Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Sabtu, 11 Februari 2012

Motivasi dan Mindset Orang Kaya

Berikut sebuah kisah inspiratif dan motivatif tentang mindsed orang kaya, yang intinya "Jika ingin merubah yang diluar (baca:ingin kaya), mesti merubah yang didalam (baca: berpola pikir orang kaya)" . Mungkin kekayaan materi bukan segalanya, tapi kekuarangan materi juga tidak enak rasanya :D . Selamat membaca dan semoga bermanfaat. - Merasa Kaya

Orang yang melihat dan mengenal Evelyn Adams mungkin akan beranggapan bahwa ia merupakan orang yang paling beruntung di dunia. Semestinya memang demikian, karena Evelyn Adams pernah memenangkan lotere New Jersey sebanyak dua kali pada tahun 1985 dan 1986 sejumlah USD $5,4 juta.

Seluruh uang hasil dari kemenangannya habis sama sekali – sebagian besar habis di mesin jackpot Atlantic City. Ia pun kemudian harus hidup di sebuah trailer park. William “Bud” Post melakukan hal yang lebih lagi, bayangkan ia memenangkan lotere Pennsylvania sejumlah USD $16,2 juta atau setara dengan Rp162 miliar. Kemudian, ia investasikan di bisnis mobil dan restoran, setahun kemudian ia berhutang USD $1 juta dan dinyatakan bangkrut. Saat ini ia hidup dengan jaminan sosial pemerintah.

Sebaliknya, seorang pengusaha properti mengalami kemerosotan yang sedemikian parah sehingga ia harus menanggung hutang perusahaan sebesar USD $3,5 juta dan sebesar USD $900 juta untuk hutang pribadi di tahun 1990. Kemudian, kita akan mengenal orang ini sebagai salah satu pembicara, seminar, workshop. Saat itu, Anda dan saya jauh lebih kaya dari orang tersebut karena Anda dan saya tidaklah memiliki hutang sebesar itu.

Lima belas tahun kemudian, tepat di tahun 2005, majalah Forbes memasukkan nama orang ini ke dalam daftar 400 orang terkaya di Amerika. Ia bisa mengubah hutang sebesar USD $900 juta menjadi keuntungan bersih sebesar USD $2,7 miliar dalam waktu 15 tahun dan Anda mengenal namanya dengan sebutan Donald Trump. “Apa sebetulnya perbedaan dari Evelyn Adams, William “Bud” Post dan Donald Trump?”. “Yes, mentalitas atau pola pikir”.

“Kalau Anda ingin mengubah buahnya pertama Anda harus mengubah akarnya, kalau Anda ingin mengubah yang kelihatan pertama Anda harus mengubah yang tidak kelihatan dan kalau Anda ingin mengubah hasilnya Anda harus mengubah pola pikir atau Mindset Anda”
.

Evelyn Adams dan William “Bud” Post tidak mengubah pola pikir mereka sehingga pola pikir yang lama akan menyeret mereka kepada tindakan-tindakan yang lama, padahal keadaan saat ini berbeda. Karena masih menggunakan tindakan-tindakan yang lama maka hasil yang lama tetap mereka dapatkan dan membuat keaadaan yang baru cepat berubah dan kembali kepada keadaan yang lama.
Sebaliknya, Donald Trump memiliki pola pikir orang sukses karena ia pernah sukses sebelumnya. Dan ini terpancar kepada tindakan-tindakannya dan hasil yang mereka dapatkan akan segera berubah.
Sebagai Trainer Indonesia dan Motivator Indonesia, saya sering di tanya cara untuk berubah. Jawaban saya pertama kali harus merubah mindset.
Sumber:http://isidunia.blogspot.com

Jumat, 10 Februari 2012

JALAN DENGAN KEONG

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak,Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf , Serasa berkata : " aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka .
Ia mengucurkan keringat , nafas tersengal-sengal , merangkak ke depan .


Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan .
Ya Tuhan ! Mengapa ? Langit sunyi-senyap Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang .

Pelankan langkah , tenangkan hati ....
Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga .
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut .
Ada lagi ! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing .
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang . Oh?
Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat , Mungkin aku telah salah menduga !

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya .
"He's here and with me for a reason"

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat .

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan .

Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk bersyukur padanya karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, ingatlah dengan tersenyum untuk berterima kasih karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih .

Saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah dengan tersenyum karena ia membuatmu semakin teguh / kuat .

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincanglah dengannya karena jika bukan karena dia , hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, berkatilah dia karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan .

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.

DEWI KUNANG KUNANG

Peristiwa ini terjadi sudah sangat lama sekali, di pinggiran sebidang hutan yang luas bermukim satu keluarga petani, seorang petani dan istrinya. Mereka adalah orang-orang yang baik hati juga rajin. Maka itu, dalam sekian tahun ini mereka tidak pernah kekurangan sandang pangan, selalu dalam kehidupan tanpa rasa khawatir sedikit pun, tetapi dalam hidup mereka selalu merasakan seperti kekurangan sesuatu, membuat mereka merasa hati kurang mantap.

Ternyata, mereka sampai saat itu masih belum mempunyai satu orang anak pun. Cita-cita mereka yang paling besar saat itu adalah mempunyai seorang anak, supaya bisa mencurahkan seluruh hatinya untuk mencintai si kecil ini.


Pada malam hari itu juga, sewaktu dua orang tua itu sedang siap tidur. Mereka berdua sama seperti biasanya berkata pada diri sendiri: “Hai, bila kami bisa mempunyai seorang anak yang bisa bernyanyi, berlompat-lompat alangkah baiknya! Kami begitu ingin mempunyai seorang anak.” Ketika mereka dengan suara rendah meracau, tiba-tiba di dekat rumah mereka muncul sebuah sorotan cahaya yang aneh, sinar cahaya ini menerangi seluruh hutan. Pemandangan ini membuat mereka tercengang, seumur hidup mereka tinggal di sini tidak pernah melihat fenomena tersebut. “Wah, apa yang terjadi?”

Lalu mereka memutuskan untuk keluar rumah melihat apa sesungguhnya yang terjadi. Ketika menelusuri cahaya tersebut, dengan cepat ketahuan di tengah cahaya cemerlang berdiri seorang gadis kecil yang cantik. Si gadis ini sungguh cantik sekali, ia mengenakan setelan rok dan blus berwarna putih dan bersih, wajahnya bagaikan rembulan terang yang jernih dan bersinar. Di bawah selubung sinar bintang dan bulan, seluruh tubuh memancarkan cahaya putih perak. Sepasang suami-istri lansia ini tidak pernah menemui gadis secantik ini, sungguh tidak berani mempercayai mata diri sendiri!.

Tiba-tiba melihat si gadis itu berjalan perlahan-lahan hingga di depan mereka, dengan suara lembut berkata: “Saya adalah putri dari dewi surga. Saya di surga bisa melihat kehidupan kalian sehari-hari, saya tahu kalian sedang berbuat apa dan memikirkan apa saja. Saya tahu kalian adalah orang yang baik hati, jujur dan rajin, hanya keinginan mempunyai anak sudah sedemikian lama belum bisa terwujud. Saya terharu oleh ketulusan hati kalian, dengan diam-diam saya meninggalkan surga ingin menjadi putri kalian untuk satu jangka waktu.” Petani tua dan istri setelah mendengarnya, masih belum percaya. “Ini apakah benar? Cita-cita kami ingin mempunyai seorang anak apakah benar telah tercapai? Lagi pula adalah seorang gadis dari surga yang begitu cantik dan menakjubkan. Apakah bukan mata sudah kabur?”

Saat itu si dewi kecil lebih mendekat lagi, “Ini benar, mata Anda tidak kabur, sekarang mari kita bersama-sama pulang.” Si petani dan istri setelah mendengar perkataan dewi kecil luar biasa senangnya. Mereka dengan riang gembira membawa dewi kecil pulang. Sejak itu, istri petani setiap hari menyiapkan makanan yang lezat untuk dewi kecil, juga sering menjahit pakaian bercorak yang cantik untuknya. Mereka bersama-sama bermain dan bernyanyi. Setiap malam, istri petani duduk di samping ranjang dewi kecil membacakan buku dan menceritakan banyak dongengan yang menarik, sampai dewi kecil tertidur.

Siang hari mereka menanam bunga di taman bunga, saat musim semi tiba, taman bunga penuh dengan bunga segar yang indah cemerlang. Sejak itu, dewi kecil, petani dan istrinya hidup bahagia bersama melewatkan hari-hari dengan penuh gembira dan bahagia. Karena dewi kecil cerdas dan manis, hatinya sangat baik dan jujur, oleh sebab itu orang-orang yang tinggal di sekitarnya sangat menyukainya, terutama anak-anak semuanya senang berteman dengannya. Anak-anak mengajarkan dia nyanyian dan dendang, dan dia menyanyikan lagu-lagu yang merdu dari atas langit sana, juga menceritakan kepada mereka keajaiban dan keindahan langit. Karena ketulusan dan kebaikan hatinya, terhadap siapa pun dia selalu sangat baik, juga suka menolong siapa saja yang ditemuinya.

Hal itu berlangsung selama beberapa tahun. Hingga pada suatu hari, petani dan istrinya tiba-tiba menemukan setiap malam hari tiba, dewi kecil menjadi sangat diam. Dia selalu seorang diri duduk di undakan depan rumah menengadah langit malam. Petani dan istrinya sangat mengkhawatirkannya. Akhirnya pada suatu hari, dia berkata pada petani dan istrinya, “Beberapa tahun ini saya hidup bersama kalian merasa sangat gembira, tapi itu di luar sepengetahuan ibuku. Saya dari surga diam-diam turun kemari, hal ini di atas langit adalah tidak diperbolehkan. Sekarang ibu telah menemukan saya, saya sudah tidak bisa bersama kalian lagi, besok ibu akan menjemput saya pulang ke rumah di atas langit.”

Petani dan istrinya sepertinya sudah menduga semuanya ini: Si dewi kecil adalah dewi, mana mungkin selamanya hidup bersama mereka? Tetapi begitu mendengar dewi kecil akan meninggalkan mereka, sungguh tidak tega melepaskannya, merasa datangnya terlalu dini, terlalu cepat! Mereka bertiga sama-sama merasa sangat sedih.

Dua hari kemudian bulan muncul di langit yang gelap, cahaya sinar berwarna putih perak bagaikan jembatan langit dari surga lurus menembus ke bawah, langsung menuju rumah kecil yang ditinggali dewi kecil. Si dewi kecil kaget terbangun oleh cahaya terang tersebut, dia memandang ke luar jendela mengikuti arah cahaya, di tengah cahaya terlihat ada seorang dewi perlahan-lahan turun ke bawah. Dewi kecil mengerti inilah saatnya ibu membawa dia pulang ke surga. Dia lalu memegang tangan ibunya bersama-sama terbang menuju ke “rumah” mereka yang sesungguhnya.

Karena dewi kecil sangat mencintai petani dan istrinya, dia dengan berat hati menjatuhkan selayang pandang yang terakhir ke bumi. Butiran air mata gemerlapan di wajahnya, dia sangat mengharapkan mereka bisa mengetahui, bahwa dia sangat mencintai mereka! Sebagian jiwanya telah menyatu selamanya dengan mereka! Saat itu terjadilah keajaiban, air mata dewi kecil seperti tumbuh sayap, berterbangan turun ke bawah. Mereka memantulkan cahaya, tiba-tiba semua berubah menjadi kunang-kunang yang indah. Dewi kecil mengetahui, mulai saat itu, setiap kali petani dan istrinya melihat kunang-kunang berterbangan di sekitar rumah mereka, bisa mengingatkan mereka betapa bahagianya masa-masa hidup bersama dengan dirinya.

Dia berharap kunang-kunang yang indah ini bisa membawakan keajaiban bagi kehidupan semua orang. Inilah sebabnya mengapa orang sekarang setiap melihat kunang-kunang, dalam hatinya bisa diliputi rasa cinta dan rasa menakjubkan.

Rabu, 08 Februari 2012

Kebiasaan yang Di.u.l.a.n.g

Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.

Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.


Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.

Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?"

Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."

Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!

Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."

Para pembaca yang budiman,

Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power!

Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.

Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita.

Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus menerus, akan melahirkan keahlian!

Selasa, 07 Februari 2012

SAAT MANUSIA MENJADI PALING SADAR

Orang dewasa itu semuanya selalu kacau pikiran untuk sesaat, lalu menjadi sadar kembali, tidak ada siapa pun yang bisa sadar terus seumur hidup, juga tidak ada siapa pun yang kacau pikirannya seumur hidup.

Orang yang pandai itu tidak lain hanyalah waktu sadarnya lebih banyak.

waktu untuk kacau pikirannya lebih sedikit, walaupun memuji orang ini sangat pandai sekali, juga tidak bisa terhindar dari saat-saat “biasanya pandai tetapi kali ini pandir”, apalagi orang biasa pada umumnya.


Kalau begitu, kapankah saat manusia sadar dan kapankah saat kacau pikiran, semua orang berbeda karena masalah yang mereka hadapi juga berbeda. Misalkan seorang yang tamak akan harta, jika orang tersebut melihat keuntungan di depan mata tidak peduli benar atau tidak, pikirannya akan jadi kacau, berbuat nekat, mengulurkan tangan untuk mengambil, tidak memikirkan segala akibat perbuatannya.

Orang yang mata keranjang, begitu bertemu dengan perempuan cantik, segera tidak bisa mengendalikan diri, nafsu birahi di hati segera timbul, biarpun jelas-jelas mengetahui perempuan itu sedang membuat perangkap baginya, juga tidak mau sadar masih tetap memaksakan diri terjun ke dalam perangkap itu.

Manusia di saat sial dia menjadi paling sadar

Pada saat biasa Anda baik saya baik, kita semua orang baik, menyantap makanan dan menikmati minuman bersama, tidak membedakan antara kita dan orang lain, akrab bagaikan saudara sendiri. Namun begitu keadaan kita sampai pada taraf seperti Qin Qiong menjual kuda dan Guan Yu melewati Mai Chen (karena tidak ada jalan yang lain), pasti ada orang yang tidak peduli, mengejek kita bahkan ada pula yang menggunakan kesempatan dalam kesusahan kita.

Dengan keadaan yang demikian itu membuat kita sadar siapakah teman sejati dan siapakah orang kerdil yang tidak tahu malu, siapakah yang memberikan nasihat yang menyakitkan telinga dan siapakah yang masih berkata licik dan menipu. Setelah kita sadar akan hal tersebut, maka kita akan tahu harus bergaul dengan teman yang bagaimana, harus bagaimana menggunakan harta.

Manusia ketika melewati penyakit kritis menjadi paling sadar

Setelah mengalami penyakit kritis, manusia akan menyadari bahwa kesehatan tubuh yang paling utama, yang lain hanya sebagai pelengkap saja. Maka dari itu, biasanya masalah kita pandang berat dan serius, setelah lewat dari sakit yang kritis semua permasalahan akan kita pandang dengan hambar. Seseorang jika benar-benar terikat dengan nama, terlilit dengan keuntungan, sesat tak mau menyadarkan diri, tidak mau mendengarkan nasihat apapun, maka tidak ada salahnya jika orang tersebut dikirim ke UGD untuk rawat inap beberapa hari, setelah tubuhnya ditancapi oleh banyak selang, maka orang tersebut akan menjadi sadar. Setelah keluar dari rumah sakit mungkin akan berubah seperti orang yang lain.

Ketika Li Yu (seorang kerabat kerajaan) akan dipaksa meminum arak beracun, dia segera menjadi sadar, “Tidak beruntung lahir sebagai kerabat kerajaan.” Ketika Lu Fang Weng mendekati ajal, dia menjadi sadar, “Meninggal itu ternyata segala hal adalah kosong.” Ketika Fan Zheng Da sekarat, dia menjadi sadar, “Walaupun memiliki pintu besi yang bisa tahan ribuan tahun, tapi masih membutuhkan segunduk tanah.” Nian Gen Yao saat diturunkan pangkat 19 tingkat dalam sehari, menjadi sadar, “Kelayakan paling berharga dalam kehidupan manusia.”

He Kun menjadi sadar ketika kain putih melilit di lehernya, “Ratusan tahun itu ternyata adalah mimpi, sia-sia mencurahkan pikiran selama 30 tahun, sedih menghadapi permasalahan yang sudah berlalu, memiliki bakat menangguhkan kehidupan diri sendiri.” Wang Guo Wei yang berdiri di depan Danau Kun Ming juga menyadari, “Melewati perubahan ini, tiada keadilan yang bisa terhina lagi.”

Manusia ketika turun dari tahta menjadi paling sadar

Manusia ketika turun tahta, anak buahnya segera bubar bagaikan kera yang bubar ketika pohonnya runtuh, dulu didepan rumah ramai sekali orang yang datang bagaikan pasar, sekarang berubah menjadi sepi. Dulu anak buah yang ada di sekeliling, sekarang jika bertemu lagi bagaikan orang yang tidak saling mengenal, dulu wajah bagai bunga persik sekarang bersikap dingin.

Sekarang baru menyadari bahwa dulu mereka sangat hormat kepada saya, ternyata hormat mereka semua ditujukan kepada kepangkatan saya. Mereka yang berusaha menyanjung dan menjilat, ternyata yang mereka lihat itu adalah kekuasaan yang berada di tangan saya.

Jadi pejabat itu hanya sementara, menjadi manusia barulah seumur hidup, jika dipikir kembali dulu ketika masih sedang menjabat sering menunjuk dan memerintah, serta membual sungguh menggelikan sekali.

Manusia setelah pensiun menjadi paling sadar

Mengenang dulu ketika masih menjabat, diantara rekan sejawat demi keuntungan, kedudukan, demi mendapatkan dan kehilangan, demi komentar jabatan dan kenaikan pangkat, saling bersaing dan berebut hingga wajah memerah dan leher menjadi kasar, bahkan tidak segan-segan melancarkan tipu muslihat saling mengintrik, kalau dipikir kembali sungguh tidak bermakna. Setelah pensiun baru menyadari bahwa benda-benda yang kita perebutkan dulu semuanya adalah benda di luar tubuh kita yang lahir tidak dibawa, mati pun tidak bisa dibawa pergi, tidak peduli pangkat dan jabatan yang dulu tinggi atau rendah, setelah pensiun kita berkumpul kembali, semua adalah sama sebagai seorang purnawirawan. Kalau tahu begini, mengapa dulu kita lakukan?

Manusia ketika usia tua menjadi paling sadar

Manusia saat berusia lanjut, baru bisa mendadak menyadari: Ternyata kehidupan itu ada ujungnya. Kesadaran yang demikian ini akan membuat mereka bergerak, melakukan hal-hal yang sejak dulu sudah ingin mereka lakukan tetapi selalu tidak mereka lakukan.

Manusia saat berusia lanjut, baru benar-benar mengenali diri sendiri: juga baru benar-benar milik dia sendiri, serta menggunakan cara kemurahan hati, kejujuran dan kenyamanan untuk menerima dirinya sendiri.

Manusia hingga berusia lanjut, baru sadar: berjuang kian kemari berusaha sekuat tenaga yang ingin diubah bukan yang lain, tepat adalah diri mereka sendiri. Yang ditukar dari waktu selama beberapa puluh tahun tidak lain adalah ketenangan hati bagaikan air.

Manusia hingga berusia lanjut, baru mulai menyadari, masa tua ada pemandangan masa tua sendiri. Masa remaja atau muda itu walaupun indah, tetapi dia akan menjadi luntur seiring dengan waktu yang berlalu, namun suasana hati remaja atau muda barulah merupakan seberkas pemandangan yang tidak berubah.

Manusia hingga berusia lanjut, baru bisa memandang pernikahan dan keluarga dengan hati yang tenang. Mereka tahu, dunia ini tidak akan ada perempuan yang sama sekali sesuai dengan keinginan pria, juga tidak ada pria yang sama sekali sesuai dengan keinginan perempuan.

Manusia saat berusia lanjut, sudah mengerti bagaimana menghibur diri sendiri: Serta telah belajar menyulut setitik cahaya harapan bagi diri sendiri, dalam kegelapan yang sepertinya tak kunjung habis.

Manusia saat berusia lanjut, melihat orang dan menghadapi masalah sudah tidak sesederhana seperti dulu. Maka dari itu, tidak perlu harus menurutkan ide seseorang untuk melakukan sesuatu.

Manusia saat berusia lanjut, mulai mengerti, permasalahan di dunia ini bukan hanya hitam dan putih, acapkali masih ada warna lain di tengah-tengah warna hitam dan putih.

Manusia saat berusia lanjut, mulai mengerti: seumur hidup di dunia ini, tidak peduli Anda sukses atau gagal, senang atau menderita, jaya atau runtuh serta kemuliaan atau keaiban, semuanya seperti air yang mengalir, datang dari mana masih harus kembali ke sana. Karenanya, ketenangan akan mencapai selamanya.

Manusia saat berusia lanjut, mulai mengerti, penuaan bukanlah berawal dari tengah baya, melainkan awal kebosanan kita terhadap kehidupan.

Manusia saat berusia lanjut, mulai mengerti : Kesendirian, kesepian, penderitaan, kegagalan, semua ini merupakan bumbu penyedap yang tidak bisa tidak ada dalam kehidupan, karena itu, hadapilah mereka dengan kebaikan, sama saja seperti kita menghadapi kehidupan sebenarnya dengan kebaikan.

Manusia saat berusia lanjut, tidak ada lagi kegilaan dan keromantisan seperti di masa muda, manusia saat berusia lanjut, tidak lagi memiliki wajah senyum masa anak-anak dan wajah senyum seperti di masa remaja, malahan sering kali terbangun dari mimpi di tengah malam. Yang lebih banyak lagi adalah kesadaran dan pengertian terhadap kehidupan ini.

Manusia saat berusia lanjut, baru bisa menghadapi kebiasaan diri sendiri dengan tenang. Mereka menyadari bukan setiap orang bisa mencapai keberhasilan, dan bukan setiap orang bisa melakukan hal-hal yang besar. Tetapi menjadi manusia juga merupakan usaha seumur hidup kita, asalkan diri kita pernah memperjuangkan, pernah mencari dan mengejar, walau gagal lalu kenapa?

Manusia saat berusia lanjut, kelapangan dada akan mulai berubah seperti lautan yang luas, bisa menampung kemelut yang datang dari empat penjuru, bisa menampung budi dan dendam yang ada selama ini.

Kadang kala, manusia tidak perlu harus terjatuh sendiri baru mau dicatat sebagai pelajaran. Boleh menimba lebih dulu dari pengalaman orang lain, untuk memahami bagaimana menjadi manusia. Manusia hingga kapan baru bisa mengerti, manusia yang memiliki kecerdasan bisa mengerti lebih awal sedikit falsafah kehidupan, lebih jarang melewati jalan yang berliku, dan juga lebih jarang terjungkal jatuh. (Chen Chen )

Senin, 06 Februari 2012

Video Motivasi | Nikmat yang Diberikan Tuhanmu



Hai kawan-kawanku semuanya, bagaimanakah kabar kalian semuanya ?
Baik bukan, saya berharap kita semua selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan YME.

Sudah lihatkah video diatas, bagaimana tanggapan kalian ?
Terkadang kita lupa akan nikmat yang diberikan oleh Tuhan kita. Terkadang juga kita lupa bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Tuhan kita. Tapi apakah kalian sadar walaupun kita lupa Tuhan kita masih terus memberikan nikmat kepada kita yang berlimpah.

Sadarlah kawan, nikmat yang Tuhan berikan bukan hanya semata nikmat saja tapi juga merupakan cobaan keimanan kita. Jika kita diberikan kenikmatan apakah kita masih bisa bersyuur dan ingat bersyukur kepada Tuhan kita.

Tuhan kita memang sangat baik hati tapi coba fikirkan jika kita hanya menikmati saja tanpa tahu terima kasih kepada Tuhan kita, apakah Tuhan kita akan masih terus memberikan nikmatnya kepada kita ?
Apakah kita akan masih selalu bermalas-malasan ?

Mari kawanku semua jangan lupakan siapakah yang memberikan nikmat hidup ini, siapakah yang memberikan napas dan detak jantung ini kepada kita. Apakah kita kalah dengan tumbuhan yang bisa dzikir kepada-Nya ?
Jawabannya hanya ada di dalam hati kalian teman.

Minggu, 05 Februari 2012

SEMUA HANYA AKAN JADI PENYESALAN

Setelah melalui keributan yang sangat hebat sepasang suami isteri, datang menghadap kepada Sang Guru untuk meminta pencerahan. Sang Suami berkata, “Guru, kami sudah lama menikah, anakpun sudah besar-besar, tetapi rumah tangga kami selalu dirundung masalah, keributan dan ketidakcocokan selalu terjadi setiap hari.

Saya sebagai suami ingin bercerai dengan isteri saya dan hendak mencari pasangan hidup yang baru, mohon pencerahan dari Guru.”


Sang Isteri tidak mau kalah berkata, “ Guru yang bijaksana, bagaimana saya tidak sabar, setiap hari perlakuan suami saya kasar, tidak peduli dengan anak-anak, saya dengan tulus mengurus semua keperluan rumah tangga, menyiapkan semuanya untuk suami dan anak-anak tercinta dengan penuh kesabaran, melayani suami tanpa pamrih, dan saya selalu setia menemani suami saya walau dengan air mata dan hati yang terluka setiap hari, kerena pada dasarnya ia tidak setia, maka pernah senang berada di rumah. Saya ingin bercerai, bagaimana pendapat Guru?”

Sang Guru berkata, ”Apapun keputusan yang kalian ambil, Semua Hanya Akan Menjadi Penyesalan, Silakan pulang dengan Bahagia”. Tetapi mereka tidak merasa puas dan berkata, ”Mengapa demikian?”

Sang Guru pun berkata, ”Bila saya menyetujui kalian bercerai, maka kamu sebagai isteri akan menderita, setiap saat bermandikan air mata Penyesalan karena selama ini kalian telah hidup bersama dalam suka mau pun duka demi untuk membesarkan anak kalian dengan susah payah, hanya karena hal-hal Negatif yang selalu terlihat sehingga melupakan hal yang Positif dari suamimu kemudian bercerai dan harus menghadapi segala persoalan sendiri, mengerjakan semua sendiri, kamu hanya akan selalu menyalahkan diri sendiri.

Kamu selalu akan berpikir tentang semua kekuranganmu dan akan Menyesali perceraian ini, mengapa dahulu tidak mau berubah, mengapa tidak lebih sabar menghadapi suami dan memaafkan semua kesalahannya, mengapa tidak mencoba memperbaiki hubungan ini dan memberikan perhatian yang lebih kepadanya.”

”Kamu sebagai suami, mungkin akan memperoleh kebahagiaan yang baru dengan pilihanmu sendiri, selama belum terjadi masalah baru, maka semua akan terlihat baik-baik saja, benarkah?

Semua kondisi kehidupan memiliki dua sisi positif dan negatif, begitu muncul persoalan-persoalan dalam hidupmu yang baru, apakah kau tetap akan merasa bahagia?

Apakah tidak akan muncul Penyesalan ? Mengapa telah mengecewakan orang yang kau telah nikahi dan menemanimu selama ini dan meninggalkan anak demi kepuasan sesaat, masalah yang sama akan kembali hadir dan masalahmu akan menjadi bertambah, kekecewaan dan penyesalahan akan muncul di hari tuamu, melihat sikap benci yang terpancar dari anak-anakmu terhadap kamu, Jadi Penyesalan pasti akan ada.

”Bila aku mencegah kalian untuk tidak Bercerai, maka Penyesalan pun akan ada, karena kalian akan pulang sekarang dan kemudian hari akan terulang semua hal yang sama. Kalian akan menyalahkan saya karena tidak mencegah kalian untuk bercerai, kalian tetap tidak akan puas, karena dalam pikiran kalian hanya ada KATA CERAI, tidak ada kata BERUBAH bahkan kata CINTA pun telah lenyap dari pikiran kalian dan yang pasti kalian tetap hidup dalam KETIDAKPUASAN dan tidak ada jalan keluarnya” jadi ”PULANGLAH DENGAN BAHAGIA!”

Tapi coba kalian renungkanlah pesan ini : ”Kebanyakan orang merasa TIDAK PUAS dengan apa yang telah DIPILIHNYA”. ”Ketika kalian telah memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidup kalian, tentu akan melewati proses yang tidak mudah, bila semua berjalan baik-baik saja, hidup kalian akan bahagia, tetapi begitu muncul segala macam masalah, maka pikiran yang muncul adalah SEANDAINYA…., SEHARUSNYA…., BILA PADA AWALNYA… semua akan membawa ingatan kalian pada pilihan yang dulu telah tersedia.

Dan kalian akan menyalahkan keadaan, menyalahkan kondisi, menyalahkan diri sendiri. Mengapa ketika memilihnya tidak memilih yang satunya ?”. ”Sama seperti memilih membeli barang dari tersedianya pilihan, ketika kita mengambil keputusan untuk membelinya dan kemudian terjadi KETIDAKPUASAN, maka kita akan segera berpikir, seandainya dulu saya memilih yang satunya.”

Padahal bila kita memilih pilihan yang lain itu sendiri, belum tentu juga bahagia, pasti akan kembali terulang hal yang sama, karena pada dasarnya sifat KETIDAKPUASAN itu selalu ada dalam pikiran kita.”

”Yang salah bukan pilihannya, yang salah adalah PIKIRAN dan SIFAT orang yang memilihnya, yang tidak pernah memiliki rasa PUAS dan BERSYUKUR dengan apa yang telah didapatkannya.

Dari pada memilih lagi, lebih baik menjaga apa yang telah ada, merawat yang telah terjalin dan memperbaiki sesuatu yang perlu diperbaiki.”. ”Jadi Pulanglah dengan BAHAGIA, BERCERAILAH dengan BAHAGIA, atau Kembalilah bersama-sama membina RUMAH TANGGA YANG BAHAGIA. Saranku CARILAH KEBAHAGIAAN, bukan PENDERITAAN.”

Semua kembali pada penilaian masing-masing, kebijaksanaan masing-masing, seorang Guru yang hebat sekalipun tidak dapat menentukan kebahagiaan anda, karena anda sendiri yang dapat membuat diri anda BAHAGIA. Semoga semua makhluk berbahagia selalu.