Saat Kita SADAR
Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.
Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini
Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."
Inilah Dunia Tanpa Batas
Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.
KISAH SAHABAT TERBAIK
Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.
Untuk Kesekian kalinya
Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata
Selasa, 06 Desember 2011
AYAM JAGO KAYU
Dikutip dari kitab zaman Chun Qiu Zhan Guo (Abad ke-5 SM), kitab Da Sheng Pian oleh Zhuang Zi (baca: chuang ce). Raja Qi (baca: ji) sangat menyukai aduan ayam jago.
Suatu hari ia memberi perintah kepada seorang bernama Ji Xing Zi (baca: ci sing ce, selanjutnya disingkat Ji Zi) yang terkenal sebagai pelatih ayam aduan yang piawai, untuk membina ayam jagonya.
Si jago baru saja 10 hari di sana, sang raja Qi sudah mengutus orang untuk menanyakannya, “Ayam itu apakah sudah terlatih baik? ”
Kemudian Ji Zi menjawab, “Belum bisa! Ayam itu sangat congkak, belum bisa menang dalam aduan.”
Lewat lagi 10 hari, ia lantas mengutus orang menanyakan lagi pada Ji Zi, “Apakah si ayam sudah boleh naik panggung bertanding?”
Ji Zi menjawab, “Masih belum terlatih dengan baik! Begitu lawan bergerak, ia langsung menubruk, dengan demikian, malahan tak bisa meraih kemenangan.”
Lagi-lagi menanti 10 hari, menanyai ulang si Ji Zi, apakah sudah terbina, Ji Zi masih saja menjawab, “Ia masih mudah marah, tidak bisa menenangkan pikiran, jadi tidak bakal bisa menang.”
10 hari lagi telah terlalu, akhirnya Ji Zi membawa ayam jago tersebut menemui raja Qi.
Ji Zi berkata, “Raja yang agung, ayam ini sudah boleh naik gelanggang bertanding. Tak peduli ayam lain bagaimanapun berkokok menantangnya, ia mutlak tak terpengaruh, ketenangannya bagaikan seekor ayam kayu, maka dari itu ayam jago lain asalkan melihatnya, pasti langsung melarikan diri, mutlak tak berani bertarung dengannya, ia setiap bertarung pasti menang.”
Kisah ini bermakna jika seseorang memiliki ketenangan jiwa maka dengan mudah ia dapat menepis segala rintangan dalam kehidupan.
LONCENG SAKTI
Ketika Zhang Yong memimpin kota Cheng Du pada zaman dinasti Song, menyelidiki sebuah kasus kehilangan, banyak orang terlibat di dalamnya, tetapi tak ada satu pun tertuduh yang mengaku, selain itu tak ditunjang adanya bukti-bukti, sebenarnya ia terpikir hendak menggunakan metode penyiksaan untuk pengakuan, tapi ia juga khawatir melukai orang yang tak berdosa, tak tahu bagaimana sebaiknya. Ia berpikir kesana kemari, akhirnya memperoleh sebuah ide.
Zhang Yong menggantung sebuah lonceng di dalam sebuah kamar gelap dan ia menyuruh anak buahnya melapisi lonceng itu dengan angus, kemudian ia berkata kepada para tertuduh: “Di dalam kamar ini terdapat sebuah lonceng sakti, apabila dipegang oleh penjahat, maka lonceng itu akan berbunyi, bukan penjahat yang memegang, disentuh tak akan berbunyi.”
Zhang Yong meminta para tertuduh satu persatu memegang lonceng tersebut, sesudah itu ia memeriksa tangan setiap orang dan hanya ada satu orang yang di tangannya tak terdapat angus hitam. Zhang Yong menginterogasinya: “Kamulah pencurinya, kamu takut memegang lonceng akan berbunyi, maka itu tidak berani memegangnya, betul kan?”
Orang itu melihat gelagat tak dapat lagi memungkirinya, iapun terpaksa mengaku.
12 mata rantai sebab-musabab
Bagi kalangan tertentu penderitaan itu disebabkan oleh “ nasib / takdir ”. Dari sisi Sang Guru kita diajarkan untuk melihat bahwa segala sesuatu itu ada sebab -musababnya bukan dengan tiba-tiba / kebetulan atau takdir. Semua sebab penderitaan dalam kehidupan ini karena kita dilahirkan. Kalau sudah lahir, suatu saat kita akan mengalami sakit , tua dan mati.
Mengapa ada kelahiran?
Karena ada dorongan yang menimbulkan kekuatan kelahiran yaitu dorongan perbuatan / karma.
Mengapa ada perbuatan?
Karena ada kemelekatan untuk melakukan hal-hal tersebut atau merealisasikan apa yang kita lekati.
Mengapa ada kemelekatan?
Karena ada keinginan. Kalau ada sesuatu yang kita inginkan maka timbul satu keinginan yang kuat, hasrat rendah/nafsu. Begitu tercapai, ingin lagi, ingin lagi. Itu yang menimbulkan kemelekatan.
Mengapa timbul keinginan?
Karena ada perasaan, dari perasaan timbul keinginan terhadap sesuatu. Perasaan muncul karena adanya kontak.
Mengapa ada kontak?
Karena indera. Kita mempunyai indera karena kita mempunyai batin dan jasmani.
Mengapa ada batin dan jasmani?
Karena ada kesadaran yang membentuk batin dan jasmani, salah satunya adalah kesadaran tumimbal lahir.
Mengapa bisa muncul kesadaran yang menyebabkan tumimbal lahir itu?
Karena adanya perbuatan/karma.
Mengapa muncul kamma?
Karena akibat dari ketidaktahuan (avijja) maka kita melakukan ini dan itu. Jika diurut, sebab menimbulkan akibat, akibat mengkondisikan untuk akibat yang berikutnya, sebab akibat menjadi sumber dari sebab berikutnya, maka semuanya ada 12 mata rantai sebab-musabab (nidana)
Keduabelas mata rantai itu diuraikan demikian detil oleh Sang Guru, sehingga Sang Guru memahami bahwa itu adalah uraian yang sangat halus. Begitu halus dan sungguh sulit untuk menguraikan dan membabarkan paticcasamuppada, maka dibuatlah simbol-simbol atau gambar-gambar.
Sepertinya Agama Buddha itu ruwet, rumit, dan mendetil sekali. Ini faktanya, justru Sang Guru tidak pernah menutup-nutupi. Ada sebab musabab didalamnya, tidak muncul begitu saja, bukan karena takdir/nasib tapi ada sebab-sebabnya.
5 Tips Wujudkan Mimpi Dalam 30 Hari
Lalu Anda ingat, ini bukan kali pertama Anda berkhayal seperti ini.
Menurut John Williams dalam bukunya, Screw Work, Let’s Play, orang-orang yang mengalami kondisi semacam ini termasuk dalam kategori scanner. Otak para scanner dapat memindai begitu banyak ide hingga seringkali merasa sulit untuk fokus hanya pada satu ide saja.
Menjadi seorang scanner memang baik, namun akan lebih baik lagi jika Anda tak hanya menjadikan ide-ide yang muncul sebagai khayalan semata.
Jadi, berhentilah bermimpi dan mulailah Bangkit wujudkan Mimpi Anda.
Berikut 5 Tips mewujudkan mimpi Anda dalam 30 hari Kedepan.
- Dari sekian banyak ide yang muncul di benak Anda, pilihlah salah satu yang sangat ingin Anda wujudkan.Yakinkan pada diri Anda, Anda mampu merealisasikan mimpi ini.
- Identifikasikan keinginan Anda, jelaskan apa yang membuat Anda sangat bersemangat menjalaninya. Gambarkan dalam satu kalimat singkat dan jadikan sebagai pegangan motivasi jika sewaktu-waktu semangat Anda mulai kendur.
- Tetapkan batas waktu setidaknya 30 hari untuk mewujudkan impian Anda. Bangkitkan pemikiran dalam diri Anda, Anda mampu melakukannya sebelum batas waktu yang Anda tetapkan. Tak usah pedulikan hambatan yang mungkin akan muncul dan menghalangi rencana Anda.
- Buat daftar tugas, teliti apa saja yang harus Anda lakukan selama 30 hari untuk meraih keinginan Anda.
- Jika rencana Anda tidak berhasil selama batas waktu yang ditentukan, segera singkirkan rencana Anda jauh-jauh.
Jika Anda memberi perpanjangan waktu, Anda hanya akan memberi kesempatan pada diri sendiri untuk bersantai-santai ria dan kehilangan optimisme yang muncul sedari awal.
Sebaliknya, jika Anda berhasil melakukannya sebelum 30 hari, Anda dapat melakukannya lagi untuk keinginan Anda yang lain.
So..Lets Make Dream Come True!!!
Penguasaan Dan Pertumbuhan Diri
Senin, 05 Desember 2011
TANGAN TERINDAH DI DUNIA
Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya karena tidak bagus katanya.
Seiring waktu yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai sutra. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah-payah mencoba untuk mengikat talinya.
Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan oleh sebab itu dia tidak dapat melakukannya... Seketika ketidaksabaranku digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.
Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang mengalir tanpa saya sadari.
Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya... dan yang membuatnya terkejut, saya memberitahukannya bahwa bagi saya...kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah didunia ini.
Saya sangat bersyukur bahwa saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.
Dunia ini memiliki banyak keajaiban.... tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu...
"With Love to All Mother in the world"
"JIKA KAMU MENCINTAI IBUMU,
BAGIKANLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SEMUA ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA".













