Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Kamis, 09 Oktober 2008

Hanya Dalam Diam Kita Dapat Memperhatikan

Saat kita tak memiliki kata-kata yang perlu dibicarakan, diamlah. Cukup mudah untuk mengetahui kapan waktunya berbicara. Namun, mengetahui kapan kita harus diam adalah hal yang jauh berbeda. Salah satu fungsi bibir adalah untuk dikatupkan.

Bagaimana kita bisa memperhatikan dan mendengarkan dengan lidah yang berkata-kata. Diamlah demi kejernihan pandangan kita. Orang yang mampu diam di tengah keinginan untuk berbicara mampu menemukan kesadaran dirinya.

Butiran mutiara indah hanya bisa tercipta bila kerang mutiara mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Sekali ia membuka lebar-lebar cangkangnya, maka pasir dan kotoran laut segera memenuhi mulutnya. Inilah ibarat, kekuatan kita untuk diam.

Kebijakan seringkali tersimpan rapat dalam diamnya para bijak. Untuk itu, kita perlu berusaha membukanya sekuat tenaga. Bukankah pepatah mengatakan, "diam adalah emas".

-- Sekali kita membuka mulut, kita akan temui betapa banyak kalimat-kalimat meluncur tanpa disadari. Mungkin sebagian kecil kata-kata itu tidak kita kehendaki. Seringkali orang tergelincir oleh kerikil kecil, bukan batu besar.

Peka pada suara alam

Dengan suara apakah kita memulai hari kita? Teriakan bahwa hari sudah siang? Berita TV pagi yang menayangkan kegelisahan? Pekik radio tetangga yang bersahut-sahutan?

Betapa banyak orang memulai harinya dengan keriuhan. Padahal mereka tahu, sepanjang harinya mereka akan mengalami keributan yang lebih ribut.

Lalu, dengan suara apakah kita menutup hari kita? Omelan yang menyuruh kita tidur dan mematikan lampu? Dialog TV yang membingungkan? Kentongan peronda bertalu-talu? Betapa banyak orang menutup harinya dengan keriuhan pula.

Bertanyalah pada diri sendiri, manakah yang lebih menentramkan hati, memulai dan menutup hari dengan keriuhan atau ketenangan? Pilihlah ketenangan! Bertemanlah dengan kesunyian. Akrabilah kesenyapan.

Bila kita lebih suka berada dalam keriuhan, maka pilihlah keriuhan suara alam. Suara air terjun yang bergemuruh jauh lebih menyehatkan pikiran dan jiwa kita.

Demikian pula, suara semilir angin, hujan deras, halilintar, deburan ombak, kicau burung, kukuruyuk ayam, gemerisik pepohonan, kecipak ikan di kolam.

-- Berilah waktu pada diri kita untuk menyadari keberadaan kita di alam ini. Ini bukan cara untuk meninggalkan kehidupan kita sehari-hari. Ini adalah cara untuk memperkaya jiwa. Motivasi, inspirasi, daya cipta datang dari kepekaan kita pada suara alam

Carilah Sisi Baik Dari Orang Lain

Satu-satunya hal yang akan ditunjukkan oleh orang lain, bila kita meminta, adalah sisi baiknya. Orang cenderung menutupi kelemahannya. Orang selalu berharap kebaikannya bisa dirasakan oleh orang lain.

Bila kita memuji dengan tulus kebaikan seseorang, ia akan berbuat lebih baik lagi. Bila kita menunjukkan minat dan penghargaan pada karya seseorang, ia akan melakukan lebih bagus lagi.

Jadi, untuk apa mencari sisi buruk orang lain. Ini bukan saran agar kita menjadi menyenangkan dan disukai oleh orang. Namun, agar kita bertindak efektif, produktif dan efisien. Bukankah tujuan manajemen kita adalah menggali apa yang lebih baik dari organisasi kita?

Bila kita mencela lukisan anak TK, ia takkan menggambar lagi untuk kita. Bila kita mencemooh hasil kerja tukang batu, ia takkan memenuhi panggilan kita lagi. Mencari sisi baik orang lain, bukan sekedar memuji.

Namun memberikan kepercayaan. Hanya orang yang percaya yang mau mengeluarkan seluruh kemampuannya.

Pada akhirnya, dengan mencari sisi baik orang lain, kita akan menemukan sisi baik kita sendiri. Yaitu, kita mampu menemukan hidup yang penuh kebaikan.

-- Carilah sisi baik orang lain, kita akan mendapatkannya.

Carilah Kesadaran Dalam Diri Kita

Akuilah bahwa kita takkan memiliki semua jawaban atas pertanyaan hidup ini. Hidup tak sekedar pertanyaan. Hidup adalah misteri. Mudahnya, kita tak perlu mencari semua jawaban. Carilah kesadaran akan diri kita.

Kita adalah sosok unik yang tercipta dari keputusan dan pengalaman hidup, bagaimana kita akan menggunakan cermin orang lain untuk menemukan kesadaran akan diri sendiri.

Dan perjalanan terpenting bagi setiap manusia adalah perjalanan ke dalam hati, menemukan diri sejati. Semakin tinggi kita mendaki bukit, kita tiba di kaki gunung. Semakin tinggi kita mendaki gunung, kita tiba di kaki mahameru.

Semakin tinggi kita memanjat mahameru, kita tiba di kaki langit. Kini kita tak mungkin mendaki lagi, kita perlu terbang melayang. Hingga seperti Icarus yang lebur dalam sentuhan cahaya matahari.

:: Tak bisa kita memberikan sesuatu pada dunia ini bila tak tahu siapa diri kita sendiri.

Hiasilah Ucapan Kita Dengan Senyum

Tersenyumlah, karena senyuman akan meluluhkan banyak hal. Ia menghangatkan kepalan tangan yang menggigil. Ia menyejukkan dada yang membara.

Tak cukup kita hanya berkata-kata, lebih baik kita meriasnya dengan busana terindah; yaitu senyuman. Tersenyumlah saat bertatap muka, berbicara di telepon, atau menulis surat bahkan saat sedang nge-BLOG sekalipun

Kita akan dikejutkan betapa hebatnya secarik senyuman mengubah diri kita dan orang lain. Senyuman adalah bahasa bibir yang langsung mengetuk hati.

Entah darimana anak-anak belajar melukis wajah matahari pagi dengan selengkung senyum. Mungkin mereka tahu, segarnya senyuman tak kalah dari segarnya matahari pagi.

Mungkin pula mereka teringat, semasa bayi dahulu, para orangtua rela berjungkir balik atau menampakkan mimik lucu mereka, demi sebuah senyuman tulus seorang bayi.

Atau, mungkin anak-anak itu mengajari kita bahwa memulai hari dengan senyuman jauh lebih berharga daripada memikirkan rencana-rencana lain. Cobalah.

:: Karena tersenyum adalah sedekah termudah, termurah dan terindah yang bisa kita berikan, jangan sembunyikan itu di balik kebekuan hati kita.

Selasa, 07 Oktober 2008

Go For The Fruit

It takes courage to begin something new. It takes courage to step out into the unknown. Life has no guarantees, but the reward for living your dream is filled with much fruit.

Starting is the key. We can have the best plans, projects, or ideas, but all is fruitless if we don't take that first step. You must be willing to act, willing to fail, and willing to persist until you achieve your dream.

Are you compelled to achieve success or do you tend to stay at rest? Sir Isaac Newton states that one continues to stay at rest unless compelled to change by forces impressed upon them. Once you're moving, you can keep moving.

Do you have that urge within to break out of the routine and begin to do what you've always wanted to do? Follow your heart. Follow your passion, and don't be afraid to go out on a limb, for that is where all the FRUIT is.

Go for the fruit!

David Croston
Motivational Concepts and Training

Worry

The harm that worry causes in our lives has been well documented by health professionals and others. Worry can weaken and sicken us, and make our days unbearable. At the very least, it prevents us from living fully and happily the only life that we will ever have. At its worse, it can destroy us.

"A god, invisible but omnipotent. It steals the bloom from the cheek and lightness from the pulse; it takes away the appetite and turns the hair gray." - Benjamin Disraeli (1804-1881)

It does a lot more than that, Benjamin!

But the worry disease can be cured and it certainly can be reduced. Of course it requires a change in our thinking - how to view and react to situations. Worrying over things that 'might' happen can waste large portions of our lives, considering that so often it is for nothing, and almost certainly does no good.

"If you can solve your problem, then what is the need of worrying? If you cannot solve it, then what is the use of worrying?" - Shantideva

Worrying about things that have happened will not turn back the hands of time to give you another try at doing it right. So that is a waste of time too. So many of our anxieties and fears are for nothing. Most of the rest can simply be discarded because worrying just isn't going to do any good. So let's spend our time thinking about the good and pleasant things in our lives, and move on in a peaceful and contented state of mind.

"I think these difficult times have helped me to understand better than before how infinitely rich and beautiful life is in every way and that so many things that one goes around worrying about are of no importance whatsoever." - Isak Dinesen

A program to become knowledgeable on the subject of worry, through reading and other instruction, can help in turning our lives around. A life filled with contentment and lacking stress and worry are the goals to be achieved.

It's never too late to start eliminating worry.

source: http://mymotivate.blogspot.com/