Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Jumat, 02 Januari 2009

Tips menulis di media massa


Judul: Tips menulis di media massa
Bahasa: Indonesia
Penulis: Mario Gahgo
Jumlah halaman: -
Format ebook: EXE
Harga: Rp. 0,-
Perekomendasi: Admin

Benarkah menulis itu sulit?, "ups!" Jangan dulu bilang sulit sebelum anda membaca ebook ini!.
Ebook ini mengupas tips seputar menulis untuk media massa berikut pernak perniknya yang ditulis oleh Mario Gahgo di Refleksi dan Blog Tutorial. Versi ebook ini dibuat sekedar untuk memudahkan mereka yang ingin membacanya secara offline, dan konversi dalam bentuk ebook dilakukan dengan seizin penulisnya.

Anda dapat mendownload langsung ebooknya Disini

Kunjungi juga website penerbit ebooknya di www.bukubagus.multiservers.com

Wealth Strategy ala Kiyosaki


Judul: Wealth Strategy ala Kiyosaki
Bahasa: Indonesia
Penulis: Budi Rachmat
Jumlah halaman: 58
Format ebook: PDF
Harga: Rp. 0,-
Perekomendasi: Admin

Ebook ini merupakan share pandangan penulis mengenai materi pada buku buku yang di buat oleh Robert T. Kiyosaki yang telah di aplikasikan langsung oleh sang penulis hingga menghasilkan apa yang ia namakan "Wealth Strategy ala Kiyosaki".

Hingga saat ebook ini di buat dari hasil pengaplikasian teori teori Kiyosaki tersebut sang penulis telah mampu memiliki 4 Waralaba, 2 usaha sendiri, & 2 properti sewaan.

Anda dapat mendownload langsung ebooknya Disini

Kunjungi juga website penerbit ebooknya di www.dennyardian.com

Running To Riches (versi ebook)


Judul: Running To Riches (versi ebook)
Bahasa: Indonesia
Penulis: Didik Wijaya
Jumlah halaman: 118
Format ebook: PDF
Harga: Rp. 0,-
Perekomendasi: Admin

Meski judulnya berbahasa inggris namun sebenarnya ini ebook berbahasa indonesia. Ebook ini terlalu bagus untuk sebuah produk gratisan, mengingat aslinya memang merupakan buku versi cetak yang di jual di toko-toko buku.

Pembahasan di dalamnya sangat menarik, melalui ebook ini kita dapat belajar mengenai bagaimana cara mengelola keuangan kita dengan baik. Materinya sendiri tidak hanya tentang proses pencarian kekayaan, melainkan juga membahas lebih dalam mengenai makna kekayaan hingga kebahagiaan itu sendiri.

Anda dapat mendownload langsung ebooknya Disini

Kunjungi juga website penerbit ebooknya di www.escaeva.com

50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu


Judul: 50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu
Bahasa: Indonesia
Penulis: M Arief Maulana W
Jumlah halaman: 14
Format ebook: PDF
Harga: Rp. 0,-
Perekomendasi: Admin

Ebook ini merupakan terjemahan dari buku Smart Ways To Save Your Time. Dalam buku aslinya ada 250 cara, namun sang penulis baru sempat menterjemahkan 50 cara saja.

Penulis berharap setelah anda membaca & mempraktekkan ke-50 cara ini, anda akan menjadi orang yang lebih menghargai waktu & yang pasti lebih produktif lagi karena mampu mengoptimalkan setiap waktu yang ada.

Anda dapat mendownload langsung ebooknya Disini

Kunjungi juga website penerbit ebooknya di www.motivasiarief.co.cc

24 Prinsip Milyarder Yang Dicerahkan


Judul: 24 Prinsip Milyarder Yang Dicerahkan
Bahasa: Indonesia
Penulis: Tung Desem Waringin
Jumlah halaman: 32
Format ebook: PDF
Harga: Rp. 0,-
Perekomendasi: Admin

Seperti seekor lebah pada waktu dia mencari madu, tanpa disadari ketika ia sampai di bunga, dan kemudian bunga tadi diambil madunya, lebah tadi menyebarkan serbuk sari dari bunga-bunga tadi, yang membuat bunga-bunga tadi menjadi buah.

Demikian juga orang yang kaya yang mencerahkan, tujuan utamanya persis seperti lebah yaitu mencari sari madunya. Efek sampingnya ternyata ia membuat kebun buah yang begitu indahnya.

Orang yang kaya juga mau mencari kekayaan, tujuannya adalah mencari uang. Dalam waktu mencari uang, ternyata ia mencerahkan dan membuat dunia ini menjadi lebih baik, membuat orang lain menjadi bersemangat, membuat orang lain jadi lebih kaya, membuat orang lain hidupnya jadi lebih indah, lebih sehat, lebih bahagia.

Anda dapat mendownload langsung ebooknya Disini

Kamis, 01 Januari 2009

CARI SOLUSI JANGAN MENYALAHKAN

Saya teringat sebuah cerita yang dikisahkan oleh seorang guru ketika masih duduk di SD dulu. Ceritanya begini…

Di sebuah hutan yang lebat, para penghuni hutan hidup dengan aman dan damai. Pada suatu pagi yang cerah, seekor kancil dengan gembiranya melahap rumput-rumput muda. Tanpa dia sadari, di semak-semak di belakangnya, seekor harimau sedang bersembunyi. Harimau tersebut telah mengambil ancang-ancang dan tinggal menunggu saat yang tepat untuk menyerang.

Karena tergoda akan kelezatan rumput, kancil jadi lupa diri. Dia tidak memperhatikan situasi sekitar dengan saksama. Pada saat yang dirasa tepat, dengan sekali loncat, kancil tepat berada dalam cengkeraman kuku-kuku harimau yang tajam.

Tanpa menunggu lama, harimau langsung menyantap hasil tangkapannya itu. Namun, belum sempat gigi taringnya merobek kulit si kancil malang tersebut, kancil bersuara nyaring penuh percaya diri, “Sebentar harimau! Mungkin kamu belum tahu kalau saya adalah utusan Tuhan di hutan ini. Semua binatang yang lain telah mengetahuinya. Hanya kamu yang belum tahu hal itu. Kamu tidak boleh memakan saya. Jika tidak, Tuhan akan murka kepadamu.”

Harimau tidak peduli. Langsung dia lanjutkan lagi aksinya yang tertunda tadi untuk menyantap si kancil. Perutnya sudah keroncongan minta diisi daging segar. Akan tetapi, lagi-lagi gigi taringnya belum menyentuh kulit kancil, kancil kembali mengoceh,
“Okay…mungkin kamu baru percaya jika ada buktinya. Akan saya buktikan kepada kamu. Sebenarnya saya juga kasihan melihat kamu. Kamu pasti sudah sangat lapar. Namun, saya juga tidak ingin Tuhan menghukum kamu. Jadi ijinkan saya meyakinkan kamu dengan bukti yang nyata.”

Harimau nampak berpikir sebentar. Lalu dia berkata, “Baik. Sekarang buktikan kalau kamu memang utusan Tuhan. Jika kamu bohong, saya akan langsung mencabik-cabik tubuhmu.”

Kancil senang bukan kepalang. “Sekarang kita akan berkeliling hutan ini. Kamu ikuti saja saya dari belakang. Kita lihat saja bagaimana reaksi penghuni hutan yang lain ketika mereka melihat saya,” kata kancil kepada harimau.

Sejenak kemudian, mereka pun menjelajahi hutan. Harimau dengan setia mengikuti sang kancil. Hal itu juga dimaksudkan untuk menjaga jarak yang tepat kalau-kalau nanti si kancil kabur.

Melihat harimau yang sudah terkenal keangkerannya di seisi hutan tersebut, binatang-binatang yang lain lari tunggang-langgang. Kancil tertawa terkekeh di dalam hatinya melihat kejadian itu.

“Nah, sekarang kamu lihat sendiri dengan mata kepala kamu, semua binatang lain takut sama saya. Benarkan kalau saya adalah utusan Tuhan. Masih berani kamu mau menyantap saya?” Kata si kancil menantang harimau.

Harimau hilang nyalinya. “Ternyata benar kalau kancil adalah utusan Tuhan. Demi kebaikan saya sendiri, sebaiknya saya pergi mencari binatang yang lain,” guman harimau dalam hatinya. Kemudian di melangkah pergi meninggalkan kancil yang girang bukan main.

Melihat hal itu, kancil berlari sekencang-kencangnya ke arah lain sambil tersenyum puas. Dan hidup dengan damai dan bahagia sambil tidak lupa menjadi lebih waspada.

Pesan cerita tersebut jelas…ketika menghadapi masalah, fokuskan energi kita untuk mencari jalan keluarnya.

Kancil bisa saja menyalahkan semak-semak sehingga harimau bisa bersembunyi dengan aman. Atau mungkin malah menyalahkan Tuhan karena itu adalah keinginan Tuhan sehingga dia tertangkap harimau. Menyalahkan takdir.

Namun dia tidak melakukan itu. Dia fokus mencari solusi. Jika dia masih sibuk menyalahkan, mungkin dia keburu mati disikat si harimau.

“Kesulitan, kesukaran dan cobaan hidup, rintangan yang dihadapi di jalan menuju keberuntungan, adalah berkat positif. Ia merajut otot kita menjadi lebih kuat dan mengajarkan keuletan diri. Bahaya adalah unsur dimana kekuatan itu dikembangkan.”
-William Matews


“Kekalahan selalu salah dan membuat anda menyadari apa yang sebenarnya anda inginkan. Ia membuat anda berhenti mengejar kupu-kupu dan membuat anda mulai menggali emas.”
- William Marstan
www.spiritual-motivasi.blogspot.com


* * * * * *
Semoga bermanfaat.
Hermanus Y Lobo
SPIRITUAL MOTIVATOR
eMail : hermanusylobo@gmail.com

Bagaimana Menemukan Nilai POSITIF dari Kejadian NEGATIF

Suatu malam sepulang kuliah, HP-ku berdering. Ada pesan masuk. Ooww…ternyata dari seorang gadis yang selama ini saya dekati. Saya jadi bersemangat dan segera membaca pesan tersebut.

Alangkah terkejutnya saya ketika mengetahui isi pesan. Ternyata si gadis manis itu tidak ingin kudekati lagi. Dia menolakku. Mood-ku langsung down. Semangat hidup langsung hilang. Ya Tuhan bagaimana ini. Sia-sia sudah segala pengorbananku selama ini.

Dalam kesedihan itu, saya teringat keyakinan baru saya ... bahwa segala sesuatu, segala kejadian yang terjadi dalam hidup kita, hanyalah apa adanya. Tidak ada yang bersifat positif atau pun negatif. Pikiran kita sendirilah yang menciptakan makna positif atau negatif itu.

Dan, jika kita menganggap sesuatu itu bersifat negatif, pada saat yang sama dia memiliki sisi positif. Sebaliknya, jika kita menilai suatu kejadian itu bermakna positif, pada saat yang sama, di sisi lain dia juga memiliki makna negatif. Hukum Polaritas membenarkan hal itu.

Ok, penolakan ini saya anggap sebagai kejadian negatif, tentu dia juga memiliki sisi positif. Apa sisi positif dari kejadian ini?

Saya ingat, beberapa hari belakangan ini saya sedang mempelajari artikel tentang meningkatkan kesadaran sejati. Bagaimana memisahkan kesadaran sejati dari berbagai gambaran pikiran yang sering menggoda.

Kita bukanlah pikiran kita. Pikiran adalah pembantu, bukan tuan dari diri kita. Kesadaran sejatilah yang seharusnya menjadi tuan dari diri kita. Saat Kesadaran Sejati telah terlatih, kita akan melihat segala sesuatu segagai Kenyataan Sejati.

Bila telah melihat Kenyataan Sejati, kita akan mengetahui Kebenaran Sejati. Akhirnya, setelah menyadari Kebenaran Sejati, kita akan memiliki Kebijaksanaan Sejati. Pintu Kebijaksanaan Sejati akan terbuka dan pandangan kita tidak lagi dihalangi oleh berbagai gambaran pikiran, indra dan emosi.

Pada saat itu saya duduk dan mulai mengamati berbagai gambaran pikiran yang muncul. Pikiran ingin menjadikan penolakan itu sebagai sebuah penderitaan yang berkepanjangan. Kemudian muncul lagi pikiran lain yang mengatakan bahwa saya tidak cukup baik. Mengatakan bahwa saya jelek dan tidak pantas.

Akan tetapi, kesadaran saya seperti penonton yang setia terus mengamati berbagai gambaran pikiran itu. Gambaran pikiran datang dengan sangat cepat, perginya pun juga cepat. Sedetik muncul, detik berikutnya hilang.

Kenyataannya… penolakan hanyalah penolakan. Itu saja. Tidak baik dan tidak buruk. Tetapi pikiran menjadikannya sebagai sebuah penderitaan. Sebagai sebuah kejadian buruk.

Pada akhirnya pikiran-pikiran yang tadinya menggoda, tidak nampak lagi. Saya tersenyum puas. Saat itulah untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mampu memisahkan kesadaran saya dari gambaran pikiran. Saya sangat bahagia dapat melakukan hal itu.

Lalu, sebelum tidur saat melakukan relaksasi, saya bertanya pada sang bijak, mengapa hal ini terjadi dalam hidup saya. Mengapa penolakan itu terjadi? Sang bijak Cuma mengatakan, “Cintai dan terimalah dirimu seutuhnya.”

Aha…saya sadar sekarang. Selama ini saya memang tidak terlalu menyukai diri saya sendiri. Mulut saya memang mengatakan bahwa saya menyukai diri saya. Namun, jauh di lubuk hati, saya tidak terlalu menyukai diri saya sendiri. Saya ingin menjadi orang lain. Saya memandang orang lain lebih baik dari pada diri saya sendiri. Dengan kata lain… saya menolak diri saya, dunia pun menolak saya.

Sejak saat itu saya mulai menerima dan mencintai diri saya seutuhnya. Saya afirmasikan hal itu dalam kondisi relaksasi yang sangat dalam. Saya katakan, “Saya menerima dan mencintai diri saya seutuhnya.” Dan sejak saat itu saya jadi lebih nyaman dengan diri saya sendiri. Saya jadi lebih bahagia.

Tahukah anda bahwa dunia memperlakukan anda sebagaimana anda memperlakukan diri sendiri. Ya, selalu seperti itu.

Tadinya, saya ingin membenci gadis tersebut. Tetapi setelah menemukan makna di balik kejadian itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus. Karena penolakannya, hari itu saya tumbuh menjadi lebih bijak. Dia telah menjadi guru saya.

Seperti telah anda lihat di atas, sebuah kejadian yang awalnya saya anggap negatif ternyata memiliki sisi positif, ketika dengan sadar kita MENCARI-nya. Saya kira benar kata seorang guru bijak, SEMUANYA DIKIRIM DENGAN TUJUAN UNTUK MENJADI PEMBIMBING KEHIDUPAN.

Guru bijak lain berpesan….
SIAPAPUN YANG MENYIKSAMU, MELECEHKAN, MEMBINGUNGKAN, ATAU MEMBUATMU SEDIH ADALAH SEORANG GURU. BUKAN KARENA MEREKA BIJAKSANA, TETAPI KARENA KAU BERUSAHA MENJADI BIJAKSANA.

Sangat mencerahkan, bukan?
Jika kita dapat mengambil makna dari semua kejadian negatif, buruk, menyedihkan, melecehkan, masih-kah kebencian dan dendam akan tinggal di dalam hati kita?

Kenyataannya, dari pengalaman saya sendiri, saya menemukan bahwa ketika kita telah dapat memahami makna di balik suatu kejadian buruk, rasa amarah, dendam, benci, semuanya RUNTUH dengan sendirinya. Kita tidak lagi punya alasan untuk membiarkan segala perasaan negatif itu berdiam di dalam hati. Sebaliknya…hanya kata AJAIB yang akan terucap…Terima kasih.

Semoga bermanfaat.
Hermanus Y Lobo