Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Kamis, 31 Januari 2013

Pandangan positif

Jika pikiran negatif harus terjadi dan muncul, dan kita membiarkan hal itu terjadi maka akan membuat kita down atau kita dapat membiarkannya pergi. Ya, kita hanya dapat memilih untuk membiarkannya pergi.

Meskipun berpikir negatif mungkin memang merasa nyaman dan akrab, dan akhirnya menyebabkan rasa sakit yang hebat. Biarkan saja.

Mungkin kita menganggap bahwa kita harus negatif untuk bersikap realistis. Dengan segala cara, akui dan terima realitas situasi yang ada. Kemudian pilih untuk menghadapinya dengan cara yang positif.

Masa depan kita ditentukan oleh cara kita memilih untuk mendekatinya. Pendekatan yang terbaik penuh harapan, dan kita akan membuat masa depan yang terbaik.

Beri diri sebuah pandangan positif. Saat ke saat, hari demi hari. Dan kita akan memberikan diri kita penuh hidup, dan memenuhi pandangan positif.

Rabu, 30 Januari 2013

Belajar dari Ulat


Bagi penggemar tanaman atau yang memiliki hobi berkebun, seringkali menemukan binatang yang menjengkelkan, dimana dedaunan muda yang tumbuh segar, 
menjadi tak beraturan dan bolong-bolong bahkan habis dan tinggal tangkainya saja. Ternyata setelah kita perhatikan ada hewan yang biasanya berwarna 
hijau, sehijau dedaunan untuk kamu flase, binatang tersebut adalah ulat.
ulat daun

Ulat adalah salah satu binatang yang sangat rakus dalam melahap hijaunya dedaunan tanaman yang kita sayangi. Rasa marah yang sangat bila kita jumpai 
tanaman kesayangan kita telah habis dedaunannya, bahkan hanya tinggal ranting-ranting saja. Sedih dan marah rasanya karena usaha kita terasa terampas 
begitu saja karena ulah sang ulat.
Dibalik kekesalan dan rasa marah, pernahkah kita mencoba untuk melihat atau sedikit tertegun mengernyitkan dahi atas ulah sang ulat tersebut atau 
sebaliknya kita membunuhnya untuk melampiaskan kekesalan hati, setega itukah?
Hasil yang diakibatkan oleh ulah sang ulat memang sangat mengesankan bila dibanding dengan wujud ulat yang lemah dan lunak tubuhnya.
Melihat dari akibat yang dihasilkan maka dapat kita katakan bahwa karakter ulat adalah pekerja keras dalam menggunduli dedaunan tanaman kita, 
seakan-akan mereka seperti dikejar deadline dan harus buru-buru untuk menyelesaikan. Hasilnya sangat mengesalkan sekali buat kita, yaitu tanaman yang 
gundul dalam waktu yang relatif singkat dan sekali lagi sungguh mengesankan.
Dalam menjalani misinya sang ulat tak membiarkan sedikit waktu terbuang. Sang ulat baru berhenti ketika sampai pada saat yang ditentukan dimana ia harus 
berhenti makan untuk menuju ke dalam kondisi puasa yang keras. Puasa yang sangat ketat tanpa makan tanpa minum sama sekali, dalam lingkupan 
kepompong yang sempit dan gelap.
ulat daun

Pada masa kepompong ini terjadi sebuah peristiwa yang sangat menakjubkan, masa dimana terjadi transformasi dari seekor ulat yang menjijikkan menjadi 
kupu-kupu yang elok dan indahnya dikagumi manusia. Sang kupu-kupu yang terlahir seakan-akan menjadi makhluk baru yang mempunyai perwujudan dan 
perilaku yang baru dan sama sekali berubah.
Haruskah kita membiarkan begitu saja sebuah peristiwa yang sangat indah dan mengesankan ini, tentu tidak. Sebenarnya kita patut malu bila melihat tabiat 
ulat yang pekerja keras. Ulat seakan tak mempunyai waktu yang terluang dan terbuang sedikitpun. Waktu yang tersedia adalah waktu yang sangat berharga 
bagi ulat untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar yaitu masa kepompong, seakan dikejar- 
kejar oleh deadline sehingga sang ulat tak pernah beristirahat ejenakpun untuk terus melahap dedaunan.
Berpacunya sang ulat dengan waktu, ternyata disebabkan sang ulat telah mempunyai sebuah tujuan yang sangat jernih dan jelas yaitu mengumpulkan semua 
potensi yang ada untuk menghadapi satu saat yang sangat kritis yaitu masa kepompong, dimana pada masa kepompong tersebut dibutuhkan persiapan yang 
prima. Datangnya masa kepompong adalah sebuah keniscayaan, maka sang ulat mempersiapkan dengan kerja keras untuk menghadapinya.
Sebuah persiapan diri dengan kerja keras dilakukan juga pada hewan- hewan yang mengalami musim dingin.Dimana untuk menghadapi masa sulit di musim 
dingin, banyak hewan yang melakukan hibernasi selama musim dingin di gua-gua atau liang-liang, agar terhindar dari ganasnya musim dingin. Agar tubuh tetap 
hangat dan tersedianya energi maka sebelum menjelang musim dingin, hewan-hewan tersebut akan menumpuk lemak sebanyak-banyaknya di dalam tubuhnya, 
untuk dipakai sebagai bekal dalam tidur panjangnya.
Lalu coba kita berkaca dan mereview diri kita, adakah semangat yang luar biasa selayaknya ulat yang telah menggunduli dedaunan, bukankah sebuah masa 
depan dan tanggung jawab yang begitu beratnya harus kita pikul dan tunaikan. Namun kita terbuai dan masih sering suka bermain- main, selayaknya tertipu 
oleh permainan yang sangat melenakan.
Masa-masa dalam kehidupan kita sebagai individu atau kelompok, pasti tak akan pernah luput dari masa yang menyenangkan dan kemudian digantikan 
masa-masa yang sulit, itu adalah sebuah kepastian, sepasti bergantinya musim hujan disongsong oleh musim kemarau yang memayahkan.
Janganlah kita terlena bahkan kalah dengan hewan yang bernama ulat yang mempunyai etos kerja unggul dan memiliki pola pandang yang jauh ke depan yang 
meniti masa depan tersebut dengan kerja keras, karena masa depan dengan kesulitan dan cobaan itu pasti akan datang dan menghampiri kita, maka persiapan 
yang matang dan kerja keras yang mampu menolong kita dan bukan kemalasan dan menunda-nunda pekerjaan.

KISAH SANG IRI HATI


Ada seorang pemecah batu yang melihat seorang kaya. Iri dengan kekayaan orang itu, tiba-tiba ia berubah menjadi orang kaya. Ketika ia sedang bepergian dengan keretanya, ia harus memberi jalan kepada seorang pejabat. Iri dengan status pejabat itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang pejabat.

Ketika ia meneruskan perjalanannya, ia merasakan panas terik matahari. Iri dengan kehebatan matahari, tiba-tiba ia berubah menjadi matahari. Ketika ia sedang bersinar terang, sebuah awan hitam menyelimutinya. Iri dengan selubung awan, tiba-tiba ia berubah menjadi awan. Ketika ia sedang berarak di langit, angin menyapunya. Iri dengan kekuatan angin, tiba-tiba ia berubah menjadi angin.

Ketika ia sedang berhembus, ia tak kuasa menembus gunung. Iri dengan kegagahan gunung, tiba-tiba ia berubah menjadi gunung. Ketika ia sedang bertengger, ia melihat ada orang yang memecahnya. Iri dengan orang itu, tiba-tiba ia terbangun sebagai pemecah batu. Ternyata itu semua hanya mimpi si pemecah batu. Karena kita semua saling terkait dan saling tergantung, tidak ada yang betul-betul lebih tinggi atau lebih rendah. Kehidupan ini baik-baik saja kok... sampai Anda mulai membanding-bandingkan.

Kata Sang Guru: "Rasa berkecukupan adalah kekayaaan terbesar." Pengejaran keuntungan, ketenaran, pujian, dan kesenangan bersifat tiada akhir karena roda kehidupan terus berputar, silih berganti dengan kerugian, ketidaktenaran, celaan, dan penderitaan. Inilah delapan kondisi duniawi yang senantiasa mengombang-ambingkan kita sepanjang hidup.

RENUNGAN:
Kebahagiaan terletak pada kemampuan untuk mengembangkan pikiran dengan seimbang, tidak melekat terhadap delapan kondisi duniawi. Boleh-boleh saja kita menjadi kaya dan terkenal, namun orang bijaksana akan hidup tanpa kemelekatan terhadap delapan kondisi duniawi. Kebahagiaan sejati tidaklah terkondisi oleh apa pun. Be Happy!

KISAH PRIA PENCARI KAYU BAKAR (Diam Pada Saat Yang Tepat)


Dikisahkan bahwa ada seorang lelaki miskin yang mencari nafkahnya hanya dengan mengumpulkan kayu bakar lalu menjualnya di pasar. Hasil yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan. Bahkan, kadang-kadang tak mencukupi kebutuhannya. Tetapi, ia terkenal sebagai orang yang sabar.

Pada suatu hari, seperti biasanya dia pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Setelah cukup lama dia berhasil mengumpulkan sepikul besar kayu bakar. Ia lalu memikulnya di pundaknya sambil berjalan menuju pasar. Setibanya di pasar ternyata orang-orang sangat ramai dan agak berdesakan. Karena khawatir orang-orang akan terkena ujung kayu yang agak runcing, ia lalu berteriak, "Minggir... minggir! kayu bakar mau lewat!."

Orang-orang pada minggir memberinya jalan dan agar mereka tidak terkena ujung kayu. Sementara, ia terus berteriak mengingatkan orang. Tiba-tiba lewat seorang bangsawan kaya raya di hadapannya tanpa mempedulikan peringatannya. Kontan saja ia kaget sehingga tak sempat menghindarinya.Akibatnya, ujung kayu bakarnya itu tersangkut di baju bangsawan itu dan merobeknya. Bangsawan itu langsung marah-marah kepadanya, dan tak menghiraukan keadaan si penjual kayu bakar itu. Tak puas dengan itu, ia kemudian menyeret lelaki itu ke hadapan hakim. Ia ingin menuntut ganti rugi atas kerusakan bajunya.

Sesampainya di hadapan hakim, orang kaya itu lalu menceritakan kejadiannya serta maksud kedatangannya menghadap dengan si lelaki itu. Hakim itu lalu berkata, "Mungkin ia tidak sengaja." Bangsawan itu membantah. Sementara si lelaki itu diam saja seribu bahasa. Setelah mengajukan beberapa kemungkinan yang selalu dibantah oleh bangsawan itu, akhirnya hakim mengajukan pertanyaan kepada lelaki tukang kayu bakar itu. Namun, setiap kali hakim itu bertanya, ia tak menjawab sama sekali, ia tetap diam. Setelah beberapa pertanyaan yang tak dijawab berlalu, sang hakim akhirnya berkata pada bangsawan itu, "Mungkin orang ini bisu, sehingga dia tidak bisa memperingatkanmu ketika di pasar tadi."

Bangsawan itu agak geram mendengar perkataan hakim itu. Ia lalu berkata,"Tidak mungkin! Ia tidak bisu wahai hakim. Aku mendengarnya berteriak dipasar tadi. Tidak mungkin sekarang ia bisu!" dengan nada sedikit emosi."Pokoknya saya tetap minta ganti," lanjutnya.

Dengan tenang sambil tersenyum, sang hakim berkata, "Kalau engkau mendengar teriakannya, mengapa engkau tidak minggir?" Jika ia sudah memperingatkan, berarti ia tidak bersalah. Anda yang kurang memperdulikan peringatannya."

Mendengar keputusan hakim itu, bangsawan itu hanya bisa diam dan bingung. Ia baru menyadari ucapannya ternyata menjadi bumerang baginya. Akhirnya ia pun pergi. Dan, lelaki tukang kayu bakar itu pun pergi. Ia selamat dari tuduhan dan tuntutan bangsawan itu dengan hanya diam.

Kisah Dr.Flemming (Kisah hukum tabur tuai)


Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan,tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong.

Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok.

Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan.Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang kerumahnya.

Ternyata rumah si pemuda kedua sangat bagus, besar, megah, dan mewah. Ayah pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan.

Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan. Si pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah.

Tetapi,ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.

Pemuda miskin yang menjadi dokter ini ini kemudian dikenal dengan nama Dr. Fleming. Penemu obat Penisilin.

Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi.

Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr.Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru.

Berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda bangsawan akhirnya sembuh.Pemuda bangsawan yang berkarir di militer ini dikenal dunia dengan nama Winston Churchill.

Perdana Menteri Inggris yang termasyhur itu.Fleming menabur kebaikan dan menuai kebaikan pula.

Ia menjadi dokter.Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil.

PESAN BIJAK DARI BEBERAPA MACAM BUAH-BUAHAN (Wise Message From All Kind Of Fruits)


Jadilah seperti jagung, jangan seperti jambu monyet.Jagung membungkus bijinya yang banyak,sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.
Artinya : Jangan suka pamer kelebihan... kaya' jambu mete punya satu biji aja sombong

Jadilah seperti durian, jangan seperti kedondong Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. hmmmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.
Artinya : Don't judge the Book by it's cover..

Jadilah seperti bengkoang.Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbi isinya putih bersih.
Artinya : Jagalah hatimu jangan kau nodai.

Jadilah seperti tandan pete, bukan seperti tandan rambutan.Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji
petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan..ada yang kecil ada yang gede.
Artinya : Selalu adil dalam bersikap.

Jadilah seperti cabe.Makin tua makin pedas.
Artinya : Makin tua makin bijaksana.*oh sangkain bandot tua makin tua makin menjadi jadi hohoho...*

Jadilah seperti buah kelapa Selain buahnya, semua bagian pohon kelapa mulai dari batang, ranting, daunnya bisa bermanfaat bagi siapa saja
Artinya : Berikan yang terbaik dan bermanfaat bagi semua orang.

KISAH 2 ORANG INDIA DI PEGUNUNGAN HIMALAYA (HUKUM TABUR TUAI)


Ada dua orang India sedang mengarungi badai salju di pegunungan Himalaya. Mereka berjalan dengan susah payah karena udara yang sangat dingin terasa sampai ke sumsum tulang dan terpaan angin dingin juga menambah beratnya perjalanan mereka. Di tengah perjalanan tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir jalan. Karena kasihan melihat keadaan orang itu, orang India yang pertama berkata kepada temannya, " Orang ini masih hidup. Kasihan sekali kalau dia dibiarkan tergeletak di sini, dia pasti akan meninggal, mari kita tolong dia." Tapi temannya menjawab," Bagaimana kita bisa menolongnya kalau membawa diri sendiri saja sudah sangat susah di tengah badai seperti ini. Kalau kau ingin membawanya, silahkan, tapi aku tidak akan menolongmu."

Maka orang yang pertama dengan sangat susah payah memanggul tubuh orang yang tak berdaya itu sedangkan temannya lebih dulu melanjutkan perjalanan sendirian. Orang India yang pertama memang pada awalnya merasa perjalannya sangat berat karena beratnya tubuh orang yang dipanggulnya itu, tapi lama kelamaan ia tidak terlalu merasa kedinginan lagi karena kehangatan tubuh orang yang dipanggulnya itu juga menjalar ke tubuhnya, maka ia terus berjalan dengan pelan-pelan.

Kemudian di tepi perjalanan, dia melihat satu orang lagi yang tergeletak di tengah jalan, ketika ia memperhatikan lebih dekat orang itu sudah meninggal dunia dan dia adalah teman seperjalanannya tadi. Jadi karena tidak tahan terhadap cuaca yang sangat dingin itu, temannya itu akhirnya meninggal dunia karena kedinginan, sedangkan ia tertolong oleh panas tubuh orang yang ditolongnya itu.

RENUNGAN:
Dalam kehidupan ini kadang kita selalu berpikir untuk diri kita sendiri saja kekurangan apalagi harus menolong orang lain, itulah yang selalu dialami semua orang bila merasa diri selalu kekurangan. Maka dari itu buatlah kita selalu positif thinking dan segala sesuatunya akan menjadi indah dan hidup kita bahagia tanpa ada rasa kekurangan. (control your mind)

Ketekunan adalah emas

Bila kita telah mencoba sesuatu dan gagal untuk mencapainya, kemudian dibuat lagi upaya lainnya dan gagal lagi. Maka waktu pun berjalan dengan gagal bahkan satu lagi.

Hal itu memang bisa sangat menyedihkan. Pada saat itu, bagaimana pun, dimana ada ketekunan pasti akan dapat sebuah kebaikan.

Karena setiap kekecewaan yang kitaa alami tidak hanya membawa kita lebih banyak pengetahuan tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak, namu juga hal itu berfungsi sebagai pengingat yang kuat. Jika kita benar-benar ingin meraih sukses.

Ini akan menjadi motivasi dan pengetahuan yang kuat untuk diri. Jadi teruslah bertahan, karena kita tahu bahwa hal itu harus dicapai. Pengalaman, kekuatan dan kekecewaan kita, akan mengarahkan ke arah ketekunan. Kita akan membuat sebuah kekuatan yang akan menggerakkan kita secara bersama.

Waktu dan usaha kita telah berjalan, meskipun hasilnya sejauh ini telah mengecewakan. Kita tentu tidak ingin berjalan kaki dari investasi sebelum kita dapat menuai keuntungannya.

Bertahanlah. Ikutilah upaya selama dibutuhkan. Kita membuat kemajuan yang positif. Karena kita bergerak ke arah tujuan yang benar. Gunakan apa yang telah kita pelajari, lalu gunakan apa yang kita alami.

Sesuaikan saja sedikit jika diperlukan. Teruslah bergerak, terlepas dari apa yang telah terjadi sebelumnya. Dengan ketekunan, kita pasti akan dapat mencapainya.

Selasa, 29 Januari 2013

Semua Ingin Calon Pasangan Hidup yang Ideal

Siapa yang tidak menginginkan pasangan hidup yang dapat menjadi teman dalam suka dan duka.

Bersama dengannya untuk membangun rumah tangga yang bahagia, hingga menapaki usia senja, bahkan menjadi pasangan di akhirat kelak.

Tentu saja kita tidak ingin mahligai rumah tangga yang sudah dibangun dan berjalan sekian tahun bersama pasangan yang menjadi pilihan kita kandas di tengah perjalanan yang berujung kepada perceraian.

Tentu saja hal itu akan akan sangat menyakitkan, menimbulkan luka mendalam yang mungkin sangat sulit disembuhkan. Baik luka bagi pasangan maupun bagi buah hati yang mungkin sudah ada.

Karena itu dalam menentukan kriteria calon pasangan, maka Islam memberikan dua hal. Pertama, sisi yang terkait dengan agama, nasab, harta maupun kecantikan. Kedua, terkait dengan ‘keinginan’ pribadi, seperti masalah suku, status sosial, corak pemikiran, kepribadian, serta hal-hal yang terkait dengan masalah fisik termasuk masalah kesehatan dan seterusnya.

Pertama, adalah hal yang terkait dengan standar umum. Yaitu agama, keturunan, harta dan kecantikan. Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena agamanya, nasabnya, hartanya dan kecantikannya. Maka perhatikanlah agamanya agar kamu selamat”. (HR Bukhari dan Muslim)

Untuk masalah agama, Rasulullah SAW memberikan penekanan lebih, agar memilih wanita (pasangan) yang sisi keagamaannya sudah matang/baik. Tentu saja yang dimaksud dengan sisi keagamaan bukan berhenti pada luasnya pemahaman agama atau fikrah saja, tetapi juga mencakup sisi kerohaniannya (ruhiyah) yang idealnya adalah tipe seorang yang punya hubungan kuat dengan Allah SWT.

Antara lain: aqidahnya kuat, ibadahnya rajin, akhlaknya mulia, menjaga kohormatan dirinya, fasih membaca AlQuran, ilmu pengetahuan agamanya mendalam, berbakti kepada orang tuanya serta rukun dengan saudaranya, pandai menjaga lisannya, pandai mengatur waktunya serta selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya, selalu menjaga diri dari dosa-dosa meskipun kecil, dan lainnya.

Selanjutnya, dari sisi nasab atau keturunan, merupakan anjuran bagi seorang muslim untuk memilih pasangan (wanita/pria) yang berasal dari keluarga yang taat beragama, baik status sosialnya dan terpandang di tengah masyarakat.

Dengan mendapatkan pasangan dari nasab yang baik itu, diharapkan nantinya akan lahir keturunan yang baik pula. Sebab mendapatkan keturunan yang baik itu memang bagian dari perintah agama, seperti yang Allah SWT firmankan di dalam AlQuran.

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”. (QS An Nisaa’: 9)

Pertimbangan untuk memilih pasangan dari keturunan yang baik ini bukan berarti menjatuhkan vonis untuk ‘mengharamkan’ menikah dengan pasangan yang kebetulan keluarganya kurang baik. Sebab bukan hal yang mustahil bahwa sebuah keluarga akan kembali ke jalan Islam yang terang dan baik.

Kedua, yang terkait dengan selera subjektif seseorang terhadap calon pasanan hidupnya. Hal ini bukan termasuk hal yang wajib diperhatikan, namun Islam memberikan hak kepada seseorang untuk memilih pasangan hidup berdasarkan subjektifitas, ‘keinginan’ setiap individu maupun keluarga dan lingkungannya.

Bisa jadi walaupun dari sisi yang pertama tadi sudah dianggap cukup, tidak berarti dari sisi yang kedua bisa langsung sesuai. Sebab masalah selera subjektif adalah hal yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Karena terkait dengan hak setiap individu dan hubungannya dengan orang lain.

Apalagi ada kecenderungan dasar yang ada di tiap masyarakat untuk menikah dengan orang yang sama sukunya atau sama rasnya. Dan Islam bisa menerima kecenderungan ini, meskipun juga tidak menghidup-hidupkannya.

Sebab bila sebuah rumah tangga didirikan dari dua orang yang berangkat dari latar belakang budaya yang berbeda, meski masih seagama, tetap saja akan timbul hal-hal yang secara watak dan karakter sulit dihilangkan.

Keinginan seseorang untuk mendapatkan pasangan yang punya karakter dan sifat tertentu, juga punya pengaruh yang signifikan. Ini merupakan keinginan yang wajar dan patut dihargai.

Misalnya ada seorang wanita menginginkan punya suami yang keren, lembut atau yang macho. Dan ini merupakan bagian dari selera seseorang. Atau juga sebaliknya, seorang laki-laki menginginkan punya istri yang bertipe wanita pekerja, berkemauan keras atau yang tipe ibu rumah tangga.

Ini juga merupakan selera masing-masing orang yang menjadi haknya dalam memilih. Islam memberikan hak ini sepenuhnya dan dalam batas yang wajar dan manusiawi memang merupakan sebuah realitas yang tidak terhindarkan. Wallahua’lam

Sebuah awal yang positif

Berikan energi hidup kita setiap hari dengan rasa syukur. Ketika kita bangun, sebelum melakukan hal lainnya, berhenti dan hitung apa yang akan dikerjakan.

Kemudian temukan sesuatu yang istimewa tiap hari yang kita bisa bersyukur. Cara yang bagus untuk mendapatkan hal itu setiap hari harus dimulai dengan catatan positif, dan buatlah perbedaan yang besar sepanjang hari.

Aktif melatih rasa syukur secara teratur akan membuat kita berhubungan dengan yang terbaik dari kemungkinan yang ada.

Dan hal ini akan memungkinkan kita untuk melihat peluang dan memanfaatkan sumber daya yang mungkin telah tersembunyi atau dilupakan.

Mempertahankan sikap syukur, akan membuat kita tetap terhubung kepada hal-hal yang bernilai dalam hidup. Jadi, dalam arti yang sangat nyata maka akan menambah nilai setiap hari.

Ada banyak hal yang baik dalam hidup kita. Masuk akal untuk sepenuhnya menghargai dan menikmatinya. Ketika kita melakukannya, maka hal-hal positif itu akan tumbuh lebih kuat.

Mulailah setiap hari dengan menghitung banyak aktifitas kita. Dengan demikian maka kita akan menarik lebih banyak.

Bahagia Dunia Akhirat dengan Peduli Yatim dan Orang Miskin

Islam mengajarkan nilai-nilai yang dapat membuat manusia hidup bahagia baik di dunia maupun akhirat.

Tidak ada nilai-nilai kebaikan untuk kehidupan manusia, kecuali Islam telah menyuruhnya. Juga tidak aka nada hal yang dapat menimbulkan keburukan kecuali Islam juga telah mencegahnya.

Salah satu cara yang diajarkan Islam agar dapat meraih kebahagiaan adalah dengan kepedulian kepada anak yatim dan kurang mampu. Allah SWT tidak segan untuk mencela sekelompok manusia yang tidak mau peduli terhadap anak-anak yatim, dengan sebutan mendustakan agama (QS Al Ma’un: 1-2).

Dan Allah SWT juga mencela mereka-mereka yang menghalangi orang untuk berbagi dan menolongnya. Allah SWT melarang keras untuk berlaku sewenang-wenang apalagi menghardik anak yatim (QS Ad Dhuha: 8-9).

Allah SWT menghardik orang kafir yang tidak mau memuliakan anak yatim, dan tidak mau menghimbau orang lain untuk memberi makan orang miskin (QS Al Fajr: 17-18). Allah SWT melarang memakan harta anak yatim secara zalim. Hal itu termasuk dosa yang besar. Dan Allah mengancam mereka dengan api neraka (QS An Nisa’: 2,10).

Nabi SAW bersabda, “Saya dan orang yang peduli anak yatim, bagaikan dua jari di surga”. Ada dua keuntungan yang diraih orang yang peduli kepada anak yatim berdasarkan sabda nabi tersebut, yakni kedudukan yang dekat dengan Rasul di akhirat kelak dan kabar gembira masuk surga.

Ada banyak cara untuk menyantuni anak yatim, miskin dan kurang mampu, salah satunya dengan memperhatikan lingkungan terdekat. Jika ada keluarga dekat, atau orang lain di lingkungan kita yang hidup yatim atau miskin dan memerlukan bantuan.

Jika di lingkungan terdekat kita ada, maka berikanlah sebagian dari harta dan kasih sayang kita kepada mereka. Kepedulian yang kita berikan tidak hanya dapat menguntungkan buat diri mereka, tetapi juga akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang hakiki yaitu surga.

Sebagai seorang Muslim, tentunya kita pernah meringankan beban anak yatim, miskin dan kurang mampu, contohnya dengan memberikan infak dan shadaqah dalam waktu sesaat.

Usaha yang dilakukan ini sudah cukup baik, namun untuk hasil yang lebih baik lagi, maka alangkah baiknya kepedulian yang kita tebarkan itu bukan hanya sesaat, tetapi juga terus berkelanjutan.

Sehingga, orang yang kita kasihani memiliki harapan dan cita-cita yang kokoh dalam memahami Islam, bisa hidup lebih baik, lalu mandiri di kemudian hari. Rasulullah SAW lebih lanjut bersabda, “Bukankah kalian mendapat bantuan rizki dari Allah, dengan sebab adanya orang yang lemah diantara kalian”.

Semoga, kita semua diberi kesehatan, kekuatan dan kepedulian untuk memberikan perhatian yang lebih kepada anak yatim, orang miskin dan kurang mampu di sekitar kita. Dan Allah SWT akan memberikan pertolongan-Nya dengan sebab perhatian kita kepada mereka. Wallahua’lam.


Peserta program 'Belanja Bareng Yatim (BBY)', PKPU 2012 di Cempaka Putih


Peserta program 'Belanja Bareng Yatim (BBY)', PKPU 2012 di Cempaka Putih


Senin, 28 Januari 2013

TABUNG PEDULI, Sedekah untuk Sahabat

Pendidikan berkualitas tidak hanya milik orang yang memiliki kemampuan sosial saja, namun diharapkan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Termasuk mereka yang belum punya kesempatan menikmati pendidikan secara baik. Karena masalah pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Pendidikan berkualitas akan mampu mengubah masa depan seseorang maupun nasib bangsa Indonesia.

Dan tanggung jawab memajukan pendidikan, tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan pihak sekolah saja. Namun dari iru, orang tua dan siswa juga berperan penting serta bersinergi merealisasikan target pendidikan sebagai salah satu dari delapan agenda Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di Indonesia.

Membiasakan Siswa Menabung dan Bersedekah

Dan sejak dini anak harus dibiasakan untuk peka terhadap sesama. Menabung dan bersedekah merupakan sikap yang harus ditanamkan pada anak usia sekolah. Karena masa sekolah terutama usia Taman Kanan-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) adalah masa yang paling tepat untuk menamakan nilai-nilai positif pada anak.

Anak di usia tersebut dapat ditumbuhkan rasa tanggung jawab pada pendidikan, caranya dengan menyisihkan sebagian rezeki sebagai bentuk solidaritas terhadap temannya yang kurang mampu dan beruntung.

Partisipasi yang dapat diberikan sebagai bentuk solidaritas kepedulian kepada temannya yang kurang mampu dan beruntung dapat berupa perhatian, keterlibatan dan bantuan material dalam bentuk Tabung Peduli ‘Sedekah untuk Sahabat’, seperti yang digagas dan direalisasikan oleh Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU.

Tabung peduli dapat menghimpun dana infak dan sedekah dari siswa siswi sekolah serta masyarakat yang diperuntukkan bagi pendidikan. Gagasan diluncurkannya program Tabung Peduli PKPU pada tahun 2007 dilatarbelakangi oleh upaya mewujudkan Pendidikan yang merata untuk semua. Hingga tahun 2012 berakhir, total donasi "TABUNG PEDULI, Sedekah untuk Sahabat" telah mencapai angka Rp.6,036,247,825,-

PKPU terus berupaya dalam membantu menyelamatkan dunia pendidikan anak-anak dan dhuafa dengan mensinergikan potensi dan kemampuan semua pihak agar solusi masalah-masalah sosial dapat berjalan lebih efektif. Salah satunya melalui Tabung Peduli, ‘Sedekah untuk Sahabat’ menjadi nilai solutif buat mereka.

Tabung Peduli, merupakan sarana yang sangat pas untuk melatih kepedulian terhadap sesama pada anak-anak sedini mungkin. Tujuan dari Tabung Peduli adalah membangun kerjasama sinergis antara PKPU dengan sekolah sebagai institusi pendidikan yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dengan memberikan 1 (satu) tabung peduli (celengan) kepada setiap anak didik ini dalam rangka mengimplementasikan pendidikan karakter. Aktifitas yang sederhana namun penuh makna, setiap anak yang mendapatkan tabung peduli diminta untuk menyisihkan sedikit uang jajan untuk berbagi bersama.

Dengan adanya Tabung Peduli, selain banyak sekolah yang dibedah, puluhan anak mendapatkan beasiswa, paket sekolah dan ribuan anak dapat mengakses bacaan buku yang baik dan bermutu, tetapi juga mengimplementasikan pendidikan berkarakter bagi anak didik.

Dana yang terkumpul dari hasil tabung peduli siswa tersebut nantinya dapat akan dimanfaatkan sesuai dengan kesepakatan PKPU dan sekolah yang bersangkutan. Dana tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dana pendidikan untuk membantu sesama, subsisi silang bagi anak yatim dan anak kurang mampu baik di sekolah tersebut maupun di sekolah lainnya.

Bisa juga jika sekolah yang bersangkutan membutuhkan fasilitas fisik maupun pelatihan SDM guru, dan program pendidikan lainnya. Untuk menggerakkan program sedekah untuk sahabat ini, PKPU berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat dalam merealisasikan program tersebut.

Total donasi yang terhimpun dari TABUNG PEDULI
sejak 2007-2012 sebesar Rp.6,036,247,825

Kontak PKPU
Telp. 021-87780015 atau 021-70607578
email: welcome@pkpu.or.id
Ade Lukmanul Hakim 085881122964, 021-26283370



Aisyah, siswi di SDIT Avicenna Bekasi


Suasana pembukaan dan penghitungan Tabung Peduli di SDIT Avicena Bekasi


Serunya Naik Banana Boat di Pantai Anyer

Ini pengalaman liburan mengesankan yang sudah cukup lama. Rekreasi dan relaksasi kegiatan dengan berwisata liburan ke Pantai Anyer sekaligus menginap di Hotel Marbella.

Hari Sabtu, tanggal 18 April 2009 saya bersama teman-teman kelompok pengajian berlibur ke Pantai Anyer, Banten.

Sabtu sore, kami bersebelas orang janjian di Jl Kemuning, Bintaro, Jakarta Selatan. Berhubung rumah saya di Bekasi dan rombongan berangkat pukul 15.30 WIB jadi saya ke tempat janjian membawa motor yang nantinya saya titipkan di rumah Jl Kemuning, yang berada di Bintaro, Jakarta Selatan

Setelah kami (saya, Yamin, Dwi, Tono, Winarto, Heru, Rozak, Nurrokhim, Iman, Ali, dan Syamsul) berkumpul semua berangkatlah kami menuju Anyer lewat Tol Tangerang. Sesampainya di Anyer pada pukul 18.35 WIB kami menurunkan semua barang-barang dan langsung menuju kamar hotel yang sudah di pesan tersebut sambil menikmati di pinggir pantai.

Setelah menikmati indahnya malam di Anyer dengan jalan-jalan hingga larut malam melewati karang bolong dan ujung pantai Anyer dan kembali ke hotel malam dinihari.

Esok harinya, Minggu 19 April 2009, beberapa tikar kecil yang kami bawa tidak berguna karena di pantai belakang hotel Marbella ada penyewaan pondok untuk berteduh berupa bale-bale yang disewa sudah plus dengan alas tikarnya.

Selain saya dan sepuluh kawan dari Pesanggrahan, bergabung juga pak Triwisaksana atau yang akrab dipanggil Bang Sani dan beberapa kawan lainnya. Ibu-ibu juga ada. Tak sabar karena ombak pantai yang sudah gulung-menggulung.

Saya dan beberapa teman pun langsung meluncur ke pantai, menyentuh, dan bahkan nyemplung dengan kedalam air laut. Menyewa ban, dan juga papan seluncur.

Selanjutnya, yang tak terlewatkan oleh kami adalah bermain ‘Banana Boat’. Setelah nego harga dengan orang-orang yang menyewakan banana boat akhirnya disepakati sekali main (3 putaran) Rp100.000-150.000,-

Seorang kawan yang tidak bisa berenang awalnya ragu untuk ikut, tapi karena penasaran akhirnya ikut mencobanya dan memberanikan diri ikut main banana boat bersama kami.

Jadilah kawan saya Haji Nurrokhim duduk paling depan, Zulfikar di posisi kedua, Dwi Heryanto, Saya, dan Triwisaksana (Bang Sani) naik banana boat.

Kepada nakhoda banana boat, kami minta request di jatuhkan di pinggir jangan di tengah laut. Saat banana boat dijatuhkan, alhasil kami semua banyak air yang masuk ke hidung dan kuping. Rasanya asin, dan saya sendiri merasakan seperti akan tenggelam.

Ternyata abang banana boatnya menjatuhkan kami di dekat pinggiran pantainya saja, untung nggak di tengah pantai bisa-bisa pingsan aku di sana. Sampai di daratan aku langsung mencari air minum untuk menghilangkan pengeng di telinga karena kemasukan air laut yang asin.

Ternyata seru juga main banana boat. Dan yang paling seru adalah saat dijatuhkan dari banana boat. Sayangnya nggak ada yang mengabadikan momen saat dijatuhkan dari banana boat.

Karena matahari sudah berada diatas kepala dan cukup menyengat, ditambah perut yang juga sudah keroncongan, kami pun berteduh dan makan siang dengan masakan mi ayam, bakso dan lainnya plus kelapa muda sesuai selera.

Sehabis makan, ombak pun terlihat memanggil-manggil saya untuk nyemplung lagi, hehehe. Acara bebas lagi deh. Saya sendiri diajari Bang Sani untuk berselancar dengan selacat kecil untuk mencoba ke tengah laut. Dan ternyata asik juga meski kadang air laut masuk ke telinga.

Waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB saatnya bersih-bersih di kolam renang. Saya dan beberapa kawan ikut masuk ke kolam renang untuk bersih-bersih badan. Sebelum terjun ke kolam renang rambut kami di bilas di pancuran dekat kolam renang karena rambut penuh dengan butiran-butiran pasir.

Selanjutnya bilas sekaligus mandi tambahan di kamar mandi yang telah tersedia. Setelah bersih dan wangi. Sebelum pulang ke Jakarta, kami pun masih sempat berfoto-foto bersama. Akhirnya jam 3 sore kami sudah meluncur kembali ke Jakarta sampai adzan maghrib terdengar. Dan, saya sampai kembali di Bekasi sekitar pukul 20.00 WIB. Perjalanan yang cukup melelahkan namun seru juga, mengasyikkan.


Kiri-Kanan (Tsabit, Bang Zul, Dwi, Cepy, Bang Sani & Haji Nurrokhim)


Pilihan untuk maju

Terkadang, pendekatan yang terbaik adalah kesediaan untuk membuat pendekatan lainnya. Beri diri kita beberapa pilihan.

Jangan terfokus pada proses yang kita gagal untuk mencapai tujuan. Jika apa yang kita lakukan tidak bekerja, milikilah kejujuran dan kepercayaan diri untuk kembali mengevaluasi dan menyesuaikan kerja dengan pendekatan kita.

Sebuah kapal berlayar di laut secara terus-menerus, pastinya ia mendapat dorongan dari angin dan arus. Untuk berhasil mencapai tujuan yang diinginkan, maka sang kapten harus terus-menerus menyesuaikan arah kapal.

Kita tidak dapat mengetahui terlebih dahulu semua keadaan kita untuk menemukan arah. Rencanakan dengan hati-hati, dan kemudian siap untuk menyesuaikan taktik kita saat bergerak maju.

Ingatkan diri kita terus, tepat di mana kita telah putuskan untuk pergi. Komitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan, dan untuk sesuaikan usaha kita sehingga mereka tetap selaras dengan tujuan kita.

Jadilah kita pribadi yang penuh kegigihan, efektif dengan selalu memperhatikan apa yang kita pilih untuk mencapainya. Meskipun jalan di depan tidak lurus, tapi pastikan kita akan menemukan cara untuk sampai ke sana.

Seimbang

Jika liburan adalah satu-satunya hal yang kita tahu, maka kita tidak akan pernah bisa benar-benar menikmatinya. Jika upaya adalah semua yang kita tahu, maka kita tidak akan pernah bisa sepenuhnya mengalami hasil kerja.

Kenyamanan memiliki makna hanya bila seimbang dengan usaha. Upaya memiliki hasil yang berarti hanya bila seimbang dengan rekreasi dan relaksasi diri.

Sebuah pekerjaan yang dilakukan sehari penuh akan memungkinkan kita untuk mendapatkan tidur malam yang baik. Tidur malam yang baik akan memungkinkan kitaa untuk melakukan pekerjaan sehari penuh.

Ketika hidup dalam keseimbangan, maka itu adalah hal kuat dan efektif. Ketika hidup menjadi tidak seimbang, maka ia tidak akan bisa terus seperti itu untuk waktu yang lama.

Bila kita menyeimbangkan satu hal dengan hal yang lainnya, maka kita akan dapat mencapai nilai maksimal dari keduanya.

Jadi seimbangkanlah usaha dengan istirahat, kegembiraan dengan ketenangan, kesendirian dengan berjamaah dan ekspresi dengan pengamatan.

Ketika beban yang datang itu seimbang, maka kita dapat membawanya jauh. Jagalah keseimbangan hidup kita, dan pasti kita akan pergi jauh dan terbang ke angkasa.

Mengubah kondisi

Ketika kondisi berubah menjadi buruk, maka tidak perlu putus asa. Karena kita memiliki kemampuan untuk merespon.

Dengan setiap masalah baru yang ada, maka akan banyak peluang baru. Setiap kemunduran merupakan titik awal baru dimana kita dapat meningkatkan diri ke tingkat yang lebih tinggi dari pencapaian tujuan.

Hanya karena beberapa hal yang telah berubah, maka kita punya alasan untuk menyerah. Bahkan, yang membuat tujuan kita berharga bahkan lebih berharga.

Selalu ada cara untuk mendapatkan, di mana kita telah memilih untuk pergi. Setiap tantangan pasti akan memberi kita cara-cara yang baru untuk menambah nilai impian kita.

Hidup ini selalu sangat berlimpah. Dan ketika kondisi berubah, maka kita memiliki kesempatan untuk melihat aspek kelimpahan bahwa kita sebelumnya tidak tahu ada di sana.

Istirahat sejenak, lalu ambil napas dalam-dalam, menilai situasi, dan kembali memusatkan diri pada jalur yang telah kita pilih. Maka, langkah berani dan antusias untuk maju dengan tekad yang lebih positif dari sebelumnya.

Setiap langkah

Bahkan tantangan paling sulit pun dapat dipecahkan, langkah-langkah mudah akan dapat dicapai. Orang-orang yang hanya mengambil langkah-langkah kecil, maka hasil tujuannya pun akan pendek.

Mereka yang bersedia untuk mengambil semua langkah, maka ia akan menikmati kesuksesan. Beberapa orang sering mengambil beberapa langkah dan kemudian berhenti, mengeluh tentang bagaimana kehidupan yang tidak adil ini.

Sedangkan orang lain akan mengambil beberapa langkah dalam satu arah, tumbuh, bosan, dan lalu memulai ke arah lain, hanya untuk mendapatkan kekecewaan.

Satu-satunya cara untuk sukses adalah dengan pergi ke semua jalan menuju sukses. Ambil satu langkah kecil yang terus menerus demi satu langkah besar kita berada di sana. Tidak perlu seorang jenius untuk mengetahuinya.

Tidak perlu mengambil kekuatan yang luar biasa untuk menyelesaikannya. Apa yang diperlukan kita adalah keinginan dan komitmen yang kuat. Kita akan memiliki mereka jika kita memilih untuk menggunakannya.

Jalan menuju kesuksesan apapun ada di depan kita, dan kita bebas untuk melakukan perjalanan itu, satu langkah pada satu waktu. Dan setiap langkah adalah dalam jangkauan kita. Terserah kita untuk membawa mereka semua, setiap satu dari mereka.

Minggu, 27 Januari 2013

Semua rincian

Jika kita ingin mencapai suatu visi yang besar dan ambisius, maka kita harus bersedia untuk mengisi semua detail (rincian) terkecil. Meskipun hal itu mungkin tampak sangat membosankan, namun rincian dapat memberikan substansi ke arah visi besar tersebut.

Jangan pernah kita mempertimbangkan rincian-rincian kecil itu untuk jadi dibawah kita. Lakukan hal ini untuk menempatkan pencapaian impian besar kita di luar jangkauan.

Ya, karena hal itu sangat membantu ketika kita dapat mendelegasikan tugas kepada orang lain. Namun untuk melakukannya dengan sukses, maka kita harus memiliki penghormatan penuh terhadap nilai tugas-tugas itu dan bagi orang-orang yang melakukannya.

Perlu diketahui, mimpi tidak dicapai oleh mereka yang hanya membayangkan dan mengartikulasikan saja. Mimpi akan dicapai oleh mereka yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan detail kecil itu dilakukan.

Mimpi, mimpi, dan kemudian lakukan pekerjaan besar itu secara detail. Bayangkan prestasi, dan kemudian temukan cara untuk cenderung kepada semua detail pekerjaan.

Tidak ada pekerjaan detail yang penting atau di bawah kita. Karena itu semua sangat detail, yang digabungkan secara bersama-sama, agar membawa mimpi untuk hidup.

Kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah orang biasa menjadi orang luar biasa

cerita, motivasi

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.


Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.


Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.


Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”.


Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’.

Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka. Cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan katakan dalam hatimu “Air mata ku diperhitungkan Tuhan dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menja
di mutiara!

Ya kita bisa

Dapatkah kita mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diri sendiri meskipun banyak hambatan? Ya kita bisa.

Bisakah kita bangkit kembali dan melakukan upaya lainnya, sebanyak yang diperlukan, sampai kita berhasil mencapai tempat kita berniat untuk pergi? Ya, kita pasti bisa.

Ya, kita bisa tetap tenang dan fokus saat dunia di sekitar kita berputar-putar kebingungan karena berisik.

Ya, kita dapat bergerak maju secara positif setiap hari meskipun kejadian dan keadaan tampaknya terus bertindak melawan kita.

Ya, kitaa dapat melakukan semua hal itu dan masih banyak lagi. Jika satu jalur yang diblokir, maka ada banyak orang lain. Bila kita bersedia, pasti akan ada jalan.

Ketika kita berkomitmen untuk mencapai hasil yang diinginkan, ya kita dapat menemukan jalan itu dan mengikutinya.

Apapun kehidupan yang dijalani mungkin meminta kita untuk masuk di dalamnya. Dan jawabannya selalu ya, ketika kita memutuskan untuk membuatnya begitu.

Kita dapat membuat perbedaan

Apa yang kita lakukan untuk membuat perbedaan. Hal ini mungkin tidak tampak seperti kebanyakan. Apa yang kita lakukan akan memiliki pengaruh yang jauh melampaui kita.

Apa yang kita lakukan adalah bagian penting dari struktur kehidupan. Dunia di sekitar kita tidak hanya rumah kita sendiri. Dan ini adalah tanggung jawab kita.

Cara kita dalam melihat dunia, dapat memainkan peranan yang sangat penting. Visi kita untuk masa depan dapat membantu untuk menciptakan masa depan.

Hidup dengan harapan, sukacita, cinta, dan kita dapat menambahkan harapan, sukacita, dan cinta kepada dunia. Hidup dengan kejujuran dan integritas, maka kita akan dapat memberikan kekuatan kebenaran untuk semua kehidupan.

Apa yang dapat kita lakukan untuk hal yang benar-benar penting, lebih dari apa yang bisa kita ketahui. Hidup setiap saat seolah-olah apa yang kita lakukan untuk perubahan dunia, karena hal itu tidak pasti.

Sabtu, 26 Januari 2013

Jadikan Zakat Sebagai Budaya Hidup

Zakat, infak dan sedekah (ZIS) merupakan satu ajaran luar biasa dalam Islam yang tidak akan membuat pelakunya akan jatuh miskin. Manfaatnya tak sekadar dinikmati penerimanya (dhuafa) tetapi juga akan diterima oleh pemberinya (aghniya) dengan manfaat berlipat-lipat.

Seharusnya zakat, infak, dan sedekah juga dijadikan prioritas pertama dalam pemenuhan kebutuhan keluarga berupa manajemen keuangan, lalu disusul dengan tabungan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Dengan berzakat, infak, dan sedekah, harta yang dikeluarkan akan mengembangkan harta yang dimiliki pemberi. Dengan mengeluarkan zakat, infak dan sedekah akan menyebabkan kita kaya secara batin. Oleh karena itu, berzakat perlu dijadikan sebagai lifestyle, bahkan menjadi budaya hidup umat muslim.

Tentunya dengan berzakat, infak, dan sedekah, hati dan pikiran akan merasa nyaman, tenang dan tidak bingung. Dan selanjutnya akan berimbas pada ketajaman pikiran dan hati, yang akan berbuah empati dan simpati kepada orang lain.

Perlu diketahui, potensi zakat di negeri mayoritas berpenduduk muslim ini mencapai Rp 100 triliun, namun yang dapat teraktualisasikan baru sekitar Rp 1,2 triliun. Jika kita bandingkan dengan Negara lain yang telah berhasil memaksimalkan potensi zakatnya.

Sebut saja Malaysia, yang umat Islamnya hanya 52% dari total jumlah penduduk atau sekitar 11 juta jiwa, zakat yang teraktualisasikannya sekitar Rp 37 triliun. Negeri kaya minyak Kuwait mencapai Rp 380 triliun. Sedangkan di Arab Saudi lebih banyak lagi karena perusahaan sudah diwajibkan zakatnya, yaitu sekitar Rp 1.000 triliun.

Jika umat Islam Indonesia berzakat dengan baik dan dikelola dengan manajemen yang baik pula, maka persoalan kemiskinan yang telah membelit bangsa ini bisa diatasi. Karena, dengan dana besar tersebut, berbagai proyek pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan kemandirian dapat berjalan lancar. Dan hal ini merupakan sebuah potensi kekuatan yang sangat besar.

Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa orang yang suka memberi akan dekat dengan Allah dan manusia, jika ia meninggal dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Sebaliknya, orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga, dan dekat dengan neraka. Wallahua'lam

Senjata IMAN untuk Lawan Syetan

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti acara pengajian di awal bulan yang bertempat di Pesantren AlQuran, Al Amanah, dimana anak saya, Muhammad Ammar Azmi ikut nyatri di dalamnya

Pengajian awal bulanan yang berlokasi di Jl H. Awi Kampung Pedurenan RT 011 RW 03 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi itu diisi oleh DR Ahzami Samiun Jazuli, MA

Kehidupan di dunia ini, kata DR Ahzami, tidak lepas dari pertarungan manusia melawan syetan. Pertarungan yang tidak akan henti sampai ajal menjemput. Pertarungan yang berlaku bagi seluruh manusia tanpa pandang bulu. Hasilnya, manusia bisa menang atau kalah.

Pada dasarnya syetan ini lemah, namun mereka dapat memiliki peluang untuk mengalahkan manusia, jika saja manusia lebih lemah daripada syetan. Tetapi sebaliknya, manusia bisa menang, jika ia memiliki senjata yang sangat ampuh, yakni senjata Iman.

Sangatlah berbahaya memang jika manusia tidak punya bekal senjata IMAN. Karena kenyataannya, perang melawan syetan tidaklah berimbang. Syetan dari golongan jin bisa melihat manusia dan mereka saling bekerja sama (bergerombol) satu sama lain. Lalu, adakah kiat agar mampu memenangi pertarungan melawan syetan?

Pertama, perbaharui terus Iman, kapan dan dimana saja berada. Sesungguhnya syetan itu bersemayam dalam hati manusia. Saat manusia berdzikir kepada Allah SWT, maka syetan akan berlari ketakutan. Namun, saat manusia lupa untuk berdzikir, maka syetan akan datang kembali membisiki manusia ke jalan kejahatan.

Karena itu, Nabi SAW memerintahkan untuk senantiasa memperbaharui Iman. Lalu para sahabat bertanya, bagaimana caranya? Nabi SAW menjawab, perbanyaklah membaca, memahami dan mengamalkan laa ilaha illallah.

Rasul SAW dan para sahabat saja, yang paling benar imannya, selalu memperbaharui iman mereka dengan berbagai cara. Misalnya berzikir, pengajian, shalat berjamaah, jihad, dan lain sebagainya.

Tidak ada waktu yang tersisa, untuk memberikan kesempatan syetan menjegal kehidupan kita. Maka hadirkanlah selalu iman kapan dan dimana kita berada. Iman tidak hanya hadir di masjid saja, namun ia hadir dimana-mana dalam aspek kehidupan.

Kita patut belajar dari kisah dialog antara pengembala kambing dengan Umar bin Khatab ra. Seorang pengembala sapi yang notabene memiliki tingkat intelektual yang relatif rendah, namun memiliki nuansa keimanan yang sangat tinggi.

Saat pengembala dites keimananannya oleh sahabat Umar bin Khatab ra untuk dibeli kambingnya. Umar berkata, “Bilang saja kepada majikanmu, kambing dimakan serigala”. Pengembala pun berkata, “Dimana Allah?”. Mendengar jawaban ini, Umar pun menangis.

Kedua, mentadabburi AlQuran. Kiat kedua untuk memenangi pertarungan dengan syetan adalah dengan mentadabburi AlQuran. Dalam berbagai ayat AlQuran, dikatakan bahwa merenungi dan menghayati AlQuran akan berkorelasi dengan penambahan iman dan otomatis syetan akan menjauh.

Ketika berinteraksi dengan AlQuran, maka iman akan bertambah. Dan inilah yang membedakan antara orang yang beriman dengan orang munafik. Orang yang beriman akan bertambah imannya, sementara orang munafik maka akan bertambah penyakit nifaknya, sampai mati dalam keadaan kafir.

Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira”. (QS At Taubah: 124)

Jadi, merenungi AlQuran merupakan kebutuhan yang lebih besar dibandingkan makan dan minum. Saat tidak makan, maka bahaya ektrimnya adalah sakit. Namun, jika kita tidak tadabur AlQuran, maka konsekwensinya bukan hanya mati secara fisik namun juga hati nurani.

Hati akan terkunci untuk menerima nasehat dan akhirnya mati dalam keadaan kafir. “Maka tidaklah mereka menghayati AlQuran, ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS Muhammad: 24)

Dalam kondisi hidup di dunia ini yang penuh dengan fitnah, maka kita diharuskan untuk selalu mentadaburi AlQuran. Karena inilah sumber energi yang akan hadir untuk mengalahkan syetan. Imam Ahmad bin Hambal, seorang shaleh, saat diminta bantuan meruqyah seseorang yang kesurupan jin. Sang Imam tidak bersedia datang. Ia cukup mengirimkan sandalnya. Dan syetan pun langsung lari.

Ketiga, komitmen untuk selalu Berjamaah dengan orang-orang yang Benar dan Jujur. Kiat ketiga adalah selalu berkomitem untuk selalu berjamaah dengan orang benar dan jujur dalam aqidah, ibadah dan akhlak. Sebagaimana tercantum dalam QS At Taubah 119. “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar

Orang yang sendirian, maka ia akan relatif mudah terperangkap tipu daya syetan dan tenggelam dalam perbuatan haram. Awalnya, coba-coba, namun akhirnya menjadi kebiasaan. Saat syetan menggoda manusia, maka sebagian mereka saling mendukung kelompok lainnya, sehingga kalau manusia sendirian, maka syetan akan mudah menjadi pemenang.

Dalam Islam, apa saja yang berjamaah, memiliki pahala yang besar, misalnya shalat berjamaah, makan berjamaah, berpergian berjamaah, dan lain-lain. Berjamaah akan memberikan kekuatan dan sinergi satu sama lain.

Seorang mukmin akan kuat karena disebabkan saudaranya. Jangan bingung memilih ‘label’ jamaah. Karena dasar pemilihan jamaah berdasar tuntutan AlQuran dan Hadits bukan atas dasar label, namun berdasarkan kriteria yakni mereka yang benar dan jujur.

Keempat, memahami Islam secara Mendalam. Kiat keempat adalah memahami Islam secara mendalam. Tidak mungkin orang yang ‘bodoh’ akan memiliki iman kuat sehingga memenangi pertempuran dengan syetan. Dalam sebuah hadits, “Barangsiapa dikehendaki Allah baik, maka ia diberi pemahaman islam baik”. Syetan akan menyerah saat berhadapan orang yang berilmu (paham), karena seorang faqih akan mengetahui tipu daya syetan.

Ayat pertama AlQuran yang turun menyeru tentang pemahaman (ilmu) bukan soalan jihad, sholat, dan ibadah lainnya. Karena semua ibadah tidak akan diterima Allah SWT jika tidak didasari ilmu yang dimiliki. Jadi jangan mengikuti sesuatu yang kita tidak mengetahuinya.

Jangan pernah bosan memahami Islam, sebagai modal melawan syetan yang tidak pernah akan berhenti menggoda manusia sampai kiamat. Perbanyak kajian yang didasari kesadaran diri (bukan karena ikut-ikutan) bahwa pertarungan dengan syetan tidak akan pernah berhenti. Dan semoga kita dimudahkan mencintai ilmu AlQuran, sunah dan bersama orang-orang yang shaleh. Wallahua’lam

Jumat, 25 Januari 2013

Indahnya Berzakat, Hati Menjadi Lega

Ada saatnya senang dan juga susah, hal itu wajar. Bahkan ada kaya, ada miskin, itu juga masih wajar. Justru tidak wajar bila ada jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang terlalu lebar. Juga tidak wajar apabila mereka yang berlimpah harta itu tidak mau berbagi dengan mereka yang sedang dalam kesusahan.

Untuk itulah Allah SWT mensyariatkan zakat sebagai jembatan bagi mereka yang kaya (aghniya) dengan kurang mampu (dhuafa). Bagi mereka yang kurang mampu (dhuafa) manfaat yang didapat terasa begitu nyata. Minimal, kesulitan yang dihadapinya akan sedikit berkurang.

Sedangkan untuk para muzaki (pemberi zakat), yang selalu menunaikan zakatnya secara konsisten, jika para mustahik ini memperoleh manfaat secara langsung dan nyata, maka mereka akan merasakan kedamaian dan kelegaan hati, walaupun hal itu tidak nampak secara kasat mata.

Karena, hanya hati yang bersih yang dapat merasakannya dengan sempurna. Karena fungsi dari zakat adalah membersihkan harta dan mensucikan jiwa. “Ambillah zakat itu dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS At Taubah: 103)

Namun, benarkah harta yang telah dizakatkan sama dengan harta yang tidak dizakatkan? Disinilah hati melakukan penilaian, karena zakat itu adalah masalah hati. Bagi para muzaki, dengan memiliki harta yang bersih setelah dizakatkan, maka hati akan merasa nyaman, puas, lega, dan jiwa akan merasa tenang.

Harta yang bersih akan menjadi berkah, tidak peduli sedikit atau banyak jumlahnya. Bagaimanakah harta yang berkah itu? Harta yang berkah itu adalah harta yang dirasakan cukup walaupun sedikit, dirasakan aman bila ditinggalkan, dan bila dibutuhkan dia ada dekat kita.

Karena itulah mereka yang hidupnya selalu menunaikan zakat akan selalu diliputi keberkahan, tidak akan pernah gelisah karena kekurangan harta, dan tidak pernah khawatir bila hartanya hilang dalam sekejap, karena dicuri, dirampok atau tertimpa musibah.

Inilah model hidup para muzaki yang ikhlas, dia akan selalu bersyukur, merasa tenang hatinya karena telah menunaikan zakat. Dengan keyakinan, memberi kebahagiaan pada saudara yang membutuhkan dan manfaat yang diperoleh akan jauh lebih besar dibanding 2,5 persen harta yang harus dikeluarkan.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalat, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)”. (QS Al Ma’arij: 19-25). Wallahua'lam

Kamis, 24 Januari 2013

Sayangi dan Bantu Anak Yatim Menatap Masa Depan

Mereka bertanya kepadamu tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sunggu Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS Al Baqarah: 220)

Setiap manusia selalu ingin mencapai tujuan hidup bahagia lahir maupun batin. Konsep tentang kebahagiaan sangat beragam dengan versi kebenaran masing-masing. Namun, dalam kehidupan ini, manusia beralih dari keadaan bahagia menjadi menderita.

Hal itu tidak ada bedanya, baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa. Penjara kehidupan, serta beban beratnya juga berbeda-beda tingkatan. Ada yang kecil dan berlangsung sementara, namun ada pula yang besar dan berlangsung sangat panjang.

Banyak duka dan derita mengisi kehidupan ini. Ia tidak akan berbelas kasihan kepada siapapun, dan tidak ada seorang pun yang bisa meneguk air yang benar-benar jernih dari segelas kehidupan.

Gambaran kehidupan tersebut merupakan sebagian dari derita kehidupan yang dialami oleh sebagian orang diantara kita, yang pahit hidupnya mereka rasakan dalam waktu yang panjang. Kepahitan yang dirasakan oleh orang-orang yang lemah (kurang mampu), yang lebih dahulu merasakan pahitnya kehidupan sebelum merasakan manisnya kehidupan.

Mereka adalah anak-anak yatim. Anak yang kehilangan sosok yang mencari bekal hidupnya, sebelum mereka tahu apa itu pekerjaan, membimbing mereka sebelum mereka mengerti apa-apa. Merekalah anak yatim, anak yang dikejutkan oleh kematian ayahnya, sebelum mereka merasakan perlindungan seorang ayah.

hidup seseorang pun bisa terjadi, apalagi kebutuhan pokoknya tidak dapat terpenuhi. Seperti halnya dengan anak yatim. Mereka merasakan kesulitan hidup untuk memenuhi kebutuhan jiwa, yaitu kebutuhan akan kasih sayang dari sosok sang ayah.

Namun derita mereka, para anak yatim, akan terasa ringan beban yang diemban, apabila datang kepada mereka tangan-tangan ‘surga’ yang peduli dengan kondisi mereka alami, baik dari saudara dekat mereka sendiri atau dari kalangan masyarakat umum. Hal itu sangat membantu mereka dalam menghadapi kenyataan hidup. Sebab mereka belum dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Untuk mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya, agama merupakan salah satu sarana pokok yang seimbang dan sesuai dengan tujuan pembangunan bangsa. Pembinaan mental spiritual juga harus dilakukan secara terus menerus, sejak manusia dilahirkan sampai pertumbuhannya sempurna. Tentu saja yang pertama bertanggungjawab terhadap pembinaan anak adalah orang tua atau keluarga.

Namun, kenyataannya berbeda, menunjukan bahwa banyak terdapat anak yang mengalami hambatan sosial ekonomi, seperti anak yatim dan anak-anak yang orang tuanya tidak mampu memenuhi kebutuhan anak. Dalam menolong dan memberi perlindungan terhadap anak yatim adalah suatu keharusan dalam Islam. Salah satu orang yang mendustakan agama adalah orang yang menghardik anak yatim. (QS Al Maa’un: 1-2).

Dan Islam sangat mendorong para pemeluknya agar mempunyai akhlak yang mulia. Salah satu akhlak tersebut adalah menyantuni anak yatim, memotivasi semangat mereka untuk bangkit menuju harapan yang dicitakan mereka. Karena anak yatim adalah manusia yang sangat membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita semua.

Karena mereka adalah anak yang kehilangan seorang ayah dan hidup hanya bersama ibunya pada saat mereka membutuhkan seorang ayah. Mereka membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita, sebab mereka tidak mungkin lagi mendapatkan kasih sayang ayahnya yang telah tiada. Mari sayangi dan bantu mereka untuk menatap masa depan mereka. Wallahua’lam

:: tulisan ini juga dimuat di website PKPU (Pos Keadilan Peduli Ummat)

Rabu, 23 Januari 2013

Memperhatikan Kaum Fakir, Miskin, dan Yatim

Islam adalah agama yang mengatur hidup dan kehidupan manusia. Salah satu ajarannya adalah memberikan jaminan kepada mereka yang membutuhkan biaya atau nafkah dengan cara menyantuninya. Bukan hanya memberi harta namun juga memberikan perhatian dan jaminan kehidupan.

Allah SWT sangat mencela orang yang tidak mau memperhatikan kaum fakir, miskin dan anak yatim. Dan Allah SWT juga mencela mereka-mereka yang menghalangi orang untuk berbagi dan menolongnya.

Menolong masyarakat kurang mampu (dhuafa) sebagaimana yang dianjurkan dalam ayat AlQuran merupakan salah satu dasar dari dasar-dasar dibangunkan ekonomi Islam. Mereka yang tidak mampu (dhuafa) saharusnya dijamin oleh negara maupun masyarakat.

Hal ini dimaksudkan untuk mencapai pemerataan kesejahteraan serta tegaknya keadilan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam AlQuran, “Janganlah harta itu hanya berputar diantara orang yang kaya-kaya saja diantara kamu”.

Pemerataan dan keadilan yang dimaksud bukanlah rata dalam jumlah, namun rata dalam peredarannya. Untuk itu, Islam mewajibkan umat Islam untuk menunaikan zakat, dan menyukai mereka-mereka yang suka berinfak dan sedakah, terlebih dengan mengutamakan keluarga atau kerabat yang kurang mampu.

Dari sini, kita semakin mengerti bahwa agama Islam adalah agama baik. Memberikan kebaikan, kesenangan, dan kenikmatan untuk dunia dan akhirat. Ajarannya tidak ada yang mencelakakan manusia. Tidak ada kemaslahan manusia kecuali dengan sebab Islam. Tidak ada agama lain selain Islam yang mengatur penggunaan harta dengan detil.

Namun, kewajiban menyantuni fakir, miskin dan anak yatim melalui fasilitas zakat, infak dan sedekah belum berjalan baik sebagaimana mestinya. Hal ini bisa jadi disebabkan karena kebodohan (kejahilan) kaum muslimin dalam memahami agama Islam.

Begitu banyak kemiskinan dan kefakiran, serta anak yatim yang terzhalimi di lingkungan di mana kita berada. Sungguh sedikit jumlah orang yang mengeluarkan zakat dibanding jumlah umat Islam secara keseluruhan.

Untuk itu, marilah kita mengamalkan ajaran Islam dalam memberikan hak jaminan hidup orang fakir, miskin dan yatim dengan cara menunaikan zakat, infak dan sedekah. Berbagi kebahagiaan dan kepedulian kepada sesame juga akan membawa hati kita selalu tenang dan ikhlas. Wallahua’lam

STATUE OF LIFE (PATUNG KEHIDUPAN)


Suatu ketika, hiduplah seorang pematung. Pematung ini, bekerja pada seorang raja yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah pemerintahannya sangatlah luas. Hal itu membuat siapapun yang mengenalnya, menaruh hormat pada raja ini. Sang pematung, sudah lama sekali bekerja pada raja ini. Tugasnya adalah membuat patung-patung yang diletakkan menghiasi taman-taman istana. Pahatannya indah, karena itulah, ia menjadi kepercayaan raja itu sejak lama.Ada banyak raja-raja sahabat yang mengagumi keindahan pahatannya saat mengunjungi taman istana.

Suatu hari, sang raja mempunyai rencana besar. Baginda ingin membuat patung dari seluruh keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya. Jumlahnya cukup banyak, ada 100 buah. Patung-patung keluarga raja akan di letakkan di tengah taman istana, sementara patung prajurit dan pembantunya akan diletakkan disekeliling taman. Baginda ingin, patung prajurit itu tampak sedang melindungi dirinya. Sang pematung pun mulai bekerja keras, siang dan malam. Beberapa bulan kemudian, tugas itu hampir selesai. Sang Raja kemudian datang memeriksatugas yang di perintahkannya. "Bagus. Bagus sekali," ujar sang Raja."Sebelum aku lupa, buatlah juga patung dirimu sendiri, untuk melengkapi monumen ini."

Mendengar perintah itu, pematung ini pun mulai bekerja kembali. Setelah beberapa lama, ia pun selesai membuat patung dirinya sendiri. Namun sayang,pahatannya tak halus. Sisi-sisinya pun kasar tampak tak dipoles dengan rapi.Ia berpikir, untuk apa membuat patung yang bagus, kalau hanya untuk diletakkan di luar taman. Patung itu akan lebih sering terkena hujan dan panas, ucapnya dalam hati, pasti, akan cepat rusak. Waktu yang dimintapun telah usai. Sang raja kembali datang, untuk melihat pekerjaan pematung. Ia pun puas.

Namun, ada satu hal kecil yang menarik perhatiannya.Mengapa patung dirimu tak sehalus patung diriku? Padahal, akuingin sekali meletakkan patung dirimu di dekat patungku. Kalau ini yang terjadi, tentu aku akan membatalkannya, dan menempatkan mu bersama patung prajurit yang lain di depan sana. Menyesal dengan perrbuatannya, sang pematung hanya bisa pasrah. Patung dirinya, hanya bisa hadir di depan, terkena panas dan hujan, seperti harapan yang dimilikinya.

RENUNGAN:
Dear All, seperti apakah kita menghargai diri sendiri? Seperti apakah kita bercermin pada diri kita? Bagaimanakah kita menempatkan kebanggaan atas diri kita? Ada kalanya memang, ada orang-orang yang selalu pesimis dengan dirinya sendiri. Mereka, kerap memandang rendah kemuliaan yang mereka miliki. Namun, apakah kita mau dimasukkan ke dalam bagian itu. Saya percaya, tak banyak orang yang menghendaki dirinya mau dimasukkan sebagai orang yang pesimis. Kita akan lebih suka menjadi orang yang bernilai lebih. Sebab,Tuhan pun menciptakan kita tak dengan cara yang main-main. Tuhan menciptakan kita dengan kemuliaan mahluk yang sempurna.

Dan teman, sesungguhnya, kita sedang memahat patung diri kita saat ini. Tapi patung seperti apakah yang sedang kita buat? Patung yang kasar, yang tak halus pahatannya, ataukah patung yang indah, yang memancarkan kemuliaan-Nya? Patung yang bernilai mahal, yang menjadi hiasan Memang, tak ada yang tahu akan ditempatkan dimana patung-patung diri kita kelak. Karena hanya Tuhan lah Maha Tahu. Karenanya, bentuklah patung-patung itu dengan indah. Pahatlah dengan halus, agar kita bisa ditempatkan ditempat yang terbaik, di sisi-Nya. Poleslah setiap sisinya dengan kearifan budi, dan kebijakan hati, agar memancarkan keindahan.Susuri setiap lekuknya dengan kesabaran, dan keikhlasan. Pahatan yang kita torehkan saat ini, akan menentukan tempat kita di akhirat kelak. Bentuklah "patung" diri Anda dengan indah!

KISAH ORANG KAYA DAN ORANG MISKIN BERTEMU DISURGA


Alkisah, di suatu negeri pernah hidup seorang kaya raya, yang rajin beribadah dan beramal. Meski kaya raya, ia tak sombong atau membanggakan kekayaannya. Kekayaannya digunakan untuk membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dantetangga-tetangganya yang miskin dan kekurangan, serta berbagai amal sosial lainnya. Di musim paceklik, ia membagikan bahan pangan dari kebunnya yang berhektar-hektar kepada banyak orang yang kesusahan. Salah satu yang sering dibantu adalah seorang tetangganya yang miskin.

Dikisahkan, sesudah meninggal, berkat banyaknya amal,si orang kaya ini pun masuk surga. Secara tak terduga,di surga yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun menyapa. "Apa kabar, sobat! Sungguh tak terduga, bisa bertemu kamu di sini," ujar si kaya."Mengapa tidak? Bukankah Tuhan memberikan surga pada siapa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa memandang kaya dan miskin?" jawab si miskin. "Jangan salah paham, sobat. Tentu saja aku paham,Tuhan Maha Pengasih kepada semua umat-Nya tanpa memandang kaya-miskin. Cuma aku ingin tahu, amalanapakah yang telah kau lakukan sehingga mendapat karunia surga ini?" "Oh, sederhana saja. Aku mendapat pahala atas amalanmembangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga yang miskin dan kekurangan, serta berbagai amal sosial lainnya...."

"Bagaimana itu mungkin?" ujar si kaya, heran."Bukankah waktu di dunia dulu kamu sangat miskin. Bahkan seingatku, untuk nafkah hidup sehari-hari saja kamu harus berutang kanan-kiri?" "Ucapanmu memang benar," jawab si miskin. "Cuma waktu di dunia dulu, aku sering berdoa: Oh, Tuhan! Seandainya aku diberi kekayaan materi seperti tetanggaku yang kaya itu, aku berniat membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara,kerabat dan tetangga yang miskin dan banyak amal lainnya. Tapi apapun yang kau berikan untukku, aku akan ikhlas dan sabar menerimanya."

"Rupanya, meski selama hidup di dunia aku tak pernah berhasil mewujudkannya, ternyata semua niat baikku yang tulus itu dicatat oleh Tuhan. Dan aku diberi pahala, seolah-olah aku telah melakukannya. Berkat semua niat baik itulah, aku diberi ganjaran surga ini dan bisa bertemu kamu di sini," lanjut si miskin.

RENUNGAN:
Maka perbanyaklah niat baik dalam hati Anda. Bahkan jika Anda tidak punya kekuatan atau kekuasaan untuk mewujudkan niat baik itu dalam kehidupan sekarang,tidak ada niat baik yang tersia-sia di mata Tuhan.

KISAH ANJING YANG RAKUS


Ada seekor anjing yang terasa bingung saking laparnya, seharian penuh tidak mendapatkan makanan. Saat senja tiba, akhirnya dengan penuh gairah ia melihat sepotong daging yang lezat di atas tanah, ia bergegas menggondol daging itu dan berlari ke tempat tinggalnya. Dalam hati dia merenung "sungguh beruntung sekali, di luar dugaan bisa mendapatkan daging besar ini, saya harus menikmati dengan sepuasnya."

Sambil berjalan ia berpikir, dan tanpa disadari tiba di sebuah sungai, jika sudah melewati jembatan kecil berarti tempat tinggalnya sudah dekat, berpikir sampai di situ ia lantas menggigit lebih erat lagi daging itu, dan berjalan di atas jembatan penyeberangan. Ia berjalan dengan sangat hati-hati, ketika sampai di tengah jembatan, tanpa sengaja ia memandang ke sungai, dan begitu melihat ke sungai bukan main kagetnya, ia melihat ada seekor anjing di sungai itu, menggondol sepotong daging yang besar dan sedang menatapnya. Dalam hati ia mulai berpikir "wah, daging yang digondolnya itu tampaknya lebih besar dibanding daging saya ini! Jika saya sedikit lebih galak terhadapnya, siapa tahu mungkin ia akan melepaskan daging itu dan lari!"

Makin dipikir ia semakin gembira, lalu mulai galak terhadap anjing di sungai itu. Namun, anehnya, anjing itu sepertinya tidak takut sedikit pun terhadapnya. Ia memelototkan mata, dan anjing itu juga memelototkan matanya; ia berbalik, anjing itu juga berbalik, ia menghentakkan kaki, anjing itu juga ikut menghentakkan kakinya. Akhirnya, ia benar-benar marah, dalam hati berpikir "lebih baik aku menggigitnya, ia pasti akan lari, dengan begitu aku bisa mendapatkan daging itu," lalu, ia membuka moncongnya dan menggonggong dengan keras "Auh. auh.auh..."

Begitu ia membuka moncongnya, daging dalam gigitannya lalu tiba-tiba terjatuh ke sungai, menghancurkan tubuh anjing yang berada di sungai itu, dan dalam sekejap tenggelam di dalam air lenyap tak berbekas. Percikan air yang dalam menghancurkan semua mimpi si anjing yang rakus ini, dan ia baru menyadari bahwa ternyata anjing itu adalah bayangan dirinya dalam air. Lalu
dengan sedih ia menangis "kalau tahu begini aku tidak akan sedemikian rakus, namun kini, saya harus menahan lapar lagi, ke mana aku harus mencari makan?"

RENUNGAN:
Banyak orang ingin bisa hidup dengan lebih baik, harus mendapatkan lebih banyak, maka disadari atau tidak dapat mencelakakan kepentingan orang lain, tidak puas dengan apa yang sudah diperolehnya. Bahkan ada yang tak segan-segan merampas barang milik orang lain. Anjing yang rakus ini demi untuk mendapatkan sepotong daging lebih banyak, malah kehilangan makanan lezatnya, lantas apa yang hilang pada manusia yang rakus? Persaudaraan, persahabatan, hati nurani atau ketenangan hati? Ya, ini semua baru merupakan harta benda yang paling berharga dalam kehidupan! Hargailah semua yang kita miliki, tidak memaksakan sesuatu yang tidak bisa diperoleh, jangan karena rakus lantas malah kehilangan sesuatu yang sudah ada. "Kalau memang milik kita, pasti akan kita miliki, kalau bukan jangan memaksakan kehendak", orang yang tahu menikmati hidup apa adanya, itulah orang yang benar-benar kaya.