Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label notes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

10 Hal Yang Menyebabkan Doa Tak Terjawab-Ibrahim bin Adham


Ibrahim bin Adham

Suatu ketika Ibrahim bin Adham, seorang alim yang terkenal zuhud dan wara’nya, melewati pasar yang ramai. Selang beberapa saat beliau pun dikerumuni banyak orang yang ingin minta nasehat. Salah seorang di antara mereka bertanya, “Wahai Guru! Allah telah berjanji dalam kitab-Nya bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Kami telah berdoa setiap hari, siang dan malam, tapi mengapa sampai saat ini doa kami tidak dikabulkan?”

Ibrahim bin Adham diam sejenak lalu berkata, “Saudara sekalian. Ada 10 hal yang menyebabkan doa kalian tidak dijawab oleh Allah.

  1. Pertama, kalian mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-hak-Nya.
  2. Kedua, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mau mengamalkan isinya.
  3. Ketiga, kalian mengakui bahwa iblis adalah musuh yang sangat nyata, namun dengan suka hati kalian mengikuti jejak dan perintahnya.
  4. Keempat, kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian suka meninggalkan ajaran dan sunnahnya.
  5. Kelima, kalian sangat menginginkan surga, tapi kalian tak pernah melakukan amalan ahli surga.
  6. Keenam, kalian takut dimasukkan ke dalam neraka, namun kalian dengan senangnya sibuk dengan perbuatan ahli neraka.
  7. Ketujuh, kalian mengaku bahwa kematian pasti datang, namun tidak pernah mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.
  8. Kedelapan, kalian sibuk mencari aib orang lain dan melupakan cacat dan kekurangan kalian sendiri.
  9. Kesembilan, kalian setiap hari memakan rezeki Allah, tapi kalian lupa mensyukuri nikmat-Nya.
  10. Kesepuluh, kalian sering mengantar jenazah ke kubur, tapi tidak pernah menyadari bahwa kalian akan mengalami hal yang serupa."

Setelah mendengar nasehat itu, orang-orang itu menangis.

Dalam kesempatan lain Ibrahim kelihatan murung lalu menangis, padahal tidak terjadi apa-apa. Seseorang bertanya kepadanya. Ibrahim menjawab, “Saya melihat kubur yang akan saya tempati kelak sangat mengerikan, sedangkan saya belum mendapatkan penangkalnya. Saya melihat perjalanan di akhirat yang begitu jauh, sementara saya belum punya bekal apa-apa. Serta saya melihat Allah mengadili semua makhluk di Padang Mahsyar, sementara saya belum mempunyai alasan yang kuat untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan saya selama hidup di dunia.”

Minggu, 11 Agustus 2013

Persepsi Yang salah Terhadap Syiah


Persepsi Yang salah terhadap Syiah.
Salam alaikum sobat Ruang, pada kesempatan yang berhagia ini, masih dalam suasan Lebaran, saya kembali berbagi sebuah video dari Quraish Shihab yang menjelaskan secara gamblang, tentang kelompok Syiah, seperti apa syiah yang sebenarnya, yang akhir akhir ini ramai diberitakan, dan di cap SESAT oleh beberapa kelombok orang, termasuk saya dulunya.

Ternyata kita memang tidak bisa melihat syiah secara keseluruhan hanya dari satu sekte saja, sementara di dalam syiah sendiri terdapat begitu banyak faham dan mazhab-mazhab yang berbeda, bahkan bertentangan. Oleh karena itu melalui postingan ini saya mengajak kita semua untuk tidak ikut-ikutan mengecap sesat total kelompok syiah seperti yang ramai di lontarkan oleh orang orang awam belakangan ini, saya takut kejadian di suriah dan libya belakangan hari terjadi di indonesia, karna sekarang saja, banyak cendikiawan muslim dan ulama ulama NU dan muhammadiyah di anggap Pro syiah, sementara dibenak masyarakat, Syiah berarti sesat dan mesti dimusnahkan.

Ulama Sunni Aswaja seperti Syekh Al Buthi Al-Buti dibunuh karena difitnah sebagai Syi’ah. Ulama Sunni lainnya Syaikh Hassan Saifuddin (80 tahun) secara brutal dipenggal kepalanya di bagian utara Kota Aleppo oleh sekelompok militan yang dibekingi pihak asing dan menyeret tubuhnya di jalanan. Kepalanya ditanam di menara sebuah masjid yang biasa digunakan untuk berkhotbah. Banyak Ulama Sunni yang difitnah sebagai Syi’ah seperti Al Buthi, Habib Rizieq Syihab, KH Said Agil Siradj, Prof Dr. Quraisy Shihab, dsb.
Jadi Syi’ah itu kafir dan harus dibunuh menurut mereka. Celakanya banyak juga Sunni difitnah sbg Syi’ah dan harus dibunuh. Yahudi malah aman!
Padahal 200 Ulama dari 50 negara2 Islam sudah sepakat bahwa Sunni dan Syi’ah adalah bagian dari Islam dan menyeru agar hidup rukun dan damai:
Sumber : http://kabarislam.wordpress.com/2013/04/09/buat-para-penggemar-berita-arrahmah-com-dan-voa-islam-com/

Berikut ini saya kutipkan fatwa yang ditandatangani oleh 200 ulama dari 50 negara termasuk indonesia, semoga ini semakin memperjelas, karena selama ini kita lebih banyak mendengar kabar-kabar dari pihak yang ingin memecah belah persatuan islam, kelompok yang sudah dikabarkan rasullullah dalam hadis akan kedatangannya, ya kelompok yang menghalalkan darah  muslim dan melindungi orang-orang kafir dan yahudi...coba berfikir, jangan terlalu percaya media, pasti akan ketemu jawabannya siapa. :D

http://ammanmessage.com

"Risalah Amman – Fatwa Konferensi Ulama Islam Internasional"
Konferensi ini diadakan di Amman, Mamlakah Arabiyyah Yordania, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern”. (27-29 Jumadil Ula. 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.)
Bismillahirrahmanirrahim. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Baginda Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya yang suci. “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa…” (QS. an-Nisa ayat 1).
Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh yang terhormat:
  1. Al-Imam al-Akbar Syaikh Mahmud Syalthut, asy-Syaikh Ahmad Thanthowi, Dewan Rektorat Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir.
  2. Ayatullah Sayyid Ali as-Sistani Mufti Besar Syi’ah Iraq
  3. Ayatullah ‘Udzma Sayyid Ali Khamenei al-Husaini Mufti Besar Syi’ah Iran
  4. Yang Terhormat Mufti Besar Kesultanan Oman
  5. Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabiyyah
  6. Dewan Urusan Agama Turki
  7. Mufti Akbar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania
  8. Syaikh Dr. Yusuf al-Qaradawi Mufti Besar Sunni Mesir
Sesuai dengan kandungan pidato yang mulia Raja Abdullah II bin al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan onferensi. Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah Swt., dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini serta seluruh diskusi yang timbul darinya. Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:
  • Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat madzhab Ahlussunnah (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali), dua madzhab Syi’ah Ja’fariyyah dan Zaidiyyah, madzhab Ibadhiyyah dan madzhab Dzahiriyyah adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut madzhab-madzhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut madzhab-madzhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikanNya, meyakini Rasulullah (Saw.) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

  • Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam madzhab-madzhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan madzhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip-prinsip utama Islam (ushuluddin). Semua madzhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah Yang Maha Esa dan Makakuasa; percaya pada al-Quran sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad Saw. adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: dua kalimat syahadat (syahadatain), kewajiban shalat, zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah di Mekkah. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikatNya, kitab-itabNya, para rasulNya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di antara ulama kedelapan adzhab Islam tersebut hanya menyangkut masalah-masalah cabang agama (furu’) dan tidak menyangkut prinsip-prinsip dasar (ushul) Islam. Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ulama adalah hal yang baik.

  • Mengakui kedelapan madzhab dalam Islam tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing madzhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh madzhab-madzhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan madzhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing madzhab yang telah disebut di atas.

  • Esensi Risalah Amman, yang ditetapkan pada malam Lailatul Qadar tahun 1425 H dan dideklarasikan dengan suara lantang di Masjid al-Hasyimiyyin, adalah kepatuhan dan ketaatan pada madzhab-madzhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing madzhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap madzhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

  • Kami semua mengajak seluruh umat untuk membuang segenap perbedaan di antara sesama Muslim dan menyatukan kata dan sikap mereka, menegaskan kembali sikap saling menghargai, memperkuat sikap saling mendukung di antara bangsa-bangsa dan negara-negara umat Islam. Memperkukuh tali persaudaraan yang menyatukan mereka dalam saling cinta di jalan Allah. Dan kita mengajak seluruh Muslim untuk tidak membiarkan pertikaian di antara sesama Muslim dan tidak membiarkan pihak-pihak asing mengganggu hubungan di antara mereka. Allah Swt. berfirman: “Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmatNya.” (QS. al-Hujurat ayat 10).
Amman, Mamlakah Arabiyyah Yordania, 27-29 Jumadil Ula 1426 H/4-6 Juli 2005 M.
Dewan Penandatangan Fatwa Konferensi Ulama Islam Internasional:
1. Afghanistan
• Yth. Nusair Ahmad Nour Dubes Afghanistan untuk Qatar

2. Aljazair
• Yth. Lakhdar Ibrahimi Utusan Khusus Sekjen PBB; Mantan Menlu Aljazair
• Prof. Dr. Abdullah bin al-Hajj Muhammad al-Ghulamullah Menteri Agama
• Dr. Mustafa Syarif Menteri Pendidikan
• Dr. Sa’id Syaiban Mantan Menteri Agama
• Prof. Dr. Ammar ath-Thalibi Departemen Filsafat, University of Algeria
• Mr. Abu Jara as-Sulthani Ketua LSM Algerian Peace Society Movement

3. Austria
• Prof. Anas ash-Shaqfa Ketua Komisi Islam
• Mr. Tarafa Baghajati Ketua LSM Initiative of Austrian Muslims


4. Australia
• Syaikh Salim ‘Ulwan al-Hassani Sekjen, Darulfatwa, Dewan Tinggi Islam

5. Azerbaijan
• Syaikh al-Islam Allahusysyakur bin Hemmat Bashazada Ketua Muslim Administration of the Caucasus

6. Bahrain
• Syaikh Dr. Muhammad Ali as-Sutri Menteri Kehakiman
• Dr. Farid bin Ya’qub al-Miftah Sekretaris Kementerian Agama

7. Bangladesh
• Prof. Dr. Abu al-Hasan Shadiq Rektor Asian University of Bangladesh

8. Bosnia dan Herzegovina
• Prof. Dr. Syaikh Mustafa Ceric Ketua Majlis Ulama dan Mufti Besar Bosnia dan Herzegovina
• Prof. Hasan Makic Mufti Bihac
• Prof. Anes Lj evakovic Peneliti dan Pengajar, Islamic Studies College

9. Brazil
• Syaikh Ali Muhmmad Abduni Perwakilan International Islamic Youth Club di Amerika Latin

10. Kanada
• Syaikh Faraz Rabbani Guru, Hanafijurisprudence,

11. Republik Chad
• Syaikh Dr. Hussein Hasan Abkar Presiden, Higher Council for Islamic Affair; Imam Muslim, Chad

12. Mesir
• Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq Menteri Agama
• Prof. Dr. Ali Jum’ah Mufti Besar Mesir
• Prof. Dr. Ahmad Muhammad ath-Thayyib Rektor Universitas al-Azhar University
• Prof. Dr. Kamal Abu al-Majd Pemikir Islam; Mantan Menteri Informasi
• Dr. Muhammad al-Ahmadi Abu an-Nur Mantan Menteri Agama Mesir; Profesor Fakultas Syariah, Yarmouk University, Jordan
• Prof. Dr. Fauzi az-Zifzaf Ketua Masyayikh al-Azhar; Anggota the Academy of Islamic Research
• Prof. Dr. Hasan Hanafi Peneliti dan Cendekiawan Muslim, Departemen Filsafat, Cairo University
• Prof. Dr. Muhammad Muhammad al-Kahlawi Sekjen Perserikatan Arkeolog Islam;
Dekan Fakultas Studi Kesejarahan Kuno, Cairo University
• Prof. Dr. Aiman Fuad Sayyid Mantan Sekjen, Dar al-Kutub al-Mishriyyah
• Syaikh Dr. Zaghlul Najjar Anggota Dewan Tinggi Urusan Islam, Mesir
• Syaikh Muis Mas’ud Dai Islam
• Dr. Raqid as-Sirjani
• Dr. Muhammad Hidaya

13. Perancis
• Syaikh Prof. Dalil Abu Bakr Ketua Dewan Tinggi Urusan Agama Islam dan Dekan Masjid Paris
• Dr. Husain Rais Direktur Urusan Budaya, Masjid Jami’ Paris

14. Jerman
• Prof. Dr. Murad Hofmann Mantan Dubes Jerman untuk Maroko
• Syaikh Shalahuddin al-Ja’farawi Asisten Sekjen World Council for Islamic Propagation

15. India
• H.E. Maulana Mahmud Madani Anggota Parlemen Sekjen Jamiat Ulama Hindia
• Ja’far ash-Shadiq Mufadhdhal Saifudin Cendikiawan Muslim
• Thaha Saifudin Cendikiawan Muslim
• Prof. Dr. Sayyid Aushaf Ali Rektor Hamdard University
• Prof. Dr. Akhtar al-Wasi Dekan College of Humanities and Languages

16. Indonesia
• Dr. Tutty Alawiyah Rektor Universitas Islam asy-Syafi’iyah
• Rabhan Abdul Wahhab Dubes RI untuk Yordania
• KH. Ahmad Hasyim Muzadi Mantan Ketua Umum PBNU
• Rozy Munir Mantan Wakil Ketua PBNU
• Muhamad Iqbal Sullam International Conference of Islamic Scholars, Indonesia

17. Italia
• Mr. Yahya Sergio Pallavicini Wakil Ketua, Islamic Religious Community of Italy (CO.RE.IS.)

18. Maladewa
• Dr. Mahmud asy-Syauqi Menteri Pendidikan

19. Republik Islam Iran
• Ayatullah Syaikh Muhammad Ali at-Taskhiri Sekjen Majma’ Taqrib bainal Madzahib al-Islamiyyah.
• Ayatullah Muhammad Waez-zadeh al-Khorasani Mantan Sekjen Majma’ Taqrib bainal Madzahib al-Islamiyyah
• Prof. Dr. Musthafa Mohaghegh Damad Direktur the Academy of Sciences; Jaksa; Irjen Kementerian Kehakiman
• Dr. Mahmud Muhammadi Iraqi Ketua LSM Cultural League and Islamic Relations in the Islamic Republic of Iran
• Dr. Mahmud Mar’ashi an-Najafi Kepala Perpustakaan Nasional Ayatollah Mar’ashi an-Najafi
• Dr. Muhammad Ali Adharshah Sekjen Masyarakat Persahabatan Arab-Iran
• Syaikh Abbas Ali Sulaimani Wakil Pemimpin Spiritual Iran di wilayah Timur Iran

20. Iraq
• Grand Ayatullah Syaikh Husain al-Muayyad Pengelola Knowledge Forum
• Ayatullah Ahmad al-Bahadili Dai Islam
• Dr. Ahmad Abdul Ghaffur as-Samara’i Ketua Diwan Waqaf Sunni

21. Yordania
• Prof. Dr. Ghazi bin Muhammad Utusan Khusus Raja Abdullah II bin al-Hussein
• Syaikh Izzudin al-Khatib at-Tamimi Jaksa Agung
• Prof. Dr. Abdussalam al-Abbadi Mantan Menteri Agama
• Prof. Dr. Syaikh Ahmad Hlayyel Penasehat Khusus Raja Abdullah dan Imam Istana Raja
• Syaikh Said al-Hijjawi Mufti Besar Yordania
• Akel Bultaji Penasehat Raja
• Prof. Dr. Khalid Touqan Menteri Pendidikan dan Riset
• Syaikh Salim Falahat Ketua Umum Ikhwanul Muslimin Yordania
• Syaikh Dr. Abdul Aziz Khayyat Mantan Menteri Agama
• Syaikh Nuh al-Quda Mantan Mufti Angkatan Bersenjata Yordania
• Prof. Dr. Ishaq al-Farhan Mantan Menteri Pendidikan
• Dr. Abdul Lathif Arabiyyat Mantan Ketua DPR Yordania; Syaikh Abdul Karim Salim Sulaiman al-Khasawneh Mufti Besar Angkatan Bersenjata Yordania
• Prof. Dr. Adel at-Tuwaisi Menteri Kebudayaan
• Mr. Bilal at-Tall Pemimpin Redaksi Koran Liwa’
• Dr. Rahid Sa’id Shahwan Fakultas Ushuluddin, Balqa Applied University

22. Kuwait
• Prof. Dr. Abdullah Yusuf al-Ghoneim Kepala Pusat Riset dan Studi Agama
• Dr. Adel Abdullah al-Fallah Wakil Menteri Agama

23. Lebanon
• Prof. Dr. Hisyam Nashabih Ketua Badan Pendidikan Tinggi
• Prof. Dr. Sayyid Hani Fahs Anggota Dewan Tinggi Syiah
• Syaikh Abdullah al-Harari Ketua Tarekat Habasyi
• Mr. Husam Mustafa Qaraqi Anggota Tarekat Habasyi
• Prof. Dr. Ridhwan as-Sayyid Fakultas Humaniora, Lebanese University; Pemred Majalah al-Ijtihad
• Syaikh Khalil al-Mais Mufti Zahleh and Beqa’ bagian Barat

24. Libya
• Prof. Ibrahim ar-Rabu Sekretaris Dewan Dakwah Internasional
• Dr. al-Ujaili Farhat al-Miri Pengurus International Islamic Popular Leadership

25. Malaysia
• Dato’ Dr. Abdul Hamid Utsman Menteri Sekretariat Negara
• Anwar Ibrahim Mantan Perdana Menteri
• Prof. Dr. Muhammad Hasyim Kamaly Dekan International Institute of Islamic Thought and Civilisation
• Mr. Syahidan Kasem Menteri Negara Bagian Perlis, Malaysia
• Mr. Khairi Jamaludin Wakil Ketua Bidang Kepemudaan UMNO

26. Maroko
• Prof. Dr. Abbas al-Jarari Penasehat Raja
• Prof. Dr. Muhammad Farouk an-Nabhan Mantan Kepala Dar al-Hadits al-Hasaniyyah
• Prof. Dr. Ahmad Syauqi Benbin Direktur Perpustakaan Hasaniyyah
• Prof. Dr. Najat al-Marini Departemen Bahasa Arab, Mohammed V University

27. Nigeria
• H.H. Prince Haji Ado Bayero Amir Kano
• Mr. Sulaiman Osho Sekjen Konferensi Islam Afrika

28. Mamlakah Oman
• Syaikh Ahmad bin Hamad al-Khalili Mufti Besar Kesultanan Oman
• Syaikh Ahmad bin Sa’ud as-Siyabi Sekjen Kantor Mufti Besar

29. Pakistan
• Prof. Dr. Dzafar Ishaq Ansari Direktur Umum, Pusat Riset Islam, Islamabad
• Dr. Reza Shah-Kazemi Cendikiawan Muslim
• Arif Kamal Dubes Pakistan untuk Yordania
• Prof. Dr. Mahmud Ahmad Ghazi Rektor Islamic University, Islamabad; Mantan Menteri Agama Pakistan

30. Palestina
• Syaikh Dr. Ikrimah Sabri Mufti Besar al-Quds dan Imam Besar Masjid al-Aqsha
• Syaikh Taisir Rajab at-Tamimi Hakim Agung Palestina

31. Portugal
• Mr. Abdul Majid Wakil Ketua LSM Banco Efisa
• Mr. Sohail Nakhooda Pemred Islamica Magazine

32. Qatar
• Prof. Dr. Syaikh Yusuf al-Qaradawi Ketua Persatuan Internasional Ulama Islam
• Prof. Dr. Aisya al-Mana’i Dekan Fakultas Hukum Islam, University of Qatar

33. Rusia
• Syaikh Rawi ‘Ainudin Ketua Urusan Muslim
• Prof. Dr. Said Hibatullah Kamilev Direktur, Moscow Institute of Islamic Civilisation
• Dr. Murad Murtazein Rektor, Islamic University, Moskow

34. Arab Saudi
• Dr. Abdul Aziz bin Utsman at-Touaijiri Direktur Umum, The Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO)
• Sayyid al-Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf

35. Senegal
• Al-Hajj Musthafa Sisi Penasehat Khusus Presiden Senegal

36. Singapura
• Dr. Ya’qub Ibrahim Menteri Lingkuhan Hidup dan Urusan Muslim

37. Afrika Selatan
• Syaikh Ibrahim Gabriels Ketua Majlis Ulama Afrika Utara South African Ulama

38. Sudan
• AbdurRahman Sawar adz-Dzahab Mantan Presiden Sudan
• Dr. Isham Ahmad al-Bashir Menteri Agama SWISS
• Prof. Tariq Ramadan Cendikiawan Muslim

39. Syria (Suriah)
• Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buti Dai, Pemikir dan Penulis Islam
• Prof. Dr. Syaikh Wahbah Musthafa az-Zuhaili Ketua Departemen Fiqih, Damascus University
• Syaikh Dr. Ahmad Badr Hasoun Mufti Besar Syria

40. Thailand
• Mr. Wan Muhammad Nur Matha Penasehat Perdana Menteri
• Wiboon Khusakul Dubes Thailand untuk Irak

41. Tunisia
• Prof. Dr. al-Hadi al-Bakkoush Mantan Perdana Menteri Tunisia
• Dr. Abu Bakar al-Akhzuri Menteri Agama

42. Turki
• Prof. Dr. Akmaluddin Ilisanoghi Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI)
• Prof. Dr. Mualla Saljuq Dekan Fakultas Hukum, University of Ankara
• Prof. Dr. Musthafa Qagnci Mufti Besar Istanbul
• Prof. Ibrahim Kafi Donmez Profesor Fiqih University of Marmara
43. Ukraina
• Syaykh Dr. Ahmad Tamim Mufti Ukraina

44. Uni Emirat Arab
• Mr. Ali bin as-Sayyid Abdurahman al-Hasyim Penasehat Menteri Agama
• Syaikh Muhammad al-Banani Hakim Pengadilan Tinggi
• Dr. Abdusalam Muhammad Darwish al-Marzuqi Hakim Pengadilan Dubai

45. Inggris
• Syaikh Abdul Hakim Murad/Tim Winter Dosen, University of Cambridge
• Syaikh Yusuf Islam/Cat Steven Dai Islam dan mantan penyanyi
• Dr. Fuad Nahdi Pemimpin Redaksi Q-News International
• SamiYusuf Penyanyi Lagu-lagu Islam

46. Amerika Serikat
• Prof. Dr. Sayyid Hussain Nasr Penulis dan profesor Studi-studi Islam, George Washington University
• Syaikh Hamza Yusuf Ketua Zaytuna Institute
• Syaikh Faisal Abdur Rauf Imam Masjid Jami’ Kota New York
• Prof. Dr. Ingrid Mattson Profesor Studi-studi Islam, Hartford Seminary; Ketua Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA)

47. Uzbekistan
• Syaikh Muhammad ash-Shadiq Muhammad Yusuf Mufti Besar

48. Yaman
• Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Ketua I Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim
• Al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufriy Ketua II Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim

Berikut adalah video dari Quraish Shihab semoga semakin memperjelas tentang kelompok Syiah.

 

Demikian tulisan Persepsi yang salah terhadap Syiah, semoga semakin membuka mata kita, untuk tidak selalu melihat dan mencari perbedaan yang berujung pada perpecahan. Kita memang tetap harus waspada dalam menerima dan menyingkapi perbedaan dalam beragama, tapi selama akidah masih sama, maka perbedaan dalam hal-hal cabang adalah rahmat.

Penting :
Hati-hati terhadap sebuah golongan yang sekarang lagi menyusup di tengah-tengah kita, golongan ini sangat ringan lidah dalam mengkafirkan dan menganggap sesat siapapun yang bersebrangan dengan faham mereka, bahkan ulama sekalipun tak tanggung-tanggung mereka anggap sesat. Mereka inilah yang mungkin pernah di beritakan oleah baginda Rasul akan kedatangannya dalam sebuah hadis.

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1761)


Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

"Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari buruannya." (HR. Abu Dawud)

Ciri-Ciri Mereka yang lain :
  1. Suka mencela dan mengkafirkan kaum muslim.
  2. Merasa paling benar dalam beribadah.
  3. Berburuk sangka kepada kaum muslm
  4. Sangat keras kepada kaum muslim bahkan membunuh kaum muslim namun lemah lembut kepada kaum Yahudi
. Mereka kelak bergabung dengan Dajjal bersama Yahudi yang telah memfitnah atau menyesatkan kaum Nasrani.

Wassalamualaikum...

Kamis, 01 Agustus 2013

Saat Kita SADAR


Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa
Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Di saat kita SADAR, semua yang bergerak, dan segala yang diam, yang terbang dan yang mati tenggelam, yang berbahagia dan murung terluka, semua torehan masa lalu dan kejadian yang yang akan datang adalah kehendak dan ketetapanNYA, adalah bentuk keadilan dan kasih sayang-NYA

itulah sebuah kemenangan,,,,,kemerdekaan, ikhlas,,,bebas terlepas,
,,,,saat itulah, ibadah tak membuat rasa bangga, dosa yang tak membuat berbputus asa, ketidak adilan terasa tidak memberatkan dan kehilangan yang tak menumbuhkan kecemasan, maki cacian terdengar bagai tangga tangga nada...tangis dan tawa terasa sama, tak ada beda.
Ya.....saat kita SADAR, dialah yang ADA, ESA, satu-satunya


Renungan untuk Diri, yang masihs sering lalai dan lupa

Selasa, 30 Juli 2013

Pelacur Intelektual


Lagi-lagi salah seorang tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal), Zuhairi Misrawi berceloteh secara ngawur, rasis, ngasal dan sarkastik. Entah apa motif yang ada dibenaknya ketika secara bodoh, ia  memposting sebuah celotehan melalui akun twitter miliknya pada tanggal 28 Juli 2013 yang berbunyi,
“Kaum Islamis di negeri ini patut bersyukur, karena kita tidak akan membunuh mereka. Di Mesir, mereka dibunuh dan dinistakan#BhinekaTunggalIka”.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang pada akhirnya menyingkap kebodohan-kebodohan para musuh Islam secara simultan-spontantif, melalui lisan-lisan mereka sendiri. Sejatinya, kita sebagai seorang muslim hendaknya selalu berhusnudzan. Kata-kata diatas tersebut singkat, tapi padat. Didalamnya penuh dengan muatan agitatif, kebencian, rasial, dan kesombongan yang nyata. Mungkin tokoh ini (Zuhairi Misrawi) butuh ketenaran sehingga perlu membuat sebuah sensasi yang unik, atau mungkin ia sedang linglung akibat puasa yang ia lakukan secara terpaksa sehingga jiwanya labil dan pikirannya tidak mampu untuk digunakan berpikir secara stabil. Tapi setidaknya, dari tweet-nya tersebut, dengan pendekatan psiko-linguistik (psikologi bahasa), telah tersingkap lima poin penting yang perlu kita ketahui. Antara lain :
  1. Mereka (JIL) tidak berada dalam satu barisan dengan Islam sekalipun mereka menamakan basis komunitas mereka dengan nama Islam.
  2. Orang-orang liberal seperti Zuhairi dan komunitasnya (JIL), memposisikan Islam yang hakiki dan para aktivis Islam (Kaum Islamis) sebagai musuh dan manusia-manusia yang tidak memiliki martabat dan kehormatan sama sekali sehingga secara implisit boleh untuk diperangi, dibunuh, atau dinistakan tanpa alasan yang benar.
  3. Zuhairi dan orang-orang yang semacamnya adalah manusia yang berpikir secara sempit, feodalistik, sombong, dan merasa telah menjadi the right man, sehingga para aktivis Islam harus berterima kasih dan bersyukur kepada kaum liberal karena mereka tidak dibunuh dan dinistakan secara langsung.
  4. Mereka (orang-orang JIL) sejatinya adalah sekumpulan manusia yang sangat tidak menghargai dan tulus memperjuangkan dalam memperjuangkan HAM dan kebebasan sebagaimana topeng yang mereka pakai selama ini. Bahkan orang-orang ini secara tidak langsung menampakkan dukungan terhadap pembunuhan dan penistaan yang sedang terjadi di Mesir.
  5. Zuhairi Misrawi dan kelompoknya, merupakan manusia yang inkonsisten, pragmatis, pendusta, penuh agenda terselubung dan tipu daya terutama dalam usaha integrasi bangsa Indonesia secara utuh dan komunal. Zuhairi Misrawi menampakkan dirinya sebagai sosok yang ekslusif, anti pluralitas, dan tidak mampu menghargai perbedaan terutama ketika menyalahkangunakan semboyan bangsa #BhinnekaTunggalIka yang berfungsi sebagai alat akomodasi persatuan nasional.
Mungkin terlalu dini untuk mengatakan bahwa tweet Zuhairi tersebut mewakili JIL secara umum sebagai komunitasnya. Tidak bermaksud menggeneralisir, tapi fakta-fakta yang ada malah menunjukkan bahwa ide dan pemikiran dari anggota-anggota JIL memang setara, setidaknya dalam upaya mereka melecehkan Islam dan menyerang syari’atnya yang berfungsi sebagai basis eksistensi Islam. Banyak tokoh liberal Indonesia yang telah mengeluarkan bermacam statement gila pada beberapa masalah, sebagai contoh ada perlunya saya sertakan beberapa statement ngawur mereka itu;
  1. Muhammad Guntur Romli dalam salah satu tweet-nya pernah berkoar rasialistik tentang FPI, “Gimana ceritanya hewan-hewan qurban itu bisa lepas dan merusak masjid Ahmadiyah”.
  2. Luthfie Syaukani dalam salah satu tweet-nya juga pernah berkoar tentang jilbab, “Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat atau ke pengajian. Kalau ditempat umum ya mesti dibuka. Bego aja kebalik-balik”.
  3. Pada sidang MK di gedung MK, Jalan merdeka barat, Rabu, 17 Februari 2010, Luthfie Syaukani menghina Nabi Muhammad dengan pernyataannya terhadap nabi palsu Lia Eden, ”Apa yang dilakukan oleh Lia Aminudin, sama seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Kesalahan Lia sama dengan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad waktu munculnya Islam”.
  4. Pernyataan Ulil di Twitter-nya berkaitan dengan perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual & Transgender) yang semakin marak di Indonesia, “Kalau memang benar kaum Luth di adzab, kenapa Allah tidak menurunkan Adzab yang sama di zaman sekarang?”
Saya rasa terlalu panjang kiranya jika semua pernyataan gila tokoh-tokoh yang katanya berpendidikan tersebut disebutkan disini. Lagipula, saya rasa disebutkan semuanya atau hanya sebagianpun, kesesatan mereka tidak akan berkurang, kecuali jika Allah berkehendak atas semuanya itu. Sangat ironis ketika melihat bahwa sejatinya mereka adalah tokoh-tokoh yang secara gradual memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Dan pada kenyataannya, tokoh-tokoh yang menamakan dirinya berjuang untuk “Islam” versi mereka itu ibarat duri dalam daging, ibarat racun dalam madu. Berapa banyak pemuda maupun orang-orang awwam yang akhirnya terkecoh dengan kedok yang mereka jual. Intelektual-intelektual itu sejatinya adalah orang yang memperbaiki masyarakat, bukan malah yang merusaknya. Mungkin ada benarnya kata-kata Pramodya Ananta Toer pada saat dulu kala, “Jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. Kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesani dunia dengan kehebatannya—kehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu pengetahuannya. Tapi si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya.”
Benar sekali. Sejatinya, kotoran seandainya disepuh dengan cat emas, eksistensi wujud sesuai fungsi ontologisnya tetap saja dinamakan sebagai kotoran, baunya tetap bau kotoran dan isinya tetap kotoran. Begitupun kasus yang terjadi pada intelek-intelek tersebut yang rasa-rasanya bukan mencerahkan, bahkan malah menjadi sampah. Pelacur-pelacur intelektual ini sudah terlalu banyak dan semakin mengancam pemikiran dan aqidah para pemuda muslim. Maaf, jika tulisan saya terkesan sarkastik. Tapi benar, toh jika moral kita rusak, fungsi pendidikan yang mampu digunakan untuk proses islah juga tak bakal bisa diharapkan. Bagaimana mungkin seorang yang rusak memperbaiki orang lain yang keadaan dan kondisi jiwanya sama-sama rusak? Kita sudah seharusnya tidak terlalu naïf. Namun, inilah faktanya, pendidikan moral kita digerus oleh pelacur-pelacur intelektual itu. Nah, kalau seumpama agama sebagai sumber moral dibuang, apalagi fungsi yang relevan antara kita, pendidikan dan hakikat diri? Mengubah manusia menjadi monyet? Mungkin saja. Mungkin para monyet tertawa terkikik-kikik membaca tulisan ini. Tapi sejatinya, toh kita adalah  manusia. Kita bukan monyet. Dan monyet pun, sejatinya tidak bisa membaca. Wallahu a’lam bis showwab.
Payung FIB UI,
Senin, 20 Ramadhan 1434 H /29 July 2013

Afandi Satya .K

Sumber : www.eramuslim.com

Kamis, 25 Juli 2013

Pokok Dari Semua Maksiat

Poko-dari-maksiat

Salam alaikum sobar ruang
Udah berasa lama tidak menulis di blog Ruang, terima kasih untuk neng +Rizky hasti  yang udah mau bantu-bantu buat ngisi konten di blog ini. Buat temen-temen yang ingin berbagi, sangat dipersilahkan untuk menulis di blog ini, semoga ini bisa dihitung sebagai sebauh amal kebajikan....aamiin

Pada kesempatan ini, saya ingin mengutip sebuah pesan indah dari Ibnu Atha'illah dari kitab alhikam karangan beliau.

"Pokok dari semua maksiat dan kelalaian serta syahwatt itu adalah karena ingin memuaskan hawa nafsu (menuruti hawa nafsu). Sedangkan pokok dari segala ketaatan, kesadaraan dan keseponan ahlak budi adalah karna pengekangan(menahan) hawa nafsu"

Sebagaimana Firman Allah
"Aku tidak mengakui kebersiahan diriku, karna hawa nafsu itu selalu mengajak(menyuruh) kebapada kejahatan, kecuali kepada siapa saja yang mendapatkan rahmat(pertolangan) Tuhan, Sungguh Tuhanku maha pengampun lagi penyayang". (Yusuf : 53)

Abu Hafs berkata
Siapa yang tidak menuduh hawa nafsunya sepanjang masa dan tidak menentangnya dalam segala hal, dan tidka menariknya kejalan kebaikan, maka ia telah tertipu. Dan siapa yang memandang kepadanya dengan merasa sudah baik berarti dia telah membinasakannya.

Al-Junaid berkata:
"Jangan mempercayainya hawa nafsumu meskipun ia telah lama taat kepadamu, untuk beribadat kepada Tuhanmu"

Al-Bushiry dalam Burdahnya berkata :
"Tentang selalu hawa nafsu dan syaitan dan jangan menurutkan keduanya, meskipun keduanya memerikan nasehat kepadamu untuk berbut kebaikan, tetap engkau harus curiga dan berhati-hati."

demikian, semoga ada manfaat, wassalamualaikum

Rabu, 12 Juni 2013

Sifat Hawa Nafsu

Salam alaikum sobat Ruang, berjuang melawan kehendak nafsu memang bukan perkara mudah, apalagi dikehidupan akhir zaman yang semakin menggila ini. Beruntunglah orang yang sudah bisa mengendalikan nafsu mereka, dan memiliki nafsu yang dirahmati oleh Allah ta'ala. Sifat nafsu judul tulisan kali ini, semoga bermanfaat.

"Segala puji bagi Allah, kita memohon pertolongan, penunjuk dan keampunan Nya. Kita berlindung kepada Nya dari kejahatan kejahatan nafsu kita dan keburukan keburukan perbuatan kita"

Diriwayatkan oleh Tarmizi, Nasa’I, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad

Pengajaran dari hadis 1. Kita berlindung dari sifat nafsu dan perbuatannya 2. Kita berlindung dari siksaan dan sebabnya Perbuatan buruk termasuk dalam kejahatan kejahatan nafsu.

Apakah maksud ‘aku berlindung kepada Mu’ dari kejahatan yang menimpa ku kerana balasan dari perbuatan ku atau perbuatan ku yang buruk? Pendapat pertama lebih tepat, kerana berlindung dari perbuatan buruk setelah berlaku perbuatan buruk itu, tidak ada cara lain kecuali memohon pertolongan dari balasan, jika tidak tentu tak mungkin sesuatu perbuatan buruk dihapuskan begitu saja tanpa balasan. Ulama’ bersepakat nafsu adalah penghalang hubungan hati sampai kepada Allah. Allah tidak akan menghubungkan dengan sesiapa yang hatinya dikuasai oleh nafsu, kecuali setelah dia telah menghancurkan dan menewaskan nafsunya.

 Terdapat dua jenis manusia:

  1. Orang yang kalah dan tewas kepada nafsu sehingga ia tunduk dan mengikut perintah perintah nafsunya. 
  2. Orang yang berjaya mengalahkan dan memaksa nafsunya sehingga nafsu mengikut perintahnya. Perjalanan orang orang yang mencari kebaikan ia berakhir dengan mengalahkan nafsu. 
Oleh itu sesiapa yang berhasil memerangi nafsunya, dia akan menjadi pemenang dan berbahagia, sesiapa yang dikalahkan oleh nafsunya dia akan rugi dan binasa.
Allah berfirman dalam ayat 37 – 41 dari an Naazi’aat:

 فَأَمَّا مَن طَغَىٰ (٣٧) وَءَاثَرَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (٣٨) فَإِنَّ ٱلۡجَحِيمَ هِىَ ٱلۡمَأۡوَىٰ (٣٩) وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ (٤٠) فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِىَ ٱلۡمَأۡوَىٰ (٤١ 

 Maka (dapatlah masing-masing mengetahui kesudahannya); adapun orang yang melampau (perbuatan derhakanya); (37) Serta dia mengutamakan kehidupan dunia semata-mata; (38) Maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah tempat kediamannya. (39) Adapun orang yang takutkan keadaan semasa dia berdiri di mahkamah Tuhannya, (untuk dihitung amalnya), serta dia menahan dirinya dari menurut hawa nafsu; (40) Maka sesungguhnya Syurgalah tempat kediamannya. (41)

Sifat Nafsu

Nafsu muthma’innah

 يَـٰٓأَيَّتُہَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ (٢٧) ٱرۡجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً۬ مَّرۡضِيَّةً۬ (٢٨

"Hai nafsu muthma’innah, kembalilah kepada Allah dengan hati yang puas lagi diredhai" Al Fajr: 27-28

Pendapat ahli tafsir tentang ‘hai nafsu muthma’innah’:

Ibnu Abbas berkata; erti hai jiwa yang percaya Qatadah berkata; ia adalah jiwa yang beriman, jiwa yang tenang dengan apa yang dijanjikan Allah

Al Hassan berkata; yang merasa tenang dengan apa yang difirmankan Allah dan percaya dengan firmanNya

Mujahid berkata; ia adalah jiwa yang kembali dan tunduk kepada Allah dan yakon bahawa Allah adalah Tuhannya, ia merasa tenang dengan perintahNya dan mentaatiNya serta yakin pasti berjumpa denganNya

Hakikat muthma’innah (ketenangan) ialah diam dan menetap yakni ia benar benar menetapi Allah dengan mentaati perintahNya.

Nafsu ammarah bis suu’

Allah SWT menggambarkan nafsu ‘ammarah’ (banyak memerintah) dengan kejahatan, tidak mengatakan ‘amirah’ (yang memerintah) kerana begitu banyak kejahatan kejahatan yang diperintah oleh nafsu, itulah kebiasaan dan adapt nafsu, kecuali jika Allah merahmati dan menjadikannya bersih sehingga memerintah pemilik nafsu pada kebaikan. Itu kerana rahmat Allah bukan kerana nafsu.

Pada hakikatnya nafsu banyak memerintah pada kejahatan, sebab pada dasarnya ia diciptakan dalam keadaan bodoh dan zalim, kecuali kerana rahmat Allah. Justeru itu Rasulullah saw sentiasa memohon perlindungan Allah dari kejahatan nafsu.

Nafsu lawwamah

Adakah ia dari perkataan ‘talawwum’ (berubah rubah dan ragu ragu) atau dari perkataan ‘al lawwum’ (tercela)

Pendapat Salafus solih diantaranya:

Said bin Jubair berkata; ‘aku bertanya kepada Ibnu Abbas.. apakah al lawwamah? Beliau menjawab; iaitu nafsu yang tercela Mujahid berkata; ia adalah nafsu yang sangat menyesali apa yang telah berlalu dan mencela diri sendiri

Qatadah berkata; ia adalah nafsu yang hanyut dalam kemaksiatan

Ikrimah berkata; ia adalah nafsu yang mencela pada kebaikan dan keburukan Atha’ bin Abbas berkata; setiap nafsu mencela dirinya pada hari kiamat. Orang yang berbuat baik mencela nafsunya mengapa ia tidak menambah kebaikan dan orang yang berbuat kejahatan mencela nafsunya mengapa ia tidak berhenti dari kemaksiatannya Al Hasan berkata; sesungguhnya seorang mukmin itu demi Allah tidak anda dapati kecuali dia mencela nafsunya pada setiap keadaan. Ia selalu merasa kurang dengan apa yang ia kerjakan sehingga ia menyesali dan mencela nafsunya. Ada pun orang yang hanyut dan tenggelam dalam maksiat ia tetap melenggang terus dengan tidak mencela dirinya.

Itu adalah sebahagian dari ungkapan ulama’ yang berpendapat ‘al lawwamah’ berasal dari perkataan ‘al laum’.

Ada pun mereka yang berpendapa bahawa ‘al lawwamah’ berasal dari perkataan ‘talawwum’ kerana nafsu itu selalu ragu ragu dan sering berubah rubah dan ia tidak tetap dalam satu keadaan.

Pendapat pertama lebih kuat kerana ‘talawwum’ (selalu berubah rubah dan ragu ragu) merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari ‘al laum’ (tercela)

Nafsu menyeru kepada kedurhakaan dan mengutamakan dunia, sedangkan Allah menyeru hamba Nya agar takut kepada Nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu. Hati berada di antara kedua-dua seruan itu, terkadang ia berminat dengan seruan nafsu dan terkadang ia berminat dengan seruan Allah.

Demikian, postingan kali ini SIFAT NAFSU semoga bermanfaat.

Minggu, 02 Juni 2013

Nasihat Imam Ali

Nasihat-Imam-Ali

Nasihat Imam Ali.......Salam alaikum Sobat, pada kesempatan ini kembali saya ingin berbagi sebuah nasihat yang luarbiasa penuh makna dari Imam Ali, semoga ini bisa memberikan pencerahan untuk kita.
Pada kesempatan sebelumnya, saya juga telah post beberapa tulisan yang berkaitan dengan Imam Ali diataranya

  1. Riwayat Imam Ali bin Abi Thalib
  2. Kisah Romantis Imam Ali
  3. Kisah Imam Ali dan sedekah Buah Delima
  4. Keistimewaan Imam Ali
  5. Ilmu Vs Harta (imam Ali)
  6. Syair Imam Ali dan
  7. Beberapa Nasihat dari Imam Ali

"Kebaikan bukanlah memiliki harta melimpah dan anak banyak. Akan tetapi, kebaikan adalah jika amalmu banyak, ilmumu luas dan engkau tidak menyombongkan diri kepada orang lain dengan ibadahmu kepada Allah swt. Jika berbuat baik, engkau segera bersyukur kepada Allah swt dan jika berbuat buruk segera memohon ampun kepada-Nya. Di dunia ini tidak ada kebaikan, kecuali bagi orang berikut :


  1. Seorang yang banyak berbuat dosa kemudian bertobat dan memperbaiki segala kesalahannya.
  2. Seorang yang senantiasa bergegas untuk melakukan berbagai amal kebajikan


"Ketahuilah! Sesungguhnya kalian akan mati dan setelah itu dibangkitkan. Kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas semua amal kalian, serta mendapatkan balasan yang setimpal. Karena itu jangan tertipu kehidupan dunia. Kehidupan dunia ini penuh ujian, bersifat sementara dan sarat dengan tipu daya. Semua yang berada di dalamnya akan musnah. Para penghuninya pun saling berebut untuk memperolehnya.

Ketahuilah! Kalian beserta segala perhiasan kehidupan dunia akan mengalami hal yang sama dengan mereka yang terdahulu, orang-orang yang lebih panjang umurnya dan lebih megah rumahnya. Sekarang jasad mereka telah menjadi tulang belulang, rumah mereka kosong. Mereka berada di kubur yang letaknya dekat dan penghuninya terasingkan. Mereka digerogoti oleh cacing, tertimbun oleh bebatuan dan pasir.

Bayangkan kalian kelak akan menjadi seperti mereka, tubuh kalian hancur dan sendiri di kubur. Apa yang akan terjadi dengan kalian jika kiamat tiba, semua yang dikubur dibangkitkan dan segala rahasia yang tersembunyi dalam dada dibongkar, pada saat itulah setiap jiwa akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatannya selama hidup di dunia."

"Hapalkanlah lima hal ini, andaikata kalian menunggang onta untuk mendapatkannya, maka hingga onta itu kurus, kalian tidak akan memperolehnya :


  1. Seorang Hamba hendaknya tidak berharap kecuali kepada Allah swt Tuhannya.
  2. Seorang hamba hendaknya hanya takut akan dosa-dosanya.
  3. Seorang yang bodoh hendaknya tidak merasa malu untuk bertanya.
  4. Seorang yang berilmu ketika ditanya tentang sebuah persoalan dan tidak mengetahui jawabannya, hendaknya tidak malu untuk mengatakan, "Allah swt yang Maha Mengetahui."
  5. Bagi Iman, sabar ibarat kepala sebuah tubuh, sehingga tidak ( sempurna ) iman seseorang yang tidak memiliki kesabaran.


Sekian, semoga Nasihat Imam Ali diatas bisa menjadi bahan rengungan kita bersama...aamiin

Kamis, 30 Mei 2013

Syalawat Imam Syafi'i

Salam alaikum Sobat Ruang, pada kesempatan yang bahagia ini, alhamdulillah saya berkesempatan share postingan baru dengan judul Syalawat Imam syafi'i. Syalawat ini terdapat dalam kitab Al Risalah karangan beliau.

Tapi sebelumnya, berikut beberapa riwayat dari keagungan selawat ini,
Baca Juga kisah menarik tentang Imam syafi'i ditangkap


Al- Mazani bertutur sebagai berikut: Saya bermimpi melihat Imam Al-Syafi’i. Lalu saya bertanya pada beliau, "Apa yang telah diperbuat Allah terhadap diri Anda?"

Beliau menjawab, Allah telah mengampuni diriku berkat shalawat yang aku cantumkan di dalam kitab Al-Risalah, yaitu: Allahumma shalli ‘ala Muhammadin kullama dzakaraka al-Dzakiruna wa Shalli ‘ala Muhammadin kullama ghafala ‘an dzikrik al-Ghafiluna.”

Sementara itu, Imam Al-Ghazali di dalam kitab Al-Ihya’ menuturkan hal berkut: Abu Al-Hasan Al-Syafi’i menuturkan, "Saya telah bermimpi melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu saya bertanya, "Ya Rasulullah, dengan apa Al-Syafi’i diberi pahala dari sebab ucapannya dalam kitab Al-Risalah: Washallallahu ‘ala muhammaddin kullama dzakara al-Dzdakirun waghafala ‘an dzikrik al-ghafilun?’ Rasulullah menjawab: ‘la tidak ditahan untuk dihisab."‘

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: "Mimpi baik yang berasal dari seorang yang shalih adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian." (HR Bukhari 6468)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim; Telah menceritakan kepada kami Rauh; Telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Ishaq; Telah menceritakan kepadaku Abu Az Zubair bahwa dia mendengar Jabir bin ‘Abdullah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa bermimpi melihatku dalam tidurnya, maka sesungguhnya dia benar-benar melihatku; karena setan itu tidak dapat menyerupai bentukku." (HR Muslim 4210)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Shabbah Telah menceritakan kepada kami Mu’tamir aku mendengar Auf telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sirin bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika akhir zaman semakin mendekat, mimpi seorang mukmin nyaris tidak bohong, dan mimpi seorang mukmin adalah satu bagian dari empat puluh bagian kenabian, dan apa yang berasal dari kenabian tentu tidaklah bohong. (HR Bukhari 6499)

Berikut adalah Syalawat imam Syafi'i

Pertama :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ لَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا أَمَرْتَ بِالصَّلاَةِ عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُصَلَّى عَلَيْهِ . وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا تَنْبَغِي الصَّلاَةُ عَلَيْهِ. 

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebanyak jumlah orang yang bershalawat kepadanya, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebanyak jumlah orang yang tidak bershalawat kepadanya, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana shalawat yang Engkau perintahkan kepadanya, lim-pahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana Engkau suka agar dibacakan shalawat atasnya, dan limpahkanlah pula shalawat kepada Nabi Muhammad sebagaimana selayaknya ucapan shalawat atasnya. "

Kedua :

صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ كُلَّما ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ. 

 Artinya: "Ya Allah, limpakanlah shalawat atas Nabi kami, Nabi Muhammad, selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan untuk menyebut-Mu."


Keterangan :

Berkaitan dengan redaksi shalawat pertama di atas telah diceritakan di dalam syarah atas kitab Dala’il Khairat, Syaikh Abul Abbas Ibn Mindil menyebutkan dalam kitab Tuhfah al-Maqashid bahwa Imam al-Syafi’i pernah diimpikan oleh seseorang, lalu orang itu bertanya kepadanya, "Apa yang telah diperbuat Allah atas diri Anda?” Imam al-Syafi’i menjawab, Allah telah mengampuni diriku." "Dengan amal apa?" orang itu bertanya lagi. "Dengan lima kalimat yang aku pergunakan untuk bershalawat kepada Nabi" Jawab Imam al-Syafi'i. "Bagaimana redaksinya?" Lantas beliau mengucapkan shalawat tersebut di atas.
Sedangkan berkaitan dengan redaksi shalawat kedua, Imam al-Muzaniy bertutur sebagai berikut: Saya bermimpi melihat Imam al-Syafi’i. Lalu saya bertanya pada beliau, "Apa yang telah diperbuat Allah terhadap diri Anda?" Beliau menjawab, Allah telah mengampuni diriku, memberikan kasih sayang kepadaku dan meninggikan derajatku di surga berkat shalawat yang aku cantumkan di dalam kitab Al-Risalah, yaitu:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ .

Tatkala di pagi hari aku lihat kitab al-Risalah, maka aku temukan shalawat yang disebutkan oleh Imam al-Syafii.[1] Pada shalawat kedua ini terdapat sedikit perbedaan redaksi dari yang disebutkan oleh Imam Abdullah Ibn Hakam.
by H. Rizki Zulqornain Asmat

[1] Imam Muhammad Ibn Ya’qub al-Fairuz al-Abadiy, al-Shilat Wa al-Bisyar Fi Shalat Ala Khair al-Basyr (Beirut: Dar al-Kutub 1985) h. 162; Syaikh Yusuf Ibn Ismail al-Nabhaniy, Afdhal al-Shalawat Ala Sayyid al-Sadat (Beirut: Dar al-Fikr 2004) h. 78-79.

[2] Imam Muhammad Ibn Muhammad al-Ghazaliy, Ihya Ulumiddin vol. 1 (Beirut: Dar al-Fikr 1990) h. 313.

Sumber :
               - http://yayasanalmuafah.wordpress.com/2012/09/14/shalawat-imam-syafii-radiyallahu-anhu/
               - http://mutiarazuhud.wordpress.com/2013/05/20/janganlah-ikut-dihalau/

Demikian postingan shalawat Imam Syafi'i, semoga bermanfaat, Wassalamualaikum

Rabu, 29 Mei 2013

KITAB PUASA [BAG.1]


Salam Alaikum Sobat Ruang, berhubung sebentar lagi kita akan menjalani puasa ramadhan yang insyaAllah jatuh pada tanggal 9 Juli 2013, untuk menyegarkan kembali ingatan, berikut saya share KITAB PUASA  yang membahas berbagai hal tentang puasa yang saya kutipkan dari Kitab Kifayatul Akhyar, semoga bermanfaat.

KITAB PUASA

Berkata Syaikh Abu Syujak
Syarat-syarat wajib puasa itu ada 3, yaitu pertama adalah beragama Islam, Baligh dan Berakal.

Shaum menurut lughat artinya menahan diri dari sesuatu. Firman Allah

“Sesungguhnya aku bernazar karena Allah, Untuk menahan diri dari bercakap dengan orang” (maryam : 26)

Adapaun shaum menurut syarak artinya menahan diri yang tertentu, oleh orang yang tertentu dalam waktu yang tertentu.
Kemudian ketentu wajibnya berpuasa itu adalah berdasarkan kitab Alquran, Sunnah dan Ijmak Ulama. Di dalam Alquran Allah berfirman :

“Barang siapa diantara kamu melihat bulan tanggal baru, maka hendaklah berpuasa” (Al-baqarah :158)

Didalam hadis dikatakan : Islam didirikan atas lima perkara.  Yang didalamnya disebutkan “puasa Ramadhan”. Dan ijmak telah menetapkan wajibnya puasa Ramadhan.

Kemudian kewajiban puasa tersebut berkaitan dengan orang yang Islam, baligh, Berakal dan (berkuasa)Mampu. Jadi puasa tidak wajib bagi orang kafir. Puasa tidak sah jika dari orang kafir, karena orang kafir bukan termasuk ahli ibadah.

Puasa juga tidak wajib atas anak kecil dan orang gila. Karena sabda Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasalam :

“Qalam pencatat amal telah diangkat dari tiga macam orang, yaitu, anak kecil, orang gila dan orang yang tertidur”

Adapun bagi orang yang sama sekali tidak kuat berpuasa, atau kuat tetapi andaikata diteruskan akan membawa bahaya atau sakit yang tidak dapat ditanggung karena sebab tuannya atau karena sakit yang tidak lagi dapat diharapkan kesembuhannya, maka orang tersebut tidak wajib berpuasa.

Benar tidak wajib berpuasa, akan tetapi orang tersebut wajib  membayar satu mud bahan makanan sebagai gantinya puasa satu hari menurut qaul yang ashah, jika orangnya mampu membayar. Jadi andaikata orang itu tidak mampu membayar ketika itu, tetapi dikemudian hari mampu, apakah wajib dia mambayar mud? Ada dua qaul sebagaimana yang ada di dalam masalah kaffarah jimak ketika orangnya tidak mampu lalu kemudian mampu. Wallahu’alam

Berkata Syaikh Abu Syujak :
Fardhu-fardhu puasa itu ada lima, yaitu pertama Niat, Menahan diri dari makan, Menahan diri dari minum, menahan diri dari Jimak.

Puasa orang tidak sah jika tidak disertai dengan niat, berdasarkan hadis nabi, “tempatnya niat ada didalam hati”. Tidak disyaratkan harus mengucapkan niat. tanpa Khilaf. Niat wajib dilakukan pada malam hari, karena puasa siang hari itu merupakan suatu ibadah yang tersendiri.
Bukankah telah kamu ketahui bahwa apabila salah satu dari hari-hari puasa rusak, maka hal itu tidak dapat membatalkan hari-hari yang lain?

Andaikata seseorang berniat berpuasa untuk segenap bulan ramadhan, sah niatnya untuk hari pertama saja menurut mazhab yang kuat.
Wajib bagi seseorang menjelaskan niat di dalam puasa fardhu. Dan wahib pula melakukan niatnya pada malam hari. Tidur, makan dan menjimak istri setelah berniat, tidak membahayakan (Tidak merusak niat). Andai kata orang itu berniat seiring dengan terbitnya fajar maka tidak sah niatnya. Sebab orang itu tidak meletakkan niatnya pada malam hari.

Niat yang paling sempurna adalah niat berpuasa hari besok untuk menunaikan kewajiban ramadhan tahun ini karena Allah.

Ketahuilah bahwa niat Ada’ atau Qadhak dan lain sebagainya, semua itu ada khilaf diantara para Ulama, Sebagaimana telah dijelaskan dalam bab shalat dimuka (Bab Shalat Kitab Kifayatul Akhyar).

Di dalam berniat haruslah mantap. Jadi andaikata orang itu niat hendak keluar dari puasanya, tidak batal puasanya menurut qaul yang shahih.
Ketahuilah bahwa orang yang berpuasa itu wajib menahan diri dari hal yang bisa membatalkan puasanya. Perkara yang bisa membatalkan puasa ada bermacam-macam, diantaranya adalah makan dan minum dengan sengaja walaupun hanya sedikit.
Demikian pula yang serupa dengan makan. Jadi patokannya, puasa menjadi batal dengan masuknya suatu benda dari luar bada kedalam badan melalui lubang yang terbuka dengan sengaja dan ingat akan puasanya.

Sayarat ‘Dalam Badan” ialah masuk kedalam rongga dalam. Sekalipun benda yang masuk tidak berubah warna. Demikian yang Shahih. Sehingga andaikata ada seseorang meneteskan suatu benda cair ke dalam telinganya, atau memasukkan pencelak mata atau jerami kedalam telinga, dapat mebatalkan puasanya. Atau menyumbat kemaluannya dengan kapuk misalnya, juga dapat membatalkan puasa menurut qaul yang shahih.

Beda sekali dengan bercelak, meskipun orangnya dapat merasakan celaknya, tetapi tidak membatalkan puasanya. Sebab mata tidak merupakan anggota badan bagian dalam dan juga tidak ada lubang yang bisa menyampaikannya kedalam rongga.

Demikian pula andaikata orang itu menusukkan sebilah pisau kedalam daging betis, tidak batal puasanya. Sebab daging tersebut tidak termasuk anggota bagian dalam. Lain jika pisau itu ditusukkan kedalam perut, karena perut termasuk kedalam rongga bagian dalam.

Menelan ludah tidak membatalkan puasa. Kemudian apabila ludah telah bercampur dengan benda lain, baik benda lain itu suci seperti memilin benang berwarna dengan mulut atau berupa benda najis seperti gusi yang berdarah atau ludah yang telah berubah warna karena darah dapat membatalkan puasa tanpa Khilaf.

Andaikata darahnya telah hilang dan ludah sudah berubah menjadi putih, menurut qaul yang shahih jika ludah tersebut ditelan, makan puasanya akan menjadi batal dan mulutnya menjadi najis. Dan tidak dapat mensucikan mulut tersebut kecuali dengan berkumur-kumur.

Andaikata ludahnya keluar sampai batas bibir, lalu dikembalikannya dengan menggunakan lidah dan kemudian ditelan, maka batal puasanya. Demikian juga andaikata orang itu memilin benang dengan cara membasahi benang tersebut dengan ludahnya, lalu dimasukkan kemulut dalam keadaan basah, lalu bercampulah ludah yang membasahi benang dengan ludah didalam mulutnya, kemudian ludah yang ada didalam mulutnya ditelan, menjadi batalah puasanya.

Berbeda jika orang itu menjulurkan lidahnya keluar dan dipucuk  lidahnya terdapat ludah yang belum terpisah, lalu ludah itu ditelan, menurut qaul yang sahih, puasanya tidak menjadi batal.

Andaikata dahak turun dari kepala dan berhenti di atas tenggorokan, dilihat dulu. Apabila orang itu tidak dapat mengeluarkan dahak dan terpaksa dahak tersebut masuk ke dalam, puasanya tidak menjadi batal. Tetapi apabila orang tersebut bisa mengeluarkan dahak tersebut tapi dibiarkannya masuk kedalam, batal puasanya. Hal itu disebabkan karena keteledorannya.

Andaikata orang itu berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung, maka jika orang itu melakukannya dengan cara berlebihan, maka batal puasanya. Dan jika tidak, maka tidak batal puasanya. Dan terlanjurnya air masuk kedalam rongga ketika hendak mencuci najsinya rongga mulut maka hukumnya sama dengan berkumur-kumur.

Bersambung......Download versi PDF nya di Sini Pojok Download
Pembahasan berikutnya adalah mengenai CABANG PERMASALAHAN......

Demikian untuk postingan KITAB PUASA pada kesemepatan kali ini, insyaAllah pada kesemepatan berikutnya kita akan sambung kembali, Wassalamualaikum


Minggu, 26 Mei 2013

Kekaguman Wanita Barat Kepada Wanita Muslimah

Kekaguman Wanita barat kepada Wanita Muslimah, tulisan ini merupakan sebuah unkapan seorang wanita barat yang menyampaikan betapa mereka kagum pada sosok Wanita Muslimah dan mengakui bahwa mereka juga telah tertipu dan dijajah oleh media media pemberitaan dan perfilman. Tulisan ini saya COPAS dari Eramuslim.com karna saya merasa ini sangat penting untuk diketahui oleh para Wanita Muslimah. Selangkapnya silahkan baca pengakuan seorang wanita barat akan kekagumannya pada Wanita Muslimah, dan tolong disebarkan juga.

"Kepada Saudariku Para Muslimah";.

Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak yang mengelilingi mereka. Aku menyaksikan bahwa meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata.

Tapi aku tidak bisa memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang paling penting kebahagiaan yang tetap terpancar dari wajah kalian.

Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.

Perangkap Setan

Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.

Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami. Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari pengaruh jahat mereka.

Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket kebohongan dan penyimpangan realitas.

Hollywood menampilkan seks bebas sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka.

Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh racun-racun itu.

Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga.

Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.

Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja.

Orang-orang seperti di Hollywood hanya ingin menghancurkan keluarga dan

meyakinkan kaum perempuan agar mau tidak punya banyak anak.

Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang. Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi pikiran kalian.

Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat yang telah tertipu.

Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim lebih “seksi” daripada model pakaian Barat, karena busana itu menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah “misteri” dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah.

Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya.

Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.

Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka mengenakan kerudung.

Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas palsu.

Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah !

Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.

Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi

. Tapi sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.

Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal.

Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau agamanya.

Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka cintai.

Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang disukai.

Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman untuk mencintai.

Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tergantikan seperti kehormatan saya semula.

Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa.

Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagian dari kami tidak mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami.

Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang.

Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu mempengaruhi kalian.

Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah !.

sumber : note seorang sahabat, Ahmad Come- Mahlili Yusup
Semoga tulisan Kekaguman Wanita Barat Kepada Wanita Muslimah bermanfaat, wasslamualaikum

Sabtu, 25 Mei 2013

Keutamaan Saf Pertama dan Perintah menyempurnakan Saf-Saf Permulaan

Keutamaan-saf-pertama

Salam Alaikum Sobat Ruang. Keutamaan Saf Pertama Dan Perintah Menyempurnakan Saf-saf Yang Permulaan , Yakni jangan Berdiri Di Saf Kedua Sebelum Sempurna Saf Pertama Dan jangan Berdiri Di Saf Ketiga Sebelum Sempurna Saf Kedua Dan Seterusnya, Serta Meratakan Saf-saf Dan Merapatkannya adalah judul asli dari bab 194 pada terjemahan kita riyadhus salihin-imam Nawawi.

Pada kesempatan sebelumnya saya pernah share tulisan tentang KELEBIHAN SHALAT BERJAMAAH SUBUH DAN ISYA, silahkan dibaca bagi yang belum.

Dari Jabir bin Samurah radhiallahu 'anhuma, katanya:
"Rasulullah s.a.w. keluar pada kita semua, lalu bersabda: "Tidak dapatkah engkau semua berbaris sebagaimana berbaris-nya para malaikat disisi Tuhannya?" Kita lalu berkata: "Ya Rasulullah, bagaimanakah cara para malaikat itu berbaris di sisi Tuhannya?" Beliau s.a.w. bersabda: "Mereka menyempurnakan saf-saf permulaan - yakni tidak berdiri di saf kedua sebelum sempurnanya saf pertama dan tidak di saf ketiga sebelum sempurnanya saf kedua dan seterusnya, juga mereka itu saling rapat-merapatkan saf-saf itu." (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besarnya pahala azan dan menempati saf pertama, kemudian tidak dapat memperoleh jalan untukitu melainkan dengan mengadakan undian, niscayalah mereka itu akan mengadakan undian." (Muttafaq 'alaih)

Dari Abu Hurairah r.a. pula katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sebaik-baiknya saf bagi kaum lelaki ialah saf pertama-nya, sedang sejelek-jeleknya saf bagi mereka ialah saf yang peng-habisan. Adapun sebaik-baiknya saf bagi kaum wanita ialah saf penghabisan, sedang sejelek-jeleknya saf bagi mereka ialah saf pertamanya." (Riwayat Muslim)

Dari Abu Said r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. melihat di kalangan sahabat-sahabatnya ada kemunduran - yakni ada orang-orang yang suka berdiri di saf belakang saja, lalu beliau s.a.w. bersabda kepada mereka:
"Majulah engkau semua lalu ikutilah saya dan hendaknya mengikuti engkau semua orang-orang yang se-sudahmu itu. Tidak henti-hentinya sesuatu kaum itu suka membelakang, sehingga mereka akan dibelakangkan pula oleh Allah.' Maksudnya kalau orang itu gemar membelakang dalam kemuliaan, tentu dibelakangkan oleh Allah dalam pemberian kerahmatan. (Riwayat Muslim)

Dari Abu Mas'ud r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. pernah mengusap bahu-bahu kita dalam shalat lalu bersabda:
"Ratakanlah olehmu semua - saf-saf itu - dan jangan berselisih - seperti ada yang lebih maju atau lebih mundur, sebab hati-hatimupun akan berselisih pula. Hendaknya mendampingi saya orang-orang yang dewasa dan yang berakal cukup di antara engkau semua itu, kemudian orang-orang yang mendekati mereka - yakni yang tarafnya ada di bawah-nya, kemudian orang-orang yang mendekati mereka - yakni yang tarafnya di bawah mereka lagi." (Riwayat Muslim)

Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Ratakanlah saf-safmu semua itu, karena sesungguhnya merata-kan saf-saf itu termasuk tanda kesempurnaan shalat." (Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan:
"Karena meratakan saf-saf itu adalah termasuk tanda didirikan-nya shalat."

Dari Anas r.a. pula, katanya: "Shalat telah diiqamati, kemudian Rasulullah s.a.w. menghadap kepada kita semua dengan wajahnya lalu bersabda:
"Tetaplah engkau semua mendirikan saf-safmu semua itu dan rapatkanlah saf-saf tadi, karena sesungguhnya saya ini dapat melihat engkau semua dari belakang punggungku."
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan lafaznya dan juga oleh Imam Muslim yang semakna dengan itu.

Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkanpula: "Seorang dari kita menempelkan bahunya dengan bahu kawannya dan juga kakinya dengan kaki kawannya -yakni amat rapat sekali."

Dari an-Nu'man bin Basyir radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Niscayalah engkau semua harus meratakan saf-safmu itu atau -kalau tidak suka meratakan saf-saf, maka niscayalah Allah akan memperselisihkan antara muka-muka hatimu - yakni menjadi ummat yang suka bercerai-cerai." (Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: Bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu meratakan antara saf-saf kita, sehingga seolah-olah diratakannya barisan anak panah. Demikianlah sehingga beliau meyakinkan bahwa kita semua telah mengerti benar-benar akan cara meratakan saf-saf itu.

Selanjutnya pada suatu hari beliau s.a.w. keluar lalu berdiri sehingga hampir saja akan bertakbir, lalu melihat ada seorang yang dadanya menonjoh ke muka saf, kemudian beliau s.a.w. bersabda:
"Hai hamba-hamba Allah, niscayalah engkau semua harus meratakan saf-safmu atau niscayalah Allah akan memperselisihkan antara muka-muka hatimu."

Dari al-Bara' bin 'Azib radhiallahu 'anhuma, katanya:
"Rasulullah s.a.w. mengisikan sela-sela saf dari arah sini ke arah situ, sehingga dada-dada dan bahu-bahu kita saling mengusap - antara yang seorang dengan lainnya. Beliau s.a.w. bersabda: "Janganlah engkau semua berselisih - yakni terlampau maju atau terlampau mundur dari saf, maka hal itu akan menyebabkan berselisihnyahati-hatimu semua."

Beliau s.a.w. juga bersabda: "Sesungguhnya Allah dan malaikatnya menyampaikan kerahmatan pada saf-saf permulaan." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tetaplah mendirikan saf-saf dengan rata, samakanlah letaknya antara bahu-bahu, tutuplah semua sela yang kosong dan bersikap haluslah dengan tangan saudara-saudaramu - yakni jikalau diajak maju atau mundur untuk meratakan saf-saf. kekosongan-kekosongan Janganlah untuk diisi engkau oleh semua syaitan. meninggalkan Barangsiapa yang merapatkan saf, maka Allah akan me-rapatkan hubungan dengannya dan barangsiapa yang memutuskan saf - yakni tidak suka mengisi mana-mana yang tampak kosong, maka Allah memutuskan hubungan dengannya."
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih

Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Rapatkanlah saf-saf mu semua, perdekatkanlah jarak antara saf-saf itu - yang sekiranya antara kedua saf itu kira-kira tiga hasta - dan samakanlah letaknya antara leher-leher. Maka demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya saya niscaya-lah dapat melihat syaitan itu masuk di sela-sela kekosongan saf, sebagaimana halnya kambing kecil." Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad menurut syarat Imam Muslim. Alhadzaf dengan ha' muhmalah dan dzal mu'jamah yang keduanya difathahkan, lalu fa' ialah kambing kecil, hitam warnanya yang ada di Yaman.

Dari Anas r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda;
"Sempurnakanlah saf yang termuka dahulu, kemudian yang ada di belakangnya itu - lalu yang ada di belakangnya lagi. Maka mana yang masih kurang rapatnya, hendaklah itu ada di saf yang ter-belakang sendiri." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan,

Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah dan malaikatNya menyampaikan kerah-matan pada saf-saf yang sebelah kanan."
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad menurut syaratnya Imam Muslim, tetapi di dalamnya ada seorang lelaki yang masih diperselisihkan dapatnya dipercaya oleh para ahli Hadis.

Dari al-Bara' r.a., katanya: "Kita semua apabila bersembahyang di belakang Rasulullah s.a.w., maka kita semua senang kalau berada di sebelah kanannya. Beliau menghadap kepada kita dengan wajahnya, lalu saya mendengar beliau s.a.w. mengucapkan " doa - yang artinya: "Ya Tuhan,lindungilah saya dari siksaMu pada hari Engkau menghidupkan - sesudah mati yakni pada hari kiamat -atau pada hari Engkau mengumpulkan hamba-hambaMu." (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya:
"Rasulullah s.a.w. bersabda: "Pertengahkanlah imam - yakni antara ma'mum yang berdiri di sebelah kanan dan di sebelah kiri hendaklah sama banyaknya, sehingga imam itu tempatnya ada di tengah - dan tutuplah sela-sela yang kosong." (Riwayat Abu Dawud)

Sekian tulisan Keutamaan Saf Pertama dan Perintah menyempurnakan Saf-Saf Permulaan semoga bermanfaat, wassalamualaikum

Jumat, 24 Mei 2013

Kelebihan Shalat berjamaah Shubuh Dan Isyak

Kelebihan-Shalat-subuh-isya

Salam alaikum Sobat Ruang, Alahmdulillah pada kesempatan yang baik ini, saya ingin share tentang Kelebihan Shalat berjamaah Shubuh Dan Isyak yang saya kutip dari Kitab Riyadhus Salihin, karangan imam Nawawi, judul sebenarnya adalah Anjuran Mendatangi Shalat Jamaah Shubuh Dan Isyak, jika anda ingin mendownload terjemahan kitab ini, pernah saya share pada postingan sebelumnya di DOWNLOAD TERJEMAHAN KITAB RIYADHUS SHALIHIN.

Dari Usman r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya' dengan jamaah, maka seolah- olah ia mendirikan shalat separuh malam dan barangsiapa yang mengerjakan shalat Subuh dengan jamaah, maka seolah-olah ia mendirikan shalat semalam suntuk." (Riwayat Muslim)

Dalam riwayat Imam Termidzi dari Usman r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang menghadhiri shalat Isya' dengan jamaah maka baginya adalah pahala mengerjakan shalat selama separuh malam dan barangsiapa yang bersembahyang Isya' dan Subuh dengan jamaah, maka baginya adalah pahala seperti mengerjakan shalat semalam suntuk." Imam Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besar pahalanya mengerjakan niscayalah shalat mereka Isya' akan dengan berjalan merangkak". (Muttafaq 'alaih)
Hadis ini telah dahulu secara lengkapnya yang panjang. Lihat Hadis no. 1030.

Hadis 1030
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besar pahalanya berazan dan menempati saf pertama - di waktu shalat, kemudian mereka tidak menemukan jalan untuk memperolehnya itu melain-kan dengan cara mereka mengadakan undian, niscayalah mereka akan melakukan undian itu. Juga
andaikata para manusia mengetahui betapa besar pahalanya datang lebih dulu - untuk melakukan shalat, niscayalah mereka akan berlomba-lomba untuk itu. Demi-kian pula andaikata mereka mengetahui betapa besar pahalanya shalat Isyak dan shalat Subuh - dengan berjamaah, niscayalah mereka akan
mendatangi kedua shalat itu, sekalipun dengan ber-jalan merangkak."(Muttafaq 'alaih)

Alistiham artinya mengadakan undian dan Attahjir ialah datang paling awa!
untuk mengerjakan shalat - di masjid.

Dari Abu Hurairah r.a. pula katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak ada suatu shalatpun yang terlebih berat dirasakan oleh orang-orang munafik itu daripada shalat Subuh dan Isya', tetapi andaikata mereka mengetahui betapa besar pahalanya kedua shalat itu, niscayalah mereka akan mendatanginya sekalipun dengan berjalan merangkak - ke tempat jamaahnya." (Muttafaq 'alaih)

Note :
Tentu kita harus tetap menjaga keikhlasan dalam beribadah dengan semata-mata karna Allah Ta'ala, bukan karna fadhilah amal yang kita kerjakan tersebut. Demikian Kelebihan Shalat berjamaah Shubuh Dan Isyak semoga bermanfaat. Wassalamualaikum

Selasa, 21 Mei 2013

Pilkada di Daerahku-PARAH

Pilkada

Salam alaikum Sobar Ruang, Pada kesempatan ini saya pengen curhat dikit, sebenarnya ini tentang politik, dan jujur saya sungguh sangat tidak tertarik untuk berbicara tentang politik, tapi karna ini terjadi di lingkungan tempat saya tinggal, membuat jari jemari saya terasa gatal untuk menuliskan tentang isi kepala saya. Pilkada di Daerahku-PARAH, tulisan ini mungkin akan membuka aib sebagian masyarakat ditempat saya tinggal, tapi saya yakin ini juga terjadi di daerah-daerah lain, bahkan ditempat saya tinggal, bisa di katakan tempat yang paling adem, yang paling no Comment lah sama Pilkada ditahun ini, jika dibandingkan sama desa desa tetangga.

Kemarin tanggal 13 Mei telah diadakan pemilihan Gubernur wakil gubernur, dan Bupat wakil Bupati, yang serentak dilaksanakan. Untuk diketahui daerah tempat tinggal ku termasuk daerah pedalaman, dimana orang-orang yang berumur 40 tahun keatas, 90%-nya tidak pernah bersekolah, anak mudanya juga jarang yang sampe kuliah.

Yang menarik dari PILKADA di tahun ini adalah sedikit terasa lebih meriah, lebih hangat, panas, bahkan mendidih, terutama untuk pemilihan calon BUPATI dan WAKIL BUPATI. Tim sukses masing masing calon bergentayangan dijalan jalan dan pintu pintu rumah warga. Memang kalao dilihat sepintas, ada banyak kepentingan yang ingin diperjuangkan dan habis-habisan dipertahankan oleh para calon yang ingin menjabat dan calon yang ingin bertahan. Tapi saya tidak ingin membuka masalah orang-orang atas itu dalam tulisan ini, yang ingin saya angkat adalah masyarakat-masyarakatnya yang rela membuka gerbang permusuhan, membangun jembatan persabatan, mengaspal jalan-jalan picik dengan bertabur senyuman,,,,,,wuih bahasanya...tak apa, biar sedikit lebih dramatis.

Ya saya ingin berbicara masalah JUDI taruhan, tidak seperti dulu, yang orang-orangnya biarpun bodoh dan dungu, tapi tidak cukup berani untuk terang-terangan melakukan JUDI taruhan, SEKARANG, herannya ini malah menjadi perbicangan hangat dan mengasyikkan ditengah2 masyarakat. Taruhan Uang, rumah, kendaraan, bahkan sitri, yang wanita-nya malahan naruhin diri, dan ada terakhir saya dengar ada yang mau di sunat dua kali. HA HA rasanya aku ingin tertawa bersama setan yang sedang berpesta pora.

Dan ini yang saya khawatirkan, tidak hanya dilakukan oleh para orang tua, sekarang praktik JUDI taruhan ini, sudah menjadi hobi kalangan muda, yang agak kaya bertaruh uang ratusan juta, yang agak menengah, kendaraan atau rumah, yang agak kurang berada biasanya sekedar handphone genggam atau jam tangan, yang tak memiliki modal apa2, itu tadi mau disunat, dan di arak keliling kampung,  HA HA rasanya aku ingin tertawa bersama setan yang sedang berpesta pora.

Dan kalian pasti tahu, atau paling tidak bisa menebak, siapa yang paling  tidak terima ketika pasangan calonnya kalah, siapa yang paling beringas dan tegas memperjuangkan hak-hak calon pemimpin , ya INI, orang orang INI, para PENJUDI, merekalah yang mati matian memperjuangkan JUDI taruhan atas nama para calon pemimipin mereka, mereka yang banyak melakukan serangan fajar, membagi bagikan uang, dan berbagai macam cara halal haram yang bisa mereka lakukan....memang Pilkada di Daerahku-PARAH

Dan Kemarin saya dengar, setelah pengumuman hasil final dari KPU, salah satu calon tidak menerima kekalahan mereka, hadeh.....hey kau para calon dan mantan pemimpin, aku pernah membaca sebuah kalimat "Jadilah seperti metahari, yang berani terbit dan Siap tenggelam"  pemimpin dan calon pemimpin yang siap menang dan berani menerima kekalahan. Pantas saja orang-orang baik dan bijak di kampung ku enggan memilih kalian, mereka lebih memilih menjadi golongan putih ketimbang memilih warna hitam tapi mebuat mereka ikut melarut hitam.....SEKIAN

Sabtu, 18 Mei 2013

KEUTAMAAN WUDHU

wudhu

KEUTAMAAN WUDLU>>Pada kesempatan ini saya ingin share tentang KEUTAMAAN WUDHU yang saya kutip dari kitab Ihya Ulumiddin karangan Imam Al-Ghazali, semoga bermanfaat.(Menggunakan bahasa melayu)

Bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم

من توضأ فأحسن الوضوء وصلى ركعتين لم يحدث نفسه فيهما بشيء من الدنيا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه

(Man tawadl-dla-a fa-ahsanal wudluu-a wa shallaa rak'ataini lam yuhaddits nafsahu fiihimaa bi-syai-in minad dun-yaa kharaja min dzunuubihi kayaumin waladat hu umimih).

Artinya : "Barangsiapa berwudlu, lalu dibaguskannya wudlunya dan dikerjakannya shalat dua raka'at di mana ia tidak berbicara dengan dirinya dalam wudlu dan shalat itu, sesuatu dari hal duniawi, niscaya keluarlah dia daripada segala dosanya seperti hari, ia dilahirkan oleh ibunya". (1)

Dan pada riwayat yang lain. Dan ia tiada lalai di dalam wudlu dan shalat itu, niscaya diampunkan apa yang telah terdahulu daripada dosanya.

Bersabda Nabi صلى الله عليه وسل  :

"Adakah tidak aku kabarkan kepadamu, dengan apa ditutupkan oleh Allah segala kesalahan dan diangkat ke derajat tinggi? Yaitu melengkapkan wudlu dengan terpeliharanya daripada yang makruh, mengangkatkan tapak kaki ke masjid dan menunggu shalat sesudah shalat. Maka kelengkapan wudlu itu tiga-tiga kali".
Dirawikan Al-Bukhari dan Muslim dari 'Usman bin 'Affan.2 Dirawikan Muslim dari Abu Hurairah.

Dan Nabi صلى الله عليه وسلم berwudlu sekali-sekali, seraya. bersabda : "Inilah wudlu yang tidak diterima oleh Allah shalat selain dengan ini".

Dan Nabi صلى الله عليه وسلمberwudlu dua-dua kali, seraya bersabda : "Barangsiapa berwudlu dua-dua kali, niscaya didatangkan oleh Allah kepadanya pahala dua kali".

Dan Nabi صلى الله عليه وسلم berwudlu tiga-tiga kali, seraya bersabda : "Inilah wudluku dan wudlu nabi-nabi sebelumku dan wudlu kesayangan Tuhan, Ibrahim as. ". (1)

Bersabda Nabi صلى الله عليه وسل : "Barangsiapa mengingati Allah ketika berwudlu, niscaya disucikan oleh Allah tubuhnya seluruhnya. Dan barangsiapa tiada mengingati Allah, niscaya tiada disucikan oleh Allah daripada tubuhnya selain yang kena air saja". (2)

Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم : "Barangsiapa berwudlu, di mana ia masih di dalam suci (wudlu), niscaya dituliskan Allah baginya sepuluh kebaikan ". Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم : "Berwudlu di atas wudlu (artinya, masih lagi ada wudlu), maka itu adalah nur di atas nur".

Hadits-hadits tadi semuanya adalah mengajak supaya membaharukan wudlu, meskipun masih ada wudlu.

(1)Dirawikan Ibnu Majah dari Ibnu Umar, isnad dla'if. (2) Dirawikan Daraquthni Dari Abu Hurairah, isnad dla'if.

Bersabda Nabiصلى الله عليه وسلم :
" Apabila berwudlulah seorang hamba muslim, lalu ia berkumur-kumur, niscaya keluarlah segala kesalahan dari mulutnya. Dan apabila ia membersihkan hidungnya, maka keluarlah segala kesalahan dari hidungnya. Apabila ia membasuh mukanya, maka keluarlah segala kesalahan dari mukanya, sehingga keluarlah segala kesalahan itu dari pinggir bawah kedua matanya. Apabila ia membasuh kedua tangannya, niscaya keluarlah segala kesalahan dari kedua tangannya, sehingga keluarlah segala kesalahan itu dart bawah kuku-kukunya. Apabila ia menyapu kepalanya, niscaya keluarlah segala kesalahan dari kepalanya, sehingga keluarlah segalakesalahan itu dari bawah kedua telinganya. Dan apabila ia membasuh kedua kakinya, niscaya keluarlah segala kesalahan dari kedua kakinya, sehingga keluarlah dari bawah kuku-kuku kedua kakinya itu. Kemudian, adalah perjalanannya ke masjid dan shalatnya itu sunat baginya". (1)

Diriwayatkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda : "Sesungguhnya orang yang bersuci itu adalah seperti orang yang berpuasa".

Bersabda Nabi صلى الله عليه وسلم : "Barangsiapa berwudlu, lalu dibaguskannya wudlu itu, kemudian diangkatkannya matanya ke langit, lalu membaca :

من توضأ فأحسن الوضوء ثم رفع طرفه إلى السماء فقال أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

(Asyhadu anlaa ilaaha illaitaah wahdahuu laasyariikalah. Wa asyha-du anna Muhammadan 'abduhuu wa rasuuluh).

Artinya :"Aku mengaku bahwasanya tiada yang disembah melainkan Allah Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagiNya. Dan aku mengaku bahwa Muhammad hambaNya dan RasulNya", niscaya dibukakan baginya pintu sorga delapan, ia masuk ke mana yang disukainya ".(2)

Berkata Umar ra. : "Sesungguhnya wudlu yang baik, mengusirkan setan daripada engkau".

(1) Dirawikan An-Nasa-i dan Ibnu Majah dari Ash-Shahabihi, isnad shahih. (2) Dirawikan Abu Dawud dari 'Uqbah bin 'Amir.

Demikian postingan keutamaan berwudhu, eit tapi inget selalu ya "Lillahita'ala" jangan melakukannya semata karna memperoleh manfaat darinya, tetep yang kita kejer yang SATU. Wassalamualaikum