Selasa, 15 Januari 2013

Renungan untuk sebuah kehidupan

Saudaraku...
Mari kita bersyukur atas petunjuk Allah SWT, Tuhan manusia dan alam semesta. Yang telah menuntun kaki-kaki lemah kita menapaki jalan indahnya dakwah Islam.

Walaupun kita tahu jalan itu penuh dengan rintangan onak dan duri. Jalan yang senantiasa panjang tiada ujung. Hingga terkadang kaki-kaki lemah ini tidak dapat berlari bahkan hanya sekedar untuk digerakan saja.

Saudaraku...
Mari kita bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, Rabb yang hanya kepadanyalah manusia dan alam semesta ini menyembah. Atas nikmat yang diberikan, kita bisa merasakan kesenangan, pendidikan, hidup yang layak, rezeki, keindahan fisik, keluarga yang baik dan yang lebih penting lagi adalah nikmat ibadah, cinta, serta kasih sayang terhadap saudara seiman.

Saudaraku...
Terkadang, tanpa disadari kita merasa ujub dan istigna dengan apa yang telah kita lakukan kini. Merasa diri telah terdidik dan terbina dengan baik, berkerudung, hafalan sekian juz, khatam alquran tiap bulan, aktif berpolitik, sedekah, aktivis dan aktivitas ibadah lain telah tunai kita lakukan.

Adakah kita sadari, saat ini yang terpenting bukan kuantitas semata, tetapi juga kualitas. Alhamdulillah jika semua muhasabah harian telah terisi, namun bagaimana dengan kualitasnya?

Mungkin kita pernah bertemu dengan seorang ahli ibadah tetapi kata-katanya kasar, tiada berbekas bagi yang mendengar, hatinya penuh dengki. Bisa jadi ibadah yang ia lakukan belum bernilai ibadah disisi Allah karena tidak berkualitas.

Kita sendiri tidak tahu apakah ibadah-ibadah yang dilakukan diterima atau tidak oleh Allah SWT. Alangkah malangnya nasib kita ini jika apa yang kita lakukan dan kita banggakan tidak bernilai disisi Allah. Semuanya sia-sia belaka. Astaghfirullah

Saudaraku...
Sekiranya, seruan motivasi ini dapat menjelma menjadi angin, biarlah ia berhembus ke setiap hati-hati para pejuang dan aktivis da'wah Islam. Menelusup ke dalam bagian yang paling dalam, putih, dan menjaganya supaya tetap bersih dan suci.

Agar senantiasa hadir keperkasaan yang senantiasa mampu menentang kelemahan, supaya senantiasa tertorehkan catatan emas hingga senantiasa jaya Islam dan kaum muslimin. Wallahua'lam


0 komentar:

Posting Komentar