Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Senin, 26 Desember 2011

Masalah Manusia





Masalah adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan, dan untuk itulah masalah harus segera diatasi agar tidak menimbulkan keadaan yang lebih buruk. Dalam mengatasi masalah, yang sangat menentukan dalam menyelesaikan masalah adalah bagaimana cara kita bereaksi ketika masalah datang, dan yang terpenting adalah pandangan kita mengenai masalah.
Dalam menghadapi masalah banyak orang yang melihat masalah sebagai ancaman, entah ancaman terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya, sehingga karena masalah dilihat sebagai ancaman kita sering langsung bingung dalam berpikir dan sangat pasti akan mengakibatkan stress dan kecemasan yang berlebihan, akibat ketakutan seperti ini banyak orang sulit mengatasi masalah yang datang.

Jika anda ingin mangatasi masalah berpikirlah bahwa setiap masalah pasti dapat diatasi. Ketika masalah datang berpikirlah bahwa Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada, dan jangan berpikir bahwa masalah adalah ancaman terhadap diri kita, tetapi lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk pengembangan diri.  Dan yang terpenting yakinlah setiap masalah pasti ada solusi, dan berpikirlah bahwa masalah adalah salah satu kesempatan untuk melihat diri dan memperbaiki diri yang belum sempurna.





Masalah-masalah kita adalah buatan manusia,
maka dari itu, dapat diatasi oleh manusia. 
Tidak ada masalah dalam takdir manusia 
yang tidak terjangkau oleh manusia.

~ John F. Kennedy

Minggu, 25 Desember 2011

LOYALITAS

Seorang pemuda karyawan sebuah kantor sering mengeluhkan tentang karirnya.Ia merasakan bahwa setiap kali bekerja,tidak mendapatkan kepuasan. Karirnya sulit naik, Gaji yang didapat pun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena itu ia pun sering berpindah-pindah tempat kerja. Ia berharap, dengan cara itu ia bisa memperoleh pekerjaan yang memberikannnya kepuasan, dari segi karir, maupun gaji. Setelah sekian lama ia berganti pekerjaan, bukannya kepuasan yang ia dapat, namun justru sering muncul penyesalan. Setiap kali pindah pekerjaan, ia merasa menjumpai banyak kendala. Dan, begitu seterusnya. Suatu ketika, pemuda itu berjumpa dengan kawan lamanya. Kawan lama itu sudah menduduki posisi direktur muda di sebuah perusahaan. Pemuda itu pun lantas bertanya, bagaimana caranya si kawan bisa memperoleh kedudukan yang tinggi dengan waktu yang relative cepat. "Kamu dekat dengan bosmu ya?" Tanya si pemuda penasaran. Kawan lamanya itu hanya tersenyum. Ia tahu, si pemuda curiga padanya bahwa posisi saat ini dikarenakan faktor koneksi. "Memang, aku dekat dengan bos aku." Jawab kawan itu, "Tapi aku juga dekat dengan semua orang di kantorku. Bahkan, sebenarnya aku berhubungan dekat dengan semua orang, baik dari yang paling bawah sampai paling atas. Kamu curiga ya? Aku bernepotisme karena bisa menduduki posisi tinggi dalam waktu cepat?" Dengan malu, pemuda itu segera meminta maaf, "Bukan itu maksud aku. Aku sebenarnya kagum dengan kamu. Masih seusia aku, tapi punya prestasi yang luar biasa sehingga bisa jadi direktur muda." Setelah menceritakan keadaannya sendiri, si pemuda kembali bertanya, “Kawan, apa sih sebenarnya rahasia sukses kamu?” Dengan tersenyum bijak si kawan menjawab, "Aku tak punya rahasia apapun. Yang kulakukan adalah mengaktualisasikan diriku atau fokus pada kekuatan yang aku punyai, dan berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang aku miliki. Itu saja yang kulakukan. Mudahkan?" "Maksudmu bagaimana?" "Aku pun sebenarnya pernah mengalami hal yang sama denganmu, merasa jenuh dengan pekerjaan yang ada dan juga tak bisa naik jabatan. Namun, suatu ketika, aku menemukan bahwa ternyata aku punya kemampuan lebih di bidang pemasaran. Maka, aku pun mencoba untuk fokus di bidang pemasaran. Aku menikmati bertemu dengan banyak orang. Selain itu, aku pun mencoba terus belajar untuk mengusir kejenuhan pada pekerjaan. Dan, inilah yang aku dapatkan.”

ANAK PEMALAS

Dikisahkan, sebuah keluarga mempunyai anak semata wayang. Ayah dan ibu sibuk bekerja dan cenderung memanjakan si anak dengan berbagai fasilitas. Hal tersebut membuat si anak tumbuh menjadi anak yang manja, malas, dan pandai berdalih untuk menghindari segala macam tanggung jawab. Setiap kali si ibu menyuruh membersihkan kamar atau sepatunya sendiri, ia dengan segera menjawab, "Aaaah Ibu. Kan ada si bibi yang bisa mengerjakan semua itu. Lagian, untuk apa dibersihkan, toh nanti kotor lagi." Demikian pula jika diminta untuk membantu membersihkan rumah atau tugas lain saat si pembantu pulang, anak itu selalu berdalih dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Ayah dan ibu sangat kecewa dan sedih melihat kelakuan anak tunggal mereka. Walaupun tahu bahwa seringnya memanjakan anaklah yang menjadi penyebab sang anak berbuat demikian. Mereka pun kemudian berpikir keras, bagaimana cara merubah sikap si anak? Mereka pun berniat memberi pelajaran kepada anak tersebut. Suatu hari, atas kesepakatan bersama, uang saku yang rutin diterima setiap hari, pagi itu tidak diberikan. Si anak pun segera protes dengan kata-kata kasar, "Mengapa Papa tidak memberiku uang saku? Mau aku mati kelaparan di sekolah ya?" Sambil tersenyum si ayah menjawab, "Untuk apa uang saku, toh nanti habis lagi?"Demikian pula saat sarapan pagi, dia duduk di meja makan tetapi tidak ada makanan yang tersedia. Anak itu pun kembali berteriak protes, "Ma, lapar nih. Mana makanannya? Aku buru-buru mau ke sekolah." "Untuk apa makan? Toh nanti lapar lagi?" jawab si ibu tenang. Sambil kebingungan, si anak berangkat ke sekolah tanpa bekal uang dan perut kosong. Seharian di sekolah, dia merasa tersiksa, tidak bisa berkonsentrasi karena lapar dan jengkel. Dia merasa kalau orangtuanya sekarang sudah tidak lagi menyayanginya. Pada malam hari, sambil menyiapkan makan malam, sang ibu berkata, "Anakku. Saat akan makan, kita harus menyiapkan makanan di dapur. Setelah itu, ada tanggung jawab untuk membersihkan perlengkapan kotor. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya dan akan terus begitu selama kita harus makan untuk kelangsungan hidup. Sekarang makan, besok juga makan lagi. Hari ini mandi, nanti kotor, dan harus juga mandi lagi. Hidup adalah rangkaian tanggung jawab, setiap hari harus mengulangi hal-hal baik. Jangan berdalih, tidak mau melakukan ini itu karena dorongan kemalasan kamu. Ibu harap kamu mengerti." Si anak menganggukkan kepala, "Ya Ayah-Ibu, saya mulai mengerti. Saya juga berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi."

Jumat, 23 Desember 2011

Tak Sesulit Yang Anda Bayangkan





Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar Dan seorang petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak baik.

Hari ini mata bajaknya pecah lagi. la lalu memikirkan bahwa semua kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan untuk melakukan sesuatu pada batu itu.
Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah batu. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal sekitar 6 inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan dengan palu biasa. Kemudian ia lalu menghancurkan batu itu sambil tersenyum gembira, la teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya selama bertahun-tahun oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah dan cepat.



Renungan

Kita sering ditakuti oleh bayangan seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka. atasi persoalan anda sekarang. Karena belum tentu sebesar yang anda takutkan, dan belum tentu sesulit yang anda bayangkan.

PERGAULAN YG MENENTUKAN NASIB KITA

Ada tertulis siapa bergaul dgn orang bijak menjadi bijak tetapi siapa berteman dgn orang bebal menjadi malang..

Karena tdk mampu berenang, seekor Kalajengking suatu hari meminta seekor kura-kura agar memberinya tumpangan di punggung utk menyeberangi sungai. “Apa kamu gila?” teriak Kura-kura itu. “Kamu akan menyengatku pada saat aku berenang dan aku akan tenggelam”.

Kalajengking itu tertawa sambil menjawab, “Kura-kura yg baik, jika aku menyengatmu, engkau akan tenggelam dan aku akan ikut bersamamu. Kalau begitu, apa gunanya? Aku tdk akan menyengatmu karena ini berarti kematianku sendiri!”

Utk beberapa saat, Kura-kura itu berpikir tentang logika dari jawaban tsb. Akhirnya dia berkata, “Kamu benar. Naiklah!” Kalajengking itu naik ke punggung kura-kura tadi. Namun baru setengah jalan, dia menyengat Kura-kura itu dgn sengit.

Sementara Kura-kura mulai tenggelam perlahan-lahan menuju dasar sungai dgn kalajengking diatas punggungnya, dia mengerang dgn pedih, “Kamu sdh berjanji, namun sekarang engkau menggigitku! Mengapa? Sekarang kita sama-sama celaka.”

Kalajengking yg tenggelam itu menjawab dgn sedih, “Aku tdk dpt menahan diri. Memang sdh tabiatku utk menyengat.”

Pelajari KARAKTER seseorang seblm menjadikannya sebagai KAWAN-SAHABAT.. Peran yg dia mainkan akan mempengaruhi kehidupan Anda..

Dr. Greg Ketchum.
Terkadang kita menyesal, betapa kita terbius mulut manis daripada karakter.. percaya pada suara hati anda.. KEJUJURAN dan KESETIAAN adalah harga mati..

Kata Motivasi






Orang - orang yang sukses telah belajar
membuat diri mereka melakukan hal yang
harus dikerjakan ketika hal itu memang
harus dikerjakan, entah mereka
menyukainya atau tidak.


(  Aldus Huxley )


Manfaat Besar Impian



"Saya berkata kepada Anda pada hari ini, sahabat-sahabat saya, bahwa di balik kesulitan dan frustrasi saat ini, saya masih memiliki impian. Itu adalah impian yang mengakar secara mendalam pada impian orang Amerika.

Saya memiliki impian bahwa suatu hari di bukit-bukit merah Georgia, para putra mantan budak dan para putra mantan pemilik budak akan dapat duduk bersama di meja persaudaraan".

I Have A Dream speech, Martin Luther King Jr, 28 Agustus 1963 Washington DC.

Martin Luther King Jr  adalah Seorang pemimpi sekaligus pemimpin besar Amerika Serikat, memiliki impian yang besar untuk menyatukan orang kulit hitam dan kulit putih, ia adalah seorang pemimpin yang menerima nobel perdamaian di usia 35 tahun. Namun saya yakin yang membuat Martin Luther King Jr mampu menerima nobel perdamaian itu adalah karena ia memulainya dengan impian besar untuk melakukan persamaan ras kulit hitam dan kulit putih, dan saya yakin pula impian besarnya yang membuat ia terus maju dan berjuang meskipun harus keluar masuk dari penjara ia tidak pernah berhenti berjuang untuk impian mulia itu.

Kehidupan kita saat ini telah dipenuhi dengan alat - alat teknologi yang banyak dan sangat canggih, dan saya yakin sebagian besar alat - alat yang membantu kehidupan kita saat ini adalah hasil dari impian dan khayalan. seperti pesawat terbang ada karena impian dua bersaudara Wright, selain itu bola lampu ada karena impian Thomas A. Edison yang saat itu memiliki impian untuk membuat malam menjadi seperti siang. Orang besar akan selalu memiliki impian besar, dan itulah yang membuat mereka mampu menciptakan hal yang besar, meskipun banyak orang yang menyatakan itu mustahil, mereka terus maju tanpa pernah berhenti.

Jika anda sampai saat ini tidak memiliki impian untuk diperjuangkan, maka periksalah diri anda, cari tau apa yang menurut anda menjadi pangilan, keinginan, dan bakat anda, sebab jika sampai akhir hidup anda tidak memiliki impian untuk diperjuangkan, maka hidup anda akan menjadi kehidupan yang sia - sia dan tidak berguna. Untuk meraih impian seseorang harus memiliki keyakinan dan hasrat besar pada impian itu, dan juga yang paling penting adalah tindakan nyata, namun secara alami seseorang yang memiliki impian besar dan keyakinan besar pada impian itu akan membentuk sebuah tindakan besar untuk impian itu. Jadi jika menurut saya, orang yang memiliki impian besar akan membentuk sebuah tindakan besar, jika hanya memiliki impian kecil, maka tindakannya juga pastinya kecil.

Untuk itu bentuklah impian yang besar, sebab impian adalah awal segala keberhasilan. Tanpa adanya impian kita akan menjadi orang yang berjalan tanpa mengetahui tujuan. Selain itu impian akan memiliki manfaat yang sangat dasyat dalam pengaruh kesuksesan anda, impianlah yang menjadi bahan bakar utama yang akan terus membakan semangat anda tanpa pernah padam, ia akan membuat anda menjadi orang yang tidak terhentikan, meskipun dengan rintangan sesulit apapun jika impian itu telah tertanam di dalam diri anda, impian itu akan membuat anda akan terus berjuang tanpa henti. Impian juga memiliki manfaat dalam membentuk sebuah tindakan besar dalam hidup, seperti yang saya katakan tadi, impian besar akan menghasilkan sebuah tindakan besar, untuk itu tentukan impian anda dan jangan berhenti untuk meraihnya.

Setiap pria dan wanita sukses adalah pemimpi-
pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang
masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin
dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju
visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka.


( Brian Tracy )