Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Minggu, 07 Juli 2013

Marhaban Ya Ramadhan

Di beberapa masjid, mushalla, televisi, radio, internet, social media, blog serta berbagai mailing list, ungkapan Marhaban Ya Ramadhan memenuhi rubrik dengan berbagai ekpresi yang variatif. Seluruh umat Islam di dunia juga menyerukan “Marhaban Ya Ramadhan”.

Seluruh media, terutama televisi juga radio terlihat berlomba dengan sederet agendanya masing-masing terkait Ramadhan. Rasa gembira, khusyu, harapan, semangat dan nuansa spiritualitas lainnya terpancar dengan sarat makna untuk diekpresikan. Itulah Ramadhan, bulan yang tahun ini kita ingin memperbaiki kualitas ibadahnya, dan kini telah datang kembali.

Hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa pun marak dikaji dan dikembangkan. Ada nilai sosial, kemanusiaan, solidaritas, kebersamaan, persahabatan yang terus dicari untuk dinikmati dalam nilai-nilai ibadah Ramadhan ini.

Semuanya adalah nilai-nilai positif yang terkandung dalam puasa Ramadhan yang sudah selayaknya tidak hanya dipahami sebagai wacana yang memenuhi intelektualitas kita saja, namun menuntut implementasi dan penghayatan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Selain itu, tentunya bagaimana kita merancang langkah-langkah strategis dalam mengisinya agar mampu memproduksi nilai-nilai positif dan hikmah yang dikandungnya. Jadi, tidak hanya berfiktir untuk menu untuk berbuka puasa dan sahur saja.

Ramadhan adalah bulan penyemangat jiwa. Bulan yang mengisi kembali baterai jiwa setiap umat muslim. Ramadhan sebagai bulan ibadah, harus dapat dimaknai dengan semangat pengamalan ibadah yang sempurna. Ramadhan sebagai bulan petunjuk, harus diimplementasikan dengan semangat dalam mengajak kepada jalan yang benar.

Ramadhan sebagai bulan kemenangan, harus dimaknai dengan memenangkan kebaikan atas segala keburukan. Ramadhan sebagai bulan ampunan, harus kita hiasi dengan meminta dan memberikan ampunan.

Dengan persiapan dan program aktifitas yang kita jalani selama bulan Ramadhan ini, insya Allah akan menghasilkan kebahagiaan. Kebahagiaan akan terasa istimewa manakala melalui perjuangan dan jerih payah.

Semakin berat dan serius usaha kita meraih nilai-nilai kabahagiaan, maka semakin terasa nikmat kebahagiaan itu kita rasakan. Itulah yang dijelaskan dalam sebuah hadist Nabi bahwa orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Tuhannya.

Inilah kebahagian ukhrawi, saat pertemuan yang hakiki dengan al-Khaliq, Allah SWT. Kebahagiaan yang merupakan puncak dari setiap kebahagiaan yang ada. Kebahagiaan yang tidak dapat digantikan dengan kenikmatan lainnya. Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang ya Ramadhan.  ~ Cecep Y. Pramana | @CepPangeran

Marhaban Ya Ramadhan

Saudaraku…
setahun telah berlalu
untaian hari dan bulan telah kita lalui
perjalanan panjang telah kita jalani
ada suka ada duka
ada senyum dan tawa

Saudaraku…
setiap nafas yang kita hirup
setiap episode kehidupan yang kita nikmati
terkadang membuat kita terlupa akan arti hidup ini
pertengkaran, kesalahpahaman, ketidaktahuan
kebencian kadang mengaburkan arti persaudaraan diantara kita

Saudaraku…
sekian lama kita bersama dalam hari-hari indah yang penuh makna
semoga dalam perjalanan ini dapat mewarnai hari-hari kita
dengan senyuman dalam iman Ramadhan
dan kepasrahan kepada dzat yang Maha Pencipta
telah banyak pula kesalahan dan kekhilafan
yang telah kita lakukan selama ini
begitu banyak dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan

Saudaraku…
disaat ini, saat yang kita nanti nantikan
senyum Ramadhan yang begitu tentram
sepenuh hati menyadari kekurangan yang kita miliki
dan dengan tulus permohonan maaf
atas segala kesalahan dan kekurangan
semoga sahabat memaafkan kami dengan tulus dan ikhlas

Saudaraku…
selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1434 H
mari kita jalani bulan Ramadhan ini dengan kebersihan hati
dalam menikmati jamuan Allah yang Maha Pengasih
dan menggapai pahalaNya yang begitu luas

>> follow twitter @CepPangeran


Sabtu, 06 Juli 2013

Kembali

Terkadang, cara terbaik untuk maju adalah dengan kembali. Kembali ke dalam pengalaman hidup kita, dan mengingatkan diri kita sendiri, mengapa.

Kembali dan ingat, mengapa dan dimana kita berada, mengapa kita melakukan. Kembali dan mengingat, apa yang benar-benar penting bagi kita.

Dalam pikiran kita, kembali ke waktu dan tempat ketika hidup merasa positif dan ajaib. Menyadari perasaan ajaib tidak menutup hal  yang sangat banyak bagian dari kita.

Lihatlah hal itu sekarang juga, pastikan ada keajaiban. Pahami apakah kemungkinan terbaik dengan kita, bahkan saat sekarang.

Kembali dan hargai semua hal baik yang kita miliki. Dari pengertian yang mendalam dan dari rasa syukur, ketahui kalau saat ini adalah potensi untuk lebih banyak kebahagiaan daripada sebelumnya.

Kembali dan lihat, apakah semua kebaikan itu masih ada. Sekarang, bawa semua kebaikan itu untuk terus bergerak maju positif.

>> follow twitter @CepPangeran

Jumat, 05 Juli 2013

Mengapa Ramadan Harus Disambut dengan Gembira?

RAMADAN adalah penghulu para bulan. Bulan mulia dan suci, di mana Allah SWT begitu derma membagikan pahala berlipat ganda kepada siapa saja yang beramal saleh. Saat Ramadan tahun lalu berakhir, salah satu harapan yang kita dambakan adalah berjumpa dengan Ramadan tahun ini.

Alhamdulillah, setidaknya beberapa hari menjelang Ramadan 1434 H ini harapan itu terpenuhi. Kita berharap semoga Allah SWT benar-benar menyampaikan usia kita ke Ramadan, bahkan hingga Ramadan tahun-tahun berikutnya.

Sebagai tamu istimewa, Ramadan tidak akan kita sia-siakan begitu saja. Ada banyak pahala yang Allah SWT turunkan sebagai ganjaran kepada siapa saja yang melakukan kebaikan. Itu tidak akan terjadi di bulan lainnya. Pintu surga dibuka, sebaliknya pintu neraka ditutup. Artinya, peluang untuk berbuat kebajikan begitu besar.

Sudah sepantasnya kita bergembira menyambut Ramadan. Kegembiraan itu menjadi modal bagi kita untuk semangat beribadah. Ibadah apa pun yang dilakukan di Ramadan terasa ringan sementara di bulan lain sepertinya begitu berat.

Salah satu manivestasi kegembiraan dalam menyambut Ramadan adalah dengan melakukan persiapan batin, termasuk menjalin silaturahim. Mari eratkan silaturahim, perbaiki hubungan yang renggang dengan saudara.

Marilah kita sambut bulan yang penuh hikmah ini dengan semangat. Siapkan jiwa, fisik, ruhiyah, dan harta, agar Ramadan kali ini berkesan.

:: Tulisan ini dimuat di ramadan.okezone.com

>> follow twitter @CepPangeran


Kamis, 04 Juli 2013

Kegagalan

Jika kita tidak pernah mengalami kegagalan, maka tujuan kita tidak cukup ambisius. Jika kita tidak menemukan tantangan baru secara teratur, maka kemampuan dan efektivitas akan menjadi basi dan lemah.

Kenyamanan dalam negara adalah tempat yang baik untuk beristirahat, pembaharuan dan berlindung untuk sementara waktu. Ini adalah tempat yang baik dan bisa juga suram untuk mengambil tempat tinggal permanen.

Alasan hidup bisa begitu kaya digambarkan justru karena bisa jadi sulit. Kita mungkin tidak dapat menghargai atau manfaat sepenuhnya dari hal-hal yang baik, jika kita tidak memiliki pengalaman dengan hal-hal buruk.

Ketika usaha kita bertemu dengan kegagalan, maka kita tahu terhadap sesuatu. Karena di sisi lain dari kegagalan adalah keberhasilan yang nyata dan substantif.

Carilah, bukan untuk menciptakan kegagalan, atau untuk menghindari kegagalan. Carilah, bukan untuk memungkinkan kegagalan, ketika datang, untuk membuat kita bergerak di jalan menuju sukses yang lebih besar.

Kegagalan konfirmasi apakah kita mencapai yang lebih tinggi. Dan lebih tinggi selalu arah yang terbaik untuk mencapai target keberhasilan.

>> follow twitter @CepPangeran


Rabu, 03 Juli 2013

Langkah Selanjutnya

Apakah jalan di depan kita panjang atau pendek, kemudian apa yang dapat kita lakukan pada saat ini adalah sama. Apa yang dapat kita lakukan sekarang adalah dengan mengambil langkah berikutnya.

Isu penting sekarang adalah bukan apa yang telah terjadi atau siapa yang harus disalahkan untuk itu. Yang terpenting adalah bagaimana mengambil langkah berikutnya dengan positif.

Prestasi berasal dari terus menerus mengambil langkah berikutnya. Apa pun hal itu, langkah harus diteruskan. Mimpi segala bentuk dan ukuran dicapai dengan terus mengambil langkah berikutnya selama diperlukan.

Langkah selanjutnya adalah selalu dalam jangkauan kita. Langkah selanjutnya adalah sedekat kesediaan kita untuk mengambilnya. Langkah selanjutnya melibatkan kerja nyata kita.

Dalam pertukaran untuk kerja nyata, maka kita membuat nilai riil. Nilai yang dapat diukur untuk mengubah hal yang kecil menjadi sesuatu yang besar, dengan langkah-langkah yang telah ditentukan.

Sekarang, kita dapat memilih untuk mengambil langkah berikutnya, atau kita dapat membiarkan peluang unik saat ini berharga berlalu begitu saja. Ambil langkah berikutnya, lalu menjaga diri agar kokoh di jalan menuju pemenuhan.

>> follow twitter @CepPangeran

Selasa, 02 Juli 2013

Tekad

Memang benar, putus asa tidak dapat menyebabkan kekalahan. Namun, sepasti asa walaupun kecil dapat menyebabkan peningkatan tekad dan menyelesaikannya.

Keputusasaan dapat menguras energi kita, atau dapat menanamkan kita dengan vitalitas baru yang segar untuk maju ke depan.

Itu semua tergantung pada bagaimana kita memilih untuk menanggapi keputusasaan yang tidak datang dengan cara kita. Setiap upaya yang signifikan pun ingin bertemu dengan beberapa keputusasaan.

Seringkali, mungkin kita tampak dibebani dengan lebih dari yang lain. Tetapi apakah keputusasaan itu benar-benar suatu beban atau hal itu bukan berkah tersembunyi? Kita memang bisa mengubahnya menjadi berkah jika hal itu kita inginkan.

Untuk hal yang sama, tidak begitu membuatnya mengecilkan kata, dengan alasan positif yang menarik untuk bergerak maju. Tekad yang tak terbendung kuat serta komitmen pasti akan datang, lebih sering daripada tidak, dari keputusasaan itu berubah menjadi arah yang positif.

Kita tidak dapat menghindari kekecewaan, tetapi kemudian kita benar-benar tidak menginginkan. Bagi kita, memilih untuk mengambil dan membiarkan hal itu dapat membuat kita jauh lebih kuat, jauh lebih deterministik, dan itu akan jauh lebih sukses.

>> follow twitter @CepPangeran