Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Rabu, 03 April 2013

APA ITU IMPIAN SEJATI?


Hampir sebagian besar manusia memiliki sebuah keinginan dan impian, namun hanya sedikit diantara mereka yang benar-bebar bisa mewujudkannya. (tanya kenapa?)

Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. Si anak muda bertanya, “Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya”.

“Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?” tanya si orang tua. “Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini”. Jawab si anak muda.

Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong kepada si anak muda ke dalam air.

Anak muda itu meronta-2, tapi orang tua itu tidak melepaskan pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.

“Hai, apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh saya” tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut. Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik bertanya ,”Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?”. “Udara, yang paling saya inginkan adalah udara”. Jawab si anak muda.

“Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau umur panjang ?”tanya si orang tua itu lagi.

“Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya, tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air” jelas si anak muda.

“Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI” kata si orang tua dengan bijak.

RENUNGAN:
sebagian besar manusia memiliki sebuah keinginan dan impian. namun hanya sedikit yang mampu merealisasikannya. sebagian besar yang lain hanya sekedar punya keinginan tanpa berani merealisasikannya. hanya sekedar berharap tapi tidak berusaha untuk mewujudkannya.
hanya sekedar mempunyai angan-angan bukan sebuah IMPIAN SEJATI.

Bagaimana dengan kita? apakah kita benar-benar telah memiliki impian sejati atau hanya sekedar angan-angan? hanya sekedar memiliki keinginan tanpa berusaha mewujudkannya, atau senantiasa semangat berjuang untuk menggapainya. Mari sama-sama berjuang mewujudkan impian kita

KISAH TUKANG KAYU DAN RUMAHNYA


Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu, ” katanya, “hadiah dari kami.” Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.

Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

RENUNGAN:
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi.

Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

“Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri”. (Adapted from The Builder - Cecilia Attal)

Selasa, 02 April 2013

Motif

Bila motif kita adalah untuk melukai, maka kita akan terluka. Bila motif kita adalah untuk menipu, maka kita akan menemukan diri sendiri ditipu. Jika motif kita adalah untuk mengambil, maka kita akan berakhir dirampok.

Jika motif kita adalah untuk memberi, maka kita akan menemukan bahwa kita dapat menerima. Jika motif kita adalah mengajar, maka hasilnya adalah bahwa kita akan belajar.

Bila motif kita adalah untuk menghargai, maka kita akan berakhir menjadi dikagumi. Bila motif kita adalah untuk membantu, maka orang lain akan membantu. Jika motif kita adalah untuk memelihara, maka kita akan menemukan diri ini tumbuh positif.

Kita tidak bisa lepas motif kita sendiri, meskipun mereka mungkin diarahkan terhadap orang lain. Namun akhirnya mereka akan datang kembali kepada kita juga.

Apakah yang menggerakkan kita untuk maju tergantung pada motif tertentu dengan yang kita pilih untuk bertindak. Ketulusan dan integritas motif kita secara langsung akan mempengaruhi kualitas hidup kita.

Situasi kita

Situasi tidak mendefinisikan kita. Bahkan, situasi tidak benar-benar membatasi kita. Kita dapat mengatasi situasi dengan tujuan atau tindakan yang fokus.

Kita dapat memilih untuk mengubah hal-hal untuk tumbuh, meningkat, membuat, mencapai kesejahteraan dan hidup dengan sukacita serta pemenuhan yang maksimal.

Jangan terjebak dalam membuat penilaian tentang apakah hal itu mudah atau sulit, menyenangkan atau tidak nyaman. Hanya melangkah maju dan lakukan apa yang kita tahu yang terbaik untuk hidup dan dunia kita.

Kita adalah bundel hidup energi yang jauh lebih fleksibel. Alih-alih membiarkan keadaan akan membawa kita ke bawah, maka biarkan kemungkinan itu mengangkat kita ke atas.

Ambil yang terbaik dari mereka dan suntikkan gairah positif dan sejati kita ke dalamnya. Menciptakan sesuatu yang indah, lagi dan lagi.

Alih-alih menggunakan situasi sebagai alasan, menggunakannya sebagai titik awal. Lalu terhubung dengan keindahan yang unik serta nilai yang sangat besar, maka kita akan naik di atas situasi apapun.

MASA MUDA CUMA SEKALI



by Herman Lobo

 Hidup cuma sekali. Masa muda cuma sekali, jangan disia-siakan. Masa depan yang sukses dibangun mulai hari ini. Kesuksesan tidak dibangun dalam semalam. Butuh proses panjang, kadang harus melewati kegagalan dan cobaan. Tapi yakinlah bahwa semua cobaan dan kegagalan yang menerpa kita tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membimbing kita menuju kebijaksanaan yang lebih tinggi.


Kegagalan datang menunjukkan di mana kekurangan kita dan ke mana kita harus belajar untuk meningkatkan kemampuan kita. Lebih baik kita gagal di usia muda sehingga kita bisa jadi lebih bijak di masa tua. Dari pada gagal di usia tua, di mana kita sudah memiliki banyak tanggungan (anak, istri). Masa di mana energi kita tidaklah sebanyak dan sekuat di masa muda.


Berusahalah sekuat mungkin, manfaatkan waktu sebaik mungkin di masa muda. Masa muda kita cuma sekali. Sangat disayangkan jika kita melewati masa muda dengan bersantai, lebih banyak tiduran, nonton acara TV yang kurang bermanfaat dan tidak mendidik. Menghabiskan waktu mengejar kebahagiaan yang semu. Kita biarkan masa-masa yang indah ini lewat begitu saja. Waktu, asset paling berharga yang kita miliki, terbuang begitu saja.


Tapi lucunya kita bermimpi ntuk sukses di masa depan. Kita berharap nanti di masa depan kita, entah bagaimana akan sukses. Seolah kesuksesan itu datang dan jatuh dari langit. Padahal sesungguhnya kesuksesan itu adalah hasil dari perjuangan yang panjang. Dia dibangun mulai hari ini.
Masa depan yang sukses adalah hasil dari kerja keras di hari ini. Ibarat jika kita ingin memilik pohon kelapa yang akan sudah bisa berbuah lima tahun mendatang maka kita harus menanamnya hari ini. Kita tidak bisa menunggu lima tahun mendatang baru menanamnya. Dan berharap langsung bisa berbuah tahun itu juga. Tidak mungkin.


Segala sesuatu butuh proses.


Nah kembali ke masa sekarang. Apa yang kita lakukan setiap hari dalam mengisi masa muda kita? Apakah setiap waktu kita berlalu dengan sesuatu yang berharga? Membaca buku yang bagus, atau mungkin belajar suatu keterampilan baru. Atau kegiatan apa saja yang bersifat meningkatkan diri dan kemampuan kita.


Ataukah waktu kita terlewati begitu saja. Tanpa suatu kegiatan yang berarti. Ingat, waktu kita terbatas. Kita tidak mungkin hidup selamanya. Dan waktu takkan pernah bisa diputar kembali. Sekali lagi, jangan sia-siakan waktu kita. Jangan sia-siakan masa muda kita. Jadikan masa muda sebagai suatu masa yang patut dikenang, bukan masa yang akan disesali di masa mendatang.


Sekali lagi, ingat umur kita terbatas. Waktu kita terbatas. Jangan buang-buang waktu yang berharga ini. Jalani anugerah kehidupan ini dengan penuh rasa syukur dan mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Bermanfaat untuk diri kita dan sesama.


Masa muda cuma sekali. Menyesal tua hanyalah sia-sia dan bikin sakit hati.
******

Senin, 01 April 2013

Menikmati Liburan di Kota Lampung

Menikmati liburan bisa jadi salah satu jalan keluar untuk mengusir rasa jenuh dan penat yang meliputi aktivitas sehari-hari. Itulah yang terpikir dalam benak saya saat itu.

Setelah menjalankan rutinitas keseharian di Management Traninee PKPU batch-3, tiba saatnya bagi saya dan teman-teman untuk memanfaatkan waktu liburan sejenak.

Kami memilih moment hari liburan yang cukup panjang ini, yaitu sejak Jumat, 29 Maret 2013 untuk mengunjungi rumah orangtua dari Dasinah, salah seorang peserta MT PKPU batch-3 di Kelurahan Labuan Ratu, Lampung Timur.

Bermodalkan semangat dan tekad yang pasti, hari Kamis, 28 Maret 2013 mulai pukul 20.45 WIB, saya bersama enam orang teman yang juga peserta MT PKPU batch-3 masing-masing; Kak Dasinah, Uni Lidya, Dian, Ade, Mutia dan Widya berangkat menuju Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Setelah melalui beberapa perjalanan dari daerah Condet menuju terminal Kampung Rambutan dengan menaiki transportasi umum, akhirnya sampailah kami di Kampung Rambutan untuk melanjutkan perjalanan menuju Merak.

Perjalanan kami lanjutkan dengan menggunakan bus Arimbi. Meski perjalanan malam, namun penumpang lumayan banyak saat itu, maklum moment liburan panjang.

Selama dalam perjalanan, para penumpang banyak memanfaatkan waktu dengan tidur-tiduran. Untuk sampai ke Merak membutuhkan waktu kurang lebih empat jam, karena itu kita bisa lebih sedikit bersantai. Dalam benak saya sempat terlintas di pikiran bahwa akan ada banyak destinasi yang dapat dituju untuk mengisi waktu libur ini bila kami tiba di Lampung nanti.

Biasanya, salah satu yang sering dijadikan tujuan favorit adalah pantai. Membayangkan sebuah pantai yang indah terbentang di hadapan, dengan sinar mentari hangat yang mengenai kulit, melihat cerahnya langit biru, dan menikmati suara deburan ombak sambil menikmati semangkuk kelapa muda yang segar, pastilah suatu hal yang sangat menyenangkan bukan?

Lamunanku tersentak ketika seorang penjaja keripik menawarkan barang dagangannya dan menaruhnya di tanganku. Aku kaget bukan main. Aku yang tak tahu-menahu kebiasaan cara berjualan di daerah Jawa dan mengira jika barang sudah diterima berarti membayar saat itu langsung mengembalikan barang dagangan si penjual.

Beliaunya tak berkata apa-apa, malah teman di sampingku, Mutia bertutur keras, “Kak Zura! Di sini itu, kalau ada yang menaruh barang dagangannya di tangan kita, sebaiknya diterima aja dulu. Jika gak niat beli, nanti penjualnya akan kembali lagi kok buat ngambil barang dagangannya. Jangan langsung dikembalikan seperti itu. Gak sopan namanya!”

Perkataan temanku ini akhirnya kupahami bahwa manakala kita berada di sebuah daerah, tentunya kita harus faham dan menghormati kebiasaan setempat. Terimakasih teman, sudah mengingatkan diri ini.

Akhirnya, bus tiba di Merak pada hari Jumat, 29 Maret 2013 pukul 02.10 WIB dinihari. Lumayan cepat dari perkiraan awal. Setelah itu, berlanjut menuju kapal Ferri yang sudah menanti. Setibanya di dalam kapal, kami semua mengambil tempat yang lumayan nyaman untuk sekedar tidur. Tanpa terasa, dua jam kemudian kapalpun merapat ke pelabuhan Bakauheni.

Akhirnya kami tiba juga di Lampung pukul 05.00 Wib. Terlihat juga pemandangan yang cukup menyejukkan mata di pagi hari. Subhanallah, Allahu Akbar.

Secara geografis, kota ini menjadi pintu gerbang utama pulau Sumatera, tepatnya kurang lebih 165 km sebelah barat laut Jakarta memiliki andil penting dalam jalur transportasi darat dan aktivitas pendistribusian logistik dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya.

Setelah rehat beberapa saat di rumah orang tua Kak Dasinah, pukul 10.00 Wib kamipun melanjutkan perjalanan kembali menuju Pantai Pasir Putih, Desa Tarahan, Lampung Selatan.

Pantai ini benar-benar menggambarkan suasana yang menggoda dan menyegarkan mata. Alam yang menakjubkan dan lokasi yang hanya berjarak 20 kilometer dari kota Bandar Lampung menjadikan pantai ini sebagai objek wisata andalan di Lampung.

Pantai Pasir Putih tak pernah sepi. Selalu saja ada pengunjung yang datang meski hanya untuk sekedar singgah.

Obyek wisata yang dulunya tempat latihan perang-perangan militer ini memang kondang sebagai tempat singgah melepas lelah bagi pelintas Jalan Lintas Sumatera ruas Bandar Lampung-Pelabuhan Bakauheni.

Ditambah lagi dengan deretan pohon waru di sepanjang bibir pantai menjadi tempat berteduh pengunjung. Di bawah pohon waru yang rindang, kami menikmati pemandangan laut biru sambil menikmati bekal makanan yang sengaja dibawa oleh Ibu Kak Dasinah dari rumah. Alhamdulillah.

Waktu yang kuhabiskan bersama teman-teman sungguh mengasyikkan. Pengalaman yang berarti dan tak akan pernah terlupakan. Semoga akan ada waktu kembali buat kami untuk bisa kembali ke kota ini kelak. Amin.


:: Artikel dikirim oleh Azzura Arsyiah (azzura4rsyiah@yahoo.com) | sekarang tinggal di Jakarta, berasal dari Medan | @azura_sely


Rumah Motivasi Online menerima tulisan, artikel membangun jiwa, motivasi. Kirim tulisan sahabat ke email saya; cepypram@yahoo.com atau infokan @CepPangeran



Tidak ada keluhan

Apakah kita bisa melewati hari ini tanpa mengeluh, baik kepada diri sendiri dalam pikiran kita atau kepada orang lain melalui gosip-gosip kecil dan sindiran?

Bagaimana jika diganti setiap keluhan yang diucapkan dengan sugesti positif? Pikirkan pengaruh positif dan produktif itu pada pekerjaan dan hubungan kita. Pertimbangkan bagaimana hal itu bisa mengurangi tingkat stres kita.

Bagaimana jika kita ganti setiap keluhan mental dengan tindakan yang positif? Bayangkan, energi yang bisa diarahkan ke tindakan kreatif atau kegiatan produktif, ketika pikiran menyalahkan dan mengkritik kita. Bayangkan, semua kesempatan sebelumnya yang tak terlihat oleh kita akan ditemukan.

Tidak, kita tidak ingin membiarkan orang menginjak-injak kita. Sebaliknya, berharap yang terbaik dan menolak untuk membuang waktu dan energi pada keluhan yang tidak berguna.

Setiap kali kita memiliki keinginan untuk mengeluh, coba tantang diri kita untuk mencari alternatif yang positif. Menuai keuntungan besar terus-menerus untuk melihat ke depan daripada ke belakang.