Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Rabu, 21 Agustus 2013

Merasakan Hidup di Bawah Naungan Al Qur’an

Abu Talhah, suami Ummu Sulaim, suatu hari membaca Al Qur’an. Ketika sampai pada surat At Taubah ayat ke-41 yang berbunyi: “infiruu khifafawwatsiqaalan” (berangkatlah kamu sekalian dalam keadaan merasa ringan ataupun berat), lalu ia menghentikan bacaannya dan berkata, “Aku tidak berpendapat selain Allah SWT. Memerintahkan berangkat ke medan perang baik orang muda maupun sudah tua”.

Saat itu Abu Thalhah sudah berusia lanjut dan punya anak-anak berusia muda. “Wahai anak-anakku, tolong siapkan segala perlengkapan perangku!” perintah Abu Thalhah. Mendengar perintah yang serius itu, anak-anak Abu Thalhah yang juga ‘singa-singa’ Allah itu tersentak. Mereka menilai ayahnya terlalu tua untuk turut berperang. Mereka mencoba menahannya.

“Ayah, engkau telah berperang bersama Rasulullah SAW hingga beliau wafat. Engkau juga turut seta berjihad bersama khalifah Abu Bakar sampai beliau dipanggil Allah SWT. Dan engkau pun tak pernah ketinggalan dalam menegakkan kalimatullah bersama Umar bin Khattab sampai beliau pun meninggalkan kita. Oleh karena itu, sekarang cukuplah kami yang terjun ke medan jihad itu”.

Tak terlihat perubahan sikap pada diri Abu Thalhah. Bahkan selanjutnya dia berkata, “Wahai anak-anakku, tolong siapkan perlengkapan perangku. Tidakkah kalian tahu bahwa Allah SWT telah memanggil kita yang muda maupun yang tua dengan firmannya “infiruu khifafawwatsiqaalan”.

Akhirnya, Abu Thalhah pun berangkat. Pertempuran yang ia terjuni kali ini pertempuran laut. Dan beliau mendapat kemuliaan syahadah (mati syahid) di tengah lautan. Setelah perjalanan satu pekan di laut, baru kawan-kawannya menemukan dataran untuk mengebumikan jasad as-syahid. Yang luar biasa, sampai saat dikebumikan, tubuhnya tak berubah sedikitpun.

Itulah sosok mukmin yang telah menjadikan Al Qur’an sebagai panduan hidupnya. Jiwanya, pikirannya, dan seluruh tubuhnya telah benar-benar ‘dirasuki’ kalam ilahi. Orang seperti Abu Thalhah telah menjadi manusia yang hidup di ‘alam lain’. Ia tak lagi terbelenggu dengan jerat-jerat dunia. Ia telah menjadi manusia yang melayang-layang ke angkasa keimanan sehingga selalu siap menerima segalah titah dari Khaliqnya.

Seperti itu pulalah yang dirasakan Sayyid Quthb dalam interaksinya dengan Al Qur'an. Sayyid Quthb, seperti ungkapannya yang dituangkan dalam mukadimah Fii Dzilaalil Qur'an, merasakan hidup di bawah naungan Al Qur’an benar-benar penuh kenikmatan, keteduhan, kelapangan jiwa serta kemuliaan yang tiada taranya.

Ia merasa diangkat oleh Al Qur’an sedemikian tinggi di atas segala daya tarik dunia dan propaganda-propaganda murahannya. Ia telah diangkat sedemikian tinggi sehingga dapat melihat kedegilan orang-orang yang ingkar kepada Penciptanya. Ia melihat mereka bagaikan orang dewasa yang sedang memperhatikan bocah-bocah ingusan yang sedang bermain-main dengan lumpur.

Jika itu yang dirasakan Sayyid Quthb, maka sangat wajarlah jika ia lebih menyukai kematian mulia, syahadah, ketimbang harus menjadi budak penguasa yang zhalim. Dalam perjalanan sejarahnya, Al Qur'an berhasil menghidupkan umat-umat yang ‘mati’.

Betapa banyak manusia yang berhati sekeras batu, bengis, dan tak berperikemanusiaan, lalu tiba-tiba menjadi manusia yang gampang mengucurkan air mata di hadapan Penciptanya dan menjadi penegak keadilan yang tangguh.

Luar biasa memang Al Qur’an. Maha Besar Allah SWT yang telah berfirman: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al Qur’an) dengan perintah Kami”. (QS Asy-Syura: 52).



Selasa, 20 Agustus 2013

Kondisi Yang Sempurna

Jangan menunda hidup kita dengan menunggu kondisi menjadi benar. Kondisi yang sempurna, di sini dan sekarang, karena kita masih hidup dan mampu membuat perbedaan.

Hari untuk menjalani hidup sepenuhnya bukan suatu hari nanti. Suatu hari akan datang, namun hari ini adalah di sini untuk kita sekarang.

Menunggu lebih lama lagi, karena pada saat ini adalah kesempatan yang kita cari. Hidup dapat menjadi kaya dan memuaskan, karena kita berani membayangkan pada hari ini.

Untuk kekayaan hidup, tidaklah datang dari mengatur urusan kita dalam cara yang spesifik. Kekayaan hidup sejati ditemukan dengan memungkinkan, merasa, mengekspresikan dan mengalami keindahan yang unik seperti mengalir keluar dari diri kita.

Biarkan hal kebaikan mengalir ke dalam situasi apa pun, temukan diri lepaskan kondisi, tempelkan sukacita, dan biarkan hal itu mengisi dunia kita.

Pada hari ini, saat ini, di tempat ini, dengan kondisi yang sempurna bagi kita untuk sepenuhnya hidup. Mengalami keajaiban hidup kita sekarang.



Download Terjemahan Kitab Al-Hikam


Al-Hikam merupakan salah satu kita legendaris karangan Ibnu Atha'illah seorang ulama besar yang hidup sekitar tahun 658 sampai 679 H. Untuk lebih lengkapnya tentang biografi Ibnu Atha'illah silahkan ilhat di sini Siapa Syeikh Ibnu Atha'illah.

Tidak berlebihan jika kitab Al-hikam dikatakan sebagai kitab Tasawuf sepanjang masa karna isi dan kandungannya yang selalu mudah dicerna dan serasa tidak ada bosan dan jenuh untuk membacanya berulang ulang.

Pada kesempatan sebelumnya saya lumayan sering berkesempatan memetikkan beberapa mutiara hikmah dari kitab Al-Hikam ini diantaranya pada postingan
  1. Nasihat Ibnu Atha'illah Tentang Taubat dan Rahmat
  2. Pokok Dari semua Maksiat
  3. Adab dalam berdo'a
Silahkan Download Terjemahan Kitab Al-Hikam melalui link berikut, atau bisa masuk ke halaman pojok download untuk mendownload koleksi kitab-kbita ulama lainnya di sini Pojok Download.

Sekian, semoga postingan Download terjemahan kita al-hikam berbahasa indonesia ini bermanfaat.

Senin, 19 Agustus 2013

Buatlah Diri Kita Bertahan

Jika kita melihat bahwa kita dapat membuat perbedaan, maka teruslah tambah pengaruh positif kita. Jika tampaknya kita tidak membuat perbedaan, maka buatlah beberapa penyesuaian, terus kita yakin untuk menemukan cara yang efektif ke depan.

Kuncinya adalah untuk terus berjalan. Apakah kita didorong putus asa, gembira atau kecewa, maka langkah berikutnya adalah untuk terus maju dan tegas mengambil langkah berikutnya.

Untuk menemukannya, maka kita harus mencari. Untuk mencapainya, maka kita harus bertindak, tidak peduli apapun itu.

Kita tahu bahwa kita memiliki untuk menjalani kehidupan terbaik yang dapat kita bayangkan. Nyatakan bahwa nilai dan keindahan dalam diri kita dengan menjaga diri dalam gerakan positif.

Ketika akan baik, maka mudah untuk terus berjalan, jadi lakukan. Ketika hal-hal lainnya tidak berjalan dengan baik, maka itu lebih penting daripada sebelumnya untuk terus berjalan, sehingga dengan segala cara positif dilakukan.

Kegigihan pasti akan menang. Karena disana ada perbedaan. Maka buatlah diri kita bertahan dan kita akan mengubah dunia kita penuh makna, positif, dengan cara yang indah.


Inilah Dunia Tanpa Batas


Inilah dunia yang tanpa batas
Mencintainya adalah sebuah petaka.
Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia.
Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari.
Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari.
sampai kau dipaksa diam, mati.

Inilah dunia yang tanpa batas.
Bintang-bintang yang selalu terlihat gemerlap didamba.
Batu batu hitam yang tak henti dicaci langkah-langkah kaki.
Deras hujan yang mereda dan mentari pagi berakhir di ufuk senja

Inilah dunia yang tanpa batas.
sampai kau benar-benar sadar berjalan pada sebuah lingkara sama.
lalu berhenti dan memahami


Minggu, 18 Agustus 2013

Membaca Al Quran Dengan Teratur

Membaca Al Quran setiap hari selayaknya menjadi kebiasaan kita dan sangatlah dianjurkan agar kita khatam Al Quran dalam waktu tidak lebih dari satu bulan dan tak kurang dari tiga hari. Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar biasa melakukan puasa, sementara setiap malam membaca keseluruhan Al Quran.

Ketika hal ini disampaikan kepada Rasul, beliau memanggil Abdullah. Rasulullah berkata, "Aku memperoleh informasi bahwa engkau biasa melakukan puasa dan menyelesaikan membaca keseluruhan Al Quran dalam semalam". Dijawab oleh Abdullah, "Betul ya Rasulullah SAW, niat saya hanyalah ingin mendapat kebaikan." Rasul bersabda, "Seharusnya telah cukuplah bagimu untuk berpuasa selama tiga hari dalam sebulan."

Abdullah berkata, "Ya Rasulullah, saya kuat untuk berpuasa lebih dari 3 hari dalam sebulan." Rasul bersabda, "Dengarlah, isterimu punya hak atas kamu dan tubuhmu punya hak pula atas kamu; karena itu, berpuasalah seperti nabi Allah, Daud. Dia adalah abdi yang terbaik di antara manusia."

Abdullah berkata lagi, "Ya Rasulullah, bagaimanakah cara nabi Daud berpuasa?" Dijawab oleh Rasul, "Beliau biasa berpuasa satu hari dan hari berikutnya tidak berpuasa. Dan kamu juga boleh menyelesaikan membaca seluruh Al Quran dalam satu bulan". Abdullah berkata, "Ya Rasulullah, saya lebih kuat dari itu".

Beliau bersabda, "Selesaikanlah dalam 20 hari". Abdullah bin Umar berkata, "Ya Rasulullah, saya lebih kuat dari itu". Dijawab oleh Rasul, "Selesaikanlah dalam 10 hari". Abdullah bin Umar berkata, "Saya lebih kuat dari itu".

Rasul menjawab bahwa dia seharusnya menyelesaikannya setiap 7 hari dan jangan khatam kurang dari itu, karena "isterimu memiliki hak atas kamu, tamu memiliki hak atas kamu, dan juga ada hak-hak tubuhmu".

Abdullah bin Umar berkata, "Saya ingin kekerasan jadi saya memperoleh perintah-perintah keras, dan Rasul bersabda, 'Kamu tidak tahu, barangkali kamu akan hidup lama'. Apa yang dikatakan oleh Rasul benar adanya. Ketika saya menjadi tua, saya menghendaki bahwa dulu saya melakukan sesuatu atas izin Rasul" (HR Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amar bin Aas: "Rasulullah SAW bersabda, 'barangsiapa yang menyelesaikan membaca Al Quran dalam waktu kurang dari tiga hari maka dia tidak akan dapat memahaminya'. Yang dimaksud dengan tidak memahami Al Quran di sini adalah bahwa dia tidak akan dapat memahami dasar-dasar makna maupun realitasnya.

Perihal pahala (thawab) untuk membaca Al Quran, bila dia mampu khatam dalam satu hari dia tidak akan kehilangan pahala tersebut, namun pahala untuk merenungkan serta memikirkan (tadabbur) Al Quran tidak akan diberikan kepadanya.

Pentingnya membaca Al Quran setiap hari adalah karena hati kita membutuhkan makanan dan perawatan; dan hanya dalam Al Quran sajalah kedua hal ini telah disediakan: "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari TuhanMu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS Yunus: 57)

Seseorang yang tidak membaca Al Quran setiap harinya, akan diserang penyakit tanpa disadari. Lentera iman di dalam dadanya semakin mengecil dan dia tidak begitu memperdulikan masalah ini. Karena itu, untuk menciptakan hangatnya keimanan di dalam dada kita, membaca Al Quran setiap hari sangat perlu: "…dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya)..." (QS Al Anfaal: 2)

Namun, bila karena satu dan lain hal kita tak dapat membaca Al Quran setiap hari maka sediakanlah beberapa hari dalam satu bulan dimana kita dapat menyelesaikan membaca sebagian dari Al Quran. Semoga keberkahan selalu menuai dalam hati kita. Amin

Jumat, 16 Agustus 2013

Tujuh Belas Agustus Dua Ribu Tiga Belas


Hari ini Tujuh Belas Agustus dua ribu tiga belas. Hari ulang tahun Repoblik indonesia tercinta, hari lahirnya bangsa indonesia, katanya
Hari ini pagar-pagar kantor dan sekolahan, gerbang-gerabang jalan di dominasi waran merah dan putih, dan lambaian bendera-bendera, sedikit memberi kesan berbeda.
Hari ini saya berharap merasakan semangat kemerdekaan, semangat persatuan, semangat cinta dan bangga menjadi bangsa indonesia, tapi jujur, terasa biasa-biasa saja.
Hari ini tak sengaja melihat pidato seorang presiden negara, tapi ku abaikan, sama sekali tak menarik di dengarkan. Bosan, lalu pindah kesiaran berbeda.
Hari ini tak sengaja melihat seorang artis cewek, seksi, berujar kalo dia tidak bangga menjadi bangsa indonesia, entah itu kejujuran atau hanya sekedar cari sensasi, aku tak perduli
Hari ini ada apel bendera, dan lusinan anak-anak pelajar turun kejalan memperagakan gerak jalan. Hati berujar, kenapa tidak suruh saja para siwa untuk masuk mushalla lalu berdoa, bukankah akan terlihat lebih indah dan bermakna.
Hari ini, korupsi, keserakahan, ketidak adilan, penindasan, kemunafikan masih terus dipertontonkan, semkain jelas, semakin terlihat, karna rasa malu seakan perlahan memudar bersama bertambahnya usia bangsa ini

Hari ini Tujuh Belas Agustus dua ribu tiga belas, ada beribu .harap dan berjuta putus asa, ada nyaian nyaian wajib dan bisikan doa-doa, ada kita, pemuda, anak-anak dan orang tua yang semakin lupa dan terus melupa cita-cita luhur bangsa indonesia.