Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Kamis, 15 Januari 2009

PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK

Diceritakan seorang yang sangat terpelajar sedang menyeberangi sebuah danau menggunakan perahu. Sementara perahu menyeberangi danau, dia bercerita berapi-api kepada si pemilik perahu tentang berbagai teknik mutakhir dalam berenang yang telah dia pelajari dari berbagai guru ternama.

Pemilik perahu, yang dari kecil tidak pernah mengenyam bangku sekolah, terlihat mangut-mangut. Antara paham, kagum, dan bingung dengan berbagai istilah asing yang terlontar dari mulut manusia terpelajar di hadapannya. Dia sendiri tidak pernah mempelajari teknik berenang secara khusus. Yang dia tahu, sejak kecil dia sudah mulai berenang di danau itu mengikuti ayahnya.

Sejenak kemudian, tiba-tiba angin bertiup kencang menimbulkan gelombang yang menghantam lambung perahu dengan keras. Akibatnya, perahu terbalik dan kedua penumpangnya terlempar ke danau.

Si pemilik perahu langsung berenang menyelamatkan diri. Sedangakan manusia terpelajar tadi terlihat megap-megap berteriak minta diselamatkan oleh pemilik perahu. Ternyata dia tidak bisa berenang.

Apalah gunanya memiliki ilmu segudang namun tidak dipraktekkan?

Coba kita renungkan sebuah pepatah yang menjadi judul tulisan ini. Bukan ahli, guru, suhu, buku, atau apapun yang lain yang menjadi guru terbaik. Tapi pengalaman. Ya, pengalaman adalah guru terbaik.

Bukan berarti kita lalu tidak belajar dari para ahli, guru, suhu, buku-buku atau sumber informasi lainnya. Hal itu terbukti sangat membantu pembelajaran kita. Namun setelah kita belajar dari mereka semua, kita harus mempraktekkannya dalam hidup kita sendiri.

Dengan mempraktekannya, kita akan memiliki pemahaman yang lebih baik. Kita juga akan semakin pandai tentang hal yang kita pelajari itu. Kita belum sepenuhnya belajar jika belum menjalankan apa yang kita pelajari. Pengalamanlah yang menyempurnakan hasil belajar kita.

Dikatakan bahwa jaman kita ini adalah jaman informasi. Siapa yang paling cepat memiliki informasi, maka dialah yang akan menjadi kaya. Namun, akankah menjadi kaya jika setelah mengetahui informasi berharga tapi tidak dijalankan? Ibarat menemukan peta harta karun, namun tidak menggalinya. Akankah kita memiliki emas dan berlian yang tersimpan di dalamnya.

Parahnya lagi, ada orang yang hanya belajar tentang suatu hal baru lalu membangga-banggakan ilmunya tanpa mempraktekan ilmu itu. Persis seperti manusia terpelajar dalam cerita di awal.

Jika belajar berenang, terjunlah ke dalam air.
Jika belajar menulis, menulislah.
Jika belajar tentang randah hati, jadilah rendah hati.
Belajar tentang cinta, jangan lupa memafkan dan menghormati pribadi lain.

Apalah gunanya memiliki ilmu segudang namun tidak dipraktekkan?
www.spiritual-motivasi.blogspot.com

Rahasia Pengusaha Sukses


Judul: Rahasia Pengusaha Sukses
Bahasa: Indonesia
Penulis: Asnawi, ST.
Jumlah halaman: -
Format ebook: EXE
Harga: Rp. 0,-
Perekomendasi: Admin

Di dalamnya berisi kumpulan tips untuk memulai usaha, yang diharapkan dapat membantu anda untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses.
Materi dari ebooknya sendiri sebenarnya diambil dari berbagai sumber/publikasi gratis di internet yang di rangkum oleh sang penulis menjadi satu.

Anda dapat mendownload langsung ebooknya Disini

Kunjungi juga website penerbit ebooknya di www.ebookmaker.co.nr

Rabu, 14 Januari 2009

PERBEDAAN PERSEPSI

> Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA 
> hal kepada 2 anak laki-lakinya : 
> 
> - Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang 
> kepadamu. 
> - Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar 
> matahari. 
> 
> Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah 
> ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu 
> menjadi semakin miskin. 
> 
> Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka. 
> 
> Jawab anak yang bungsu : 
> 
> "Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak 
> boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya 
> modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar 
> sementara aku tidak boleh menagih". 
> "Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko 
> dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus 
> naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, 
> tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak". 
> 
> Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal 
> yang sama. 
> Jawab anak sulung : 
> 
> "Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan 
> supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka 
> saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal 
> tidak susut". 
> 
> "Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang 
> dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko 
> sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. 
> Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah 
> toko yang lain tutup." 
> 
> "Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi 
> laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama". 
> 
> MORAL CERITA : 
> Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan 
> presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka 
> segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses 
> tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas 
> kita... pilihan ada di tangan anda. 
> 
> 'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa'

Senin, 12 Januari 2009

RUMPUT LIAR DI ANTARA PADI

Oleh Hermanus Y Lobo
www.spiritual-motivasi.blogspot.com


Masa kecil saya banyak dilewati di daerah persawahan. Ada cerita menarik yang ingin saya bagikan dengan Anda sekarang.

Sejak kecil saya sering membantu orang tua bekerja di sawah.

Sebelum padi ditanam, biasanya tanah dibajak. Diolah dan dibersihkan dari berbagai rumput liar dan sisa batang padi setelah dipanen. Ketika bibit padi dipindahkan dari tempat persemaian ke bedengan, bedengan harus sudah benar-benar siap untuk ditanami. Yang tersisa biasanya hanya lumpur.

Setelah kegiatan menanam, bedeng sawah terlihat hijau oleh tanaman padi. Tidak ada tumbuhan lain. Namun, sekitar semingu kemudian, rumput liar mulai nampak. Mereka tumbuh dengan cepat menghimpit padi yang baru ditanam.

Karena itu, sekitar dua minggu sampai sebulan setelah ditanam, para petani harus mulai mencabuti rumput-rumput liar. Kalau tidak, jangan harap dapat memperoleh panen yang memuaskan. Padi akan kerdil bahkan mati dikerubuti tumbuhan tak diinginkan itu.

Saya sering membantu orang tua untuk mencabuti rumput liar ini.

Saya masih ingat ketika pertama kali ikut orang tua mencabuti rumput di antara padi. Ketika saya sudah berhasil mengumpulkan rumput segenggaman tangan munggil saya, saya hendak melemparkannya ke pematang. Baru mulai mengambil ancang-ancang, tiba-tiba ayah bersuara.

“Jangan dibuang ke pematang,” kata ayah saya. “Benamkan saja ke dalam lumpur.”

Saya terkejut. Bukankah tumbuhan liar ini harus disingkirkan?

“Kenapa harus dibenamkan ke dalam lumpur?” saya meminta penjelasan pada ayah dengan wajah penuh tanda tanya. Saya belum masuk sekolah dasar saat itu.

Ayah saya berhenti sebentar, menarik napas panjang sambil menahan rasa lelah, lalu memandang ke arah saya.

“Nanti setelah rumput-rumput liar itu dibenamkan di dalam lumpur, dia akan membusuk. Nah… setelah membusuk, rumput-rumput liar itu akan menjadi pupuk yang sangat bermanfaat untuk menyuburkan padi.”

“Oh… begitu ya”. Saya mengangguk-anggukkan kepala memahami penjelasan ayah. Ternyata ayah pintar juga. Mungkin beliau belajar dari para penyuluh pertanian yang sering berkunjung ke desa.

Setiap hari kita sering berhadapan dengan berbagai masalah. Walaupun kita tidak menginginkannya. Berbagai antisipasi telah dilakukan. Akan tetapi, masalah entah dari mana selalu datang berkunjung.

Seperti rumput liar di antara padi, masalah selalu tumbuh dengan sendirinya. Namun, dengan penanganan yang tepat kita dapat mengubah rumput liar menjadi pupuk yang bermanfaat.

Rumput liar bahkan dapat menjadi petunjuk yang menguntungkan. Tanah di mana rumput liar tumbuh dengan lebat, pasti memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Sebaliknya, daerah yang hanya sedikit ditumbuhi rumput liar menandakan sedikitnya zat-zat penunjang kehidupan yang terkandung di dalamnya.

Jika Anda mengalami banyak masalah, bersyukurlah. Sebenarnya ada banyak peluang untuk bertumbuh di sana. www.spiritual-motivasi.blogspot.com *).

Minggu, 11 Januari 2009

MEJA KAYU

SUATU KETIKA, HIDUPLAH SEORANG KAKEK YANG TINGGAL BERSAMA ANAK, MENANTU, DAN CUCUNYA YANG BERUSIA 6 TAHUN. TANGAN ORANG TUA INI BEGITU RAPUH, DAN SERING BERGERAK TIDAK MENENTU. PENGLIHATANNYA BURAM, DAN CARA BERJALANNYA PUN RINGKIH.
KELUARGA INI BIASA MAKAN BERSAMA DI MEJA MAKAN. NAMUN SANG KAKEK KERAP KALI MENGACAUKAN SEGALANYA. MATANYA YANG RABUN DAN TANGANNYA YANG BERGETAR, MEMBUATNYA SUSAH UNTUK MENYANTAP MAKANAN. SENDOK DAN GARPU SERING KALI JATUH KE LANTAI. MINUMAN PUN SERING TUMPAH MEMBASAHI TAPLAK MEJA.
ANAK DAN MENANTUNYA PUN MENJADI SANGAT GUSAR. MEREKA MERASA DIREPOTKAN DENGAN SEMUA INI. “KITA HARUS MELAKUKAN SESUATU,” UJAR SANG SUAMI. “AKU SUDAH BOSAN UNTUK SELALU MEMBERESKAN SEMUA INI.”
LALU MEREKA MEMBUAT SATU MEJA KECIL DI SUDUT RUANGAN UNTUK TEMPAT MAKAN PAK TUA ITU.
DISANA SANG KAKEK DUDUK MAKAN SENDIRIAN, SAAT YANG LAINNYA DUDUK MENYANTAP MAKANAN BERSAMA. PIRING PLASTIK PUN DIBERIKAN AGAR SI KAKEK TIDAK MEMECAHKAN LAGI MANGKUKNYA. KAKEK MENJADI SEDIH, AIR MATA PUN MENGALIR MEMBASAHI GURAT – GURAT DI WAJAHNYA. TERKADANG TERDENGAR ISAK TANGIS DARI SUDUT RUANGAN, NAMUN KATA YANG KELUAR DARI SUAMI ISTRI INI SELALU OMELAN AGAR TIDAK MENJATUHKAN MAKANAN LAGI.
ANAK MEREKA YANG BERUSIA 6 TAHUN MEMANDANGI SEMUA DALAM DIAM. SUATU MALAM , SEBELUM TIDUR, SANG AYAH MELIHAT ANAKNYA SEDANG MEMAINKAN MAINAN KAYU. AYAHNYA MENGHAMPIRINYA DAN BERKATA DENGAN LEMBUT, “KAMU SEDANG MEMBUAT APA?” ANAKNYA DENGAN POLOS MENJAWAB, “AKU SEDANG MEMBUAT MEJA KAYU UNTUK TEMPAT MAKAN AYAH DAN IBU SAAT AKU BESAR NANTI. AKAN KU LETAJKAN DI SUSUT RUANGAN, DEKAT TEMPAT KAKEK BIASA MAKAN.”
ANAK ITU PUN TERSENYUM DAN MELANJUTKAN PEKERJAANNYA. JAWABANYA MEMBUAT KEDUA ORANGTUANYA SEDIH DAN BEGITU TERPUKUL. MEREKA TAK MAMPU BERKATA – KATA LAGI. AIR MATA PUN BERGULIR DARI KEDUA PIPI MEREKA, DAN MEREKA PUN SADAR BAHWA ADA YANG HARUS DIPERBAIKI.
MULAI KEESOKAN HARINYA, MEREKA MENUNTUN TANGAN SI KAKEK UNTUK KEMBALI MAKAN DI MEJA MAKAN. TAK ADA LAGI OMELAN YANG KELUAR MESKIPUN KAKEK MENJATUHKAN MAKANANNYA, DAN MINUMAN TUMPAH MEMBASAHI TAPLAK MEJA. KINI, KELUARGA ITU BISA KEMBALI MAKAN BERSAMA DENGAN DAMAI.
- Sudahkah kau berbakti pada orang tua mu??

Sabtu, 10 Januari 2009

Di Manakah TEMPAT ALAMIAH Saya?

Bagi seekor ayam, daratan yang kering adalah tempat hidup yang sempurnah. Dengan jari-jari kakinya yang telah dilengkapi dengan kuku yang tajam dia dapat mengais tanah. Menemukan cacing dan semut serta serangga lainnya untuk disantap. Ketika malam tiba, ia akan terbang naik ke atas pohon untuk beristirahat. Itulah tempat alamiahnya ayam.

Lain ceritanya bebek. Walaupun sama-sama unggas seperti ayam, tapi tempat hidupnya adalah di tempat becek dan berlumpur serta air kolam. Kaki bebek telah dilengkapi dengan selaput antara jarinya yang memudahkan ia untuk berdiri di atas tanah berlumpur. Bentuk paruhnya pun telah dirancang untuk menyaring makanan dari lumpur. Buangkan saja beberapa biji jagung di dalam lumpur. Anda akan terkejut kalau dengan mudah akan bebek temukan. Tapi ayam, hal itu sangat sulit untuk dilakukan. Itulah tempat alamiahnya bebek.

Ayam memang membutuhkan air. Tapi hanya sebatas pemuas dahaga. Uniknya, ayam membersihkan tubuhnya dengan mandi debu tanah. Sedangkan bebek, air adalah surganya. Dari tempat mencari makan sampai mandi dan bercengkrama dengan teman-temannya, yang juga bebek pastinya. Kalau panas, ayam akan berteduh di bawah pohon. Sedangkan bebek akan menceburkan diri ke dalam air kolam.

Di tanah kering, ayam menunjukan kepribadian sesungguhnya sebagai ayam, lengkap dengan segala kelebihannya. Di tanah becek dan air kolam, bebek tampil sempurnah dengan sifat-sifat alamiahnya sebagai bebek.

Nah, pertanyaannya sekarang di manakah tempat alamiah kita? Di manakah kita dapat mengeluarkan kemampuan terbaik kita? Di manakah selayaknya jalan hidup kita ditelusuri? Di jalan manakah hidup kita akan dibaktikan? Ke manakah suara hati kita memanggil?

Jelas… manusia tidak dapat dibandingkan dengan ayam dan bebek. Manusia adalah mahluk yang paling sempurnah di antara semua ciptaan Tuhan. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa banyak manusia lupa di mana tempat alamianya. Di mana talentanya, bakatnya, kemampuan terbaiknya dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Menganggap diri sebagai mahluk paling sempurnah, manusia kadang mengikuti keserakahnnya dan memasuki dunia yang sebenarnya bukan bidangnya. Lihat saja daftar caleg saat ini.

Saya percaya setiap manusia dilahirkan dengan dilengkapi dengan bakat yang unik. Setiap orang itu unik. Demikian juga bakatnya. Ketika bekerja di bidang yang bukan merupakan panggilan jiwa kita, kita tidak akan merasa bahagia. Kita tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik kita yang mana akan membuat hidup kita bersinar. Karena kita tidak menyukai pekerjaan yang kita lakukan, hasilnya pun tidak akan sangat memuaskan. Ada saja yang kurang di sana.

Ketika bekerja di bidang yang bukan bakat alami kita, kita ibarat seekor ayam yang tinggal di tanah berlumpur. Kaki kita tidak dilengkapi selaput seperti bebek yang memudahkan untuk bergerak. Susah mencari makan karena paruh kita tidak cocok untuk daerah berlumpur. Kita tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaik kita. Sebaliknya kita mungkin malah tenggelam karena kita tidak mampu berenang. Akhirnya kita tidak bahagia.

Lain ceritanya jika kita berkarya di bidang yang merupakan bakat alami kita. Ketika melakukan hal yang kita sukai, waktu terasa berhenti. Seluruh dunia seolah bersekutu mendukung kita. Hati selalu bergembira. Kita menjalani hidup yang utuh dan memuaskan. Kita mencintai pekerjaan kita. Hasilnya pun bisa dipastikan akan memuaskan. Karena di sana ada sebuah energi pendorong yang luar biasa dahsyatnya, CINTA.

Cinta adalah kekuatan terbesar di dunia. Orang bisa menyeberangi lautan luas, mendaki gunung tinggi, berperang melawan musuh, berkhianat terhadap negaranya sendiri hanya untuk mendapatkan cinta. Lihatlah cerita dan legenda yang telah berumur ratusan bahkan ribuan tahun. Sebagian besarnya berlatarkan cinta. Tangkupan Perahu, Cleopatra, Romeo and Juliet, adalah di antaranya.

Diceritakan bahwa Thomas A. Edison mengalami kegagalan ribuan kali sebelum berhasil menciptakan lampu pijar. Ada yang menyebutkan yang membuat Edison tetap bertahan adalah karena ketekunan, kesabaran, kerja keras, jangan mudah menyerah, dan sebagainya. Sisi lain kenapa Edison tetap bertahan walau mengalami ribuan kegagalan adalah CINTA. Ya, cintalah yang memberinya kekuatan.

Edison telah jatuh cinta akan pekerjaannya. Dia jatuh cinta dengan apa yang dia lakukan. Mungkin dia merasa di sanalah panggilan hidupnya. Di sanalah dia menemukan kegembiraannya. Di sanalah hatinya memanggil. Dia sudah terlanjur cinta sehingga beribu-ribu kali gagal pun tidak dapat menghentikan langkahnya. Sampai akhirnya, dia sukses besar.

Bayangkan… apa yang akan terjadi jika kita semua bekerja di bidang yang memang menjadi bakat alami kita? www.spiritual–motivasi.blogspot.com *

* * * * * * *
Hermanus Y Lobo
SPIRITUAL MOTIVATOR

Sadis!!!!!!!......

Terlalu sadis dirimu
Menjadikan diriku
Pelampiasan cintamu
Agar dia kembali padamu
Tanpa perduli sakitnya aku

Tega niannya caramu
Menyingkirkan diriku
Akhiri percintaan ini
Agar dia kembali padamu
Tanpa perduli sakitnya aku

Semoga Tuhan membalas semua yang terjadi kepadaku suatu saat nanti
………………………..

Itulah kutipan syair lagu SADIS yang dibawakan dengan sangat indah oleh Afgan. Lagu ini merupakan salah satu lagu kesukaan saya. Lagu yang sangat menyentuh dan dalam serta enak didengar.

Semoga Tuhan membalas………

Jelas yang tercampakkan merasa terluka, lemah dan tak berdaya. Dia tak tahu harus bagaimana lagi mengatasi situasi yang menimpanya. Hanya Tuhan tumpuan hidupnya. Tuhan-lah penolongnya. Sangat beriman.

Namun, dalam doanya dia menyimpan dendam. Hal itu dengan sangat jelas terungkap dalam permintaannya agar Tuhan membalas rasa sakitnya. Dia tidak berdaya, jadi Tuhan diangkat menjadi pembelanya. Sesuatu yang sangat berlawanan dengan sifat Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang akan semua mahluk. Yang baik maupun yang tidak.

Nah, kalau demikian sifat Tuhan, masih tepatkah doa tersebut?

Penderitaan selalu ada di mana-mana. Menimpa siapa saja. Dapat terjadi kapan saja. Suka atau tidak. Bisakah kita mengelak? Melalui tulisan ini saya ingin menghadirkan hasil permenungan pribadi. Anggap saja ini sebagai sebuah alternatif dari berbagi pilihan sikap yang telah ada.

Hidup penuh dengan keseimbangan. Ada baik di satu sisi, buruk menempati sisi yang lainnya. Bahagia-derita, tawa-tangisan, positif-negatif, sukses-gagal, siang-malam, semuanya hadir secara bersamaan membentuk sebuah keseimbangan. Seperti dua sisi mata uang, tak terpisahkan sampai kapan pun.

Lihatlah magnet, ada kutub positif dan negatif. Kita belajar bahwa magnet yang sekutub akan tolak-menolak. Sedangkan magnet yang berlainan kutub tarik-menarik. Bayangkan kalau hanya ada satu kutub, masihkah dia berfungsi sebagai magnet?

Arus listrik adalah contoh lainnya. Jika hanya ada satu arus, hanya positif atau hanya negatif, lampu tidak akan menyala. Harus lengkap keduannya. Atau bayangkan kalau hanya ada siang tapi tidak ada malam. Entah apa jadinya dunia ini.

Penderitaan datang sebagai sebuah makna tersembunyi. Dalam penderitaan pasti ada nilai kehidupan yang bisa kita petik. Ada sebuah pelajaran yang berharga. Penderitaan tidak hadir untuk dihindari atau disingkirkan dari kehidupan. Penderitaan datang untuk membuat kita semakin kokoh berjalan meraih impian.

Misalkan saja sebatang pohon, sebelum dia tumbuh semakin tinggi akarnya harus tumbuh semakin dalam mencengkram tanah. Karena semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup. Kalau tidak, dengan sekali tiupan angin dia tumbang menyusur tanah. Sia-sialah sudah usahanya untuk tumbuh semakin tinggi.

Cobaan dan penderitaan serupa zat gizi dan vitamin yang dibutuhkan untuk tumbuh ke dalam. Menguatkan mental dan hati. Membuat pijakan kita semakin kokoh sebelum tumbuh semakin tinggi.

Kegagalan kita untuk menangkap makna di balik sebuah kejadianlah yang membuat kita menghindari penderitaan. Tuhan tentu tidak akan membiarkan kita menderita tanpa sebuah alasan yang menguntungkan. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa Tuhan tidak akan memberi kita cobaan di luar kemampuan kita. Jelas… Tuhan tahu keadaan kita dan melalui cobaan kita dididik untuk meningkatkan kemampuan kita.

Saya percaya sepenuhnya bahwa Tuhan itu Maha Baik. Tidak hanya kebahagiaan, penderitaan pun menjadi tanda kebaikan Tuhan. Karena dalam setiap kejadian, baik bahagia maupun derita, Tuhan menitipkan makna kehidupan. Tugas kita adalah menemukan makna tersebut.

Sangat membahagiakan mengetahui bahwa ada satu hukum alam yang akan sangat membantu kita menggali pesan-pesan berharga dalam penderitaan. Hukum Polaritas. Hukum ini menyatakan bahwa tidak ada sesuatu pun ada tanpa ada kebalikannya.

Sekali lagi, bahwa tidak ada sesuatu pun ada tanpa ada kebalikannya.

Jika kita menganggap suatu kejadian itu negatif, menurut Hukum Polaritas nilai positif pun ada di sana. Tidak mungkin tidak, karena Hukum Polaritas adalah hukum alam yang berlaku kapan saja, di mana saja, pada siapa saja, suka atau tidak. Sama seperti Hukum Gravitasi bumi.

Saya yakin anda ingin sebuah contoh sekarang.

Lihatlah proses kelahiran. Sang ibu harus menahan sakit yang luar biasa. Mempertaruhkan hidupnya. Akan tetapi, pada saat yang sama dia sedang memberikan sebuah kehidupan baru kepada bayinya. Penderitaan menghasilkan kebahagiaan.

Sebaliknya, kelahiran seorang anak akan membawa kebahagiaan untuk keluarganya (Kalau kelahiran itu memang diinginkan). Keluarga senang karena sekarang ada anggota baru dalam keluarga. Tapi, bukankah kematian telah menanti dengan pasti. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya.

Sekali lagi, tidak ada sesuatu pun ada tanpa ada kebalikannya. Tergantung fokus pikiran kita ke arah mana. Kemelekatan pikiran akan kebahagiaanlah yang membutakan mata kita akan makna di balik derita.

Kalau dalam derita ada kebahagiaan dan dalam kebahagiaan mengandung derita, bagaimanakah cara terbaik dalam menghadapi segala kejadian? Seorang bijak di negeri ini memberikan sebuah saran adalah dengan KEIKHLASAN. Ikhlas menerima apa pun yang terjadi. Percaya dan pasrah bahwa apa pun yang terjadi adalah yang terbaik bagi kita. Kemauan Tuhan memang terkadang di luar pemikiran kita. Akan tetapi, kita harus percaya bahwa semua yang terjadi adalah demi kebaikan kita.

Ada sebuah kisah sedih yang saya alami sendiri, tetapi saya dapat menemukan nilai positif dalam kejadian itu. Kisah ini sudah saya posting di sini (Bagaimana menemukan nilai Positif dalam kejadian Negatif)

* * * * *
Semoga bermanfaat
Terima kasih

Hermanus Y Lobo
SPIRITUAL MOTIVATOR
www.spiritual-motivasi.blogspot.com