Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Kamis, 31 Mei 2012

Satu Hari Menjadi Orang Baik

Guru: “Kita boleh berbuat apa saja semau kita seumur hidup kita, mencuri, membunuh, menyiksa, memperkosa, menipu, pokoknya apa saja…..”

Salah seorang murid bertanya : “Koq enak sekali. Tetapi apa syaratnya ?”

Guru : “Syaratnya sangat ringan. Kalian boleh berbuat jahat seumur hidup kalian, tetapi cukup satu hari saja sebelum mati, jadilah orang baik”.

Murid : “Tapi Guru, kita kan tidak tahu kapan kita akan mati?”

Guru : “Oleh karena itu, anggaplah besok kamu akan mati. Jadilah orang baik hari ini…..!!

Rahasia Pepatah China

“JANGAN duduk di depan pintu, nanti jauh jodoh!” Mitos ini mungkin sering dilontarkan ibu agar Anda tidak menghalangi orang melewati pintu. Hal ini bisa bikin bertanya, apa hubungannya antara pintu dengan jodoh? Tapi, dipercaya atau tidak, kalimat bijak semacam ini telah berlangsung turun-temurun, dan dianggap manjur dalam mengajarkan nilai-nilai kebaikan.

Lahirnya kalimat bijak atau pepatah dalam masyarakat juga terjadi di Negeri Tirai Bambu. Uniknya, pepatah China, yang biasa dikenal sebagai Chinese wisdom ini lebih beragam, dan mencakup segala aspek kehidupan. Salah satunya kesehatan. Ingin tahu apa saja pepatahnya?
- “Minumlah teh setelah makan”
Makna: Sebenarnya dalam pengobatan tradisional China, teh China atau teh hijau sudah diketahui memiliki kaya khasiat. Tapi, karena masyarakat Cina lebih meyakini tahyul, yang kerap terdapat dalam pepatah tersebut, membuat mereka mempercayai pepatah tersebut, sehingga mau tidak mau mereka rutin mengonsumsi teh, terutama sehabis makan.

-“Saat tidur, jangan memunggungi cermin”
Makna: Menurut Feng Shui, ketika tidur, tubuh membutuhkan energi yin. Sedangkan cermin bersifat yang. Jika ketika tidur Anda memunggungi cermin, atau benda lainnya yang bersifat yang, seperti pintu atau jendela, dapat terjadi konflik energi yang dapat melemahkan chi. Akibatnya, ketika bangun tidur, tubuh akan terasa lelah dan tidak bersemangat.

- “Makanlah bubur, jika ingin panjang umur“
Makna: Lambung membutuhkan makanan yang lembut dan hangat, terutama ketika mengawali proses pencernaan di pagi hari. Oleh karena itulah, bubur atau makanan lembut lain menjadi makanan yang cocok sebagai sarapan.

- “Jangan langsung bekerja setelah makan”
Makna: Setelah makan dan perut masih terasa penuh. Saat itu, konsentrasi utama metabolisme tubuh adalah mencerna makanan. Melakukan aktivitas segera setelah makan akan membagi metabolisme tubuh untuk kegiatan lain, sehingga makanan tak tercerna baik, yang justru bisa mengganggu saluran pencernaan.

- “Selesai makan, jangan langsung tidur”
Makna: Pada dasarnya urutan tata letak organ saluran pencernaan adalah dari atas ke bawah: mulai dari mulut, tenggorokan, lambung, usus kecil, usus besar hingga anus. Jadi, organ pencernaan akan bekerja lebih baik bila tubuh dalam posisi duduk. Posisi tidur akan menghambat proses pencernaan.

- “Usap-usaplah perut setelah makan”
Makna: Banyak sekali titik akupunktur yang berhubungan dengan saluran pencernaan di daerah perut. Mengusap-ngusap perut usai makan, sama halnya dengan merangsang titik-titik akupunktur tersebut sehingga membantu organ pencernaan bekerja lebih baik.

- “Kalau merasa kedinginan, usap-usaplah telingamu”
Makna: Bentuk daun telinga analog dengan bentuk janin manusia. Di telinga juga ada titik-titik alarm point berberapa organ. Ketika kedinginan, mengusap-usap telinga sampai hangat sama dengan menghangatkan tubuh secara keseluruhan.

Menghukum Tanpa Kekerasan

Alkisah di negeri tiongkok kuno, tinggallah seorang ayah yang sangat bijaksana, beserta anak lelakinya disuatu desa yang damai. Sang ayah sangat menyayangi anak lelaki, namun dalam mendidik anaknya sang ayah tidak pernah memarahinya ataupun menggunakan kekerasan.

Pada suatu hari, sang ayah mengajak sang anak ke kota untuk membeli kuda. Mereka pun menumpang kereta kuda dari desa ke kota, karena jarak antar desa ke kota sangat jauh, tanpa merasa lelah, dan sang anak sangat senang karena baru kali ini lah dia menuju ke kota.

Sesampainya di kota, sang anak yang begitu gembira terus melihat sekeliling kota, dia menoleh ke kiri dan ke kanan, dan tanpa disadari, dia melihat ada pertunjukkan drama di tengah kota, dan timbullah niat untuk menonton pertunjukkan tersebut. Dia pun memisahkan diri dari ayahnya yang berjalan didepannya menuju ke pasar kota.

Hari sudah semakin siang, sang ayah terlihat panik mencari sang anak kesana kemari, setelah mengetahui anaknya tidak ada dibelakangnya. Dia begitu gelisah, semua liku pasar di kota tersebut pun di laluinya demi mencari anak kesayangannya itu. Akhirnya, dalam kebingungannya, dia duduk disebuah taman kota didekat pasar, dengan pandangan kosong. Tanpa disadarinya sang anak yang telah menonton pertunjukkan drama pun menghampiri ayahnya. Melihat anaknya datang sang ayah begitu gembira dan berkata :

"Darimana kamu dari tadi nak, ayah menelusuri seluruh pasar ini tapi tidak menemuhi mu"
"Saya mengikuti ayah dari belakang, namun karena ayah begitu cepat jalannya, saya pun tertinggal dan tersesat ayah" Kata anaknya berbohong

Sang ayah yang mengetahui anaknya bohong, pun tersenyum dan berkata :
"Baiklah, aku sebagai ayah tidak mampu menjaga mu, bahkan sampai kamu tersesat, mari kita pulang ke rumah, hari sudah semakin sore. Kamu naikilah kuda yang baru ayah beli, ayah akan berjalan kaki untuk merenungi kesalahan ayah"

Sang anak yang begitu terkejut mendengar jawab sang ayah, bermaksud ingin bicara, namun ayahnya telah berjalan kedepan menuju ke rumahnya didesa. Dalam penyesalannya sang anak melihat sang ayah yang berjalan penuh peluh di mukanya, terus berjalan menuju kedesa, untuk menemani ayah, sang anak memperlambat laju kuda yang dikendarainya.

Berjam-jam sang ayah berjalan menuju ke desa, dan dengan penuh isak tanggis sang anak pun turun dari kuda, dan menuntun ayahnya untuk menaikki kuda, sambil berkata:
"Saya tahu saya salah, saya telah berbohong, tolong jangan siksa diri ayah lagi, naik lah ke atas kuda ayah"

Ayah tersenyum sambil memeluk anak kesayangannya itu.

Kekerasan tidak bisa dihadapin dengan kekerasan, namun kekerasaan harus dihadapin dengan kelembutan, pepatah yang sangat menarik, mencerminkan pribadi sang ayah dalam cerita diatas, dalam mendidik anak dipenuhi oleh kasih sayang, mendidik tanpa kekerasan, sungguh suatu kebijakkan yang patuh kita contoh. Andai saja kita mampu menirunya, tentu dunia ini akan dipenuhi kebahagiaan

KESABARAN

“Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati matian sedang temanku dengan enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja! Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu. Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung. Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.

Aku capek ayah, aku capek menahan diri. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah!” sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, ”Anakku, ayo ikut ayah”.
Mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
”Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah,” anaknya terus mengeluh.

Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan rindang.

“Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!”

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah”.

”Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah?”

”Itu karena orang tidak mau mnyusuri jalan yang jelek, padahal mreka tau ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.

”Anakku, kita butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan.”

Antara Menjadi Emas dan Menjadi Arang

Alangkah senangnya jika terlahir sebagai emas yang keberadaannya selalu diidam-idamkan dan dinanti- nanti. Semua orang ingin menyentuhnya, memilikinya dan sangat bangga bila berada di dekatnya karena nilainya yang amat tinggi. Tak heran jika emas dijuluki sebagai logam mulia, karena kedudukannya yang amat tinggi di mata manusia. Banyak sekali manusia berkelahi memperebutkannya dan bahkan tak jarang sampai saling membunuh.
Adapun terlahir sebagai arang, agaknya kalau dapat akan dihindari oleh setiap insan. Sejak lahir jangankan digendong, disentuhpun tidak karena rasa takut akan terkotori olehnya. Mengenai nilainya, jangankan satu gram, satu karung pun masih banyak orang yang dapat memilikinya. Keberadaannya pun terkadang tidak terlalu
dirasakan.

Namun, semahal-mahalnya emas jika ia berada di lingkungan yang salah dia akan rusak. Emas bila terkena merkuri (air raksa) akan kehilangan nilainya. Emas ketika tersebar dan bercampur dengan tanah tidaklah ada nilainya.

Adapun arang, apabila ia berada di tempat yang sangat dingin, dimana orang sangat membutuhkan kehangatan, nilai sekarung arang jauh lebih berharga dari nilai emas satu bukit.

Dari analogi di atas nampak bahwa lingkungan tempat suatu benda berada dan nilai manfaat keberadaan suatu benda pada lingkungan tersebut merupakan faktor yang penting untuk menilai tingkat manfaat keberadaan suatu benda.

Ada benda lain yang juga dinilai sangat tinggi oleh kebanyakan manusia, yaitu intan. Intan yang jernih dan kokoh, dapat digunakan untuk menghancurkan batu-batuan dan dapat juga digunakan sebagai perhiasan. Jika diteliti lebih lanjut, ternyata unsur pembentuk intan dan arang adalah sama-sama karbon. Keteraturan posisi molekul karbon dalam intan tersebut menjadikannya kokoh dan indah. Hal yang menyebabkan intan jauh lebih mahal daripada arang adalah karena intan sangatlah sulit didapat dan sangat besar manfaatnya walaupun unsure pembentuknya sama-sama karbon.

Dapatkah arang berubah menjadi intan? Jika posisi-posisi molekul karbon dalam arang dipindahkan sehingga menjadi teratur, bukan tidak mungkin arang yang hina dina berubah menjadi intan yang mulia. Namun, hal ini membutuhkan energi yang amat besar. Jadi walaupun unsur pembentuk suatu benda sama, namun keteraturan letak molekul unsur pembentuk dalam suatu benda dapat menyebabkan benda yang satu lebih bernilai dari benda yang lain.

Manusia, sebagai wakil Tuhan di muka bumi, sangatlah diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dengan keberadaanya di atas bumi ini. Tuhan telah memerintahkan kita untuk senantiasa berhijrah.

Berhijrah bukanlah selalu berarti berpindah tempat secara fisik namun hijrah merupakan upaya berkesinambungan untuk dapat menjadi lebih bermanfaat bagi lingkungan tempat manusia tersebut berada.

Jika manusia merasa dirinya kurang dihargai dalam lingkungannya, ada 2 hal yang dapat ia lakukan, pindah secara fisik ke lingkungan yang lebih mendukung keberadaannya atau mengubah/menata ulang dirinya sehingga menjadi lebih bernilai dalam lingkungan tersebut, namun hal ini tentu saja membutuhkan energi dan upaya yang jauh lebih besar.

Selasa, 29 Mei 2012

Biola

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain,mereka berdiri dan berteriak, "Hebat, hebat."
Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu. Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar." Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

MAKNA: Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika demikian, saya ingin menganjurkan jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mungkinkanlah itu dengan indahnya.

Dua Ekor Tikus

Di dalam got yang gelap hiduplah dua ekor tikus yang saling bersaudara. Suatu saat kedua ekor tikus ini melihat sebuah roti keju dari lubang sebuah selokan. Tikus-tikus ini ingin sekali memakannya tetapi sayang lubang selokan itu tertutup oleh jeruji besi yang sangat kuat.

Kedua tikus ini berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan jeruji besi itu dengan gigi-gigi mereka yang tajam tetapi gigi mereka mulai rusak karena jeruji besi itu terlalu keras bagi gigi mereka yang kecil.

Kedua ekor tikus ini kecapaian, dan butuh istirahat. Tikus pertama berkata dalam hatinya: "Aku tidak akan menyerah, setelah ini aku akan menghancurkan jeruji besi itu dengan sekuat tenagaku. Pantang menyerah adalah pangkal dari keberhasilan !"

Tikus kedua termenung dan berpikir : " Aku akan kehilangan semua gigiku jika aku nekat menggigiti jeruji itu. Ada baiknya kalau aku mengambil jalan lain saja untuk mendapatkan roti keju itu."

Setelah beristirahat sejenak, tikus pertama mulai menggigiti lagi jeruji besi itu dengan sekuat tenaga sedangkan tikus kedua mundur diri dari usahanya. Melihat tikus kedua mundur diri tikus pertama mulai mengejek saudaranya itu katanya : "Kamu itu sifatnya mudah menyerah dan tidak ulet bekerja, mana mungkin kamu bias berhasil dalam kehidupanmu?" Tikus kedua tidak mempedulikan ejekan saudaranya, dia mundur mencari jalan lain ke tempat roti keju itu.

Akhirnya tikus kedua berhasil memperoleh jalan ke tempat roti keju itu sedangkan tikus pertama kelelahan dan hancur giginya karena menggigiti jeruji besi itu.

Teman-teman cerita ini merupakan cerita yang agak kontradiktif tetapi yang ingin disampaikan dari cerita ini adalah hendaklah kita memakai kejelian dan kecerdasan kita untuk memecahkan masalah kita dan bukan hanya mengandalkan keuletan dan kerajinan kita untuk bekerja. Pantang menyerah cukup baik, tetapi jika tanpa kecerdasan semuanya sia-sia, maka pakailah kecerdasan kita.

Empat Obat Mujarab

Seorang anak muda. Ia telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya. Ia dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup. Semakin hari situasinya semakin parah. Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum menjadi amat terlambat.

Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil berpesan; “Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menju pantai seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini. Jangan membawa buku atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Di pantai nanti anda membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya, yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh.”
Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga ke pantai. Begitu tiba di pesisir pantai di pagi hari, sementara matahari pagi mulai muncul di ufuk timur dan laut biru memantulkan kembali sinarnya yang merah keemasan itu, sambil deru ombak datang silih berganti, hatinya dipenuhi kegembiraan yang amat dalam.

Tepat jam sembilan, ia membuka bungkusan obat yang pertama. Tapi tak ia dapati obat didalamnya, cuma secarik kertas dengan tulisan: “Dengarlah.” Aneh bin ajaib, orang tersebut patuh pada apa yang diperintahkan. Ia lalu duduk tenang mendengarkan desiran angin pantai serta deburan gelombang yang memecah bibir pantai. Ia bahkan secra perlahan-lahan mampu mendengarkan setiap detak jantungnya sendiri yang menyatu dengan melodi musik alam di pantai itu. Telah begitu lama ia tak pernah duduk dan menjadi sungguh tenang seperti hari ini. Ia terlampau sibuk dengan usahanya. Saat ini ia merasa seakan-akan jiwanya dibasuh bersih.

Jam dua belas tepat. Ia membuka bungkusan obat yang kedua. Tentu seperti halnya bungkusan yang pertama, tak ada obat yang didapati kecuali selembar kertas bertulis; “Mengingat”. Ia beralih dari mendengarkan musik pantai yang indah dan nyaman itu dan perlahan-lahan mengingat setiap jejak langkahnya sendiri sejak kanak-kanak. Ia mengingat masa-masa sekolahnya dulu, mengingat kedua orang tuanya yang senantiasa memancarkan kasih di wajah mereka. Ia juga mengingat semua teman yang ia cintai dan tentu juga mencintainya. Ia merasakan ada segumpal kekuatan dan kehangatan hidup memancar dari dasar bathinnya.

Ketika ia membuka bungkusan ketiga saat waktu menunjukan jam tiga tepat, ia menemukan secaraik kertas dengan tulisan: “Menimbang dan menilai motivasi”. Ia memejamkam mata, memusatkan perhatiannya untuk menilai kembali niat pertama ketika ia membangun usahanya. Saat itu yang menjadi inspirasi utama ia membuka usahanya adalah secara gigih bekerja untuk melayani kebutuhan sesamanya. Namun ketika usahanya kini telah memperoleh bentuknya, ia lupa hal ini dan hanya berpikir tentang keuntungan yang bakal diperoleh. Keuntungan kini menjadi penguasa dirinya, ia telah berubah menjadi manusia yang egoistis, serta lupa memperhatikan nasib orang lain. Ia kini seakan telah mampu melihat akar penyakitnya sendiri, ia menemukan alasan yang senantiasa membuatnya cemas.

Ketika matahari telah hilang dan bentangan laut berubah merah, ia membuka bungkusan obatnya yang terakhir. Di sana tertulis: “Tulislah segala kecemasanmu di bibir pantai.” Ia menuju bibir pantai, lalu menuliskan kata “cemas”. Ombak datang serentak dan menghapus apa yang baru dituliskannya. Bibir pantai seakan disapu bersih, kata “cemas” yang baru ditulisnya hilang ditelan ombak.

Pencuri Kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.
Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki

juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si

"Pencuri tak tahu terima kasih!".

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi.

Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri.

Serta tak jarang kita berprasangka buruk. Orang lainlah yang kasar, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang salah. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu.

Kita sering mengomentari, mencemooh pendapat atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

Senin, 28 Mei 2012

Sudah Menikah Atau Belum Anda Harus Membaca Ini!

"Ketika saya pulang malam, istri saya menyiapkan makan malam, aku memegang tangannya dan berkata, ada sesuatu yang ingin ku beritahukan padamu.Dia duduk dan makan dengan tenang. Sekali lagi aku melihat ada luka dari matanya.

Tiba-tiba aku tidak tahu bagaimana cara membuka mulutku. Tapi aku harus membiarkan dia tahu apa yang kupikirkan. “Saya ingin bercerai.” Aku mengangkat topik dengan tenang. Dia tampaknya tidak terganggu oleh kata-kata saya, dia tidak bertanya padaku dengan lembut, mengapa?

Aku menghindari pertanyaannya. Hal ini membuatnya marah. Dia membuang sumpit dan berteriak kepada saya, “Anda bukan manusia!”

Malam itu, kami tidak berbicara satu sama lain. Ia menangis. Aku tahu dia ingin mengetahui apa yang terjadi dengan pernikahan kami. Tapi saya tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan, dia telah kehilangan hatiku untuk Jane. Aku tidak mencintainya lagi.Aku hanya mengasihaninya!

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil, dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Wanita yang telah menghabiskan sepuluh tahun hidupnya dengan saya telah menjadi orang asing. Saya merasa kasihan waktunya terbuang, sumber daya dan energi, tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang saya katakan, karena aku mencintai Jane. Akhirnya ia menangis dengan keras di depan saya, yang adalah apa yang saya ingin lihat. Bagi saya, tangisannya merupakan suatu pembebasan. Ide perceraian yang telah saya terobsesi untuk beberapa minggu tampak lebih kuat dan lebih jelas sekarang.

Keesokan harinya, saya datang kembali ke rumah sangat terlambat dan menemukan sesuatu tulisannya di meja. Saya tidak makan malam tapi langsung tidur dan tertidur sangat cepat karena aku lelah setelah hari penting dengan Jane.Ketika aku bangun, dia masih ada di meja penulisan. Aku hanya tidak peduli begitu aku berbalik dan tertidur lagi.

Di pagi hari dia kondisikan perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi diperlukan pemberitahuan satu bulan sebelum perceraian. Dia meminta agar dalam satu bulan kita baik berjuang untuk hidup seperti biasa mungkin. Alasan nya sederhana: anak kami telah ujian dalam waktu satu bulan dan ia tidak ingin mengganggu dia dengan pernikahan kami yang rusak.

Ini menyenangkan bagi saya. Tapi dia punya sesuatu yang lebih, ia meminta saya untuk mengingat bagaimana aku membawanya ke luar ruangan pengantin pada hari pernikahan kami. Dia meminta agar setiap hari sampai akhir bulan, aku membawa dia keluar dari kamar tidur ke pintu depan setiap pagi. Saya pikir dia akan menjadi gila. Hanya untuk membuat hari-hari terakhir kami bersama tertahankan aku menerima permintaan aneh itu.

Kukatakan pada Jane tentang permintaan perceraian istri saya. . Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak masuk akal. “Tidak peduli apa trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi perceraian”, ia mencemooh.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu diungkapkan. Jadi ketika aku membopongnya di hari pertama, kami berdua tampil canggung. Anak kami menepuk punggung kami, ayah memegang ibu dalam pelukannya. Kata-katanya membawa saya rasa nyeri. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan sepuluh meter dengan ia dalam lenganku. Dia memejamkan mata dan berkata dengan lembut, “jangan memberitahu anak kita tentang perceraian”. Aku mengangguk, merasa agak kesal. Aku menurunkannya luar pintu. Ia pergi menunggu bus untuk bekerja. Aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku. Aku bisa mencium wangi di bajunya. Saya menyadari bahwa saya tidak melihat wanita ini dengan seksama untuk waktu yang lama. Saya menyadari ia tidak muda lagi. Ada kerutan halus di wajahnya, rambutnya mulai memutih! Pernikahan kami telah mengambil korban pada dirinya. Sesaat aku bertanya-tanya apa yang telah saya lakukan padanya.

Pada hari keempat, ketika aku mengangkatnya, aku merasakan perasaan intim kembali. Ini adalah wanita yang telah memberikan sepuluh tahun hidupnya kepada saya. Pada hari kelima dan keenam, aku menyadari bahwa pengertian kita tentang keintiman tumbuh lagi. Aku tidak memberitahu Jane tentang hal ini. Ini menjadi lebih mudah untuk membawanya sebagai bulan berlalu. Mungkin latihan sehari-hari membuat saya lebih kuat.

Dia memilih apa yang akan dikenakan pada suatu pagi. Dia mencoba mengenakan gaun tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia menghela napas, “semua gaunku telah tumbuh lebih besar”. Saya tiba-tiba menyadari bahwa ia semakin kurus, itulah alasan mengapa aku bisa membopongnya dengan lebih mudah.

Tiba-tiba aku tersadar ... dia telah mengubur begitu banyak rasa sakit dan kepahitan di dalam hatinya. Tanpa sadar aku mengulurkan tangan dan menyentuh kepalanya.

Anak kami masuk pada saat dan berkata, Pa, sudah waktunya membopong mama keluar. Baginya, melihat ayahnya melakukan ibunya telah menjadi bagian penting dari hidupnya. Istri saya memberi isyarat untuk anak kami untuk datang lebih dekat dan memeluknya erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Saya kemudian menyanggahnya dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya dikelilingi leherku lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat, seperti hari pernikahan kami.

Tapi berat badannya jauh lebih ringan membuat saya sedih. Pada hari terakhir, ketika saya memeluknya dalam pelukanku, aku tidak bisa melangkah. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya dengan kuat dan berkata, “aku tidak menyadari bahwa kehidupan kita tidak memiliki keintiman”. Aku pergi ke kantor ....melompat keluar dari mobil tanpa sempat mengunci pintu. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah ... Aku menaiki tangga. Jane membuka pintu dan aku berkata padanya, Maaf, Jane, saya tidak ingin bercerai lagi.

Dia menatapku, heran, dan kemudian menyentuh dahi saya. “Apakah Anda demam?”
Katanya. Saya pindah tangannya dari dahiku. “Maaf, Jane, saya katakan, saya tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak menghargai rincian dari kehidupan kita, bukan karena kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang saya menyadari bahwa sejak kubopong ia memasuki rumah saya pada hari pernikahan kami, saya harus memeluknya sampai kematian memisahkan kita terpisah”. Jane tiba-tiba seperti terkejut. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dan menangis. Aku menuruni tangga dan pergi. Di toko bunga di jalan, saya memesan karangan bunga untuk istri saya.Tanya gadis pramuniaga itu padaku, “apa yang kau tulis pada kartu”. Aku tersenyum dan menulis, Aku akan menggendongmu setiap pagi sampai kematian memisahkan kita terpisah.

Malam itu, saya tiba di rumah, bunga di tangan, senyum di wajah saya, saya berjalan menaiki tangga, dan hanya menemukan istri saya di tempat tidur telah meninggal.Istri saya telah berjuang KANKER selama berbulan-bulan dan saya sangat sibuk dengan Jane, dan tidak sempat untuk memerhatikannya. Dia tahu bahwa dia akan segera mati dan ia ingin menyelamatkan saya dari reaksi apapun yang negatif dari anak kami, dalam hal mendorong kita melalui dengan perceraian - Setidaknya, di mata anak kami - suami saya adalah seorang yang penuh kasih .....

Rincian kecil dari kehidupan Anda adalah apa yang benar-benar penting dalam sebuah hubungan. Ini bukan rumah, mobil, properti, uang di bank. Ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kebahagiaan tetapi tidak dapat memberikan kebahagiaan dalam diri mereka.

Jadi menemukan waktu untuk menjadi teman pasangan Anda dan melakukan hal-hal kecil untuk satu sama lain yang membangun keintiman. Miliki pernikahan yang bahagia nyata!

Jika Anda tidak berbagi, tidak akan ada yang terjadi kepada Anda.

Jika Anda melakukannya, Anda mungkin akan menyelamatkan pernikahan. Banyak kegagalan hidup adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.

Nilai Seorang Sahabat

Di kota Su Zhou pada zaman Dinasti Qing, ada dua orang dokter yang sanagt terkenal karena keahlian mereka dalam pengobatan. Seorang dokter bernama Ye Tiang Shi dan seorang dokter yang lain bernmaa Xue-Xue.


Mereka berdua saling membantu dalam memcahkan masalah sehingga keahlian mereka berkembang dengan sangat baik.
Jika ada kasus penyakit tertentu dan ayng seorang tidak tahu dengan pasti, maka ia akan meminta nasehat atau pendapat dari yang lain dalam mengatasi penyakit tersebut.Karena mereka saling membutuhkan, maka setelah dipikir-pikir mereka akhirnya membuka klinik bersama.
Banyak pasien yang tertolong jika pergi ke klinik mereka.


Namun karena satu masalah kecil, kedua dokter yang bersahabat itu akhirnya berpisah. Dua orang yang sudah jadi sahabat baik akhirnya bermusuhan, bahkan kini mereka saling menjelekkan dan saling membenci.


Suatu hari setelah lama sekali mereka tidak berkomunikasi, Xue-Xue melakukan perjalanan yang harus melewati rumah Ye Tiang Shi. Sewaktu melewati depan rumah sahabatnya yang kini menjadi musuhnya, Xue-Xue mencium bau yang aneh dan kurang sedap, karena itu ia segera menutup hidungnya. Karena pegawai Ye Tiang Shi kebetulan ada di luar rumah, maka Xue-Xue pun bertanya untuk mencari tahu tentang Ye Tiang Shi. Ternyata ibu Ye Tiang Shi sedang sakit parah.


Untuk mengobatinya Ye Tiang Shi banyak mengumpulkan obat di dalam satu kamar. Salah satu obat di dalam kamar adalah Hong Pi, yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa ibunya, tetapi obat itu bau sekali. Ibu Ye Tiang Shi sama sekali tidak mau minum obat itu sehingga tubuhnya makin lemah, penyakitnya makin parah dan nyawanya di ujung tanduk.


Waktu itu ada satu kebiasaan, yakni seorang dokter tidak sampai hati memberikan obat yang keras atau pengobatan yang penting dan khusus untuk keluarga dekat. Karena itu, biasanya seorang dokter akan meminta dokter yang lain untuk datang untuk mengobati keluarga dekatnya dengan pengobatan khusus dan memberi obat yang keras. Dari informasi yang di dapat, Xue-Xue mengetahui bahwa Ye Tiang Shi sedang mencari dokter lain untuk mengobati ibunya.


Ye Tiang Shi tidak mencari Xue-Xue karena mereka bermusuhan, sementara di Su Zhou tidak ada dokter lain yang mampu mengobati ibunya kecuali Xue-Xue. Namun karena rasa benci, dia mencari dokter ke luar daerah.


Sementara itu Xue-Xue pun berbicara dalam hati, " Salah sendiri kenapa Ye Tiang Shi menyakiti perasaanku. Sekarang aku tidak akan membantunya, biar ibunya semakin tidak tertolong dan dia akan sadar bahwa dia sebenarnya membutuhkanku. Biar dia tahu rasa sekarang !".


Baru saja Xue-Xue berpikir demikian, dirinya menjadi tidak tenang karena ada suara hati yang menentang sikapnya. " Tidak betul, seorang dokter harus rela dan berinsiatif untuk mengobati orang yang sakit, apalagi yang sudah dalam keadaan darurat. Jika nanti kamu sendiri yang mengalami masalah seperti ini, kamu juga pasti akan mencari Ye Tiang Shi."


Akhirnya ia masuk ke rumah Ye Tiang Shi dan memeriksa dengan teliti penyakit ibu Ye Tiang Shi. Setelah beberapa saat, ia pun menuliskan resep. Resep yang dibuatnya sebenarnya tidak jauh beda dengan apa yang ditulis oleh Ye Tiang Shi, yakni ada juga obat Hong Pi di dalamnya. Ibu dari Ye Tiang Shi mau meminum obat yang dibuat oleh Xue-Xue dan beberapa saat kemudian dia pun sembuh dari sakitnya.


Ye Tiang Shi yang mencari dokter di tempat lain, baru pulang ke rumah dan tidak ada dokter yang bisa datang ke rumahnya. Dan dia pun tahu bahwa Xue-Xue datang khusus ke rumahnya untuk mengobati ibunya. Kebetulan saat itu Xue-Xue juga ada di rumahnya, karena itu dengan segera dia menyalami tangan Xue-Xue dan berulang kali mengucapakn terima kasih.


Sejak saat itu mereka berdamai kembali. Persahabatan mereka pun lebih dalam daripada persahabatan sebelum mereka bermusuhan.


Pesan Moral : Jika persahabatan semakin bertambah dalam, maka adalah hal yang wajar jika di dalamnya terjadi juga ketidakcocokan dan perbedaan pendapat. Namun seharusnya perbedaan dan ketidakcocokan tersebut tidak boleh memutuskan persahabatan, karena semakin mengenal seseorang berarti juga semakin mengenal segala kekurangannya dan kekurangan diri sendiri.


Jika semakin tahu kekurangan sahabat dan kekurangan diri sendiri, pada saat itulah orang baru benar-benar bisa saling mengerti dan saling menolong. Sering kali yang dibutuhkan untuk membina persahabatan yang baik adalah mengalahkan rasa keakuan diri sendiri dan belajar mengerti dan menerima kekurangan orang lain.

6 Hari Meninggal, Nenek Asal Cina Bangkit dari Peti Mati

Seorang nenek asal Cina membuat tetangganya ketakutan setengah mati. Pasalnya, nenek berusia 95 tahun ini bangkit dari peti matinya 6 hari setelah dianggap meninggal dunia. Li Xiufeng ditemukan tak bergerak dan sudah tidak bernafas di tempat tidur oleh tetangganya, ketika ia terjatuh dan menderita cedera pada kepalanya.

Waktu itu ia belum bangun, jadi saya datang ke tempatnya bermaksud untuk membangunkannya, tutur Qingwang (60), menceritakan kunjungan sehari-harinya dalam membawakan makanan kepada wanita tua itu.


Tidak peduli seberapa keras aku mendorong dan memanggil namanya, ia tidak bereaksi. Saya merasa ada sesuatu yang salah, jadi saya mencoba untuk mendengar napasnya, dan ternyata ia telah meninggal, namun tubuhnya masih hangat." tambah pria tersebut.

Ketika usaha membangunkannya gagal, sang tetangga yaitu Chen Qingwang menganggap Li Xiufeng telah meninggal dalam tidurnya, di desa Liulou, Beiliu, Provinsi Guangxi. Menurut tradisi setempat, tubuh sang nenek yang dianggap telah meninggal dibaringkan dalam peti matinya menjelang pemakaman, agar teman dan kerabatnya dapat memberikan penghormatan terakhir.

Namun, sehari sebelum pemakamannya, Qingwang tiba di rumah tetangganya dan menemukan peti mati telah kosong dan mayat Li Xiufeng tidak lagi berada didalamnya. "Kami begitu terkejut, dan segera memanggil para tetangga untuk datang membantu," katanya.

Saat mencari tubuh mayat yang hilang itu, para penduduk desa tertegun saat menemukan Xiufeng yang diduga telah meninggal itu telah duduk di bangku dapurnya, sambil memasak.

"Saya tidur untuk waktu yang sangat lama. Setelah bangun, saya merasa sangat lapar, dan ingin memasak sesuatu untuk dimakan, aku kemudian mendorong tutup peti dan keluar." tutur Xiufeng kepada para penduduk desa.

Sebuah rumah sakit di daerah tersebut mempercayai bahwa Xiufeng mengalami mati suri, keadaan dimana orang tidak lagi bernapas, namun tubuhnya tetap hangat.

Kebijaksanaan Penggali Tambang

 Ada beberapa penggali tambang. Setiap hari mereka bekerja dalam tambang. Karena tambang itu kaya mineral alam, maka sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi bisa dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Hari itu mereka berada di dasar terdalam dari tambang itu.


Secara tiba-tiba semua saluran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah hirup pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang. Situasi bertambah buruk disebabkan oleh udara yang semakin panas karena ketiadaan AC.
Setelah capai bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara: 'Sebaiknya kita duduk tenang dari pada secara hiruk-pikik mencari jalan ke luar. Duduklah secara tenang dan berusahalah untuk merasakan hembusan angin. Karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini.'

Mereka lalu duduk dalam hening. Saat pertama mereka tak dapat merasakan hembusan angin. Namun perlahan-lahan mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi yang masuk melalui pintu tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam gelap gulita itu.

Bila bathin anda sedang gundah dan kacau, anda tak akan pernah melihat jalan keluar yang tepat.

Anda butuh untuk pertama-tama menenangkan diri. Hanya dalam keheningan anda bisa melihat pokok masyalah secara tepat, serta secara tepat pula membuat keputusan.

Truk Sampah

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara.

Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami.

Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai berteriak ke arah kami.

Si Supir taxi hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat.

Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!".

Tapi si Supir hanya tertawa seraya berkata : “Buat apa kita ribut2 , Bersabar pasti lebih baik krn itu berarti kita sudah mengurangi musuh, saya kan harus memprioritaskan Bapak yg akan menuju ke Bandara “

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".

Ia menjelaskan bahwa banyak orang yg ibarat seperti truk sampah.

Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan maupun kegagalan.

Seiring dengan semakin penuhnya kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.

Jangan ambil hati, lebih baik tersenyum saja, lambaikan tangan, Utamakan dan Fokuslah pada Prioritas dalam hidup kita , ma’afkan dan berkati mereka, lalu lanjutkan hidup kita .

Jangan kita ambil “sampah” mereka untuk lalu kembali kita akan membuangnya kepada orang lain yang kita temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.

Kisah Patung Pualam

Alkisah terdapat sebuah museum yang lantainya terbuat dari batu pualam yang indah. Di tengah-tengah ruangan museum itu dipajang sebuah patung pualam pula yang sangat besar. Banyak orang datang dari seluruh dunia mengagumi keindahan patung pualam itu.

Suatu malam, lantai pualam itu berkata pada patung pualam.

Lantai Pualam: "Wahai patung pualam, hidup ini sungguh tidak adil. Benar-benar tidak adil! Mengapa orang-orang dari seluruh dunia datang kemari untuk menginjak-injak diriku tetapi mereka mengagumimu? Benar-benar tidak adil!"

Patung Pualam: "Oh temanku, lantai pualam yang baik. Masih ingatkah kau bahwa kita ini sesungguhnya berasal dari gunung batu yang sama?"

Lantai Pualam: "Tentu saja, justru itulah mengapa aku semakin merasakan ketidakadilan itu. Kita berasal dari gunung batu yang sama, tetapi sekarang kita menerima perlakuan yang berbeda. Benar- benar tidak adil!"

Patung Pualam: "Lalu apakah kau masih ingat ketika suatu hari seorang pemahat datang dan berusaha memahat dirimu, tetapi kau malah menolak dan merusakkan peralatan pahatnya?"

Lantai Pualam: "Ya, tentu saja aku masih ingat. Aku sangat benci pemahat itu. Bagaimana ia begitu tega menggunakan pahatnya untuk melukai diriku. Rasanya sakit sekali!"

Patung Pualam: "Kau benar! Pemahat itu tidak bisa mengukir dirimu sama sekali karena kau menolaknya."

Lantai Pualam: "Lalu?"

Patung Pualam: "Ketika ia memutuskan untuk tidak meneruskan pekerjaannya pada dirimu, lalu ia berusaha untuk memahat tubuhku. Saat itu aku tahu melalui hasil karyanya aku akan menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda. Aku tidak menolak peralatan pahatnya membentuk tubuhku. Aku berusaha untuk menahan rasa sakit yang luar biasa."

Lantai Pualam: "Mmmmmm…."

Patung Pualam: "Kawanku, ini adalah harga yang harus kita bayar pada segala sesuatu dalam hidup ini. Saat kau memutuskan untuk menyerah, kau tak boleh menyalahkan siapa-siapa atas apa yang terjadi pada dirimu sekarang."

Minggu, 27 Mei 2012

Mungkin Aku sedang jatuh cinta




Jika ini yang mereka sebut cinta

Mungkin.....
Aku jatuh cinta pada tatapan matanya
tatapan mata wanita yang takut tersentuh zina

Aku jatuh cinta pada suaranya
Suara lembut, indah apa adanya

Aku jatuh cinta pada Rambutnya
Rambut hitam tertutup, hijab bidadari surga


Aku jatuh cinta pada senyumnya
Entahlah,..ombak dilaut juga sering membicarakannya

Aku jatuh cinta pada sikapnya
Sikap seorang mahluk yang takut dengan penciptanya

Aku jatuh cinta pada langkah kakinya
Langkah gundah pencari pintu pintu surga

atau mungkin....
Aku jatuh cinta pada Dia
Sang Maha Yang telah menciptakan segalanya

Ya Allah Ya rabbi ku titipkan cinta ini Untuknya, selipkan rindu ini dalam mimpi-mimpinya, dan ketika saatnya tiba,,, pertemukan kami dalam hati yang sempurna.


Moerad qrad

Video Motivasi | Ibu



ibu adalah sosok yang sangat berharga bagi kita semua. Walupun engkau sakiti ibumu tapi mereka akan tetap sayang dan cinta kepada dirimu. Pikirkanlah sejenak dan bersegeralah minta maaf kepada ibumu.

Jumat, 25 Mei 2012

Kisah 2 lembar Uang kertas yang bersaudara


Uang Rp.1000,- dan Rp 100.000,- sama2
terbuat dari kertas, sama2 dicetak dan
diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia.
Pada saat bersamaan mereka keluar
dan berpisah dari Bank dan beredar di
masyarakat. Empat bulan kemudian
mereka bertemu lagi secara tidak sengaja
di dalam dompet seorang pemuda.
Kemudian di antara kedua uang tersebut
terjadilah percakapan, uang Rp.100.000
bertanya kepada uang Rp.1000.


“Kenapa
badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau
amis…? “
Dijawablah oleh uang Rp. 1000,

“Karena aku
begitu keluar dari Bank langsung
berada di tangan orang2 bawahan, dari
tukang becak, tukang sayur, penjual
ikan dan di tangan pengemis.”

Lalu Rp.1000 bertanya balik kepada
Rp.100.000, “Kenapa kamu kelihatan
begitu
baru, rapi dan masih bersih? “

Dijawab oleh Rp. 100.000, “Karena begitu
aku keluar dari Bank, langsung
disambut perempuan cantik dan
beredarnya pun di restauran mahal, di
mall
dan juga hotel2 berbintang serta
keberadaanku selalu dijaga dan jarang
keluar dari dompet.”

Lalu Rp.1000 bertanya lagi, “Pernahkah
engkau mampir di tempat ibadah? “
Dijawablah, “Belum pernah.”
Rp.1000. pun berkata lagi, “Ketahuilah
bahwa walaupun keadaanku seperti ini
adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir
di Mesjid2, dan di tangan anak2
yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada
Tuhan. Aku tdk dipandang manusia
bukan karena sebuah nilai tapi karena
manfaat…”

Akhirnya menangislah uang Rp.100.000
karena merasa besar, hebat, tinggi tapi
tidak begitu bermanfaat selama ini.
Jadi bukan seberapa besar penghasilan
Anda, tapi seberapa bermanfaat
penghasilan Anda itu.

Karena kekayaan
bukanlah untuk kesombongan. Semoga
kita termasuk golongan orang- orang yang selalu
mensyukuri Anugerah dan memberi
manfaat untuk semesta alam serta
dijauhkan dari sifat sombong.


Kisah tersebut hanyalah perumpamaan meski sangat mendekati real apa yang dialami keluarga uang kertas tersebut……



Jembatan Bisikan

Sekitar 3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air.  Mereka makan malam di udara terbuka. Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk.  Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil.  Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali. 


Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.

Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu.  Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.


Pada suatu hari, seorang pemuda terapung mendengar bisikan dari atas cakrawala.  Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana.  Mereka saling memanggil dalam kurun waktu yang lama dan kemudian mereka memutuskan untuk menikah.


Jika keluarga si pemuda tidak setuju pada gadis yang berasal dari kalangan yang berbeda dan terlalu jauh.  Tapi si pemuda bersikeras maka Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala.  Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat.


Keluarganya tidak membantu.  Kata mereka, tradisi menikahi tetangga memberikan kekuatan pada komunitas mereka. Mereka menamakan jembatan si pemuda “Jembatan Bisikan“.  Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya.  Namun si Pemuda tidak peduli.  Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun.


Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala.  Mereka pun menikah di atas jembatan istimewa itu. Tahun berikutnya, badai besar datang menghantam.  Badai itu memusnahkan rumah panggung kaum terapung, namun jembatan bisikan itu tetap tegar !


Begitulah pula dengan kita.  Benda yang membutuhkan waktu lama untuk membangunnya akan membutuhkan waktu lama pula untuk memusnahkannya.


Melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan itu memang sulit.  Tapi setelah ia tuntas, maka tidak bisa lagi dibuyarkan.  Untuk memastikan agar tradisi lama tetap bisa mempertahankan kekuatannya, maka ubahlah.


Cerita di atas sangat mengesankan dan maknanya sangat dalam.  Dalam cerita itu, andapun dapat menangkap makna-makna yang luar biasa.


Bagi anda yang menginginkan kesuksesan bisnis, maka cerita jembatan cina kuno itu, harusnya memberi anda inspirasi dan semangat.  Dalam cerita itu, terkandung kunci-kunci sukses yang abadi. 


Kunci-kunci itu tak terbantahkan.  Ia telah berulang kali digunakan oleh semua orang sukses.  Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun. Kunci-kunci itu telah menolong mereka.  Kunci-kunci yang sama akan terus menolong siapa saja yang benar-benar ingin sukses.


Apa saja kunci-kunci sukses dalam cerita itu?  Saya menemukan ada tiga yang utama:


1.    Tujuan yang jelas.
2.    Berani merubah tradisi
3.    Kesabaran tiada akhir.


1.    Tujuan yang jelas.


Tujuan sang pemuda jelas.  Ia harus menghubungkan rumahnya dengan rumah gadis idamannya dengan sebuah jembatan.


Sang pemuda tahu, jembatan itu panjang.  Maka ia membangun jembatan yang sangat kuat.  Karenanya, jembatan itu harus dibangun dengan fondasi yang sangat dalam ke dasar laut.  Perhitungan tepat.  Jembatan itu tahan dihantam badai.


Tujuan jelas sangat penting dalam bisnis.  Inilah awal semua cerita bisnis.  Apakah tujuan anda berbisnis?  Apakah uang dan kekayaan melimpah?  Atau Kedudukan terhormat?  Popularitas?  Atau pembuktian diri?  Atau apa?


Saya menawarkan, buatlah tujuan bisnis anda adalah : Memberi manfaat besar bagi sesama dengan menggunakan kekayaan berlimpah. Jadi, berbisnis itu memang untuk  kaya.  Punya uang dan kekayaan melimpah.  Tapi uang dan kekayaan itu hanya alat.  Alat untuk memberi manfaat untuk sesame.


Jadi, buat penghasilan anda Rp. 5 milyar per bulan.  Maka anda dapat membangun rumah sakit gratis, sekolah gratis, beasiswa, investasi bisnis kecil, dan sebagainya.  Pokoke tujuan anda adalah memberi manfaat bagi sesama.  Dengan begitu hidup anda akan tenang dan bahagia.


Otak anda akan bekerja sesuai tujuan anda.  Bila tujuan anda  Rp. 100 juta, maka otak anda akan bekerja di tingkat Rp. 100 juta itu.  Coba tetapkan tujuan Rp. 1 juta, maka otak anda akan bekerja sepersepuluhnya.  Karenanya, tetapkan tujuan bisnis tinggi.  Dengan itu, otak dan tindakan anda akan mengikuti.


Setelah menetapkan tujuan, berhati-hatilah pada pada Pencuri Mimpi.  Pencuri Mimpi adalah orang-orang yang berusaha mencuri tujuan anda.  Mereka menghalangi anda.  Mereka melemahkan semangat anda.  Mereka mengatakan masalah dan resiko yang akan anda hadapi.  Mereka juga memberi gambaran kegagalan anda.


Bila anda menuruti kata mereka, saya pastikan anda akan berhenti.  Sang pemuda Cina akan berhenti membangun jembatan ketika ia mendengar kata-kata keluarganya untuk berhenti dan hanya mencari istri dari tetangganya saja.  Keluarga sang pemuda telah berusaha menjadi pencuri mimpi.  Untung sang pemuda tak mendengarkannya.


Pernahkan anda ingin kenalan dengan gadis/pria yang menarik bagi anda? Begitu anda mau bergerak, anda mendengar suara-suara negatif di benak anda.  Anda ikuti suara negatif itu.  Anda pasti berhenti bergerak.


Anda paling-paling  cuma memandangnya dari kejauhan.  Anda bayangkan betapa enaknya bisa kenalan.  Tapi anda masih tidak bergerak.  Tapi begitu anda berpikir : “Saya akan mengenalnya.  Apapun yang terjadi.  Malu, malu dah.“  Jreng anda pun bertindak.


2. Berani Merubah Tradisi


Sang pemuda Cina hidup dalam suatu tradisi.  Menikah dengan tetangga.  Tapi ia tidak mau menerima tradisi itu.  Ia merubahnya.  Ia menginginkan sesuatu yang tidak biasa.
 
Karena itu, ia jadi orang luar biasa.  Meski untuk itu, ia harus membayar harganya.  Tidak didukung keluarga dalam kerja besarnya.


Dalam hidup banyak tradisi.  Misalnya sekolah tinggi, dapat kerja bagus.  Banyak orang yang ingin bisnis tapi tidak berani merubah tradisi itu.  Akhirnya keingingan itu terpendam dan hilang.  Mereka menyerah pada tradisi.  Mereka memilih jadi orang biasa-biasa saja.


Pilihannya ada pada anda.  Apakah anda benar-benar mau mencapai tujuan anda di atas.  Bila benar-benar mau, maka anda harus membayar harganya.


Harga tujuan mengikuti tujuannya.  Bila tujuan anda rendah, maka harganya juga rendah.  Bila tujuan anda tinggi, maka harganya juga tinggi.


Bila anda ingin pendapatan Rp.100 juta per bulan, anda tidak mungkin mendapatkannya dengan menjadi karyawan.   Anda harus berbisnis. Meski dengan begitu anda harus berjuang merubah banyak tradisi.  Terutama tradisi dalam pikiran anda sendiri.


Dalam diri setiap manusia, ada hambatan mental.  Apakah bentuknya keraguan, ketakutan, kurang percaya diri, dan sebagainya.  Ketika hambatan mental ini muncul, maka anda pasti jadi orang yang kendur semangat dan takut menghadapi resiko.  Anda cenderung mundur ke belakang.


Untuk mengatasi masalah ini, anda harus fokus pada tujuan anda.  cara praktis, anda teriakkan tujuan anda berulang kali.  Sang pemuda Cina pun begitu. Keraguan dan ketakutan menghampirinya.  Tapi ia fokus pada tujuannya.  Keinginannya menikah dengan gadis pujaan, membakar lagi semangatnya.


Cara kedua, ingatlah bila anda menyerah anda harus memulai berjuang dari awal.  Itu kondisi yang lebih buruk daripada meneruskan perjuangan. 


Cara ketiga, ingatlah bahwa semua hal buruk itu pasti berlalu. Betapa susahnya pun anda sekarang, semua kesusahan itu akan berlalu.  Anda akan mengenang kesusahan itu sebagai hal yang indah.


Cara keempat, berkumpullah dengan orang-orang yang sudah sukses mengatasi hambatan mental dalam dirinya.  Bergaul dengan orang yang pantang menyerah akan berpengaruh pada diri anda. 


Cara kelima, bacalah kisah-kisah hidup orang-orang sukses.  Pelajari apa sih rahasia mereka. 


Cara keenam, lihat sekeliling anda.  Cari orang-orang gagal.  Perhatikan hidup mereka yang menderita.  Ingatlah bila anda tidak mau menderita seperti mereka, anda harus berbuat yang berbeda dengan mereka.


3. Kesabaran Tiada Akhir.
Sang Pemuda membangun jembatannya selama 8 tahun.  Itu berarti ia bekerja keras selama itu.  Ia juga harus mengatasi keluarganya yang merintangi.   Dan yang terpenting, ia harus mengatasi keraguan dalam dirinya sendiri. 


Sang pemuda Cina sukses.  Kesuksesan yang ia raih karena ia BERSABAR TIADA AKHIR.


Ia sabar bekerja.  Ia sabar menahan rintangan orang tua.  Ia sabar mengatasi masalah-masalah teknis pembangunan jembatan.  Ia sabar menanti kekasihnya.  Sang kekasih pun sabar menantinya.  Apa yang terjadi bila sang pemuda tidak sabar?  Ia akan mengubur tujuannya!!!  Ia akan mencari gadis tetangga saja.  Dengan begitu, ia  hanya perlu membangun jembatan pendek.  Itupun dibantu keluarganya.
Itulah yang terjadi dengan para pebisnis yang tidak sabar.  Berbagai masalah yang ia hadapi membuatnya menyerah berusaha.  Akhirnya ia kubur mimpinya.

Banyak orang yang telah mulai bisnis, lalu berhenti ketika masalah timbul.  Ketika bisnisnya turun, keluarga tidak mendukung, bisnis banyak pesaing, konsumen mengeluh, suplayer curang,  dan sebagainya mereka berhenti.  Bukannya berpikir dan bertindak untuk mengatasinya. Duh,…


Saya punya seorang teman yang tidak sabaran.  Bisnisnya terus berganti.  Suatu kali ia buka konveksi.  Eh, tiga bulan berikutnya, ia ganti bisnis jadi agen asuransi.  Belum dua bulan, ia ganti lagi jadi bisnis aquarium.  Tidak lama berselang, ia beralih ke bisnis multimedia. 


Saya katakana padanya: “Bila anda tidak sabar dalam satu bidang bisnis, anda tidak akan sukses. Sabar dan atasi masalah”.  Semoga saja ia melakukannya.


Bersabar memang berat.  Tapi tidak bersabar, jauh lebih berat.  Ketika anda berhenti berusaha mencapai tujuan anda, anda harus memulai lagi dari awal.  Selain itu, makin sering anda berhenti berusaha mencapai tujuan, maka lama-lama tujuan anda akan turun. 


Misalnya tujuan awal anda adalah Rp. 100 juta per bulan.  Bisnis anda adalah voucher pulsa.  Anda sudah berusaha tapi belum berhasil.  Anda pun memutuskan berhenti.  Nah, ketika anda akan berbisnis lagi, anda pasti menurunkan tujuan anda.  “Sudah terbukti Rp. 100 juta tidak bisa dicapai.  Karena itu tujuan saya sekarang adalah Rp. 50 juta.“ 


Duh,… satu kegagalan membuat tujuan turun 50%.  Apalagi bila harus gagal seperti Thomas Alva Edison.  Ia gagal 10.000 kali.  Untungnya, Edison bersabar. Tujuannya tidak berubah.  Ia harus menemukan logam yang tepat untuk bola lampunya.


Bersabar yang benar harus cerdas.  Apa artinya?  Bila satu cara untuk mencapai tujuan gagal, maka bersabarlah untuk melakuan cara lain yang berbeda.  Bila anda masih berpikir dengan cara yang sama, maka pasti tindakannya juga sama.  Bila tindakan anda sama, maka pasti hasilnya juga sama.  Itulah sebabnya bersabar harus cerdas.  Artinya terus berpikir cara-cara lain yang berbeda untuk mendapat hasil yang berbeda.


Disinilah letak penting kreatifitas dalam bersabar.  Bila anda bersabar tapi tidak kreatif, maka anda akan seperti keledai yang jatuh berulang kali di lubang yang sama. 


Anda akan gagal berulang kali, tapi anda tidak belajar dari kegagalan itu.  Kegagalan anda jadi tidak ada artinya.  Anda jadi benar-benar gagal.  Orang sabar, harus cerdas.  Jadilah kreatif. 


Orang sabar dan kreatif akan mendapat hasil yang berbeda dari orang biasa. Bisnisnya akan berkembang lebih baik.  Sabar membuat mereka tenang menghadapi masalah.  Kreatif membuat mereka bisa terus menemukan solusi berbagai masalah yang terjadi.

Salon Spiderman

Peter Parker (Spiderman) kegirangan. Nomer togel yang ia pasang tembus. Gak tanggung-tanggung, 4 angka sekaligus. Dalam perjalanan ke tempat bandar untuk mengambil uang, ia terus berpikir mau dipakai untuk apa uang tersebut nantinya. Yang jelas, berhubung selama ini hidupnya serba pas-pas-an, kemungkinan besar ia akan menggunakannya untuk membuka usaha.

Setelah memutar otak, akhirnya Peter memutuskan, ia akan membuka usaha salon! Ya, salon potong rambut. Kebetulan saat ini sudah mendekati musim panas. Pasti banyak orang yang akan potong rambut agar tidak gerah, pikirnya.

Begitulah.

Tidak sampai seminggu salon yang diimpikan telah usai dibangun. Maklum, ia minta bantuan kepada Flash yang bisa bergerak secepat kilat itu. Salon itu ia beri nama “Salon SiLabi”, singkatan dari “Si Laba-laba Imut”.

Selain mempersiapkan peralatan-peralatan salon, Peter turut ‘menyesuaikan’ penampilannya. Karena ia tahu salon tersebut baru akan laku apabila Spiderman sendiri yang menjadi tukang potongnya, ia pun mengenakan kustom merah birunya. Ia juga membuat wig rambut panjang dari jaring laba-labanya, menatanya dengan tren 2010, dan mengenakannya. Gak lucu dong kalau ada tukang potong yang gundul.

Begitulah.

Salon SiLabi ternyata laku keras. Branding Spiderman ditambah dengan momen pembukaan serta lokasi salon yang tepat terbukti sebagai adonan kesuksesan yang tepat. Tidak kurang 100 pengunjung tiap harinya harus Peter layani. Dari yang sekedar ingin keramas, creambath, mengeriting rambut, potong botak, shaggy, hingga memanjangkan rambut (emang bisa?). Yang jelas, hampir setiap hari salonnya penuh sesak dengan pelanggan yang antri.

Suatu hari, Bruce Wayne (Batman) lewat di depan salon Silabi. Tertarik dengan kelarisan salon Spidey, otak bisnis Bruce mulai bekerja. Ia segera menghubungi Alfred untuk mengurus pembangunan salon potong rambut yang baru, dengan peralatan yang lebih canggih dan lokasi tepat di seberang salon milik Peter. Salon tersebut ia beri nama salon “Sikeli”. Singkatannya? Tentu saja, “Si Kelelawar Imut”.

Untuk memberi nilai tambah pada salonnya, agar dapat membajak pelanggan-pelanggan Silabi, Bruce tidak hanya mengenakan kostum Batman-nya. Ia juga memanfaatkan kepandaiannya untuk menciptakan robot pemotong rambut otomatis! Dengan robot ini, orang tinggal duduk manis di kursi, tekan tombol pilihan potongan rambut yang diinginkan, dan dalam 5 menit, langsung beres. Praktis kan? Supaya keren, Bruce memberi nama robotnya “RPRSKDSC v1.14254?.

Untuk mempromosikan salon barunya, Bruce memasang papan iklan yang cukup besar. Tertulis, “Salon Sikeli - Potong Rambut Kilat, Gak Pake Antri”

Begitulah.

Tidak lama, pelanggan salon Silabi sedikit demi sedikit berpindah ke salon Sikeli. Dan memang, kecanggihan robot tersebut terbukti. Siapa saja, potongan apa saja, diselesaikan dalam waktu 5 menit. Benar-benar gak pake antri. Si Batman pun gak perlu repot-repot melayani pelanggan. Ia cuma duduk di belakang kasir sambil ngitung penghasilan.

Selang beberapa hari, otak bisnis Bruce kembali berputar. Kalau buka 1/2 hari aja keuntungannya sebesar ini, bagaimana jika buka 24-jam non-stop yah?

Begitulah.

Salon Sikeli kemudian dibuka 24 jam. Non-stop. Pengunjung pun terus mengalir, siang malam. Demikian pula kantong Batman, semakin lama semakin tebal.

Tanpa disadari, karena diforsir untuk bekerja tanpa beristirahat, robot RPRSKDSC mulai berulah. Bagian dalamnya kepanasan dan menyebabkan ada 1 sirkuit yang putus. Akibatnya, hasil pemotongan rambut menjadi kacau. Ada yang minta dikeriting malah jadi gundul, ada yang minta di-shaggy malah dikasih konde, ada yang minta creambath malah dikitik-kitik, hehehe. Bruce sendiri yang terlalu sibuk dengan mesin kasirnya sama sekali tidak memperhatikan keadaan itu.

Berbeda dengan Peter. Sejak salonnya sepi, ia jadi banyak bengong di trotoar. Melihat akhir-akhir ini banyak orang yang keluar dari salon saingannya sambil ngedumel, ia pun curiga bahwa ada yang tidak beres di sana. Dengan memanfaatkan pendengaran supernya, ia menguping omelan mereka dan mengetahui masalah yang terjadi di salon Sikeli.

Setelah berpikir sejenak, Peter masuk ke dalam salon. Sejenak kemudian ia keluar sambil membawa papan iklan bertuliskan, “Salon Silabi - Merapikan Potongan Rambut Yang Kacau”. Papan tersebut ia letakkan di dekat salon Sikeli. Tidak lupa ia gambarkan arah panah yang menuju ke salonnya.

Cara ini ternyata tokcer. Pelanggan salon Sikeli yang kecewa dengan layanan robot si Batman, begitu melihat papan iklan tersebut, langsung berjalan menuju salon Silabi. Sedikit demi sedikit, pengunjung salon Sikeli berkurang, dan sebaliknya, salon Silabi kembali laris.

Belajar dari isi kamar


Belajar Dr isi kamar Kata² Bijak kita hari ini :

Sebelum engkau bangkit dari tempat tidur, pandanglah sekeliling kamar dan belajarlah dari seluruh isi kamar :


Dari AC ; kita belajar be cool, jangan mudah emosi krn emosi akan membuat diri kita kehilangan kontrol.

Dari Langit² ; kita belajar memiliki cita² γg tinggi , ada pepatah yg mengatakan Gantungkan Cita2 mu setinggi Langit.

Dari Jendela ; kita belajar untuk melihat dunia luar, Bukalah Jendela Hati dan Pikiran kita krn tanpa melihat dunia luar maka kita ibarat Katak dlm tempurung , belajarlah ilmu2 yg berharga.

Dari Jam dinding ; kita belajar Untuk melihat dan menghargai waktu krn waktu sangat berharga tak akan kembali lagi .

Dari Cermin ; kita belajar Berkaca sebelum anda menjelek-jelekan orang lain lihatlah dulu kekurangan dan kesalahan kita, Introspeksi adalah salah satu syarat penting utk bisa maju.

Dari Kalender ; kita belajar untuk selalu melihat κε depan dan jangan selalu hidup ϑi masa lalu , krn masa lalu hanyalah Kenangan
Masa Kini adalah Kenyataan sedangkan Masa depan adalah Tantangan .

Dari Pintu ; kita belajar bersikap terbuka dan tertutup pada waktu γg tepat, Belajar Memasukan hal2 Penting dan Mengeluarkan hal2 Buruk dari dalam diri kita .

Dari Keset Kaki ; kita belajar dan membiasakan diri untuk bisa berlutut dan berdoa.

Tapi .....Jangan lupa anda juga melongok Kolong Ranjang ; ternyata ya ampun kotor sekaleeee, segeralah Ambil sapu dan pel an lalu bersihkan karena ini juga mencerminkan kebiasaan baik utk membersihkan kotoran2 yg ada di lantai hati dan pikiran kita .

Note : Kenapa foto Sapu yg kami lampirkan ? Karena Sapu bisa jadi lambang pembersih yg akan membersihkan Diri ,

Hati dan Pikiran kita dari hal2 yg Tidak Perlu sehingga kita tak perlu terbebani dengan masalah2 yg sebenarnya bisa kita selesaikan saat itu juga.

Semoga Berguna dan bisa menambah wawasan kita semua

Kamis, 24 Mei 2012

Tak Ada Gunanya Mengejar Kebahagiaan

Dilihat dari judulnya, mungkin beberapa dari Anda berpikir bahwa tulisan ini datang dari orang yang pesimis atau putus asa.

Tapi coba pikirkan lagi…

Pernahkah Anda mendengar istilah “the pursuit of happiness” atau “mengejar kebahagiaan”?

Saya tidak setuju dengan istilah tersebut, dan lebih setuju pada kata-kata C.P. Snow (ilmuwan dan penulis Inggris) berikut:

The pursuit of happiness adalah frase yang paling konyol: Jika Anda mengejar kebahagiaan, Anda tak akan menemukannya. ~C.P. Snow
Kalau Anda sudah membaca artikel “Kebahagiaan adakah Pilihan”, pasti Anda mengerti.

Saya sempat menggeleng-gelengkan kepala ketika mendengar presenter acara “Bedah Rumah” membawakan sebuah epilog yang intinya berisi bahwa “butuh kerja keras agar bisa mencapai kebahagiaan”.

Saya pun berpikir, “What?!”

Apakah setelah rumah Anda dibedah Anda baru bisa bahagia? Apakah setelah Anda punya mobil baru Anda bisa bahagia? Dan apakah bahkan Anda perlu “bekerja keras” untuk bisa bahagia?

Saya bilang itu semua, maaf, omong kosong.

Al-Ghazali, seorang filsuf kenamaan dari Persia pernah menulis ”The Alchemy of Happiness”, atau ”Alkimia Kebahagiaan” (alkimia = ilmu membuat emas). Dalam ”formula” Al-Ghazali, hanya ada empat hal yang akhirnya bisa membawa Anda kepada kebahagiaan:

1. Pengetahuan akan diri sendiri (The knowledge of self)
2. Pengetahuan akan Tuhan (The knowledge of God)
3. Pengetahuan akan dunia (The knowledge of this world)
4. Pengetahuan akan akhirat (The knowledge of the next world)

Dari keempat daftar di atas, apakah ada yang menyebutkan bahwa Anda harus memiliki sesuatu dahulu, seperti benda-benda bersifat material, untuk bisa bahagia?

Tentu saja tidak. Semua “bahan” di atas ada dalam diri Anda sendiri, dan Anda tak perlu mencarinya kemana pun.

Menurut saya, kebahagiaan sendiri berbeda dengan kemakmuran (prosperity). Jadi, saya lebih setuju jika saja ada ungkapan yang berbunyi “the pursuit of prosperity”, sebab selain kebahagiaan, kemakmuran juga mencakup hal-hal seperti kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan kelimpahan secara finansial.

Karena itu, konsep yang harus kita semua praktikkan sebenarnya adalah ini:

Bahagia karena bersyukur, bukan bersyukur karena bahagia.

Jadi, Anda tak perlu menunggu mobil baru, rumah mewah, atau jabatan tinggi untuk bahagia. Ikuti saja formula Al-Ghazali, atau lakukan saja apa kata Leo Tolstoy:

If you want to be happy, be. ~Leo Tolstoy

7 Entrepreneur yang Menjadi Milyarder Sebelum 20 Tahun

Di saat Anda remaja, apakah yang Anda lakukan? Bagaimana seandainya dahulu Anda telah seperti anak-anak muda di bawah ini, yang sudah menjadi milyarder (dalam rupiah, atau jutawan dalam dollar) karena bisnis mereka yang sukses berat?

Ini adalah bukti bahwa usia bukan halangan.

1. Ashley Qualls









Menjadi milyarder di usia: 17
Bisnis: WhateverLife.com


Gadis yang satu ini menjadi milyarder di usia 17 tahun karena situsnya yang populer, WhateverLife.com.

Hobinya mendesain layout MySpace akhirnya membawa situs tersebut meraih keuntungan besar dari iklan-iklan yang berdatangan.

Menurut sebuah artikel di FastCompany, Ashley meminjam uang $8 pada ibunya untuk membeli nama domain.



2. Cameron Johnson



















Menjadi milyarder di usia: 19

Bisnis: My EZ Mail, SurfingPrizes.co
m, CertificateSwap.com, etc

Saya mulai mengenal Cameron sebagai salah satu kontestan di acara The Big Give milik Oprah Winfrey. Yang ini adalah salah satu favorit saya.

Cameron Johnson adalah seseorang yang memiliki kemampuan berbisnis yang luar biasa. Di usia 12 tahun ia bahkan sudah mulai berbisnis dengan menjual boneka di e-bay.

Sebelum lulus SMA, seluruh kekayaan Cameron sudah mencapai lebih dari $1,000,000.

Di sebuah wawancara oleh majalah Forbes, Cameron mengatakan:

"Di usia 15 tahun saya menerima cek antara $300,000 dan $400,000 per bulan”

3&4 Catherine & Dave Cook













Menjadi milyarder di usia: 17
& 18
Bisnis: myYearBook.com


Catherine dan saudaranya Dave mendirikan myYearBook.com di tahun 2005 saat mereka berusia 15 & 16 tahun.

Mereka beruntung dalam memulai bisnis, karena menurut NY Daily News mereka mendapat “kucuran dana” sebesar $250,000 dari kakak mereka yang lulusan Harvard dan sudah menjadi milyarder terlebih dahulu. Tapi tetap saja, mereka berhasil karena usahanya bukan karena mendompleng nama.

5. Farrah Gray










Menjad
i milyarder di usia: 14
Bisnis: Kidztel


Farrah Gray adalah seorang anak yang berasal dari kalangan minoritas di Amerika, dan sekarang pun ia masih menjadi bagian dari kalangan minoritas. Bedanya, kalau dahulu Gray adalah seorang keturunan Afrika-Amerika miskin, yang merupakan minoritas di Amerika, maka sekarang ia telah menjelma menjadi milyarder muda, yang juga merupakan minoritas di dunia ini, karena ia telah menjadi bagian dari 1% penduduk dunia yang menguasai peredaran uang.

Perjalanan Gray menuju kesuksesan bisa dibilang begitu “instant”. Tapi, mungkin lebih tepat lagi kalau disebut “ngebut”, karena ia benar-benar mencapai impiannya dengan usahanya sendiri, dan tentunya dukungan dari keluarga dan rekan-rekannya. Gray ialah seorang anak muda yang begitu menginspirasi banyak orang.

Dahulu, pria kelahiran tahun 1984 ini tinggal bersama keluarganya di sebuah apartemen kelas bawah, yang toiletnya sering macet dan banyak dihuni kecoak. Rasa sayangnya terhadap keluarga membuatnya ingin memberi yang terbaik bagi mereka, seperti apa yang sering ia lihat di layar televisi.

Pikiran Farrah Gray yang sudah begitu berpandangan ke depan membuatnya berkeputusan untuk mencari uang dengan cara berjualan ketika berusia 6 tahun. Apa yang ia jual waktu itu pun cukup sederhana, yaitu batu yang ia lukis sendiri sebagai ganjalan pintu. Ia berjualan keliling dari rumah ke rumah, dan bahkan membuat kartu namanya sendiri. Di dalam kartu nama tersebut, ia menyebut dirinya sebagai “CEO Abad 21”.

Suatu saat, ia memberi kartu namanya pada seseorang yang bernama Roy Tauer. Tentu saja ia terkesan dengan kartu nama bertuliskan “CEO Abad 21” yang dimiliki oleh seorang anak yang berusia sekitar 8 tahunan waktu itu. Tauer kemudian melihat adanya ambisi entrepreneurship dalam diri Gray, sehingga ia mengajaknya mendirikan sebuah klub bisnis yang diberi nama U.N.E.E.C ( dibaca Unique, singkatan dari Urban Neighborhood Economic Enterprise Club). Klub itu sendiri adalah sebuah organisasi yang mendorong anak-anak muda menjadi pengusaha.

Perjalanan bisnis Farrah Gray terus saja mengalir, dan bahkan Gray berhasil memiliki kantor di Wall Street, sehingga ia menjadi orang termuda di sana!

Di usianya yang ke-11, Farrah Gray kemudian mendapat wawancaranya yang pertama di KVBC Channel 3. Tiga tahun kemudian, di usianya yang ke-14, Gray secara resmi berhasil menjadi seorang milyarder muda dari penjualan yang menembus $1.5 juta dolar dari perusahaan Farr-Out Food miliknya. Kerajaan bisnisnya bertambah lagi ketika ia mengakuisisi majalah Innercity di usia 19 tahun.

Berkat kiprah Farrah Gray dalam bidang bisnis dan juga kepemimpinan & integritasnya, ia mendapat gelar Doktor kehormatan dari Allen University. Buku-buku yang ditulisnya pun laris manis, dan buku yang melambungkan namanya yang berjudul Reallionaire telah dipuji berbagai kalangan, termasuk mantan presiden A.S. Bill Clinton serta pengarang Chicken Soup For The Soul, Jack Canfield dan Mark V. Hansen.

Dengan berbagai prestasinya yang luar biasa dan usianya yang masih muda itu, Gray tentunya masih memiliki banyak cita-cita. Gray mengatakan bahwa tujuan hidupnya adalah untuk terus tumbuh, berkembang, dan memberi sumbangan atau kontribusi pada masyarakat. Jiwa sosialnya ini telah ia buktikan dengan berdirinya Farrah Gray Foundation, sebuah yayasan yang fokus pada pendidikan entrepreneurship bagi anak muda, di mana ia menyumbangkan honornya sebagai seorang pembicara.

Farrah Gray adalah seorang pemuda yang dinamis dan optimis, yang senantiasa percaya akan kata-kata neneknya yang berbunyi:

“'If better is possible, than good is just not enough.” – Jika kita bisa melakukan yang lebih baik, maka bagus saja belum cukup.

6. Michael Furdyk




















Menjadi milyarder di usia: 17

Bisnis: MyDesktop.com


Di tahun 1999, Michael Furdyk menjual bisnisnya yaitu MyDesktop.com seharga jutaan dolar (tidak diberitahukan jumlah spesifiknya berapa) kepada Internet.com. Oleh karena itu lah ia menjadi milyarder di usianya yang baru 17 tahun. Menurut sebuah artikel, Furdyk kemudian membeli mobil dan boat untuk bisa membuat dirinya relax di berbagai tempat di California.

Setelah berhasil dengan bisnisnya, Furdyk memutuskan untuk mendirikan TakingITGlobal sebagai sebuah organisasi non profit yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan berbagai permasalahan global untuk kaum muda.

7. Sean Belnick

















Menjadi milyarder di
usia: 14
Bisnis: BizChair.com


Sean Belnick mendirikan BizChair.com di usianya yang masih 14 tahun. Dengan situsnya tersebut, ia menjual berbagai furnitur kantor.

Pada sebuah artikel di BizJournals, disebutkan bahwa investasinya yang dahulu hanya sebesar $500 akhirnya bisa meledak menjadi keuntungan sebesar $24,000,000 di tahun 2006 lalu dan $40,000,000 di tahun 2007 lalu.