Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Senin, 03 Desember 2012

Kisah Imam Syafi'i Ditangkap

anak-kecil-shalat

Bismillah
Assalamualaikum Pojok Sahabat

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin sharing kisah Imam Syafi'i Rahimahullah ditangkap. Pada kesempatan sebelumnya saya pernah share beberapa postingan tentang imam Syafi'i diantaranya
  1. Syair Dari Imam Syafi'i
  2. Obat Galau Dari Imam Syafi'i
  3. Nasihat Imam Syafi'i
Berikut adalah Kisah Imam Syafi'i Rahimahullah Ditangkap, semoga ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil.

Imam Syafi'i Rahimahullah ketika di Yaman, yang pada saat itu beliau sudah menjadi ulama besar.

Beliau di sayangi oleh Wali Negeri dan diangkat menjadi "Khatib Daulah" (sekretaris negara) disamping beliau menjadi Mufti dan guru agama di masjid-masjid, bertabligh dimana-mana sehingga masyhur namanya.

Telah menjadi kebiasaan di Dunia yang fana ini bahwa setip orang yang mendapat nikmat, ada saja orang yang dengki dan yang berniat jahat untuk menjatuhkannya.

Beliau difitnah kepada Khalifah Harun Ar-Rasyid, yang ketika itu berkedudukan di Bahghdad (iraq) dikatakan bahwa Imam Syafi'i Rahimahullah mengembangkan faham Syiah di Yaman dan masuk  golongan partai Syi'ah yang sangat membenci Khalifah Harun Ar-Rasyid, Khalifah Abbasiyah itu.

Memang dalam sejarah islam tercatat bagaimana permusuhan yang mendalam antara orang-orang Syiah yang katanya pengikut Saidina Ali Radiiyallahu'anhu, dengan orang Bani Umaiyah dan Bani Abbas.

Ya, pada mulanya membangun Dinasti Abbasiyah ditolong oleh orang-orang Syiah untuk melawan bani Umaiyah akan tetapi dikemudian hari ternyata orang-orang Syiah tidak senang hati pula pada orang-orang bani Abbas itu.

Khalifah Harun Ar-Rasyid selalu dirong-rong oleh partai Syiah yang kebetulan banyak bertebar di Yaman ketika itu. Oleh kareran itu Khalifah Harun Ar-Rasyid selalu curiga kepada Ulama-ulama di Yaman yang dianggapnya mengembangkan fahan Syiah yang menentanya.

Disebabkan fitnah dari orang-orang yang dengki terhadap imam Syafi'i maka beliau ditangkap bersama kaum Syiah dan digolongkan kepada orang-orang Syiah lalu dibawa ke Baghdad untuk diadili oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid, dengan ranti besi pada kaki dan tangannya.

Inilah ujian iman bagi Imam Syafi'i Rahimahullah. Memang orang-orang beriman itu banyak mendapat cobaan-cobaan iman. Banyak di antara rombongan Syiah itu yang dijatuhi hukuman mati oleh Khalifah, tetapi ketika sampai pertanyaan kepada Imam Syafi'i Rahimahullah maka terjadilah dialog antara khalifah dengan Imam Syafi'i.

Dengan merangkak karna kedua kakinya dibelenggu, Imam Syafi'i masuk ke majlis Harun Ar-Rasyid dan berkata : " Assalamualaikum Wabarokatuh " (Selamat atasmu dan Berkatnya), imam Syafi'i tidak mengucapkan Warahmatullahi (dan Rahmat Tuhan).

Khalifah Harun Ar-Rasyid menjawab : " Alaikumussalam Warahmatullahi wabarokatuhu " (selamat atasmu, rahmat tuhan dan berkatnya )

Harun Ar-Rasyid agak heran melihat ketenangan imam Syafi'i Rahimahullah karena tidak gelisah sedikitpun, padahal kawan-kawannya yang sama-sama ditangkap sudah dijatuhi hukuman mati.

Khalifah bertanya : " Kenapa kamu berbicara dalam sidang ini tanpa seizin saya, sehingga saya terpaksa menjawabnya "

(Perlu diketahui bahwa mengucap salam hukumnya sunnat, sedang menjawabnya hukumnya wajin).
Imam Syafi'i Rahimahullah membacakan firman Allah yang artinya.
" Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih, bahwa ia akan menjadikan mereka Khalifah di bumi sebagai mana ia telah jadikan Khalifah-khalifah yang sebelum mereka dan ia akan tetapkan bagi mereka agama yang ia redhai untuk mereka. Dan ia akan mengganti ketakutan dengan keamanan. Mereka menyembahKU dan tidak mempersekutukan Aku sedikit pun "
(An-Nur : 55)

Lalu imam Syafi'i meneruskan ucapannya :
"Tuhan apabila berjanji, menepati janjiNya dan kini telah mengangkat Tuanku menjadi khalifah di bumiNya yang luas ini. Tuanku telah memberikan keamanan kepada saya sesudah saya dalam ketakutan, kerna Tuanku menjawab salam saya dengan ucapan Warohmatullahi,
Dengan begitu Tuanku telah memberikan rahmat Tuhan keapda saya dengan kemurahan hati Tuanku "

Khalifah Harun Ar-Rasyid tergerak hatinya mendengar ucapan lantang dan fasih dari Imam Syafi'i yang kelihatannya tak sedikit juga rasa takut dan gentar.

Lantas Khalifah berkata : "bukankah engkau yang mengapalai komplotan pemberontak untuk menentangku, bukankah engkau bersekongkol dengan Abdullah bin Hasan untuk menentang aku, bukankah engkau orang yang sudah terang bersalah, bagaimana, bagaimana?"

Imam Syafi'i menjawab :
"Saya akan menerangkan pula isi dada saya sebaik-baiknya untuk mencari keadilan dan kebenaran. Tetapi dapatkan orang melahirkan perasaannya dengan seksama kalau kaki dan tangannya dirantai dengan besi berat ini? saya minta agar ranti kaki dan tangan saya dibuka dan diperkenankan duduk sewajarnya. Dan pujian-pujian kepada Allah yang kaya".

Khalifah terbuka hatinya dan memerintahkan ketika itu juga kepada petugasnya untuk membuka rantai besi yang melingkarai kaki dan tangan Imam Syafi'i Rahimaullah.

Imam syafi'i selanjutnya membacakan Firman Allah yang artinya :
"Hai orang-orang beriman, kalau datang kepadamu orang-orang fasik membawa berita, periksalah dengan seksama supaya kamu jangan sampai mencelakakan orang tanpa diketahui, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu "
(Al-Hujurat : 6)

"Saya berlindung kepada Allah, bahwa saya itu adalah laki-laki yang disampaikan kepada Tuanku, bohong sekali orang yang menyampaikan kepada Tuanku, Saya mempunyai dua pertalian dengan Tuan Khalifah, iaitu sama-sama beragama islam, dan sama-sama satu keturunan. Tuanku adalah seorang yang harus berpegang kepada Kitabullah, Tuanku anak Paman Rasulullah yang harus melindungi agamanya".

Mendengar ucapan-ucapan imam Syafi'i diucapkan dengan lancar ini, Khalifah Harun Ar-Rasyid tiba-tiba jadi gembira lalu berkata :

"Tenangkannlah fikiranmu. Saya menghargai ilmumu dan juga menghargai pertalian darah kita".

Lalu Khalifah berkata lagi : " Bagaimana keadaan ilmu kamu dengan kitabullah 'azza wajalla, disanalah kita mulai bicara".

Imam Syafi'i Rahimahullah menjawab : " Kitab suci yang mana Tuan Khalifah Tanyakan, karena kitab suci yang diturunkan banyak sekali ".

Khalifah menjawab : " baiklah, saya bertanya tentang kitab suci yang diturunkan kepada anak paman saya, Muhammad Rasulullah "

Imam Syafi'i menjawab : " ilmu yang terkandung dalam Al-quran itu banyak sekali, yang manakah yang tuan tanyakan? ada ilmu ayat-ayat mutasyabihat, dan ayat muhakkamat, ada ilmu ayat-ayat taqdim dan ta'khir ada limu tentang Nasakh dan Mansukh, ada ilmu ini dan ilmu itu ".

Kemudian Khalifah terpesona dan lantas menukar haluan, bukan lagi mempertanyakan ilmu-ilmu agama, tetapi pindah kepada soal-soal ilmu falaq, ilmu kedokteran, ilmu firasat dan lain-lain yang kesemuanya dijawab oleh imam Syafi'i dengan sangat memuaskan Khalifah.

Lantas Khalifah berkata :
"Datanglah engkau sewaktu waktu untuk mengajar saya!".

Dengan begitu bebaslah imam Syafi'i dari tuduhan dan kecewalah tukang-tukang fitnah yang memfitnah beliau.

Inilah kedatangan Imam Syafi'i ke Iraq (Kufah atau Baghdad) yang terjadi pada tahun 184 H, yakni dalam usia 34 Tahun.

end...
Sekian...

Urutan Marga Tionghoa dari yang paling banyak hingga ke yang langka

 
 
1 李 lǐ

2 王 wáng

3 张 zhāng

4 刘 liú

5 陈 chén

6 杨 yáng

7 黄 huáng

8 赵 zhào

9 周 zhōu

10 吴 wú

11 徐 xú

12 孙 sūn

13 朱 zhū

14 马 mǎ

15 胡 hú

16 郭 guō

17 林 lín

18 何 hé

19 高 gāo

20 梁 liáng

21 郑 zhèng

22 罗 luó

23 宋 sòng

24 谢 xiè

25 唐 táng

26 韩 hán

27 曹 cáo

28 许 xǔ

29 邓 dèng

30 萧 xiāo

31 冯 féng

32 曾 zēng

33 程 chéng

34 蔡 cài

35 彭 péng

36 潘 pān

37 袁 yuán

38 于 yú

39 董 dǒng

40 余 yú

41 苏 sū

42 叶 yè

43 吕 lǚ

44 魏 wèi

45 蒋 jiǎng

46 田 tián

47 杜 dù

48 丁 dīng

49 沈 shěn

50 姜 jiāng

51 范 fàn

52 江 jiāng

53 傅 fù

54 钟 zhōng

55 卢 lú

56 汪 wāng

57 戴 dài

58 崔 cuī

59 任 rèn

60 陆 lù

61 廖 liào

62 姚 yáo

63 方 fāng

64 金 jīn

65 邱 qiū

66 夏 xià

67 谭 tán

68 韦 wéi

69 贾 jiǎ

70 邹 zōu

71 石 shí

72 熊 xióng

73 孟 mèng

74 秦 qín

75 阎 yán

76 薛 xuē

77 侯 hóu

78 雷 léi

79 白 bái

80 龙 lóng

81 段 duàn

82 郝 hǎo

83 孔 kǒng

84 邵 shào

史 shǐ

86 毛 máo

87 常 cháng

88 万 wàn

89 顾 gù

90 赖 lài

91 武 wǔ

92 康 kāng

93 贺 hè

94 严 yán

95 尹 yǐn

96 钱 qián

97 施 shī

98 牛 niú

99 洪 hóng

100 龚 gōng

101 安 ān

102 诸 zhū

103 卫 wèi

104 尤 yóu

103 华 huá

106 陶 táo

107 戚 qī

108 喻 yù

109 柏 bǎi

110 水 shuǐ

111 窦 dòu

112 章 zhāng

113 云 yún

114 葛 gé

115 奚 xī

116 郎 láng

117 鲁 lǔ

118 昌 chāng

119 苗 miáo

120 凤 fèng

121 花 huā

122 俞 yú

123 柳 liǔ

124 酆 fēng

125 鲍 bào

126 费 fèi

127 廉 lián

128 岑 cén

129 倪 ní

130 汤 tāng

131 滕 téng

132 殷 yīn

133 毕 bì

134 邬 wū

135 乐 lè

136 时 shí

137 皮 pí

138 卞 biàn

139 齐 qí

140 伍 wǔ

141 元 yuán

142 卜 bǔ

143 平 píng

144 和 hé

145 穆 mù

146 堪 kān

147 祁 qí

148 禹 yǔ

149 狄 dí

150 米 mǐ

151 贝 bèi

152 明 míng

153 臧 zāng

154 计 jì

155 伏 fú

156 成 chéng

157 谈 tán

158 茅 máo

159 庞 páng

160 纪 jì

161 shū

162 屈 qū

163 项 xiàng

164 祝 zhù

165 粱 liáng

166 阮 ruǎn

167 蓝 lán

168 闵 mǐn

169 席 xí

170 季 jì

171 麻 má

172 强 qiáng

173 路 lù

174 娄 lǚ

175 危 wéi

176 童 tóng

177 颜 yán

178 梅 méi

179 盛 shèng

180 刁 diāo

181 骆 luò

182 樊 fán

183 凌 líng

184 霍 huò

185 虞 yú

186 支 zhī

187 柯 kē

188 咎 jiù

189 管 guǎn

190 莫 mò

191 经 jīng

192 房 fáng

193 裘 qiú

194 缪 miào

195 干 gān

196 解 jiě

197 应 yìng

198 宗 zōng

199 宣 xuān

200 贲 bì

201 郁 yù

202 单 dān

203 杭 háng

204 包 bāo

205 诸 zhū

206 左 zuǒ

207 吉 jí

208 钮 niǔ

209 嵇 jī

210 邢 xíng

211 滑 huá

212 裴 péi

213 荣 róng

214 翁 wēng

215 荀 xún

216 羊 yáng

217 於 yú

218 惠 huì

219 甄魏 zhēn wèi

220 家封 jiā fēng

221 芮 ruì

222 羿 yì

223 储 chú

224 靳 jìn

225 汲 jí

226 邴 bǐng

227 糜 mí

228 松 sōng

229 井 jǐng

230 富 fù

231 巫 wū

232 乌 wū

233 焦 jiāo

234 巴 bā

235 弓 gōng

236 牧 mù

237 隗 wěi

238 山谷 shān gǔ

239 车 chē

240 宓 mì

241 蓬 péng

242 全 quán

243 郗 chī

244 班 bān

245 仰 yǎng

246 秋 qiū

247 仲 zhòng

248 伊 yī

249 宫 gōng

250 宁 zhù

251 仇 chóu

252 栾 luán

253 暴 bào

254 甘 gān

255 钭 tǒu

256 厉 lì

257 戎 róng

258 祖 zǔ

259 符 fú

260 景 jǐng

261詹 zhān

262 束 shù

263 幸 xìng

264 司 sī

265 韶 sháo

266 郜 gào

267 黎 lí

268 蓟 jì

269 薄 bó

270 印 yìn

271 宿 sù

272 怀 huái

273 蒲 pú

274 台 tái

275 从 cóng

276 鄂 è

277 索 suǒ

278 咸 xián

279 籍 jí

280 卓 zhuó

281 蔺 lìn

282 屠 tú

283 蒙 méng

284 池 chí

285 乔 qiáo

286 阴郁 yīn yù

287 胥 xū

288 能 néng

289 苍 cāng

290 双 shuāng

291 闻 wén

292 莘 xīn

293 党翟 dǎng zhái

294 贡 gòng

295 劳 láo

296 逄 páng

297 姬 jī

298 申 shēn

299 扶 fú

300 堵 dǔ

301 冉 rǎn

302 宰 zǎi

303 郦 lì

304 雍 yōng

305 卻 què

306 璩 qú

307 桑 sāng

308 桂 guì

309 濮 pú

310 寿 shòu

311 通 tōng

312 边 biān

313 扈 hù

314 燕 yàn

315 冀 jì

316 郏 jiá

317 浦 pǔ

318 尚 shàng

319 农 nóng

320 温 wēn

321 别 bié

322 庄 zhuāng

323 晏 yàn

324 柴 chái

325 翟 zhái

326 充 chōng

327 慕 mù

328 连 lián

329 茹 rú

330 习 xí

331 宦 huàn

332 艾 ài

333 鱼 yú

334 容 róng

335 向 xiàng

336 古 gǔ

337 易 yì

338 慎 shèn

339 戈 gē

340 庚 gēng

341 终 zhōng

342 暨 jì

343 居 jū

344 衡 héng

345 步 bù

346 都 dōu

347 耿 gěng

348 满 mǎn

349 弘 hóng

350 匡 kuāng

351 国 guó

352 文 wén

353 寇 kòu

354 广 guǎng

355 禄 lù

356 阙 quē

357 东 dōng

358 殴 ōu

359 殳 shū

360 沃 wò

361 利 lì

362 蔚 wèi

363 越 yuè

364 夔 kuí

365 隆 lóng

366 师 shī

367 巩 gǒng

368 厍 shè

367 聂 niè

370 晁 cháo

371 勾 gōu

372 敖 áo

373 融 róng

374 冷 lěng

375 訾 zǐ

376 辛 xīn

377 阚 kàn

378 那 na

379 简 jiǎn

380 饶 ráo

381 空 kōng

382 毋 wú

383 沙 shā

384 乜 miē

385 养 yang

386 鞠 jú

387 须 xū

388 丰 fēng

389 巢 cháo

390 关 guān

391 蒯 kuǎi

392 相 xiāng

393 查 chá

394 后 hòu

395 荆 jīng

396 红 hóng

397 游 yóu

398 竺 zhú

399 权 quán

400 逯 lù

401 盖 gài

402 後 hòu

403 桓公 huán gōng

404 万俟 wàn sì

405 司马 sī mǎ

406 上官 shàng guān

407 欧阳 ōu yáng

408 夏侯 xià hóu

409 诸葛 zhū gé

410 闻人 wén rén

411 东方 dōng fāng

412 赫连 hè lián

413 皇甫 huáng fǔ

414 尉迟 wèi chí

415 公羊 gōng yáng

416 澹台 dàn tái

417 公冶 gōng yě

418 宗政 zōng zhèng

419 濮阳 pú yáng

420 淳于 chún yú

421 单于 dān yú

422 太叔 tài shú

423 申屠 shēn tú

424 公孙 gōng sūn

425 仲孙 zhòng sūn

426 轩辕 xuān yuán

427 令狐 lìng hú

428 钟离 zhōng lí

429 宇文 yǔ wén

430 长孙 zhǎng sūn

431 慕容 mù róng

432 鲜于 xiān yú

433 闾丘 lǘ qiū

434 司徒 sī tú

435 司空 sī kōng

436 亓 qí

437 官 guān

438 司寇 sī kòu

439 仉 zhǎng

440 督 dū

441 子 zi

442 车 chē

443 颛孙 zhuān sūn

444 端木 duān mù

445巫马 wū mǎ

446 公西 gōng xī

447 漆雕 qī diāo

448 乐正 lè zhèng

449 453壤 rǎng

450 驷 sì

451 公良 gōng liáng

452 拓 tuò

453 拔 bá

454 夹 jiá

455 谷 gǔ

456 宰父 zǎi fù

457 谷粱 gǔ liáng

458 晋 jìn

459 楚 chǔ

460 闫 yàn

461 法 fǎ

462 汝 rǔ

463 鄢 yān

464 涂 tú

465 钦 qīn

466 段干 duàn gān

467 百里 bǎi lǐ

468 东郭 dōng guō

469 南门 nán mén

470 呼延 hū yán

471 归 guī

472 海 hǎi

473 羊舌 yáng shé

474 微 wéi

475 生 shēng

476 岳 yuè

477 帅 shuài

478 缑 gōu

479 亢 kàng

480 况后 kuàng hòu

481 有琴 yǒu qín

482 丘 qiū

483 左丘 zuǒ qiū

484 东门 dōng mén

485 西门 xī mén

486 商 shāng

487 牟 móu

488 佘 shé

489 佴 èr

490 伯 bó

491 赏 shǎng

492 南宫 nán gōng

493 墨 mò

494 哈 hā

495 谯 qiáo

496 笪 dá

497 年 nián

498 爱 ài

499 阳 yáng

500 佟 tóng

501 欧 ōu

502 黑 hēi

503 励 lì

504 楼 lóu

505 麦 mài

506 莽 mǎng

507 南 nán

508 赛 sài

509 山 shān




Sebenarnya nama bukan hanya 2, namun bisa 5-10..
Orang China yg biasa dikenal oleh non-chinese pasti dianggap hanya "orang china" saja tanpa tau mereka dibagilagi menjadi beberapa sub-suku..hehe

Karena ane ga pandai bahasa, ane pake contoh kata2 yg umun aja ya..

Misalnya ada orang yang bernama WU HUANG REN (HUANG disini bukan marga contohnya)

WU HUANG REN, artinya

WU = Marga, tidak ada artinya bila melekat di nama
HUANG = Kuning
REN = Orang

Jadi orang tersebut bernama "Manusia Kuning" karena struktur bahasa inggris ma china sama, seperti YELLOW MAN gitu lah..

Uda dapet nama dalam bahasa mandarin, WU HUANG REN

Tetapi orang tionghoa itu banyak bahasanya gan, berbeda2 di tiap tempat di RRC sana..

ada yg dikenal dengan Hakka, Tiociu, Hokkien, Kanton, Hainan, Hokchia, dll.. (sebenarnya ada banyak gan)

Tadi kan dalam bahasa mandarin, WU=Marga, HUANG=Kuning, REN=Orang
Dalam bahasa Hakka menjadi, NG=Marga, BONG=Kuning, NYIN=Orang
Dalam bahasa Tiociu menjadi, GOUW=Marga, NG=Kuning, NANG=Orang
Dalam bahasa Hokkien menjadi, GOH=Marga, OEI=Kuning, LANG=Orang
Dalam bahasa Kanton menjadi, NG=Marga, WONG=Kuning, YAN=Orang
Dalam bahasa Hokchia, Hainan, Taiwan, Korean, Japan, Tibet, Mongol, dan sebagainya..uda punya berapa nama? karena mereka semua dari rumpun yang sama, orang-orang yang menggunakan KANJI, dan berasal dari ras yang sama (Ras Timur)..

Jadi, si "Manusia Kuning" ini mempunya banyak nama, yaitu:

WU HUANG REN
NG BONG NYIN
GOUW NG NANG
GOH OEI LANG
NG WONG YAN
dan sebagainya..
Semua sama saja 1 arti.. si "manusia kuning bermarga 吴"

Masalah traditional dan simplified, itu masalah penulisan HANZI/KANJI
Traditional tulisan yg digunakan orang-orang dahulu, pada saat huruf itu ditemukan..
Sekarang huruf tersebut dianggap "buang-buang tinta pena", dan disederhanakan menjadi tulisan Simplified, namun mempunyai arti yg sama..


Dalam bahasa Hakka sendiri, HANZI Traditional disebut CIN SIA, HANZI Simplified disebut SANG SIA


Kisah Orang Yang pandai berdebat


Pada jaman dahulu, ada seorang pria yang berteman dengan orang yang pandai berdebat. Pada saat itu, ia yakin bahwa temannya itu berbakat (pandai bicara), dan ia tidak terlalu memikirkan hubungan antara keba
ikan dan kejahatan. Seiring waktu, pria ini bertemu dengan banyak orang lain yang mengalami penghinaan dan mereka tidak membantah atau melawan. Saat itulah ia menyadari perbedaan besar antara kedua jenis orang ini.

Suatu hari, ketika membaca buku klasik Dao De Jing (Tao Te Ching) dari Lao Zi, diutarakan bahwa “orang suci melakukan sesuatu namun tidak bertempur demi hal itu”. Dia tiba-tiba tercerahkan pada fakta bahwa kecerdikan orang dalam hal berdebat bukanlah merupakan talenta (bakat) seseorang, malah sesungguhnya kerendahan hati dalam menerima hal apapun barulah tingkat seseorang yang lebih tinggi.

Lao Zi berkata, "Orang Baik Tak Suka Berdebat, Orang yang Suka Berdebat Bukan Orang Baik.” Lebih lanjut ia memaparkan bahwa “Kata-kata jujur mungkin tidaklah enak didengar, namun kata-kata yang enak didengar, belum tentu merupakan kejujuran.” Orang yang suka berdebat mungkin tidak memiliki pengetahuan yang luas, sementara orang-orang yang yang berpengetahuan dan kaya pengalaman mungkin tidak suka berdebat.”

Tersadarkan oleh kebajikan, yang paling penting adalah tindakan, bukan kata-kata. Anda tidak perlu memperdebatkan kebenaran yang lebih tinggi setiap hari. Karena perdebatan pada kenyataannya hanya kata-kata, sedangkan perbuatan lurus barulah yang mengungkapkan intisari sejati seseorang. Setiap kebenaran dan prinsip yang lurus hanya dapat diwujudkan secara terus menerus dan kultivasi sejati.

Selain itu, dalam kitab suci yang berbeda, Konfusius berkata, "Orang bijaksana lambat dalam bicara tapi cepat dalam tindakan". "Orang bijaksana makan, namun tidak sampai kekenyangan. Mereka hidup, namun tidak mencari kesenangan. Mereka pandai dan berpengetahuan, namun berhati-hati dengan apa yang mereka katakan.”

Mereka berdua, Konfusius, Lao Zi dan Master spiritual besar lainnya, setuju bahwa apa pun yang kita lakukan, apakah kita meningkatkan moralitas kita atau terlibat dalam kegiatan sosial, kita harus bekerja keras tanpa banyak berdebat, membantah, menuntut dan komplain.

RENUNGAN:
Jika kita berpikir tentang hal ini dengan hati-hati, orang baik dengan kemampuan besar dan keterampilan tidak perlu mengambil sikap dengan pendirian orang lain. Dia tidak perlu untuk membuktikan pendapatnya. Bahkan dalam menghadapi fitnah atau serangan pribadi, dia dapat berdiri tegak dan tindakannya tetap tidak tercela.

Mereka yang selalu dapat bertahan dalam penghinaan dan mereka yang dapat terus melakukan hal lurus dengan diam-diam tanpa memikirkan imbalan atau pengakuan, alam pikirannya meningkat lebih tinggi daripada mereka yang memiliki batin yang terikat pada kesuksesan duniawi semata. Orang baik tidak membutuhkan sanjungan ataupun pujian untuk mendapatkan respek dari orang lain.

Sebaliknya, mereka yang selalu berargumen dan berdebat setiap hari, tidak memiliki kebijaksanaan yang besar, meskipun mereka mungkin tampak terampil. Orang bijaksana akan berpikir sebelum ia berbicara. Dalam berbicara juga harus menghindari berbicara keras dan kalimat kosong, tidak mengkritik orang lain dengan cara apapun, tapi tulus dan baik kepada semua. Harus selalu menghindari perbedaan pendapat di depan orang lain dan sama sekali tidak menghina orang lain. Inilah ciri-ciri orang lurus dan tingkat tinggi. Jadi, jelas bahwa kita semua harus sedikit bicara, dan banyak kerja. (Erabaru/art)

Legenda Li Chung Yun Manusia yang Berumur 256 Tahun


"Jagalah agar hatimu tetap tenang, duduklah seperti kura-kura, berjalanlah dengan riang seperti merpati dan tidurlah seperti seekor anjing."

Itulah kalimat nasehat yang diberikan oleh L
i Chung Yun ketika seorang kepala suku bernama Wu Pu Fei mengundangnya ke rumah dan menanyakan rahasia umur panjang. Li Chung Yun meninggal pada tanggal 6 Mei 1933. Saat itu usianya 256 tahun.

Mr Li tinggal di propinsi Sichuan di Cina dimana umur panjang melambangkan kebesaran seseorang. Pada saat usianya 10 tahun, ia sudah berkelana ke Kansu, Shansi, Tibet, Annam, Siam dan Manchuria untuk mengumpulkan tanaman obat. Ia terus mengumpulkan tanaman obat hingga berumur 100 tahun.
Beberapa sumber mengatakan bahwa Mr.Li telah menguburkan 23 Istri dan pada saat meninggalnya ia hidup bersama istri ke 24. Dari ke-24 istrinya, Li memiliki anak cucu hingga 11 generasi dan berjumlah sekitar 200 orang. Ia memiliki kuku yang panjang sekitar 6 inci. Walapun usianya sudah 200 tahun lebih, namun dalam pandangan orang-orang ia kelihatan seperti seseorang yang berusia 60 tahun-an.

Menurut Mr. Li, ia lahir tahun 1736. Namun pada tahun 1930, seorang profesor dari departemen pendidikan universitas Chengdu yang bernama Wu Chung Chieh menemukan sebuah catatan dari kerajaan Cina yang memberikan ucapan selamat kepada Li Ching Yun atas ulang tahunnya yang ke-150 tahun. Ucapan selamat itu diberikan pada tahun 1827. Apabila pada tahun 1827 ia berulang tahun ke-150, maka itu berarti catatan kerajaan menunjukkan bahwa Mr. Li lahir pada tahun 1677 dan saat meninggal di tahun 1933, ia berumur 256 tahun.

Pada saat kematiannya, ucapan dukacita untuk Mr.Li dipublikasikan oleh media-media ternama dunia, termasuk The New York Times dan Times Magazine.

Apakah Li lahir tahun 1677 atau 1736 seperti pengakuannya ? Apabila ia lahir tahun 1736 sesuai pengakuannya, berarti ia meninggal pada usia 197 tahun, jauh lebih lama dibandingkan dengan orang tertua yang pernah tercatat yaitu Jeanne Louise Calment dari Perancis yang meninggal pada tahun 1997 di usia 122 tahun 164 hari. Sebelumnya, di Cina juga pernah tercatat adanya seorang yang bernama Chen Jun yang dipercaya meninggal pada usia 443 tahun.

Selama hidupnya, Mr Li dikenal sebagai seorang Herbalis dan ahli kungfu. Pada tahun 1749 ketika ia berumur 71 tahun, ia pindah ke kota Kai Xian untuk bergabung dengan pasukan Cina sebagai pelatih kungfu dan penasehat militer.

Kisah hidupnya kemudian mengalir seperti sebuah kisah dari film-film silat yang kita tonton. Salah seorang murid Mr. Li, yaitu Master Tai Chi bernama Da Liu menceritakan kisah ini. Pada saat Mr. Li berusia 130 tahun, ia berjumpa dengan seorang pertapa di sebuah gunung yang kemudian mengajarinya Jiulong Baguazhang (sembilan naga delapan diagram telapak tangan) dan Qigong (tenaga dalam) dengan instruksi pernapasan khusus, pergerakan dan cara mengkordinasikannya dengan suara spesifik serta rekomendasi makanan. Da Liu mengatakan bahwa Mr.Li dapat memiliki umur panjang karena ia secara teratur melakukan latihan-latihan tersebut setiap hari, secara teratur, dengan benar dan dengan tulus selama 120 tahun. Sampai saat ini, para praktisi Jiulong Baguazhang modern mengakui bahwa pengetahuan yang mereka peroleh berasal langsung dari Mr. Li.

Pada tahun 1933, ia meninggal dunia. Mr li pernah berkata kepada seorang sahabat,"Aku telah menyelesaikan semua hal yang harus diselesaikan di dunia ini, sekarang aku akan pulang." Li Chung Yun meninggal tidak lama setelah itu. Dan sejak itu muncullah Legenda Li Chung Yun, Manusia yang berumur 256 tahun.

Kisah Tiga Budak Hitam


Tiga orang budak hitam berjalan-jalan di atas pasir di persisiran sebuah pantai. Tiba-tiba seorang dari mereka terantuk sebuah botol. Dia pun mengambil botol tersebut. Botol tersebut tertutup rapat dengan penutup gabus. Mereka semua keheranan dan tertanya-tanya apa yang ada di dalam botol tersebut. Lalu salah seorang dari mereka pun membukanya. Setelah botol tersebut terbuka, keluarlah jin yang amat besar.

Jin tersebut ketawa-terbahak-bahak lalu berkata ” Siapakah engkau hai manusia yang telah membebaskan aku? Aku telah terkurung dalam botol ini selama 100 tahun. Dalam masa terkurung aku telah bersumpah akan memberikan 3 permintaan bagi siapa yang telah membebaskan aku dari botol ini.. Nah! Sekarang kamu semua mintalah sesuatu, akan aku tunaikan permintaanmu”


Ketiga budak hitam itu mulanya terkejut tetapi bergembira karena jin tersebut berjanji untuk menunaikan permintaan mereka.

Jin pun berkata kepada budak yang pertama, ” Mintalah!”

Budak hitam pertama pun berkata . “Tukarkanlah aku menjadi putih supaya aku kelihatan lebih gagah”

Jin pun menunaikan permintaannya. Lalu budak itu pun menjadi putih.

Jin pun berkata kepada budak hitam kedua,”Mintalah!”.

Budak hitam kedua pun berkata .” Tukarkanlah aku menjadi putih dan kelihatan gagah, lebih putih dan gagah daripada budak yang pertama”. Jin pun menunaikan permintaannya. Lalu budak itu pun menjadi putih dan gagah lebih dari pada budak yang pertama.

Jin pun berkata kepada budak hitam ketiga, “Mintalah!”. Budak hitam ketiga pun berkata .”Tukarkanlah aku menjadi putih dan kelihatan gagah, lebih putih dan gagah daripada budak yang pertama dan kedua”.

Jin pun berkata. ” Tidak, permintaan itu tidak dapat aku perkenankan. Mintalah yang lain…” Budak hitam ketiga keheranan dan terfikir-fikir apa yang mau dimintanya.

Setelah lama berfikir, budak hitam ketiga pun berkata ” Kalau begitu, aku minta kau hitamkan kembali rekan aku yang dua orang itu” Lalu jin pun tunaikan permintaannya. Kembalilah asal hitam kedua-duanya. Jin pun berlalu dari situ dan ketiga budak tersebut tercengang-cengang dan tidak memperolehi sesuatu apa pun.

RENUNGAN:
Sikap dengki, cemburu dan iri hati seringkali bersarang di hati manusia. Manusia tidak suka melihat orang lain lebih dari mereka dan mengharapkan mereka lebih dari orang lain. Mereka juga suka melihat nikmat orang lain hilang. Sikap ini sebenarnya pada akhirnya merugikan manusia sendiri.

Hidup Kita seperti bawang bombay


Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. ‘Siapakah orang yang paling penting dalam hidup Anda?’

Pengajar meminta bantuan seorang peserta maju ke depan kelas. ” Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini”

Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.

Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama, tetangganya. Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama yang tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.

Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya, nama suami serta nama anaknya.

Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi. Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak ada lagi yang harus di pilih.

Namun dikeheningan kelas sang pengajar berkata :
“Coret satu lagi !!”
Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama.
Nama orang tuanya.
“Silakan coret satu lagi !”

Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi - tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya.Nama anaknya.

Seketika itupun pecah isak tangis di kelas.

Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya :
“Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang suami bisa dicari lagi. Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai orang yang paling penting dan sulit dipisahkan?”

Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas. Menunggu apa yang hendak dikatakannya.

” Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya. Anakpun demikian. Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya. ”

RENUNGAN:
Kehidupan itu bagaikan bawang bombay.
Ketika di kupas selapis demi selapis, akan habis.
Dan adakalanya kita dibuat menangis

Riwayat Sang Elang


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya  yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan - suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

RENUNGAN:
Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!