Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Senin, 02 Mei 2011

iri = motivasi

iri
kenapa judulnya seperti itu iri = motivasi karena orang di dunia ini banyak beranggapan bahwa orang yang iri adalah orang yang jelek atau berkepribadian jelek.
tapi taukah anda bahwa iri itu dapat diubah menjadi sesuatu hal yang baik ?
itu bisa, karena kita tahu bahwa saat kita iri dengan pencapaian seseorang, kita pasti sangat ingin melebihi dia atau bahkan mengalahkan dia, betul bukan ?

dengan adanya rasa tersebut pernahkah anda termotivasi ?
kalau saya sendiri pernah, dengan saya iri maka motivasi yang saya dapatkan lebih dan dengan motivasi itu saya terus giat berusaha untuk mengalahkan orang itu, tapi ada satu hal yang harus diingat.

walaupun kita termotivasi lebih kita juga harus sadar bahwa jika kita ingin mengalahkannya harus dengan cara yang halal dan bukan cara yang curang. Kebanyakan orang melakukan hal yang curang untuk mengalahkan seseorang. Hal yang curang inilah yang membuat kalian hanya mencapai kesuksesan yang sesaat dan mendapatkan kesengsaraan yang sangat mendalam bahkan akan membuat anda kecewa dan putus asa. Apalagi jika saat kita curang kita malah dicurangi atau ketika kita sukses dengan cara curang dan kita dijatuhkan dari kesuksesan kita dengan cara yang curang juga, sakit bukan ?

jadi pada intinya iri= motivasi namun motivasi yang didapatkan harus diimbangi dengan cara kita yang halal dan tidak curang untuk mengalahkan seseorang yang lebih baik daripada kita :)

Minggu, 01 Mei 2011

Pikirkan dan lakukan dengan baik

PIKIRKAN DENGAN BAIK,
LALU LAKUKAN DENGAN BAIK.

Telah banyak orang masuk
kedalam masalah yang pelik,
karena tidak membiasakan diri
untuk berpikir dengan baik,
dan tidak tegas untuk melakukan
yang sudah dipikirkannya
sebagai tindakan yang baik.

Itu sebabnya banyak orang baik
yang masih gelisah hidupnya.

KETEGASAN TIDAK MENJAMIN KEDAMAIAN,
TAPI TIDAK ADA KEDAMAIAN
YANG BISA DICAPAI TANPA KETEGASAN.

Mario Teguh

KEBERUNTUNGAN BERPIHAK KEPADA YANG BERTINDAK.

Telah banyak terbukti bahwa
orang-orang dengan kemampuan biasa,
mengalahkan orang-orang yang sebetulnya hebat,
karena orang yang biasa itu mendahulukan bertindak,
daripada tertahan berlama-lama
dalam analisa biaya dan pendapatan,
atau resiko dan keuntungan.

Bertindaklah.

Karena jika Anda tidak mengetahui caranya,
Anda akan dibuat tahu dalam melakukannya.

Mario Teguh

Muliakanlah Ibunda

Apakah engkau ingin anak-anakmu
memuliakan ibunda mereka seperti engkau
memuliakan ibundamu,
yang adalah nenek mereka?

Apakah perasaan anak-anakmu
kepada orang yang memperlakukan
ibunda mereka dengan penuh hormat
dan kasih sayang?

Bahagiakanlah anak-anakmu
dengan memperlakukan ibunda mereka
dengan penuh hormat dan kasih sayang.

Hadiah terbaik bagi anak-anakmu
adalah mencintai ibu mereka.

Mario Teguh

Kesulitan untuk kemudahan

Sahabat hati saya,

Apa pun yang ingin Anda nikmati dengan mudah,
selalu mengharuskan Anda
untuk bekerja keras mengatasi kesulitan.

KESULITAN ADALAH SYARAT
UNTUK MENCAPAI KEMUDAHAN.

Maka bersyukurlah jika Anda menemui kesulitan,
jangan mengeluh, bekerjalah dengan tulus,
bersabarlah dalam menantikan hasil,
selalu kenakan wajah ramah Anda,

lalu perhatikan apa yang terjadi.

Mario Teguh

Salat Berjamaah di Masjid Nabawi, Kenikmatan Tak Terhingga (catatan-3)

Waktu telah menunjukkan pukul 05.15 waktu setempat, ketika bus yang kami tumpangi tiba di depan Hotel Jawharat al Fairuz, langit cerah kebiruan terlihat dengan indahnya, pertanda keagungan sang Pencipta alam semesta dengan kumandang suara adzan yang sangat menggetarkan jiwa.

Lalu, pandangan mata kami sangat terlihat jelas dari kejauhan bangunan masjid Nabawi yang terlihat bersinar terang.

Setelah melakukan cek ini di hotel tersebut, kami dan beberapa rombongan bergegas menuju masjid Nabawi untuk segera menunaikan salat subuh berjamaah bersama rombongan, karena saat tiba di halaman masjid Nabawi terdengar suara Imam menyuarakan salam pertanda salat subuh berjamaah telah usai.

Saat salat lima waktu secara berjamaah di Masjid Nabawi, hampir tidak ada tempat yang kosong, baik di dalam maupun di halaman masjid Nabawi. Ratusan ribu jamaah dari berbagai belahan dunia secara khusyuk beribadah kepada Allah SWT, berzikir dan berdoa, secara pribadi maupun berkelompok. Salat subuh berjamaah ini adalah salat pertama kami di masjid Nabawi.

Kamis pagi, 21 April 2011, waktu di jam tangan menunjukkan pukul 06.14 waktu setempat, payung besar permanen di halaman masjid Nabawi membuka lebar. Payung itu disanggah dengan pilar beton yang dapat dibuka tutup menggunakan remote control. Di halaman masjid Nabawi terdapat tempat wudhu khusus pria dan wanita yang berada di bawah tanah ditambah adanya Water Closet (WC). Kami pun dibuat takjub, karena dibawahnya lagi terdapat parkir dan jalan yang cukup luas bagi para tamu hotel yang mengelilingi masjid Nabawi.

Setelah itu kami menuju Restoran Hotel untuk sarapan pagi sekaligus untuk mendapatkan kunci kamar sekaligus kawan satu kamar. Saya pun istirahat sambil menunggu waktu datangnya salat zuhur. Rasulullah saw bersabda, “Salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1.000 kali dibanding salat di tempat lainnya, kecuali Masjidil Haram dan salat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali salat daripada masjid lainnya”. (HR Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim).

Waktu terus berjalan, jam menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat, saya bersama teman sekamar yakni Haji Nurrokhim, Haji Abdul Rozak, Winarto, Syamsul Ardhi dan saya sendiri Pramana Asmadiredja. Kami berlima langsung mengatur jadwal untuk salat zuhur bersama-sama di Masjid Nabawi, khususnya salat berjamaah di Raudhah. Pukul 10.30 waktu setempat, tanpa pikir panjang kami berlima langsung bergerak mengikuti kemana arah jamaah itu beranjak menuju Masjid Nabawi. Karena, saya baru pertama kali datang ke masjid Nabawi untuk melaksanakan ibadah umrah.

Terlebih, pintu masjid Nabawi cukup banyak dari berbagai arah. Saya berlima masuk melalui pintu Badar sebelah timur menuju ke barat dan sampai di dinding pembatas arah kiblat yang dipenuhi kaligrafi. Dengan niat yang kuat, meski harus berdesak-desakan, saya terus melangkah dari arah utara menuju ke Raudhah di sebelah selatan.

Selama 15 menit kami berlima berdesak-desakan dengan jamaah yang didominasi berbadan kekar dan besar dari Pakistan, Turki dan lainnya, dan akhirnya kami sampai hanya 1 meter dari Raudhah. Badan terjepit karena berdesak-desakan serta nafas yang terengah-engah seperti tidak terasa, karena kuatnya keinginan kami mencapai Raudhah.

Raudhah, tempat yang luasnya kurang lebih 20 x 50 meter ini bertempat antara mimbar dan makam Rasulullah SAW. Tampak beberapa aparat kepolisian (asykar) menjaga sekitar makam Nabi tersebut. Bila melihat kelakuan jamaah yang aneh, dengan mencoba meraba-raba atau mengusap bangunan makam atau pun berusaha menangis di situ.

Aparat kepolisian yang dekat dengannya tersebut langsung menegur. “Haji..haji sirik, sirik, La, La,” ujar asykar dengan nada keras. Adapun haji adalah panggilan jamaah yang sedang melakukan ibadah haji atau umrah di sana. Teguran keras dari asykar itu berarti haji..haji itu sirik, sirik jangan, jangan. Bila membandel, tidak segan-segan asykar tersebut mengusirnya.

Itulah daya tarik Raudhah, tiap waktu jamaah yang mendatangi Masjid Nabawi ini pasti akan berlomba-lomba untuk mencari tempat di Raudhah ini. Meskipun di semua tempat di Masjid Nabawi afdal, tentunya akan lebih afdal dan terasa dekat dengan surga bila berdoa dan beribadah di kebun surga yang bernama Raudhah tadi. Rasulullah saw bersabda, “Tempat di antara Rumahku dan Mimbarku ini adalah Raudhah (kebun) diantara beberapa kebun surga”. (HR Muttafaqun Alaih)

Di tengah Raudhah, terdengar ayat-ayat suci Alquran dibacakan, doa dan dzikir dari seluruh jamaah yang berdesakan dilantunkan. Terlihat 4 orang aparat kepolisian Arab Saudi lengkap dengan seragam dinasnya berwarna coklat mengatur keluar masuknya jamaah di Raudhah. Aparat kepolisian (asykar) memberikan waktu beberapa menit bagi jamaah yang berada di Raudhah dengan menutup ruang Raudhah menggunakan kain pembatas yang cukup tinggi. Kami berlima tepat berada di samping rumah sekaligus makam Nabi Muhammad SAW, membaca Alquran, berdoa, berzikir.

Di tempat depan terlihat dengan jelas mimbar tempat pembacaan khutbah di sebelah barat. Saya pun membuka Alquran besar yang berada di tempat yang telah disediakan dan mulai membaca surah Al Kahfi. Setelah ayat terakhir, yaitu ayat 110 dari surah Al Kahfi terbaca, saya pun berdoa di Raudhah yang ditandai dengan karpet berwarna hijau yang artinya sudah berada di Raudhah. Berada di Raudhah, hati ini merasakan kenikmatan yang tak terhingga.

Dan tak terasa, air mata jatuh tidak terbendung dan dilanjutkan terus dengan membaca surah Maryam hingga ayat ke 58 berbunyi, “Sujjadan wabukiyyaa” yang dilanjutkan dengan sujud sajdah hingga adzan zuhur berkumandang. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila anak Adam membaca ayat Sajdah, lalu dia sujud; maka syaitan jatuh sambil menangis. Katanya, “Celaka aku! Anak Adam disuruh sujud, maka dia sujud, lalu mendapat syurga. Aku disuruh sujud, tetapi aku menolak maka untukku neraka”. (HR Bukhari dan Muslim)

Kami lanjutkan kemudian dengan salat sunnah dua rakaat dengan posisi tubuh yang tidak stabil, karena berdesakan dengan jamaah lainnya yang juga menunaikan salat sunnah. Setelah salat zuhur selesai, saya mencoba untuk salat sunnah kembali, namun aparat kepolisian sudah memberi aba-aba, kalau waktunya sudah habis dan harus meninggalkan Raudhah lewat makam Rasul, Abu Bakar dan Umar.

Perasaan hati saya bercampur, antara sedih dan gembira tak tertahankan, karena akhirnya saya bisa membaca Alquran, salat, berzikir dan berdoa di Raudhah yang menjadi impian setiap orang islam di seluruh dunia


Raudhah yang selalu di rindukan


Jamaah berbondong-bondong salat di Raudhah


Berfoto bersama di depan Masjid Nabawi


Saya menyempatkan diri untuk foto di depan Masjid Nabawi

Payung raksasa sedang terkembang


Inilah payung raksasa yang sudah berkembang menutupi halamana masjid Nabawi


Hotel Jawharat al Fairuz tempat kami menginap

Perjalanan Menuju Masjid Nabawi (catatan-2)

Setelah menunggu sekian lama, kami langsung menuju loket keluar keimigrasian. Petugas keimigrasian Arab Saudi yang menggunakan jubah dan surban memeriksa segala dokumen perjalanan kami dan para penumpang lainnya.

Perwakilan dari GSM mengatakan kepada kami, bahwa di Arab Saudi tidak diperkenankan membawa passport dan visa kunjungan, karena ditahan keimigrasian arab.

Namun passport dan visa kunjungan tersebut tidaklah disalahgunakan dan dokumen-dokumen tersebut nantinya akan diberikan kembali saat kami pulang atau meninggalkan Arab Saudi. Setelah menunggu selama 3 jam, bus full AC membawa kami menuju ke kota Madinah yang ditempuh selama 6 jam.

Daya tarik utama Kota Madinah adalah keberadaan Masjid Nabawi. Itulah sebabnya, jutaan orang setiap tahunnya mengunjungi Kota Rasul ini. Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun oleh Muhammad SAW dan sekaligus tempat pergerakan perjuangan dalam menyebarkan Islam.

Magnet umat Islam adalah insentif yang diberikan berupa pahala dan keutamaan bagi yang melaksanakan salat di Mesjid Nabawi memiliki pahala 1.000 kali lebih utama dibanding dengan salat di tempat lain, selain Masjidil Haram.

Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 550.000 jamaah. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Keutamaan ketiga masjid itu, yakni satu salat di masjid Aqsa diberikan pahala 500 kali, masjid Nabawi 1.000 kali dan masjid Al Haram 100.000 kali dibanding masjid lainnya.

Kota yang terletak di sebelah utara Mekkah dengan jarak tempuh sekitar 450 km ini pada masa nabi Muhammad SAW menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Di Madinah pula diletakkan fondasi perpolitikan modern oleh Rasulullah SAW yang termaktub dalam Piagam Madinah.

Dari kota yang sebelumnya bernama Yatsrib ini Islam kemudian menyebar ke seluruh jazirah Arab dan kemudian ke seluruh dunia. Yatsrib sejak dulu merupakan pusat perdagangan. Setelah Rasulullah menetap di kota ini, Yatsrib kemudian diberi nama Madinah dan kemudian menjadi pusat perkembangan Islam.

Dan saat musim haji tiba, sedikitnya 200.000 jamaah dari Indonesia mengunjungi Madinah khususnya Masjid Nabawi, guna melakukan salat arba`in (salat 40 waktu tanpa terputus). Selain itu, jutaan orang silih berganti berdatangan ke Madinah saat menunaikan ibadah umrah baik dari Indonesia maupun dari negara lain. Hal ini menjadikan Madinah menjadi kota yang tidak pernah mati selama 24 jam sepanjang tahun.

Di masjid Nabawi, terdapat Raudhah atau taman surga. Dimana, segala doa yang dipanjatkan pastilah di terima Allah SWT. Raudhah terletak di antara mimbar dengan makam atau dahulu rumah Nabi Muhammad SAW. Ukuran Raudhah tidak terlalu besar, sekitar 20 x 50 meter persegi yang areanya ditandai dengan tiang-tiang berwarna putih dengan kaligrafi yang khas dan diberikan karpet warna hijau.

Areal diluar Raudhah menggunakan karpet berwarna merah. Disitulah dahulu Nabi Muhammad SAW, biasa membacakan wahyu dan mengajarkan tentang islam kepada para sahabat. Lokasi Raudhah masuk bagian dari shaf laki-laki dan hanya terbuka untuk perempuan di jam-jam tertentu.

Setelah enam jam perjalanan, bus yang kami tumpangi berputar-putar mencari jalan menuju hotel tempat menginap, pada hari Kamis, 21 April 2011. Akhirnya tepat pukul 05.15 waktu setempat, kami akhirnya sampai di kota Madinah dan langsung menuju ke Hotel Jawharat al Fairuz untuk menginap selama 3 hari ke depan dilanjutkan meluncur ke masjid Nabawi untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Hotel ini hanya berjarak sekitar 200 meter dari arah utara masjid Nabawi.


Selepas salat subuh foto bareng kawan di depan Masjid Nabawi


Keindahan Masjid Nabawi dengan payung besarnya