Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Sabtu, 03 Agustus 2013

Incredible Me


Suatu kali, disiang yang terik, disaat ketiganya sedang bekerja melintaslah seorang tua lalu bertanya kepada salah seorang diantara mereka.

"Apa yang sedang kau kerjakan ?"

pekerja bangunan yang pertama tanpa menoleh sedikitpun, menjawab ketus orang tua itu dengan suara lantang.

"Hei orang tua, apakah matamu sudah terlalu rabun untuk melihat. Yang aku kerjakan dibawah terik matahari ini adalah pekerjaan seorang kuli dengan upah juga seorang kuli !! Apakah itu cukup memuaskan hatimu ?!".

Mendengar jawaban Si Kuli Bangunan, orang tua itupun tersenyum, lalu beralih kepada pekerja bangunan yang kedua.

"Wahai pemuda, apakah gerangan yang sebenarnya kalian kerjakan ?".

Pekerja bangunan yang kedua menoleh. Wajahnya ramah, meskipun keraguan nampak jelas disana.

"Pak tua, sejujurnya aku tidak tahu pasti, tetapi kata orang, kami sedang membuat sebuah rumah Pak, beberapa orang yang lain mengatakan ini adalah sebuah gudang raksasa, tetapi ada juga yang mengatakan yang sedang kami bangun ini adalah sebuah museum. Entahlah yang mana diantara mereka yang benar…", jawabnya lalu meneruskan pekerjaannya kembali.

Masih belum puas dengan jawaban pekerja yang kedua, orang tua itupun menghampiri pekerja yang ketiga, lalu bertanya kepadanya.

"Anakku, beritahulah aku apa sebenarnya yang sedang kalian kerjakan..".

Maka pekerja yang ketiga pun tersenyum lebar, lalu menghentikan pekerjaannya sejenak dan dengan wajah berseri-seri pun berkata.

"Bapak, kami sedang membuat sebuah istana indah yang luar biasa Pak ! Mungkin kini bentuknya belum jelas, bahkan diriku sendiripun tidak tahu seperti apa gerangan bentuk istana ini ketika telah berdiri nanti. Tetapi aku yakin, ketika selesai, istana ini akan tampak sangat megah, dan semua orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Jika engkau ingin tahu apa yang kukerjakan, itulah yang aku kerjakan Pak !", jelas pemuda itu dengan berapi-api.

Mendengar jawaban pekerja yang ketiga, orang tua itupun terharu, rupanya orang tua ini adalah pemilik istana yang sedang dikerjakan oleh ketiga pekerja bangunan itu. Ketiga pekerja bangunan itu adalah pekerja bangunan biasa, namun masing-masing memiliki pandangan berbeda dengan pekerjaan mereka.

RENUNGAN :
Begitu juga yang sering terjadi dengan hidup ini. Setiap orang punya pandangannya masing-masing mengenai siapa mereka, mengapa dan apa yang mereka lakukan dalam hidup ini. Sebagian menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu acuh tak acuh, dan tampak tidak terlalu menghargai kehadiran dirinya dalam hidup.

Sebagian lagi, karena sesuatu dan lain hal tidak mempunyai gambaran yang jelas akan siapa dan apa yang akan mereka kerjakan dalam hidup ini. Namun beruntung, ada orang-orang yang memiliki pandangan dan keyakinan yang begitu jelas akan siapa mereka, akan apa yang akan mereka kerjakan dalam hidup ini, tentang misi atau tugas ingin mereka lakukan dalam hidup ini.

KISAH BERAPA BERAT GELAS INI?


Seorang guru memulai kelasnya sambil memegang segelas air. "Menurut kalian,barapa berat gelas ini?"

"Lima puluh gram? Seratus gram? Para siswa menebak.

"Saya tidak tahu berapa berat gelas ini, kecuali kalau saya benar-benar menimbangnya" kata sang guru. "Tapi pertanyaan sesungguhnya adalah, 'Apa yang akan terjadi jika saya mengangkatnya seperti ini selama beberapa menit?

"Ya tidak terjadi apa-apa laaah!"

"Apa yang akan terjadi jika saya mengangkatnya seperti ini selama satu jam?"

"Pegal pak!"

"Benar. Bagaimana jika saya memegangnya seharian ini?"

"Lengan bapak pasti akan mati rasa. Bapak pasti akan stres berat dan mengalami kelumpuhan otot, lalu harus pergi ke rumah sakit pastinya," jawab siswa lain memberanikan diri, sambil setengah tertawa.

"Bagus. Tapi selama itu terjadi, akankah berat gelas mengalami perubahan?"

"Tidak".

"Lalu apa yang akan menyebabkan lengan ini sakit dan ototku kram?"

Para siswa terdiam. Bingung.

"Bapak harus meletakkan gelas itu". seorang siswa mencoba-coba.

RENUNGAN :
"Tepat! Masalah dalam hidup kita ya seperti itu juga. Coba simpan selama beberapa menit saja di kepala kalian, maka tidak terjadi apa-apa. Tapi coba kalian simpan untuk waktu lama, maka kalian akan mulai sakit kepala.
Simpan lebih lama lagi, maka kalian bisa jadi akan lumpuh".
Masalah hidup adalah ujian dari KEHIDUPAN dan tidak ada kemudahan serta kekuatan untuk menyelesaikannya selain dari diri kita sendiri.

10 Kebajikan untuk Pernikahan Bahagia (10 Rules for a Happy Marriage)



1. Never both be angry at the same time.
Jangan pernah marah berdua pada waktu yang bersamaan.

2. Never yell at each other unless the house is on fire.
Jangan pernah berteriak kepada satu sama lain kecuali rumah Anda kebakaran.

3. If one of you has to win an argument, let it be your mate.
Jika salah seorang dari kalian harus menjadi pemenang dalam suatu argumen, biarlah pasangan Anda yang menang.

4. If you have to criticize, do it lovingly.
Jika Anda harus memberikan kritik, lakukanlah dengan kasih sayang.

5. Never bring up mistakes of the past.
Jangan pernah membawa-bawa kesalahan masa lalu.

6. Neglect the whole world rather than each other.
Lebih baik mengacuhkan seluruh dunia daripada mengacuhkan satu sama lain.

7. Never go to sleep with an argument unsettled.
Jangan pergi tidur dengan argumen yang belum diselesaikan.

8. At least once every day try to say one kind or complimentary thing to your life’s partner.
Setidaknya satu kali dalam sehari, cobalah untuk mengatakan sebuah kalimat pujian / penghargaan kepada pasangan hidup Anda.

9. When you have done something wrong, be ready to admit it and ask for forgiveness.
Ketika Anda melakukan kesalahan, bersiaplah untuk mengakui kesalahan Anda dan minta maaf.

10. It takes two to make a quarrel, and the one in the wrong is the one who does the most talking.
Membutuhkan dua pihak untuk bertengkar, dan pihak yang salah biasanya adalah pihak yang berbicara paling banyak

Jumat, 02 Agustus 2013

(Kisah Nyata) Sumpah Serapah Sang Ibu yang menjadi kenyataan bagi anaknya


Kisah ini teman saya yang mempunyai ibu dengan kebiasaan mengucapkan kata-kata sumpah serapah saat dia masih anak-anak. Sampai sekarang sumpah serapah itu masih terus dia ingat. Mengapa dia bisa terus ingat sumpah serapah itu, bahkan sampai dia sudah punya cucu saat ini? Ini semua karena sumpah serapah almarhumah ibunya puluhan tahun yang lalu benar-benar terbukti padanya dan para saudaranya.

Sebagai anak pertama, teman saya adalah anak yang paling rajin dibandingkan adik-adiknya. Dia selalu membantu ibunya sehingga sang ibu jarang marah padanya. Sebaliknya adik-adiknya tidak serajin sang kakak. Akibatnya sang ibu sering marah pada mereka.

Saat marah, sang ibu sering mengeluarkan kata-kata sumpah serapah kalau besar nanti mereka hanya akan menjadi seorang pembantu dan sulit cari rejeki. Dan sang kakak akan menjadi juru tulis (sebutan pegawai negeri jaman dulu) dan gampang cari rejeki. Tahukah anda? Ternyata ucapan sang ibu terbukti setelah mereka beranjak dewasa.

Sang kakak benar-benar menjadi pegawai negeri dan saudara yang lain menjadi pembantu (TKI). Hidup sang kakak berkecukupan dan sebaliknya hidup saudara yang lain serba kekurangan walaupun gaji mereka cukup besar sebagai TKI.

RENUNGAN:
Dari kisah teman saya, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran, terutama para ibu. Jagalah selalu ucapan anda. Sekali lagi, ucapan adalah doa, dan doa seorang ibu bisa mengalahkan doa 1000 ulama sekalipun. Berilah ucapan yang baik bagi anak-anak anda, karena ucapan atau doa ibu terhadap anaknya mempunyai kekuatan yang besar bagi terkabulnya doa.

Selain Kita

Pikiran, kata-kata dan tindakan kita mungkin tampak untuk memulai dan mengakhiri di dekat kita. Namun sebenarnya mereka jauh melampaui kita.

Kita tidak mungkin mengetahui sepenuhnya pengaruh kita sendiri. Jadi yang terbaik untuk mengasumsikan apa pun yang kita lakukan segalanya adalah dengan tidak mempengaruhi.

Semakin positif kita berpikir, berbicara dan bertindak, maka semakin positif seluruh dunia kita. Menaruh perhatian besar dan nilai apa yang kita lakukan, dan melakukan nilai tumbuh, jauh lebih berharga karena menyebar di luar kita.

Kita terhubung dengan orang lain dalam beberapa hal yang kita tahu tentang, dan dalam banyak hal lainnya yang kita tidak menyadari.

Apa pun yang kita tawarkan kepada orang lain, apakah itu positif atau negatif, maka kita akhirnya akan menerima dalam ukuran yang lebih besar bahkan dalam kehidupan kita sendiri.

Apa yang tampaknya berada di luar kita, tidak benar-benar terpisah dari kita. Kita tenggelam ke dalam semua itu, dan apa yang kita lakukan bergema di sekeliling kita.

Setiap saat hidup kita benar-benar untuk nilai tertinggi dan terbaik. Nilai-nilai terdalam dan kita akan berbagi dengan seluruh dunia kita.

>> follow twitter @CepPangeran



Kamis, 01 Agustus 2013

Saat Kita SADAR


Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa
Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Di saat kita SADAR, semua yang bergerak, dan segala yang diam, yang terbang dan yang mati tenggelam, yang berbahagia dan murung terluka, semua torehan masa lalu dan kejadian yang yang akan datang adalah kehendak dan ketetapanNYA, adalah bentuk keadilan dan kasih sayang-NYA

itulah sebuah kemenangan,,,,,kemerdekaan, ikhlas,,,bebas terlepas,
,,,,saat itulah, ibadah tak membuat rasa bangga, dosa yang tak membuat berbputus asa, ketidak adilan terasa tidak memberatkan dan kehilangan yang tak menumbuhkan kecemasan, maki cacian terdengar bagai tangga tangga nada...tangis dan tawa terasa sama, tak ada beda.
Ya.....saat kita SADAR, dialah yang ADA, ESA, satu-satunya


Renungan untuk Diri, yang masihs sering lalai dan lupa

Teruslah Berjalan Lebih Dekat

Apa yang dapat kita lakukan, sepertinya tidak ada harapan? Tetapi kita dapat terus berjalan, dan terus jalan tanpa henti.

Apapun pilihan terbaik, ketika kita merasa ingin menyerah? Pilihan terbaik adalah dengan terus berjalan.

Bagaimana kita dapat merespon ketika keadaan bertindak terhadap kita? Tanggapan yang paling efektif adalah dengan terus bekerja dengan cara kita ke depan, dan tidak peduli apa faktor-faktor lain yang mungkin hadir.

Semua kita tahu berdasarkan pengalaman masa lalu, namun masa depan tidak sama dengan masa lalu. Untuk sekarang, kita dapat mengambil tindakan untuk masa depan dan lakukan untuk mengubah cara hal-hal yang akan dirubah.

Meskipun dapat mudah menyerah, namun ingatlah ini. Ketika kita berada di titik menyerah, pastikan kita berada di titik di mana nilai maksimum dapat dibuat.

Jika kita merasa ingin menyerah, maka kita tidak perlu kehilangan dan untuk mendapatkan semuanya dengan terus mendorong maju. Teruslah berjalan untuk hadiah yang lebih dekat dengan setiap langkah yang kita ambil.

>> follow twitter @CepPangeran