Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Kamis, 23 Februari 2012

MENCARI YANG SEMPURNA

Seorang pemuda yang hidup di Perth telah sampai usia saat ia merasa harus mencari pasangan hidup. Jadi ia mencari-cari gadis sempurna di seluruh negeri untuk dinikahi. Setelah berhari-hari, berminggu-minggu mencari, ia bertemu dengan gadis yang sangat cantik—jenis gadis yang bisa menghiasi sampul majalah perempuan bahkan tanpa make-up atau kosmetik Namun, meski dia kelihatan sempurna, 


pemuda itu tak bias menikahinya. Sebab... gadis itu tidak bisa masak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya. Lalu ia mencari lagi, selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan akhirnya ia menemukan gadis yang bahkan lebih cantik lagi, dan kali ini masakan gadis itu Iuar biasa lezat lebih baik dari yang bisa Anda dapatkan di restoran terbaik Australia, bahkan Iebih baik dari yang bisa Anda dapatkan dari restoran kéluarga. Gadis ini bahkan menjalankan usaha restorannya sendiri !
Namun pemuda ini tak bias menikahinya pula.Sebab...kekurangan gadis itu adalah... dia bodoh. Dia tak bisa menjalin percakapan sama sekali, sama sekali tidak cerdas. Dia belum menamatkan pendidikan, segala yang ia tahu cuma memasak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.
Maka ia mencari selama berminggu-minggu, berbulan-bulan,hingga ia akhirnya menemukan gadis yang satu ini! Ia begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, bahkan ia punya tiga restoran sendiri: ala Thai, ala Jepang, dan ala ltali. Dan ia begitu cerdas, ia punya dua gelar doktor, pengetahuannya begitu Iuas, bisa menjalin percakapan begitu hebat, begitu baik, begitu welas asih. Ia sempurna! Tapi, pemuda kita ini tak bisa menikahinya. Sebab... gadis ini mencari pria yang sempurna!

Rabu, 22 Februari 2012

5 Pelajaran (5 Lessons)

1. Pelajaran Penting ke-1

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Professor memberikan quiz mendadak pada kami.
Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz sampai pada soal yang terakhir.

Isi soal terakhir ini adalah :
Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?

Saya yakin soal ini cuma bercanda. Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi,berambut gelap Dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya… ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.

Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Professor itu mengenai soal terakhir akan ‘dihitung’ atau tidak. “Tentu saja dihitung !!” kata is Professor. “Pada perjalanan karirmu, kamu akan bertemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan Dan pelihara walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman,atau sekilas say “hallo”!

Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah “Dorothy”.

2. Pelajaran Penting ke-2

Penumpang yang kehujanan malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita Negro rapi yang sudah berumur sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak Dan perempuan ini sangat ingin numpang Mobil.

Dalam keadaan basah kuyup, IA mencoba menghentikan setiap Mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya is pemuda bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, pada saat itu.

Pemuda bule ini akhirnya membawa is ibu Negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan is ibu ini taksi.

Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, is ibu tadi bertanya tentang alamat is pemuda itu. Pemuda itu menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada is pemuda.

7 Hari berlalu Dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah :

“Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku.Untung saja anda datang Dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat… Hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya Dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu”

Tertanda , Ny. Nat King Cole. (Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi Negro tenar thn. 60-an di USA)

3. Pelajaran penting ke-3

Selalulah perhatikan Dan ingat, pada semua yang anda layani…

Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel Dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri Dan memberikan air putih dihadapannya.

Anak ini kemudian bertanya “Berapa ya,… Harga satu ice cream sundae?” katanya.

“50 sen…” balas is pelayan.

Is anak kemudian mengeluarkan isi sakunya Dan menghitung Dan mempelajari koin-koin di kantongnya….”Wah… Kalau ice cream yang biasa saja berapa?” katanya lagi.

Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak… Dan pelayan ini mulai tidak sabar.

“35 sen” kata is pelayan sambil uring-uringan.

Anak ini mulai menghitungi Dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya. “Bu… Saya pesen yang ice cream biasa saja ya…” ujarnya.

Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja Dan terus melengos berjalan.

Is anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, Dan pergi.

Ketika is Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja is anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, Ada 2 buah koin 10-sen Dan 5 buah koin 1-sen.

Anda bisa lihat… Anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang “layak”…….

4. Pelajaran penting ke-4

Penghalang di Jalan Kita…

Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah Ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.

Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba di tempat untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan.Tetapi tidak Ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.

Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya Dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong Dan mendorong, akhirnya IA berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika is petani ingin mengangkat kembali sayurnya,ternyata di tempat batu tadi Ada kantung yang berisi banyak uang emas Dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.

Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti.

Bahwa pada dalam setiap rintangan,tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.

5. Pelajaran penting ke-5

Memberi ketika dibutuhkan…

Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuhnya hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.

Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya.

Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata

“Baiklah… Saya akan melakukan hal tersebut…. asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku”.

Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,di samping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar…katanya “Apakah saya akan langsung mati dokter?”

Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.

Lihatlah…bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya….

DILUKAI DAN MELUKAI

Kita pernah "DILUKAI"
dan mungkin pernah "MELUKAI"
tapi karena itu kita BELAJAR
tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan.

Kita pernah "DIBOHONGI"
dan mungkin pernah "MEMBOHONGI",
tapi dari itu kita belajar tentang KEJUJURAN.

Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar arti diri MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF.

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan
terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,..
yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari ESOK yang lebih baik.

Hidup adalah proses,
Hidup adalah belajar.
Tanpa ada batas umur,
Tanpa ada kata tua

JATUH, berdiri lagi
KALAH, mencoba lagi
GAGAL, bangkit lagi,
Sampai Allah memanggil:
"Waktunya PULANG"

BELENGGU DAN BODHI

Dalam hidup ini, penyebab tidak harmonisnya hubungan kita dengan orang lain adalah “keserakahan, kebencian dan kebodohan.” Tiga akar pikiran buruk inilah yang menimbulkan kesulitan terus-menerus.

Keinginan adalah lubang yang tak berdasar, keserakahan tidak mengenal batas. Keinginan “mencari” timbul dari pikiran untuk “memiliki”. Selanjutnya akan ada kesenangan sementara karena memperoleh sesuatu, dan penderitaan karena kehilangan sesuatu.

Benda yang ada di bawah hidung ini sungguh lebih luas dan dalam daripada lautan : mulut sekecil apapun tidak pernah dapat terpuasi.

Dari keinginan, terjadi banyak perubahan. Apa yang kita miliki selalu bertambah dan berkurang setiap harinya, dari tahun ke tahun. Kesenangan duniawi yang semu sungguh menjemukan bagi orang bijaksana.

Di dunia ini, adakah sesuatu yang berjalan sepenuhnya menurut kehendak kita? Kita tidak memperoleh apa yang kita sukai, yang kita peroleh tidak memuaskan kita. Dari keinginan timbul penderitaan. Untuk mengurangi penderitaannya, seseorang harus mengenal rasa cukup dan mengetahui saatnya untuk berhenti.

Dalam menjalani kehidupan ini, mereka yang memiliki ambisi besar harus menggunakan energi yang besar pula untuk memuaskan kebutuhan mereka, sementara mereka yang memiliki ambisi dan keingan sewajarnya, tidak banyak bercemas-diri dan dapat menjalani hidupnya dengan tenang.

Pikiran yang baik menunjukkan batin yang bersih. Jika pikiran yang penuh keinginan dibiarkan terus berkembang, ia akan mengotori batin. Bersihkanlah batin dengan mengendalikan keinginan-keinginanmu. Bila batinmu bebas dari keserakahan, segala sesuatunya jadi mudah, jalan menuju ketenangan dan kebebasan terbuka sudah.

Apa yang kita sebut belenggu bukanlah suatu benda, melainkan keadaan batin seseorang yang tidak pernah puas.

Kaya atau miskin, hina atau terhormat, tidak seorang pun dapat terlepas dari penderitaan dan belenggu kehidupan.

Jangan terlalu terikat pada segala sesuatu. Alam semesta dan segala isinya tidak lebih dari gabungan Empat Unsur ( tanah, air, api dan udara ). Kombinasi unsur-unsur ini selalu berubah, tidak kekal, kotor, mengandung benih penderitaan, dan tidak memiliki substansi.

Pada dasarnya, mahkluk hidup mampu membebaskan diri dari kemelekatan, untuk mencapai kehidupan yang harmonis, bahagia, damai dan tenteram. Tapi semuanya menjadi berantakan akibat prinsip yang menekankan “mengumpulkan sebanyak-banyaknya demi laba”. Maka keterikatan datang dan kejahatan lahir, semua karena “hasrat tak pernah terpuaskan”

Semua mengejar “kepunyaan”. Apa itu “kepunyaan”? Menjadi terjerat, itulah “kepunyaan”

Janganlah berlebih-lebihan di kala menghadapi keperihan. Jika batinmu resah, tak akan ada pembebasan.

Kubur keterikatan batin masa lampau, dan lahirkanlah kebebasan hari ini.

Berlatihlah hingga batinmu mencapai keheningan. Dengan batin yang tenang dan hening, engkau dapat mengendalikan diri dalam situasi apapun.

Jika engkau dapat menerima segala sesuatu sebagaimana adanya, engkau tidak akan takut atau khawatir terhadap penderitaan.

Supaya hidupmu bahagia, jangan biarkan hubunganmu dengan sesama diwarnai oleh pembicaraan yang tidak bermakna. Batinmu akan terbelenggu dan ternoda.

Perluas wawasan pikiranmu, dan engkau dapat melepaskan belenggu dengan wajar. Mengapa orang terbelenggu? Karena wawasan pikirannya terlalu sempit, sehingga ia tidak dapat menerima orang lain yang tidak “aku” sukai atau yang lebih daripada “aku”

Marah adalah belenggu bagi dirimu dan orang lain. Ke dalam, engkau menumbuhkan kegelisahan di dalam hatimu; ke luar, engkau membuat susah dan menanamkan benih permusuhan di hati orang lain.

Belenggu batin muncul dalam hubungan kita dengan sesama, saat itulah kita harus mengatasinya.

Hadapilah segala penderitaan dan kesulitan hidup sebahai sesuatu yang “menyemarakkan” hidupmu, sebagai guru yang baik.

Menjalani hidup dari hari ke hari sama seperti membuka halaman baru sebuah buku; orang-orang, kejadian, atau kekhawatiran yang kau jumpai setiap hari adalah paragraf-paragraf yang ada di dalamnya.

Melalui kesulitan kita peroleh kearifan. Tapi ingat, hanya kesulitan macam itu yang berguna.

Ada sebuah koan yang menunjukkan betapa rasa takut dan khawatir mengenai hal-hal yang umum adalah manifestasi dari keterikatan yang dungu : Ketika sedang bermeditasi, tiba-tiba seorang guru Zen melihat suatu figure tanpa kepala. >Ia berkata : “Tanpa kepala, tidak pernah sakit kepala.” Selesai bicara begitu, pemandangan itu lenyap. Tidak berapa lama, ia melihat sebuah kepala dan kaki-tangan tanpa badan. Ia berkata : “Tanpa hati dan perut, tidak ada rasa lapar dan khawatir.” Kemudian itupun lenyap. Menyusul muncul dalam benaknya, tubuh dan kepala tanpa kaki, dan ia berkata : “Tanpa kaki, tidak berlari-lari dalam kebingungan.”

Akhirnya semua penampakan itu lenyap, guru Zen mencapai pencerahan…. Ternyata noda-noda batin tidak memiliki substansi.

Selasa, 21 Februari 2012

Senapan Tak Berpelatuk

kata














Ku terdiam dan termenung
Ku ratap jejak hidup yang kosong
Tanpa isi
Tanpa Arti

Kuberjalan tuk meraih isi
jiwa ragaku korbankan
Demi mengasah jati diri
menatap mimpi yang mulai kutapaki

Senapan ini tak berpelatuk
Ku masih mencari
Ku masih belajar
Ku masih berjuang

Senapan tak berpelatuk
bagaikan manusia tak berilmu
bagaikan atasan tanpa bawahan
bagaikan mati

Dimana pelatukku
dimana harus kumencari
berikan kepadaku
agar aku bisa meraih mimpi

Jejak Kaki yang Bermakna

Alkisah, ada sepasang suami istri yang sangat mengharapkan kehadiran momongan. Setelah melalui berbagai macam usaha dan waktu yang lama, akhirnya mereka dikarunia seorang putera yang berparas tampan. Sayangnya, si anak menderita kelainan bawaan yakni penyusutan otot sehingga berdampak pada kaki yang lemah yang tidak cukup kuat untuk menopang tubuh yang bertumbuh.

Kata dokter, "Bapak, ibu. Tidak ada cara lain untuk membuat putera Anda kelak bisa berdiri dan berjalan sendiri, yaitu denganmembiarkan dia berjalan dan melakukan segala sesuatunya sendiri. Anda berdua harus tega demi masa depannya. Itu satu-satunya jalan jika kelak ingin melihatnya bisa berjalan sendiri". Sejak saat itu, dengan penuh sayang dan hati yang pedih, mereka setiap hari harus melihat putera kesayangan bersusah payah belajar berjalan, terjatuh, sakit, kadang terluka hingga menangis dan kemudian harus mulai bangkit dan berjalan lagi. Begitu seterusnya.

Suatu hari, saat si anak berusia 9 tahun, terjadi peristiwa yang cukup tragis. Hari itu, udara begitu dingin, salju turun dengan cukup lebat. Jarak dari rumah ke sekolah kira-kira 1 kilometer. Saat sekolah usai, si anak sangat berharap orang tuanya akan datang menjemput dan membantunya berjalan pulang. Ditunggu-tunggu dengan cemas, hingga sekolah sepi, orangtuanya tak kunjung tiba. Hati anak itu pun dipenuhi dengan kekecewaan, kemarahan dan kebencian.

"Papa Mama kejam. Jahat. Tidak sayang padaku. Membiarkan aku menderita. Aku benci mereka!!" sambil mengertakkan gigi, dia pun berjalan pulang dengan langkah terseok-seok. Jalanan tertutup oleh salju dan itu sangat menyulitkan untuk mengatur langkah kakinya yang lemah. Setapak demi setapak. Berkali-kali dia jatuh, kesakitan, memar dan bahkan berdarah. Setiap kali terjatuh, hatinya semakin sakit dan kebencian kepada orang tuanya makin membara. Tekad di dadanya bulat untuk membenci orangtuanya seumur hidup.

Akhirnya...si anak tiba di depan rumah. Saat pintu dibukakan, ayah dan ibunya segera memeluk sambil menangis. "Anakku, kamu hebat sekali! Kami tahu kamu sangat menderita, kami melihat dari jauh setiap langkah dan kejatuhanmu, maafkan ayah dan ibu yang tidak membantumu. Tapi lihatlah ke belakang....bekas tapak kakimu di atas salju....dan itu adalah tapak kakimu sendiri, Nak. Kamu sendiri, berhasil melalui perjalanan sulit hari ini.

Ingat Nak, hari-harimu ke depan masih panjang dan tidak mudah, tetapi dengan kemampuanmu hari ini, papa mama yakin dan percaya, kamu akan bisa melaluinya, dengan percaya diri dan tanpa perlu bertopang kepada orang lain". Si anak pun segera larut dalam tangis bahagia. Karena ternyata orang tuanya bukannya tidak menyayangi tetapi mereka menunjukkan kasih sayang dengan membiarkan berjalan sendiri menyongsong masa depan yang akan dilaluinya nanti.

Kita sebagai orangtua, ketika anak mengalami kesulitan, cobalah untuk membiarkan mereka berdiri dan menemukan solusi. Biarkan mereka belajar dan berusaha. Justru keberanian untuk menanggung setiap kesulitan yang dihadapilah yang akan menjadikan anak kita sebagai pribadi yang tangguh, mantap, percaya diri, dan bertanggung jawab. Hingga kelak, tanpa kita, mereka akan bertumbuh sebagai manusia yang kuat dalam menghadapi problem yang muncul dan bisa menjadi pemenang dalam mengarungi lautan kehidupan ini.

Senin, 20 Februari 2012

Lao-Tzu (philosopher of ancient China)

Watch your thoughts, they become words.
Watch your words, they become actions.
Watch your actions, they become habits.
Watch your habits, they become character.
Watch your character, it becomes your destiny.
-Lao-Tzu (philosopher of ancient China)
***

Jagalah apa yang kau pikirkan, karena pikiranmu akan menjadi ucapan.
Jagalah apa yang kau katakan, karena perkataanmu akan menjadi tindakan.
Jagalah apa yang kau lakukan, karena tindakanmu akan menjadi kebiasaan.
Jagalah apa yang menjadi kebiasaanmu, karena kebiasaanmu itu akan menjadi karakter.
Jagalah apa yang menjadi karaktermu, karena karaktermu itu akan menentukan nasibmu.
-Lao-Tzu (filsuf dari China kuno)