Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Jumat, 02 Maret 2012

KASIHILAH SELAGI BISA

Untuk mengingatkan bahwa ada orang yang menyayangi kita (mungkin...) tanpa kita sadari... sampai suatu saat kita harus kehilangannya...... dan apakah kita harus kehilangannya lebih dahulu untuk menyadarinya....?

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya.

Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya, Magy, di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.

Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.


Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy, putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri.
Dia berkata dengan suara manjanya,
"Papa lihat !"
John menengok ke arahnya dan berkata,
"Wah, buku baru ya ?"
"Ya Papa!" katanya berseri-seri, "Bacain dong !"
"Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh", kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.
Magy hanya berdiri terpaku di samping John sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali,
"Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy".
Dengan perasaan agak kesal John menjawab,
"Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk
membacakannya."
"Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa," katanya sendu.
"Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu."
"Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan."
John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi.

Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku di sebelah ayahnya sambil memegang erat bukunya.
Lama sekali John mengacuhkan anaknya. Tiba-tiba Magy mulai lagi,
"Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti
bagus!
Papa pasti akan suka."
"Magy, sekali lagi Ayah bilang, lain kali!" dengan agak keras John membentak anaknya.
Hampir menangis Magy mulai menjauh, "Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali."
Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya,menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata,"Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy juga bisa ikut dengar."
John hanya diam.

Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John.John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah.

Magy yang baru berusia 2 tahun meletakkan tangannya yang mungil di atas tangannya yang kasar mengatakan, "Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar."
Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak terlalu baru, sampulnya sudah mulai usang dan koyak. John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya. John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat penting.
Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah.
John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir.
Mungkin...
"Lakukan sesuatu untuk seseorang yang anda kasihi sebelum terlambat, karena sesal kemudian tidak akan ada gunanya lagi....
Lakukan sesuatu yang manis untuk orang-orang yang kamu kasihi, dengan waktu yang anda punya..."

Kamis, 01 Maret 2012

Tips Hidup beruntung

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan orang2 yg merasa sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya banyak beruntung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial-bermasalah. Memang Ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial. 


Berdasarkan hasil penelitian yang diklaimnya sbg “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial. Keempat faktor tersebut adalah: 

1) Sikap terhadap peluang 
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak cepat menangkapnya ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka bersikap lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. 

Sebaliknya, kelompok Orang yang sial memiliki perasaan dan sikap yang lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru. Sama sekali Tidak mengikut sertakan intuisi dalam membuat keputusan. 

2) Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika.

Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada sekedar hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka memang akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “good feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. 

Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam. 

3) Selalu berharap kebaikan akan datang..
Orang yang beruntung ternyata selalu bersikap positif terhadap kehidupan. Berprasangka dengan optimis bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. 

4) Mengubah hal yang buruk menjadi baik Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. 

Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umumnya adalah: “wah sial bener bisa berada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. 

Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan ( tentu dalam artian yang positif ). 

Jadi, menurut Profesor Richard Wiseman => rahasia orang yang ber-Untung adalah cukup sederhana. Dikatakannya, hampir semua orang normal juga bisa beruntung. TERMASUK ANDA dan SAYA

Apakah sudah Siap mulai menjadi ber-Untung ?

Note :
Orang berfikiran Positif selalu akan melihat Kesempatan dalam berbagai Kesulitan2 nya, tapiOrang yang berfikiran Negatif hanya akan Masalah Besar dalam Kesulitan2 nya.

First, Open your Mind, and Enjoy your life……

Berbagi Tips/cara: Tak Mau Suami Pergi? Jangan Lakukan Ini bagi yg sudah bersuami By : Psikolog Molly Barrow, PhD


Tak Mau Suami Pergi? Jangan Lakukan Ini!

Anda pasti kesal bila ada orang yang berkali-kali mengingatkan soal tugas Anda. Jadi, mengapa kita, para istri, sering bersikap begitu kepada suami? Yang paling penting, bagaimana caranya agar kita berhenti merongrong suami?

Bukan karena cinta Kenapa para istri sering merongrong suami? Umumnya, mereka melakukan hal itu sebagai bentuk perhatian. Psikolog Molly Barrow, PhD mengatakan, cara menyayangi seperti itu agak menyesatkan.


Menurut Barrow, merongrong bukanlah bentuk rasa sayang atau cinta. Suami justru akan merasa Anda tidak memercayai kemampuan dan tanggung jawabnya. Selain itu, merongrong juga dapat menimbulkan situasi yang tidak menyenangkan. Rongrongan Anda dapat menimbulkan situasi yang tidak menyenangkan. Rongrongan Anda dapat menjadi teror bagi suami dan lama-kelamaan suami tidak betah di rumah. Kemungkinan lain, suami akan marah, benci, dan merasa dikekang.

Macam-macam rongrongan Barrow menjelaskan dengan mengatakan, “Kan saya sudah bilang berkali-kali,” untuk mengingatkan tanggung jawab suami, para istri berarti membuat suami mereka melakukan tanggung jawab dengan terpaksa. Bahkan, di beberapa kesempatan, rongrongan itu membuat suami sengaja melalaikan tugas atau teguran istri. Ingatkan suami baik-baik dan cukup sekali saja. Mengingatkan sesuatu berkali-kali dengan cerewet akan menimbulkan banyak masalah, termasuk pertengkaran.

Barrow menjelaskan bentuk lain rongrongan atau sikap cerewet, yaitu menjadikan diri sendiri sebagai pihak yang patut ditiru. “Kayak Mama dong, tidak pernah lupa bayar listrik,” salah satu contohnya. Perilaku merongrong seperti itu sering ditemukan pada pasangan yang awalnya merasa memiliki banyak kesamaan, tapi kemudian mulai menemukan perbedaan. Mereka sering kali berusaha saling merongrong agar pasangan mengikuti cara mereka masing-masing. Semua pihak merasa dirinya paling benar.

Tingkatan rongrongan yang paling parah, menurut Barrow, adalah rongrongan agresif. Sang istri terus-menerus mengkritik, merongrong, dan mencereweti suami sehingga mereka frustrasi dan marah. Sang istri tidak pernah merasa puas pada pasangannya. Mereka bahkan sudah tidak memercayainya lagi sebagai kepala keluarga. Mereka merasa merekalah yang lebih pantas mengendalikan biduk rumah tangga. Yang sebenarnya terjadi adalah sang istri kecewa kepada suami dan menginginkan pasangannya merasakan kekecewaannya itu.

Barrow mengingatkan, keberhasilan akibat rongrongan hanya bersifat sementara. Kalaupun Anda pernah berhasil, jangan pernah ulangi cara itu. Anda tidak bisa mengubah sifat lalai sang suami secara permanen dengan cara merongrongnya.

Yang tak kalah penting, jangan selalu menuntut dan menyalahkan suami. Sesekali, istri perlu memuji keberhasilan yang ia lakukan, misalnya mengatakan, “Kita tidak pernah kena denda karena Bapak disiplin bayar tagihan.”

Berhenti merongrong Memang tak selamanya perilaku mengingatkan itu dikategorikan sebagai tindakan merongrong. Ada kalanya Anda harus mengingatkan lebih dari sekali, terutama untuk hal yang penting dan mendesak. Tapi, mengingatkan tidak selalu dengan lisan, bukan? Anda bisa mengingatkan dengan cara lain, membuat catatan kecil, misalnya. Tentu kalimat yang dituliskan di kertas itu tidak dibumbui dengan kalimat-kalimat “teror” atau penuh ancaman seperti “Awas kalau lupa!” dan kalimat sejenisnya yang menggambarkan ketidakpercayaan kita kepadanya.

Bagaimana cara agar kita berhenti dari kebiasaan merongrong? Tentu bukan dengan membiarkan perilaku suami yang ceroboh. Apalagi sampai enggan mengingatkan hanya karena takut dianggap cerewet. Terlebih, Anda justru melakukan apa yang sudah jadi bagian dari tanggung jawabnya itu. Barrow sangat tidak menganjurkan cara-cara tadi. Yang perlu Anda sadari, meminta Anda berhenti cerewet bukan berarti suami meminta Anda tidak perhatian lagi padanya. Suami hanya meminta Anda untuk menurunkan kadar kendali Anda yang sudah berlebihan.

Ubahlah sifat cerewet Anda dan jadilah orang yang memiliki rasa empati. Jangan pernah malu dan jangan pula menyalahkan suami semena-mena. Ubah cara Anda dari “menyalahkan dan menyudutkan” dengan “memberi tahu konsekuensi yang mungkin timbul dari kelalaian tadi”. Jangan mengatakan, “Bapak males banget sih bayar listrik”. Anda lebih baik mengatakan, “Kalau sampai tanggal 20 listrik belum dibayar, aliran ke rumah kita akan dipadamkan, Pak.” Tentu Anda mengatakan itu dengan nada bicara yang normal dan bukan menyindir.

Barrow menjelaskan, suami merasa terganggu dengan rongrongan Anda bukan karena “apa” yang Anda ingatkan, tapi lebih kepada “cara” Anda mengingatkannya. Barrow mencontohkan cara lain yang mungkin berhasil Anda terapkan pada suami yang sering lalai membayar tagihan listrik, yaitu “Nggak perlu diingetin, Ibu yakin Bapak pasti sudah bayar listrik”. Meski pada saat itu mungkin saja suami lupa membayar listrik, pasti dia akan segera menunaikan kewajibannya untuk membuktikan rasa tanggung jawabnya tanpa merasa diteror.

Usaha ini tentu tidak akan berhasil dalam semalam. Anda butuh waktu dan tekad kuat untuk berubah. Kuncinya, jika Anda tak ingin dicereweti, berhentilah mencereweti orang lain dari sekarang.

Nick Vujicic Seorang Motivator Hebat Tanpa Kaki & Tangan

Inilah cerita dari seorang pria tampan dan cerdas, serta bersuara indah, yang dilahirkan tanpa kedua lengan dan kedua kaki. Namun ia tetap bersemangat dan bahagia dalam menjalani hidupnya. Ia jago main golf, berselancar, dan berenang. Terlebih, ia juga sukses dalam karirnya. Nick Vujicic (26 tahun), pria Serbia kelahiran Australia itu, memang luar biasa!!

Nick Vujicic Seorang Motivator Hebat Tanpa Kaki & Tangan

Nick lahir di sebuah rumah sakit di Kota Melbourne pada tanggal 4 Desember 1982. Orangtuanya sangat terkejut ketika melihat keadaan putra mereka yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki. Menurut dokter yang menanganginya, Nick terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Kondisi ini kontan membuat ayah Nick (seorang pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu Nick (seorang perawat) bertanya-tanya dalam hati, kesalahan besar apa yang telah mereka perbuat hingga putranya terlahir tanpa anggota-anggota tubuh. Tak jarang, mereka menyalahkan diri sendiri atas keadaan Nick.

Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Ayah dan ibu Nick melihat putranya, biarpun cacat tubuh, tetap tumbuh kuat, sehat, dan ceria - sama seperti anak-anak lainnya. Dan, Nick kecil terlihat begitu tampan serta menggemaskan! Matanya pun sangat indah dan menawan. Maka, mereka mulai bisa menerima keadaan putranya, mensyukuri keberadaannya, dan segera mengajarinya untuk hidup mandiri.

Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya. Sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan. Kemudian, dengan tekun dan sabar, sejak usia 6 tahun, Nick belajar menggunakan jari-jari kakinya untuk menulis, mengambil barang, dan mengetik. Kini, Nick menyebut telapak kakinya yang berharga itu sebagai "my chicken drumstick."

Agar bisa hidup lebih mandiri, kuat secara mental, dan bisa bergaul dengan luwes, ibu Nick memasukkan putranya ke sekolah biasa. Segera saja, Nick menyadari bahwa keadaannya sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia juga mengalami berbagai penolakan, ejekan, dan gertakan dari teman-teman sekolahnya. Hal ini membuatnya merasa begitu sedih dan putus asa. Pada usia 8 tahun, Nick sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.


Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya. Ia juga hidup dalam keluarga yang berkecukupan.

Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang. "Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!" demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.

Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Segera setelah itu, ia mengembangkan lembaga non-profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya, pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi.

Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang-khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."

"Saya telah memberikan berbagai jenis motivasi kepada orang-orang, berdasarkan pengalaman hidup saya," pungkas Nick di akhir wawancara. "Namun, ada satu hal yang selalu saya katakan pada mereka: ‘Terimalah dan cintai diri kamu sendiri.' Jika satu orang saja bisa melakukannya, kemudian merasa lebih bersemangat dalam menjalani hidup serta ingin berguna bagi orang lain, saya merasa bahwa sebagian tugas saya di dunia ini telah terselesaikan."

Tertatih Ku Disini

kata



















Harapan pudar bagai kabut
jatuh bagaikan hujan
menetes bagaikan tangis
aku menangis

Apa yang kudapat
tak seperti yang kuingat
tak seingin yang kuucap
dan tak sebayang yang kuharap

Ku tersadar
akan semua lamunanku ini
semua kefanaan dunia ini
yang tak akan berhenti cuma sampai disini

Kutahu semua ini jalan-Mu
rintangan-Mu, siksaan-Mu
tak terkecuali
Lihatlah aku disini, tertatih

Kucoba dekati-Mu
melihat jalan dan petunjuk-Mu
dengan hatiku, tertatih
aku bangun dari lamunanku

PANTUN SELAMAT MALAM

Berhati-hati ketika pendakian
Terjatuh gaung membawa padah
Selamat malam ku ucapkan
Moga dapat mimpi yg indah...

Hebat sungguh cerita Predators
Semua pelakon berbakat tinggi
Selamat malam para moderators
Moga ceria di esok pagi

Di mana tukul dengan paku
Tuan hendak membuat titi
Selamat malam sahabatku
Kalian semua sahabat sejati

Malam gelap rasa kaku
Bagai ada dengan tiada
Selamat malam kekasihku
Moga esok masih ada....

Selamat malam sahabatku
Lama tak dengar kisah
Semoga sehat seperti dulu
kuatkan semangat dan tabah...

Jaguh kampung pergi bertomoi
Kalau kalah mesti malu
Goodnite my dear amoi
Sweet dream selalu...

Merenung bulan bila sendiri
Asyik terbayang wajah kamu
Selamat tidur tuan puteri
Moga Tuhan merahmatimu....


Bila pagi tadi kau marah padaku..
Maka sore ini maafkanlah aku……
Bila sore ini maafmu masih semahal guyuran air musim kemarau….
Maka sambutlah malammu…
Dengan semua senyum….
Jangan membenciku…

Bila kau masih membenciku…..
Katakan dengan jujur di mimpi malam ini..
met tidur sayang…
Doaku akan jaga tidur manismu…
Sambutlah..

Malam ini sunyi…..
Tak ada bintang……
Bulanpun masih malu….
Tapi anganku tetap menembus batas mimpimu…

Malam ini aku ingin mengusap…..
Mata indahmu yang kemarin basah menangis….
Kebencianmu tlah kau ungkapkan…
Meski lewat tetes demi tetes air mata pengaduanmu….

Sayang…
Lihatlah…
Bintang itu cuma satu…
Karna ia yang paling terang…..
Seperti do’aku malam ini…
Jaga tidurmu….dan sampaikan salamku pada malaikat kecil yang di samping menjagamu.

Mimpimu malam ini ku harap indah.
Seindah apa yang kau lihat saat bunga2 merekah..
Di taman mimpimu berteman dengan para peri.
Merasakan Keharuman bunga2 tak berduri..
Semoga harapan esok kan terwujud nyata.
Mengiringi angan yang selama ini menyapa..
Semoga bunga hatimu senantiasa tersirami oleh sejuta kasih sayang.
Dan kan tetap mekar,
Menyebarkan keharuman yang takkan pernah hilang..
Selamat tidur sayang..

mendung menggantung
tanda nyanyian hujan kan datang
rindu masih ada
dan cemburu menemaninya
ketakterwujudan adalah sakit
yang tertunda
terimalah rindu dan cemburu

biduk berlalu
tepian tak bergeming
mentari meredup
sembunyikan sinarnya
seiring doa malam
menghantar ke peraduan
selamat malam sobatku,
moga esok lebih baik

rasa nyaman itu
tak bisa hilang,
asa itu memudar
seperti bara yang
kehilangan panas,
pelita itu masih
ada walau redup
selamat tidur
semoga indah
bunga tidurmu

MANUSIA SERAKAH

Moral manusia makin merosot sekarang ini banyak manusia yang serakah demi mengejar harta, nama, jabatan, menggunakan berbagai jalan yang kotor dan tidak peduli bahwa itu merupakan jebakan yang membawa dirinya selangkah demi selangkah menuju ke jalan neraka, tetapi sampai matipun mereka tidak menyesal dan bertobat, bukankah itu merupakan hal yang menyedihkan?

Pada suatu hari, hartawan yang serakah dan pembantunya pergi ke hutan berburu, mereka melihat seekor harimau, pembantunya menasehati sang hartawan.

“Tuanku, harimau ini sangat gagah dan kuat, ini adalah seekor harimau yang ganas, cepat kita pergi dari tempat ini!” hartawan sambil tertawa dengan angkuh melihat ke arah harimau dan berkata :”Wah, harimau ini sungguh cantik dan gagah, kulitnya yang begitu cantik tentu akan sangat berharga, kalian cepat pergi menangkapnya hidup-hidup.”

Para pembantu mendengar perkataannya langsung ketakutan, seekor harimau yang sangat ganas, jika tidak memakai panah memanahnya, menangkapnya dalam keadaan hidup-hidup adalah hal mustahil yang hanya akan mengorbankan nyawa sendiri, para pembantunya membujuk hartawan : “Tuanku, harimau yang begitu besar dan ganas kami tidak mungkin bisa menangkapnya hidup-hidup, lebih bagus kita memakai panah memanahnya sampai mati, bagaimana pendapat tuanku?”

Setelah mendengar perkataan para pembantunya, dengan tidak sabar hartawan berkata,” yang saya mau adalah kulit harimau yang tanpa cacat, bukan kulit harimau yang penuh dengan bekas panah, kalian mengerti tidak ?” setelah berkata demikian dia meletakan alat panahnya dan sendirian pergi ketempat harimau, begitu sampai dihadapan harimau langsung diterkam harimau, para pembantunya melihat majikan mereka diterkam harimau, bermaksud menolong majikannya dengan cara memanah harimau.

Tetapi, majikan mereka yang berada dimulut harimau dengan panik berteriak,” kalian tidak boleh memanahnya! kulit harimau yang tanpa cacat sangat mahal, jika kalian harus memanah, panah mulutnya, jika tidak, saya tidak akan mengampuni kalian. Kalian dengar baik-baik, jika siapa yang tidak patuh dengan perintah saya, membiarkan saya kelihangan kesempatan menjadi kaya, saya pasti tidak akan mengampuni kalian.”

Para pembantu mendengar perkataan majikannya hanya bisa memegang panah mereka tanpa berani memanah, pertama-tama mereka takut jika memanah mati harimau, majikan mereka tentu akan menghukum mereka, dan yang kedua adalah jika memanah mulut harimau kemungkinan akan memanah mati majikan mereka dengan begitu mereka akan dipenjara karena memanah mati orang. Akhirnya, para pembantunya hanya bisa memegang panah mereka dan melihat dengan terperongoh majikan mereka dimakan oleh harimau, setelah itu mereka baru berani memanah mati harimaunya.