Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Kamis, 09 Oktober 2008

Jangan Berhenti, atau Mati

Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan kita. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa kita tak akan pernah bisa berhenti. Kita hanya perlu menyadari itu.

Meski kita berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak kita mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberikan kepuasan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari kita.

Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih cepat macet. Mesin yang tak pernah dinyalakan lebih cepat berkarat.

Kaki yang tak pernah berolahraga lebih cepat terkena rematik. Hanya perkakas yang jarang digunakanlah yang kita simpan dalam laci berdebu. Alam telah mengajarkan kunci kebahagiaan kita.

-- Jangan berhenti untuk bergerak meraih keberhasilan kita, atau kita akan lebih cepat tua dan tak berguna.

Jangan Abaikan Sekecil Apa pun Usaha Kita

Apa pun tindakan kita, selalu memberikan hasil. Sekecil apa pun upaya yang kita lakukan tak pernah berakhir dengan hampa. Bila usaha kita tidak lagi penting bagi kita, mungkin kita tak memiliki tujuan yang jelas.

Atau kita tidak menatap cukup fokus pada tujuan kita. Jangan abaikan tujuan kita. Upaya kecil di arah yang tepat pada tujuan jauh lebih berharga daripada usaha raksasa yang menghabiskan tenaga.

Seorang pelompat jauh takkan mampu melompat cukup jauh hanya dengan satu sentakan kuat. Ia memerlukan lari-lari kecil, sebelum menghempaskan diri pada lompatan yang besar. Jangan remehkan langkah-langkah kecil kita.

Bobot tidak harus berbentuk besar. Karena nilai tidak cukup diukur di atas timbangan atau mistar. Nilai adalah seberapa dekat kita dengan tujuan dan harapan-harapan. Dan hanya kita yang bisa mengukurnya. Karena kita yang memiliki dan meraih tujuan itu.

-- Susunlah prioritas kegiatan kita. Bukan masalah kecil atau besar. Namun harga yang harus dibayar oleh tujuan kita.

Hari Istirahat adalah Hari Matahari

Hargailah waktu istirahat kita. Istirahat bukanlah saat berhenti yang tak menghasilkan produktivitas apa-apa. Atau sekedar waktu luang di antara kesibukan. Istirahat adalah bergerak maju dengan nafas yang teratur dan langkah yang ringan.

Jangan memacu diri kita dengan kecepatan yang sama. Suatu saat kita akan melalui tikungan, tanjakan atau curaman. Di situ kita perlu memindahkan persneling diri kita, menurunkan kecepatan, meringankan kumparan. Saat itulah kita harus menghirup nafas dalam-dalam, dan merasakan kesegaran baru.

Istirahat diadakan bukan untuk melupakan tujuan, namun memberikan kesempatan untuk memperoleh kesadaran akan diri kita, demi sebuah langkah baru, penciptaan baru, pada jalan keberhasilan kita. Itulah maksud dari rekreasi.

Tak salah memang, bila orang Inggris menyebut hari Minggu sebagai Sunday, hari matahari. Dan, itu bukanlah hari libur untuk melangkah, namun hari untuk menyadari bahwa ada matahari dalam hidup kita.

Cahaya matahari adalah sumber energi yang menumbuhkan kehidupan, dan juga menggugah kesadaran bahwa kita memiliki bayang-bayang hitam di balik sinarnya.

Bila kita menjauhi cahaya, kita berjalan mengikuti bayang-bayang hitam kita. Namun bila kita berjalan menuju cahayanya, bayang-bayang itu tertinggal di belakang.

-- Setiap hari adalah hari matahari, hari cahaya, hanya bagi mereka menyadari.

Hargailah Diri Kita Dengan Menghargai Tubuh Kita

Kita memiliki permata yang harus diletakkan di tempat terhormat, yaitu harga diri kita. Letakkanlah harga diri kita pada tubuh yang terhormat. Perlakukanlah diri kita seperti meletakkan lukisan di bawah cahaya lampu terbaik.

Tubuh adalah anugerah. Hanya orang-orang yang berharga diri rendah saja yang mengabaikan dan menyia-nyiakan tubuhnya.

Di dalam tubuh yang terhormat terdapat diri yang terhormat. Kita takkan bisa memahat patung yang indah dari kayu lapuk. Kita takkan mampu membangun tembok kokoh dari tanah humus.

-- Bukan karena tubuh kita kuat kita menjadi terhormat, namun karena kita terhormatlah tubuh kita menjadi kuat.

Hanya Dalam Diam Kita Dapat Memperhatikan

Saat kita tak memiliki kata-kata yang perlu dibicarakan, diamlah. Cukup mudah untuk mengetahui kapan waktunya berbicara. Namun, mengetahui kapan kita harus diam adalah hal yang jauh berbeda. Salah satu fungsi bibir adalah untuk dikatupkan.

Bagaimana kita bisa memperhatikan dan mendengarkan dengan lidah yang berkata-kata. Diamlah demi kejernihan pandangan kita. Orang yang mampu diam di tengah keinginan untuk berbicara mampu menemukan kesadaran dirinya.

Butiran mutiara indah hanya bisa tercipta bila kerang mutiara mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Sekali ia membuka lebar-lebar cangkangnya, maka pasir dan kotoran laut segera memenuhi mulutnya. Inilah ibarat, kekuatan kita untuk diam.

Kebijakan seringkali tersimpan rapat dalam diamnya para bijak. Untuk itu, kita perlu berusaha membukanya sekuat tenaga. Bukankah pepatah mengatakan, "diam adalah emas".

-- Sekali kita membuka mulut, kita akan temui betapa banyak kalimat-kalimat meluncur tanpa disadari. Mungkin sebagian kecil kata-kata itu tidak kita kehendaki. Seringkali orang tergelincir oleh kerikil kecil, bukan batu besar.

Peka pada suara alam

Dengan suara apakah kita memulai hari kita? Teriakan bahwa hari sudah siang? Berita TV pagi yang menayangkan kegelisahan? Pekik radio tetangga yang bersahut-sahutan?

Betapa banyak orang memulai harinya dengan keriuhan. Padahal mereka tahu, sepanjang harinya mereka akan mengalami keributan yang lebih ribut.

Lalu, dengan suara apakah kita menutup hari kita? Omelan yang menyuruh kita tidur dan mematikan lampu? Dialog TV yang membingungkan? Kentongan peronda bertalu-talu? Betapa banyak orang menutup harinya dengan keriuhan pula.

Bertanyalah pada diri sendiri, manakah yang lebih menentramkan hati, memulai dan menutup hari dengan keriuhan atau ketenangan? Pilihlah ketenangan! Bertemanlah dengan kesunyian. Akrabilah kesenyapan.

Bila kita lebih suka berada dalam keriuhan, maka pilihlah keriuhan suara alam. Suara air terjun yang bergemuruh jauh lebih menyehatkan pikiran dan jiwa kita.

Demikian pula, suara semilir angin, hujan deras, halilintar, deburan ombak, kicau burung, kukuruyuk ayam, gemerisik pepohonan, kecipak ikan di kolam.

-- Berilah waktu pada diri kita untuk menyadari keberadaan kita di alam ini. Ini bukan cara untuk meninggalkan kehidupan kita sehari-hari. Ini adalah cara untuk memperkaya jiwa. Motivasi, inspirasi, daya cipta datang dari kepekaan kita pada suara alam

Carilah Sisi Baik Dari Orang Lain

Satu-satunya hal yang akan ditunjukkan oleh orang lain, bila kita meminta, adalah sisi baiknya. Orang cenderung menutupi kelemahannya. Orang selalu berharap kebaikannya bisa dirasakan oleh orang lain.

Bila kita memuji dengan tulus kebaikan seseorang, ia akan berbuat lebih baik lagi. Bila kita menunjukkan minat dan penghargaan pada karya seseorang, ia akan melakukan lebih bagus lagi.

Jadi, untuk apa mencari sisi buruk orang lain. Ini bukan saran agar kita menjadi menyenangkan dan disukai oleh orang. Namun, agar kita bertindak efektif, produktif dan efisien. Bukankah tujuan manajemen kita adalah menggali apa yang lebih baik dari organisasi kita?

Bila kita mencela lukisan anak TK, ia takkan menggambar lagi untuk kita. Bila kita mencemooh hasil kerja tukang batu, ia takkan memenuhi panggilan kita lagi. Mencari sisi baik orang lain, bukan sekedar memuji.

Namun memberikan kepercayaan. Hanya orang yang percaya yang mau mengeluarkan seluruh kemampuannya.

Pada akhirnya, dengan mencari sisi baik orang lain, kita akan menemukan sisi baik kita sendiri. Yaitu, kita mampu menemukan hidup yang penuh kebaikan.

-- Carilah sisi baik orang lain, kita akan mendapatkannya.