Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Selasa, 05 Juni 2012

Kebahagiaan Yang Menular

Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari... Memanggil taksi, dan naik...

'Selamat pagi Pak,'...katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu...
'Pagi yg cerah bukan?' sambungnya sambil tersenyum,... lalu bersenandung kecil...
Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dgn senang hati, Ia melajukan taksinya...
Sesampainya ditempat tujuan.. Pemuda itu membayar dgn selembar 20ribuan, utk argo yg hampir 15 ribu...

'Kembaliannya buat bpk saja...selamat bekerja Pak..' kata pemuda dgn senyum...
'Terima kasih...' jawab Pak sopir taksi dgn penuh syukur...

'Wah.. aku bisa sarapan dulu nih... Pikir sopir taksi itu...
Dan ia pun menuju kesebuah warung.

'Biasa Pak?' tanya si mbok warung.
'Iya biasa.. Nasi sayur... Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam'..jawab Pak sopir dgn tersenyum.

Dan, ketika membayar nasi , di tambahkannya seribu rupiah 'Buat jajan anaknya si mbok,.. 'begitu katanya.

Dgn tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dgn senyum lebih lebar.

Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini... Dan diberikannya pada temannya yg tdk punya bekal.

Begitulah...cerita bisa berlanjut.. Bergulir... .sprt bola salju...

Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu...
Begitu juga keluarga si mbok...
Teman2 si anak...
keluarga mrk...
Semua tertular kebahagiaan...

Kebahagiaan, sprt juga kesusahan, bisa menular kpd siapa saja disekitar kita...

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan...
Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini??

Bisa menerima itu adalah berkah...
Tapi bisa memberi adalah anugerah....

Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat org lain bahagia dgn keberadaan kita,

Mari selalu berbagi, semoga ada arus membahagiakan yg terus berputar, dan jgn pernah dengki dgn kebahagiaan yg dimiliki org lain, apalagi berusaha menghilangkannya

Senin, 04 Juni 2012

Kisah Batu Rubi yang Retak

Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.

Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.

“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.

Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.

“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”

“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.

Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”

Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.

Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”

Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.

Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.

Tidak ada yang manusia yang sempurna didunia ini, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!

Tubuh Kayu dan Hati Batu

Xia Tong hidup pada zaman Dinasti Jin. Ia berbakat dalam berbagai bidang, termasuk menjadi seorang pembicara yang fasih. Suatu ketika ia berada di ibukota untuk melakukan beberapa bisnis, seorang pejabat militer berpangkat tinggi bernama Jia Chong mendengar reputasi Xia Tong dan bermaksud mengunjunginya.

Jia Chong tidak hanya mengagumi Xia Tong tetapi juga ingin menang darinya demi memperkuat kekuasaannya.

Xia Tong tidak mementingkan keuntungan dan ketenaran, tidak suka bertarung demi kekuasaan, dan tidak berkeinginan untuk ditunjuk menjadi seorang pejabat. Ketika Jia Chong datang mengunjunginya, ia sudah mengetahui bahwa Jia Chong akan mencoba meyakinkannya. Xia Tong menolak dengan halus. Namun, Jia Chong tidak menyerah dan mencoba merayunya dengan cara lain.

Jia Chong segera memerintahkan pasukannya yang gagah, iringan kereta dan marching band untuk melakukan pertunjukan tepat di depan Xia Tong dan berkata, “Jika Anda menerima tawaran saya, Anda bisa menjadi pemimpin pasukan, begitu agungnya!”

Xia Tong tidak tergerak.

Jia Chong kemudian meminta banyak gadis-gadis cantik yang mengenakan gaun elegan dan perhiasan berharga untuk menari mengelilingi Xia Tong.

“Jika Anda menerima tawaran saya untuk menjadi seorang pejabat, Anda dapat memiliki semua gadis-gadis cantik ini.”

Xia Tong duduk di sana dengan tubuh tegak seolah-olah ia tidak melihat apa-apa.

Akhirnya Jia Zhong menyerah dan dengan marah berkata, “Tubuh Xia Tong terbuat dari kayu dan hatinya dari batu!” Dengan demikian, Xia Tong kembali ke rumah.

Sejak itu ungkapan “Sebuah tubuh kayu dan hati batu” diteruskan kepada generasi selanjutnya. Ini berarti bahwa seseorang sangat teguh dan tidak dapat tergoda oleh ketenaran atau kekuasaan.

Batu-batu di Danau

Ada sebuah danau dimana terdapat banyak batu-batuan dan ada sebuah papan bertuliskan:

"YANG MENGAMBIL BATU AKAN MENYESAL.
YANG TIDAK MENGAMBIL BATU JUGA AKAN MENYESAL"


Heran dengan kalimat itu,,?
Beberapa orang ada yang malah tertarik untuk mengambil beberapa butir batu-batu itu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Beberapa yang lainnya tidak terlalu menggubrisnya. Jadi mereka tidak mengambil batu-batu itu dan lebih tertarik untuk menikmati segarnya air di danau itu. Setelah beberapa tahun, para ahli meneliti dan memeriksa batu-batuan yang ada di danau tersebut.

Ternyata batu-batuan itu adalah sejenis Safir yang dari luar tampaknya jelek tapi di dalamnya merupakan permata yang sangat indah dan mahal harganya.

Yang tidak membawa batu itu jadi menyesal karena tidak membawanya, tetapi yang membawanya pun akhirnya menyesal karena tidak membawa lebih banyak.

Bukankah hidup manusia serupa seperti cerita di atas?

Kita diberikan kehidupan yang sangat berharga. Namun bukankah kita seringkali kurang menghargai masa hidup ini justru di saat kita masih bisa hidup lama?

Hidup ini begitu bernilai. Jauh lebih bernilai daripada batu-batu Permata.
Itulah sebabnya agar kita tidak menyesal di kemudian hari,maka kita harus menjalani hidup dengan maksimal.

Bekerja dengan maksimal, Mengasihi keluarga dengan maksimal, Berkarya bagi sesama dengan maksimal. Belajar dengan maksimal, jangan setengah-setengah.

Intinya ketika kita sudah mngusahakan yang terbaik selama hidup ini, maka kita tidak perlu lagi menyesal di kemudian hari.

Usahakan yang terbaik selama kesempatan itu masih ada.

Keep Spirit..!!!

Kisah Nelayan dan Cendikiawan

Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai. Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya : “Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari ?” “Tidak” jawab nelayan itu singkat. Cendekiawan melanjutkan ”Ah, jika demikian bapak telah kehilangan SEPEREMPAT peluang kehidupan Bapak” Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.
“Apa bapak pernah belajar sejarah filsafat ?” tanya cendikiawan. “Belum pernah” jawab nelayan itu singkat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Cendekiawan melanjutkan

”Ah, jika demikian bapak telah kehilangan SEPEREMPAT lagi peluang. kehidupan Bapak”. Si Nelayan kembali cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing ?” tanya cendikiawan. “Tidak bisa” jawab nelayan itu singkat.

“Aduh, jika demikian bapak total telah kehilangan TIGA PEREMPAT peluang kehidupan Bapak”

Tiba-tiba…

Angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi pun oleng hampir terguling. Dengan tenang Nelayan bertanya kepada cendekiawan: ”Apa bapak pernah belajar berenang ?” Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, orang itu menjawab “Tidak pernah” Nelayanpun memberi komentar dengan percaya diri “Ah, jika demikian, bapak telah kehilangan SEMUA peluang hidup bapak”

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas :
• Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain.
• Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan.
• Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain.

Minggu, 03 Juni 2012

Keping Hitam & Keping Putih

Dahulu kala di suatu desa kecil di India, seorang petani yang sangat miskin mempunyai hutang yang sangat besar kepada rentenir di desa tersebut. Rentenir itu, sudah tua bangkotan, dan malah tertarik pada putrinya pak tani yang cantik.

Kemudian si rentenir tersebut mengajukan penawaran, dia akan melupakan hutang-hutang petani tersebut jika dia dapat menikahi putrinya.

Sang petani dan putrinya pun bingung dengan tawaran tersebut, kayaknya mereka tidak setuju. Melihat gelagat seperti itu Si rentenir mengajukan tawaran lagi untuk membuat keputusan. Dia mengatakan bahwa dia akan meletakkan keping hitam dan keping putih di dalam kantong kosong kemudian sang putri petani diharuskan untuk mengambil satu keping dari kantong tersebut.
1. Jika sang putri mendapatkan keping hitam, maka dia akan menjadi istri rentenir tersebut dan hutang-hutang petani tersebut lunas.
2. Jika sang putri mendapatkan keping putih, maka rentenir tersebut tidak akan menikahi sang putri dan hutang-hutang petani tersebut lunas.
3. Jika sang putri menolak mengambil keping, sang petani akan dipenjara.

Berada di halaman petani yang banyak terdapat kepingan – kepingan, si rentenir mengambil 2 keping. Ketika mengambil, mata sang putri yang tajam melihat bahwa keping yang dimasukkan kedalam kantong keduanya berwarna hitam.

Kemudian rentenir itu menyuruh sang putri mengambil keping tersebut di dalam kantong. Sekarang bayangkan anda ada di sana, apa yang kamu lakukan jika anda sebagai putri tersebut?
Jika anda harus menolong sang putri, apa yang harus kau lakukan kepada sang putri?

Melihat hal seperti itu ada 3 kemungkinan :

1. Sang putri menolak untuk mengambil kepingan.
2. Sang putri menunjukkan bahwa yang di dalam kantong tersebut keduanya adalah berwarna hitam serta mengungkap bahwa rentenir tersebut curang.
3. Sang putri mengambil keping hitam dan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan ayahnya dari hutang-hutang dan penjara.

Sekarang pertimbangkan cerita di atas.
Pengalaman ini digunakan untuk membedakan pemikiran logika dan lateral thinking. Dilema sang putri tidak dapat diselesaikan dengan logika awam.

Pikirkan cara lain jika sang putri tidak memilih pilihan yang diberikan kepadanya.
Apa yang akan anda tawarkan kepadanya ?

Baik, begini caranya. Sang putri memasukkan tangannya kedalam kantong dan mengambil satu keping tersebut. Tanpa melihat keping tersebut, secara sengaja menjatuhkan (setengah melempar) keping tersebut ke halaman sehingga keping tersebut bercampur dengan keping – keping yang lain di halaman.

“Oh, betapa bodohnya aku” kata sang putri

“Tapi, anda gak usah khawatir, jika tuan melihat sisa kepingan di dalam kantong, maka tuan akan mengetahui keping mana yang saya ambil”.

Dengan begitu, sisa yang ada di dalam kantong adalah keping berwarna hitam sehingga diasumsikan bahwa sang putri telah mengambil keping yang berwarna putih. Sejak rentenir berani menyatakan untuk tidak jujur, sang putri mengubah dari keadaan yang kelihatannya mustahil menjadi keadaan yang sangat menguntungkan.

Inti dari cerita ini adalah :
Semua permasalahan yang kompleks mempunyai jalan keluar, yang anda butuhkan hanya melebarkan pemikiran anda. Jika logika anda tidak bisa bekerja, berusahalah dengan lateral thinking. Lateral thinking sangat kreatif. mudah dikerjakan tiap hari.

"Rahasia untuk sukses adalah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain”

Orang Terbodoh

Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"

"Apa iya?" jawab pengusaha

Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu menyuruh Bejo memilih, "Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"

Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp 500.

Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, "Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, "Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang Rp 1000 dan Rp 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp 500?"

Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp 1000, berarti permainannya akan selesai..."

Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain.