Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label I Love Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I Love Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juli 2013

Jika Ramadhan Tahun Ini adalah Ramadhan Terakhir Kita

Menyambut datangnya bulan Ramadhan tidak hanya dilakukan dengan menyiapkan bahan kebutuhan pokok makanan selama sebulan, menyiapkan kantong untuk berbelanja keperluan lebaran atau yang lainnya.

Tetapi Ramadhan adalah bulan beribadah selama sebulan penuh, dimana kita berlomba-lomba menjadi yang terbaik.

Terbaik dalam peningkatan ketakwaan dan keimanan, dengan taat adalah sebagai ukurannya. Taat kepada apa yang Allah dan Rasulullah saw perintahkan. Dapat bertemu dengan bulan Ramadhan adalah satu kenikmatan yang sangat berharga.

Ada kerinduan di sana, rindu ingin bertemu dengan yang dirindui-Nya. Apalagi jika pertemuan itu adalah pertemuan terakhir, pertemuan perpisahan. Pertemuan yang paling dirindui adalah pertemuan dengan Allah SWT di akhirat kelak.

Ibnu Al Qayyim dalam kitabnya mengungkapkan bahwa kenikmatan yang sempurna tidak sekadar makan dan minum di surga saja, tetapi juga nikmat bertemu dengan Allah swt. Jika kita tahu bahwa ini adalah bulan Ramadhan terakhir bagi kita, niscaya kita tidak akan meninggalkan segala kewajiban yang telah di fardhukan oleh Allah swt. Kita pasti akan bersungguh-sungguh melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan terbaik.

Jika kita tahu bahwa ini adalah bulan Ramadhan terakhir bagi kita, maka kita akan menjaga ibadah puasa kita tanpa berkurangnya pahala di sisi Allah SWT. Bisa jadi seseorang yang berpuasa, dia tidak mendapat dari puasanya melainkan hanya lapar dan dahaga.

Jadi, kita akan senantiasa mengevaluasi (muhasabah) setiap detik demi detik Ramadhan. “Barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR Bukhari)

Jika Ramadhan kali ini adalah yang terakhir, niscaya kita akan senantiasa menjaga shalat tarawih di masjid setiap malam. Menghayati dan tadabburi setiap ayat AlQuran yang dibaca. Jika Ramadhan kali ini adalah yang terakhir, niscaya kita akan melaksanakan semua amalan sunah berpuasa, menjauhkan diri dari segala larangnya.

Jika Ramadhan tahun ini adalah yang terakhir buat kita, niscaya kita tidak akan melupakan nasib saudaranya sesama umat Islam. Bagaimana nanti kita mampu berdiri di hadapan Allah SWT sedangkan kita tidak ambil peduli terhadap nasib umat Islam, nasib saudaranya seiman, dengan berbagi peduli.

Jika kita merasakan bahwa Ramadhan kali ini adalah bulan ramadhan yang terakhir. Niscaya setiap kita pasti akan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan kewajiban yang telah Allah wajibkan kepada orang-orang yang beriman.

Setiap waktu yang kita lalui adalah kesungguhan, karena kita tidak tahu kapan kematian datang menjemput. Dan, kita tidak mempunyai banyak waktu, raih dan rebutlah Ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya. Inilah kesempatan kita untuk melakukan segala amalan terbaik di bulan penuh rahmat ini.

Bahkan kita harus menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik sepanjang hidup kita. Mengapa kita harus melakukannya? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan karena kita tidak pernah mengetahui apakah kita masih punya kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun depan.

Sungguh sangat ruginya jika ini merupakan Ramadhan terakhir kita, tetapi justru kita melakukan amalan terburuk dalam hidup kita. Karena itu, mulai saat ini harus kita kuatkan tekad dalam diri kita untuk melakukan segala aktivitas sebagai aktivitas terbaik dalam Ramadhan kali ini.

Shalat kita adalah shalat terbaik yang pernah kita kerjakan. Tilawah AlQuran kita adalah tilawah terbaik yang pernah kita baca. Shadaqah atau sedekah kita adalah shadaqah atau sedekah terbaik kita.

Semuanya yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini adalah yang terbaik. Agar amal yang kita lakukan diberikan ganjaran atau pahala dari Allah SWT sebagai ganjaran dan pahala yang paling terbaik. Wallahua’lam. (Cecep Y Pramana ~ follow twitter @CepPangeran)

Maaf Lahir Batin, Menyambut Ramadhan


Setitik embun diatas daun
Laksana hujan jatuh kebumi
Dosa tertimbun mohon diampuni
Terbisik khilaf mohon dimaafkan

Lalai lidah membawa cela
Lalai hati membuat luka
Ulurkan tangan maaf dipinta
Sucikan hati di bulan mulia

SELAMAT menyambut bulan suci RAMADHAN 1434 H

Cecep Y Pramana
Tarwiyah
Faris Kasyfi Aziz
Muhammad Ammar Azmi
Alifah Hurun Ain

Senin, 08 Juli 2013

Selamat Datang Cahaya Ramadan

Sayup-sayup kerinduan semakin terdengar. Dendang cinta dan pujian menyambut kedatangan bulan Ramadhan tak tertahankan. Meski wujudnya belum muncul di ufuk, namun cahaya Ramadhan telah begitu membias ke seluruh penjuru alam semesta, berpendar keemasan hingga menghiasi hati-hati orang yang rindu kedatangan Ramadan.

Inilah bulan yang selalu dirindukan oleh semua hamba yang begitu berharap mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah SWT. Andaikan semua orang mengetahui begitu utamanya bulan Ramadan tentu berkeinginan semua bulan itu menjadi bulan Ramadan.

Di dalam sebuah hadits disebutkan: “Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, Allah SWT telah mewajibkan atas kamu berpuasa, di bulan itu semua pintu-pintu surga terbuka, semua pintu-pintu neraka tertutup, semua setan di belenggu. Di bulan itu ada suatu malam yang nilainya lebih tinggi dari pada seribu bulan. Dan barang siapa yang tidak diberi kebajikan pada malam itu, sesungguhnya ia telah dijauhkan dari kebajikan itu”.

Begitu mendengar keagungan bulan Ramadan, kaum muslimin berlomba-lomba menggapai rahmat, pahala, dan ampunan Allah SWT yang terbuka luas di bulan Ramadan. Di bulan inilah rahmat Allah SWT turun dengan begitu derasnya. Di bulan inilah ampunan Allah terbuka lebar bagi hamba-hamba Allah yang berdosa. Di bulan ini juga pahala yang dijanjikan Allah begitu melimpah, sehingga amalan sunnah akan dibalas oleh Allah dengan ganjaran pahala wajib.

Rasullulah SAW menegaskan kepada kita semua di bulan Ramadan ini napas kaum mukmin menjadi tasbih, tidurnya menjadi ibadah, amalnya diterima, dan doanya di ijabah oleh Allah SWT. Karena itu Rasullah SAW menganjurkan agar kaum mukmin memohon dengan niat yang tulus dan hati yang bersih, agar Allah SWT membimbing puasanya dan membaca KitabNya Al-quran. Karena sesungguhnya membaca satu ayat Al-quran dibulan Ramadan, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-quran di bulan lain.

Ali bin Abi Thalib bertanya: “Ya Rasullullah, Amal apa yang paling utama di bulan ini (Ramadhan)?”. Rasullullah SAW menjawab, “Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari yang diharamkan Allah SWT. Jagalah lidahmu, tahan pandangan dan pendengaranmu dari yang tidak halal yang akan merusak kesempurnaan puasamu. Bertaubatlah kepada Allah, angkatlah kedua tanganmu untuk berdoa di saat shalat, karena shalat adalah saat paling utama ketika Allah SWT memandang hambaNya dengan penuh kasih sayang”, kata baginda Rasullullah Muhammad SAW.

Karena itu bersiap-siaplah menjadi tamunya Allah SWT di Bulan yang Agung ini, bersiap-siaplah mendapatkan jamuan Allah di bulan ini. dengan terlebih dahulu kita bersihkan jiwa kita, ruhani kita, bathin kita, setelah 11 bulan lamanya kita kotori jiwa, rohani, bathin kita ini dengan kesalahan dan dosa.

Bergembiralah dengan kehadiran bulan Ramadhan, karena barang siapa yang gembira dengan kehadiran bulan Ramadan Allah SWT berkenan mengampuni segala dosa kita yang telah lampau. (Cecep Y Pramana ~ @CepPangeran)


Jadwal Ibadah Harian di Bulan Ramadhan

Ramadhan datang menjelang. Apa dan bagaimana kita harus melakukan ibadah puasa Ramadhan ini sepanjang hari. Mari kita buat jadwal harian kita sebagai seorang muslim dan muslimah di bulan Ramadhan.

Dengan jadwal ibadah harian ini, semoga jadi pemicu gairah dan penyemangat ibadah kita di bulan Ramadhan. Jadwal ibadah harian Ramadhan ini dibuat khusus untuk DKI Jakarta dan sekitarnya (Jadebotabek). Sedangkan, untuk luar daerah, silahkan bisa ditambahkan atau disesuaikan dengan wilayah masing-masing. Begitu pula yang di luar negeri, bisa disesuaikan atau ditambahkan.

03.00 pagi. Bangun pagi dan berdoa kepada Allah SWT dengan doa: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku, setelah Dia mematikan aku dan kepadaNya lah aku akan dikembalikan”. Berniatlah kepada Allah SWT untuk melaksanakan sebanyak-banyak kebaikan (ibadah) hari itu. Mandi dan bersihkan diri. Ambil air wudhu dan memakai pakaian yang bersih suci untuk beribadah, (bisa) pakai wewangian.

03.20 pagi. Shalat sunah Taubat : (niatkan masing-masing) Sengaja aku shalat sunat taubat 2 rakaat karena Allah Taala. Rakaat pertama selepas Al-Fatihah baca surah Al-Kafirun (dapat disesuaikan), rakaat kedua selepas Al-Fatihah baca surah Al-Ikhlas (diserahkan masing-masing). Selepas shalat, angkatlah kedua tangan, memohon ampun kepada Allah. Kita dapat menangis dengan disertai penyesalan atas dosa yang telah kita lakukan.

Shalat sunah Tahajud : (niatkan masing-masing) Sengaja aku shalat sunnah tahajjud 2 rakaat karena Allah Taala. Rakaat pertama selepas Al-Fatihah baca surah Al-Kafirun (dapat disesuaikan), rakaat kedua selepas Al Fatihah baca surah Al Ikhlas (diserahkan masing-masing). Selepas shalat, angkatlah kedua tangan, memohon ampun kepada Allah SWT. Menangis dengan disertai penyesalan atas dosa yang telah kita lakukan.

Shalat sunah Hajat : (niatkan masing-masing) Sengaja aku shalat sunnah hajat 2 rakaat karena Allah Taala. Selepas Al Fatihah rakaat pertama baca ayatul Kursi 1 kali (diserahkan masing-masing). Selepas Al Fatihah rakaat kedua baca surah Al Ikhlas 11 kali (diserahkan masing-masing). Ketika sujud terakhir baca 11 kali dan sertakan di dalam hati segala hajat-hajat kita.

Shalat sunnah Witir : (niatkan masing-masing) Sengaja aku shalat sunnah witir 2 rakaat karena Allah SWT. Selepas salam, bangun lagi dan sembahyang witir 1 rakaat (atau langsung bisa 3 rakaat). Perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT dengan penuh rasa kehambaan, rendah diri, meminta kepada Allah, memohon kepada Allah, agar Allah mengampuni dosa-dosa kita, taubat kita, menerima amalan kita, memperkenankan doa dan permintaan kita.

03.50 pagi. Makan Sahur, menggosok gigi dan membersihkan sisa-sisa makanan di mulut.

04.25 pagi. Bersiap menunggu waktu Subuh dengan membaca AlQuran, berdzikir atau bershalawat. Shalat sunah Subuh, shalat Subuh berjamaah atau shalat sunah lainnya. Selesaikan wirid harian di tikar/sajadah atau baca AlQuran hingga terbit matahari.

06.00 pagi. Membuat persiapan ke tempat kerja. Melangkah ke tempat kerja dengan membaca Bismillah dan doa kepada Allah SWT agar semua aktivitas kita diberkahiNya. Sentiasa berdzikir, bershalawat kepada Rasulullah SAW di dalam hati.

Perbanyak istighfar, meminta ampun kepada Allah SWT. Melakukan pekerjaan dengan bersemangat dan penuh bertanggungjawab. Datangkan rasa bahwa Allah sentiasa memperhatikan kerja-kerja yang kita lakukan dan yakinilah bahwa Dia akan membalas segala kebaikan yang kita perbuat dan lakukan.

08.00 pagi. Shalat sunnah Dhuha. Ia adalah sumber rezeki yang berkah jika istiqamah diamalkan. Dengan niat: (niatkan masing-masing) Sengaja aku shalat sunnah dhuha 2 rakaat karena Allah Taala. Penuhi waktu dhuha itu dengan menambah ilmu atau membaca AlQuran. Jauhi dengan sungguh-sungguh dari melakukan perbuatan dosa, walaupun kecil serta perkara yang sia-sia.

Contoh perbuatan dosa, walaupun kecil : membicarakan orang lain, mengumpat, mengutuk, menyindir yang menyakitkan orang, bergaul bebas tanpa menjaga syariat seperti berkhalwat (berdua-duaan) dengan bukan muhrim mengenai perkara yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan.

11.45 siang. Bersiap-siap untuk shalat Zuhur. Menunggu waktu shalat dengan shalat sunah, berdzikir, bershalawat. Shalat dzuhur berjamaah. Laksanakan juga shalat sunnah Rawatib. Bersyukur setelah selesai melaksanakan shalat sunnah dan wirid sebagai tanda terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberi kita nikmat besar dapat menyembah dan bersujud kepadaNya.

15.00 sore. Bersiap-siap untuk shalat Ashar. Shalat Ashar berjamaah. Laksanakan juga shalat sunnah qabliyah. Bersujud syukur setelah selesai melaksanakan shalat sunnah dan wirid sebagai tanda terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat yang besar serta dapat menyembah dan bersujud kepadaNya.

17.30 petang. Membeli barang-barang untuk keperluan berbuka dan sahur, tanpa berlebih-lebihan. Ingatlah walaupun syaitan dirantai, namun nafsu masih ada dalam diri kita !!!

17.50 petang. Memperbanyakkan doa sebelum berbuka. Karena di waktu itu adalah masa yang mustajab untuk berdoa. Ingatlah sabda Rasulullah SAW : “Berapa banyak orang yang berpuasa, namun yang mereka dapatkan hanya lapar dan dahaga”, bermohonlah kepada Allah SWT memohon agar amalan kita diterima.

Apabila masuk waktu Maghrib, bacalah doa dan berbuka : “Wahai Tuhan, karena Engkaulah aku berpuasa, dan kepada Engkaulah aku beriman dan dengan rezeki engkaulah aku berbuka”. Berbuka puasalah dengan makanan manis seperti buah kurma dan meminum air, terus menunaikan shalat maghrib berjamaah, setelah itu barulah makan makanan berat atau bisa ditunda ba’da shalat tarawih.

19.00 malam. Siap-siap untuk shalat isya berjamaah dan diteruskan dengan shalat tarawih hingga selesai. Coba pertahankan shalat tarawih, walau bagaimanapun keadaan, atau sekalipun karena fadhilahnya amat besar.

Bacalah AlQuran dengan penuh tawadhu, boleh dibaca dengan bertadarus (berkumpulan bergilir-gilir, seorang baca, yang lain menyimaknya), coba khatamkan membaca AlQuran paling kurang satu kali sepanjang ramadhan. Kebanyakan imam-imam besar (termasuk, Imam Syafi’i) mengkhatam AlQuran dua kali dalam sehari (60 kali sebulan Ramadhan)

22.30 malam. Memperbanyak istighfar sebelum tidur. Berniatlah untuk puasa keesokan hari dengan berniat: Sengaja aku berpuasa hari esok untuk menunaikan puasa ramadhan yang wajib ke atasku, tahun ini karena Allah SWT.

(untuk yang ini JANGAN SAMPAI LUPA loh, niat puasa Ramadhan untuk esok hari!!!). Tidur diawal agar dapat bangun untuk beribadah. Bacalah doa sebelum tidur: “Dengan namaMu Ya Allah! Aku hidup dan mati. Ingatlah tidur adalah mati yang sementara, kemungkinan kita dipanggil Allah ketika tidur". Amien Yaa Rabbal Alamin. Wallahua’lam


>> follow twitter @CepPangeran


Minggu, 07 Juli 2013

Marhaban Ya Ramadhan

Di beberapa masjid, mushalla, televisi, radio, internet, social media, blog serta berbagai mailing list, ungkapan Marhaban Ya Ramadhan memenuhi rubrik dengan berbagai ekpresi yang variatif. Seluruh umat Islam di dunia juga menyerukan “Marhaban Ya Ramadhan”.

Seluruh media, terutama televisi juga radio terlihat berlomba dengan sederet agendanya masing-masing terkait Ramadhan. Rasa gembira, khusyu, harapan, semangat dan nuansa spiritualitas lainnya terpancar dengan sarat makna untuk diekpresikan. Itulah Ramadhan, bulan yang tahun ini kita ingin memperbaiki kualitas ibadahnya, dan kini telah datang kembali.

Hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa pun marak dikaji dan dikembangkan. Ada nilai sosial, kemanusiaan, solidaritas, kebersamaan, persahabatan yang terus dicari untuk dinikmati dalam nilai-nilai ibadah Ramadhan ini.

Semuanya adalah nilai-nilai positif yang terkandung dalam puasa Ramadhan yang sudah selayaknya tidak hanya dipahami sebagai wacana yang memenuhi intelektualitas kita saja, namun menuntut implementasi dan penghayatan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Selain itu, tentunya bagaimana kita merancang langkah-langkah strategis dalam mengisinya agar mampu memproduksi nilai-nilai positif dan hikmah yang dikandungnya. Jadi, tidak hanya berfiktir untuk menu untuk berbuka puasa dan sahur saja.

Ramadhan adalah bulan penyemangat jiwa. Bulan yang mengisi kembali baterai jiwa setiap umat muslim. Ramadhan sebagai bulan ibadah, harus dapat dimaknai dengan semangat pengamalan ibadah yang sempurna. Ramadhan sebagai bulan petunjuk, harus diimplementasikan dengan semangat dalam mengajak kepada jalan yang benar.

Ramadhan sebagai bulan kemenangan, harus dimaknai dengan memenangkan kebaikan atas segala keburukan. Ramadhan sebagai bulan ampunan, harus kita hiasi dengan meminta dan memberikan ampunan.

Dengan persiapan dan program aktifitas yang kita jalani selama bulan Ramadhan ini, insya Allah akan menghasilkan kebahagiaan. Kebahagiaan akan terasa istimewa manakala melalui perjuangan dan jerih payah.

Semakin berat dan serius usaha kita meraih nilai-nilai kabahagiaan, maka semakin terasa nikmat kebahagiaan itu kita rasakan. Itulah yang dijelaskan dalam sebuah hadist Nabi bahwa orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Tuhannya.

Inilah kebahagian ukhrawi, saat pertemuan yang hakiki dengan al-Khaliq, Allah SWT. Kebahagiaan yang merupakan puncak dari setiap kebahagiaan yang ada. Kebahagiaan yang tidak dapat digantikan dengan kenikmatan lainnya. Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang ya Ramadhan.  ~ Cecep Y. Pramana | @CepPangeran