Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juli 2013

Ramadhan, Mendidik Kita Kejujuran

Ketika kita berpuasa Ramadhan, maka kejujuran seharusnya mewarnai kehidupan kita sehingga kita tidak berani makan dan minum meskipun tidak ada orang yang mengetahuinya. Namun, pasti Allah SWT akan melihat kita.

Hal ini karena kita meyakini bahwa Allah SWT yang memerintahkan kita berpuasa selalu mengawasi diri kita dan tentunya kita tidak mau membohongi Allah SWT dan tidak mau membohongi diri sendiri karena hal itu memang tidak mungkin.

Inilah kejujuran yang sesungguhnya. Kejujuran yang diajarkan di dalam bulan suci Ramadhan. Karena itu, setelah berpuasa sebulan Ramadhan semestinya kita mampu menjadi orang-orang yang selalu berlaku jujur, baik jujur dalam perkataan, jujur dalam berinteraksi dengan orang, jujur dalam berjanji dan segala bentuk kejujuran lainnya.

Dalam kehidupan masyarakat dan bangsa kita sekarang ini, kejujuran merupakan sesuatu yang sangat diperlukan. Justru, banyak kasus di negeri kita yang tidak cepat selesai bahkan tidak selesai-selesai karena tidak ada kejujuran.

Orang yang bersalah sulit untuk dinyatakan bersalah karena belum bisa dibuktikan kesalahannya. Dan mencari pembuktian memerlukan waktu yang panjang, padahal jika yang bersalah itu mengaku saja secara jujur bahwa dia bersalah, tentu dengan cepat persoalan bisa selesai.

Sementara orang yang secara jujur mengaku tidak bersalah tidak perlu lagi untuk diselidiki apakah dia melakukan kesalahan atau tidak. Tapi karena kejujuran itu tidak ada, yang terjadi kemudian adalah saling curiga mencurigai bahkan tuduh menuduh yang membuat persoalan semakin rumit.

Ibadah puasa telah mendidik kita untuk berlaku jujur kepada hati nurani kita yang sehat dan tajam, bila kejujuran ini tidak mewarnai kehidupan kita sebelas bulan mendatang, maka pendidikan dari ibadah Ramadhan kita menemukan kegagalan, meskipun secara hukum ibadah puasanya tetap sah.

>> follow twitter @CepPangeran



Kamis, 27 Juni 2013

Sambut Ramadhan, Bulan Penuh Berkah

Niat dan tekad kita sebagai individu Muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan tahun ini harus lebih bermakna dan berbekas dalam kehidupan. Selain itu, juga memiliki kualitas yang lebih sempurna daripada puasa kita di tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini karena puasa merupakan ibadah mahdhah yang melibatkan unsur-unsur jasmani dan rohani. Jadi, dalam menyambut puasa Ramadhan dengan baik dan maksimal, maka harus ada persiapan yang diperlukan. Persiapan itu bisa terdiri dari persiapan fisik dan spiritual.

Persiapan spiritual antara lain: pertama adanya perasaan kebahagiaan, cinta dan selalu bersyukur kepada Allah SWT karena kita layak untuk bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah, maghfirah dan bebas dari api neraka.

Kedua, harus miliki kebersihan, ketulusan, dan besar hati. Artinya bahwa setiap dari kita harus siap untuk menerima perintah puasa tanpa dipaksa, dan tanpa memamerkan. Karena puasa itu hanya untuk Allah SWT. Ketiga, tidak mudah untuk mendapatkan nilai emosional, memiliki tekad diri dan kesabaran saat berpuasa, seperti menghindari dari segala sesuatu yang dapat mengurangi manfaat puasa.

Keempat, perbanyak meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Bahkan sebelum mereka meminta maaf, kita telah memaafkannya. Kelima, selalu berdoa kepada Allah SWT sambil berharap dan bermohon kepada-Nya agar kita diberikan kekuatan dalam iman, diberikan umur panjang, kesehatan dan kekayaan, serta selalu bertaubat kepada Allah SWT.

Setelah itu, diikuti oleh persiapan fisik. Pertama, tidak memakan makanan secara berlebihan, karena hal itu akan membuat kita malas untuk melakukan kegiatan ibadah dan lainnya, seperti melakukan tarawih di masjid atau membaca Alquran, dan lainnya.

Kedua, tidak tidur di pagi hari, di sore hari atau tidur hingga larut malam. Karena hal itu akan mengakibatkan tubuh kita menjadi lemah, menyebabkan sakit kepala, dan lainnya. Ketiga, bersiap-siap untuk memanfaatkan Ramadan dengan perbuatan baik, sebagai usaha untuk membuat kita lebih dekat kepada Allah SWT dan berharap rahmat-Nya.

Karenanya, kita harus selalu mempersiapkan diri dari segala sesuatu yang dapat mengurangi nilai manfaat puasa, seperti menghindari pandangan dari setiap hal yang dilarang Allah SWT. Selain itu, kita juga harus menjaga mulut kita dari kata-kata buruk seperti berbohong, gosip, membuat janji palsu, mengadu domba, dan lainnya yang dapat menyebabkan dosa.

Selanjutnya, menjaga telinga kita dari kata-kata yang dilarang oleh Allah SWT dan menjaga tubuh kita dari segala dosa dan perbuatan buruk. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi mereka tidak mendapatkan dari puasanya itu kecuali hanya lapar dan dahaga” (HR An Nasai dan Ibnu Majah).

Mari kita bulatkan tekad dan niat diri kita untuk lebih tulus ikhlas dan sungguh-sungguh dalam ibadah Ramadhan tahun ini. Kembalinya Ramadhan memberikan apresiasi dan optimisme bagi setiap pribadi Muslim, karena hal itu akan membawa kita pada kenyamanan fisik dan spiritual dalam kehidupan. Wallahua’lam.

>> follow twitter @CepPangeran