Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Minggu, 08 April 2012

Asal Usul Dewa Zeus,Poseidon dan Hades (3 Dewa Terkuat)




ZEUS (Dewa Penguasa Iklim dan Cuaca)

SEJARAH
Zeus adalah raja para dewa dalam mitologi Yunani Dalam Theogonia karya Hesiodos, Zeus disebut sebagai "Ayah para Dewa dan manusia". Zeus tinggal di Gunung Olimpus. Zeus adalah dewa langit dan petir. Simbolnya adalah petir, elang, banteng, dan pohon ek. Zeus sering digambarkan oleh seniman Yunani dalam posisi berdiri dengan tangan memegang petir atau duduk di tahtanya. Zeus juga dikenal di Romawi Kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.



Zeus adalah anak dari Kronos dan Rea, dan merupakan yang termuda di antara saudara-saudaranya. Zeus menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi dewi penikahan. Zeus terkenal karena hubungannya dengan banyak wanita dan memiliki banyak anak. Anak-anaknya antara lain Athena, Apollo dan Artemis, Hermes, Ares, Hebe, Hefaistos, Persefon, Dionisos, Perseus, Herakles, Helene, Minos, dan Mousai.
Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi dewa penguasa lautan, dan Hades yang menjadi dewa penguasa dunia bawah (alam kematian). Pendapat lain mengatakan bahwa pembagian tersebut dilakukan berdasarkan undian yang dilakukan tiga dewa tersebut.
Zeus dikaitkan dengan dengan dewa Jupiter dari mitologi Romawi, dewa Amun dari mitologi Mesir, dewa Tinia dari mitologi Etruska, dan dewa Indra dari mitologi Hindu. Zeus, bersama Dionisos, dihubungkan dengan dewa Sabazios dari Frigia, yang dikenal sebagai Sabazius di Romawi.

ASAL USUL
Zeus, sering disebut sebagai Zeu pater ("O, Ayah Zeus"), adalah pengembangan dari dewa langit siang dalam mitologi Proto-Indo-Eropa, yang juga disebut* Dyeus ("Bapak Langit"). Dengan demikian, Zeus adalah dewa Yunani yang namanya berasal dari kebudayaan Indo-Eropa. Zeus diadaptasi ke dalam mitologi Romawi mejadi Jupiter. Dalam mitologi Nordik, Zeus/Jupiter dikenal sebagai Thor (dewa petir). Berbeda dengan Zeus dan Jupiter yang merupakan penguasa langit, Thor bukanlah pemimpin para dewa melainkan Odin.



POSEIDON (Dewa Penguasa Lautan)

SEJARAH

Dalam mitologi Yunani, Poseidon dikenal sebagai dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Poseidon memiliki senjata berupa trisula yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. Trisula tersebut dibuat oleh para Kiklops semasa Titanomakhia. Poseidon juga memiliki kendaraan yang ditarik oleh hippokampos (makhluk setengah kuda setengah ikan). Poseidon beristrikan Amfitrit dan memiliki anak bernama Triton. Posidon juga adalah dewa yang menciptakan kuda dalam upayanya merayu Demeter.
Dewa laut Nethuns dalam mitologi Etruska diadopsi ke dalam mitologi Romawi sebagai Neptunus: keduanya merupakan dewa padanan bagi Poseidon. Poseidon sudah dipuja di Pylos dan Thebes sejak zaman perunggu Yunani sebagai saudara Zeus dan Hades. Ada sebuah Himne Homeros untuk Poseidon. Poseidon mempunyai banyak anak. Poseidon merupakan pelindung bagi banyak kota di Yunani, meskipun dia gagal mendapatkan Kota Athena. Binatang kesukaannya adalah kuda dan banteng. Pohon pinus dikeramatkan baginya.

ASAL USUL
Nama Poseidon secara jelas berakar dari Yunani yaitu pósis "raja, suami" dengan unsur -don, kemungkinan dari dea, "dewi". Menurut lembaran tanah liat Linear B, nama PO-SE-DA-WO-NE ("Poseidon") muncul lebih sering daripada DI-U-JA ("Zeus"). Bentuk femininnya, PO-SE-DE-IA, juga ditemukan, menunjukkan adanya dewi lain yang menjadi pasangan Poseidon dan kemungkinan merupakan pendahulu Amfitrit. Lembaran tanah liat dari Pylos menceritakan persembahan benda-benda untuk "Poseidon dan Dua Ratu". Identifikasi paling jelas mengenai "Dua Ratu" adalah Demeter dan Persefon, atau para pendahulu mereka, dewi-dewi yang tidak dikaitkan dengan Poseidon pada periode-periode berikutnya. Di Knossos, Myceneae, Poseidon dikenal sebagai "Pengguncang Bumi" (E-NE-SI-DA-O-NE),[5] sebuah kedudukan yang kuat mengingat gempa bumi adalah bencana alam yang menyebabkan keruntuhan Budaya Minoa. Sementara dalam budaya Myceneae yang sangat bergantung pada lautan, tidak ditemukan adanya hubungan antara Poseidon dan laut; Di antara dewa Olimpus, dewa yang berkuasa atas lautan ditentukan oleh undianyang berarti dewa lebih dulu ada sebelum memperoleh suatu wilayah kekuasaan. Nama Demeter dan Poseidon ada kaitannya di salah satu lembaran Pylos, mereka muncul sebagai PO-SE-DA-WO-NE dan DA, dengan julukan Enosikhthon, Seiskhthon and Ennosigaios, semuanya bermakna "pengguncang bumi" dan menunjukkan peran Poseidon sebagai penyebab gempa bumi.

 HADES (Si Dewa Kematian atau Dewa Neraka)   

SEJARAH
Hades adalah dewa Dewa Kematian atau Dewa Neraka dalam Mitologi Yunani. Hades merupakan putra tertua dari Kronos dan Rea. Dia bersama saudara-saudaranya mengalahkan para Titan dan mengambil alih kekuasaan atas dunia. Zeus, Poseidon dan Hades melakukan undian untuk menentukan tempat kekuasaan dan Hades mendapat dunia bawah. Karena asosiasinya dengan dunia bawah, Hades sering dianggap sebagai dewa kematian meskipun bukan. Hades juga kadang-kadang disebut sebagai dunia bawah itu sendiri. Dalam mitologi Romawi Hades disebut sebagai Pluto, Dis Pater dan Orkus sedangkan dalam mitologi Etruska dewa padanannya adalah Aita. Simbol yang diasosiasikan dengan Hades yaitu Helm Kegelapan dan anjing berkepala tiga, Kerberos. Istilah Hades dalam kekristenan (dan dalam Bahasa Yunani Koine) serupa dengan sheol dalam ajaran Yahudi dan merujuk pada tempat untuk roh manusia. Sementara konsep neraka dalam agama Kristen lebih mirip dengan konsep Tartaros dalam mitologi Yunani, bagian dari Hades yang suram dan mengerikan dan digunakan sebagai tempat penyiksaaan dan penderitaan.

ASAL USUL
Hades adalah anak dari Titan Kronos and Rhea. Dia memiliki tiga saudara perempuan yaitu Demeter, Hestia, dan Hera, dan dua saudara laki-laki: Zeus, putra termuda, dan Poseidon. Hades ditelan oleh Kronos ketika masih bayi. Setelah mereka dewasa, Zeus berhasil membuat ayahnya memuntahkan saudara-saudaranya dan kemudian melakukan perlawanan terhadap kekuasaan para Titan. Zeus bersama saudara dan sekutunya melakukan perang menghadapi para Titan dan disebut Titanomakhia. Para Kiklops membuatkan senjata untuk para dewa. Zeus mendapat petir, Poseidon memperoleh trisula dan Hades mendapat Helm kegelapan. Pada malam sebelum pertempuran, Hades memakai helmnya dan menyelinap ke perkemahan para Titan. Hades yang tak terlihat kemudian menghancurkan senjata para Titan. Perang Titanomakhia berlangsung selama sepuluh tahun dan berakhir dengan kemenangan para dewa Olimpus. Setelah mengalahkan para Titan, Hades dan kedua saudaranya melakukan undian untuk menentukan tempat kekuasaan, Zeus berkuasa atas langit, Poseidon mendapat lautan dan Hades memperoleh dunia bawah. Sedangkan bumi diatur oleh semua dewa.

Jumat, 06 April 2012

Hidup Untuk Memberi

Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, boleh kakak bertanya ? silahkan kak, kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?, oh itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, memang kenapa kak!, dengan sedikit heran , sambil ia balik bertanya. Oh.. tidak! , kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka?

Lalu ,Adik kecil ini mulai bercerita, Dulu ! aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma ,setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan, apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih , namun setelah ibu ku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik.

Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup , kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.

Yang ibu ku selalu katakan hidup harus berarti buat banyak orang , karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa kita harus tunda.

Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat , hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, Apa yang kita bawa?. Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati ku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya,dibandingkan adik kecil ini.

Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Yah.. Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu

Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyak ku.

"Hidup akan berarti jika kita mau membagikan sesuatu untuk orang lain dan tidak hanya fokus untuk menyenangkan diri kita sendiri "

Hadits Kapan Terjadinya Lailatul Qadar

Hadis kapan terjadinya lailatul qadr

Assalamualaikum warohmatullah wabarokaatuhu
Berikut adalah beberapa hadis kapan terjadinya malam lailatul Qadr, tapi bagi anda yang belum membaca tulisan tentang beberapa hadis tentang keutamaan malam Lailaul Qadr, silahkan baca terlebih dahulu di sini.

1.
إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ
Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil. (Muttafaq alaih)

2. 

 تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ 
Carilah lailatul qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadhan (HR. Bukhari)

3.
 رَأَى رَجُلٌ أَنَّ لَيْلَةَ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- أَرَى رُؤْيَاكُمْ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَاطْلُبُوهَا فِى الْوِتْرِ مِنْهَا 
Seseorang bermimpi bahwa lailatul qadar terjadi pada malam kedua puluh tujuh. Maka Nabi SAW bersabda, "Aku melihat mimpi kalian bertemu pada sepuluh hari terakhir, maka hendaklah ia mencarinya (lailatul Qadar) pada malam-malam ganjil." (HR. Muslim) 

4.
أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْمَنَامِ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ ، فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ 
Sesungguhnya sebagian sahabat Nabi SAW bermimpi lailatul qadar terjadi pada tujuh hari terakhir (Ramadhan). Maka Rasulullah SAW bersabda, "Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir, maka barangsiapa yang ingin mencarinya, hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir." (HR. Bukhari)

 تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ 
Carilah lailatul qadar pada tujuh malam terakhir (HR. Muslim)

6.

 الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ - يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ - فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى 
Carilah ia -lailatul qadar- di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tidak mampu, maka janganlah ia kalah di tujuh malam terakhir. (HR. Muslim) 

7.

 قَالَ أُبَىٌّ وَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ - يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى - وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا. 
Ubay (bin Ka'ab) berkata, "Demi Allah yang tiada tuhan melainkan Dia. Sesungguhnya ia terjadi di bulan Ramadhan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah memerintahkan kami untuk qiyamullail, yaitu malam kedua puluh tujuh. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang tidak bersinar-sinar menyilaukan." (HR. Muslim)


 قَالَ أُبَىٌّ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِى هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ - وَإِنَّمَا شَكَّ شُعْبَةُ فِى هَذَا الْحَرْفِ - هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-. 
 Ubay (bin Ka'ab) berkata tentang lailatul qadar, "Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui bahwa ia adalah malam yang Rasulullah SAW memerintahkan untuk qiyamullail, yaitu malam dua puluh tujuh (Ramadhan) –Syu'bah (salah seorang perawi) ragu dengan kata "amarana" atau "amarana bihaa". (HR. Muslim)

Mari kita sama-sama ikut menyebarkan kebaikan dengan menekan tombol like pada facebook pojok motivasi. mari berkunjung ke facebook pojok motivasi di sini.

Sekian...Wassalamualaikum warohmatullah wabarokaatuhu

Kamis, 05 April 2012

Video Motivasi | Qing Hongyan



Halo kawanku semuanya, pernah lihat nggak video ini ?
ini adalah salah satu saudara kita di china yang kehilangan kakinya karena sebuah kecelakaan. Dalam keadaannya yang kurang mampu maka ia harus mengamputasi kakinya tanpa mendapatkan kaki palsu. Sungguh miris. Tapi lihatlah raut wajahnya, apakah menunjukkan ada kesedihan di matanya?

Inilah salah satu bentuk semangat yang harus kita tiru. Semangat yang tak kenal lelah dan tidak pernah menyerah dengan keadaan.

"Jangan mudah untuk mengeluh, tapi mudahlah untuk bersyukur"

Kebijaksanaan tak memandang bulu

William seorang penasehat kerajaan yang disegani karena kebijaksanaannya, raja sangat memperhatikan perkataan & nasehatnya.

Wajah buruk & tubuhnya yang bongkok membuat putri raja iri & bertanya sambil mengejek : “Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaanNya dalam diri orang yang buruk rupa & bongkok.”

William : “Apakah ayahmu mempunyai anggur?”

Putri : (dgn sinis) “Semua orang tahu ayahku mempunyai anggur terbaik, pertanyaan bodoh macam apa itu.”

William : “Dimana ia meletakkannya?”

Putri : “Yang pasti di dalam bejana tanah liat.”

Mendengar itu William tertawa...

“Seorang raja yang kaya akan emas & perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat?”

Mendengar itu putri raja berlalu meninggalkannya dgn rasa malu, ia segera memerintahkan pelayan memindahkan semua anggur yang ada di istana dari dalam bejana tanah liat ke dalam bejana dari emas & perak.

Suatu hari raja mengadakan jamuan bagi para tamu kerajaan, alangkah kagetnya ia karena anggur yang diminumnya rasanya sangat asam, lalu dgn geram ia memanggil semua pelayan istana yang kemudian menceritakan bahwa anggur yang disuguhkan tadi berasal dari bejana emas dan perak atas instruksi putri raja sendiri.Lalu raja menegur keras perilaku putrinya itu.

Putri raja berkata kpd William, “Mengapa engkau menipu aku, aku memindahkan semua anggur ke bejana emas tapi hasilnya semua anggur jadi terasa asam.”

Dengan ringan William menjawab : “Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana, kebijaksanaan itu sama seperti anggur, ia hanya cocok dalam bejana dari tanah liat.”

Pelajaran : Jangan melihat dan menilai sesuatu hanya dari bentuk dan rupanya karena segala kebaikan itu Tuhan letakkan dimana saja menurut apa yang Tuhan mau tanpa memandang apa, siapa, dan dimana.

Pencuri yang Bijaksana

Dahulu kala ada seorang raja yang kaya raya. Sang Raja begitu yakin akan keadilan aturan dan keputusan yang dibuatnya. "Aturan adalah Aturan "katanya kepada penasihat penasihat kerajaan. Ia tak pernah mengijinkan adanya perkecualian dalam setiap pelaksanaan keputusan yang dibuatnya.

Suatu hari seorang pengawal kerajaan memergoki seorang pengemis yang sedang mengendap endap bermaksud mencuri roti dari dapur kerajaan. Sang raja murka dan memerintahkan supaya pencuri itu dihukum gantung karena begitulah hukuman bagi seorang pencuri.

"Tapi saya toh sangat miskin dan lapar, sementara Sang Baginda Raja memiliki segala galanya. Tentunya tidak salah jika sedikit keju dan roti aku minta. Ya…., saya tidak meminta ijin karena saya sesungguhnya bukan pencuri. Di sana tak ada seorang pun. Kepada siapa saya harus meminta ijin ?"kata pencuri itu menjelaskan.

"Maaf….., tidak ada perkecualian Pengawal, Bawa pencuri ini ke tiang gantungan "perintah raja.

"Ah.., sayang sekali."keluh pencuri itu ketika dalam perjalanan di hadapan pengawal kerajaan. "Mulai sekarang sebuah rahasia besar dari ayahku akan mati bersamaku. Tapi saya senang bahwa saya tidak membocorkannya di hadapan Sang Baginda Raja."

"Apa katamu ? Rahasia besar apa itu ? Ayo, katakan rahasia itu ."sergah pengawal ingin tahu.

"Jika Sang Baginda Raja menanam biji buah delima, maka biji delima itu akan tumbuh dan berbuah hanya dalam semalam. Kalau tidak ada saya, dapatkah itu terjadi ? Itulah rahasia yang telah diajarkan ayahku kepadaku dan aku harus terus merahasiakannya."katanya dengan pandangan sayu.

Pengawal kerajaan itu berhenti dan berpikir sejenak, "Mungkin….Sang Baginda Raja ingin mengalaminya sebelum kamu mati. Kita kembali menghadap Sang Baginda Raja."ajaknya. Ia bergegas membawa pencuri itu menghadap Sang Baginda dengan maksud supaya si pencuri menjelaskan rahasia besar yang disimpannya.

Sang Raja pun ternyata ingin tahu. "Tentang rahasia itu kamu harus menunjukkan kepadaku"kata Sang Raja tidak percaya lalu memerintahkan pengawalnya memetik buah delima dari kebun kerajaan.

Bersama dengan Pegawai Kerajaan, Pengawal Kerajaan dan Sang Raja pergilah Si Pencuri malang itu ke kebun kerajaan. Si Pencuri mulai menggali tanah dan membuat kubangan kecil untuk biji buah delima di tangannya. Namun ia tidak segera meletakkan biji apel tersebut ke kubangan kecil yang telah di buatnya. Selanjutnya ia berdiri dan berkata, "Saya bisa membuat sebuah mukjizat, jika orang lain yang meletakkan biji delima ini ke kubangan kecil itu.. Saya sendiri tidak boleh meletakkan biji apel ini ke kubangan kecil itu. Hanya seorang yang belum pernah mencuri atau mengambil sesuatu dari orang lain, apa yang bukan menjadi haknya boleh meletakkan biji delima ini. Karena saya seorang pencuri maka harus salah satu dari kalian yang melakukannya."

Pegawai Kerajaan, Pengawal Kerajaan dan Sang Raja terdiam. Situasi menjadi hening. Yang terdengar hanyalah suara burung berkicau dan lebah yang mendengung.

Si Pencuri menoleh ke Pengawal Kerajaan dan memohon, "Sudikah Tuan meletakkan biji delima ini ?"

Pengawal Kerajaan itu mulai gemetar dan berkata lirih, "Biji delima itu tidak akan tumbuh, jika aku yang meletakkannya. Dulu ketika saya masih muda, saya pernah mencuri pisau dari tetangga saya."Setelah selesai berbicara, Pengawal Kerajaan itu tidak berani menatap langsung mata Si Pencuri dan memalingkan pandangannya.

Lalu Si pencuri itu berpaling ke Pegawai Kerajaan dan berkata, "Sudikah Tuanku melakukannya?"

Pegawai Kerajaan itu tampak pucat lalu menundukkan kepalanya, "Saya juga tidak bisa melakukannya,"katanya lirih, "Saya setiap hari bekerja dengan jumlah uang yang banyak. Dan sampai saat ini saya telah banyak mengambil uang dari kas untuk kepentinganku sendiri."

Kini Tinggal Sang Baginda Raja. Kata si Pencuri itu, "Tuanku Baginda Raja, Tuankulah satu satunya orang yang belum pernah mengambil barang milik orang lain yang bukan menjadi hak, Baginda. Jadi, sudikah Tuanku Raja meletakkan biji buah delima ini ?"

Tiba tiba saja wajah Sang Raja menjadi pucat pasi. Ia terdiam membisu lalu menggoyangkan pundaknya.

"Setiap benda yang gemerlap selalu disukai anak anak kecil, "kata Sang Raja memulai ceritanya, "Anak kecil selalu saja ingin tahu. Saya teringat ketika saya masih kecil. Saya waktu itu di hukum berat karena saya mengambil kalung permata kerajaan milik ayahanda dan menyembunyikannya di kamarku. Saya waktu itu tidak tahu bahwa kalung itu sangat berharga dan bernilai tinggi bagi kerajaan ini. Saya hanya melihat permata itu seperti bintang bintang yang bercahaya dan warna warni pelanginya akan terpancar di dinding, bila cahaya matahari menyinarinya."Setelah Sang Raja mengakhiri ceritanya, suasana menjadi hening kembali.

Lalu Si pencuri memecah keheningan dengan berkata,"Sang Baginda Raja, Tuanku adalah seorang yang berkuasa dan kaya raya. Tak satu pun berkekurangan. Dan sekarang tak satu pun di antara kalian mampu menumbuhkan biji buah delima ini. Oh… malang sekali nasibku. Aku yang baru akan mengambil roti, supaya rasa laparku hilang akan digantung."keluhnya.

"Kamu sungguh bijaksana "sahut Sang Raja tiba tiba sambil menatap Si Pencuri yang kelihatan sangat sedih. "Kamu telah menunjukkan kepada kami bahwa tak seorang pun sempurna. Jika aturan tidak ditegakkan dengan keras seperti saat ini, maka kami tak akan ada di sini bersamamu. Saya membatalkan keputusan hukum gantungmu. Kamu bebas. Dan sebagai tanda terima kasihku atas kebijaksanaan yang telah kamu bagikan kepada kami, saya menghadiahi kamu kalung permata kerajaan milik ayahandaku. Pergilah sekarang Kamu telah membuka mataku. Dan di masa yang akan datang aturan akan disertai belaskasih. Keadilan harus tetap dijalankan."

Saya Datang

Pada zaman dinasti Song, ada seorang pencuri yang terkenal dengan panggilan ‘saya datang’ di Hangzhou. Setiap dia mencuri, dia tidak meninggalkan jejak apapun kecuali nama julukannya di dinding rumah korbannya. Penduduk kota kesal karena rumah mereka sering kali dimasukinya. Pencarian dilaksanakan dan akhirnya orang tersebut berhasil tertangkap dan dibawa menghadap hakim kota praja.

“Apakah anda mempunyai bukti bahwa dia bersalah?” tanya hakim

kepada polisi.


“Tidak salah lagi yang mulia,” jawab petugas. Tetapi orang itu menyangkap tuduhan tersebut.

“Yang mulia, Anda menangkap orang yang salah”, protesnya. “Polisi sudah putus asa dan menjadikan saya kambing hitamnya.

Mereka tidak punya bukti”

Polisi memperingatkan hakim : “Kami sudah bersusah payah menangkapnya, Yang Mulia. Jika Yang Mulia melepaskannya, sangatlah sukar bagi kami untuk menangkapnya kembali.”

Meskipun tidak ada bukti, hakim memerintahkan supaya dia ditempatkan di tahanan sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Sesuai dengan adat yang berlaku, seorang tahanan harus memberi uang kepada penjaga penjara pada waktu masuk penjara.

“Saya tidak mempunyai apa-apa sekarang” kata orang tersebut pada penjaga penjara. “Mereka menangkap saya dan mengambil beberapa miliku. Tapi saya mempunyai beberapa perak di Gunung Than. Saya ingin memberikannya pada Anda. Saya menyembumyikannya di bawah bata yang pecah dalam kuil. Pergilah kesana, berpura-puralah sembahyang dan ambil perak itu.

Penjaga penjara semula tidak yakin. Tapi ternyata dia benar-benar menemukan 20 ons perak. Dia sangat senang dan mulai memperlakukan tahanan itu seperti temannya.

“Saya mempunyai bungkusan yang saya sembunyikan dibawah jembatan. Saya ingin memberikannya kepada Anda juga” kata tahanan itu beberapa hari kemudian.

“Tapi jembatan sangat ramai, bagaimana saya dapat membawa sesuatu tanpa ketahuan” Jwab penjaga.

“Bawalah beberapa pakaian, pura-puralah mencuci. Kemudian ambilah bungkusan tersebut dan sembunyikan di keranjang cucian Anda” Penjaga penjara melakukan apa yang diusulkan tahanan dan menemukan 300 ons perak dalam bungkusan itu.

Beberapa hari kemudian, tahanan memunta pertolongan pada penjaga penjara, “Saya ingin meminta pertolongan Anda. Saya ingin pulang ke rumah saya besok malam. Saya akan kembali sebelum Shubuh.”

Melihat keraguan penjaga itu, dia berkata lagi “Jangan kuatir, teman. Kenapa saya harus kabur? Polisi sudah menangkap orang yang salah dan hakim tidak dapat menuntut saya. Tidak ada bukti. Saya yakin akan dilepaskan dengan segera. Saya akan kembali dalam waktu 4 jam” Janji tahanan itu pada penjaga. Kemudian penjaga itu mengizinkan tahanan tersebut untuk pulang. Setelah beberapa jam,“Saya kembali”

“Bagus, kamu menepati janjimu” “Saya tidak mau kamu terlibat masalah karena saya. Saya meninggalkan sesuatu ditumahmu sebagai tanda penghargaan. Saya berharap saya dapat segera dibebaskan” Penjaga kurang mengerti ucapan orang itu, dan dia bergegas pulang ke rumahnya.

“Kamu kembali di saat yang tepat,” kata istrinya dengan gembira. “Saya ingin memberitahumu bahwa waktu shubuh tadi saya mendengar suara dari atap. Seseorang menjatuhkan bungkusan ke dalam rumah. Ketika saya buka, isinya emas dan perak. Surga sedang menurunkan rakhmatnya di atas kita!” Dia kembali ke penjara untuk mengucapkan terima kasih. Pada hari itu juga beberapa keluarga melaporkan pencurian pada malam sebelumnya. Di dinding tiap rumah ada tulisan “Saya Datang”.

Ketika hakim mendengar hal ini, dia memerintahkan agar orang itu segera dibebaskan.

(Sumber : Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik, Refleksi bagi Para Pemimpin karya Michael C Tang)