Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Selasa, 27 November 2012

Biography Syekh Abdul Qadir Jaelani

Biography-Syekh-Abdul-Qadir-Jaelani
Assalamualaikum sahabat Pojok
Pada kesempatan sebelumnya saya pernah share tantang Nasihat Seikh Abdul Qadir Al-Jaelani , bagi anda yang belum baca, silahkan di buka dulu link tersebut, dan seperti janji saya, kali ini saya ingin share tentang biography Sekh Abdul Qadir Jaelani.
Berikut adalah biography lengkapnya.


Syekh Abdul Qadir Jaelani nama lenkap beliau Muhy al-Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Abi Shalih Zango Dost al-Jaelani adalah orang Kurdi atau orang Persia ulama sufi yang sangat dihormati oleh ulama Sunni. Syekh Abdul Qadir dianggap wali dan diadakan penghormatan besar oleh kaum Muslim dari anak benua India. Di antara pengikut di Pakistan dan India, ia juga dikenal sebagai Ghaus-e-Azam. Ia lahir pada hari Rabu tanggal 1 Ramadan di 470 H, 1077 M selatan Laut Kaspia yang sekarang menjadi Provinsi Mazandaran di Iran atau tepatnya beliau lahir di Jailan atau Kailan tahun 470 H/1077 M, sehingga diakhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al Kailani atau juga Al Jiliydan.


Kelahiran, Silsilah dan Nasab 
Ada dua riwayat sehubungan dengan tanggal kelahiran al-Ghauts al_A'zham Syekh Abdul Qodir al-Jilani Amoli. Riwayat pertama yaitu bahwa ia lahir pada 1 Ramadhan 470 H. Riwayat kedua menyatakan Ia lahir pada 2 Ramadhan 470 H. Tampaknya riwayat kedua lebih dipercaya oleh ulama. Silsilah Syekh Abdul Qodir bersumber dari Khalifah Sayyid Ali al-Murtadha radiiyallahu'anhu, melalui ayahnya sepanjang 14 generasi dan melaui ibunya sepanjang 12 generasi. Syekh Sayyid Abdurrahman Jami rah.a memberikan komentar mengenai asal usul al-Ghauts al-A'zham radiiyallahu'anhu sebagi berikut : "Ia adalah seorang Sultan yang agung, yang dikenal sebagi al-Ghauts al-A'zham. Ia mendapat gelar sayyid dari silsilah kedua orang tuanya, Hasani dari sang ayah dan Husaini dari sang ibu". Silsilah Keluarganya adalah Sebagai berikut : Dari Ayahnya(Hasani): Syeh Abdul Qodir bin Abu Shalih bin Abu Abdillah bin Yahya az-Zahid bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah Tsani bin Musa al-Jaun bin Abdul Mahdhi bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan as-Sibthi bin Ali bin Abi Thalib, Suami Fatimah binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam Dari ibunya(Husaini) : Syeh Abdul Qodir bin Ummul Khair Fathimah binti Abdullah Sum'i bin Abu Jamal bin Muhammad bin Mahmud bin Abul 'Atha Abdullah bin Kamaluddin Isa bin Abu Ala'uddin bin Ali Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja'far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Zainal 'Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, Suami Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam

PERJALANAN HIDUP Syekh Abdul Qadir Jaelani

  1. Masa Muda
  2. Dalam usia 8 tahun ia sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Karena tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu dipimpin Ahmad al-Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al-Ghazali.

    Di Baghdad belajar kepada beberapa orang ulama’ seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein Al Farra’ dan juga Abu Sa’ad Al Muharrimi . Beliau belajar sehingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama’. Suatu ketika Abu Sa’ad Al Mukharrimi membangun sekolah kecil-kecilan di daerah yang bernama Babul Azaj. Pengelolaan sekolah ini diserahkan sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Beliau mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim disana sambil memberikan nasehat kepada orang-orang yang ada tersebut. Banyak sudah orang yang bertaubat setelah mendengar nasehat beliau. Banyak orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang ke sekolah beliau, sehingga sekolah itu tidak muat menampungnya.

  3. Murid Murid
  4. Murid-muridnya banyak yang menjadi ulama terkenal, seperti al Hafidz Abdul Ghani yang menyusun kitab Umdatul Ahkam Fi Kalami Khairil Anam, Syeikh Qudamah, penyusun kitab fiqih terkenal al Mughni.

  5. Perkataan Ulama tentang Beliau
  6. Syeikh Ibnu Qudamah sempat tinggal bersama beliau selama satu bulan sembilan hari. Kesempatan ini digunakan untuk belajar kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani sampai beliau meninggal dunia. (Siyar A'lamin Nubala XX/442).

    Syeikh Ibnu Qudamah ketika ditanya tentang Syeikh Abdul Qadir menjawab, "Kami sempat berjumpa dengan beliau di akhir masa kehidupannya. Ia menempatkan kami di sekolahnya. Ia sangat perhatian terhadap kami. Kadang beliau mengutus putra beliau yang bernama Yahya untuk menyalakan lampu buat kami. Ia senantiasa menjadi imam dalam salat fardhu."

  7. Tentang Karamahnya
  8. Syeikh Abdul Qadir al Jailani adalah seorang yang diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh para syeikh, ulama, dan ahli zuhud. Ia banyak memiliki keutamaan dan karamah. Tetapi, ada seorang yang bernama al Muqri' Abul Hasan asy Syathnufi al Mishri (nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Yusuf bin Jarir al Lakhmi asy Syathnufi) yang mengumpulkan kisah-kisah dan keutamaan-keutamaan Syeikh Abdul Qadir al Jailani dalam tiga jilid kitab. Al Muqri' lahir di Kairo tahun 640 H, meninggal tahun 713 H. Dia dituduh berdusta dan tidak bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Dia telah menulis perkara-perkara yang aneh dan besar (kebohongannya).

    "Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan yang dia dengar", demikian kata Imam Ibnu Rajab. "Aku telah melihat sebagian kitab ini, tetapi hatiku tidak tentram untuk berpegang dengannya, sehingga aku tidak meriwayatkan apa yang ada di dalamnya. Kecuali kisah-kisah yang telah masyhur dan terkenal dari selain kitab ini. Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak dikenal. Juga terdapat perkara-perkara yang jauh dari agama dan akal, kesesatan-kesesatan, dakwaan-dakwaan dan perkataan yang batil tidak berbatas, seperti kisah Syeikh Abdul Qadir menghidupkan ayam yang telah mati, dan sebagainya. Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani rahimahullah."

    Kemudian didapatkan pula bahwa al Kamal Ja'far al Adfwi (nama lengkapnya Ja'far bin Tsa'lab bin Ja'far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal al Adfawi), seorang ulama bermadzhab Syafi'i. Ia dilahirkan pada pertengahan bulan Sya'ban tahun 685 H dan wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452. al Kamal menyebutkan bahwa asy Syathnufi sendiri tertuduh berdusta atas kisah-kisah yang diriwayatkannya dalam kitab ini.(Dinukil dari kitab At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah as Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa'dah 1415 H / 8 April 1995 M.).

  9. Karya
  10. Imam Ibnu Rajab juga berkata, "Syeikh Abdul Qadir al Jailani Rahimahullah memiliki pemahaman yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma'rifat yang sesuai dengan sunnah."

    Karya karyanya :

    • Tafsir Al Jilani
    • al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq,
    • Futuhul Ghaib.
    • Al-Fath ar-Rabbani
    • Jala' al-Khawathir
    • Sirr al-Asrar
    • Asror Al Asror
    • Malfuzhat
    • Khamsata "Asyara Maktuban
    • Ar Rasael
    • Ad Diwaan
    • Sholawat wal Aurod
    • Yawaqitul Hikam
    • Jalaa al khotir
    • Amrul muhkam
    • Usul as Sabaa
    • Mukhtasar ulumuddin

    Murid-muridnya mengumpulkan ihwal yang berkaitan dengan nasihat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang dengan sunnah. Ia membantah dengan keras terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah.

  11. Ajaran-ajaranya
  12. Sam'ani berkata, " Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota Jailan. Ia seorang Imam bermadzhab Hambali. Menjadi guru besar madzhab ini pada masa hidup beliau." Imam Adz Dzahabi menyebutkan biografi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam Siyar A'lamin Nubala, dan menukilkan perkataan Syeikh sebagai berikut,"Lebih dari lima ratus orang masuk Islam lewat tanganku, dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat."

    Imam Adz Dzahabi menukilkan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Syeikh Abdul Qadir yang aneh-aneh sehingga memberikan kesan seakan-akan beliau mengetahui hal-hal yang ghaib. Kemudian mengakhiri perkataan, "Intinya Syeikh Abdul Qadir memiliki kedudukan yang agung. Tetapi terdapat kritikan-kritikan terhadap sebagian perkataannya dan Allah menjanjikan (ampunan atas kesalahan-kesalahan orang beriman). Namun sebagian perkataannya merupakan kedustaan atas nama beliau."( Siyar XX/451 ). Imam Adz Dzahabi juga berkata, " Tidak ada seorangpun para kibar masyayikh yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak di antara riwayat-riwayat itu yang tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi".

    Syeikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil,hal.136, " Aku telah mendapatkan aqidahnya ( Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani ) di dalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah. (Lihat kitab Al-Ghunyah I/83-94) Maka aku mengetahui bahwa dia sebagai seorang Salafi. Ia menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Ia juga membantah kelompok-kelompok Syi'ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya dengan manhaj Salaf." (At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa'dah 1415 H / 8 April 1995 M.)

  13. Awal Kemasyhuran
  14. Al-Jaba'i berkata bahwa Syeikh Abdul Qadir pernah berkata kepadanya, "Tidur dan bangunku sudah diatur. Pada suatu saat dalam dadaku timbul keinginan yang kuat untuk berbicara. Begitu kuatnya sampai aku merasa tercekik jika tidak berbicara. Dan ketika berbicara, aku tidak dapat menghentikannya. Pada saat itu ada dua atau tiga orang yang mendengarkan perkataanku. Kemudian mereka mengabarkan apa yang aku ucapkan kepada orang-orang, dan merekapun berduyun-duyun mendatangiku di masjid Bab Al-Halbah. Karena tidak memungkinkan lagi, aku dipindahkan ke tengah kota dan dikelilingi dengan lampu. Orang-orang tetap datang di malam hari dengan membawa lilin dan obor hingga memenuhi tempat tersebut. Kemudian, aku dibawa ke luar kota dan ditempatkan di sebuah mushalla. Namun, orang-orang tetap datang kepadaku, dengan mengendarai kuda, unta bahkan keledai dan menempati tempat di sekelilingku. Saat itu hadir sekitar 70 orang para wali radhiallahu 'anhum]].

    Dalam beberapa manuskrip didapatkan bahwa Syeikh Abdul Qadir berkata, "Sebuah suara berkata kepadaku saat aku berada di pengasingan diri, "kembali ke Baghdad dan ceramahilah orang-orang". Aku pun ke Baghdad dan menemukan para penduduknya dalam kondisi yang tidak aku sukai dan karena itulah aku tidak jadi mengikuti mereka". "Sesungguhnya" kata suara tersebut, "Mereka akan mendapatkan manfaat dari keberadaan dirimu". "Apa hubungan mereka dengan keselamatan agamaku/keyakinanku" tanyaku. "Kembali (ke Baghdad) dan engkau akan mendapatkan keselamatan agamamu" jawab suara itu.

    Aku pun membuat 70 perjanjian dengan Allah. Di antaranya adalah tidak ada seorang pun yang menentangku dan tidak ada seorang muridku yang meninggal kecuali dalam keadaan bertaubat. Setelah itu, aku kembali ke Baghdad dan mulai berceramah.

  15. Hubungan Guru dan Murid
  16. Syeikh Abdul Qadir berkata, "Seorang Syeikh tidak dapat dikatakan mencapai puncak spiritual kecuali apabila 12 karakter berikut ini telah mendarah daging dalam dirinya.
Dua karakter dari Allah yaitu dia menjadi seorang yang sattar (menutup aib) dan ghaffar (pemaaf).
Dua karakter dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam yaitu penyayang dan lembut.
Dua karakter dari Abu Bakar yaitu jujur dan dapat dipercaya.
Dua karakter dari Umar yaitu amar ma'ruf nahi munkar.
Dua karakter dari Utsman yaitu dermawan dan bangun (tahajjud) pada waktu orang lain sedang tidur.
Dua karakter dari Ali yaitu alim (cerdas/intelek) dan pemberani.

    Masih berkenaan dengan pembicaraan di atas dalam bait syair yang dinisbatkan kepadanya dikatakan:

    Bila lima perkara tidak terdapat dalam diri seorang syeikh maka ia adalah Dajjal yang mengajak kepada kesesatan.
    Dia harus sangat mengetahui hukum-hukum syariat zhahir, mencari ilmu hakikah dari sumbernya, hormat dan ramah kepada tamu, lemah lembut kepada si miskin, mengawasi para muridnya sedang ia selalu merasa diawasi oleh Allah.
    Syeikh Abdul Qadir juga menyatakan bahwa Syeikh al Junaid mengajarkan standar al Quran dan Sunnah kepada kita untuk menilai seorang syeikh. Apabila ia tidak hafal al Quran, tidak menulis dan menghafal Hadits, dia tidak pantas untuk diikuti.
    Syeikh Abdul Qadir berkata, "Kalimat tauhid akan sulit hadir pada seorang individu yang belum di talqin dengan zikir bersilsilah kepada Rasullullah oleh mursyidnya saat menghadapi sakaratul maut".
    Karena itulah Syeikh Abdul Qadir selalu mengulang-ulang syair yang berbunyi: Wahai yang enak diulang dan diucapkan (kalimat tauhid) jangan engkau lupakan aku saat perpisahan (maut).

    Pada tahun 521 H/1127 M, dia mengajar dan berfatwa dalam semua madzhab pada masyarakat sampai dikenal masyarakat luas. Selama 25 tahun Syeikh Abdul Qadir menghabiskan waktunya sebagai pengembara sufi di Padang Pasir Iraq dan akhirnya dikenal oleh dunia sebagai tokoh sufi besar dunia Islam. Selain itu dia memimpin madrasah dan ribath di Baghdad yang didirikan sejak 521 H sampai wafatnya di tahun 561 H. Madrasah itu tetap bertahan dengan dipimpin anaknya Abdul Wahab (552-593 H/1151-1196 M), diteruskan anaknya Abdul Salam (611 H/1214 M). Juga dipimpin anak kedua Syeikh Abdul Qadir, Abdul Razaq (528-603 H/1134-1206 M), sampai hancurnya Baghdad pada tahun 656 H/1258 M.

    Syeikh Abdul Qadir juga dikenal sebagai pendiri sekaligus penyebar salah satu tarekat terbesar didunia bernama Tarekat Qodiriyah.
    Ia wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azajwafat di Baghdad pada 561 H/1166 M.
Sekiab semoga bermanfaat, insyaAllah pada kesempatan berikutnya saya ingin share beberapa kitab terjemahan milik beliau Syekh Abdul Qadir Jaelani
wassalamualaikum warohmatullahi wa barokatuhu`


sumber id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Abdul_Qadir_Jaelani 

Buatlah Janji untuk Diri

Janji apa yang dapat kita buat untuk diri sendiri hari ini? Janji apa yang dapat kita buat untuk diri sendiri, dan itu tetap.

Anda telah dibuat, dan akan terus membuat, dengan segala macam komitmen kepada orang lain. Jika komitmen tersebut memiliki nilai, maka kita juga harus berkomitmen kepada diri sendiri.

Hal ini tidak sedikit yang egois untuk berkomitmen kepada diri sendiri. Karena itu menjadi mutlak yang terbaik untuk kita, yang memungkinkan kita untuk melayani orang lain.

Sekarang, kita tahu banyak cara di mana dapat memperkuat dan meningkatkan nilai kita kepada diri sendiri, dan nilai kita untuk hidup. Pilihlah salah satu cara, sekarang, dan buat janji kepada diri sendiri untuk menindaklanjutinya.

Tidak peduli seberapa jauh kita sudah datang, selalu ada beberapa pilihan baru dan memenuhi untuk menutupi. Pilihlah jalur yang menantang, dan berkomitmen untuk membuat jalan sepanjang itu.

Buatlah diri kita sebuah janji. Dan memberikan hadiah kepada semua kehidupan untuk prestasi diri kita sendiri.



GIVE ME 5 MINUTES


Anda pernah mendengar atau mengenal kisah tokoh yang bernama Napoleon Bonaparte?
Jika belum, Napoleon Bonaparte sering diasosiasikan sebagai jenderal perang Prancis terhebat pada zamannya. Namun, catatan hitam akan kekal
ahannya di Waterloo atas tentara Inggris yang dipimpin oleh Duke of Wellington membuat banyak orang bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab kekalahan jenderal yang sangat disegni ini ? Beberapa wartawan bertanya, “Pak Jenderal, bisa anda ceritakan mengapa tentara Inggris mengalahkan Anda di pertempuran waterloo?

Apakah mereka memiliki tentara yang lebih kuat ?” Dari kegelapan penjara terdengar suara dingin Napoleon yang berkata “Tidak.” Wartawan itu betanya lagi dengan penuh keingintahuan, “Apakah karena mereka memiliki senajat yang canggih?” Sekali lagi Napoleon menjawab, “Tidak.” Wartawan itu bertanya lagi, “Kalau begitu, mengapa Anda kalah pada pertempuran itu?” Keheningan berlangsung cukup lama sampai akhirnya Napoleon memberikan jawaban yang patut kita simak dalam kehidupan kita. Napoleon menjawab, “ Tentara Perancis kalah dari tentara Inggris karena tentara Inggris berperang lima menit lebih lama dibandingkan tentara kami.”

Tentu cara berperang saat ini sangat berbeda jauh dibandingkan dengan zaman Napoleon. Namun, ada satu kenyataan yang tidak berubah sampai saat ini, yaitu mereka yang berperang dan mampu berjuang lebih lamalah yang akan memenangkan pertandingan.

Didalam kehidupan ini, kita sering diperhadapkan dengan hal-hal yang penuh kekecewaan dan kegagalan, dan hal-hal ini sering membatasi pandangan kita terhadap kesuksesan yang sebentar lagi sebenarnya bisa kita raih.

Permasalahan yang terjadi setiap waktu dan setiap harinya dalam perjalanan hidup ketika menjalankan tugas dan pekerjaan atapun dalam menghadapi lingkungan sosial atau hubungan profesional, seringkali kita berpikir sangaaaat.. sulit untuk menyelesaikannya dan akhirnya membuat kita berpikir....ya sudahlah...,bagaimana lagi....,memang begini keadaannya.....,mau apa lagi...., dijalani saja....Tanpa disadari dan bukan merupakan keinginan kita, namun hal ini merupakan ekspresi berpikir dari diri kita ketika menghadapi sebuah kebuntuan..

Thomas Edison bahkan mengingatkan bahwa kelemahan terbesar dari diri kita adalah ketika kita menyerah, dan cara yang paling pasti untuk meraih kesuksesan adalah dengan mencoba sekali lagi, dan terus mencoba berkali-kali...dan hadapilah hidup ini lima menit lebih lama lagi.

"Setiap kali anda berpikir ingin menyerah, ingatlah bahwa tentara Inggris bertempur lima menit lebih lama lagi."

A hero is No Braver than Anyone Else; He is Only Brave
Five Minutes Longer (Ralph Waldo Emersen)

KISAH BERUANG LIAR



Alkisah ada dua orang ahli biologi sedang berada di lapangan untuk mencari jejak beruang liar. Tiba-tiba, beruang liar itu keluar dari sarangnya dan tepat berada di depan mereka.

Mereka berdua memanjat pohon terdekat,
tetapi beruang mulai memanjat pohon itu lebih cepat dari mereka. Ahli biologi pertama mulai melepas sepatu bot kulit hikingnya dan menarik sepasang sepatu lari dari tas punggungnya. Ahli biologi kedua memberinya tatapan penuh kebingungan dan berkata, "Apa yang sedang kamu lakukan?"

Dia menjawab, "Aku akan menghitung ketika beruang itu mendekati kita, dan kita akan melompat turun dan lari."

Orang kedua mengatakan, "Apakah kau gila? Kita berdua tahu kamu tidak dapat berlari lebih cepat dari beruang liar dewasa?"

Orang pertama berkata, "Aku tidak perlu berlari lebih cepat dari beruang itu, aku hanya perlu berlari lebih cepat dari kamu!" dengan begitu beruang pasti akan mengejar kamu bukan aku.

RENUNGAN:
Dari cerita diatas kadang tanpa kita sadari kita tidak tahu apakah tindakan yang dilakukan oleh orang pertama adalah tindakan cerdik atau tindakan egois yaitu mengumpankan teman satu team demi keselamatannya sendiri.

Dalam sebuah pekerjaan seringkali kita menemukan beruang ganas yang mengobrak-abrik dan mengancam suasana nyaman yang kita alami. Kesolidan dan kekompakan team menjadi pertaruhannya.

Tindakan yang paling mudah kadang kita mengumpankan orang lain dan menyalahkan oranglain sementara dengan begitu kita punya kesempatan untuk melarikan diri sekencang-kencangnya bebas dari tanggungjawab.

Menurut kacamata kebaikan, Tindakan yang dilakukan oleh orang pertama itu adalah tindakan pengecut, mencari kambing hitam, mengorbankan orang lain dan mementingkan diri sendiri. Seharusnya sebagai team,mereka secara bersama-sama berusaha bekerja sama untuk berpikir, bertindak untuk bagaimana caranya untuk menghalau beruang.

Pekerjaan yang baik selalu tidak mudah, menghadapi masalah sebesar seperti menghadapi beruang tentulah tidak gampang, karena bisa jadi itu masalah hidup dan mati. Pertimbangannya ada dihati nurani atau kepentingan sesaat.
Namun sebagai team yang kompak dan solid, kita harus bisa bekerja sama untuk menghadapi beruang.

Beruang kita ibaratkan masalah yang sedang kita hadapi. Kita harus yakin dengan team akan bisa menghadapi dan menyelesaikannya dengan baik.

KISAH SUTERA BERLAPIS EMAS YANG MEMBAWA PETAKA


Dikisahkan seorang bangsawan kaya dan terhormat tinggal bersama istri dan putranya yang tampan. Sang Bangsawan setiap hari sibuk bekerja, demikian juga istrinya. Ia mempunyai berbagai kegiata
n di luar rumah sehingga putra kecilnya lebih sering ditemani oleh pengasuh. Putra bangsawan itu berusia lima tahun dan sedang tumbuh dengan segenap kenalakan dan dia mulai menggambar, mencorat-coret tanah di halaman belakan atau menggoreskan kuasnya ke berbagai permukaan yang disediakan oleh si pengasuh.

Sang Bangsawan adalah pahlawan kebanggaan kota itu. Karena jasa-jasanya membesarkan kota dan negara, maka Raja menghadiahkan sehelai kain sutera berlapis emas yang indah sekali. Suatu hari, saat si pengasuh lengah menjaga si kecil, terjadilah malapetaka. Si putra bangsawan yang melihat kain sutera emas berlapis emas yang ada diatas meja, segera menjadikannya alas untuk menggambar. Akibatnya kain sutera nan indah itu pun coreng-moreng penuh tinta hasil coretannya.
Ketika bangsawan dan istrinya tiba dirumah, dengan kegembiraan khas seorang anak, tanpa merasa bersalah sedikit pun, putra bangsawan itu memamerkan hasil coretannya di atas kain sutera emas pemberian raja.
Seketika itu sang bangsawan kaget dan meledak amarahnya. Sambil berteriak diambilnya alat pemukul.

“Dasar anak nakal, yang kamu coret-coret itu adalah sutera emas penghargaan raja!!! Rusak sudah kehormatan ayah. Tanpa berpikir panjang bangsawan itu memukuli tangan anaknya.
“ampun ayah, sakit, rengek sikecil sambil menahan sakit”
Keesokan harinya, saat si kecil dimandikan terdengar lirih suara tangis kesakitan. Pukulan Ayahnya kemarin ternyata meninggalkan luka di jarinya. Selang berapa hari putranya panas tinggi. Kemudian dibawa ke dokter, ternyata di bekas luka pukulan tadi membengkak kehitaman dan terpaksa harus di amputasi.
Setelah operasi, sang putra bilang sama ayah ibunya, jangan sedih, saya minta maaf telah membuat ayah kesal, tapi tolong Yah kembalikan tangan putra supaya putra bisa menyalami ayah untuk memohon ampun. Mendengar kata si kecil, meledaklah tangis kedua orang tuanya. Mereka sadar, penyesalan sedalam apapun tidak akan pernah mengembalikan utuh tangan anak mereka.

RENUNGAN:
Kemarahan yang tidak terkendali sesungguhnya adalah emosi yang membutakan mata hati. Tidak peduli apapun akibat dan hasilnya. Emosi yang tidak terkontrol biasanya hanya akan memperpanjang masalah. Tak jarang emosi yang berlebihan justru akan menimbulkan dampak masalah yang lain.

Tanpa kendali diri, kemarahan yang meledak-ledak, kebencian yang mengakar. Kedengkian yang mengerogoti akal sehat, dan dendam yang membara, sangat berpotensi merusak diri kita sendiri. Hubungan baik dengan sekeliling kita juga terganggu.

Hubungan dalam keluarga kita juga kadang ada masalah, begitu juga kerja sama dalam tem work kita sehari-hari, kadang ada masalah yang bisa mengakibatkan benturan antara orangtua dan anak, pimpinan dan anakbuah, atau antara pimpinan dan pimpinan. Namun yang paling penting kita tidak keluar dari focus untuk mencapai tujuan.

Emosi negatif harus kita rubah menjadi positif yang menjadi kekuatan kita. Masing-masing harus mau introspeksi diri mau menyadari kelemahan masing masing dan mau memperbaiki diri.
Ini adalah salah satu pilar yang cukup kuat untuk mensolidkan team kita menjadi team yang kuat.

“Kemarahan yang tidak terkendali sesungguhnya adalah emosi yang membutakan hati. Tidak peduli apapun akibat dan resikonya, penyesalan selalu datang belakangan"

RESEP RAHASIA UMUR 100 TAHUN


Seorang reporter mempunyai kesempatan yang sangat unik untuk mewawancarai seorang bapak tua yang masih terlihat sehat dengan usia yang mencapai 100 th.
“ Pak, apa yang menjadi rahasia anda sampai diusia 100 th
ini?”, Pak Tua itu menjawab, “ sudah bukan rahasia umum lagi, saya selalu memperhatikan apa yang saya makan, mencari aktivitas yang membuat pikiran saya tertantang, dan olah raga rutin.

Dengan penasaran reporter itu bertanya lagi, “ Tapi hal ini juga pernah saya dengar dari orang yang berusia 50 th dan ahirnya juga meninggal di usia 55 th, apa masih ada rahasia lainnya lagi?”. Pak Tua kembali menjawab setelah sejenak berpikir, “ Memang benar orang itu melakukan hal yang sama dengan apa yang saya lakukan, namun perbedaannya ia tidak melakukannya secara terus menerus.

Itulah yang mengakibatkan kegagalannya”.Di sebuah perusahaan Multinasional skala besar di Indonesia yang dalam operasional produksinya secara pasti membutuhkan power / energi listrik yang sangat besar. Perlu adanya maintenance dan kontrol yang intens agar tidak terjadi break down sehingga bisa terhindar dari loss production dan pastinya terhindar dari cost yang tinggi.

Seorang staff utility / maintenance harus memiliki motivasi dalam menjalankan pekerjaannya dengan menyediakan waktu untuk setiap hari mencatat berapa parameter dan pemakaian daya listrik perusahaan ini... dan secara terus menerus ,Ia melakukan pencatatan tanpa terlewatkan sedikitpun sesuai dengan schedule rutinnya. Mungkin juga dia bisa saja tidak melakukan pencatatan parameter tersebut karena tidak ada yang melakukan monitoring atau kontrol pada dia dan area pekerjaan ini.

Namun dengan konsistensi yang ada pada dirinya, pekerjaan ini terus dilakukannya secara konsisten, dan pada suatu waktu ia melihat ada percikan api yang terjadi di dalam panel cubicle outgoing PLN..., pekerjaan yang dilakukan pada awalnya adalah untuk mengukur parameter pemakaian listrik, menjadikannya dapat mengantisipasi adanya percikan api yang akan mengakibatkan break down pada power listrik, sehingga dapat dilakukan perbaikan awal dan tidak menimbulkan loss production dan cost yang besar atau bahaya yang sangat besar jika sampai terjadi konsleting atau kebakaran...

Dalam dua cerita diatas, kita dapat belajar bahwa untuk memberikan kontribusi yang maksimal terhadap diri kita dan karir secara profesional, kita perlu berkomitment setiap hari mengambil tindakan yang konsisten. Kita tidak mungkin mendapatkan hasil yang luar biasa jika kita hanya bekerja keras dalam satu waktu kemudian tidak menjalankannya secara konsisten karena kita akan kehilangan momentum yang sangaaaattt penting.....

Kesuksesan seseorang bukan hanya bergantung pada langkah pertama yang ia ambil, seringkali justru langkah-langkah selanjutnya yang kemudian menjadi kebiasaanlah yang akan bertahan untuk meraih kesuksesan. Mengambil tindakan-tindakan yang konsisten dan disiplin terhadap tugas yang harus diselesaikan tidak akan membuahkan hasil yang brilian dalam waktu satu hari. Namun, jika hal ini telah menjadi kebiasaan anda dan anda lakukan secara konsisten didasari oleh komitment yang kuat, maka suatu saat nanti kesuksesan akan anda raih.

“In essence, if we want to direct our lives, we must take control of our consistent. It’s not what we do once in a while that shapes our lives, but what we do consistently”. (Anthony Robbins)

KISAH NYATA : RUDI SUPARTO MENJADI TK.CUCI PIRING DI AS.


Sekitar 7 tahun lalu, tepatnya tahun 2005, pria bernama Rudi Suparto ini terbang ke Amerika Serikat demi mencari uang lebih. Namun ternyata, mantan sales manager ini tak bisa mendapa
t pekerjaan yang lebih baik selain tukang cuci piring di sebuah restoran.

Awal kehidupannya di Amerika Serikat terbilang tidak mudah bagi pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini.

Betapa tidak, ia sebenarnya tidak bisa berbahasa Inggris.
Alhasil, hanya tukang cuci piringlah yang bisa dijadikan nafkah penghidupannya di tahun-tahun pertama di negeri Paman Sam ini. “Sedih sekali sebenarnya waktu itu. Saya tidak biasanya memegang sampah dan kotoran makanan,” kisah Rudi.

Luar biasanya, kondisi menyedihkan ini tidak membuat Rudi pantang menyerah. Justru ia menjadikan keadaannya itu sebagai bahan pelajaran sehingga pada akhirnya ia mengetahui cara memasak dan seluk beluk restoran.

Ketekunan dan kegigihannya selama beberapa tahun tersebut akhirnya menghasilkan sebuah restoran cepat saji miliknya sendiri, yang diberi nama Wok Express. Restoran ini terletak di jalan utama kompleks kasino, Las Vegas, Amerika Serikat.

Ibarat kacang yang tak lupa akan kulitnya, Rudi pun ikut membantu sesama imigran asal Indonesia. Seluruh karyawannya adalah orang Indonesia, dan hanya juru masaknya saja yang warga China.

Meski sudah memiliki kehidupan mapan di Amerika, Rudi tetap berencana untuk menghabiskan masa tuanya di Indonesia. Karena itu, ia selalu berusaha berbahasa Indonesia dengan anak-anaknya supaya bahasa ibu mereka tidak hilang.

Pencapaian Rudi Suparto ini membuktikan bahwa setiap peluh kerja keras di bidang apa pun bila ditekuni dengan niat baik dapat berbuahkan kesuksesan yang manis. Selain itu, apa yang dilakukan Rudi juga patut dicontoh. Sejauh apa pun kita melalang buana dan apalagi menuai keberhasilan di negeri orang, layaknya kita tidak melupakan kampung halaman.