Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Sabtu, 01 Juni 2013

Ubah Pandangan Kita

Pernahkah kita berubah pikiran? Jika kita seperti kebanyakan orang, maka kita sering melakukannya. Tidak dibutuhkan usaha besar untuk mengubah pikiran kita. Namun, konsekuensi melakukannya bisa jadi signifikan.

Setiap saat, kita memiliki pilihan dan kemampuan untuk mengubah pikiran kita. Dengan menggunakan kemampuan melakukan dengan cara yang positif, maka kita dapat memindahkan hidup kita yang kuat ke depan.

Jika, misalnya, kita telah memutuskan banyak hari telah terbuang dan tidak ada yang akan dilakukan, maka kita dapat mengubah pikiran kita dan kemudian kita dapat mengatur untuk menciptakan nilai nyata pada saat melakukan.

Jika kita telah menyimpulkan, apakah situasi kita menemukan diri kita di mana ada harapan, maka kita dapat mengubah pikiran kita. Jika kita berpikir tidak melakukan apa pun yang kita lakukan akan membuat perbedaan, maka kita dapat mengubah pikiran kita.

Bahkan, kapan saja kita menyadari bahwa pikiran kita bekerja melawan kita, maka pilihlah untuk mengubah pikiran kita. Dapatkan pemikiran kita sendiri di sisi kita, dan kita akan memiliki teman yang kuat.

>> follow @CepPangeran

Jumat, 31 Mei 2013

Pendapat atau Opini

Berikan pertimbangan terhadap pendapat orang lain. Tetapi jangan biarkan hanya pendapat tersebut dapat menjadi kenyataan kita.

Pendapat yang berharga, namun mereka jauh dari sempurna. Yang terpenting bukanlah apa yang orang lain mungkin berpikir, melainkan cara kita memilih untuk menjalani hidup kita.

Pendapat mudah untuk di adopsi, dibuat dan dibuang. Namun substansi nyata kehidupan adalah dalam tindakan, komitmen, ketekunan dan pengalaman, tidak dalam pendapat yang renggang.

Hal ini baik untuk memiliki pendapat yang kuat. Pastikan pendapat mereka bukan pengganti untuk hidup aktif, kaya dan bermakna.

Kebanyakan pendapat, terutama yang didasarkan pada apa yang telah terjadi. Ada banyak pendapat di seluruh alam semesta ini, dan kemungkinan pendapat tersebut gagal untuk memperhitungkan.

Fokus pada yang terbaik dari kemungkinan mereka, dan bekerja untuk membuat mereka nyata. Bukan kotak oleh suatu pendapat, dibebaskan oleh kreasi kita, tapi fakta-fakta baru dan indah.

>> follow @CepPangeran

Kekuatan Perasaan

Kita bisa merasa nyaman tanpa alasan sama sekali. Bahkan, kita dapat memilih untuk merasakan cara apapun yang kita inginkan setiap saat dan dalam situasi apapun.

Apa pun yang kita inginkan, kita inginkan karena cara berfikir kita akan membuat kita merasa baik. Apa pun yang kita hindari, maka kita menghindari karena kita tidak ingin mengalami perasaan yang tidak baik.

Namun faktanya adalah apakah perasaan kita tidak dikendalikan oleh keadaan kita. Perasaan adalah deterministik bagaimana kita memilih untuk menanggapi berbagai situasi dan peristiwa.

Perasaan kita di setiap saat adalah milik kita untuk memilih. Kita dapat memilih untuk merasakan realitas indah impian kita yang paling berharga jauh sebelum mimpi-mimpi telah sepenuhnya dicapai.

Dan ketika kita melakukannya, maka kita menempatkan diri secara positif. Tempat yang kuat dari mana kita pasti bisa membuat mimpi-mimpi yang nyata, ketika kita merasa baik tanpa alasan, maka kita segera mulai menciptakan sebuah alasan.

Pilihlah setiap hari untuk merasakan cara kita ingin merasa, tidak peduli apa yang terjadi di sekitar kita. Dan biarkan perasaan menarik kita ke arah pemenuhan takdir kita sendiri.

>> follow @CepPangeran

Kamis, 30 Mei 2013

Syalawat Imam Syafi'i

Salam alaikum Sobat Ruang, pada kesempatan yang bahagia ini, alhamdulillah saya berkesempatan share postingan baru dengan judul Syalawat Imam syafi'i. Syalawat ini terdapat dalam kitab Al Risalah karangan beliau.

Tapi sebelumnya, berikut beberapa riwayat dari keagungan selawat ini,
Baca Juga kisah menarik tentang Imam syafi'i ditangkap


Al- Mazani bertutur sebagai berikut: Saya bermimpi melihat Imam Al-Syafi’i. Lalu saya bertanya pada beliau, "Apa yang telah diperbuat Allah terhadap diri Anda?"

Beliau menjawab, Allah telah mengampuni diriku berkat shalawat yang aku cantumkan di dalam kitab Al-Risalah, yaitu: Allahumma shalli ‘ala Muhammadin kullama dzakaraka al-Dzakiruna wa Shalli ‘ala Muhammadin kullama ghafala ‘an dzikrik al-Ghafiluna.”

Sementara itu, Imam Al-Ghazali di dalam kitab Al-Ihya’ menuturkan hal berkut: Abu Al-Hasan Al-Syafi’i menuturkan, "Saya telah bermimpi melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu saya bertanya, "Ya Rasulullah, dengan apa Al-Syafi’i diberi pahala dari sebab ucapannya dalam kitab Al-Risalah: Washallallahu ‘ala muhammaddin kullama dzakara al-Dzdakirun waghafala ‘an dzikrik al-ghafilun?’ Rasulullah menjawab: ‘la tidak ditahan untuk dihisab."‘

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: "Mimpi baik yang berasal dari seorang yang shalih adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian." (HR Bukhari 6468)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim; Telah menceritakan kepada kami Rauh; Telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Ishaq; Telah menceritakan kepadaku Abu Az Zubair bahwa dia mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa bermimpi melihatku dalam tidurnya, maka sesungguhnya dia benar-benar melihatku; karena setan itu tidak dapat menyerupai bentukku." (HR Muslim 4210)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Shabbah Telah menceritakan kepada kami Mu’tamir aku mendengar Auf telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sirin bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika akhir zaman semakin mendekat, mimpi seorang mukmin nyaris tidak bohong, dan mimpi seorang mukmin adalah satu bagian dari empat puluh bagian kenabian, dan apa yang berasal dari kenabian tentu tidaklah bohong. (HR Bukhari 6499)

Berikut adalah Syalawat imam Syafi'i

Pertama :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ لَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا أَمَرْتَ بِالصَّلاَةِ عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُصَلَّى عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا تَنْبَغِي الصَّلاَةُ عَلَيْهِ. 

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebanyak jumlah orang yang bershalawat kepadanya, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebanyak jumlah orang yang tidak bershalawat kepadanya, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana shalawat yang Engkau perintahkan kepadanya, lim-pahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana Engkau suka agar dibacakan shalawat atasnya, dan limpahkanlah pula shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana selayaknya ucapan shalawat atasnya. "

Kedua :

صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ كُلَّما ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ. 

 Artinya: "Ya Allah, limpakanlah shalawat atas Nabi kami, Nabi Muhammad, selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan untuk menyebut-Mu."


Keterangan :

Berkaitan dengan redaksi shalawat pertama di atas telah diceritakan di dalam syarah atas kitab Dala’il Khairat, Syaikh Abul Abbas Ibn Mindil menyebutkan dalam kitab Tuhfah al-Maqashid bahwa Imam al-Syafi’i pernah diimpikan oleh seseorang, lalu orang itu bertanya kepadanya, "Apa yang telah diperbuat Allah atas diri Anda?” Imam al-Syafi’i menjawab, Allah telah mengampuni diriku." "Dengan amal apa?" orang itu bertanya lagi. "Dengan lima kalimat yang aku pergunakan untuk bershalawat kepada Nabi" Jawab Imam al-Syafi'i. "Bagaimana redaksinya?" Lantas beliau mengucapkan shalawat tersebut di atas.
Sedangkan berkaitan dengan redaksi shalawat kedua, Imam al-Muzaniy bertutur sebagai berikut: Saya bermimpi melihat Imam al-Syafi’i. Lalu saya bertanya pada beliau, "Apa yang telah diperbuat Allah terhadap diri Anda?" Beliau menjawab, Allah telah mengampuni diriku, memberikan kasih sayang kepadaku dan meninggikan derajatku di surga berkat shalawat yang aku cantumkan di dalam kitab Al-Risalah, yaitu:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ .

Tatkala di pagi hari aku lihat kitab al-Risalah, maka aku temukan shalawat yang disebutkan oleh Imam al-Syafii.[1] Pada shalawat kedua ini terdapat sedikit perbedaan redaksi dari yang disebutkan oleh Imam Abdullah Ibn Hakam.
by H. Rizki Zulqornain Asmat

[1] Imam Muhammad Ibn Ya’qub al-Fairuz al-Abadiy, al-Shilat Wa al-Bisyar Fi Shalat Ala Khair al-Basyr (Beirut: Dar al-Kutub 1985) h. 162; Syaikh Yusuf Ibn Ismail al-Nabhaniy, Afdhal al-Shalawat Ala Sayyid al-Sadat (Beirut: Dar al-Fikr 2004) h. 78-79.

[2] Imam Muhammad Ibn Muhammad al-Ghazaliy, Ihya Ulumiddin vol. 1 (Beirut: Dar al-Fikr 1990) h. 313.

Sumber :
               - http://yayasanalmuafah.wordpress.com/2012/09/14/shalawat-imam-syafii-radiyallahu-anhu/
               - http://mutiarazuhud.wordpress.com/2013/05/20/janganlah-ikut-dihalau/

Demikian postingan shalawat Imam Syafi'i, semoga bermanfaat, Wassalamualaikum

Kekuatan Perhatian

Jika kita takut sesuatu dengan intensitas dan ketekunan, maka itu akan menjadi nyata dalam hidup kita. Jika kita menginginkan sesuatu dengan intensitas dan ketekunan, maka apa yang kita inginkan akan menjadi nyata dalam hidup kita.

Ketika kita memfokuskan perhatian dan energi kita pada sesuatu, maka ia akan tumbuh lebih kuat. Jadi, jauh lebih baik untuk memusatkan perhatian pada apa yang positif dan diinginkan kita.

Apakah kita melihat dunia dalam hal keterbatasan kita? Kemudian keterbatasan mereka memang akan menahan kita. Sebaliknya, berhubungan dengan dunia dari perspektif kemungkinan terbaik. Kemungkinan mereka dan kita, pasti akan membawa ke kehidupan.

Itu tidak berarti jika kita mengabaikan hal negatif atau tidak berpura-pura hal itu tidak ada. Akui dan terima kenyataan, kemudian mengarahkan energi kita ke arah kemungkinan yang positif.

Perhatian kita akan memberikan kekuatan untuk apa pun dapat di fokuskan. Memilih untuk fokus dengan cara kita dengan menggerakkan hal positif untuk dapat maju.

>> follow @CepPangeran

Rabu, 29 Mei 2013

KITAB PUASA [BAG.1]


Salam Alaikum Sobat Ruang, berhubung sebentar lagi kita akan menjalani puasa ramadhan yang insyaAllah jatuh pada tanggal 9 Juli 2013, untuk menyegarkan kembali ingatan, berikut saya share KITAB PUASA  yang membahas berbagai hal tentang puasa yang saya kutipkan dari Kitab Kifayatul Akhyar, semoga bermanfaat.

KITAB PUASA

Berkata Syaikh Abu Syujak
Syarat-syarat wajib puasa itu ada 3, yaitu pertama adalah beragama Islam, Baligh dan Berakal.

Shaum menurut lughat artinya menahan diri dari sesuatu. Firman Allah

“Sesungguhnya aku bernazar karena Allah, Untuk menahan diri dari bercakap dengan orang” (maryam : 26)

Adapaun shaum menurut syarak artinya menahan diri yang tertentu, oleh orang yang tertentu dalam waktu yang tertentu.
Kemudian ketentu wajibnya berpuasa itu adalah berdasarkan kitab Alquran, Sunnah dan Ijmak Ulama. Di dalam Alquran Allah berfirman :

“Barang siapa diantara kamu melihat bulan tanggal baru, maka hendaklah berpuasa” (Al-baqarah :158)

Didalam hadis dikatakan : Islam didirikan atas lima perkara.  Yang didalamnya disebutkan “puasa Ramadhan”. Dan ijmak telah menetapkan wajibnya puasa Ramadhan.

Kemudian kewajiban puasa tersebut berkaitan dengan orang yang Islam, baligh, Berakal dan (berkuasa)Mampu. Jadi puasa tidak wajib bagi orang kafir. Puasa tidak sah jika dari orang kafir, karena orang kafir bukan termasuk ahli ibadah.

Puasa juga tidak wajib atas anak kecil dan orang gila. Karena sabda Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasalam :

“Qalam pencatat amal telah diangkat dari tiga macam orang, yaitu, anak kecil, orang gila dan orang yang tertidur”

Adapun bagi orang yang sama sekali tidak kuat berpuasa, atau kuat tetapi andaikata diteruskan akan membawa bahaya atau sakit yang tidak dapat ditanggung karena sebab tuannya atau karena sakit yang tidak lagi dapat diharapkan kesembuhannya, maka orang tersebut tidak wajib berpuasa.

Benar tidak wajib berpuasa, akan tetapi orang tersebut wajib  membayar satu mud bahan makanan sebagai gantinya puasa satu hari menurut qaul yang ashah, jika orangnya mampu membayar. Jadi andaikata orang itu tidak mampu membayar ketika itu, tetapi dikemudian hari mampu, apakah wajib dia mambayar mud? Ada dua qaul sebagaimana yang ada di dalam masalah kaffarah jimak ketika orangnya tidak mampu lalu kemudian mampu. Wallahu’alam

Berkata Syaikh Abu Syujak :
Fardhu-fardhu puasa itu ada lima, yaitu pertama Niat, Menahan diri dari makan, Menahan diri dari minum, menahan diri dari Jimak.

Puasa orang tidak sah jika tidak disertai dengan niat, berdasarkan hadis nabi, “tempatnya niat ada didalam hati”. Tidak disyaratkan harus mengucapkan niat. tanpa Khilaf. Niat wajib dilakukan pada malam hari, karena puasa siang hari itu merupakan suatu ibadah yang tersendiri.
Bukankah telah kamu ketahui bahwa apabila salah satu dari hari-hari puasa rusak, maka hal itu tidak dapat membatalkan hari-hari yang lain?

Andaikata seseorang berniat berpuasa untuk segenap bulan ramadhan, sah niatnya untuk hari pertama saja menurut mazhab yang kuat.
Wajib bagi seseorang menjelaskan niat di dalam puasa fardhu. Dan wahib pula melakukan niatnya pada malam hari. Tidur, makan dan menjimak istri setelah berniat, tidak membahayakan (Tidak merusak niat). Andai kata orang itu berniat seiring dengan terbitnya fajar maka tidak sah niatnya. Sebab orang itu tidak meletakkan niatnya pada malam hari.

Niat yang paling sempurna adalah niat berpuasa hari besok untuk menunaikan kewajiban ramadhan tahun ini karena Allah.

Ketahuilah bahwa niat Ada’ atau Qadhak dan lain sebagainya, semua itu ada khilaf diantara para Ulama, Sebagaimana telah dijelaskan dalam bab shalat dimuka (Bab Shalat Kitab Kifayatul Akhyar).

Di dalam berniat haruslah mantap. Jadi andaikata orang itu niat hendak keluar dari puasanya, tidak batal puasanya menurut qaul yang shahih.
Ketahuilah bahwa orang yang berpuasa itu wajib menahan diri dari hal yang bisa membatalkan puasanya. Perkara yang bisa membatalkan puasa ada bermacam-macam, diantaranya adalah makan dan minum dengan sengaja walaupun hanya sedikit.
Demikian pula yang serupa dengan makan. Jadi patokannya, puasa menjadi batal dengan masuknya suatu benda dari luar bada kedalam badan melalui lubang yang terbuka dengan sengaja dan ingat akan puasanya.

Sayarat ‘Dalam Badan” ialah masuk kedalam rongga dalam. Sekalipun benda yang masuk tidak berubah warna. Demikian yang Shahih. Sehingga andaikata ada seseorang meneteskan suatu benda cair ke dalam telinganya, atau memasukkan pencelak mata atau jerami kedalam telinga, dapat mebatalkan puasanya. Atau menyumbat kemaluannya dengan kapuk misalnya, juga dapat membatalkan puasa menurut qaul yang shahih.

Beda sekali dengan bercelak, meskipun orangnya dapat merasakan celaknya, tetapi tidak membatalkan puasanya. Sebab mata tidak merupakan anggota badan bagian dalam dan juga tidak ada lubang yang bisa menyampaikannya kedalam rongga.

Demikian pula andaikata orang itu menusukkan sebilah pisau kedalam daging betis, tidak batal puasanya. Sebab daging tersebut tidak termasuk anggota bagian dalam. Lain jika pisau itu ditusukkan kedalam perut, karena perut termasuk kedalam rongga bagian dalam.

Menelan ludah tidak membatalkan puasa. Kemudian apabila ludah telah bercampur dengan benda lain, baik benda lain itu suci seperti memilin benang berwarna dengan mulut atau berupa benda najis seperti gusi yang berdarah atau ludah yang telah berubah warna karena darah dapat membatalkan puasa tanpa Khilaf.

Andaikata darahnya telah hilang dan ludah sudah berubah menjadi putih, menurut qaul yang shahih jika ludah tersebut ditelan, makan puasanya akan menjadi batal dan mulutnya menjadi najis. Dan tidak dapat mensucikan mulut tersebut kecuali dengan berkumur-kumur.

Andaikata ludahnya keluar sampai batas bibir, lalu dikembalikannya dengan menggunakan lidah dan kemudian ditelan, maka batal puasanya. Demikian juga andaikata orang itu memilin benang dengan cara membasahi benang tersebut dengan ludahnya, lalu dimasukkan kemulut dalam keadaan basah, lalu bercampulah ludah yang membasahi benang dengan ludah didalam mulutnya, kemudian ludah yang ada didalam mulutnya ditelan, menjadi batalah puasanya.

Berbeda jika orang itu menjulurkan lidahnya keluar dan dipucuk  lidahnya terdapat ludah yang belum terpisah, lalu ludah itu ditelan, menurut qaul yang sahih, puasanya tidak menjadi batal.

Andaikata dahak turun dari kepala dan berhenti di atas tenggorokan, dilihat dulu. Apabila orang itu tidak dapat mengeluarkan dahak dan terpaksa dahak tersebut masuk ke dalam, puasanya tidak menjadi batal. Tetapi apabila orang tersebut bisa mengeluarkan dahak tersebut tapi dibiarkannya masuk kedalam, batal puasanya. Hal itu disebabkan karena keteledorannya.

Andaikata orang itu berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung, maka jika orang itu melakukannya dengan cara berlebihan, maka batal puasanya. Dan jika tidak, maka tidak batal puasanya. Dan terlanjurnya air masuk kedalam rongga ketika hendak mencuci najsinya rongga mulut maka hukumnya sama dengan berkumur-kumur.

Bersambung......Download versi PDF nya di Sini Pojok Download
Pembahasan berikutnya adalah mengenai CABANG PERMASALAHAN......

Demikian untuk postingan KITAB PUASA pada kesemepatan kali ini, insyaAllah pada kesemepatan berikutnya kita akan sambung kembali, Wassalamualaikum


Membuat Sukacita

Rangkullah hari ini, saat ini, kehidupan ini, dan dengan itu dapat membuat sukacita. Merasa dan sepenuhnya mengalami realitas apa yang ada, dan di tengah-tengah itu, dapat membuat sukacita.

Tidak peduli seberapa banyak atau sedikit kegembiraan kita di masa lalu, sekarang adalah kesempatan kita untuk membuat lebih banyak.

Fokuslah pada seberapa baik hal itu akan menjadi, dan biarkan kemurnian, sebuah arus sukacita tanpa syarat dari kesadaran kita.

Meskipun kita memiliki rasa sakit, masalah dan tantangan, namun kita memiliki nasib baik yang layak untuk membuat sukacita. Dengan kehidupan seperti itu, dari mana kita berada, dengan apa yang kita miliki, dapat membuat sukacita.

Tidak perlu untuk melawan atau melarikan diri, merasa pahit atau membuat alasan, untuk menyerah, untuk mundur, atau jatuh ke dalam pola pikir negatif.

Kita memiliki hidup, dan kita selalu memiliki kemampuan untuk membuat sukacita. Karena kita dicipta untuk membuat sukacita.

Senyum, dan hangatkan dunia di sekitar kita. Tarik napas yang panjang, lembut, damai dan rasakan keajaiban keberadaan kita sendiri.

Datanglah dan jalani kehidupan seperti itu. Dan dengan itu, setiap yang sedikit, dapat membuat sukacita.

>> follow @CepPangeran