Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Rabu, 05 Desember 2012

KISAH LALAT DAN LEBAH


Mengapa LEBAH cepat menemukan Bunga...? Sedangkan LALAT cepat menemukan Kotoran ?

Karena naluri Lebah hanya untuk menemukan Bunga,

Sedangkan Naluri lalat hanya untuk menemukan Kotoran.

LEBAH tidak tertarik pada kotoran. Sebaliknya, LALAT tidak tertarik pada harum dan keindahan bunga.
Alhasil, LEBAH kaya akan madu sedangkan LALAT kaya kuman penyakit.

Mengapa sebagian orang menjadi JAHAT dan sebagian orang menjadi BAIK.

Karena orang jahat tidak tertarik pada hal² yg baik, Sebaliknya bila ada hal² yg jahat, menyakitkan, gosip, bohong, permusuhan, mereka jadi begitu bersemangat untuk menyebarkannya, mereka orang² yg mudah di profokasi tanpa pikir panjang langsung bereaksi.

Orang BAIK ialah orang yg tidak tertarik dan tak mau merespon akan hal² buruk, menyakiti, isu yg tak jelas, semua hal yg berbau kejahatan yg sekalipun dilapisi isu agama.

Apa yg dipikirkan akan menghasilkan apa yg diliat, & apa yg diliat akan menghasilkan apa yg diperoleh.
Hidup ini sangat tergantung dengan Hati & Pikiran.

Jika Hati & Pikiran selalu Negatif maka apa saja yg dilihat akan selalu Negatif & hasilnya adalah penderitaan, sakit hati, kecewa. Iri hati, sirik.

RENUNGAN:
Ingin bahagia....?
Mulailah dengan Hati & Pikiran yg selalu Positif maka apa saja yg dilihat akan selalu Positif & hasilnya adalah kebahagiaan

Selasa, 04 Desember 2012

6 Pertanyaan Bijak dari Tiongkok



Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya.

Lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan :

Pertanyaan ke 1.
Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Muridnya ada yang menjawab,, “orang tua”, “guru”, “teman”, & “kerabat”

yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”.

Sebab kematian adalah PASTI.

Pertanyaan ke 2.
Apa yang paling jauh dari diri kita ?
Muridnya ada yang menjawab : “Negara Amerika”, “bulan”, “matahari”.

yang paling benar adalah “masa lalu”.

Siapa pun kita, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita, tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu.

Sebab itu kita harus menjaga hari ini & hari-hari yang akan datang.

Pertanyaan yang ke 3.
Apa yang paling besar di dunia ini ?
Muridnya ada yang menjawab “gunung”, “bumi” & “matahari”,,

yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”

Banyak manusia menjadi celaka karena menuruti hawa nafsunya.

Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi.

Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini

Maka seorang Kuncu (Susilawan) itu selalu damai tenteram menerima Firman, sebaliknya seorang rendah budi melakukan perbuatan sesat untuk memuaskan nafsunya. (Tengah Sempurna/Zhong Yong XIII :4)

Pertanyaan ke 4.
“Apa yang paling berat di dunia ini ?”
Di antara muridnya ada yang menjawab, : “baja”,”besi”&”gajah”

yang paling berat adalah “memegang amanah”

Pertanyaan yang ke 5.
“Apa yang paling ringan di dunia ini ?”

Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu”&”daun-daunan”

yang paling ringan di dunia ini adalah “Meninggalkan Ibadah”

Lalu pertanyaan ke 6.
“Apakah yang paling tajam di dunia ini ?”

Muridnya menjawab dengan serentak… “PEDANG !”

yang paling tajam adalah “lidah manusia”

karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati & melukai perasaan.

10 Nasehat dari Negeri Tiongkok


1. 没病也要定期体验
Mei bing ye yao ding qi ti yan
Walau tidak sakit harus cek kondisi secara teratur

2. 不渴也得多喝温水
Bu ke ye dei duo he wen shui.
Walau tidak haus harus banyak minum air

3. 遇事难解也得想通
Yu shi nan jie ye dei xiang tong.
Walau ketemu masalah sulit tetap harus dipecahkan

4. 没有喜事也要快乐
Mei you xi shi ye yao kuai le
Walau tidak ada hal menyenangkan harus tetap bahagia.

5. 有理也要让人三分
You li ye yao rang ren san fen.
Walau kita berada di pihak yang benar, terkadang tetap kita perlu mengalah

6. 有权也要低调做人
You quan ye yao di diao zuo ren.
Walau memiliki kekuasaan tetap harus berkepribadian luhur

7. 不觉疲劳也得休息
Bu jue pi lao ye dei xiu xi
Walau tidak merasa lelah harus tetap beristirahat.

8. 生活富裕也要知足
Sheng huo fu yu ye yao zhi zu.
Walau sudah kaya harus tetap dapat membatasi diri

9,再忙也要重视锻炼
Zai mang ye yao zhong shi duan lian.
Walau sibuk sekali harus tetap mementingkan olah raga

10. 没事也要互相关爱!
Mei shi ye yao hu xiang guan ai !
Walau tidak terjadi apa-apa harus tetap saling menyayangi

请转发给你的朋友,好让他们也受益吧!
Qing zhuan fa gei ni de peng you, hao rang ta men ye shou yi ba!
Kirimkan ke semua temanmu, agar mereka semua mendapatkan berkahnya.

TIGA PERENUNGAN HIDUP



Ada 3 hal dalam hidup yang tidak akan kembali :
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan

Ada 3 hal yang dpt menghancurkan hidup seseorang :
1. Kemarahan
2. Keangkuhan
3. Dendam

Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :

1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran

Ada 3 hal yang paling berharga :
1. Kasih Sayang
2. Cinta
3. Kebaikan

Ada 3 hal dalam hidup yg tidak pernah pasti :
1. Kekayaan
2. Kejayaan
3. Mimpi

Ada 3 hal yang membentuk watak seseorng :
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja Keras

Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
1. Tekad
2. Kemauan
3. Fokus

Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu :
1. Rezeki
2. Umur
3. Jodoh/Karma

Ada 3 hal yang dalam hidup ini pasti :
1. Tua
2. Sakit
3. Mati

Dan ada 3 hal yang harus dilakukan skrng :
1. Baca
2. Renungankan
3. Share ke yang lain :)

Pendapat Ibnu Hajar dan Imam Nawawi masalah Isbal

Bismlillah
Assalamualaikum sahabat Pojok

Beberapa hari yang lalu saya nyasar ke sebuh page yang memperdebatkan masalah ISBAL, debat yang alot dan tak ada yang mengalah ataupun mengkalim menang. Ada yang mengharamkan secara mutlak isbal, KAKU tak bisa diganggu gugat, ada yang menharamkannya jika dilakukan karna Ria'. Saya pribadi lebih cenderung pada pendapat ulama yang yang mengharamkan ISBAL karna tujuan Ria' dan Untuk dimaklumi di sini saya hanya mengutarakan pendapat ulama-ulama yang saya ikuti, bagi anda yang sepakat mengharamkan ISBAL secara mutlak mungkin bisa mencari referensi ditempat lain, atau kalau sekedar mau baca-baca dan tidak bermaksud ingin mendebat dipersilahkan,

hmmm sebelumnya adakah yang belum tahu apa itu ISBAL?
ISBAL sama artinya dengan memanjangkan kain melebihi mata kaki untuk laki-laki.

Bagaimana hukum ISBAL menurutu pendapat Ibnu Hajar dan Imam Nawawi

  1. Ibnu Hajar Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani,

    seorang yang dengan sukses menulis syarah (penjelasan) kitab Shahih Bukhari. Kitab beliau ini boleh dibilang kitab syarah yang paling masyhur dari Shahih Bukhari. Beliau adalah ulama besar dan umat Islam berhutang budi tak terbayarkan kepada ilmu dan integritasnya. Khusus dalam masalah hukum isbal ini, beliau punya pendapat yang tidak sama dengan Syeikh Bin Baz yang hidup di abad 20 ini yang mengharamkan mutlak Isbal.
    Beliau memandang bahwa haramnya isbal tidak bersifat mutlak. Isbal hanya haram bila memang dimotivasi oleh sikap riya'. Isbal halal hukumnya bila tanpa diiringi sikap itu.Ketika beliau menerangkan hukum atas sebuah hadits tentang haramnya isbal, beliau secara tegas memilah maslah isbal ini menjadi dua. Pertama, isbal yang haram, yaitu yang diiringi sikap riya'. Kedua, isbal yang halal, yaitu isbal yang tidak diiringi sikap riya'.
    Berikut petikan fatwa Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.

    Di dalam hadits ini terdapat keterangan bahwa isbal izar karena sombong termasuk dosa besar. Sedangkan isbal bukan karena sombong (riya'), meski lahiriyah hadits mengharamkannya juga, namunhadits-hadits ini menunjukkan adalah taqyid (syarat ketentuan) karena sombong. Sehingga penetapan dosa yang terkait dengan isbal tergantung kepada masalah ini. Maka tidak diharamkan memanjangkan kain atau isbalasalkan selamatdari sikap sombong
    . (Lihat Fathul Bari, hadits 5345) 


  2. Al-Imam An-Nawawi

    Al-Imam An-Nawawi rahimahullah adalah ulama besar di masa lalu yang menulis banyak kitab, di antaranya Syarah Shahih Muslim. Kitab ini adalah kitab yang menjelaskan kitab Shahih Muslim. Beliau juga adalah penulis kitab hadits lainnya, yaitu Riyadhus-Shalihin yang sangat terkenal ke mana-mana. Termasuk juga menulis kitab hadits sangat populer, Al-Arba'in An-Nawawiyah. Juga menulis kitab I'anatut-Thalibin dan lainnya.

    Di dalam Syarah Shahih Muslim, beliau menuliskan pendapat:
    Adapun hadits-hadits yang mutlak bahwa semua pakaian yang melewati mata kaki di neraka, maksudnya adalah bila dilakukan oleh orang yang sombong. Karena dia mutlak, maka wajib dibawa kepada muqayyad, wallahu a'lam.Dan Khuyala' adalah kibir (sombong). Dan pembatasan adanya sifat sombong mengkhususkan keumuman musbil (orang yang melakukan isbal) pada kainnya, bahwasanya yang dimaksud dengan ancaman dosa hanya berlaku kepada orang yang memanjangkannya karena sombong. Dan Nabi SAW telah memberikan rukhshah (keringanan) kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq ra seraya bersabda, "Kamu bukan bagian dari mereka." Hal itu karena panjangnya kain Abu Bakar bukan karena sombong.


Maka klaim bahwa isbal itu haram secara mutlak dan sudah disepakati oleh semua ulama adalah klaim yang kurang tepat. Sebab siapa yang tidak kenal dengan Al-Hafidz Ibnu Hajar dan Al-Imam An-Nawawi rahimahumallah. Keduanya adalah begawan ulama sepanjang zaman. Dan keduanya mengatakan bahwa isbal itu hanya diharamkan bila diiringi rasa sombong.
Maka haramnya isbal secara mutlak adalah masalah khilafiyah, bukan masalah yang qath'i atau kesepakatan semua ulama. Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Dan itulah realitasnya.
Pendapat mana pun dari ulama itu, tetap wajib kita hormati. Sebab menghormati pendapat ulama, meski tidak sesuai dengan selera kita, adalah bagian dari akhlaq dan adab seorang muslim yang mengaku bahwa Muhammad SAW adalah nabinya. Dan Muhammad itu tidak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq.
Pendapat mana pun dari ulama itu, boleh kita ikuti dan boleh pula kita tinggalkan. Sebab semua itu adalah ijtihad. Tidak ada satu pun orang yang dijamin mutlak kebenaran pendapatnya, kecuali alma'shum Rasulullah SAW. Selama seseorang bukan nabi, maka pendapatnya bisa diterima dan bisa tidak.

Sekian semoga bermanfaat, semoga kita tidak lagi saling menyesatkan dan mengkafirkan sesama kita.....
wassalamualaikum

Malu, sebagian dari keimanan

MALU dan kehormatan bisa berpadu satu. Bila salah satunya luruh, maka hancurlah yang lain. Malu berbuat kejelekan, malu melakukan kejahatan, malu terhadap keburukan. Sedianya sifat malu hadir bukan hanya dihadapan manusia, yang terutama adalah terhadap Allah, dan diri sendiri.

Malu atau dalam bahasa Arab al hayaa-u, adalah sikap menahan segala kecenderungan berbuat keburukan, kelaliman, kekejian, kesewenang-wenangan dan tindak kemaksiatan lainnya. Orang yang memiliki rasa malu akan mendapatkan banyak kebaikan.

Rasulullah bersabda, “Sifat malu merupakan kumpulan kebaikan” (HR Muslim). Karenanya, siapa saja yang memiliki rasa malu, sungguh dia telah mendapatkan nikmat yang sempurna dari Allah SWT.

Perasaan malu merupakan ciri yang sangat khas akhlak mulia dalam pandangan Islam. "Setiap agama mempunyai akhlak, dan akhlak Islam yang (fundamental) adalah rasa malu," (HR Imam Malik).

Sifat malu merupakan cabang dari perkara keimanan yang sangat penting, karenanya jika seseorang sudah tidak memiliki rasa malu lagi, maka akan lepaslah segala sifat baik dan mulia pada dirinya. Bahkan, akan tercerabut pula perasaan kemanusiaannya.

Seseorang yang tidak memiliki rasa malu cenderung akan melakukan apa saja, tanpa peduli akibatnya. Baik akibat buruk terhadap dirinya sendiri, maupun akibat buruk terhadap kehidupan masyarakat. Karenanya, sabda Nabi yang cukup utama dan pokok adalah, “Jika kamu tidak malu, maka lakukanlah apa saja yang kamu mau,” (HR Bukhari, Abu Daud dan Imam Ahmad).

Kehidupan saat ini yang semakin materialistis telah semakin mengikis sifat malu dari diri seseorang. Materi menjadi tolok ukur segala-galanya dalam kehidupan ini, nilai-nilai akhlak, nilai kemanusiaan, kejujuran, dan kebaikan lainnya kian tereliminasi sangat jauh.

Budaya malu, selayaknya menjadi sikap yang senantiasa melekat di semua lini kehidupan. Baik dia seorang rakyat biasa, terlebih bagi seorang pejabat pemerintahan.

Apakah dia seorang petani, pegawai negeri, guru, karyawan, pengusaha, pedagang, atau seorang politikus. Semua dari kita harus malu melakukan tindak kejelekan, tidak hanya dihadapan manusia, tapi malu kepada Allah SWT dan diri sendiri.

Ia harus berfikir, malu jika suatu saat nanti kita akan diadili di akhirat oleh Allah SWT di hadapan semua makhluk di dunia ini. Jika perasaan malu hanya kepada manusia, tidak di hadapan Allah, justru yang terlahir hanya sekadar manusia-manusia penjilat, asal bapak senang, asal bos senang, dan lainnya.

"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS Al Baqarah:195)

Belajar dari kegagalan

Saat kita baru mengalami kegagalan, pastilah kita berpikir bahwa kita adalah manusia yang paling gagal di dunia ini. Namun, jika kita berpikiran seperti itu, tidaklah salah. Tapi, alangkah baiknya jika kita tidak berpikir secepat dan sedangkal itu.

Kita harus membuka mata lebar-lebar dan mulailah melihat dunia, di mana terdapat ribuan orang yang pernah mengalami kegagalan yang lebih buruk dari yang kita alami. Namun, ternyata mereka berhasil melewati masa-masa sulitnya menuju keadaan yang lebih baik lagi.

Belajar dari kegagalan adalah salah satu pangkal keberhasilan. Seorang yang pernah mengalami kegagalan diharapkan dapat belajar dari kesalahannya tersebut serta tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya bahkan ke sekian kalinya.

Dengan demikian, setiap kali seseorang melakukan kesalahan yang berbeda, dia akan belajar dari setiap kesalahannya tersebut dan menjadi lebih baik lagi hingga suatu saat dia akan berhasil meraih keberhasilan dalam hidupnya.

Apakah kita pernah mengalami kegagalan? Saya pun pernah mengalami hal itu, dan telah mengambil hikmah dari kegagalan tersebut. Apakah sahabat juga sudah mengambil hikmah dari ujian tersebut