Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label Komplek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komplek. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Agustus 2013

Selamat Hari Raya 1434 H

Selepas melaksanakan shalat idul fitri 1434 H, saya bersama kawan-kawan Komplek tempat saya tinggal ikut keliling untuk bersalaman dan saling mengucapkan selamat akan membahagiakan jiwa yang merasa gembira pada hari Ied, dengan para tetangga dekat maupun jauh.

Taqabbalallaahu minna wa minkum” yang artinya “Semoga Allah menerima amal (ibadah) kami dan amal (ibadah) kalian”. Sudah menjadi tradisi di Kampung Bojongsari, tempat saya tinggal, pada hari raya setiap tetangga bertukar makanan dan hidangan Ied.

Bahkan, dianjurkan untuk memberikan hadiah bagi mereka yang tidak mampu. Meriahnya Kampung Bojongsari, berimbas juga di komplek saya tinggal di Kampung Bojongsari RT 005 RW 02 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.




















Sabtu, 04 Mei 2013

Bergulat dengan Kehidupan

Alhamdulillah, pagi hari ini, Sabtu 4 Mei 2013, kembali diadakan pengajian bapak-bapak komplek dimana saya tinggal, Komplek PKPU Jl Sirojul Munir Kp Bojongsari Jatisari, Jatiasih Kota Bekasi.

Enak rasanya bisa terus kumpul dan silaturahmi bersama di pengajian komplek tempat tinggal saya. Giliran pak Ena Sabana yang rumahnya ketempatan pengajian. Acara diisi dengan pembacaan AlQuran oleh ustad Aan Suherlan dan tausiyah diisi oleh ustad Riyanto.

Yang hadir di pengajian, Ena Sabana, Jumroni, Cecep Y Pramana, Suhendri, Ferry Suranto, Aan Suherlan, Riyanto, Heru Kusnanto, Bobby Cahyono, Samiyono, Suharsono, Slamet, Jajang Ibrahim, Brotomoyo, dan Supriyanto.

Ustad Riyanto memberikan tausiyah tentang bergulat dengan kehidupan. Aktifitas kita bila diniatkan karena Allah SWT maka akan menjadi sebuah kenikmatan yang tidak bisa di dapatkan dengan aktifitas lainnya yang tidak disandarkan karena Allah SWT.

Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul, sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi umat manusia sepanjang masa, yang menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spirituil, duniawi dan ukhrawi.

Agama Islam, yakni agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai Nabi akhir zaman, ialah ajaran yang diturunkan Allah yang tercantum dalam AlQuran dan Sunnah Nabi yang shahih.

Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata kepada Allah, agama semua nabi-nabi, agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Agama yang menjadi petunjuk bagi manusia, agama yang mengatur hubungan manusia dengan sang Pencipta dan hubungan manusia dengan sesama, agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam

Adakalanya manusia lupa dengan apa yang diberikan Allah. Terkadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita miliki ini adalah titipan, harta yang kita miliki, panca indera yang sangat penting bagi aktifitas kita.

Oleh karena itu, kita diwajibkan untuk bersyukur atas apa yang Allah berikan untuk kita. Sedikit atau banyak, kita harus tetap bersyukur, karena barangsiapa yang bisa mensyukuri nikmat meskipun sedikit, maka dia juga bisa mensyukuri nikmat yang banyak.

Tidak seperti orang serakah, jika dia mendapatkan nikmat yang sedikit, dia akan merasa kesal karena tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan, dan dia tidak akan merasa puas dengan nikmat yang Allah berikan meski itu melebihi apa yang dia inginkan.

Bersyukur adalah sebuah rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas sebuah pemberian dari yang Maha Kuasa, entah bagaimanapun bentuk dan rupa pemberian tersebut.

Bersyukur akan membuka pintu rejeki, berkah dan anugerah yang lebih besar lagi, membuat kita bisa merasakan dan menerima kesuksesan.

Hal penting yang juga harus kita lakukan adalah mengukur intensitas kedekatan kita kepada Allah SWT. Selama 24 jam, berapa jam kita ingat kepada Allah. Ketika salat apakah kita ingat Allah. Ketika makan apakah kita ingat Allah. Atau ketika hendak tidur apakah kita ingat Allah.

Ketika nama Allah mendominasi kehidupan kita, maka hidup kita akan tenang, terpelihara dari maksiat, mulia, dan berkedudukan tinggi. Semakin kita ingat kepada Allah, maka semakin sering pula Allah mengingat kita.

Dan, orang yang paling banyak mengingat Allah, maka ia akan menjadi orang yang paling "diingat" Allah.

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaknya memperhatikan bagaimana kedudukan Allah dalam hatinya. Maka sesungguhnya Allah menempatkan hamba-Nya, sebagaimana hamba itu menempatkan Allah dalam jiwanya (hatinya)."

Selalu merasa dekat dan mengingat Allah (dzikrullah) adalah senjata paling ampuh untuk mengekang hawa nafsu dan menumpulkan tipu daya syetan. Apa pun yang syetan lakukan, tidak akan mampu menggelincirkan manusia yang hatinya selalu berdzikir kepada Allah.

Para malaikat akan menaunginya. Dan keberuntungan akan selalu menyertainya. ''Berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.'' (QS Al Anfal: 45)

>> follow @CepPangeran


Jumat, 05 April 2013

Tawakal Kepada Allah

Hari Sabtu, tanggal 6 April 2013, di komplek tempat saya tinggal diadakan pengajian rutin bulanan untuk semua bapak-bapak yang tinggal di komplek.

Hari itu, yang ketempatan pengajian rutin bulanan ini adalah rumah ustadz Suharsono, Lc sedangkan saya diminta untuk memberikan tausiyah ataupun kultum.

Sebenarnya saya sendiri belum tahu jadwal hari itu siapa yang mengisi tausiyah, namun saat acara dimulai, pak Heru Kusnanto (pak RT dilingkungan Komplek saya) menginformasikan jika saya yang tertera di jadwal pengisi tausiyah. Bismillah.

Dengan meminjam mushaf Alquran punya tuan rumah, bismillah, saya pun sharing tausiyah tentang: “Tawakal”. Yang hadir (Pak Suharsono, Pak Bobby, Pak Heru, Pak Jumroni, Pak Broto, Pak Anto, Pak Ena, Pak Yono, Pak Jajang, Pak Supri, Pak Aan dan saya sendiri)

Di dalam Islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT atas semua hal yang menimpa kita. Tawakal juga bisa berarti menyerahkan nasib diri dan nasib usaha kita kepada Allah SWT.

Namun kita sendiri juga tidak mengurangi usaha dan ikhtiar dalam hal itu. Jika apa yang kita inginkan itu dapat tercapai, maka hanya Allah yang punya kuasa. Sedangkan jika gagal, maka hanya Allah pulalah yang punya kuasa.

Seorang muslim yang bertawakal adalah yang selalu menyerahkan, menyandarkan dan mempercayakan kepada Allah SWT atas segala yang sudah dilakukannya. Namun perlu diingat juga, bahwa tawakal tidak sama dengan pasrah, tawakal adalah sebuah tindakan aktif dengan segala usaha keras yang dilakukan, sementara pasrah adalah tindakan pasif, menunggu saja.

Apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal." (QS Ali Imran: 159)

Ayat diatas menjelaskan bahwa tawakal dilakukan setelah kita berikhtiar melakukan usaha yang terbaik sebanyak yang kita dapat atau sanggup lakukan. Sedangkan hasil yang diperoleh dari tawakal setelah berikhtiar harus kita hadapi dengan ikhlas, dan menerima dengan lapang dada apapun yang Allah SWT putuskan

Oleh karena itu, teruslah kita selalu berikhtiar untuk meraih yang kita inginkan. Setelah semua ikhtiar tercukupkan, maka bertawakallah kepada Allah. Serahkan semua hasilnya kepada Allah SWT.

Kita harus tetap optimis akan keberhasilan usaha secara maksimal dari kita dan berfikir positif terhadap kehendak Allah. Jika usaha kita berhasil, maka bersyukurlah kepada Allah atas karunia dan pertolongannya.

Namun apabila gagal, maka bersabarlah dan tidak berputus asa serta masih kuat kemampuannya untuk terus berusaha lagi. Mengapa seperti itu? karena Allah SWT Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya.

Hal yang jangan dilupakan adalah dengan berdoa. Ikhtiar, tawakal, ikhlas tidak akan sempurna tanpa dibarengi dengan doa. “Allahuma yassir wa laa tu'assir. Ya Allah, mudahkanlah jangan dipersulit”.

Dalam tawakal diperlukan satu keyakinan bahwa pada hakikatnya segala kekuatan, kebutuhan, dan keperluan berasal dari Allah SWT. Semua itu tidak berasal dari selain Allah, tidak berasal dari para penghuni alam semesta ini, dan tidak berasal dari sebab atau sarana.

Jika Allah berkehendak, maka Dia akan menghadirkan sebab atau sarana kepada makhluk, dan jika Dia telah berkehendak pula, maka dengan kekuasaan-Nya, Allah dapat mencukupkan rezeki si hamba tanpa disertai sebab atau sarana.

Jika kita meyakini kebenaran pernyataan ini, menghindarkan hati dari kesibukan-kesibukan manusia dan sebab (sarana) atau ketergantungan-ketergantungan dari selain Allah, serta mempergunakan potensi-potensi yang ada untuk mengingat Allah, niscaya kita telah bertawakkal dengan benar.

Buah tawakal kepada Allah SWT adalah berupa ketenangan dan ketentraman, kekuatan, ridha, penuh harapan. Disamping itu untuk dapat melaksanakan tawakal dengan sebenarnya, terdapat beberapa pendorong tawakal, yaitu:

1. Mengetahui Allah dengan Asmaul Husnanya
2. Percaya kepada Allah SWT
3. Mengetahui diri sendiri dan kelemahannya
4. Mengetahui keutamaan tawakal dan keadaan orang-orang yang bertawakal serta bergaul dengan mereka

"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS At Talaq: 3).



Sabtu, 02 Maret 2013

Komplek PKPU Menggelar Tasyakuran

Ketika kita diberi nikmat oleh Allah SWT, maka tentu kita layak dan bahkan diperintahkan untuk bersyukur.

Mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah umrah bagi mereka yang belaum pernah melaksanakannya juga merupakan bentuk nikmat dari Allah SWT.

Karena tidak semua orang yang berkeinginan mampu untuk pergi melaksanakannya. Adapun bentuk dari rasa syukur ada dengan ucapan seperti melafazdkan kalimat alhamdulillah, ada dengan gerakan badan seperti dengan melakukan sujud syukur ada juga agar semua bisa menikmatinya dengan cara sebagian nikmatnya dibagikan supaya semua dapat merasakannya.

Dan ada pula dengan mengadakan pengajian, supaya diingatkan bahwa hal tersebut merupakan nikmat Allah SWT. Jadi untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT diperintahkan dalam AlQuran.

Bertempat di jalan utama Komplek PKPU, Jl Sirojul Munir RT 005 RW 02 Kp Bojongsari Jatisari Jatiasih Bekasi, hari Sabtu malam, 2 Maret 2013 diadakan beberapa tasyakuran sederhana.

Tasyakuran secara sederhana itu menyusul keberangkatan 2 orang warga Komplek PKPU yang akan berangkat ibada Umrah pada hari Selasa, 5 Maret 2013, yakni pak Aan Suherlan dan pak Heru Kusnanto sekaligus menjalin silaturahmi antara warga Komplek dengan masyarakat sekitar.

Bahagia bercampur haru. Mungkin perasaan itulah yang saat ini dialami Pak Aan Suherlan dan Pak Heru Kusnanto.

Pak Aan Suherlan sehari-hari bertugas sebagai Manajer CSR Managemen PKPU sedangkan Pak Heru Kusnanto adalah staf Layanan Antar Jenazah (Latahzan). Mereka berdua, berhak atas hadiah umrah.

Malam itu, tasyakuran diisi dengan tausiyah oleh Ustad Mohammad Suharsono, Lc, MESy berkaitan dengan “Bersyukurnya Seorang Mukmin” selama 20 menit, sejak pulu 21.00 WIB yang dilanjutkan doa serta ramah tamah seluruh warga Komplek PKPU dan juga warga masyarakat yang ikut hadir.











Jumat, 01 Maret 2013

Ikut Salurkan Frozen Qurbani Meat

Bersyukur dengan semua anugerah yang telah Allah SWT berikan kepada kita semua.

Apakah itu berupa anugerah kesehatan, pekerjaan, sahabat, kepedulian kepada masyarakat, dan juga keluarga.

Jika kita hitung dan daftar satu per satu, maka anugerah tersebut tidak ada habisnya, karena banyak sekali dan selalu kita terima setiap hari.

Bahkan jika ada sebuah buku yang mau mencatat anugerah yang diberikan Allah SWT, maka pastinya tidak akan ada buku yang mampu mencatat seluruhnya. Hidup yang Allah SWT percayakan kepada kita adalah tidak hanya untuk menerima anugerah-Nya.

Namun yang terutama adalah untuk memberi kepada sesama, yaitu mereka yang membutuhkan. Allah SWT juga memberi anugerah kepada kita supaya kita juga membagi anugerah itu kepada sesama. Tidak hanya materi yang bisa kita berikan kepada sesama, seperti pakaian, makanan, uang, biaya sekolah dan lainnya.

Namun, pemberian bisa juga berupa ketulusan dalam bermasyarakat, relasi, dan lainnya. Itulah berbagi.

Berbagi tidak terbatas pada sekat diri, namun berbagi bisa memaknai rasa syukur kita kepada sang pencipta, Allah Rabbul Izzati.

Bersyukur dan berbagi. Ya, itulah saya bersama tetangga di rumah, Kampung Bojongsari Jatisari Jatiasih, Bekasi, hari Sabtu pagi, 2 Maret 2013 menyalurkan kepedulian dari lembaga berskala internasional yang berdomisili di Australia, Human Appeal International atau disingkat HAI Australia berupa Frozen Qurbani Meat untuk mereka yang kurang mampu di wilayah RW 02 Kp Bojongsari.

Ratusan warga Kp Bojongsari RT 005 RW 02 menerima daging kurban beku tersebut, dengan terlebih dahulu menuliskan nama sekaligus membubuhkan tandatangan diatas kertas yang telah disiapkan panitia

Pendistribusian daging kurban beku dari HAI Australia, langsung kepada warga kurang mampu melalui Yayasan yang bermitra dengan PKPU di seluruh Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok. Demikian kata Aan Suherlan, penanggung jawab pendistribusian di Kp Bojongsari Jatisari Bekasi


Pak Ena Sabana sedang mencacah daging kurban beku HAI Australia


Pak Riyanto dan Pak Heru sedang membuka bungkus daging kurban beku HAI Australia

Tanda dari orang bersyukur

Rasa syukur kepada Allah SWT yang memberikan segala kehidupan ini dan merasakan diri sentiasa karena kehadiran-Nya. Allah SWT akan membalasnya dengan rahmat dan nikmat-Nya yang banyak.

Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingati kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku”. (QS Al Baqarah: 152).

Manusia adalah mahluk Allah yang paling sempurna, dan paling banyak menerima karunia-Nya jika dibanding dengan yang lainnya. Hanya saja terkadang manusia itu lupa untuk mensyukuri semua karunia yang telah Allah SWT berikan itu.

Demikian dikatakan ustad Aan Suherlan pada pengajian bapak-bapak di Komplek PKPU, Jl Sirojul Munir Kp Bojongsari Jatiasih Bekasi dimana saya juga tinggal di komplek tersebut.

Pengajian ini adalah pengajian ketiga yang diadakan tiap awal bulan pertama hari Sabtu. Untuk bulan Maret 2013 ini, pengajian diadakan di rumah ustad Samiyono, tanggal 2 Maret 2013 dengan MC pak Ena Sabana dan yang memberikan tausiyah adalah ustad Aan Suherlan dengan tema "Tanda-tanda Orang Bersyukur".

Pada kesempatan itu, ustad Aan juga mengajak pada pribadi dan semua yang hadiri di pengajian untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat kepada kita, baik nikmat yang tampak maupun yang tidak tampak.

Bersyukur kepada Allah SWT atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita dengan jalan berpegang teguh pada ajaran Allah dan selalu ingat kepada-Nya.

Pikirkanlah diri kita, adakah bermanfaat bagi kita apa yang telah di anugrahkan Allah berupa pendengaran, akal dan pengelihatan, dan apa yang telah dianugrahkan Allah berupa harta kekayaan dan kemuliaan, serta nikmat terbesar yaitu nikmat iman dan islam.

Aan juga mengatakan bahwa karunia Ilahi yang datang silih berganti tanpa pernah kita syukuri hanya akan menambah kemurkaan Allah semata. Dan banyak nikmat Allah yang telah kita sia-siakan. Dari yang terkecil hingga besar.

“Bisa kita bayangkan, seandainya udara yang kita hirup dihargai dengan uang. Berapa banyak uang yang kita keluarkan hanya untuk membeli udara,” kata ustad Aan dihadapan bapak-bapak yang hadir.

Pengajian di bulan Maret ini dihadiri; Pak Imam Zarkasi, Supriyanto, Brotomoyo, Bobby Cahyono, Jajang Ibrahim, Aan Suherlan, Ferry Suranto, Jumroni, Samiyono, Heru Kusnanto, Riyanto, Ena Sabana, Suhendri dan saya sendiri Cecep Y Pramana (Cepy).

Ustad Aan juga menjelaskan tentang tanda-tanda dari orang yang bersyukur, yaitu: Pertama, orang yang beryukur dengan semakin banyak rezekinya, maka ia akan semakin bertambah pula dengan mengeluarkan zakat, infak, shadaqah, serta semakin ikhlas dalam hidupnya.

Kedua, orang yang bersyukur akan selalu senantiasa berusaha mati-matian shalat di awal waktu, kecuali ada halangan atau udzur syar’i. Ketiga, mudah sekali qiyamul lail atau shalat malam (tahajjud). Ini sebagai tanda-tanda orang yang bersyukur.

Keempat, akan selalu tenang dan tentram, selalu gembira dan riang hatinya. Kelima, orang yang selalu bersyukur tandanya ia selalu disenangi dan disegani oleh banyak orang. Keenam, mudah sekali menerima ilham/petunjuk dan banyak karya serta prestasinya.

Ketujuh, tanda-tanda orang yang bersyukur adalah seringkali mendapat tambahan-tambahan karunia dari Allah SWT dan terakhir dari tanda-tanda orang yang bersyukur adalah selalu dijauhkan dari laknat dan adzab Allah SWT. Semoga Allah SWT selalu memberikan kebaikan dan keberkahan untuk kita semuanya. Amin.


Jumat, 04 Januari 2013

Jambu Bol Pak Ferry Suranto Siap Panen

Bagi mereka yang suka buah jambu air dan sejenisnya, pasti sudah tahu atau minimal pernah dengar jenis jambu yang bernama Jambu Bol (merah) atau Jambu Jamaika.

Bentuknya sama seperti jenis jambu lainnya. Justru yang membedakan jambu bol dengan yang lainnya adalah jambu yang berwarna merah ini jika masak (matang), maka besarnya bisa mencapai genggaman tangan orang dewasa bahkan bisa lebih besar lagi.

Jangan ditanya soal rasanya, karena sudah pasti sangat enak bila dalam keadaan masak (matang). Inilah yang terjadi pada pohon jambu bol yang dimiliki bapak Ferry Suranto.

Di depan halaman rumahnya yang asri di Komplek PKPU No.10 Jl Sirojul Munir Kp Bojongsari Jatisari Jatiasih Bekasi berbuat sangat banyak. Saya pun ikut merasakan panen buah jambu bol (merah) ini.

Para tetangga pun sudah dibagi-bagikan, bahkan jika kurang boleh minta lagi. Namun, keliatannya jambu bol ini justru akan tumbuh lebih banyak lagi.

Buah jambu bol ini sangat tebal dan rasanya manis dengan sedikit asem dan dingin. Dan keliatannya justru saat musim penghujan datang, justru berbuahnya cenderung meningkat. Pohon jambu bol ini juga tergolong sangat membutuhkan sinar matahari cukup tinggi.

Saat saya pertama kali menikmati jambu bol ini, ternyata cukup ketagihan juga. Karena ternyata rasanya memang nikmat. Daging buahnya sangat manis dan mengandung banyak air, juga dapat menghilangkan rasa haus kita, walaupun ada sedikit asem dan dingin.

Apalagi jika ditaruh di kulkas terlebih dahulu, pasti rasanya akan mantap. Buah jambu bol ini tidak seperti buah jambu lainnya, karena tidak cocok bila dimakan dengan menggunakan sambal atau di rujak, pasti tenggorokan kita akan terasa gatal.

Yang perlu diperhatikan saat kita mau memetik buah jambu bol ini adalah pastikan daging buahnya sudah tidak keras artinya buah jambu bol ini sudah masak sehingga rasanya enak dan empuk untuk dimakan.

Yang perlu diketahui juga, walaupun jambu bol ini sudah berwarna merah, belum tentu jambu tersebut sudah masak, karena memang jambu ini berwarna dasar merah saat mentah ataupun saat sudah masak. Justru perbedaannya adalah jika mentah, maka jambu cenderung berwarna merah muda dan jika masak jika jambu berwarna merah darah kehitaman.

Pasti akan terasa nikmat, kalau dimakan setelah berbuka puasa, apalagi saat kita sedang kehausan. Jambu bol ini bisa jadi pelepas dahaga juga. Alhamdullilah, ya Allah, Engkau memberikan kenikmatan kepada kami.

Saya pun coba tanyakan kepada kawan yang tinggal di dekat kampus IPB Bogor. Saya tanyakan tentang karakteristik, prospek bisnis dan harga jambu bol di pasaran.

Katanya, karakteristik dari buah jambu bola tau jambu jamaika ini bisa berbuah sepanjang tahun. Jambu bol ini juga cukup potensial sebagai peluang bisnis untuk dibudidayakan, katanya.

Adapun kisaran harga buah jambu bol di pasaran masih cukup bagus. Kira-kira, untuk satu kilogramnya sebesar Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu. Pastinya Anda ingin mencoba menanam pohon jambu bol atau jambu jamaika ini donk. Kalau saya sih, minta ajah ah sama pak Ferry Suranto, hehehe. Selamat menikmati hidangan jambu bol.


pak Ena Sabana & pak Riyanto ikut kebagian jambu bol


pak Ferry Suranto sedang mengambil jambu bol


pak Ferry Suranto sedang mengambil jambu bol untuk dibagikan


jambu bol atau jambu jamaika yang lagi panen, masih terus numbuh


Pengajian Perdana di Tahun 2013: Refleksi Syukur

Alhamdulillah, pengajian tiap hari Sabtu berjalan dengan baik. Pengajian perdana khusus bapak-bapak di awal tahun 2013 ini berjalan sukses di Komplek PKPU Jl Sirojul Munir Kp Bojongsari RT 005 RW 02 Kel Jatisari Kec Jatiasih Kota Bekasi.

Pengajian yang dimulai pukul 05.30 WIB di rumah bapak Imam D Zarkasi ini diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, bapak Heru Kusnanto, dilanjutkan dengan pembacaan Al Quran oleh ustad Samiyono.

Pak Bobby Cahyono mendapat kesempatan pertama untuk memberikan tausiyahnya yang berisi tentang syukur. Selanjutnya pak Bobby membaca hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apa bila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya." (HR Muslim)

Sudah menjadi sunatullah bahwa di dalam menjalani kehidupan dunia ini kita akan diberikan cobaan disertai dengan godaan.

Bagi seorang muslim yang benar-benar beriman, musibah dan ujian yang mereka alami tidak akan merusak jiwa mereka bahkan justru mereka akan selalu bersyukur atas musibah yang mereka alami.

Sesungguhnya kehidupan seorang mukmin penuh dengan ujian dan cobaan. Hal ini menuntutnya agar ia memiliki pemahaman dan akhlak dalam menghadapinya. Agar ia bisa keluar dari ujian tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah SWT.

Karena mereka yakin bahwa musibah yang dialami seorang muslim menjadi penghapus dosa bagi mereka.

Dengan mempelajari sebagian sebab dan akibat terhadap kondisi yang dihadapi setiap manusia dalam kehidupan duniawinya, akan memberikan pengaruh pada jiwa manusia dan masyarakat.

Nikmat dan musibah (ujian) yang silih berganti menimpa manusia kebanyakan menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit jiwa, seperti sombong, takabur, ujub, stres, putus asa, kegoncangan jiwa dan lainnya.

Hadits diatas menjadi landasan bagi siapa saja yang diberikan ujian dengan dua ujian, yakni nikmat dan musibah (ujian).

Kedua rukun ini adalah syukur di saat lapang dan sabar disaat sempit dan tertimpa musibah.

Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa syukur dan sabar merupakan sebab kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Yang mendorong seseorang untuk selalu rutin beramal dan senantiasa mengharapkan kebaikan.

Apabila seorang muslim menghiasi dirinya dengan dua akhlak tadi maka keadaannya akan menjadi lebih baik dan lebih mulia dalam segala sisi, baik dari sisi kejiwaan, prilaku dan kehidupan. Tidak masalah bagi dirinya memperoleh nikmat atau tertimpa musibah, karena ia sadar apapun yang dialaminya merupakan takdir dari Allah SWT.

Kelapangan hidup adalah segala sesuatu yang membuat manusia senang atau merupakan nikmat yang membuat senang orang yang memperolehnya.

Hal ini mencakup seluruh kesenangan maknawi maupun materi yang Allah SWT limpahkan kepada hamba-hambanya. Dan diberikan secara khusus kepada siapa yang dikehendaki-Nya sebagai cobaan dan ujian.

Adapun seorang mukmin, ia akan menyikapi nikmat-nikmat Allah SWT tersebut dengan bersyukur. Karena ia sadar bahwa nikmat tersebut adalah pemberian dari yang Maha Kuasa, dipergunakan dalam rangka ketaatan kapadaNya yang tidak menyebabkan mereka sombong dan lupa kepada yang memberikan nikmat tersebut. Maka baginya pahala dan ganjaran yang besar melebihi kegembiraan yang ia peroleh.

Sedangkan kesempitan hidup adalah segala sesuatu yang membuat hidap seseorang menjadi sempit baik secara hakiki maupun maknawi.

Seorang mukmin dituntut sabar dalam menghadapi kesulitan hidup sebagai mana ia dituntut bersyukur atas kelapangan yang dirasakannya.

Karena sabar pada hakikatnya adalah menahan diri dari kegelisahan. Allah SWT memuji orang-orang yang bersabar ketika menghadapi kesulitan.

Dan tanda-tanda seseorang bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan padanya, maka ia harus tercermin pada dirinya agar apa yg ia dapatkan tidak disalahgunakan, yang mengakitabtkan Allah SWT akan mencabut nikmat yang telah diberikan kepada manusia.

Hikmahnya adalah pertama, berupa peringatan. Renungkan sebab terjadinya, apakah ini ulah manusia atau bencana alam semata.

Maka kita harus belajar dari umat terdahulu. Kedua, sebagai sarana instrospeksi agar ia tidak menjadi sombong dan merasa aman.

Ketiga, jadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri dan selalu tawakal kepada Allah SWT dan terakhir, dengan meningkatkan kualitas iman dan amal. Semoga kita semua mendapat lindungan dari Allah dan terhindar dari segala musibah.

Pengajian perdana bapak-bapak Komplek PKPU, ustad Mohamad Suharsono Lc, Ferry Suranto, Imam D Zarkasi, Aan Suherlan, Jajang Ibrahim, Riyanto, Cecep Y Pramana, Jumroni, Samiyono, Bobby Cahyono, Heru Kusnanto, Ena Sabana, Brotomoyo dan bapak Supriyanto. Sedangkan yang berhalangan hadir, bapak Hendri Kurniawan, Slamet, Sahabuddin. - @CepPangeran


Senin, 31 Desember 2012

Dalam khitan ada nilai-nilai pendidikan

Pagi ini, Selasa, 1 Januari 2013 pukul 10.25-12.30 WIB keluarga bapak Brotomoyo dan Ibu Rina mengadakan acara tasyakuran khitanan anak pertamanya, Azri Ismail yang telah di khitan pada hari Selasa, 25 Desember 2012.

Rumah nomor 6 yang terletak di Komplek PKPU Jl Sirojul Munir Kp Bajongsari Kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi ini ramai dikunjungi para tetangga komplek, Ketua RW 02, masyarakat sekitar, termasuk saya sebagai tetangganya.

Hadir pada kesempatan tasyakuran di rumah bapak Brotomoyo, Ketua DPRa PKS Jatisari Andi Adnan, Heru Kusnanto, Ferry Suranto, Imam D Zarkasi, Bobby Cahyono, Jajang Ibrahim, Riyanto, Ena Sabana, dan pak Jamat selaku Ketua RW 02 dengan pengisi ceramah ustad Aan Suherlan dan penutup doa oleh ustad Mohamad Suharsono Lc.

Sedangkan dari ibu-ibu turut hadir, bu Tarwiyah, bu Neni, bu Yani, bu Tati, bu Asih, bu Isna Farihah, bu Maesaroh (May), bu Fani, bu Feni, bu Rani, bu Ratna, bu Purwanti dan ibu Yulyana.

Terima kasih atas kedatangan bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya diacara tasyakuran khitanan anak kami Azri Ismail. Acara ini diadakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas terlaksananya khitanan anak kami.

Semoga Azri menjadi anak yang saleh dan berbakti kepada kedua orangtuanya. Demikian kata sambutan dari yang punya hajat, bapak Brotomoyo dan ibu Rina S.

Dilanjutkan dengan pembacaan Alquran surat An Naba oleh Azri Ismail bersama Salman. Pada kesempatan tersebut, ustad Aan Suherlan mengatakan bahwa khitan secara bahasa artinya memotong.

“Secara terminologi pengertian khitan adalah adalah memotong bagian kulit yang menutupi alat kelamin lelaki, sehingga menjadi terbuka,” kata ustad Aan Suherlan.

Di dalam bahasa Arab, khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadis. “Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi” (HR Muslim, Tirmidzi, dan lainnya).

Di dalam Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama.

Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku”. (HR Bukhari Muslim).

Khitan adalah syariat Islam yang menjadi sunnah Nabi Muhamad SAW bahkan dalam syariat Nabi Ibrahim as. Dalam hadits banyak sekali dijumpai perintah yang mewajibkan khitan. Anak yang sudah mencapai usia baligh wajib melakukannya, karena secara syar’i dirinya sudah dianggap menjadi seorang mukallaf.

Disamping mengikuti agamanya, ajaran khitan juga salah satu cara menyempurnakan ibadah, karena ibadah mensyaratkan kesucian dan kebersihan. Dalam pandangan Islam, anak adalah perhiasan Allah SWT yang diberikan kepada manusia.

Kehadirannya akan membuat bahagia, ketika memandangnya hati akan terasa tentram dan suka cinta setiap bercanda dengan mereka, dialah bunga di kehidupan dunia.

Bagi orang tua, anak merupakan amanah Allah SWT dan sekaligus menjadi tanggung jawabnya kepada Allah SWT untuk di didik.

Disinilah pentingya mendidik anak dimulai sejak dini karena anak mulai tumbuh sejak dia kecil sesuai dengan fitrahnya. Dengan demikian, maka fitrah manusia perlu dibimbing dan di didik sesuai dengan ajaran agama.

Tanggung jawab orang tua pada pendidikan anak dimulai ketika anak baru lahir. Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan pada orang tua untuk melaksanakan kegiatan yang berkenaan kelahiran bayi.

Kegiatan-kegiatan tersebut seperti, membisikkan adzan di telinga bayi, tahniah, tasmiyah, akikah dan khitan. Khitan menjadi penting bagi anak ketika ia sudah memasuki masa baligh. Dan khitan bukan hal asing di kalangan umat Islam.

Khitan menjadi penting karena di samping menjadi perintah Allah SWT, ia juga menjadi persyaratan kesempurnaan seseorang dalam melaksanakan ibadah seperti, shalat lima waktu, membaca Al Quran, haji dan ibadah lain yang mensyaratakan kesucian dari hadats dan najis.

Selain itu, dalam upaya membentuk anak yang saleh, maka peranan khitan menjadi sangat penting. Pelaksanaan khitan tidak cukup hanya diketahui dan difahami saja, tetapi diwajibkan untuk dilaksanakan oleh setiap orangtua muslim. Karena orang tua memiliki kewajiban menjalankan amanah dalam menjaga anak.

Di dalam khitan tanpa disadari ternyata mengandung nilai-nilai pendidikan yang dapat diambil dalam rangka mengantarkan anak agar menjadi pribadi muslim yang saleh. Jadi, khitan merupakan sesuatu yang harus dilakukan orangtua dalam upaya pendidikan anak.