Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Kamis, 03 Januari 2013

Arus Deras Invasi Pemikiran bernama GHAZWUL FIKRI

Dalam arus globalisasi saat ini, tidak ada satu informasi yang dapat disembunyikan. Arus informasi ini telah masuk kedalam segala aspek sendi-sendi kehidupan. Dengan menonton televisi, pada saat bersamaan kita dapat dengan mudah melihat beberapa peristiwa yang terjadi disegala penjuru dunia.

Dengan menggunakan dan melihat internet, dimanapun kita berada, dapat dengan mudah menerima dan mengirim informasi. Bahkan sekalipun kita sedang berada di kamar kecil, misalnya.

Disatu sisi arus informasi tersebut dapat digunakan sebagai wahana untuk meningkatkan pengetahuan, peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, peningkatan ukhuwah Islamiyah dan peningkatan sumber daya manusia sekaligus media informasi dakwah. Melalui media televisi dapat dengan mudah kita memperoleh informasi yang mutakhir.

Begitu pula dengan internet. Melalui internet dengan mudah kita menerima informasi yang paling mutakhir sekalipun tentang penemuan-penemuan baru, teori-teori, faham, kita dapat dengan mudah tukar menukar informasi antar sesama muslim sejagat melalui jejaring sosial media. Kita juga menyadari bahwa melalui jalur internet kita dapat menyebarkan ukhuwah Islamiyah ke seluruh dunia.

Tetapi di lain pihak, mudahnya arus informasi ini dapat dipandang sebagai “musuh” jaman modern yang apabila kita tidak memiliki benteng pertahanan yang kuat, maka akan dengan mudah merusak tatanan kehidupan dan tatanan agama, yang pada akhirnya akan merusak mental dan akhlak.

Bagi mereka yang sering, bahkan 24 jam menggunakan internet, akan menemukan lembaran-lembaran biru, faham-faham sekulerisme, liberalisme, caci maki, serta bentuk lainnya yang dengan tanpa sensor sedikitpun dapat dengan mudah kita nikmati.

Sadar tidak sadar, ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk menyebarluaskan paham-paham tertentu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kedua kutub tersebut ternyata pada akhirnya akan menimbulkan perang jaman modern yang tidak perlu lagi memerlukan senjata pembom atau senjata biologis yang dapat melemahkan syaraf manusia maupun membumi hanguskan manusia, tetapi ternyata kemampuannya lebih dasyat, melebihi kedua jenis senjata tadi.

Perang tersebut dinamakan perang pemikiran (BATTLE MIND) atau GHOZWUL FIKRI. Dalam menghadapi perang pemikiran tersebut apabila tidak dibekali dengan senjata yang ampuh, pada akhirnya akan kalah dalam pengertian terjerumus menjadi kambing-kambing pengembik yang sekalipun berpendidikan tinggi, tetapi mental dan akhlaknya rusak. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah senjata apakah yang dapat dengan ampuh melawan perang tersebut?

Banyak senjata yang dapat digunakan, salah satunya antara lain adalah melalui pendidikan Islami yang terpadu, yaitu pendidikan yang tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan dan agama. Melalui pendidikan yang Islami ini diharapkan selain mempersiapkan diri menjadi orang yang berilmu pengetahuan (pinter) tetapi juga memiliki keimanan yang kuat sebagai landasan amal.

Dan amaliyah hati adalah lebih penting daripada amal fisik. Kita juga senantiasa berusaha menyelaraskan antara kedua segi amaliyah dalam bentuk yang sesempurna mungkin sehingga kita tidak menjadi manusia yang keblinger.

Allah SWT berfirman dalam alquran, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS Al Baqarah: 208).

Pendidikan merupakan asas utama bagi kehidupan di dunia dan diakhirat yang dapat membedakan antara manusia dan binatang. Ilmu dan pendidikan merupakan asas perkembangan intelektual. Pendidikan juga dapat membedakan kemampuan dan derajat seseorang. Allah Swt menekankan bahwa derajat peradaban manusia sangat bergan-tung kepada pendidikan.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengeta-huan beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”. (QS Al Mujaadilah: 11)

Dengan adanya pendidikan jelas bahwa derajat manusia akan meningkat karena adanya pendidikan (ilmu), amal, dan keimanan. Ketika peradaban manusia dalam keadaan yang sangat terbelakang saja, yaitu pada jaman jahiliyah, wahyu pertama yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw juga merupakan kegiatan yang berkenaan dengan perlunya ber-pikir dan belajar: “Bacalah dan Tuhanmulah yang maha pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS Al Alaq: 3-5).

Untuk mengatasi informasi yang datang sangat deras itu diperlukan pendidikan yang Islami untuk melawan dan memanfaatkannya. Namun sekali lagi, pengetahuan dimaksud bukan hanya menjadikan pintar saja melainkan juga berakhlak baik.

Pendidikan yang Islami pada hakikatnya dibangun atas landasan: Pertama, konsep penciptaan manusia yang memiliki fitrah hanifah. Kedua, membantu pertumbuhan yang seimbang dari keseluruhan kepribadian. Ketiga, merealisasikan kepasrahan yang total dan utuh kepada Allah SWT, baik pada tingkat individual, komunal, maupun pada tingkat umat.

Pendidikan yang Islami adalah pendidikan yang melatih kepekaan kita sedemikian rupa sehingga membentuk perilaku dan memiliki wawasan pengetahuan yang sesuai dengan nuansa Alquran dan As Sunnah.

Pendidikan secara Islami pada hakekatnya bertujuan: Pertama, menyadarkan manusia akan kedudukannya terhadap Allh SWT sehingga dapat menumbuhan motivasi dan membina diri (aktualisasi diri) dan menumbuhkan amanah serta tanggung jawab. Kedua, menyadarkan manusia secara individual pada kedudukan dan tugasnya sebagai khalifah sehingga dapat menumbuhkan sifat apresiatif, partisipatif, dan kontributif.

Lalu pertanyaannya, siapkah kita tidak lagi membuka internet yang akan menimbulkan konflik batin bagi kita? Siapkah kita mendidik diri sendiri dengan konsep pendidikan Islam secara terpadu seperti dikemukakan di atas disertai dengan senantiasa berdoa dan berusaha?

Siapkah kita senantiasa paling tidak pernah menyebarluaskan ukhuwah Islamiyah melalui salah satu keunggulan era globalisasi ini? Siapkah kita untuk selalu senantiasa menyebarkan kebaikan-kebaikan dan dakwah Islamiyah melalui media internet ini?. Jika siap, ucapkan Bismillah, sebagai langkah awal dalam mengemban nilai-nilai dakwah Islamiyah.

Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, apa saja yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memberi mudharat kepadamu, maka apabila kamu kerjakan, maka kamu termasuk orang-orang yang dzalim”. (QS Yunus: 106)


Surat sahabat dari negeri Ratu Elizabeth

Pagi ini, Jumat, 4 Januari 2013, sehabis salat subuh dan tilawah Alquran, saya membuka laptop untuk melihat-lihat email, browsing dan tulis menulis. Sesaat mata ini tertuju ke salah satu email dengan subject: “Surat Sahabat dari Negeri Ratu Elizabeth”.

Karena penasaran dengan judulnya, lalu saya buka. Dan ternyata isinnya surat elektronik seperti subject tersebut. Yah namanya sahabat, boleh dan sah-sah saja mengutarakan isi pikiran dan hatinya kedalam tulisan tersebut. Setahu saya, beliau ini kawan lama di blog saya yang sudah cukup lama, yaitu di Multiply.

Langsung saja surat elektronik itu saya buka dan baca. Sambil senyum-senyum sendiri, saya pun mulai membaca isinya. Mau tahu isinnya (gak ada yang rahasia kok):

Assalamu’alaikum wr wb

“Kang cepy, aku kayaknya jatuh cinta deh sama kang cepy, hahaha…sebagai sahabat loch. Saat saya membaca salah satu tulisan dan artikel tentang “Keluarga, Rumah Tangga” di blog kang cepy (dia nyebutin blog saya dan judulnya di: blogmotivasionline.blogspot.com), eh ternyata saya langsung jatuh cinta dengan kang cepy. Boleh kan…dan nggak marah kan. Eh kang cepy, tapi aku bacanya tulisan dan artikelnya ditemening sama suamiku loch. Jangan ge-er dulu makanya..hehe…”.

Dan masih panjang lagi, ada 3-4 paragraf. Selain menanyakan kabar, say hello, dia juga menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan keluarga, rumah tangga, pernikahan dan lainnya.

Itulah, salah satu bunyi surat elektronik yang masuk ke email saya hari ini. Tadinya, saya juga kaget bercampur deg-deg kan membacanya emailnya (hahaha…krn baru kali ini ada seorang perempuan yang langsung menyatakan cintanya padakuhhhhhhhh…).

Eh setelah dibaca selanjutnya…ternyata dia mengatakan cinta padaku karena cinta kepada Allah SWT (mencari silaturahmi dan perbanyak sahabat, katanya). Lagian juga, dia juga sudah berkeluarga, punya suami dan dua anak yang sudah cukup besar. Alhamdulillah, kalo ini saya jadi lega bacanya, xixixxixiiii….ge-er khan bacanya….

Dia sendiri (seorang perempuan warga negara Indonesia berasal dari Bandung, sudah lama menetap disana. Sudah belasan tahun tinggal di London, Inggris bersama suami yang juga dari Indonesia. Namanya nggak usah di kasih tahu yah).

Dan yang seringnya lagi, dia sama suami selalu baca perkembangan tulisan di blog saya, terkait tentang motivasi, cinta, keluarga dan rumah tangga.

Ini terusan surat elektroniknya:

Kang cepy yang kasep (baca; ganteng tea). Alhamdulillah masih ada yang bilang itu ke saya (selain istri loch…hehehe), maaf kalo surat kata pembukanya ada kata “jatuh cinta”. Kata tersebut bukan untuk cinta dunia, tapi kata tersebut “jatuh cinta” ku dan suami karena akhirat, karena jalinan saudara seiman, jalinan silaturahmi dan jalinan persahabatan lain, bangsa dan Negara, walaupun saya asli dari Indonesia.

Karena cinta itu bukanlah monopoli orang yang sedang jatuh cinta saja. Orang yang sudah berkeluarga pun boleh donk mengucapkan kata “jatuh cinta” untuk akhirat. Supaya, selain di dunia, saya punya kawan yang baik seperti kang cepy, untuk akhirat pun saya menginginkan punya kawan yang baik pula seperti kang cepy. Pokoknya kang cepy lah..hehehe

Makasih yah kang cepy, salam juga untuk “Bidadari Cantik” di rumah yang telah sukses menemani kang cepy mengarungi bahtera samudera rumah tangga selama belasan tahun dan juga anak-anak kang cepy.


Dari sahabat, kawan, penggemar blogmotivasionline
Sahabatmu yang jauh di negeri seberang

Wassalamu’alaikum wr wb

RFH
London



Abu Bakar Vs Ulama Yahudi

yahudi

Assalamualaikum Hep...

Berasa sudah lamaaa sekali dak pulang kerumah Pojok Motivasi ne, padahal baru beberapa hari saja dak ngeblog :D
Pada kesempatan pertama di tahun 2013 ini, ciye ciye udah tahun baru ternyata, semoga di tahun yang baru ini ada semangat baru, untuk bisa terus berbuat sesuatu yang positif dan bermanfaat untuk diri kita, keluarga, kerabat, sahabat, saudara seiman dan orang-orang lain yang tidak kita kenal diluar sana...aamiin

Abu Bakar Vs Ulama Yahudi merupakan kisah yang ingin saya bagi pada kesempatan yang baik ini. Pada blog ini memang sebelumnya saya telah banyak berbagi tentang berbagai kisah dari para sahabat nabi, seperti kisah mengharukan sayyidina Umar, Nasihat-nasihat dari Imam Ali dan lain sebagainya. Oleh karna itu tergerak hati saya untuk mengumpulkan kisah-kisah tentang Abu bakar juga, yang insyaAllah beberapa hari kedepan, saya akan berbagi banyak tentang kisah Beliau RadhiYallahu'anhu di blog Pojok Motivasi ini.

Berikut adalah kisah Abu Bakar Vs Ulama Yahudi, semoga kita bisa lebih mengenal sosok sahabat sekaligus mertua dari Nabi Kita Muhammad Rasulullah.

Orang-orang Yahudi berkumpul dan merencanakan makar terhadap Rasulullah Shallallahualaihi wasalam, mereka memperoleh cap dari Allah dan rasul-NYA seperti binatang babi yang melukai hati dan anggota badan.

Secara tiba-tiba Abu Bakar melihat mereka mengerumuni ulama mereka yang biasa mereka sebut Finhash ( sebutan bagi tokoh agama mereka )

Abu Bakar lalu berkata kepadanya, “celakalah engkau wahai finhash! Bertakwalah kepada Allah dan masuk islamlah Engkau! Demi Allah, sesungguhnya engkau akan mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Beliau telah datang kepadamu dan membawa kebenaran dari sisi-NYA. Kalian akan mendapatkan itu dalam kitab taurat dan injil.”

Finhash menjawabnya dengan kasar. “ Demi tuhan wahai Abu Bakar! Kami tidak membutuhkan Allah, tetapi Allah-lah yang membutuhkan kami, Kami adalah orang-orang yang tidak membutuhkan sesuatu dari-NYA, kami tidak akan meminjamkan harta-harta kami sebagaimana dinyatakan oleh sahabat kamu, Dia melarang riba kepada kalian, tetapi Dia memberikannya kepada kami.”

Mendengar hal itu, Abu bakar marah lalu memukulnya dengan keras dan menghardiknya, “ Demi zat yang diriku berada dalam genggaman-NYA kalaulah tidak karena perjanjian antarai kami dengan kalian, maka aku akan memenggal lehermu wahai musuh Allah .”

Setelah kejadian itu finhash menghadap rasulullah dan mengadukan tindakan yang telah dilakukan Abu Bakar kepadanya, sambil menangis, “ Wahai Muhammad, lihatlah perbuatan sahabatmu “. Kemudian Rasulullah Shallallahualaihi Wasalam bertanya kepada Abu bakar yang saat itu sedang bersama beliau, “ Apa yang menjadi alasanmu Wahai Abu Bakar, sehingga melakukan perbuatan itu?”.

Abu Bakar Menjawab, “ Wahai Rasulullah, sesungguhnya musuh Allah ini mengatakan Allah fakir dan mereka Kaya. Oleh karna itu, aku marah lalu memukul wajahnya .”

Finhas membantah perkataan abu Bakar, “ Wahai Muhammad! Sungguh dia telah berbohong, kami tidak mengatakan hal itu.”

Tetapi kemudian Allah menurunkan ayat yang membantah perkataan Finhash dan membenarkan perkataan Abu Bakar,

“ Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang, 'sesungguhnya Allah miskin dan kami Kaya', kami akan mencatat perkataan itu, dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan kami akan mengatakan kepada mereka, ' Rasakanlah olehmu Azab yang membakar'.” (Qs. Ali Imran(3) :181)

sirah ibnu hisyam (jilid 2, hal.207-208)

Demikian,,,, Waalaikum salam

Rabu, 02 Januari 2013

Pernikahan adalah ibadah

Pernikahan adalah ibadah. Ia tidak sekedar upacara untuk mengumumkan kepada masyarakat mengenai status pernikahan. Niatkan bahwa pernikahan sebagai wujud pelaksanaan ketaatan kepada Allah SWT dan RasulNya. Jadi dalam pernikahan ada sebuah amanah, langsung dari Allah dan Rasul-Nya.

Tekadkanlah dalam hati, sejak dari awal, untuk menjaga amanah ini hingga ajal tiba. Ini menjadi amat penting dalam proses kehidupan pasangan suami istri (Pasutri) selanjutnya. Karena dengan menempatkan niat dan tekad itu, Allah SWT akan selalu berkenan hadir dalam kehidupan pasutri selanjutnya, baik dikala gembira maupun disaat duka.

Al Quran mengajarkan kepada kita semua bahwa melalui pernikahan seharusnya terwujud suasana kasih sayang, sebuah kebahagiaan, sebuah oase surgawi di dunia. Keluarga adalah sebuah wahana untuk mewujudkan kebahagiaan bukan yang lain atau sebaliknya.

Berkeluarga adalah sebuah komitmen untuk mewujudkan kebahagiaan. Sungguh tidak mudah mendefinisikan kebahagiaan namun jelas bahwa ia berlawanan dengan kekecewaan, kesedihan, kegelisahan, kelesuan, kegaluan dan sejenisnya.

Kebahagiaan adalah nuansa atau karakteristik surgawi dan oleh karenanya kepemilikannya oleh manusia amat tidak disukai oleh Iblis. Sebagai musuh abadi manusia, Iblis sang pewaris neraka akan terus merongrong kebahagiaan yang menjadi milik manusia, anak keturunan Adam, para calon pewaris surga.

Salah satu benteng terkuat untuk menjaga kebahagiaan pasutri dalam keluarga dari rongrongan itu adalah kemaafan. Bukalah pintu kemaafan selebar-lebarnya dan selama-lamanya karena ia akan mencegah masuknya kemarahan, awal dari intervensi Iblis dalam menghancurkan kebahagiaan anak-anak Adam.

Karena setiap pasutri mempunyai karakteristik sendiri-sendiri yang unik, lengkap dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Melalui pernikahan ini hendak dipersatukan dalam sebuah rumah tangga. Konsekuensinya adalah bahwa kesalahpahaman adalah sebuah keniscayaan. Karena itu membuka pintu maaf seluas-luasnya adalah salah satu resep abadi dan ampuh dalam membangun rumah tangga bahagia.

Agama mengatur tanggung jawab, peran dan fungsi pasutri dalam kehidupan berkeluarga. Sempurnakanlah dan tunaikanlah hal tersebut dalam perjalanan membangun rumah tangga yang akan dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT. Wallahua’lam


Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah

Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”. (QS Ali Imran: 146)

Siapa sajakah mereka yang berjatuhan (berguguran) di jalan dakwah. Sebagaimana karakteristiknya, dakwah merupakan amalan panjang yang penuh hambatan dan rintangan.

Perjalanan dakwah bukanlah perjalanan yang bertabur bunga dan penuh penghargaan. Justru sebaliknya, dakwah adalah jihad dan pengorbanan seseorang. Segala bentuk pengorbanan dituntut dari seorang yang ingin berdakwah, mulai dari waktu, harta dan jiwa.

Semuanya menjadi konsekwensi yang harus diberikan saat seseorang telah menyatakan dirinya siap untuk berdakwah di jalan Allah SWT. Dakwah jauh lebih penting ketimbang diri si pendakwah itu sendiri. Tegak serta berdirinya hukum-hukum Allah dan izzatul muslim atau harga diri ummat Islam merupakan orientasi mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

Ada banyak faktor yang menyebabkan mereka yang berjatuhan di jalan dakwah. Kepahaman terhadap karakteristik dakwah terkadang menjadi ujian awal seseorang mengeluh berada di barisan panjang dakwah.

Bagaimanapun juga dakwah adalah sunnatullah dengan jumlah orang-orang yang sedikit. Sedikit sekali orang-orang yang mau ikut bergabung di barisan orang-orang mulia, mengingat besar dan sulitnya hambatan rintangan di jalan dakwah.

Bukan dakwah yang membutuhkan para aktivis, akan tetapi aktivis dakwahlah yang membutuhkan dakwah tersebut. Allah SWT telah menjanjikan bahwasannya akan mengganti generasi yang berjatuhan di jalan dakwah, dengan orang-orang (kaum/umat) yang lebih baik lagi.

Ada atau tidak adanya aktivis dakwah dalam barisan dakwah, dakwah tersebut akan terus berjalan dan bertukar generasi. Kebutuhan aktivis dakwah terhadap dakwah adalah untuk kebaikan yang bersangkutan baik di dunia maupun di akhirat. Sementara roda aktifitas dakwah akan terus berputar bersama orang-orang yang konsisten berjuang di dalamnya.

Salah satu yang bisa dilakukan agar tidak termasuk kepada orang-orang yang berjatuhan di jalan dakwah adalah dengan mengetahui apa saja hambatan dan rintangan di jalan dakwah tersebut. Bermacam hambatan dan ujian yang akan ditemukan saat berada di jalan dakwah; diantaranya:

Pertama, jabatan dan alat mencari rezeki. Kedudukan merupakan ujian nyata bagi para aktivis dakwah. Kedudukan bisa mengantarkan seseorang pada surga maupun neraka. Para aktivis dakwah yang telah memperoleh kedudukan di tengah masyarakat hakikatnya sedang diuji. Baik untuk pribadi orang yang menjalani maupun untuk jamaah secara umum.

Rasulullah SAW dan para sahabat telah mengajarkan bagaimana cara mengelola kedudukan agar berbuah pahala dan syurga. Para aktivis dakwah hendaknya senantiasa berkiblat pada siroh dan landasan Alquran dan hadist dalam mengelola kedudukan yang dipegangnya.

Kedua, keluarga (istri dan anak). Keluarga merupakan bentuk ujian nyata seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah. Allah SWT bahkan mengancam kepada orang-orang beriman, jika mereka lebih mencintai anak-anak, istri dan tempat tinggal mereka, maka kemurkaan akan diturunkan kepada mereka. Bagaimanapun kecantikan dan kesempurnaan seorang anak, bagi aktivis dakwah tetaplah merupakan bentuk ujian yang harus disikapi secara hati-hati.

Ketiga, kecintaan pada dunia dan harta. Harta kerap melalaikan manusia. Begitupun para aktivis dakwah yang juga merupakan jamaah manusia. Secara manusiawi seorang manusia tentu akan tergiur hatinya dengan gemerlapnya harta dunia. Namun di sanalah peran hidup berjamaah bermain.

Satu orang menjadi penasehat rekan yang lain, begitupun sebaliknya. Saling mengingatkan atas kelalaian masing-masing. Kecintaan terhadap harta dunia dapat melalaikan seseorang dan melupakan orientasi utama dakwahnya hanyalah untuk Allah SWT.

Keempat, godaan sebagai penghalang yang cukup melemahkan. Lingkungan dan orang-orang yang memusuhi dakwah di sekitar kita terkadang membisik-bisikkan godaan agar kita melalaikan dan meninggalkan dakwah. Ini merupakan bentuk dari ujian dan rintangan yang akan dihadapi seorang aktivis dakwah. Jika ia lemah, maka ia akan menjadi orang-orang yang berjatuhan di jalan dakwah. Wallahua'lam


Diringkas oleh: Cecep Y Pramana
Dari buku: “Yang Berguguran di Jalan Dakwah” karya: Fathi Yakan (Al Itishom)
Twitter: @CepPangeran


Selasa, 01 Januari 2013

Menikah, menyatukan visi untuk keluarga

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui". (QS An Nur: 32)

Menikah adalah wujud kasih sayang dari Allah SWT. Dengan menikah ada banyak hikmah dan manfaat yang akan kita dapatkan. Pernikahan mendatangkan ketentraman di hati kita agar terwujud rasa cinta dan kasih sayang sebagai modal untuk kehidupan berkeluarga. Cinta kasih sayang yang benar dan suci yang dibangun atas dasar pernikahan.

Dengan menikah seseorang akan semakin besar rasa tanggungjawabnya. Peluang rejeki akan semakin bertambah. Manakala seorang muslim menikah, maka peluang godaan syetan semakin berkurang. Syetan itu bersama orang yang sendirian. Setan itu senang kepada yang bersendirian, namun dia akan menjauh ketika berdua.

Manakala pernikahan disempurnakan dengan takwa maka akan terjadi saling nasehat menasehati dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang. Memang, tidak otomatis orang yang menikah secara islami dapat merasakan hikmah dan manfaat seperti di atas.

Bisa jadi mereka hanya sempat menikmati bulan madu saja, dan bulan-bulan lainnya setelahnya jadi empedu. Karena tata cara yang sesuai dengan syariat Islam hanya digunakan ketika menikah saja, selebihnya ketika menjalankan roda rumahtangga tak memiliki pedoman apalagi menghidupkan budaya Islami di tengah keluarga.

Oleh karena itu, hendaknya perlakukan pasangan dengan cara yang terbaik. Hal itu bukan hanya merupakan kewajiban suami pada istri tapi juga kewajiban istri pada suami. Bukan saja kita perlakukan dengan cara yang baik tapi lakukanlah terus menerus dengan cara yang terbaik.

Dan seorang muslim yang melangsungkan pernikahan, berarti 50 persen agamanya sudah terpenuhi. Agar lengkap bekalilah dengan ketakwaan. Menikah artinya bersatu, dan lawannya thalaq artinya bercerai.

Karena hakikatnya menikah adalah menyatukan visi untuk keluarga yang bertakwa. Satukan visi, langkah untuk meraih kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. Harus bekerjasama dan sama-sama kerja. Bukan sama-sama suka ngerjain. Bekerja sama untuk memperbesar aset keluarga agar semakin meningkatkan keshalihan.

Banyak berdoa, meminta kepada Allah SWT. Karena atas izin Allah SWT dua hati berpadu menjadi satu, ikatan yang kokoh dijalin sehingga rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah mewujud menjadi jiwa keluarga secara bersama. Anda yang sudah siap menikah, jangan menunggu waktu, berdoa kepada Allah SWT, lalu laksanakan pernikahan untuk membangun keluarga idaman. Wallahua’lam


Sambut kepulangan suami di depan pintu

Istri adalah belahan jiwa, belahan hati bagi suaminya. Namun, terkadang ada hal yang mengganjal disana. Banyak sekali, hanya masalah sepele, bisa menjadi retak suatu rumah tangga. Nah, hal sepele itulah yang harus menjadi perhatian bagi mereka yang sudah berumah tangga.

Berikut ini adalah catatan kisah yang terjadi di kebanyakan keluarga, untuk menjadi pelajaran kita semuanya. Nah, sahabat semuanya, selamat menyimak yah. Mari kita masuk dimensi ruang keluarga tanpa sekat yang menjadikan kita berbeda dengan pasangan kita, istri.

Istimewanya, seorang istri adalah setiap perbuatan dan apa yang dilakukan oleh jari-jemari halusnya di dalam ruang lingkup rumahtangganya akan mendatangkan pahala dari Allah SWT. Namun ada hal yang terkadang jarang diperhatikan kebanyakan seorang istri, yaitu perihal menyambut kepulangan suami.

Setiap kali suami pulang ke rumah, apalagi dengan slogan ‘Rumahku Surgaku’, ‘Rumahku Keluargaku’ atau ‘Rumahku Tempat Belajarku’, tentunya suami memerlukan bantuan isterinya untuk menghilangkan rasa penat, letih, lapar, bahkan stress serta beban lainnya yang sedang ditanggungnya.

Karenanya, hal itu bisa menjadi pembelajaran sang istri dalam menyambutnya. Terkadang, isteri yang menyambut suami, hendaklah pandai memahami ‘mood’ dan kehendak suaminya saat itu.

Sambutlah kepulangan sang suami dengan wajah yang gembira, penuh dengan senyuman, senyuman khas sang istri. Tunjukkanlah wajah yang semanis dan secantik mungkin serta senyuman terindah, karena hal itu akan menghilangkan sebagian keletihan, rasa penat bahkan stress sang suami. Hindari bersikap acuh tak acuh, apalagi dengan muka yang masam atau muram saat suami hadir di muka pintu.

Rasulullah SAW pernah memberikan kita semua nasihat yang amat penting: "Siapa saja (seorang isteri) bermuka muram di hadapan suaminya, maka ia dalam kemurkaan Allah SWT, hingga ia dapat membuat suasana riang gembira kepada suaminya dan memohon kerelaannya." (Al Hadits)

Begitu besarnya, harga senyuman seorang isteri kepada suaminya. Senyuman akan membuat suasana senang dan gembira. Hal itulah yang dikehendaki oleh semua suami ketika pulang, terutamanya jika ia sedang dalam kelelahan dan keletihan yang sangat kuat.

Muka yang masam tidak saja akan menimbulkan kemarahan suami, namun akan menyebabkan Allah SWT juga murka. Kemurkaan Allah itu akan kekal hingga isteri itu bisa mengembalikan kepada suasana gembira dan memohon ampunan dari suami. Sesungguhnya keridhaan Allah terletak pada keridhaan suami. Namun keridhaan suami bukanlah hal mainan belaka, namun harus dijadikan perhatian sang suami juga.

Nah, bila suami pulang segeralah membukakan pintu. Persilakan masuk dengan penuh hormat dan dengan kata-kata yang lemah lembut. Sambutlah tangan suami dan ciumi ia (cium tangan-seperti adat ketimuran Indonesia) sebagai tanda hormat serta meminta maaf, walaupun isteri merasakan tidak berbuat dan melakukan kesalahan pada hari itu. Bukannya sang isteri yang mengulurkan tangannya untuk dicium oleh suami, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang-orang di dunia Barat.

Namun, hal itu tidak hanya dilakukan ketika sang suami pulang kerja saja, namun perbuatan baik ini bisa dilakukan ketika selesai shalat berjamaah, hendak keluar rumah atau setelah berbuat kesalahan kecil maupun besar, agar senantiasa mendapat ampunan dari Allah SWT. Jika mereka mempunyai keturunan (anak-anak), maka ajarkan anak-anak untuk selalu bersalaman dengan ayahnya. Hal ini dapat memupuk rasa kasih dan hormat anak-anak kepada orang tua.

Jika suami pulang membawa oleh-oleh, maka sambutlah dengan ucapan terima kasih. Jangan biarkan oleh-oleh itu lama di tangannya atau suami meletakkannya sendiri di dapur. Hali itu menandakan isteri tidak menghargai oleh-oleh (buah tangan) yang dibawa suami.

Dan yang sering terjadi adalah, sang istri menanyakan oleh-oleh yang telah dipesannya. “Kok gak bawa oleh-oleh yang saya pesan?, begitulah yang sering banyak terjadi, walaupun hal itu sah-sah saja. Atau pertanyaan-pertanyaan yang bertubi-tubi ketika suami sedang penat hanya akan membosankan suami, malah bisa jadi menimbulkan ketidaksukaannya bahkan kemarahannya.

Di zaman Rasulullah, pernah dikisahkan dalam riwayat, ada seorang wanita yang bakal masuk surga lebih dahulu daripada anaknya Rasulullah, Siti Fatimah. Wanita itu begitu taat dan sangat memuliakan suaminya. Dia menunggu kepulangan suaminya dengan pakaian yang bersih serta menyejukkan; disediakannya sang suami air sejuk, lap kering serta sebuah rotan.

Segala perbuatan yang dilakukannya membuat Siti Fatimah bertanya kepadanya. Lalu Fatimah bertanya kepada wanita shahabiyah itu untuk mengetahui di perbuatan yang dilakukan sang wanita itu.

Wanita itu pun mengatakan: "Aku selalu bersiap-siap (bersolek) untuk suamiku jika ia menginginkanku. Adapun lap ini adalah untuk menyeka (membasuh) keringatnya, air ini untuk menghilangkan rasa lelahnya dan rotan ini adalah untuk dia menghukum saya jika saya berbuat kesalahan."

Oleh karena itu, kebahagiaan berumah tangga, bukan terletak banyaknya harta, rumah yang mewah. Namun, kebahagiaan berumah tangga itu terletak pada akhlak dan budi pekerti sang istri. Walaupun isteri tidak cantik dan menarik, namun jika cukup sempurna melayani dalam rumah tangganya dan berakhlak baik pula, tentu ia akan menjadi penghibur dalam rumah tangganya.

Karena itu, khusus kepada para wanita atau isteri, hendaklah berlomba-lomba untuk menjadi seorang isteri yang shalehah, yang bertakwa, berakhlak mulia serta selalu taat kepada suami. Insya Allah, seorang isteri itu akan selalu disayangi Allah SWT, suami, bahkan seluruh makhluk di dunia.

Rasulullah SAW bersabda; "Sungguh-sungguh meminta ampun untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya, yaitu burung-burung di udara, ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama dia senantiasa dalam keridhaan suaminya."

Bagi sahabat yang sudah berkeluarga, jika seorang istri mengharapkan cintanya diterima, maka banyak-banyaklah sang isteri mencari keridhaan Allah SWT melalui suami. Namun, jika ia keluar jalur dari yang di ridhai  Allah SWT, maka istri tidak wajib taat kepada suami. Wallahua'lam