Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Agustus 2013

Pulang Kampung Nih

Meminjam istilah Presiden Barack Obama ‘Pulang Kampung Nih’ atau mudik. Ya, saya bersama keluarga pulang kampung ke rumah keluarga besar dari istri.

Tradisi mudik menjadi kegiatan yang dilakukan ketika libur Lebaran oleh warga Jakarta perantauan.

Saya dan keluarga termasuk yang memanfaatkan waktu liburan Idul Fitri 1434 H ini untuk pergi mudik ke Desa Jatimulyo, Kuwarasan, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, tempat kampung istri.

Tahun ini saya pulang kampung ke Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Saya dan keluarga pergi mudik Kamis sore pas Lebaran hari pertama, Kamis 8 Agustus 2013.

Untuk tahun lalu, saya sekeluarga berlebaran di Sukabumi, Jawa Barat, tempat keluarga besar saya tinggal. Biasanya, saat idul fitri, saya dan keluarga lebaran dulu di Jakarta.

Selama empat hari saya dan keluarga berada di Gombong untuk berkumpul bersama keluarga besar dari istri.

Lebaran idul fitri tahun ini saya jadikan waktu istrirahat sejenak dari rutinitas sekaligus berkumpul bersama keluarga besar di kampung.

Senang rasanya bisa bertemu dengan keluarga istri mulai dari bapak dan ibu mertua, mbah, saudara, dan keluarga besar istri. Saling bermaaf-maafan, sekaligus berlepas kangen.

Saya dan keluarga sendiri tidak punya ritual khusus untuk lebaran. Ketika lebaran, serundeng dan rendang menjadi salah satu makanan favorit saya dan keluarga. Tiba di Gombong, Jumat dinihari 9 Agustus 2013 pukul 04:35 WIB dan bertemu keluarga besar istri sekaligus maaf-maafan.

Senin, 13 Mei 2013

Asyiknya Reunian SD, Nostalgia Banget!

Sudah 30 tahun tidak bertemu tentunya menyimpan kerinduan. Itulah yang dirasakan kawan-kawan SDN 01 Pagi Komplek PLN PLTU Tanjung Priok saat menggelar reuni hari Minggu, 12 Mei 2013. Asyik dan seru banget deh pokoknya.

Banyak kenangan bersama-sama disana. Bertemu pada acara reuni di rumah seorang kawan SD, di Jalan Margasatwa Jakarta Selatan sungguh menyenangkan, apalagi telah 30 tahun tidak pernah berjumpa.

Keberadaan dan kedatangan kawan-kawan SDN 01 Pagi Tanjung Priok tahun 1983/1984 di rumah dokter Winda, langsung disambut dengan suka cita, apalagi raut wajahnya memancarkan aura kebahagiaan.

Sejak tiba di rumah Winda, tempat acara berlangsung, semua kawan-kawan tak henti menunjukkan sukacitanya.

"Upi, loe masih terlihat segar ajah. Ivib juga masih terlihat awet muda, aseli loh!” komentar beberapa kawan yang lain.

Seorang kawan bernama Masykur Sulaeman yang sekarang berkarir di perusahaan Siemen pun merasa malu dan ingin belajar memiliki kebahagiaan yang dirasakan kawan-kawan SD yang lainnya.

“Hisar, rambut loe pada kemana. Plontos begitu,” canda seorang kawan yang lain. Dalam gelaran reuni yang terbilang mengejutkan itu, wajah bahagia jelas terlihat dari kawan-kawan yang lainnya.

Terlebih, saat satu persatu dari mereka mulai berbicara tentang peristiwa masa lalu. Tak hentinya ucap syukur disampaikan atas semua yang telah dijalaninya.

Mengingat lamanya periode tidak saling kontak dan kesulitan melacak keberadaan kawan-kawan yang lain, menyebabkan jumlah anggota yang hadir hanya 14 orang saja dari 20 orang yang tercatat akan bisa datang menghadiri reuni.

Walaupun banyak diantara kawan yang tidak dating karena ada panggilan dadakan dari kantornya, kecapean, sedang tugas luar kota, tidak ketemu alamat rumah, dan lainnya. Namun, semua itu tidak mengurangi kebahagian dan keakraban hingga acara usai pukul 15.00 WIB.

Kawan-kawan yang hadir reuni, Cecep Y Pramana, Hisar Tambunan, Masykur Sulaeman, Bambang Supriyatno, Rahmat Darmanto, Sapto Rubiantoro (istri), Winda Syamsir, Diah Vibiawanti, Enny Nuraeni, Nira Nirwono, Irianiwati, Natalina Purwanti, Lucia Handayani, Erosanti plus adik kelas angkatan, yaitu Ade atau Yenni Rahmita tinggal di Condet, Jakarta Timur yang ikut datang di akhir acara.

Yang berhalangan hadir, Ramdhanto Purnama (Pilot), Wahyudi, Handayani, Ade Yuliasari, Isnaeni, Yuwanto (Solo), Sonny Situmorang, Iwan Sudrajat (Semarang), Lulut Aerochtin, Wijil Nugroho, Siska Shafitri, Agriyanti, Edi Junaedi MK, Benyamin Hasibuan, Sumini, Eva Hernilan, Jefri Yefri, Haji Makki, dan beberapa kawan yang belum tercatat. Satu kelas ada 39-40 siswa. Thanks kawan-kawan semuanya, reuni yang mengesankan.



Cerianya saat reunian kawan-kawan SDN 01 Tg Priok


Cerianya saat reunian kawan-kawan SDN 01 Tg Priok

>> follow @CepPangeran

Kamis, 18 April 2013

Canon IXUS 140 dan Wanita Berjilbab

Sore ini saya bertemu dan berkenalan dengan seseorang wanita muda berjilbab sedang, berkacamata tipis, menggunakan jam tangan dan bercelana jean, menenteng tas kerja, dan ditangan kanannya menggenggam BlackBerry.

Namanya, Indah (begitu dia memperkenalkan namanya kepada saya, usianya kisaran 35 tahun keatas). Ia menanyakan sesuatu tentang kamera foto. Terlihat sekilas keliatannya wanita berjilbab ini sedang senang dengan fotografi.

Bu Indah ini menyodorkan sebuah brosur berisi tentang kamera pocket ber-merk Canon dengan type IXUS 140, dengan tampilan yang terlihat cukup tipis di dalam brosur tersebut.

Rupanya dia cukup tertarik dengan kamera yang ditawarkan di dalam brosur itu. Katanya kamera tersebut dibeli untuk pribadi dan keluarganya.

Tadinya dia mau membeli kamera SLR, namun karena dana yang dipunya hanya cukup untuk beli kamera pocket, maka dia mau membeli kamera yang ada di lembaran brosur tadi. Harganya pun terlihat ada diskon. Harga banderol kamera Canon IXUS 140 warna merah dihargakan Rp 2,100 juta dan sedang ada diskon.

Bagi kita yang senang memoto semua objek peristiwa sehari-hari ke dalam sebuah kenangan bergambar, nampaknya kamera Canon IXUS 140 ini merupakan model teranyar dan teratas yang dikeluarkan Canon.

Menariknya, dalam brosur tersebut, kamera ini dilengkapi dengan dukungan WiFi terintegrasi sehingga sangat mudah memindahkan gambar ke komputer, ke kamera WiFi Canon lainnya, atau ke perangkat pintar berbasis iOS dan Android untuk langsung diunggah ke akun media sosial.

Juga lensa optical zoom 8x (setara 28-224mm, sesuai info tersebut) yang masih bisa diperpanjang lagi dengan fitur Zoom Plus. Kamera ini memiliki sensor dengan resolusi 16 megapixel. Ixus 140 juga diklaim sebagai kamera saku tertipis yang memiliki rentang zoom 8x, dengan ketebalan berkisar 20mm.

Postur tipisnya juga memudahkan para penggunanya untuk membawa kemana-mana dan siap menangkap setiap cerita berharga dalam hidupnya. Kecanggihan lensa zoom dan teknologi optic tipis yang dimiliki Canon menjadikan Canon IXUS 140 kamera digital saku tertipis di dunia sehingga sangat nyaman disimpan dalam saku menemani penggunanya ke mana saja.

Kualitas gambar yang mengagumkan dihasilkan dari sensor beresolusi 16 megapixel dan prosesor gambar DIGIC 4, serta pengaturan ISO tinggi yang mencapai 1600. Kita juga dapat melihat hasil bidikan dengan nyaman melalui layar LCD selebar 3 inci saat mengambil foto maupun video HD. Canon IXUS 140 yang tersedia dalam pilihan warna silver, pink, dan merah.

Berikut spesifikasi lengkap Canon IXUS 140 yang terdapat di dalam brosur tersebut.

Stylish Wi-Fi IXUS in four colours
8x zoom lens, 28mm wide-angle
16 Megapixels
Intelligent IS
Wi-Fi for easy sharing and GPS via Mobile
7.5 cm (3.0″) PureColor II G LCD
HD movies (720p) with movie button
Smart Auto (32 scenes)
Fun and creative modes
Eco mode

Senin, 25 Maret 2013

Mengantar Istri KKN di PKBN Al Falah Bantar Gebang

Matahari di Bekasi lumayan panas siang itu pukul 14.10 waktu Indonesia Barat, Sabtu, 23 Maret 2013.

Hari itu, saya mengantar istri untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata/Dakwah (KKN/D) sebagai mahasiswa program studi Tafsir Hadits di Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah angkatan ke-7. KKN/D istri saya sendiri sudah dimulai sejak Jumat, 1 Maret 2013 hingga Selasa, 30 April 2013.

Pagi harinya saya juga mengantar istri ke daerah Cinere dan Perpustakaan Iman Jama di Lebak Bulus Jakarta Selatan. Tadinya istri sudah meminta izin kepada ketua kelompok untuk tidak hadir datang hari itu ke lokasi KKN/D di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) Al Falah Yayasan Ummu Amanah.

Namun niat izin yang sudah disampaikan istri saya batalkan. Karena saya bersedia mengantarkan ke PKBM Al Falah Yayasan Ummu Amanah yang berlokasi di Jl Pangkalan 2 RT 002 RW 01 Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang, Bekasi sekaligus saya ingin tahu kondisi disana.

Ternyata setiba di lokasi, saya pun merasa pernah berhubungan dengan Yayasan Ummu Amanah beberapa tahun lalu. Setelah Tanya sana dan sini mengenai PKBM Al Falah Yayasan Ummu Amanah ini, ternyata benar kalau saya pernah berhubungan dengan Yayasan tersebut di tahun 2008-2009. PKBM Al Falah ini menempati areal tanah seluas 1400 m2 dengan bangunan sekolah yang berdiri kokoh.

Ini adalah kunjungan keempat istri saya untuk KKN/D di PKBM Al Falah, sedangkan saya ini adalah kunjungan pertama ke sekolah itu. Istri tidak sendiri. Ada temannya istri sesama mahasiswi, yang menemani perjalanan saya menuju kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bantar Gebang, Bekasi. Di sanalah letaknya sekolah untuk anak-anak pemulung itu.

Perjalanan ke PKBM Al Falah menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam lebih dari Perpustakaan Umum Islam Iman Jama di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Akhirnya saya bersama istri sampai di lokasi kurang dari pukul 14.10 siang.

Aroma bau sampah mulai merambat ke penciuman kami. Namun, aroma tak sedap tersebut tak mengganggu niat saya dan istri. Apalagi ketika kami disambut ramah oleh Ibu Murni dan Ibu Sri dari PKBM Al Falah.

Sambil menunggu istri yang ikut bergabung dengan kawan-kawan mahasiswa STIU yang lain dalam praktek ketrampilan, saya menyempatkan mengambil beberapa foto lokasi sekolah sekaligus bertanya-tanya dengan pak Namin, penjaga sekolah yang terlihat sangat ramah sekali.

Tepat jam dua lewat tiga puluh lima menit (setengah tiga lebih), acara KKN/D istri dan kawan-kawannya, Mahasiswa STIU Darul Hikmah pun selesai.

Saya juga sempat diajak pak Namin untuk melihat foto-foto lama saat sekolah tersebut berjalan dengan menggunakan kardus ataupun triplek untuk anak-anak pemulung itu.

Saat masuk ke ruang kelas ternyata ruangannya cukup asri, rapih dan bersih. Hari itu ada banyak ibu-ibu, orangtua anak-anak yang sekolah di PKBM Al Falah Yayasan Ummu Amanah. Mereka juga sangat nyaman mengikuti kegiatan pengajian/Majelis Taklim yang diadakan Mahasiswa STIU Darul Hikmah yang sedang melakukan KKN/D.

PKBM Al Falah yang berada dibawah Yayasan Ummu Amanah adalah merupakan sekolah kesetaraan yang didirikan dengan biaya sendiri oleh Ibu Sari, perempuan muda dengan jiwa enerjik. Ia memiliki semangat dan jiwa sosial yang tinggi.

Sebelum PKBM Al Falah berdiri, Ibu Sari sudah mendirikan Yayasan Ummu Amanah. Yayasan tersebut merupakan yayasan yang menaungi kegiatan PKBM Al Falah.

Yayasan Ummu Amanah berdiri atas inisiatif sekaligus rasa peduli dan empati Ibu Sari saat melihat sejumlah anak terlantar di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Dengan gerak cepat, bu Sari mengajari mereka belajar membaca, menulis dan mengaji di sebuah mushola yang terbuat dari kardus.

Yayasan Ummu Amanah sendiri mulai menggerakkan sayap dakwah ke wilayah TPA Bantar Gebang sejak tahun 2006. Hingga saat ini, wilayah binaan yayasan meliputi 3 kelurahan yang tersebar di seluruh TPA Bantar Gebang dan merupakan titik-titik rawan pendangkalan aqidah.

Luas wilayah TPA Bantar Gebang sekitar 108 H dan dihuni oleh ratusan pemulung yang tersebar di sekitar penimbunan sampah meninggalkan permasalahan yang pelik, khususnya dampak negatif yang secara langsung dirasakan oleh anak-anak yang tinggal di wilayah tersebut.

Untuk itulah Yayasan Ummu Amanah yang peduli (concern) dalam pembinaan kaum Ibu dan anak, berusaha hadir untuk menawarkan sebuah pembinaan yang terpadu, sebagai ikhtiar agar anak-anak marginal di wilayah TPA Bantar Gebang ini tumbuh menjadi anak-anak yang beriman dan berakhlak mulia.

Untuk memutus rantai kemiskinan, iman, harta dan ilmu maka Yayasan Ummu Amanah mencanangkan pendirian sekolah, TPQ dan majelis taklim sebagai entry point dakwah bilhal yang menyeluruh.

Melalui pendidikan gratis/sangat murah serta pembinaan bagi para orang tua serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar maupun networking dengan berbagai pihak yang dapat menampung tenaga kerja dari TPA Bantar Gebang.

Selain itu, agar anak-anak yang merupakan siswa Yayasan Ummu Amanah dapat tertampung dalam lapangan kerja yang lebih layak agar mereka dapat terentas dari sampah dan meretas masa depan yang lebih baik.

Kuliah Kerja Nyata/Dakwah

Biasanya, saat menjelang penyusunan tugas akhir atau skripsi, setiap mahasiswa dituntut untuk melakukan kuliah kerja nyata/dakwah (KKN/D) sebagai bentuk pengabdian diri kepada masyarakat. Kegiatan KKN/D itu lebih diarahkan untuk membiasakan mahasiswa berkomunikasi, bergaul sekaligus beradaptasi dengan lingkungan masyarakat karena selepas lulus dari kampus pastinya akan langsung terjun berada di tengah-tengah masyarakat.

Karena itu, sebelum nantinya berada di tengah masyarakat guna menghindari kurangnya interaksi dengan masyarakat maka kegiatan kuliah kerja nyata/dakwah (KKN/D) adalah langkah awal yang dapat menjadi modal kuat mahasiswa. Namun ternyata, kuliah kerja nyata tidak selamanya ditentukan kepada mahasiswa yang akan lulus saja.

Bagi mahasiswa yang sudah mengalami kuliah kerja nyata/dakwah (KKN/D) di daerah-daerah akan merasakan suasana desa yang masih asri karena jauh dari polusi selaiknya di Jakarta. Kerukunan antar warganya masih terjaga dan rasa kegotongroyongan masih terasa sangat kental.

Biasanya, kegiatan KKN/D dilakukan kurang lebih selama satu sampai tiga bulan. Namun, bukan lama atau sebentarnya untuk ber-KKN/D, karena yang terpenting adalah bagaimana implementasi kegiatan yang sebelumnya sudah dipersiapkan dan disusun itu bisa dilaksanakan atau tidak.

Dalam kegiatan kuliah kerja nyata/dakwah (KKN/D) itulah para mahasiswa benar-benar diuji kemampuan akademis, daya adaptasi sekaligus kecakapan dan komunikasinya dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Dan tentu saja pengalaman yang sangat mengesankan bagi seorang mahasiswa ketika melaksanakan KKN/D dengan warga masyarakat saling berkomunikasi, bahu membahu membuat sekaligus menyukseskan sebuah acara seperti yang sudah direncanakan diawal oleh mahasiswa yang ber-KKN/D, seperti yang saat ini dilakukan istri saya, Tarwiyah. Mahasiswi tingkat akhir program studi Tafsir Hadits di Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah. Semoga sukses bidadariku.

Minggu, 24 Maret 2013

Pengajian Arisan Bulanan Keluarga As-Sakinah

Hari Minggu tanggal 17 Maret 2013, bertempat di rumah seorang pengusaha di daerah RW 07 Bintaro Jakarta Selatan, saya berkesempatan hadir mengisi pada acara pengajian arisan bulanan keluarga As-Sakinah yang terdiri dari 12 keluarga beserta anak-anak mereka.

Pengajian arisan keluarga As-Sakinah ini dibentuk sejak 2006 akhir dan mulai berjalan efektif sejak awal 2007 dengan diikuti oleh 12 keluarga dan juga anak-anaknya.

Kegiatan pengajian hari itu, diawali dengan dzikir dan pembacaan surat Yasin juga mengagungkan kebesaran Ilahi yang dikumandangkan secara bersama oleh ibu-ibu seluruh yang hadir, membuat suasana menjadi hikmad.

Saya diundang untuk memberikan ceramah dalam pengajian arisan keluarga As-Sakinah tersebut, mengungkapkan ada beberapa sifat manusia yang terkadang mengingkari kata hatinya.

Jika terlanjur melihat orang dengan jelek, terlanjur benci, maka apapun yang dia perbuat tetap saja salah dimatanya, karena dalam hati hanya kebencian, dan tidak melihat hal yang obyektif.

Tetapi jika terlanjur kita cinta (dalam hal yang positif atau selalu berfikir positif) maka apapun yang dia perbuat meskipun itu salah, kita menganggap suatu hal yang positif karena selalu mengganggap dan berfikir positif bukan negatif.

Ucapkanlah terimakasih yang tulus kepada seseorang yang telah berbuat baik kepada kita, sekalipun dia orang yang sangat dibenci.

Allah SWT melarang orang-orang beriman untuk saling menghina dan mengolok-olok orang lain, karena bisa jadi orang yang dihina atau diolok-olok lebih baik dan lebih mulia dibanding dengan orang yang menghina dan mengolok-olok.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan janganlah pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al Hujurat: 11)

Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”(HR. Al-Bukhari). Kita semua memohon kepada Allah SWT agar lisan kita terjaga dari perkataan yang dikategorikan oleh-Nya sebagai bentuk penghinaan kepada saudara seiman kita. Wallahua’lam

Sabtu, 23 Maret 2013

Berkunjung ke Perpustakaan Umum Islam Iman Jama

Membaca adalah satu aktivitas penting bagi terciptanya generasi-generasi yang memiliki wawasan luas dalam segala hal.

Selain itu, juga merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk menjadi bangsa yang maju dan bertindak melaksanakan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Perlu adanya kesadaran masyarakat untuk membaca guna memperkaya diri di bidang ilmu pengetahuan, bidang usaha, bidang peternakan, bidang pertanian dan sebagainya guna mengejar ketertinggalan disegala aspek baik itu pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya.

Dan salah satu pusat ilmu pengetahuan yang sering dikunjungi masyarakat adalah perpustakaan. Karena perpustakaan memegang peranan yang sangat penting dalam mengelola sumber daya informasi sehingga dapat diakses dengan mudah, cepat dan akurat.

Hari ini, Sabtu 23 Maret 2013, saya bersama istri memang berniat untuk berkunjung ke Perpustakaan Umum Islam (PUI) Iman Jama yang berlokasi di Jl Raya Pasar Jumat No.45D-E Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Sebelumnya, saat masih menempati rumah di Jl Mawar II RT 002 RW 013 Bintaro, Jakarta Selatan, saya bersama istri sering datang ke perpustakaan ini hanya untuk sekedar refreshing untuk mencari ilmu, sekaligus mengajak anak-anak untuk cinta membaca.

Tiba di perpustakaan Iman Jama jam 11.05 WIB. Setelah melakukan registrasi dengan mengisi daftar di front office, saya bersama istri langsung naik ke lantai 2 dan 3.

Hari ini yang berkunjung ke perpustakaan masih kelihatan sepi dan hanya ada 8 orang saja, mungkin karena akhir pekan. Tujuan mereka sama dengan istri, yaitu untuk mencari beberapa buku atau bahan untuk tugas skripsi.

Dari hasil tanya-tanya kepada salah seorang staf perpustakaan Iman Jama bahwa animo dari masyarakat untuk datang membaca di perpustakaan dan dibeberapa tempat yang sudah disediakan seperti taman bacaan dan perpustakaan yang ada di perpustakaan masih cukup tinggi dan meningkat.

Tetapi kata petugas yang datang sekarang (hari ini) ke pespustakaan sejak pagi hanya beberapa orang saja, itupun cuma hari ini, namun biasanya di hari-hari lain ruang baca di perpustakaan ini banyak dan penuh, tuturnya.

Saya pun sempat bertanya kepada beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Universitas Islam Negeri (UIN) bahwa mereka mengatakan merasa puas terhadap mutu layanan perpustakaan ini

Mahasiswa dan mahasiswi yang baru saya kenal ini juga berharap perpustakaan Iman Jama Lebak Bulus ini kiranya dapat selalu meningkatkan kelengkapan bahan pustaka dan kemutakhiran bahan pustaka

Semoga fungsi dan peran perpustakaan Iman Jama ini dapat lebih dirasakan oleh pengunjung dan menjadi perpustakaan umum Islam yang memiliki koleksi terlengkap pada kajian AlQuran, fiqih hadist, akhlak dan lainnya.

Saat ini, istri sendiri sedang mengumpulkan bahan-bahan dari beberapa buku-buku, makalah, atau bacaan lainnya yang sedang dirumuskan untuk menjadi bahan skripsi tempatnya kuliah Program Studi Tafsir Hadits Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah, Bekasi tentang Manajemen Marah. Semoga sukses bidadariku.










Senin, 25 Februari 2013

MT Batch-3: Melihat Dunia dengan Fotografi

Hari Kamis, 21 Februari 2013, giliran saya memberikan sharing fotografi kepada 17 peserta Manajemen Training (MT) Batch-3 ISET-PKPU di PKPU Kantor Kas Bekasi, Jalan KH Noer Ali, Ruko Bumi Satria Kencana Blok A/5 Kalimalang, Bekasi Barat.

Belajar fotrografi atau potret memotret memang tidak sulit untuk dipelajari. Terlebih bagi kawan-kawan yang sudah lama berkecimpung dengan dunia fotografi, pasti sudah tidak asing dengan istilah Arperture, Shutter Speed, ISO, Exposure, serta istilah-istilah lainnya.

Namun bagi mereka yang baru mengetahui hari itu juga, pastinya akan terkendala. Banyak diantara kita yang hobi memotret, namun untuk mengambil gambar yang baik itu sulit. Jadi dengan adanya pelatihan ini sangat membantu sekali untuk dapat belajar lebih dalam tentang fotografi

Saya pun ditunjuk oleh lembaga yang diwakili Divisi ISET PKPU sebagai trainer yang mengajarkan teknik dasar fotografi digital. Kelas fotografi pun dimulai. Senangnya bisa melihat adik-adik senang belajar fotografi.

Pagi hari, mulai pukul 09.00-12.00 WIB (sesi pertama) peserta diajarkan teori dasar fotografi, pengenalan kamera, teknik dasar, mode pemotretan, cara memegang kamera, posisi memotret, cara mengatur pencahayaan, komposisi, angle, aturan sepertiga, pusat perhatian (POI) dan tips trik fotografi.

Materi demi materi di pagi itu saya coba untuk menjelaskan sedetail mungkin kepada adik-adik peserta MT Batch-3 PKPU dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. Alhamdulilah tidak ada kendala. Para peserta bisa menangkap dan memahami apa yang saya sampaikan.

Foto itu dapat menceritakan sebuah kisah, serta melukiskan makna dan maksud yang tak terhitung banyakanya. Foto juga dapat menggambarkan kejadian dan melukiskan watak dan perilaku seseorang dan itu merupakan kreatifitas seorang fotografer. Demikian saya memberikan pengalaman kepada peserta.

Foto yang bernilai adalah foto yang tajam pada elemen yang ingin ditonjolkan, sehingga pembaca mudah menangkap pesan yang disampaikan. Hasil foto dengan pencahayaan normal dapat diperoleh dengan memperhatikan arah sinar yang datang ke objek serta menggunakan pencahayaan lampu kilat.

Saya juga menceritakan tentang Exposure menjadi hal pertama dan utama dalam belajar fotografi. Ada 3 hal yang saling erat hubungannya:

Pertama, aperture = bukaan diafragma lensa biasanya dalam ukuran f/2.8, f/5.6 dan seterusnya. Kedua, shutter speed = bukaan berapa lama film menerima cahaya sewaktu diafragma di buka; dalam ukuran 2s, 1/250s ,1/500s, dan seterusnya (s = seconds, detik) dan Ketiga, ISO, Speed of the film = internasional stteman-temanrd untuk sensitifnya film. Contoh: ISO 400 lebih sensitif daripada ISO 200, ISO 200 lebih sensitif daripada ISO 100, dan seterusnya. 

Selain Exposure dan angle, saya juga sharing tentang komposisi dalam Fotografi. Untuk menghasilkan karya yang menarik di butuhkan komposisi dalam pengambilan gambar. Komposisi adalah cara mengatur atau menyusun beberapa unsur objek menjadi satu kesatuan yang menarik sehingga objek menjadi pusat perhatian POI (Point of Interest). Ia bisa berupa garis, bentuk, ruang, bayangan, warna tekstur dan sebagainya. Komposisi yang baik bisa membangun “mod” suatu foto.

Objek utama harus ditonjolkan dan pisahkan objek yang tidak penting atau mengganggu. Pilihlah Latar belakang (background) yang sederhana. Usahakan objek menghadap cahaya. Sertakan latar depan (foreground) agar memiliki kesan kedalaman gambar.

Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact, yaitu kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda. Apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatu mengejutkan, beda, eksentrik.

Secara keseluruhan, komposisi klasik yang baik memiliki proporsi yang menyenangkan. Ada keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna-warna cerah dengan warna-warna redup. Kita juga membutuhkan komposisi yang seluruhnya simetris. Seringkali gambar yang kita buat lebih dinamis dan secara visual lebih menarik bila anda menempatkan subjek ditengah.

Sesi kedua dimulai pukul 13.30-17.30 WIB dilanjutkan praktik pemotretan dengan 4-5 tema materi. Hasil foto peserta kemudian dievaluasi dari segi teknik pengambilan gambar sehingga peserta dapat memahami betul dan dapat menerapkannya untuk setiap kegiatan program lembaga.

Hal pertama dan utama untuk belajar Fotografi adalah mengetahui teknik dasarnya yaitu EXPOSURE. Tekad para peserta terlihat cukup besar. Tekad mereka untuk belajar fotografi. Tekad untuk mencoba sesuatu yang baru.

Karena di kampus mereka tidak ada kegiatan fotografi. Siapa sih yang tidak suka kegiatan foto-foto, sekaligus narsis. Kayaknya hampir semua orang menyukainya. Inilah pelajaran kehidupan yang bisa saya ambil dari mereka, para peserta MT batch-3. Yang kita butuhkan hanya tekad dalam menggapai sebuah mimpi dan cita-cita.

Semoga seluruh peserta MT Batch-3 PKPU bisa menikmati kegiatan fotografi, baik teori dan praktek sekaligus dapat mengembangkannya. Semoga dengan kegiatan pelatihan fotografi ini seluruh peserta dapat aktif dalam seluruh kegiatan lembaga.

Selamat berkarya...untuk Ade Putri, Afrizal, Nurdin, Rasyid, Aldi, Razhi, Azzura, Destie, Dian, Fikri, Junaidi, Lidya, Mutia, Widia, Rini, Shina dan Tasrif


praktek fotografi (sedang membayar ZIS)


praktek fotografi (menerangkan Tabung Peduli)


praktek fotografi (serah terima Tabung Peduli)


praktek fotografi (serah terima bantuan)


praktek fotografi (evaluasi dan sharing hasil foto)

Kenangan di Pelatihan Jurnalistik MT Batch-3

Mentari pagi masih malu-malu memancarkan sinarnya, tapi ia sudah mulai membangunkan manusia yang rindu akan suaranya.

Sekedar untuk menyapa manusia yang masih terlelap. Namun hari itu saya merasa sangat senang sekali. Ada apa gerangan..?

Selama dua hari, sejak Rabu, 20 Februari 2013 hingga Kamis, 21 Februari 2013, saya diminta dari lembaga (PKPU) untuk dapat berbagai ilmu jurnalistik dan fotografi kepada 17 orang peserta Manajemen Training (MT) Batch-3 ISET-PKPU di PKPU Kantor Kas Bekasi, Jalan KH Noer Ali, Ruko Bumi Satria Kencana Blok A/5 Kalimalang, Bekasi Barat.

Atas prakarsa Kepala Divisi ISET (Indonesia Social Enterpreneur Training) PKPU, Ahmad Firdaus MA, saya diundang untuk mengisi pelatihan Jurnalistik yang dikhususkan untuk menulis berita sebagai tindaklanjut untuk program pemimpin. Acara berlangsung sehari, mulai jam 09.00 sampai dengan jam 17.00 WIB.

Acara pelatihan berlangsung santai. Peserta duduk di kursi yang telah disediakan. Sementara saya berdiri, untuk memberikan materi-materi seputar penulisan berita. Di awal memberikan materi, saya menegaskan pentingnya tradisi menulis dalam kehidupan seseorang. Bisa lewat notes book, blog, catatan pribadi dan lainnya.

“Ada banyak manfaat dahsyat menulis yang akan dirasakan oleh seorang penulis”. Demikian saya katakan kepada para peserta yang rata-rata berusian 20 tahun keatas. Dengan menulis, seseorang akan memperoleh kepuasan batin yang seringkali jauh lebih berharga nilainya dibanding dengan ‘segepok’ uang.

Dengan menulis juga akan meningkatkan kredibilitas. Dari kita yang bukan siapa-siapa, bisa menjadi siapa-siapa. Kalau ia seorang guru, ia adalah guru yang disegani dan diperhitungkan. Jika ia seorang pekerja, maka jadi pekerja yang disenangi.

Namun, perjalanan menjadi seorang penulis yang handal (apalagi jadi reporter yang sukses), membutuhkan proses yang seringkali terjal dan berliku. Ada proses jatuh-bangun, yang menuntut kesabaran dan mental yang tangguh dan pantang menyerah.

Menulis, awalnya terasa sangat sulit. Merasa punya ide, tapi sulit menuangkannya ke dalam sebuah tulisan. Ketika bisa dituangkan dalam bentuk tulisan, kalimatnya kacau, melompat-lombat, baru dapat satu alinea kadang sudah mentok, tidak tahu kalimat selanjutnya, dan lainnya.

Beberapa materi tentang seluk beluk media dan isi media, meliputi jenis-jenis tulisan yang ada di dalamnya. Ada berita, feature, artikel opini, resensi, tajuk rencana, dan lain sebagainya. Namun, karena waktu yang terbatas, saya hanya menyampaikan teknis penulisan berita, dengan unsur 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why plus How).

Saat sesi praktik, adalah saat-saat yang cukup “menegangkan”. Pas saya kasih beberapa contoh materi yang ada di slide, blog, website berita dan lainnya, mereka begitu yakin, kayaknya menulis itu gampang. Mudah banget. Tapi, ternyata saat praktik dilakukna, sulit juga ya.

Saat saya memotivasi mereka, jika tulisannya mereka memenuhi unsur 5W + 1H akan ditampilkan di website lembaga. Saya masukan hanya dua tulisan. Namun, itu menjadi pengalaman yang berharga bagi mereka. Saya pun berharap, pelatihan ini menjadi titik tolak mereka untuk mau berkarya, berkarya, dan terus berkarya. Menulis apa yang ingin diceritakan, sesuatu banget.

Hasil keseluruhan, ternyata teman-teman peserta MT Batch-3 memiliki kemampuan yang cukup untuk membuat sebuah berita. Dan mereka cukup mengerti rupanya. Beruntunglah jika seperti itu. Tinggal sekarang bagaimana mengembangkan bakat mereka untuk selalu terus menerus dan membiasakan mereka mengerjakan hal-hal yang mereka sukai, lalu dituangkan dalam bentuk suatu berita.

Jam menunjukkan pukul lima sore lewat, acara “terpaksa” selesai atau diselesaikan, walau ada materi diskusi yang belum tersampaikan secara mendalam. Saya pun berharap kepada para peserta MT Batch-3, apa yang saya sampaikan hari ini menginspirasi dan memotivasi mereka. Sungguh, hari itu ada banyak sekali kenangan yang di dapat di pelatihan Jurnalistik…sungguh menginspirasi penuh cinta.

Selamat berkarya...untuk Ade Putri, Afrizal, Nurdin, Rasyid, Aldi, Razhi, Azzura, Destie, Dian, Fikri, Junaidi, Lidya, Mutia, Widia, Rini, Shina dan Tasrif




Senin, 28 Januari 2013

TABUNG PEDULI, Sedekah untuk Sahabat

Pendidikan berkualitas tidak hanya milik orang yang memiliki kemampuan sosial saja, namun diharapkan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Termasuk mereka yang belum punya kesempatan menikmati pendidikan secara baik. Karena masalah pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Pendidikan berkualitas akan mampu mengubah masa depan seseorang maupun nasib bangsa Indonesia.

Dan tanggung jawab memajukan pendidikan, tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan pihak sekolah saja. Namun dari iru, orang tua dan siswa juga berperan penting serta bersinergi merealisasikan target pendidikan sebagai salah satu dari delapan agenda Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di Indonesia.

Membiasakan Siswa Menabung dan Bersedekah

Dan sejak dini anak harus dibiasakan untuk peka terhadap sesama. Menabung dan bersedekah merupakan sikap yang harus ditanamkan pada anak usia sekolah. Karena masa sekolah terutama usia Taman Kanan-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) adalah masa yang paling tepat untuk menamakan nilai-nilai positif pada anak.

Anak di usia tersebut dapat ditumbuhkan rasa tanggung jawab pada pendidikan, caranya dengan menyisihkan sebagian rezeki sebagai bentuk solidaritas terhadap temannya yang kurang mampu dan beruntung.

Partisipasi yang dapat diberikan sebagai bentuk solidaritas kepedulian kepada temannya yang kurang mampu dan beruntung dapat berupa perhatian, keterlibatan dan bantuan material dalam bentuk Tabung Peduli ‘Sedekah untuk Sahabat’, seperti yang digagas dan direalisasikan oleh Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU.

Tabung peduli dapat menghimpun dana infak dan sedekah dari siswa siswi sekolah serta masyarakat yang diperuntukkan bagi pendidikan. Gagasan diluncurkannya program Tabung Peduli PKPU pada tahun 2007 dilatarbelakangi oleh upaya mewujudkan Pendidikan yang merata untuk semua. Hingga tahun 2012 berakhir, total donasi "TABUNG PEDULI, Sedekah untuk Sahabat" telah mencapai angka Rp.6,036,247,825,-

PKPU terus berupaya dalam membantu menyelamatkan dunia pendidikan anak-anak dan dhuafa dengan mensinergikan potensi dan kemampuan semua pihak agar solusi masalah-masalah sosial dapat berjalan lebih efektif. Salah satunya melalui Tabung Peduli, ‘Sedekah untuk Sahabat’ menjadi nilai solutif buat mereka.

Tabung Peduli, merupakan sarana yang sangat pas untuk melatih kepedulian terhadap sesama pada anak-anak sedini mungkin. Tujuan dari Tabung Peduli adalah membangun kerjasama sinergis antara PKPU dengan sekolah sebagai institusi pendidikan yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dengan memberikan 1 (satu) tabung peduli (celengan) kepada setiap anak didik ini dalam rangka mengimplementasikan pendidikan karakter. Aktifitas yang sederhana namun penuh makna, setiap anak yang mendapatkan tabung peduli diminta untuk menyisihkan sedikit uang jajan untuk berbagi bersama.

Dengan adanya Tabung Peduli, selain banyak sekolah yang dibedah, puluhan anak mendapatkan beasiswa, paket sekolah dan ribuan anak dapat mengakses bacaan buku yang baik dan bermutu, tetapi juga mengimplementasikan pendidikan berkarakter bagi anak didik.

Dana yang terkumpul dari hasil tabung peduli siswa tersebut nantinya dapat akan dimanfaatkan sesuai dengan kesepakatan PKPU dan sekolah yang bersangkutan. Dana tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dana pendidikan untuk membantu sesama, subsisi silang bagi anak yatim dan anak kurang mampu baik di sekolah tersebut maupun di sekolah lainnya.

Bisa juga jika sekolah yang bersangkutan membutuhkan fasilitas fisik maupun pelatihan SDM guru, dan program pendidikan lainnya. Untuk menggerakkan program sedekah untuk sahabat ini, PKPU berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat dalam merealisasikan program tersebut.

Total donasi yang terhimpun dari TABUNG PEDULI
sejak 2007-2012 sebesar Rp.6,036,247,825

Kontak PKPU
Telp. 021-87780015 atau 021-70607578
email: welcome@pkpu.or.id
Ade Lukmanul Hakim 085881122964, 021-26283370



Aisyah, siswi di SDIT Avicenna Bekasi


Suasana pembukaan dan penghitungan Tabung Peduli di SDIT Avicena Bekasi


Serunya Naik Banana Boat di Pantai Anyer

Ini pengalaman liburan mengesankan yang sudah cukup lama. Rekreasi dan relaksasi kegiatan dengan berwisata liburan ke Pantai Anyer sekaligus menginap di Hotel Marbella.

Hari Sabtu, tanggal 18 April 2009 saya bersama teman-teman kelompok pengajian berlibur ke Pantai Anyer, Banten.

Sabtu sore, kami bersebelas orang janjian di Jl Kemuning, Bintaro, Jakarta Selatan. Berhubung rumah saya di Bekasi dan rombongan berangkat pukul 15.30 WIB jadi saya ke tempat janjian membawa motor yang nantinya saya titipkan di rumah Jl Kemuning, yang berada di Bintaro, Jakarta Selatan

Setelah kami (saya, Yamin, Dwi, Tono, Winarto, Heru, Rozak, Nurrokhim, Iman, Ali, dan Syamsul) berkumpul semua berangkatlah kami menuju Anyer lewat Tol Tangerang. Sesampainya di Anyer pada pukul 18.35 WIB kami menurunkan semua barang-barang dan langsung menuju kamar hotel yang sudah di pesan tersebut sambil menikmati di pinggir pantai.

Setelah menikmati indahnya malam di Anyer dengan jalan-jalan hingga larut malam melewati karang bolong dan ujung pantai Anyer dan kembali ke hotel malam dinihari.

Esok harinya, Minggu 19 April 2009, beberapa tikar kecil yang kami bawa tidak berguna karena di pantai belakang hotel Marbella ada penyewaan pondok untuk berteduh berupa bale-bale yang disewa sudah plus dengan alas tikarnya.

Selain saya dan sepuluh kawan dari Pesanggrahan, bergabung juga pak Triwisaksana atau yang akrab dipanggil Bang Sani dan beberapa kawan lainnya. Ibu-ibu juga ada. Tak sabar karena ombak pantai yang sudah gulung-menggulung.

Saya dan beberapa teman pun langsung meluncur ke pantai, menyentuh, dan bahkan nyemplung dengan kedalam air laut. Menyewa ban, dan juga papan seluncur.

Selanjutnya, yang tak terlewatkan oleh kami adalah bermain ‘Banana Boat’. Setelah nego harga dengan orang-orang yang menyewakan banana boat akhirnya disepakati sekali main (3 putaran) Rp100.000-150.000,-

Seorang kawan yang tidak bisa berenang awalnya ragu untuk ikut, tapi karena penasaran akhirnya ikut mencobanya dan memberanikan diri ikut main banana boat bersama kami.

Jadilah kawan saya Haji Nurrokhim duduk paling depan, Zulfikar di posisi kedua, Dwi Heryanto, Saya, dan Triwisaksana (Bang Sani) naik banana boat.

Kepada nakhoda banana boat, kami minta request di jatuhkan di pinggir jangan di tengah laut. Saat banana boat dijatuhkan, alhasil kami semua banyak air yang masuk ke hidung dan kuping. Rasanya asin, dan saya sendiri merasakan seperti akan tenggelam.

Ternyata abang banana boatnya menjatuhkan kami di dekat pinggiran pantainya saja, untung nggak di tengah pantai bisa-bisa pingsan aku di sana. Sampai di daratan aku langsung mencari air minum untuk menghilangkan pengeng di telinga karena kemasukan air laut yang asin.

Ternyata seru juga main banana boat. Dan yang paling seru adalah saat dijatuhkan dari banana boat. Sayangnya nggak ada yang mengabadikan momen saat dijatuhkan dari banana boat.

Karena matahari sudah berada diatas kepala dan cukup menyengat, ditambah perut yang juga sudah keroncongan, kami pun berteduh dan makan siang dengan masakan mi ayam, bakso dan lainnya plus kelapa muda sesuai selera.

Sehabis makan, ombak pun terlihat memanggil-manggil saya untuk nyemplung lagi, hehehe. Acara bebas lagi deh. Saya sendiri diajari Bang Sani untuk berselancar dengan selacat kecil untuk mencoba ke tengah laut. Dan ternyata asik juga meski kadang air laut masuk ke telinga.

Waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB saatnya bersih-bersih di kolam renang. Saya dan beberapa kawan ikut masuk ke kolam renang untuk bersih-bersih badan. Sebelum terjun ke kolam renang rambut kami di bilas di pancuran dekat kolam renang karena rambut penuh dengan butiran-butiran pasir.

Selanjutnya bilas sekaligus mandi tambahan di kamar mandi yang telah tersedia. Setelah bersih dan wangi. Sebelum pulang ke Jakarta, kami pun masih sempat berfoto-foto bersama. Akhirnya jam 3 sore kami sudah meluncur kembali ke Jakarta sampai adzan maghrib terdengar. Dan, saya sampai kembali di Bekasi sekitar pukul 20.00 WIB. Perjalanan yang cukup melelahkan namun seru juga, mengasyikkan.


Kiri-Kanan (Tsabit, Bang Zul, Dwi, Cepy, Bang Sani & Haji Nurrokhim)


Senin, 21 Januari 2013

Wisata Pendidikan, Kampung 99 Pepohonan Depok

Wisata alam pedesaan dan kembali kepada alam merupakan salah satu alternatif wisata yang paling dicari banyak orang.

Jika ingin berwisata sekaligus sebagai tempat pendidikan khususnya bagi para pelajar yang ingin mengenal alam lebih dekat, maka wisata alam ‘Kampung 99 Pepohonan’ yang terletak di Jl KH Muhasan II, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, ini adalah pilihan yang tepat.

Kampung 99 tidak jauh dari Masjid Kubah Mas, Cinere. Dari seberang masjid, masuk ke sebuah gang yang ada gapura dan berjalan sekitar 500 meter. Sampai di jempatan kecil lalu berbelok ke kiri sekira 50 meter dan sampailah di kampung nan asri itu.

Kesan pertama yang tertangkap adalah suasananya sejuk. Pepohonan rindang dengan berbagai jenis.

Di kejauhan juga terdapat lapangan luas dan terbuka, membentang mata yang melihatnya.

Ditambah kicau burung dan suara binatang lain menambah harmoni komposisi alam. Sesuai namanya, Kampung 99 Pepohonan adalah sebuah kampung wisata yang penuh pepohonan juga nilai-nilai pendidikan (edukasi).

Selain rumah-rumah panggung dari kayu, lahan seluas 5 hektar ini juga dipenuhi deretan pepohonan. Di antaranya pohon Jati Putih, Maja, Trembesi, Rengas, Bintaro, Karet, Gandaria, Ulin, Menteng, Mahoni, Meranti, Kemang, dan beberapa rumpun bambu yang cukup lebat serta pohon-pohon langka lainnya.

Kampung 99 Pepohonan merupakan sebuah area yang dirancang oleh pemiliknya sebagai hunian yang bersahabat dengan alam, dengan menjalankan konsep gaya hidup organik, kembali ke alam.

Awal terbentuknya Kampung 99 Pepohonan adalah dari keinginan untuk mengaplikasikan hidup sehat di lingkungan yang sehat. Sehingga terbentuk pola hidup yang sehat.

Angka 99 sendiri dipilih sebagai nama dari kampung ini, karena 9 merupakan angka tertinggi dalam perhitungan matematika, ia mencakup angka 0, 1 hingga 9, jadi merupakan gambaran agar setiap kegiatan yang dilakukan oleh penguni atau penanggungjawab kampung ini selalu berupaya melakukan yang terbaik agar mencapai hasil yang maksimal.

Suasana yang sejuk, membuat siapa pun yang datang kesini enggan beranjak dan ingin berlama-lama.

Lahan hunian berkonsep alam pertanian dan hutan botani ini terbentang memanjang di antara dua sumber air yang tak pernah kering, kali irigasi yang sudah ada sejak zaman Belanda dan Sungai Pesanggrahan.

Deretan pohon jati putih di sekeliling Kampung 99 Pepohonan itu menambah keasrian dan kesejukan tempat wisata ini. Dengan kondisi tanah yang berjenjang, menambah keindahan pemandangan kampung yang dihuni 20 keluarga dengan 140 jiwa.

Saya bersama dua orang kawan kantor, bapak Slamet Widodo dan bapak Hendi Hendarsyah berkesempatan untuk berkunjung ke Kampung 99 Pepohonan pada awal Mei 2012 dan diterima langsung oleh ibu Yani Nursanti (Santi) dan ibu Emi Hermawati (Emi) yang mengajak untuk berkeliling lokasi sambil mengobrol.

Aktifitas diawali dengan tracking keliling Kampung 99 Pepohonan yang dipandu oleh ibu Santi dan ibu Emi. Selama tracking, ibu Santi menjelaskan berbagai hal, seperti pola kehidupan penghuni yang menyatu dengan alam.

Ibu Santi bercerita bahwa pendiri Kampung 99 Pepohonan tak pernah membayangkan lahan yang mulai ditanami sejak tahun 2002 itu, kini menjadi areal hunian yang hijau, rindang sekaligus sejuk dalam kurun waktu yang cukup cepat. Karena, ketika menanam, lahan ini adalah areal persawahan kritis yang gersang karena pestisida.

Selain itu, saluran irigasi untuk mengaliri sawah juga rusak berat. Tanahnya juga pecah-pecah.

Pohon yang tumbuh di sana awalnya hanya beberapa batang saja, seperti pohon jambu, rengas, dan mangga.

Padahal, cerita ibu Santi, warga setempat menceritakan, dulunya kawasan ini merupakan bukit yang lebat.

“Awalnya di sini panasnya bisa mencapai 35 derajat Celsius. Namun perlahan, suhu udara di Kampung 99 Pepohonan turun. Kini pada malam hari, jika hujan berturut-turut selama tiga hari bisa mencapai 23 derajat celcius bahkan pernah mencapai dibawah 20 derajat celcius," cerita ibu Santi.

Menurut ibu Santi, itu berkat pohon jati putih. “Pohon jati putih ternyata bisa mengikat suhu dan melepaskan dalam bentuk cairan. Jadi, kalau kita ada di bawahnya akan melihat ada cairan menetes, makanya lembab,” katanya.

Disini juga terdapat satu dapur umum yang menyuplai kebutuhan konsumsi semua penghuni. Lalu kami juga diajak ke kandang rusa jenis Timorensis yang sengaja dikembangbiakkan disini sekaligus memberikan makan rumput.

Selain itu juga peternakan sapi dan kambing. Disana dipelajari berbagai jenis sapi dan kambing, pemberian pakannya, dan perawatannya.

Menurut ibu Emi, bahwa di Kampung 99 ini memiliki 131 sapi dan sekitar 800 kambing yang sehat dan gemuk.

Sapi-sapi dan kambing itu dijaga dan dirawat dengan baik, dan setiap dua kali sehari sapi-sapi ini dimandikan.

Bahkan ada beberapa sapi yang beratnya mencapai 1 ton. Setelah usia dan berat badan cukup, sapi dijual ke masyarakat sekitar.

Penghasilan tersebut digunakan untuk kebutuhan warga kampung. Jika membutuhkan uang, tinggal meminta ke bendahara sebagai imbalan dari kerja mereka.

Di tempat ini, kita juga diajak mengenal perilaku masyarakat kampung dalam menanam padi, memanen, membajak, berkebun memelihara ikan, menanam pohon, bersampan, membuat rakit memasak, member makan ternak, memanen padi dan sayur mayor, membuat roti, memerah susu kambing.

Berbagai kegiatan bertema lingkungan yang edukatif dan menghibur yang bisa dilakukan di Kampung 99 Pepohonan. Program outbound sekaligus edukasi buat para pelajar seperti tracking di alam terbuka dengan berjalan mengelilingi areal, mengenal lingkungan dan tumbuhan.

Bahkan beberapa permainan outbound seperti flying fox, spider web, dan naik sampan di sungai juga bisa dilakukan, yang bisa membuat wisata sekaligus liburan bersama sekolah semakin ceria.

Ada juga kegiatan mempraktekkan menanam biji tanaman, memindahkan bibit pohon yang sudah disediakan dalam polibag atau yang tumbuh di alam bebas.

Selain itu, memetik padi dengan menggunakan alat ani-ani pada padi yang sudah cukup umurnya, memetik atau mencabut sayuran yang sudah siap panen, mengolah sawah menjadi lahan siap semai.

Selain itu, memberikan pakan ternak seperti rumput, buah-buahan atau sayur yang disukai rusa, member makan ikan seperti cente dan pellet.

Turun ke dalam kolam dan menangkap ikan, membersihkan kulit kambing dan sapi dari lumpur, serta mengambil cairan susu dari kambing betina dan memberikan susu sapi atau tajin dari botol dot ke anak kambing domba dan masih banyak lagi kegiatan edukasi yang bisa di dapatkan di Kampung 99 Pepohonan ini.

Hunian yang ramah lingkungan dan terbuka ini dibangun dengan konsep alam. Luas setiap rumah kayu yang dibangun tak lebih dari 100 meter persegi, tanpa pagar, dan dibangun bersama oleh seluruh penghuni Kampung 99 Pepohonan. Setiap keluarga mempunyai kolam penyangga untuk memelihara ikan atau ternak dan kebun minimal 100 meter persegi.

Kampung 99 Pepohonan ini pada awalnya tidak dibangun untuk tujuan bisnis atau dijadikan tempat wisata melainkan hanya untuk tempat hunian semata dengan tujuan awal ingin hidup sehat, yang mana benar-benar hanya sekedar tempat tinggal bagi Abi panggilan akrab dari Eddy Jamalluddin Suedi beserta anak-anak dan menantunya serta kerabat.

Tapi karena pada dasarnya keluarga cinta lingkungan lahan kosong yang mereka tempati tahun 2005 itu pun dibenahi.

Karena itu, tak perlu jauh-jauh ke luar Jakarta jika ingin berwisata sekaligus sebagai tempat pendidikan khususnya bagi para pelajar yang ingin mengenal dan merasakan alam lebih dekat dan sejuk ini. Ketika adik-adik pelajar dan sekolah hanya memiliki waktu liburan yang singkat, mungkin Kampung 99 Pepohonan bisa menjadi pilihan alternatif yang tepat. Selamat berwisata!

>> follow @CepPangeran


Kampung 99 Pepohonan
Jl KH Muhasan II (masuk Depan Masjid Kubah Emas)
Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok
Telp. (021) 77883623, (021) 99955610, (021) 99453886
Hp. 081288899926
Fax. (021) 77885410




Dengan semangat, Hendi Hendarsyah mengangkat anak kambing


Hendi dan Widodo memperhatikan hasil tangkapan lele super dumbo


Memerah susu sapi


Tiap hari kandang kambing harus dibersihkan