Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label Perubahan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perubahan Diri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Sikap



Kita ditantang untuk bekerja tanpa mengenal lelah agar  dapat meraih
keunggulan dalam pekerjaan kita.

Tak semua orang terpanggil untuk menekuni pekerjaan  profesional atau
spesialisasi; bahkan lebih sedikit lagi
yang naik ke tingkat kejeniusan dalam seni dan ilmu;  banyak yang menjadi
pekerja di pabrik,ladang, dan jalanan.
Tapi, tak ada pekerjaan yang tak berarti.

Semua pekerjaan yang mengangkat kemanusiaan itu memiliki  martabat dan
kepentingan, dan harus dilaksanakan dengan keunggulan yang sungguh-sungguh.
Kalau seseorang menjadi penyapu jalan, ia semestinya menyapu  seperti
Michaelangelo melukis atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare
menulis syair.

Ia semestinya menyapu jalan begitu baik sehingga semua penghuni  langit dan
bumi sejenak  berhenti untuk berkata, ” Di sini hidup seorang  penyapu
jalan yang hebat, yang melakukan pekerjaannya dengan baik. ”

~Marthin Luther King Jr.~


Agar Tidak Cepat Bosan, Kita Perlu Tumbuh



Bagaimana cara memotivasi diri agar tidak cepat Bosan? Itulah topik artikel motivasi kali ini. Sepertinya memang alami jika yang namanya manusia sering cepat bosan. Sesuatu yang paling cepat membuat kita berhenti adalah kebosanan, kecuali dalam keadaan terpaksa tentunya kita akan lanjut. Cepat bosan biasanya disebabkan oleh kurangnya perubahan positif yang kita inginkan misalnya pertumbuhan. Misalnya saja bisnis internet yang kita jalankan hasilnya selalu kecil bahkan menurun, maka kita terpaksa mungkin akan berhenti tak lama lagi. Bagaimana kalau bisnis internet Anda tumbuh terus? bonusnya naik terus? Saya yakin Anda tak akan cepat bosan.

Jika sudah bosan maka keinginan belajar, motivasi kerja, motivasi bisnis dan sebagainya ikut melorot, dan potensi mencapai keadaan yang lebih baik pun menurun. Jadi, salah satu cara untuk tidak cepat bosan yang bisa menimbulkan kemerosotan maka cobalah untuk tetap TUMBUH. Pertumbuhan ini pun akan bermakna beruntun, karena kita tumbuh maka keinginan belajar meningkat, kerja menjadi lebih rajin, ide pun berdatangan dan hasilnya dapat ditebak: Terjadi Pertumbuhan lagi.

Mungkin hal yang sama berlaku dalam banyak sisi kehidupan termasuk dalam hal kekayaan dan kemiskinan. Saya pikir, karena itulah timbul istilah yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Yang tumbuh makin subur yang layu makin melempem. Ketika kebosanan mulai terasa hinggap pada diri kita, cobalah cari segala sesuatu yang mungkin masih dapat meningkatkan motivasi belajar, motivasi kerja, perasaan berarti dan segala sesuatu yang menyenangkan Anda secara positif.

Selasa, 20 Desember 2011

Lakukanlah Yang Terbaik



Apapun tugas hidup anda lakukanlah yang terbaik dan jangan sering menunda, sebab jika bisa lakukan saat ini lakukanlah saat ini juga, sebab waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali kepada anda, jika banyak orang menyatakan waktu adalah uang, menurut saya waktu adalah kesempatan, kesempatan mencari uang, kesempatan memperbaiki hidup, kesempatan belajar, kesempatan bekerja, dan masih banyak lagi kesempatan yang akan kita miliki setiap hari. Sekali kita menunda apa yang ingin dikerjakan, kita telah menunda kesempatan yang datang kepada kita, untuk itu manfaatkanlah waktu anda untuk melakukan yang terbaik, sebab belum tentu kedepannya kita memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikannya. Hambatan macam-macam bisa saja terjadi. Lengah sedikit, hilang sudah tertinggal jauh. 

Maka dari itu, setiap hari yang diberikan oleh Tuhan kepada kita adalah kesempatan besar untuk melakukan yang terbaik. Apapun keinginan, impian, dan tujuan Anda untuk hari esok, lakukan yang terbaik saat ini dan hari ini juga, sebab apa yang anda lakukan hari ini akan menentukan apa yang akan terjadi hari esok, untuk itu lakukan yang terbaik saat ini setiap hari, jika anda ingin hari esok anda lebih baik.

Jika anda ingin orang lain tidak dapat menyaingi anda, maka lakukanlah yang terbaik supaya orang lain tidak bisa melakukan apa yang anda lakukan. Setiap hari bangunlah lebih pagi dan rencanakan kegiatan apa yang dapat anda lakukan dan jangan menunda, rencanakan kegiatan yang menurut anda adalah kegiatan yang terbaik. Kemudian lakukan rencana - rencana tersebut sebaik-baiknya dan jangan menunda, tetapi lakukanlah dengan penuh semangat dan Jangan mengatakan untuk melakukan lain kali, jika bisa hari ini, kerjakanlah hari ini.




Apa pun tugas hidup anda. lakukan dengan baik. Seseorang
semestinya melakukan pekerjaannya sedemikian baik
sehingga mereka yang masih hidup, yang sudah
mati, dan yang belum lahir tidak mampu
melakukannya lebih baik lagi.


(Martin Luther King)

Kamis, 15 Desember 2011

Tidak Ada Rahasia Dalam Meraih Sukses



Tidak ada rahasia dalam meraih kesuksesan. Mungkin kata ini adalah kata yang sangat memotivasi untuk meraih sukses, yang pernah dikatakan oleh General Colin Powell, namun banyak orang justru menganggap bahwa orang yang sukses itu memiliki sebuah rahasia yang mampu membawa mereka ke jalan kesuksesan, padahal sebenarnya kesuksesan itu tidak ada  rahasianya, dan yang pasti untuk meraih kesuksesan itu caranya sudah sangat nyata dan harus dilakukan, yaitu dengan persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.

Meskipun cara meraih sukses itu sangat jelas, banyak orang, bahkan motivator hebat menganggap sukses memiliki rahasia. Jika anda melihat ratusan artikel yang membahas mengenai kesuksesan, pasti banyak artikel yang akan anda temukan membahas mengenai rahasia kesuksesan, bahkan banyak buku yang saya lihat menuliskan mengenai rahasia sukses. Jika anda memang setuju kesuksesan memiliki rahasia, apa sebenarnya rahasia itu ?

Jika anda ingin sukses laksanakanlah tiga hal berikut.
  1. Persiapan: Melakukan persiapan dalam menghadapi kesuksesan. Orang yang sukses adalah orang yang telah dipersiapkan untuk mendapatkannya. Mereka telah mempersiapkan diri mereka untuk menjadi orang besar dan sukses dalam hidup, oleh sebab itu mereka berhasil. Orang yang berhasil selalu memikirkan apa yang harus mereka lakukan untuk meningkatkan diri mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika bangun, mereka akan selalu memikirkan dan melakukan persiapan untuk meraih kesuksesan.
  2. Kerja Keras: Ini merupakan sikap untuk berusaha dengan sepenuh hati dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan keingingan pencapaian hasil tertentu. Kerja keras adalah sikap yang harus dimiliki untuk bisa melewati jalan menuju kesuksesan.
  3. Mau Belajar Dari Kegagalan: Orang sukses harus berani menghadapi kegagalan, meskipun banyak orang mengartikan kegagalan adalah pertanda tidak sukses, namun bagi orang besar kegagalan bukan berarti telah berakhir, tetapi kegagalan adalah sesuatu yang harus dipelajari dan kembali mencoba dengan cara yang baru, dan tidak akan pernah menyerah.



Tak ada rahasia untuk menggapai sukses.
Sukses itu dapat terjadi karena persiapan,
kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan
(General Colin Powell)

Sabtu, 10 Desember 2011

Pertumbuhan Diri Dan Pengembangan Diri



Saat ini kehidupan kita telah memasuki masa hidup yang sulit. Banyak orang yang saat ini hidup tanpa mengetahui cara yang tepat untuk dilakukan agar hidup itu menjadi mudah, bahkan ada orang yang berbuat apa saja agar hidup mereka dapat menjadi lebih baik, namun sebenarnya banyak cara untuk menjadikan hidup itu lebih baik, tetapi untuk mendapatkannya tidak bisa hanya dalam satu hari atau terjadi dengan cepat sehingga anda bisa menikmati hidup yang nikmat sesuka anda.

Jika anda ingin hidup ini lebih baik, maka buatlah sesuatu yang dapat membuat anda mengalami pertumbuhan diri dan pengembangan diri setiap hari. Orang yang terus mengembangkan diri adalah orang yang mampu melakukan peningkatan hidup setiap hari. 
Mereka melakukan sebuah proses peningkatan diri ini dari hari ke hari tanpa putus dan berhenti:
  1. Melakukan perubahan setiap hari, meskipun hanya hal yang kecil: Jika anda ingin hidup anda berubah lebih baik, maka yang pasti yang harus anda lakukan adalah melakukan perubahan diri setiap hari, meskipun hanya merupakan perubahan yang kecil, sebab anda tidak mungkin mengatasi masalah besar jika anda tidak bisa mengatasi masalah kecil, untuk itu lakukanlah perubahan diri, lihat apa yang saat ini menjadi kekurangan anda hari ini, dan pastikan kekurangan anda hari ini sudah tidak ada di hari esok.
  2. Melakukan persiapan dalam menghadapi hari esok: Orang yang berhasil selalu memikirkan apa yang harus mereka lakukan untuk meningkatkan hari ini. Ketika bangun, mereka akan selalu memikirkan apa yang akan dipelajari hari ini untuk kemudian di kembangkan, agar hari esok menjadi lebih baik.
  3. Melakukan tindakan yang cepat: Langsung mempraktekan apa yang dipelajari hari ini, merupakan penerapan yang paling penting dalam melaksanakan pertumbuhan dan pengembangan diri. Orang yang ingin meningkatkan diri setiap hari, harus melakukan tindakan nyata dan jangan hanya mengatakan saya ingin meningkatkan diri, tetapi tidak ada tindakan, maka segala yang akan diinginkannya tidak akan pernah didapat.


Lakukan hal yang baru setiap hari
yang anda yakini dapat meningkatkan
kehidupan anda menjadi lebih baik,
lakukanlah, meskipun itu hanya sebuah
tindakan dan perubahan yang kecil.

Selasa, 06 Desember 2011

Penguasaan Dan Pertumbuhan Diri



Saat ini kita hidup di lingkungan masyarakat yang mulai memiliki gaya hidup modern. Dimana kita tau kalau salain memiliki dampak yang baik dalam kehidupan, gaya hidup modern juga memiliki dampak negatif yang dapat membuat hidup kita terhambat, karena salah satu dampak negatif dari gaya hidup modern adalah membuat sifat manusia saat ini menjadi sering hanya mementingkan diri sendiri dan hidup hanya untuk mendapatkan harta. Dan yang tidak kalah penting gaya hidup modern juga membuat manusia ingin semuanya secara instan dan ingin agar semua yang diinginkannya cepat terkabul, karena salah satu dampak negatif gaya hidup ini adalah membuat manusia ingin segala sesuatu serba instan.

Hal inilah yang membuat saya yakin bahwa saat ini orang - orang telah mengalami masalah dalam mencapai tujuan hidup, karena ingin segala sesuatu serba instan banyak orang berbuat apa saja agar cepat tiba pada apa yang menjadi tujuan dan keinginan hidup, dan yang pasti apa yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan yang mungkin akan membuat hidup mereka justru tidak berhasil.

Untuk itu dibutuhkan sebuah penguasaan diri agar kita dapat menguasai diri kita agar tidak salah jalan dalam menghadapi dan menyikapi kehidupan modern yang saat ini mulai merasuki kehidupan masyarakat, tanpa penguasaan diri, kita pasti akan dengan mudah dikuasai oleh keinginan dan kesenangan hidup yang hanya bersifat sementara, namun dalam kenyataannya banyak orang saat ini tidak mampu menguasai diri mereka sendiri, karena telah terlanjur jatuh dalam kesenangan semata.

Hal inilah yang saya yakini telah membuat pertumbuhan diri kita terhambat, kita tidak memiliki persiapan dalam tujuan kita untuk sukses,  karena kita hanya ingin semua serba cepat, padahal kita tau sukses itu datang karena adanya persiapan dan tidak datang secara cepat dan mudah. Selain itu banyak orang saat ini juga tidak bisa diajar untuk bertumbuh, entah karena tidak ingin bersusah payah atau hanya ingin hidup senang, tapi yang pasti orang sekarang seperti telah kehilangan jalan menujuh tujuan, dikarenakan sikap yang ingin serba cepat dan sulit melakukan penguasaan diri, dan tidak bisa melakukan pertumbuhan diri.

Untuk itu dalam kita menjalani hidup saat ini yang dapat dikatakan telah modern, kita harus mampu melakukan penguasaan diri agar tidak jatuh ke dalam kesenangan sesaat, dan tidak hidup dalam kehidupan yang tidak bertumbuh.

Jumat, 04 November 2011

Kekuatan Kata-Kata (2) : Ia Dapat Melukaimu!



Jangan dekat-dekat dengan lilin. Nanti kamu bisa terbakar." "Jangan main dengan pisau. Nanti kamu bisa terluka." Terdengar tidak asing? Saya yakin kita semua pernah mendengar kata-kata seperti ini dari orang tua kita ketika masih anak-anak. Atau jangan-jangan kita juga mengucapkan kata-kata yang sama pada anak-anak kita? :-)

Saya yakin setiap orang tua peduli dengan anak-anaknya, dan selalu berusaha melindungi anaknya dari segala sesuatu yang dapat melukai dan membahayakan mereka. Tapi, apakah kita sadar bahwa ada hal yang dapat melukai dan membahayakan anak-anak kita melebihi nyala api lilin dan sebilah pisau? Hal itu adalah kata-kata yang kita ucapkan kepada mereka!

Ya, kata-kata yang kita ucapkan pada anak kita dapat membahayakan dan melukai mereka melebihi segalanya. Dan luka yang ia tinggalkan seringkali tidak tersembuhkan hingga mereka dewasa.


Kata-kata dapat melukai seseorang. Bukan karena ia adalah kata-kata, tapi karena ia memiliki makna. Kita bisa melukai seseorang, meskipun tidak disengaja, bukan karena apa yang telah kita perbuat kepadanya, tapi lebih sering karena kata-kata yang kita ucapkan kepadanya. Tidak jarang muncul keinginan untuk menarik kembali kata-kata yang telah kita ucapkan, tapi setiap kata yang telah keluar tentu saja tidak dapat ditarik kembali tanpa meninggalkan jejak di hati.

Artikel ini tidak bermaksud membahas bagaimana caranya berbicara dengan anak-anak kita. Tapi apa yang harus kita lakukan dengan diri kita sendiri. Sejalan dengan peningkatan diri kita, maka kita akan menemukan cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan anak-anak kita.  

Kembali ke topik, kata-kata memiliki kekuatan karena mereka menciptakan kesan, gambar dan harapan. Kata-kata membangun hubungan psikologis yang mempengaruhi jalan pikiran kita. Karena pikiran akan mengarahkan tindakan kita, maka ia juga akan menentukan hasil yang akan kita peroleh.  
Kata-kata yang berbeda akan membangkitkan pikiran dan perasaan yang berbeda. Kata-kata dapat mematikan semangat, mempengaruhi rasa percaya diri, menghilangkan harapan dan menciutkan nyali. Sebaliknya, kata-kata dapat membangkitkan motivasi, harapan, menciptakan visi dan mempengaruhi jalan pikiran seseorang menuju hasil yang diinginkan. Pengalaman saya selama ini di management meyakinkan saya bahwa kata-kata mempengaruhi pikiran dan tindakan saya. Kata-kata juga memiliki efek terhadap orang yang saya ajak bicara. 

Bila Anda ingin sukses dalam segala bidang kehidupan Anda, belajarlah menggunakan kata-kata agar ia bermanfaat bagi Anda, bukan menyulitkan Anda. Pilih kata-kata yang tepat yang akan mengarahkan Anda dan tim Anda kepada hasil yang Anda inginkan. Pikirkan kata-kata yang akan Anda ucapkan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain seakan-akan ia adalah prioritas utama. Dan buktikan sendiri hasilnya. 

Kata-kata yang ada dalam pikiran Anda lahir dari apa yang Anda suguhkan pada pikiran Anda. Jadi, berhati-hatilah terhadap kata-kata yang Anda suguhkan kepada pikiran Anda. Saya sarankan beberapa tip sebagai berikut:

1.  Belajar mendeteksi pikiran dan perasaan negatif Anda. Sadari ketika mereka hadir, hentikan arusnya dalam pikiran Anda. Ubahlah menjadi sesuatu yang positif.
2.  Suguhkan pikiran Anda dengan segala sesuatu yang positif. 
3.  Baca buku dan artikel yang inspiratif dan memotivasi
4.  Temukan orang-orang yang dapat mendorong dan membuat Anda merasa positif.
5.  Jaga jarak dari orang-orang yang selalu mengecilkan hati Anda dan membuat Anda berpikir negatif terhadap apa saja, termasuk hidup Anda sendiri.
 


Sebagai penutup, saya ingin mengutip kata-kata Jennie S.Bev dalam blognya, “You are what you read, hear, and see. You are what you think you are. After all, what you know and say about yourself is more important than what people think they know and say about you.” (Kamu adalah apa yang kamu baca, dengar dan lihat. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan mengenai dirimu. Pada akhirnya, apa yang kamu tahu dan katakan mengenai dirimu jauh lebih penting dari apa yang orang lain pikir mereka tahu dan katakan mengenai dirimu).
Salam Sukses,




Sumber : http://www.kingsonsurya.com/Artikel/Kekuatankata2.htm

Jalan Menuju Kesuksesan


Pada suatu kala, seorang pria sedang berjalan di sebuah tempat untuk mencari harta karun. Sampai akhirnya, tibalah ia di sebuah jalan bercabang tiga. Kebetulan ada orang tua yang sedang berdiri di pinggir persimpangan jalan tersebut.

Pria itu sedang bingung karena ada tiga jalan menuju arah yang berbeda. Ia pun sulit memutuskan mau memilih jalan yang ingin ditempuh. Lalu ia bertanya pada orang tua tersebut, “Hai, pak tua. Bolehkah saya bertanya? Saya sedang dalam perjalanan mencari harta karun. Tapi di depan saya ada tiga jalan yang berbeda. Bolehkah bapak menunjukkan kepada saya jalan yang benar?”

Orang tua itu tidak menjawab. Ia hanya menunjuk jalan yang pertama.

Pria itu berterima kasih dan segera mengambil jalan yang pertama.
Beberapa saat kemudian, pria yang tadi kembali lagi. Tapi kali ini seluruh badannya kotor terkena lumpur. Ia mendekati pak tua itu dan berkata, “Hai, pak tua. Tadi saya tanya arah ke tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan pertama. Tapi saya malah terjebak ke dalam kolam lumpur yang luas. Badan saya jadi kotor begini.” Ia lalu bertanya, “Sekarang di mana jalan menuju harta karun? Tolong tunjukkan pada saya!”

Orang tua itu tetap tidak bersuara. Ia kemudian menunjuk ke jalan yang ke dua.

Pria itu kemudian berterima kasih dan segera mengambil jalan yang kedua.

Beberapa saat kemudian, pria tersebut kembali lagi. Badannya bukan hanya terkena lumpur pekat, tapi juga celananya penuh dengan sobekan dan kakinya luka seperti tergores sesuatu.

Kali ini ia mendekati pria tua itu dengan ekspresi wajah yang kesal.Ia berkata dengan sedikit marah, “Hai, pak tua! Tadi saya menanyakan arah menuju tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan yang kedua. Tapi, jalan itu penuh dengan semak berduri. Seluruh kaki saya jadi terluka karena tergores duri.”

Kali ini ia bertanya lagi, “Sekarang saya tanya sekali lagi, di mana jalan menuju harta karun itu? Anda sudah dua kali membohongi dan mencelakai saya. Sekali lagi berbohong, Anda akan tahu akibatnya.”

Pria tua itu tetap diam, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia sekarang menunjuk ke jalan yang ke tiga.
“Apakah Anda yakin dan tidak berbohong?” tanya pria itu.
Pria tua itu menganggukkan kepalanya dan sekali lagi menunjuk ke jalan yang ketiga.
Pria itu pun segera pergi meninggalkan pria tua tersebut. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali lagi sambil berlari seperti ketakutan. Dengan napas tersengal, ia bertanya dengan marah, “Hai, pak tua! Apakah Anda mau membunuh saya? Di jalan sana ada banyak sekali binatang buas. Itu sama saja dengan cari mati.”

Pria tua itu akhirnya buka mulut, berkata, “Semua jalan tadi sebenarnya bisa menuju ke tempat harta karun. Hanya saja untuk menuju ke sana, Anda harus melewati jalan tersebut. Anda bisa memilih melewati kolam lumpur, semak berduri, atau binatang buas. Anda bisa pilih salah satu. Kalau benar-benar mau pergi ke tempat harta karun, Anda harus berani melewati salah satunya. Jika Anda tidak mau, silakan kembali saja.”

Begitu mendegar penjelasan dari pria tua itu, ia menundukkan kepala. Ia mundur, membatalkan perjalanannya dan kembali pulang…

Pesan kepada pembaca:

Saya yakin semua orang dengan semangat akan menjawab “Ya” saat ditanya apakah mereka ingin meraih kesuksesan. Namun sebagian besar tidak berani menjawab saat ditanya apakah mereka bersedia membayar harganya. Kenyataan yang sering terjadi adalah banyak sekali orang yang tidak bersedia menempuh jalan kesuksesan yang terlihat sangat berat. Mereka hanya ingin langsung sampai di garis finis, tapi tidak pernah mau melangkahkan kakinya untuk mencapai garis finis tersebut.

Salah satu tantangan berat yang harus Anda hadapi saat berjuang meraih kesuksesan adalah mendorong pribadi Anda untuk maju meskipun jalan yang sedang Anda tempuh sangat berat, berliku, dan penuh rintangan. Tantangan inilah yang seringkali membuat nyali seseorang menjadi ciut. Tantangan inilah yang akhirnya menyebabkan banyak orang tidak berani membayar harga dari sebuah kesuksesan. Mereka tidak siap untuk membayar dan lebih memilih melupakan kesuksesan yang ingin mereka raih.

Tidak peduli apa pun tujuan yang ingin Anda capai, rintangan tetap akan ada dan tidak akan hilang. Di mana ada kesuksesan, di situ ada rintangan yang menghalanginya. Hanya orang-orang sukses yang berani menghadapi rintangan demi rintangan sampai akhirnya meraih tujuan. Sebaliknya orang gagal lebih memilih untuk menyerah. Dan yang lebih menyedihkan, mereka bahkan tidak berani mencoba saat melihat betapa beratnya perjalanan yang harus dilalui. Mental mereka sudah dikalahkan jauh sebelum mereka memulai.

Rintangan akan selalu berdiri di depan kesuksesan. Anda harus berani melewatinya sebelum berhasil mendapatkan kesuksesan. Ada dua pilihan, mengeluh dan menyalahkan rintangan itu atau mendorong diri Anda untuk mengalahkan rintangan tersebut. Anda boleh menyalahkan rintangan yang kelihatannya selalu menghadang Anda. Tapi cobalah pikirkan, apakah rintangan itu akan hilang dengan cara menumpahkan kekesalan Anda?


Sumber : http://www.resensi.net/jalan-menuju-kesuksesan/2011/09/

Rabu, 02 November 2011

Keberanian Mengubah Kehidupan

 
“Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there.”
– Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana. Johni Pangalila

Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.

Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.” 

Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the bold. – Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.

Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?

Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.

Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D’Angelo menegaskan, “Don’t fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope will also exalt courage. – Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.

Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.

Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia  kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.

Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian.” Mereka senantiasa  mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.*



Sumber: Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan oleh Andrew Ho

Jangan Pernah Menyerah




Ketika segalanya tidak berjalan dengan baik seperti yang sering terjadi, ketika jalan yang kita lalui dengan susah payah tampak begitu berat, ketika penghasilan begitu sedikit dan hutang menumpuk, dan kita ingin tersenyum, tetapi kita harus berkeluh kesah...

Ketika kesulitan mengecewakan kita, rasanya begitu pahit!


Marilah beristirahat bila perlu, tetapi janganlah menyerah.

Memang hidup dan segala seluk-beluknya tampak aneh, seperti yang pernah saya alami. Dan sering kali seseorang berbalik arah, ketika mereka mungkin bisa menang! Jangan menyerah, meski jalannya lambat, kita dapat berhasil dengan mencobanya lagi.

Terkadang sasaran tampak begitu lebih dekat dari segalanya. Sering kali seorang pejuang telah menyerah ketika mereka mungkin dapat merebut piala kemenangan, dan mereka terlambat untuk belajar karena malam telah tiba. Bahwa sebenarnya mereka begitu dekat dengan "mahkota emas". Dan bisa saja mungkin tinggal selangkah lagi...

Keberhasilan ada di balik kegagalan. Warna perak dari awan keraguan, dan kita tidak akan pernah tahu seberapa dekat lagi sebenarnya. Bagi kita (keberhasilan itu) tampak jauh, tapi sebenarnya sudah dekat. Jadi mari bertahanlah untuk berjuang saat kita menghadapi kesulitan yang tersulit sekalipun. Di mana segalanya tampak begitu buruk, jangan pernah menyerah.

Jangan pernah, jangan pernah, jangan pernah menyerah.

Teruslah berjuang, Saudara....!!!!


Sumber : http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/3039/Jangan_Pernah_Menyerah/

Selasa, 01 November 2011

Membangun Motivasi dalam Diri


Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika Anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri Anda. Tanpa motivasi apa pun, sulit sekali Anda menggapai apa yang Anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan, mungkin Anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal, sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya…? coba simak kiat berikut ini:


Ciptakan Sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah Anda saat pagi menjelang. Misalnya, Anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memang semangat Anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah Anda lakukan kemarin.


Kembangkan Terus Tujuan Anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat Anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal, guna meraih sesuatu Anda memerlukan tantangan yang lebih besar untuk mengerahkan kekuatan Anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup Anda.

Tetapkan Saat Kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan Anda. Sejak Anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai Pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika Anda membayangkan ‘ajal’ Anda sudah dekat, maka akan memotivasi Anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup Anda.

Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong Anda mencapai tujuan. Sebab, siapa pun teman Anda, seharusnya mampu membawa Anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah, bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat Anda berpikir optimis pula. Bersama mereka, hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

Hampiri Bayangan Ketakutan
Saat Anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya, selama ini Anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut Anda dengan mencoba mengatasinya. Saat Anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu Anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa Anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat, Anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak, dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika Anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, Anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya, bila Anda selalu siap menghadapi setiap masalah, maka Anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan Anda.

Mulailah dengan Rasa Senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup Anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang Anda tempuh. Jika sejak awal Anda sudah merasa ‘tidak suka’, maka rasanya, motivasi hidup tidak akan pernah Anda miliki.

Berlatih dengan Keras
Tidak bisa tidak, Anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya, tidak ada yang tidak dapat Anda raih jika Anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pula mengatasi setiap
kesulitan.

Kesimpulan: motivasi adalah ‘sesuatu’ yang dapat menumbuhkan semangat Anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, Anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga Andapun tidak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup Anda..!


Sumber : http://www.resensi.net/membangun-motivasi-dalam-diri/2007/02/24/

Rabu, 07 September 2011

Kesuksesan Memang Diraih Dengan Tidak Mudah, Namun Jumlah Kesempatan Untuk Dapat Sukses Adalah Sangat Banyak.


Sebuah kesuksesan memang tidak datang dengan mudah, dan kesuksesan juga tidak datang dengan sendirinya, butuh perjuangan, sebab kesuksesan tidak akan mendatangi anda, andalah yang harus menemuinya dan mengejarnya.
Untuk itu pelajarilah dan gunakan sebaik mungkin setiap kesempatan yang anda temukan. Sebab Kesempatan untuk sukses itu sangat banyak, salah satunya dapat anda raih dari dalam diri anda sendiri.

Jika anda ingin sukses gunakanlah semua kesempatan yang anda miliki saat ini, anda tidak memerlukan sebuah keberuntungan dalam meraih kesempatan itu, dan satu – satunya yang harus anda miliki adalah perjuangan.

Berusahalah untuk menggunakan kesempatan itu dengan sebaik mungkin, kesempatan untuk sukses memang banyak, tetapi ketika anda menyia nyiakan kesempatan yang datang, kesempatan itu tidak akan kembali lagi.

Untuk dapat menggunakan kesempatan yang datang dapat anda mulai setiap saat dan dimanapun anda saat ini berada.
Ketika kesempatan datang, tangkap kesempatan itu, jangan biarkan berlalu begitu saja, gunakan kesempatan itu sebaik mungkin, berjuanglah, dan ia akan membawa anda pada kesuksesan.

Sebab setiap situasi yang kita lihat dengan baik adalah merupakan sebuah kesempatan.

Minggu, 04 September 2011

Jangan Takut Gagal.


Bagaimana anda menjalani hidup saat ini ?
Apa hidup anda tenang – tenang saja atau anda saat ini sedang tidak senang dan tidak bahagia.


Setiap dari kita pasti tidak ingin mengalami sesuatu yang disebut KEGAGALAN.
Namun, taukah anda ketakutan akan kegagalan itu sebenarnya telah menghambat kita dalam mencoba sesuatu yang baru.
Coba anda pikirkan. Ketakutan apa yang membuat anda tidak berani mencoba ?
Pasti jawabannya adalah saya takut gagal.

Apa anda takut gagal ? Coba anda bayangkan jika ketakutan ini anda hilangkan, pasti anda tidak akan takut dalam mencoba sesuatu yang baru.
Dalam menjalani hidup, orang harus berani mencoba, sebab kalau tidak di coba kita tidak akan tau hasilnya.
Ketika anda tidak mau mencoba hanya karena takut gagal, sebenarnya perasaan takut itu adalah sebuah kegagalan yang sudah pasti anda alami.
Ingat baik – baik perkataan ini.”Lebih baik mencoba lalu gagal, dari pada gagal mencoba”.

Saya pernah mendengar sebuah perkataan dari seorang motivator terbaik dunia, Ia mengatakan kegagalan terjadi adalah supaya kita dapat belajar dan kembali memulai untuk mencoba dengan sesuatu yang lebih cerdik.
Sebenarnya, tidak masalah jika anda merasa takut, tetapi jangan buat ketakutan itu menjadi sesuatu yang menghalangi anda untuk mencoba.

Kegagalan sebenarnya yang membuat anda gagal selamanya adalah kegagalan untuk mulai mencoba sesuatu yang lebih baik.
Bila anda berusaha keras, namun tetap saja gagal, sebenarnya kegagalan itu telah membuat sebuah pelajaran bagi anda, agar supaya pada lain waktu anda akan mencoba kembali dengan cara yang lebih baik.



Kegagalan adalah pelajaran awal untuk meraih kesuksesan.

Rabu, 31 Agustus 2011

Keajaiban.



Keajaiban adalah sesuatu yang harus anda percaya, tetapi anda tidak harus bergantung kepada keajaiban itu.

Dalam kita menjalani hidup, kita pasti ingin agar hidup ini akan lebih baik dari yang telah ada.
banyak orang di dunia ini berdoa dengan harapan agar doa itu akan membawa kita pada keajaiban yang mampu mengubah nasib hidup. Cara seperti ini jika dilakukan hanya dengan percaya pada kedatangan sebuah keajaiban, sesungguhnya itu adalah sesuatu yang bodoh dan tidak berguna.
Kita tidak bisa hanya percaya, tetapi kita juga harus bertindak.
Jika anda ingin hidup anda berubah jangan hanya berdoa dan percaya akan datangnya keajaiban, tetapi anda juga harus bertindak.
Kebanyakan orang sukses adalah pekerja keras.


*  Sebab Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. *
                         ALKITAB  ( Yakobus 2 : 14 )

Senin, 29 Agustus 2011

Pelajaran Sang Keledai

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai, ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.


Renungan:

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" ( kesedihan dan masalah ) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita ( pikiran dan hati kita ) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.

Keberhasilan Berawal dari Sebuah Keyakinan



Bagi Gede Prama, keberhasilan maupun kegagalan adalah buah dari keyakinan seseorang. “Keberhasilan itu berawal dari keyakinan. Dan kita bisa mengubah banyak sekali hal lewat keyakinan,” katanya. Sayangnya menurut Gede, keyakinan orang sering terbelenggu oleh pikiran-pikiran rasionalnya serta pengalaman-pengalaman ekstrim di masa lalu. Mereka yang gagal menumbuhkan keyakinan positif –sekalipun dia sangat berpotensi-- biasanya justru gagal dalam kehidupan. 

“Saya mengenal banyak orang yang secara potensial biasa-biasa saja. Tapi karena didukung oleh yang namanya raksasa keyakinan, dia berhasil. Yang banyak terjadi adalah orang yang potensinya rendah tapi keyakinannya tinggi, dia berhasil. Sebaliknya ada orang yang potensinya tinggi tapi keyakinannya rendah, ya ndak berhasil,” ungkap Gede Prama.
Agak sulit mencari tokoh seperti Gede Prama ini. Ia tidak saja dikenal sebagai seorang kolumnis yang produktif, penulis buku, konsultan manajemen, public speaker, tapi juga dikenal pernah menjadi CEO perusahaan jamu papan atas. Sebagai kolumnis, tulisannya yang mudah dicerna menghiasi berbagai media masa dan media online. Belasan buku laris sudah diselesaikannya, termasuk sejumlah kaset (audio book) yang digemari banyak orang. Sejak tahun 1993 ia menjadi konsultan manajemen dan presiden Dynamics Consulting, dan pernah pula berposisi sebagai CEO perusahaan besar yang tak lama kemudian ditinggalkannya. 

Alumnus Universitas Lancaster Inggris ini juga dikenal sebagai salah satu inspirator dan public speaker terbaik di Indonesia. Lebih dari seratus lembaga profit dan non profit seperti perbankan, asuransi, BUMN, perhotelan, manufaktur, telekom, perusahaan-perusahaan DS/MLM, serta berbagai asosiasi pernah mengundangnya sebagai pembicara. Orang gemar dengan gaya penuturannya yang menyegarkan, menyentuh, mudah dimengerti, mendalam, sekaligus mengandung unsur-unsur filosofi yang tinggi.
Tak mengherankan bila banyak orang terinspirasi oleh gagasan-gagasannya. Tak terkecuali seorang cendekiawan Islam kondang seperti Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, yang mengaku terkesan sekali dengan teori “Tahi Sapi” ala Gede Prama. Teori ini bertutur tentang cara pandang positif yang bisa membangkitkan sebuah kebesaran hati apabila seseorang mendapat penghinaan atau perlakuan buruk dari orang lain.
Gede Prama dikarunia tiga orang anak. Ia mengaku, keluarga adalah kekayaan dalam kehidupannya. Ia sering menikmati waktu hujan bersama dengan anak-anaknya di halaman rumah. Saat-saat libur akhir tahun misalnya, lebih sering dipakai untuk menulis dan berkumpul bersama keluarga. Dan Gede Prama sangat bersyukur dengan kehidupan yang diperolehnya saat ini.
“Sebagai seorang public speaker merupakan jalan kehidupan yang indah, dapat uang cukup, senang, dan beribadah. Saya dapat tiga-tiganya sekaligus. Makanya saya melihat hidup saya itu indah. Life is beautiful,” tutur Gede menyebut sebuah judul film Itali yang ditontonnya berulang-ulang. Wawancara berikut merupakan salah satu wawancara terlengkap dan terbaik yang pernah dilakukan Edy Zaqeus dengan sang inspirator. Wawancara ini merupakan salah satu bagian dari buku best seller Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah! (Gradien, 2004) Berikut petikan wawancaranya setelah diedit seperlunya untuk dihadirkan kembali khusus untuk Pembelajar.Com:

Anda punya tujuan yang lebih…..?
Oh, ya. Bagi saya kekayaan itu yang paling berguna adalah independensi. Kebebasan dalam arti yang luas. Di mana dunia kepegawaian adalah salah satu rantai yang membuat kita tidak terlalu independen.
Jangankan di posisi bawah, di posisi presiden direktur pun kita ndak independen. Kan berhadapan dengan pemilik, berhadapan dengan komisaris, dengan aturan-aturan. Kalau kita menjadi pekerja independen, kan kita menentukan dan mengarahkan hidup kita sendiri. Jadi orang pikir saya enjoy di posisi nomor satu. Sebenarnya ndak. Saya lebih enjoy di profesi di mana saya bisa terbang sebebas burung-burung terbang di udara. Jadi, kebebasan! Persoalan jumlah uang dan jumlah materi itu relatif. Materi jadi sedikit, kalau kita pengeluarannya banyak. Materi jadi banyak, kalau kita pinter mengelolanya. Jadi bukan jumlah yang saya hitung, tapi bagaimana kita mengelolanya. 

Orang itu sukses karena dia dilahirkan sebagai orang sukses, atau karena usahanya sendiri?
Saya menganut keyakinan, ya lebih banyak karena usaha. Kalau benar keyakinan banyak orang bahwa sukses itu terlahir, berarti sukses sesuatu yang sudah given. Tepatnya ndak. Sukses adalah sesuatu yang harus kita upayakan, kita cari. Badan serta jiwa kita yang mirip dengan karet yang bisa dibentuk ke mana-mana. Perkaranya apakah kita membentuknya ke arah yang lebih berbau kegagalan atau ke arah yang berbau keberhasilan. Itu lebih banyak bentukan kita. Ada unsur di luar bentukan kita, tapi lebih banyak unsur bentukan kita. Jadi sukses lebih banyak diusahakan. Terutama faktor perjuangan yang kita lakukan dalam hidup. Karet bisa ditarik sebesar apapun tergantung seberapa kuat kita menariknya. 

Kalau keberuntungan, apakah dibawa sejak lahir atau karena diupayakan?
Bisa dua-duanya. Ada orang mengatakan dengan seluruh ilmu hokinya, dia terlahir (beruntung) dengan bentuk hidung dan sebagainya. Dua-duanya ada. Orang-orang yang dilahirkan beruntung mungkin memerlukan upaya lebih rendah dibanding orang yang terlahir tidak beruntung. Yang jelas dua-duanya sama-sama bisa berhasil. Cuma dengan tingkat kuantitas dan kualitas usaha yang berbeda. Jangan menyetempel; ndak hoki Anda pasti gagal, ndak! 

Namun kebanyakan orang meyakini keberuntungan dilahirkan?
Boleh saja. Dan sebagaimana diketahui oleh sahabat-sahabat dari MLM, keberhasilan itu berawal dari keyakinan. Kalau belum apa-apa Anda sudah meyakini tidak beruntung dan tidak berhasil, kalau kemudian Anda tidak beruntung dan tidak berhasil lebih banyak gara-gara keyakinan Anda. Keyakinan itu awalnya. Dan kita bisa mengubah banyak sekali hal lewat keyakinan.
Nah, dalam mengubah proses keyakinan, penghambat kita yang paling utama adalah mind. Mind itu bukan otak atau pikiran. Tapi yang jelas pikiran itu salah satu pintu menuju mind. Kalau kita bisa mengubah mind kita menjadi mind yang absolutly and totally believe pada keberhasilan, kita berhasil.
Saya mengenal banyak orang yang secara potensial biasa-biasa saja. Tapi karena didukung oleh yang namanya raksasa keyakinan, dia berhasil. Yang banyak terjadi adalah, orang yang potensinya rendah tapi keyakinannya tinggi, dia berhasil. Sebaliknya, ada orang yang potensinya tinggi, tapi keyakinannya rendah, ya ndak berhasil. Saya punya teman, orang yang brilian, pintar. Tapi kebriliyanannya tidak membuat dia berhasil, karena menyepelekan banyak perkara. Akhirnya nggak berhasil. Sebaliknya ada banyak orang biasa –jangan terlalu bodoh—karena merasa dirinya punya kekurangan, kemudian dia menutup kekurangannya dengan usaha besar-besaran. Usaha besar-besaran inilah yang menjadi energi keberhasilan yang luar biasa.
Anda tahu, orang-orang yang berhasil sebagian datang dari orang-orang yang ndak cerdas. Tapi, karena kekurangcerdasan itulah kemudian dia menutup kekurangannya dengan usaha besar. Dan kecerdasan bisa positif, bisa negatif. Positifnya, menjadi modal lari yang kuat. Negatifnya, membuat kita menyepelekan. Sekarang perkaranya tergantung pada kita. Mau meletakkan potensi kecerdasan dan sebagainya sebagai modal untuk maju, atau sebaliknya membuat kita leha-leha dan tidur siang tiap hari. Jadi kembali ke yang tadi, life is a mind game. 

Jadi keyakinan yang utama?
Keyakinan intinya.
Cuma menyangkut keyakinan itu seringkali dibatasi banyak hal, antara lain pikiran. Pikiran cara kerjanya kan berkalkulasi, berhitung. Kalau saya melompat paling tinggi 50 cm. Kalau saya melakukan ini maksimum saya bisa mencapai ini. Berhitung. Jadi keyakinan pertama kali dihambat oleh pikiran. Pikiran itu kayak langit-langit (dalam ruangan) yang membatasi penglihatan kita. Kalau Anda memiliki keyakinan yang tinggi, raksasa yang berasal dari dalam, maka yang pertama mesti dilampaui adalah pikiran. Hanya, banyak orang yang dibelenggu dan digembok oleh pikiran. Yang kedua adalah pengalaman, terutama yang ekstrim di masa lalu. Pengalaman buruk membuat orang traumatik, kemudian ndak yakin. Pengalaman pernah berhasil membuat orang menjadi sombong. Yang ketiga pendidikan masa kecil. Point utamanya keyakinan. Orang bodoh bisa cakap. Orang yang nggak pengalaman bisa percaya diri. Itu karena keyakinan saja. Banyak hal bisa berubah karena keyakinan. 

Orang bisa mengalami kegagalan secara beruntun, dan akhirnya berkesimpulan, dirinya dilahirkan bukan sebagai orang yang beruntung. Komentar Anda?
Yang terpenting sebenarnya bukan berapa banyak kita jatuh. Tapi seberapa banyak kita bangun. Karena keberhasilan ditentukan oleh seberapa banyak kita bangun, bukan seberapa banyak kita jatuh. Masalahnya adalah banyak orang gagal yang lebih banyak berhitung berapa kali jatuhnya dibanding berapa kali bangunnya. Banyak orang mengatakan lebih banyak jatuh, lebih down Anda. Saya katakan lain. Lebih banyak Anda jatuh, lebih kuat Anda. Kejatuhan dalam jumlah yang banyak jangan diijinkan sebagai sebuah kecelakaan yang membuat Anda pasti runtuh. Tapi gunakan kejatuhan yang banyak itu sebagai vitamin untuk bangkit, bangkit, dan bangkit lagi. Dalam kehidupan banyak orang yang berhasil, mereka adalah orang yang ndak pernah berhenti bangun.

Apakah benar semua orang dilahirkan untuk menjadi pemenang?
Bisa ya, bisa tidak. Kembali kepada keyakinan keberhasilan yang lebih banyak kita bentuk dibandingkan unsur dilahirkan tadi. Kalah menang itu hanya perkara pikiran saja. Orang menjadi kalah karena pikirannya memproduksi dia untuk menjadi kalah. Orang menjadi menang karena pikirannya memproduksi dia menjadi menang. Sehingga point utamanya adalah seberapa cermat kita dan seberapa pintar kita mengelola pikiran. Pikiran itu mirip dengan pedang. Dia bisa membantu. Dengan pikiran kita bisa mengukur, mengkalkulasi, meramalkan, memilah-milah.
Tapi ada aspek kedua dari pikiran, di samping membantu dia juga membatasi. Pikiran membatasi orang untuk bisa terbang tinggi. ‘Ah, saya satpam. Sehebat-hebatnya saya hanya kepala satpam!’. Kalau saya di banyak forum menyatakan, ‘Jangan gunakan pikiran sebagai pembatas. Gunakanlah sebagai pembantu!’. Caranya hanya satu, lampaui pikiran. 

Untuk melampaui pikiran itu apa yang harus dilakukan?
Ada kegiatan interaktif sifatnya. Dengan mencoba, ada hasil. Kalau ada hasil, keyakinan akan naik. Coba-hasil-keyakinan. Tapi dalam lingkaran ini yang terpenting adalah mencoba.
Beda antara orang beruntung dengan orang kurang beruntung hanya dalam jumlah mencoba. Orang yang beruntung mencobanya lebih sedikit. Orang yang kurang beruntung mencobanya lebih banyak. Itu saja. Perkaranya adalah –terutama yang kurang beruntung-- seberapa sabar dan seberapa tahan dia mencoba. Orang gagal adalah orang kurang beruntung, dan mencobanya kurang banyak. Orang beruntung sama sekali tidak mencoba, gagal juga. Perkaranya hanya frekuensi dan jumlah kita mencoba. 

Saya lihat sukses menurut Anda lebih banyak ditentukan ‘dari dalam’ bukan ‘dari luar’. Padahal orang baru mau berusaha atau belajar setelah dia melihat kondisi-kondisi di luar dirinya?
Ya. Proses belajar banyak orang memang seperti itu. Karena dia akan belajar dari apa yang dia lihat, apa yang diajarkan orang lain.
Dari luar ke dalam. Di tingkatan-tingkatan tertentu terbalik, nanti dari dalam ke luar. Nah, sahabat-sahabat yang masih belajar dari luar ke dalam, nanti dia akan menghasilkan ketergantungan. Termasuk ketergantungan kepada saya sebagai sumber ide. Di tingkat-tingkat tertentu tidak salah belajar dari sumber luar. Tapi kalau Anda mau mendalami substansi sukses yang lebih mendalam, kita harus ganti. Gurunya tidak lagi orang luar, tapi inner teacher. Guru yang datang dari dalam. Kalau Anda sudah bertemu dengan inner teacher, Anda sudah ketemu guru terbaik. Dan dia akan membimbing Anda. Hanya saja banyak orang yang seumur hidup tidak pernah menemukan inner teacher. Kenapa? Karena membiarkan dirinya selamanya tergantung kepada guru dari luar. Pada titik tertentu Anda harus berani memutuskan ini, adalah waktu yang tepat di mana saya berhenti kepada orang, tetapi lebih banyak berguru pada guru yang ada di dalam.

Lebih konkritnya, bagaimana kita bergaul dengan inner teacher itu?
Modal, sarana, dan kendaraannya adalah rajin berefleksi. Kalau Anda rajin berefleksi terutama mempelajari catatan sejarah hidup, Anda akan menemukan sebuah pola.
Tapi ingat, berefleksi itu ndak bisa sekali dua kali. Ada pola, ada pathern, ada flow. Cara mengenali pola ini adalah dengan menandai titik-titik ekstrim di mana Anda pernah berhasil, di mana Anda pernah terjun ke bawah. Tanya diri Anda sendiri, kenapa berhasil waktu itu dan kenapa gagal. Pasti ada hal-hal yang menjadi benang merah yang menyatukan titik-titik ekstrim tadi. Nah, semakin banyak titik-titik ekstrim yang Anda tandai, Anda akan ketemu faktor-faktor atau variabel-variabel yang muncul di titik ekstrim itu. Kalau variabel –katakanlah kejujuran—nah, itu benang merahnya. Atau usaha, itu benang merahnya. Konsentrasikan pada satu faktor, satu variabel, yang hampir muncul di semua titik ekstrim. Nah, konsentrasikan, selami, pelajari, dalami sedalam-dalamnya satu faktor itu. Dan Anda akan dibimbing oleh inner teacher. 

Kalau kita sudah menemukan inner teacher dan berpegang kepadanya, apakah kita bisa menjadi kurang peka dengan sekeliling?
Ndak seperti itu. Sebaliknya Anda malah akan lebih peka. Orang curiga kalau kita berguru pada inner teacher, kita jadi ndak peka, egois, ndak. Yang saya rasakan malah lebih peka lagi. Bimbingan yang datang dari luar, kita hanya bisa berguru jika gurunya ada. Inner teacher itu kan kita bawa ke mana-mana? Sehingga di semua tempat, di semua situasi, Anda akan peka. Tapi kalau Anda bergantung pada guru luar, kan Anda hanya sensitif kalau gurunya ada. 

Ada yang menjuluki agama Anda adalah ‘agama cinta’. Bisa nggak unsur cinta kasih memainkan peran dalam bisnis?
Sangat bisa, tapi cinta dalam artian luas. Di tingkatan di mana Anda sudah sampai di ujung kehidupan yang bernama cinta itu, tidak ada yang sulit. Kalau ukuran uang itu kan relatif, rezeki di tangan Tuhan. Tapi di puncak kehidupan yang bernama cinta itu, saya katakan sudah sampai di tingkatan ekstasi. Jadi keberhasilan tidak lagi dilawankan dengan kegagalan. Keberhasilan ya keberhasilan. Keberhasilan yang masih dilawankan dengan kegagalan itu menunjukkan Anda masih belum sampai di tingkatan cinta. Tingkatan bawah. Cinta itu tidak mengenal dikotomi, tidak mengenal hitam putih, tidak lawan-lawanan. Cinta ya cinta, keberhasilan ya keberhasilan. Jangan dilawankan dengan kegagalan. 

Tapi di bisnis orang selalu melihat winner and loser?
Nah, itu hasil produksi pikiran. Winner and loser, true and false, right and wrong, itu hasil pekerjaan pikiran. Cinta itu melampaui pikiran. Tidak hanya melampaui pikiran, bahkan melampaui waktu. Bayangkan cinta seorang ibu kepada anak. Saya punya ibu sudah almarhum, tapi cintanya masih saya rasakan. Bayangkan cinta Ibu Theresa yang sudah meninggal beberapa tahun lalu, dia dirasakan oleh seluruh umat yang peka terhadap cinta kasihnya Ibu Theresa. Bayangkan senyuman seorang Lady Diana yang sudah meninggal di Paris, tapi orang masih terbayang kan dengan senyum-senyumnya yang lembut? Perjuangan seorang Mahatma Gandhi, akan dikenang sampai seratus dua ratus tahun kemudian dalam sejarah dunia. Kalau Anda di tingkatan cinta, banyak hal sudah dilampaui. Hanya saja cinta sebagai spirit, bukan cinta sebagai sebuah pengertian sebagaimana yang dilakukan kata-kata. Kata-kata kan selalu untuk menerangkan bahwa kalau hitam harus ada putih? Orang hanya bisa mengerti cinta kalau ada kebencian. Ndak, ini di luar pengertian.

Masalahnya paradigma yang dominan, the winner is always the best. Ketika the winner muncul, selalu ada the loser….
Nah, itu paradigma yang harus kita bongkar. Kalau dalam frame of mind cinta, tidak ada winner and loser. Yang ada hanya winner. Everybody adalah the winner. Tidak ada loser dalam tingkatan cinta. Kenapa? Karena di tingkatan cinta kita sudah memeluk cinta dan kebencian, pujian dan makian, siang dan malam, pria dan wanita, suka dan duka, dalam sebuah lingkaran yang sama mesranya.
Sama dengan saya sekarang ini, kan dilayani dan dipuja orang karena jabatan. Karena baju. Tapi besok lusa atau nanti saat harus pensiun, nggak lagi dilayani orang. Karena apa? Karena baju lagi. Artinya apa? Yang dipuja, dilayani, dan dimaki itu baju. Pujian dan makian itu ditujukan ke baju, tidak ke diri kita sendiri. Kalau kita konsentrasi ke dalam cinta yang ada dalam diri kita, tidak ada pujian dan makian. Semuanya tidak perlu mempengaruhi kita. Licin! Seperti air yang menetesi batu es. Lewat! Itu cinta. Tidak lagi mengenal hitam putih. 

Bagaimana caranya supaya orang-orang yang masih berada di tataran pemikiran-pemikiran sangat rasional mengenal bahasa-bahasa cinta?
Nah, gurunya yang di balik. Ke inner teacher. Sayangnya kebanyakan orang masih bergantung kepada guru-guru dari luar. Dan guru-guru dari luar kebanyakan menyampaikan pesannya melalui sarana bahasa dan kata-kata pikiran. Dalam bahasa dan sarana pikiran terjadi dikotomi. Tapi kalau gurunya inner teacher, ndak! Ini inner teacher saya yang bicara…. salah satu cara untuk bisa di tingkatan cinta, atau cara di mana kita bisa melampaui mind dan pikiran, adalah keikhlasan. Cuman bukan keikhlasan yang tanpa usaha. Ikhlas tanpa usaha itu keliru. Tapi ikhlas plus kerja keras. Beda… jadi orang kerja keras, berusaha maksimal, tapi hasilnya ikhlas itu ekstasi. Tidak lagi mengenal ukuran-ukuran angka. Tidak lagi melihat keberhasilan sebagai lawan kegagalan. Winner and loser itu ndak ada.
Jadi ikhlas yang bisa membawa kita terbang lebih tinggi dari pikiran kita. Sayangnya orang-orang yang rasional, orang-orang yang masih mengenal winner and loser itu dibatasi oleh langit-langit yang namanya pikiran, dan kemudian dia ndak bisa terbang. Padahal untuk bisa terbang ini ada sayap yang bernama keikhlasan, di mana tidak ada lagi hitungan. Sama dengan sahabat-sahabat di MLM dan direct marketing. Kalau Anda bertemu orang dengan sebuah hitungan mudah-mudahan orang itu jadi network, orang itu membeli, keberhasilan itu terbatas. Tapi kalau Anda bertemu dengan orang dengan spirit cinta yang ikhlas, keberhasilannya tidak terbatas. Kadang keikhlasan itu menyakitkan. Kita ikhlas ditipu orang. Kita ikhlas terus dipecat orang, ya bisa menyakitkan. Kita ikhlas dikira bodoh, itu menyakitkan. Tapi jangan pernah lupa! Di suatu tempat kita jatuh dua tangga karena ikhlas, di tempat lain kita dinaikkan dua puluh tangga oleh Tuhan. Cuma itu hanya bisa dilakukan oleh manusia-manusia yang keikhlasannya total. Keikhlasan disertai kerja keras.

Tahapan-tahapan apa yang perlu dilalui supaya orang bisa sampai pada keikhlasan?
Cara, tips, teknik, itu kan kayak kendaraan. Teknik saya ini hanya kendaraan yang cocok dengan saya. Kalau ada orang yang cocok dengan cara ini syukur alhamdullilah. Kendaraan itu banyak. Ada yang menyebut meditation, kendaraan kerja keras, macam-macamlah. Tapi saya suka berbagi kepada orang yang namanya jalan-jalan yoga. Ini tidak ada kaitannya dengan agama. Dalam jalan-jalan yoga itu ada delapan tingkatan. Tingkatan satu dan dua adalah good daily life, yaitu kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kebajikan. Sederhananya ya jalankan perintah agama masing-masing. Good daily life, kurangi menyakiti hati orang, bantu sebanyak mungkin orang, lakukan pekerjaan Anda dengan rasa cinta yang penuh.
Tiga dan empat adalah mengelola badan kita. Terutama panca indera, mulut, mata, telinga. Karena alasan itu sudah sejak lama saya vegetarian sebagai bagian dari perjalanan yoga. Di samping itu adalah mengelola perhatian. Apa yang kita perhatikan berulang-ulang dalam waktu yang lama akan membuat kehidupan kita sebagaimana yang kita perhatikan. Kalau Anda sering memperhatikan kehidupan seseorang, orang itu terus Anda amati dari A sampai Z, lama-lama Anda akan mirip dengan dia kehidupannya. The power of attention. Anda memperhatikan nafsu seks, Anda akan liar, pingin-pingin-pingin. Anda perhatikan makanan enak, nanti anda tertarik terus pada makanan. Makanya ada istilah attention is the active partner of intention. Perhatian adalah mitra aktifnya niat. Kalau kita memperhatikan serangkaian perilaku, sama dengan meniatkan diri kita sendiri untuk berkembang ke sana. Kalau Anda ingin berhasil, perhatikan hanya faktor-faktor yang berbau keberhasilan. Bilamana perlu seluruh panca indera Anda hanya digunakan untuk keberhasilan. Mata hanya untuk melihat yang berhasil, telinga hanya untuk mendengar yang berhasil, mulut makan sambil membayangkan raw material keberhasilan, semuanya.
Lima dan enam baru mengelola pernafasan. Pernafasan maksud saya adalah the breath of life is love. Nafasnya hidup itu cinta. Kalau Anda melihat dan mengalami semuanya dengan spirit-spirit cinta, Anda sudah sampai di tingkat lima dan enam. Tujuh itu meditasi, delapan itu enlightment, pencerahan. Nah, ndak perlu sampai delapanlah. Kalau Anda sampai di lima dan enam, live, life, and love. Maka inner teacher-nya ketemu. Keikhlasan. Syukur-syukur sampai tujuh dan delapan. 

Mengapa Anda suka memasang gambar bertuliskan leader dan opportunity? Apa maknanya?
Saya terutama suka opportunity gambarnya bagus. Peluang adalah pulau yang berada di tengah-tengah kesulitan. Di kita, terutama di direct marketing dan MLM banyak orang baru, begitu ketemu kesulitan langsung mundur. Ketemu tantangan mudah menyerah. Kalau saya menemui kesulitan saya bayangkan diri saya tengah mencari pulau yang di tengah itu. Karena peluang selalu bersembunyi di tengah-tengah kesulitan. 

Di bisnis DS/MLM orang memiliki spirit membantu orang lain menjadi sukses. Apakah itu bagus menurut Anda?
Yang saya amati banyak orang yang mendapatkan member atau downline dengan cara-cara yang “memaksa” atau “berbohong”. Walaupun yang dengan cara-cara jujur juga banyak. “Memaksa” atau “berbohong” adalah cara yang cepat atau lambat akan menghancurkan profesi itu sendiri. Saya justru menghargai sahabat-sahabat direct marketing atau MLM yang jujur sejak awal. Imej direct marketing dan MLM di Indonesia jadi kurang baik gara-gara itu. Padahal ada 1001 cara di mana kita bisa mengajak orang menjadi network kita tanpa perlu berbohong. Saya masih percaya kejujuran, ketulusan, dan cinta akan membantu dan menyelamatkan orang. 

Anda sudah mendapatkan semua yang diinginkan. Apalagi yang ingin Anda capai?
Bagi saya kehidupan adalah perjalanan jiwa menuju Tuhan. Restless soul, jiwa yang tidak pernah berhenti berjalan. Dan dalam proses berjalan itu yang dicari adalah usaha penyatuan dengan Tuhan. Apapun profesi kita mau MLM, direct marketing atau wartawan, pandang seluruh perjalanan kita menuju arah sana. Kesuksesan, kegagalan, harta, tahta, rumah dan mobil, itu kalau dalam perjalanan mirip dengan pohon-pohon di pinggir jalan. Dan itu akan kita lewati. Kalau hari ini Anda naik mercedes jangan lupa itu akan Anda lewati. Entah lewat gara-gara meninggal, dijual, atau ganti yang lain. Celakanya di kita banyak sekali orang berjalan berhenti di tengah jalan memperhatikan pohon yang ditemukan. Entah pohon itu harta, pujian orang lain, terkenal, ketenaran, makian, hujatan, saya ndak mau berhenti. 

Jangan berhenti di pohon-pohon simbol keberhasilan. Jalan terus! Dan kendaraan utama yang membuat perjalanan saya agak peaceful itu adalah ikhlas. Dalam tingkat keikhlasan total, perjalanan kita seperti berjalan di langit. Berjalan ndak ada hambatan. Banyak orang perjalanannya terhambat karena mobilnya menabrak pohon. Kalau yang dia tabrak kegagalan ndak masalah, karena kegagalan membuat kita berubah kemudian berusaha lagi. Yang bahaya adalah (menabrak) keberhasilan, karena kita terikat dengan simbol-simbol keberhasilan. Kayak saya terkenal, saya mau selamanya terkenal, terikat! Keberhasilan sering memproduksi keterikatan. Makanya saya sering mengatakan keberhasilan memproduksi kegagalan permanen. Kenapa? Karena dengan keberhasilan Anda menghasilkan benda-benda mewah. Dan dengan benda-benda mewah itu Anda terikat, dan dalam keterikatan itulah perjalanan Anda terhenti. Itu yang saya sebut kegagalan permanen.