu-tunggu oleh mereka yang bekerja sebagai karyawan. Dimanapun itu. Betul. Jika Anda - atau suami Anda - bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan, seringkali Anda selalu menunggu agar tanggal gajian itu datang - kalau bisa - sepuluh hari lebih cepat. Benar kan?

Menariknya, berapa pun gaji yang terima, seringkali kita merasa tidak pernah cukup. Besar sih besar. Itu sebabnya, kadang kita merasa kesal, kenapa sudah capek-cepek kerja sebulan, tetapi gaji tak pernah cukup. Bapak ibu, tenang. Kalau Anda bingung karena merasa gaji Anda tidak pernah cukup, maka kali ini saya akan memberitahu 5 hal kenapa gaji Anda dirasa tidak pernah cukup. Mau tahu apa saja?

gaji tidak pernah cukup



Biaya Hidup Tinggi


Salah satu penyebabnya mungkin karena biaya hidup di kota tempat Anda tinggal memang tinggi, dibandingkan kota-kota lain. Sekali lagi, ini cuma kemungkinan saja lho.


Gaji Anda Terlalu Kecil


Penyebab kedua adalah gaji yang kecil. Mungkin biaya hidup di kota Anda tak terlalu tinggi, tapi berhubung gaji Anda kecil, jelas Anda merasa gaji tak cukup bukan? Memang ada yang berpendapat, berapa pun gaji Anda, asal bisa dikelola dengan baik, pasti cukup. Betul. Saya setuju, karena saya sendiri juga bilang begitu. Tapi, kalau Anda merasa telah mengelolanya dengan baik, tapi kok gaji Anda tetap saja dirasa enggak pernah cukup selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, maka bisa jadi gaji Anda memang terlalu kecil.


Kenaikan Gaji tak Sebanding dengan Kenaikan Biaya Hidup


Penyebab ketiga karena kenaikan gaji Anda setiap tahun tidak seimbang dengan kenaikan Biaya Hidup. Misalnya, gaji di keluarga Anda Rp 1 juta sebulan. Biaya hidup Anda sekeluarha juga Rp 1 juta sebulan. Sementara tahun depan harga-harga naik, sehingga biaya hidup misalnya Rp 1,3 juta sebulan. Semetara gaji Anda "hanya" naik 10 persen, menjadi Rp 1,1 juta. Jelas, kan, gaji Anda tidak cukup.


Uang Lebih Enak Dihabiskan daripada Ditabung


Jujur saja, dimana-mana, yang namanya uang lebih enak untuk dihabiskan daripada ditabung. Benar kan? Contohnya, kalau Anda dapat uang Rp 500 rb sekarang, pasti akan lebih enak kalau Anda membelanjakannya daripada disimpan. Bawa saja uang itu ke toko baju atau toko sepatu, pilih-pilih, beli deh.
Tapi, kalau ditabung, enggak enak rasanya. Kenapa? Karena Anda jadi enggak bisa belanja. Itulah kenapa yang namanya uang lebih enak dibelanjakan daripada ditabung. Nah, karena keenakan, membuat orang selalu menghabiskan uang di dompetnya.
Setiap kali Anda pegang uang, selalu habis. Akhirnya, ketika ada kebutuhan, Anda lantas berpikir: "Kok nggak cukup ya gaji saya?" Padahal, itu karena Anda sudah terlanjur keenakan menghabiskan uang, sehingga rasanya gaji Anda seperti tidak cukup. Padahal, mungkin saja gaji Anda sebetulnya cukup, tapi Anda terlalu menghambur-hamburkannya.


Karena Keinginan Tidak Ada Batasnya


Anda tahu tidak bedanya kebutuhan dan keinginan? Kebutuhan adalah sesuatu yang Anda beli karena memang Anda butuhkan, entah Anda ingin atau tidak. Sementara keinginan, adalah sesuatu yang Anda beli, walaupun kadang Anda tidak selalu membutuhkannya. Menariknya, kebutuhan seringkali memiliki batas. Sementara keinginan biasanya tidak memiliki batas.
Misalnya, setiap bulan, penghasilan keluarga Anda katakan saja Rp 1 juta. Biaya hidup yang betul-betul Anda butuhkan setiap bulan rata-rata adalah Rp 700 ribu (ada batasnya, ingat?). Sementara, barang-barang yang Anda beli karena Anda memang menginginkannya, rata-rata adalah Rp 300 ribu per bulan. Total Rp 1 juta. Sesuai dengan gaji Anda. Tapi, suatu kali, bisa saja keinginan Anda meningkat, dari yang biasanya Rp 300 ribu per bulan, menjadi Rp 500 ribu per bulan. Otomatis, penghasilan Anda jadi nggak cukup dong.

Menariknya, seringkali justru keinginan inilah yang membuat gaji kita tidak cukup, karena yang namanya keinginan seringkali tidak ada batasnya, sementara kebutuhan, umumnya ada batasnya (dalam contoh diatas tadi, yaitu Rp 700 ribu per bulan). Nah, kalau Anda ingin gaji Anda cukup, sering-seringlah mengendalikan keinginan Anda yang biasanya tidak terbatas itu, dan motivasi diri anda. Bagaimana bapak ibu. Sudah jelas kan kenapa Anda selalu merasa gaji Anda tidak pernah cukup?


Motivator: Muhammad Yunus

Kemuliaan Shalat Tahajjut

Kemuliaan-Shalat-Tahajjut

Assalaamualaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. 
KEMULIAAN SHALAT TAHAJJUT, inilah tema posting yang ingin saya share pada kesempatan ini, semoga postig KEMULIAAN SHALAT TAHAJJUT ini nantinya bisa menjadi pengingat khususnya buat saya pribada untuk bisa berusaha mendirikan SHALAT TAHAJJUT dengan sungguh-sungguh, tentunya ini juga sebagai seruan bagi kita semua, karna begitu banyak KEUTAMAAN SHALAT TAHAJJUT jika kita bisa menjalankan secara terus menerus.

RASULULLAH saw bersabda, "Barang siapa menjaga sholat tahajjud dengan sungguh2, maka ALLAH memberinya 9 KEMULIAAN, 5 didunia dan 4 diakhirat.
  
DUNIA
  1. ALLAH jauhkan kita dari bencana 
  2. Tanda kesholehan memancar di wajahnya
  3. Akan dicintai hamba ALLAH yang sholeh dan disegani manusia
  4. Bicaranya jadi hikmah dan berwibawa
  5. Mudah memahami Agama ALLAH.
AKHIRAT
  1. Dibangkitkan dengan wajah yang penuh cahaya
  2. Mudah saat dihisab
  3. Seperti kilat menyambar ketika melewati jembatan shirot
  4. Menerima catatan amal dari sebelah kanan.
SUBHANALLAH, "Allahumma semoga ALLAH ilhamkan kpd kita & keluarga
kesenaganan & kekhusyuan sholat malam...aamiin"
Mungkin ada tertarik juga membaca  7 Amalan penolak bala, Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

Sabtu, 29 September 2012

[Motivasi Diri] Memilih kata-kata yang Baik dan Tepat


"Menurut kita seberapa penting memilih kata-kata yang baik dan tepat ? Jawabannya bisa Ya bisa juga Tidak, bergantung seberapa pentingkah hal itu kita lakukan." 

Sebaiknya kita perlu memilih kata-kata dengan cermat dalam berkomunikasi lisan maupun tertuang dalam rangkaian tulisan.
Mengapa demikian? kata-kata adalah pintu hati orang lain untuk mengenal dan memahami kita lebih dalam meski dalam komunikasi dan interaksi tak hanya kata-kata kita  ucapkan melainkan tindakan dan bahasa tubuh kita. Memilih kata-kata dengan baik dan cermat bukanlah pelajaran bagaimana kita merangkai kata dengan indah dan berseni dalam beropini dengan orang lain melainkan ini sebagai renungan untuk lebih bijak memilih kata-kata yang sesuai dan efektif untuk menyampaikan paduan buah pikiran dan emosi kita. Dengan demikian, dalam kondisi apapun emosi yang menggelayuti hati entah kemarahan, kesedihan, kekesalan, kegembiraan, kekecewaan, keputusasaaan, kata-kata apa telah kita renungkan dan akan meluncur keluar dari  bibir indah kita.  Sebenarnya, pemilihan kata-kata yang lebih baik dan tepat dapat meningkatkan kemampuan kita untuk mengukur jarak antara rongga pikiran dan emosi. Dengan melatih untuk memilih setiap untaian kata yang terucap, secara tidak sadar kita telah melatih anugerah manusiawi kita melalui tingkat kesadaran diri, imajinasi, hati nurani, dan kebebasan kita untuk memilih kata-kata yang tepat guna dan efektif sebagai bentuk reaksi kita pada orang lain.
memilih kata-kata yang baik


Seharusnya, kemampuan kita dalam memilih kata-kata kita jadikan sebagai alat pengendalian diri dan penyaring yang akurat terhadap butiran huruf negatif yang tak perlu ikut serta bersama ribuan kata lain yang siap meluncur deras. Kata-kata yang terucap dari bibir seseorang acap kali dianggap sebagai refleksi pribadi dirinya. Kata-kata yang baik dan tepat akan memampukan merubah perasaan nelangsa menjadi gembira, mengubah si pemurung menjadi semangat, memotivasi diri, menyembuhkan luka lama dengan balutan kelembutannya, bahkan merubah pengalaman buruk menjadi hanya sebuah cerita biasa. Memang kata-kata akan memampukan segalanya termasuk merubah keadaan menjadi lebih buruk sekalipun, dan tidak dapat menjaga kepercayaan dari orang lain.


Motivator: Muhammad Yunus

[Motivasi Kerja] - Menjaga Kepercayaan


Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
Bagi setiap karyawan, paling tidak enak kalau diawasi terus selama melakukan pekerjaan. Rasanya seperti tidak dipercaya saja. Kita semua memang ingin mendapatkan kepercayaan penuh bahwa kita bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Makanya, sebel banget jika punya boss yang maunya mengawasi terus. Sebenarnya, bagi atasan pun enak sekali kalau punya anak buah yang bisa berkerja dengan baik tanpa mesti diawasi terus. Toh mengawasi para karyawan juga sangat menyita waktu dan perhatian. Jadi, ada dua kebutuhan yang bisa saling dipertemukan, yaitu; karyawan ingin bekerja tanpa diawasi terus, sedangkan boss ingin tidak terlalu banyak buang waktu dan tenaga hanya untuk mengawasi karyawannya. Beres dong, kalau begitu. Teorinya. Tapi kenyataannya, tidak semudah itu. Maaf, jika tidak diawasi; apakah Anda bisa bekerja efektif 100%?

menjaga kepercayaan -Motivasi Diri-

Soal penyalahgunaan kepercayaan ini tidak hanya terjadi dikalangan staff atau karyawan biasa-biasa saja. Di level-level tinggi pun bisa terjadi. Contoh sederhana misalnya; seseorang dilevel senior management berada ruang kerja sambil menutup pintu kamar kerjanya. Apa yang sedang dilakukannya dengan laptopnya di jam kerja?. Tidak ada yang tahu. Setidaknya itulah yang beliau kira. Beliau tidak menyadari jika bossnya ingin mencari tahu apa sih kesibukannya sehari-hari. Entah bagaimana caranya, sang boss mengetahui bahwa sang manager itu ternyata kecanduan situs-situs khusus. Apa salahnya? Tidak ada salahnya jika dilakukan dijam-jam pribadi. Tapi jika dilakukan dijam kerja; beliau kan dibayar untuk bekerja, bukan untuk menonton tayangan tak relevan. Apa yang terjadi kemudian? Habis karirnya. Inilah salah satu contoh betapa pentingnya menjaga kepercayaan. Sekali mencedrainya, kita akan kehilangan kepercayaan itu untuk selamanya. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar menjaga kepercayaan, saya ajak memulainya dengan memahami berikut ini:
    

Setia kepada profesi.

 Setia kepada perusahaan itu bagus. Tapi, Anda bisa kecewa jika suatu saat nanti perusahaan tidak memberikan apa yang Anda inginkan. Akhirnya Anda pun kerja malas-malasan. Coba kita ubah kesetiaan kita kepada profesi kita sendiri; maka kinerja kita tidak akan pernah terpengaruh oleh situasi apapun yang kurang menyenangkan kita. Ketika memiliki kesetiaan kepada profesi, kita tidak tertarik untuk membuat profesi itu menjadi buruk. Sebaliknya kita akan berusaha melakukan tindakan-tindakan yang baik. “Sori, kita setia pada uang; bukan pada profesi,” ada juga yang berpikir begitu. Silakan saja. Tapi jika kesetiaan kita kepada profesi itu dipupuk dan dilakoni dengan baik, maka kita akan bisa membangun karir yang lebih baik. Sedangkan uang, merupakan kosekuensi logis seiring kenaikan jenjang karir yang berhasil kita raih. Makanya, setialah kepada profesi; sehingga kita tetap bergairah untuk melakukan yang terbaik. Meskipun tidak selalu diawasi.
      

Sekali untuk selamanya.

 Tidak ada yang meragukan pentingnya nama baik. Sekali tercoreng, sulit untuk dipulihkan. Salah satu kejadian menarik adalah ketika ada seorang eksekutif yang dikenal sangat jujur serta penuh dedikasi. Semua orang tahu persis soal kualitas dirinya yang sangat tinggi. Namun, suatu ketika eksekutif itu ‘tergelincir’. Hanya sekali itu. Tidak pernah terjadi sebelumnya. Tapi, karena kejadian yang hanya sekali itu, beliau kehilangan segalanya. Tidak ada gunanya penjelasan ataupun pembelaan yang menyatakan bahwa kejadian itu baru sekali itu. Tidak pula ada artinya janji untuk tidak mengulangi. Pokoknya, sejak kejadian itu orang tidak lagi menaruh respek yang sama seperti sebelumnya. Jika selalu ingat atas pentingnya menjaga nama baik, kita tidak akan tertarik untuk melakukan tindakan yang bisa merusaknya. Sekalipun ada kesempatan. Meskipun tidak bakal ketahuan. Kita akan tetap menjaganya tanpa perlu diawasi orang lain.
      

Menjaga integritas pribadi

. Di kantor, kadang tidak ada bedanya perlakuan terhadap karyawan yang baik dan yang buruk. Contoh sederhananya, jika Anda datang tepat waktu ke kantor mungkin Anda tidak mendapatkan penghargaan apapun. Sedangkan teman-teman Anda yang biasa terlambat juga tidak mendapatkan teguran apapun. Padahal, aturannya sudah jelas; tidak boleh terlambat masuk kerja. Makanya, banyak orang merasa tidak ada gunanya berdisiplin tinggi, atau bekerja dengan baik. Soalnya, hasilnya sama saja. Baik atau buruk tidak ada pengaruhnya. Lalu banyak yang cenderung ikut menjadi buruk. Ini kejadian di suatu organisasi. Suatu ketika, datang boss baru. Saat memeriksa kondisi kantornya, beliau memutuskan untuk melakukan ‘pembersihan’. Kedatangannya menjadi berkah bagi orang-orang yang menjaga integritas pribadinya. Yaitu orang yang tetap konsisten dengan perilaku baiknya, meskipun atasannya tidak selalu memonitor tindak tanduknya.
      

Memberi hadiah kepada diri sendiri.

 Ada indikasi kuat jika di banyak kantor terdapat lebih banyak punishment, daripada reward. Misalnya, jika karyawan melakukan tindakan yang baik itu dianggap biasa saja. Tapi jika melakukan kesalahan, langsung ditegur bahkan dihukum. Makanya kadang ada juga orang yang bilang begini;”Kalau gue kerja bagus, nggak ada tuch yang muji. Eh, sekalinya gue melakukan kesalahan langsung didamprat habis-habisan….” Tidak usah heran, karena mungkin masih banyak perusahaan yang begitu. Anda lari kemana pun juga mungkin masih seperti itu. Jadi solusinya bukan pindah. Melainkan belajar untuk memberi hadiah kepada diri sendiri, atas setiap kebaikan yang Anda lakukan. Sekedar tepukan di bahu sendiri. Anda juga boleh pergi ke toilet, lalu didepan cermin Anda katakan; “Welldone buddy. Hari ini kamu bekerja baik sekali!” Maka jiwa  Anda akan dipenuhi dengan aura kebaikan sekalipun tidak ada orang yang peduli atas kebaikan-kebaikan yang Anda lakukan dikantor pada hari itu.
      

Mencari bukan sekedar uang.

 Kalau tidak digaji, masak sih Anda mau bekerja di kantor itu. Sah. Memang begitulah seharusnya. Namun, coba renungkan kembali; apakah pendapatan Anda sebanding dengan pengorbanan dan resiko yang Anda hadapi dalam pekerjaan? Kemungkinan besar Anda merasa berhak mendapatkan lebih, kan? Makanya, gampang sekali untuk tergoda mencari yang ‘lebihnya’ itu. Beda sekali kalau yang kita cari itu bukan sekedar uang. Misalnya persahabatan. Maka Anda akan terus membangun persahabatan dengan kolega yang saling menghargai dan perhatian. Apa lagi jika Anda ingat bahwa bekerja adalah bagian dari perintah Tuhan. Bekerja itu termasuk ibadah. Maka, tidak mungkin kita melakukan tindakan buruk selama menjalankan pekerjaan itu. Karena dalam beribadah, kita tidak melakukan keburukan.

Menjaga Kepercayaan 2 -Motivasi Diri-

Ada cukup banyak contoh orang  yang hanya bisa bekerja dan bertindak dengan baik di tempat kerja jika dan hanya jika diawasi saja. Tapi banyak juga kok contoh orang yang tetap konsisten menjaga kepercayaan itu. Memang, atasan kita punya keterbatasan dalam mengawasi. Tapi kalau selalu ingat bahwa tidak ada tindakan tanpa konsekuensi, maka kita pun senantiasa sadar jika setiap perbuatan akan diperhitungkan. Mungkin bukan oleh perusahaan. Tapi pasti, oleh Dia yang menginginkan kita untuk menjadi pribadi yang amanah. Yaitu pribadi yang bisa menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Dengan begitu, kita bisa bekerja sebaik mungkin. Bukan dengan takaran jumlah uang yang kita dapatkan. Melainkan dengan ukuran daya diri dan kemampuan yang sudah Tuhan anugerahkan. Maka Insya Allah, kita akan senantiasa bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dapat memotivasi diri sendiri. Sehingga kepercayaan yang kita dapatkan ini, benar-benar bisa dijaga. Dan ditunaikan.


Tips for making the most out of your Salah

anak-kecil-shalat

1) Before making your Salah, think of this : Have you ever considered the fact that you are praying to the king of kings ? That when you hear the adhan or check your prayer times, you get this

overwhelming feeling that your lord is calling you upon him?


2) Rather than considering salah as one of those long daily rituals you have to carry out because it's part of the 'deen' - why not look at it as meanginful conversation with God. A time during the day where you put all your worldly matters in the hands of God and ask him to bless you and help you. You know He can.


3) When you're praying avoid looking up at the sky or around you, no matter how fidgety you can be. This only makes you distracted and will take the worth out of your Salah. How would you like it if you are having a conversation with someone and they keep turning away ? The best way to stop this from happening, is praying in a quiet room away from all the noise and distractions of life.


4) Avoid being paranoid . By that I mean, don't overthink stuff like 'did you carry out wudhu properly' 'how many sajadah have you got left' again that will only distract you. It's also shaytaan's greatest weapons against you to make you stay away from practising the perfect prayer. So whenever you feel paranoid istaeed be Allah from the shaytan .


5) Don't recite your prayers silently and don't recite them too loud. Try to reach a medium. This will stop your thoughts from getting you confused with your recitation and also increase your concentration levels.


6) Give each letter, each movements and each duaa its moment. Just because 'allahu akbar' takes less time and less effort than the 'tashawud' doesn't mean you take it less seriously.


7) Take your time! That soap opera your watching is not going to vouch for you on judgement day. Set your priorities straight.


A practice to do during this holy month is incorperating Sunnah Salah to my daily compulsory salah. I have always wanted to do this however, life tends to get in the way and I never really got the chance. However, this Ramadan is the perfect time to make a new habit.
If you don't know what sunnah salah is, its basically the extra prayers that Prophet Muhammed PBUH used to do along with his compulsory prayers.

The Sunnah Prayers are :
Fajer : 2 extra Rak'ahs before compulsory fajr salah
Dhuhr : 4 extra Rak'ahs before compulsory dhuhr salah and 2 Rak'ahs after.
Maghrib : 2 Rak'ahs after compulsory maghrib salah
Isha : 2 Rak'ahs after compulsory isha salah and 1,3,5,7 or 9 Rak'ahs of Witr.

Let's make our Salah as perfect and as complete as possible insha Allah

read more islamic quotes at www.facebook.com/islamicquotes

9 Renungan Motivasi


Berikut ini artikel untuk merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri (Self Reframing) :

1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI
“Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat.

Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze)
Perenungan Diri:
1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 - 2 menit.
2. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.
3. Tanyakan ke dalam diri sendiri: “Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?”
4. Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.
5. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.
6. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.
7. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.
8. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: “Besok mau senyum aja aaah…” dan tidurlah dengan senyum… zzz…zzz…
Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?

2. BELAJAR DARI KEKALAHAN
“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,
sesungguhnya Anda tidak kalah” ( Zig Ziglar )
Saat Anda “merasa” kalah, lakukan berikut:
- Duduk diam dan tarik nafas panjang
- Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)
- Ambil pelajaran dari kekalahan itu
- Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur
- Hembuskan nafas secepat mungkin
- Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin
“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,
sesungguhnya Anda tidak kalah”
Pasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama “kalah”.

3. PELAUT TANGGUH …
(Bayangkan WS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)
Hidup adalah rangkaian masalah.
Jika kita melihatnya sebagai masalah.
Hidup adalah rangkaian tantangan.
Jika kita melihatnya sebagai peluang.
Tantangan penting untuk otot pikiran.
Tantangan membuat kita bertumbuh.
Tantangan membuat kita kreatif.
(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)
Bersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.
Karena artinya kita memiliki peluang.
(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)
Ya, sebuah peluang untuk Menang.
Pepatah kuno mengatakan:
“Lautan yang tenang,
tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”
Atasilah masalah dengan:
Tetaplah tersenyum.
Tetaplah bergandengan tangan.
Kita hanyalah berbeda, itu saja.

4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES
“Tidak Ada Jalan yg Mulus utk Sukses,
Giat Bekerja Adalah Kuncinya” (George G Williams )
Perenungan Diri:
Hasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuat
otot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan
“otot” di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.
“Anda tidak mungkin memahami Work Smart,
sebelum Anda memiliki mental Work Hard” (Krishnamurti)
Situasi Indonesia boleh tidak menentu,
tetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan.
Kita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.

5. SIAPA YANG KAYA?
“Siapa yang kaya?
Dia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya.” (Benjamin Franklin)
Perenungan Diri:
Bersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuat
kita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenai
sukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan diri
saja bahwa hal ini benar.

6. CHOOSE TO BE HAPPY …
We always have a choice
We can choose to be happy
or we can choose to be grumpy
But It’s always better, smarter and wiser
to choose to be happy… (Melody Ross)

Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat lagi)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?”

7. SETIA PADA HAL KECIL
Bukan tindakan besar dan hebat,
yang menentukan hidup kita,
melainkan kesetiaan dalam menekuni
pekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti …. (bunda Teresa)
Perenungan Diri:
Bacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap.
Bisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan.
Boleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap.
Atau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.
“kesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil”
“kesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti”
Ya, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna.
Dan, tekad besar untuk menelannya.
Agar jadi bagian indah dalam gelora darah kita.
Karena sang musuh adalah di ego diri.
Tapi, mungkin!

8. IMPIAN PERLU UJIAN
(Baca gaya retorik Bung Karno)
kala impian membuat kita berbeda
kala cara pikir kita ditertawakan
kala senyuman kita disiniskan
kala warna semangat mulai meluntur
kala impian membuat hati bias

justru teruslah maju dan berpegang
teruslah berpegang pada impian kita
bangunlah keyakinan demi keyakinan

bukankah layang-layang terbang tinggi
karena melawan arah angin

(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)
impian kita hanya perlu diuji
diuji untuk membangun keyakinan
(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)
keyakinan untuk mencapainya

9. TUM SPIRO, SPERO
“Tum Spiro, Spero” artinya:
“Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha”
Buanglah kata menyerah dalam hidup ini.
Hidup ini sangat berarti, berkaryalah.
Karena kita adalah manusia, makhluk luar biasa.
Teruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.

Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst… diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.

Hening membuat bening…
Bening membuat jelas…

Kisah Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.


Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"

Pak Tua : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya ru
tinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"

Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."

Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"

Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."

Tamu :
"Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"

Pak Tua:"Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"

Tamu :"Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."

Pak Tua :"Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."

Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"

Pak Tua :
"Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."

Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :"Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"

Pak Tua :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."

Tamu :"Contohnya? "

Pak Tua :
"Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."

Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :"Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain
sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi.
Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:
"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."

Jumat, 28 September 2012

Semangkuk Nasi Putih (Based on True story)


Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.

"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih."

Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan :

"dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum :

"Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis."

Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.

"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.

"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.

Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini,hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi?

Suaminya kemudian membisik kepadanya :

"Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."

"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."

"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"

Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.

"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.

Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !"

katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih,

pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur,

tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.

"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."

"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.

"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.

Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"

Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.

Kisah Warren Buffet tentang Prinsip Hidup Sederhana


Warren Buffet, salah satu orang terkaya didunia saat ini, pada tahun 2006 telah menyumbang $ 31 milyar untuk kegiatan sosial kepada yayasan Bill and Melinda Gates Foundation. Saat ini menurut Forbes kekayaannya mencapai $68 milyar ($68 Billion)

"Hasil wawancara dengan CNBC"

1. Pertama kali dia membeli saham investasi pada usia 11 tahun dan dia katakan itu sudah terlambat !
Ajarkanlah anak – anak anda berinvestasi sejak dini.

2. Dia membeli sebuah ladang kecil pada usia 14 tahun dari hasil mengantar koran
Sesuatu bisa dibeli dengan sedikit tabungan
Ajarkanlah anak – anak anda untuk memulai sebuah bisnis.

3. Dia tetap tinggal dirumahnya yang kecil berkamar tiga yang ia tempati sejak menikah 50 tahun yll. Dia katakan : saya memiliki segalanya dirumah ini.
Jangan membeli sesuatu yang tidak benar – benar anda butuhkan, dan ajarkanlah anak anda berpikir demikian.

4. Dia menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi dan dia tidak membutuhkan sopir pribadi maupun bodyguard
Jadilah dirimu sendiri

5. Dia tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun ia memiliki perusahaan jet terbesar didunia.
Selalu berpikirlah cukup dengan apa yang kau miliki

6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Dia hanya menulis 1 surat tiap tahun untuk para CEOnya , memberikan mereka target tahun tsb. Dia tidak pernah mengadakan rapat atau memanggil mereka .
Letakkankan orang yang tepat pada posisinya.

7. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk CEOnya
1: Jangan habiskan uang pemegang saham
2: Jangan lupa peraturan no.1
Buatlah suatu target dan buat mereka fokus dengan target tsb

8. Dia tidak memiliki pergaulan kelas atas. Dia menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV dirumah.
Jangan mencoba untuk pamer, jadilah diri sendiri

9. Warren Buffet tidak membawa handphone dan tidak memiliki komputer dimejanya.

10. Bill Gates, orang terkaya no.1 5 tahun yang lalu mengadakan janji temu dengan Warren Buffet.Dia merancang pertemuan untuk 30 menit saja, tapi dia menghabiskan 10 jam untuk belajar menjadi seperti Warren Buffet

Nasehatnya untuk anak – anak muda:


"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :
Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.


Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

Jangan memakai merk, pakailah yang benar – benar nyaman untukmu.
Jangan habiskan uang untuk hal – hal yang tidak benar – benar penting.
Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah

"Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya".

Kisah orang tua yang bijak dan kuda putihnya


Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu b
elum pernah dilihat orang, begitu gagah, anggun dan kuat.

Orang-orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak :
"Kuda ini bukan kuda bagi saya", katanya : "Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat ?" Orang itu miskin dan godaan besar. Tetapi ia tidak menjual kuda itu.

Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. Seluruh desa datang menemuinya. "Orang tua bodoh", mereka mengejek dia : "Sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami peringatkan bahwa kamu akan di rampok. Anda begitu miskin... Mana mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga ? Sebaiknya anda menjualnya. Anda boleh minta harga apa saja. Harga setinggi apapun akan dibayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda dikutuk oleh kemalangan".

Orang tua itu menjawab : "Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu; selebihnya adalah penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana Anda dapat ketahui itu ? Bagaimana Anda dapat
menghakimi ?". Orang-orang desa itu protes : "Jangan menggambarkan kami sebagai orang bodoh! Mungkin kami
bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak diperlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah kutukan".

Orang tua itu berbicara lagi : "Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan.Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan
terjadi nanti ?"
Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol; kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah
membuktikan bahwa ia betul-betul tolol. Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di curi, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan : "Orang tua, kamu
benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan sebenarnya berkat. Maafkan kami".

Jawab orang itu : "Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat ? Anda hanya melihat sepotong saja.
Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana anda dapat menilai ? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku ? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan ? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasar! kan satu halaman atau satu
kata.Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang saya tidak tahu".

"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu kepada yang lain. Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai. "Kamu benar", kata mereka : "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar.
Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk membantumu... Sekarang kamu lebih miskin lagi. Orang tua itu berbicara lagi : "Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu
itu berkat atau kutukan ? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong".Maka terjadilah dua minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak
mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan
perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka tidak akan melihat anak-anak mereka kembali. "Kamu benar, orang tua", mereka menangis : "Tuhan tahu, kamu benar. Ini buktinya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak
ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya".

Orang tua itu berbicara lagi : "Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini : anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau
kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Tuhan yang tahu".

Renungan :
Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.

Kisah Pohon yg kehilangan rohnya


Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.

Nah, penduduk primitif yang tinggal di sa
na punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati.Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.

Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.

Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.

Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ?
Ayo cepat !
Dasar leletan?
Bego banget sih.
Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan?
Ayo, jangan main-main disini.
Berisik !
Bising !?

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati?
Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak!
Iii!Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa !
Aduh. Perempuan kampungan banget sih !?

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya?
E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal, ?
E tahu ngak ? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel.
Ada banyak yang bisa gantiin kamu?
Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu?

Ingatlah ! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai.

Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita. Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untukmendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan.

Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ? Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.

Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam,benci atau kemarahan yang dimiliki.

Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan.
Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan Anda, selalulah berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.

Saya juga pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet dihutan-hutan Afrika, caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun.Maklum, ordernya memang begitu.Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma.Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang,toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan.Kok, bisa? Tentu kita sudah tahu jawabnya.Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisamenarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi,monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi,tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang.Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf..Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada.Kita tak pernah bisa melepasnya. Bahkan, kita bertindak begitu bodoh,membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu,kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.Teman,sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya. Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita. Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya betul-betul bersih. Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?