Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label pribadi muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pribadi muslimah. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2013

Bagaimana Pribadi Seorang Muslimah

Dalam menjalankan perannya masing-masing, Seorang muslimah harus berorientasi pada ibadah. Dengan ibadah, maka ia akan membekalinya dengan iman (keikhlasan) dan ilmu. Kedua bekal tersebut, iman dan ilmu, peran yang dilakukan akan punya nilai pahala dan berkualitas. “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa, Maha pengampun”. (QS Al Mulk: 2)

Dengan sisi kelebihan-kelebihan yang dianugerahkan oleh Allah SWT, maka seorang muslimah tidak menjadikan dirinya sombong, karena kesombongan hanya akan membawa kepada kegelisahan dan kotornya hati. Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang sombong akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam bentuk debu yang diinjak-injak oleh manusia”. (HR At Tirmidzi)

Ibnu Qoyyim pernah berkata, “Hindari menggunakan tiga kata, dimana ketiga kata itu menunjukkan kesombongan, yaitu: Ana (aku), Li (Kepunyaanku) dan Indi (Milikku, Padaku)"

Kata Ana (Aku) dipergunakan oleh (iblis) ketika ia berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS Shad: 76).

Kata Li (Kepunyaanku) dipergunakan oleh Fir’aun ketika ia berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?” (QS Az Zukhruf: 51)

Sedangkan kata Indi (padaku, milikku) dipergunakan oleh Qorun ketika ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku”. (QS Al Qashash: 78)

Keimanan yang kuat dan benar maka akan menghasilkan keberanian pada diri seorang muslimah. Berani menanggung konsekuensi dari ketaatannya kepada Allah SWT seperti Summayah, seorang shahabiah, yang syahid karena membela kebenaran.

Keberanian Rasululllah SAW tidak cukup bilangan untuk menghitungnya. Dari awal perjuangannya menegakkan kalimat Allah SWT, di Mekkah hingga di Madinah, hari-hari beliau SAW selalu diselingi dengan jihad. Rasulullah SAW pun selalu berada di barisan terdepan.

Allah SWT berfirman bahwa sumber keberanian adalah keimanan dan istiqomah. ”Sesungguhnya orang-orang yang berkata:“Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata),“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS Fushilat: 30)

Ibnu Taimiyah mengungkapkan tentang Zuhud. Menurutnya zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi kehidupan akhirat. Artinya, dalam segala urusan apapun yang kita lakukan harus selalu berorientasi kepada manfaat akhirat. Wallahua’lam