Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Senin, 30 September 2013

Motivasi Ibadah Kurban, Keikhlasan dan Ketakwaan

Begitu banyaknya nikmat serta karunia yang diberikan kepada manusia, mulai nikmat yang ada pada jasmani dan rohani kita serta alam semesta ciptaanNya yang ada di sekitar kita.

Maka wajarlah jika tak satupun manusia tidak akan mampu menghitung jumlah nikmat serta karunia yang telah diberikan kepada hambaNya.

Kurban adalah sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan penyembelihan hewan ternak dan lainnya. Agar kurban dapat diterima sebagai amalan, maka motivasi seseorang dalam berkurban harus dilandasi keikhlasan dan ketakwaan.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa berkurban itu merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan seperti kambing atau sapi sebagai salah satu bentuk syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat serta karunia yang diterima hamba-hambaNya.

Keikhlasan dan ketakwaan mendorong seseorang untuk memberikan dan mempersembahkan kurban yang terbaik. Dan sebaliknya, jika motivasinya tidak berlandaskan keikhlasan dan ketakwaan maka kurban itu hanya bermanfaat di dunia semata dan akan sia-sia di mata Allah SWT.

Semoga dengan adanya kurban ini tercipta toleransi, rasa saling peduli dan berbagi untuk membantu saudara-saudara muslim kita yang lain. Mari bersiap, sisihkan rizki kita dari Allah SWT, yang terbaik untuk berkurban. Kita bisa ikutan berkurban, dengan mendaftar disini, klik: KutungguQurbanmu



Minggu, 29 September 2013

Membangun Rumah Tangga

Membangun rumah tangga tidaklah seperti membangun rumah mewah atau gedung bertingkat. Menyusun batu bata di atas batu-bata lainnya.

Tidak juga seperti membuat sebuah taman, merangkai bunga di samping bunga. Apalagi seperti menghimpun binatang dalam satu kandang, satu jantan sepuluh betina.

Tidak. Tidak seperti itu maksudnya. Membangun rumah tangga itu harus dimulai dengan pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita dengan beberapa syarat, antara lain yang selalu harus dipahami dan dihayati. Pertama, berkaitan dengan ijab kabul, serah terima pernikahan.

Ijab kabul itu pada hakikatnya adalah sebuah ikrar untuk hidup bersama, se-iya se-kata dalam mewujudkan sakinah atau ketentraman dengan menjalankan segala tuntutan dan kewajiban. Saling wasiat mewasiatilah tentang suami dan istri untuk berbuat baik, juga saling komunikasi diantara keduanya.

Sepasang suami istri harus menerimanya atas dasar amanah Allah SWT, dan menjadi halal hubungan seksual itu atas dasar kalimat Allah SWT. Itulah yang harus selalu diingat dan dihayati, agar menjadikan kehidupan rumah tangga dinaungi oleh makna kalimat itu.

Kebenaran, keadilan, langgeng, luhur penuh kebajikan, tidak berubah dan dikaruniai anak yang shaleh-shalehah. Ia juga sebagai penyejuk mata, penyenang hati, berbakti kepada kalian ayah bundanya dan kakek neneknya serta santun pada ahli keluarga dan tetangga disekitarnya. Inilah yang pertama, ijab Kabul (serah terima pernikahan).

Kedua, adalah mahar. Suami berkewajiban menyerahkan maskawin atau mahar kepada istri. Islam menganjurkan agar mahar itu sesuatu yang bersifat materi. Karena itu bagi yang tidak memilikinya, dianjurkan untuk menangguhkan pernikahan sampai dia memiliki kemampuan.

Namun, jika satu dan lain hal yang menyebabkan dia harus juga melakukan pernikahan, maka cincin besi pun dibolehkan. Begitulah sabda Nabi Muhammad SAW. Dan jika cincin besi inipun tidak dimilikinya, sedang pernikahan tidak dapat ditangguhkan lagi, maka mahar itu boleh berupa jasa mengajarkan Al Quran. Begitulah petunjuk Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Mahar atau maskawin itu adalah lambang kesiapan dan kesediaan suami untuk memberi nafkah kepada istri dan sekaligus kepada putra-putrinya nanti. Selama mahar itu bersifat lambang, maka tidak harus banyak, bahkan sebaik-baik maskawin adalah seringan-ringannya.

Begitu sabda nabi Muhammad SAW, walaupun Al Quran tidak melarang untuk memberi sebanyak mungkin mahar atau maskawin. Mengapa demikian? Karena pernikahan itu bukanlah akad jual beli. Karena mahar itu bukan harga dari seorang perempuan. Wallahua’lam.

Kekuatan Besar

Kita memiliki kekuatan besar, namun banyak daya yang dapat dengan mudah terbuang sepele, hal-hal yang berarti. Bayangkan apa yang akan terjadi jika kita mencurahkan lebih banyak kekuatan kita untuk hal yang benar-benar penting dan bermakna.

Pada saat-saat yang sama mengisi setiap hari, dalam pikiran kita, kata-kata dan tindakan baik, juga kekuatan besar. Bila daya yang terarah dan terfokus dengan baik, maka kita dapat melakukan hal-hal menakjubkan dengan itu.

Setiap tindakan kecil yang kita ambil dapat mengubah dunia dalam beberapa cara. Selama sehari, sebulan atau seumur hidup, maka kita akhirnya mengambil seluruh banyak tindakan.

Prestasi penting datang dari tindakan-tindakan kecil yang tak terhitung jumlahnya, semua diambil dalam pelayanan tujuan tertentu. Itulah kekuatan tujuan, dan kita pasti memilikinya setiap kali kita memilih untuk menggunakannya.

Jangan biarkan kekuatan besar hidup kita akan terkuras oleh apa yang tidak penting. Buatlah pilihan untuk memanfaatkan dengan sengaja dan bermakna kekuasaan itu.

Dalam kehidupan kita, tinggal di sana sesuatu yang besar dan efektif, maka kekuatan dunia dapat berubah. Temukan cara kita sendiri yang unik dan indah untuk memanfaatkannya.



Jumat, 27 September 2013

Berkurban Dengan Penuh Kemampuan


Bulan Dzulhijjah akan menghampiri kita, umat Islam di seluruh dunia akan menyambutnya dengan penuh kegembiraan, mengumandangkan takbir dan tahmid.

Sementara itu kaum muslimin dari segala pelosok dunia berkumpul di tanah suci untuk menunaikan panggilan agama, berhaji mengunjungi rumah Allah.

Seorang muslim yang telah memiliki kemampuan saat datangnya bulan Dzulhijjah atau Idul Adha, hendaknya melakukan kurban, paling tidak seekor kambing sesuai kreteria yang ditentukan. Dengan berkurban, seseorang akan memiliki jiwa sosial yang tinggi sekaligus menjauhkan manusia dari sifat kikir, atas harta yang didapatkan.

Rezeki yang diberikan Allah SWT hendaknya dengan penuh kesadaran diambil sebagian untuk dikurbankan. Umat Islam yang memiliki harta yang lebih, pastinya mereka mau mengorbankan sebagiannya sebagai bukti taat kepada Allah SWT dan mengharap ridho atas rezeki yang diperoleh.

Berkurban memiliki keutamaan yang cukup besar. Pertama, dengan berurban, seorang muslim akan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua, syiar Islam dan mengagungkan perintah Allah SWT.

Ketiga, dengan berkurban, seorang muslim akan melimpahkan rasa peduli dan kasih sayang terhadap mereka yang kurang mampu (dhuafa). Jika Anda ingin mendaftar, bisa klik di KutungguQurbanmu



Kamis, 26 September 2013

Berpasang-Pasangan

Sahabat, sejak kecil hingga memasuki gerbang kehidupan berumah tangga, kita menjadi amanah di tangan orangtua kita masing-masing. Kita semua dibesarkan, dididik, disekolahkan dan seterusnya hingga sekarang ini.

Kita semua diantarkannya memasuki pintu gerbang pernikahan. Kasih sayang orangtua kepada kita semua ternyata melebihi kasih sayang mereka kepada diri mereka sendiri. Jika saatnya tiba memasuki gerbang pernikahan, tibalah giliran mereka, para orangtua kita menyerahkan amanah itu kepada kita dan pasangan (yang akhirnya menjadi suami istri).

Mengapa setiap mahluk yang Allah ciptakan melakukan perkawinan (pernikahan)? Para ahli menjelaskan, karena ada sesuatu dalam diri setiap mahluk yang tidak kecil peranannya dalam wujud ini. Sesuatu itu adalah naluri yang melahirkan dorongan seksual.

Sepasang burung berkicau dan bercumbu sambil merangkai sarangnya. Bunga yang bermekaran dengan indahnya merayu burung dan lebah agar mengantarkan benihnya ke bunga yang lain, supaya dibuahi. Begitulah indahnya kehidupan yang dijalani oleh mereka.

Tidak hanya tumbuh-tumbuhan dan binatang saja, bahkan atom yang positip dan negatif, saling tarik menarik demi memelihara eksistensinya. Demikianlah naluri mahluk, masing-masing memiliki pasangan dan berupaya untuk bertemu dengan pasangannya.

Agaknya tidak ada satu naluri yang lebih dalam dan lebih kuat dorongannya melebihi dorongan naluri pertemuan dua lawan jenis. Jantan dan betina, positif dan negatif bahkan pria dan wanita dalam sebuah pernikahan.

Itulah ciptaan Allah SWT dan itulah peraturan-Nya. “Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. (QS Yasin: 36)

Rabu, 25 September 2013

Berbuat Baik

Cara untuk merasa baik adalah dengan berbuat baik. Cara untuk merasa sukses adalah dengan mengambil tindakan yang membawa pada kesuksesan.

Kita tidak dapat benar-benar merasakan apa yang tidak benar-benar hidup. Bersikaplah jujur dan otentik dengan diri sendiri, orang lain dan dengan kehidupan, karena sesuatu yang kurang hanya akan menipu diri sendiri.

Habiskanlah hari ini menjadi ekspresi unik dan antusias tentang kebaikan hidup. Lihatlah berapa banyak perbedaan positif yang dapat kita buat, dan pengalaman yang banyak, perasaan positif yang kita dapatkan dari melakukannya.

Berusahalah untuk menambah kekayaan bagi kehidupan orang lain dan senang melihat betapa kekayaan itu membawa ke dalam hidup kita sendiri. Lakukan sesuatu yang baik dan berguna hanya karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, dan temukan betapa benar rasanya.

Lepaskan perjuangan melelahkan untuk mendapatkan kesuksesan, dan arahkan energi kita ke arah menghargai dan menciptakan kebaikan. Bergeraklah di luar kebutuhan untuk membuktikan diri dan fokus pada peningkatan semua kehidupan.

Berikan lebih banyak kebaikan unik kita sendiri untuk orang-orang di sekitar kita, untuk dunia dan untuk kehidupan. Dan rasakan kekayaan yang luar biasa seperti tumbuh ikhlas yang semakin berlimpah untuk kita.


Yang Terbaik yang Kita Miliki

Beranilah bermimpi dan biarkan mimpi yang menarik kita. Biarkan mimpi yang membangunkan kita dari tidur di pagi hari, untuk bersemangat dan siap memenuhi setiap hari-hari baru.

Biarkan mimpi yang mengisi kita dengan antusiasme, cinta dan penuh energi. Biarkan mimpi menginspirasi kita untuk mendapatkan apa pun yang harus kita lalui, muncul kuat dan berkomitmen lebih positif dari sebelumnya.

Apa yang paling positif memenuhi pikiran kita, dan situasi menyenangkan yang dapat kita bayangkan? Tahu bahwa itu adalah mungkin, dan itu sangat mungkin bagi kita.

Meskipun mungkin tampak satu juta mil jauhnya, tetapi itu mungkin. Dan kita dapat mulai bergerak terus ke arah itu dengan setiap langkah yang kita lakukan.

Apakah itu egois atau tidak bertanggung jawab untuk mengikuti impian kita ketika ada begitu banyak masalah dan gejolak di sekitar kita? Tentu saja tidak. Karena dalam proses pencapaian terbaik yang dapat kita bayangkan, maka kita akan memberikan kehidupan yang terbaik.

Dalam Langkahnya

Jangan terlalu keras pada diri kita sendiri, tetapi jangan juga terlalu mudah dan lembek. Teruslah dorong diri kita dan terus menerus menuju kesuksesan dan prestasi yang berarti.

Tetapi jangan salahkan diri kita ketika kita kebetulan jatuh dari prestasi. Ingat, bahwa tampaknya banyak hal jarang sebagus atau seburuk mereka.

Ambil napas panjang keatas dan turun dengan tenang, tanpa membiarkan mereka melempar kita keluar jalur. Bertindaklah dengan percaya diri, tetapi tidak dengan kesombongan.

Hidup dengan kerendahan hati, tetapi tidak dengan putus asa. Hidup setiap hari dengan yang terbaik dari harapan. Dan temukan nilai positif yang dalam, bahkan hasil yang paling diinginkan.

Tetaplah fokus pada apa yang selalu benar-benar penting untuk dilakukan. Ambil napas panjang tenang, dan tahu bahwa dengan memilih untuk mencari kebaikan yang nyata, makna dan pemenuhan, maka kita akan bisa.

Selasa, 24 September 2013

Syiar Islam Dengan Berkurban

Ibadah kurban merupakan satu momentum dari sekian banyak momentum Islam yang memiliki dampak syiar bersifat spiritual maupun sosial bagi pembangunan keagamaan.

Ibadah kurban dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada sesama manusia, khususnya mereka yang kekurangan (dhuafa), yang tidak memiliki sumber daya, baik politikal maupun finansial.

Ibadah kurban juga mencerminkan pesan Islam, bahwa kita hanya dekat dengan Allah SWT bila mendekati saudara-saudara kita yang miskin papa. Sesungguhnya Allah tidak meminta daging kurban. Tidak setetes darahpun yang sampai kepada-Nya, tetapi yang akan diterima oleh Allah adalah niat yang ikhlas dan ketakwaan hamba-Nya (QS Al Hajj: 37).

Di satu pihak kita menyaksikan ada warga kita yang telah berkecukupan, namun di lain pihak kita juga masih menjadi saksi adanya warga yang masih kekurangan, pra-sejahtera yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan dermawan. bahagiakan mereka dengan daging kurban kita

Seperti kita yakini, Islam adalah agama yang sarat dengan ajaran kasih sayang, kesetiakawanan, solidaritas sosial, keberpihakan pada fakir miskin. Islam tidak mengajarkan kekerasan, apalagi kebencian bagi pemeluk agama lain.

Karena itu, marilah kita laksanakan ajaran untuk saling mencintai dan saling melindungi itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Bersamaan dengan itu, mari kita hindari prilaku yang kurang mengindahkan kesantunan, apalagi yang dilarang oleh agama seperti tindakan-tindakan brutal berupa kekerasan yang dapat menyakiti orang lain.


Senin, 23 September 2013

Penyesalan


Bagaimana jika kau meyakini jalan yang kau lalui saat ini adalah alur alur yang sudah ditentukan, kau meyakini melangkah pada pola pola yang sejatinya sudah ada, jauh sebelumnya, bahkan sebelum alam rahim tiba..?

Yakin bahwa pada dasarnya tidak ada sebab, tidak pernah ada akibat. Kamu berdosa, karna Tuhan ingin kamu malakukannya, kamu berbuat kebajikan, karna Tuhan ingin kamu mendapatkannya.

Bagaimana jika jalan ini, tidak cukup membuat bahagia orang-orang yang peduli, tidak cukup membuat bangga orang-orang yang kau kasihi.

..........adakah penyesalan?





Minggu, 22 September 2013

Momentum Positif

Bahkan jika kita tidak tahu persis apa yang akan kita lakukan selanjutnya, maka silakan lakukan apa yang dapat kita lakukan pertama. Cara membangun momentum positif untuk memulai dan melanjutkan adalah dengan tekad dan komitmen.

Ketika kita bergerak, maka momentum adalah kekuatan positif yang kuat yang dapat membuat kita bergerak maju. Tapi jika kita melakukan apa-apa, maka momentum kemalasan akan bekerja melawan dan menghambat kerja kita.

Jadi, dengan segala cara, gunakan apa pun, lalu dapatkan diri kita pergi. Bahkan sedikit usaha dan kemajuan ke depan dapat mulai mengubah momentum dalam mendukung kita.

Tetapkan tujuan kecil dan mulailah lakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan tersebut. Kemudian segera pindah kepada yang lebih besar.

Proses pencapaian akan terasa baik, meskipun mungkin sulit dan menantang. Dapatkan diri kita menikmati dan melihat ke depan dengan perasaan yang baik untuk membuat perbedaan, dan menempatkan momentum pencapaian di sisi kita.

Ada sesuatu yang baik dan bermakna, maka kita dapat mencapai sekarang, setelah kita memilih untuk mewujudkannya. Pergilah untuk mendapatkan kesibukan dengan membuat perbedaan dan dapatkan kekuatan momentum positif yang dapat mendorong kita maju.

Sabtu, 21 September 2013

Benar-benar Hari Hebat

Apa yang membuat hari besar bukanlah apa yang membawa kita. Apa yang membuat hari besar adalah apa yang kita pilih untuk melakukan dengan itu.

Apa yang membuat momen kenangan bukanlah situasi. Apa yang membuat momen berkesan adalah cara kita menangani situasi.

Kita dapat membuat hari-hari besar. Dan itu pasti termasuk hari ini. Pikirkan kembali ke hari-hari yang benar-benar besar kita alami.

Kita akan melihat bahwa mereka adalah hari-hari ketika kita tinggal yang paling otentik, dan memberikan yang terbaik dari diri kita untuk hidup.

Kita dapat memilih untuk melakukan hal yang sama hari ini dan setiap hari. Tidak perlu menunggu untuk beberapa keadaan atau kondisi khusus.

Hidup adalah milik kita, di sini dan sekarang, dan kita dapat membuatnya besar. Jadilah diri sendiri, memberikan diri kita dan membuat untuk diri sendiri benar-benar hari yang hebat.

Jumat, 20 September 2013

KISAH ANTENNA TV YANG BERKARAT


Malam itu, acara menonton televisi dirumah kami agak terganggu. Ribuan semut memenuhi layar televisi kami. Belum lagi bunyi kresek-kresek tak jelas mengganggu telinga. Padahal dua hari yang lalu, setidaknya 80% dari gambarnya masih dapat kami nikmati. Program hiburan favorit yang telah ditunggu-tunggu menjadi sama sekali tidak menghibur. Malam yang seharusnya indahpun, perlahan tapi pasti jadi menjengkelkan.

Jelas bukan salah stasiun televisi. Mereka tentu tetap memancarkan sinyalnya sedemikian rupa. Apalagi tawa riuh tetangga memberitahu kami bahwa televisi mereka baik-baik saja. Kesalahan bukan terletak pada stasiun televisi, bukan juga pada pemancarnya, apalagi pada televisi diruang keluarga, kesalahan ada pada antena televisi kami.

Entah apa penyebabnya antena kami lebih cepat berkarat dari yang seharusnya. “Begini nih kalau beli antena China !”, timpal salah satu dari antara kami menyalahkan. Aku sendiripun tidak mengingat dengan pasti, apakah benar antena yang kami beli memang import dari China. Ucapan itu lebih dari sekedar mencari kambing hitam untuk menyalurkan kekesalan. Lagu lama manusia : mau benar atau salah, yang penting buang sampah !

Namun jika dipikir-pikir, betapa hidup kita seringkali sangat mirip dengan Si Antena Berkarat itu. Cukup banyak penderitaan, pergumulan dan masalah yang timbul hanya karena salah memutuskan. Kita mengira TUHAN diam jauh disana tak peduli, padahal diri-diri kitalah yang harusnya berbenah diri. Ribuan kali bertanya dan mengeluh lewat doa. Kita kira Ia, Sang Pemberi Petunjuk diam seribu bahasa, padahal telinga inilah yang tak mampu mendengar akan suara Surga.

Dunia membutakan mata hati kita, hingga tak mampu melihat kebaikan Nya. Lalu hidup terasa kian sulit. Kehidupan yang seharusnya indah, malah berbalik menghajar kita hingga lebih dari sekedar babak belur. Berputar-putar kelelahan. Compang-camping mengenaskan.

Jelas itu bukan takdir kita. Kita adalah kalifah, pemimpin. Rahmat bagi semesta alam. Bahkan lebih dari itu semua : biji mata TUHAN. Lalu mengapa ini semua terjadi ? Pasti ada sesuatu yang salah !!

Padahal, TUHAN yang Maha Kasih itu dapat dipastikan tetap setia. Tidak hanya menunggu, namun dengan segala inisiatif yang proaktif. Pasti tak terhitung jumlahnya, Ia sudah dan selalu berusaha mengarahkan kita menuju kehidupan yang ‘penuh’ dengan segala kebaikan dan rahmat.

Ternyata memang sesuatu harus dilakukan. Sesuatu yang memang merupakan porsi kita. Dan sesuatu itu adalah : membersihkan diri dari segala karat. Sehingga kita tidak salah pilih, tersesat kemudian menderita, bukan karena tidak dikasihi, bukan karena ditinggalkan, namun hanya karena berkarat.

Mungkin itu adalah satu-satunya cara untuk merasakan kehadiran-Nya. Secara penuh mengalami kebaikan hidup. Dan yang paling penting, membuat kasih TUHAN yang mesra, memeluk kita lalu mengalir bebas, menyelesaikan segala perkara. Sehingga kita dapat menikmati surga di bumi dan surga di surga nanti

PESAN DAN RENUNGAN DARI PAK TANI KEPADA KITA


Di belakang rumah saya, lima tahun yang lalu adalah sekedar tanah urugan yang dipastikan tidak subur, maklum diambil dari tanah padas berkapur ditambah bongkaran gedung.

Lalu mulai tumbuh pohon pisang, lalu di bawah pohon pisang mulai kulihat gembur oleh humus dan mikroorganisme yang berkembang biak…

Dan lewat satu tahun yang tadinya dari 2-3 pohon pisang, sekarang telah rindang oleh lebih dari 10 pohon pisang.
Pohon jeruk dari biji buangan anakku, lengkuas jahe yang bersemi ditanam istriku…
Lalu belakang rumahku sekarang menjadi rindang dan subur…

Demikian dalam kebun - ladang kehidupan kita, tidak perlu menyesali apabila mendapati gersang kerontangnya ladang kehidupan kita...

Mulailah menanam
Mulailah menyiram
Mulailah memupuk
Hingga suatu saat ladang kehidupan kita menghijau dan sejuk penuh buah dan bunga…

Apabila keluarga kita terasa gersang kerontang
Mulailah menanam cinta
Mulailan menyiram dengan kesabaran
Mulailah memupuk dengan syukur dan kasih sayang
Maka bunga-bunga kebahagiaan perlahan akan bersemi indah pada saatnya…

Apabila rejeki anda terasa seret
Mulailah menanam kasih sayang pada sesama
Mulailah menyirami dengan berbagi dan sodaqoh
Mulailah memupuk dengan kejujuran dan tawakal
Maka buah rejeki yang penuh keberkahan bersemi indah pada saatnya

… apa yang kita panen adalah tergantung apa yang kita tanam…
Demikian renungan dari Petani

PESAN DOROTHY LAW NOLTE : BAGAIMANA CARA MENDIDIK ANAK


Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

KISAH TENTANG MENERIMA APA ADANYA


Seorang pelajar yang baru saja pulang dari medan perang menelepon orangtuanya di rumah. Orangtuanya begitu senang mendengar bahwa anaknya telah kembali. Mereka segera menyuruh pemuda itu untuk pulang ke rumah. Pemuda itupun sudah tidak sabar lagi rasanya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya setelah berbulan bulan lamanya ia harus berada di negara lain untuk berperang.

Pemuda itu menanyakan pada orangtuanya apakah ia boleh membawa sahabatnya untuk tinggal bersama sama mereka. Orangtuanya setuju saja lagipula mereka masih punya satu kamar extra di rumah, satu orang tentunya tidak akan begitu merepotkan. ” tetapi sahabatku itu cacat Ia hanya memiliki satu lengan dan satu kaki saja “. Demikian si pemuda itu memberi penjelasan agar orangtuanya tidak terkejut nantinya.

Mendengar hal itu orangtuanya mengurungkan niatnya. Mereka mencoba memberi penjelasan pada putranya, “Tidakkah sebaiknya kita membawa temanmu itu ke panti perawatan korban perang? Kita akan kerepotan mengurus segala keperluannya nantinya. Sudahlah, sebaiknya kamu segera pulang saja. Kami sudah sangat merindukanmu. Besok pagi kami akan segera menjemputmu. Dimana kamu tinggal sekarang?”. Mendengar jawaban orangtuanya, pemuda itu memberikan hotelnya dan menutup telepon dengan kecewa.

Keesokan harinya orangtua pemuda itu menjemputnya di Hotel dan menemukan kabar bahwa pemuda itu telah bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya lewat jendela. Setelah melihat mayat putranya,betapa hancur hati mereka mengetahui bahwa ternyata putranya itu hanya memiliki satu Lengan dan satu kaki.

RENUNGAN:
Seringkali kita lupa bahwa mengasihi adalah menerima diri orang lain SEUTUHNYA tanpa syarat.
Mengasihi suami bukanlah hanya pada saat dirinya begitu gagah dan mapan dengan pekerjaan yang menjanjikan.
Mengasihi isteri adalah menerima dirinya apa adanya dengan kondisi fisik seperti apapun.
Mengasihi anak adalah bisa memuji dan memberinya semangat sekalipun kemampuannya jauh di bawah rata rata anak seumurannya.
Mengasihi Orangtua adalah bangga memiliki mereka sekalipun mereka bukan orangtua yang sempurna.

MENGASIHI ADALAH MENERIMA ORANG LAIN APA ADANYA.

BELAJAR MEMBIASAKAN DIRI DENGAN BERBUAT NYATA



Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh.
Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut.

Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :

Saya kelaparan ...
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya

Saya tergusur ...
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya

Saya ingin bekerja ....
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya

Saya sakit ...
dan Anda berlutut bersyukur kepada Tuhan atas kesehatan Anda sendiri

Saya telanjang, tidak punya pakaian ...
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,
bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.

Saya kesepian ...
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa

Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Tuhan
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan ...

Setelah membaca puisi itu ...
Pemuka agama tadi terharu dan berkata : "kasihan wanita itu" ... lalu sibuk berdoa kembali, dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.

RENUNGAN: 

Dear all, dalam memberi bantuan, kita sering lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis. Namun, sedikit sekali tindakan nyata yang kita lakukan. Berusahalah untuk membantu orang, mengasihi orang, bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan nyata.

Berjuang Membangun Rumah Tangga Terbaik

Seharusnya kita selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan untuk kita, dari jenis kita sendiri, pasangan kita, jodoh-jodoh agar kita condong tenteram kepada mereka dan menjadikan cinta dan kasih sayang di antara kita.

Pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasul SAW dan merupakan anjuran agama. Pernikahan yang disebut dalam AlQuran sebagai perjanjian agung, bukanlah sekedar upacara dalam rangka mengikuti tradisi, bukan pula semata-mata sebagai sarana mendapatkan keturunan, apalagi hanya sebagai penyaluran ‘libido seksualitas’ atau pelampiasan nafsu syahwat belaka.

Penikahan adalah amanah dan tanggungjawab. Pernikahan adalah surga bagi pasangan yang bertanggungjawab dan melaksanakan amanah. Masing-masing dari pasangan, yaitu suami-isteri memikul tanggung jawab bagi keberhasilan pernikahan mereka untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Apabila masing-masing lebih memperhatikan dan melaksanakan kewajibannya terhadap pasangannya daripada menuntut haknya saja, maka insya Allah keharmonisan dan kebahagian hidup rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah (SAMARA) akan lestari sampai Hari Akhir.

Namun, sebaliknya apabila masing-masing pasangan hanya melihat, dan menuntut haknya sendiri karena merasa memiliki kelebihan atau melihat kekurangan dari yang lain, maka kehidupan mereka akan menjadi beban yang sering kali tak tertahankan.

Masing-masing, laki-laki (suami) dan perempuan (istri), secara fitrah mempunyai kelebihan dan kekurangannnya masing-masing. Namun kelebihannya itu bukan untuk dibanggakan.

Begitu pula dengan kekurangan pasangan bukan untuk diejek atau bahkan dibuat rendah (direndahkan). Tetapi semua itu, pernikahan merupakan peluang bagi kedua pasangan untuk saling melengkapi dengan penuh amanah dan tanggungjawab.

Suami dan isteri hendaklah bersama-sama berjuang membangun kehidupan keluarga mereka dengan akhlak Islam dan menjaga keselamatan dan keistiqamahannya selalu. Dengan demikian akan terwujudlah kebahagian hakiki di dunia maupun di akhirat kelak, Insya Allah.


Kamis, 19 September 2013

Bila Gerakan Dakwah Memasuki Wilayah Politik

Pergilah kepada Fir'aun, sesungguhnya ia benar-benar telah melampaui batas”. (QS Thaha: 24). Seruan dakwah para nabi dan utusan Allah bertujuan tegaknya agama di muka bumi.

Kenyataan menunjukan bahwa jagat politik merupakan salah satu dari dimensi kehidupan manusia. Karena itu, keberadaannya sama dengan dimensi kehidupan lainnya, seperti ideologi, ekonomi, sosial dan kebudayaan.

Mereka yang ingin dakwah ini berjalan sesuai jalurnya (gerakan dakwah ilallah), agar banyak dirasakan masyarakat tentunya menyadari bahwa kemenangan politik hanya dapat dicapai melalui perjuangan dakwah yang melibatkan aspek politik.

Sementara itu, kehidupan kaum muslimin dewasa ini menuntut pembaruan orientasi dikalangan gerakan dakwah. Pembaruan orientasi itu meliputi arah dan model dakwah yang sesuai dengan tuntutan dan problematika masyarakat kontemporer (kekinian).

Dalam menghadapi tuntutan-tuntutan itu semua, maka gerakan dakwah hendaknya berorientasi pada pembangunan masyarakat Islam dalam satu sisi dan memobilisasi kekuatan politik umat hingga membuahkan kemenangan politik.

Menjauhnya umat Islam dari risalah Nabi Muhammad SAW dan dengan adanya konspirasi besar-besaran yang menyerbu umat Islam dari berbagai penjuru, diyakini memperparah kelemahan umat Islam dalam menghadapi serbuan peradaban materialistic, yang berujung melemahnya kekuatan dalam perjuangan dakwah Islam.

Namun demikian, ternyata kondisi seperti itu tidak memusnahkan semua potensi kekuatan serta peninggalan peradabannya. Aqidahnya tetap utuh, kokoh sekaligus kuat dan ajaran-ajarannya tidak tergusur meskipun usaha-usaha pembusukan dan langkah memandulkan serta meminggirkan gerakan Islam dan kaum muslimin terus berjalan dan berlangsung hingga kini.

Bahkan gerakan-gerakan dakwah Islam yang ingin mengembalikan ‘izzatul Islam wal Muslimin’ terus marak dan berkembang dihampir semua bagian di muka bumi ini. Gerakan-gerakan itu ingin menegakkan agama Allah di muka bumi dengan sejumlah agenda-agenda perubahan yang dicanangkan untuk menuju masyarakat yang madani.

Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti hawa nafsu (keinginan) mereka dan katakanlah, "Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil diantara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali”. (QS Asy Syura: 15)

Pernikahan Bukan Sekedar Formalitas

Maha Suci Allah yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan satu dengan yang lainnya, menyatukan keduanya dalam takwa, serta menumbuhkan darinya rasa tenteram dan kasih sayang.

Islam sebagai ajaran yang sesuai dengan fitrah, telah mensyari'atkan adanya pernikahan bagi setiap manusia. Dengan pernikahan seseorang dapat memenuhi kebutuhan fitrah kemanusiaannya dengan cara yang benar sebagai suami isteri, lebih jauh lagi mereka akan memperoleh pahala disebabkan telah melaksanakan amal ibadah yang sesuai dengan syari'at Allah SWT.

Pernikahan dalam pandangan Islam, tidak hanya sekedar formalisasi hubungan suami isteri, pergantian status, serta upaya pemenuhan kebutuhan fitrah manusia. Pernikahan tidak hanya sekedar upacara sakral yang merupakan bagian dari daur kehidupan manusia.

Pernikahan merupakan ibadah yang disyari'atkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya, maka tidak diragukan lagi pernikahan adalah bukti ketundukan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak membiarkan hamba-Nya beribadah dengan caranya sendiri.

Allah yang Maha Rahman memberikan tuntunan yang agung untuk melaksanakan ibadah ini, sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya, seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya.

Maka adalah sebuah kecerobohan, bila hamba-Nya yang ingin melaksanakan ibadah yang suci ini (nikah) menodainya dengan bid'ah (yang tidak diajarkan oleh Islam) dan khurafat (hal-hal yang membawa kepada kemusyrikan terhadap Allah), sehingga mencabut status aktivitas itu dari ibadah menjadi mafsadat/dosa.

Adalah sebuah kemestian bagi setiap muslim untuk berusaha menyempurnakan ibadahnya semaksimal mungkin, tidak terkecuali dengan sebuah proses dan kegiatan pernikahan. Semua itu dilakukan agar hikmah dan berkah ibadah dari ibadah itu dapat dirahmati dan diberkahi oleh Allah Azza wa Jalla.

Rabu, 18 September 2013

Keutamaan Zikir

Dalam Al Quran ada begitu banyak ayat yang memerintahkan kita untuk memperbanyak zikir. Dan penjelasan tentang keutamaannya juga ada di banyak ayat Al Quran dan hadits Rasulullah Saw.

Di dalam QS Al Ahzab: 35 yang berisikan ciri-ciri orang-orang yang akan mendapat ampunan dan pahala yang besar dimulai dari laki-laki dan perempuan yang muslim, mukmin, taat, jujur, sabar, khusyu, bersedekah, berpuasa, menjaga kehormatannya hingga akhirnya puncak kriterianya adalah orang yang banyak mengingat Allah (berzikir).

Di ayat 41 dan 42, Allah SWTberfirman, “Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”.

Keutamaan zikir juga nampak dalam hadits, “Aku terserah kepada persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Jika ia mengingat-Ku (berzikir) dalam dirinya, maka Aku akan menyebutnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di dalam sebuah jama’ah, Aku akan menyebutnya di dalam jama’ah yang lebih baik dari mereka”. (Hadits Qudsi, Muttafaqun ‘alaihi dari Abu Hurairah).

Paling tidak ada beberapa keutamaan zikir yang dapat disebut di antaranya ialah:

Pertama, memperoleh ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Iman dan kekuatan zikir serta hubungan dengan Allah SWT menjadi kekuatan jiwa, sehingga seseorang selalu diliputi ketenangan dengan ketenteraman karena selalu ingat Allah SWT. Seperti dalam hadits Nabi SAW: “Sungguh ajaiblah orang yang beriman. Bila diberi karunia ia bersyukur (mengembalikannya kepada Allah) dan itu baik untuknya. Bila diberi musibah ia bersabar dan itu lebih baik lagi untuknya”.

Kedua, memberatkan timbangan hasanat di Yaumul Mizan. Kata Rasulullah ada ucapan zikir yang ringan diucapkan dan berat timbangan kebaikannya yaitu: “Subhanallah, walhamdulillah walaa ilaha illallah wallahu akbar”.

Ketiga, dijauhkan dari segala tipu daya setan dan marabahaya. Dengan seseorang rajin berzikir ma’tsurat (zikir yang ma’tsur) misalnya di waktu pagi dan petang, maka ia terhindar dari segala marabahaya yang datang dari syaitan jenis manusia maupun jin. Tidak akan terkena terkena tipu daya setan, hipnotis, santet, pelet, dan ilmu hitam lainnya.

Keempat, memperoleh keberuntungan dan kemenangan. “Hai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseur untuk melaksanakan shalat Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Maka apabila telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”. (QS Al Jumu’ah: 9-10)

Jadi berzikir kepada Allah banyak-banyak adalah kunci keberuntungan dan kemenangan.

Kelima, sebagai alat kontrol dan pengendali diri jika sudah berhasil meraih kemenangan dan kesuksesan. Dalam QS. 110, Allah berfirman: “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat”.

Ayat itu mengingatkan kita agar tetap berzikir seandainya kemenangan sudah kita raih karena zikir akan jadi pengendali agar kita tidak lupa diri, ghurur atau takabbur. Semoga kita selalu terjaga dengan tetap selalu berzikir, baik dalah keadaan berdiri, duduk maupun berbaring. Tiada hari tanpa berzikir kepada Allah SWT.


Selasa, 17 September 2013

Keharmonisan Hidup Rumah Tangga

Keharmonisan hidup berumah tangga adalah salah satu faktor utama dalam membina sesebuah masyarakat yang baik dan terhormat. Rumah tangga yang baik dan harmoni ini sukar diperoleh tanpa adanya kerjasama serta saling hormat menghormati antara suami isteri serta anggota keluarga lainnya.

Suami harus berkelakuan baik dan berakhlak mulia dalam mengendalikan rumah tangganya. Selain itu, ia juga harus senantiasa memperlihatkan contoh-contoh yang baik dalam pergaulan supaya ia mudah diteladani oleh isteri dan anak-anaknya.

Tidak sewajarnya, di dalam rumah tangga, para suami bertindak keras, apalagi bengis hanya karena untuk mengarahkan itu dan ini, serta mau semuanya tersedia untuknya tanpa memikirkan suasana rumah tangga yang memerlukan kasih sayang, kerjasama dan saling bantu membantu.

Dalam kehidupan berumah tangga, Rasulullah Saw telah memberikan sekaligus memperlihatkan suri teladan yang baik yang dapat diikuti oleh seorang suami dalam membina rumah tangganya. Sebagai seorang suami, Rasulullah Saw sangat bertimbang rasa dan bersedia membantu istri dan keluarganya.

Banyak pekerjaan yang dilakukan dengan tangannya sendiri, seperti menjahit pakaian, memerah susu kambing dan apabila mau makan Baginda Rasul makan makanan yang tersedia dihadapannya.

Rasulullah Saw sangat marah kepada suami yang ringan tangan, selalu memukul isterinya sebagaimana memukul hamba sahaya. Di samping itu, Rasulullah juga menunjukkan panduan dan contoh tentang hidup tolong menolong serta perasaan kasih sayang kepada isteri. Rasulullah Saw juga menunjukkan suri teladan yang baik, khususnya kepada mereka yang mempunyai isteri lebih dari seorang.

Sebagaimana yang diketahui umum bahwa Rasulullah Saw mempunyai beberapa orang isteri yang terdiri dari berbagai usia. Ada yang masih muda dan cantik, dan ada yang sudah berumur. Walaupun demikian, Rasulullah Saw tidak pernah bersikap pilih kasih dalam layanan kasih sayang diantara mereka.

Masa dan giliran mereka dibuat dengan adil serta cukup rapi sekalipun saat Rasulullah sakit. Apabila Rasulullah Saw hendak berpergian (musafir), maka beliau mengundi antara isteri-isterinya itu dan hanya yang terkena undi (terpilih) saja yang berhak bersamanya berpergian. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari keharmonisan rumah tangga Nabi Saw.

Minggu, 15 September 2013

Kenali 4 Macam Takdir

Takdir mempunyai makna, yaitu ketetapan yang telah dibuat oleh Allah SWT menurut ilmu dan sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan kata lain, segala sesuatu yang telah terwujud di masa lalu, di masa kini maupun di masa yang akan datang, semuanya telah ditetapkan kewujudannya oleh Allah SWT

Takdir ada empat macam. Namun, semuanya kembali kepada takdir yang ditentukan pada zaman azali dan kembali kepada Ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Keempat macam takdir tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, Takdir Umum (Takdir Azali). Takdir yang meliputi segala sesuatu dalam lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Di saat Allah SWT memerintahkan al-Qalam (pena) untuk menuliskan segala sesuatu yang terjadi dan yang belum terjadi sampai hari kiamat.

Hal ini berdasarkan dalil-dalil berikut ini. “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS Al Hadid: 22)

Allah-lah yang telah menuliskan takdir segala makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum diciptakan langit dan bumi. Beliau bersabda, ‘Dan ‘Arsy-Nya berada di atas air.” (HR Muslim)

Kedua, Takdir Umuri. Yaitu takdir yang diberlakukan atas manusia pada awal penciptaannya ketika pembentukan air sperma (usia empat bulan) dan bersifat umum. Takdir ini mencakup rizki, ajal, kebahagiaan, dan kesengsaraan. Hal ini didasarkan sabda Rasulullah SAW berikut ini.

…Kemudian Allah mengutus seorang malaikat yang diperintahkan untuk meniupkan ruhnya dan mencatat empat perkara: rizki, ajal, sengsara, atau bahagia....” (HR Bukhari)

Ketiga, Takdir Samawi. Yaitu takdir yang dicatat pada malam Lailatul Qadar setiap tahun. Perhatikan firman Allah berikut ini: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad Dukhan: 4)

Ahli tafsir menyebutkan bahwa pada malam itu dicatat dan ditulis semua yang akan terjadi dalam setahun, mulai dari kebaikan, keburukan, rizki, ajal, dan lain-lain yang berkaitan dengan peristiwa dan kejadian dalam setahun. Hal ini sebelumnya telah dicatat pada Lauh Mahfudz.

Keempat, Takdir Yaumi. Yaitu takdir yang dikhususkan untuk semua peristiwa yang akan terjadi dalam satu hari; mulai dari penciptaan, rizki, menghidupkan, mematikan, mengampuni dosa, menghilangkan kesusahan, dan lain sebagainya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (QS Ar Rahman: 29). Ketiga takdir yang terakhir tersebut, kembali kepada takdir azali: takdir yang telah ditentukan dan ditetapkan dalam Lauh Mahfudz.


Sabtu, 14 September 2013

Gambaran Singkat Tentang Kisah Jin Dan Al-Quran

Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al Quran), (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. Dan sesungguhnya orang yang bodoh diantara kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah. (QS Al Jin: 1-4)

Dalam riwayat shahih dijelaskan bahwa golongan jin telah mendengarkan Nabi SAW di saat beliau sedang shalat dengan para sahabatnya dan membaca Al Quran dengan lantunan suara yang mendorong jin bergerak menuju ke haribaannya.

Setelah mereka mendengarkannya dengan sungguh-sungguh dan memahami hakikat Kalamullah, maka mereka bertolak dan bergerak menuju masyarakatnya (kaumnya) untuk memberi kabar gembira dan mengajarkan apa-apa yang telah mereka pahami.

Allah SWT mewahyukan hal ini kepada Nabi SAW agar hatinya merasa tentram dan jiwanya tetap menggelora dalam dakwahnya meskipun orang-orang musyrik berpaling darinya.

Ayat jin ini diturunkan dalam surat Al Ahqaf secara global pada dua ayat 29 dan 30 dan secara terperinci seperti yang digambarkan dalam surat jin ini untuk memberikan teguran pada Kuffar Quraisy dan Arab yang terlambat merespon keimanan, sementara jin yang bukan dari golongan manusia lebih cepat merespon dakwah dari pada mereka.

Mereka Kuffar Quraisy tidak beriman dan bahkan mendustakannya dikarenakan sifat hasud yang menyelimuti diri mereka dan benci apabila Allah menurunkan anugerahnya kepada orang yang dikehendakiNya.

Beriman Kepada Qadha dan Qadar

Apa pun yang terjadi di dunia dan yang menimpa diri manusia pasti telah digariskan oleh Allah Yang Mahakuasa dan Yang Mahabijaksana. Semua telah tercatat secara rapi dalam sebuah Kitab pada zaman azali.

Kematian, kelahiran, rizki, nasib, jodoh, bahagia, dan celaka telah ditetapkan sesuai ketentuan-ketentuan ilahiah yang tidak pernah diketahui oleh manusia.

Dengan tidak adanya pengetahuan manusia tentang ketetapan dan ketentuan Allah ini, maka ia memiliki peluang atau kesempatan untuk berlomba-lomba menjadi hamba yang saleh-muslih, berusaha keras untuk mencapai yang dicita-citakan tanpa berpangku tangan menunggu takdir, dan berupaya memperbaiki citra diri.

Dengan bekal keyakinan terhadap takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT, seorang mukmin tidak pernah mengenal kata frustrasi dalam kehidupannya, dan tidak berbangga diri dengan apa-apa yang telah diberikan Allah SWT.

Ia akan berubah menjadi batu karang yang tegar menghadapi segala gelombang kehidupan dan senantiasa sabar dalam menyongsong badai ujian yang silih berganti. Ia juga selalu bersyukur apabila kenikmatan demi kenikmatan berada dalam genggamannya.

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al Hadid: 22-23)

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS Al An'am: 59)

Kamis, 12 September 2013

Bahaya Lidah

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Ada kisah menarik yang disampaikan Ibnu Katsir dalam menjelaskan asbabun nuzul Surah Al-Hujurat ayat 6. Kisah ini pernah dialami isteri Rasulullah SAW, Aisyah r.a, di bulan Sya'ban tahun kelima hijriyah.

Saat itu, Aisyah r.a, mengalami kegelisahan luar biasa akibat fitnah yang disebarkan oleh kaum munafik di Madinah. Isunya pun tidak main-main. Isteri Rasul SAW yang mulia ini dikabarkan telah berselingkuh dengan seorang sahabat Rasul yang bernama Shafwan.

Fakta-fakta pun terangkai dan tertata apik, seolah isu itu memang benar-benar terjadi. Mulai dari tidak tahunya sang suami, Rasulullah SAW, kalau Aisyah tidak pulang bersamanya dari suatu tempat dalam sebuah peperangan di Bani Musthaliq. Hingga, Aisyah r.a yang tiba-tiba datang berdua dengan seorang pemuda ganteng. Itulah dia Shafwan Ibnu Mu'aththal.

Dengan cara apa lagi Aisyah r.a menjelaskan kalau dirinya tidak seperti yang diisukan, padahal tidak ada seorang saksi pun kecuali mereka berdua. Fitnah pun merebak begitu subur dan meluas di seantero Madinah.

Kalau saja bukan karena firman Allah SWT yang menegaskan kesucian Aisyah, mungkin fitnah tersebut akan menjadi petaka besar bagi dakwah Islam saat itu.

Firman Allah SWT, "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Jangan kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan ia baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).” (QS An Nur: 11)

Demikian dahsyatnya bahaya lidah (Afatul Lisan). Ketajaman lidah jauh melebihi pisau dan pedang sekalipun. Karena, sekali ia beraksi dan berjalan, maka korbannya tidak hanya satu atau dua orang saja, melainkan bisa seluruh kampung, daerah, negara, bahkan jamaah sekali pun.

Islam mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati dengan ucapan. "Siapa yang banyak bicara maka banyak pula salahnya. Siapa yang banyak salahnya, banyak pula dosanya. Dan, siapa yang banyak dosanya, maka api neraka lebih utama baginya." (HR Athabrani)

"Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan), niscaya aku menjamin baginya surga." (HR Bukhari)


Semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya

cerita inspiratif, inspirasi, Kahlil Gibran

Pada suatu hari Kahlil Gibran berdialog dengan gurunya.

Gibran : "Wahai guru, bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?"

Sang guru merenung sejenak lalu menjawab : "Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah... dan jangan pernah kembali kebelakang!"

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Gibran kembali dengan tangan hampa. Lalu sang guru bertanya : "Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?"

Gibran : "Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi tidak ku petik karena aku pikir mungkin yang didepan pasti ada yang lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi"

Sambil tersenyum sang guru berkata : "Ya... itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak akan pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan yang ada ..."

Maka ...
Jangan mencari kesempurnaan, tapi sempurnakanlah apa yang telah ada pada diri kita.
Enhanced by Zemanta

Rabu, 11 September 2013

Bekali Diri Dengan Al Quran

Al Quran adalah Minhajul Hayah bagi manusia yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. Allah SWT telah memberikan jaminan terhadap kebenaran, keindahan serta kemudahan dalam menikmati Al Quran yang tidak hanya dapat dirasakan oleh siapa saja dan berlaku sepanjang zaman (QS Al Qomar 17,22, 32 dan 40).

Ungkapan syukur yang tak terkira kepada Allah SWT jika kita telah merasakan kemudahan menikmati Al Quran namun sungguh suatu musibah yang amat besar jika ternyata keakraban kita dengan Al Quran sangat lemah.

Kita harus berlindung kepada Allah SWT agar tidak menjadi orang yang menjadikan Al Quran sebagai mahjura (sesuatu yang ditinggalkan) tetapi sebaliknya kita harus menjadi orang seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang artinya: “Perumpamaan mukmin yang aktif membaca Al Qur'an bagaikan buah Urtujjah, bau harum dan rasanya lezat.” (HR Muttafaqun 'alaih)

Maksudnya, kapanpun dan dimanapun kita berada, maka Al Quran harus memberi shibghah, artinya keberadaan kita ditengah-tengah keluarga dan masyarakat harus dapat menyebarkan semerbak ketakwaan, mujahadah, jihad dan sabar. Diamnya kita dapat membawa ketenangan dan kebahagiaan bagi semua orang yang ada disekitar kita.

Kita sadar betapa pentingnya AlQuran dalam segala aspek kehidupan. Al Quran akan menumbuhkan ‘quwwatudz dzikr, quwwatul munajat, quwwatu hubb’ dalam diri kita sehingga melahirkan hati yang peka dalam menerima taujihat (pengarahan) Allah SWT.

Untuk mencapai hal tersebut kita harus membekali diri dengan Al Quran dengan tahapan-tahapan yang benar agar menghidupkan ruh Al Quran dan berinteraksi dengan Al Quran diantaranya:

Pertama, tumbuhkan sedalam-dalamnya keimanan kepada Allah SWT. Kedua, membiasakan diri tadabur Al Quran melalui terjemahan, kitab tafsir atau mengikuti kajian tafsir di masjid, mushala, kajian mingguan, dan lainnya.

Ketiga, berusaha melaksanakan segala yang diinginkan Allah SWT karena merealisasi satu ayat tidak hanya berdampak bagi peningkatan iman tetapi berdampak pula pada semakin dalamnya pemahaman kita terhadap isyarat Al Quran. Keempat, berusaha merasakan bahwa semua Khitab (intruksi) atau arah pembicaraan Allah adalah Khitab untuk diri sendiri bukan untuk orang lain.

Nilai-nilai Dalam Hati Kita

Ketika dunia kita tampaknya frustasi, maka perlu diingat bahwa bagian yang paling penting dari kita ada di luar orang frustrasi.

Ketika hidup terasa menyakitkan, maka kita tidak pernah lupa rasa sakitnya. Namun mungkin sulit, karena ia terbatas hanya pada sebagian kecil dari siapa kita sesungguhnya.

Semua yang ada di sekitar kita adalah hal yang dapat kita lihat dan sentuh, namun secara fisik memanipulasi. Mereka adalah bagian dari kehidupan, tetapi mereka tidak berarti semua yang ada.

Kita tidak bisa menahan cinta di tangan, namun kita tahu pasti bahwa hal itu ada. Kita tidak dapat menangkap sukacita dalam kotak atau amplop dan kita tidak ragu bahwa hal itu nyata.

Ketika keprihatinan luar kehidupan tampaknya luar biasa, maka ingatkan diri sendiri, masih ada lagi. Ada sangat banyak lagi untuk hidup dan menjadikan kita dapat melihat dan mendengar, rasa dan bau, sentuhan sekaligus memiliki.

Bahkan kerugian dan kekecewaan mereka merasa besar dan memberatkan, kecil dibandingkan dengan semua yang indah, dan kemungkinan positif yang hidup dalam diri kita. Lihatlah di luar, berisik, ada gangguan dangkal yang dapat mengingat keajaiban keberadaan kita.

Jalani kehidupan di sekitar kita dengan nilai-nilai yang ada di dalam hati kita. Dan orang-orang yang sehari-hari sakit dan ada gangguan, maka akan kehilangan kekuatan mereka untuk membawa kita ke bawah.

Senin, 09 September 2013

Keutamaan Besar dalam Berkurban

Berkurban memiliki keutamaan yang cukup besar. Pertama, dengan berkurban, seorang muslim akan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.  

Kedua, membesarkan syiar agama Islam dan mengagungkan perintah Allah. Ketiga, dengan berkurban, seorang muslim akan melimpahkan rasa peduli dan kasih sayang terhadap dhuafa.

Dengan berkurban, seseorang akan memiliki jiwa sosial yang tinggi juga akan menjauhkan manusia dari sifat kikir, atas harta yang didapatkan.

Rezeki yang diberikan oleh Allah ini, hendaknya dengan penuh kesadaran diambil sebagian untuk dikurbankan. Spirit yang dibawa oleh Idul kurban, pada hari itu, merupakan keharusan hadirnya semangat ibadah berkurban, serta keberpihakan yang kaya kepada yang miskin dengan kurban yang terbaik.

Semoga, di Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada pertengahan bulan Oktober 2013 nanti, menjadi momentum penting untuk mengasah jiwa berkorban, membantu, peduli sesama dan memberikan bagian yang kita miliki yang menjadi hak fakir miskin dan orang lain yang berhak menerima.

Kepedulian dan Kepekaan Sosial Dengan Berkurban

Makna yang terkandung dalam penyembelihan hewan kurban sangatlah mendalam.Yakni, melatih seseorang meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial.

Tujuan berkurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Makin dekat seseorang kepada Allah SWT, kian tinggi tingkat kepekaan sosialnya.

Karena itu melalui momentum Idul Adha, marilah kita tingkatkan kepekaan sosial dengan membantu saudara kita yang tertimpa berbagai musibah (bencana alam, gempa bumi, banjir maupun wilayah-wilayah miskin) dengan menyembelih hewan kurban untuk di sampaikan kepada masyarakat kurang mampu.

Berkurban, harus dilandasi dengan hati yang ikhlas semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Cara berkurban seperti itulah yang dipraktek kan Nabi Ibrahim as, yang menyembelih anaknya, Nabi Ismail as. Nabi Ibrahim as lolos dalam ujian Allah SWT dan termasuk orang-orang yang sabar.

Dan makna hakiki penyembelihan hewan kurban harus membekas pada orang yang berkurban. Sebab, yang sampai kepada Allah SWT bukan daging dan darah korban, melainkan ketakwaan seseorang.

Sabtu, 07 September 2013

Setiap Langkah di Sepanjang Jalan

Prestasi membutuhkan waktu. Berharap dan bekerja untuk mencapainya, tapi jangan membodohi diri sendiri dengan berpikir bahwa hal itu akan cepat atau mudah.

Apa yang dibangun dalam sekejap dapat dirobohkan dengan cepat. Nyatanya, nilai abadi diciptakan oleh komitmen, dengan upaya yang berkelanjutan.

Ada kekayaan, kesabaran dan ketekunan akan membawa kita, karena kita tidak dapat mengalami cara lain. Gunakan setiap saat untuk bergerak maju sedikit lagi, hari demi hari, tahun demi tahun, dan hal-hal yang benar-benar luar biasa yang mungkin.

Nilai usaha apapun tidak hanya dapat hadiah di akhir. Nilai riil dalam usaha itu sendiri, dan dalam jangka panjang, pengalaman berkelanjutan membuat perbedaan positif hari demi hari.

Hargailah setiap tantangan yang kita temui, untuk tantangan yang memberikan jalur untuk bergerak maju. Menghargai nilai dan tempatkan lebih tinggi dengan menggunakan kekuatan dan kemampuan kita saat kita bergerak berhasil melalui setiap tantangan.

Dapatkan dalam kebiasaan untuk menikmati setiap langkah di sepanjang jalan. Dan kita akan memungkinkan diri kita untuk mengambil beberapa perjalanan yang benar-benar menakjubkan.

Jumat, 06 September 2013

Petualangan Besar

Jangan hanya duduk di sana. Buatlah lebih kaya, lebih indah, lebih bermakna dalam kehidupan yang lebih terpenuhi dari setiap saat yang kita miliki.

Jangan mengeluh tentang hal-hal buruk. Terimalah bahwa hal-hal seperti itu dan buatlah kebaikan dan nilai baru dari mereka.

Ini adalah hidup kita, saat kita, kesempatan kita untuk membuat perbedaan. Ini adalah hari kita, penuh dengan kelimpahan yang siap untuk diubah menjadi kebesaran yang unik.

Alih-alih menghindari tantangan, tapi rangkullah mereka. Alih-alih diintimidasi oleh keterbatasan, maka akan terinspirasi untuk menemukan cara-cara baru di sekitar mereka.

Kita tidak harus puas dengan hanya mendapatkan oleh atau hanya membuat hal itu melalui hari. Kita mampu sangat banyak lagi, jadi pergi untuk itu.

Menyadari apa kesempatan yang luar biasa yang kita miliki, di sini dan sekarang. Dan sepenuhnya menjalani petualangan besar yang hidup kita.

Kamis, 05 September 2013

Kemungkinan Hadir

Kekurangan masa lalu kita tidak ada hubungannya dengan kemungkinan kita sekarang dan masa depan. Ini adalah hari baru, hidup positif yang kita jalankan. Kita dapat memilih dan menentukan arah yang baru.

Tidak masalah jika kita telah mengecewakan diri di masa lalu. Sekarang kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan hal yang benar.

Kita tidak harus mendasarkan harapan kita tentang apa yang telah terjadi. Hari ini, kita dapat mengharapkan yang terbaik dan kemudian bekerja untuk mewujudkannya.

Tidak ada gunanya kita merasa marah, kesal atau kecewa tentang masa lalu. Buatlah pilihan untuk merasa positif terarah dan antusias tentang apa yang dapat kita lakukan sekarang.

Setiap momentum negatif dalam hidup kita akan terus berjalan, hanya jika kita membiarkannya. Karena itu, jangan biarkan ia berjalan terus dalam hidup kita. Stop sekarang juga.

Bagian paling penting dari hidup kita adalah bagian yang dapat dimulai sekarang. Dan kita dapat membuat bagian itu seindah dan memuaskan, karena sekarang kita pilih.

Noda Dosa Dalam Hati

Muqodimah
Pada bagian ini Imam Al Ghazali memperingatkan para penuntut ilmu untuk meluruskan niatnya, yakni bahwa menuntut ilmu itu hanyalah demi mendapat keridhoan Allah SWT. Semata dan bukannya untuk kepentingan syahwat dunia.

Al Ghazali mengingatkan bahwa ketakwaan kepada Allah SWT yang diwujudkan pada ketaatan lahir dan ketaatan batin kepada Allah SWT sebagai kunci awal kepada petunjuk (ilmu). Ketaatan ini pulalah yang kemudian dibahas lebih dalam dibagian isi buku ini, dibawah judul: taat

Taat
Pada bagian ini Al Ghazali membahas bentuk-bentuk pelaksanaan ketaatan kepada Allah SWT yang tercermin dalam aktifitas amal ibadah sehari-hari seorang muslim.

Pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut juga merupakan upaya menjaga segenap hati dan anggota badan seorang muslim dari pagi hingga petang/malam agar ia sampai kepada penunaian perintah-perintah Allah SWT yang sesuai dengan adab-adab yang telah digariskan oleh Islam. Adab-adab tersebut diantaranya adalah:

A. Adab Bangun Tidur
1. bangun pagi sebelum fajar
2. membaca doa dan pujian bangun tidur

B. Adab Masuk Jamban/Kamar Kecil
1. membaca dzikir doa masuk jamban/kamar kecil
2. mendahulukan kai kiri ketika masuk dan mendahulukan kaki kanan ketika akan keluar
3. tidak menghadap dan atau membelakangi kiblat
4. beristinja dengan air atau benda keras dan kering paling sedikit tiga kali
5. membaca dzikir doa keluar jamban/kamar kecil
6. tetap berusaha menyembunyikan diri bila buang air kecil/besar di ruang terbuka

C. Adab Berpakaian
1. niat ikhlas semata-mata untuk memenuhi perintah Allah swt (untuk menutup aurat dan bukan untuk bermegahmegahan/menyombongkan diri)
2. membaca dzikir doa memakai dan ketika membuka pakaian

D. Adab Berwudhu
1. bersiwak
2. membaca dzikir doa menjelang wudhu
3. membersihkan telapak dan punggung tangan
4. berkumur-kumur
5. membersihkan hidung dengan mengirup air ke separuh hidung/istinsyar
6. berkumur
7. membasuh seluruh wajah
8. membasuh tangan hingga kepangkal siku dengan mendahulukan tangan kanan dari tangan kiri
9. membasuh kepala dan membersihkan lubang telinga sekaligus
10.membasuh kaki dengan mendahulukan kaki kanan dari kaki kiri
11.membaca dzikir doa setelah wudhu

E. Adab Mandi
F. Adab Tayamum
G. Adab Pergi Ke Masjid
H. Adab Yang Harus Dikerjakan Sejak Pagi Hingga Petang/Malam Hari
I. Adab Berimam dan Bermakmum dalam Shalat
J. Adab Jumat
K. Adab Puasa/Shaum

Setelah membahas ketaatan yang diwujudkan dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari seorang muslim sesuai dengan adab-adabnya dalam bentuk ibadah fisik, Imam Al Ghazali selanjutnya membahas 7 pintu maksiat yang harus diwaspadai oleh seorang muslim. Ketujuh pintu maksiat itu adalah:

1. Mata
Imam Al Ghazali menasehati agar mata kita tidak digunakan untuk:
• Melihat wanita lain yang bukan mahramnya
• Melihat sesuatu yang akan membangkitkan nafsu birahi
• Melihat kepada sesame saudara muslim dengan penuh kebencian dan kesombongan
• Melihat kepada sesama muslim dengan penuh kedengkian

2. Telinga
Imam Al Ghazali mengingatkan agar telinga kita sebaiknya hanya untuk mendengarkan ayat-ayat Allah serta untuk mendengarkan hadits-hadits rasulullah serta untuk mendengarkan hikmah-hikmah dari para aulia Allah.

3. Lidah/Lisan
Imam menasehati kita agar selalu menjaga lidah agar tidak menjerumuskan kita kedasar api neraka. Imam Al Ghazali juga mengingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh lidah, yakni:
• Dusta, yang merupakan sumber dosa yang paling besar
• Ingkar janji
• Memfitnah
• Jidal/berbantah-bantahan tanpa hujjah yang jelas dalam hal agama
• Memuji-muji diri sendiri
• Mengutuk dan mencela
• Bersenda gurau dan berolok-olok

4. Perut
Imam Al Ghozali menasihati agar perut kita tidak diisi oleh barang/makanan yang haram serta berlebih-lebihan (kekenyangan).

5. Aurat/Syahwat sex
Imam Al Ghozali menasihati bahwa bagaimanapun juga kita tidak akan berhasil menjaga aurat/syahwat seks kecuali dengan jalan menjaga dan memelihara mata dari berbagai penglihatan yang tidak semestinya, hati, dari berbagai niat yang bukan-bukan dan perut dari berbagai makanan yang tidak menentu dan kekenyangan.

6. Tangan
Hendaknya tangan dijaga dan dipelihara dari segala perbuatan yang tercela seperti memukul sesama kaum muslimin, menyakiti makhluk, menerima harta yang tidak halal dsb.

7. Kaki
Kaki hendaknya dijaga dan dipelihara dari segala macam langkah yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.

Selanjutnya setelah membahas ketujuh pintu maksiat yang harus diwaspadai yang juga masih berupa kegiatan ibadah fisik, berikutnya pada bagian penutup, Imam Al Ghazali membahas noda dosa pada hati manusia yang merupakan kegiatan ibadah non fisik.

Dosa-dosa tersebut menyangkut masalah:

1. dengki/hasad
Sifat ini bentuk dan sumbernya hampir sama dengan sifat bakhil atau kikir dimana dia tidak suka atau merasa iri atas pemberian Allah kepada orang lain terhadap sesamanya. Orang dengan sifat ini akan menderita hukuman lahir dan batin serta selalu merasa tidak puas dan berterimakasih.

2. kemunafikan/nifaq
Dosa munafik adalah dosa besar yang hampir mendekati dosa kemusyrikan dimana sifat ini sama sekali tidak membawa manfaat apapun bagi pelakunya.

3. kesombongan/takabur
Sifat ini merupakan penyakit menahun berkepanjangan yang timbul dari kesalahan pertimbangan akal yang memandang seolah-olah hanya dirinya saja yang paling penting dan terhormat. Orang lain dipandang dengan pandangan mengejek, menghina dan merendahkan.

Akibatnya ia akan selalu berkata aku, aku seperti ucapan iblis ketika menyombongkan diri terhadap Adam as. Orang sombong adalah yang manakala berkata atau menyatakan pendapatnya bisa menimbulkan sakit hati orang lain. Sementara itu apabila mendengar pendapat orang lain yang bertentangan dengan pendapatnya ia akan menyatakan kegusarannya.


---
Ringkasan buku tema “Tazkiyatun Nafs

Diringkas oleh: Cecep Y Pramana
Judul: Noda Dosa Dalam Hati (Dipetik dari Kitab Bidayatul Hidayah oleh: Imam al Ghazali)
Alih Bahasa: H. Rus’an
Penerbit: Bulan Bintang, Jakarta, Cet. Ke-4 tahun 1989
Halaman: 120 halaman


Senin, 02 September 2013

Sulit dan Indah

Hidup bisa sangat indah dan juga sangat sulit. Belajarlah untuk menghargai keindahan yang begitu banyak, karena kesulitan tidak dapat membawa kita ke bawah.

Cara untuk mengatasi kesulitan hidup bukanlah dengan menghindari mereka. Cara untuk sukses menghadapi kesulitan itu adalah dengan mendatangi mereka.

Jadikan hal itu lebih gigih dari masalah kita yang paling gigih. Gunakan kreativitas, fleksibilitas, kecerdikan dan gairah kita untuk membuat jalan ke depan, tidak peduli apa.

Hargailah dalam keindahan bahkan yang terkecil sekalipun, hal yang paling tampak tidak berarti. Terhubung dengan kelimpahan yang terjalin setiap serat dan makna kehidupan.

Lihatlah setiap momen kehidupan sebagai kesempatan untuk membuat perbedaan kecil. Langkah-langkah kecil kita dapat membuat maju, dan akan segera menambahkan hingga menciptakan hasil yang besar.

Hidup ini terkadang bisa sulit, namun bisa juga menemui keindahan. Keindahan dan kemungkinan sukacita bernilai jauh lebih dari semua masalah yang dapat digabungkan.

Minggu, 01 September 2013

Wanita Muslimah Lebih Cantik Daripada Bidadari

Meskipun sudah banyak dijelaskan tentang kecantikan bidadari, akan tetapi seorang wanita shalihah, yang taat kepada Allah dan suaminya yang mukmin, maka kecantikannya di surga akan melebihi bidadari tujuh puluh kali.

Hal itu dikarenakan wanita shalihah selalu mendirikan shalat, puasa, ikut bertanggung jawab dalam dakwah dan iman kepada Allah SWT.

Wahai saudaraku muslimah, ketahuilah bahwa engkau kelak akan lebih cantik dari bidadari, dengan syarat engkau bersabar dan taat kepada Allah dan beriman pada-Nya.

Sekarang dengan jilbab/hijab mu, imanmu, malumu, engkau adalah wanita cantik. Teruslah bersabar, hingga engkau mendapatkan telaga Rasulullah SAW dan melihat Dzat Allah SWT

Kesuksesan Hakiki

Tujuan setiap mukmin adalah masuk ke dalam surga dan selamat dari siksa api neraka. Itulah kesuksesan yang hakiki.

Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT “Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang diperdayakan.” (QS Ali Imran: 185)

Lalu, bagaimana perasaan kita? Ketika datang pada Hari Kiamat, sementara pintu-pintu surga terbuka untuk kita, dan kita dipersilahkan masuk dari pintu mana saja. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar