Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Rabu, 12 Juni 2013

Sifat Hawa Nafsu

Salam alaikum sobat Ruang, berjuang melawan kehendak nafsu memang bukan perkara mudah, apalagi dikehidupan akhir zaman yang semakin menggila ini. Beruntunglah orang yang sudah bisa mengendalikan nafsu mereka, dan memiliki nafsu yang dirahmati oleh Allah ta'ala. Sifat nafsu judul tulisan kali ini, semoga bermanfaat.

"Segala puji bagi Allah, kita memohon pertolongan, penunjuk dan keampunan Nya. Kita berlindung kepada Nya dari kejahatan kejahatan nafsu kita dan keburukan keburukan perbuatan kita"

Diriwayatkan oleh Tarmizi, Nasa’I, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad

Pengajaran dari hadis 1. Kita berlindung dari sifat nafsu dan perbuatannya 2. Kita berlindung dari siksaan dan sebabnya Perbuatan buruk termasuk dalam kejahatan kejahatan nafsu.

Apakah maksud ‘aku berlindung kepada Mu’ dari kejahatan yang menimpa ku kerana balasan dari perbuatan ku atau perbuatan ku yang buruk? Pendapat pertama lebih tepat, kerana berlindung dari perbuatan buruk setelah berlaku perbuatan buruk itu, tidak ada cara lain kecuali memohon pertolongan dari balasan, jika tidak tentu tak mungkin sesuatu perbuatan buruk dihapuskan begitu saja tanpa balasan. Ulama’ bersepakat nafsu adalah penghalang hubungan hati sampai kepada Allah. Allah tidak akan menghubungkan dengan sesiapa yang hatinya dikuasai oleh nafsu, kecuali setelah dia telah menghancurkan dan menewaskan nafsunya.

 Terdapat dua jenis manusia:

  1. Orang yang kalah dan tewas kepada nafsu sehingga ia tunduk dan mengikut perintah perintah nafsunya. 
  2. Orang yang berjaya mengalahkan dan memaksa nafsunya sehingga nafsu mengikut perintahnya. Perjalanan orang orang yang mencari kebaikan ia berakhir dengan mengalahkan nafsu. 
Oleh itu sesiapa yang berhasil memerangi nafsunya, dia akan menjadi pemenang dan berbahagia, sesiapa yang dikalahkan oleh nafsunya dia akan rugi dan binasa.
Allah berfirman dalam ayat 37 – 41 dari an Naazi’aat:

 فَأَمَّا مَن طَغَىٰ (٣٧) وَءَاثَرَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (٣٨) فَإِنَّ ٱلۡجَحِيمَ هِىَ ٱلۡمَأۡوَىٰ (٣٩) وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ (٤٠) فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِىَ ٱلۡمَأۡوَىٰ (٤١ 

 Maka (dapatlah masing-masing mengetahui kesudahannya); adapun orang yang melampau (perbuatan derhakanya); (37) Serta dia mengutamakan kehidupan dunia semata-mata; (38) Maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah tempat kediamannya. (39) Adapun orang yang takutkan keadaan semasa dia berdiri di mahkamah Tuhannya, (untuk dihitung amalnya), serta dia menahan dirinya dari menurut hawa nafsu; (40) Maka sesungguhnya Syurgalah tempat kediamannya. (41)

Sifat Nafsu

Nafsu muthma’innah

 يَـٰٓأَيَّتُہَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ (٢٧) ٱرۡجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً۬ مَّرۡضِيَّةً۬ (٢٨

"Hai nafsu muthma’innah, kembalilah kepada Allah dengan hati yang puas lagi diredhai" Al Fajr: 27-28

Pendapat ahli tafsir tentang ‘hai nafsu muthma’innah’:

Ibnu Abbas berkata; erti hai jiwa yang percaya Qatadah berkata; ia adalah jiwa yang beriman, jiwa yang tenang dengan apa yang dijanjikan Allah

Al Hassan berkata; yang merasa tenang dengan apa yang difirmankan Allah dan percaya dengan firmanNya

Mujahid berkata; ia adalah jiwa yang kembali dan tunduk kepada Allah dan yakon bahawa Allah adalah Tuhannya, ia merasa tenang dengan perintahNya dan mentaatiNya serta yakin pasti berjumpa denganNya

Hakikat muthma’innah (ketenangan) ialah diam dan menetap yakni ia benar benar menetapi Allah dengan mentaati perintahNya.

Nafsu ammarah bis suu’

Allah SWT menggambarkan nafsu ‘ammarah’ (banyak memerintah) dengan kejahatan, tidak mengatakan ‘amirah’ (yang memerintah) kerana begitu banyak kejahatan kejahatan yang diperintah oleh nafsu, itulah kebiasaan dan adapt nafsu, kecuali jika Allah merahmati dan menjadikannya bersih sehingga memerintah pemilik nafsu pada kebaikan. Itu kerana rahmat Allah bukan kerana nafsu.

Pada hakikatnya nafsu banyak memerintah pada kejahatan, sebab pada dasarnya ia diciptakan dalam keadaan bodoh dan zalim, kecuali kerana rahmat Allah. Justeru itu Rasulullah saw sentiasa memohon perlindungan Allah dari kejahatan nafsu.

Nafsu lawwamah

Adakah ia dari perkataan ‘talawwum’ (berubah rubah dan ragu ragu) atau dari perkataan ‘al lawwum’ (tercela)

Pendapat Salafus solih diantaranya:

Said bin Jubair berkata; ‘aku bertanya kepada Ibnu Abbas.. apakah al lawwamah? Beliau menjawab; iaitu nafsu yang tercela Mujahid berkata; ia adalah nafsu yang sangat menyesali apa yang telah berlalu dan mencela diri sendiri

Qatadah berkata; ia adalah nafsu yang hanyut dalam kemaksiatan

Ikrimah berkata; ia adalah nafsu yang mencela pada kebaikan dan keburukan Atha’ bin Abbas berkata; setiap nafsu mencela dirinya pada hari kiamat. Orang yang berbuat baik mencela nafsunya mengapa ia tidak menambah kebaikan dan orang yang berbuat kejahatan mencela nafsunya mengapa ia tidak berhenti dari kemaksiatannya Al Hasan berkata; sesungguhnya seorang mukmin itu demi Allah tidak anda dapati kecuali dia mencela nafsunya pada setiap keadaan. Ia selalu merasa kurang dengan apa yang ia kerjakan sehingga ia menyesali dan mencela nafsunya. Ada pun orang yang hanyut dan tenggelam dalam maksiat ia tetap melenggang terus dengan tidak mencela dirinya.

Itu adalah sebahagian dari ungkapan ulama’ yang berpendapat ‘al lawwamah’ berasal dari perkataan ‘al laum’.

Ada pun mereka yang berpendapa bahawa ‘al lawwamah’ berasal dari perkataan ‘talawwum’ kerana nafsu itu selalu ragu ragu dan sering berubah rubah dan ia tidak tetap dalam satu keadaan.

Pendapat pertama lebih kuat kerana ‘talawwum’ (selalu berubah rubah dan ragu ragu) merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari ‘al laum’ (tercela)

Nafsu menyeru kepada kedurhakaan dan mengutamakan dunia, sedangkan Allah menyeru hamba Nya agar takut kepada Nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu. Hati berada di antara kedua-dua seruan itu, terkadang ia berminat dengan seruan nafsu dan terkadang ia berminat dengan seruan Allah.

Demikian, postingan kali ini SIFAT NAFSU semoga bermanfaat.

Selasa, 11 Juni 2013

Sebuah Tindakan Kebaikan Kecil

Sebuah tindakan kebaikan walaupun kecil, dapat membuat suatu perbedaan yang besar. Ketika memberi adalah sebuah kebaikan, maka hal itu dapat mengilhami dan bahkan memungkinkan lebih dari kebaikan.

Kita ingin berpapasan dengan seseorang yang sangat membutuhkan saat ini untuk menerima sedikit kebaikan. Kebaikan biaya apa saja, dan dengan itu kita dapat memberikan begitu banyak.

Bahkan ketika melakukan kebaikan, lalu kita tidak dihargai, maka apakah kebaikan memang membuat perbedaan. Bahkan, jika kebaikan kita tidak diakui, tidak dilihat, maka dari waktu ke waktu dapat melunakkan hati yang paling sulit.

Ada sukacita khusus yang datang ketika kita melakukan sesuatu hanya untuk bersikap baik. Lepaskanlah kekhawatiran kita tentang apa yang di dalamnya untuk kita, dan benar-benar menjadi pengalaman serta bagaimana rasanya.

Kebaikan bisa begitu mengagumkan dan menyegarkan. Dunia akan mengingat dan menghormati mereka yang menawarkan secara teratur.

Sangat mudah untuk memberikan sedikit kebaikan. Hal ini sangat kuat bila kita melakukannya lagi dan lagi.

>> follow @CepPangeran

Kisah Malaikat Harut Dan Marut

harut-marut

Kisah malaikat Harut da Marut adalah sebuah kisah 2 orang malaikat yang dijadikan Manusia oleh Allah subhanahu wata'ala,guna menjawab pertanyaan para Malaikat, kenapa Allah menciptakan manusia sedang mereka sering membuat kerusakan. Malaikat harut dan marut, dimana seperti yang kita ketahui malaikat memiliki sifat untuk selalu taat kepada Allah dihadapkan pada kehidupan dunia, dan dorongan hawa nafsu yang mereka tidak pernah rasakan sebelumnya, harus berjuang mempertahankan iman mereka. Kisah malaikat Harut da Marut sedikit berbahasa melayu, karna saya sumbernya dari blog saudara muslim di negeri Jiran. Semoga cerita ini memberi pelajaran untuk kita, selamat membaca.

Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَإِذْقَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَئِكَةِ اِنِّى جَاعِلٌ فِىْ الاَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّى أَعْلَمُ مَا لاَتَعْلَمُوْنَ {البقرة: 30.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:’Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi . Mereka bekata:’Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui " (QS.Al-Baqarah: 30).

Allah telah mengajarkan Adam nama nama benda seluruhnya, menempatkan Adam di dalam syurga, mencipta Hawa sebagai isteri kepada Adam sehinggalah Adam mengengkari perintah Allah dengan memakan buah dari pohon khuld dan akhirnya Adam di keluarkan dari syurga dan di campak ke dunia. Bermula kehidupan Adam dan Hawa di dunia. Lahir zuriat/keturunan Adam di dunia dan akhir berlaku pembunuhan pertama Qabil ke atas Habil. Selepas itu zuriat anak Adam terus berkembang dan bertambah ramai di dunia. Akhirnya dunia penuh dengan dosa dosa keturunan Adam.

Mereka lupa tugas mereka sebagai khalifah Allah di bumi. Mereka membuat berhala lalu mereka menyembah berhala tersebut. Begitulah berlalu kehidupan manusia yang penuh kelalaian, penuh kemaksiatan, mencuri, merampas hak sesama mereka dan membunuh antara satu sama lain dan dunia diselubungi kezaliman. Kesemua ini dicatit oleh malaikat sehingga buku catitan mereka menjadi gelap hitam gelemat, lalu malaikat pun berkata beginikah keadaan khalifah Allah di bumi?kenapa Allah memilih mereka menjadi khalifah sedangkan mereka mengengkariNya?

Lalu Allah berfirman kepada para malaikat “jika sekiranya Aku menjadikan kamu semua seperti manusia nescaya kamu juga akan melakukan seperti apa yang telah berlaku dikalangan manusia”

Malaikat menjawab; wahai Tuhan! Maha Suci Engkau kami sekali kali tidak akan mengengkari Kamu. Maka Allah berfirman lagi;pilihlah dua malaikat dari kalangan kamu. Lalu para malaikat memilih Harut dan Marut kerana mereka berdua adalah yang paling terbaik beribadat kepada Allah dari kalangan malaikat. Firman Allah ” dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil iaitu Harut dan Marut” al Baqarah:102 .

Babil atau dikenali dengan Babylon di Iraq. Babylon ketika penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita wanita cantik dan jelita berada di mana mana saja, arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.

Di sana sini terdapat kelompok manusia berpesta mengelilingi wanita cantik yang sedang menyayi dan menari dalam separuh bogel. Ada sebahagian mencuri barang barang orang, kerana mereka lalai dan leka melihat wanita menyayi dan menari.

Kesemua hal keadaan ini dilihat dan didengari oleh Harut dan Marut, setelah Allah SWT menukar mereka menjadi manusia dan mencampak mereka berdua di Babil. Harut dan Marut berada di Bandar Babil, mereka berdua sentiasa memelihara kecantikan dan keputihan malaikat, sesiapa saja akan tertarik dan tergoda dengan kecantikan mereka berdua.

Setelah lama berjalan jalan di kota Babil mereka berdua merasa letih. Harut pun berkata; aku terasa sesuatu di dalam dadaku, begitu juga di kepalaku seolah olah badanku berat seperti bukit sehingga kakiku tidak mampu memikulnya. Marut menyahut kata kata Harut; aku berasa seperti yang kamu rasa tetapi perutku amat terasa sakit. Harut menjawab; itu bunyi perut yang lapar, wahai saudaraku! Sesungguhnya kita telah jadi seperti manusia, ketika kita malaikat tidak pernah merasa lapar dan dahaga bahkan kita sentiasa bertasbih dan menyucikan Allah. Lalu Harut mendonggak ke langgit berdoa kepada Allah supaya Allah memberi mereka makanan. Tiba tiba mereka tercium aroma daging bakar yang memenuhi rongga hidung mereka berdua.Mereka berdua segera pergi mencari ke arah aroma daging bakar, akhirnya mereka sampai ke majlis keramaian. Mereka dapati ramai manusia sedang berjamu selera dalam majlis tersebut.

Mereka terus masuk ke dalam majlis itu, tetapi rasa mulia yang ada dalam diri mereka berdua menjadi penghalang dari mereka meminta makanan dari tuan majlis. Bagaimana mereka menyembunyi bunyi perut yang lapar dari terus berbunyi?Lalu mereka berdua pergi duduk dekat dengan tuan majlis itu. Mereka melihat orang ramai makan dengan sayu. Orang ramai juga memerhatit Harut dan Marut, kemudian tuan majlis merasa kasihan lalu menjemput mereka makan. Mereka makan bersama orang ramai sehingga kenyang dan perut mereka tidak lagi berbunyi.

Selesai makan, mereka pun memerhati semua orang ramai yang sedang makan, mereka memerhati seluruh tempat di dalam majlis itu. Akhirnya mata mereka berdua terpaku melihat kecantikan dan kejelitaan seorang wanita, wajahnya cantik bak bulan purnama. Itulah Zahrah ratu cantik di Babil. Harut dan Marut tersedar dari lamunan, dan rasa bersalah kerana telah melakukan dosa. Harut dan Marut pun segera beristighfar dan bertaubat dari dosa tersebut. Rasa terlalu malu atas dosa tersebut hampir hampir membunuh mereka berdua. Penyesalan jelas terpancar dari riak muka mereka.

Tetapi setelah perasaan penyesalan berlalu, syahawat datang kembali sekali lagi mereka memandang Zahrah dengan asyik sekali, sehinggalah suara iman dalam hati mereka memberontak dan berkata ini nafsu dan bujukan syaitan. Suara iman mengatasi syahawat mereka segera beristighfar kepada Allah SWT. Mereka memikirkan bagaimana hendak mengatasi masalah itu?

Akhirnya mereka dapat jalan penyelesaian.Hanya itu saja jalan penyelesaian bagi mereka iaitu bersegera meninggalkan majlis . Harut dan Marut sepakat, mereka mestilah segera meninggal majlis dan bertaubat kepada Allah. Lalu mereka terus melangkah keluar dari majlis, setelah agak jauh meninggal majlis tersebut, perasaan syahawat mereka meronta ronta untuk melihat Zahrah, mereka serentak berpaling untuk kembali kepada Zahrah, tetapi sekali bisikan iman mereka mengatasi bujukan syahawat dan mereka meneruskan perjalanan, lari jauh meninggal majlis itu.

Dalam perjalanan itu Harut dan Marut tidak bercakap terus membisu, sambil itu kedua dua tertanya tanya apakah yang telah mereka lakukan sanggup mengengkari perintah Allah dengan melihat kepada perkara yang diharamkan ke atas mereka.

Harut pun berkata kepada Marut; nafsu manusia buruk dan keji mendorang kita melakukan maksiat kepada Allah. Alangkah keji nafsu manusia!

Marut menjawab; mungkin perasaan engkau sama seperti apa yang aku rasai sekarang! Ya aku takut tempat kembali kita adalah neraka, yang menjadi tempat balasan orang orang durhaka kepada Allah Harut menjawab; tidak! Tidak! Jangan takut kita mesti berusaha mengalah syahawat dan memaksa nafsu agar mengikut bisikan iman.Kita mesti terus beristighfar dan bertaubat kepada Allah dan mesti meninggal terus tempat maksiat dan pergi ke tempat jauh dari manusia dan tidak ada maksiat.

Setelah senja matahari pun terbenam mereka masih meneruskan dan berhenti dengan kaki bukit, masih ada lagi cahaya kemerahan di kaki langit, beransur ansur bertukar menjadi gelap, kelipan kelipan cahaya bintang jauh di langit. Harut dan Marut khusyuk menunaikan solat dan bertasbih kepada Allah sambil memohon taubat ke atas dosa yang telah mereka lakukan Keadaan malam terus gelap gulita, semua makhluk di dunia sedang nyenyak tidur. Manakala Harut dan Marut terus menerus bersolat, tiba tiba mereka terdengar tiupan angin yang mendayu dayu lalu terbit suara yang kuat, seolah olah suara perempuan meraung kehilangan anaknya dan timbul perasaan takut menyelubungi mereka berdua, tambah lagi dengana kedinginan malam yang menggigilkan tubuh badan mereka. Mereka amat ketakutan dan kesejukan, lalu mengambil keputusan untuk kembali ke bandar untuk menghilangkan rasa kesejukan dan ketakutan.

Setelah sampai di bandar, Harut berkata: dah kembali balik!!! Tanya Marut apa yang kembali balik? Harut menjawab; rasa kelaparan yang menyakitkan perut ku. Kata Marut; Kita dah jadi hamba kepada perut, celakalah perut ini yang tidak pernah kenyang! Harut; kita perlu mencari makanan. Marut; jika kita dapat makanan dan kenyang, adakah kita tak lapar lagi?Kita mesti bekerja untuk membeli makanan. Kerja apa yang kita boleh buat? Serah urusan kepada Allah, kita akan dapat kerja dan Insya Allah akan memberi rezeki harta cukup kepada kita.

Bersambung......
Sumber Kisah Malaikat Harut Dan Marut http://ustmuhammad.wordpress.com/2009/01/06/kisah-harut-dan-marut/

Untuk Apa Kita Hidup

Apakah kita benar-benar ingin hidup bahagia, atau apakah kita hanya ingin tampil untuk menjadi hidup bahagia? Apakah kita benar-benar ingin sukses, atau apakah kita hanya ingin terlihat seperti sukses atau berhasil?

Ada banyak orang yang akan memberitahu kita apa artinya untuk menjadi sukses dan bahagia. Yang penting, adalah apa sarana untuk kita. Jika kita mengikuti mimpi orang lain, maka kita sangat tidak mungkin untuk mencapai hal itu.

Dan bahkan jika kita melakukannya, maka hal itu tidak akan sebanding dengan usaha yang dilakukan. Tentu saja, hal itu mungkin tampak hebat kepada orang lain.

Dan tentu saja, orang mungkin akan terkesan oleh kita. Akan tetapi jauh di lubuk hati, benar-benar, apakah semua yang kita inginkan dari keindahahan, maka lakukanlah untuk hidup kita.

Tentu saja tidak. Karena kita benar-benar unik. Kita adalah salah satu dari jenis, dengan potensi yang besar untuk kebesaran khusus kita sendiri.

Lihatlah di luar keinginan untuk tampil sukses di mata orang lain. Tanyakan pada diri sendiri, dengan setiap ketulusan yang kita miliki, apakah benar-benar kita ingin hidup untuk diperjuangkan.

Untuk apa kita hidup, adalah apa yang kita akan dapatkan. Buatlah yang terbaik yang bisa kita bayangkan. Ikuti dengan melakukan hal yang paling tulus, kerinduan penting yang dalam dan kita akan mengisi hidup dengan benar, itu berarti kesuksesan.

>> follow @CepPangeran

Senin, 10 Juni 2013

Kebaikan Hidup

Momen kehidupan yang paling sulit memang mengajarkan kita untuk lebih kuat daripada yang kita ketahui. Ia akan selalu membayar untuk mengingat hal itu.

Ketika hal terburuk terjadi, adalah ketika kita memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Ketika tantangan tampak tak tertahankan dan harapan adalah kenangan, maka harapan baru dan lebih kuat sudah mengambil akar kebaikan.

Meskipun peristiwa bisa sangat melukai kita dan menarik kita jauh ke bawah, namun tidak ada yang bisa 'merampok' kita dari kemampuan dan keinginan untuk berhubungan dengan kebaikan hidup.

Dan begitu pula dengan kebaikan, selalu berjalan dengan caranya sendiri, meskipun peluang yang tak terbayangkan akan menentangnya.

Kebaikan untuk yang hidup di dalam hati kita adalah di mana kita bisa selalu tetap hidup. Dan karena kita tahu bagaimana rasanya begitu benar-benar tepat, maka apa yang kita lakukan adalah sebuah kebaikan.

Dalam momen keseharian, kehidupan adalah sebuah kebaikan. Pada waktu yang paling menyenangkan dan selama hari-hari paling gelap, dan hal  itu jadi lebih tertanam dan lebih bermakna.

Ketika kita istirahat untuk mengingat semua yang telah terjadi sebelumnya, maka lihatlah ke depan, karena banyak kemungkinan yang bermunculan untuk hidup. Melalui itu semua, dan di balik itu semua, kita dapat melakukan kebaikan yang kekal.

>> follow @CepPangeran


Sabtu, 08 Juni 2013

Hawa Nafsu

Allah SWT telah memberitahu orang-orang yang beriman bahwa mengikuti hawa nafsu akan menyesatkan seseorang dari jalannya. Qolbu adalah hati. Sedangkan hati sendiri dapat dibedakan menjadi dua arti, yaitu hati dalam arti daging dan hati yang berarti sesuatu yang halus, atau yang bersifat rabbaniyah (ketuhanan).

Demikian dikatakan Ustad DR Ahzami Sami’un Jazuli, MA dalam pengajian di Masjid Darul Hikmah (Yapidh), Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi beberapa minggu lalu, dengan tema tentang nafsu atau hawa nafsu.

Ustad Ahzami mengatakan bahwa hawa nafsu adalah kecenderungan jiwa kepada sesuatu, baik itu berupa kebaikan atau keburukan. Di dalam Islam, nafsu itu bukan untuk dibunuh, melainkan untuk dijaga dan di kawal.

Rasulullah SAW mengajak kita untuk meninggalkan satu peperangan, satu perjuangan atau satu jihad yang kecil untuk dilatih melakukan satu perjuangan atau jihad yang besar yaitu jihad melawan hawa nafsu.

Orang yang berperang melawan nafsu ini nampak seperti duduk-duduk saja, tidak seperti orang lain mungkin bisa dengan bebas berekspresi, akan tetapi sebenarnya sedang membuat kerja yang besar iaitu berjihad melawan hawa nafsu.

Melawan hawa nafsu sangatlah susah. Bisa jadi jika nafsu itu ada di luar jasad kita, maka bisa jadi dapat kita pegang, mudah kita akan menekan dan membunuhnya sampai mati.

Tetapi nafsu kita itu terletak ada dalam diri kita, mengalir bersama aliran darah dan menguasai seluruh tubuh kita. Karena itu tanpa kesedaran dan kemauan yang sungguh-sungguh kita pasti dikalahkan untuk diperalat sesukanya. Nafsu jahat dapat dikenal melalui sifat keji dan kotor yang ada pada manusia.

Jika nafsu ini kita biarkan membesar, maka semakin luaslah godaan syaitan. Kalaulah nafsu dapat diperangi, maka tertutuplah jalan syaitan dan tidak dapat mempengaruhi jiwa kita. Sedangkan nafsu ini sebagaimana yang digambarkan oleh Allah sangat jahat.

Siapa sanggup melawan hawa nafsu, maka Allah akan tunjukkan satu jalan hingga diberi kemenangan, diberi bantuan dan tertuju ke jalan yang benar. Inilah rahasia untuk mendapat pembelaan dari Allah. Hidup ini adalah perjuangan melawan hawa nafsu (syaitan). Kadangkala kita menang dan kadangkala kita kalah melawan hawa nafsu syetan kita.

Nafsu yang tenang atau nafs al-muthmainnah, adalah ketika iman menang melawan hawa nafsu, sehingga perbuatan manusia tersebut lebih banyak yang baik daripada yang buruk. Dengan kata lain mereka mampu menguasai terhadap hawa nafsunya.

Nafsu yang gelisah dan menyesali dirinya sendiri atau dikenal dengan nafs al-lawwamah, adalah ketika iman kadangkala menang dan kadangkala kalah melawan hawa nafsu, sehingga manusia tersebut perbuatan baiknya relatif seimbang dengan perbuatan buruknya. Adakalanya dia menang dan ada kalanya kalah. inilah orang yang sedang berjuang (mujahadah).

>> follow @CepPangeran

Buatlah Penting

Jika kita tidak termotivasi untuk mengambil tindakan, maka naikkan taruhannya. Cara kita untuk mendapatkan motivasi, juga untuk mendapatkan gairah adalah dengan membuatnya menjadi bernilai.

Sudah sewajarnya untuk menunda-nunda, membuat alasan dan menghindari ketika apa yang harus kita lakukan memiliki sedikit atau tidak ada artinya bagi kita.

Jawabannya adalah tidak memaksa diri untuk bertindak melawan kepentingan kita sendiri, melainkan menemukan cara untuk mendapatkan diri dengan investasi positif.

Ketika kita dapat membuat cukup penting, maka kita akan mewujudkannya. Bila kita membuatnya benar-benar peduli, maka kita akan mengetahui bagaimana, dan kita akan bertahan sampai selesai.

Jika kita bermimpi hanyalah keinginan kosong, dan kita tidak bergerak penuh semangat ke arah mereka, maka buatlah mereka lebih besar. Beri mereka konsekuensi, dan kita akan membuat mereka menarik.

Dapatkan kepentingan kerja kita sendiri dalam mendukung. Apakah menyelaraskan kepentingan pribadi dengan apa yang terbaik untuk semua orang, dan kita akan menemukan diri kita benar-benar melakukan apa yang terbaik untuk semua orang, termasuk kita.

Tidak perlu untuk melawan, berusaha atau berjuang untuk mendapatkan diri kita untuk mengambil tindakan. Maka buatlah hal itu menjadi penting, dan kita akan mewujudkannya.

>> follow @CepPangeran